You are on page 1of 22

1

Tujuh Etika Membayar Zakat
Selain mengetahui berbagai hukum zakat, hendaknya seorang muzakki (orang yang hendak
membayar zakat) juga memperhatikan berbagai etikanya sehingga pembayaran zakatnya
diterima dan diridhai Allah SWT. Lalu apa saja etika membayar zakat yang harus
diperhatikannya?

1. Segera Membayar Zakat Setelah Waktu Wajibnya Tiba
Ini dilakukan karena beberapa pertimbangan, yaitu: a) menampakkan rasa senang menaati
perintah Allah SWT dan Rasul-Nya; b) membahagiakan orang yang menerimanya; c) sadar
bahwa kalau ditunda bisa saja ada hal lain yang menghalanginya; dan d) menjadi maksiat
apabila sampai habis waktunya zakat belum jadi dikeluarkan.

2. Merahasiakan Pembayaran Zakat
Merahasiakan zakat lebih dapat menghindarkan seseorang dari riya’ (pamer) dan sum’ah
(mencari popularitas). Allah berfirman:

... 271 :‫ )البقرة‬... ‫َو ِإ ْن ت ُ ْخفُوهَا َوتُؤْ تُوهَا ْالفُقَ َرا َء فَ ُه َو َخي ٌْر لَ ُك ْم‬

Artinya, “... Dan apabila kalian menyembunyikan (pembayaran) zakat dan memberikannya
kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikannya itu lebih baik bagi kalian ...” (Al-
Baqarah ayat 271).

Bahkan segolongan ulama salaf secara sungguh-sungguh berupaya merahasikan zakatnya,
yaitu dengan menyalurkannya lewat perantara, sehingga penerima zakat tidak mengetahui
siapa pemberi sebenarnya. Hal itu dilakukan tidak lain karena menghindari sifat riya’ dan
sum’ah. Sebab, ketika sifat riya' mendominasi pembayaran zakat, maka ia akan meleburnya,
meskipun secara fiqh zakatnya sah.

3. Membayar Zakat Secara Terang-terangan
Allah SWT berfirman:

‫ت فَنِ ِع َّما ِه َي‬
ِ ‫ص َد َقا‬
َّ ‫ إِ ْن ت ُ ْبدُوا ال‬...

Artinya, “Jika kalian menampakkan zakat kalian, maka itu baik sekali ...” (Al-Baqarah ayat
271).

Etika ini dilakukan ketika situasi dan kondisi mendukungnya. Yaitu ada kalanya agar ditiru
atau karena ada seseorang yang meminta zakat secara terang-terangan di depan orang lain.
Dalam kondisi seperti ini, hendaknya muzakki tidak menghindar dari memberikan zakatnya
dengan alasan khawatir riya’. Namun seharusnya ia tetap memberikan zakat serta menjaga
hati dari riya’ semampunya. Sebab, dalam membayar zakat secara terang-terangan, selain
terdapat riya’ dan al-mann (menyebut kebaikan), terdapat unsur yang tercela lain, yaitu
menampakkan kefakiran orang lain. Karena terkadang seseorang merasa hina ketika dirinya
terlihat membutuhkan.

Sebab itu, orang yang terang-terangan meminta, ia telah merusak rahasianya sendiri, dan
unsur tercela (menampakkan kefakiran orang lain) yang ada dalam pembayaran zakat secara
terang-terangan tadi sudah tidak berarti lagi.

2

4. Tidak Merusak Zakat
Maksudnya tidak merusak zakat dengan al-mann dan al-adza. Allah berfirman:

‫صدَقَاتِ ُك ْم بِ ْال َم ِن َو ْاْلَذَى‬
َ ‫يَا أَيُّ َها الَّذِينَ آ َمنُوا ََل تُب ِْطلُوا‬

Artinya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menghilangkan (pahala) zakat
kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima) ...” (Al-Baqarah
ayat 264).
Al-Mann adalah menyebut-nyebut amal saleh (dalam hal ini zakat) dan menceritakannya,
mengeksploitasi si penerimanya, atau takabur kepadanya karena zakat yang diberikan.
Sementara al-adza adalah menampak-nampakkan zakat, mencela kefakiran, membentak-
bentak, atau mencerca si penerima karena meminta-minta zakat kepadanya.
5. Menganggap Zakatnya Sebagai Hal Kecil

Hendaknya orang yang membayar zakat menilai zakatnya sebagai hal kecil dan tidak
membesar-besarkannya. Sebab bila dibesar-besarkan maka akan melahirkan sifat ‘ujub
(kagum terhadap diri sendiri). Padahal ‘ujub termasuk perkara yang melebur amal. Allah
berfirman:

َ ‫َويَ ْو َم ُحنَي ٍْن ِإذْ أ َ ْع َجبَتْ ُك ْم َكثْ َرت ُ ُك ْم فَلَ ْم ت ُ ْغ ِن َع ْن ُك ْم‬
25 :‫ )التوبة‬... ‫ش ْيئًا‬

Artinya, “Dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena
banyaknya jumlah kalian, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat sedikitpun
bagi kalian ...” (At-Taubah ayat 25).

6. Zakat dengan Harta Terbaik
Mengeluarkan zakat dengan harta yang terbaik dan yang paling disukai. Sebab, Allah adalah
Dzat Yang Maha Baik dan tidak menerima kecuali harta yang baik. Bila yang dikeluarkan
bukan harta yang terbaik maka termasuk su`ul adab kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur`an
disebutkan:

َ ِ‫ض َو ََل تَيَ َّم ُموا ْال َخب‬
‫يث ِم ْنهُ ت ُ ْن ِفقُونَ َولَ ْست ُ ْم‬ ِ ‫ت َما َك َس ْبت ُ ْم َو ِم َّما أ َ ْخ َرجْ نَا لَ ُك ْم ِمنَ ْاْل َ ْر‬ َ ‫يَا أَيُّ َها الَّذِينَ آ َمنُوا أ َ ْن ِفقُوا ِم ْن‬
ِ ‫طيِبَا‬
َ
(267 :‫ )البقرة‬... ‫آخذِي ِه ِإ ََّل أ ْن ت ُ ْغ ِمضُوا فِي ِه‬ ِ ‫ِب‬

Artinya, “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil
usaha kalian yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk
kalian, dan janganlah kalian memilih yang buruk-buruk lalu kalian menafkahkan
daripadanya, padahal kalian sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan
memincingkan mata padanya.” (Al-Baqarah ayat 267).

7. Selektif Memilih Penerima Zakat
Yaitu dengan memprioritaskan orang-orang yang mempunyai sifat-sifat berikut ini; bertakwa,
ahli ilmu agama, benar tauhidnya, merahasiakan dari membutuhkan zakat, punya keluarga,
sedang sakit dan semisalnya, dan merupakan keluarga atau kerabat. (Jamaluddin Al-
Qasimi, Mauizhatul Mu`minin, juz I, halaman 95-99).

