You are on page 1of 179

LAPORAN PELAKSAAN KEGIATAN

(LPK-DESA)
KULIAH KERJA NYATA TIM I TAHUN 2018

KELURAHAN / DESA : KARANGANOM
KECAMATAN : WELERI
KABUPATEN : KENDAL

Disusun oleh :
Naufa Helmi Nur Johim 21030114120016
Vq Pinasthika 23030114190085
Anjar Nugroho 21120114120045
Citra Riandika 24020114120042
Devi Mandisa Riyantana 21070114130077
Yusuf Enggartyas Yudanto 23010114130116
Fitri Khalimatus Sya’diyah 24040114140108
Salman Dziyaul Azmi 24010314130098
Muhammad Fuad Shofly 21090114130155

PUSAT PELAYANAN KULIAH KERJA NYATA (P2KKN)

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG
2018

i

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga
kami dapat menyelesaikan Laporan Pelaksanaan Kegiatan (LPK) Kuliah Kerja Nyata (KKN)
di Tingkat Desa Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro Tim I Tahun 2018 di Desa
Karanganom, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal dapat diselesaikan dengan baik.
Kami mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu kami dalam
pelaksanaan hingga penyusunan Laporan Pelaksanaan Kegiatan, yaitu kepada:
1. Prof. Dr. rer.nat. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T, selaku ketua Lembaga Penelitian dan
Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Undip;
2. Bapak Dr. Ir. Edy Prasetyo, M.S. selaku Kepala P2KKN
3. Dra. Ana Irhandayaningsih., M.Si selaku Dosen Koordinator Kuliah Kerja Nyata Tim
I Tahun 2018 Kabupaten Kendal
4. Dr.rer.nat Thomas Triadi Putranto, S.T., M.Eng selaku Dosen Kuliah Kerja Nyata Tim
I Tahun 2018 Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal;
5. Dr. Meiny Suzery, M.S selaku Dosen Kuliah Kerja Nyata Tim I Tahun 2018
Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal;
6. Dr. Rr. Karlina Aprilia, S.E., M.Sc, Akt selaku Dosen Kuliah Kerja Nyata Tim I
Tahun 2018 KecamatanWeleri, Kabupaten Kendal;
7. Akhmad Tuju Triono selaku Kepala Desa Karanganom, Kecamatan Weleri,
Kabupaten Kendal
8. Segenap Perangkat Desa Karanganom Kecamatan Weleri yang telah memberikan
informasi kepada kami;
9. Segenap pihak yang telah membantu dalam memudahkan kelancaran kegiatan KKN
Tim I Tahun 2018 hingga penyusunan Laporan Pelaksanaan Kegiatan KKN ini selesai.
Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,
saran dan kritik yang membangun dari pembaca sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan
laporan ini. Semoga laporan ini dapat berguna sebagai sarana belajar bagi civitas akademika
Universitas Diponegoro dan pihak terkait.

Kendal, Februari 2018

Tim Penyusun

iii

................. Maksud dan Tujuan Laporan ............................................................................... 11 3.............................. 9 2........................................................................................................................ 11 3................................................................................................. 52 BAB IV.................................2.......3............................................................................................................................................. iv DAFTAR LAMPIRAN ...2... DAFTAR ISI Halaman HALAMAN SAMPUL ........................................................................................................................ i LEMBAR PENGESAHAN .................... Kegiatan Keilmuan (Monodisiplin) .............1............................... 1 1....2......1......... iii DAFTAR ISI .................... 6 1............................... 1 1...................................................................................................... 9 2. 58 LAMPIRAN .......................... REALISASI KEGIATAN MAHASISWA KKN ........................ 59 iv ............................................................. Permasalahan Keilmuan (Monodisiplin) ........ Permasalahan Multidisiplin ... PENDAHULUAN ............. 8 BAB II............. 9 BAB III............... Gambaran Umum Lokasi KKN ...................... BIDANG PERMASALAHAN .... Metode dan Sistematika Pembahasan ..................................................................................... Kegiatan Multidisiplin ...................................................................................... v BAB I...................................... 7 1.........................................4.................. Program Pembangunan Desa yang telah ada .. PENUTUP..........................................................................................................................................1... ii KATA PENGANTAR ...........................................

........................ Surat Keterangan Menyelesaikan Program Kerja ..... Copy Absensi Harian ................................................................................................................................................... 102 10............................................................................... Absensi Kegiatan ............................................. 65 5................................................................................ Reportase Desa........................................................ 73 6................................ 114 11............ Peta Desa Karanganom ................ 76 8.................................... Dokumentasi Kegiatan .................. LPK Individu ....... 115 v .................... 59 2.................. 62 3..................................... Jadwal Kegiatan Program Monodisiplin dan Multidisiplin .................................................... Struktur Organisasi Desa Karanganom ............................................. 74 7..................................... 82 9.......... Halaman 1.................................................................................. Surat Ijin Meninggalkan Lokasi............. Keterangan Bebas Masalah ...................... 64 4......................... DAFTAR LAMPIRAN No............................................

1. Batang  Sebelah Timur : Desa Payung Desa Karanganom juga termasuk dalam wilayah beriklim tropis dengan suhu udara pada malam hari ± 25 – 27 oC dan suhu udara pada siang hari ± 30 – 35 o C. Gambaran Umum Lokasi KKN A. sedangkan jarak dengan Kabupaten Kendal ± 18 Km.094 Ha Desa Karang Anom terdiri dari 19 RT dan 4 RW dan 4 Dusun yaitu dusun peniten. dan pekarangan. wilayahnya juga masih didominasi dengan area persawahan.00 Ha tegalan dan sisanya sebagai prasarana umum. Secara geografis berada di dataran rendah yang wilayahnya terdiri dari 49. Adapaun jarak dengan Ibukota Propinsi Jawa Tengah ± 25 Km.50 Ha digunakan untuk lahan persawahan.dusun sinom. makam. 1 .dusun kenayan. Rowosari  Sebelah Selatan : Desa Sambongsari  Sebelah Barat : Kali Kuto / Kab. selain itu juga terdapat area berupa perumahan.50 Ha pekarangan. dan lain-lain.dusun karanganom. 5. Wilayah Desa Karanganom termasuk dataran rendah dengan ketinggian dari permukaan air laut sekitar 15 m. Areal persawahan tersebar terletak di bagian utara dan merupakan tanah sawah yang sangat produktif yang mampu menunjang kesejahteraan para petani di Desa Karanganom. BAB I PENDAHULUAN 1. Kondisi Tipologi dan Geografis Wilayah Nama Desa : Karanganom Kecamatan : Weleri Kabupaten : Kendal Provinsi : Jawa Tengah Luas wilayah : 105. Desa karanganom mempunyai perbatasan langsung dengan desa/ kelurahan sebagai berikut :  Sebelah Utara : Kec. 37.

Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan masyarakat Desa Karanganom sebagai berikut : Tamat Akademi / Perguruan Tinggi : 127 Tamat SMA : 281 Tamat SMP : 358 Tamat SD : 1.109 Tidak Tamat SD : 272 Belum Tamat SD : 437 Tidak Sekolah : 284 Berdasarkan data diatas.506  Islam : 3. Adapun kondisi huniannya merupakan bangunan dengan dinding permanen.jalan utama yang ada di wilayah Desa Karanganom.743 jiwa. sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki kurang memadai padahal perkembangannya saat ini. Kondisi Pemukiman Umumnya pemukiman yang ada menyebar mengikuti jalan . b.B. dan cukup banyak pula bangunan hunian rumah tinggal yang masih menggunakan dinding semi permanen yaitu kombinasi 2 .dengan rincian penduduk berjenis kelamin laki – laki berjumlah 1. Kependudukan a. di wilayah Karanganom banyak terdapat fasilitas pendidikan. 2. Kependudukan Desa Karanganom Jumlah penduduk Desa Karanganom secara administrative pada tahun 2016 berjumlah 3. Komposisi Agama Desa Karanganom Banyaknya Pemeluk Agama : 3. tingkat pendidikan masyarakat Desa Karanganom masih didominasi dengan tingkat pendidikan Sekolah Dasar. Kondisi Sosial Masyarakat 1.488  Kristen Protestan : 0  Kristen Katholik : 17  Hindu : 0  Budha : 1 c.872 jiwa sedangkan berjenis kelamin perempuan berjumlah 1.871 jiwa.dengan jumlah kepala keluarga sejumlah 1187 kk.

3. Dominasi di sektor pertanian dan buruh/ swasta/ jasa merupakan salah satu ciri dari pencaharian masyarakat perkotaan. Hotel. PNS/TNI/Polri. secara umum kondisi perekonomian desa karanganom di topang oleh beberapa mata pencaharian. antara material dinding batu bata dan papan/anyaman bambu. pedagang. Melalui kegiatan Pemetaan swadaya. hunian yang berdinding tidak permanen atau berdinding papan berjumlah 106 buah dan hunian berdinding bambu bejumlah 104 buah.seperti petani. Berikut daftar mata pencaharian Desa Karanganom :  Pertanian : 1444 orang  Pertambangan dan penggalian : 89 orang  Industri pengolahan : 75 orang  Listrik. Gas dan Air Minum : 16 orang  Konstruksi : 210 orang  Perdagangan. dan ada pula hunian yang berdinding tidak permanen atau berdinding papan/anyaman bambu yang umumnya merupakan rumah tinggal sebagian KK miskin di Desa Karanganom.dan lain-lain . karyawan swasta. masyarakat bersama-sama memetakan kondisi huniannya. Persewaan. Namun walaupun masyarakat dengan mata pencaharian yang beragam mereka dapat aktif dalam mengikuti kegiatan yang ada di masing-masing wilayah. minimal sekup RT (rukun tetangga). Kondisi Ekonomi Kondisi ekonomi masyarakat yang majemuk menyebabkan dinamisasi dilihat dari mata pencaharian penduduk. wirausaha. Sehingga disini sering terjadi transformasi pengetahuan antar warga masyarakat. buruh. dan Jasa Perusahaan : 62 orang  Jasa – jasa : 169 orang  Pengangguran : 112 orang 3 .peternak. Restoran : 54 orang  Pengangkutan dan Komunikasi : 122 orang  Keuangan. semi permanen dan belum permanen berjumlah 207 buah. adapun jumlah kondisi hunian permanen 406 buah.

Kondisi jalan tersebut mengalami kerusakan 20% akibat permukaan jalan yang tidak rata dan sedikit bergelombang. berikut fasilitas kesehatan yang terdapat di Desa Karanganom. Sarana Fasilitas Kesehatan Fasilitas kesehatan yang ada di wilayah Desa Karanganom terdiri dari puskesmas. 3. sebagai berikut : Klinik 1 buah. dan pelayanan posyandu untuk kebutuhan warga desa yang berjumlah 4 unit di masing-masing RW. 4 . Setiap organisasi masyarakat ada keterwakilan dari unsur perempuan. Dokter 3 orang. Kondisi Sarana dan Prasarana 1. Kondisi Jalan Jalan utama menuju Desa Karanganom yang berupa jalan aspal dengan lebar badan jalan 3 m dengan bahu jalan dikedua sisi dengan lebar 2 meter. 2. Namun berkaitan dengan kondisi perekonomian. umumnya masyarakat menggunakan fasilitas puskesmas / bidan untuk berobat saat sedang sakit ataupun untuk keperluan kesehatan lainnya.C. main enterance Desa Karanganom diperlukan tetengger atau landmark untuk memudahkan mengenali dan menemukan kawasan tersebut. Puskesmas 1 buah. hal tersebut secara tidak langsung meningkatkan kerawanan pada lintasan kereta api. Lembaga Kemasyarakatan Organisasi atau lembaga kemasyarakatan yang ada di Desa Karanganom dari tingkat basis RT sampai tingkat desa masih eksis dan berjalan sesuai tupoksinya masing-masing dengan keterlibatan masyarakat yang aktif dalam setiap program kegiatannya. bidan. Perawat 7 orang. Posyandu dan Dasawisma). Bidan 2 orang dan Dukun bayi 1 orang. tidak terdapat palang pembatas pada kedua sisi jalan. jarak tempuh terjauh warga desa karanganom ke puskesmas / puskesmas pembantu terdekat adalah 0. Pada titik simpul pertemuan perlintasan kereta api dan jalan utama desa. Jalan utama yang menghubungkan dengan desa lainnya.5 km atau 15 menit / jam apabila di tempuh dengan berjalan kaki dan jarak tempuh menuju rumah sakit terdekat adalah 20 menit / jam. Bahkan tidak sedikit organisasi masyarakat secara khusus yang menangani permasalahan perempuan dan kesehatan ibu hamil (PKK.

Potensi pertanian dimana panen dilakukan dua kali dalam setahun. D. Prasarana Olahraga.dan ada sebagian besar membuang sampah dan limbah keluarga di pekarangan dan sungai hal ini yang berdampak besar pada pendangkalan sungai dan banjir yang sering datang di musim penghujan. Kelengkapan sarana pendidikan.hal ini berdampak seperti pendangkalan sungai yang berakibat rawan bencana banjir di lingkungan sekitar aliran sungai. Prasarana Drainase Sistem drainase di wilayah Desa Karanganom sebagian besar belum terbangun dan masih berupa saluran pembuangan sementara yang dialirkan ke pekarangan. 6. 8. 5 .sawah dan sungai. Berikut Potensi di masing – masing Rw Desa Karanganom : 1. Kondisi sarana air bersih ini juga berkaitan dengan kepemilikan MCK di wilayah desa Karanganom. Potensi di RW 1 Kesenian rebana yang berkembang di masyarakat. Potensi Desa Keberadaan sawah dan tegalan sebagai salah satu bentuk ruang terbuka hijau kawasan. Sosialisasi. 4. ubi. Prasarana Listrik Sebagian besar rumah warga di Desa Karanganom sudah terlayani fasilitas PLN sehingga potensi ini bisa dimanfaatkan dalam peningkatan ekonomi warga. melon dan lainnya. Sistem Persampahan Sistem pembuangan sampah yang ada di Desa Karanganom masih menggunakan pola lama/ tradisional yaitu dengan cara membuat bak penampungan sampah sendiri baik permanen maupun semi permanen. an Tempat Bermain Sarana olah raga dan tempat bermain merupakan tempat berkumpulnya warga untuk menjalin komunikasi sosial antar warga terdapat di Balai Desa maupun Gedung Hijau . 7. 5. Selain itu komoditas palawija berupa jagung. hal ini berdampak negatif pada kualitas lingkungan permukiman yang ada. layanan air bersih dari PDAM. Lahan pertanian yang potensial untuk dikembangkan. Pemanfaatan lahan wilayah desa sebagian besar merupakan sawah basah dan tegalan. Prasarana Air Bersih Prasarana air bersih yang ada di wilayah Desa Karanganom sebagian besar terlayani oleh sumur galian. Luasnya lahan pertanian.

2. 6 . Pemanfaatan lahan kososng untuk kebun produktif. Potensi industri rumah tangga pembuatan pindang. Pembuatan bakpao. Banyaknya tanaman – tanaman industry. 1. Tingginya partisipasi masyarakat. Dengan adanya kerjasama dari mahasiswa dengan ilmu yang didapatkan dan masyarakat dengan potensi yang dimiliki akan dapat meningkatkan kesejahteraan warga di Desa Karanganom. Adapun tujuan dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah sebagai berikut : 1. Membentuk empati dan kepedulian mahasiswa terhadap masalah kompleks yang dihadapi masyarakat. Home industri bolang – baling. Potensi pengembangan minapolitan. Maksud dan Tujuan Laporan Maksud dari kegiatan KKN adalah untuk memecahkan masalah yang ada di masyarakat. Potensi lahan pertanian. Potensi RW 4 Kesenian barongan. 2. Potensilahan kosong dan bantaran sungai yang belum dimanfaatkan. Potensi RW 3 Tersedianya potensi SDM yang cukup. 4. Adanya rumah jahit yang memiliki misi untuk melatih para pemuda untuk terampil menjahit. mebel dan racun tikus. Banyaknya penduduk usia produktif. Adanya sarana pendidikan madrasah yang dikelola masyarakat. 3. Pembibitan tanaman . Keaktifan lembaga keagamaan. Kegiatan keagamaan yang rutin dilakukan.2. pusat pendidikan tingkat kecamatan dan kabupaten. Potensi di RW 2 Adanya home industri kreatif pembuatan kaligrafi dan batu bata. Supplier alat- alat rumah tangga . Memberikan pendidikan pelengkap kepada mahasiswa dan membantu pemberdayaan masyarakat. Potensi lahankosong di RT 11 & 12 untuk tempat usaha/pasar desa. cobek batu. utamanya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan dan peningkatan usaha kecil menengah. Ketersediaan alat pembuatan pakan ternak. Sumberdaya air yang melimpah. Usaha ikan hias/akuarium.

Membentuk sarjana penerus pembangunan yang mampu menghayati permasalahan yang kompleks yang dihadapi masyarakat dan belajar memecahkan permasalahan secara pragmatis dan interdisipliner. kepemimpinan. 7. 4. Membantu pemerintah dalam mempercepat laju pembangunan dan menyiapkan kader-kader pembangunan. dan kewirausahaan. dan kebutuhan masyarakat. 3. volume 143 m³ dengan dana Rp 120. antara lain : 1. 7 . volume 200 m² dengan dana Rp 80. yang meliputi Nasionalisme dan Jiwa Pancasila.000.000. Pembangunan Gedung Hijau Pembangunan ini dilaksanakan pada tahun 2015 di dusun Karangaom RW 004 dan di resmikan pada tahun 2015 oleh Bupati Kendal dr. Program Pembangunan Desa yang telah ada Berikut program kerja desa Karanganom yang telah terlaksana sampai dengan tahun 2017. 3. 1.00 . Pembangunan Rabat Beton Pembangunan ini dilaksanakan pada tahun 2015 di Dusun Karanganom RT 14 – 15 RW 004. Widya Kandi Susanti. Pembangunan Foodcourt Pembangunan ini dilaksanakan pada tahun 2015 di Dusun Peniten RT 005 RW 001. 2. Pembangunan Rabat Beton Pembangunan ini dilaksanakan pada tahun 2015 di Dusun Karanganom RT 019 RW 004 dengan volume 28 m³ yang menghabiskan dana Rp 25. pembangunan. Keuletan yang didasarkan pada etos kerja dan tanggung jawab.000. 6.00 . 5.000.3. 4. Mendekatkan Lembaga Pendidikan Tinggi pada masyarakat untuk penyesuaian dengan tuntutan pemberdayaan.00. Hj. MM. guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.000. Pembangunan Kebun Budidaya Jambu Air Citra dan Pepaya California Pembangunan ini dilaksanakan pada tahun 2015 bersamaan dengan dibangunnya gedung hijau.000. Menanamkan nilai kepribadian. 5. serta kemandirian. Mengembangkan kerjasama antardisiplin ilmu dan antar lembaga.

6. Data primer didapatkan dari wawancara dan observasi langsung dengan kepala desa. yaitu pada tanggal 4 – 10 Januari 2018. Kegiatan lapangan dilakukan pada tanggal 4 Januari – 14 Februari 2018. Metode dan Sistematika Pembahasan Untuk menjalankan program Kuliah Kerja Nyata terdapat beberapa tahapan atau langkah kerja. Laporan Rencana Kerja merupakan syarat mahasiswa dapat melakukan program dan terjun ke masyarakat. 2. langkah selanjutnya adalah menganalisis dan memprioritaskan masalah. 5. 4. Program kerja bertujuan untuk mengatasi masalah yang ada. Observasi dilakukan dengan melihat potensi alam dan sarana dan prasarana yang ada di Desa Karanganom Data sekunder diperoleh dari Balai Desa berupa profil Desa Karanganom 3. Penyusunan Laporan Rencana Kerja (LRK) Penyusunan LRK dilakukan setelah program ditetapkan. 7. Survei Pendahuluan Survei pendahuluan bertujuan untuk mengeahui permasalahan dan potensi yang ada di Desa Karanganom.1. yaitu: 1. Pelaksanaan Program Program yang telah direncanakan selanjutnya dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Penyusunan Laporan Pelaksanaan Kerja (LPK) Penyusunan LPK merupakan kegiatan terakhir dari rangkaian kegiatan KKN penyusunan laporan dilakukan setelah program dilaksanakan. Prioritas masalah ditentukan dengan melihat kegawatan dan kemudahan untuk mengatasi. Pengumpulan Data dan Permasalahan Desa Pengumpulan data dan permasalahan Desa Karanganom dilakukan dengan melihat data primer dan sekunder. perangkat desa. selanjutnya membuat program kerja.4. Penentuan Program Kerja Setelah masalah diprioritaskan. masyarakat dan stake holder. 8 . Analisis Masalah dan Pemilihan Prioritas Masalah Setelah data terkumpul. Survei pendahuluan Tim I KKN UNDIP 2018 di Desa Karanganom dilaksanakan selama satu minggu.

Permasalahan Keilmuan (Monodisiplin) Adapun permasalahan yang ditemui saat survey adalah sebagai berikut: 1. Pelayanan dengan penggunaan Microsoft word dan excel hanya sedikit perangkat desa yang dapat menjalankannya 2. Terdapat kolam ikan di Gedung Hijau yang tidak dimanfaatkan dengan baik akibat minimnya pengetahuan dan keterampilan mengenai budidaya ikan sehingga menyebabkan kegagalan 4. Tidak adanya sarana dan prasarana penunjang edukasi untuk anak-anak di Desa Karanganom 7. Kebun jambu air citra belum dapat berbuah akibat kurangnya pengetahuan dan keterampilan akan budidaya tanaman jambu air citra 5. Kurang tersedianya sarana dan prasarana media informasi bagi masyarakat Desa Karanganom 2. Tanaman hias lidah mertua tumbuh banyak didepan pekarangan rumah dan tidak dimanfaatkan dengan baik 4. Belum adanya akun sosial media seperti instagram. Tidak adanya kegiatan atau aktvitas warga Desa Karanganom di Gedung Hijau sehingga tempat tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal 6.2. Kendal karena tidak adanya pengenalan profil dan potensi desa dalam bentuk visual (video) 2. Mangkraknya Gedung Hijau sebagai pusat kegiatan warga Desa Karanganom yang terlihat kumuh dan tidak terawat 3. dan email untuk Desa Karanganom 3. Weleri. Permasalahan Multidisiplin Adapun permasalahan yang ditemui saat survey adalah sebagai berikut: 1. Banyaknya sampah yang tidak terurus dan pengelolaan sampah yang belum maksimal di Desa Karanganom 9 . Kurang dikenalnya Desa Karanganom. BAB II BIDANG PERMASALAHAN 2.1. youtube chanel.

Warga di Desa Karanganom sudah memiliki ayam kampung. Bentuk penjualan usaha kecil menengah di Desa Karanganom belum menggunakan e- commerce dan masih menggunakan cara konvensional dengan tatap langsung antara penjual dengan pembeli 6. Curah hujan yang kembali tinggi serta sumber air yang melimpah di Desa Karanganom menyebabkan meningkatkan populasi nyamuk. Kecil. Perlunya test buta warna bagi anak-anak sebagai upaya pencegahan dini untuk mengarahkan minat dan bakat dalam dunia pendidikan dan pekerjaan 12. Belum terbentuknya UMKM (Usaha Mikro. Kurangnya pengetahuan warga dalam bidang maritim 17. Banyak peralatan rumah tangga yang berkarat masih dipakai 16.5. Kurangnya kepedulian warga tentang bahaya penggunaan minyak jelantah 13. Kurangnya informasi mengenai produk Daging yang ASUH (Aman Sehat Utuh dan Halal) 8. dan Menengah) di Desa Karanganom 7. Selain itu banyak sampah botol plastik yang tidak dimanfaatkan 10. Masyarakat setempat tidak memiliki lahan yang cukup untuk melakukan kegiatan bercocok tanam dan masyarakat kurang mengerti arti pentingnya budidaya tanaman hortikultura untuk keperluan skala rumah tangga 18. Kurang adanya pemahaman serta partisipasi masyarakat terhadap pengembangan Desa Karanganom sebagai desa hijau berbasis ketahanan pangan dan mulai banyak adanya alih fungsi lahan pertanian (areal persawahan) menjadi pemukiman 10 . Belum ada pengolahan limbah rumah tangga dari pihak desa serta kurangnya kesadaran masyarakat akan pembuangan limbah rumah tangga 11. namun belum dibudidayakan secara maksimal 9. Organisasi Pemuda di Desa Karanganom belum memiliki website sebagai pusat informasi mengenai profil organisasi tersebut maupun kegiatan yang berjalan 14. Petugas Posyandu merasa kesulitan dalam melakukan pencatatan pemeriksaan balita karena masih dilakukan secara manual 15.

daun kering atau lain sebagainya yang memiliki unsur karbon yang tinggi.1. Dengan penyuluhan serta pelatihan pemanfaatan limbah organic untuk pembuatan pupuk cair disekitar masyarakat diharapkan berkurangnya volume sampah dari limbah rumah tangga. Tujuan :  Masyarakat Desa Karanganom mengetahui arti penting Pemanfaatan limbah organic untuk pembuatan pupuk cair  Masyarakat DesaKaranganom mengetahui perbedaan sampah organic dan anorganikserta pemanfaatannya  Masyarakat Desa Karanganom dapat memanfaatkan limbah organic rumah tangga untuk pembuatan pupuk cair 11 . Pembuatan Pupuk Cair dari Limbah Organik Rumah Tangga (Naufa Helmi) 1. Kegiatan Keilmuan (Monodisiplin) A. Selain itu dengan dapat memproduksi pupuk cair sendiri. Bidang Kegiatan yang dipilih Bidang kegiatan yang dipilih adalah pertanian. Maksud. BAB III REALISASI KEGIATAN MAHASISWA KKN 3. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Penerapan pembuatan pupuk cair di Desa Karanganom secara sederhana dapat dilakukan dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga seperti sayur-sayuran. Hal ini dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah yang dapat dijadikan tempat budidaya tanaman dengan menggunakan pupuk hasil olahan pribadi. Latar belakang dipilihnya program Pembuatan pupuk cair di Desa Karanganom adalah permasalahan yang ditemui saat survey yaitu masih banyaknya sampah organic dan anorganik di lingkungan masyarakat yang tidak dimanfaarkan. 2. dapat memicu kesadaran masyarakat untuk mewujudkan ketahanan pangan dengan ditetapkannya Desa Karanganom sebagai “Kampung Hijau Berbasis Ketahanan Pangan” oleh Bupati Kendal pada tanggal 27 Mei 2015.

