You are on page 1of 38

BAB III

PROSEDUR DESAIN STRUKTUR

Gambar 3.1 Bagan Alir Pelaksanaan Desain

Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 32

BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR

3.1 Uraian Umum
Dalam skripsi ini, dibutuhkan beberapa tahapan pengerjaan yang teratur
dan sistematis agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan Harapan diakhir
penyusunan skripsi. Data tanah yang digunakan berasal dari proyek
pembangunan Villa dan Apartement Hotel Lombok. Adapun gedung yang
didirikan mempunyai 20 lantai dan 1 lantai basement dengan sistem portal dan
rangka pemikul beban lateral (shear wall). Gambar 3.1 di atas menyajikan
Bagan alir pelaksanaan desain.

Gambar 3.2 Peta lokasi Gedung Hotel Lombok

3.2 Pengumpulan Data
Perencanaan struktur gedung gabungan bagian-bagian data yang akan
menjadi satu kesatuan struktur yang utuh, dengan memenuhi maksud dan tujuan
dari redesain. Untuk mempermudah dalam perencanaan struktur Gedung Hotel
ini, maka dibutuhkan beberapa data sebagai bahan acuan. Berikut data-data
yang digunakan sebagai dasar redesain struktur Gedung Hotel Lombok :

3.2.1 Gambar – gambar Pekerjaan Proyek

Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 33

BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR

Gambar 3.2 Potongan melintang Hotel Lombok

Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 34

BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR Gambar 3.3 Potongan membujur Hotel Lombok Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 35 .

Hasil pengeboran menyajikan deskripsi dari lapisan-lapisan tanah yang ditentukan pada pengeboran. Tabel data tanah hotel di Praya Lombok secara lengkap adalah sebagai berikut: Tabel 3.10.00 .0.00 .1" 0.2 Hasil Penyelidikan Tanah Pengujian bor log (SPT) ini dilakukan guna mendapatkan informasi keadaan dibawah permukaan akan sifat keteknikannya.70 .2. 1 0.40 < 10 Lepas S : 080 54' 22. Selain pengeboran juga dilakukan uji SPT (standard penetration test). Titik Borring PENGUJIAN SPT Interval Kategori Nilai Kedalaman Kepadatan 1 BH .30 Agak Padat E : 1160 14' 31.50 Padat 1. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR Gambar 3.2" 1.4 Denah Basement 3.40 .1.1.70 30 .1 Data Boring Log No. Percobaan ini memberikan informasi mengenai kepadatan dari tanah.0 > 50 Sangat Padat Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 36 .00 10 . Untuk pengeboran dilakukan sebanyak 6 (enam) titik.

30.40 .70 .30 Agak Padat 0 E : 116 14' 31. 6 0.30 Agak Padat 0 E : 116 14' 1.00 .00 .70 30 .1.3" 1.30 Agak Padat 0 E : 116 14' 29.40 .1.0 > 50 Sangat Padat 6 BH .50 Padat 1.70 .40 < 10 Lepas 0 S : 08 54' 23. 3.00 10 .0 > 50 Sangat Padat Data tanah di atas kemudian digunakan untuk perhitungan kapasitas dukung pondasi tiang pancang.0.1.00 .00 10 .1.0. Output yang dihasilkan berupa gaya-gaya dalam (momen.9" 0.0.9" 1.70 30 .0" 0.40 .0 > 50 Sangat Padat 4 BH . Data Boring Log ada pada Lampiran.70 30 .30. Hasil perhitungan kapasitas yang terlemah yang akan digunakan dalam perencanaan selanjutnya.0.00 .00 .30 Agak Padat 0 E : 116 14' 29. tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 37 .30" 1.00 .00 .70 30 .1.30 Agak Padat 0 E : 116 14' 28.3 Analisis Desain Struktur Atas Perencanaan konfigurasi struktur (Permodelan struktur frame 3 dimensi) kemudian analisis struktur dilakukan dengan bantuan program SAP 2000 v14.8" 1.1.1.1.40 < 10 Lepas 0 S : 08 54' 27.0" 1.50 Padat 1.00 .40 < 10 Lepas 0 S : 08 54' 26.1.40 .40 . 5 0.0.70 .9" 0.1.0 > 50 Sangat Padat 5 BH .40 < 10 Lepas 0 S : 08 54' 23.00 10 . yaitu SNI 1727:2013.40 < 10 Lepas 0 S : 08 54' 24.50 Padat 1.70 30 .00 .00 10 .00 10 .70 .10.5" 0. gaya geser dan gaya normal) selanjutnya dilakukan perencanaan secara manual berdasarkan standar perencanaan yang ada.70 . 3 0. 4 0.0 > 50 Sangat Padat 3 BH .10.50 Padat 1. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR 2 BH . 2 0.10.50 Padat 30.1" 0.00 .

