You are on page 1of 19

PEDOMAN PRAKTIKUM 1

PERSALINAN LETAK SUNGSANG

DISUSUN OLEH
SUPRAPTI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
2013

Pedoman Praktikum 1 Persalinan Letak Sungsang

1

Wb Malang. 3. KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum. Semoga panduan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Fasilitator 5. Wr. Tidak lupa kami mengharapkan masukan. Wr. Wassalamu’alaikum. Berbagai pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Buku panduan praktikum ini diharapkan dapat menjadi pedoman sekaligus alat evaluasi praktikum mata kuliah Asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal. AUSAID 4. kami mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat: 1. hidayah dan inayah- Nya. kritik dan saran dari pembaca untuk perbaikan buku panduan ini. Ibu Menteri Kesehatan Republik Indonesia. untuk itu pada kesempatan ini. Pedoman Praktikum 1 ini dapat diselesaikan dengan baik berkat dukungan dari berbagai fihak. 2. Juli 2013 Penyusun Pedoman Praktikum 1 Persalinan Letak Sungsang 2 . Wb Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat. Kepala Pusdiklatnakes Kemenkes RI beserta jajarannya. penyusun dapat menyelesaikan Buku Panduan Praktikum Persalinan Letak Sungsang.

DAFTAR ISI Halaman Sampul 1 Kata Pengantar 2 Daftar Isi 3 Deskripsi Pedoman Pembelajaran Praktikum 4 Kompetensi Mata Kuliah 4 Indikator Ketercapaian 4 Materi Praktikum 4 Pelaksanaan Praktikum 5 Petunjuk Praktikum 5 Penilaian 5 Tata Tertib Praktikum 6 Penuntun Belajar Pertolongan Persalinan Letak Sungsang 14 Penutup 19 Daftar Pustaka 20 Pedoman Praktikum 1 Persalinan Letak Sungsang 3 .

2. Bokong sampai umbilikus lahir secara spontan (pada frank breech). Persalinan bahu dan lengan dibantu oleh penolong. Persalinan kepala dibantu oleh penolong Pedoman Praktikum 1 Persalinan Letak Sungsang 4 . 2. Dalam persalinan letak sungsang ada 3 tahapan yaitu : 1. INDIKATOR KETERCAPAIAN Pada akhir proses pembelajaran tanpa melihat job sheet Anda dapat melakukan tindakan persalinan letak sungsang mulai dari langkah pembukaan lengkap sampai pengeluaran bayi dengan benar Sebelum Anda melakukan Praktikum. 3. terlebih dahulu pelajari materi praktikum. untuk membantu Anda memahami keterampilan yang akan Anda lakukan 4. MATERI PRAKTIKUM Letak sungsang merupakan suatu letak dimana bokong bayi merupakan bagian rendah dengan atau tanpa kaki (keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri. PEDOMAN PEMBELAJARAN PRAKTIKUM PERSALINAN LETAK SUNGSANG 1. DESKRIPSI Pembelajaran praktikum ini memberikan kemampuan untuk melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu yang mengalami kasus gawat darurat menggunakan pendekatan manajemen asuhan kebidanan dengan kompetensi penataksanaan persalinan letak sungsang. KOMPETENSI MATA KULIAH Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan persalinan letak sungsang 3.