 Masyarakat Desa Karanganom mengetahui cara Pengolahan limbah organik menjadi pupuk cair Sasaran : Ibu-ibu PKK Desa Karanganom 3. Ibu-Ibu PKK sangat antusias dengan program kerja yang dilaksanakan. Kekuatan :  Warga Desa Karanganom antusias dalam pembuatan pupuk organik cair karena pupuk cair dapat lebih menyuburkan tanah 12 . 30 Januari 2018 pukul 16. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Kegiatan Pemanfaatan limbah organic sebagai pupuk cair di Desa Karanganom dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan. Sosialisasi dan penjelasan program kerja dilakukan dengan penyampaian maksud dan tujuan kegiatan serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan. Pengumpulan informasi awal atau survey dilakukan untuk mengetahui potensi sumber daya dan kelompok sasaran. Setelah itu dilakukan praktek pembuatan pupuk cair dalam media ember. dengan kelompok sasaran yaitu ibu-ibu PKK atau kelompok rumah tangga dalam satu Rukun Tetangga.00 WIB yang berlokasi di salah satu rumah warga di RT 13 dengan penyampaian materi tentang perbedaan sampah organik dan anorganik serta proses pembuatan pupuk cair dari limbah organik rumah tangga dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Analisis SWOT a. Adapun timeline kegiatan adalah sebagai berikut: 5 – 10 Januari 2018 : Survey 7 – 11 Januari 2018 : Persiapan alat dan bahan pembuatan limbah cair 12 .26 Januari 2018 : Proses pembuatan pupuk cair 27 Januari 2018 : Pengecekan hasil pupuk cair 15 – 22 Januari 2018 : Sosialisasi dan penjelasan program kerja KRPL 30 Januari 2018 : Pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Selasa. (Pemberian materi tentang sampah dan cara pembuatan pupuk cair dari limbah organik rumah tangga) 4. Persiapan dilakukan dengan mengumpulkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk proses pembuatan pupuk cair.

yaitu pengumpulan informasi awal atau survey. Setelah itu dilakukan praktek pembuatan pupuk cair dalam ember. Kegiatan Pembuatan pupuk cair di Desa Karanganom dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan. Latar belakang dipilihnya program Pembuatan perangkap nyamuk di Desa Karanganom adalah permasalahan yang ditemui saat survey yaitu curah hujan yang tinggiserta 13 . Hambatan :  Limbah rumah tangga belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga dapat digunakan sebagai pupuk dan pupuk cair dapat digunakan sebagai peluang usaha bisnis Kesimpulan : Program kerja Pembuatan pupuk cair dari limbah organic rumah tangga di Desa Karanganom telah berjalan dengan baik. Selain itu juga dapat mengurangi limbah organik rumah tangga b. dan mengandung berbagai macam mikroorganisme pengurai. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan penyampaian materi mengenai perbedaan sampah organic dan anorganik serta proses pembuatan pupuk cair. Bidang Kegiatan yang dipilih Bidang kegiatan yang dipilih adalah pertanian. Peluang :  Limbah rumah tangga belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga dapat digunakan sebagai pupuk dan pupuk cair dapat digunakan sebagai peluang usaha bisnis d. persiapan pengumpulkan alat dan bahan. Saran : Pemahaman akan pemanfaatan limbah organic menjadi pupuk cair perlu diterapkan menyeluruh pada rumah tangga di Desa Karanganom sehingga cakupannya dapat lebih luas. Kelemahan :  Dalam proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu 14 hari c. sosialisasi dan penjelasan program. B. dan praktek pembuatan pupuk cair. Pembuatan Perangkap Nyamuk dari Gula Merah dan Ragi (Naufa Helmi) 1.

Maksud. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Kegiatan Pembuatan perangkap nyamuk di Desa Karanganom dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan. Persiapan dilakukan dengan mengumpulkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk proses pembuatan perangkap nyamuk.00 WIB yang berlokasi di salahsatu rumah warga RT 16 dengan penyampaian materi mengenai pembuatan perangkap nyamuk dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Setelah itu dilakukan praktek pembuatan perangkap nyamuk. yang. Pengumpulan informasi awal atau survey dilakukan untuk mengetahui potensi sumber daya dan kelompok sasaran. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Kamis. Dengan adanya pemberian materi mengenai pembuatan perangkap nyamuk serta praktek pembuatan perangkap nyamuk dengan memanfaatkan limbah botol bekas. Adapun timeline kegiatan adalah sebagai berikut: 14 . Tujuan :  Masyarakat Desa Karanganom mengetahui cara membuat perangkap nyamuk  Diharapkan dengan adanya program ini dapat menjadi alternatif cara mengurangi wabah DB maupun DBD di Desa Karanganom. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Penerapan pembuatan perangkap di Desa Karanganom secara sederhana dapat dilakukan dengan memanfaatkan limbah anorganil rumah tangga seperti botol air mineral untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk yang dikarenakan curah hujan yang tinggi. dengan kelompok sasaran yaitu ibu-ibu PKK Desa Karanganom. 1 Februari 2018 pukul 16. Sosialisasi dan penjelasan program kerja dilakukan dengan penyampaian maksud dan tujuan kegiatan serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan. 2. Sasaran : Ibu-ibu PKK Desa Karanganom 3. banyak genangan air yang dapat menyebabkan meningkatnya perkembangbiakan nyamuk yang cukup pesat.

Kelemahan :  Perangkap nyamuk baru mulai bekerja setelah beberapa hari  Kondisi operasi proses pembuatan yang kurang tepat mengurangi kefektivan kerja perangkap nyamuk c. Kesimpulan : Program kerja Pembuatan perangkap nyamuk di Desa Karanganom telah berjalan dengan baik. (Pemberian materi dan praktek pembuatan perangkap nyamuk) 4. 5 – 10 Januari 2018 : Survey 7 – 14 Januari 2018 : Persiapan alat dan bahan pemeraman 9 Januari 2018 : Pembuatan perangkap nyamuk 10 Januari 2018 : Tes perangkap nyamuk 15 – 30 Januari 2018 : Sosialisasi dan penjelasan program kerja 7 Februari 2018 : Pelaksanaan kegiatan. Kekuatan :  Belum ada pengetahuan mengenai pembuatan perangkap nyamuk ini sebelumnya  Biaya yang dibutuhkan sedikit  Cara pembuatan mudah  Mendapat respon positif dari ibu-ibu PKK b. 15 . Analisis SWOT a. Ibu-ibu PKK Desa Karanganom telah mengetahui cara pembuatan perangkap nyamuk sesuai dengan kaidah yang baik dan benar. Hambatan :  Rasa ingin tahu ibu-ibu PKK tentang program ini sangat tinggi akan tetapi minat untuk membuat perangkap nyamuk sendiri masih rendah. Peluang :  Mengisi waktu luang ibu-ibu d.

2. Saran : Pembuatan perangkap nyamuk perlu di sosialisasikan lebih gencar lagi agar seluruh masyarakat mengenal dan ikut berpartisipasi aktif dalam pengelolaannya. Kawasan Rumah Pangan Lestari (Vq Pinasthika) 1. Tujuan :  Adanya peran aktif masyarakat Desa Karanganom dalam mewujudkan kampung hijau berbasis ketahanan pangan melalui KRPL  Masyarakat Desa Karanganom mengetahui arti penting KRPL dalam mewujudkan ketahanan pangan  Masyarakat Desa Karanganom dapat memanfaatkan pekarangan rumah dengan optimal melalui budidaya tanaman hortikultura 16 . mendorong diversifikasi pangan dan gizi berbasis sumber daya lokal. Bidang Kegiatan yang dipilih Bidang kegiatan yang dipilih adalah pertanian. Halini bertujuan agar desa Karanganom terhindar dari nyamuk. C. Maksud. Selain itu masyarakat setempat tidak memiliki lahan yang cukup untuk melakukan kegiatan bercocok tanam serta masyarakat kurang mengerti arti pentingnya budidaya tanaman hortikultura untuk keperluan skala rumah tangga. yang berakibat dapat mendorong kesejahteraan rumah tangga dan ekonomi di pedesaan. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Penerapan KRPL di Desa Karanganom secara sederhana dapat dilakukan dengan pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman sehingga dapat mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga. sekaligus menjadi sumber tambahan pendapatan rumah tangga. Latar belakang dipilihnya program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Karanganom adalah permasalahan yang ditemui saat survey yaitu kurang adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan dengan ditetapkannya Desa Karanganom sebagai “Kampung Hijau Berbasis Ketahanan Pangan” oleh Bupati Kendal pada tanggal 27 Mei 2015.

Adapun timeline kegiatan adalah sebagai berikut: 5 – 10 Januari 2018 : Survey 7 – 14 Januari 2018 : Persiapan alat dan bahan pemeraman dan vertikultur 9 Januari 2018 : Perkecambahan benih 10 Januari 2018 : Persiapan media tanam dan tray semai 10 – 30 Januari 2018 : Pemeliharaan bibit 15 – 22 Januari 2018 : Sosialisasi dan penjelasan program kerja KRPL 17 .  Masyarakat Desa Karanganom mengetahui cara budidaya tanaman yang baik dan benar  Masyarakat Desa Karanganom mampu memanfaatkan sampah yang tidak terpakai yang digunakan untuk media menanam Sasaran : Ibu-ibu PKK Desa Karanganom 3. dengan kelompok sasaran yaitu ibu-ibu PKK atau kelompok rumah tangga dalam satu Rukun Tetangga. dan perawatan bibit. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Selasa. Kemudian melakukan perkecambahan benih. juga penanaman dalam polybag sebagai upaya pemanfaatan pekarangan rumah. pemindah tanaman bibit. Pengumpulan informasi awal atau survey dilakukan untuk mengetahui potensi sumber daya dan kelompok sasaran. persemaian benih. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari di Desa Karanganom dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan. 30 Januari 2018 pukul 16. Sosialisasi dan penjelasan program kerja dilakukan dengan penyampaian maksud dan tujuan kegiatan serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan. Setelah itu dilakukan praktek pembuatan vertikultur sebagai salah satu cara pemanfaatan sampah yang tidak terpakai berupa botol bekas sebagai media penanaman. Persiapan dilakukan dengan mengumpulkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk proses pemeraman benih dan pembuatan vertikultur.00 WIB yang berlokasi di salah satu rumah warga di RT 13 dengan penyampaian materi mengenai kawasan rumah pangan lestari dan cara budidaya yang baik dan benar dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Ibu-Ibu PKK sangat antusias dengan program kerja yang dilaksanakan.

Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari di Desa Karanganom dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan. persiapan pengumpulkan alat dan bahan. perkecambahan benih. 30 Januari 2018 : Pelaksanaan kegiatan. Peluang :  Terdapat banyak sampah berupa botol bekas yang tidak terpakai di Desa Karanganom  Adanya sampah organik yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk sebagai pendukung budidaya tanaman d. pemindah tanaman bibit. sosialisasi dan penjelasan program. Hambatan :  Cuaca yang sedang tidak mendukung untuk budidaya tanaman  Banyak hama yang mengganggu tanaman Kesimpulan : Program kerja kawasan rumah pangan lestari (KRPL) di Desa Karanganom telah berjalan dengan baik. persemaian benih. yaitu pengumpulan informasi awal atau survey. Kelemahan :  Kurang adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan  Masyarakat setempat tidak memiliki lahan yang cukup untuk melakukan kegiatan bercocok tanam  Masyarakat kurang mengerti arti pentingnya budidaya tanaman hortikultura untuk keperluan skala rumah tangga c. Analisis SWOT a. Pelaksanaan kegiatan dilakukan 18 . dan perawatan bibit. Kekuatan :  Ditetapkannya Desa Karanganom sebagai “Kampung Hijau Berbasis Ketahanan Pangan” oleh Bupati Kendal pada tanggal 27 Mei 2015  Beberapa rumah tangga telah menerapkan pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman b. (Pemberian materi KRPL dan cara budidaya yang baik dan benar serta pembuatan vertikultur dan penanaman dalam polybag) 4.

yaitu komoditasnya memiliki keragaman horizontal sehingga dapat memenuhi kebutuhan bibit anggota 19 . yaitu komoditas yang ada di KBD dapat diproduksi secara berkelanjutan. Kebun Bibit Desa (Vq Pinasthika) 1. Bidang Kegiatan yang dipilih Bidang kegiatan yang dipilih adalah pertanian. Latar belakang dipilihnya program Kebun Bibit Desa (KBD) di Desa Karanganom adalah permasalahan yang ditemui saat survey yaitu kurang adanya pemahaman serta partisipasi masyarakat terhadap pengembangan Desa Karanganom sebagai desa hijau berbasis ketahanan pangan dan mulai banyak adanya alih fungsi lahan pertanian (areal persawahan) menjadi pemukiman. maka perlu adanya upaya yang dilakukan untuk mengusahakan tercapainya ketahanan pangan. Fungsi Kebun Bibit Desa antara lain yaitu (1) Fungsi Produksi dan Distribusi. Saran : Kawasan Rumah Pangan Lestari perlu diterapkan menyeluruh pada rumah tangga di Desa Karanganom sehingga cakupannya dapat lebih luas. Selain itu perlu adanya konsistensi anggota rumah pangan lestari dalam hal ini ibu-ibu PKK. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Kebun Bibit Desa adalah suatu kebun tempat produksi dan distribusi bibit milik warga yang pengelolaan dibentuk oleh masyarakat yang bersangkutan. Seiring dengan pertambahan penduduk dan alih fungsi lahan pertanian. 2. Setelah itu dilakukan praktek pembuatan vertikultur dan penanaman dalam polybag sebagai optimalisasi pekarangan rumah. dengan penyampaian materi mengenai kawasan rumah pangan lestari dan cara budidaya yang baik dan benar. Potensi Desa Karanganom sebagai desa hijau berbasis ketahanan pangan harus terus dikembangkan dengan pembuatan Kebun Bibit Desa untuk upaya pengembangan RPL untuk tujuan peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarkat. (2) Fungsi Keberagaman. Maksud. D.

Ibu-Ibu PKK sangat antusias dengan program kerja yang dilaksanakan. Selain itu juga dilakukan pemasangan spanduk “Kebun Bibit Desa” ditempat pembibitan. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Kegiatan Kebun Bibit Desa di Desa Karanganom dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan. 7 Februari 2018 pukul 13. Pengumpulan informasi awal atau survey dilakukan untuk mengetahui potensi sumber daya dan kelompok sasaran. rumah pangan lestari. Sosialisasi dan penjelasan program kerja dilakukan dengan penyampaian maksud dan tujuan kegiatan serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan. kreatif. yaitu dapat memberikan nuansa yang nyaman. (4) Fungsi Keberlanjutan.30 WIB yang berlokasi di Balai Desa Karanganom dengan penyampaian materi mengenai Kebun Bibit Desa dan cara pembibitan yang baik dan benar dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. dengan kelompok sasaran yaitu ibu-ibu PKK Desa Karanganom. Tujuan :  Adanya peran aktif masyarakat Desa Karanganom dalam mewujudkan kampung hijau berbasis ketahanan pangan melalui Kebun Bibit Desa  Masyarakat Desa Karanganom mengetahui cara pembibitan tanaman yang baik dan benar Sasaran : Ibu-ibu PKK Desa Karanganom 3. (3) Fungsi Estetika dan Lingkungan. sehat. Adapun timeline kegiatan adalah sebagai berikut: 5 – 10 Januari 2018 : Survey 7 – 14 Januari 2018 : Persiapan alat dan bahan pemeraman 9 Januari 2018 : Perkecambahan benih 20 . Persiapan dilakukan dengan mengumpulkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk proses pemeraman benih dan persemaian. juga pemindah tanaman dalam polybag. ramah. Setelah itu dilakukan praktek pembibitan. yaitu dapat dikelola secara profesional untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Rabu. serta sejuk di lingkungan sekitar.

Ibu-ibu PKK Desa Karanganom telah mengetahui cara pembibitan dan pengelolaan sesuai dengan kaidah yang baik dan benar. (Pemberian materi KBD dan cara pembibitan yang baik dan benar serta praktek pembibitan dan pemindah tanaman dalam polybag) 4. 10 Januari 2018 : Persiapan media tanam dan tray semai 15 – 30 Januari 2018 : Sosialisasi dan penjelasan program kerja KBD 7 Februari 2018 : Pelaksanaan kegiatan. Kelemahan :  Kurang adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan  Masyarakat kurang mengerti arti pentingnya budidaya tanaman hortikultura untuk keperluan skala rumah tangga  Belum adanya kebun bibit desa di Desa Karanganom c. Kekuatan :  Ditetapkannya Desa Karanganom sebagai “Kampung Hijau Berbasis Ketahanan Pangan” oleh Bupati Kendal pada tanggal 27 Mei 2015  Beberapa rumah tangga telah menerapkan pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman b. Terbentuknya Kebun Bibit Desa yaitu sebagai suatu kebun tempat produksi dan distribusi bibit milik warga yang pengelolaan dibentuk oleh masyarakat yang bersangkutan. Hambatan :  Cuaca yang sedang tidak mendukung untuk budidaya tanaman  Banyak hama yang mengganggu tanaman Kesimpulan : Program kerja kebun bibit desa (KBD) di Desa Karanganom telah berjalan dengan baik. Analisis SWOT a. Peluang :  Adanya sampah organik yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk sebagai pendukung budidaya tanaman d. 21 .

Saran :

Kebun Bibit Desa perlu di sosialisasikan lebih gencar lagi agar seluruh
masyarakat mengenal dan ikut berpartisipasi aktif dalam pengelolaannya.
Selain itu perlu adanya konsistensi pengurus KBD dalam hal ini ibu-ibu PKK.

E. Bank Sampah Desa Karanganom (Citra Riandika)
1. Bidang Kegiatan yang dipilih
Jumlah penduduk terus meningkat, begitu pula pola konsumsi. Setiap
kegiatan manusia pasti menghasilkan sampah yang jumlah dan volumenya
berbanding lurus dengan tingkat konsumsi barang yang digunakan sehari –
hari, serta jenis sampah juga tergantung dari material yang dikonsumsi.
Sehingga pengelolaan sampah merupakan permasalahan yang sangat krusial.
Masyarakat dalam mengelola sampah masih bertumpu pada unsur penimbulan
sampah kemudian dilakukan pembuangan atau pemusnahan dengan dibakar
atau dibuang ke sungai serta sampah dikumpulkan dan dibuang ketempat
pemrosesan akhir sampah. Pengelolaan sampah dengan system ini dapat
menimbulkan masalah baru ditempat lain, karena kapasitas TPA sudah tidak
mampu lagi menampung jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat. Sistem
ini juga menyebabkan masyarakat menjadi resisten terhadap TPA, karena
dianggap menimbulkan polusi dan merugikan.
Setiap orang harus diberikan pemahaman dan penyadaran tentang
pengelolaan sampah yang benar, sehingga akan terbentuk karakter pola hidup
bersih dan sehat. Salah satu upaya pengelolaan sampah yang perlu
dikembangkan adalah dengan melibatkan peran serta masyarkat untuk
bersama – sama mengelola sampah secara mandiri dan produktif. Pokok
kegiatan dalam upaya pemberdayaan masyarakat untuk mengelola sampah
secara mandiri dan produktif adalah adanya perubahan perilaku dalam
menangani sampah, penyediaan teknologi tepat guna dan menjaga
keberlanjutan program pengelolaan sampah (bank sampah). Mendaur ulang
semua sampah dan mengembalikannya ke perekonomian masyarakat adalah
suatu alternatif yang sangat menjanjikan, baik terwujudnya lingkungan yang
sehat maupun meningkatkan perekonomian masyarakat.

22

2. Maksud, Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai
Maksud :
Kegiatan bank sampah memiliki konsep pengumpulan sampah kering
dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan tetapi yang
ditabung bukan uang melainkan sampah. Bank sampah dapat dijadikan solusi
untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman untuk masyarakat.

Tujuan :
Tujuan dari program ini adalah memberikan contoh kepada masyarakat
agar lebih memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memberikan
manfaat ekonomi dari sampah itu sendiri.

Sasaran :
Sasaran Program ini adalah Masyarakat di Desa Karanganom.

3. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut
Kegiatan diawali dengan pelatihan dan sosialisasi Bank sampah di PKK
– PKK desa pada hari senin tanggal 15 Januari 2018 dan hari sabtu pada
tanggal 20 Januari 2018 yang bertempat di salah satu rumah warga RW 03
Desa Karanganom , diakhiri dengan praktik langsung pelaksanaan Bank
Sampah.Sistem dari kegiatan ini adalah setiap hari jumat pukul 15.00 sampai
selesai para pelaku bank sampah keliling Desa Karanganom untuk mengambil
sampah di rumah - rumah warga. Setiap warga yang menyetor sampah
mendapatkan buku tabungan, stiker dan karung sebagai tempat untuk
mengumpulkan sampah. Sampah yang terkumpul akan dikumpulkan dirumah
mas Murklis selaku ketua IPSENA (Ikatan Pemuda Serbaguna).
Antusiasme dari masyarakat yang tinggi sangat membantu
keberlangsungan kegiatan ini. Kegiatan bank sampah diharapkan dapat
berlangsung seterusnya sehingga tidak terhenti setelah selesainya kegiatan
KKN, masyarakat desa Karanganom lebih peduli terhadap kelestarian
lingkungan serta pemerintah dapat menyediakan tossa untuk mengangkut
sampah dari warga . Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah para pelaku bank
sampah lebih aktif dalam melaksanakan kegiatan agar pengelolaan sampah
berjalan dengan maksimal.

23

4. Analisis SWOT
a. Kekuatan :
 Bahan baku tempat sampah plastik dan non plastik yang tersedia
mencukupi
b. Kelemahan :
 Pelatihan dan penyuluhan Bank Sampah sudah pernah dilakukan
sebelumnya namun kesadaran masyarakat tentang kelestarian
lingkungan sangat minim
c. Peluang :
 Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh rasa ingin
tahu
d. Hambatan :
 Waktu dan tenaga pelaksanaan pengambilan sampah di rumah –
rumah warga kurang memadai

Kesimpulan :

Kegiatan bank sampah bisa memberikan contoh kepada masyarakat lebih
peduli terhadap kebersihan lingkungan serta memberikan manfaat ekonomi dari
sampah itu sendiri.

Saran :

Masyarakat lebih peduli akan kelestarian lingkungan dan semakin sadar
bahwa sampah bisa memberikan manfaat ekonomi jika dikelola secara baik

F. Pembuatan Terarium (Citra Riandika)
1. Bidang Kegiatan yang dipilih
Membudidayakan tanaman hias adalah hobi yang digemari masyarakat.
Selain bisa memberi udara segar, aneka tanaman hias tersebut mampu
mempercantik hunian. Kebiasaan menanam pohon semakin popular seiring
merebaknya gaya hidup alami. Meski banyak manfaatnya, banyak masyarakat
mengalami kesulitan. Semakin sempitnya lahan, khususnya di daerah
perkotaan, membuat masyarakat tak lagi memiliki ruang terbuka di rumah. Hal
tersebut merupakan peluang bisnis yang besar untuk pelaku terrarium, pelaku
bisnis menawarkan alternatif tanaman dengan bentuk yang unik. Rata – rata

24

tanaman yang digunakan dapat menyerap sinar radiasi alat elektronik seperti TV serta kerajinan tersebut dapat dijual dengan harga ekonomis. Terrarium dapat mensimulasikan kondisi dialam yang sebenarnya dalam media kaca tersebut. pihak yang tertarik membeli terrarium adalah perempuan atau ibu rumah tangga. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Terarium menampilkan tanam miniatur dalam media kaca. 2. dimana ibu – ibu sangat antusias ingin membuat terrarium sendiri namun bahan yang dibawa kurang 25 . Kegiatan pembuatan terrarium dapat dijadikan sebagai usaha sampingan masyarakat sebagai bentuk pengaplikasian kreativitasnya. 3. yang dapat dijual dengan harga tinggi. Namun pasar terrarium sebenarnya terbilang luas. maka dari itu terrarium memiliki prospek pasar yang bagus. Misalnya terrarium dapat mensimulasikan ekosistem gurun. Kegiatan ini diterima baik oleh masyarakat dengan antusiasme tinggi saat kegiatan berlangsung. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Program ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi pengenalan terarium. Sasaran : Sasaran program ini adalah ibu rumah tangga dan pemuda – pemudi di Desa Karanganom. Banyak bapak – bapak atau anak muda yang membeli akuarium tanaman ini sebagai hadiah bagi keluarga atau teman. Tujuan : Tujuan dari program ini adalah memberikan pengetahuan kepada ibu - ibu bahwa terarium dapat menjadi tanaman hias yang sangat efektif diletakkan dalam rumah. praktik pembuatan terarium serta tanya jawab mengenai apa saja manfaat dan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat terrarium pada hari kamis tanggal 1 Februari 2018 yang bertempat di rumah warga RT 15 RW 04 Desa Karanganom. Maksud. ekosistem padang pasir. ekosistem hutan hujan tropis dan lainnya.