beban mati (DL) dan beban gempa (E). beban hidup dan juga input pembebanan gempa. kekakuan. bentuk. beban kejut listrik dan lain – lain. a. dan didalamnya termasuk beban-beban pada lantai yang berasal dari barang-barang yang dapat berpindah. Beban mati merupakan beban yang intensitasnya tetap dan posisinya tidak berubah selam usia penggunaan bangunan. 1. Penentuan beban mati dan hidup struktur Beban – beban pada struktur gedung dapat terdiri dari beban mati. beban angin. yaitu pembebanan untuk beban mati. beban gempa. sehingga mengakibatkan perubahan dalam pembebanan lantai dan atap bangunan tersebut. Analisis diawali dengan memberikan input data pembebanan terhadap konfigurasi struktur yang ada. Beban hidup adalah semua beban yang terjadi akibat penghunian atau penggunaan suatu bangunan. dapat bekerja penuh atau tidak sama sekali. mesin-mesin serta peralatan tetap yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bangunan itu. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR dan Standar perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung. b. Biasanya beban mati merupakan dari berat sendiri bangunan itu sendiri sehingga besarnya dapat di hitung sesui bentuk. lokasi. Khusus untuk atap yang Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 38 . beban hidup. massa dan ketinggian gedung itu sendiri. Beban Hidup (LL) Beban hidup merupakan beban yang dapat berpidah tempat. Beban Mati (DL) Beban mati adalah berat dari semua bagian dari suatu bangunan yang bersifat tetap. termasuk segala unsur tambahan. ukuran dan berat jenis materialnya. Jenis beban yang akan dipakai dalam perencanaan ini adalah beban hidup (LL). mesin-mesin serta peralatan yang tidak merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bangunan dan dapat diganti selama masa hidup dari bangunan itu. Beban – beban yang direncanakan akan bekerja dalam struktur gedung tergantung dari fungsi ruangan. beban air dan beban khusus lainnya seperti beban getaran mesin.

Analisis struktur terhadap beban gempa pada gedung dilakukan dengan metode analisis dinamik respon Spektrum. 2. Untuk wilayah-wilayah yang mempunyai resiko tinggi untuk gempa. a. dan SF sesuai dengan definisi yang tercantum dalam Tabel dibawah ini: Tabel 3. SE.2 Klasifikasi Situs Kelas situs vs (m/detik) N atau Nch su (kPa) SA (batuan keras) >1500 N/A N/A SB (batuan) 750 sampai 1500 N/A N/A SC (tanah keras. Analisis struktur terhadap beban gempa mengacu pada standar perencanaan ketahanan gempa untuk rumah dan gedung (SNI 1726-2002). SB. Beban hidup tidak termasuk beban angin dan beban gempa. Penentuan pembebanan pada struktur bangunan Hotel di praya Lombok menggunakan peraturan SNI 1727:2013 tentang beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain. Penentuan Kelas Situs Menurut batasan kelas situs yang tercantum dalam pasal 5. 350 sampai 750 >50 ≥100 sangat padat dan batuan lunak) SD (tanah sedang) 175 sampai 350 15 sampai 50 50 sampai 100 SE (tanah lunak) < 175 <15 < 50 Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 39 . kelas situs ditetapkan sebagai SA. baik akibat genangan maupun akibat tekanan jatuh butiran air. SD. pengaruh gempa sangat diperhitungkan.3 SNI 031726-2012. Beban Gempa (E) Beban gempa adalah gaya yang ditumbulkan oleh karena gempa yang terjadi didasar tanah yang memberikan tekanan-tekanan pada struktur hingga struktur bias mengalami kondisi keruntuhan. SC. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR dianggap beban hidup termasuk beban yang berasal dari air hujan.

033 2 1 30 30 30 30 30 30 30 0. w ≥ 40%. sehingga pada total n lapisan tanah yang berbeda pada lapisan 30 m paling atas tersebut Tabel 3.Lempung berplastisitas sangat tinggi (ketebalan H >7.Rawan dan berpotensi gagal atau runtuh akibat beban membutuhkan gempa seperti mudah likuifaksi. PI >20.5383 Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 40 . lempung sangat investigasi geoteknik sensitif.5 yang mengikuti pasal m dengan Indeks Plasitisitas PI>75) 6. Kadar air.Lempung sangat organik dan/atau gambut (ketebalan H > 3 m) respons spesifik-situs . harus dibagi menjadi lapisan-lapisan yang diberi nomor ke 1sampai ke-n dari atas ke bawah.014 1-1. 2.1 ) . tanah tersementasi lemah spesifik dan analisis . berdasarkan hasil penyelidikan tanah profil tanah yang mengandung beberapa lapisan tanah dan/atau batuan yang nyata berbeda.133 1. Indeks plastisitas.02 0.4 12 12 12 12 12 12 12 0.7 50 50 50 50 50 50 50 0.7 4 10 60 60 60 60 60 60 60 0.4-1 3 1.7-10 5 30 60 60 60 60 60 60 60 0.333 10-30 jumlah 30 0.3 Hsil pengujian SPT di Lokasi Proyek Nilai N ti/N Lapisan Kedalaman di N- rata- ke Z (m) (m) BH-1 BH-2 BH-3 BH-4 BH-5 BH-6 rata2 rata 1 0-0. 3.yang .Setiap profil lapisan tanah yang memiliki salah satu atau lebih dari karakteristik berikut: (tanah khusus.10. Kuat geser niralir su < < 25 kPa SF .4 0. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR Atau setiap profil tanah yang mengandung lebih dari 3 m tanah dengan karateristik sebagai berikut : 1.Lapisan lempung lunak/setengah teguh dengan ketebalan H>35m dengan su < 50 kPa Untuk mengetahui Kelas situs tanah yang terdapat pada lokasi tersebut.

