You are on page 1of 18

AFTERCARE PATIENT

DIARE AKUT DENGAN DEHIDRASI RINGAN-SEDANG

Tugas Kepanitraan Klinik
Bagian Ilmu Kesehatan Anak RST TK II dr. Soedjono Magelang
Periode 12 Maret – 19 Mei 2018

Pembimbing:

Letkol CKM dr. Roedi Djatmiko, Sp.A

Disusun oleh :
Bella Cindy Delila 1710221013

KEPANITERAAN KLINIK
DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN ANAK
RUMAH SAKIT TENTARA TK II DR. SOEDJONO MAGELANG
FAKULTAS KEDOKTERAN UPN “VETERAN” JAKARTA
2018

(Letkol CKM dr. Roedi Djatmiko. LEMBAR PENGESAHAN AFTERCARE PATIENT DIARE AKUT DENGAN DEHIDRASI RINGAN-SEDANG Disusun dan diajukan untuk memenuhi persyaratan tugas Kepaniteraan Klinik Departemen Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Tentara Tk.II dr. Sp. Soedjono Magelang Oleh : Bella Cindy Delila 1710221013 Magelang.A) . Mei 2018 Telah dibimbing dan disahkan oleh. Pembimbing.

sehingga penulis dapat menyelesaikan aftercare patient yang berjudul “Diare akut dengan dehidrasi ringan-sedang” Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada kepada Letkol CKM dr. Oleh karena itu. Semoga journal reading ini dapat bermanfaat baik bagi penulis sendiri. Sp. penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan aftercare patient ini. pembaca maupun bagi semua pihak-pihak yang berkepentingan. Mei 2018 Penulis . atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya. Dalam menyusun aftercare patient ini. KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT.A selaku pembimbing dan seluruh teman kepaniteraan klinik Ilmu Kesehatan Anak atas kerjasamanya selama penyusunan tugas ini. penulis sangat menyadari banyaknya kekurangan yang terdapat di dalam journal reading ini. Roedi Djatmiko. Magelang.

BAB I PENDAHULUAN Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair. Diare diprediksi lebih dominan menyerang balita karena daya tahan tubuh balita yang masih lemah sehingga balita sangat rentan terkena diare.7%. Data Riskesdas tahun 2013 insiden kejadian diare di Indonesia sebesar 6. selain itu pada anak usia balita. anak mengalami fase oral yang membuat anak usia balita cenderung mengambil benda apapun dan memasukkannya kedalam mulut sehingga memudahkan kuman masuk kedalam tubuh. Penyakit diare sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat. . bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih dari tiga kali dalam satu hari. Diare disebabkan oleh infeksi beberapa kuman. Kasus diare pada balita masih tetap tinggi dibandingkan golongan umur lainnya dengan insiden diare pada kelompok usia balita di Indonesia adalah 10.2%. Kuman masuk lewat makanan yang biasanya disebabkan oleh kebersihan dan kehigienisan yang tidak terjaga. Diare merupakan masalah umum ditemukan diseluruh dunia dan merupakan penyebab kesakitan dan kematian tertinggi pada anak-anak terutama anak dibawah lima tahun Kematian akibat diare terjadi karena keterlambatan dalam mendapatkan pertolongan. Seringkali anak yang menderita diare dibawa kerumah sakit dalam keadaan dehidrasi berat dan disertai penurunan kesadaran atau faktor lainnya seperti kejang.

1 IDENTITAS a. Identitas Orang Tua Ibu Ayah Nama Ny. S Usia 29 tahun 30 tahun Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Alamat Magelang Magelang Agama Islam Islam Pekerjaan Ibu Rumah Tangga Kopda II. Soedjono Magelang pada tanggal 16 Maret 2018 pukul 17:00 WIB dengan keluhan diare sejak 1 hari SMRS. A Tn. Identitas Bayi Nama : An Rifqi Zimraan Finesh Tanggal Lahir : 01-Juni-2017 / 9 bulan Jenis Kelamin : Laki-Laki No RM :1660** Alamat : Ngandong RT 001/011 Tempurejo. Keluhan Utama Diare sejak 1 hari SMRS b. Soedjono Magelang. Kec Tempuran Tanggal Masuk RS : 16-03-2018 Tanggal Keluar RS : 19-03-2018 b. a. BAB II RESUME PASIEN II. Ibu pasien mengatakan pasien diare sebanyak 5 kali dalam sehari sebanyak ¼ gelas akua dengan .1 Resume Saat Sebelum Masuk Rumah Sakit (16 Maret 2018) II.2 ANAMNESA Anamnesis dilakukan secara alloanamnesis kepada ibu pasien dan catatan medis pada tanggal 16 Maret 2018 di Ruang Flamboyan RST dr. Riwayat Penyakit Sekarang Ibu pasien membawa pasien ke IGD RST dr.