Buta warna merupakan berkurangnya kualitas penglihatan terhadap warna yang umumnya diturunkan kepada anak dari orang tua sejak dilahirkan. mencukupi sehingga peserta yang hadir tidak dapat melakukan pembuatan terrarium secara serempak. 26 .masing. Penderita buta warna cenderung mengalami kesulitan saat melihat warna merah. hijau. Peluang : Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh rasa ingin tahu d. Saran : Seharusnya disediakan alat dan bahan yang mencukupi jumlah peserta Ibu- ibu PKK sehingga setiap orang dapat mempraktikkan masing . Analisis SWOT a. Tes Buta Warna Berbasis Bahasa Pemrograman MATLAB (Fitri Khalimatus) 1. 4. Bidang Kegiatan yang dipilih Bidang kegiatan yang dipilih adalah kesehatan. Hambatan :  Keterbatasan waktu dan bahan dalam penyuluhan mengenai terarium Kesimpulan : Kegiatan pelatihan dan pembuatan terrarium dapat memberikan contoh kepada masyarakat dalam mengapresiasikan kreativitasnnya yang dapat dijadikan sebagai usaha sampingan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. diperlukan tes buta warna sebagai upaya diagnosis buta warna dini. Untuk memudahkan dalam mengarahkan minat dan bakat mereka dalam dunia pendidikan dan pekerjaan nantinya. Kekuatan :  Bahan baku yang digunakan mudah didapat b. memiliki waktu yang cukup untuk mengobati buta warna sebelum akhirnya terjun dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan. Jumlah anak-anak di desa Karanganom tergolong tinggi. Kelemahan :  Bahan yang dibawa terbatas c. G. Hal tersebut sebanding dengan minat dan bakat mereka. Upaya ini dilakukan agar anak-anak yang terindikasi buta warna.

2. 27 Januari 2018 di SD Negeri 2 Karanganom. Program ini dilaksanakan pada Sabtu. Tujuan : Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan informasi kepada pihak sekolah ataupun keluarga terkait kondisi mata anak melalui tes buta warna sehingga akan ada tindak lanjut dari pihak sekolah ataupun keluarga terkait. Maksud. Adapun kegiatan ini dilaksanakan dengan tahapan kegiatan seperti berikut: 27 . misalnya dalam pengarahan bakat dan minatnya nanti. diharapkan anak dapat lebih mudah diarahkan untuk memilih hal-hal yang berkaitan dengan pengambilan keputusan di masa yang akan datang. khususnya anak kelas 6 SD Negeri 2 Karanganom. Hal tersebut dapat berpengaruh pada proses adaptasi anak pada lingkungan. biru atau campuran warna-warna tersebut. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Maksud program Tes Buta Warna adalah untuk memberikan diagnosis dini terkait buta warna kepada anak. 3. Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari siswa kelas 6 SD Negeri 2 Karanganom. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Kegiatan ini diawali dengan pengarahan tentang pentingnya diagnosis buta warna sejak dini serta pentingnya tes buta warna dan kemudian dilanjutkan dengan tes buta warna secara bergantian. Sasaran : Sasaran kegiatan ini adalah anak-anak. seperti pada proses belajar dan bingung membedakan warna lampu lalu lintas. Hasil tes buta warna akan diketahui secara otomatis setelah selesai menjawab semua soal yang berjumlah 38 butir yang terdiri dari tipe angka dan garis. Rekapitulasi hasil tes buta warna ini kemudian diberikan kepada pihak sekolah terkait untuk ditindak-lanjuti sesuai kebijakan sekolah tersebut. Tes buta warna ini menggunakan bahasa pemrograman MATLAB yang telah dicoding sebelumnya. Melalui program ini.

20/01/2018 Persiapan alat dan yang dibutuhkan 6. 27/01/2018 Evaluasi kegiatan 4. 4/01/2018 Perkenalan dan survey permasalahan ke perangkat desa 2. 17/01/2018 Sosialisasi program kerja 5. Kelemahan :  Setiap tipe nomer dan garis yang diteskan selalu sama c. sehingga menarik minat para anak  Hasil tes buta warna dapat diketahui secara langsung setelah program dijalankan b. 27/01/2018 Pelaksanaan kegiatan di SD Negeri 2 Karanganom 7. Hambatan :  Sulit mengkondisikan anak lain yang belum maupun sudah melakukan tes buta warna. Analisis SWOT a. Sabtu. Jumat. 12/01/2018 Analisis permasalahan 4. Rabu. karena tes buta warna dilakukan bergiliran Kesimpulan : Berdasarkan hasil program tes buta warna menggunakan MATLAB yang telah dilaksanakan pada anak kelas 6 SD Negeri 2 Karanganom. 10/01/2018 Perkenalan dan survey permasalahan ke SD Negeri 2 Karanganom 3. Kamis. Melalui program ini diharapkan anak dapat lebih mudah diarahkan untuk 28 . 1. dapat memberikan informasi kepada pihak sekolah ataupun keluarga terkait kondisi mata anak melalui tes buta warna sehingga akan ada tindak lanjut dari pihak sekolah ataupun keluarga terkait. Sabtu. Rabu. Sabtu. Peluang :  Belum pernah ada tes buta warna yang dilakukan di SD Negeri 2 Karanganom  Diagnosa buta warna dini bersifat sangat penting sebagai sarana untuk mengarahkan bakat dan minat anak  Pihak sekolah sangat mendukung diadakannya kegiatan ini d. Kekuatan :  Merupakan metode tes buta warna baru.

atau yang biasa disebut minyak jelantah. 4. Sehingga minyak jelantah dapat digunakan kembali tanpa mengandung residu yang berbahaya bagi kesehatan manusia. namun pada kelas lain seperti kelas 3. 2. Menurut dunia kesehatan. Saran : Seharusnya program ini tidak hanya di lakukan pada anak kelas 6 SD saja. 29 . Namun sangat disayangkan karena minyak goreng tersebut digunakan berulang-ulang kali bahkan lebih dari tiga kali. warga tidak lagi menggunakan minyak jelantah untuk menggoreng makanan. Tujuan : Tujuan dari program ini adalah memberikan kesadaran pada warga tentang bahaya minyak jelantah serta cara untuk menjernihkannya. misalnya dalam bakat dan minatnya anak. Bidang Kegiatan yang dipilih Bidang program yang dipilih adalah kesehatan. Untuk itu. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Maksud dari program filtrasi minyak jelantah adalah memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang metode penjernihan minyak jelantah yang efektif. Namun karena keterbatasan waktu dan padatnya mata pelajaran. Filtrasi Minyak Jelantah Menggunakan Arang Kayu (Fitri Khalimatus) 1. dan 5. minyak jelantah dapat berdampak buruk bagi kesehatan konsumen. utamanya untuk menggoreng makanan. program ini hanya dilakukan oleh anak kelas 6 SD Negeri 2 Karanganom. Sehingga setelah diadakan program ini. Maksud. memilih hal-hal yang berkaitan dengan pengambilan keputusan di masa yang akan datang. Minyak goreng merupakan salah satu bahan yang sering digunakan oleh ibu-ibu desa Karanganom. dibutuhkan pengetahuan untuk menyaring minyak jelantah agar tetap bersih dan sehat meskipun telah digunakan berulang-ulang. H.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tahapan kegiatan seperti berikut: Sabtu. 15/01/2018 Persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan Selasa. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada warga terkait pengertian umum. Warga terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. 20/01/2018 Pelaksanaan kegiatan Sabtu. 20 Januari 2018. 20/01/2018 Evaluasi kegiatan 4. hal tersebut dibuktikan dengan keaktifan warga dalam bertanya terkait proses penjernihan minyak jelantah. dampak dan bahaya minyak jelantah bagi kesehatan. 6/01/2018 Perkenalan dan survey permasalahan ke masyarakat Selasa. serta metode yang tepat dalam melakukan penjernihan minyak jelantah dengan menggunakan arang kayu. Kekuatan :  Arang merupakan bahan yang optimal dalam penjernihan minyak jelantah  Metode dan bahan penjernihan yang digunakan mudah dan sederhana b. Kelemahan :  Minyak hasil penjernihan tidak sepenuhnya bebas residu sehingga hanya disarankan maksimal dua kali pemakaian 30 . Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Program filtrasi minyak jelantah terdiri dari sosialisasi dan praktek. dilanjutkan dengan praktek penjernihan minyak jelantah menggunakan bahan utama berupa arang kayu. Program penjernihan minyak jelantah ini dilaksanakan saat kegiatan PKK RT 11 dan 12 Dukuh Kanayan Desa Karanganom pada Sabtu. 3. Setelah sosialisasi. Analisis SWOT a. 16/01/2018 Uji coba alat dan bahan Sabtu. Sasaran : Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK RT 11 dan 12 Dusun Kanayan Desa Karanganom. 9/01/2018 Perkenalan dan survey permasalahan ke ketua RT Rabu. 10/01/2018 Analisis permasalahan Senin.

diperoleh minyak yang bersih dan aman untuk dikonsumsi kembali. Bidang Kegiatan yang dipilih Bidang kegiatan yang dipilih adalah komputer. sehingga warga dapat langsung mempraktekkan sendiri di tempat. 2. Saran : Sebaiknya disediakan bahan dan alat yang mencukupi jumlah warga yang datang pada saat praktek. diharapkan pekerjaan perangakat desa dapat lebih mudah dilakukan dengan dibantunya menggunakan aplikasi Microsoft word dan excel misalnya pada pembuatan 31 . Maksud. Melalui program ini. Hambatan :  Filtrasi hasil endapan minyak jelantah dengan arang kayu hanya dapat menggunakan kain dengan kerapatan yang tinggi Kesimpulan : Berdasarkan program kerja yang telah dilaksanakan. c. masyarakat dapat lebih menyadari akan bahaya minyak jelantah serta dapat menjernihkan minyak jelantah menggunakan bahan dan metode sederhana. I. Dari metode tersebut. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Maksud program ini adalah untuk memberikan pelatihan Microsoft word dan excel pada perangakat desa Karanganom. Pelatihan Microsoft Word dan Excel kepada Perangkat Desa Karanganom (Anjar Nugroho) 1. Pemilihan program pelataihan Microsoft word dan excel ini dikarenakan perangakt desa Karanganom belum dapat mengoperasikan aplikasi tersebut. Peluang :  Arang kayu sangat mudah ditemukan dan harganya relatif sangat murah  Banyak warga belum mengetahui bahaya penggunaan minyak jelantah bagi kesehatan  Minyak jelantah biasanya dibuang dan tidak dipakai lagi d.

3. Kekuatan :  Pelatihan ini dapat meningkatkan produktifitas pekerjaan pada perangkat desa Karanganom. surat kuasa. Program ini dilaksanakan pada Senin.  Terdapatnya perangkat laptop dan Wifi di kelurahan Karanganom. Tujuan : Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pelatihan penggunaan Microsoft word dan excel kepada perangkat desa karanganom sehingga perangkat desa dapat menggunakan aplikasi tersebut dengan lancar dan terbiasa. Kelemahan :  Perangkat desa belum dapat mengoperasikan Microsoft word dan excel.Kegiatan ini diawali dengan pengarahan tentang pentingnya penggunaan Microsoft word dan excel pada perangkat desa dan dalam kehidupan sehari-hari kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan surat kuasa pada Microsoft word dan juga pendataan warga Karanganom pada Microsoft excel. 22 Januari 2018 di balai desa Karanganom. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Hasil yang ingin dicapai pada program ini adalah perangkat desa dapat terbiasa dan lancar dalam menggunakan Microsoft word dan excel dalam memudahkan pekerjaan di kelurahan Karanganom. Sasaran : Sasaran kegiatan ini adalah perangkat desa Karanganom. c. pendataan warga Karanganom dan lain sebagainya. surat pengantar. Pelatihan ini menggunakan aplikasi Microsoft office 2017 word dan excel. Tindak lanjut yang dilakukan yaitu pendampingan oleh mahasiswa KKN UNDIP kepada perangakat desa dalam mengoperasikan Microsoft word dan excel. Peluang :  Pelatihan dilakukan setelah 10 hari pengadaan laptop baru pada perangkat desa Karanganom 32 . b. Analisis SWOT a. 4.

memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang penggunaan sosial media untuk promosi potensi desa Karanganom. Dengan adanya sosial media. para perangkat desa menjadi lebih paham dan mengetahui cara mengoperasikan laptop. Maksud. Sehingga produk-produk dari desa Karanganom dapat terjual hingga luar daerah. khususnya pada penggunaan Microsoft word dan excel untuk memudahkan pekerjaan di kelurahan desa Karanganom. dan lain sebagainya.  Perangakat desa kebanyakan belum dapat mengoperasikan laptop  Pihak kelurahan sangat mendukung diadakannya kegiatan ini d. Program ini dipilih karena terdapat beberapa potensi desa Karanganom yang belum dipromosikan seperti pindang. ternak ayam. Hambatan :  Terbatasnya laptop yang dapat digunakan. Bidang Kegiatan yang dipilih Bidang program yang dipilih adalah komputer. 2. presto. J. Saran : Program ini hanya dilakukan pendampingan ketika mahasiswa KKN UNDIP berada di lokasi. 33 . lovebird. Pelatihan dan Pembuatan Sosial Media kepada Perangkat Desa Karanganom (Anjar Nugroho) 1. Diharapkan kedepanya perangkat desa Karanganom dapat mengoperasikan Microsoft word dan excel dengan lancar meskipun tidak didampingi lagi oleh mahasiswa KKN UNDIP. diharapkan potensi tersebut dapat diketahui banyak orang dan meningkatkan pendapatan di desa Karanganom. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Maksud dari program ini adalah pembuatan dan pelatihan penggunaan sosial media khususnya facebook dan instagram. Kesimpulan : Berdasarkan hasil program pelatihan Microsoft word dan excel pada perangkat desa Karanganom yang telah dilaksanakan.

pemberian caption yang menarik dan cara logout dari sosial media yang digunakan.  Tersedianya Wifi di balai desa Karanganom. Kegiatan ini dilakukan pada hari Rabu. Kekuatan :  Belum adanya akun facebook dan instagram dari pengelolaan produk desa Karanganom. kemudian dilanjutkan dengan penuturan cara pengelolaan sosial media tersebut seperti cara memposting. 4. Peluang :  Mengunggah postingan dapat dilakukan dimana saja asalkan terdapat smartphone dan koneksi internet 34 . Kelemahan :  Wifi terdekat hanya terdapat di balai desa Karanganom. Tujuan : Tujuan dari program ini adalah meningkatkan pemasukan desa Karanganom dan memberikan ilmu yang dapat digunakan untuk pengelolaan produk-produk potensi desa Karanganom.  Pengelolaan di rumah harus menggunakan kuota pribadi. Pada kegiatan ini pertama adalah sesi cuntoh pembuatan akun pada sosial media facebook dan instagram. mengunggah foto. video. 24 Januari 2018 di RT 13 RW 3 Desa Karanganom.  Sosial media ini dapat digunakan melalui smartphone sehingga mudah dibawa kemana saja b. Sasaran : Sasaran kegiatan ini adalah perangkat desa dan karangtaruna desa karanganom. c. Analisis SWOT a. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Hasil yang dicapai pada program ini adalah perangkat desa dan karangtaruna Desa Karanganom dapat menggunakan dan mengelola sosial media untuk memasarkan produk-produk dari Desa Karanganom. 3.

 Banyak warga belum mengetahui cara pembuatan dan pengelolaan
sosial media.
 Perangkat desa dan karangtaruna sangat antusias dalam mengikuti
kegiatan ini.
d. Hambatan :
 Terbatasnya warga yang memiliki smartphone.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil program pelatihan dan pembuatan sosial media yang
dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2018 di RT 12 RW 3 Desa Karanganom,
kegiatan ini lancar dan antisias yang tinggi dari perangkat desa dan karangtaruna
Desa Karanganom.

Saran :

Untuk kedepanya semoga pembuatan dan pengelolaan akun sosial media
dapat tersebar dan masyarakat dapat menggunakan dengan baik. Dengan adanya
sosial media ini diharapkan produk-produk dari Desa Karanganom dapat dikenal
dan terjual hingga keluar daerah Desa Karanganom.

K. Pembuatan Website Organisasi Pemuda Desa Karanganom (Salman Dziyaul)
1. Bidang Kegiatan yang dipilih
Bidang teknologi informasi yang terus berkembang pesat menjadikannya
pilihan utama untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat umum.
Website adalah salah satu bentuk pemanfaatan teknologi informasi secara riil
yang dapat digunakan untuk mencantumkan profil sebuah organisasi.
Disamping untuk mempresentasikan profil organisasi pemuda beserta
kegiatannya, website juga digunakan sebagai alat pemasaran produk yang
efektif karena terdapat unsur visual berupa gambar dan teks. Belum adanya
website bagi organisasi pemuda ini membuat berbagai kelebihan yang ada
belum dapat dirasakan. Sehingga diperlukan pembuatan website untuk
menunjang keberjalanan organisasi ini.

35

2. Maksud, Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai
Maksud :
Pembuatan website organisasi pemuda di Desa Karanganom.

Tujuan :
Untuk menghasilkan sebuah website yang menjadi saranauntuk
mempresentasikan profil dari organisasi pemuda, kegiatan-kegiatan yang
dilakukan serta sarana pemasaran produk yang dihasilkan.

Sasaran :
Organisasi pemuda di Desa Karanganom bernama Ikatan Pemuda Serba
Guna (IPSENA).

3. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut
Program ini diawali dengan melakukan survei kepada pengurus Ikatan
Pemuda Serba Guna (IPSENA) yang dilakukan pada hari Jumat tanggal 5
Januari 2018. Dari kegiatan survei ini ditemukan bahwa IPSENA memerlukan
sebuah website yang mencakup profil dari organisasi pemuda, kegiatan-
kegiatan yang dilakukan serta sarana pemasaran produk yang dihasilkan.
Pembuatan website dilakukan mulai hari Kamis tanggal 11 Januari 2018 dan
selesai pada hari Rabu tanggal 24 Januari 2018. Kegiatan ini menghasilkan
sebuah website Ikatan Pemuda Serba Guna (IPSENA) yang diserahkan pada
hari Jumat tanggal 26 Januari 2018. Website Ikatan Pemuda Serba Guna
(IPSENA) memiliki tiga bagian, yaitu halaman utama, halaman profil dan
halaman kegiatan. Pada halaman utama ditampilkan logo dari IPSENA, profil
singkat, serta galeri produk yang dihasilkan dan ingin dipasarkan. Sedangkan
halaman profil berisi struktur organisasi kepengurusan IPSENA. Halaman
kegiatan berisi berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh IPSENA. Agar
website yang dibuat dapat dioperasikan dan diperbarui secara berkala oleh
pengurus IPSENA, dilakukan pemaparan kepada salah satu pengurus yang
bertanggung jawab atas pengelolaan website ini.

36

4. Analisis SWOT
a. Kekuatan :
 Program pembuatan website ini akan meningkatkan
profesionalitas IPSENA sebagai sebuah organisasi. Serta
meningkatkan pemasukan dari penjualan produk yang dihasilkan
dan dipasarkan oleh IPSENA melalui wesite ini.
b. Kelemahan :
 Kurangnya pengetahuan pengurus IPSENA dalam memahami
istilah-istilah yang ada pada perangkat komputer.
c. Peluang :
 Adanya dukungan dari pengurus IPSENA dalam pembuatan
website. Pengurus memiliki antusiasme untuk mempelajari cara
mengelola website ini kedepannya.
d. Hambatan :
 Diperlukan biaya lebih dalam mengelola website ini karena
membutuhkan jaringan internet.

Kesimpulan :

Program kerja pembuatan website organisasi pemuda bernama Ikatan Pemuda
Serba Guna (IPSENA) di Desa Karanganom telah berjalan dengan baik. Kegiatan
ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu survey untuk menentukan kebutuhan
website, pembuatan website, pemaparan cara pengelolaan serta penyerahan website
kepada pengurus IPSENA.

Saran :

Website Ikatan Pemuda Serba Guna (IPSENA) yang telah dibuat, hendaknya
dapat dikelola dengan baik oleh pengurus IPSENA sehingga dapat bermanfaat.
Baik sebagai sarana untuk mengenalkan organisasi kepada masyarakat, maupun
sebagai sarana pemasaran prosuk yang dihasilkan.

37

nama orang tua. tanggal lahir anak. Sedangkan kegiatan ketiga dilakukan pada hari Rabu tanggal 24 Januari 2018 di RW 3 Desa Karanganom. Kegiatan kedua dilakukan pada hari Jumat tanggal 19 Januari 2018 di RW 2 Desa Karanganom. Bidang Kegiatan yang dipilih Kegiatan posyandu merupakan kegiatan rutin bulanan di Desa Karanganom. rt/rw.L. dan berat badan anak. Tujuan : Formulir online pendataan posyandu serta mengajarkan petugas posyandu untuk menggunakan Google Form dalam melakukan pendataan balita dalam kegiatan posyandu. Kegiatan pertama dilakukan pada hari Selasa tanggal 16 Januari 2018 bertempat di RW 1 Desa Karanganom. Pelatihan Penggunaan Google Form untuk Menunjang Pendataan Posyandu di Desa Karanganom (Salman Dziyaul) 1. 3. Pada formulir ini input yang ada terdiri dari nama anak. Pelatihan penggunaan Google Form dilakukan sebanyak tiga kali menyesuaikan dengan kegiatan posyandu yang ada di Desa Karanganom. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Kegiatan ini diawali dengan melakukan pembuatan Google Form pada hari Minggu tanggal 14 Januari 2018. Maksud. Kegiatan ini menghasilkan sebuah formulir online berupa 38 . Pada setiap kegiatan. Untuk mengatasi hal ini diperlukan pencatatan berbasis teknologi informasi yaitu berupa penggunaan Google Form sehingga pencatatan menjadi lebih mudah dan efisien dalam hal waktu. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Pelatihan penggunaan Google Form untuk menunjang pendataan Posyandu di Desa Karanganom. terdapat banyak warga yang terlibat sehingga pencatatan yang dilakukan secara manual menjadi hambatan. 2. Sasaran : Petugas posyandu yang bertugas dalam mengisi data balita pada kegiatan posyandu.

Peluang :  Data yang ada dapat di kelola lebih lanjut pada aplikasi lain sehingga dapat diperoleh informasi yang lebih bermanfaat. Selain lebih mudah. Saran : Penggunaan Google Form sebagai sarana untuk melakukan pendataan balita pada kegiatan posyandu hendaknya dapat berlanjut untuk kedepannya. c. Google Form untuk melakukan pendataan balita pada kegiatan posyandu. dengan menggunakan Google Form petugas dapat menginputkan beberapa data sekaligus sehingga waktu yang digunakan menjadi lebih efisien. d. 4. Disamping itu petugas posyandu juga dapat memasukkan data balita yang ada melalui formulir online yang telah dibuat. Analisis SWOT a. b. Kelemahan :  Pengetahuan akan komputer yang kurang sehingga memerlukan penjelasan lebih dalam pendampingannya. Kesimpulan : Program kerja pelatihan penggunaan Google Form untuk menunjang pendataan kegiatan posyandu telah berjalan dengan baik. Disamping itu data yang ada dapat lebih mudah dikelola maupun disimpan. serta tahap pelatihan yang dilakukan sebanyak tiga kali di tempat yang berbeda menyesuaikan kegiatan posyandu yang ada. Disamping itu diperlukan biaya lebih untuk menyediakan akses internet apabila tidak dalam jangkauan Wifi publik. Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahapan. Hambatan :  Petugas posyandu yang telah terbiasa menggunakan cara manual membuat mereka kesulitan dalam beralih ke formulir online. Kekuatan :  Pendataan balita pada saat kegiatan posyandu menjadi lebih mudah dan cepat. yaitu tahap pembuatan Google Form. 39 .

