You are on page 1of 6

ISSN 2337­6686

ISSN­L 2338­3321

PENGGUNAAN KB METODE KONTRASEPSI JANGKA
PANJANG (MKJP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
KECAMATAN SAWAH BESAR JAKARTA PUSAT
Wijayanti, RU1), Novianti2)
1)Staf Pengajar Akademi Kebidanan RSPAD Gatot Soebroto
2) Mahasiswa Akademi Kebidanan RSPAD Gatot Soebroto

E­mail: ratna.utami88@gmail.com
ABSTRAK: Riskesdas (2010) menyatakan bahwa cakupan penggunaan IUD sebanyak 5,1%, Implant 4%, Metode Operasi Wanita
(MOW) 2,1%. Berdasarkan SDKI (2012), cakupan penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang sebanyak 3,2% menggunakan
Metode Operasi Wanita (MOW), 0,2% Menggunakan Metode Operasi Pria (MOP), 3,9% menggunakan IUD, 3,3% menggunakan
Implant. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran cakupan penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di
Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Sawah Besar Tahun 2015. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebesar 283 akseptor KB Metode
Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Sawah Besar Tahun 2015. Hasil penelitian diketahui bahwa
jumlah akseptor KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sebanyak 283 responden. Akseptor KB tertinggi menggunakan IUD
(71,73%) dan Implant (28,27%), dengan kategori usia tertinggi yaitu usia 35­39 tahun (24,38%), tingkat pendidikan tertinggi yaitu
pendidikan SMA (45,23%), serta paritas tertinggi yaitu multipara (72,44%). Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan
cakupan penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dengan cara meningkatkan program promosi kesehatan seperti
kegiatan penyuluhan, penyediaan media KIE bagi masyarakat dan petugas kesehatan, memfasilitasi pelayanan KB MKJP secara mobile,
melibatkan kader posyandu dan kader PKK, dan meningkatkan keterampilan komunikasi dan konseling serta teknik pemasangan alat
kontrasepsi jangka panjang bagi bidan.
Kata Kunci: Keluarga Berencana, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), Puskesmas
ABSTRACT: Riskesdas (2010) reported that the coverage of utilization IUD 5,1%, Implant 4%, tubectomy 2,1%. SDKI (2012) reported
the utilization of Long Acting and Permanent Methods (LAPM) contraceptive i.e tubectomy 3,2%, vasectomy 0,2%, IUD 3,9%, and
implant 3,3%. Objective of the study is to describe the coverage of long acting and permanent methods of contraceptive in Puskesmas
Kecamatan Sawah Besar, Central Jakarta in year 2015. Around 283 people who use LAPM contraceptive are participate in this study.
Studies show that most of people are using IUD (71,73%) and Implant (28,27%). Another result, most of people who use LAPM
contraceptive in Kecamatan Sawah Besar aged 35­39 years old (24,38%), have educational background senior high school (45,23%),
and with level of parity is Multipara (72,44%). The conclusion is result of studies can be improved the coverage of utilization Long
Acting and Permanent Method (LAPM) contraceptive in Puskesmas Kecamatan Sawah Besar. Public health activities are required to
increase utilization of Long Acting and Permanent Method (LAPM) methods including enhancing women’s knowledge about Long
Acting and Permanent Method, improving IEC media, involving Posyandu and PKK cadres, arranging mobile service, and
strengthening skill for midwives about counseling, communication, and the substance of LAPM methods.
Keyword: Family Planning, Long Acting and Permanent Methods Contraceptive, Puskesmas

PENDAHULUAN yang berarti seorang wanita di Indonesia rata­rata
Latar belakang dari penelitian ini adalah melahirkan 2,6 anak selama masa reproduksinya
bagaimana mengidentifikasi empat komponen dalam (SDKI, 2012).
