You are on page 1of 23

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Keluarga merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam
kehidupan. Keluarga menjadi tempat pertama seseorang memulai
kehidupannya. Keluarga membentuk suatu hubungan yang sangat erat antara
ayah, ibu, maupun anak. Hubungan tersebut terjadi dimana antar anggota
keluarga saling berinteraksi. Interaksi tersebut menjadikan suatu keakraban
yang terjalin di dalam keluarga, dalam keadaan yang normal maka
lingkungan yang pertama yang berhubungan dengan anak adalah orang
tuanya, saudarasaudaranya serta mungkin kerabat dekatnya yang tinggal
serumah. Melalui lingkungan itulah anak mulai mengenal dunia sekitarnya
dan pola pergaulan hidup yang berlaku sehari-hari; melalui lingkungan itulah
anak mengalami proses sosialisasi awal. (Soerjono, 2004)
Keluarga sebagai institusi sosial terkecil, merupakan fondasi dan
investasi awal untuk membangun kehidupan sosial dan kehidupan
bermasyarakat secara luas menjadi lebih baik. Sebab, di dalam keluarga
internalisasi nilai-nilai dan norma-norma sosial jauh lebih efektif dilakukan
daripada melalui institusi lainnya di luar lembaga keluarga. Peran aktif orang
tua terhadap perkembangan anak sangat diperlukan terutama pada saat
mereka masih berada dibawah usia lima tahun. Seorang bayi yang baru lahir
sangat tergantung dengan lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga khususnya
orang tua ayah dan ibunya. (Diana, 2010)

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan asuhan keperawatan pada keluarga Tn. O di harapkan
Semua anggota keluarga mampu merawat salah satu anggota keluraga
dengan stroke.

1

2. Tujuan Khusus
a. Mampu melakukan pengkajian terhadap keluarga Tn. O denga salah
satu anggota kelurag yang menderita stroke
b. Mampu merumuskan diagnosa keperawatan keluarga yang muncul
berkaitan dengan keadaan kesehatan keluarga Tn. O denga salah satu
anggota kelurag yang menderita stroke
c. Mampu mebuat rencana keperawatan untuk keluarga Tn. O denga
salah satu anggota keluraga yang menderita stroke
d. Mampu mengimplementasikan rencana keperawatan yang telah di
susun untuk keluarga Tn. O denga salah satu anggota keluraga yang
menderita stroke
e. Mampu melakukan evaluasi keperawatan terhadap keluarga Tn. O
denga salah satu anggota keluraga yang menderita stroke

C. Manfaat Penelitian
1. Bagi mahasiswa
Laporan ini diharapkan dapat menjadi refrensi bagi mahasiswa STIKES
Guna Bangsa Prodi Ilmu Keperawatan guna membantu dalam melakukan
Asuhan Keperawatan Keluarga khususnya keluarga dengan masalah
Stroke.
2. Bagi pembaca
Diharapkan dapat membantu meningkatkan pengetahuan kesehatan
tentangan bagaimana merawat anggota keluarga yanhg stroke
3. Bagi Institusi
Denganadanya Laporan ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber
informasi bagi pihak puskesmas maupun institusi kesehatan lainnya
khususnnya informasi tentang pereawatan keluarga yang menderita stroke.

2

hubungan. perkawinan. Ada pengambilan keputusan f. Matrilineal. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain. Patrilokal. Diikat tali persaudaraan b. atau adopsi. Pengertian Keluarga Keluarga adalah kumpulan dua orang / lebih hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional.keluarga sedarah terdiri sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi. dimana hubungan itu berasal dari jalur ibu c. Adanya ikatan batin d. Struktur Keluarga a. Keluarga kawinan. suami istri tinggal pada keluarga sedarah istri d. Interaksi h. Matrilokal. mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya. dan setiap individu punya peran masing-masing Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah. 3. Tinggal dalam satu rumah 3 . (friedman 2008) 2. suami istri tinggal pada keluarga sedarah suami e. Tanggung jawab masing-masing e. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Ciri-ciri Keluarga a. Kerjasama g. Adanya hubungan darah c. KELUARGA 1. keluarga sedarah terdiri sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi. patrilineal. Suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan saudara baik pihak suami dan istri. dimana hubungan itu berasal dari jalur ayah b.