Untuk melakukan ketiga tahap persalinan ada 3 fase yang harus diketahui penolong yaitu : a. Bila terdapat lilitan tali pusat yang terlalu erat hingga menghambat putaran paksi luar atau lahirnya bahu. Pada saat ini sikap penolong adalah pasif. Pedoman Praktikum 1 Persalinan Letak Sungsang 5 .meneran Kemudian dilanjutkan dengan :  Saat dagu dan mulut lahir tangan kiri memegang kaki bayi dengan perasat garpu  Tangan kanan menahan perineum lalu menyangga kepala saat kepala lahir. Fase lambat pertama : mulai lahirnya bokong. pusat sampai ujung scapula depan dibawah sympisis. Fase lambat kedua yaitu lahirnya mulut sampai kepala. setelah mulut lahir kristeller berhenti dan hanya menahan uterus saja. Bersamaam dengan gerakan hyperlordosisi asisten melakukanklisteller samapai dagu mulut lahir. Fase cepat : lahirnya tali pusat sampai mulut. pasang klem di dua tempat pada tali pusat dan potong tali pusat diantara 2 klem tersebut.  Bila saat hiperleordosis terjadi hambatan (satu tangan atau kedua tangan bayi menjungkit) segera lakukan pertolongan dengan cara manual aid c. bersamaan dengan gerakan hiperlordosis asisten melakukan kristeler sampai dagu mulut lahir ( memperhatikan posisi tangan janin ) Catatan :  Pada saat hiperlordosis penolong melihat kedua tangan bayi bersilang di depan dada / kedua tangan bayi sudah sudah lahir maka lanjutkan dengan persalinan spontan bracht. hanya menolong membuka vulva. Saat tali pusat lahir jari penolong yang dekat dengan perut bayi mengendorkan tali pusat dan menunggu sampai ujung scapula terlihat dibawah sympisis. saat bokong dan kaki lahir kedua tangan memegang bokong secara Brach yaitu kedua ibu jari sejajar sumbu panjang paha janin sedangkan jari – jari yang lain memegang pada pelvis ( bila perlu gunakan duk DTT untuk memegang bokong bayi) b. Pada saat ujung scapula anterior terlihat dibawah sympisis penolong melakukan gerakan hiperlordosis yaitu punggung janin didekatkan ke perut ibu. lalu ibu disuruh meneran sedikit untuk melahirkan kepala. Selanjutnya penanganan bayi baru lahir  Dengan perlindungan tangan kiri. minta ibu berhenti.

ketrampilan dan sikap Anda selama proses praktikum. 6. Ijin untuk tidak mengikuti praktikum harus dibuat secara tertulis dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan Pedoman Praktikum 1 Persalinan Letak Sungsang 6 . Anda harus mengisi daftar hadir setiap kali mengikuti kegiatan praktikum d. Kriteria perolehan nilai tiap perasat praktikum : 0 : perasat ketrampilan tidak dilakukan 1 : perasat/ ketrampilan dilakukan dengan benar dan tepat Rumus Penilaian : Nilai = x 100% 8. TATA TERTIB a.  Tanyakan kepada instruktur/pembimbing tentang hal-hal yang kurang di mengerti dalam pelaksanaan praktik. Anda harus sudah tiba 15 menit sebelum kegiatan praktikum c. 7. kemudian buat jadual dari masing-masing kelompok praktikum. Anggota dalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang. Nilai minimal kelulusan kuliah praktikum yaitu 80. Anda wajib mengikuti seluruh proses kegiatan praktikum. dengan prosentase kehadiran 100 % b. PETUNJUK PRAKTIKUM  Baca dan pelajari lembar kerja atau job sheet dan daftar tilik.  Siapkan alat dan bahan yang di butuhkan dalam melakukan manual plasenta  Ikuti petunjuk instruktur/pembimbing. PENILAIAN Penilaian dilakukan berdasarkan pengetahuan. PELAKSANAAN PRAKTIKUM Kegiatan pembelajaran praktikum dilaksanakan pada kelompok kecil di Laboratorium Ketrampilan. 5. Dengan demikian penolong harus selalu sigap untuk melakukan pertolongan pada ibu dengan kelainan letak sesuai dengan kewenangan bidan.

Tempat sampah ( tempat sampah medis. handuk. meterrgin ) d. Jam yang menggunakan detik r. Larutan Klorin 0. Funandoskop h. Kapas DTT c. Partus set berisi ( 2 pasang sarung tangan DTT. Anda wajib menyiapkan peralatan yang digunakan dan mengembalikan peralatan dalam keadaan lengkap. ganti untuk bayi / kain yang hangat. Penghisap lendir f. masker ) q. Sebelum pelaksanaan praktikum. rapi dan bersih setelah kegiatan praktikum selesai f.5 % m. gunting episiotomi. PERSIAPAN PERTOLONGAN LETAK SUNGSANG Persiapan alat a. benang tali pusat. Alat pelindung ( alas kaki. 2 klem Kocher. Air DTT ( 2) l. Apabila terjadi kerusakan dan kehilangan peralatan praktikum akibat kelalaian Anda maka. Partograf dan alat pencatatan p. gunting tali pusat. Kasa steril minimal 4 buah. Anda wajib mempelajari materi praktikum 9. Peralatan cuci tangan n. tempat sampah non medis ) j. Tempat pakaian kotor ibu k. waslap ) i. Setiap pelaksanaan praktikum wajib mengunakan seragam perkuliahan dan atributnya serta jas laboratorium dengan rapi dan bersih h. Tensimeter dan stetoskop Pedoman Praktikum 1 Persalinan Letak Sungsang 7 . e. kaca mata. Bengkok g. Uterotonika ( Oksitosin (2). kateter nelaton ) b. Anda wajib menggantinya g. ½ kocher (1). alas bokong. pakaian ganti ibu. Tempat plasenta o. Bahan – bahan yang disusun secara urut ( celemek. Spuit 3 cc e.

