You are on page 1of 12

LAPORAN PRESENTASI

PENGANTAR TEORI PERUMAHAN
DAN DESAIN PERKOTAAN

SELF-HELP, CORE HOUSING,
AND INSTALLMENT CONSTRUCTION

Disusun oleh :
Isnaeni Nur Chasanah
3214100004
Kelompok 10

Dosen Pembimbing :
Wahyu Setiawan, S.T M.T

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
2016

mulailah untuk menetap disuatu wilayah. gua atau yang lainnya dan mulai menggunakan material yang lebih baik. Perkembangan rumah yang dulu ada di catatan sejarah manusia zaman Neolitikum. Shelternya itu pun masih berupa shelter yang sangat sederhana yang dibangun sendiri. dan kenyamanan hidup manusia. Kemudian disaat manusia sudah mulai menemukan alat bantu dalam mencari makan. Venezuela. faktanya tempat tinggal manusia yang berada di gua dekat Rawalpindi. pada awalnya yang ditemui adalah sebuah shelter karena manusia masih nomaden yaitu belum menetap di suatu wilayah. Meskipun hal tersebut diatas terjadi pada zaman Neolitikum. Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. lambat laun kemudian lebih disempurnakan lagi dengan adanya zonifikasi pada ruangannya dan pengerjaannya pun bisa saling membantu dengan manusia lain. paskistan terlihat lebih baik dari pada squatter yang ada Manila. Algeria. atau Hongkong.THE TECHNOLOGICAL LAG Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan. Squatter di Hongkong Squatter di Manila 1 .

kamar tidur. dan kamar mandi. pemerintah Amerika menemukan banyak diantara tentaranya yang kehilangan rumah. Di masa yang akan datang. apartemen pun dibuat dengan prinsip prefabrication juga. akan ada prefabrication di tempat dan kuantitas dari prefabrication sebaik yang dihasilkan di pabrik. 2 . baja. dll. Salah satu perusahaannya menghasilkan sebuah produk yang diberi nama “Lustron House“ “Lustron House” “Lustron House“ ini ada 3 tipe yaitu Westchester. yang kemudian disebut dengan prefabrication. baik dari atapnya. Setiap rumah in terdiri atas dapur. jendela. Pemerintah Amerika menggelontorkan uang sebesar 10 juta dolar (pada saat itu) untuk mensubsidi industrinya. pintu. aluminium. ruang keluarga. dll akan akan sangat mengurangi biaya. prefabrication ini telah diamati oleh ahli sebagai cikal yang digang-gadang akan menjadi besar pada masa yang akan datang. Newport dan Meadowbrook. Sehingga pemerintah Amerika mencanangkan suatu program yaitu pengadaan rumah yang materialnya dihasilkan di pabrik kemudian di suatu lahan material itu disusun kembali dengan cepat dan dalam satu wilayah tipe dari rumah yang dihasilkan sama. Di negara-negara yang sudah lebih maju. Yang perlu diingat adalah bahwa di negara berkembang. Efisiensi dari adanya produksi secara besar-besaran ini. Perbedaan daerah juga menentukan material yang digunakan di dalam pabriknya.PREFABRICATION Pasca akhir Perang Dunia ke-II. Ada yang dari kayu.

yaitu pemerintah yang tidak mampu untuk menyediakan rumah bagi seluruh masyarakatnya. Sehingga pemerintah ingin memberlakukan “swadaya” itu ketika masyarakatnya membangun rumah. sanak saudara atau kerabat. Nature of self help adalah self help yang dalam prakteknya benar-benar dilaksanakan sendiri oleh pemilik rumah dan dibantu oleh masyarakat sekitar. beberapa material dari lokal atau yang lainnya. kemudian pemerintah menemukan sebuah solusi yaitu dengan mengembalikan proses pembuatan rumah seperti dulu. Dan jug amaterialnya mengangkat apa yang ada di sekitarnya seperti contoh di Jepang yang rumah tradisionalnya dari kayu. Sedangkan Aided self- help dalam prakteknya dibantu oleh pemerintah baik berupa pelatihan keterampilan untuk membangun rumah. Orang-orang biasa membangun rumah mereka sendiri tanpa ada campur tangan pihak ketiga (swadaya). maka prefabrication bisa dibuat juga dengan material kayu. REVERSION TO SELF-HELP Sebagai suatu permasalahan yang timbul pada prefabrication. 3 . Contoh proses pembuatan prefarication di masa sekarang Walapun eksperimentasi harus tetap berjalan. Sehingga mereka cenderung untuk membeli rumah langsung atau menyewa tukang untuk mendirikan rumahnya. Kemudian hal ini menjadi sesuatu yang sangat mujarab untuk mengatasi masalah perumahan di kawasan industri. THE NATURE OF SELF-HELP AND AIDED SELF-HELP Self-help sendiri mempunyai dua jenis yaitu self help yaitu nature of self help dan aided of self help. apalagi prefabrication di tempat dan pada prefabrication sebagian juga pada core house. Dengan menggunakan teknik yang ada di zaman Neolitikum yang diperbarui(membangun sendiri rumahnya). Biasanya diperuntukkan bagi orang-orang yang berkerja sehingga intensitas untuk mereka berada di rumah dan bersosialisasi dengan tetangga sekitar atau kerabat di sekitar rumah lebih sedikit.