40 . Penerapan Penjualan Produk Usaha Kecil Menengah di Desa Karanganom Menggunakan Sistem E-commerce (Devi Mandisa R) 1. dikarenakan pada Rt. facebook dan youtube. Setelah sesi penyampaian materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sesi ini memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya terkait materi yang disampaikan. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Program ini dimulai dengan penyusunan materi dalam bentuk leaflet sehinga memudahkan peserta kegiatan untuk memahami materi yang akan disampaikan. agar penjualan semakin bertambah dan mendapatkan keuntungan yang maksimal. Maksud. Selain pemberian leaflet kegiatan sosialisasi dilakukan demonstrasi penggunaaan social media untuk berjualan. Banyaknya pembeli juga menjadi penyebab dibutuhkannya penjualan menggunakan Social Media. 11 dan Rt. Social media yang digunakan adalah instagram. 12 / RW 003 di Desa Karanganom memiliki potensi pada sektor pemindangan yang setiap kepala keluarnya memproduksi pemindangan ikan tersebut. Dengan menggunakan Social Media dapat sekaligus mempromosikan produk dari usaha yang dijalankan.M. Penyampaian sosialisasi dilakukan dengan cara datang ke setiap kepala keluarga yang melakukan usaha pemindangan. rata-rata setiap keluarga memproduksi sebanyak kurang lebih 1 ton setiap bulannya. Bidang Kegiatan yang dipilih Pemilihan kegiatan memasarkan produk/usaha yang dijalankan melalui sistem e-commerce dengan menggunakan social media. 3. 2. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Sosialisasi manfaat sistem e-commerce dengan menggunakan social media untuk berdagang. Sasaran : Pembuat Pindang RT 11 dan RT 12 / RW 003 Desa Karanganom. Tujuan : Memperkenalkan metode baru untuk berdagang dengan memanfaatkan sistem e-commerce dengan menggunakan social media sehingga dapat mempermudah kegiatan berdagang.

12 / RW 003 Desa Karanganom benar-benar mampu menerapkan hasil sosialisasi. 4. Analisis SWOT a. Bentuk kegiatan yang dijalankan yaitu sesuai dengan bobot kegiatan KKN saat di lapangan sebanyak 200 jam kerja dilakukan dengan cara datang ke setiap kepala keluarga yang melakukan usaha pemindangan. Kekuatan :  Penggunaan Social Media sangat efektif untuk mengenalkan barang dagangan ke konsumen tanpa biaya mahal.  Pedagang dan konsumen dapat berinteraksi dimanapun dan kapanpun. Kegiatan ini berjalan lancar karena antusiasme pembuat pindang RT 11 dan RT 12 Desa Karanganom untuk mengetahui manfaat berdagang dengan sistem e-commerce menggunakan social media. c. Kegiatan ini dilanjutkan dengan program pelatihan yang berkelanjutan sehingga pembuat pindang RT 11 dan RT 12 / RW 003 Desa Karanganom benar-benar mampu menerapkan hasil sosialisasi. Hambatan :  Peserta sosialisasi memiliki usia rata-rata 40 an sehingga masih gagap akan teknologi khususnya penggunaan internet. 11 dan Rt. Bentuk kegiatan sosialisasi sistem e-commerce dengan menggunakan social media dilanjutkan dengan program pelatihan yang berkelanjutan sehingga pembuat pindang Rt. 41 . Kelemahan :  Adanya penipuan dalam belanja online  Membutuhkan kreativitas pedagang untuk menyentuh konsumen. b. Kesimpulan : Program kerja yang telah dilaksanakan untuk penerapan penjualan produk usaha kecil menengah di Desa Karanganom dengan sistem e-commerce yang menggunakan social media untuk media berjualannya. Peluang :  Perkembangan teknologi yang diikuti dengan konsumsi belanja masyarakat yang semakin meningkat d.

3. mudah dan padat agar mudah dipahami oleh mereka. Sasaran : Pembuat Pindang RT 11 dan RT 12 / RW 003 Desa Karanganom. N. Bidang Kegiatan yang dipilih Pemilihan kegiatan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Rt. 11 dan Rt. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Sosialisasi manfaat UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan pengisian formulir untuk pendaftaran UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) khususnya usaha pemindangan. Pada desa lain sudah banyak yang mengikuti UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) khususnya untuk usaha pemindangan. 2. 11 dan Rt. 12 / RW 003 pada Desa Karanganom dikarenakan hampir semua kepala keluarga menggeluti usaha pemindangan dan rata-rata jumlah produksi sekitar 1 ton. 12 / RW 003 Desa Karanganom dapat meningkatkan nilai kemandirian tiap kepala keluarga di desa Montongsari dan mampu meningkatkan pendapatan masyarkat. Dengan mendaftarkan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) pada Desa Karanganom dapat menunjang perekonomian sehingga usaha dapat berkembang menjadi lebih besar dan menambah keuntungan secara maksimal. Saran : Pelatihan penggunaan Social Media dikalangan pembuat pindang Rt. Tujuan : Membentuk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) pada Desa Karanganom. Pembentukan UMKM Desa Karanganom (Devi Mandisa R) 1. Maksud. Dikarenakan rata-rata usia pembuat pindang yaitu 40 an diperlukan pengemasan materi yang singkat. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Program ini dimulai dengan penyusunan materi dalam bentuk leaflet sehinga memudahkan peserta kegiatan untuk memahami materi yang akan 42 .

Peluang :  Usaha pemindangan dapat berkembang lebih besar dari sebelumnya.  Tidak semua kepala keluarga dapat mengikuti event tertentu dari pemerintah karena hanya perwakilan yang terbaik saja. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembentukan organisasi pada Desa Karanganom dengan struktur organisasinya sehingga pembuat pindang RT 11 dan RT 12 / RW 003 Desa Karanganom benar-benar mampu menerapkan hasil sosialisasinya. 4. disampaikan. c. Analisis SWOT a.  Pasifnya masyarakat dalam melakukan pengembangan usahanya 43 . Hambatan :  Terlambatnya penerimaan informasi kepada masyarakat dikarenakan kesulitan dalam alat komunikasi. d. Penyampaian sosialisasi dilakukan dengan cara datang ke setiap kepala keluarga yang melakukan usaha pemindangan. b. Kekuatan :  Pembentukan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) sangat efektif dan efisien dalam pendanaan untuk peralatan maupun modal dalam usaha pemindangan. Selain pemberian leaflet kegiatan sosialisasi melakukan pengisian formulir pendaftaran UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dengan syarat ketentuan yang berlaku. Kegiatan ini berjalan lancar karena antusiasme pembuat pindang RT 11 dan RT 12 / RW 003 di Desa Karanganom untuk mengetahui manfaat UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) sangat tinggi. Kelemahan :  Keterlambatan informasi yang disampaikan ke masyarakat.  Peserta UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dapat menghadiri kegiatan expo dari pemerintah secara gratis untuk mewakili daerahnya.  Bantuan yang didapat berupa peralatan maupun uang modal tidak sebesar yang diharapkan.

Saat ini Ayam Kampung memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Saran : Pembentukan organisasi pada Desa Karanganom pembuat pindang RT 11 dan RT 12 / RW 003 Desa Karanganom benar-benar mampu menerapkan hasil sosialisasi sehingga dapat meningkatkan keeratan antara pembuat pindang dan mampu meningkatkan pendapatan masyarkat. 2. Oleh karena itu dengan pemeliharaan ayam kampung secara intensif dapat meningkatkan pendapatan ekonomi warga Karanganom. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Gerkan budidaya ayam kampung memiliki konsep untuk meningkatkan produksi dan populasi. Ayam Kampung saat ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. O. Maksud. baik daging maupun telurnya. Selain pemberian leaflet kegiatan sosialisasi melakukan pengisian formulir pendaftaran UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dengan syarat ketentuan yang berlaku. Pengelolaan ayam kampung yang ditata dengan rapi. dapat meningkatkan pendapatan ekonomi warga melalui budidaya ayam kampung. Kesimpulan : Program kerja yang telah dilaksanakan untuk Pembentukan UMKM Desa Karanganom yang dijalankan yaitu sesuai dengan bobot kegiatan KKN saat di lapangan sebanyak 200 jam kerja. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembentukan organisasi pada Desa Karanganom dengan struktur organisasinya sehingga pembuat pindang RT 11 dan RT 12 / RW 003 Desa Karanganom benar- benar mampu menerapkan hasil sosialisasi. Bentuk kegiatan sosialisasi manfaat UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dilakukan dengan cara datang ke setiap kepala keluarga yang melakukan usaha pemindangan. Diperlukannya struktur organisasi yang matang agar usaha dapat berkembang semakin besar. Bidang Kegiatan yang dipilih Ayam Kampung merupakan komoditas ternak yang mudah dibudidayakan. Gerakan Budidaya Ayam Kampung (Yusuf Enggartyas) 1. 44 .

00 WIB yang berlokasi di Mushola Miftahul Jannah Dusun Kenayan Desa Karanganom dengan penyampaian materi mengenai Gerakan Budidaya Ayam Kampung yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Peluang :  Terdapat tanggapan positif pada karang taruna d. Kekuatan :  Terdapat semangat yang tinggi dan kemauan peternak yang besar untuk dapat melanjutkan program dan mempraktekkannya b. Setelah itu dilakukan penyuluhan pada tiap rumah yang memiliki ayam kampung tentang pentingnya kebersihan kandang dan tata cara pemeliharaan ayam kampung agar dapat menghasilkan produktivitas yang tinggi. 24 Januari 2018 pukul 20. Hambatan :  Rendahnya pengetahuan peternak  Manajemen pemeliharaan yang lama menghambat penerapan manajemen pemeliharaan yang baru (termasuk program pemberian pakan sesuai nutrisi) 45 . Sasaran : Karang Taruna desa (IPSENA) 3. Kelemahan :  Kurangnya kemampuan dasar (teknis) peternak untuk mengaplikasikan materi yang diberikan  Belum terujinya program yang diberikan dibandingkan dengan kenyataan yang ada c. Warga sangat antusias dengan program kerja yang dilaksanakan. 4. Analisis SWOT a. Tujuan : Untuk melatih dan membekali karang taruna desa agar dapat mengoptimalkan proses produksi dan memperbesar keuntungan yang diterima dari ayam kampung. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Rabu.

Utuh dan Halal) serta membedakan produk peternakan yang telah dipalsukan. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Sosialisasi tentang daging yang ASUH (Aman. Utuh dan Halal) penting dilakukan dikarenakan kebanyakan masyarakat kurang memahami bahwa kualitas daging yang akan dikonsumsi harus diperhatikan karena banyak penyakit yang dapat terjadi akibat mengkonsumsi daging yang tidak higienis. Pengertian ASUH yaitu Aman berarti tidak mengandung residu bahan kimia yang dapat menyebabkan penyakit atau mengganggu kesehatan manusia. dan Halal) (Yusuf Enggartyas) 1. Halal berarti dipotong dan ditangani sesuai dengan Syariat Agama Islam. utuh dan halal) adalah daging yang diharapkan oleh semua konsumen. Sehat. P. Maksud.sehat. Utuh. Kesimpulan : Kegiatan pelatihan dan pembekalan Gerakan Budidaya Ayam Kampung dapat dapat dijadikan sebagai usaha sampingan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Tujuan : Memberikan informasi kepada masyarakat tentang daging yang ASUH (Aman. Sasaran : Ibu-ibu PKK 46 . Saran : Seharusnya dilaksanakan kegiatan pelatihan pembutan pakan untuk mempermudah warga dalam memelihara ayam. Utuh berarti tidak dicampur dengan bagian lain dari hewan tersebut atau bagian hewan lain. Pengenalan Daging ASUH (Aman. Sehat berarti memiliki zat-zat yang berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan. Sehat. Bidang Kegiatan yang dipilih Daging yang ASUH (aman. karena dari berbagai aspek daging yang ASUH terjamin jika dikonsumsi oleh masyarakat. Sehat. 2.

4. Hambatan :  Masih banyaknya warga yang belum mengetahui dan membedakan daging yang ASUH Kesimpulan : Dengan tercapainya sasaran dari program ini. Sehat. 30 Januari 2018 pukul 16. masyarakat dapat menurunkan resiko terserang penyakit melalui daging yang sangat sering terjadi jika tidak diperhatikan kualitas karkas yang akan dikonsumsi. Kelemahan :  Kurangnya pengawasan pemerintah tehadap daging yang ASUH c. Program dilaksanakan pada hari Selasa. Utuh dan Halal)  Metode yang digunakan mudah dan sederhana  Makin banyaknya pemalsuan produk hasil peternakan b. 47 . Oleh karena itu. Hasil yang ingin dicapai dan Tindak Lanjut Program ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi pengenalan daging yang ASUH serta tanya jawab mengenai baik dan buruknya daging yang dijual di pasar.00 WIB yang berlokasi di salah satu rumah warga di RT 13 RW 03 Desa Karanganom.3. Peluang :  Banyak masyarakat yang tertarik terhadap pentingnya daging yang ASUH d. dimana ibu – ibu sangat antusias ingin mengetahui bagaimana kondisi daging yang baik untuk di konsumsi dan bagaimana cara membedakan daging yang sudah dipalsukan. masyarakat dapat mengetahui bagaimana klasifikasi dari daging yang baik dan sehat untuk dikonsumsi. Analisis SWOT a. Kekuatan :  Pentingnya informasi tentang daging yang ASUH (Aman. Kegiatan ini diterima baik oleh masyarakat dengan antusiasme tinggi saat kegiatan berlangsung.

Tujuan : Tujuan dari program ini adalah memberikan pengetahuan bahwa pembuatan miniatur kapal dapat digunakan sebagai usaha bersama dengan didukung letak Desa Karanganom yang berada pada jalur menuju wisata Pantai Cahaya yang merupakan salah satu wisata bahari yang berada di Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal. Bidang Kegiatan yang dipilih Bidang kegiatan yang dipilih adalah maritim. bangunan. 2. Maksud. Pembuatan Miniatur Kapal Menggunakan Stick Guna Menginisiasi Pembentukan UMKM di Desa Karanganom (Muhammad Fuad Shofly) 1. makanan. Saran : Sebaiknya pelaksanaan lebih maksimal dikarenakan ibu-ibu yang tidak ikut PKK tidak ikut serta dalam kegiatan sehingga tidak mengetahuipentingnya daging yang ASUH Q. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Maksud dari program pembuatan miniatur kapal menggunakan stickyaitu diharapkan masyarakat lebih mengetahui potensi bidang maritim dimulai dari miniatur kapal yang di buat dari stick es krim. sehingga sering dilewati oleh masayarakat yang ingin berkunjung ke objek wisata Pantai Cahaya 48 . dan objek lainnya yang dapat dilihat dari segala arah atau biasa disebut benda 3 dimensi. Sehingga miniatur kapal merupakan tiruan dari kapal dengan ukuran yang lebih kecil. Miniatur adalah suatu tiruan sebuah objek seperti tempat. Latar belakang dipilihnya program pembuatan miniatur kapal menggunakan stick guna menginisiasi pembentukan UMKM di Desa Karanganom adalah permasalahan yang ditemui saat survey yaitu tidak adanya masyarakat yang bekerja di bidang kelautan sehingga pengetahuan dan kecintaan mengenai ilmu maritim masih kurang. Kapal adalah kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut (sungai dsb) seperti halnya sampan atau perahu yang lebih kecil.

Kelemahan :  Bahan baku mudah patah  Bahan baku mudah keropos  Tingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam merakit stick es krim menjadi miniatur kapal c. Sasaran : Sasaran program ini adalah ibu rumah tangga dan pemuda – pemudi di Desa Karanganom. 4. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Program ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi pembuatan miniatur kapal menggunakan stick. interaksi serta tanya jawab mengenai apa saja keutungan dan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat miniatur kapal menggunakan sticktelah terlaksana pada hari Rabu tanggal 7 Februari 2018 yang bertempat di Balai Desa Kelurahan Karanganom. Peluang :  Belum begitu banyak pengrajin miniatur kapal dari stick es krim  Desa Karanganom yang berada pada jalur menuju wisata Pantai Cahaya. Analisis SWOT a. 3. sehingga miniatur kapal dapat dijadikan sebagai cinderamata pengunjung Pantai Cahaya d. dimana ibu – ibu aktif bertanya namun bahan yang dibawa kurang mencukupi sehingga peserta yang hadir tidak dapat melakukan pembuatan miniatur kapal menggunakan stick ditempat. Kekuatan :  Bahan baku yang digunakan mudah didapat di toko  Harga bahan baku yang relatif murah b. Hambatan :  Kurangnya referensi langkah-langkah pembuatan berbagai macam miniatur kapal 49 . Kegiatan ini diterima baik oleh masyarakat dengan antusiasme tinggi saat kegiatan berlangsung.

pisau. Karat muncul dari oksidasi besi. Bidang Kegiatan yang dipilih Bidang kegiatan yang dipilih adalah material. Kesimpulan : Kegiatan pelatihan dan pembuatan miniatur kapal menggunakan stick dapat memberikan contoh kepada masyarakat dalam menyalurkan kreativitasnnya yang dapat dijadikan sebagai usaha sampingan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dan apabila peralatan yang sudah berkarat melukai tubuh. Peralatan seperti sendok. 50 . baja seringkali berkarat. Karat akan terus bertambah sehingga mempercepat proses korosi. obeng. Peralatan rumah yang terbuat dari logam seperti besi. R. Logam yang mengandung zat besi. maka sangat besar peluang terjadi infeksi pada luka tersebut. kunci. termasuk baja akan mengikat atom oksigen yang terkandung di dalam air untuk membentuk lapisan oksida besi atau karat. Bahkan logam yang sudah dilapisi krom seringkali juga tetap berkarat. Oleh sebab itu sangat penting untuk selalu merawat peralatan secara teratur agar terhindar dari korosi. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Maksud dari program mencegah dan mengatasi peralatan rumah tangga berbahan logam dari korosi yaitu diharapkan masyarakat dapat melakukan perawatan secara teratur terhadap peralatan rumah tangga berbahan dasar logam agar terhindar dari korosi. penyebab yang paling umum adalah paparan terhadap kelembapan dalam waktu yang lama. gunting. Maksud. Saran : Seharusnya disediakan alat dan bahan yang mencukupi jumlah peserta Ibu- ibu PKK sehingga setiap peserta yang hadir dapat mempraktikkan masing – masing. Mencegah dan Mengatasi Peralatan Rumah Tangga Berbahan Logam dari Korosi (Muhammad Fuad Shofly) 1. 2. dan lainnya jika disimpan lama dan jarang dirawat juga dapat berkarat apalagi disimpan ditempat yang lembab.

kerugian dan bahan yang digunakan untuk mengatasi korosi menggunakan cola telah terlaksana pada hari Rabu tanggal 24 Januari 2018 yang bertempat di Musholla Miftahul Jannah Dusun Kenayan Kelurahan Karanganom. Kekuatan :  Bahan baku yang digunakan mudah didapat di toko. interaksi serta tanya jawab mengenai apa saja keuntungan. 51 . 3. Hambatan :  Peserta lebih memilih menjadikan cola untuk diminum daripada digunakan untuk mengatasi karat. b. Peluang :  Peralatan bisa digunakan kembali d. Kelemahan :  Harga bahan baku yang relatif cukup mahal  Memerlukan waktu yang cukup lama agar karat hilang c. dimana para pemuda aktif bertanya namun bahan yang dibawa kurang mencukupi serta kurangnya sample peralatan rumah tangga yang mengalami karat sehingga peserta yang hadir tidak dapat mengaplikasikan secara langsung 4. Hasil yang ingin dicapai dan Tindak Lanjut Program ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi mengatasi karat menggunakan cola agar tidak terjadi korosi. Kegiatan ini diterima baik oleh masyarakat dengan antusiasme tinggi saat kegiatan berlangsung. Sasaran : Organisasi pemuda di Desa Karanganom bernama Ikatan Pemuda Serba Guna (IPSENA). Analisis SWOT a. Tujuan : Tujuan dari program ini adalah memberikan pengetahuan bahwa cola dapat digunakan sebagai solusi mengatasi korosi pada peralatan rumah tangga berbahan dasar logam.

Kegiatan pertama yang dilakukan adalah survey Gedung Hijau. Survey Gedung Hijau meliputi pengumpulan informasi dari warga sekitar dan perangkat desa. Kolam Budidaya Ikan. Kemudian melakukan survey ukuran dan harga papan tulis serta pengumpulan buku bacaan untuk Taman Baca Gedung 52 . Pemanfaatan kolam ikan untuk budidaya ikan lele i. Pembuatan rak dinding sebagai tempat buku bacaan Taman Baca Gedung Hijau f. Kegiatan Multidisiplin A. Saran : Seharusnya disediakan sampel (peralatan yang mengalami korosi) dan bahan yang mencukupi jumlah peserta. Bidang . Kesimpulan : Kegiatan mencegah dan mengatasi peralatan rumah tangga berbahan logam dari korosi dapat memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat bahwa cola dapat digunakan untuk mengatasi karat dan mencegah korosi sehingga peralatan rumah tangga dapat digunakan dengan aman. Revitalisasi Gedung Hijau. Pemasangan papan informasi di Gedung Hijau d.2. Pembersihan Gedung Hijau b. Budidaya tanaman jambu citra air yang baik dan benar meliputi pemupukan dan perawatan jambu air citra g. Pemasangan papan tulis di Gedung Hijau c. dan Kebun Jambu Air Citra Desa Karanganom 1. Pengumpulan buku bacaan untuk Taman Baca Gedung Hijau e. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Revitalisasi Gedung Hijau Desa Karanganom telah dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan. Pemasangan poster berisi informasi mengenai budidaya ikan dan budidaya jambu air citra 2. 3. sehingga setiap peserta yang hadir dapat mempraktikkan masing-masing.bidang Kegiatan a. Pemasangan MMT “Kebun Jambu Citra Desa Karanganom” sebagai identitas potensi desa h.

26 Januari 2018 : Survei bibit lele dan pengumpulan informasi 29 Januari 2018 : Pembuatan MMT dan Poster 30 – 4 Febuari 2018 : Persiapan awal budidaya lele dan pemasangan MMT.16 Januari 2018 : Pengumpulan buku bacaan 17 Januari 2018 : Pembuatan rak dinding dan pemasangan papan tulis 20 . Poster serta buku bacaan. budidaya jambu citra dan penyebaran benih lele serta mempraktekkan pemupukan jambu citra yang baik dan benar. Hijau. Lahan yang tersedia di Gedung Hijau sebagian besar dimanfaatkan untuk menanam pohon Jambu Citra dan jagung dengan teknik tumpangsari. Kegiatan selanjutnya pembuatan MMT kebun jambu citra Desa Karanganom dan poster dengan materi budidaya lele dan budidaya tanaman jambu citra serta mencetak MMT dan poster tersebut. Kegiatan selanjutnya yaitu pemberian materi budidaya lele dan melepasan bibit lele dalam kolam serta pemberian materi budidaya jambu citra dan mempraktekkan pemupukan jambu air citra yang baik dan benar.  Gedung Hijau memiliki 4 kolam ikan dengan rincian 3 kolam kecil serta 1 kolam besar berisi ikan mujahir. Analisa SWOT a. 6 Febuari 2018 : Pemberian Materi mengenai budidaya lele. Adapun timeline kegiatan adalah sebagai berikut: 5 – 10 Januari 2018 : Survey dan pengumpulan informasi Gedung Hijau 12 – 15 Januari 2018 : Survei papan tulis dan peralatan yang diperlukan 14 . 53 . Kemudian melakukan survey bibit lele dan pengumpulan materi mengenai pembibitan lele yang baik dan benar serta pemesanan bibit lele. 3. pemberian air tawar disertai pencampuran EM4 didalam kolam. Kegiatan selanjutnya adalah pembuatan rak dinding sebagai tempat buku bacaan Taman Baca Gedung Hijau. Setelah itu persiapan awal pembibitan lele yang meliputi pembersihan kolam lele. Kekuatan :  Gedung Hijau memiliki lahan pertanian yang potensial untuk menghasilkan produk tanaman.

b. Para perangkat desa sangat kooperatif dalam menjelaskan potensi yang ada di Gedung hijau.  Terdapat ruangan di Gedung Hijau lantai 2 yang bisa digunakan sebagai tempat pertemuan. Akan tetapi seiring berjalannya waktu pemanfaatan Gedung Hijau kurang maksimal. Pihak desa memberikan respon yang sangat baik. Hal ini salah satu yang melatar belakangi tim KKN Undip memilih program revitalisasi Gedung Hijau. Kelemahan :  Gedung Hijau tidak terawat dengan baik  Budidaya ikan di Gedung Hijau relatif gagal  Tanaman jambu air citra belum pernah dilakukan perawatan (pemupukan) semenjak ditanam  Belum ada tulisan sebagai identitas pengenal kebun jambu air citra c. Hambatan :  Kurangnya sumber daya manusia yang cukup mumpuni dalam mengelola budidaya lele dan jambu air citra  Kurang adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam perawatan gedung hijau  Kondisi cuaca yang kurang mendukung 4. Program ini mendapat respon yang positif serta masyarakat siap berpartisipasi aktif dalam melancarkan program revitalisasi Gedung hijau. Partisipasi Masyarakat dan Peran serta Pemda/Dinas/Instansi Gedung Hijau merupakan Gedung yang dibangun hasil dari dana bantuan PNPM tahun 2014 yang tujuan awalnya yaitu sebagai tempat perkumpulan gabungan kelompok tani (GAPOKTAN) di Desa Karanganom. Peluang :  Budidaya lele dapat dijadikan salah satu sumber pemasukan desa apabila dikelola dengan baik  Jambu air citra dapat dijadikan salah satu sumber pemasukan desa apabila dikelola dengan baik d. 54 .