kebijakan kesehatan reproduksi, yaitu keluarga Sesuai dengan amanat Undang­Undang No. 52
berencana, kesehatan maternal, bayi dan anak, serta Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan
Infeksi Menular Seksual. Program keluarga dan Pembangunan Keluarga, penduduk harus menjadi
berencana berkaitan erat dengan pertumbuhan titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan di
penduduk di suatu negara. Di Indonesia, Indonesia. Pembangunan berkelanjutan adalah
pertumbuhan penduduk di Indonesia terus menerus pembangunan terencana di segala bidang untuk
mengalami peningkatan. Pada sensus penduduk yang menciptakan perbandingan ideal antara
dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk perkembangan kependudukan dengan daya dukung
pertama kalinya yaitu tahun 1971, jumlah penduduk dan daya tampung lingkungan serta memenuhi
Indonesia berjumlah 119.208.229 jiwa. Berdasarkan kebutuhan generasi mendatang, sehingga menunjang
Sensus Penduduk tahun 2010, jumlah penduduk kehidupan bangsa.
Indonesia berjumlah 237.641.326 jiwa (BPS, 2010). Melihat hal tersebut, telah sejak lama Pemerintah
Jika kita melihat pada angka fertilitas total di mencanangkan sebuah program untuk menekan laju
Indonesia, hasil Survey Demografi dan Kesehatan pertumbuhan penduduk, yaitu Program Keluarga
Indonesia (SDKI) menunjukkan bahwa angka Berencana (KB). Di Indonesia, program Keluarga
fertilitas total di Indonesia adalah sebesar 2,6 anak Berencana (KB) pertama kali ditetapkan sebagai

Jurnal Ilmiah WIDYA 243 Volume 4 Nomor 1 Januari­Juli 2017

hal tersebut masih kalah cakupan penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka populer dibandingkan dengan metode kontrasepsi Panjang di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan seperti pil.6%.938 jiwa dan perempuan sebesar terkumpul. Sterilisasi Wanita. Hal tersebut menandakan bahwa sebagian dan anak (Pusdatin. berdasarkan hasil Riset dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia Kesehatan Dasar atau Riskesdas (2013). besar masyarakat masih lebih memilih menggunakan Undang­Undang No. pukul 10. menyeluruh. 2014). terhitung mulai Bulan Jakarta adalah 9. mengalami perubahan dari tahun 2007.649 kegiatan dengan pendekatan promotif. 2012). Secara umum. tersebut pada kategori­kategori yang telah ditentukan. Para pasangan usia subur tersebut kuratif. dan Sterilisasi Pria adalah sebesar METODOLOGI PENELITIAN 10. jumlah penduduk di Provinsi DKI Sawah Besar pada tahun 2015. Jurnal Ilmiah WIDYA 244 Volume 4 Nomor 1 Januari­Juli 2017 . 36 Tahun 2009 Tentang kontrasepsi non­MKJP (non­Metode Kontrasepsi Kesehatan mengamanatkan bahwa untuk Jangka Panjang). adalah 1. Data penelitian 7. Luas wilayah Provinsi DKI Jakarta adalah Jumlah responden adalah 283 orang. Indonesia. Pemerintah harus penelitian adalah Kotamadya Jakarta Pusat. sisanya adalah pengguna KB non MKJP. proporsi serta tingginya angka kematian ibu dan kebutuhan penggunaan KB berdasarkan jenis jangka waktu kesehatan reproduksi.jakarta. program KB digunakan efektivitas (MKJP dan non­MKJP) di Provinsi DKI sebagai salah satu cara untuk menekan pertumbuhan Jakarta adalah 10% untuk MKJP dan 40% untuk non­ jumlah penduduk serta meningkatkan kesehatan ibu MKJP.736. Proporsi penggunaan KB Metode Kontrasepsi Saat ini. mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi­ Pada penelitian ini.02 km2 (www. Oleh karena Kemudian. menyeluruh dalam bentuk upaya kesehatan hingga tahun 2015. Berdasarkan 48 Undang­Undang No. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Ketika berbicara mengenai metode kontrasepsi membahas mengenai gambaran informasi secara rinci jangka panjang di Indonesia. cakupan penggunaan metode Panjang pada peserta aktif KB di wilayah kerja kontrasepsi jangka panjang tidak terlalu banyak Puskesmas Kecamatan Sawah Besar di tahun 2015. menyelenggarakan upaya kesehatan yang terpadu dan Berdasarkan data dari Kantor Walikota Jakarta Pusat. berdasarkan informasi di atas tergambar bahwa wanita kawin usia 15­49 tahun juga meningkat dari permasalahan yang terjadi adalah masih rendahnya 57% menjadi 58% (SDKI. dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara merupakan peserta KB aktif yang menggunakan terpadu. wilayah yang menjadi lokasi tingginya bagi masyarakat. suntik.870.607. dan berkesinambungan. MKJP.2%. Hal tersebut mengalami penurunan sebesar Responden dalam penelitian ini adalah seluruh 0. 36 Tahun 2009 (ayat 1).787 jiwa. Sejalan Secara nasional. pemakaian kontrasepsi modern diantara itu.go. Berdasarkan SDKI Sawah Besar yang dilihat berdasarkan karakteristik 2012. maka peneliti mengklasifikasikan data 4. dengan jumlah laki­ Januari hingga Desember.76 jiwa. jumlah penduduk di Jakarta Pusat perseorangan dan upaya kesehatan masyarakat.id; diakses 02 Juni yang digunakan adalah data sekunder yang berasal 2016. Berdasarkan Sensus dari pencatatan bagian KB di Puskesmas Kecamatan Penduduk (2010).659.3% jika dibandingkan dengan tahun 2007. Kemenkes. Berdasarkan data cakupan penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka SDKI (2012). sedangkan dari 61% di tahun 2007 menjadi 62% di tahun 2012. jangka panjang yang meliputi IUD. Laporan Tahunan Puskesmas Kecamatan Sawah salah satu penyelenggaraan upaya kesehatan yang Besar Tahun 2015 diketahui bahwa sebagian besar harus diselenggarakan oleh pemerintah adalah peserta aktif KB tersebut menggunakan KB non­ keluarga berencana. pasangan. preventif. tingkat pendidikan. dan tingkat paritas. Pasal kontrasepsi non­MKJP dan MKJP. Setelah data tersebut laki sebesar 4. Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan KB Provinsi DKI Jakarta merupakan pusat Metode Kontrasepsi Jangka Panjang yang berada di pemerintahan dan ibukota Negara Kesatuan Republik wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Sawah Besar.061. persentase penggunaan metode kontrasepsi usia ibu. Implan. jumlah Pasangan Upaya kesehatan yang diselenggarakan berbentuk Usia Subur di Kecamatan Sawah Besar adalah 16.15 WIB).Wijayanti dan Penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Novianti Panjang (MKJP) di Wilayah Kerja Puskesmas 243­ 248 Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat program pemerintah pada tanggal 29 Juni.849 jiwa. penggunaan kontrasepsi semua cara Jangka Panjang sepanjang tahun 2015 di Kecamatan diantara wanita kawin di Indonesia telah meningkat Sawah Besar adalah sebesar 17. dan kondom.