Lembaga Pengabdian Masyarakat. POTENTIALS AND LIMITATIONS OF SELF-HELP AND MUTUAL-AID PROJECTS 1. Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal dengan program bedah rumah untuk membantu meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia. maka kemungkinan untuk diterapkannya self-help ini semakin besar. tersebut dapat dilakukan oleh wakil dari peserta program P2BPK atas nama dan atas kuasa para anggota untuk kepentingan seluruh anggota kelompok. 3. Dimana ketika proyek ini dilaksanakan di daerah yang semakin berada di pedesaan. 2. Perguruan Tinggi dan Konsultasi Pembangunan. dan ketetapan dari pemerintah mengenai fasilitas umum lainnya. merupakan salah satu upaya nyata untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal yang layak dengan lingkungan yang sehat. Asosiasi Profesi. Dapat memicu perkembangan pembangunan infrastruktur Di area proyek harus dimungkinkan dapat memicu perkembangan dari pembangunan infrastruktur penunjang yang lain seperti jalan dan sekolah. Salah satu permasalahan yang menonjol dalam pelaksanaan P2BPK adalah masalah penyediaan/perolehan tanah dan kemudahan dalam penataan penguasaan dan penggunaan tanah. karena banyak adat istiadat masih berlaku. Dipengaruhi oleh kondisi masing-masing wilayah Kesuksesan dan kegagalan dari adanya self-help and mutual-aid project ini sebagian besarnya dipengaruhi oleh kondisi masing-masing wilayah.SELF-HELP IN INDONESIA Contoh Proyek swadaya di Indonesia: 1. 2. penggalian sumber air. Berkerja dengan swadaya akan sangat maksimal jika ia berada di komunitas yang kecil. yang pembangunannya diselenggarakan oleh warga masyarakat berpenghasilan rendah secara berkelompok dengan partisipasi dari berbagai pihak yang terkait baik Instansi Pemerintah. Dapat dijalankan di daerah berkembang Proyek ini dapat dijalankan di daerah berkembang. Lembaga Penggerak Masyarakat. 4 . Badan Usaha Swasta. Program P2BPK (Perumahan Bertumpu Pada Kelompok) P2BPK adalah program yang dikembangkan oleh Kantor Menteri Negara Perumahan dan Permukiman.

