You are on page 1of 16

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.

DI PUSAT PERAWATAN ANAK (PUSPA) SEHAT UNPAD

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXXIV


SUB BAGIAN KEPERAWATAN ANAK

DINDA NOVIYANTI 220112170045

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS KEPERAWATAN

2017

LAPORAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN. A
DI PUSAT PERAWATAN ANAK (PUSPA) SEHAT UNPAD

I. PENGKAJIAN
1. Identitas klien
Nama : An. A
Tgl lahir : 13 Oktober 2017
Umur : 1 tahun 1 bulan
Agama : Islam
Kultur : Sunda
Diagnosa medis :-
Tgl dikaji : 13 November 2017
No. Medrek :-
Nama ayah/ibu : Tn. A / Ny. S
Pekerjaan ayah/ibu : Wiraswasta / Wiraswasta
Pendidikan : S2 / S3

2. Keluhan Utama
Tidak ada

3. Riwayat Kesehatan sekarang


Klien tampak lincah, sehat, bersih

4. Riwayat Kehamilan dan Kelahiran


a. Prenatal
Tidak terkaji

b. Natal
Tidak terkaji

c. Post natal
Tidak terkaji

5. Riwayat Masa lalu


Tidak terkaji

6. Riwayat Keluarga
Menurut status anak di sekolah, di keluarga anak ada yang memiliki
penyakit asma, diabetes, hipertensi dan jantung.

7. Genogram
Keterangan :
= Meninggal
= Laki - Laki
= Perempuan
= Klien
= Orang yang tinggal serumah
= Anak

8. Riwayat sosial
Klien terlihat aktif dan terkadang main sama anak lainnya diruangan

9. Kebutuhan dasar
Kebutuhan Dasar Selama di Puspa
a. Makan dan Minum  Klien makan pagi dengan nasi, lauk pauk yang
dibawa dari rumah
 Pertengahan jam sebelum tidur klien minum
susu formula
 Makan siang dengan bubur bayi karena
biasanya tidak mau nasi
 Makan selingan biskuit
b. Istirahat Selama di Puspa Klien tidur siang kurang lebih 2
jam/hari
c. Eliminasi BAK  Klien belum melakukan toilet training, klien
masih menggunakan diapers
d. Eliminasi BAB  Selama hari pengkajian klien belum BAB
e. Personal hyigiene  Klien mandi sehari dua kali pada pagi hari di
rumah dan sore hari dengan bantuan perawat
di puspa, selalu keramas dan mengganti baju.
 Klien rutin potong kuku setiap kukunya
panjang, sekitar seminggu sekali.

10. Pemeriksaan fisik


Tanda tanda vital

Pengukuran Hasil Kesan


Kesadaran CM Normal
TD Tidak dikaji -
HR 82 x/menit Normal
RR 25x/menit Normal
S 36,9 oC Normal
a. Sitem Integumen
Warna kulit klien coklat sawo matang dan bersih, kulit kepala bersih,
distribusi rambut merata tidak tebal, halus dan tidak mudah dicabut, kuku
tangan dan kuku kaki pendek, tidak terdapat luka pada kulit, turgor kulit
kembali < 3 detik.
b. Sistem Penglihatan
Bentuk mata simetris, oedema orbita (-), penyebaran alis merata,
penyebaran bulu mata merata, sklera tidak ikterik, reflek mata baik
menutup secara spontan, pupil isokor, pergerakan bola mata ke semua
arah.
c. Sistem Pendengaran
Telinga bersih, serumen (-), indra pendengaran berfungsi dengan baik,
anak mampu menoleh ketika di panggil tidak ada benjolan dibelakang
telinga, tidak ada nyeri, tidak ada lesi.
d. Sistem Pernafasan
Bentuk hidung simetris, tidak ada gangguan pada penghiduan, tidak ada
sekret, tidak terdapat pernafasan cuping hidung, pergerakan dada dan
bentuk dada simetris, tidak ada luka pada dada, tidak terdapat deviasi
septum, tidak ada sianosis pada bibir dan jari tangan, irama napas teratur
e. Sitem Pencernaan
Bentuk bibir simetris, mukosa lembab dan tidak pecah pecah, kebersihan
gigi bagus, gigi atas ada 2 dan gigi bawah ada 3, lidah bersih, tidak
terdapat pembesaran tonsil, reflek menelan, tidak ada benjolan pada
abdomen, bentuk datar kontur lembut, tidak ada lesi dan distensi abdomen
(-), tidak teraba pembesaran hati dan limpa, muntah (-)
f. Sistem Kardiovaskuler
Konjungtiva tidak anemis, tidak terdapat peningkatan JVP, akral teraba
hangat, pulsasi denyut nadi teraba kuat dengan frekuensi 82x /menit
g. Sitem Perkemihan
Tidak ada distensi kandung kemih, tidak ada kelainan pada genitalia, tidak
ada keluhan, hematuria (-).
h. Sistem Endokrin
Tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid dan paratiroid
i. Sitem muskuloskeletal
- Ekstremitas Atas
Bentuk dan ukuran simetris, tidak terdapat deformitas ataupun
kontraktur sendi, kekuatan otot ekstremitas atas 5/5 kanan/kiri, kulit
dan kuku bersih, ROM ekstremitas atas kanan dan kiri bebas bergerak
ke segala arah.
- Ekstremiatas Bawah
Bentuk dan ukuran simetris,tidak terdapat deformitas ataupun
kontraktur sendi, kekuatan otot ekstremitas atas 5/5 kanan/kiri, kulit
dan kuku bersih, ROM ekstremitas atas kanan dan kiri bebas bergerak
ke segala arah, reflek babinski (+).