Cakupan Penggunaan KB MKJP di Puskesmas Kec. dan usia tahun. dan menggunakan IUD (71.2% menggunakan PUS di Wilayah Jawa yang berusia kurang dari 30 Metode Operasi Wanita (MOW). Sawah Besar secara nasional pada Bulan Februari 2015 sebanyak Berdasarkan Usia 533. sterilisasi pria kontrasepsi yang aman dan efektif (Pinem dalam (MOP) 0. 2014). Sementara itu Kahraman dkk (2012) mengungkapkan bahwa di Usia Turki.2%). cakupan 35 tahun akan mengalami morbiditas dan mortalitas penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang jika mereka hamil. yaitu sebagian besar akseptor KB lebih memilih untuk menggunakan KB non MKJP.9% menggunakan menggunakan MKJP dibandingkan wanita PUS yang IUD. tingkat pendidikan pada akseptor KB MKJP adalah tingkat SMA yaitu sebesar 45. yaitu usia non risiko tinggi Hal tersebut sejalan dengan beberapa survey (risti) (20­35 tahun) dan umur risiko tinggi (risti) kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah.067 peserta.14%. Hal tersebut sejalan dengan data yang dimiliki oleh Pemerintah.17%. 2010).6%. seperti (<20 ­ >35 tahun). diketahui bahwa Prevalensi penggunaan IUD merupakan yang mayoritas akseptor KB didominasi oleh usia 35­39 terbanyak digunakan oleh wanita yang berusia 30­40 tahun (24. 3. berpenghasilan wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Sawah Besar tinggi.7% pada usia lebih dari 30 tahun.91%). dari hasil penelitian yang dilakukan untuk menggunakan MKJP (OR = 4. IUD 5%. dan tubektomi (metode operasi wanita) (0%).Wijayanti dan Penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Novianti Panjang (MKJP) di Wilayah Kerja Puskesmas 243­ 248 Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat HASIL DAN PEMBAHASAN Cakupan Penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Cakupan penggunaan KB di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Sawah Besar di tahun 2015. terdiri dari yang berusia lebih dari 35 tahun memerlukan sterilisasi wanita (MOW) 2.3% menggunakan Implan.1%.49%). sedangkan pada Jurnal Ilmiah WIDYA 245 Volume 4 Nomor 1 Januari­Juli 2017 . memiliki riwayat aborsi. 2015). Puskesmas Kecamatan Sawah Besar. tren penggunaan kontrasepsi pada wanita Berdasarkan hasil penelitian di Wilayah Kerja adalah sebesar 62. 25­29 tahun (20. sedangkan peserta KB baru yang Anggraeni (2015) di Wilayah Kerja Puskesmas menggunakan MKJP hanya sebesar 18.4%. Perempuan yang berusia lebih dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas.565). memiliki anak pada tahun 2015 adalah sebagian besar memilih hidup ≥ 3 (tiga). yaitu 13. berumur di atas 30 tahun (Nasution. Berdasarkan Laporan Pelayanan Kontrasepsi (BKKBN. 2012) Pada penelitian lain disebutkan bahwa wanita diketahui bahwa sebanyak 3. Faktor lain didapatkan bahwa pada pengguna alat kontrasepsi yang memberikan peluang akseptor KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di menggunakan KB adalah bekerja.8%) dan sisanya adalah akseptor KB yang memilih KB MKJP (17.27%). usia 30­34 tahun (21. Mayoritas peserta baru didominasi oleh peserta KB yang menggunakan non­MKJP yaitu Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh sebesar 81. Pendidikan terdapat pula akseptor KB yang menggunakan KB Hasil penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas MKJP namun kecil persentasenya. dan Implan 1.73%) dibandingkan dengan memanfaatkan pelayanan swasta. Pamulang pada tahun 2014 menyatakan bahwa usia Berdasarkan jenis KB Metode Kontrasepsi lebih dari 30 tahun memiliki peluang akseptor KB Jangka Panjang. Bahwa pada usia < 25 tahun (15­24 tahun) dan usia > 40 tahun (40­49 tahun). vasektomi (metode operasi pria) Menurut Hartanto (2010) dalam Natalia (2014).33%. implant (28. usia terbagi menjadi dua. 0.2% menggunakan tahun memiliki peluang 0. Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI. mayoritas akseptor KB memilih untuk menggunakan KB non MKJP (82.01% dan Kecamatan Sawah Besar diketahui bahwa mayoritas 20. Gambar 1.38%).67 kali lebih kecil dalam Metode Operasi Pria (MOP).1%. 3. Oleh karena itu bagi perempuan di Indonesia hanya sebesar 8.23%. telah berdiskusi dengan suami. Survei Natalia. 2011). (0%).