hal ini menjadi waktu luang bagi pekerjanya dimana tiap proyek setidaknya memakan 4-5 bulan pengerjaan per tahun. Self-help melatih orang-orang untuk membangun. Karena itulah jika beban untuk membangun rumah dipercayakan kepada mereka pasti hasilnya akan mengecewakan. beberapa dari mereka memang masuk ke bidang konstruksi. Setiap adanya proyek pasti nilai Setiap proyek self-help and mutual-aid selalu mempunyai nilai meskipun merek berbatsan dengan daerah industri. INSTALLMENT CONSTRUCTION Ketika peminjaman finansial tidak tersedia bagi mereka yang berpenghasilan rendah namun tetap ingin ingin mendirikan rumah. Sulit bagi perkerja pabrik untuk dapat membangun rumahnya sendiri Untuk para perkerja pabrik yang biasa menghabiskan 40 jam waktunya dalam seminggu akan sulit untuk membangun rumah mereka dengan kemampuan mereka sendiri meski sudah dibekali dengan pelatihan. 6. Ketika kemalasan terjadi. serta membiarkan pemiliknya ingin menggunakan sendiri kemampuannya atau untuk menyewaka tukang untuk membangun rumahnya. Walaupun dikatakan bahwa penghematannya bisa sampai 20-25%. Dengan adanya bantuan finansial akan membantu memicu pembangunan proyek ini. 5. Program ini mungkin memakan waktu dan uang yang lebih berguna lagi di keperluan lain. tanah untuk mendirikan rumah tidak langka dan hanya ada sedikit permasalahan kota. di beberapa daerah mereka akan membangun secara bertahap atau dengan 5 . Bergantung pada program self help adalah sesuatu yang salah Self help memang ditawarkan sebagai sebuah solusi untuk permasalahan perumahan di kota. Hal ini bukan karena kurangnya skill yang mereka miliki namun karena keterbatasan waktu dan tenaga yang mereka miliki. namun hal ini menjadi salah ketik a bergantung kepada self-help. dan sebagai pencapaian dari pelatihan yang mereka dapat. 4. Sehingga akan lebih baik jika perkerjaan pembangunannya diberikan kepada pengangguran-pengangguran. Pertolongan finansial akan membantu memicu pembangunan Semenjak para tukang dapat mendirikan semua bagian atau beberapa bagian dari rumah mereka sendiri. relasi lebih intim. Teknik self-help dan saling membantu ini mungkin menunjukkan harapan yang lebih pada bagian yang diproduksi lebih baik 7. pengganti kerugiannya tidak selalu diperhitungkan secara penuh. disana akan selalu ada ruang untuk tempat tinggal para tukang di kota sbg tempat lain. 8. Pemerintah seharusnya membebaskan apakah mau membangun sendiri atau penyewa perkerja Pemerintah lebih baik menyusun dan menyediakan kapling-kapling dan utilitasnya.

Installment building adalah satu-satunya jalan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk dapat membangun rumahnya tanpa menabung terlebih dulu. Dalam membangun dindingnya ini mereka bisa dibantu oleh anggotakeluarga mereka yang lain. keadaan ini bisa memicu adanya rumah-rumah yang tidak beratap dikarenakan keluarga tersebut tidak mampu lagi mengumpulkan uang unuk menyempurnakan rumah mereka. murah. Core House awalnya dikenalkan oleh PBB dengan tujuan menyediakan rumah-rumah yang teratur. kemudian mereka mengumpulkan uang lagi untuk membangun dindingnya. Namun. STANDARDS FOR CORE HOUSING Core housing adalah salah satu implementasi dan pengembangan dari self-help. Sebenarnya konsep pembangunan rumah dengan bertahap ini bukan merupakan hal yang baru. Di Amerika ada daerah yang sebelum mereka bisa membangun atap mereka menggali tanah untuk ditinggali sembari bisa mengumpulkan cukup uang. atau dari satu lantai menjadi dua lantai atau seterusnya sampai sebuah keluarga menemui titik dimana mereka merasa kebutuhan ruangnya cukup. Kemudian mereka mengumpulkan uang lagi mungkin untuk membeli kusen.kata lain dicicil dan hal ini diistilahkan dengan installment construction. pintu. atau tahap 2 ke tahap 3 dan seterusnya memerlukan waktu yang lama. dll. Core House ini adalah sebuah rumah yang menyediakan 1 ruang utama. kemudian selanjutnya dikembangkan sendiri oleh pemiliknya. 1 dapur. Contoh pengembangan dan perluasan core house Yang paling besar menghabiskan biaya ternyata pengatapannya. 6 . jendela. Naungan yang sederhana awalnya dibangun kemudian baru dikembangkan dari satu ruang ke ruangan lain. atau para tukang yang sengaja mereka siapkan. Di beberapa kejadian justru orang-orang malah lebih berminat untuk menabung material seperti bata. para tetangga. Terkadang bahkan jarak diantara pembangunan tahap 1 ke tahap 2. dan 1 kamar mandi yang sudah terbangun di suatu lahan. Awalnya terlihat lebih praktis apabila sebuah keluarga cukup meminjam uang di bank untuk membuat sebuah rumah. namun meminjam di bank itu tidak selalu cocok bagi semua keluarga. Setelah sebuah keluarga mampu membeli tanah. Karena itulah biasanya atap dikerjakan paling akhir. dan sesuatu yang terencana bagi negara-negara berkembang. Atau jika tidak memungkinkan mereka meminjam sanak saudaranya atau ke peminjam uang.