b. Fungsi ini sulit dipenuhi oleh keluarga dibawah garis kemiskinan. d.4. maka kemampuannya untuk member dan meningkatkan sehingga tercipta hubungan yang hangat dan saling mendukung 2. disisi lain keluarga harus memenuhi tuntunan dan harapan masyarakat. dengan mempertahankan iklim yang positif dimana setiap anggota keluarga baik orang tua maupun anak diakui keberadaanya 3. c. pakaian dan rumah. Saling mengasuh. yaitu satu sisi keluarga berperan sebagai matriks bagi anggotanya. 4 . ikatan ini mulai sejak pasangan sepakat hidup baru. Fungsi Keluarga Berkaitan dengan peran keluarga yang bersifat ganda. Setiap anggota keluarga yang mendapat kasih saying dan dukungan. Saling menghargai. maka selanjutnya akan dibahas tentang fungsi keluarga sebagai berikut : a. kehangatan. Fungsi ekonomi Untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarga seperti makanan. Funsi sosialisasi Sosialisasi adalah proses perkembangan dan perubahan yang dialami individu yang menghasilkan interaksi sosial dan belajar berperan dalam lingkungan sosial. maka keluarga memerlukan sumber keuangan. cinta kasih. saling menrima dan mendukung. Fungsi afektif Fungsi afektif berhubungan dengan fungsi Internal keluarga yang merupakan basis kekuatan keluarga Komponen yang perlu dipenuhi oleh keluarga untuk memenuhi fungsi afektif adalah : 1. Ikatan dan indentitasa. Fungsi reproduksi Keluarga berfungsi untuk meneruskan kelangsungan keturunannya dan meningkatkan sumber daya manusia.

hal ini terjadi biasanya melalui proses perceraian. istri dan anak 2) The dyad family Keluarga yang terdiri dari suami dan istri (tanpa anak) yang hidup bersama dalam satu rumah 3) Keluaraga usila Keluarga yang terdiri dari suami istri yang sudah tua dengan anak sudah memisahkan diri 4) The childless family Keluarga tanpa anak karena terlambat menikah dan untuk mendapatkan anak terlambat waktunya. tante. orang tua (kakek-nenek). Fungsi perawatan kesehatan Kesanggupan keluarga melaksanakan pemeliharaan terhadap anggotanya dapat dilihat dari tugas kesehatan keluarga yang dilaksanakan. 5. e. 5) The extended family (keluarga luas/besar) Keluarga yang terdiri dari tiga generasi yang hidup bersama dalam satu rumah seperti nuclear family disertai : paman. yang disebabkan karena mengejar karir/pendidikan yang terjadi pada wanita. kematian dan ditinggalkan (menyalahi hokum pernikahan) 7) Commuter family Kedua orang tua bekerja dikota yang berbeda. dll 6) The single-parent family (keluarga duda/janda) Keluarga yang terdiri dari satu orang tua (ayah dan ibu) dengan anak. tetapi salah satu kota tersebut sebagai tempat tinggal dan orang tua yang bekerja diluar kota bisa berkumpul pada anggota keluarga pada saat akhir pecan (weekend) 5 . keponakan. Tradisional 1) The nuclear family (keluarga inti) Keluarga yang terdiri dari suami. Macam-Macam Struktur / Tipe / Bentuk Keluarga a.

Misalnya : dapur. b. televise.dll 10) Blended family Keluarga yang dibentuk oleh duda atau janda yang menikah kembali dan membesarkan anak dari perkawinan sebelumnya. 4) The nonmarital heterosexual cohabiting family Keluarga yang hidup bersama berganto-ganti pasangan tanpa melalui pernikahan 6 . sosialisasi anak dengan melalui aktivitas kelompok/ membesarkan anak bersama. yang hidup bersama dalam satu rumah. 9) Kin-network family Beberapa keluaraga inti yang tinggal dalam satu rumah atau saling berdekatan dan saling menggunakan barang-barang dan pelayanan yang sama. Non-Tradisional 1) The unmarried teenage mother Keluarga yang terdiri dari orang tua (terutama ibu) dengan anak dari hubungan tanpa nikah 2) The stepparent family Keluarga dengan orang tua tiri 3) Commune family Beberapa pasangan keluarga (dengan anaknya) yang tidak ada hubungan saudara. 11) The single adult living alone / single-adult family Keluarga yang terdiri dari orang dewasa yang hidup sendiri karena pilihannya atau perpisahannya (sepasari). 8) Multigeneration family Keluarga dengan berapa generasi atau kelompok umur yang tinggal bersama salam satu rumah. sumber dan fasilitas yang sama. telpon. seperti : perceraian atau tinggal mati. kamar mandi. pengalaman yang sama.

