You are on page 1of 19

HUBUNGAN PENGETAHUAN ANEMIA IBU HAMIL DENGAN

KEJADIAN ANEMIA DI DESA BABAKANREUAMA
KECAMATAN SINDANGAGUNG

Sutisna
Fakultas Ilmu Kesehatan Prodi Ilmu Gizi, Universitas Islam Al-Ihya Kuningan

ABSTRACT

Background: Anemia is one of the nutritional problems that frequently occur in pregnant
women, so that anemia can lead to abortion, postpartum hemorrhage, low birth weight (LBW)
and even lead to death of mother and beby. Based on the research results Silalahi (2006) found
a significant relationship between knowledge and the incidence of anemia among pregnant
women. The level of knowledge of pregnant women is low will affect how pregnant women
keep their pregnancies.
Objective: To determine the relationship knowledge with the incidence of anemia among
pregnant women.

Methods: This study is deskriftik analytic with cross sectional and samples are all pregnant
women as many as 41 people. Data collected include secondary data from village
Babakanreuma and Hb examination results as well as primary data. This study was conducted
in May-June 2016. Analysis of data using Chi Square analysis.
The results were obtained 34.1% of respondents good knowledge, 26.8% are knowledgeable
enough and 39% less knowledgeable kejadaian level overview anemia whereas 51.2% of
respondents had anemia and 48.8% of respondents anemia. Conclusion of the relationship
between knowledge and the incidence of anemia among pregnant women (P Value = 0.032)
Keywords: level of knowledge, pregnant women, anemia

ABSTRAK
Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada ibu hamil,
sehingga anemia dapat menyebabkan abortus, perdarahan post partum, berat bayi lahir
rendah (BBLR) bahkan menimbulkan kematian ibu dan banyinya. Berdasarkan hasil penelitian
Silalahi (2006) terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kejadian anemia
pada ibu hamil. Tingkat pengetahuan ibu hamil yang rendah akan mempengaruhi bagaimana
ibu hamil menjaga kehamilannya.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pengetahauan dengan kejadian anemia pada ibu hamil.
Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriftik analitik dengan pendekatan
cross sectional.Populasi dan sampel adalah semua ibu hamil yaitu sebanyak 41 orang. Data
yang dikumpulkan meliputi data skunder dari desa Babakanreuma dan hasil pemeriksaan Hb
serta data primer. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2016. Analisi data
menggunakan analisis Chi Square.

Salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah peningkatan kualitas manusia. Anemia 1.8% berpengetahuan cukup dan 39% berpengetahuan kurang sedangkan gambaran tingkat kejadaian anemia 51.21%. Angka prevalensi anemia ibu hamil di jawa barat adalah sebesar 13. maka besar peluang janin yang dikandungnya akan baik dan keselamatan ibu sewaktu melahirkan akan terjamin (Mawaddah dan Hardinsyah. 2010). Berdasarkan hasil survei riset kesehatan dasar (Riskesdas 2013) anemia pada populasi ibu hamil di Indonesia menurut kriteria anemia yang ditentukan WHO dan pedoman Kementerian Kesehatan (Kemenkes 1999) adalah sebesar 37.4%) dan di pedesaan (37. 26.1 % responden berpengetahuan baik. sedangkan di Kabupaten Kuningan pada tahun 2009 prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 14. Kesimpulan adanya hubungan antara pengetahuan dan kejadian anemia pada ibu hamil ( P Value = 0. Apabila keadaan kesehatan dan status gizi ibu hamil baik.5% ( Dinkes Provinsi Jabar. .032 ) Kata Kunci : Tingkat pengetahuan.8%).1% dan proporsinya hampir sama antara ibu hamil diperkotaan (36.8% responden anemia. Pendahuluan Pembangunan suatu bangsa pada hakekatnya untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.Hasil penelitian diperoleh 34. Ibu hamil. Gizi yang baik merupakan salah satu faktor yang diperlukan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas.2% responden tidak anemia dan 48. Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia ( SDM ) seharusnya dimulai sedini mungkin sejak janin dalam kandungan. 2008). Masa kehamilan merupakan periode yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia ( SDM ) di masa depan karena tumbuh kembang anak sangat ditentukan sejak masa janin dalam kandungan.