Oleh karena itu.5 Lokasi Proyek Hotel di Praya Kabupaten Lombok Tengah (Sumber : https://www.go.73 dengan klasifikasi Situs SC (tanah keras). Pengisian lokasi proyek dapat berdasarkan koordiat yang di klik pada peta lokasi (Gambar) Gambar 3.5383) = 55. Mengingat data yang digunakan dalam perhitungan merupakan data sekunder.go.pu. .id dengan alamat lengkap melalui situs http://puskim.id/Aplikasi/desain_spektra_indonesia_2011/. Menentukan Spektrum Respon Desain Menentukan spectrum respon desain untuk lokasi proyek yang berada di Praya Kabupaten Lombok Tengah data tanah dengan jenis tanah keras di ambil dari situs puskim.id/maps) Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 41 .co. sehingga Ni yang dipakai berasal dari N-SPT dengan factor koreksi sama dengan satu. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR Nilai N untuk lapisan tanah paling atas ditentukan sesuai dengan perumusan berikut : ∑ = ∑ di = tebal setiap lapisan antara kedalaman 0 sampai 30 meter Ni = tahanan penetrasi standar 60 persen energi (N60) yang terukur langsung di lapangan tanpa koreksi.pu.google. maka nilai N =30/(0.

418 SMS (g) 0.4 Nilai parameter spectrum respon Variabel Nilai PGA (g) 0.947 S1 (g) 0.id) b. Tabel 3.418 SS (g) 0.Fasilitas sementara . Pengaruh gempa rencana terhadapnya harus dikalikan dengan suatu faktor keamanan Ie Menurut tabel. Menentukan Kategori Resiko Struktur bangunan dan faktor keutamaan Ie Untuk berbagai kategori resiko struktur bangunan gedung dan non gedung sesuai tabel.Fasilitas pertanian.021 FV 1.Gudang penyimpanan . tapi tidak dibatasi untuk. perkebunan.555 SDS (g) 0. perternakan.go. termasuk.6 Respon Spectrum Desain (www.370 T0 (detik) 0.000 FA 1.Rumah jaga dan struktur kecil lainnya Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 42 . dan perikanan .953 FPGA 1.574 Gambar 3.405 PSA (g) 0.395 CRS 1. Kategori Jenis pemanfaatan risiko Gedung dan non gedung yang memiliki risiko rendah terhadap jiwa I manusia pada saat terjadi kegagalan.115 TS (detik) 0. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR Dapat diketahui untuk lokasi proyek hotel Are Guling Lombok Tengah dengan Klasifikasi Situs SC (tanah keras) didapat nilai sebagai berikut : Tabel 3.047 CR1 0.645 SD1 (g) 0.puskim. antara lain: .5 Kategori resiko bangunan gedung dan non gedung untuk beban gempa.967 SM1 (g) 0.

Kategori desain seismik berdasarkan parameter respons percepatan pada periode pendek.Gedung perkantoran .Gedung apartemen/ rumah susun . IV 1. ambulans.Fasilitas kesehatan yang tidak memiliki unit bedah dan unit gawat darurat . yang yang IV penting. termasuk.Gedung pertemuan . dan kantor polisi.Bangunan-bangunan monumental . Tabel 3. angin badai.IV. termasuk.Fasilitas kesiapan darurat.Gedung sekolah dan fasilitas pendidikan -Rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya yang memiliki fasilitas bedah dan unit gawat darurat -Fasilitas pemadam kebakaran.Fasilitas manufaktur .Bangunan industri .Pabrik Gedung dan non gedung yang memiliki risiko tinggi terhadap jiwa III manusia pada saat terjadi kegagalan. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR Semua gedung dan struktur lain. termasuk.III. tetapi tidak dibatasi untuk : . komunikasi. kecuali yang termasuk dalam kategori II risiko I.7 Kategori Resiko Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 43 .6 Faktor Keutamaan Gempa [Ie] Kategori risiko Faktor keutamaan gempa.Pusat perbelanjaan/ mall .Penjara . rumah toko dan rumah kantor . dan tempat perlindungan darurat lainnya . Dari Tabel untuk Nilai SDS = 0.0 III 1.Stadion . Tabel.Bioskop . pusat operasi dan fasilitas Tabel 3. tapi tidak dibatasi untuk: .Pasar .Perumahan . serta garasi kendaraan darurat -Tempat perlindungan terhadap gempa bumi. tapi tidak dibatasi untuk: . gedungtidak yangtermasuk kedalam ditunjukkan kategori sebagai risiko fasilitas IV.645 dan kategori resiko II didapatkan bangunan yang direncanakan masuk dalam kategori design seismik D.Fasilitas penitipan anak .Bangunan untuk orang jompo Gedung Gedung dan dannonnongedung. Ie I atau II 1.

3ρEx ± 1ρEy 5.33 ≤ SDS < 0.133 B C 0.2.3ρEy 6.167 ≤ SDS < 0.33 B C 0. COMB5UX = (1.4 DL 2.2.50 C D 0. Tabel. COMB7UY = (1.3ρEx ± 1ρEy Dimana : DL = beban mati LL = beban hidup Ex/Ey = beban gempa arah x/y c.2 + 0.133 ≤ SD1 < 0.067 A A 0. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR Kategori risiko Nilai SDS I atau II atau III IV SDS < 0. COMB5UY = (1.20 C D 0. Pemilihan Sistem Struktur Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 44 .2 + 0.6 LL 3. COMB2U = 1.SDS) DL ± 1ρEx ± 0.8 Kategori Resiko Kategori risiko Nilai SD1 I atau II atau III IV SD1 < 0.2 + 0.SDS) DL ± 0.2DL + 1. Kategori desain seismik berdasarkan parameter respons percepatanpada periode 1 detik.50 ≤ SDS D D Dari Tabel untuk Nilai SD1 = 0.SDS) DL + 1 LL ± 0.370 dan kategori resiko II didapatkan bangunan yang direncanakan masuk dalam kategori design seismik D.3ρEy 4.2. Tabel 3.167 A A 0.2.SDS) DL + 1 LL ± 1ρEx ± 0. COMB1U = 1.2 + 0.20 ≤ SD1 D D Kombinasi pembebanan : 1.067 ≤ SD1 < 0. COMB7UX = (1.