Dengan memenuhi tujuh etika ini, harapannya zakat yang dilakukan dapat diterima dan
diridhai Allah SWT, serta mendapatkan balasan pahala yang sangat sempurna. (Ahmad
Muntaha AM, Wakil Sekretaris PW LBM NU Jawa Timur)

“Jika kalian menampakkan zakat kalian.. maka menyembunyikannya itu lebih baik bagi kalian . hendaknya muzakki tidak menghindar dari memberikan zakatnya dengan alasan khawatir riya’. b) membahagiakan orang yang menerimanya. Lalu apa saja etika membayar zakat yang harus diperhatikannya? 1. meskipun secara fiqh zakatnya sah. maka ia akan meleburnya. Namun seharusnya ia tetap memberikan zakat serta menjaga hati dari riya’ semampunya. Bahkan segolongan ulama salaf secara sungguh-sungguh berupaya merahasikan zakatnya. yaitu: a) menampakkan rasa senang menaati perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Karena terkadang seseorang merasa hina ketika dirinya terlihat membutuhkan.. ia telah merusak rahasianya sendiri. “.. 3 Selain mengetahui berbagai hukum zakat. Segera Membayar Zakat Setelah Waktu Wajibnya Tiba Ini dilakukan karena beberapa pertimbangan. hendaknya seorang muzakki (orang yang hendak membayar zakat) juga memperhatikan berbagai etikanya sehingga pembayaran zakatnya diterima dan diridhai Allah SWT. 2. c) sadar bahwa kalau ditunda bisa saja ada hal lain yang menghalanginya. 271 :‫ )البقرة‬. dan d) menjadi maksiat apabila sampai habis waktunya zakat belum jadi dikeluarkan... dalam membayar zakat secara terang-terangan.” (Al-Baqarah ayat 271). Hal itu dilakukan tidak lain karena menghindari sifat riya’ dan sum’ah. maka itu baik sekali . Merahasiakan Pembayaran Zakat Merahasiakan zakat lebih dapat menghindarkan seseorang dari riya’ (pamer) dan sum’ah (mencari popularitas).” (Al- Baqarah ayat 271). Sebab itu.. Membayar Zakat Secara Terang-terangan Allah SWT berfirman: ‫ت فَنِ ِع َّما ِه َي‬ ِ ‫ص َد َقا‬ َّ ‫ إِ ْن ت ُ ْبدُوا ال‬. dan unsur tercela (menampakkan kefakiran orang lain) yang ada dalam pembayaran zakat secara terang-terangan tadi sudah tidak berarti lagi... Etika ini dilakukan ketika situasi dan kondisi mendukungnya. Dan apabila kalian menyembunyikan (pembayaran) zakat dan memberikannya kepada orang-orang fakir.. yaitu menampakkan kefakiran orang lain. Allah berfirman: .. Sebab. Sebab. yaitu dengan menyalurkannya lewat perantara. sehingga penerima zakat tidak mengetahui siapa pemberi sebenarnya. ‫َوإِ ْن ت ُ ْخفُوهَا َوتُؤْ تُوهَا ْالفُقَ َرا َء فَ ُه َو َخي ٌْر لَ ُك ْم‬ Artinya. Yaitu ada kalanya agar ditiru atau karena ada seseorang yang meminta zakat secara terang-terangan di depan orang lain.. Artinya. orang yang terang-terangan meminta.. 3. selain terdapat riya’ dan al-mann (menyebut kebaikan). terdapat unsur yang tercela lain. Dalam kondisi seperti ini. ketika sifat riya' mendominasi pembayaran zakat. .

Zakat dengan Harta Terbaik Mengeluarkan zakat dengan harta yang terbaik dan yang paling disukai.. Allah adalah Dzat Yang Maha Baik dan tidak menerima kecuali harta yang baik. Tidak Merusak Zakat Maksudnya tidak merusak zakat dengan al-mann dan al-adza. mencela kefakiran. “Hai orang-orang yang beriman. Menganggap Zakatnya Sebagai Hal Kecil Hendaknya orang yang membayar zakat menilai zakatnya sebagai hal kecil dan tidak membesar-besarkannya. halaman 95-99). “Dan (ingatlah) peperangan Hunain.” (Al-Baqarah ayat 264). Sebab. punya keluarga. Allah berfirman: َ ‫َويَ ْو َم ُحنَي ٍْن ِإذْ أ َ ْع َجبَتْ ُك ْم َكثْ َرت ُ ُك ْم فَلَ ْم ت ُ ْغ ِن َع ْن ُك ْم‬ 25 :‫ )التوبة‬. yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah kalian. janganlah kalian menghilangkan (pahala) zakat kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima) . dan merupakan keluarga atau kerabat. padahal kalian sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata padanya. maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat sedikitpun bagi kalian . Bila yang dikeluarkan bukan harta yang terbaik maka termasuk su`ul adab kepada Allah SWT. atau mencerca si penerima karena meminta-minta zakat kepadanya. Selektif Memilih Penerima Zakat Yaitu dengan memprioritaskan orang-orang yang mempunyai sifat-sifat berikut ini. Sementara al-adza adalah menampak-nampakkan zakat. 7. ‫آخذِي ِه إَِل أن تغ ِمضُوا فِي ِه‬ُ ْ َ َّ ِ ِ‫ب‬ Artinya. Allah berfirman: ‫صدَقَاتِ ُك ْم بِ ْال َم ِن َو ْاْلَذَى‬ َ ‫يَا أَيُّ َها الَّذِينَ آ َمنُوا ََل تُب ِْطلُوا‬ Artinya. Sebab bila dibesar-besarkan maka akan melahirkan sifat ‘ujub (kagum terhadap diri sendiri). bertakwa. membentak- bentak.. Al-Mann adalah menyebut-nyebut amal saleh (dalam hal ini zakat) dan menceritakannya. Padahal ‘ujub termasuk perkara yang melebur amal.. nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usaha kalian yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kalian. atau takabur kepadanya karena zakat yang diberikan. juz I. . dan janganlah kalian memilih yang buruk-buruk lalu kalian menafkahkan daripadanya. Mauizhatul Mu`minin.. Dalam Al-Qur`an disebutkan: َ ‫ض َو ََل تَيَ َّم ُموا ْال َخ ِب‬ ‫يث ِم ْنهُ ت ُ ْن ِفقُونَ َولَ ْست ُ ْم‬ ِ ‫ت َما َك َس ْبت ُ ْم َو ِم َّما أ َ ْخ َرجْ نَا لَ ُك ْم ِمنَ ْاْل َ ْر‬ َ ‫يَا أَيُّ َها الَّذِينَ آ َمنُوا أ َ ْن ِفقُوا ِم ْن‬ ِ ‫ط ِيبَا‬ ْ (267 :‫ )البقرة‬.. benar tauhidnya. mengeksploitasi si penerimanya... merahasiakan dari membutuhkan zakat. ahli ilmu agama. sedang sakit dan semisalnya.” (Al-Baqarah ayat 267). 5. ‫ش ْيئًا‬ Artinya. 6.” (At-Taubah ayat 25). 4 4. (Jamaluddin Al- Qasimi.. “Hai orang-orang yang beriman.