89 %). desa Sindangagung Kertaungaran 43 orang (69. Berdasarkan data yang ada di program gizi UPTD Puskesmas Sindangagung pada tahun 2015 jumlah ibu hamil 620 orang. biaya dan sumber daya manausia dalam penelitian ini serta lokasi penelitian ini dekat dengan tempat tinggal peneliti. Waktu Penelitia dan Metode penelitian Tempat penelitian ini dilaksanakan di desa Babakanreuma Kecamatan Sindangagung. adapun alasan memilih lokasi tersebut karena dengan pertimbangan keterbatasan waktu .Tiga desa yang paling banyak ibu hamil aneminya yaitu desa Babakanreuma 55 orang dari 68 ibu hamil (80. penulis ingin mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan anemia ibu hamil dengan kejadian anemia di Desa Babakanreuma Kecamatan Sindangagung 2. Dari permasalah tersebut diatas. Bahan dan Metod a. dari jumlah tersebut 316 orang ( 50. Tingkat pengetahuan ibu hamil yang rendah akan mempengaruhi bagaimana ibu hamil menjaga kehamilannya. dan metode yang digunakan adalah metode observasi yang bertujuan untuk menngetahui hubungan pengetahuan dan kejadian anemia pada ibu hamil . sedangkan waktu penelitian akan dilaksanakan bulan Mei – Juni 2016 Penelitian ini adalah penelitian Deskripsi analitik dengan pendekatan cross sectinonal.Pengetahuan yang kurang mempunyai resiko 1.97 % ) menderita anemia yang tersebar di 12 desa.all.at.2007 ). Tempat .45 kali lebih besar untuk menderita anemia dalam kehamilannya dibandingkan dengan ibu hamil yang berpengatahuan baik ( Mulyati.35%) dan desa Sindangagung 42 orang ( 55% ).

Untuk kegiatan editing ini peneliti langsung memeriksa kuesioner pada hari itu juga sehingga apabila terdapat keraguan dapat dilakukan pengecekan kepada responden pada saat itu juga. Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti dan dipelajari serta ditarik kesimpulan ( Hidayat. Teknik Pengumpulan dData Teknik pengumpulan data merupakan suatu usaha mendapatkan data untuk keperluan penelitian dan untuk pengujian hipotesis. Editing ini dilakukan dengan cara meneliti setiap daftar pertanyaan yang telah diisi. 2007 ).b. d. Dalam penelitian ini penulis menggunakan data primer untuk mengetahui tingkat pengetahuan anemia dan data skunder untuk mengetahui kejadian anemia pada ibu hamil. Data entry ( Mmemasukan data )Proses memasukan data yang diperoleh ke komputer untuk analis lebih lanjut . c. Pengolahan dan Analisis Data Dilakukan sebelum proses data entry dilakukan agar data yang salah atau meragukan dapat ditelusuri kembali kepada responden. Sampel pada penelitian ini adalah semua ibu hamil yang ada di desa Babakanreuma Kecamatan Sindangagung pada bulan Mei 2016 sebanyak 41 orang.Data coding adalah kegiatan mengklasifikasi data dan memberi kode pada jawaban dari setiap pertanyaan dalam kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang ada di desa Babakanreuma Kecamatan Sindangagung pada bulan Mei 2016 sebanyak 41 orang.