Tabel 3. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR Sistem struktur bangunan Gedung hotel Are Guling direncanakan mempunyai penahan gaya seismik berupa sistem rangka pemikul momen dari beton bertulang. FlO Cd b B C D E F R Sistem rangka pemikul momen Rangka beton bertulang pemikul momen khusus 8 3 5½ TB TB TB TB TB Rangka beton bertulang pemikul momen 5 3 4½ TB TB TI TI TI menengah Rangka beton bertulang pemikul momen biasa 3 3 2½ TB TI TI TI TI TB = Tidak dibatasi TI = Tidak diizinkan d. defleksi. Faktor Kuat Lebih Sistem (Ω0) = 3. n kuatleb pembesar batasan gaya modifik ih an Tinggi struktur Kategori desain seismik asi sistem. dengan Koefisien Modifikasi Respons (R) = 8. Penentuan Periode fundamental struktur Penentuan perioda-perioda fundamental struktur (T) tidak boleh melebihi hasil koefisien untuk batasan atas pada perioda yang dihitung (CU) dan perioda fundamental pendekatan (Ta). Sebagai alternatif pada pelaksanaan analisis untuk menentukan perioda fundamental struktur (T) diijinkan secara langsung menggunakan perioda bangunan pendekatan (Ta). Cd .9 Faktor R . dan Faktor Pembesaran Defleksi (Cd) = 5.11 Koefisien untuk batas atas pada perioda yang dihitung Parameter Percepatan Respons Spektral desain Koefisien Cu Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 45 . Tabel 3. Struktur gedung harus didesain sebagai Rangka Beton Bertulang Pemikul Momen Khusus (SRPMK).5 . h seismik respons. dan ΩO untuk sistem penahan gaya gempa Batasan sistem Koefisie Faktor Faktor struktur dan Sistem penahan.

dalam (m).75 Semua sistem struktur lainnya 0.30.1 1.0488 0. Ta T = 1.0466 0. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR pada 1 detik. Ct dan x = koefisien Hn = ketinggian struktur.0731 0. SD1 ≥ 0.4 0.4 0. 83.9 Rangka baja dengan bresing eksentris 0.0724 0. harus ditentukan dari persamaan berikut: Ta = Ct Hnx Dengan.7 Perioda fundamental pendekatan (Ta) dalam detik.492 detik Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 46 . perhitungan T menggunakan rumus : T = Cu .75 Rangka baja dengan bresing terkekang terhadap tekuk 0.3 m. di atas dasar sampai tingkat tertinggi struktur.2 1. Tabel 3.6 ≤ 0.4 .494 T = 3. 2.9 Ta = 2.4 1.8 Rangka beton pemikul momen 0.15 1.0731 0. didapat nilai Skripsi sebagai berikut : Ta = 0. Sehingga.3 1.0466.12 Nilai parameter perioda pendekatan Ct dan x Tipe struktur Ct x Sistem rangka pemikul momen di mana rangka memikul 100 persen gaya gempa yang disyaratkan dan tidak dilingkupi atau dihubungkan dengan komponen yang lebih kaku dan akan mencegah rangka dari defleksi jika dikenai gaya gempa: Rangka baja pemikul momen 0.75 Hotel Are Guling mempunyai tinggi total 83.494 detik Sehingga.5 0.

BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR e. digunakan parameter sebagai berikut : SDS = 0.W Keterangan: Cs = koefisien respons seismik W = berat seismik efektif Koefisien respons seismik (CS) harus ditentukan sesuai dengan persamaan. SD1 = parameter percepatan spektrum respons desain pada periodsebesar 1. = ( ) Keterangan: SDS = parameter percepatan spektrum respons desain dalam rentang perioda pendek R = faktor modifikasi respons Ie = faktor keutamaan gempa Dalam perhitungan.645 R =8 Ie =1 . Cs = ( ) Cs = 0. = ( ) Dengan.0806 Nilai CS tidak perlu melebihi persamaan. dalam arah yang ditetapkan harus ditentukan sesuai dengan persamaan berikut: V=Cs.492 SD1 = 0. Perhitungan geser dasar seismik Prosedur gaya lateral ekivalen Geser dasar seismik.0 detik T = 3. V .370 Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 47 .