10) Homeless family Keluarga yang terbentuk dan tidak mempunyai perlindungan yang permanen karena krisis personal yang dihubungkan dengan keadaan ekonomi dan atau problem kesehatan mental. 9) Foster family Keluarga menerima anak yang tidak ada hubungan keluarga/saudara dalam waktu sementara. dari orang-orang muda yang mencari ikatan emosional dan keluarga yang mempunyai perhatianm. 11) Gang Sebuah bentuk keluarga yang destruktif. 6. hidup berdekatan satu sama lain dan saling menggunakan barang- barang rumah tangga bersama. pada saat orangtua anak tersebut perlu mendapatkan bantuan untuk menyatuhkan kembali keluarga yang aslinya. Keluarga baru menikah 1) membina hubungan Intim 7 . Tahap-Tahap Kehidupan / Perkembangan Keluarga a. pelayanan dan bertanggung jawab membesarkan anaknya. tetapi berkembang dalam kekerasan dan kriminal dalam kehidupannya. 5) Gay and lesbian families Seseorang yang mempunyai persamaan sex hidup bersama sebagimana pasangan suami-istri (marital partners) 6) Cohabitating couple Orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan perkawinan karena beberapa alasan tertentu 7) Group-marriage family Beberapa orang dewasa yang menggunakan alat-alat 8) Group network family Keluarga inti yang dibatasi oleh set aturan/nilai-nilai.

2) membina hubungan dengan keluarga lain: teman dan kelompok lain 3) mendiskusikan rencana punya anak b. hubungan Seksual c. Keluarga usia pertengahan 1) pertahankan kesehatan Individu dan pasangan usia pertengahan 8 . Keluarga dengan anak baru lahir 1) persiapan mejadi orang tua 2) Adaptasi keluarga baru. debat. Keluarga dengan anak usia sekolah 1) membantu sosialisasi anak dengan lingkungan luar 2) mempertahankan keintiman pasangan 3) memenuhi kebutuhan yang meningkat e. interaksi keluarga. Keluarga dengan anak remaja 1) memberikan kebebasan seimbang dan tanggung jawab 2) mempertahankan hubungan Intim dengan keluarga 3) komunikasi terbuka : hindari. Keluarga dengan anak usia pra sekolah 1) memenuhi kebutuhan Anggota keluarga: rumah. rasa aman 2) membantu anak untuk bersosialisasi 3) mempertahankan hubungan yang sehat keluarga internal dan luar 4) pembagian tanggung jawab 5) kegiatan utuk situasi perkembangan anak d. permusuhan 4) persiapan perubahan Sistem peran f. Keluarga mulai melepas anak sebagai dewasa 1) perluas jaringan Keluarga dari keluarga inti ke extended 2) pertahankan keintiman pasanagan 3) mambantu anak untuk mandiri sebagai keluarga baru 4) penataan kembali peran ortu g.

Sehingga setiap penduduk Indonesia yang telah berusia 60 tahun atau lebih telah masuk dalam kategori lansia. 2006). lansia sangat tua dengan rentang usia 85 tahun ke atas (DeLaune & Ladner. 2014). 2002. kekurangan Fisik. 2009). Mauk. lansia pertengahan dengan rentang usia 75-84 tahun. Keluarga usia tua 1) pertahankan suasana saling menyenangkan 2) adapatasi perubahan : kehilangan pasangan. Lansia di Indonesia diklasifikasikan menjadi (1) kelompok usia prasenilis yaitu berusia 45-59 tahun (2) kelompok usia lanjut yaitu berusia 60 tahun ke atas (3) kelompok usia risiko tinggi yaitu berusia 70 tahun ke atas ataupun berusia 60 tahun ke atas dengan masalah kesehatan (Departemen Kesehatan RI. Menurut undang-undang No. DEFINISI LANSIA Lanjut usia (lansia) adalah populasi manusia yang telah mencapai usia 65 tahun (Touhy & Jett. 2) hubungan Serasi dan memuaskan dengan anak-anaknya dan sebaya 3) meningkatkan keakraban pasangan h. Lansia sendiri terbagi dalam beberapa tingkatan yaitu lansia muda dengan rentang usia 65-74 tahun. 2012).penghasilan 3) pertahankan keakraban pasangan 4) melakukan life review masa lalu A. Hal ini serupa dengan yang diemukakan oleh para ahli gerontology yang mengatakan bahwa seseorang dapat dikatakan lansia apabila telah mencapai usia 65 tahun (Miller. KONSEP DASAR LANSIA 1. 9 . 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia di Indonesia menyatakan bahwa yang dimaksud dengan lansia adalah penduduk yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas.