Untuk analisa data lebih lanjut menggunakan perangkat lunak pengolah data. Gambaran Umum Tempat Penelitian Desa Babakanreuma merupakan salah satu desa yang ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sindangagung Kecamatan Sindangagung dengan luas wilayah 1.05 3. Desa Babakanreuma berbatasan dengan : Sebelah selatan berbatasan dengan desa Kertawangunan . 2007) Analisa bivariate Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan yang bermakna secara statistik antara variable dependen ( Variabel terkat ) dan variabel independen ( variable bebas) dengan uji Chi-Square . Untuk melihat hasil kemakanaan perhitungan statistik digunakan batas kemaknaan α = 0. ( Setiadi. kemudian dianalisa Analisa univariate Yakni analisis terhadap semua variabel yang diteliti dengan menggunakan distribusi frekuensi yang disajikan dalam bentuk tabel dan menggunakan rumus.66 Ha yang teridri dari 11 RT dan 05 RW. Hasil dan Pembahasan a. Data cleaning ( Membersihkan data ) Proses untuk menguji kebenaran data ( data yang masuk kedalam komputer sudah benar-benar bebas dari kesalahan). Pada penelitian ini uji Chi-Square dilakukan untuk menganalisis hubungan variabel dependen ( variable terikat ) kejadian anemia pada ibu hamil dengan variabel independen (variable bebas ) pengetahuan anemia. Setelah data terkumpul kemudian diolah dalam bentuk tabel.

Pekerjaan . Hasil Penelitian a). Pendidikan Terakhir Responden Tabel 4.0 20 – 35 Tahun 38 92. sedangkan berdasarkan kelompok usia yang terbanyak antara 20 – 35 tahun ( 92.pendapatan rata-rata keluarga . Gambaran Karakteristik Responden Dari hasil pengumpulan data yang berasal dari 41 responden sesuai dengan jumlah sampel penelitian yang dibutuhkan .7 % ) dan responden > 35 tahun 3 orang ( 7.2 Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Tingkat Pendidikan .3 Total 41 100 Sumber : data primer terolah Berdasarkan hasil pengumpulan data didapatkan bahwa usia responden yang paling muda 21 tahun dan tertua 38 tahun. maka didapatkan gambaran karakteristik responden yang meliputi Usia. Adapun dari hasil pendataan tidak terdapat kelompok usia yang kurang dari 20 tahun.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia Kelompok Umur Jumlah ( orang) Persentase ( % ) < 20 Tahun 0 0. Pendidikan.7 ‘> 35 Tahun 3 7.Sebelah Timur berbatasan denngan desa Tirtawangunan dan Kertayasa Sebelah Utara berbatasan dengan desa Dukuhlor Sebelah Barat berbatasan dengan desa Ancaran Sedangkan jumlah penduduk desa Babakanreuma adalah 2620 jiwa yang terdiri dari laki-laki 1873 orang dan perempuan 1747 orang b. Usia Responden Tabel 4.3 % ). c). Usia kehamilan dan varitas responden b).

1 DI/DIII/PT 2 4.3% ).1 % ).0 Sumber : Data Primer terolah Dari data tersebut diatas ternyata sebagian besar pekerjaan responden adalah ibu rumah tangga yaitu sebanyak 36 orang ( 87. Tingkat Pendidikan Jumlah ( orang ) Persentase ( % ) Tamat SD 9 22.8 Lain-lan 3 7.0 Sumber : Data primer terolah Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat diketahui bahwa mayoritas responden telah menamatkan pendidikan dasar yaitu sebanyak 32 orang ( 88.3 Total 41 100.1%) dan untuk yang berpendidikan tinggi yaitu sebanyak 2 orang (4.8%) sedangkan wiraswasta serta pekerjaan lainnya ( buruh ) masing-masing yaitu 2 orang ( 4.1 Tamat SLTA 7 17. Pendapatan Rata-Rata Keluarga Tabel 4.9%).9 Ibu Rumah Tangga 36 87. sedangkan pendidikan menengah sebanyak 7 orang ( 17.9% ) dan 3 orang ( 7. f).3 Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Jumlah ( orang ) Persentase ( % ) Wiraswasta 2 4.9 Total 41 100. d).0 Tamat SMP 23 56.4 Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Pendapatan Rata-Rata . Pekerjaan Responden Tabel 4.