B. maka kami perlu mengemukakan beberapa saran yang sifatnya membangun. pemanfaatan kolam dengan penyebaran bibit lele dan budidaya jambu air citra. adapun sarannya antara lain: 1. dan memajukan Gedung Hijau untuk kepentingan bersama. Kesimpulan : Kegiatan Revitalisasi Gedung Hijau desa Karanganom telah selesai dilaksanakan dengan rincian kegiatan : pembersihan Gedung hijau. pemerintahan desa. Kekompakan dan kerjasama antara masyarakat dan pengurus desa akan tugas dan tanggung jawab merupakan kunci keberhasilan yang sangat perlu untuk dipertahankan dan dikembangkan secara terus menerus dan turun temurun. 3. pembuatan taman baca. 55 . pemasangan papan tulis dan papan informasi. 5. Pengenalan desa dengan pembuatan video profil dan potensi desa sangat penting dilakukan untuk media branding Desa Karanganom yang dapat diakses masyarakat luas secara umum. usaha kecil dan menegah. Pembuatan Video Profil Desa Karanganom 1. Kecamatan Weleri. kegiatan program kerja kkn. Video ini berisi mengenai kegiatan awal (survey) KKN. 2. menjaga. profil desa. Kegiatan yang Belum Terlaksana Kegiatan sudah terlaksana seluruhnya. Perlu diadakannya renovasi fisik pada Gedung Hijau dikarenakan banyak bagian yang sudah rusak seperti plafon yang runtuh. dan sebagainya. kondisi desa. dan potensi desa yang ada di wilayah Desa Karanganom. Kabupaten Kendal. Bidang-Bidang Kegiatan Video profil desa merupakan dokumentasi kreatif dan inovatif untuk berbagai kebutuhan terutama untuk keperluan digital media yang sedang populer saat ini. genting yang bocor. lampu yang tidak menyala. Perlu diadakannya aktivitas rutin yang terjadwal di Gedung Hijau untuk menarik minat masyarakat sekitar agar selalu aktif berkontribusi dalam merawat. Saran : Sebagai upaya revitalisasi Gedung Hijau.

Kekuatan :  Banyaknya potensi di wilayah Desa Karanganom  Mendapatkan dukungan dari pihak desa dan kecamatan b.2. profil desa. Adapun timeline kegiatan adalah sebagai berikut: 5 – 10 Januari 2018 : Survey data desa dan pembuatan story board 10 – 31 Januari 2018 : Pengambilan video desa 29 – 31 Januari 2018 : Pembuatan naskah narasi video 1 Februari 2018 : Pengambilan rekaman suara untuk narasi video 2 . kegiatan program kerja KKN. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah mempersiapkan storyboard atau ide cerita. Kabupaten Kendal. Peluang :  Dokumentasi berupa video profil desa yang kreatif dan inovatif untuk berbagai kebutuhan terutama untuk keperluan digital media banyak diminati masyarakat 56 . Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Pembuatan Video Profil Desa Karanganom telah dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan. Selanjutnya membuat naskah narasi video dan pengambilan rekaman suara untuk narasi video. Kelemahan :  Fasilitas berupa laptop yang kurang memadai untuk pembuatan video desa c.9 Februari 2018 : Pengeditan dan render video 13 Februari 2018 : Launching video profil desa 3. Kecamatan Weleri. dan potensi desa yang ada di wilayah Desa Karanganom. pemerintahan desa. Analisa SWOT a. Setelah itu kegiatan terakhir adalah pengeditan dan render video. Video Profil Desa Karanganom yang berdurasi 15 menit telah selesai dibuat dengan konten sebagai berikut: kegiatan awal (survey) KKN. kemudian melakukan survey data desa yang diperlukan untuk isi konten video. usaha kecil dan menegah. kondisi desa. Kegiatan selanjutnya adalah pengambilan video.

Hambatan :  Adanya usaha kecil menengah yang tidak beroperasi sehingga tidak dapat dilakukan peliputan atau pengambilan video 4. Kesimpulan : Video Profil Desa Karanganom yang berdurasi 15 menit telah selesai dibuat dengan konten sebagai berikut: kegiatan awal (survey) KKN. Saran : Untuk selanjutnya video profil desa dapat di publish secara online melalui website atau sosial media sehingga dapat diakses masyarakat luas. d. Para perangkat desa sangat kooperatif dalam menjelaskan potensi yang ada di Desa Karanganom. Pengenalan desa dengan pembuatan video profil dan potensi desa direspon sangat baik karena sebagai media branding Desa Karanganom yang dapat diakses masyarakat luas secara umum. Pihak perangkat Desa Karanganom juga mendukung adanya program video profil Desa Karanganom. Pengenalan desa dengan pembuatan video profil dan potensi desa direspon sangat baik karena sebagai media branding Desa Karanganom yang dapat diakses masyarakat luas secara umum. dan potensi desa yang ada di wilayah Desa Karanganom. 5. pemerintahan desa. profil desa. 57 . kondisi desa. Partisipasi Masyarakat dan Peran serta Pemda/Dinas/Instansi Pihak desa dan masyarakat memberikan respon yang sangat baik. kegiatan program kerja KKN. Kecamatan Weleri. usaha kecil dan menegah. Kegiatan yang Belum Terlaksana Video profil desa ini belum di publish untuk masyarakat umum. Kabupaten Kendal.

namun kendala itu bukanlah halangan bagi mahasiswa untuk berkegiatan. apakah sesuai dengan materi dan bahan yang akan disampaikan 5. b. Perlunya dicanangkan gerakan bersih desa yang kontinyu agar keadaan desa bersih serta nyaman dan terbebas dari permasalahan sampah 4. Diperlukan juga pendekatan dengan perangkat desa agar kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan optimal dan diterima dengan baik oleh masyarakat 3. Saran-saran Penyusun memberikan beberapa saran untuk keperluan pelaksanaan KKN selanjutnya diantaranya: 1. Dalam pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan selama 42 hari dengan seksama terdapat kendala. Diperlukan pendekatan yang menekankan pada kebersamaan dengan warga desa agar mahasiswa KKN bisa diterima di desa 2. BAB IV PENUTUP a. Pembuatan bahan materi perlu mengetahui dulu sejauh mana wawasan warga desa. Program kerja berupa program keilmuan dan multidisiplin yang dicanangkan dalam kegiatan KKN di Desa Karanganom berjalan dengan lancar dan juga terselesaikan dengan baik. Kesimpulan Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa KKN adalah program yang dilaksanakan mahasiswa untuk memberdayakan masyarakat agar memiliki kesinambungan pembangunan dalam segala bidang di desa masing-masing. Ketahui dengan betul apakah sarana prasarana dan pemberdayaan masyarakat disini sesuai dengan apa yang kita inginkan 58 .

Jadwal Kegiatan Program Monodisiplin dan Multidisiplin Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV Minggu V No Nama Program 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 A Program Monodisiplin Pelatihan Microsoft Word 1 dan Excel kepada perangkat Desa Karanganom Pelatihan dan pembuatan sosial media kepada 2 organisasi pemuda di Desa Karanganom Pembuatan terarium untuk menunjang perekonomian 3 masyarakat Desa Karanganom Pembuatan Bank Sampah di 4 Desa Karanganom Penerapan penjualan produk usaha kecil menengah di 5 Desa Karanganom menggunakan sistem e- commerce 6 Inisiasi pembentukan 59 . LAMPIRAN Lampiran 1.

Utuh dan Halal) Gerakan Budidaya Ayam 8 Kampung Pembuatan perangkap 9 nyamuk dari gula merah dan ragi Pembuatan pupuk cair dari 10 limbah organik rumah tangga Tes buta warna 11 menggunakan bahasa pemrograman Filtrasi minyak jelantah 12 menggunakan arang kayu Pembuatan website 13 organisasi pemuda di Desa Karanganom Pelatihan Penggunaan Google Form untuk 14 menunjang pendataan Posyandu di Desa Karanganom 60 . Sehat. Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV Minggu V No Nama Program 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 UMKM Desa Karanganom Pengenalan Daging ASUH 7 (Aman.

Kolam Budidaya Ikan. Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV Minggu V No Nama Program 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 Pembuatan miniatur kapal menggunakan stick guna 15 menginisiasi pembentukan UMKM di Desa Karanganom Mencegah dan mengatasi 16 peralatan rumah tangga berbahan logam dari korosi Penerapan Kawasan Rumah 17 Pangan Lestari (KRPL) di Desa Karanganom Pembuatan dan pengelolaan 18 Kebun Bibit Desa (KBD) Desa Karanganom B Multidisiplin Revitalisasi Gedung Hijau. dan 1 Kebun Jambu Air Citra Desa Karanganom Pembuatan Video Profil 2 Desa Karanganom 61 .

Peta Desa Karanganom 62 .Lampiran 2.

Lanjutan 63 .Lampiran 2.

Struktur Organisai Desa Karanganom KEPALA DESA AKHMAD TUJU TRIYONO SEKERTARIS DESA MUZAMIR KAUR TATA USAHA DAN KASIE PEMERINTAHAN UMUM BASRTI FARIDA ARIANI KASIE KESEJAHTERAAN KAUR KEUANGAN SUWANTO SITI NURKHAYATI KASIE PELAYANAN KAUR PERENCANAAN SLAMET SUSANTO KEPALA DUSUN KEPALA DUSUN SUWARTINI SUTRIMO 64 .Lampiran 3.

Reportase Desa Reportase Minggu ke-1 Jum’at Bersih Gedung Hijau Mahasiswa KKN UNDIP sedang melakukan kegiatan bersih Gedung Hijau Desa Karaganom. Tim 1 KKN UNDIP juga langsung menginformasikan kepada warga sekitar untuk tidak membuang sampah di sekitar Gedung Hijau. Jumat (12/1/2018). Adapun kegiatan bersih gedung ini terdiri dari bersih gedung pertemuan yang berada di lantai 2. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai bentuk revitalisasi Gedung Hijau yang sudah lama mangkrak. 12 Januari 2018. 65 . taman bermain dan kamar mandi. Namun gedung ini tidak difungsikan sebagaimana mestinya sehingga terlihat tidak terawat. Citra ( Tim 1 KKN UNDIP Desa Karanganom) Jumat.Lampiran 4. mahasiswa KKN UNDIP Tim 1 melakukan kegiatan bersih Gedung Hijau Desa Karanganom. Hal ini menjadikan gedung tersebut sebagai tempat pembuangan sampah warga desa sekitar. halaman gedung. dimana tujuan awal pembangunan gedung tersebut sebagai tempat pertemuan kelompok tani Desa Karanganom.

66 . Adapun potensi utama Desa Karanganom adalah dalam bidang pertanian karena sebagian besar warganya bekerja sebagai petani. Tim 1 KKN UNDIP melakukan kegiatan anjangsana ke rumah- rumah warga Desa Karanganom Kecamatan Weleri. Pipit ( Tim 1 KKN UNDIP Desa Karanganom). Selain itu Desa Karanganom memiliki dua kelompok tani yaitu Subur dan Makmur yang digunakan sebagai sarana petani untuk mengembangkan ilmu pertanian. Sabtu. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk perkenalan Tim 1 KKN UNDIP serta pendekatan kepada masyarakat untuk megetahui seluk beluk Desa Karanganom. Masyarakat menginformasikan kepada Tim 1 KKN UNDIP tentang potensi yang dimiliki oleh Desa Karanganom. 6 Januari 2018. Sabtu (6/1/2018). Kegiatan Anjangsana ke Rumah Warga Mahasiswa KKN UNDIP sedang melakukan kegiatan anjangsana ke rumah warga Desa Karanganom.

Pipit (Tim 1 KKN UNDIP Desa Karanganom) Sabtu. Program monodisiplin tersebut adalah penjernihan minyak jelantah menggunakan arang kayu oleh Fitri Khalimatus Sya’diyah dari jurusan Fisika dan bank sampah oleh Citra Riandika dari jurusan Biologi.Reportase Minggu ke-2 Bersahabat dengan Sampah: Bank Sampah Desa Karanganom Mahasiswa KKN UNDIP sedang memberikan pelatihan kepada ibu – ibu PKK RT 11 dan 12 Desa Karanganom. Antusias masyarakat Dukuh Kanayan terhadap program tersebut sangat tinggi. melalui bank sampah masyarakat bisa mengolah sampah dengan baik. diharapkan warga dukuh Kanayan khususnya Ibu . 20 Januari 2017. dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan dari masyarakat tentang program yang telah di sampaikan dan dipraktekkan. Selain sebagai ajang perkenalan dan silaturrahmi.Ibu lebih memperhatikan pentingnya penggunaan minyak goreng bersih dan aman untuk mengolah makanan sehingga terhindar dari penyakit-penyakit yang tidak di inginkan. Selain itu. dalam kegiatan ini TIM 1 KKN UNDIP juga melaksanakan 2 program monodisiplin. Melalui dua program monodisiplin ini. TIM 1 KKN UNDIP Desa Karanganom mengikuti kegiatan PKK yang diselenggrakan oleh RT 11 dan 12. Sabtu (20/1/2018). 67 .

Rabu (24/1/2018). Pertemuan dengan IPSENA Karanganom Mahasiswa KKN UNDIP sedang memberikan pelatihan kepada karang taruna Desa Karanganom. Pelatihan ini. hal tersebut dikarenakan kurangnya sumber manusia untuk mengelolanya. Pipit ( Tim 1 KKN UNDIP Desa Karanganom) Rabu. Mas Basuki yang menginginkan adanya diskusi dan tukar pendapat antara TIM 1 KKN UNDIP dan pengurus IPSENA terkait kendala yang ada di Desa Karanganom. TIM 1 KKN UNDIP Desa Karanganom mengadakan perkumpulan dengan IPSENA (Ikatan Pemuda Serba Guna) Dukuh Kanayan. Hingga saat ini. Kegiatan ini dipelopori oleh ketua IPSENA. 24 Januari 2017. 68 . IPSENA belum memiliki media sosial baik facebook maupun instagram. khususnya Dukuh Kanayan. Melalui diskusi ini. Dukuh Kanayan memiliki banyak lahan kosong yang belum dimanfaatkan dan mereka menyarankan untuk digunakan sebagai tempat ternak ayam. pengurus IPSENA meminta bantuan kepada TIM 1 KKN UNDIP untuk mengajari cara membuat dan mengelola sosial media untuk memperkenalkan IPSENA kepada dunia luar. TIM 1 KKN UNDIP yang diwakili oleh Enggar dari Jurusan Peternakan juga memberikan beberapa tips-tips untuk beternak ayam yang baik dan benar. Selain itu. Beberapa hal yang dibahas pada kegiatan ini antara lain cara membuat sosial media serta beternak ayam yang baik dan benar.

Meski namanya bank. Adanya Bank Sampah ini masyarakat Desa Karanganom semakin sadar akan kelestarian lingkungan dan semakin sadar bahwa sampah bisa memberikan manfaat ekonomi jika dikelola secara baik. yakni warga Dusun Kenayan Desa Karanganom yang sudah bertahun – tahun mengelola sampah di daerah Kendal dan sekitarnya. Tujuan dilakukannya Bank Sampah ini tidak lain adalah memberikan contoh kepada masyarakat agar lebih memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dari sampah itu sendiri. Bank Sampah tersebut juga memiliki kartu tabungan. Sabtu (20/1/2018). namun kegiatan ini dipimpin oleh Mas Murklis. Citra ( Tim 1 KKN UNDIP Desa Karanganom) Jumat.Reportase Minggu ke-3 Bank Sampah Desa Karanganom Mahasiswa KKN UNDIP sedang melaksanakan kegiatan Bank Sampah di Desa Karanganom. Layaknya bank konvensional. dimana kegiatan ini bekerjasama dengan pemuda-pemudi setempat. Pengelolaan Bank Sampah ini masih sederhana. 69 . Kartu tersebut berwarna hijau dengan seruan “Ayo Nabung sampah “ didepannya. Beliau turun langsung mengambil dan memisahkan sampah – sampah (sampah plastik dan non plastik) dari masyarakat. TIM 1 KKN UNDIP Desa Karanganom melaksanakan kegiatan Bank Sampah di Desa Karanganom. 29 Januari 2018. Bank Sampah ini mengandalkan masyarakat sekitar sebagai pengelolanya.

Pipit ( Tim 1 KKN UNDIP Desa Karanganom) Rabu. Sabtu (20/1/2018). Manfaat UMKM kepada para generasi muda dan pelaku UMKM dalam mengembangkan pemasaran yang diharapkan menjangkau pasar yang lebih luas lagi lewat dunia online. 70 . 31 Januari 2018 Tim 1 KKN UNDIP melaksanakan kegiatan pendampingan kepada masyarakat untuk pembentukan UMKM di Desa Karanganom. Pembentukan UMKM di Desa Karanganom Mahasiswa KKN UNDIP sedang melaksanakan kegiatan Pembentukan UMKM di Desa Karanganom. Mereka juga memacu semangat masyarakat untuk bergabung dalam UMKM. Pelaku UMKM bisa mengembangkan usahanya dengan lebih berdaya – saing sekaligus sebagai upaya untuk mewujudkan produktifitas dan kemandirian ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan. Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat sebagai wadah tempat menjual usaha mereka secara online serta memberi pengetahuan tentang manfaat bergabung dalam UMKM. bahwasanya keuntungan yang didapat besar.

Usai menebar ribuan benih ikan lele. Mereka juga menegaskan bahwa budidaya ikan lele adalah peluang bisnis yang menjanjikan. Minggu (04/01/2018).Reportase Minggu ke-4 Lele Desa Jadi Jutawan TIM 1 KKN UNDIP Desa Karanganom sedang melaksanakan kegiatan menebar benih ikan lele Sangkuriang bersama warga. dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat”. Enggar (mahasiswa KKN) mengatakan”sengaja menebar benih ikan yang masih kecil dengan ukuran 5 cm. 71 . benih ikan yang dimasukkan kedalam kolam dua ribu ekor. ketua pengurus Gedung Hijau juga menebar benih ikan tersebut. Sementara itu. TIM 1 KKN UNDIP Desa Karanganom melakukan kegiatan menebar benih ikan lele Sangkuriang bersama warga dengan memanfaatkan kolam di Gedung Hijau yang sudah lama mangkrak. (Citra). Benih ikan yang ditebar tidak lebih dari dua ribu dengan maksud agar benih ikan lele dapat tumbuh dengan baik. Minggu (04/01/2018). karena permintaan pasar yang terus meningkat disetiap tahunnya. mereka juga memberikan pakan yang sesuai untuk benih ikan lele. kata Naufa mahasiswa KKN. Kolam tersebut memiliki luas 6x4 m yang lokasinya tepat dibelakang gedung hijau. “kami memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan . Tidak hanya mahasiswa KKN. lahan kosong disekitar rumah sebagai kolam budidaya ikan lele”. Selain menebar benih.

Pada kegiatan PKK ini. TIM 1 KKN UNDIP Desa Karanganom mengikuti kegiatan PKK Desa Karanganom. seledri. sawi. dan terong. Fungsi dibentuknya Kebun Bibit Desa. Sehingga Pada Kebun Bibit Desa. (Pipit). Kebun Bibit Desa ini direncanakan akan di bangun di depan gedung PKK. pakcoy. cabai. Karanganom Berkebun TIM 1 KKN UNDIP Desa Karanganom sedang menginisiasi terbentuknya Kebun Bibit Desa Karanganom. tomat. Rabu (07/01/2018).00 WIB. Rabu (07/01/2018). Sedangkan jenis toga seperti kunyit. daun bawang. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Karanganom pada pukul 13. selain sebagai fungsi estetika yang memberikan pemandangan indah dan teratur juga dapat dijadikan sebagai sarana bisnis warga Desa Karanganom.30 sampai 16. yang letaknya tepat di sebelah Balai Desa Karanganom. sirih. jahe. 72 . TIM 1 KKN UNDIP Desa Karanganom menginisiasi dibentuknya Kebun Bibit Desa atau yang biasa disebut KBD sebagai tindak lanjut dari KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari). Kebun Bibit Desa merupakan suatu kebun tempat produksi dan distribusi bibit milik warga yang pengelolaannya dibentuk oleh warga pelaku RPL (Rumah Pangan Lestari) yang bersangkutan. tanaman yang ditanam berjenis sayuran dan toga. temulawak dan lidah buaya. Sayuran yang di tanam seperti kangkung.

Keterangan Bebas Masalah 73 .Lampiran 5.

Surat Ijin Meninggalkan Lokasi 74 .Lampiran 6.

Lanjutan 75 .Lampiran 6.

Kawasan Rumah Pangan Lestari (Vq Pinasthika) 4. Dokumentasi Kegiatan Program Monodisiplin 1. Kebun Bibit Desa (Vq Pinasthika) 76 .Lampiran 7. Pembuatan Perangkap Nyamuk dari Gula Merah dan Ragi (Naufa Helmi) 3. Pembuatan Pupuk Cair dari Limbah Oragnik Rumah Tangga (Naufa Helmi) 2.

Pembuatan Terarium (Citra Riandika) 7.5. Tes Buta Warna Berbasis Bahasa Pemrograman MATLAB (Fitri Khalimatus) 8. Bank Sampah Desa Karanganom (Citra Riandika) 6. Filtrasi Minyak Jelantah Menggunakan Arang Kayu (Fitri Khalimatus) 77 .

Pembuatan website organisasi pemuda di Desa Karanganom (Salman Dziyaul) 12. Pelatihan dan Pembuatan Sosial Media Perangkat Desa Karanganom (Anjar Nugroho) 11. Pelatihan Penggunaan Google Form untuk Menunjang Pendataan Posyandu Desa Karanganom (Salman Dziyaul) 78 .9. Pelatihan Microsoft Word dan Excel Perangkat Desa Karanganom (Anjar Nugroho) 10.

Gerakan Budidaya Ayam Kampung (Yusuf Enggartyas) 16. Penerapan Penjualan Produk Usaha Kecil Menengah di Desa Karanganom Menggunakan Sistem E-Commerce (Devi Riyantana) 14. Pembentukan UMKM Desa Karanganom (Devi Riyantana) 15. dan Halal) (Yusuf Enggartyas) 79 . Pengenalan Daging ASUH (Aman.13. Sehat. Utuh.

17. Mencegah dan Mengatasi Peralatan Rumah Tangga Berbahan Logam dari Korosi (Muhammad Fuad Shofly) 80 . Pembuatan Miniatur Kapal Menggunakan Stick Guna Menginisiasi Pembentukan UMKM di Desa Karanganom (Muhammad Fuad Shofly) 18.

dan Kebun Jambu Air Citra Desa Karanganom 2. Pembuatan Video Profil Desa Karanganom 81 .Program Multidisiplin 1. Revitalisasi Gedung Hijau. Kolam Budidaya Lele.

Surat Keterangan Menyelesaikan Program 82 .Lampiran 8.

Lanjutan 83 .Lampiran 8.

Lampiran 8. Lanjutan 84 .

Lampiran 8. Lanjutan 85 .

Lanjutan 86 .Lampiran 8.

Lampiran 8. Lanjutan 87 .

Lampiran 8. Lanjutan 88 .

Lampiran 8. Lanjutan 89 .

Lanjutan 90 .Lampiran 8.

Lampiran 8. Lanjutan 91 .

Lanjutan 92 .Lampiran 8.

Lampiran 8. Lanjutan 93 .

Lampiran 8. Lanjutan 94 .

Lanjutan 95 .Lampiran 8.

Lampiran 8. Lanjutan 96 .

Lanjutan 97 .Lampiran 8.

Lampiran 8. Lanjutan 98 .

Lanjutan 99 .Lampiran 8.

Lampiran 8. Lanjutan 100 .

Lanjutan 101 .Lampiran 8.

Absensi Kegiatan 102 .Lampiran 9.

Lampiran 9. Lanjutan 103 .

Lanjutan 104 .Lampiran 9.

Lampiran 9. Lanjutan 105 .

Lanjutan 106 .Lampiran 9.

Lanjutan 107 .Lampiran 9.

Lanjutan 108 .Lampiran 9.

Lanjutan 109 .Lampiran 9.

Lanjutan 110 .Lampiran 9.

Lanjutan 111 .Lampiran 9.

Lampiran 9. Lanjutan 112 .

Lampiran 9. Lanjutan 113 .