0132445. Sehingga nilai Cs yang dipakai adalah 0.4 Analisis Desain Struktur Pondasi Pondasi harus didesain untuk menahan gaya yang dihasilkan dan mengakomodasi pergerakan yang disalurkan ke struktur oleh gerak tanah desain. Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah keadaan lapisan tanah pendukung yang relative dangkal. Titik titik pondasi borepile ditentukan dan diberikan tumpuan spring. Cs = .01. Pondasi tunggal tersebut harus mampu menahan gaya yang diteruskan dari struktur atas bangunan. Desain detail kekuatan (strength) struktur bawah harus memenuhi persyaratan beban gempa rencana. Beban horisontal yang harus ditumpu pondasi minimal sebesar 10% dari beban vertikal. Dapat dihitung secara manual ataupun dengan cara menggunakan program aplikasi. penulis akan mencoba menggunakan pondasi tiang bor berdiameter 80 cm dengan menggunakan beberapa metode perhitungan. ( ) Cs = 0. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR . Pada penulisan Skripsi ini.0132445 Nilai Cs tidak boleh kurang dari 0. yaitu sebagai berikut : 1. Memodelkan pilecap dan titik fondasi Perencanaan pondasi dilakukan dengan membuat model pelat pilecap pada program analisis struktur SAP2000 v. Pondasi harus didesain lebih kuat dari struktur atas. Input beban dari pondasi yang dipakai adalah output dari program analisis Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 48 . Dalam pekerjaan desain struktur pondasi gedung hotel ini akan dilakukan dengan 2 macam cara. Berdasarkan penjelasan mengenai data fisik dan pembebanan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa beban yang akan di pikul pondasi cukup besar oleh karena itu pemilihan pondasi tiang dirasa cukup tepat. Kapasitas pondasi tiang tunggal dihitung berdasarkan data tanah NSPT. 3. Selanjutnya dilakukan perhitungan kapasitas tiang pondasi tunggal berdasarkan data tanah yang tersedia. Struktur bawah tidak boleh gagal dari struktur atas.14.

7 Permodelan gedung Hotel Lombok 2. Didalam AFES konfigurasi dari tiang tunggal Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 49 . Pilecap harus mampu menahan beban reaksi dari tumpuan jepit yang terjadi. yaitu berupa reaksi tumpuan. 14 dengan mengasumsikan tiang kolom terjepit penuh pada pondasi di lantai dasar. Dari hasil perhitungan akan diketahui kebutuhan kedalaman pondasi tiang pancang pada gedung hotel ini. Menghitung Kapasitas Pilecap Permodelan pada program SAP2000 V. Gambar 3. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR struktur SAP2000. Reaksi tumpuan dari permodelan ini yang kemudian dijadikan perhitungan beban dalam program Aplikasi AFES. serta kaku dalam menahan geser pons dan geser lentur.

Berikut adalah langkah-langkah untuk merencanakan pelat lantai yang mengacu pada SNI 2847:2013 Plat ruang ditumpu balok pada keempat sisinya terbagi dua berdasarkan geometrinya. Pelat satu arah (One Way Slab) Pelat satu arah yaitu suatu pelat yang memiliki panjang lebih besar atau lebih lebar yang bertumpu menerus melalui balok-balok. yaitu : a. Maka hampir semua beban lantai dipikul oleh balok-balok yang sejajar. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR dan pilecap dapat dimodelkan sesuai kebutuhan.5 Permodelan Struktur dan pondasi 3. Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 50 . tetapi juga ukuran dan syarat-syarat dan peraturan yang ada. Pada perencanaan ini digunakan tumpuan terjepit penuh untuk mencegah pelat berotasi dan relatif sangat kaku terhadap momen puntir dan juga di dalam pelaksanaan pelat akan dicor bersamaan dengan balok.5. Perencanaan Pelat Untuk merencanakan pelat beton bertulang yang perlu dipertimbangkan tidak hanya pembebanan. Memungkinkan untuk menggunakan kedalaman tiang yang berbeda untuk setiap beban yang berbeda.1 Permodelan Struktur Atas Perencanaan ini merupakan analisa desain elemen dari masing masing komponen dalam konfigurasi struktur yang dipakai. meliputi perencanaan pelat lantai. Pendimensian elemen struktur didasarkan pada standar perencanaan yang ada. baik dari SNI 1726:12 dan SNI 1727:2013 pembebanan minimum untuk perancangan bangunan dan standar perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung maupun referensi yang relevan. 1. 3. portal (kolom dan balok) dan sharwall.

dimana Ly dan Lx adalah panjang dari sisi-sisinya. defleksi yang terjadi dan kebutuhan kuat geser yang dituntut. Menurut pasal 9. tebal minimum yang ditentukan dalam tabel berlaku untuk konstruksi satu arah yang tidak menumpu atau tidak disatukan dengan partisi atau konstruksi lain yang mungkin akan rusak akibat lendutan yang besar.5. Dalam perencanaan struktur pelat satu arah.1 Tebal minimum balok non-prategang atau pelat satu arah bila lendutan tidak dihitung Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 51 . kecuali bila perhitungan lendutan menunjukan bahwa ketebalan yang lebih kecil dapat digunakan tanpa menimbulkan pengaruh yang merugikan.6 Penampang Plat Suatu pelat dikatakan pelat satu arah apabila ≥ 2. Tabel 3. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR Gambar 3.2 SNI-2847-2013. langkah- langkahnya adalah sebagai berikut :  Penentuan tebal pelat Penentuan tebal pelat terlentur satu arah tergantung beban atau momen lentur yang bekerja.

5.p .2.  Perkiraan tinggi efektif (deff) Gambar 3.7 Tinggi Efektif Plat Arah X dx = h . BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR (Sumber : SNI–2847–2013 butir 9.3 berikut : Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 52 .2)  Menentukan momen maksimum yang merupakan hasil output SAP.½ Ø tulangan arah x Arah Y dy = h – p – Øx – ½ Ø tulangan arah y Untuk beton bertulang tebal selimut beton minimum yang harus disediakan untuk tulangan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut sesuai tabel 3.