Riwayat Penyakit Keluarga Dikeluarga tidak ada yang mengalami keluhan serupa e. Muntah berisi cairan susu dan makanan yang dimakan. Riwayat Imunisasi Imunasisa lengkap sesuai usia f. Riwayat asma dan Alergi juga disangkal d. ibu pasien juga mengatakan bahwa pasien muntah-muntah sebanyak 5 kali dalam sehari sejak 1 hari SMRS. Status Umum Keadaan Umum : Tampak Sakit Sedang (Rewel) Kesadaran : Compos Mentis b. Selain itu ibu pasien menyangkal bahwa diarenya disertai dengan lendir. Soedjono Magelang a. Batuk (+) kering sementara pilek disangkal. Sebelum ke IGD RST dr. Riwayat Penyakit Dahulu Ibu pasien mengatakan bahwa pasien belum pernah mengalami keluhan serupa sebelumnya. Soedjono Magelang ibu pasien membawa anaknya berobat ke bidan terdekat dan oleh bidan tersebut pasien diberi obat racikan namun keluhan tersebut tidak kunjung membaik c. Ibu pasien juga mengeluhkan bahwa anaknya belum buang air kecil. berbau busuk maupun seperti air cucian beras juga disangkal.3 PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik dilakukan tanggal 16 Maret 2018 di Ruang Flamboyan RST dr. Tanda vital Tekanan darah : Tidak dievaluasi HR : 147x/menit RR : 49x/menit . darah (-) . Selain diare. konsistensi cair dan sedikit ampas. Riwayat Nutrisi Umur ASI/SUFOR Ket (Bulan) 0 – 9 bulan Susu Formula Asi tidak keluar II. Ibu pasien juga mengeluhkan pasien demam terus menerus.

Cekung : +/+ − Konjungtiva : Tidak anemis mata kanan dan kiri − Sklera : Tidak ikterik mata kanan dan kiri Hidung: − Bentuk: Tidak ada deformitas pada tulang hidung (normotia). secret -/- − Septum: Tidak ada deviasi septum Telinga: − Daun telinga : Bentuknya normal. tidak ada retraksi dinding dada Palpasi : Pergerakan dinding simetris Perkusi : Sonor diseluruh lapang paru Auskultasi : Suara napas vesikuler. posisinya normal simetris − Perdarahan/ sekret : Tidak ada sekret keluar Mulut: − Bibir: Mukosa kering (+) Leher: − Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening Thoraks: − Paru Inspeksi : Bentuk dada normochest. tidak ada wheezing. tidak mudah dicabut Mata: . Suhu : 38. Pemeriksaan head to toe Kepala: − Bentuk kepala: normocepha − Rambut: Hitam.8oC Saturasi oksigen : 99% c. napas cuping hidung (-/-). tidak ada ronkhi − Jantung Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat Palpasi : Posisi iktus kordis tidak dapat ditentukan Perkusi : Tidak ada pembesaran jantung .

2 K/uL LYM 3.4 % RBC 3.1 fl MCHC 28.8 fl* .4 K/uL GRA 3.5 g/dL PLT 557 K/uL* MPV 7. Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni regular. CRT >2 detik II. 4 g/dL* HCT 34.6 pg RDW 33.0 %* MCV 85.99 M/uL HGB 11.5 K/uL LYM% 45.3 % MID % 5.4 PEMERIKSAAN PENUNJANG Dilakukan pemeriksaan penunjang berupa darah lengkap pada tanggal 16 Maret 2018 dan didapatkan hasil sebagai berikut : WBC 7. tidak ada murmur & gallop Abdomen Inspeksi : Bentuk datar dan supel Auskultasi : Bising usus meningkat Palpasi Hati : Tidak teraba pembesaran hati Limpa : Tidak teraba pembesaran limpa Turgor Kulit kembali lambat Perkusi : Timpani diseluruh kuadran abdomen Ekstremitas : akral hangat.3 % GRA % 49.2 K/uL MID 0.