Alas kain panjang c. Benang jahit d. Handuk besar m. b. Penghisap lendir De lee f. Lakukan tindakan secara hati-hati 4. Lampu untuk penerangan e. Infus set dan cairan rehidrasi Alat untuk penjahitan a. Lampu 60 watt e. Vaksin Hb uniject i. Lakukan pencegahan infeksi 3. Meja datar dan keras b. Perhatikan keadaan umum pasien Pedoman Praktikum 1 Persalinan Letak Sungsang 8 . Spuit 5 cc c. Vitamin K 1 1mg h. Oksigen dalam tabung l. Jam dengan jarum detik Keselamatan Kerja 1. Salep mata oxytetrasiklin 1% j. jarum jahit (bundar dan segitiga ) sarung tangan. DTT. Kasa DTT g. Bak instrumen berisi : nald voeder. Perlengkapan resusitasi t. Pengganjal pungung tebal 3-5 cm d. pinset anatomi dan pinset cirurgi. s. Pastikan privasi klien terjaga 2. Sungkup ( ambubag) k. Lidocain ( analgetik ) Persiapan resusitasi : a. duk steril).

Selanjutnya silahkan Anda mendemonstrasikan pelaksanaan plasenta manual secara individu menggunakan Penuntun Belajar dengan kriteria penilaian setiap langkah dilakukan secara sistematis. Prosedur Pelaksanaan Persiapan : 1) Persiapan alat disusun secara rapi dan sistematik 2) Persiapan Pasien  Lakukan informed consent  Posisikan ibu dalam posisi litotomi Langkah Praktika  Siapkan alat dan dekatkan ke pasien  Pakai baju dan alas kaki ruang tindakan. Instruktur membimbing dan menilai langkah-langkah pelaksanaan persalinan letak sungsang dengan menggunakan penuntun belajar. masker dan kacamata pelindung  Cuci tangan hingga siku dengan sabun di bawah air mengalir dan mengeringkannya dengan handuk DTT  Pakai sarung tangan DTT/steril Setelah Anda mempelajari pedoman praktikum di atas. Lakukan tindakan sesuai dengan prosedur pelaksanaan dengan benar dan tepat 7. Pedoman Praktikum 1 Persalinan Letak Sungsang 9 . hati-hati dan tepat. 5. Tindakan pertolongan sungsang hanya boleh dilakukan bila terdapat adanya perdarahan yang menunjukkan bahwa sudah ada bagian plasenta yang terlepas (bukan plasenta inkreta dan perkreta) 6. pahami kembali dengan baik. Siapkan peralatan resusitasi seperti oksigen dan regulatornya.