Balok. spiral 40 mm . kolom : Tulangan utama.2 Tebal Selimut Beton Minimum Tebal Kategori selimut minimum Beton yang dicor di atas dan selalu berhubungan dengan tanah 75 mm Beton yang berhubungan dengan tanah atau cuaca : . kawat M-16 ulir atau polos. dan yang 13 mm lebih kecil (Sumber : pasal 7. pengikat.Batang tulangan D-16. kawat M-16 ulir atau polos. dan yang 40 mm lebih kecil Beton yang tidak berhubungan dengan cuaca atau berhubungan dengan tanah : .Slab. balok usuk : Batang tulangan D-44 dan D-57 40 mm Batang tulangan D-36 dan yang lebih kecil 20 mm . sengkang.Komponen struktur cangkang.Batang tulangan D-19 hingga D-57 50 mm . dinding. pelat lipat : Batang tulangan D-19 dan yang lebih besar 20 mm Batang tulangan D-16.7.1 SNI 2847 – 2013) Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 53 . BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR Tabel 3.

ρmin = ρmaks = 0. ρb = 0. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR  Menghitung Kperlu k= Keterangan : k = faktor panjang efektif komponen struktur tekan (MPa) Mu = Momen terfaktor pada penampang (KN/m) B = lebar penampang (mm) diambil 1 m deff = tinggi efektif pelat (mm) = faktor kuat rencana (SNI 2013)  Menentukan rasio penulangan ( ). .75×ρb . Dalam penggunaan ada ketentuan yaitu min < < maks. . )  Hitung As yang diperlukan As = ρ × b × d Ket : As = Luas tulangan (mm2) ρ = Rasio penulangan d = tinggi efektif pelat (mm) b = lebar penampang (mm) diambil 1 m Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 54 .75 . dari tabel. ( . dimana : .

12 SNI-2847-2013:  Tulangan susut dan suhu harus paling sedikit langan memiliki luas tulangan terhadap bruto penampang betonsebagai berikut. Pelat dua arah (Two Way Slab) Pelat dua arah adalah pelat yang ditumpu oleh balok pada keempat sisinya dan beban-beban ditahan oleh pelat dalam arah yang tegak lurus terhadap balok-balok penunjang.0018.  Menentukan tebal pelat Tabel 3. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR  Memilih tulangan pokok yang akan dipasang beserta tulangan susut dan suhu dengan menggunakan tabel.0014 : . b. . Langkah-langkah perencanaan pelat dua arah adalah :  Menentukan momen maksimum yang merupakan hasil output SAP.35% : 0. Pelat yang menggunakan betang tulangan ulir mutu 300 : 0.0018 x 400/fy. Pelat yang menggunakan tulangan dengan tegangan leleh melebihi 400 Mpa yang diukur pada reganganleleh sebesar 0.3 Tebal Minimum Pelat Tanpa Balok Interior Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 55 . Pelat yang menggunakan batang tulangan ulir atau jaring kawat las (polos atau ulir) mutu 400 : 0. Berdasarkan pasal 7.  Tulangan susut dan suhu harus dipasang dengan jarak lebih dari lima kali tebal pelat atau 450 mm. tetapi tidak kurang dari 0. .0020.

(Sumber : Pasal 9. diukur muka ke muka tumpuan pada pelat tanpa balok dan muka ke muka balok atau tumpuan lainnya pada kasus yang lain. c Pelat dengan balok di antara kolom kolomnya di sepanjang tepi eksterior.5. Nilai αr untuk balok tepi tidak boleh kurang dari 0. ln adalah panjang bentang bersih dalam arah panjang.3.5. tebal minimumnya.3.5. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR Tanpa penebalan b Dengan penebalan b Tegangan Panel eksterior Panel eksterior leleh. b Panel drop didefinisikan dalam 13. h. fy Tanpa Dengan Panel Tanpa Dengan Panel Mpa a balok balok interior balok balok interior pinggir pinggir c pinggir pinggir b 280 ln / 33 ln / 36 ln / 36 ln / 36 ln / 40 ln / 40 420 ln / 30 ln / 33 ln / 33 ln / 33 ln / 36 ln / 36 520 ln / 28 ln / 31 ln / 31 ln / 31 ln / 34 ln / 34 * Untuk konstruksi dua arah. tebal mínimum harus ditentukan dengan interpolasi linier.2.3.8. tebal pelat minimum dengan balok yang membentang di antara tumpuan pada semua sisinya.2 SNI 2847-2013) Pada pasal 9. a Untuk fy antara nilai yang diberikan dalam tabel. harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 56 .

0. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR  Untuk fm yang sama atau lebih kecil dari 0.2 tapi tidak lebih dari 2. 36 9  4 1 2 3 4 1 3 fm = 4 2  Menentukan momen yang bekerja pada pelat (dapat berasal dari output SAP 2000 dan perhitungan manual).  Menentukan tebal selimut beton (p) Tabel 3.  Untuk fm lebih besar dari 0. h tidak boleh kurang dari 0.0. 36 5 ( 0. harus menggunakan Tabel tebal minimum pelat tanpa balok interior.8 h= 1400 dan tidak boleh kurang dari 125 mm.2)  Untuk fm lebih besar dari 2.4 Tebal Selimut Beton Tebal Kategori selimut minimum Beton yang dicor di atas dan selalu berhubungan dengan tanah 75 mm Beton yang berhubungan dengan tanah atau cuaca : Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 57 .8 h= 1400 dan tidak boleh kurang dari 90 mm.2. ketebalan pelat minimum tidak boleh kurang dari 0.