Kahraman dkk (2012) menyatakan bahwa pendidikan tinggi memiliki pemahaman yang lebih IUD merupakan metode yang lebih banyak dipilih baik mengenai pentingnya keluarga berencana bagi pada wanita multipara. lebih memilih untuk menggunakan KB Metode Pendidikan merupakan salah satu determinan Kontrasepsi Jangka Panjang dibandingkan dengan dalam kesehatan. Dalam level Wondifraw. beberapa penelitian menyatakan bahwa pendidikan merupakan salah satu variabel yang memiliki Gambar 3. Cakupan Penggunaan KB MKJP di pengaruh terhadap seseorang dalam menentukan Puskesmas Kec. Selain itu. Sawah Besar Berdasarkan Tingkat Pendidikan Sejalan dengan hasil penelitian tersebut. 2012). pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan di Etiopia ditemukan bahwa pada studi ini dimiliki oleh seseorang dapat terpenuhi melalui sebagian besar responden yang memiliki anak lebih pendidikan. terhadap pilihan­pilihan metode kontrasepsi yang Wanita yang telah memiliki satu atau lebih anak tersedia.01). didapatkan bahwa mayoritas akseptor berpendidikan tamat SMA ke atas. pelayanan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan dirinya dan keluarganya. Dari hasil peluang 0. Nasution (2011) menyatakan bahwa di Paritas merupakan jumlah anak yang pernah wilayah Jawa. yaitu kondisi yang menggambarkan penggunaan MKJP adalah tingkat pendidikan (sig. Pada penelitian lain yang individu. sedangkan metode operasi dirinya dan keluarganya. Pendidikan dapat memberikan wanita yang belum memiliki anak (Teferra.59 kali lebih kecil untuk menggunakan penelitian di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan MKJP jika dibandingkan dengan mereka yang Sawah Besar. Paritas Gambar 2. pada wanita yang wanita (tubektomi) merupakan metode yang lebih berpendidikan tinggi lebih memiliki pengetahuan banyak dipilih pada wanita grandemultipara.10% dan 23. salah satu yang mempengaruhi dilahirkan hidup. kelahiran kelompok atau beberapa kelompok wanita 0. Sedangkan wanita PUS maka semakin besar pula peluangnya untuk grandemultipara merupakan akseptor KB MKJP memilih KB MKJP. 2011).44%). Hal ini menun­ KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang adalah jukkan semakin tinggi tingkat pendidikan wanita wanita multipara (72.Wijayanti dan Penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Novianti Panjang (MKJP) di Wilayah Kerja Puskesmas 243­ 248 Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat tingkat pendidikan SMP dan SD hanya sebesar dapat mengakses dan menggunakan informasi dan 31. Sawah Besar pilihan dalam menggunakan metode kontrasepsi yang Berdasarkan Tingkat Pendidikan tersedia. sebuah penelitian yang dilakukan oleh Tang dkk Teferra & Wondifraw (2014) menyatakan bahwa (2013) menyatakan bahwa wanita multipara lebih alasan variabel pendidikan berhubungan dengan memilih untuk menggunakan KB Metode Kontra­ penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang sepsi Jangka Panjang dibandingkan dengan wanita (MKJP) adalah pada perempuan yang memiliki primipara.95%). Wanita PUS yang tamat SD dan SMP memiliki selama masa reproduksi (BKKBN. Cakupan Penggunaan KB MKJP di Puskesmas Kec. dampak positif dalam masyarakat. Wanita yang memiliki pendidikan tinggi lebih memiliki kekuatan untuk memutuskan apa yang terbaik bagi dirinya dan kesehatannya. bahwa metode operasi wanita (tubektomi) lebih Sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan banyak digunakan oleh wanita dengan tingkat di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Sawah Besar.67%. 2014). pendidikan tinggi (Kahraman dkk. Hal ini terjadi karena seseorang tersebut Jurnal Ilmiah WIDYA 246 Volume 4 Nomor 1 Januari­Juli 2017 . Sebuah penelitian mengenai terendah di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan penggunaan kontrasepsi di Turki memperlihatkan Sawah Besar (4.