Hal tersebut dikarenakan proses menua merupakan bagian dari peristiwa siklus kehidupan manusia. Siklus kehidupan manusia dimulai dari janin dan berakhir pada tahapan lanjut usia dan kematian. 2003). 2003). e. Lansia Potensial yaitu lansia yang masih mampu melakukan pekerjaan dan/atau kegiatan yang dapat menghasilkan barang/jasa (Depkes RI.2. KARAKTERISTIK menurut Keliat (1999) dan Maryam (2008). d. Berusia lebih dari 60 tahun (sesuai dengan Pasal 1 Ayat (2) UU No. serta dari kondisi adaftif hingga kondisi maladaptif. 4. 3. Lansia Resiko Tinggi yaitu seseorang yang berusia 70 tahun atau lebih/seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih dengan masalah kesehatan (Depkes RI. 10 . Sehingga lansia adalah manusia dewasa yang telah mengalami proses menua tahap akhir. 13 tentang kesehatan). Pralansia (prasenilis) yaitu seseorang yang berusia antara 45-59 tahun. KLASIFIKASI Klasifikasi berikut ini adalah lima klasifikasi pada lansia. Kebutuhan dan masalah yang bervariasi dari rentang sehat sampai sakit. dari kebutuhan biopsikososial sampai spiritual. Lansia yaitu seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih.2012). a. sehingga hidupnya bergantung pada bantuan orang lain (Depkes RI. c. Lansia Tidak Potensial yaitu lansia yang tidak berdaya mencari nafkah. PROSES MENUA Proses menua adalah peristiwa yang akan terjadi pada laki-laki dan perempuan. 2003). Lanjut usia merupakan tahap akhir perkembangan manusia. baik muda maupun tua (Miller. b. b. lansia memiliki karakteristik sebagai berikut: a.

banyak ditemukan bermacam- macam tipe usia lanjut. c. menyesal. dan menjadi panutan. rendah hati. kehilangan kepribadian. mempunyai kesibukan. dermawan. sederhana. pekerjaan apa saja dilakukan. kehilangan daya tarik jasmani. 2008). menuntut. ringan kaki. Tipe bingung Lansia yang kagetan. b. menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Tipe tidak puas Lanjut usia yang selalu mengalami konflik lahir batin. d. 6. tidak sabar. pemarah. status. Lingkungan tempat tinggal yang bervariasi (Maryam. mengasingkan diri. TIPE LANSIA Di zaman sekarang (zaman pembangunan). mempunyai konsep habis (“habis gelap datang terang”). menentang proses penuaan. kehilangan kekuasaan. bersikap ramah. teman yang disayangi. Tipe arif bijaksana. memenuhi undangan. c. mempunyai diri dengan perubahan zaman. merasa minder. serta memenuhi undangan. 2008) 5. Yang menonjol antara lain: a. Tipe pasrah Lanjut usia yang selalu menerima dan menunggu nasib baik. mudah tersinggung. sulit dilayani dan pengkritik. TUGAS PERKEMBANGAN LANSIA Menurut Duvall dalam Wong (2008) tugas perkembangan lansia meliputi: 11 . e. Tipe mandiri Lanjut usia ini senang mengganti kegiatan yang hilang dengan kegiatan baru. acuh tak acuh (Nugroho. yang menyebabkan kehilangan kecantikan. Lanjut usia ini kaya dengan hikmah pengalaman. pasif. mengikuti kegiatan beribadat. selektif dalam mencari pekerjaan dan teman pergaulan.

DEFINISI Stroke merupakan penyakit neurologis yang sering dijumpai dan harus ditangani secara cepat dan tepat. Menurut WHO stroke adalah adanya tanda-tanda klinik yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global) dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih yang menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler Stroke adalah cedera otak yang berkaitan dengan obstruksi aliran darah otak (Corwin. Menerima apa yang telah dilakukan seseorang dengan bijak tanpa memperhatikan rasa sakit dan proses yang terjadi dalam perjalanannya menjadi bagian dari tugas ini. psikologis. mempersiapkan diri untuk menghadapi proses kematian dan kehilangan pasangan hidup dan/atau saudara kandung maupun teman sebaya. memelihara fungsi pasangan dan fungsi individu serta beradaptasi dengan proses penuaan. Stroke atau cedera cerebrovaskuler adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke 12 . Sedangkan menurut Erickson tugas perkembangan pada masa lansia adalah integritas ego (Stolte. B. a. 2003). mengalihkan peran bekerja dengan masa senggang dan persiapan pensiun atau pensiun penuh b. dan sosial. 2009). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tugas perkembangan lansia berinti pada adaptasi dan penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi pada lansia baik dari fisik. 2008). c. Stroke merupakan kelainan fungsi otak yang timbul mendadak yang disebabkan karena terjadinya gangguan peredaran darah otak dan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja (Muttaqin. STROKE 1.