hukum wajib zakat berdasarkan beberapa ayat Al-Qur`an.” (Bukhari dan Muslim). halaman 270-271). supaya cerah di hari depannya. (Lihat An-Nawawi. tanpa catatan tahun. zakat menjadi salah satu rukun Islam yang sejajar dengan shalat. mulai dari pengklasifikasian aset wajib zakat dari aset . sehingga zakat yang ditunaikannya sah secara syar’i. hidup layak dan berbalik menjadi penolong bagi orang lain yang masih berkubang di jurang kemiskinan. Tidak seperti perlemparan jumrah dalam ritual haji yang hanya berdimensi ta’abbudi saja dan tidak pula seperti melunasi hutang yang hanya berdimensi sosial saja. juz V. antara lain adalah: َ ُ ‫صدَقَةً ت‬ (103 :‫ )التوبة‬. dan aturan-aturan lainnya yang harus dipatuhi muzakki (orang yang membayar zakat).. penghambaan diri kepada Allah. kesaksian sungguh tiada tuhan selain Allah. yaitu dimensi ta’abbudi. (Lihat Ibrahim Al-Baijuri. puasa. َّ ‫ار َكعُوا َم َع‬ (43 :‫الرا ِكعِينَ )البقرة‬ ْ ‫الزكَاة َ َو‬ َّ ‫َوأَقِي ُموا ال‬ َّ ‫ص ََلة َ َوآَتُوا‬ Artinya. Selain itu. Sehingga sebelum seseorang membayar zakat. bahwa aturan-aturan zakat tidaklah mudah. sungguh Muhammad adalah utusan Allah. dan dimensi sosial. ia memerlukan pengetahuan yang cukup tentang zakat untuk melaksanakannya sesuai prosedur. yaitu pemenuhan kebutuhan hidup mustahiqqin (orang-orang yang berhak menerima zakat) yang mayoritas masyarakat ekonomi kelas bawah dan peningkatan taraf hidup mereka. Sudah menjadi hal maklum. secara subtansial zakat termasuk kategori kewajiban yang mempunyai dua dimensi (murakkab).” (Al- Baqarah ayat 43).” (At-Taubah ayat 103). pelaksanaan shalat. Sementara dimensi ta’abbudi yang tidak kalah penting dari dimensi sosial terletak pada keharusan memenuhi berbagai cara pengkalkulasian. pendistribusian. juz I. dan haji. tunaikan zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'. Ia adalah salah satu rukun Islam seperti ditegaskan Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya dengan terjemahan. Mesir. Dalam dimensi inilah Imam Syafi’i mengingatkan.. terentaskan dari kemiskinan. halaman 331). Sementara.. dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka . Dalam titik inilah mengingkari hukum wajibnya akan menyebabkan seseorang terjerumus dalam kekufuran. Beirut: Darul Fikr. ‫ط ِه ُر ُه ْم َوتُزَ ِكي ِه ْم ِب َها‬ َ ‫ُخذْ ِم ْن أ َ ْم َوا ِل ِه ْم‬ Artinya. “Dirikan shalat. Zakat juga merupakan ajaran Islam yang ma’lum minad din bid dharuri (ajaran agama yang diketahui secara luas baik oleh orang alim maupun orang awam). Al-Muniriyah. tanpa catatan tahun. tidak butuh uluran tangan.. pembayaran zakat. Kemudian dari ayat-ayat itu terbentuklah ijma’ ulama atas hukum wajibnya. 5 Urgensi dan Tuntutan Zakat Dalam Islam Zakat merupakan ajaran Islam yang sangat urgen. Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab. “Islam dibangun atas lima hal. “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dimensi sosial zakat terlihat pada objek utamanya. Hasyiyyatul Baijuri ‘ala Syarh Ibn Qasim. haji dan puasa Ramadhan.

haji dan puasa Ramadhan. Ihya` ‘Ulumid Din. “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. juz I. halaman 213). dan dimensi sosial. pelaksanaan shalat. 6 lainnya. Karena itu. Menyepelekan dan menganggap mudah hal ini sebenarnya tidak berdampak negatif pada dimensi sosial zakat. selama zakat sampai kepada mereka yang berhak.. hukum wajib zakat berdasarkan beberapa ayat Al-Qur`an. [Indonesia. . sungguh Muhammad adalah utusan Allah. halaman 331). kesaksian sungguh tiada tuhan selain Allah.” (At-Taubah ayat 103). “Islam dibangun atas lima hal. Semuanya harus dilakukan secara tepat. yaitu dimensi ta’abbudi. Beirut: Darul Fikr.. secara subtansial zakat termasuk kategori kewajiban yang mempunyai dua dimensi (murakkab). pengkalkusian aset yang wajib dikeluarkan. َّ ‫ار َكعُوا َم َع‬ (43 :‫الرا ِكعِينَ )البقرة‬ ْ ‫الزكَاة َ َو‬ َّ ‫َوأَقِي ُموا ال‬ َّ ‫ص ََلةَ َوآَتُوا‬ Artinya.. (Lihat Ibrahim Al-Baijuri. Dalam konteks ini Imam Al-Ghazali mengatakan: ِ ‫سا ُه ُل فِي ِه َغي ُْر قَادِحٍ فِي َح ِظ ْالفَ ِق‬ ُ‫ير لَ ِكنَّهُ قَا ِد ٌح فِي التَّ َعبُّد‬ َ َّ ‫والت‬. juz I. ‫ط ِه ُر ُه ْم َوتُزَ ِكي ِه ْم ِب َها‬ َ ‫ُخذْ ِم ْن أ َ ْم َوا ِل ِه ْم‬ Artinya. tanpa catatan tahun. Dalam titik inilah mengingkari hukum wajibnya akan menyebabkan seseorang terjerumus dalam kekufuran. namun berpengaruh dalam sisi ibadahnya. (Ahmad Muntaha AM. Selain itu. tanpa catatan tahun. Darul Kutub Al-‘Arabiyah]. pembayaran zakat. dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka . Zakat juga merupakan ajaran Islam yang ma’lum minad din bid dharuri (ajaran agama yang diketahui secara luas baik oleh orang alim maupun orang awam). Kemudian dari ayat-ayat itu terbentuklah ijma’ ulama atas hukum wajibnya. َ Artinya. maka hal ini akan menjadi catatan merah yang berakibat zakat yang dikeluarkan tidak sah. halaman 270-271). Wakil Sekretaris PW LBM NU Jawa Timur) Zakat merupakan ajaran Islam yang sangat urgen. penghambaan diri kepada Allah. Sementara. antara lain adalah: َ ُ ‫صدَقَةً ت‬ (103 :‫ )التوبة‬.” (Lihat Al-Ghazali. “Dan serampangan dalam dimensi ibadah zakat (tidak memperhatikan aturan- aturannya) tidak berpengaruh bagi orang fakir (asal zakat sampai kepadanya). Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab. “Dirikan shalat. Namun mengingat zakat juga mempunyai dimensi ta’abbudi.” (Al- Baqarah ayat 43). (Lihat An-Nawawi.. dan sampai pada pendistribusiannya ke tangan mustahiqqin. Mesir. Ia adalah salah satu rukun Islam seperti ditegaskan Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya dengan terjemahan.” (Bukhari dan Muslim). tanpa catatan tahun. Hasyiyyatul Baijuri ‘ala Syarh Ibn Qasim. menjadi penting bukan bekal keilmuan untuk melaksanakan zakat agar sesuai dengan tuntunan syariat sebenarnya? Wallahu a‘lam. Al-Muniriyah. juz V. tunaikan zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'.

Artinya. . halaman 213). Dimensi sosial zakat terlihat pada objek utamanya. dan sampai pada pendistribusiannya ke tangan mustahiqqin. dan haji.” (Lihat Al-Ghazali. Sudah menjadi hal maklum. yaitu pemenuhan kebutuhan hidup mustahiqqin (orang-orang yang berhak menerima zakat) yang mayoritas masyarakat ekonomi kelas bawah dan peningkatan taraf hidup mereka. pengkalkusian aset yang wajib dikeluarkan. hidup layak dan berbalik menjadi penolong bagi orang lain yang masih berkubang di jurang kemiskinan. Semuanya harus dilakukan secara tepat. dan aturan-aturan lainnya yang harus dipatuhi muzakki (orang yang membayar zakat). Ihya` ‘Ulumid Din. Darul Kutub Al-‘Arabiyah]. tidak butuh uluran tangan. Dalam konteks ini Imam Al-Ghazali mengatakan: ِ ‫سا ُه ُل ِفي ِه َغي ُْر قَادِحٍ ِفي َح ِظ ْالفَ ِق‬ ُ‫ير لَ ِكنَّهُ قَا ِد ٌح ِفي التَّ َعبُّد‬ َ َّ ‫ َوالت‬. mulai dari pengklasifikasian aset wajib zakat dari aset lainnya. zakat menjadi salah satu rukun Islam yang sejajar dengan shalat. bahwa aturan-aturan zakat tidaklah mudah. tanpa catatan tahun. selama zakat sampai kepada mereka yang berhak. Namun mengingat zakat juga mempunyai dimensi ta’abbudi. puasa. [Indonesia. supaya cerah di hari depannya. namun berpengaruh dalam sisi ibadahnya. Sementara dimensi ta’abbudi yang tidak kalah penting dari dimensi sosial terletak pada keharusan memenuhi berbagai cara pengkalkulasian. 7 Tidak seperti perlemparan jumrah dalam ritual haji yang hanya berdimensi ta’abbudi saja dan tidak pula seperti melunasi hutang yang hanya berdimensi sosial saja. juz I. Menyepelekan dan menganggap mudah hal ini sebenarnya tidak berdampak negatif pada dimensi sosial zakat. “Dan serampangan dalam dimensi ibadah zakat (tidak memperhatikan aturan- aturannya) tidak berpengaruh bagi orang fakir (asal zakat sampai kepadanya). pendistribusian. maka hal ini akan menjadi catatan merah yang berakibat zakat yang dikeluarkan tidak sah. Dalam dimensi inilah Imam Syafi’i mengingatkan. sehingga zakat yang ditunaikannya sah secara syar’i. Sehingga sebelum seseorang membayar zakat. terentaskan dari kemiskinan. ia memerlukan pengetahuan yang cukup tentang zakat untuk melaksanakannya sesuai prosedur.

antara lain pemakaian perhiasan emas atau perak oleh laki-laki atau pemakaian yang melampaui batas kewajaran (meskipun yang mengenakannya adalah perempuan). Contoh praktik penggunaan perhiasan secara haram. suvenir. seperti kalung. anting. Kewajiban itu jatuh ketika emas dan perak mencapai batas minimum wajib zakat (nishab) dan haul (satu tahun hijriah). untuk memudahkan mengingat ukuran nishab emas dan perak murni. 8 Cara Menghitung Zakat Emas dan Perak yang Murni dan Tak Murni Emas dan perak masuk kategori harta yang wajib ditunaikan zakatnya lantaran keduanya memiliki potensi berkembang sebagaimana binatang ternak. bagaimana cara menghitung zakat emas dan perak? Apa perbedaan antara yang murni dan yang tidak murni? Sebelumnya. zakat emas dan perak tak wajib dikeluarkan ketika keduanya berupa perhiasan yang halal. kecuali mazhab Hanafi. saya tampilkan lagi tabel nishab emas dan perak murni di bawah ini: . Sebagaimana penjelasan pada tulisan sebelumnya. leburan. dan lain sebagainya. dan gelang yang kenakan kaum wanita. kewajiban tersebut mejadi ada. Sekarang. bila emas atau perak itu berupa perhiasan tak sebagaimana mestinya (haram). bejana. baik berupa emas dan perak batangan. Sebaliknya. ukiran. logam.

5 gram Contoh lain: bila seseorang memiliki perak sebesar 700 gram. perbedaannya terletak pada cara mengetahui ukuran nishabnya.5227 x 24 = 84.5 gram Cara Menghitung Emas dan Perak Campuran Penghitungan jumlah persentase zakat yang wajib dikeluarkan pada emas dan perak campuran sama dengan zakat emas dan perak murni. Maliki dan Hanbali? A = (b : c) x 24 = (77. Sementara emas campuran atau tidak murni adalah emas yang kadarnya kurang dari seratus persen (di bawah kadar 24 karat). Karena beda jumlah kadar karatnya. maka cara mengetahuinya adalah dengan rumus berikut: A = (b : c) x 24 Keterangan: A : nishab emas bukan murni b : nishab emas murni c : karat emas bukan murni Contoh: berapa nishab emas 22 karat dengan menggunakan hasil konversi madzab Syafi’i.5 % = 17. maka cara penghitungan zakatnya adalah: a=bxc = 700 x 2.50 gram : 22) x 24 = 3. Selayak rumus matematika pada umumnya dalam pehitungan persentase.5448 gram .5 % = 2. Untuk mengetahui ukuran nishab emas atau perak yang tidak murni. maka cara penghitungan zakatnya adalah: a=bxc = 100 x 2. 9 Cara Menghitung Emas dan Perak Murni Maksud dari istilah emas murni adalah emas yang memiliki kadar seratus persen. cara menghitung zakat emas atau perak yang wajib dibayarkan adalah dengan rumus sebagai berikut: a=bxc Keterangan: a : kadar zakat b : aset zakat c : persentase kadar zakat Contoh: bila seseorang memiliki emas sebesar 100 gram.

Sebagaimana penjelasan pada tulisan sebelumnya. kewajiban tersebut mejadi ada. saya tampilkan lagi tabel nishab emas dan perak murni di bawah ini: .35 gram : 22) x 24 = 24. kecuali mazhab Hanafi. bejana. Setelah kita mengetahui kadar dan ukuran nishab emas dan perak yang tidak murni.5 persen dari seluruh jumlah emas dan perak yang dimiliki jika memang sudah mencapai nishab dan haul (setahun hijriah). bagaimana cara menghitung zakat emas dan perak? Apa perbedaan antara yang murni dan yang tidak murni? Sebelumnya. dan lain sebagainya. baik berupa emas dan perak batangan. Kewajiban itu jatuh ketika emas dan perak mencapai batas minimum wajib zakat (nishab) dan haul (satu tahun hijriah). ukuran nishab emas kadar 22 karat adalah 84. Sekarang. antara lain pemakaian perhiasan emas atau perak oleh laki-laki atau pemakaian yang melampaui batas kewajaran (meskipun yang mengenakannya adalah perempuan). (Moh. Contoh praktik penggunaan perhiasan secara haram. seperti kalung. Maliki dan Hanbali tinggal menyesuaikan dengan rumus di atas. Wallahua’lam. zakat emas dan perak tak wajib dikeluarkan ketika keduanya berupa perhiasan yang halal. logam. Contoh lain: bagiamana cara mengetahui ukuran nishab dan zakat perak yang tidak murni dengan menggunakan hasil konvensi madhab Syafi’i. bila emas atau perak itu berupa perhiasan tak sebagaimana mestinya (haram). dan gelang yang kenakan kaum wanita. Maliki dan Hanbali. Maliki dan Hanbali. anting. ukuran nishab perak kadar 22 karat adalah 592.5448 gram menurut konversi madhab Syafi’i.8 gram menurut konvensi madhab Syafi’i. Sedangkan untuk selain madhab Syafi’i. untuk memudahkan mengingat ukuran nishab emas dan perak murni. leburan. 10 Dengan demikian. ukiran. suvenir. maka selanjutnya tinggal dibayarkan 2. Sebaliknya.8 gram Jadi.70 x 24 = 592. Sibromulisi) Emas dan perak masuk kategori harta yang wajib ditunaikan zakatnya lantaran keduanya memiliki potensi berkembang sebagaimana binatang ternak. Maliki dan Hanbali? A = (b : c) x 24 = (543.

maka cara penghitungan zakatnya adalah: a=bxc = 100 x 2.5 gram Contoh lain: bila seseorang memiliki perak sebesar 700 gram.5 % = 17. 11 Cara Menghitung Emas dan Perak Murni Maksud dari istilah emas murni adalah emas yang memiliki kadar seratus persen.5 % = 2. Sementara emas campuran atau tidak murni adalah emas yang kadarnya kurang dari seratus persen (di bawah kadar 24 karat). Selayak rumus matematika pada umumnya dalam pehitungan persentase. cara menghitung zakat emas atau perak yang wajib dibayarkan adalah dengan rumus sebagai berikut: a=bxc Keterangan: a : kadar zakat b : aset zakat c : persentase kadar zakat Contoh: bila seseorang memiliki emas sebesar 100 gram.5 gram . maka cara penghitungan zakatnya adalah: a=bxc = 700 x 2.

Maliki dan Hanbali tinggal menyesuaikan dengan rumus di atas.5448 gram menurut konversi madhab Syafi’i. Maliki dan Hanbali? A = (b : c) x 24 = (77.8 gram menurut konvensi madhab Syafi’i. Contoh lain: bagiamana cara mengetahui ukuran nishab dan zakat perak yang tidak murni dengan menggunakan hasil konvensi madhab Syafi’i. Sedangkan untuk selain madhab Syafi’i. 12 Cara Menghitung Emas dan Perak Campuran Penghitungan jumlah persentase zakat yang wajib dikeluarkan pada emas dan perak campuran sama dengan zakat emas dan perak murni.8 gram Jadi. Maliki dan Hanbali. . maka cara mengetahuinya adalah dengan rumus berikut: A = (b : c) x 24 Keterangan: A : nishab emas bukan murni b : nishab emas murni c : karat emas bukan murni Contoh: berapa nishab emas 22 karat dengan menggunakan hasil konversi madzab Syafi’i. ukuran nishab emas kadar 22 karat adalah 84.5448 gram Dengan demikian. ukuran nishab perak kadar 22 karat adalah 592. Untuk mengetahui ukuran nishab emas atau perak yang tidak murni. Karena beda jumlah kadar karatnya.70 x 24 = 592. perbedaannya terletak pada cara mengetahui ukuran nishabnya.5227 x 24 = 84. Maliki dan Hanbali. Maliki dan Hanbali? A = (b : c) x 24 = (543.50 gram : 22) x 24 = 3.35 gram : 22) x 24 = 24.

fardu karena Allah Ta‘âlâ.” Saat menerima zakat fitrah. dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu. seorang penerima disunnahkan mendoakan pemberi zakat dengan doa-doa yang baik. Di antara contoh doa tersebut adalah seperti di bawah ini: ‫ وَبَارَﻙَ فِيْمَا اَبْقَيْﺖَ وَجَعَلَهُ لَﻚَ ﻃَهُوْرًا‬،َ‫آجَرَﻙ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْﺖ‬ “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan. Doa bisa dilafalkan dengan bahasa apa pun.…) ‫ﻰَلاَعَت ِهللِ اًﺿْرَف‬ “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama spesifik).” .. 13 Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan ‫طفْلا َةاَكَﺯ َﺝِرْخُأ ْنَأ ُﺖْ َيوَن‬ ِ ْ‫( ْنَع ِر‬.

inilah tiga syarat zakat fitrah. karena dia telah berjumpa dengan Ramadhan dan akan menghadapi bulan Syawal . yang menjumpai bulan Ramadhan dan bulan Syawal dan memiliki kelebihan rizki persediaan untuk siang dan malamnya idul fitri. (Red. Namun para fuqaha juga memperbolehkan membayar zakat fitrah semenjak awal Ramadhan.‫طعمة للمساكين فمن اداها قبل الصالة فهى زكاة مقبولة‬ Dari Ibnu Abbas ra. Adapun zakat fitrah itu berupa makanan pokok sebesar 1 sho’ atau dalam konteks negara Indonesia berupa beras sebanyak 2. Dengan kata lain zakat fitrah merupakan zakat jiwa. maka zakat fitrah berfungsi mensucikan harta mereka dari segala kotoran yang selama ini terkumpul ketika bermuamalah dengan sesama manusia. Hadits di atas juga menyebutkan ihwal penunaian zakat fitrah yang hendaknya dilakukan seusai bulan Ramadhan hingga menjelang shalat id. sama wajibnya membayar zakat fitrah seperti orang dewasa lainnya. atau gandum bagi muslim yang hamba dan muslim yang merdeka laki-laki maupun perempuan. maka zakat tersebut berubah fungsi sebagai shadaqah biasa. anak-anak maupun orang dewasa. Ulil Hadrawi) . Dan hendaklah zakat fitrah ditunaikan sebelum orang-orang selesai mengerjakan halat id. Adapun jika zakat ditunaikan setelah shalat id. mertua dan orang-orang dilingkungannya yang kebutuhan sehari-hari mereka ditanggungnya. Maka seorang muslim yang menjadi tulang punggung keluarga (suami misalkan) wajib menunaikan zakat semua anggota keluarga yang menjadi tanggungannya. Oleh karena itu seorang bayi yang lahir pada hari terakhir (seblum maghrib) bulan Ramadhan. 14 Tentang Zakat Fitrah Zakat fitrah berbeda dengan zakat harta benda. Sebagaimana hadits Rasulullah saw: ‫ فرض رسول هللا صلى هللا عليه وسلم زكاة الفطر صاعا من تمر او صاعا من شعير‬:‫عن ابن عمر رضي هللا عنهما قال‬ ‫على العبد والحر والذكر واألنثى والصغير والكبير من المسلمين وأمر بها ان تؤدى قبل خروج الناس الى الصالة‬ Dari Ibnu Umar ra Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma. ‫ فرض رسول هللا صلى هللا عليه وسلم صدقة الفطر طهرة للصائم من اللغو والرفث‬:‫عن ابن عباس رضي هللا عنه ما قال‬ ‫ ومن اداها بعد الصالة فهى صدقة من الصدقات‬. Maka barang siapa mengeluarkan zakat sebelum shalat id maka itulah zakat fitrah yang terqabul. Zakat yang diwajibkan pada setiap manusia muslim yang bernyawa. serta untuk memberikan makanan orang miskin.5 kg. istri. <>Mengenai hal ini Rasulullah saw menggambarkan dalam haditsnya: ‫قال النبي صلى هللا عليه وسلم صوم شهر رمضان معلق بين السماء واألرض واليرفع االبزكاة الفطر‬ Nabi saw bersabda “puasa bulan Ramadhan digantungkan antara langit dan bumi. Demikianlah zakat fitrah yang harus dikeluarkan oleh setiap orang muslim baik laiki-laki maupun perempuan. baik muslim anak-anak ataupun orang tua. Karena zakat fitrah merupakan satu rangkaian yang tidak terpisahkan dengan ibadah puasa Ramadhan. Seperti anak. Bila ibadah puasa berfungsi untuk mensucikan diri dan jiwa seorang muslim. bukan zakat fitrah dan hukumnya makruh. berkata: Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perbuatan yang tidak berguna dan ucapan kotor. yang diistilahkan dengan nama ta’jil. Tetapi sebaliknya orang yang meninggal di hari terakhir bulan sebelum memasuki hari pertama bulan Syawal tidak diwajibkan menunaikan zakat fitrah. Itu adalah prime time pelaksanaan zakat fitrah. dan tidak akan diterima (dengan sempurna oleh Allah swt) kecuali dengan zakat fitrah. dan barang siapa yang memberika zakat setelah shalat id maka itu termasuk shadaqah.

Kecuali jika di sana tertulis yang lain. Sehingga infak bisa dipindahkan ke masjid yang lain. Sementara perlu diketahui bahwa uang wakaf ini khusus untuk pembangunan masjid. (Fatwa Islam. tidak boleh digunakan untuk selain masjid. di salah satu kotak infak tertulis pengumuman: “Infak untuk buka puasa selama ramadhan” Sehingga ketika donatur memberikan uangnya. Pengelola harta masjid mendapat amanah untuk menjaga harta ini. Fatwa Lajnah no. 15920. Misalnya. Karena itulah. Karena itu. dia telah memahami bahwa dana itu akan diperuntukkan kegiatan sebagaimana yang tertulis. tidak ada salahnya ketika takmir membuka kesempatan donasi dari jamaah. Ketika orang yang memasukkan infak ke kotak masjid tanpa keterangan apapun. baik untuk biaya operasional atau yang mendukung aktivitas masjid. 158131) Juga pernah dilayangkan sebuah pertanyaan ditujukan kepada Lajnah Daimah. 15 Infaq Masjid untuk Buka Puasa Bolehkah kotak infak masjid digunakan untuk dana buka puasa di masjid? Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah. Ditanda tangani oleh: Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin Baz Sementara itu. ‫ مع العلم أن هذا الوقف مخصص لبناء المسجد؟‬،‫هل يجوز أخذ الوقف (إكمال المسجد مثال) وصرفه على المساكين‬ Bolehkah mengambil uang wakaf masjid dan diberikan kepada fakir miskin. maka tidak boleh digunakan untuk selain kepentingan masjid. tertulis: “Donasi untuk Muslim Rohingya” atau semacamnya. Kecuali jika masjid yang menerima infak ini sudah tidak berfungsi. Allahu a’lam. melalui rekomendasi resmi yang menangani masalah terkait. maupun diutangkan ke orang lain. Jawaban Lajnah Daimah: ‫ فصار ال‬،‫ ال يجوز صرفه إلى غيره إال إذا انقطعت منافع المسجد الموقوف عليه‬-‫ كالمسجد مثال‬-‫الوقف إذا كان على معين‬ ‫ وصلى‬،‫ وباهلل التوفيق‬. Solusi & Saran Jika takmir masjid berkeinginan menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama. baik untuk kepentingan pribadi. ‫ وال أن‬،‫األموال التي تُجمع للقيام على المساجد بما تحتاجه هي أموا ٌل وقفية ال يحل للقائم عليها أن يقترض منها لنفسه‬ ‫ فهو مؤتمن على هذا المال إلنفاقه في المصرف الذي حدده المتبرع‬، ً ‫يُقرض منها أحدا‬ Harta yang diserahkan untuk mengurusi kebutuhan masjid adalah harta wakaf. Hanya saja takmir harus memasang pengumuman di kotak infak yang disediakan. tidak boleh diambilkan dari kas infak masjid. berarti takmir telah menyalahi amanah. dana infaq masjid hanya boleh digunakan untuk kepentingan masjid. kegiatan berbuka puasa bukan termasuk aktivitas masjid. wa ba’du. dia memahami bahwa infak ini akan digunakan untuk kepentingan masjid. agar dialokasikan untuk kepentingan yang diinginkan orang yang infaq. Mengingat itu ditujukan untuk masjid. no. . Segala taufiq hanya milik Allah. Tidak boleh bagi pengelola untuk meminjam harta itu. jika ditujukan untuk program tertentu. Ketika takmir menggunakannya untuk selain tujuan jamaah. Tidak ada yang shalat di sana. Namun ini bukan kegiatan masjid. Dalam fatwa islam dinyatakan. misalnya masjid.‫ فإنه ينقل إلى مسجد آخر بواسطة المرجع الرسمي المختص في ذلك‬،‫يصلى فيه لعدم السكان حوله‬ ‫هللا على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم‬ Uang wakaf. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa aalihi wa shahbihi wa sallam. meskipun boleh dilakukan di masjid. karena penghuni di sekitarnya tidak ada. Demikian. Misal. Orang bisa membawa makanan ke masjid kemudian mengajak teman- temannya atau tetangganya berbuka di masjid.