Lampiran 10. Copy Presensi Harian

114

Lampiran 11. LPK Individu

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
(LPK-INDIVIDU)
KULIAH KERJA NYATA TIM I TAHUN 2018

SUB UNIT : Pengelompokan Kegiatan
UNIT : Desa
KECAMATAN : Weleri
KABUPATEN : Kendal
DESA : Karanganom
PROVINSI : Jawa Tengah

Disusun oleh :
Nama Mahasiswa : Naufa Helmi N.J
NIM : 21030114120016

PUSAT PELAYANAN KULIAH KERJA NYATA (P2KKN)
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2018

115

REALISASI KEGIATAN MAHASISWA KKN

A. Kegitan Keilmuan (Monodisiplin)

1. Pembuatan Pupuk Cair dari Limbah Organik Rumah Tangga
a. Rekapitulasi Kegiatan
1. Bidang Kegiatan yang dipilih
Bidang kegiatan yang dipilih adalah pertanian. Latar belakang dipilihnya
program Pembuatan pupuk cair di Desa Karanganom adalah permasalahan
yang ditemui saat survey yaitu masih banyaknya sampah organic dan anorganik
di lingkungan masyarakat yang tidak dimanfaarkan. Dengan penyuluhan serta
pelatihan pemanfaatan limbah organic untuk pembuatan pupuk cair disekitar
masyarakat diharapkan berkurangnya volume sampah dari limbah rumah
tangga. Selain itu dengan dapat memproduksi pupuk cair sendiri,dapat memicu
kesadaran masyarakat untuk mewujudkan ketahanan pangan dengan
ditetapkannya Desa Karanganom sebagai “Kampung Hijau Berbasis Ketahanan
Pangan” oleh Bupati Kendal pada tanggal 27 Mei 2015.
2. Maksud, Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai
Maksud :

Penerapan pembuatan pupuk cair di Desa Karanganom secara
sederhana dapat dilakukan dengan memanfaatkan limbah organic rumah
tangga seperti sayur-sayuran, daun kering atau lain sebagainya yang memiliki
unsur karbon yang tinggi. Hal ini dapat mendorong masyarakat untuk
memanfaatkan pekarangan rumah yang dapat dijadikan tempat budidaya
tanaman dengan menggunakan pupuk hasil olahan pribadi

Tujuan :

 Masyarakat Desa Karanganom mengetahui arti penting Pemanfaatan
limbah organic untuk pembuatan pupuk cair
 Masyarakat DesaKaranganom mengetahui perbedaan sampah organic
dan anorganikserta pemanfaatannya
 Masyarakat Desa Karanganom dapat memanfaatkan limbah organic
rumah tangga untuk pembuatan pupuk cair

116

Ibu-Ibu PKK sangat antusias dengan program kerja yang dilaksanakan. (Pemberian materi tentang sampah dan cara pembuatan pupuk cair dari limbah organic rumah tangga) 4. Setelah itu dilakukan praktek pembuatan pupuk cair dalam media ember. Analisis SWOT e. Kekuatan :  Warga Desa Karanganom antusias dalam pembuatan pupuk organik cair karena pupuk cair dapat lebih menyuburkan tanah 117 . dengan kelompok sasaran yaitu ibu-ibu PKK atau kelompok rumah tangga dalam satu Rukun Tetangga. Persiapan dilakukan dengan mengumpulkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk proses pembuatan pupuk cair. Sosialisasi dan penjelasan program kerja dilakukan dengan penyampaian maksud dan tujuan kegiatan serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Kegiatan Pemanfaatan limbah organic sebagai pupuk cair di Desa Karanganom dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan.26 Januari 2018 : Proses pembuatan pupuk cair 27 Januari 2018 : Pengecekan hasil pupuk cair 15 – 22 Januari 2018 : Sosialisasi dan penjelasan program kerja KRPL 30 Januari 2018 : Pelaksanaan kegiatan. Pengumpulan informasi awal atau survey dilakukan untuk mengetahui potensi sumber daya dan kelompok sasaran. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Selasa.00 WIB yang berlokasi di salah satu rumah warga di RT 13 dengan penyampaian materi tentang perbedaan sampah organic dan anorganic serta proses pembuatan pupuk cair dari limbah organik rumah tangga dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Adapun timeline kegiatan adalah sebagai berikut: 5 – 10 Januari 2018 : Survey 7 – 11 Januari 2018 : Persiapan alat dan bahan pembuatan limbah cair 12 .  Masyarakat Desa Karanganom mengetahui cara Pengolahan limbah organic menjadi pupuk cair Sasaran : Ibu-ibu PKK Desa Karanganom 3. 30 Januari 2018 pukul 16.

sosialisasi dan penjelasan program. 118 . Kelemahan :  Dalam proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu 14 hari g. Setelah itu dilakukan praktek pembuatan pupuk cair dalam ember. Selain itu juga dapat mengurangi limbah organik rumah tangga f. Peluang :  Limbah rumah tangga belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga dapat digunakan sebagai pupuk dan pupuk cair dapat digunakan sebagai peluang usaha bisnis h. Kegiatan Pembuatan pupuk cair di Desa Karanganom dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan. Saran : Pemahaman akan pemanfaatan limbah organic menjadi pupuk cair perlu diterapkan menyeluruh pada rumah tangga di Desa Karanganom sehingga cakupannya dapat lebih luas. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan penyampaian materi mengenai perbedaan sampah organic dan anorganik serta proses pembuatan pupuk cair. persiapan pengumpulkan alat dan bahan. yaitu pengumpulan informasi awal atau survey. Hambatan :  Limbah rumah tangga belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga dapat digunakan sebagai pupuk dan pupuk cair dapat digunakan sebagai peluang usaha bisnis Kesimpulan : Program kerja Pembuatan pupuk cair dari limbah organic rumah tangga di Desa Karanganom telah berjalan dengan baik. dan praktek pembuatan pupuk cair. dan mengandung berbagai macam mikroorganisme pengurai.

Dokumentasi 2. yang. Dengan adanya pemberian materi mengenai pembuatan perangkap nyamuk serta praktek pembuatan perangkap nyamuk dengan memanfaatkan limbah botol bekas. Bidang Kegiatan yang dipilih Bidang kegiatan yang dipilih adalah pertanian. 2. Latar belakang dipilihnya program Pembuatan perangkap nyamuk di Desa Karanganom adalah permasalahan yang ditemui saat survey yaitu curah hujan yang tinggiserta banyak genangan air yang dapat menyebabkan meningkatnya perkembangbiakan nyamuk yang cukup pesat. Sasaran : Ibu-ibu PKK Desa Karanganom 119 . Maksud. Tujuan :  Masyarakat Desa Karanganom mengetahui cara membuat perangkap nyamuk  Diharapkan dengan adanya program ini dapat menjadi alternatif cara mengurangi wabah DB maupun DBD di Desa Karanganom. Pembuatan Perangkap Nyamuk dari Gula Merah dan Ragi a. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Penerapan pembuatan perangkap di Desa Karanganom secara sederhana dapat dilakukan dengan memanfaatkan limbah anorganil rumah tangga seperti botol air mineral untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk yang dikarenakan curah hujan yang tinggi. Rekapitulasi Kegiatan 1.

1 Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Kamis.00 WIB yang berlokasi di salahsatu rumah warga RT 16 dengan penyampaian materi mengenai pembuatan perangkap nyamuk dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. dengan kelompok sasaran yaitu ibu-ibu PKK Desa Karanganom. Analisis SWOT a. 1 Februari 2018 pukul 16. Adapun timeline kegiatan adalah sebagai berikut: 5 – 10 Januari 2018 : Survey 7 – 14 Januari 2018 : Persiapan alat dan bahan pemeraman 9 Januari 2018 : Pembuatan perangkap nyamuk 10 Januari 2018 : Tes perangkap nyamuk 15 – 30 Januari 2018 : Sosialisasi dan penjelasan program kerja 7 Februari 2018 : Pelaksanaan kegiatan. Pengumpulan informasi awal atau survey dilakukan untuk mengetahui potensi sumber daya dan kelompok sasaran. Persiapan dilakukan dengan mengumpulkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk proses pembuatan perangkap nyamuk.3. Sosialisasi dan penjelasan program kerja dilakukan dengan penyampaian maksud dan tujuan kegiatan serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Kegiatan Pembuatan perangkap nyamuk di Desa Karanganom dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan. Kelemahan :  Perangkap nyamuk baru mulai bekerja setelah beberapa hari 120 . Setelah itu dilakukan praktek pembuatan perangkap nyamuk. (Pemberian materi dan praktek pembuatan perangkap nyamuk) 4. Kekuatan :  Belum ada pengetahuan mengenai pembuatan perangkap nyamuk ini sebelumnya  Biaya yang dibutuhkan sedikit  Cara pembuatan mudah  Mendapat respon positif dari ibu-ibu PKK b.

Hambatan :  Rasa ingin tahu ibu-ibu PKK tentang program ini sangat tinggi akan tetapi minat untuk membuat perangkap nyamuk sendiri masih rendah. Halini bertujuan agar desa Karanganom terhindar dari nyamuk. Ibu-ibu PKK Desa Karanganom telah mengetahui cara pembuatan perangkap nyamuk sesuai dengan kaidah yang baik dan benar. Peluang :  Mengisi waktu luang ibu-ibu d.  Kondisi operasi proses pembuatan yang kurang tepat mengurangi kefektivan kerja perangkap nyamuk c. Dokumentasi 121 . Saran : Pembuatan perangkap nyamuk perlu di sosialisasikan lebih gencar lagi agar seluruh masyarakat mengenal dan ikut berpartisipasi aktif dalam pengelolaannya. Kesimpulan : Program kerja Pembuatan perangkap nyamuk di Desa Karanganom telah berjalan dengan baik.

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN (LPK-INDIVIDU) KULIAH KERJA NYATA TIM I TAHUN 2018 SUB UNIT : Pengelompokan Kegiatan UNIT : Desa KECAMATAN : Weleri KABUPATEN : Kendal DESA : Karanganom PROVINSI : Jawa Tengah Disusun oleh : Nama Mahasiswa : Vq Pinasthika NIM : 23030114190085 PUSAT PELAYANAN KULIAH KERJA NYATA (P2KKN) LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2018 122 .

Rekapitulasi Kegiatan 1. 2. Bidang Kegiatan yang dipilih Bidang kegiatan yang dipilih adalah pertanian. sekaligus menjadi sumber tambahan pendapatan rumah tangga. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Penerapan KRPL di Desa Karanganom secara sederhana dapat dilakukan dengan pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman sehingga dapat mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga. Kegitan Keilmuan (Monodisiplin) 1. Kawasan Rumah Pangan Lestari a. Selain itu masyarakat setempat tidak memiliki lahan yang cukup untuk melakukan kegiatan bercocok tanam serta masyarakat kurang mengerti arti pentingnya budidaya tanaman hortikultura untuk keperluan skala rumah tangga. Tujuan :  Adanya peran aktif masyarakat Desa Karanganom dalam mewujudkan kampung hijau berbasis ketahanan pangan melalui KRPL  Masyarakat Desa Karanganom mengetahui arti penting KRPL dalam mewujudkan ketahanan pangan 123 . Maksud. mendorong diversifikasi pangan dan gizi berbasis sumber daya lokal. REALISASI KEGIATAN MAHASISWA KKN A. yang berakibat dapat mendorong kesejahteraan rumah tangga dan ekonomi di pedesaan. Latar belakang dipilihnya program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Karanganom adalah permasalahan yang ditemui saat survey yaitu kurang adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan dengan ditetapkannya Desa Karanganom sebagai “Kampung Hijau Berbasis Ketahanan Pangan” oleh Bupati Kendal pada tanggal 27 Mei 2015.

Persiapan dilakukan dengan mengumpulkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk proses pemeraman benih dan pembuatan vertikultur. juga penanaman dalam polybag sebagai upaya pemanfaatan pekarangan rumah. 30 Januari 2018 pukul 16.00 WIB yang berlokasi di salah satu rumah warga di RT 13 dengan penyampaian materi mengenai kawasan rumah pangan lestari dan cara budidaya yang baik dan benar dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Adapun timeline kegiatan adalah sebagai berikut: 5 – 10 Januari 2018 : Survey 7 – 14 Januari 2018 : Persiapan alat dan bahan pemeraman dan vertikultur 9 Januari 2018 : Perkecambahan benih 10 Januari 2018 : Persiapan media tanam dan tray semai 124 .  Masyarakat Desa Karanganom dapat memanfaatkan pekarangan rumah dengan optimal melalui budidaya tanaman hortikultura  Masyarakat Desa Karanganom mengetahui cara budidaya tanaman yang baik dan benar  Masyarakat Desa Karanganom mampu memanfaatkan sampah yang tidak terpakai yang digunakan untuk media menanam Sasaran : Ibu-ibu PKK Desa Karanganom 3. Setelah itu dilakukan praktek pembuatan vertikultur sebagai salah satu cara pemanfaatan sampah yang tidak terpakai berupa botol bekas sebagai media penanaman. dan perawatan bibit. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Selasa. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari di Desa Karanganom dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan. pemindah tanaman bibit. Kemudian melakukan perkecambahan benih. Ibu-Ibu PKK sangat antusias dengan program kerja yang dilaksanakan. persemaian benih. Pengumpulan informasi awal atau survey dilakukan untuk mengetahui potensi sumber daya dan kelompok sasaran. Sosialisasi dan penjelasan program kerja dilakukan dengan penyampaian maksud dan tujuan kegiatan serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan. dengan kelompok sasaran yaitu ibu-ibu PKK atau kelompok rumah tangga dalam satu Rukun Tetangga.

(Pemberian materi KRPL dan cara budidaya yang baik dan benar serta pembuatan vertikultur dan penanaman dalam polybag) 4. perkecambahan 125 . Hambatan :  Cuaca yang sedang tidak mendukung untuk budidaya tanaman  Banyak hama yang mengganggu tanaman Kesimpulan : Program kerja kawasan rumah pangan lestari (KRPL) di Desa Karanganom telah berjalan dengan baik. Kelemahan :  Kurang adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan  Masyarakat setempat tidak memiliki lahan yang cukup untuk melakukan kegiatan bercocok tanam  Masyarakat kurang mengerti arti pentingnya budidaya tanaman hortikultura untuk keperluan skala rumah tangga c. persiapan pengumpulkan alat dan bahan. Kekuatan :  Ditetapkannya Desa Karanganom sebagai “Kampung Hijau Berbasis Ketahanan Pangan” oleh Bupati Kendal pada tanggal 27 Mei 2015  Beberapa rumah tangga telah menerapkan pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman b. Analisis SWOT a. 10 – 30 Januari 2018 : Pemeliharaan bibit 15 – 22 Januari 2018 : Sosialisasi dan penjelasan program kerja KRPL 30 Januari 2018 : Pelaksanaan kegiatan. sosialisasi dan penjelasan program. Peluang :  Terdapat banyak sampah berupa botol bekas yang tidak terpakai di Desa Karanganom  Adanya sampah organik yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk sebagai pendukung budidaya tanaman d. yaitu pengumpulan informasi awal atau survey. Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari di Desa Karanganom dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan.

Latar belakang dipilihnya program Kebun Bibit Desa (KBD) di Desa Karanganom adalah permasalahan yang ditemui saat survey yaitu kurang adanya pemahaman serta partisipasi masyarakat terhadap pengembangan Desa Karanganom sebagai desa hijau berbasis ketahanan pangan dan mulai banyak adanya alih fungsi lahan pertanian (areal persawahan) menjadi pemukiman. Selain itu perlu adanya konsistensi anggota rumah pangan lestari dalam hal ini ibu-ibu PKK. maka perlu adanya upaya yang dilakukan untuk mengusahakan tercapainya ketahanan pangan. Bidang Kegiatan yang dipilih Bidang kegiatan yang dipilih adalah pertanian. Potensi Desa Karanganom sebagai desa hijau berbasis ketahanan pangan harus terus dikembangkan dengan pembuatan Kebun Bibit Desa untuk upaya pengembangan RPL untuk tujuan peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarkat. Kebun Bibit Desa (KBD) a.benih. dan perawatan bibit. Setelah itu dilakukan praktek pembuatan vertikultur dan penanaman dalam polybag sebagai optimalisasi pekarangan rumah. 126 . Seiring dengan pertambahan penduduk dan alih fungsi lahan pertanian. persemaian benih. Saran : Kawasan Rumah Pangan Lestari perlu diterapkan menyeluruh pada rumah tangga di Desa Karanganom sehingga cakupannya dapat lebih luas. pemindah tanaman bibit. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan penyampaian materi mengenai kawasan rumah pangan lestari dan cara budidaya yang baik dan benar. Dokumentasi 2. Rekapitulasi Kegiatan 1.

Maksud.2. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Kebun Bibit Desa adalah suatu kebun tempat produksi dan distribusi bibit milik warga yang pengelolaan dibentuk oleh masyarakat yang bersangkutan. Pengumpulan informasi awal atau survey dilakukan untuk mengetahui potensi sumber daya dan kelompok sasaran. dengan kelompok sasaran yaitu ibu-ibu PKK Desa Karanganom. (2) Fungsi Keberagaman. Fungsi Kebun Bibit Desa antara lain yaitu (1) Fungsi Produksi dan Distribusi. 7 Februari 2018 pukul 13. sehat. (4) Fungsi Keberlanjutan. (3) Fungsi Estetika dan Lingkungan. Sosialisasi dan penjelasan program kerja dilakukan dengan penyampaian maksud dan tujuan kegiatan serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan. Tujuan :  Adanya peran aktif masyarakat Desa Karanganom dalam mewujudkan kampung hijau berbasis ketahanan pangan melalui Kebun Bibit Desa  Masyarakat Desa Karanganom mengetahui cara pembibitan tanaman yang baik dan benar Sasaran : Ibu-ibu PKK Desa Karanganom 3. yaitu komoditasnya memiliki keragaman horizontal sehingga dapat memenuhi kebutuhan bibit anggota rumah pangan lestari. yaitu dapat dikelola secara profesional untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Persiapan dilakukan dengan mengumpulkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk proses pemeraman benih dan persemaian. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Rabu. yaitu dapat memberikan nuansa yang nyaman. yaitu komoditas yang ada di KBD dapat diproduksi secara berkelanjutan. ramah. serta sejuk di lingkungan sekitar. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Kegiatan Kebun Bibit Desa di Desa Karanganom dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan. kreatif.30 WIB yang berlokasi di Balai Desa Karanganom dengan penyampaian materi mengenai Kebun Bibit Desa dan cara pembibitan yang baik dan benar 127 .

Setelah itu dilakukan praktek pembibitan. Kekuatan :  Ditetapkannya Desa Karanganom sebagai “Kampung Hijau Berbasis Ketahanan Pangan” oleh Bupati Kendal pada tanggal 27 Mei 2015  Beberapa rumah tangga telah menerapkan pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman b. Selain itu juga dilakukan pemasangan spanduk “Kebun Bibit Desa” ditempat pembibitan. dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Ibu-Ibu PKK sangat antusias dengan program kerja yang dilaksanakan. Kelemahan :  Kurang adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan  Masyarakat kurang mengerti arti pentingnya budidaya tanaman hortikultura untuk keperluan skala rumah tangga  Belum adanya kebun bibit desa di Desa Karanganom c. Analisis SWOT a. Adapun timeline kegiatan adalah sebagai berikut: 5 – 10 Januari 2018 : Survey 7 – 14 Januari 2018 : Persiapan alat dan bahan pemeraman 9 Januari 2018 : Perkecambahan benih 10 Januari 2018 : Persiapan media tanam dan tray semai 15 – 30 Januari 2018 : Sosialisasi dan penjelasan program kerja KBD 7 Februari 2018 : Pelaksanaan kegiatan. Hambatan :  Cuaca yang sedang tidak mendukung untuk budidaya tanaman  Banyak hama yang mengganggu tanaman 128 . (Pemberian materi KBD dan cara pembibitan yang baik dan benar serta praktek pembibitan dan pemindah tanaman dalam polybag) 4. juga pemindah tanaman dalam polybag. Peluang :  Adanya sampah organik yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk sebagai pendukung budidaya tanaman d.

Ibu-ibu PKK Desa Karanganom telah mengetahui cara pembibitan dan pengelolaan sesuai dengan kaidah yang baik dan benar. Dokumentasi 129 .Kesimpulan : Program kerja kebun bibit desa (KBD) di Desa Karanganom telah berjalan dengan baik. Selain itu perlu adanya konsistensi pengurus KBD dalam hal ini ibu-ibu PKK. Terbentuknya Kebun Bibit Desa yaitu sebagai suatu kebun tempat produksi dan distribusi bibit milik warga yang pengelolaan dibentuk oleh masyarakat yang bersangkutan. Saran : Kebun Bibit Desa perlu di sosialisasikan lebih gencar lagi agar seluruh masyarakat mengenal dan ikut berpartisipasi aktif dalam pengelolaannya.

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN (LPK-INDIVIDU) KULIAH KERJA NYATA TIM I TAHUN 2018 SUB UNIT : Pengelompokan Kegiatan UNIT : Desa KECAMATAN : Weleri KABUPATEN : Kendal DESA : Karanganom PROVINSI : Jawa Tengah Disusun oleh : Nama Mahasiswa : Citra Riandika NIM : 24020114120042 PUSAT PELAYANAN KULIAH KERJA NYATA (P2KKN) LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2018 130 .

Pengelolaan sampah dengan system ini dapat menimbulkan masalah baru ditempat lain. serta jenis sampah juga tergantung dari material yang dikonsumsi. penyediaan teknologi tepat guna dan menjaga keberlanjutan program pengelolaan sampah (bank sampah). Sehingga pengelolaan sampah merupakan permasalahan yang sangat krusial. begitu pula pola konsumsi. Setiap kegiatan manusia pasti menghasilkan sampah yang jumlah dan volumenya berbanding lurus dengan tingkat konsumsi barang yang digunakan sehari – hari. REALISASI KEGIATAN MAHASISWA KKN A. Sistem ini juga menyebabkan masyarakat menjadi resisten terhadap TPA. Bidang Kegiatan yang dipilih Jumlah penduduk terus meningkat. 131 . Masyarakat dalam mengelola sampah masih bertumpu pada unsur penimbulan sampah kemudian dilakukan pembuangan atau pemusnahan dengan dibakar atau dibuang ke sungai serta sampah dikumpulkan dan dibuang ketempat pemrosesan akhir sampah. baik terwujudnya lingkungan yang sehat maupun meningkatkan perekonomian masyarakat. Kegitan Keilmuan (Monodisiplin) 1. Pokok kegiatan dalam upaya pemberdayaan masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri dan produktif adalah adanya perubahan perilaku dalam menangani sampah. karena dianggap menimbulkan polusi dan merugikan. Rekapitulasi Kegiatan 1. Mendaur ulang semua sampah dan mengembalikannya ke perekonomian masyarakat adalah suatu alternatif yang sangat menjanjikan. sehingga akan terbentuk karakter pola hidup bersih dan sehat. Salah satu upaya pengelolaan sampah yang perlu dikembangkan adalah dengan melibatkan peran serta masyarkat untuk bersama – sama mengelola sampah secara mandiri dan produktif. Setiap orang harus diberikan pemahaman dan penyadaran tentang pengelolaan sampah yang benar. karena kapasitas TPA sudah tidak mampu lagi menampung jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat. Bank Sampah Desa Karanganom a.

2. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah para pelaku bank sampah lebih aktif dalam melaksanakan kegiatan agar pengelolaan sampah berjalan dengan maksimal. diakhiri dengan praktik langsung pelaksanaan Bank Sampah. 132 . Maksud. Setiap warga yang menyetor sampah mendapatkan buku tabungan. Sasaran : Sasaran Program ini adalah Masyarakat di Desa Karanganom. masyarakat desa Karanganom lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan serta pemerintah dapat menyediakan tossa untuk mengangkut sampah dari warga .rumah warga. Antusiasme dari masyarakat yang tinggi sangat membantu keberlangsungan kegiatan ini. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Kegiatan bank sampah memiliki konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan tetapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah. Kegiatan bank sampah diharapkan dapat berlangsung seterusnya sehingga tidak terhenti setelah selesainya kegiatan KKN. Tujuan : Tujuan dari program ini adalah memberikan contoh kepada masyarakat agar lebih memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dari sampah itu sendiri.Sistem dari kegiatan ini adalah setiap hari jumat pukul 15. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Kegiatan diawali dengan pelatihan dan sosialisasi Bank sampah di PKK – PKK desa pada hari senin tanggal 15 Januari 2018 dan hari sabtu pada tanggal 20 Januari 2018 yang bertempat di salah satu rumah warga RW 03 Desa Karanganom . Bank sampah dapat dijadikan solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman untuk masyarakat.00 sampai selesai para pelaku bank sampah keliling Desa Karanganom untuk mengambil sampah di rumah . Sampah yang terkumpul akan dikumpulkan dirumah mas Murklis selaku ketua IPSENA (Ikatan Pemuda Serbaguna). 3. stiker dan karung sebagai tempat untuk mengumpulkan sampah.

Kelemahan :  Pelatihan dan penyuluhan Bank Sampah sudah pernah dilakukan sebelumnya namun kesadaran masyarakat tentang kelestarian lingkungan sangat minim c.4. Kekuatan :  Bahan baku tempat sampah plastik dan non plastik yang tersedia mencukupi b. Peluang :  Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh rasa ingin tahu d. Analisis SWOT a. Hambatan :  Waktu dan tenaga pelaksanaan pengambilan sampah di rumah – rumah warga kurang memadai Kesimpulan : Kegiatan bank sampah bisa memberikan contoh kepada masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan serta memberikan manfaat ekonomi dari sampah itu sendiri. 133 . Saran : Masyarakat lebih peduli akan kelestarian lingkungan dan semakin sadar bahwa sampah bisa memberikan manfaat ekonomi jika dikelola secara baik.