yaitu: 1) Perdarahan intraserebral Pecahnya pembuluh darah (mikroaneurisma) terutama karena hipertensi mengakibatkan darah masuk ke dalam jaringan otak. pons dan serebelum. Biasanya kejadiannya saat melakukan aktivitas atau saat aktif. 2008) a. thalamus. 2002). bagian otak sering ini adalah kulminasi penyakit serebrovaskuler selama beberapa tahun (Smeltzer et al. yaitu: (Muttaqin. Stroke Non Hemoragi 13 . dan menimbulkan edema otak. Kesadaran pasien umumnya menurun. Merupakan perdarahan serebral dan mungkin perdarahan subarachnoid. namun bisa juga terjadi saat istirahat. Perdarahan otak dibagi dua. KLASIFIKASI Stroke dapat diklasifikasikan menurut patologi dan gejala kliniknya. membentuk massa yang menekan jaringan otak. 2) Perdarahan subaraknoid Pedarahan ini berasal dari pecahnya aneurisma berry atau AVM. 2. gangguan hemisensorik. dll) b. dan vasospasme pembuluh darah serebral yang berakibat disfungsi otak global (sakit kepala. Aneurisma yang pecah ini berasal dari pembuluh darah sirkulasi willisi dan cabang-cabangnya yang terdapat diluar parenkim otak. Perdarahan intraserebral yang disebabkan karena hipertensi sering dijumpai di daerah putamen. Stroke Hemoragi. penurunan kesadaran) maupun fokal (hemiparase. dapat mengakibatkan kematian mendadak karena herniasi otak. Peningkatan TIK yang terjadi cepat. Disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak pada daerah otak tertentu.Pecahnya arteri dan keluarnya keruang subaraknoid menyebabkan TIK meningkat mendadak. meregangnya struktur peka nyeri.

Dapat berupa iskemia atau emboli dan thrombosis serebral. Hal ini dapat terjadi karena penurunan aktivitas simpatis dan penurunan tekanan darah yang dapat menyebabkan iskemi serebral. baru bangun tidur atau di pagi hari. Tidak terjadi perdarahan namun terjadi iskemia yang menimbulkan hipoksia dan selanjutnya dapat timbul edema sekunder. biasanya terjadi saat setelah lama beristirahat. Thrombosis biasanya terjadi pada orang tua yang sedang tidur atau bangun tidur. Tanda dan gejala neurologis memburuk pada 48 jam setelah trombosis. ETIOLOGI Penyebab stroke menurut Arif Muttaqin (2008): 1) Thrombosis Cerebral Thrombosis ini terjadi pada pembuluh darah yang mengalami oklusi sehingga menyebabkan iskemi jaringan otak yang dapat menimbulkan oedema dan kongesti di sekitarnya. Sesuai dengan istilahnya stroke komplit dapat diawali oleh serangan TIA berulang. Proses dapat berjalan 24 jam atau beberapa hari. Gejala yang timbul akan hilang dengan spontan dan sempurna dalam waktu kurang dari 24 jam. 3) Stroke komplit: dimana gangguan neurologi yang timbul sudah menetap atau permanen . 3. yaitu: 1) TIA (Trans Iskemik Attack) gangguan neurologis setempat yang terjadi selama beberapa menit sampai beberapa jam saja. Beberapa keadaan di bawah ini dapat menyebabkan thrombosis otak: a) Aterosklerosis Aterosklerosis merupakan suatu proses dimana terdapat suatu penebalan dan pengerasan arteri besar dan menengah seperti 14 . 2) Stroke involusi: stroke yang terjadi masih terus berkembang dimana gangguan neurologis terlihat semakin berat dan bertambah buruk. Menurut perjalanan penyakit atau stadiumnya. Kesadaran umumnya baik.

kemudian melepaskan kepingan thrombus (embolus). aorta dan arteri iliaka (Ruhyanudin. Pada umumnya emboli berasal dari thrombus di jantung yang terlepas dan menyumbat sistem arteri serebral.  Merupakan tempat terbentuknya thrombus. Manifestasi klinis atherosklerosis bermacam-macam. peningkatan viskositas/ hematokrit meningkat dapat melambatkan aliran darah serebral. Kerusakan dapat terjadi melalui mekanisme berikut:  Lumen arteri menyempit dan mengakibatkan berkurangnya aliran darah. koronaria.  Dinding arteri menjadi lemah dan terjadi aneurisma kemudian robek dan terjadi perdarahan.  Endokarditis oleh bakteri dan non bakteri. Keadaan aritmia menyebabkan berbagai bentuk pengosongan ventrikel sehingga darah terbentuk gumpalan kecil dan sewaktu-waktu kosong sama sekali dengan mengeluarkan embolus-embolus kecil. Emboli tersebut berlangsung cepat dan gejala timbul kurang dari 10-30 detik. lemak dan udara.  Myokard infark  Fibrilasi. b) Hyperkoagulasi pada polysitemia Darah bertambah kental. Beberapa keadaan dibawah ini dapat menimbulkan emboli:  Katup-katup jantung yang rusak akibat Rheumatik Heart Desease (RHD). menyebabkan 15 .  Oklusi mendadak pembuluh darah karena terjadi trombosis. c) Arteritis( radang pada arteri ) d) Emboli Emboli serebral merupakan penyumbatan pembuluh darah otak oleh bekuan darah. 2007). Aterosklerosis adalah mengerasnya pembuluh darah serta berkurangnya kelenturan atau elastisitas dinding pembuluh darah. basilar.