11. Pemeriksaan perkembangan


 Pertumbuhan (Antropometri)
Pengukuran Hasil
BB 9 kg
TB 69 cm
IMT 18.90
LK 41 cm
LLA 14 cm
LP 50 cm

 Status Gizi berdasarkan Z-Score


BB/U

BB 9kg usia 13 bulan yaitu berada pada Median

Normal (-2 SD sampai dengan 2 SD)

Kesimpulan BB/U status gizi : gizi Normal

TB/U
TB 69 cm, usia 13 bulan yaitu berada pada > -3 SD

Normal (-2 SD sampai dengan 2 SD)

Kesimpulan TB/U: pendek

IMT/U

IMT = 9 / (0,69)2= 18.90

18.90 yaitu berada pada > 1 SD

Normal (-2 SD sampai dengan 2 SD)

Kesimpulan IMT/U status gizi : gizi Normal


 Kebutuhan Gizi
Kebutuhan gizi dihitung menggunakan rumus Holliday segar karena status
gizi klien berada dalam kategori baik. Berdasarkan BB, penghitungan
kalori bisa menggunakan rumus Holliday Segar.

1. 0 – 10 Kg = 100 kcal x Kg BB
2. > 10 – 20 Kg = 1000 + ((BB – 10) x 50kcal)
3. > 20 Kg = 1500 + ((BB – 20) x 20 kcal)
Hitung kebutuhan karbohidrat, protein dan lemak (KH 40-55%, Lemak
30-35%, protein 9-15%).
Kebutuhan kalori = 100 kcal x Kg BB
= 100 x 9 kkal = 900 kkal