Partus set berisi ( 2 pasang sarung tangan DTT. pakaian ganti ibu. PERSIAPAN ALAT a. Bak instrumen berisi : nald voeder. Tempat sampah ( tempat sampah medis. Tensimeter dan stetoskop s. Perlengkapan resusitasi t. benang tali pusat. ½ kocher (1). 2 klem Kocher. Alat pelindung ( alas kaki. Uterotonika ( Oksitosin (2). masker ) q. Tempat pakaian kotor ibu k. alas bokong. Partograf dan alat pencatatan p. Funandoskop h. Kasa steril minimal 4 buah. gunting episiotomi. Spuit 3 cc e.5 % m. gunting tali pusat. Kapas DTT c. Infus set dan cairan rehidrasi 2. handuk. Tempat plasenta o. tempat sampah non medis ) j. meterrgin ) d. Penghisap lendir f. ganti untuk bayi / kain yang hangat. ALAT UNTUK PENJAHITAN a. Air DTT ( 2) l. Larutan Klorin 0. PENUNTUN BELAJAR PERSALINAN LETAK SUNGSANG Nilailah kinerja yang diamati dengan menggunakan skala sebagai berikut : 1 : Anda melaksanakan langkah kerja atau kegiatan secara kompeten ketika dilakukan evaluasi 0 : Anda tidak kompeten dalam melaksanakan langkah kerja atau kegiatan ketika dilakukan evaluasi Nama : Nama Penguji : Tanggal Pengujian : NO LANGKAH KEGIATAN 0 1 1. pinset anatomi dan pinset cirurgi. waslap ) i. kateter nelaton ) b. kaca mata. Jam yang menggunakan detik r. Bahan – bahan yang disusun secara urut ( celemek. Bengkok g. jarum Pedoman Praktikum 1 Persalinan Letak Sungsang 10 . Peralatan cuci tangan n.

Vaksin Hb uniject i. perineum atau ansu terkontaminasi tinja. menjelskan diagnosis. Lidocain ( analgetik ) 3 PERSIAPAN RESUSITASI : a. bersih. Perineum menonjol d. membuat persetujuan tindakan medis/ informed consent 5 Mendengar dan melihat tanda persalinan Kala II a. lampu 60 watt dengan jarak 60 cm dari tubuh bayi. Handuk besar m. bahan dan obat-obatan esensial untuk menolong persalinan dan penatalaksanaan komplikasi ibu dan bayi baru lahir.u dan alat suntik steril sekali pakai di dalam partus set 8 Pakai celemek plastik dan perlengkapan diri lainnya. menyekanya dengan hati-hati dari depn ke belakang dengan menggunakan kapas atau kasa yang dibasahi air DTT a. Vitamin K 1 1mg h. Ibu merasa adanya tekanan pada anus c. cukup keras. bersihkan Pedoman Praktikum 1 Persalinan Letak Sungsang 11 . Menggelar kain diatas perut ibu dan tempat resusitasi serta ganjal bahu bayi b. duk steril). Untuk resusitasi BBL ( tempat datar. akibat bila tindakan tidak dilakukan. jahit (bundar dan segitiga ) sarung tangan. Jika introitus vagina. cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir kemudian keringkan tangan dengan tisue/ handuk pribaddi yang bersih dan kering. Sungkup ( ambubag) k. Salep mata oxytetrasiklin 1% j. DTT. rata. Spuit 5 cc c. 9 Memakai sarung tangan DTT pada tangan kanan yang akan digunakan untuk pemeriksaan dalam 10 Mengambil alat suntik sekali pakai dengan tangan yang bersarung tangan. Menyiapkan oksitosin 10 i. resiko dan keuntungan tindakan. tindakan yang akan dilakukan. Jam dengan jarum detik 4 Memberi salam dan memperkenalkan pada klien / keluarga. 3 handuk/kain berskih dan kering. b. Lampu untuk penerangan e. Lampu 60 watt e. Ibu mempunyai dorongan kuat untuk meneran b. kering dan hangat. Kasa DTT g. Pengganjal pungung tebal 3-5 cm d. Anus dan vulva membuka 6 Memastikan kelengkapan peralatan. tabung atau balon sungkup) 7 a. Benang jahit d. Oksigen dalam tabung l. Penghisap lendir De lee f. alat penghisap lendir. Alas kain panjang c. Meja datar dan keras b. isi dengan oksitosin dan letakkan kembali ke dalam wadah partus set ( pastikan tidak terjadi kontaminasi pada alat suntik ) 11 Membersihkan vulva dan perineum. Melepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang dipakai.