2. yang dapat dijual dengan harga tinggi. pelaku bisnis menawarkan alternatif tanaman dengan bentuk yang unik. Rekapitulasi Kegiatan 1. Maksud. tanaman yang digunakan dapat menyerap sinar radiasi alat elektronik seperti TV serta kerajinan tersebut dapat dijual dengan harga ekonomis. banyak masyarakat mengalami kesulitan. Kegiatan pembuatan terrarium dapat dijadikan sebagai usaha sampingan masyarakat sebagai bentuk pengaplikasian kreativitasnya. aneka tanaman hias tersebut mampu mempercantik hunian. Selain bisa memberi udara segar. ekosistem hutan hujan tropis dan lainnya. Namun pasar terrarium sebenarnya terbilang luas.2. Kebiasaan menanam pohon semakin popular seiring merebaknya gaya hidup alami. Misalnya terrarium dapat mensimulasikan ekosistem gurun. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Terarium menampilkan tanam miniatur dalam media kaca. Banyak bapak – bapak atau anak muda yang membeli akuarium tanaman ini sebagai hadiah bagi keluarga atau teman. Semakin sempitnya lahan. membuat masyarakat tak lagi memiliki ruang terbuka di rumah. Sasaran : 134 . Pembuatan Terarium a. Rata – rata pihak yang tertarik membeli terrarium adalah perempuan atau ibu rumah tangga. Terrarium dapat mensimulasikan kondisi dialam yang sebenarnya dalam media kaca tersebut. ekosistem padang pasir. khususnya di daerah perkotaan. maka dari itu terrarium memiliki prospek pasar yang bagus. Tujuan : Tujuan dari program ini adalah memberikan pengetahuan kepada ibu - ibu bahwa terarium dapat menjadi tanaman hias yang sangat efektif diletakkan dalam rumah. Bidang Kegiatan yang dipilih Membudidayakan tanaman hias adalah hobi yang digemari masyarakat. Meski banyak manfaatnya. Hal tersebut merupakan peluang bisnis yang besar untuk pelaku terrarium.

Sasaran program ini adalah ibu rumah tangga dan pemuda – pemudi di Desa Karanganom. Analisis SWOT a. 3. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Program ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi pengenalan terarium. dimana ibu – ibu sangat antusias ingin membuat terrarium sendiri namun bahan yang dibawa kurang mencukupi sehingga peserta yang hadir tidak dapat melakukan pembuatan terrarium secara serempak. Kekuatan :  Bahan baku yang digunakan mudah didapat b. Kelemahan :  Bahan yang dibawa terbatas c. Peluang :  Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh rasa ingin tahu d. 4. Kegiatan ini diterima baik oleh masyarakat dengan antusiasme tinggi saat kegiatan berlangsung. praktik pembuatan terarium serta tanya jawab mengenai apa saja manfaat dan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat terrarium pada hari kamis tanggal 1 Februari 2018 yang bertempat di rumah warga RT 15 RW 04 Desa Karanganom. Hambatan :  Keterbatasan waktu dan bahan dalam penyuluhan mengenai terarium Kesimpulan : Kegiatan pelatihan dan pembuatan terrarium dapat memberikan contoh kepada masyarakat dalam mengapresiasikan kreativitasnnya yang dapat dijadikan sebagai usaha sampingan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. 135 .

Saran : Seharusnya disediakan alat dan bahan yang mencukupi jumlah peserta Ibu- ibu PKK sehingga setiap orang dapat mempraktikkan masing .masing. 136 .

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN (LPK-INDIVIDU) KULIAH KERJA NYATA TIM I TAHUN 2018 SUB UNIT : Pengelompokan Kegiatan UNIT : Desa KECAMATAN : Weleri KABUPATEN : Kendal DESA : Karanganom PROVINSI : Jawa Tengah Disusun oleh : Nama Mahasiswa : Fitri Khalimatus Sya’diyah NIM : 24040114140108 PUSAT PELAYANAN KULIAH KERJA NYATA (P2KKN) LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2018 137 .

Tujuan : Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan informasi kepada pihak sekolah ataupun keluarga terkait kondisi mata anak melalui tes buta warna sehingga akan ada tindak lanjut dari pihak sekolah ataupun keluarga terkait.Buta warna merupakan berkurangnya kualitas penglihatan terhadap warna yang umumnya diturunkan kepada anak dari orang tua sejak dilahirkan. 138 . hijau. Sasaran : Sasaran kegiatan ini adalah anak-anak. 2. biru atau campuran warna-warna tersebut. Tes Buta Warna Berbasis Bahasa Pemrograman MATLAB a. Hal tersebut dapat berpengaruh pada proses adaptasi anak pada lingkungan. misalnya dalam pengarahan bakat dan minatnya nanti. Kegitan Keilmuan (Monodisiplin) 1. memiliki waktu yang cukup untuk mengobati buta warna sebelum akhirnya terjun dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan. Hal tersebut sebanding dengan minat dan bakat mereka. diharapkan anak dapat lebih mudah diarahkan untuk memilih hal-hal yang berkaitan dengan pengambilan keputusan di masa yang akan datang. diperlukan tes buta warna sebagai upaya diagnosis buta warna dini. khususnya anak kelas 6 SD Negeri 2 Karanganom. Melalui program ini. Maksud. REALISASI KEGIATAN MAHASISWA KKN A. Untuk memudahkan dalam mengarahkan minat dan bakat mereka dalam dunia pendidikan dan pekerjaan nantinya. Upaya ini dilakukan agar anak-anak yang terindikasi buta warna. seperti pada proses belajar dan bingung membedakan warna lampu lalu lintas. Rekapitulasi Kegiatan 1. Bidang Kegiatan yang dipilih Bidang kegiatan yang dipilih adalah kesehatan. Jumlah anak-anak di desa Karanganom tergolong tinggi. Penderita buta warna cenderung mengalami kesulitan saat melihat warna merah. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Maksud program Tes Buta Warna adalah untuk memberikan diagnosis dini terkait buta warna kepada anak.

Analisis SWOT a.Hasil tes buta warna dapat diketahui secara langsung setelah program dijalankan b. Kelemahan : . 27 Januari 2018 di SD Negeri 2 Karanganom. sehingga menarik minat para anak . 17/01/2018 Sosialisasi program kerja Sabtu. Tes buta warna ini menggunakan bahasa pemrograman MATLAB yang telah dicoding sebelumnya. Hasil tes buta warna akan diketahui secara otomatis setelah selesai menjawab semua soal yang berjumlah 38 butir yang terdiri dari tipe angka dan garis. Program ini dilaksanakan pada Sabtu. 10/01/2018 Perkenalan dan survey permasalahan ke SD Negeri 2 Karanganom Jumat. Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari siswa kelas 6 SD Negeri 2 Karanganom. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Kegiatan ini diawali dengan pengarahan tentang pentingnya diagnosis buta warna sejak dini serta pentingnya tes buta warna dan kemudian dilanjutkan dengan tes buta warna secara bergantian. 27/01/2018 Pelaksanaan kegiatan di SD Negeri 2 Karanganom Sabtu. 27/01/2018 Evaluasi kegiatan 4.Merupakan metode tes buta warna baru.Setiap tipe nomer dan garis yang diteskan selalu sama 139 . Adapun kegiatan ini dilaksanakan dengan tahapan kegiatan seperti berikut: Kamis. 20/01/2018 Persiapan alat dan yang dibutuhkan Sabtu. 12/01/2018 Analisis permasalahan Rabu. Kekuatan : . Rekapitulasi hasil tes buta warna ini kemudian diberikan kepada pihak sekolah terkait untuk ditindak-lanjuti sesuai kebijakan sekolah tersebut. 4/01/2018 Perkenalan dan survey permasalahan ke perangkat desa Rabu.3.

dapat memberikan informasi kepada pihak sekolah ataupun keluarga terkait kondisi mata anak melalui tes buta warna sehingga akan ada tindak lanjut dari pihak sekolah ataupun keluarga terkait.Belum pernah ada tes buta warna yang dilakukan di SD Negeri 2 Karanganom .Diagnosa buta warna dini bersifat sangat penting sebagai sarana untuk mengarahkan bakat dan minat anak . Saran : Seharusnya program ini tidak hanya di lakukan pada anak kelas 6 SD saja. Dokumentasi : 140 . c. Hambatan : . namun pada kelas lain seperti kelas 3. Peluang : .Pihak sekolah sangat mendukung diadakannya kegiatan ini d.Sulit mengkondisikan anak lain yang belum maupun sudah melakukan tes buta warna. Namun karena keterbatasan waktu dan padatnya mata pelajaran. 4. misalnya dalam bakat dan minatnya anak. Melalui program ini diharapkan anak dapat lebih mudah diarahkan untuk memilih hal-hal yang berkaitan dengan pengambilan keputusan di masa yang akan datang. karena tes buta warna dilakukan bergiliran Kesimpulan : Berdasarkan hasil program tes buta warna menggunakan MATLAB yang telah dilaksanakan pada anak kelas 6 SD Negeri 2 Karanganom. program ini hanya dilakukan oleh anak kelas 6 SD Negeri 2 Karanganom. dan 5.

Tujuan : Tujuan dari program ini adalah memberikan kesadaran pada warga tentang bahaya minyak jelantah serta cara untuk menjernihkannya. utamanya untuk menggoreng makanan. 2.2. minyak jelantah dapat berdampak buruk bagi kesehatan konsumen. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Maksud dari program filtrasi minyak jelantah adalah memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang metode penjernihan minyak jelantah yang efektif. Minyak goreng merupakan salah satu bahan yang sering digunakan oleh ibu-ibu desa Karanganom. Setelah 141 . Sehingga minyak jelantah dapat digunakan kembali tanpa mengandung residu yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Untuk itu. Filtrasi Minyak Jelantah Menggunakan Arang Kayu a. Rekapitulasi Kegiatan 1. Sehingga setelah diadakan program ini. Sasaran : Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK RT 11 dan 12 Dusun Kanayan Desa Karanganom. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Program filtrasi minyak jelantah terdiri dari sosialisasi dan praktek. warga tidak lagi menggunakan minyak jelantah untuk menggoreng makanan. Namun sangat disayangkan karena minyak goreng tersebut digunakan berulang-ulang kali bahkan lebih dari tiga kali. 3. serta metode yang tepat dalam melakukan penjernihan minyak jelantah dengan menggunakan arang kayu. dibutuhkan pengetahuan untuk menyaring minyak jelantah agar tetap bersih dan sehat meskipun telah digunakan berulang-ulang. Bidang Kegiatan yang dipilih Bidang program yang dipilih adalah kesehatan. Menurut dunia kesehatan. Maksud. dampak dan bahaya minyak jelantah bagi kesehatan. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada warga terkait pengertian umum. atau yang biasa disebut minyak jelantah.

10/01/2018 Analisis permasalahan Senin.Metode dan bahan penjernihan yang digunakan mudah dan sederhana b. Analisis SWOT a. 9/01/2018 Perkenalan dan survey permasalahan ke ketua RT Rabu. Peluang : . Kelemahan : . hal tersebut dibuktikan dengan keaktifan warga dalam bertanya terkait proses penjernihan minyak jelantah.Arang merupakan bahan yang optimal dalam penjernihan minyak jelantah . Kekuatan : . Warga terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. 6/01/2018 Perkenalan dan survey permasalahan ke masyarakat Selasa. sosialisasi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tahapan kegiatan seperti berikut: Sabtu. dilanjutkan dengan praktek penjernihan minyak jelantah menggunakan bahan utama berupa arang kayu. Program penjernihan minyak jelantah ini dilaksanakan saat kegiatan PKK RT 11 dan 12 Dukuh Kanayan Desa Karanganom pada Sabtu.Arang kayu sangat mudah ditemukan dan harganya relatif sangat murah 142 . 20/01/2018 Pelaksanaan kegiatan Sabtu. 16/01/2018 Uji coba alat dan bahan Sabtu.Minyak hasil penjernihan tidak sepenuhnya bebas residu sehingga hanya disarankan maksimal dua kali pemakaian c. 15/01/2018 Persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan Selasa. 20/01/2018 Evaluasi kegiatan 4. 20 Januari 2018.

Minyak jelantah biasanya dibuang dan tidak dipakai lagi d.Filtrasi hasil endapan minyak jelantah dengan arang kayu hanya dapat menggunakan kain dengan kerapatan yang tinggi Kesimpulan : Berdasarkan program kerja yang telah dilaksanakan. sehingga warga dapat langsung mempraktekkan sendiri di tempat. Hambatan : . Dokumentasi : 143 . Dari metode tersebut. masyarakat dapat lebih menyadari akan bahaya minyak jelantah serta dapat menjernihkan minyak jelantah menggunakan bahan dan metode sederhana. .Banyak warga belum mengetahui bahaya penggunaan minyak jelantah bagi kesehatan . Saran : Sebaiknya disediakan bahan dan alat yang mencukupi jumlah warga yang datang pada saat praktek. diperoleh minyak yang bersih dan aman untuk dikonsumsi kembali.

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN (LPK-INDIVIDU) KULIAH KERJA NYATA TIM I TAHUN 2018 SUB UNIT : Pengelompokan Kegiatan UNIT : Desa KECAMATAN : Weleri KABUPATEN : Kendal DESA : Karanganom PROVINSI : Jawa Tengah Disusun oleh : Nama Mahasiswa : Salman Dziyaul Azmi NIM : 24010314130098 PUSAT PELAYANAN KULIAH KERJA NYATA (P2KKN) LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2018 144 .

Tujuan : Untuk menghasilkan sebuah website yang menjadi sarana untuk mempresentasikan profil dari organisasi pemuda. Pembuatan website dilakukan mulai hari Kamis tanggal 11 Januari 2018 dan selesai pada hari Rabu 145 . Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Program ini diawali dengan melakukan survei kepada pengurus Ikatan Pemuda Serba Guna (IPSENA) yang dilakukan pada hari Jumat tanggal 5 Januari 2018. Pembuatan website organisasi pemuda di Desa Karanganom a. Belum adanya website bagi organisasi pemuda ini membuat berbagai kelebihan yang ada belum dapat dirasakan. Disamping untuk mempresentasikan profil organisasi pemuda beserta kegiatannya. Kegitan Keilmuan (Monodisiplin) 1. Website adalah salah satu bentuk pemanfaatan teknologi informasi secara riil yang dapat digunakan untuk mencantumkan profil sebuah organisasi. kegiatan-kegiatan yang dilakukan serta sarana pemasaran produk yang dihasilkan. Dari kegiatan survei ini ditemukan bahwa IPSENA memerlukan sebuah website yang mencakup profil dari organisasi pemuda. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Pembuatan website organisasi pemuda di Desa karanganom. Rekapitulasi Kegiatan 1. 2. Bidang Kegiatan yang dipilih Bidang teknologi informasi yang terus berkembang pesat menjadikannya pilihan utama untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat umum. Sehingga diperlukan pembuatan website untuk menunjang keberjalanan organisasi ini. Maksud. website juga digunakan sebagai alat pemasaran produk yang efektif karena terdapat unsur visual berupa gambar dan teks. kegiatan-kegiatan yang dilakukan serta sarana pemasaran produk yang dihasilkan. REALISASI KEGIATAN MAHASISWA KKN A. 3. Sasaran : Organisasi pemuda di Desa Karanganom bernama Ikatan Pemuda Serba Guna (IPSENA).

pemaparan cara pengelolaan serta penyerahan website kepada pengurus IPSENA. yaitu survey untuk menentukan kebutuhan website. Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahapan. Halaman kegiatan berisi berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh IPSENA. Pengurus memiliki antusiasme untuk mempelajari cara mengelola website ini kedepannya. tanggal 24 Januari 2018. dilakukan pemaparan kepada salah satu pengurus yang bertanggung jawab atas pengelolaan website ini. profil singkat. Saran : 146 . Kegiatan ini menghasilkan sebuah website Ikatan Pemuda Serba Guna (IPSENA) yang diserahkan pada hari Jumat tanggal 26 Januari 2018. pembuatan website. serta galeri produk yang dihasilkan dan ingin dipasarkan. c. 4. Analisis SWOT a. b. Peluang :  Adanya dukungan dari pengurus IPSENA dalam pembuatan website. Hambatan :  Diperlukan biaya lebih dalam mengelola website ini karena membutuhkan jaringan internet. Pada halaman utama ditampilkan logo dari IPSENA. yaitu halaman utama. Website Ikatan Pemuda Serba Guna (IPSENA) memiliki tiga bagian. Serta meningkatkan pemasukan dari penjualan produk yang dihasilkan dan dipasarkan oleh IPSENA melalui wesite ini. Sedangkan halaman profil berisi struktur organisasi kepengurusan IPSENA. Agar website yang dibuat dapat dioperasikan dan diperbarui secara berkala oleh pengurus IPSENA. Kelemahan :  Kurangnya pengetahuan pengurus IPSENA dalam memahami istilah-istilah yang ada pada perangkat komputer. d. Kesimpulan : Program kerja pembuatan website organisasi pemuda bernama Ikatan Pemuda Serba Guna (IPSENA) di Desa Karanganom telah berjalan dengan baik. halaman profil dan halaman kegiatan. Kekuatan :  Program pembuatan website ini akan meningkatkan profesionalitas IPSENA sebagai sebuah organisasi.

Baik sebagai sarana untuk mengenalkan organisasi kepada masyarakat.Website Ikatan Pemuda Serba Guna (IPSENA) yang telah dibuat. hendaknya dapat dikelola dengan baik oleh pengurus IPSENA sehingga dapat bermanfaat. Dokumentasi Tampilan website Ikatan Pemuda Seba Guna (IPSENA) Pemaparan cara mengelola website IPSENA kepada pengurus. maupun sebagai sarana pemasaran prosuk yang dihasilkan. 147 .

Pada setiap kegiatan. Maksud. Sedangkan kegiatan ketiga dilakukan pada hari Rabu tanggal 24 Januari 2018 di RW 3 Desa Karanganom. dan berat badan anak. Sasaran : Petugas posyandu yang bertugas dalam mengisi data balita pada kegiatan posyandu. Rekapitulasi Kegiatan 1. Kegiatan ini menghasilkan sebuah formulir online berupa Google Form untuk melakukan pendataan balita pada kegiatan posyandu. nama orang tua. 148 . Kegiatan kedua dilakukan pada hari Jumat tanggal 19 Januari 2018 di RW 2 Desa Karanganom. Pada formulir ini input yang ada terdiri dari nama anak. Tujuan : Formulir online pendataan posyandu serta mengajarkan petugas posyandu untuk menggunakan Google Form dalam melakukan pendataan balita dalam kegiatan posyandu. rt/rw. 2. tanggal lahir anak. Bidang Kegiatan yang dipilih Kegiatan posyandu merupakan kegiatan rutin bulanan di Desa Karanganom. terdapat banyak warga yang terlibat sehingga pencatatan yang dilakukan secara manual menjadi hambatan. Pelatihan penggunaan Google Form dilakukan sebanyak tiga kali menyesuaikan dengan kegiatan posyandu yang ada di Desa Karanganom. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Kegiatan ini diawali dengan melakukan pembuatan Google Form pada hari Minggu tanggal 14 Januari 2018. Pelatihan penggunaan Google Form untuk menunjang pendataan Posyandu di Desa Karanganom a. Untuk mengatasi hal ini diperlukan pencatatan berbasis teknologi informasi yaitu berupa penggunaan Google Form sehingga pencatatan menjadi lebih mudah dan efisien dalam hal waktu. Kegiatan pertama dilakukan pada hari Selasa tanggal 16 Januari 2018 bertempat di RW 1 Desa Karanganom.2. 3. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Pelatihan penggunaan Google Form untuk menunjang pendataan Posyandu di Desa Karanganom.

Peluang :  Data yang ada dapat di kelola lebih lanjut pada aplikasi lain sehingga dapat diperoleh informasi yang lebih bermanfaat. Hambatan :  Petugas posyandu yang telah terbiasa menggunakan cara manual membuat mereka kesulitan dalam beralih ke formulir online. f. Saran : Penggunaan Google Form sebagai sarana untuk melakukan pendataan balita pada kegiatan posyandu hendaknya dapat berlanjut untuk kedepannya. h. Kekuatan :  Pendataan balita pada saat kegiatan posyandu menjadi lebih mudah dan cepat. Disamping itu petugas posyandu juga dapat memasukkan data balita yang ada melalui formulir online yang telah dibuat. Kesimpulan : Program kerja pelatihan penggunaan Google Form untuk menunjang pendataan kegiatan posyandu telah berjalan dengan baik. Disamping itu data yang ada dapat lebih mudah dikelola maupun disimpan. Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahapan. Kelemahan : Pengetahuan akan komputer yang kurang sehingga memerlukan penjelasan lebih dalam pendampingannya. Disamping itu diperlukan biaya lebih untuk menyediakan akses internet apabila tidak dalam jangkauan Wifi publik. yaitu tahap pembuatan Google Form. g. Analisis SWOT e. serta tahap pelatihan yang dilakukan sebanyak tiga kali di tempat yang berbeda menyesuaikan kegiatan posyandu yang ada. 4. dengan menggunakan Google Form petugas dapat menginputkan beberapa data sekaligus sehingga waktu yang digunakan menjadi lebih efisien. Selain lebih mudah. 149 .

Penjelasan mengenai penggunaan Google Form untuk melakukan pendataan balita posyandu. 150 .Dokumentasi Tampilan Google Form untuk melakukan pendataan balita posyandu.

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN (LPK-INDIVIDU) KULIAH KERJA NYATA TIM I TAHUN 2018 SUB UNIT : Pengelompokan Kegiatan UNIT : Desa KECAMATAN : Weleri KABUPATEN : Kendal DESA : Karanganom PROVINSI : Jawa Tengah Disusun oleh : Nama Mahasiswa : Anjar Nugroho NIM :21120114120045 PUSAT PELAYANAN KULIAH KERJA NYATA (P2KKN) LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2018 151 .

REALISASI KEGIATAN MAHASISWA KKN

A. Kegiatan Keilmuan (Monodisiplin)

1. Pelatihan Microsoft Word dan Excel kepada Perangkat Desa Karanganom
a.Rekapitulasi Kegiatan
1. Bidang Kegiatan yang dipilih
Bidang kegiatan yang dipilih adalah komputer. Pemilihan program pelataihan
Microsoft word dan excel ini dikarenakan perangakt desa Karanganom belum
dapat mengoperasikan aplikasi tersebut.

2. Maksud, Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai
Maksud :
Maksud program ini adalah untuk memberikan pelatihan Microsoft word dan
excel pada perangakat desa Karanganom. Melalui program ini, diharapkan
pekerjaan perangakat desa dapat lebih mudah dilakukan dengan dibantunya
menggunakan aplikasi Microsoft word dan excelmisalnya pada pembuatan
surat pengantar, surat kuasa, pendataan warga Karanganom dan lain
sebagainya.
Tujuan :
Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pelatihan penggunaan
Microsoft word dan excel kepada perangkat desa karanganom sehingga
perangkat desa dapat menggunakan aplikasi tersebut dengan lancar dan
terbiasa.Sasaran :
Sasaran kegiatan ini adalah perangakt desa Karanganom.

3. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut
Hasil yang ingin dicapai pada program ini adalah perangkat desa dapat terbiasa
dan lancar dalam menggunakan Microsoft word dan excel dalam memudahkan
pekerjaan di kelurahan Karanganom.Kegiatan ini diawali dengan pengarahan
tentang pentingnya penggunaan Microsoft word dan excel pada perangkat desa
dan dalam kehidupan sehari-hari kemudian dilanjutkan dengan pelatihan
pembuatan surat kuasa pada Microsoft word dan juga pendataan warga
Karanganom pada Microsoft excel. Pelatihan ini menggunakan aplikasi
Microsoft office 2017 word dan excel. Program ini dilaksanakan pada Senin, 22

152

Januari 2018 di balai desa Karanganom. Tindak lanjut yang dilakukan yaitu
pendampingan oleh mahasiswa KKN UNDIP kepada perangakat desa dalam
mengoperasikan Microsoft word dan excel.

4. Analisis SWOT
a. Kekuatan :
- Pelatihan ini dapat meningkatkan produktifitas pekerjaan pada
perangkat desa Karanganom.
- Terdapatnya perangkat laptop dan Wifi di kelurahan Karanganom.
b. Kelemahan :
- Perangkat desa belum dapat mengoperasikan Microsoft word dan excel.
c. Peluang :
- Pelatihan dilakukan setelah 10 hari pengadaan laptop baru pada
perangkat desa Karanganom
- Perangakat desa kebanyakan belum dapat mengoperasikan laptop
- Pihak kelurahan sangat mendukung diadakannya kegiatan ini
d. Hambatan :
- Terbatasnya laptop yang dapat digunakan.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil program pelatihan Microsoft word dan excel pada perangkat desa
Karanganom yang telah dilaksanakan, para perangkat desa menjadi lebih paham dan
mengetahui cara mengoperasikan laptop, khususnya pada penggunaan Microsoft word dan
excel untuk memudahkan pekerjaan di kelurahan desa Karanganom.

Saran :
Program ini hanya dilakukan pendampingan ketika mahasiswa KKN UNDIP berada di lokasi.
Diharapkan kedepanya perangkat desa Karanganom dapat mengoperasikan Microsoft word
dan excel dengan lancar meskipun tidak didampingi lagi oleh mahasiswa KKN UNDIP.

153

Dokumentasi

2. Pelatihan dan Pembuatan Sosial Media kepada Perangkat Desa Karanganom
a. Rekapitulasi Kegiatan
1. Bidang Kegiatan yang dipilih
Bidang program yang dipilih adalah komputer. Program ini dipilih
karena terdapat beberapa potensi desa Karanganom yang belum
dipromosikan seperti pindang, presto, ternak ayam, lovebird, dan lain
sebagainya. Dengan adanya sosial media, diharapkan potensi tersebut
dapat diketahui banyak orang dan meningkatkan pendapatan di desa
Karanganom.
2. Maksud, Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai
Maksud :

Maksud dari program ini adalah pembuatan dan pelatihan penggunaan
sosial media khususnya facebook dan instagram, memberikan
pemahaman dan pengetahuan tentang penggunaan sosial media untuk
promosi potensi desa Karanganom.Sehingga produk-produk dari desa
Karanganom dapat terjual hingga luar daerah.