yang disertai perdarahan subarachnoid. sehingga otak akan membengkak. terbentuknya gumpalan-gumpalan pada endocardium. Atherosklerotik sering/ cenderung sebagai faktor penting terhadap otak. atau darah dapat beku pada area yang stenosis. pergeseran dan pemisahan jaringan otak yang berdekatan. dimana aliran darah akan lambat atau terjadi turbulensi. 16 . 4. Akibat pecahnya pembuluh darah otak menyebabkan perembesan darah kedalam parenkim otak yang dapat mengakibatkan penekanan. PATOFISIOLOGI Infark serbral adalah berkurangnya suplai darah ke area tertentu di otak. Luasnya infark bergantung pada faktor-faktor seperti lokasi dan besarnya pembuluh darah dan adekuatnya sirkulasi kolateral terhadap area yang disuplai oleh pembuluh darah yang tersumbat. Perdarahan ini dapat terjadi karena atherosklerosis dan hypertensi. 2) Haemorhagi Perdarahan intrakranial atau intraserebral termasuk perdarahan dalam ruang subarachnoid atau kedalam jaringan otak sendiri.  Vasokontriksi arteri otak disertai sakit kepala migrain. emboli. Suplai darah ke otak dapat berubah (makin lmbat atau cepat) pada gangguan lokal (thrombus. oedema. thrombus dapat berasal dari flak arterosklerotik. sehingga terjadi infark otak. 3) Hipoksia Umum Beberapa penyebab yang berhubungan dengan hipoksia umum adalah:  Hipertensi yang parah. jaringan otak tertekan. dan mungkin herniasi otak.  Cardiac Pulmonary Arrest  Cardiac output turun akibat aritmia  Hipoksia Setempat Beberapa penyebab yang berhubungan dengan hipoksia setempat adalah:  Spasme arteri serebral. perdarahan dan spasme vaskuler) atau oleh karena gangguan umum (hipoksia karena gangguan paru dan jantung).

Dengan berkurangnya edema pasien mulai menunjukan perbaikan. Thrombus dapat pecah dari dinding pembuluh darah terbawa sebagai emboli dalam aliran darah. iskemia jaringan otak yang disuplai oleh pembuluh darah yang bersangkutan dan edema dan kongesti disekitar area. jika aneurisma pecah atau ruptur. Perubahan disebabkan oleh anoksia serebral dapat reversibel untuk jangka waktu 4-6 menit. Anoksia serebral dapat terjadi oleh karena gangguan yang bervariasi salah satunya henti jantung. Thrombus mengakibatkan. dapat berkembang anoksia cerebral. Perdarahan intraserebral yang sangat luas akan menyebabkan kematian dibandingkan dari keseluruhan penyakit cerebro vaskuler. karena perdarahan yang luas terjadi destruksi massa otak. Perembesan darah ke ventrikel otak terjadi pada sepertiga kasus perdarahan otak di nukleus kaudatus. Selain kerusakan parenkim otak. dan perdarahan batang otak sekunder atau ekstensi perdarahan ke batang otak. Perdarahan pada otak lebih disebabkan oleh ruptur arteriosklerotik dan hipertensi pembuluh darah. Edema dapat berkurang dalam beberapa jam atau kadang-kadang sesudah beberapa hari. Perubahan irreversibel bila anoksia lebih dari 10 menit. atau jika sisa infeksi berada pada pembuluh darah yang tersumbat menyebabkan dilatasi aneurisma pembuluh darah. Jika sirkulasi serebral terhambat. peningkatan tekanan intracranial dan yang lebih berat dapat menyebabkan herniasi otak. Jika terjadi septik infeksi akan meluas pada dinding pembukluh darah maka akan terjadi abses atau ensefalitis. jika tidak terjadi perdarahan masif. Oklusi pada pembuluh darah serebral oleh embolus menyebabkan edema dan nekrosis diikuti thrombosis. Area edema ini menyebabkan disfungsi yang lebih besar daripada area infark itu sendiri. talamus dan pons. Hal ini akan menyebabkan perdarahan cerebral. akibat volume perdarahan yang relatif banyak akan mengakibatkan peningian tekanan intrakranial dan 17 . Kematian dapat disebabkan oleh kompresi batang otak. Oleh karena thrombosis biasanya tidak fatal. hemisfer otak.