8 mL  Non Medikamentosa  Banyak minum  Jaga higienitas per orang II.6 TERAPI  Medikamentosa  IVFD KDN 1 700 mL/24 jam  Anitid 2 x ¼ ampul IV  Liprolac 2x1 sachet  Orezync 1x5 Ml  Renalyt 70 mL/ mencret  Sanmol drop 3 x 0.8 mL  Batuk (+)  Mata : konjungtiva  Pilek (-) anemis -/-. RR : 48 x/menit. 17 Maret  Mual (+)  Ku : Tampak sakit Diare Cair Akut  IVFD KDN 1 700 2018  Muntah (+) sedang (Rewel) Dehidrasi Ringan. Sklera iketerik -/-.5  Orezync 1x5 Ml kencing sejak °C.43 % PDW 15.5 DIAGNOSA KERJA  Diare Cair Akut  Dehidrasi ringan sedang II.8 Resume Perkembangan Pasien Saat di Rumah Sakit Hari/tanggal S O A P Sabtu. mata cekung +/+. air mata +/+ . Suhu : 37. PCT 0. mL/24 jam  Demam (-)  Kes : CM Sedang  Anitid 2 x ¼ ampul IV  BAB (+) diare  TTV : HR :  Liprolac 2x1 sachet  BAK (-) belum 112x/menit.4 % II.  Renalyt 70 mL/ mencret jumat SPO2 : 98 %  Sanmol drop 3 x 0.

murmur - /-.9  Orezync 1x5 Ml  Batuk (+) °C. gallop -/-  Abdomen : supel.  Mulut : mukosa bibir kering +  Paru : vesikuler +/+.  Renalyt 70 mL/ mencret Pilek (-) SPO2 : 98 %  Sanmol drop 3 x 0. 18  Mual (-)  Ku : Tampak sakit Diare Cair Akut  IVFD KDN 1 700 Maret 2018  Muntah (-) sedang Dehidrasi Ringan. RR : 48 x/menit. rhonki -/-  Cor : BJ 1-2. wheezing -/-. murmur - /-. turgor kulit kembali lambat  Ekstremitas : akral hangat Minggu. rhonki -/-  Cor : BJ 1-2. Nyeri tekan (-). BU (+) normal. wheezing -/-.8 mL  Mata : konjungtiva anemis -/-. Sklera iketerik -/-. BU (+) meningkat. turgor kulit kembali segera  Ekstremitas : akral hangat . gallop -/-  Abdomen : supel. mata cekung -/-. mL/24 jam  Demam (-)  Kes : CM Sedang  Anitid 2 x ¼ ampul IV  BAB(+) Normal  TTV : HR : 113  Liprolac 2x1 sachet  BAK (+) x/menit. Nyeri tekan (-). Suhu : 37. air mata +/+  Mulut : mukosa bibir kering (-)  Paru : vesikuler +/+.

mata cekung -/-. wheezing -/-. BU (+) normal. Sklera  BLPL iketerik -/-. rhonki -/-  Cor : BJ 1-2. air mata +/+  Mulut : mukosa bibir kering +  Paru : vesikuler +/+. murmur - /-.6 °C.8 mL anemis -/-. RR: 52  Orezync 1x5 Ml  Batuk(+) x/menit.  Liprolac 2x1 sachet  BAK(+) Suhu : 37. mL/24 jam  Demam (-)  Kes : CM Sedang  Anitid 2 x ¼ ampul IV  BAB (+)Normal  TTV : HR : 77x/menit. SPO2 : 98 %  Renalyt 70 mL/ mencret Pilek (-)  Mata : konjungtiva  Sanmol drop 3 x 0. 19 Maret  Mual (-)  Ku : Tampak sakit Diare Cair Akut  IVFD KDN 1 700 2018  Muntah (-) sedang Dehidrasi Ringan. turgor kulit kembali segera  Ekstremitas : akral hangat .Senin. Nyeri tekan (-). gallop -/-  Abdomen : supel.

