You are on page 1of 6

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS KECAMATAN KEMANGKON
Jln. Raya Panican-Kedungbenda Km. 2 Telp. 0281 6591566

KEPUTUSAN
KEPALA PUSKESMAS KEMANGKON
Nomor : 013 / KAPUS / V / 2016

TENTANG

PELAYANAN OBAT PUSKESMAS KEMANGKON

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

KEPALA PUSKESMAS KEMANGKON,

Menimbang : a. bahwa pelayanan obat Puskesmas dilaksanakan sesuai kebutuhan
pasien
b. bahwa pelayanan obat Puskesmas perlu memperhatikan mutu dan
keselamatan pasien
c. untuk menjamin pelayanan obat dilaksanakan sesuai kebutuhan,
bermutu dan memperhatikan keselamatan pasien maka perlu disusun
kebijakan pelayanan obat Puskesmas Kemangkon

Mengingat : 1. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1457
Tahun 2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan
di Kabupaten/Kota;
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007
tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah
Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota;
3. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1691
Tahun 2011 tentang Keselamatan Pasien di Rumah Sakit;
5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor
244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5587);
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 30 Tahun
2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas;
7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun
2014 tentang Puskesmas;

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS KEMANGKON TENTANG
PELAYANAN OBAT PUSKESMAS KEMANGKON.

Kesatu : Kebijakan pelayanan obat Puskesmas Kemangkon seperti yang tertera
pada lampiran surat keputusan ini.

Keempat : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. dipahami dan dipatuhi oleh petugas.M Martanto Boediarto .Ketiga : Kebijakan pelayanan obat Puskesmas Kemangkon wajib diketahui. dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan / perubahan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di : Kemangkon Pada tanggal : 2 Mei 2016 Kepala Puskesmas Kemangkon R.

00 WIB 5. Ketersedian obat wajib dievaluasi paling lambat tiap tiga bulan sekali 6. Peresepan obat psikotropika hanya boleh dilakukan oleh dokter. perawat. c. yang terdiri atas Sarjana Farmasi.00 WIB  Sabtu : jam 7. Obat kadaluwarsa tidak boleh diberikan pada pasien 7. Tenaga kesehatan lain yang ditunjuk oleh Kepala Puskesmas yang telah memperoleh pelatihan penyediaan obat bagi petugas yang diberi kewenangan menyediakan obat tetapi belum sesuai persyaratan. Analis Farmasi dan Tenaga Menengah Farmasi / Asisten Apoteker.30 – 13.30 WIB Istirahat jam 11.30 – 14. Apoteker : adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan apoteker. dokter gigi. LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS KEMANGKON NOMOR : 013 / KAPUS / V / 2016 TENTANG : PELAYANAN OBAT PUSKESMAS KEMANGKON PELAYANAN OBAT PUSKESMAS KEMANGKON 1. Ahli Madya Farmasi.30 – 11. 4.30 – 14. Jam pelayanan farmasi Puskesmas Kemangkon  Senin – Kamis : jam 7. Yang berhak menulis resep adalah dokter. perawat gigi dan bidan 3. b. Obat harus tersedia di Puskesmas sesuai dengan formularium Puskesmas 2. Pemberian obat psikotropika diatur sebagai berikut : a.00 WIB  Jumat : jam 7.00 – 14. Tenaga teknis kefarmasian : adalah tenaga yang membantu apoteker dalam menjalani pekerjaan kefarmasian. b. Penulisan resep psikotropika harus tertera :  Nama lengkap dokter  Nama lengkap penderita  Alamat lengkap dan jelas penderita . Yang berhak menyiapkan obat adalah : a.00 WIB Masuk kembali jam 13.

Penulisan resep psikotropika dengan menggunakan resep tersendiri f.M Martanto Boediarto . Obat psikotropika disimpan dalam lemari khusus penyimpanan obat psikotropika dengan pintu dan kunci ganda 8. cara pemakaian 12. aturan pakai. Penyampaian obat pada pasien harus disertai label yang berisi minimal: nama pasien. Penulisan resep psikotropika kepada penderita setelah dilakukan pemeriksaan terhadap penderita sesuai prosedur yang ada d. dimonitor penggunaannya. interaksi obat. Kepala Puskesmas Kemangkon R. tanggal. Jika terjadi kesalahan dalam pemberian obat maka harus dilaporkan dan ditindak lanjuti 15. maka obat harus diidentifikasi dan ditindaklanjuti sesuai dengan instruksi dokter 9. Penyediaan obat dilakukan oleh tenaga farmasi atau tenaga teknis kefarmasian dengan memperhatikan higiene dan kebersihan 10. Dalam pemberian obat harus memperhatikan ada tidaknya riwayat alergi. Obat kadaluwarsa ditangani secara tepat sesuai prosedur yang berlaku. Obat emergensi harus disegel. dan dicatat dalam rekam medis 14. Jika ada obat yang dibawa oleh pasien. Resep psikotropika ditulis dengan nama obat generik e.  Tanggal penulisan resep  Umur dan jenis kelamin  Tanda tangan dokter c. dan segera diganti jika digunakan dan disegel kembali oleh petugas 17. dan efek samping obat 13. Obat-obat emergensi harus tersedia di tempat pelayanan untuk mengatasi jika terjadi kedaruratan dalam pelayanan kesehatan 16. Penyimpanan obat dilakukan sesuai dengan ketentuan penyimpanan tiap-tiap obat 11. Efek samping obat harus dilaporkan dan ditindak lanjuti.