Sebagian pekerjanya yang terampil seharusnya dipilih sebagai penghuni pada Core House di daerah tersebut. Rumah tersebut harus mempunyai standar minimal kelayakan untuk dihuni dan dimungkinkan jika ada perluasan atau penambahan ruangan di masa yang akan datang. Sehingga ia dapat disewa oleh para pemilik Core House lainnya di daerah tersebut serta jika memungkinkan produk Core House yang telah mereka hasilkan dapat menjadi prototype dan inspirasi bagi para pemilik yang lain. Contoh Core Housing di Kedah Namun. Pembangunannya tidak boleh bergantung pada self-help baik secara keseluruhan ataupun sebagian. 4. Minimal satu Core House mempunyai dua ruang pada awalnya. Core House hanya membutuhkan sebuah peraturan tanah dan yang pentiing utilitasnya. Pelatihan yang diberikan kepada calon pemilik rumah seharusnya terfokus pada siapa yang ingin melanjutkan pembangunan rumahnya. Core House ini juga tidak memerlukan pengawasan yang ekstra. namun dia bisa memilih mau melanjutkan sendiri atau menyewa tukang 7 .Prinsip dari Core House seharusnya tidak bergantung pada pemilik rumah. karena kepemilikan akan memicu investasi dana dan tenaga kerja jika ada perluasan Core House. Salah satu keuntungan dari Core House ini adalah pembangunannya massal sehingga dapat melakukan penghemaan yang cukup besar. setelah inti bangunan terbangun. mereka tidak punya tempat tinggal dan akibatnya mereka harus mengeluarkan biaya untuk tinggal disekitar calon rumah mereka atau menyewa rumah singgah sementara dan tentunya hal ini akan menyulitkan karena target dari program ini adalah mereka yang berpenghasilan rendah. salah satu masalah yang terjadi yaitu ketika orang-orang sedang membangun rumahnya. 2. 3. Core House seharusnya mempunyai standar sebagai berikut : 1. Kepemilikan rumah atau pembelian kredit seharusnya menjadi salah satu prasyarat. Untuk itu.

dll. Di Puerto Rico dimana blok bangunan biasa digunakan. atau keatas. dan memberikan atao diharuskan untuk dapat mengurangi panas kemudian untuk sanitasi juga harus diperhatikan. Karena setiap negara dan setiap daerah mungkin punya design yang khusus. pemilik mengganti bagian atapnya yang berupa kayu menjadi sebuah cerita kedua. India. VARIETIES OF THE CORE Tak ada satu pun jenis dari Core House yang dapat diaplikasikan disemua negara dan semua iklim. Pengembangan secara vertikal dicanangkan di Delhi. ruang yang dibangun harus mempunyai dua bukaan yang saling berhadapan. dan lantai namun satu ruang besar dibagi wilayah-wilayahnya (zonifikasi). Material yang digunakan untuk membangun Core House adalah material yang apabila ada pengembangan Core House bisa mendukung. Industri local seharusnya dikembanhgkan untuk nantinya bisa menyediakan material-material yang bisa digunakan untuk mengembangan Core House itu tadi seperi gerabah. Ada juga Core House yang menyesuaikan iklim seperti sebuah Core House yang berada di daerah dengan suhu hangat akan disusun oleh atao yang mendukung pula. sebuah ruang yang bisa di kembangkan keatas. Kemudian Core Houseseharusnya tidak dipungut biaya kecuali tanah yang ditempati dan utilitasnya. atau industry/ yang lain. 8. Rumah-rumah ini dibangun sebagai bangunan yang utuh dengan menambahi dengan tambahan tempat tidur. kebelakang. 5. baik pengembangan kearah vertikal atau horizontal tetap berjalan. Sekelompok squatter ini pada faktanya dapat menjadi sumber yang sangat penting. 6. 7. dua buah ruang bagi sebuah keluarga yang sedang tumbuh. genteng. Perluasan dan pengembangan dari masing-masing Core House mengikuti rencana alternatif yang sebelumnya telah dipilih. atau ruangan lain untuk berternak. Core House tetap dibangun di banyak daerah termasuk didalamnya ada atap. Untuk dapat memutuskan maka harus ada salah satu atau lebih sebagai contoh Core House yang sudah dibangun dengan lengkap. Teknik pembangunan pada bangunan lokal. bukaan yang rendah agar angin bisa masuk. ruang kerja. termasuk yang terlihat di sekumpulan squatter akan menyarankan tipe dari Core House yang paling sesuai dengan mereka. pengembangan Core House ini bisa kedepan. kesamping. Di Jepang dimana rumah tradisionalnya terbuat dari kayu. Di iklim tropis. Contohnya: sebuah ruang kecil bagi keluarga di negara yang sangat miskin. Jadi. pendukung atap. Karen ajika membeli materialnya berada di lokasi yang jaug maka akan memakan biaya lagi. 8 . dapur.

