You are on page 1of 23

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembangunan di Pedesaan merupakan bagian dari proses pembangunan
nasional yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian wilayah,
sekaligus mengidentifikasikan perubahan terhadap aspek kehidupan sosial ekonomi
masyarakat pedesaan. Dampak perubahan yang signifikan meliputi perubahan
pencaharian, dimana terjadi pergeseran orientasi dari sektor pertanian menjadi sektor
industri, jasa dan perdagangan yang berkembang pesat yang terkumpul dari proses
modernisasi dalam perkembangannya.
Indonesia merupakan negara agraris yang banyak menyandarkan kehidupan
pada kebutuhan masyarakatnya dari sektor pertanian. Oleh karena itu pembangunan
pertanian merupakan syarat mutlak untuk melaksanakan pembangunan perekonomian
negara. Pembangunan pertanian bertujuan untuk mempertinggi produksi dan
pendapatan petani sebagai langkah yang terarah untuk mencapai kemakmuran.
Pembangunan pertanian dilakukan melalui suatu usaha dengan strategi yang telah
ditetapkan oleh pemerintah melalui suatu program peningkatan pendapatan petani.
Hal ini disebabkan pendapatan masyarakat di sektor pertanian masih rendah. Padahal
sebagian besar masyarakat Indonesia bekerja di sektor pertanian.
Setiap kehidupan masyarakat manusia senantiasa mengalami perubahan.
Perubahan masyarakat tersebut merupakan fenomena sosial yang wajar oleh karna
setiap manusia mempunyai kepentingan yang terbatas.
Perubahan adalah suatu proses mengakibatkan keadaan sekarang berbeda
dengan keadaan sebelumnya. Menurut Abdulsyani (1994) perubahan-perubahan yang
terjadi bisa merupakan kemajuan ataukah justru kemunduran. Unsur-unsur
kemasyarakatan yang mengalami perubahan biasanya mengalami perubahan

1

mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola kehidupan dan prilaku
manusia.
Kajian dampak positif maupun dampak negatif pembangunan ekonomi
nasional yang telah dilaksanakan selama ini terhadap perubahan struktur ekonomi
baik nasional maupun pedesaan, dimana terjadi pergeseran baik secara sektoral,
spasial, maupun institusional dan proses trasformasi ekonomi. Dampak positif
terutama pada perkembangan tingkat pertumbuhan pendapatan masyarakat pedesaan
yang terkait dengan perubahan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha. Dampak
negatif seperti pencemaran lingkungan, meningkatnya kecemburuan sosial,
munculnya kesenjangan masyarakat desa dan kota, khususnya persaingan meraih
kesempatan kerja, dan pendapatan karena perbedaan produktivitas pertanian dan
nonpertanian akibat makin terbatasnya lahan usaha tani, rendahnya pendidikan dan
keterampilan.
Bergesernya nilai-nilai dan norma yang dialami oleh masyarakat pedesaan
merupakan dampak negatif dari pembangunan jika kita melihat dari aspek
sosiokultural hal ini merupakan akibat dari tekanan budaya yang terus berkembang.
Dampak negatif ini bukan tanpa alasan, kalau mau jujur, kita sadari atas rendahnya
kualitas SDM pertanian, kondisi pencukupan gizi serta rendahnya proteksi dan
jaminan panen dan pascapanen yang tentunya mempengaruhi motivasi para petani
untuk hasrat berprestasi dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas produk pertanian.
Desa juga mendapat tantangan dari program pembangunan nasional,
sebagaimana yang kita ketahui bahwa hal ini merupakan program terencana dari
pemerintah, dengan pembangunan pendidikan, karena dengan jalur pendidikan yang
diharap mampu merubah pola fikir masyarakat ditambah dengan hadirnya barang-
barang berteknologi dan merupakan salah satu tantangan yang nyata karena
masyarakat dihadapkan pada pilihan bahwa apakah mereka menerima barang baru
(pemahaman baru) dengan segala untung ruginya, atau tetap mempertahankan budaya
yang telah mendarah daging bagi mereka.