5 diatas UMR 17 41.6 Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Persalinan ke . Usia Kehamilan Responden Tabel 4.5 % ).3 % ). 1. Pendapatan Jumlah ( Orang ) Persentase ( % ) dibawah UMR 24 58.0 Sumber : Data primer terolah Dari tabel tersebut diatas dikatehui bahwa sebagian besar responden berada pada usia kehamilan triwulan III yaitu sebanyak 20 orang ( 48.206.8 % ) sedangkan usia kehamilan triwulan pertama dan kedua masing-masing yaitu 9 orang ( 21. Persalinan Responden Tabel 4.8 Total 41 100.0 Sumber : data Primer terolah Dari tabel tersebut diatas diketahui bahwa pendapatan rata-rata keluarga responden berada dibawah UMR Kabupaten Kuningan ( Rp. g).9 Trimester II 12 29.9% ) dan 12 orang ( 29.3 Trimester III 20 48.000 ) yaitu sebanyak 24 orang ( 58.5 Total 41 100.5 Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Usia Kehamilan Usia Kehamilan Jumlah ( orang ) Persentase ( % ) Trimester pertama 9 21.5 % ) sedangkan yang berada diatas UMR Kabupaten Kuningan yaitu sebanyak 17 orang ( 41. h).

0 Total 41 100.5 % ) dan yang melahirkan lebih dari atau sama dengan 4 kali sebanyak 3 orang ( 7.7 Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Tingkat Pengetahuan Tingkat Pengetahuan Jumlah ( orang ) Persentase ( % ) Baik 14 34.0 2 5 12. i).8 % ) dan sebagian besar pengetahuan responden kurang sebanyak 16 orang ( 39 % ) j).3 Total 41 100 Sumber : Data primer terolah Berdasarkan tabel tersebut diatas dikatehui bahwa sebagian besar responden pernah melahirkan 1 – 3 kali yaitu sebanyak 21 orang ( 51.0 Sumber : Data Primer Terolah Berdasarkan tabel tersebut diatas diketahui bahwa tingkat pengetahuan responden yang baik sebanyak 14 orang ( 34. Gambaran Tingkat Pengetahuan Tabel 4.2 3 3 7.3 % ).8 Kurang 16 39.5 1 16 39. cukup 11 orang ( 26.1 Cukup 11 26.1 % ). Persalinan ke Jumlah ( Orang ) Persentase ( % ) 0 17 41.2 % ) sedangkan yang belum pernah melahirkan sebanyak 17 orang ( 41. Gambaran Kejadian Anemia pada Ibu Hamil .

2 Cukup 5 23.8 % ). k).2 Anemia 20 48.8 11 55.0 11 26.8 6 30. Hubungan Pengetahuan dengan Kejadian Anemia Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan sebagai varaibel bebas dengan kejadian anemia pada ibu hamil sebagai variabel terikatnya.Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Kejadian Anemia Kejadian Anemia Jumlah ( orang ) Persentase ( % ) Tidak Anemia 21 51.032 Kurang 5 23.892 0.8 Total 41 100.0 16 39. dilakukan dengan menggunakan uji statistik Chi-Square untuk menganalisis hubungan diantara kedua variabel tersebut adalah sebagai berikut : Tabel 4.0 Sumber : Data Primer Terolah Berdasarkan data tersebut diatas diketahui behwa responden yang tidak anemia sebanyak 21 orang ( 51.0 Jumlah 21 100 20 100 41 100 Sumber : Data Primer terolah .8 6.0 14 34.4 3 15.9 Hubungan Pengetahuan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Pengetahuan Kejadian Anemia Total �² P Responden Tidak Anemia Anemia N % value N % N % Baik 11 52.2 % ) sedangkan responden yang mengalami anemia sebanyak 20 orang ( 48.

5 responden dari 11 responden berpengetahuan cukup tidak mengalami anemia dan 6 responden mengalami anemia. maka akan berdampak pada keterbatasan informasi kesehatan yang diterima khususnya informasi tentang kesehatan ibu hamil . 2 Setelah dianalisa dengan menggunakan uji chi-square diketahui bahwa x hit 6. Sedangkan . dapat diketahui bahwa terdapat 14 orang responden berpengetahuan baik.Berdasarkan tabel 4.05 ) maka secara statistik Ho ditolak ini berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di desa Babakanreuma Kecamatan Sindangagung Kabupaten Kuningan.9 tersebut diatas.1%) baru bisa menamatkan pendidikan dasar serta bekerja sebagai ibu rumah tangga (87. Pembahasan a. sedangkan dari 16 responden berpengetahuan kurang 5 responden diantaranya tidak mengalami anemia dan 11 responden mengalami anemia.7%) . Dengan pendidikan yang mungkin masih dikatakan rendah ini ditunjang dengan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga . 11 orang diantaranya tidak anemia dan 3 orang responden mengalami anemia.892 > x tab 5. Tingkat Pengetahuan Responden Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 41 ibu hamil yang ada di desa Babakanreuma Kecamatan Sindangagung diketahui bahwa tingkat pengetahuan anemia ibu hamil paling banyak pada tingkat pengetahuan kurang yaitu 16 orang ( 39%) hal ini kemungkinan besar ada kaitannya dengan tingkat pendidikan dan pekerjaan dari ibu hamil yang sebagian besar (78. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukan oleh Notoatmodjo ( 2010) yang mengatakan bahwa pendidikan berpengaruh terhadap pengetahuan karena pengetahuan akan menghasilkan perubahan perilaku.597 atau p-value 0.032 < α (0.

kolagen (protein yang terdapat di tulang. b. kebutuhan yang berlebihan. Dari pernyataan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan anemia ibu hamil dipengaruhi oleh pendidikan serta pekerjaan. malabsorbsi dan kehilangan darah yang banyak ( persalinan yang lalu. Kebutuhan zat besi pada wanita hamil yaitu rata-rata 800 mg. 2012). sehingga status sosial ekonomi ini akan mempengaruhi pengetahuan. dan jaringan penyambung). Zat besi merupakan mineral yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah (hemoglobin). Status sosial ekonomi seseorang juga akan menentukan tersedianya suatu fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan tertentu. mineral ini juga berperan sebagai komponen untuk membentuk mioglobin (protein yang membawa oksigen ke otot). ( Anisa Sholikhati dkk. Semakin rendah pendidikan akan semakin sedikit infomasi yang akan diterima sehingga berpengaruh terhadap pengetahuan gizi begitupun dengan perkerjaan semakin banyak ibu hamil bekerja sebagai ibu rumah tangga maka akan berpengaruh terhadap pendapatan sehingga pada akhirnya berpengaruh pula terhadap penyediaan fasilitas maka akan semakin sedikit pengetahuan yang diperolehnya. sekitar 300 mg diperlukan untuk janin dan plasenta (keperluan janin di dalam . Kebutuhan ini terdiri dari.8%) hal ini kemungkinan besar ada kaitannya dengan kekurangan asupan zat gizi.pekerjaan menurut peneliti erat hubungannya dengan pendapatan seseorang atau keluarga sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi status sosial ekonomi. Selain itu. peningkatan kebutuhan fisiologis. tulang rawan. Kejadian Anemia Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 41 ibu hamil di desa Babakanreuma Kecamatan Sindangagung ternyata ibu hamil yang mengalami anemia yaitu sebanyak 20 orang (48. perdarahan akibat infeksi kronis misalnya cacingan). Zat besi juga berfungsi dalam sistim pertahanan tubuh. serta enzim.