Budiharjo dalam Susetyo (2002) mengatakan bahwa ada 5 (lima) jenis dan tingkat perbaikan yang dilakukan penghuni terhadap rumah mereka yaitu : a. Untuk menjadi sebuah hunian yang layak yang mampu mendukung aktifitas kehidupan sehari- hari. maka dari itu pengembangan malah justru disederhanakan saja tanpa terperangkap borosnya beaya untuk interiornya. Model RIT di Indonesia sifatnya seragam dan tidak mampu mengakomodasi kebutuhan penghuninya. penanaman tanaman di sekitarnya. Pertumbuhan rumah inti secara swadaya akan menghasilkan beragam bentuk. Jika samapi Core House tidak direncanakan sejak awal maka kemungkinan terburuknya adalah munculnya slum di daerah tersebut. serta ruang bermain. RIT merupakan jawaban dari permasalahan keterbatasan kemampuan Masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah dalam menjangkau harga Rumah sederhana sehat atau RSH (Kepmen Kimpraswil 403/KPTS/M/2002). Pinjaman uang juga harus tersedia guna mengembangkan interiornya dan harus ada dorongan dari pihak terkaitdalam hal ini pihak keduayang menyediakan Core House. Hubungan antara kualitas dari Core House yang sudah lengkap dengan pemilikannya sangat penting. CORE HOUSING IN INDONESIA Konsep rumah inti juga dipakai di Indonesia atau selama ini dikenal dengan istilah Rumah Inti Tumbuh (RIT). jumlah ruang dan ukuran). Di beberapa khasus dimana plumbing dan dapur menjadi salah satu pemakan biaya yang cukup besar.APPLYING THE CORE-HOUSING SCHEME Core House sebenarnya bukanlah sebuah pengganti bangunan bertingkat tinggi di kawasan yang padat. RIT merupakan rumah antara yang hanya memenuhi standar kebutuhan minimal rumah yaitu memiliki ruang paling sederhana berupa sebuah ruang tertutup dan sebuah ruang terbuka beratap serta fasilitas MCK. Merupakan perbaikan Sangat berat. Di Puerto Rico. Maka dari itu. rumah inti mengalami pertumbuhan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing penghuninya. bahan. RIT harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penghuni. Penting sekali untuk memastikan bahwa biaya dari Core House dan dari pengembangannya pada akhirnya selesai meskipun pengembangannya hanya sederhana. ketika perencanaan awal harus sudah matang betul rencana bagi layout dan penempatan rumahnya yang harus dikembangkan serta ketentuan bagi tanah yang ada. Core House yang sudah lengkap berdasarkan spesifikasi dari FHA selama 6 bulan kembangkan lagi oleh pemiliknya baik dikerjakan oleh pemiliknya sendiri atau oleh tukang. 9 . namun juga bisa ditemukan dinegara lain. Perombakan: perubahan struktur fisik rumah secara total (bentuk. Konsep rumah inti tidak hanya ada di Indonesia.

misalnya penambahan dapur. Merupakan perbaikan sedang. d. pengecatan dan sebagainya : dianggap tidak melakukan perbaikan. mengganti pintu yang lapuk. Merupakan perbaikan berat c.b. Penyempurnaan sebagian: Peningkatan mutu bahan sebagian rumah. kamar. misalnya peningkatan mutu bahan dinding atau lantai ruang tamu. Pemeliharaan: Usaha mengatasi berbagai kerusakan. Ekpansi (perluasan): perluasan kearah luar. Merupakan perbaikan ringan. 10 . e. Penyempurnaan: Peningkatan mutu bahan lantai. tanpa perubahan dan peningkatan mutu bahan misalnya menambal atap bocor. jumlah dan bentuk rumah. kamar mandi dan sebagainya. dinding dan atap secara menyeluruh tanpa mengubah jenis.

theguardian.ac.wikipedia.go.researchgate.com/world/2014/jul/23/caracas-tower-of-david-squatters-relocation https://en.org/wiki/Lustron_house https://core.pdf https://www.id/main/view/10066 11 .yesmagazine.net/publication/272357261_BAB_2_SEJARAH_DAN_KEBIJAKAN_PEMBAN GUNAN_PERUMAHAN_DI_INDONESIA http://www.uk/download/files/379/11722645.pu. DAFTAR PUSTAKA http://www.org/people-power/filipino-neighbors-fought-new-homes-won http://www.