pengikat. spiral 40 mm . sengkang. balok usuk : Batang tulangan D-44 dan D-57 40 mm Batang tulangan D-36 dan yang lebih kecil 20 mm .Balok. dinding.Komponen struktur cangkang.p . pelat lipat : Batang tulangan D-19 dan yang lebih besar 20 mm Batang tulangan D-16.Batang tulangan D-19 hingga D-57 50 mm . dan yang 13 mm lebih kecil (Sumber: pasal 7. dan yang 40 mm lebih kecil Beton yang tidak berhubungan dengan cuaca atau berhubungan dengan tanah : .7 SNI 2847-2013)  Menetapkan diameter tulangan utama yang direncanakan dalam arah x dan arah y  Mencari tinggi efektif dalam arah x dan arah y Untuk menentukan tinggi efektif pelat ditinjau dari dua arah yaitu : Arah X : dx = h .½ Ø tulangan arah x Arah Y : dy = h – p – Øx – ½ Ø tulangan arah y Dimana : Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 58 .Batang tulangan D-16. kawat M-16 ulir atau polos. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR . kawat M-16 ulir atau polos.Slab. kolom : Tulangan utama.

85 Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 59 . BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR h = tebal plat Ø = diameter tulangan yang digunakan Gambar 3.8  Mencari rasio penulangan (ρ) (Dipohusodo 1991:214) Mn = ø Rn = 2 Menentukan nilai m m= 0.8 Tebal Efektif Plat Arah X Dan Arah Y  Menghitung nilai k k=ø 2 Dimana : K = koefisien tahanan (Mpa) Mu = momen terfaktor pada penampang ( KNm ) B = lebar penampang ( mm ) diambil 1 m d = tinggi efektif pelat ( mm ) ø = faktor reduksi = 0.

Perencanaan Balok Balok merupakan batang horizontal dari rangka struktur yang memikul beban tegak lurus sepanjang batang tersebut biasanya terdiri dari dinding.75 600 Dimana : β = ly/lx jika ρ < ρ min maka menggunakan ρ min jika ρ > ρ max maka plat dibuat lebih tebal (Dipohusodo 1991: 37&39)  Mencari luas tulangan yang dibutuhkan As = ρ × b × d  Mencari jarak antar tulangan (s) s= × 1000  Mengontrol jarak tulangan S maks = 3 × tebal plat 2. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR Menghitung ρ 1 2 × ρ= 1− 1− syarat : ρ min < ρ < ρ max 1. pelat atau atap bangunan dan menyalurkannya pada tumpuan atau struktur dibawahnya.4 ρ min = 0. Analisa Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 60 .85 600 ρ max = 0.

MR maksimum = × b × d2 × k Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 61 . sedangkan untuk kedua .5 Tinggi Efektif Balok d' = p + Ø sengkang + Ø tulangan utama d = h – (p + Ø sengkang + Ø tulangan utama) c. Penentuan dimensi balok Tebal minimum balok ditentukan dalam SK SNI 2847-2013 hal. Dari tabel Apendiks A. Dilakukan pemeriksaan apakah benar-benar perlu balok bertulangan rangkap. ujung menerus memiliki tebal minimum . untuk balok kantilever memiliki tebal minimum . Perhitungan tinggi efektif balok h d d' b Gambar 3. Adapun urutan-urutan dalam menganalisis balok : a. halaman 100-101. terlampir (Istimawan Dipohusodo) diperoleh nilai k maksimum untuk digunakan menghitung MR balok bertulangan baja tarik saja.70 adalah untuk balok dengan dua tumpuan sederhana memiliki tebal minimum . Momen design balok maksimum yang merupakan hasil output SAP d. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR balok mengacu pada SNI 2847-2013 dan buku struktur beton bertulang Istimawan Dipohusodo. untuk balok dengan satu ujung menerus memiliki tebal minimum . b.

ρ min = . Keterangan : b= rasio tulangan balance f’c = mutu beton (MPa) fy = mutu baja (MPa) = koefisien whitney Untuk f’c ≤ 30 MPa =0. Hitung nilai ρ. .65 Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 62 .008 (f’c – 30) Untuk f’c > 55 MPa = 0. dan apabila MR ≥ Mu balok direncanakan sebagai balok bertulangan tarik saja. rencanakan balok sebagai balok bertulangan rangkap.85 Untuk 30 < f’c < 55 MPa = 0. . ′ b = .85 – 0. Apabila harus direncanakan sebagai balok bertulangan rangkap: e. ρ max Nilai ρ didapatkan dari tabel . ρ min. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR Keterangan : MR = momen rencana = faktor reduksi kekuatan (0.8) b = lebar balok (mm) d = tinggi efektif balok (mm) k = koefisien tahanan (MPa) Apabila MR< Mu.

75 . Menentukan As tulangan utama ρ = × Dimana : b = lebar penampang kolom d = tinggi efektif penampang kolom e. Perencanaan Kolom Perencanaan kolom menggunakan acuan SNI 2847-2013. b. Menentukan tulangan rencana dan sengkang rencana c.85 × fc’ × b × ab Dimana : ab = β1 × Cb Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 63 . Periksa Pu terhadap beban seimbang Pnb Pnb = 0. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR maks = 0. Menentukan momen. Langkah –langkah untuk merencanakan kolom : a. b f. gaya aksial. dan gaya geser design kolom maksimum yang berasal dari output SAP. Menghitung rasio penulangan As =ρ×b×d 3. Menghitung rasio penulangan ρ = Dimana : Ast = luas tulangan utama rencana Ag = luas penampang kolom d.