Operasi Wanita tidak terdapat satupun akseptor KB Jakarta. BKKBN.44%). misalnya adalah alasan­alasan akseptor KB PENUTUP menggunakan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. 2012 penelitian ini menunjukkan bahwa akseptor KB di Direktorat Pelaporan dan Statistik. “Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia”. Kementerian Kesehatan RI. ISBN 978­0­9559598­1­3. Jakarta. 2015 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. 2011 Higgins. al. mempromosikan mengenai pentingnya penggunaan Di Bangladesh.73%) dan Implan (28. Vol. 1. Kesimpulan Kependudukan masih menjadi permasalahan DAFTAR PUSTAKA yang berkaitan erat dengan program Keluarga Alemayehu Shimeka Teferra. paritas terbanyak adalah multipara (72. “Factors Influencing the Contraceptive Method Choice: A University Hospital seperti kegiatan penyuluhan. 2007).bps. “Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)”. Penelitian ini merupakan “Determinants of Long Acting Contraceptive Use among Reproductive Age Women in Ethiopia: Evidence from EDHS salah satu contoh masih rendahnya cakupan 2011”. BKKBN.id/linkTabelStatis/view/id/1267 (diakses: mengenai KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Jumat. Panjang dibanding dengan wanita yang satu hingga Melibatkan kader posyandu dan kader PKK untuk dua anak (Melka.38%) dengan tingkat pendidikan Direktorat Teknologi Informasi dan Dokumentasi. “Health Impact of Saran­Saran Education: A Review”. Berencana Nasional Tahun 2015­2019”. pada keluarga yang telah KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) memiliki anak dua atau lebih lebih memilih untuk yang tujuannya untuk meningkatkan cakupan menggunakan alat kontrasepsi permanen.Wijayanti dan Penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Novianti Panjang (MKJP) di Wilayah Kerja Puskesmas 243­ 248 Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat dari dua memiliki peluang dua kali lebih besar untuk bagi masyarakat dan petugas kesehatan. Jakarta Pusat. Universitas Islam Negeri Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Sawah Besar. 13 Mei 2016) Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Sawah Besar. 2012 Jurnal Ilmiah WIDYA 247 Volume 4 Nomor 1 Januari­Juli 2017 . Cakupan penggunaan KB Puskesmas Pamulang Tahun 2014”. Jakarta. penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang 143­149. Berencana di Indonesia. serta menggunakan KB Metode Kontrasepsi Jangka memfasilitasi pelayanan KB MKJP secara mobile.27%). Jakarta. Jakarta Pusat adalah lebih banyak yang menggunakan “Rencana Strategis Badan Kependudukan dan Keluarga kontrasepsi IUD (71. Takelab dkk. Lavin. BKKBN. Teresa. Jakarta. 2015). 2008 Meningkatkan program promosi kesehatan https://www. Skripsi. Hasil dapat mempengaruhi penggunaan KB Metode penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi peneliti Kontrasepsi Jangka Panjang yang terjadi karena lain untuk melakukan penelitian lebih lanjut missed value dan tidak tersedianya data. Penggunaan KB Metode Panjang di Kecamatan Sawah Besar. Putri. 2015 39 tahun (24. Sawah Besar Jakarta Pusat. Korhan. pp. Kementerian Kesehatan RI. Melibatkan peran serta Penelitian ini menggunakan data sekunder suami dalam pengambilan keputusan dan sebagai sehingga peneliti hanya terbatas pada data yang akseptor KB untuk memilih Metode Kontrasepsi tersedia. penyediaan media KIE Experience”. aborsi yang tidak Puskesmas Kelurahan di Wilayah Kerja Kecamatan aman. al. “Laporan Umpan Balik Hasil wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Sawah Besar Pelaksanaan Subsistem Pencatatan dan Pelaporan diketahui bahwa sebagian besar berada pada usia 35­ Pelayanan Kontrasepsi Bulan Februari 2015”. hingga kematian. et. mengenai KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Fakultas Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. 2010 yang menggunakan jenis kontrasepsi tersebut. “Kamus Istilah terbanyak adalah tamat SMA (45. et. Claire. Kahraman. penelitian ini tidak dapat Jangka Panjang (MKJP) apa yang akan digunakan memasukkan variabel­variabel yang potensial yang untuk meningkatkan keluarga yang sejahtera. “Determinan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang pada Akseptor KB di Wilayah Kerja Provinsi DKI Jakarta. seperti IUD penggunaan program KB Metode Kontrasepsi Jangka dan implan (USAID.23%). Selain itu. 3. Syarif Hidayatullah. Irlandia. 2015 Sedangkan untuk Metode Operasi Pria dan Metode Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. J. Abebach Asmamaw Wondifraw. Memberikan konseling serta teknik pemasangan alat kontrasepsi jarak antara kehamilan dapat mengurangi kesakitan jangka panjang bagi bidan Puskesmas Kecamatan dan ibu seperti komplikasi kehamilan. serta tingkat Kependudukan dan Keluarga Berencana”. No. Turkish­German Gynecol Assoc; 13: 102­5. Jakarta. Science Journal of Public Health. Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dapat Meningkatkan keterampilan komunikasi dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Hasil BPS.go. 2014 di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Sawah Besar Anggraeni. Institute of Public Health.

