You are on page 1of 2

PHK di Banjarmasin Masih Tinggi

 Bandarmasih

by admin - 22 November 2017

Banjarmasin, BARITO-Tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kota


Banjarmasin masih tergolong tinggi dan memprihatinkan, bahkan dalam sehari
sampai 5 laporan di PHK, meskipun daerah ini merupakan kota perdagangan dan
jasa.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Micro Kecil dan Tenaga
Kerja setempat Priyo Eko kepada wartawan kemarin, ketika usai mengikuti rapat
anggaran di DPRD Kota Banjarmasin.

Menurut Priyo, tingginya jumlah PHK di daerah ini, sehubungan banyaknya


laporan pemutusan hubungan kerja (PHK), bahkan rata-ratanya mencapai lima
laporan setiap harinya.
“Tingkat PHK di daerah ini sudah sangat memperihatinkan, sebab setiap harinya
pasti ada menerima surat laporan tentang PHK, dari berbagai profesi dan jabatan”
katanya.

Saat ini ada sekitar 1.723 perusahaan atau tempat kerja di Kota Banjarmasin yang
merupakan kota jasa dan perdagangan ini dengan menyerap tenaga kerja ratusan
ribu orang.

Dia mengungkapkan, dalam satu hari saja tidak kurang lima surat laporan tentang
PHK diterima instansinya setiap harinya, dengan berbagai macam permasalahan,
seperti kontrak yang tidak diperpanjang dan lain sebagai-sebagianya sehingga
mengharuskan mereka di PHK.
“Untuk hari ini (kemaren, red) kita lakukan mediasi salah satu perusahaan
bergerak dialat berat yang tiba-tiba mau memindahkan pegawainya ke Jakarta,
kalau dalam satu minggu tidak menerima, dianggap mengundurkan diri, itu kita
nilai sebagai langkah PKH secara halus,” tambah Priyo.
Karena ada laporan tentang keberatan para pegawainya ini, lanjut dia, maka
pihaknya mencoba memberikan langkah mediasi agar tercapai solusi diantara
kedua belah pihak, sehingga hak pegawainya dipenuhi kalau di PHK dengan
adanya pesangon.
“Kita minta perusahaan jangan menghindar membayar kewajibannya untuk bayar
pesangon jika memang harus di PHK, sebab kalau tidak akan dibawa
kepengadilan ketenaga kerjaan,” tuturnya.
Dia menyatakan, ini hanya sebagai contoh kecil masalah ketenagakerjaan terjadi
di ibu kota provinsi ini, sebab banyak lagi kasus lain yang memang harus
berujung sengketa di meja pengadilan ketenaga kerjaan.
“Sebab ratusan terjadi PHK di kota ini setiap bulannya, beragam masalah yang
menyebabkannya,” kata Priyo.
Pihaknya, ucap dia, tidak bisa menilai secara khusus kenapa gelombang PHK ini
terjadi belakangan ini, sebab itu ranahnya instansi lain, yakni, Badan Pusat
Statistik (BPS) yang lebih tahu kondisi ekonomi daerah saat ini.
“Instansi kita hanya memfasilitasi kalau dalam laporan itu terjadi protes
keprusahaan yang melakukan PHK sepihak kepadanya, tentunya dilakukan
langkah mediasi sebelum jalan buntu harus dianjurkan dibawa ke pengadilan
ketenaga kerjaan,” tandasnya.del

Sumber : http://www.baritopost.co.id/phk-di-banjarmasin-masih-tinggi/