You are on page 1of 10

1

BUPATI BANYUWANGI
PROVINSI JAWA TIMUR

SALINAN
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI
NOMOR 6 TAHUN 2014
TENTANG
PENYERTAAN MODAL DAERAH KEPADA PIHAK KETIGA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI BANYUWANGI,

Menimbang : a. bahwa guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat
serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan
asli daerah (PAD), serta dalam rangka upaya meningkatkan
pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, perlu adanya
peran aktif Pemerintah Daerah dalam pemupukan permodalan
usaha;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang
Penyertaan Modal Daerah Kepada Pihak Ketiga.

Mengingat : 1. Pasal 18 Ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang
Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan
Provinsi Jawa Timur (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 1950);
3. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor
31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
3472) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang
Nomor 10 Tahun 1998 (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1998 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3790);
4. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 140, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3874)
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2001 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2001 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4150);

1
2

5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003
Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4286);
6. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
7. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan
Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4400);
8. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah diubah
dua kali, terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun
2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4849);
9. Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004
Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4438);
10. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007
Nomor 106, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4756);
11. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5234);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang
Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4593);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang
Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor
25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4614);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang
Pengelolaan Uang Negara/Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 83, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4738);
3

16. Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2008 tentang Investasi
Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2008 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4812);
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
sebagaimana telah diubah dua kali dengan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011;
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2014
tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah;
19. Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 7 Tahun
2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
(Lembaran Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2007
Nomor 10/E);sebagaimana telah diubah tiga kali terakhir
dengan Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 5
Tahun 2014 (Lembaran Daerah Kabupaten Banyuwangi
Tahun 2014 Nomor 9);
20. Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 12 Tahun
2007 tentang Investasi Pemerintah Daerah (Lembaran
Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2007 Nomor 13/E);

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI
Dan
BUPATI BANYUWANGI

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PENYERTAAN MODAL
DAERAH KEPADA PIHAK KETIGA.

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan:

1. Daerah adalah Kabupaten Banyuwangi.
2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten
Banyuwangi.
3. Bupati adalah Bupati Banyuwangi.
4. Penyertaan Modal Daerah adalah penempatan sejumlah
dana dan atau barang oleh pemerintah daerah untuk
investasi pembelian surat berharga dan investasi langsung
kepada pihak ketiga.
5. Pihak ketiga adalah perorangan/kelompok masyarakat
dan/atau badan usaha milik Negara, badan usaha milik
daerah, badan usaha koperasi, badan usaha swasta
nasional dan atau swasta asing yang tunduk pada hukum
Indonesia.
4

BAB II
PENYERTAAN MODAL
Pasal 2

Pemerintah Daerah melakukan investasi kepada Pihak Ketiga.

Pasal 3

Pihak ketiga sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 Peraturan
Daerah ini meliputi:

1. PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk.;
2. PT. Bank Perkreditan Rakyat Jawa Timur;
3. PT. Merdeka Serasi Jaya;
4. PT. Pelayaran Banyuwangi Sejati;
5. Badan Usaha Penggilingan Padi;
6. Kelompok Tani;
7. Koperasi;
8. Usaha Kecil dan Menengah (UKM);
9. Industri Kecil Menengah (IKM);
10. Pedagang Kaki Lima (PKL);
11. Kelompok Pembudidaya Air Tawar dan Nelayan;
12. Kelompok Peternak;

BAB III
INVESTASI PERMANEN, INVESTASI NON PERMANEN DAN
INVESTASI NON PERMANEN-DANA BERGULIR
Bagian Kesatu
Investasi Permanen
Pasal 4

Investasi Permanen diberikan kepada:

1. PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. sebesar
Rp67.509.029.250,00 (enam puluh tujuh milyar lima ratus
sembilan juta dua puluh sembilan ribu dua ratus lima
puluh rupiah).

2. PT. Bank Perkreditan Rakyat Jawa Timur sebesar
Rp8.000.900.000,00 (delapan milyar sembilan ratus ribu
rupiah).

3. PT. Merdeka Serasi Jaya sebesar
Rp22.900.000.000,00 (dua puluh dua milyar sembilan ratus
juta rupiah)

4. PT. Pelayaran Banyuwangi Sejati sebesar
Rp288.000.000,00 (dua ratus delapan puluh delapan juta
rupiah).
5

Pasal 5

(1) Penerima penyertaan modal berupa investasi permanen
wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban setiap
tahun kepada Bupati berupa ihtisar realisasi kinerja dan
laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik;

(2) Bupati menyampaikan ihtisar realisasi kinerja dan laporan
keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten
Banyuwangi melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)
Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) yang telah diaudit oleh Badan
Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI).