Dilanjutkan dengan episiotomi (bila perlu) 20 Menolong kelahiran bayi (Lahirnya Bokong) Fase lambat pertama : mulai lahirnya bokong. Mendukung usaha ibu untuk meneran b. 14 Periksa denyut jantung (DJJ) setelah kontraksi/ saat relaksasi uterus untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal ( 120 – 160 x / menit ) a. Memakai sarung tangan DTT pada kedua tangan TEHNIK SPONTAN BRACHT 19 Saat bokong sudah membuka pintu (krowning) dan perineum menipis : a. DJJ.5% selama 10 menit. Anjurkan keluarga memberi dukungan dan semangat untuk ibu e. Memberi ibu kesempatan istirahat disaat tidak ada his ( diantara his ) c.5% 12 Melakukan pemeriksaan dalam. Memberi ibu kesempatan minum saat istirahat d. Berikan cukup asupan cairan peroral (minum) f. meminta ibu untuk meneran saat ada his bila ia sudah merasa ingin meneran c. d. Segera rujuk jika bayi belum atau tidak akan segera lahir setealah 120’ (2 jam) meneran ( primigravida ) atau 60’ (1jam) meneran (multigravida) 18 Saat bokong janin terlihat pada vulva dengan diameter 5 – 6 jam : a. Buang kapas/ kasa pembersih ( terkontaminasi) dalam wadah yang tersedia c. Membuka tutup partus set d. Ganti sarung tangan jika terkontaminasi ( dekontaminasi. Memasang handuk bersih untuk mengeringkan janin pada perut ibu. b. a. 13 Dekontaminasi sarung tangan dengancara mencelupkan tangan yang masih memakai sarung tangan ke dalam larutan klorin 0. Mengambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal b. dengan seksama dari arah depan ke belakang b. pastikan pembukaan sudah lengkap dan selaput ketuban belum pecah dan pembukaan sudah lengkap maka lakukan amniotomi. dan semua hasil penilaian serta asuhan lainnya pada partograf 15 Memberitahu ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik dan selanjutnya : a. Menyuntikkan oksitosin / sintosinon 5 unit secara IM dan b. Mengatur ibu dengan posisi litotomi b. melipat 1/ 3 bagian dan meletakkan dibawah bokong ibu c. Cuci kedua tangan setelah sarung tangan dilepaskan. Menilai DJJ setiapp kontraksi selesai g. Lanjutkan pemantauan kondisi kenyamanan ibu dan janin ( ikuti pedoman panatalksanaan fase aktif) dan dokumentasikan semua temuan yang ada.5%. menyesuaikan pimpinan meneran dengan kecepatan lahirnya kepala. pusat sampai ujung scapula depan Pedoman Praktikum 1 Persalinan Letak Sungsang 12 . kemudian lepaskan dan rendam keadaan terbalik dalam larutan clorin 0. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan dalam . Jelaskan pada anggota keluarga tentang bagaimana peran mereka un 16 Ajarkan teknik Kristeller kepada pendamping persalinan (keluarga) 17 Laksanakan bimbingan meneran saat ibu merasa ada dorongan yang kuat untuk meneran Memimpin ibu untuk meneran pada saat ibu timbul his. Mengambil kain bersih. lepaskan dan rendam dalam larutan klorin 0.