Kebutuhan karbohidrat perhari


Karbohidrat 40-55%
40-55% x 900 = 360 – 495

Kebutuhan protein perhari


Protein 9-15%
9-15% x 900 = 81 – 135

Kebutuhan lemak perhari


Karbohidrat 30-35%
30-35% x 900 = 270 - 315

Kebutuhan cairan

Kebutuhan cairan anak BB 9kg

BB 0 – 10 = 100ml / KgBB/ 24 jam

= 100 ml x 9 = 900

= 900 ml / 24jam

12. Pemeriksaan penunjang


Pemeriksaan Pertumbuhan dan perkembangan

Teori Temuan
Teori Perkembangan Psikoseksual (Sigmund Freud)
Tahap anal (usia 1-3 tahun / Anak belum dapat melakukan
toddler) toliet training, anak sopan santun
 Organ anus dan rectum tidak marah-marah, tidak buang air
merupakan sumber kenyamanan, kecil sembarangan karena masih
pelepasasan ketegangan dan menggunakan diapers.
pencapaian kepuasan pada anak
 Anak dituntut untuk
menyesuaikan diri dengan
tuntutan orang tua (lingkungan)
seperti hidup bersih, tidak
mengompol, tidak buang air kecil
sembaangan.
 Masa “toilet training” --- dapat
terjadi konflik
 Reaksi anak yaitu takut akan
kotoran, lekas marah, dan sopan
santun
 Gangguan pada tahap ini dapat
menimbulkan kepribadian
obsesif-kompulsif seperti keras
kepala, kikir, kejam dan
tempertantrum
Teori perkembangan Psikososial (Erik H Erickson )
Otonomi vs ragu-ragu dan malu Klien tidak merasa malu dengan
(autonomy vs shame & doubt) -- orang yang baru kenal , klien
todler (1-3 tahun) langsung mudah diajak
 Indikator positif : kontrol diri berkomunikasi dengan orang yang
tanpa kehilangan harga diri baru dikenal. Ketika akan mandi
 Indikator negatif : terpaksa klien ikut membantu membuka
membatasi diri atau terpaksa bajunya sendiri,
mengalah
 Anak mulai mengembangkan
kemandirian membuka dan
memakai baju, berjalan,
mengambil, makan sendiri, dan
ke toilet. Mulai terbentuk kontrol
diri.
 Jika kemandirian toddler tidak
didukung oleh orang tua,
mungkin anak memiliki
kepribadian yang ragu-ragu
 jika anak dibuat merasa buruk
pada saat melakukan kegagalan,
anak akan menjadi pemalu.
Teori perkembangan Kognitif Piaget (1952)
Fase sensorimotor (lahir – 2 tahun) Klien tertarik dengan lingkungan
Anak mulai tertarik dengan disekitarnya, ketika ada hal baru
lingkungannya atau barang baru klien tertarik dan
langsung menghampiri

Pemeriksaan Denver II

Usia anak

Tanggal pemeriksaan 2017 11 13

Tanggal lahir 2016 10 13 -

Usia 1 tahun 1 bulan 0 hari = 13 bulan

Personal-sosial

 Berusaha menggapai mainan P


 Makan Sendiri P
 Tepuk tangan P
 Menyatakan keinginan P
 Daag-daag dgn tangan P
 Main bola dgn pemeriksa NO
 Menirukan kegiatan P
Motorik halus- adatif

 Mengambil 2 kubus P
 Memegang dgn ibu jari dan jari P
 Membenturkan 2 kubus P
 Menaruh kubus dicangkir P
 Mencoret-coret P
 Ambil manik-manik ditunjukkan P

Bahasa

 Papa/mama tidak spesifik spesifik P


 Kombinasi label P
 mengoceh P
 papa mama spesifik P
 1 kata P
 2 kata P
 3 kata F

Motorik kasar

 Bangkit untuk berdiri P


 Bangkit terus duduk P
 Berdiri 2 detik P
 Berdiri sendiri P
 Membungkuk kmd berdiri P
 Berjalan dengan baik P
 Berjalan mundur F
Interpretasi

Tumbuh kembang anak normal sesuai dengan tugas perkembangan


usianya
13. Analisa Data
Data Analisa Data MasalahKeperawatan
DO : anak aktif bermain, suka Anak aktif bermain dan usia < Risiko cedera
coba hal baru yang pertama 12 tahun
kali dilihat sehingga perlu

pengawasan dari pengasuh
Resiko cedera
Usia anak < 12 tahun

14. Diagnosa keperawatan


Risiko cedera berhubugan dengan tumbuh kembang dan lingkungan
Potensial orang tua dalam meningkatkan kesehatan anak berdasarkan
tumbuh kembangnya.

II. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

NO Diagnosa Perencanaan
Tujuan Intervensi Rasional
1. Risiko cedera Setelah dilakukan 1. Identifikasi faktor – 1. Dapat mencegah
berhubugan tindakan faktor yang dapat atau mengurangi
dengan tumbuh keperawatan menyebabkan cedera
2. Mengurangi
kembang dan selama 1x24 jam cedera pada anak
2. Awasi anak pada risiko cedera
lingkungan anak dapat
saat makan, mandi, pada saat anak
Potensial orang bermain dengan
bermain dan beraktifitas.
tua dalam kriteria :
3. Lantai yang
eliminasi.
meningkatkan  Klien tidak
3. Berikan kering
kesehatan anak mengalami
perlindungan mengurangi
berdasarkan cedera saaat
ditempat yang resik anak untuk
tumbuh bermain
memungkinkan berjatuh saat
 Klien tidak
kembangnya.
terjadinya cedera bermain
mencederai
4. Menghindari
(lantai yang licin)
temannya
4. Masukan anak resiko jatuh pada
kedalam box tempat saat anak sedang
tidur ketika ia tidur tdur
5. Jauhkan anak – anak 5. