You are on page 1of 8

PEMERINTAH KABUPATEN PANDEGLANG

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS SINDANGRESMI
Jl. Campakawarna Km. 5 Sindangresmi Pandeglang 42276

KERANGKA ACUAN PROGRAM PROMKES
DINAS KESEHATAN KABUPATEN PANDEGLANG
UPT PUSKESMAS SINDANGRESMI

A. PENDAHULUAN
Dalam rangka mengoptimalkan fungsi Pusat Kesehatan Masyarakat dalam mendukung
penyelenggaraan pembangunan kesehatan, pelaksanaan kebijakan promosi kesehatan
memegang kunci penting untuk mencapai tujuan Indonesia sehat.
Setiap masalah kesehatan pada umumnya disebabkan tiga faktor yang timbul secara
bersamaan, yaitu (1) adanya bibit penyakit atau pengganggu lainnya, (2) adanya
lingkungan yang memungkinkan berkembangnya bibit penyakit, dan (3) adanya perilaku
hidup manusia yang tidak peduli terhadap bibit penyakit dan lingkungannya.
Oleh karena itu , sehat dan sakitnya seseorang sangat ditentukan oleh perilaku hidup
manusia sendiri. Karena masalah perubahan perilaku sangat terkait dengan promosi
kesehatan maka promosi kesehatan sangat diperlukan dalam meningkatkan perilaku
masyarakat agar terbebas dari masalah masalah kesehatan.
Promosi kesehatan puskesmas adalah upaya puskesmas melaksanakan pemberdayaan
kepada masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan setiap
individu, keluarga serta lingkungannya secara mandiri dan mengembangkan upaya
kesehatan kesehatan bersumber masyarakat.
Secara operasional, upaya promosi kesehatan di puskesmas dilakukan agar masyarakat
mampu berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai bentuk pemecahan maslah
masalah kesehatan yang dihadapinya, baik masalah masalah kesehatan yang diderita
maupun yang ber[potensi mengancam, secara mandiri. Disamping itu, petugas kesehatan
puskesmas diharapkan mampu menjadi teladan bagi pasien, keluarga dan masyarakat
untuk melakukan PHBS.

B. LATAR BELAKANG
Sesuai dengan visi pembangunan nasional, yaitu “Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil
dan Makmur” sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2007
tentang Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025, maka salah satu yang
harus dipenuhi adalah menjadi bangsa yang berdaya saing. Untuk mewujudkan bangsa

1

angka kematian bayi dan prevalensi gizi kurang pada balita menja dimasalah besar dalam upaya membentuk generasi yang mandiri dan berkualitas. Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan kesehatan sangat penting. potensi tersebut perlu dioptimalkan. community knowledge. 3) Perilaku masyarakat merupakan faktor penyebab utama. 5) Potensi yang dimiliki masyarakat diantaranya meliputi community leadership. Salah satu unsur penting bagi peningkatan IPM adalah derajat kesehatan. tentu akan mendukung pencapaian 2 . community technology. kemauan. dalam upaya peningkatan kesehatan. Dalam rangka mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. 6) Upaya pencegahan lebih efektif dan efisien dibanding upaya pengobatan. yang dinyatakan dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. 2) Pemberdayaan masyarakat/partisipasi masyarakat berazaskan gotong royong. sumberdaya manusia. oleh sebab itu masyarakat sendirilah yang dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan pendampingan/bimbingan pemerintah. Pemerintah Indonesia telah menetapkan tujuan pembangunan kesehatan. Sejalan dengan upaya Pemerintah dalam memberdayakan dan mendorong peran serta masyarakat dalam upaya kesehatan agar hidup sehat. dan masyarakat juga mempunyai kemampuan untuk melakukan upaya pencegahan apabila dilakukan upaya pemberdayaan masyarakat terutama untuk ber-perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). penting untuk melakukan penataan kembali berbagai langkah- langkah. Hal ini dapat dijelaskan bahwa disamping ketentuan ini tercantum dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan juga sebagai berikut 1) Dari hasil kajian ternyata 70% sumber daya pembangunan nasional berasal kontribusi/partisipasi masyarakat. community organization. sedangkan masyarakat mempunyai potensi yang cukup besar untuk dapat dimobilisasi dalam upaya pencegahan di wilayahnya. 4) Pemerintah mempunyai keterbatasan sumber daya dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang semakin kompleks di masyarakat. Dijelaskan bahwa pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran.yang berdaya saing diperlukan pembangunan sumber daya manusia. lingkungan hidup dan kelembagaannya sehingga bangsa Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dan mempunyai posisi yang sejajar serta daya saing yang kuat di dalam pergaulan masyarakat internasional. antara lain di bidang pengelolaan sumberdaya alam. dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dengan memberdayakan dan mendorong peran aktif masyarakat dalam segala bentuk upaya kesehatan. terjadinya permasalahan kesehatan. community decision making process. Masih tingginya angka kematian ibu. merupakan budaya masyarakat Indonesia yang perlu dilestarikan. community financing. yang ditandai dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). community material. Sehingga.

oleh karenanya diperlukan pendelegasian wewenang lebih besar kepada daerah. b) meningkatnya kemandirian masyarakat dalam sistem peringatan dini. Masyarakat mampu mencegah penyakit / potensi wabah secara mandiri Secara ringkas tujuan khusus dari program promosi kesehatan adalah meningkatnya upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) sehingga masyarakat mampu 3 . C. c) meningkatnya keterpaduan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan dengan kegiatan yang berdampak pada income generating. penanggulangan dampak kesehatan akibat bencana.3% desa dan kelurahan memiliki Posyandu. Petugas mempunyai pedoman dalam melaksanakan program promosi kesehatan di puskesmas. upaya pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari masalah dan potensi spesifik daerah. Perjalanan pemerintah dalam mendorong masyarakat untuk terlibat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat tampaknya menjadi acuan dan inspirasi untuk menghidupkan kembali pemberdayaan dan partisipasi aktif masyarakat bidang kesehatan. 3. kisah sukses tersebut menjadi motivasi bagi Tim Penggerak PKK untuk tetap bertahan dan mengaktifkan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan hingga saat ini terdapat 84. Kesiapan daerah dalam menerima dan menjalankan kewenangannya sangat dipengaruhi oleh tingkat kapasitas daerah yang meliputi perangkat organisasi dan sumberdaya manusianya. Disamping itu. TUJUAN a. Petugas promosi kesehatan mampu menggerakkan dan memberdayakan keluarga dan masyarakat dalam mencegah penyakit. keluarga. Pemerintah Indonesia di era 70-an sampai 80-an berhasil memberdayakan dan mendorong peran aktif masyarakat di bidang kesehatan melalui Gerakan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD). serta kemampuan fiskal. Umum Mendukung tercapainya Indonesia sehat melalui peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat Indonesia. Khusus. serta terjadinya wabah/KLB. b. MDG’s pada tahun 2015 meningkatnya angka harapan hidup (72 tahun). 1. menurunnya tingkat kematian bayi ( 24 per 100 KH) dan menurunnya kematian ibu melahirkan (102 per 100 ribu KH) serta menurunnya gizi kurang pada balita (15 %). Meningkatnya kesehatan individu. Meningkatnya perilaku masyarakat dalam ber PHBS 5. Untuk keberhasilan penyelenggaraan berbagai upaya pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan lebih difokuskan pada: a) meningkatnya perubahan perilaku dan kemandirian masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Kejayaan PKMD diupayakan untuk dibangkitkan kembali melalui pengembangan dan pembinaan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif. Program ini mengalami pasang surut ketika terjadi krisis ekonomi. 2. serta lingkungan 4.

E. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN 1. majlis taklim dan lain sebagainya) c. MMD) bekerja sama dengan kader kesehatan dan perangkat desa/dusun. pendekatan organisasi masyarakat. karang taruna. 4 . A : Amanah : Bertanggung jawab terhadap tugas pelaksanaan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak. Pemberdayaan berjenjang. Pembinaan PHBS di Instansi kesehatan (dalam gedung Puskesmas). Penyuluhan kelompok oleh petugas di dalam gedung. SBH. posyandu. Promosi kesehatan luar gedung a. 2. Penggerakan dan pengorganisaian masyarakat (kunjungan rumah. c) Pembinaan PHBS di Instansi kesehatan (dalam gedung Puskesmas). D. P : Profesional : Memberikan pelayanan sesuai dengan kompetensi dan standar pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Kegiatan Promo kesehatan di luar gedung dilakukan dengan pendekatan individu. Dan Kegiatan di dalam gedung yaitu dengan cara Melakukan komunikasi interpersonal dan konseling (KIP/K). Promosi kesehatan melalui pendekatan individu b. mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan lingkungan yang kondusif melalui pembinaan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan yang terintegrasi dan bersinergi oleh pemangku kepentingan terkait. Kunjungan rumah. Promosi kesehatan dalam gedung a) Melakukan komunikasi interpersonal dan konseling (KIP/K). Promosi kesehatan melalui pendekatan kelompok (TP PKK. SMD. 3. Pengorganisasian masyarakat melalui Survei Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD). K : Komunikatif : Memberikan informasi yang di butuhkan masyarakat tentang Kesehatan Ibu dan Anak. Promosi kesehatan melalui pendekatan organisasi masyarakat (ormas) seperti kelompok kesenian tradisional dan lain sebagainya d. b) Penyuluhan kelompok oleh petugas di dalam gedung. Penggerakan dan pengorganisaian masyarakat melalui: 1. 2. pendekatan kelompok. E : Empati : Memahami kebutuhan dan harapan masyarakat akan pelayanan Kesehatan Ibu dan anak. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN Pelaksanaan kegiatan Promo Kesehatan di dalam gedung dan di luar gedung di laksanakan sesuai dengan tata nilai puskesmas sindangresmi yaitu CAKEP : C : Cepat : Responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak.

serta masyarakat umum lainnya : 1. b. c) Pembinaan UKBM (Posyandu. Sasaran Primer (Primary Target) Masyarakat pada umumnya menjadi sasaran langsung segala upaya promosi kesehatan. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN 1. Sasaran Sekunder (Secondary Target). Pembinaan PHBS di Instansi kesehatan (dalam gedung Puskesmas) Setahun 2 kali 2. 2. Adanya komitmen Kepala Puskesmas yang mencerminkan dalam Rencana Umum Pengembangan promkes Puskesmas. Evaluasi sebaiknya dilaksanakan pada setiap tahap menejerial mulai dari perencanaan. G. Indikator masukan 1. pelajar. PEMANTAUAN DAN EVALUASI a. SASARAN saran promosi kesehatan dibagi dalam tiga kelompok sasaran yaitu : Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Sindangresmi yang terdiri dari Individu.2003). pelaksanaan dan hasil sekurang-kurang pada tiap pertengahan tahun dan akhir tahun dengan menggunakan indikator pada setiap tahapan. Para tokoh masyarakat. Posbindu. Promosi kesehatan luar gedung a) Pembinaan PHBS di tatanan Rumah Tangga Setiap Bulan. c. 2.tokoh agama. petugas membuat catatan secara berkala yang dilaporkan kepada kepala puskesmas dan kunjungan lapangan dibebepa lokasi terpilih. b) Pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan kelompok oleh petugas di masyarakat Setiap Bulan. Bulan Juni dan November. Penyuluhan kelompok oleh petugas di dalam gedung Setiap hari senin dan kamis c. Sasaran Tersier (Tertiary Target). d) Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat melalui desa siaga Setahun 2 kali. (Notoadmojo. dan kelompok UKBM lainnya) Setiap bulan. karyawan. kelompok atau golongan. Melakukan komunikasi interpersonal dan konseling (KIP/K) Setiap hari jam kerja b. Promosi kesehatan dalam gedung a. Pemantauan Kegiatan ini berfungsi untuk mengetahui sejauh mana pencapaian pelaksanaan promkes dengan mekanisme. Indikator Keberhasilan a. e) Pemberdayaan dan pembinaan individu / keluarga melalui kunjungan rumah Setiap bulan H. Para pembuat keputusan atau penentu kebijakan baik ditingkat pusat maupun daerah. keluarga. Adanya komitmen seluruh jajaran yang tercermin dalam Rencana Operasional Promkes Puskesmas 5 .tokoh adapt dan sebagainya 3. UKS.F.

spanduk dan lain-lain) masih bagus dan relevan. Adanya tenaga PKM sesuai dengan acuan dalam standar SDM promkes puskesmas 4. 3. 3. Semua tenaga kesehatan puskesmas telah melaksanakan promkes. 2. bibliografi dan lain-lain). Dilaksanakannya kegiatan promkes didalam gedung (setiap tenaga kesehatan melakukan promosi atau diselenggarakan klinik khusus. Berapa banyak pasien/klien yang sudah terlayani oleh berbagai kegiatan promkes dalam gedung (konseling. Berapa banyak keluarga yang telah mendapat kunjungan rumah oleh puskesmas. Adanya tenaga PKM dan tenaga kesehatan lain dipuskesmas yang sudah dilatih 5. Berapa banyak kelompok masyarakat yang sudah digarap puskesmas dengan pengorganisasian masyarakat 5. Dilaksanakannya kegiatan promkes di masyrakat (kunjungan rumah & pengorganisasian masyarakat). Tatanan Rumah Tangga 1) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan 2) Memberi bayi ASI ekslusif 3) Menimbang balita 4) Menggunakan air bersih 5) Mencuci tangan dengan air bersih dan memakai sabun 6) Menggunakan jamban sehat 7) Memberantas jentik 8) Makan sayur buah 9) Melakukan aktifitas fisik 10) Tidak merokok didalam rumah 2. Tatanan Institusi Kesehatan 1) Menggunakan air bersih 2) Menggunakan jamban 3) Membuang sampah pada tempatnya 4) Tidak merokok di Institusi Kesehatan 6 . Adapaun indikator PHBS untuk 5 tatanan adalah sebagai berikut: 1. Puskesmas sebagai model institusi kesehatan yang ber-PHBS. Adanya sarana dan peralatan promkes puskesmas sesuai acuan dalam standar sarana promkes puskesmas 6. lingkungan bersih. yaitu dengan puskesmas bebas rokok. leaflet. 2. b. Kondisi media komunikasi yang digunakan (poster. Tatanan yang dianggap mewakili untuk dievaluasi adalah tatanan rumah tangga (dalam Kebijakan Nasional Promkes tahun 2010). Indikator proses 1. pemasangan poster dan lain-lain) dan atau frekuensinya. c. d. Adanya dana di puskesmas yang mencukupi untuk penyelenggaraan promkes puskesmas. Indikator dampak Indikator ini mengacu pada tujuan dilaksanakannya promkes dipuskesmas yaitu terciptanya PHBS di masyarakat untuk semua tatanan. bebas jentik dan jamban sehat. 4. Indikator keluaran 1. 3.

5) Tidak meludah sembarangan 6) Memberantas jentik nyamuk 7) Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun 3. Tatanan Institusi Pasar 1) Menggunakan air bersih 2) Menggunakan jamban 3) Membuang sampah pada tempatnya 4) Tidak merokok di pasar 5) Tidak meludah sembarangan 6) Memberantas jentik nyamuk 6. Tatanan Institusi Tempat Ibadah 1) Menggunakan air bersih 2) Menggunakan jamban 3) Membuang sampah pada tempatnya 4) Tidak merokok di tempat ibadah 5) Tidak meludah sembarangan 6) Memberantas jentik nyamuk 7. Tatanan Institusi Tempat Kerja 1) Tidak merokok di tempat kerja 2) Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja 3) Melakukan olahraga secara teratur / aktivitas fisik 4) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar dan buang air kecil 5) Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja 6) Menggunakan air bersih 7) Menggunakan jamban saat buang air kecil dan air besar 8) Membuang sampah pada tempatnya 9) Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan 5. Transportasi Umum 1) Menggunakan air bersih 2) Menggunakan jamban 3) Membuang sampah pada tempatnya 4) Tidak merokok di angkutan umum 5) Tidak meludah sembarangan 7 . Tatanan Institusi Pendidikan 1) Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun 2) Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah 3) Menggunakan jamban yang bersih dan sehat 4) Olahraga yang teratur dan terukur 5) Memberantas jentik nyamuk 6) Tidak merokok di sekolah 7) Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan 8) Membuang sampah pada tempatnya 4. Tempat Makan (Rumah Makan) 1) Menggunakan air bersih 2) Menggunakan jamban 3) Membuang sampah pada tempatnya 4) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 5) Tidak merokok di tempat makan 6) Menutup makanan dan minuman 7) Tidak meludah sembarangan 8) Memberantas jentik nyamuk 8.

Evaluasipelaksanaankegiatandanpelaporan N. Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Puskesmas. Kemenkes. REFERANSI Pusat Promosi Kesehatan. Sasaran L.I. Pencatatan. pelaporandanevaluasikegiatan 8 . 2013. K. Jakarta J. Cara melaksanakankegiatan. Jadwalpelaksanaankegiatan M.