Tonus otot lemah atau kaku d. KOMPLIKASI 18 . 6. (Misbach. MANIFESTASI KLINIS Stoke menyebabkan defisit neurologik. Apabila volume darah lebih dari 60 cc maka resiko kematian sebesar 93 % pada perdarahan dalam dan 71 % pada perdarahan lobar. Lumpuh pada salah satu sisi wajah anggota badan (biasanya hemiparesis) yang timbul mendadak. Disartria (bicara pelo atau cadel) h. a. Menurun atau hilangnya rasa e. 1999 cit Muttaqin 2008 5. Gangguan persepsi i. c. menyebabkan neuron-neuron di daerah yang terkena darah dan sekitarnya tertekan lagi. bergantung pada lokasi lesi (pembuluh darah mana yang tersumbat). mentebabkan menurunnya tekanan perfusi otak serta terganggunya drainase otak. ukuran area yang perfusinya tidak adekuat dan jumlah aliran darah kolateral. atau nyeri kepala. mual. Elemen-elemen vasoaktif darah yang keluar serta kaskade iskemik akibat menurunnya tekanan perfusi. 4) Jumlah darah yang keluar menentukan prognosis. Gangguan status mental j. Gangguan lapang pandang “Homonimus Hemianopsia” f. Vertigo. Stroke akan meninggalkan gejala sisa karena fungsi otak tidak akan membaik sepenuhnya. muntah. Afasia (bicara tidak lancar atau kesulitan memahami ucapan) g. Sedangkan bila terjadi perdarahan serebelar dengan volume antara 30-60 cc diperkirakan kemungkinan kematian sebesar 75 % tetapi volume darah 5 cc dan terdapat di pons sudah berakibat fatal. Kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh (hemiparese atau hemiplegia) b.

7. b. adanya jaringan otak yang infark atau iskemia dan posisinya secara pasti. dan mengukur stroke (sebelum nampak oleh pemindaian CT). e. Angiografi serebral Menentukan penyebab stroke scr spesifik seperti perdarahan atau obstruksi arteri. dislokasi sendi. c. deformitas dan terjatuh c. posisi hematoma. komplikasi ini dapat dikelompokan berdasarkan: a. nyeri pada daerah tertekan. Hidrocephalus e. d. d. PEMERIKSAAN PENUNJANG a. Berhubungan dengan paralisis  nyeri pada daerah punggung. Berhubungan dengan kerusakan otak  epilepsi dan sakit kepala. Untuk mendeteksi luas dan daerah abnormal dari otak. konstipasi dan thromboflebitis. Hasil yang didapatkan area yang mengalami lesi dan infark akibat dari hemoragik. MRI (Magnetic Imaging Resonance) Menggunakan gelombang megnetik untuk menentukan posisi dan bsar terjadinya perdarahan otak. Individu yang menderita stroke berat pada bagian otak yang mengontrol respon pernapasan atau kardiovaskuler dapat meninggal. CT scan Penindaian ini memperlihatkan secara spesifik letak edema. Setelah mengalami stroke pasien mungkin akan mengalmi komplikasi. b. yang juga mendeteksi. Berhubungan dengan immobilisasi  infeksi pernafasan. melokalisasi. Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT). EEG 19 .

harus dilakukan secepat mungkin pasien harus dirubah posisi tiap 2 jam dan dilakukan latihan- latihan gerak pasif. d. Menempatkan pasien dalam posisi yang tepat. 8. 20 . b. Berusaha menentukan dan memperbaiki aritmia jantung. i. j. kalau perlu lakukan trakeostomi. Mengendalikan hipertensi dan menurunkan TIK Dengan meninggikan kepala 15-30 menghindari flexi dan rotasi kepala yang berlebihan. kreatinin) h. termasuk untuk usaha memperbaiki hipotensi dan hipertensi. Pemeriksaan darah rutin (glukosa. Pemeriksaan kimia darah: pada strok akut dapat terjadi hiperglikemia. oksigenasi. g. Pemeriksaan darah lengkap: untuk mencari kelainan pada darah itu sendiri. PENATALAKSANAAN MEDIS Tujuan intervensi adalah berusaha menstabilkan tanda-tanda vital dengan melakukan tindakan sebagai berikut: a. f. ureum. gula darah dapat mencapai 250 mg di dalam serum dan kemudian berangsur-rangsur turun kembali. Mengendalikan tekanan darah berdasarkan kondisi pasien. Pemeriksn laboratorium Lumbang fungsi: pemeriksaan likuor merah biasanya dijumpai pada perdarahan yang masif. membantu pernafasan. sedangkan pendarahan yang kecil biasanya warna likuor masih normal (xantokhrom) sewaktu hari-hari pertama. Mempertahankan saluran nafas yang paten yaitu lakukan pengisapan lendiryang sering. c. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat masalah yang timbul dan dampak dari jaringan yang infark sehingga menurunya impuls listrik dalam jaringan otak. e. elektrolit.