2

oleh karena itu. Artinya kegiatan ekonomi masyarakat tidak lagi membayar setiap jasa orang dengan sistem natural. maka dapat 3 . Namun secara perlahan-lahan orientasi masyarakat mengalami perubahan dari kehidupan ekonominya dengan sistem barter (tukar-menukar barang dengan barang atau jasa dengan jasa) ke ekonomi uang. Kegiatan tolong-menolong tidak selamanya bersifat spontan. akan tetapi dengan menggunakan bayaran yaitu dengan menggunakan uang. mereka menganggap dengan kehadiran peralatan canggih ini mereka dapat melaksanakan semua pekerjaan di lahan pertanian mereka dengan meminimalisir bantuan dari anggota masyarakat lainnya. sebagai akibat adalah hilangnya sikap ketergantungan akan kebutuhan tenaga kerja. dikonsentrasikan oleh adanya perasaan tolong-menolong satu sama lain yang ada di dalam tradisi masyarakat. Oleh sebab itu. nilai gemainschaft antar tenaga kerja dalam kehidupan pertanian tradisional berubah menjadi gesselschaft. Sebagian kalangan masyarakat dewasa ini merasa dapat mempertahankan usaha tani mereka dengan ketersediaan input eksternal. Mengenai rasa saling tolong-menolong ada di dalam gotong-royong akan menimbulkan sebuah kewajiban untuk membalasnya. Proses industrialisasi diyakini mampu mengubah pola hubungan kerja tradisional menjadi modern rasional. selalu ada keinginan saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan besar. Hubungan antara pemilik dan pekerja (atasan dan bawahan) yang semula bersifat kekeluargaan (patron- clien) berubah menjadi utilaterian komersial. Industrialisasi pada masyarakat pertanian (agrarian) di pedesaan merupakan salah satu penyebab perubahan sosial yang mempengaruhi sistem dan struktur sosial masyarakat. misalnya ketersediaan peralatan- peralatan industri yang canggih. Pola silaturahmi hubungan kekeluargaan dalam sistem kekerabatan termasuk frekuensi pertemuan (bertatap muka) akan turut mengalami perubahan. Seperti yang kita ketahui bahwa kehidupan masyarakat pedesaan masih didominasi oleh sifat-sifat alaminya sehingga cenderung hidup bersama secara akrab dan ingin saling berbagi rasa dan tanggung jawab.

interaksi sosial. ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu. Masih banyak faktor-faktor penyebab perubahan sosial yang dapat disebutkan. pola-pola keperilakuan. Ada pandangan yang menyatakan bahwa perubahan sosial itu merupakan suatu respons ataupun jawaban dialami terhadap perubahan-perubahan tiga unsur utama : 1. lapisan-lapisan masyarakat. penduduk yang heterogen. relasi- relasi sosial.dipastikan bahwa sudah tidak ada suatu kewajiban untuk membalas bantuan dari orang lain dan hubungan dengan sumber daya dari luar sistem usaha tani ini bersifat ekonomis. tolerasi terhadap perbuatan-perbuatan yang semula dianggap menyimpang dan melanggar tetapi yang lambat laun menjadi norma-norma. kurang sekali menentukan 4 . dari pada bersifat hubungan radial seperti sebelumnya (Suradisastra. kemajuan teknologi dan seterusnya. norma-norma sosial. ataupun mempengaruhi proses suatu perubahan sosial. mengenai nilai-nilai sosial. Perubahan itu dapat mengenai lingkungan hidup dalam arti lebih luas lagi. bahkan peraturan-peraturan atau hukum-hukum yang bersifat formal. pola-pola perilaku ataupun sikap-sikap dalam masyarakat itu yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. ataupun kombinasi dua diantaranya. Faktor teknologi 3. maka terjadilah perubahan sosial. Faktor kebudayaan Kalau ada perubahan daripada salah satu faktor tadi. termasuk di dalamnya nilai-nilai. strukturstruktur. Kontak-kontak dengan kebudayaan lain yang kemudian memberikan pengaruhnya. Juga perihal kekuasaan dan wewenang. sistem-sistem komunikasi itu sendiri. Perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial itu selanjutnya mempunyai pengaruhnya pada sistem-sistem sosialnya. Faktor alam apabila yang dimaksudkan adalah perubahan jasmaniah.Perubahan sosial dapat diartikan sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga sosial dalam suatu masyarakat. Faktor alam 2. perubahan pendidikan.1996). organisasi. lembaga-lembaga. atau bersama-sama.

Berangkat dari pemaparan di atas maka ada beberapa hal yang sangat menarik di Desa salukanan untuk di teliti. Praktis tak ada hubungan langsung antara kedua perubahan tersebut. Hubungan korelatif antara perubahan slam dan perubahan sosial atau masyarakat tidak begitu kelihatan. Tetapi kalau faktor alam ini diartikan juga faktor biologis.perubahan sosial. faktor teknologi dapat mengubah sistem komunikasi ataupun relasi sosial. Misalnya saja pertambahan penduduk yang demikian pesat. yang mengubah dan memerlukan pola relasi ataupun sistem komunikasi lain yang baru. kalaupun ada maka prosesnya itu adalah lambat. karena jarang sekali alam mengalami perubahan yang menentukan. Dengan demikian masyarakat jauh lebih cepat berubahnya daripada perubahan alam. Apalagi teknologi komunikasi yang demikian pesat majunya sudah pasti sangat menentukan dalam perubahan sosial itu. \ 5 . dan akan sangat menarik bagi saya untuk mengangkat masalah kekeluargaan masyarakat tani. Dalam masyarakat modern. maka dengan ini saya akan melakukan sebuah penelitian dengan judul: PERUBAHAN STRUKTURAL FUNGSIONAL AKIBAT PENGGUNAAN TEKNOLOGI DAN INOVASI PERTANIAN TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT PEDESAAN . hubungan itu bisa di lihat nyata.

Bagaimana perubahan nilai sosial Komunitas Tani di Desa g? 3. 6 . dimana perubahan ini akan menyentuh semua segi kehidupan masyarakat salah satu di antaranya adalah pada segi tata laku dalam masyarakat. Untuk mengetahui bagaimana dampak perubahan nilai sosial terhadap komunitas tani di Desa. 3. Bagaimana dampak perubahan nilai sosial terhadap Komunitas Tani di Desa ? C. Dan untuk mengetahui bagaimana perubahan dari nilai sosial di Desa Salukanan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. 2.B. Untuk dapat mengetahui bagaimana modernisasi dapat menyebabkan perubahan nilai sosial komunitas tani di Desa. Untuk dapat mengetahui bagaimana perubahan nilai sosial yang terjadi komunitas tani di Desa. Bagaimana modernisasi pertanian menyebabkan terjadinya perubahan nilai sosial Komunitas Tani di Desa ? 2. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini berdasarkan masalah-masalah yang akan diteliti adalah: 1. Maka adapun batasan masalah dalam penelitian ini akan dirumuskan sebagai berikut: 1. Rumusan Masalah Dalam suatu masyarakat merupakan suatu keniscayaan akan adanya suatu perubahan.

Definisi lain dari perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. Perubahan kebudayaan bertitik tolak dan timbul dari organisasi sosial. Namun demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan (Soekanto. Sorokin (1957). Penekannya adalah pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. ilmu pengetahuan. berpendapat bahwa segenap usaha untuk mengemukakan suatu kecenderungan yang tertentu dan tetap dalam perubahan sosial tidak akan berhasil baik. yang mempengaruhi sistem sosialnya. Perubahan sosial diartikan sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Pendapat tersebut dikembalikan pada pengertian masyarakat dan kebudayaan. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur geografis. Ogburn dalam Moore (2002). ekonomis dan kebudayaan. teknologi. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian. 1990). 1990). yang meliputi kesenian. Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. Tekanan pada definisi tersebut adalah pada lembaga masyarakat sebagai himpunan kelompok manusia dimana perubahan mempengaruhi struktur masyarakat lainnya (Soekanto. filsafat dan lainnya. Ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur- unsur kebudayaan baik yang material maupun immaterial. biologis. BAB II Pembahasan William F. Masyarakat adalah sistem hubungan dalam arti hubungan antar organisasi dan bukan 7 . berusaha memberikan suatu pengertian tentang perubahan sosial.

Hal ini terjadi karena program pembangunan pembangunan ekonomi nasional. Faktor yang penting dalam kaitannya dengan pembicaraan ini adalah teknologi sehingga sangat berkaitan dengan perubahan sosial di pedesaan. penyebab perubahan sosial dalam suatu masyarakat dibedakan menjadi dua macam yaitu faktor dari dalam dan luar. Perubahan- perubahan sosial sendiri selalu terjadi dalam masyarakat. mengemukakan bahwa perubahan sosial dan perubahan kebudayaan mempunyai aspek yang sama yaitu keduanya bersangkut paut dengan suatu cara penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dalam cara suatu masyarakat memenuhi kebutuhannya. Hal ini karena tidak ada 8 . kesenian. pertentangan dalam masyarakat. Apabila diambil definisi kebudayaan menurut Taylor dalam Soekanto (1990). politik pemerintahan dan lainnya yang tak dapat dipisahkan dari faktor-faktor individual yang dapat mempengaruhi individu lainnya. Kebudayaan mencakup segenap cara berfikir dan bertingkah laku. 1960). Sedangkan faktor penyebab dari luar masyarakat adalah lingkungan fisik sekitar. Menurut Soekanto (1990). Soemardjan (1982). hukum adat istiadat dan setiap kemampuan serta kebiasaan manusia sebagai warga masyarakat. maka perubahan kebudayaan dalah segala perubahan yang mencakup unsur-unsur tersebut. yang timbul karena interaksi yang bersifat komunikatif seperti menyampaikan buah pikiran secara simbolik dan bukan warisan karena keturunan (Davis. Untuk mempelajari perubahan pada masyarakat. kepercayaan. penemuan baru. Faktor penyebab yang berasal dari dalam masyarakat sendiri antara lain bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk. kebudayaan merupakan kompleks yang mencakup pengetahuan.hubungan antar sel. terjadinya pemberontakan atau revolusi. perlu diketahui sebab-sebab yang melatari terjadinya perubahan itu. moral. pengaruh kebudayaan Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial di pedesaan. misalnya. peperangan. Apabila diteliti lebih mendalam sebab terjadinya suatu perubahan masyarakat. sistem ekonomi. mungkin karena adanya sesuatu yang dianggap sudah tidak lagi memuaskan. pola pendidikan.

Faktor yang penting dalam kaitannya dengan pembicaraan ini adalah teknologi. Teori yang berkaitan terhadap studi kasus ini adalah struktural fungsionalisme yang diungkapkan oleh Talcott Parsons. Perubahan yang terjadi pun dapat berdampak positif bagi maasyarakat tersebut dan juga dapat berdampak negatif. Sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial di pedesaan. politik pemerintahan dan banyak hal yang tak dapat dipisahkan dari faktor-faktor individual yang tanpa disadari dapat mempengaruhi individu lainnya. alam bermasyarakat banyak kita jumpai adanya perubahan-perubahan sosial yang terjadi. pola pendidikan. Hal ini karena sifat dasar masyarakat yang selalu dinamis. Struktural fungsionalisme memusatkan 9 . namun juga menyerang masyarakat tradisional di pedesaan. Soerjono Soekanto. Masuknya inovasi teknologi tidak hanya memberikan dampak positif melainkan juga memberikan dampak negatif bila ditinjau dalam perspektif sosiologi. mendefinisikan (1983:144) bahwa: “Ciri-ciri masyarakat desa sebagai masyarakat. Salah satu perubahan yang sering kali terjadi yakni inovasi teknologi. sistem ekonomi. misalnya.masyarakat yang bersifat stasis. Hal ini terjadi karena program pembangunan pembangunan ekonomi nasional. masuknya alat-alat modern dalam bidang pertanian dapat memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat di desa. Hal ini tentu mempengarungi struktural fungsionalisme dalam masyarakat tersebut. Dampak arus globalisasi tidak hanya menyerang masyarakat modern. yang sangat berkaitan dengan perubahan sosial di pedesaan. Salah satu perubahan yang terjadi di masyarakat yakni adanya inovasi teknologi. sistem kehidupannya berkelompok atas dasar kekeluargaan dan pada umumnya bermata pencahariaan sebagai petani” Maka. dimana warganya mempunyai hubungan yang lebih erat dan mendalam.

perhatian pada fungsi satu struktur sosial atau pada fungsi satu institusi sosial tertentu saja. menambah wawasan dalam kaitannya tentang struktural fungsionalisme dalam masyarakat. pelacur. tidak ada yang lebih tinggi atau rendah. secara struktural fungsional masing-masing pekerjaan diatas mempunyai kegunaan bagi masyarakat. misalnya. Menurut teori ini masyarakat merupakan suatu sistem sosial yang terdiri atas bagian-bagian atau elemen-elemen yang saling berkaitan dan saling menyatu dalam keseimbangan. Sedangkan tak ada penjahat maka takkan ada DPR membuat UUD. Di dalam suatu struktur. penjahat. yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat 10 . fungsional terhadap aspek yang lain. Emile Durkheim Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis. Perubahan yang terjadi pada suatu bagian akan membawa perubahan terhadap yang lain. Asumsi dasarnya adalah bahwa setiap struktur dalam sistem sosial. Semua kedudukan mempunyai fungsinya sendiri dan menyumbangkan pengaruhnya terhadap sistem. Definisi perubahan sosial menurut beberapa ahli: a. misalnya tingkat perkosaan akan semakin tinggi. Dan secara umum hasil penulisan makalah ini dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan khususnya Sosiologi serta dapat menjadi bahan acuan dalam melakukan penulisan makalah sejenis di kemudian hari. Hasil penulisan makalah ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sarana untuk menambah wawasan dalam memecahkan masalah terutama yang berkaitan dengan bidang kajian yang ditekuni selama perkuliahan yakni jurusan Sosiologi. tukang beling – disatu sisi adalah pekerjaan yang dianggap rendah oleh orang umum.2003:21). kedudukan bersifat sederajat. tukang sampah. Sama halnya semua profesi pun berguna bagi kelangsungan sistem. Tak ada pelacur. Namun. pekerjaan polisi pun juga takkan ada. akan banyak disfungsi bagi masyarakat. Sebaliknya kalau tidak fungsional maka struktur itu tidak akan ada atau akan hilang dengan sendirinya (Ritzer.

Jakarta. 10-36 2 Soemardjan Selo dan Soeleman Soemardi. Gillin Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi. Setangkai Bunga Sosiologi. ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik. Selo Soemardjan Pengertian perubahan sosial meurut Selo Soemardjan adalah segala perubahan pada berbagai lembaga masyarakat dalam suatu lingkungan masyarakat yang memengaruhi sistem sosial. Bumi Aksara. komposisi penduduk. sikap-sikap sosial. b. Lembaga Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. c. Jakarta. 23 11 . termasuk nilai. Hlm. termasuk di dalamnya nilai sosial. 1974. e. dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Mac Iver Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (ekuilibrium) hubungan sosial. Karl Marx Pengertian perubahan sosial menurut Karl Marx adalah perubahan-perubahan yang terjadi karena perkemangan teknologi atua kekuatan produktif dan hubungan antara kelas-kelas sosial yang berubah Maka dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial merupakan perubahan- perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya.12 1 Abdulsyani. 1992. maupun adanya difusi atau penemuan- penemuan baru dalam masyarakat. ideologi. Sosiologi Skematika Teori dan Terapan. Hlm. kebudayaan material. sikap. solidaritas mekanistik. d. pola perilaku antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Macam-macam faktor internal dalam perubahan sosial adalah sebagai berikut:  Pertumbuhan penduduk  Penemuan baru  Invensi (kombiansi baru terhadap suatu pengetahuan yang telah ada)  Sistem ideologi (keyakinan mengenai nilai-nilai tertentu) 2. terdapat dua faktor yang mempengaruhi dalam terjadinya perubahan sosial antara lain sebagai berikut: 1. ani-ani. Ciri-ciri perubahan sosial adalah sebagai berikut:  Setiap masyarakat tidak akan berhenti berkembang karena mengalami perubahan baik dengan lambat maupun dengan cepat. dan lain sebgainya sehingga 12 . Faktor Eksternal. Secara umum. dimana masyarakat pedesaan yang pola pertaniannya tradisional seperti penggunaan sabit.  Tidak dibatasi oleh bidang kebendaan atau bidang spritual karena kedua hal tersebut saling berinteraksi dengan kuat.  Lingkungan fisik (contohnya musibah atau bencana alam)  Peperangan  Pengaruh kebudayaan lain Jadi.  Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti oleh perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya  Perubahan sosial yang cepat. Faktor Internal. adalah faktor yang berasal lingkungan luar masyarakat tersebut. maka yang terjadi pada studi kasus kali ini “perubahan struktural fungsional akibat penggunaan teknologi dan inovasi pertanian terhadap kehidupan masyarakat pedesaan “ adalah akibat adanya faktor internal. mengakibatkan disorganisasi yang sifatnya sementara sebagai proses penyesuaian diri. adalah faktor yang berasal dari dalam lingkungan masyarakat tersebut. menurut faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial.

Pola solidaritas sosial masyarakat pedesaan timbul karena adanya kesamaan-kesamaan kemasyarakatan. tetapi juga negatif karena tidak sesuai dengan kepribadian masyarakat indonesia. Masyarakat desa adalah masyarakat yang tinggal di desa dengan kesederhaan dan keunikan serta gaya hidup yang kekeluargaan. baik oleh individu. politik.membutuhkan banyak tenaga kerja. sedangkan pola interaksi masyarakat kota adalah individual. Sedangkan masyarakat kota terbentuk karena adanya perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat. Masyarakat desa adalah kebersamaan. Desa merupakan suatu daerah yang sering diidentikkan dengan kesederhanaan. maupun mayoritas masyarakat. kekuasaan dan wewenang. diminimalisir dengan penggunaan traktor yang berarti peralihan dari pertanian yang tradisional menuju modern sehingga kebutuhan akan tenaga kerja berkurang. interaksi sosial. pendidikan dan kadang hirarki. sekelompok orang. Perubahanperubahan masyarakat dapat mengenai nilai-nilai sosial. Perubahan ini dapat dilakukan oleh siapa saja. tenang dan asri. mereka akan mengalami pengangguran sehingga mereka melakukan urbanisasi dengan cara mencari pekerjaan dikota dan menyebabkan ledakan penduduk dan ketidakseimbangan pertumbuhan penduduk di perkotaan. Sayangnya perubahan tersebut tidak selalu positif. sedangkan masyarakat perkotaan lebih ke motif ekonomi. Pola interaksi masyarakat pedesaan adalah dengan prinsip kerukunan.Tetapi dengan perkembangan zaman dan juga teknologi yang semakin canggih mengakibatkan perubahan sosial pada masyarakat desa. susunan lembaga kemasyarakatan. lapisan- lapisan dalam masyarakat. Tenaga kerja yang tidak dibutuhkan lagi. Masyarakat desa atau juga bisa disebut sebagai masyarakat tradisional manakala dilihat dari aspek kulturnya. dan lain 13 . norma-norma sosial. Hal ini tentu saja merubah struktur masyarakat di pedesaan yang awalnya masyarakat yang tradisional berubah menjadi masyarakat modern seiring masuknya dan majunya teknologi. Masyarakat pedesaan itu lebih bisa bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya.pola-pola perilaku organisasi.

tidak semua perubahan sosial menuju ke perubahan yang positif. Perkembangan zaman mendorong terjadinya perubahan-perubahan. sebagaimana yang telahdiketahui banyak pihak bahwa produk industri dan nilai sosial budaya dari negaranegara maju dianggap suatu gaya hidup masa depan. baik perubahan kebudayaan dan perubahan sosial. Budaya barat yang masuk ke Indonesia sering kali tidak diimbangi dengan filter untuk memilah mana yang baik dan buruk. pembangunan dan masih banyak lagi. pertanian. dampak dari asumsi tersebut nilai sosial budaya lokal terancam tergeser eksistensinya Modernisasi merupakan suatu bentuk perubahan sosial. 2010: 263) perubahan-perubahan sosial dikatakannya sebagai perubahan-perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial. industri. yang biasanya terarah dan didasarkan pada perencanaan. Mau tidak mau kebudayaan yang dianut suatu kelompok sosial akan bergeser. hal ini disebabkan kebudayaan merupakan hasil dari adanya masyarakat sehingga tidak akan ada kebudayaan apabila tidak ada masyarakat yang mendukungnya dan tidak ada satupun masyarakat yang tidak memilki kebudayaan (Suratman.sebagainya. Perubahan sosial merupakan proses yang wajar dan akan berlangsung terus- menerus. Pengaruh perubahan sosial tersebut salah satunya adalah masuknya budaya barat. 2013: 113). Hal tersebut dipertegas dengan pendapat Sujarwa (2010: 55) Konsekuensi lain adalah di bidanng sosial budaya. Modernisasi ini mencakup banyak hal seperti modernisasi sektor pendidikan. Perubahan sosial tidak dapat dilepaskan dari perubahan kebudayaan. Maclver (dalam Soekanto. Sedangkan perubahan sosial merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat. Perubahan kebudayaan mengarah pada perubahan unsur-unsur kebudayaan yang ada. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat akan menimbulkan ketidaksesuaian di antara unsurunsur sosial yang ada di dalam masyarakat sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan. Namun. Selain 14 .

Permukiman merupakan salah salah satu kebutuhan dasar manusia karena menjadi tempat tinggal dan juga sebagai sarana untuk berinteraksi. Desa Sumberberas sebagai objek penelitian dilandasi karena desa Sumberberas merupakan desa yang berkembang pesat dan maju. dan sejahtera yang berkelanjutan. Hidup yang individual. Modernisasi ialah suatu proses transformasi dari suatu perubahan kea rah yang lebih maju atau meningkat dalam berbagai aspek dalam kehiduapan masyarakat. desa ini juga sangat menarik jika 15 .pembangunan gedung yang mengalami modernisasi. Perubahan yang terjadi pada desa ini bukan hanya pada pembangunan dan ekonomi. di mana dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat (Ishomuddin. Kecanggihan teknologi membuat masyarakat Desa Sumberberas memperoleh informasi dari dunia luar dengan sangat mudah. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa modernisasi adalah proses perubahan dari pandangan-pandangan dan cara-cara tradisional ke pandangan dan cara baru yang lebih maju. mulai meninggalkan tradisi. nyaman. tetapi pasti akan menimbulkan dampak negatif. 1997: 358). damai. pembangunan tempat tinggal juga mengalami modernisasi. Masyarakat desa dikenal dengan kehidupan yang masih menjunjung tinggi tradisi. dan hidup rukun gotong royong. sopan santun pada anak muda juga mulai terkikis. tetapi yang terjadi pada desa ini justru mulai meninggalkan hal tersebut. tetapi pada penelitian ini bukan hanya mengenai perubahan sosial melainkan juga perubahan budaya yang terjadi pada masyarakat desa Sumber Beras. Kecanggihan teknologi tidak hanya menjadikan desa Sumber beras menjadi lebih maju tetapi juga mampu merubah gaya hidupmasyarakatnya yang semakin menjauhi dan meninggalkan tradisi. Pengembangan permukiman baik di perkotaan maupun pedesaan pada hakikatnya untuk mewujudkan kondisi yang layak huni. Selain dari segi pembangunan. Perubahan sosial memang sudah banyak diteliti. Pembangunan pada dasarnya bertujuan positif. aman. melainkan juga perubahan sosial pada masyarakat.

Dengan adanya perubahan masyarakat desa yang terpengaruh dengan kehidupan kota mengakibatkan terkikisnya tradisi yang terdapat dalam kehidupan masyarakat desa. 16 . Perubahan sosial masyarakat desa banyak dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi atau IPTEK dan perubahan itu terjadi karena masyarakat desa ingin meningkatkan taraf ekonomi dan ingin maju seperti masyarakat kota.dijadikan objek penelitian karena gaya hidup masyarakat yang banyak mengalami perubahan baik positif dan negatif.

yang merupakan orientasi utama pembangunan di Indonesia. Lebih dari itu. introduksi teknologi yang tidak tepat mempunyai implikasi terhadap perubahan sosial. Penerimaan terhadap teknologi baik itu dipaksakan ataupun inisiatif agen-agen perubahan (agent of change). Masyarakat desa menerima dan menggunakan hasil penemuan atau peniruan teknologi khususnya di bidang pertanian. kultur dan interaksional di pedesaan. buruh tani dan pemuda tani lari ke kota mencari pekerjaan. banyak buruh tani di pedesaan jadi pengangguran akibat tenaganya tergantikan oleh mesin-mesin traktor. lalu menjadikan perputaran ekonomi semakin besar dan desa semakin tertinggal.A Studi Kasus Dampak Inovasi Teknologi Modern Pertanian Setelah Indonesia merdeka maupun orde baru. Perubahan dalam suatu aspek akan merembet ke aspek lain. Keadaan demikian menyebabkan terjadinya urbanisasi. ketika mereka kembali lagi ke desa timbul konflik kultur akibat budaya yang terbangun selama berada di kota terbawa ke desa. tidak terelakkan lagi akan mempengaruhi perilaku sosial (social behavior) dalam skala atau derajat yang besar. Struktur keluarga berubah. ketika teknologi berupa traktor atau mesin penggilingan padi awal gerakan revolusi hijau sekitar tahun 60-an masuk ke desa. yang kemudian akan diikuti dan diketahui akibatnya. Namun keadaan ini tidak sampai di sini. desa secara terus menerus mengalami perubahan sosial. Dari contoh sederhana ini dapat dibayangkan betapa akibat perubahan suatu aspek dapat merembet ke aspek lainnya. 17 . sekarang hanya tinggal di rumah. Masuknya traktor menyebabkan tenaga kerja hewan seperti sapi atau kerbau menganggur dan buruh tani kehilangan pekerjaannya. Hal ini kemudian memberikan dampak kepadatan penduduk yang membeludak di perkotaan. di mana buruh wanita yang biasa menumbuk padi sebagai penghasilan tambahan. Contohnya. Keadaan ini menimbulkan perubahan struktur.

Golongan tersebut dengan pendirinya akan menentukan pasaran kerja di desa. Secara konkrit. 18 . dan peserta dalam sistem kultural. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. B Struktural Fungsionalisme Sebuah sistem sosial menurut Talcott Parsons adalah suatu hal yang konkrit. karena dengan adanya status-peran akan menimbulkan interaksi sosial. M. setiap sistem empiris mencakup keseluruhan. Poloma. Hal: 183. Status dan peran adalah komponen struktural sistem sosial. anggota dari sistem sosial. Keadaan demikian akan menggeser peranan pemilik ternak kerbau atau sapi sebagai sumber tenaga kerja pengolah sawah. Teknologi yang masuk ke desa tersebut banyak dikuasai oleh golongan ekonomi kelas atas dan menengah di desa. 3 Seperti misalnya sistem pemerintahan. sistem keluarga – dalam sistem ini terdapat sebuah struktur sebagai kerangka menjalankan suatu sistem sendiri. dengan demikian tidak ada individu konkrit yang tidak merupakan sebuah organisma. 2004. sistem pemerintahan dijalankan oleh lembaga hukum dan sistem keluarga dijalankan oleh struktur (kepala keluarga). Masuknya traktor atau mesin penggiling padi ke pedesaan menyebabkan berkurangnya peranan buruh tani dalam pengelolaan tanah dan berkurangnya peranan wanita dalam ekonomi keluarga di pedesaan. lewat bahasa yang akhirnya 3 Margaret. Pengintegrasikan sebuah sistem dilakukan dengan proses internalisasi dan sosialiasasi. agar ketika terjadinya disorder dapat dilakukan order. kepribadian. Proses pembangunan pedesaan di daerah pertanian tidak lain adalah suatu perubahan sosial. Demikian pula introduksi teknologi ke pedesaan yang bermula dari kebijakan orde baru yang mengikuti pada isu global bernama revolusi hijau menimbulkan perubahan sosial dalam berbagai dimensi. Sosiologi Kontemporer (Trans: Tim Yasogama).

pelacur. Sama halnya semua profesi pun berguna bagi kelangsungan sistem. tukang beling – disatu sisi adalah pekerjaan yang dianggap rendah oleh orang umum. secara sederhananya. penjahat. Singkatnya mungkin. 2012. misalnya tingkat perkosaan akan semakin tinggi. sedangkan peran merupakan perilaku yang diharapkan untuk mencapai tujuan sistem. Teori Sosiologi Klasik – Postmodern Edisi Terbaru (Trans: Nurhadi). tak ada pelacur akan banyak disfungsi bagi masyarakat. tukang sampah. Semua kedudukan mempunyai fungsinya sendiri dan menyumbangkan pengaruhnya terhadap sistem. Yogyakarta: Kreasi Wacana. Sehingga mereka pergi ke kota untuk mencari pekerjaan baru disana. secara struktural fungsional masing-masing pekerjaan diatas mempunyai kegunaan bagi masyarakat. Sedangkan tak ada penjahat maka takkan ada DPR membuat UUD. buruh tani yang banyak dibutuhkan tenaga kerjanya menganggur kembali karena pekerjaan mereka telah diambil alih oleh teknologi tersebut. Di dalam suatu struktur. Dalam studi kasus kali ini maka adanya disfungsi struktural dikarenakan semenjak adanya penggunaan teknologi canggih seperti traktor dan mesin penggiling padi.suatu sistem dapat bertahan hidup4. Namun. pekerjaan polisi pun juga takkan ada. Status merupakan kondisi individu dalam sistem sosial. kedudukan bersifat sederajat. tidak ada yang lebih tinggi atau rendah. 4 Ritzer dan Goodman. Hal: 260 19 .

Di dalam suatu struktur. kedudukan bersifat sederajat. maka dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan- perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya. selain itu ada beberapa ciri-ciri yang menyebabkan perubahan sosial dan faktor yang menyebabkan perubahan sosial. ani-ani. dan lainnya dengan tenaga kerja yang banyak. Hal ini menyebabkan ledakan penduduk di perkotaan dan juga merubah struktur masyarakat pedesaan itu sendiri. termasuk nilai. dimana penggunaan tenaga kerja yang dibutuhkan berkurang. digantikan oleh mesin traktor . sikap-sikap sosial. Sehingga para tenaga kerja yang menganggur melakukan urbanisasi dengan menuju perkotaan untuk mencari pekerjaan baru. dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. mesin penggilingan padi. tidak ada yang lebih tinggi atau rendah. Dalam studi kasus tersebut dijelaskan bahwa awalnya masyarakat desa yang awalnya masyarakat pertanian tradisional dimana penggunaan alat-alatnya juga masih tradisional yakni dengan sabit. Sama halnya semua profesi pun 20 . Faktor yang paling menonjol dalam studi kasus kali ini adalah faktor internal yang dimana adanya teknologi modern yang menyebabkan struktur masyarakat di desa mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Semua kedudukan mempunyai fungsinya sendiri dan menyumbangkan pengaruhnya terhadap sistem. BAB III Penutup A Kesimpulan Adanya beberapa definisi perubahan sosial yang diungkapkan oleh beberapa para ahli.

perlu adanya pengenalan dan pemahaman lebih mendalam oleh masyarakat dalam mengenal adat adat kebudayaan yang dimiliki terutama bagi generasi muda agar kebudayaan daerah setempat tetap dilestarikan 21 . Peran lembaga adat perlu ditingkatkan lagi. tukang beling – disatu sisi adalah pekerjaan yang dianggap rendah oleh orang umum. Kebudayaan merupakan suatu kekayaan yang dimiliki oleh masya rakat yang dilakukan secara turun menurun dlingkungan masyarakat. tukang sampah. secara sederhananya. Untuk itu. Namun. penjahat. dengan munculnya sistem pemerintahan desa. Sehingga unsur dari desa tersebut tidak hilang dan masih mampu mempertahankan aspek-aspek yang ada dalam desa tersebut. sistem pemerintahan adat masih tetap berjalan dilingkungan masyarakat. secara struktural fungsional masing-masing pekerjaan diatas mempunyai kegunaan bagi masyarakat. namun seiring dengan adanya perubahan sistem pemerintahan. pelacur. baik perubahan kearah positif mapun kearah negatif. kami menyarankan agar masyarakat desa mampu mengenali karakteristik desanya agar mampu mengikuti perubahan sosial tanpa mengubah struktur desa tersebut. Terkait dengan perubahan si stem pemerintahan adat menjadi sistem pemerintahan desa dapat terjadi perubahan sosial terhadap masyarakat desa.berguna bagi kelangsungan sistem. Antara sistem pemerintahan adat dengan sistem pemerintahan desa memiliki hubungan kerja sama dan hubungan saling membutuhkan antara satu sama lain. B Saran Dari pembahasan mengenai perubahan sosial ini. Untuk mempertahankan kebudayaan lokal yang sudah ada. karena peran lembaga adat sangat membawa pengaruh yang besar dalam masyarakat dalam mempertahankan kebudayaan asli daerah.

Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Kompas. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada Suhardjo. Jakarta:Kanisius Suyanto. Yogyakarta. R. Sosiologi Kontemporer (Trans: Tim Yasogama). Soekmono.2008. Unikom. 1993. 2004.unair.web.Geografi Perdesaan Sebuah Ontologi.id/artikel_detail-64108-Esay- Studi%20Kasus%20Dampak%20Masuknya%20Teknologi%20Modern%20Pada%20 Masyarakat%20Desa. 1988.J. Sosiologi Suatu Pengantar. A. Yogyakarta:Widya Utama Gumgum Gumilar. Teori Perubahan Sosial.id/informasirujukan/indeksmakalah/thn/2007/bln/03/tgl/29/id/1002 Soekanto.tt. 2002. http://jibis. Sejarah Perkembangan Budaya di Dunia dan di Indonesia.html Poloma. Daud.pnri. 17 Desember 2002. 2012.ac.IdeAs media:Yogyakarta http://alhada-fisip11. 22 . Margaret M.go. 2001. DAFTAR PUSTAKA Aris Tanudirjo. Merefleksikan Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia. 5. hal. S.

Teori Sosiologi Klasik – Postmodern Edisi Terbaru (Trans: Nurhadi). Douglas J.usu.artikelsiana.pdf http://www.Ritzer.id/bitstream/123456789/29830/4/Chapter%20II.html 23 . 2012.ac. Yogyakarta: Kreasi Wacana.com/2015/08/pengertian-perubahan-sosial-teori-bentuk- dampak. George & Goodman. http://repository.