Tujuan :
Tujuan dari program ini adalah meningkatkan pemasukan desa
Karanganom dan memberikan ilmu yang dapat digunakan untuk
pengelolaan produk-produk potensi desa Karanganom.

154

kemudian dilanjutkan dengan penuturan cara pengelolaan sosial media tersebut seperti cara memposting. .Banyak warga belum mengetahui cara pembuatan dan pengelolaan sosial media. pemberian caption yang menarik dan cara logout dari sosial media yang digunakan. video. 4. mengunggah foto.Belum adanya akun facebook dan instagram dari pengelolaan produk desa Karanganom. Analisis SWOT a. 24 Januari 2018 di Rt 13 Rw 3 desa Karanganom.Mengunggah postingan dapat dilakukan dimana saja asalkan terdapat smartphone dan koneksi internet . Kelemahan : . Kekuatan : . c. Sasaran : Sasaran kegiatan ini adalah perangkat desa dan karangtaruna desa karanganom. Peluang : . Hambatan : . 155 . Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Hasil yang dicapai pada program ini adalah perangkat desa dan karangtaruna desa Karanganom dapat menggunakan dan mengelola sosial media untuk memasarkan produk-produk dari desa Karanganom.Terbatasnya warga yang memiliki smartphone. d. 3. . . Pada kegiatan ini pertama adalah sesi cuntoh pembuatan akun pada sosial media facebook dan instagram.Perangkat desa dan karangtaruna sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini dilakukan pada hari Rabu.Tersedianya Wifi di balai desa Karanganom.Pengelolaan di rumah harus menggunakan kuota pribadi.Wifi terdekat hanya terdapat di balai desa Karanganom.Sosial media ini dapat digunakan melalui smartphone sehingga mudah dibawa kemana saja b. .

Dengan adanya sosial media ini diharapkan produk-produk dari desa Karanganom dapat dikenal dan terjual hingga keluar daerah desa Karanganom. Dokumentasi 156 . Saran : Untuk kedepanya semoga pembuatan dan pengelolaan akun sosial media dapat tersebar dan masyarakat dapat menggunakan dengan baik. kegiatan ini lancar dan antisias yang tinggi dari perangkat desa dan karangtaruna desa Karanganom.Kesimpulan : Berdasarkan hasil program pelatihan dan pembuatan sosial media yang dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2018 di Rt12 Rw 3 desa Karanganom.

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN (LPK-INDIVIDU) KULIAH KERJA NYATA TIM I TAHUN 2018 SUB UNIT : Pengelompokan Kegiatan UNIT : Desa KECAMATAN : Weleri KABUPATEN : Kendal DESA : Desa Karanganom PROVINSI : Jawa Tengah Disusun oleh : Nama Mahasiswa : Devi Mandisa Riyantana NIM : 21070114130077 PUSAT PELAYANAN KULIAH KERJA NYATA (P2KKN) LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2018 157 .

Maksud. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Sosialisasi manfaat sistem e-commerce dengan menggunakan social media untuk berdagang. Selain pemberian leaflet kegiatan sosialisasi dilakukan demonstrasi penggunaaan social media untuk berjualan. Banyaknya pembeli juga menjadi penyebab dibutuhkannya penjualan menggunakan Social Media. 12 / RW 003 di Desa Karanganom memiliki potensi pada sektor pemindangan yang setiap kepala keluarnya memproduksi pemindangan ikan tersebut. Social media yang digunakan adalah instagram. Bidang Kegiatan yang dipilih Pemilihan kegiatan memasarkan produk/usaha yang dijalankan melalui sistem e-commerce dengan menggunakan social media. REALISASI KEGIATAN MAHASISWA KKN A. Rekapitulasi Kegiatan 1. Tujuan : Memperkenalkan metode baru untuk berdagang dengan memanfaatkan sistem e-commerce dengan menggunakan social media sehingga dapat mempermudah kegiatan berdagang. Penerapan penjualan produk usaha kecil menengah di Desa Karanganom menggunakan sistem e-commerce. dikarenakan pada Rt. Kegiatan Keilmuan (Monodisiplin) 1. 3. 11 dan Rt. a. Sasaran : Pembuat Pindang RT 11 dan RT 12 / RW 003 Desa Karanganom. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Program ini dimulai dengan penyusunan materi dalam bentuk leaflet sehinga memudahkan peserta kegiatan untuk memahami materi yang akan disampaikan. rata-rata setiap keluarga memproduksi sebanyak kurang lebih 1 ton setiap bulannya. Dengan menggunakan Social Media dapat sekaligus mempromosikan produk dari usaha yang dijalankan. agar penjualan semakin bertambah dan mendapatkan keuntungan yang maksimal. 2. facebook dan 158 . Penyampaian sosialisasi dilakukan dengan cara datang ke setiap kepala keluarga yang melakukan usaha pemindangan.

Analisis SWOT a. Bentuk kegiatan sosialisasi sistem e-commerce dengan menggunakan social media dilanjutkan 159 . Kegiatan ini berjalan lancar karena antusiasme pembuat pindang Rt. Setelah sesi penyampaian materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sesi ini memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya terkait materi yang disampaikan. Bentuk kegiatan yang dijalankan yaitu sesuai dengan bobot kegiatan KKN saat di lapangan sebanyak 200 jam kerja dilakukan dengan cara datang ke setiap kepala keluarga yang melakukan usaha pemindangan. Hambatan :  Peserta sosialisasi memiliki usia rata-rata 40 an sehingga masih gagap akan teknologi khususnya penggunaan internet. 12 Desa Karanganom untuk mengetahui manfaat berdagang dengan sistem e-commerce menggunakan social media. 11 dan Rt.  Pedagang dan konsumen dapat berinteraksi dimanapun dan kapanpun. 11 dan Rt. b. Kesimpulan : Program kerja yang telah dilaksanakan untuk penerapan penjualan produk usaha kecil menengah di Desa Karanganom dengan sistem e-commerce yang menggunakan social media untuk media berjualannya. Peluang :  Perkembangan teknologi yang diikuti dengan konsumsi belanja masyarakat yang semakin meningkat d. youtube. 12 / RW 003 Desa Karanganom benar-benar mampu menerapkan hasil sosialisasi. 4. Kegiatan ini dilanjutkan dengan program pelatihan yang berkelanjutan sehingga pembuat pindang Rt. Kekuatan :  Penggunaan Social Media sangat efektif untuk mengenalkan barang dagangan ke konsumen tanpa biaya mahal. c. Kelemahan :  Adanya penipuan dalam belanja online  Membutuhkan kreativitas pedagang untuk menyentuh konsumen.

Rekapitulasi Kegiatan 1. 11 dan Rt. 12 / RW 003 Desa Karanganom dapat meningkatkan nilai kemandirian tiap kepala keluarga di desa Montongsari dan mampu meningkatkan pendapatan masyarkat. 160 . 11 dan Rt. 12 / RW 003 Desa Karanganom benar-benar mampu menerapkan hasil sosialisasi. Maksud. Saran : Pelatihan penggunaan Social Media dikalangan pembuat pindang Rt. Dikarenakan rata-rata usia pembuat pindang yaitu 40 an diperlukan pengemasan materi yang singkat. mudah dan padat agar mudah dipahami oleh mereka. Pada desa lain sudah banyak yang mengikuti UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) khususnya untuk usaha pemindangan. Bidang Kegiatan yang dipilih Pemilihan kegiatan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Rt. 12 / RW 003 pada Desa Karanganom dikarenakan hampir semua kepala keluarga menggeluti usaha pemindangan dan rata-rata jumlah produksi sekitar 1 ton. 2. Pembentukan UMKM Desa Karanganom a. Dengan mendaftarkan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) pada Desa Karanganom dapat menunjang perekonomian sehingga usaha dapat berkembang menjadi lebih besar dan menambah keuntungan secara maksimal.dengan program pelatihan yang berkelanjutan sehingga pembuat pindang Rt. 3. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Sosialisasi manfaat UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan pengisian formulir untuk pendaftaran UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) khususnya usaha pemindangan. 11 dan Rt.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembentukan organisasi pada Desa Karanganom dengan struktur organisasinya sehingga pembuat pindang Rt. 12 / RW 003 Desa Karanganom. Analisis SWOT a. 12 / RW 003 di Desa Karanganom untuk mengetahui manfaat UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) sangat tinggi. 161 . 4. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Program ini dimulai dengan penyusunan materi dalam bentuk leaflet sehinga memudahkan peserta kegiatan untuk memahami materi yang akan disampaikan. 11 dan Rt.  Bantuan yang didapat berupa peralatan maupun uang modal tidak sebesar yang diharapkan. Kegiatan ini berjalan lancar karena antusiasme pembuat pindang Rt. 12 / RW 003 Desa Karanganom benar-benar mampu menerapkan hasil sosialisasinya. b. Penyampaian sosialisasi dilakukan dengan cara datang ke setiap kepala keluarga yang melakukan usaha pemindangan. Kekuatan :  Pembentukan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) sangat efektif dan efisien dalam pendanaan untuk peralatan maupun modal dalam usaha pemindangan. Tujuan : Membentuk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) pada Desa Karanganom Sasaran : Pembuat Pindang Rt. 11 dan Rt. 3.  Peserta UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dapat menghadiri kegiatan expo dari pemerintah secara gratis untuk mewakili daerahnya.  Tidak semua kepala keluarga dapat mengikuti event tertentu dari pemerintah karena hanya perwakilan yang terbaik saja. Kelemahan :  Keterlambatan informasi yang disampaikan ke masyarakat. Selain pemberian leaflet kegiatan sosialisasi melakukan pengisian formulir pendaftaran UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dengan syarat ketentuan yang berlaku. 11 dan Rt.

d. Saran : Pembentukan organisasi pada Desa Karanganom pembuat pindang Rt. c. 11 dan Rt. 162 . 12 / RW 003 Desa Karanganom benar-benar mampu menerapkan hasil sosialisasi. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembentukan organisasi pada Desa Karanganom dengan struktur organisasinya sehingga pembuat pindang Rt.  Pasifnya masyarakat dalam melakukan pengembangan usahanya Kesimpulan : Program kerja yang telah dilaksanakan untuk Pembentukan UMKM Desa Karanganom yang dijalankan yaitu sesuai dengan bobot kegiatan KKN saat di lapangan sebanyak 200 jam kerja. Bentuk kegiatan sosialisasi manfaat UMKM (Usaha Mikro Keci Menengah) dilakukan dengan cara datang ke setiap kepala keluarga yang melakukan usaha pemindangan. Selain pemberian leaflet kegiatan sosialisasi melakukan pengisian formulir pendaftaran UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dengan syarat ketentuan yang berlaku. Diperlukannya struktur organisasi yang matang agar usaha dapat berkembang semakin besar. Peluang :  Usaha pemindangan dapat berkembang lebih besar dari sebelumnya. Hambatan :  Terlambatnya penerimaan informasi kepada masyarakat dikarenakan kesulitan dalam alat komunikasi. 12 / RW 003 Desa Karanganom benar-benar mampu menerapkan hasil sosialisasi sehingga dapat meningkatkan keeratan antara pembuat pindang dan mampu meningkatkan pendapatan masyarkat. 11 dan Rt.

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN (LPK-INDIVIDU) KULIAH KERJA NYATA TIM I TAHUN 2018 SUB UNIT : Pengelompokan Kegiatan UNIT : Desa KECAMATAN : Weleri KABUPATEN : Kendal DESA : Karanganom PROVINSI : Jawa Tengah Disusun oleh : Nama Mahasiswa : Yusuf Enggartyas Yudanto NIM : 23010114130116 PUSAT PELAYANAN KULIAH KERJA NYATA (P2KKN) LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2018 163 .

Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Rabu. Sasaran : Karang Taruna desa (IPSENA) 3. Saat ini Ayam Kampung memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tujuan : Untuk melatih dan membekali karang taruna desa agar dapat mengoptimalkan proses produksi dan memperbesar keuntungan yang diterima dari ayam kampung. Maksud.00 WIB yang berlokasi di Mushola Miftahul Jannah Dusun Kenayan Desa Karanganom dengan penyampaian materi mengenai Gerakan Budidaya Ayam Kampung yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Ayam Kampung saat ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. dapat meningkatkan pendapatan ekonomi warga melalui budidaya ayam kampung. Kegiatan Keilmuan (Monodisiplin) 1. Gerakan Budidaya Ayam Kampung a. 164 . 2. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Gerkan budidaya ayam kampung memiliki konsep untuk meningkatkan produksi dan populasi. Setelah itu dilakukan penyuluhan pada tiap rumah yang memiliki ayam kampung tentang pentingnya kebersihan kandang dan tata cara pemeliharaan ayam kampung agar dapat menghasilkan produktivitas yang tinggi. Bidang Kegiatan yang dipilih Ayam Kampung merupakan komoditas ternak yang mudah dibudidayakan. Warga sangat antusias dengan program kerja yang dilaksanakan. Rekapitulasi Kegiatan 1. Oleh karena itu dengan pemeliharaan ayam kampung secara intensif dapat meningkatkan pendapatan ekonomi warga Karanganom. REALISASI KEGIATAN MAHASISWA KKN A. Pengelolaan ayam kampung yang ditata dengan rapi. baik daging maupun telurnya. 24 Januari 2018 pukul 20.

Hambatan :  Rendahnya pengetahuan peternak  Manajemen pemeliharaan yang lama menghambat penerapan manajemen pemeliharaan yang baru (termasuk program pemberian pakan sesuai nutrisi) Kesimpulan : Kegiatan pelatihan dan pembekalan Gerakan Budidaya Ayam Kampung dapat dapat dijadikan sebagai usaha sampingan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. 4. Dokumentasi 165 . Kekuatan :  Terdapat semangat yang tinggi dan kemauan peternak yang besar untuk dapat melanjutkan program dan mempraktekkannya b. Saran : Seharusnya dilaksanakan kegiatan pelatihan pembutan pakan untuk mempermudah warga dalam memelihara ayam. Analisis SWOT a. Kelemahan :  Kurangnya kemampuan dasar (teknis) peternak untuk mengaplikasikan materi yang diberikan  Belum terujinya program yang diberikan dibandingkan dengan kenyataan yang ada c. Peluang :  Terdapat tanggapan positif pada karang taruna d.

4. Program dilaksanakan pada hari Selasa. Sehat. Utuh dan Halal) serta membedakan produk peternakan yang telah dipalsukan. Sehat. dimana ibu – ibu sangat antusias ingin mengetahui bagaimana kondisi daging yang baik untuk di konsumsi dan bagaimana cara membedakan daging yang sudah dipalsukan. Sasaran : Ibu-ibu PKK 3. 2. Halal berarti dipotong dan ditangani sesuai dengan Syariat Agama Islam. Hasil yang ingin dicapai dan Tindak Lanjut Program ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi pengenalan daging yang ASUH serta tanya jawab mengenai baik dan buruknya daging yang dijual di pasar. Maksud. Utuh dan Halal) a. Sehat berarti memiliki zat-zat yang berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan. karena dari berbagai aspek daging yang ASUH terjamin jika dikonsumsi oleh masyarakat. Tujuan : Memberikan informasi kepada masyarakat tentang daging yang ASUH (Aman. Utuh dan Halal) penting dilakukan dikarenakan kebanyakan masyarakat kurang memahami bahwa kualitas daging yang akan dikonsumsi harus diperhatikan karena banyak penyakit yang dapat terjadi akibat mengkonsumsi daging yang tidak higienis. Utuh berarti tidak dicampur dengan bagian lain dari hewan tersebut atau bagian hewan lain.00 WIB yang berlokasi di salah satu rumah warga di RT 13 Rw 03 Desa Karanganom. Pengenalan Daging ASUH (Aman. Sehat.sehat. 30 Januari 2018 pukul 16. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Sosialisasi tentang daging yang ASUH (Aman. Kegiatan ini diterima baik oleh masyarakat dengan antusiasme tinggi saat kegiatan berlangsung. Bidang Kegiatan yang dipilih Daging yang ASUH (aman. utuh dan halal) adalah daging yang diharapkan oleh semua konsumen. Pengertian ASUH yaitu Aman berarti tidak mengandung residu bahan kimia yang dapat menyebabkan penyakit atau mengganggu kesehatan manusia. 166 . Rekapitulasi Kegiatan 1.

Oleh karena itu. Saran : Sebaiknya pelaksanaan lebih maksimal dikarenakan ibu-ibu yang tidak ikut PKK tidak ikut serta dalam kegiatan sehingga tidak mengetahuipentingnya daging yang ASUH Dokumentasi 167 . Analisis SWOT a. Hambatan :  Masih banyaknya warga yang belum mengetahui dan membedakan daging yang ASUH Kesimpulan : Dengan tercapainya sasaran dari program ini. masyarakat dapat mengetahui bagaimana klasifikasi dari daging yang baik dan sehat untuk dikonsumsi. 4. Utuh dan Halal)  Metode yang digunakan mudah dan sederhana  Makin banyaknya pemalsuan produk hasil peternakan b. Kekuatan :  Pentingnya informasi tentang daging yang ASUH (Aman. Peluang :  Banyak masyarakat yang tertarik terhadap pentingnya daging yang ASUH d. Kelemahan : Kurangnya pengawasan pemerintah tehadap daging yang ASUH c. masyarakat dapat menurunkan resiko terserang penyakit melalui daging yang sangat sering terjadi jika tidak diperhatikan kualitas karkas yang akan dikonsumsi. Sehat.

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN (LPK-INDIVIDU) KULIAH KERJA NYATA TIM I TAHUN 2018 SUB UNIT : Pengelompokan Kegiatan UNIT : Desa KECAMATAN : Weleri KABUPATEN : Kendal DESA : Karanganom PROVINSI : Jawa Tengah Disusun oleh : Nama Mahasiswa : Muhammad Fuad Shofly NIM :21090114130155 PUSAT PELAYANAN KULIAH KERJA NYATA (P2KKN) LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2018 168 .

makanan. Miniatur adalah suatu tiruan sebuah objek seperti tempat. Bidang Kegiatan yang dipilih Bidang kegiatan yang dipilih adalah maritim. Tujuan : Tujuan dari program ini adalah memberikan pengetahuan bahwa pembuatan miniatur kapal dapat digunakan sebagai usaha bersama dengan didukung letak Desa Karanganom yang berada pada jalur menuju wisata Pantai Cahaya yang merupakan salah satu wisata bahari yang berada di Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal. 2. Sehingga miniatur kapal merupakan tiruan dari kapal dengan ukuran yang lebih kecil. Maksud. Kapal adalah kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut (sungai dsb) seperti halnya sampan atau perahu yang lebih kecil. Kegiatan Keilmuan (Monodisiplin) 1. REALISASI KEGIATAN MAHASISWA KKN A. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Maksud dari program pembuatan miniatur kapal menggunakan stickyaitu diharapkan masyarakat lebih mengetahui potensi bidang maritim dimulai dari miniatur kapal yang di buat dari stick es krim. bangunan. dan objek lainnya yang dapat dilihat dari segala arah atau biasa disebut benda 3 dimensi. Realisasi Kegiatan 1. sehingga sering dilewati oleh masayarakat yang ingin berkunjung ke objek wisata Pantai Cahaya 169 . Latar belakang dipilihnya program pembuatan miniatur kapal menggunakan stick guna menginisiasi pembentukan UMKM di Desa Karanganom adalah permasalahan yang ditemui saat survey yaitu tidak adanya masyarakat yang bekerja di bidang kelautan sehingga pengetahuan dan kecintaan mengenai ilmu maritim masih kurang. Pembuatan Miniatur Kapal Menggunakan Stick Guna Menginisiasi Pembentukan UMKM di Desa Karanganom a.

Kekuatan :  Bahan baku yang digunakan mudah didapat di toko  Harga bahan baku yang relatif murah b. dimana ibu – ibu aktif bertanya namun bahan yang dibawa kurang mencukupi sehingga peserta yang hadir tidak dapat melakukan pembuatan miniatur kapal menggunakan stick ditempat. 3. Sasaran : Sasaran program ini adalah ibu rumah tangga dan pemuda – pemudi di Desa Karanganom. Peluang :  Belum begitu banyak pengrajin miniatur kapal dari stick es krim  Desa Karanganom yang berada pada jalur menuju wisata Pantai Cahaya. Kelemahan :  Bahan baku mudah patah  Bahan baku mudah keropos  Tingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam merakit stick es krim menjadi miniatur kapal c. interaksi serta tanya jawab mengenai apa saja keutungan dan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat miniatur kapal menggunakan sticktelah terlaksana pada hari Rabu tanggal 7 Februari 2018 yang bertempat di Balai Desa Kelurahan Karanganom. 4. sehingga miniatur kapal dapat dijadikan sebagai cinderamata pengunjung Pantai Cahaya d. Hambatan :  Kurangnya referensi langkah-langkah pembuatan berbagai macam miniatur kapal 170 . Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Program ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi pembuatan miniatur kapal menggunakan stick. Analisis SWOT a. Kegiatan ini diterima baik oleh masyarakat dengan antusiasme tinggi saat kegiatan berlangsung.

Bidang Kegiatan yang dipilih Bidang kegiatan yang dipilih adalah material. obeng. Peralatan seperti sendok. pisau. baja seringkali berkarat. penyebab yang paling umum adalah paparan terhadap kelembapan dalam waktu yang lama. dan lainnya jika disimpan lama dan jarang dirawat juga dapat berkarat apalagi disimpan ditempat yang lembab. Bahkan logam yang sudah dilapisi krom seringkali juga tetap berkarat. Dokumentasi 2. Mencegah dan Mengatasi Peralatan Rumah Tangga Berbahan Logam dari Korosi a. Karat akan terus bertambah sehingga mempercepat proses korosi. termasuk baja akan mengikat atom oksigen yang terkandung di dalam air untuk membentuk lapisan oksida besi atau karat. gunting. Dan apabila peralatan yang sudah 171 . kunci. Karat muncul dari oksidasi besi. Logam yang mengandung zat besi. Realisasi Kegiatan 1.Kesimpulan : Kegiatan pelatihan dan pembuatan miniatur kapal menggunakan stick dapat memberikan contoh kepada masyarakat dalam menyalurkan kreativitasnnya yang dapat dijadikan sebagai usaha sampingan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Saran : Seharusnya disediakan alat dan bahan yang mencukupi jumlah peserta Ibu-ibu PKK sehingga setiap peserta yang hadir dapat mempraktikkan masing – masing. Peralatan rumah yang terbuat dari logam seperti besi.

Kekuatan :  Bahan baku yang digunakan mudah didapat di toko. Tujuan dan Sasaran yang ingin dicapai Maksud : Maksud dari program mencegah dan mengatasi peralatan rumah tangga berbahan logam dari korosi yaitu diharapkan masyarakat dapat melakukan perawatan secara teratur terhadap peralatan rumah tangga berbahan dasar logam agar terhindar dari korosi. Maksud. Tujuan : Tujuan dari program ini adalah memberikan pengetahuan bahwa cola dapat digunakan sebagai solusi mengatasi korosi pada peralatan rumah tangga berbahan dasar logam. Kegiatan ini diterima baik oleh masyarakat dengan antusiasme tinggi saat kegiatan berlangsung. 3. berkarat melukai tubuh. Analisis SWOT a. 172 . interaksi serta tanya jawab mengenai apa saja keuntungan. kerugian dan bahan yang digunakan untuk mengatasi korosi menggunakan cola telah terlaksana pada hari Rabu tanggal 24 Januari 2018 yang bertempat di Musholla Miftahul Jannah Dusun Kenayan Kelurahan Karanganom. maka sangat besar peluang terjadi infeksi pada luka tersebut. Oleh sebab itu sangat penting untuk selalu merawat peralatan secara teratur agar terhindar dari korosi. 2. Sasaran : Organisasi pemuda di Desa Karanganom bernama Ikatan Pemuda Serba Guna (IPSENA). dimana para pemuda aktif bertanya namun bahan yang dibawa kurang mencukupi serta kurangnya sample peralatan rumah tangga yang mengalami karat sehingga peserta yang hadir tidak dapat mengaplikasikan secara langsung 4. Hasil yang ingin dicapai dan Tindak Lanjut Program ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi mengatasi karat menggunakan cola agar tidak terjadi korosi.

Saran : Seharusnya disediakan sampel (peralatan yang mengalami korosi) dan bahan yang mencukupi jumlah peserta. Kesimpulan : Kegiatan mencegah dan mengatasi peralatan rumah tangga berbahan logam dari korosi dapat memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat bahwa cola dapat digunakan untuk mengatasi karat dan mencegah korosi sehingga peralatan rumah tangga dapat digunakan dengan aman. sehingga setiap peserta yang hadir dapat mempraktikkan masing- masing. Dokumentasi 173 . Hambatan :  Peserta lebih memilih menjadikan cola untuk diminum daripada digunakan untuk mengatasi karat. b. Kelemahan :  Harga bahan baku yang relatif cukup mahal  Memerlukan waktu yang cukup lama agar karat hilang c. Peluang :  Peralatan bisa digunakan kembali d.

174 .