kandungan). begitu pula dengan angka mortalitas dan morbiditas ibu dan bayi Kecukupan sel darah merah akan menjamin sirkulasi oksigen dan metabolisme zat-zat gizi yang dibutuhkan ibu hamil. 500 mg lagi digunakan untuk meningkatkan masa hemoglobin maternal (untuk mengoptimalkan kadar dan fungsi hemoglobin di dalam darah selama kehamilan). Nutrisi yang baik adalah solusi yang paling tepat untuk mencegah anemia terutama pada anemia defisiensi besi. daging merah. maka wanita hamil dianjurkan untuk mengonsumsi tablet besi selama kehamilan. Selain itu. . Dengan intake makanan yang bergizi baik dan seimbang dan mengonsumsi makanan – makanan tambahan yang mengandung banyak mikronutrien yang dibutuhkan. telur. Apabila asupan zat besi tidak dapat dipenuhi dari intake makanan. urin dan kulit. serta mengonsumsi tablet besi secara teratur. jika asupan zat besi sejak awal kehamilan cukup baik. Selama kehamilan dengan perhitungan 288 hari. Pemberian preparat 60 mg/hari dapat meningkatkan kadar Hb sebanyak 1 gr%/ bulan. kacang -kacangan. fero glukonat atau Na-fero bisirat. Dengan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi seperti sayuran hijau. Saat ini program nasional menganjurkan kombinasi 60 mg besi dan 50 nanogram asam folat untuk profilaksis (pencegahan) anemia. ibu hamil akan menghasilkan zat besi sebanyak 100 mg sehingga kebutuhan zat besi masih kurang untuk wanita hamil. atau mengonsumsi makanan tambahan seperti royal jelly yang juga mengandung zat besi dapat membantu menjaga kadar zat besi di dalam tubuh dalam jumlah yang optimal sehingga tubuh dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Kurang lebih 200 mg akan diekskresikan (dikeluarkan) lewat usus. maka diharapkan angka prevalensi anemia dalam kehamilan dapat menurun. Preparat tablet besi yang biasa digunakan adalah fero sulfat.

Kerja jantung akan lebih ringan jika viskositas darah rendah dan pada perdarahan saat persalinan. Bertambahnya darah dalam kehamilan dimulai sejak kehamilan berusia 10 minggu dan mencapai puncaknya sekitar pertengahan masa kehamilan atau pada usia kehamilan antara 32 – 36 minggu. jumlah eritrosit dan nilai hematokrit. Pada kehamilan. Dalam suatu penelitian. diketahui bahwa kadar hemoglobin. Hal ini disebabkan karena : pengeceran darah meringankan kerja jantung yang harus bekerja lebih cepat dalam masa kehamilan. sekaligus menyimpannya dalam hati sebagai cadangan sampai usia enam bulan setelah dilahirkan. Sekitar 300 mg ditransfer aktif untuk janin dan plasenta. unsur besi yang hilang lebih sedikit dibandingkan dengan apabila darah tetap kental. anemia fisiologis yang terjadi disebabkan oleh berkurangnya persediaan zat besi yang penting dalam pembentukan hemoglobin. Penambahan volume darah selama kehamilan secara normal (fisiologis) darah akan bertambah banyak dalam kehamilan yang lazim disebut hidremia atau hipervolemia. dimana hal ini sebagai akibat hipervolemic cardiac output yang meningkat. Jumlah total 1000 mg ini pada . Setelah itu ketiganya akan meningkat dan kira-kira 40 hari pasca persalinan akan mencapai nilai normal kembali. Kebutuhan zat besi dalam kehamilan adalah sebesar 1000 mg. urin dan kulit. ketiganya akan turun selama kehamilan sampai dengan tujuh hari pasca persalinan. bertambahnya sel darah kurang dibandingkan dengan bertambahnya plasma sehingga terjadi pengenceran darah (hemodilusi) Pengeceran darah dianggap sebagai penyesuaian diri secara fisiologis dalam kehamilan bagi wanita hamil.maka janin akan menggunakannya untuk kebutuhan tumbuh kembangnya. 500 mg untuk peningkatan massa hemoglobin dan sekitar 200 mg dikeluarkan melalui saluran cerna. akan tetapi.

