You are on page 1of 2

Kelompok PBL A4

Kasus:

Seorang dokter spesialis rumah sakit sedang pulang setelah jam kerjanya. Kemudian tiba-tiba
dia ditelpon oleh pihak rumah sakit untuk datang kembali karena ada pasien yang mengalami
kecelakaan. Saat itu, dokter pun kembali ke rumah sakitnya. Pasien itu telah dibawa ke UGD.
Saat di UGD, Dokter spesialis pun berusaha sebaik mungkin untuk menghentikan pendarahan
pada si pasien. Setelah pendarahan berhenti, dokter menyarankan pasien untuk melakukan
rontgen untuk mengetahui ada atau tidaknya luka bagian dalam. Setelah hasil rontgen
didapatkan, dokter melihat adanya kanker pada tulang kaki. Dengan segera, dokter
menyarankan pasien untuk melakukan amputasi. Kemudian pasien memperbolehkan dokter
untuk mengamputasi kakinya.Dan pada saat itu, keadaan pasien pertama sudah dalam
keadaan aman sementara karena pendarahan telah berhenti. Namun tiba - tiba datanglah
pasien kedua yang diantar oleh sekelompok warga yang ternyata juga mengalami kecelakaan,
tetapi pendarahan yang terjadi sangat parah. Kemudian dokter spesialis tersebut menanyakan
apakah ada salah satu dari warga yang mengantar adalah keluarga dari korban dan ternya ada
seseorang yang maju yang menyatakan bahwa dia adalah ayah dari korban. Kemudian dokter
spesialis tersebut menjelaskan kondisi pasien kedua dan menyarankan untuk segera dilakukan
operasi. Ayah dari pasien kedua akhirnya menyetujui dan menandatangani surat pernyataan
untuk dilakukan operasi kepada korban.Akhirnya dokter spesialis melakukan operasi pada
pasien kedua terlebih dahulu karena kondisi pasien kedua yang lebih berbahaya atau darurat.
Setelah berhasil melakukan operasi pada pasien kedua, dokter spesialis tersebut kembali
melakukan tindakan bagi pasien pertama.

Spesialis yang mau kembali ke rumah sakit karena adanya pasien gawat darurat Menyarankan pasien pertama untuk melakukan rontgen Non-Maleficence :Melakukan tindakan amputasi pada pasien pertama karena adanya kanker tulang yang berbahaya Melakukan tindakan operasi pada pasien kedua karena kondisi pasien korban kecelakaan yang sangat parah dan darurat Justice :Memberikan tindakan pertolongan (operasi) pada pasien kedua terlebih dahulu setelah keadaan pasien pertama berada dalam keadaan yang aman sementara. Autonomy :Memberikan informed consent kepada pasien pertama dan pasien kedua untuk memutuskan nasibnya sendiri Menghargai segala pilihan dari pasien pertama maupun kedua .Beneficence : Tindakan dr.