1.S Ayah Laki Laki 30 SMA KOPDA 2.2 Genogram Keluarga Bagan 1. R Anak ke-1 Laki Laki 9 bulan — — III. Tn.1 Profil Keluarga III. Ny. BAB III LAPORAN HASIL KUNJUNGAN RUMAH III. Anggota Keluarga Tinggal Satu Rumah Keterangan : Laki laki Perempuan Pasien . An. Daftar Anggota Keluarga Tinggal Satu Rumah No Nama Kedudukan Jenis Usia Pendidikan Pekerjaan Kelamin (tahun) 1.1 Profil Keluarga yang Tinggal Satu Rumah Tabel 1.A Ibu Perempuan 29 SMA Ibu Rumah Tangga 3.1.

2 Denah Rumah .III.

dan tersedianya air bersih sehari-hari. III.5. higiene perorangan terutama menyangkut kebersihan tangan dan lingkungan.3 Edukasi Saat Kunjungan  Edukasi Diare − Menjelaskan mengenai diare − Menjelaskan tentang komplikasi yang dapat terjadi pada pasien − Menjelaskan strategi pencegahan yang dipakai seperti selalu menyediakan makanan dan minuman yang tidak terkontaminasi terutama saat pembuatan MPASI. Ibu sebagai ibu rumah tangga. III.5. dibicarakan secara musyawarah.III. Apabila ada masalah. Komunikasi antar anggota keluarga pun terjalin baik. keluarga ini tergolong memiliki penghasilan cukup. bayam III. sanitasi yang baik.1 Fungsi Biologis Tidak ada anggota keluarga yang memiliki penyakit herediter dan penyakit menular.5 Identifikasi Fungsi-fungsi Keluarga III. . − Menjelaskan ke orangtua pasien bahwa zinc harus dihabiskan dalam waktu 10 hari meskipun diarenya telah sembuh  Edukasi Dehidrasi Ringan-Sedang − Menjelaskan tentang dehidrasi ringan-sedang − Menjelaskan ke orangtua pasien bahwa pasien harus banyak minum. Dilihat dari segi ekonomi.2 Fungsi Psikologi Pasien tinggal bersama ayah dan ibunya serta hidup secara rukun.4 Faktor Pendukung Keberhasilan After Care Patient  Keluarga bersedia untuk kunjungan dokter muda dan menyambut kedatangan dengan ramah  Keluarga memperhatikan dengan baik ketika diberikan penjelasan mengenai keadaan pasien  Keluarga berusaha untuk selalu mengontrol dan mengawasi perkembangan kesehatan pasien terutama ayah dan ibu pasien  Tempat tinggal pasien dekat dengan sarana kesehatan III. Seperti minum ASI lalu bias makan-makanan yang berkuah seperti sup.5.3 Fungsi Ekonomi Ayah bekerja sebagai TNI (Kopda).