Bagian Kedua
Investasi Non Permanen
Pasal 6

Investasi non permanen diberikan kepada:

1. Badan Usaha Penggilingan Padi sebesar
Rp1.200.000.000,00 (satu milyar dua ratus juta rupiah);

2. Kelompok Tani sebesar Rp1.489.500.000,00 (satu milyar
empat ratus delapan puluh sembilan juta lima ratus ribu
rupiah);

3. Koperasi sebesar Rp3.200.000.000,00 (tiga milyar dua ratus
juta rupiah);

4. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sebesar
Rp830.000.000,00 (delapan ratus tiga puluh juta rupiah);

5. Industri Kecil Menengah (IKM) sebesar Rp1.031.500.000,00
(satu milyar tiga puluh satu juta lima ratus ribu rupiah);

6. Pedagang Kaki Lima sebesar Rp325.000.000,00 (tiga ratus
dua puluh lima juta rupiah);

7. Kelompok Pembudidaya Air Tawar dan Nelayan sebesar
Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah)

Bagian Ketiga
Investasi Non Permanen-Dana Bergulir
Pasal 7

Investasi Non Permanen-Dana Bergulir diberikan kepada
Kelompok Peternak sebesar Rp4.003.639.000,00 (empat milyar
tiga juta enam ratus tiga puluh sembilan ribu rupiah)
6

Pasal 8

Pengelolaan investasi non permanen dan Investasi Non
Permanen-Dana Bergulir sebagaimana dimaksud dalam pasal 7
dan pasal 8 diatur lebih lanjut dalam Peraturan Bupati.

BAB IV
HASIL USAHA
Pasal 9

Bagian laba atau hasil usaha investasi pada pihak ketiga yang
menjadi hak pemerintah daerah merupakan Pendapatan Asli
Daerah yang harus disetor ke Kas Daerah Kabupaten
Banyuwangi.
BAB V
PENATAUSAHAAN
Pasal 10

(1) Penyertaan modal daerah kepada pihak ketiga dianggarkan
dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Kabupaten Banyuwangi.

(2) Penatausahaan penyertaan modal daerah sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan standar
akuntansi pemerintah.

Pasal 11

Investasi Permanen Pemerintah Daerah kepada Pihak ketiga
sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 yang direncanakan
sampai tahun 2015 sebesar Rp143.697.929.250,00 (seratus
empat puluh tiga milyar enam ratus Sembilan puluh tujuh juta
Sembilan ratus dua puluh Sembilan ribu dua ratus lima puluh
rupiah).

BAB VI
PENGELOLAAN PENYERTAAN MODAL
Pasal 12

(1) Penyertaan modal daerah dalam bentuk uang, dianggarkan
dalam rekening pengeluaran pembiayaan pada jenis
penyertaan modal Pemerintah Daerah;

(2) Pelaksanaan penyertaan modal daerah sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku;
7

BAB VII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 13

Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku,

1. Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 13
Tahun 2007 tentang Penyertaan Modal Daerah Kepada
Pihak Ketiga (Lembaran Daerah Kabupaten Banyuwangi
Tahun 2007 Nomor 14/E) sebagaimana telah diubah
empat kali terakhir dengan Peraturan Daerah Kabupaten
Banyuwangi Nomor 8 Tahun 2013 (Lembaran Daerah
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2013 Nomor 16); dan
2. Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 4
Tahun 2008 tentang Penyertaan Modal Daerah Kepada
Pihak Ketiga (Lembaran Daerah Kabupaten Banyuwangi
Tahun 2008 Nomor 2/E).
dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 14

Peraturan daerah ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan peraturan daerah ini dengan penempatannya
dalam Lembaran Daerah Kabupaten Banyuwangi.

Ditetapkan di Banyuwangi

Pada tanggal 30 Juni 2014
BUPATI BANYUWANGI,
ttd
H. ABDULLAH AZWAR ANAS
Diundangkan di Banyuwangi

Pada tanggal 25 Agustus 2014
SEKRETARIS DAERAH
KABUPATEN BANYUWANGI,
ttd
Drs. H. SLAMET KARIYONO, M.Si.
Pembina Utama Madya
NIP 19561008 198409 1 001

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 2014 NOMOR 10

Sesuai dengan aslinya
a.n. SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI
Asisten Administrasi Pemerintahan
ub.
Kepala Bagian Hukum

KUNTA PRASTAWA.,S.H., M.M.
Pembina Tingkat I
NIP 19631105 199210 1 002
8

PENJELASAN

ATAS

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI

NOMOR 6 TAHUN 2014

TENTANG

PENYERTAAN MODAL DAERAH KEPADA PIHAK KETIGA

I. PENJELASAN UMUM

Bahwa penyertaan modal yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah
bertujuan untuk mensejahterahkan masyarakat Kabupaten Banyuwangi,
sehingga hasil dari penyertaan modal tersebut nantinya dapat
dipergunakan seluruhnya guna mewujudkan masyarakat Banyuwangi yang
sejahtera.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, perlu menetapkan Peraturan
Daerah tentang Penyertaan Modal Daerah Kepada Pihak Ketiga

II. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL

Pasal I
cukup jelas
Pasal 2
cukup jelas
Pasal 3
cukup jelas
Pasal 4
Angka 1
Cukup jelas
Angka 2
cukup jelas
angka 3
1. Pada Tahun Anggaran 2013 penyertaan modal kepada PT.
Merdeka Serasi Jaya sebesar Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh
milyar rupiah) atau setara dengan 10.000 (sepuluh ribu)
lembar saham atau sebesar 10% (Sepuluh Persen) dari 100%
(seratus persen) modal saham sebesar
Rp.100.000.000.000,00 (Seratus milyar Rupiah);

2. Pada Tahun Anggaran 2014 penyertaan modal kepada PT.
Merdeka Serasi Jaya sebesar Rp 12.900.000.000,00 (dua
belas milyar sembilan ratus juta rupiah) atau setara dengan
12.900 (dua belas ribu sembilan ratus) lembar saham atau
sebesar 10% (Sepuluh Persen) dari 100% (seratus persen)
modal saham sebesar Rp. 129.000.000.000,00 (seratus dua
puluh sembilan milyar rupiah);
9

3. Jadi total penyertaan modal kepada PT. Merdeka Serasi Jaya
sebesar Rp.10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah)
ditambah Rp.12.900.000.000,00 (dua belas milyar sembilan
ratus juta rupiah) sama dengan Rp.22.900.000.000,00 (dua
puluh dua milyar sembilan ratus juta rupiah) atau setara
dengan 22.900 (dua puluh dua ribu sembilan ratus) lembar
saham atau sebesar 10% (Sepuluh Persen) dari 100%
(seratus persen) modal saham sebesar
Rp.229.000.000.000,00 (dua ratus dua puluh sembilan
milyar rupiah);

4. Penyertaan Modal berasal dari Hibah Saham yang diberikan
secara bersama-sama oleh pemilik 100% (seratus persen)
saham PT. Merdeka Serasi Jaya yaitu:

a. PT. Mitra Daya Mustika, suatu perseroan terbatas yang
didirikan berdasarkan dan tunduk pada hukum Negara
Republik Indonesia, berdomisili di International Financial
Centre, Lantai 3A, Jl. Jendr. Sudirman Kav. 22 – 23,
Jakarta Selatan;
b. PT. Trimitra Karya Jaya, suatu perseroan terbatas yang
didirikan berdasarkan dan tunduk pada hukum Negara
Republik Indonesia, berdomisili di Gedung Menara Karya,
lantai 15, Unit A-H, Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 1
– 2, Jakarta Selatan;
c. PT. Srivijaya Kapital, suatu perseroan terbatas yang
didirikan berdasarkan dan tunduk pada hukum Negara
Republik Indonesia, berdomisili di International Financial
Centre, Lantai 3A, Jl. Jendr. Sudirman Kav. 22 – 23,
Jakarta Selatan;
d. Sakti Wahyu Trenggono, swasta, berdomisili di Jln.
Cendana Raya nomor 89, RT. 008, RW. 008, Jaka
Sampurna, Bekasi Barat, pemegang KTP No.
3275020311620013;
e. Garibaldi Tohir, swasta, berdomisili di Jln. Gudang
Peluru Blok E/139, RT. 002, RW. 003, Kebon Baru,
Tebet, Jakarta Selatan, pemegang KTP No.
09.5301.010565.0388;
f. Maya Miranda Ambarsari, swasta, berdomisili di Jln.
Sawo Kaveling 4, RT. 011, RW. 005, Cipete Utara,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pemegang KTP No.
3174074907730007;
g. Andreas Reza Nazaruddin, swasta, berdomisili di Jln.
Sawo Kaveling 4, RT. 011, RW. 005, Cipete Utara,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pemegang KTP No.
3174052009720007.

5. PT. Merdeka Serasi Jaya adalah Pemilik dan Pengendali dari
PT Bumi Sukses Indo yang saat ini merupakan Perusahaan
Pertambangan Emas yang memiliki Izin Usaha Pertambangan
(IUP) untuk melakukan Operasi Produksi Pertambangan
Emas diwilayah Tumpang Pitu Kabupaten Banyuwangi.

6. Pemberian Hibah dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah
yang telah ditetapkan dengan Akte Notaris.
10

7. Besaran penyertaan modal kepada PT. Merdeka Serasi Jaya
bila terjadi perubahan modal atau penambahan modal
sebelum menjadi Perusahaan Terbuka/Tbk (go public)
dan atau perubahan setelah menjadi Perusahan
Terbuka/Tbk (go public), jumlah dan nilai saham pada Tahun
Anggaran berkenaan selanjutnya dicatat dalam laporan
neraca daerah yang dijelaskan dalam catatan atas laporan
keuangan daerah.

Angka 4
Cukup jelas
Pasal 5
Cukup jelas
Pasal 6
Cukup jelas
Pasal 7
Cukup jelas
Pasal 8
Cukup jelas
Pasal 9
Cukup jelas
Pasal 10
Cukup jelas
Pasal 11
Cukup jelas
Pasal 12
Cukup jelas
Pasal 13
Cukup jelas
Pasal 14
Cukup jelas

=============================