 Bila saat hiperleordosis terjadi hambatan (satu tangan atau kedua tangan bayi menjungkit) segera lakukan pertolongan dengan cara manual aid 23 Fase Lambat Kedua : lahirnya mulut sampai kepala Setelah mulut lahir kristeller berhenti dan hanya menahan uterus saja. kemudian lengan dilahirkan seolah – olah mengusap muka janin. baru melahirkan lengan depan. Bila lengan depan sulit dilahirkan maka harus diputar menjadi lengan belakang yaitu lengan yang sudah lahir disekam dengan kedua tangan penolong sedemikian rupa sehingga kedua ibu jari penolong terletak di punggung dan Pedoman Praktikum 1 Persalinan Letak Sungsang 13 . lakukan penanganan bayi baru lahir. Sikap penolong adalah pasif. Selanjutnya penanganan bayi baru lahir c. saat bokong dan kaki lahir kedua tangan memegang bokong secara Brach yaitu kedua ibu jari sejajar sumbu panjang paha janin sedangkan jari – jari yang lain memegang pada pelvis ( bila perlu gunakan duk DTT untuk memegang bokong bayi) 21 Fase cepat : lahirnya tali pusat sampai mulut Saat tali pusat lahir jari penolong yang dekat dengan perut bayi mengendorkan tali pusat dan menunggu sampai ujung scapula terlihat dibawah sympisis 22 Saat ujung scapula anterior terlihat dibawah sympisis penolong melakukan gerakan hiperlordosis yaitu punggung janin didekatkan ke perut ibu. Untuk melahirkan bahu lengan depan kaki janin dipegang dengan tangan kanan ditarik curam ke bawah kearah punggung ibu kemudian dilahirkan. fosa cubiti.meneran Kemudian dilanjutkan dengan : a. pasang klem di dua tempat pada tali pusat dan potong tali pusat diantara 2 klem tersebut. Dengan perlindungan tangan kiri. 24 Pegang bayi dengan hati-hati dan letakkan bayi diatas perut ibu sambil melakukan penilaian kondisi bayi. c. Melahirkan lengan belakang dulu karena lengan belakang berada di ruangan yang luas ( sacrum ). Saat dagu dan mulut lahir tangan kiri memegang kaki bayi dengan perasat garpu b. Bersamaam dengan gerakan hyperlordosisi asisten melakukanklisteller samapai dagu mulut lahir. Bila terdapat lilitan tali pusat yang terlalu erat hingga menghambat putaran paksi luar atau lahirnya bahu. minta ibu berhenti. tetapi bila lengan depan sulit dilahirkan maka lengan depan diputar menajdi lengan depan yaitu punggung diputar melewati sympisis b. dibawah sympisis. ditarik ke atas sejauh mungkin sehingga perut janin mendekati perut ibu. TEKNIK MELAHIRKAN BAHU SECARA KLASIK ( DEVENTER ) 25 a. e. bersamaan dengan gerakan hiperlordosis asisten melakukan kristeler sampai dagu mulut lahir ( memperhatikan posisi tangan janin ) Catatan :  Pada saat hiperlordosis penolong melihat kedua tangan bayi bersilang di depan dada / kedua tangan bayi sudah sudah lahir maka lanjutkan dengan persalinan spontan bracht. Kedua kaki janin dipegang dengan tangan penolong pada pergelangan kaki. d. Bersamaan dengan ibu tangan kiri penolong yaitu jari telunjuk dan jari tengah masuk ke jalan lahir menelusuri bahu. Tangan kanan menahan perineum lalu menyangga kepala saat kepala lahir. lalu ibu disuruh meneran sedikit untuk melahirkan kepala. hanya menolong membuka vulva.

dahi. lakukan langkah awal resusitasi ( Pedoman Resusitasi) 29 Penatalaksanaan Aktif Persalinan Kala Tiga Menyuntikkan Oksitosin a. menegangkan tali pusat dengan tangan kanan sementara tangan kiri meneran uterus dengan hati – hati kearah dorsokranial 31 Bila uterus tidak segera kontraksi. Letakkan kain bersih dan kering pada perut ibu. mata. Jika dengan penegangan tali pusat terkendali bertambah panjang dan terasa adanya pelepasan plasenta. lanjutkan ke langkah penanganan bayi baru lahir normal b. Apakah tonus otot bayi bayi baik/bayi bergerak aktif ? 28 a. jari telunjuk dan jari manis pada fossa kanina( melakukan fleksi pada kepala janin). b. sementara tangan kanan memegang tali pusat menggunakan klem atau kain kasa dengan jarak 5 – 10 cm dari vulva c.  Mengeluarkan Placenta a. Menyuntikkan oksitosin 10 unit secara IM pada bagian luar paha kanan 1/3 atas setelah melakukan aspirasi terlebih dahulu untuk memastikan bahwa ujung jarum tidak mengenai pembuluh darah. Memberitahu ibu akan disuntik d. kemudian badan bayi ditunggangkan pada lengan bawah b. Apakah baik menangis atau bernafas/ tidak megap-megap ? b. sedangkan jari lain mencekam leher.. Memindahkan klem tali pusat sekitar 5 – 10 cm dari vulva b. mulut. hidung. Tenaga tarikan terutama dilakukan oleh tangan penolong yang mencekam leher janin. Jika bayi menangis kuat dan aktif. Tangan penolong yang dekat muka janin ( tangan yang dekat dengan perut janin ) dimasukkan ke dalam jalan lahir yaitu jari tengah dimasukkan ke dalam mulut janin. minta ibu untuk meneran sedikit sementara tangan kanan menarik tali pusat kearah bawah kemudian Pedoman Praktikum 1 Persalinan Letak Sungsang 14 . Saat uterus kontraksi.. ubun – ubun besar dan akhirnya seluruh kepala Penanganan Bayi Baru Lahir 27 Lakukan penilaian Bayu Baru Lahir : Segera setelah bayi lahir menempatkan bayi diatas perut ibu. Memeriksa fundus uteri untuk memastikan kehamilan tunggal c. kemudian diputar punggung melewati sympisis sehingga lengan depan menjadi lengan depan lalu lengan dilahirkan dengan teknik tersebut diatas TEKNIK MELAHIRKAN KEPALA SECARA MAURECEAU 26 a. Jika bayi megap-megap/ tidak bernafas dan atau tonus otot bayi tidak baik/ bayi lemas . sejajar dengan sumbu badan janin sedang jari yang lain mencekam dada. Kedua tangan penolong menarik curam ke bawah sambil seorang asisten melakukan Kristeller ringan. lakukan penilaian selintas : a. minta ibu / keluarga untuk melakukan stimulasi puting susu. Meletakkan tangan kiri diatas simfisis menahan bagian bawah uterus. 30 Penegangan Tali pusat terkendali a. Bila oksiput tampak dibawah sympisis kepala janin dielevasi ke atas dengan suboksiput sebagai hipomoklin sehingga lahir berturut – turut dagu.