Sehingga bila tidak ada tambahan besi eksogen. Kehilangan darah 1 ml akan mengakibatkan kehilangan zat besi 0. kandungan zat besi total yang dimiliki wanita normal hanyalah sekitar 2 gr – 2.5-2 mg zat besi) dapat mengakibatkan keseimbangan negatif zat besi. sehingga kehilangan darah 3-4 ml/hari (1. Gangguan penyerapan zat gizi sering dijumpai pada ibu hamil kurang gizi yang mukosa ususnya mengalami perubahan secara histologis dan fungsional.5 gram. Jumlah untuk plasenta dan ekskresi melalui saluran cerna.5 mg.kortikostreroid. Kehilangan darah akan mempengaruhi keseimbangan status zat besi. Hubungan Pengetahuan Anemia dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil . tempat utama penyerapan zat besi heme dan non heme. urine. Kehilangan darah akibat perdarahan merupakan penyebab penting terjadinya anemia defisiensi zat besi. konsentrasi hemoglobin dan hematokrit turun cukup besar pada saat terjadi hipervolume pada darah ibu. Orang yang telah mengalami gastrektomi parsial atau total sering disertai anemia defisiensi zat besi walaupun penderita mendapat makanan yang cukup zat besi. ulkus peptikum.umumnya melebihi simpanan besi pada kebanyakan wanita. dan kulit adalah kehilangan mutlak yang pasti terjadi meskipun ibu berada dalam kekurangan besi. Sementara itu. Jumlah ini tidak mencukupi kebutuhan besi yang meningkat cepat pada trimester kedua kehamilan. karena obat-obatan (asam asetil salisilat. Hal ini disebabkan berkurangnya jumlah asam lambung dan makanan lebih cepat melalui bagian atas usus halus. c. milk induced enteropathy. obat anti inflamasi non steroid) dan infestasi cacing (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus) yang menyerang usus halus bagian proksimal dan menghisap darah dari pembuluh darah submukosa usus. inometasin. Perdarahan dapat berupa perdarahan saluran cerna.

05% didapatkan p-value: 0. kurang memahami akibat anemia. Dari hasi penelitian yang telah dilakukan di desa Babakanreuma Kecamatan Sindangagung ternyata dari 20 ibu hamil yang mengalami anemia 11 orang (55%) diantaranya memiliki pengetahuan anemia dalam kategori kurang Hasil uji statistik kedua variabel yakni variabel pengetahuan anemia dengan variabel kejadian anemia dengan menggunakan uji Chi-Scuare dengan nilai signifikan α=0.032 berarti p-value < 0. Anemia cenderung terjadi pada kelompok penduduk dengan tingkat pengetahuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa jika pengetahuan ibu hamil kurang maka akan terjadi pada tingginya angka kejadian anemia. pendapatan dan pendidikan yang rendah. kurang dapat memilih bahan makanan bergizi khususnya . karena berbagai sebab. maka semakin kecil ibu hamil untuk mengalami anemia atau sebaliknya semakin kurang pengetahuan anemia.05 hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan anemia dengan kejadian anemia pada ibu hamil. artinya semakin baik pengetahuan anemia ibu hamil. misalnya dalam hal pemilihan menu jenis makananyang dikonsumsi saat hamil serta pemahanan ibu dalam mengkonsumsi tablet besi ( fe) untuk mencegah penurunan kadar haemoglobin darah yang mengakibatkan anemia. Pada kelompok penduduk yang berpengetahuan dan berpendidikan rendah pada umumnya kurang mempunyai akses informasi tentang anemia dan penanggulangannya. makin besar ibu hamil untuk mengalami anemia Tingkat pengetahuan anemia pada ibu hamil yang berada di desa Babakanreuma Kecamatan Sindangagung masih banyak yang termasuk kategori kurang sehingga mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku yang berdampak pada tingginya angka kejadian anemia pada ibu hamil.

kurang zat besi dalam diet. begitu pula dengan tingkat pengetahuan yang baik ibu hamil dapat mengetahui bahan pangan yang dapat membahayakan kehamilannya serta dapat memilih hal-hal yang dapat menunjang kualitas kehamilannya terutama yang terkait dalam mengkonsumsi obat-obat untuk kehamilan termasuk obat tablet besi yang dibagikan oleh petugas puskesmas yang ditujukan untuk kesehatan selama kehamilannya. Disisi lain masih ada faktor lain yang dapat menyebakan anemia pada ibu hamil diantaranya yaitu kurang gizi ( malnutrisi).yang mengandung zat besi tinggi. akibat dan penaggulangan anemia merupakan predisposisi ibu . at. serta kurang dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedia. 2008 ). Hal ini didukung hasil penelitian Indreswari. serta penyakit kronis seperti TBC dan penyakit cacing.al (2008) yang menyatakan bahwa berdasarkan pengalaman dan penelitian ternyata tindakan yang didasari oleh pengetahuan akan lebih teratur dari pada tindakan yang tidak didasari oleh pengetahuan. penyebab. Sebaliknya dengan pendidikan yang tinggi. maka akan mempunyai pengetahuan dan akses informasi yang cukup tentang berbagai hal termasuk terhadap masalah-masalah kesehatan utamanya masalah gizi (anemia) dan cara penanggulannya ( Puspitaningrum & Fratika. kehilangan darah yang banyak pada saat persalinan atau haid yang lalu. Menurut Silalahi ( 2007) menyatakan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang pengertian. Pengetahuan tentang gizi dapat menghindarkan seseorang dari konsumsi pangan yang salah. malaobsorpsi. Rendahnya tingkat pendapatan akan berpengaruh terhadap status sosial ekonomi yang pada akhirnya akan mengakibatkan kemampuan ibu hamil untuk memperoleh informasi dan melakukan pemeriksaan kehamilan menjadi kurang.