III.6 Fungsi Sosial Budaya Hubungan orangtua pasien sangat baik di lingkungan dan dikenal baik oleh masyarakat sekitar rumahnnya.1 Faktor Perilaku Tidak ada perilaku pada pasien yang mempengaruhi penyakit yang diderita pasien III. 2 kamar tidur dan 1 ruang tamu. Tampak dari luar. namun kurang ventilasi dan pencahayan di kamar tidur. Dilihat dari pendidikan keluarga pasien. III. rumah pasien berhimpitan dengan rumah tetangganya. 1 dapur. Jarak pelayanan kesehatan terdekat dari rumah pasien yaitu sekitar 4 km dengan jarak tempuh kurang lebih 20 menit dengan motor. Dinding rumah sudah dengan tembok dengan cat putih.7 Identifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan III.5.6 Pola Konsumsi Pasien Pasien masih minum susu formula ditambah dengan MPASI.III. Rumah pasien terdiri 1 kamar mandi.4 Fungsi Pendidikan Pendidikan terakhir ayah dan Ibu adalah SMA.5 Fungsi Religius Pasien dan seluruh anggota keluarga memeluk agama Islam. ruang makan dan ruang keluarga dijadikan satu. Atap rumah langsung genteng. Lantai rumah sudah dipasang dengan keramik. keluarga menjalankan ibadah agama secara rutin. Cahaya dan udara masuk melalui pintu yang terbuka dan jendela dari ruang tamu dan ruang . Ventilasi udara cukup ruang keluarga. keluarga pasien dapat mengerti dan memahami dengan baik tentang edukasi diare akut dan dehidrasi III.7.8 Identifikasi Lingkungan Rumah Rumah pasien berada di gang yang cukup luas. Pasien saat ini belum bersekolah.2 Faktor Non Perilaku Sarana pelayanan kesehatan yaitu Puskesmas dan Rumah Sakit dekat dengan rumah pasien.5.7. III.5. 
 III.

Air kamar mandi bersih dengan pencahayaan yang cukup. Permasalahan dan Penyelesaian pada Pasien Permasalahan Penyelesaian Kurangnya pengetahuan keluarga .Edukasi mengenai pentingnya kebersihan perorang .9 Tabel Permasalahan Tabel 2. sampah dibuang ke tempat sampah yang terletak di samping rumah. III.Edukasi mengenai penyakit dan mengenai penyakit pasien komplikasi yang dapat terjadi . . sumber listrik dari PLN. Air yang digunakan untuk masak dan mandi dari air pam. Kamar mandi terpisah tembok dengan kamar dan ruang makan.keluarga.Edukasi mengenai tanda-tanda bahaya agar segera di bawa ke IGD rumah sakit. dapur terlihat cukup bersih dan tertata rapi. Barang-barang dalam rumah tertata dengan baik.

Dapat menerapkan hidup bersih dan sehat untuk meningkatkan kualitas kesehatan . Hasil Pemeriksaan Keadaan pasien sudah membaik. Orangtua tampak memiliki keingintahuan yang tinggi dalam hal kesehatan pasien.2 Saran 1.1 Kesimpulan Hasil pembinaan keluarga dilakukan pada tanggal 1 Mei 2018. Tingkat Pemahaman Orangtua pasien cukup paham mengenai penyuluhan yang diberikan oleh dokter muda. b. saat dilakukan kunjungan tidak ada keluhan pada pasien. Diharapkan orangtua pasien dapat menjaga kebersihan makanan sehari-hari 2. Faktor Pendukung  Orangtua pasien bersedia untuk kunjungan dokter muda dan menyambut kedatangan dengan ramah dan dengan antusias  Orangtua pasien memperhatikan dengan baik ketika diberikan penjelasan mengenai keadaan pasien  Orangtua berusaha untuk selalu mengontrol dan mengawasi perkembangan kesehatan pasien terutama ayah dan ibu pasien d. Dari pembinaan keluarga tersebut didapatkan hasil sebagai berikut : a. Faktor Penyulit  Kurangnya pemahaman ibu tentang tanda-tanda anak dehidrasi IV. c. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN KUNJUNGAN KELUARGA IV.

Jakarta. 381- 426 
 3. 2002.emedicine. 
 . Jakarta : Balai Penerbit FKUI pp. akses : on September 8. Tambunan T. Wila Wirya IG. Emed J (on line) (20) : screens. h. Buku Ajar Nefrologi Anak. Kliegman. Edisi-2. Nephrotic syndrome. Sindrom Nefrotik. 2005. Husein dkk. Travis L. Trihono PP. Jenson. Available from : URL:http//www. DAFTAR PUSTAKA 1. Kosensus Tatalaksana Sindrom Nefrotik Idiopatik Pada Anak. editors.htm. Philadelpia. Alatas. Pardede SO. 2009 
 4. 
 Saunders. 2007. 
 2. Behrman. Stanton. 2002.1-18. Nelson Textbook of Pediatric 18 th ed.com/PED/topic1564. In: Alatas H. Unit Koordinasi Nefrologi Ikatan Dokter Anak Indonesia.