52 Tahun 2009 2014”.nih. “Situasi dan Analisis Keluarga Keluarga Berencana”. Pan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia. 2014 (diakses: www. 52 Tahun 2009 DKI Jakarta Tahun 2015 Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Pusat Data dan Informasi.id; Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan tanggal 20 Juli 2016; pukul 12. Jakarta. www. 2011 Tentang Kesehatan Natalia.gov; 21 Juli 2016; pukul 14. (diakses: http://www.ejournal.bps.net/ www.ac. Dominik. Utilization Among Married Women of Reproductive Age USAID. Kementerian Kesehatan RI.pdf; tanggal 19 Juli 2016; pukul 12.go. Rosalie.eolss.jakarta.ncbi. Alemu Sulfa. Jakarta. S. William.stikesypib.30 WIB) Jurnal Ilmiah WIDYA 248 Volume 4 Nomor 1 Januari­Juli 2017 . “Long Term and Long Acting and Permanent Contraceptive Methods Permanent Methods of Family Planning in Bangladesh”. et. Jennifer H.org; 21 Juli 2016; pukul 11. BKKBN. 2014 USAID (2007). Jansen. 2015 (diakses: Tang. Vol 1. Family 2016. Pusat Penelitian dan Pengembangan KB dan Undang­Undang Republik Indonesia (RI) No.30 WIB) DEMOGRAPHY. Lilestina. Tesfalidet. Lia.k4health. et. USA. H. pukul 10.30 WIB) Health International. al. “Faktor­Faktor yang Mempengaruhi Contraception In A Postpartum Population”. 36 Tahun 2009 Kontrasepsi Jangka Panjang di Wilayah Kerja UPTD Tentang Kesehatan Puskesmas Panyingkiran Kabupaten Majalengka Tahun Undang­Undang Republik Indonesia (RI) No.. “Faktor­Faktor yang Berhubungan dengan Metode Undang­Undang Republik Indonesia (RI) No. Contraception Penggunaan MKJP di Enam Wilayah di Indonesia: Analisis 88. pukul 10. “Characteristic www. USA. dkk. “Family Planning and Reproductive Health”.nlm. 2012 African Medical Journal.id; (diakses 02 Juni 2016.id/; diakses: 02 Juni Africa: Long Acting and Permanent Methods”.go. Takelab. 2007 Groups in Western Ethiopia: A Cross Sectional Study”. “Addresing Unmet Need for Family Planning in Sensus Penduduk 2010 (http://sp2010. pp 52­57.50 WIB) Keluarga Profil Kesehatan Puskesmas Kecamatan Sawah Besar Provinsi Undang­Undang Republik Indonesia (RI) No. al. “Determinants of Stover.Wijayanti dan Penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Novianti Panjang (MKJP) di Wilayah Kerja Puskesmas 243­ 248 Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat Melka. Iqbal.15 WIB) sample­chapters/c04/e6­147­05. 2007 (diakses: Shah. 2013 Lanjut 2011”. 36 Tahun 2009 Keluarga Sejahtera.55 WIB) Associated With Interest In Long Acting Reversible Nasution. Carina.