26.8% ibu hamil memiliki pengetahuan yang cukup dan 39% ibu hamil memiliki pengetahuan yang kurang. Hasil uji statistik didapatkan X² hit lebih besar dari X² tab atau P-value = 0. Gambaran tingkat pengetahuan anemia ibu hamil di desa babakanreuma Kecamatan Sindangagung menunjukan 34. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Elsy Noversiti di Puskesmas Air Dingin Kota Padang pada tahun 2012 dan Lindung Purbadewi dan Yuliana Noor Setiawati Ulvie di Puskesmas Moyudan Sleman Yogyakarta pada tahun 2009 yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III serta ada hubungan antara pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia.032 lebih kecil dari α=0.2% ibu hamil tidak anemia dan 48.05 hal ini menunjukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan anemia dengan kejadian anemia pada ibu hamil di desa Babakanreuma Kecamatan Sindangagung e.1% ibu hamil memiliki pengetahuan baik.45 kali lebih besar untuk menderita anemia dalam kehamilan dibandingkan dengan ibu hamil yang berpengetahuan baik. Pengetahuan yang kurang memiliki risiko 1. Saran .8% ibu hamil mengalami anemia c. Gambaran tingkat kejadian anemia menunjukan bahwa 51.untuk berperilaku sehat dalam hal menanggulangi anemia pada dirinya sendiri. b. maka dapat disimpulkan bahwa a. d. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian tentang hubungan antara pengetahuan anemia dengan kejadian anemia pada ibu hamil di desa Babakanreuma Kecamatan Sindangagung yang telah dipaparkan pada bab-bab sebelumnya.

khususnya yang ada hubungannya kejadian anemia baik bertanya pada petugas kesehatan ataupun melalui media masa yang ada dilingkungan tempat tinggal. Bagi Ibu Hamil dan Keluarga Hendaknya ibu hamil dan keluarga memperhatikan pola konsumsi gizi. Bagi Peneliti lain Bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian yang ada hubungannya dengan kejadian anemia pada ibu hamil maka diharapkan meneliti faktor-faktor lain selain pengetahuan. f.a. Daftar Pustaka . c. Bagi Puskemas Meningkatkan pengetahun disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan tentang masalah kesehatan ibu hamil khususnya yang berhubungan dengan anemia dengan cara memberikan KIE (Komunikasi. e. Bagi Pemerintahan Desa Meningkatkan kepedulian terhadap semua ibu hamil khususnya yang ada hubungannya dengan kesehatan ibu hamil dengan cara melakukan pendataan dan pemberian PMT yang bekerjasama dengan bidan di desa d. informasi dan edukasi) serta simulasi terus menerus (continue). sehingga memudahkan ibu hamil untuk memahami materi yang diberikan. Bagi Intitusi Pendidikan FIKES UNISA Mendorong mahasiswa melakukan penelitian dalam skala besar untuk populasi ibu hamil lainnya dengan menggunakan parameter dan variabel lain yang mempengaruhi kejadian anemia kehamilan b. istirahat dan faktor-faktor lain yang dapat menurunkan resiko anemia ketika hamil serta ibu hamil diharapkan aktif mencari informasi tentang kesehatan.