Bila tali pusat bertambah panjang tetapi plasenta belum lahir. Lanjutkan pemantapan terhadap kontraksi uterus. teruskan melahirkan plasenta dengan hati – hati. 36 selama 15 menit  Rujuk ibu bila plasenta tidak lahir dalam waktu 15 menit kedua. Bila perlu ( terasa ada tekanan ) pegang plasenta dengan kedua tangan dan lakukan putaran searah untuk membantu pengeluaran plasenta dan mencegah robeknya selaput ketuban. Mengikat tali pusat + 1 cm dari umbilikus dengan simpul mati b. keatas dengan kurve jalan lahir hingga plasenta tampak pada vulva b. Memeriksa kemungkinan adanya perdarahan Pasca Persalinan Periksa bagian maternal dan bagian fetal plasenta dengan tangan kanan untuk memastikan bahwa seluruh kotiledon dan selaput ketuban sudah lahir lengkap dan masukkan ke dalam kantong plastik yang tersedia 34 Memeriksa apakah ada robekan pada introitus vagina dan perineum yang menimbulkan perdarahan aktif Bila ada robekan yang menimbulkan perdarahan aktif segera lakukan penjahitan 35 Periksa kembali kontraksi uterus dan tanda adanya perdarahan pervaginam pastikan kontraksi uterus baik 36 Membersihkan sarung tangan dari lendir dan darah di dalam larutan klorin 0. Melepaskan klem pada tali pusat dan memasukkannya dalam wadah berisi larutan klorin 0. Masase Uterus Segera setelah plasenta lahir. Membungkus kembali bayi e. Mengikat balik tali pusat dengan simpul mati untuk kedua kalinya c. tanda perdarahan pervaginam dan tanda vital ibu :  2 – 3 kali dalam 10 menit pertama  Setiap 15 menit pada 1 jam pertama  Setiap 20 – 30 menit pada jam kedua b. 32 Setelah plasenta tampak pada vulva. melakukan masase pada fundus uteri dengan menggosok fundus secara sirkuler menggunakan bagian palmar 4 jari tangan kiri hingga kontraksi uterus baik ( fundus teraba keras ) b. dapat digunakan klem untuk menarik robekan selaput ketuban tersebut keluar atau masukkan jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan ke dalam vagina untuk melepaskan selaput ketuban dari mulut rahim. pindahkan kembali klem hingga berjarak sekitar 5 – 10 cm dari vulva c. Bila kontraksi baik dan mengajarkan untuk melakukan masase uterus apabila kontraksi uterus tidak baik.5% d. Bila plasenta belum lepas setelah mencoba dalam waktu 15 menit  Suntik ulang 10 unit oksitosin IM  Periksa kandung kemih lakukan kateterisasi bila penuh  Beritahu keluarga untuk persiapan merujuk  Ulangi lagi langkah no. Pedoman Praktikum 1 Persalinan Letak Sungsang 15 . 33 Bila selaput ketuban robek. Berikan bayi kepada ibu untuk disusui 38 a.5 % kemudian bilas tangan yang masih mengenakan sarung tangan dengan air yang sudah didesinfeksi tingkat tinggi 37 Mengikat Tali Pusat a. a.