9. Cek level kolesterol dan tekanan darah Sebisa mungkin selalu cek kadar kolesterol serta tekanan darah penderita. Tahapan proses penyembuhan stroke biasanya terjadi dalam jangka lama. Sehingga penderita merasa bahagia. Sehingga penderita tidak merasa minder dan semangat untuk sembuh. Oleh karena itu cara merawat orang stroke di rumah membutuhkan peranan keluarga. b. PENATALAKSANAAN SROKE DI RUMAH Pasien stroke membutuhkan perhatian serta penanganan yang komprehensif. Hindari penggunaan alat bantu kecuali jika dianjurkan oleh fisioterapis. d. Sehingga sebaiknya sejak awal perawatan keluarga diharapkan terlibat penanganan pasien. Meningkatkan rasa percaya diri pasien Salah satu perawatan stroke ringan yang efektif yaitu dengan meningkatkan rasa percaya diri penderita. Usahakan agar penderita hanya mengkonsumsi makanan-makanan bernutrisi yang rendah lemak dan mengandung banyak vitamin maupun mineral. Usahakan untuk mengecek secara rutin supaya dapat mengetahui kondisi terkini penderita. c. Karena proses dan upaya pemulihan pasien stroke yang relatif tidak sebentar. Dengan demikian maka pasien akan dapat cepat pulih. Berikut ini beberapa cara merawat orang stroke di rumah: a. Melatih pasien mandiri Bantulah penderita berjalan kembali dengan cara menuntun dan berdiri disisi yang lemah. 21 . Perlakukan mereka dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Selalu berkomunikasi Berikan motivasi kepada pasien sehingga otomatis dapat membangun komunikasi yang baik. Sehingga penderita dapat selalu aktif dan rutin melatih kemampuan fisiknya. Jangan sampai terlupakan dan tau-tau terjadi serangan kedua. Dukung kesembuhan penderita dan beri semangat untuk rajin berobat.

supaya obat akan tetap efektif dalam meringankan gejala stroke. Hal ini akan memicu komplikasi penyakit yang lainnya. Jangan sampai konsumsi obat terlewatkan. f. Sehingga penderita dapat beraktivitas secara mandiri. Sediakan alas kaki yang nyaman Penderita stroke yang susah beraktivitas tentu membutuhkan kenyamanan yang lebih tinggi. Atur posisi tidur Pasien yang belum dapat bergerak sendiri sebaiknya diposisikan dengan nyaman. Karena itu sediakan alas kaki yang cukup nyaman. Hal ini akan memperlancar arus balik darah ke jantung dan mencegah terjadinya bengkak pada tangan dan kaki. Perasaan dan mood bisa jadi merupakan penyebab penyakit stroke secara tidak langsung. Mencegah terulangnya stroke Salah satu cara merawat orang stroke di rumah yaitu dengan mencegah terulangnya penyakit. e. Caranya dengan memberi asupan makanan yang tidak mengandung lemak serta mengingatkan untuk selalu meminum obat dari dokter. Mengaktifkan anggota tubuh yang lemah Anjurkan pasien untuk beraktivitas menggunakan bagian tubuh yang masih lemah. i. Pastikan alas kaki juga tidak licin untuk menghindari jatuh dan terjadi gejala gegar otak ringan. Sediakan alat bantu berjalan Jika diperlukan. Pastikan kegiatan tersebut tetap berada di bawah 22 . sebaiknya sediakan alat bantu berjalan. Posisi tangan dan kaki yang lemah sebaiknya diganjal dengan bantal. h. j. Usahakan dekat dengan kamar mandi Pastikan adanya pegangan di kamar mandi yang digunakan oleh penderita. Aktivitas ini merupakan salah satu cara menyembuhkan stroke yang lebih cepat. Sehingga penderita tidak kesusahan saat buang air. Suasana yang nyaman dapat mempercepat kesembuhan penyakit. g. Sehingga peredaran darah tetap lancar dan tidak semakin memburuk.

. 23 .pengawasan. Dengan mengaktifkan bagian tubuh yang lemah akan memberikan stimulasi pada sel-sel otak untuk beraktivitas kembali secara normal.