Sementara donasi berbuka puasa bisa anda alokasikan dari dana yang lain. . . kaffarah. membayar ikhraj al-qimah untuk zakat tanpa ada kebutuhan dan maslahat yang besar. zakat dikeluarkan dalam bentuk sejenis dengan harta yang dizakati. Sehingga pada asalnya. bukan makanan. ‫روايتين‬ Sementara dalam Madzhab Ahmad – rahimahullah – di beberapa tempat beliau melarang ikhraj al-qimah dan beliau membolehkan di kesempatan yang lain. krn mereka miskin dan tidak ada kegiatan buka puasa di masjid… Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah. hukumnya tidak boleh. ‫ ومنهم من جعلها على‬، ‫ فمن أصحابه من أقر النص‬، ‫ وجوزها في مواضع‬، ‫وأحمد رحمه هللا قد منع القيمة في مواضع‬ . ‫ أن إخراج القيمة لغير حاجة وال مصلحة راجحة ممنوع منه‬: ‫ واألظهر في هذا‬. Namun hindari penggunaan zakat mal untuk menyediakan berbuka puasa. Allah berfirman. Dan diserahkan dalam bentuk uang. 218029) Mohon untuk dipahami. (Fatawa Syabakah Islamiyah. Zakat mal diserahkan kepada fakir miskin atau orang yang terlilit utang atau siapapun yang berhak menerima zakat di tempat anda. . maka si A menyerahkan zakatnya dalam bentuk selain uang. Diantara kaidah dalam fikih zakat. keluarkan zakatnya dalam bentuk uang dan bukan dalam bentuk nasi atau makanan. Beliau melanjutkan. Dan dari keterangan di atas. 25/82). hukumnya dilarang. Sementara menurut Abu Hanifah dibolehkan. bahwa penjelasan di atas bukan berarti melarang anda untuk memberi berbuka puasa. Sebagian ulama hambali ada yang menetapkan salah satunya dan ada yang menyatakan bahwa beliau memiliki 2 riwayat dalam hal ini. ‫األصل أن تخرج الزكاة من جنس المال المز َّكى‬ Hukum asalnya. Jika si A menyerahkannya dalam bentuk hidangan berbuka. Zakat beras dikeluarkan dalam bentuk beras. tanpa mengganggu zakat. 16 Dana Zakat untuk Buka Puasa Bolehkah menyalurkan zakat utk dana buka puasa? Terutama di daerah yg sangat membutuhkan. zakat hasil pertanian dikeluarkan dalam bentuk hasil pertanian. dan yang lebih mendekati dalam hal ini. hukumnya dilarang. ‫والمفتى به عندنا عدم جواز إخراج زكاة النقود طعا ًما‬ Yang difatwakan di tempat kami adalah larangan mengeluarkan zakat mal dalam bentuk makanan. Si A berkewajiban menyerahkan zakat mal senilai Rp 2. dst. zakat uang dikeluarkan dalam bentuk uang. yang makruf dalam madzhab Malik dan Syafii. no. jika yang anda zakati adalah harrta dalam bentuk uang atau tabungan. Karena itu. Kesimpulan ini juga difatwakan oleh lembaga Fatwa Syabakah Islamiyah. maupun yang lainnya. wa ba’du.5jt. Syaikhul Islam menyatakan. ‫ وعند أبي حنيفة‬، ‫ فالمعروف من مذهب مالك والشافعي أنه ال يجوز‬، ‫وأما إخراج القيمة في الزكاة والكفارة ونحو ذلك‬ ‫يجوز‬ Ikhraj al-qimah untuk zakat. Mengeluarkan zakat dengan bentuk yang berbeda dari harta yang dizakati diistilahkan para ulama dengan mengeluarkan zakat dalam bentuk al-qimah (ikhraj al-qimah). (Majmu’ al-Fatawa.

. 17 َ‫س ُه ْم َوأ َ ْم َوالَ ُه ْم ِبأ َ َّن لَ ُه ُم ْال َجنَّة‬ َ ُ‫َّللاَ ا ْشت ََرى ِمنَ ْال ُمؤْ ِمنِينَ أَ ْنف‬ َّ ‫ِإ َّن‬ Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka… Al-Aini menjelaskan tentang ayat ini. (Umdatul Qari. Demikian. bahwa ada kewajiban harta selain zakat. ketika itu dibutuhkan. maka memberikan buka puasa ketika itu sangat ditekankan. dan mereka berharap bisa mendapat santunan buka puasa bareng. 8/237). Karena itulah banyak ulama mengatakan. Jika di tempat itu semua penduduk miskin. ‫ ولهذا قال كثير من العلماء إن في المال حقًّا سوى‬،‫أن المؤمنين يلزمهم القربة في أموالهم هلل تعالى عند توجه الحاجة إليهم‬ ‫الزكاة‬ Bahwa kaum mukminin diharuskan beramal dengan harta mereka untuk Allah. Allahu a’lam.

pendidikan. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan”. yaitu harta tersebut telah mencapai ukuran/jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan. Dan kebaikan apa saja kamu usahakan bagi dirimu. yaitu kepemilikan harta sudah mencapai satu tahun. Sedangkan Hasil pertanian. tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku”. bila individu memiliki hutang yang bila dikonversikan ke harta yang dizakatkan mengakibatkan tidak terpenuhinya nishab. pertanian. tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. dll. hasil laut. yaitu Zakat yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim yang mencakup hasil perniagaan. pertambangan. Artinya : “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat . untuk kelangsungan hidupnya seperti belanja sehari-hari.  Zakat mal syarat yang terakhir adalah Berlalu haulnya satu tahun. . 4. Persyaratan ini hanya berlaku bagi peternakan. Hukum Membayar Zakat Mal Zakat Mal hukumnya adalah wajib (fardhu) bagi setiap muslim yang apabila sudah mencapai nishab dalam tempo 1 tahun. Mengeluarkan zakat Mal hukumnya adalah Wajib dikeluarkan bagi orang islam jika telah memenuhi syarat.  Zakat mal syarat yang ketiga adalah Bebas dari hutang. rumah. apabila mencapai nishab dengan haul 1 tahun 2. dan akan dibayar pada waktu yang sama maka harta tersebut bebas dari kewajiban zakat. 18 1. yaitu kebutuhan minimal yang diperlukan oleh seseorang dan keluarga yang menjadi tanggungannya. Dalil Mengenai Zakat Mal Sebagaimana firman Allah SWT : Artinya : “Dan dirikanlah shalat.  Zakat mal syarat yang ketiga adalah Lebih Dari Kebutuhan Pokok. Tujuanya adalah untuk membersihkan diri dari harta benda yang dimilikinya. 3. harta temuan. harta simpanan dan perniagaan. tetapi wajib dikeluarkan zakat pada saat panen atau didapati. Pengertian Zakat Mal Zakat Mal (Harta) adalah zakat hasil perniagaan. buah-buahan dan rikaz (barang temuan) tidak ada syarat haul. yaitu harta tersebut merupakan milik penuh individu yang akan mengeluarkan zakat. (QS Al-Baqarah : 110). (QS Al-Baqarah : 43). emas dan perak. 5 Syarat Wajib Membayar Zakat Mal  Zakat mal syarat yang pertama adalah Milik Penuh.  Zakat mal syarat yang kedua adalah Cukup Nishab. pakaian. hasil ternak. harta yang tidak mencapai nishab tidak wajib dizakatkan dan dianjurkan untuk berinfak atau bersedekah.

diambil 2. 2. Rukun Zakat Maal  Niat dalam hati  Ada orang yang menunaikan zakat (muzaki)  Ada orang yang manerima zakat(mustahik)  Ada harta yang dizakatkan 6. ditambah 1 syarat lagi.Cara perhitungannya adalah sebagai berikut: Jumlah Sapi Jumlah yang dikeluarkan 30-39 ekor 1 ekor tabi’ atau tabi’ah 40-59 ekor 1 ekor musinnah 60 ekor 2 ekor tabi’ atau 2 ekor tabi’ah 70 ekor 1 ekor tabi dan 1 ekor musinah 80 ekor 2 ekor musinnah 90 ekor 3 ekor tabi’ 100 ekor 2 ekor tabi’ dan 1 ekor musinnah 3. 19 5. maka nishab unta tidak kami jabarkan secara rinci -red.  Nishab Zakat Mal Hewan Ternak Syarat wajib zakat mal hewan ternak sama dengan atas.975 gram. Tabi’ dan tabi’ah adalah sapi jantan dan betina yang berusia setahun.5% dengan perhitungan sama dengan emas. dari nishab tersebut diambil 2. Dinar yang dimaksud adalah dinar Islam. 1 dinar = 4. maka tidak ada zakatnya. Dari nishab tersebut. Dengan pertimbangan di negara kita tidak ada yang memiliki ternak unta. Nishab Zakat Mal Sapi Nishab sapi adalah 30 ekor. Jadi 200 dirham = 595 gram. Zakat Mal yang tidak harus menunggu satu tahun adalah hasil panen dan temuan sedangkan zakat fitrah dikeluarkan pada bulan ramadhan sampai menjelang shalat idul fitri. 20 dinar = 85gr emas murni.25 gr emas Jadi. Ukuran dan Cara Mengeluarkan Zakat Maal  Nisab zakat mal emas dan perak Nishab emas sebanyak 20 dinar. Demikian menurut pendapat yang paling kuat. Keterangan: 4. Musinnah adalah sapi betina yang berusia 2 tahun. Dan jika lebih dari nishab dan belum sampai pada ukuran kelipatannya. Apabila kurang dari 30 ekor. Nishab perak adalah 200 dirham. 7. Nishab. yaitu binatangnya lebih sering digembalakan di padang rumput yang mubah daripada dicarikan makanan. Nishab Zakat Maal Unta Nishab unta adalah 5 ekor. 1 dirham = 2.5% atau 1/40. nishab binatang ternak sebagai berikut: 1. Waktu Pembayaran Zakat Mal Zakat Mal kapan dikeluarkan nya? Zakat Mal dikeluarkan setiap tahun bila sudah cukup nishabnya. maka diambil dan di ikutkan dengan nishab awal. .

pohon korma. silakan lihat penjelasan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 3/364).-. Demikian menurut takaaran Lajnah Daimah li Al Fatwa wa Al Buhuts Al Islamiyah (Komite Tetap Fatwa dan Penelitian Islam Saudi Arabia). Berdasarkan fatwa dan ketentuan resmi yang berlaku di Saudi Arabia. 3.  Nishab Zakat Mal Harta Perdagangan Nishab dan ukuran zakat mal barang dagangan sama dengan nishab dan ukuran zakat emas. berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan jika pertanian itu diairi dengan hujan (tadah hujan). Al-An’am: 141) Adapun nishabnya ialah 5 wasaq. tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya. maka zakatnya sebanyak 1/10 (10%).175 kg = 652. zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya). dan tidak sama (rasanya). bila pertanian itu didapatkan dengan cara pengairan (atau menggunakan alat penyiram tanaman). 100.000.000.000. 20 5. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. Syarat zakat perdagangan sama dengan syarat zakat yang lain ditambah 2 syarat lainnya: 1. Ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Memilikinya dengan niat untuk perdagangan. Memilikinya dengan tidak dipaksa. maka zakatnya sebanyak 1/20 (5%).8 kg dan dibulatkan menjadi 653 kg.000. Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah. “Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung. Adapun ukuran yang dikeluarkan.175 kg.” (Muttafaqun ‘alaihi) Satu wasaq setara dengan 60 sha’ (menurut kesepakatan ulama. 1 ekor kambing  Nisab Zakat Mal Hasil Pertanian Zakat Mal hasil pertanian dan buah-buahan disyari’atkan dalam Islam dengan dasar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. maka nishab zakat hasil pertanian adalah 300 sha’ x 2. “Zakat itu tidak ada yang kurang dari 5 wasaq. dan janganlah kamu berlebih-lebihan. lalu digabungkan dengan keuntungan bersih setelah dipotong hutang.” (Qs. Seorang pedagang harus menghitung jumlah nilai barang dagangan dengan harga beli.-. Perhitungannya sebagai berikut: Jumlah Kambing Jumlah yang dikeluarkan 40 – 120 ekor 1 ekor kambing 121 – 200 ekor 2 ekor kambing 201 – 300 ekor 3 ekor kambing > 300 ekor setiap 100. seperti membeli dan menerima hadiah. Nishab Zakat Mal kambing adalah 40 ekor. laba bersih Rp50.-.000. Misalnya: Seorang pedagang menjumlah barang dagangannya pada akhir tahun dengan total Rp200.000. 2. Sedangkan 1 sha’ setara dengan 2. dan memiliki hutang Rp. Maka perhitungannya sebagai berikut: . dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya).

sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. (QS At Taubah : 35) 9.000.000. maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”.000.= Rp100.– Rp100. harta yang ditemukan seperti harta barang temuan pun wajib dizakatkan. Lafal Niat Zakat Maal Nawaitu an ukhrija shodaqotal maal fardhan lillahi ta’ala Artinya : “Saya berniat sengaja mengeluarkan zakat harta semata-mata karena Alloh Ta’ala” .000. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah.000.000. jumlah yang harus di keluarkan tidaklah sampai setengah dari jumlah harta yang kita miliki. Akibat Tidak Mengeluarkan Zakat Maal Islam tidak semata-mata mewajibkan zakat agar seseorang menjadi miskin. salah satunya dalam surat at-Taubah ayat 34-35: Hai orang-orang yang beriman. (QS At Taubah : 34) pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam.000. Harta karun yang ditemukan.- Jumlah harta zakat adalah: Rp100.-  Nishab Zakat Mal Harta Warisan / Barang Temuan Tidak hanya harta milik sendiri yang harus dizakatkan. Dan di dalam Al-Qur’an telah dijelaskan ancaman bagi orang-orang yang enggan mengeluarkan zakat ini. lalu dibakar dengannya dahi mereka.750.000.000.- Zakat yang harus dibayarkan: Rp150. Karenanya.. dan wakaf di lembaga zakat? 8. (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.= Rp150. sebesar 20%.000.000.000.000.000..x 2.+ Rp50.000.. sedekah. 21 Modal – Hutang: Rp200. maka beritahukanlah kepada mereka. wajib dizakati secara langsung tanpa mensyaratkan nishab dan haul. Zakat mal sebaiknya diberikan kemana ? Zakat mal harus lewat amil karena sesuai dengan Ayat Al-Quran Surat At Taubah ayat 60 Selengkapnya lihat di kenapa harus membayar zakat. lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri. infak..5 % = Rp3..

22 .