5 %. Memeriksa tekanan darah dan nadi ibu 41 Kebersihan dan Keamanan a. Memastikan ibu merasa nyaman dan memberitahu keluarga untuk membantu apabila ibu ingin minum e.5 % b.5% 42 Membersihkan sarung tangan di dalam larutan klorin 0. melepaskan sarung tangan dalam keadaan terbalik dan meredamnya dalam larutan klorin 0.5 % 43 Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir 44 Melakukan dokumentasi dan melengkapi partograf JUMLAH Nilai Total : 44 Nilai Batas Lulus : 35 (80%) Nilai : Catatan Instruktur/Pembimbing/Penguji : Kesimpulan : LULUS / TIDAK LULUS Pedoman Praktikum 1 Persalinan Letak Sungsang 16 . 39 Mengajarkan ibu / keluarga untuk memeriksa / merasakan uterus yang memiliki kontraksi baik dan mengajarkan untuk melakukan masase uterus apabila kontraksi uterus tidak baik 40 Melakukan evaluasi : a. Dekontaminsi tempat persalinan dengan larutan klorin 0. lendir dan darah dan mengganti pakaiannya dengan pakaian bersih / kering. Merendam semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0. Membuang bahan – bahan yang terkontaminasi ke tempat sampah yang disediakan c. Membersihkan ibu dari sisa air ketuban. d. Mengevaluasi jumlah perdarahan yang terjadi b.

SELAMAT MENCOBA. Periksalah hasil pekerjaan Anda. maka Anda diperkenan-kan untuk melanjutkan keterampilan berikutnya Apabila Anda belum berhasil mendapat niali minimal 80. Anda lebih berhasil dan dapat menyelesaikannya dengan nilai 80 atau lebih. Setelah selesai mempelajari ulang dan yakin telah memahaminya. Apabila Anda berhasil menyelesaikan keterampilan ini dengan nilai minimal 80. maka Anda disarankan untuk mempelajari kembali Pedoman Praktikum 1 terutama langkah-langkah yang belum Anda pahami. Pedoman Praktikum 1 Persalinan Letak Sungsang 17 . Semoga kali ini. barulah Anda mengulangi kembali langkah- langkah praktikum Plasenta Manual pada Pedoman Praktikum 1.

Amin Pedoman Praktikum 1 Persalinan Letak Sungsang 18 . Ingatlah selalu bahwa kesalahan ataupun kelambatan Anda dalam menentukan penatalaksanaan terhadap kasus. Sebagai seorang bidan tugas yang Anda lakukan merupakan tugas yang sangat mulia. Semoga TUHAN YME selalu menyertai langkah saudara. PENUTUP SELAMAT Anda telah menyelesaikan keterampilan persalinan letak sungsang ini dengan baik. terapkanlah keterampilan yang telah Anda dapatkan dan perhatikanlah kewenangan profesi Anda. Semoga Anda telah memiliki kompetensi tentang penatalaksanaan persalinan letak sungsang dengan baik dan termotivasi secara optimal untuk mengembangkan kemampuan Anda dalam memberi asuhan kegawatdaruratan maternal masa persalinan. dapat meningkatkan angka mortalitas dan morbiditas maternal.

Hal : 300-304 Prawirohardjo (2008). Hal: 128-130 Manuaba. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan (2011). 2002. 2007. Abdul Bari. Panduan Asuhan Intranatal. Ida Bagus Gde. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiriharjo . Jakarta: JNPK-KR. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Abdul Bari. DAFTAR PUSTAKA Cunningham (2006). Edisi Revisi Cetakan ke-3. Jakarta Pedoman Praktikum 1 Persalinan Letak Sungsang 19 . dkk. Hal : 178 dan 511 Saifudin. Hal: P 43-44 WHO. 2000. dkk. Jakarta : EGC. Asuhan Persalinan Normal – Asuhan Esensial Persalinan. Obstetri Williams. 2004. Panduan Praktis Pelayanan Maternal Neonatal. Jakarta : PT Bina Pustaka Saifuddin. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Ilmu Kebidanan. Jakarta : EGC JNPK-KR.