× ′ × e’ = + − b e= Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 64 .85 × × 1− 1− +2× × 1− Dimana : m= . . × ′ × e’ = + − e= Jika ØPn>Pu maka penampang kolom memenuhi persyaratan Jika kolom mengalami keruntuhan tarik (ØPnb <Pu) × × × ′ Pn = + × × ′ . BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR Cb = Jika. ØPnb > Pu = kolom akan mengalami hancur dengan diawali melelehnya tulangan tarik. ØPnb < Pu = kolom akan mengalami hancur dengan diawali melelehnya tulangan tekan. Dimana : m= . Periksa terhadap kekatan penampang Jika kolom mengalami keruntuhan tarik (ØPnb > Pu) ′ ′ ′ ′ Pn =0. ØPnb = Pu = kolom akan mengalami hancur dengan melelehnya tulangan tekan dan tarik bersamaan f.

Menghitung tulangan geser Menurut pasal 11. Av = luas tulangan geser (m2).6 Vu = gaya geser terfaktor pada penampang yang ditinjau Vn = adalah kekuatan geser nominal yang dihitung dengan : Vn = Vc+Vs Dimana : Vc = kekuatan geser nominal yang disediakan oleh beton. kuat geser yang disediakan oleh beton untuk komponen struktur yang dikenai beban aksial sebagai berikut : Vc = 0.1 SNI 2847:2013 tentang perencanaan penampang geser harus memenuhi : ϕVn ≥ Vu Dimana : ϕ = faktor reduksi = 0. Vs = adalah kekuatan geser nominal yang disediakan oleh tulangan geser. Sesuai pasal 11.2 SNI 2847:2013. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR Jika ØPn<Pu maka penampang kolom memenuhi persyaratan g. s = batas spasi tulangan geser. Ag = Luas penampang kolom (m2).2.17 1 + ′ × × Dan × × Vs = Dimana : Nu = gaya aksial terfaktor tegak lurus terhadap penampang yang terjadi serentak dengan Vu atau Tu.1. s max = d/2 Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 65 . diambil sebagai positif untuk tekan dan negatif untuk tarik (N).

75 = ( ℓ ) . Penulangan geser shear wall Kuat geser nominal yang dipikul oleh shear wall √ Vc = 6 Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 66 .09 Av terpasang = Luas tulangan×(1000/jarak sengkang) Av terpasang > Av 4.3 = ≥ 1. b. Penentuan dimensi shear wall dan core wall Berdasarkan SNI 03 – 2847 – 2002 pasal 24.2 tebal dinding penumpu tidak boleh kurang dari 1/24 tinggi atau panjang bebas. Dinding struktural dengan penampang melintang persegi yang solid didesain sebagaimana kolom yang menahan beban aksial tekuk. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR × × Av = 0. as dan eksentrisitas minimum d. Penentuan karakteristik material beton c. pasal 12.12. diambil nilai terkecil dan tidak bolek kurang dari 140 mm. dinding geser yang ditempatkan pada bagian dalam bangunan biasanya disebut dengan inti struktural (struktural corewall) yang biasanya diletakkan di ruang lift tangga maupun toilet. Analisis dan desain penulangan dan core wall Mencari kekakuan lentur. Proses perencanaan shear wall dan core wall adalah : a. Selanjutnya.6. Perencanaan shear wall Dinding geser digunakan untuk menahan gaya lateral saja maupun sebagai dinding pendukung.0 1 0. dan beban kritis shear wall dan core wall berdasarkan SNI 03-2847-2002.6.

1. Pelat 25 MPa Tangga 25 MPa 6. Jenis Material Beton Berat jenis beton bertulang adalah 2400 kg/m3. 5. Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung (2002). Jenis Material Tulangan Mutu baja tulangan yang dipakai adalah Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 67 . Mutu beton Bagian Konstruksi Mutu beton (fc’) Kolom 25 MPa Balok. Tabel 12. Mutu beton (fc’) adalah berdasarkan kekuatan silinder tekan umur 28 hari. BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR Perencanaan penampang shear wall terhadap geser berdasarkan SNI 03-2847-2002.2 Permodelan Struktur Fondasi 1. Jenis Material Fondasi Berat jenis beton bertulang adalah 2400kg /m3. jika aman maka desain tulangan dipakai dalam perencanaan struktur tersebut.1: Vu < Vn Vn = Vc+Vs e. Tabel 13. Mutu beton (fc’) adalah berdasarkan kekuatan silinder tekan umur beton 28 hari. pasal 13. Jenis Material Tulangan Mutu baja tulangan yang dipakai adalah tulangan ulir fy = 400 MPa 3. Sloof.5. Mutu beton Bagian Konstruksi Mutu beton (fc’) Pilecap 25 MPa Bore pile 41. Pengecekan apakah Vu<Vn.5 MPa 2.

BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR Tabel 14. Mutu baja tulangan Elemen Tegangan leleh Tulangan ulir (D) Fy = 400 MPa 3. Denah Pilecap Pondasi Gambar 3.8 Denah pilecap dan Bore pile Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 68 .

BAB III PROSEDUR DESAIN STRUKTUR Gambar 3.9 Permodelan pilecap Perencanaan Struktur Pondasi dan Basement lantai parkir Hotel Are Guling di Praya Lombok Tengah 69 .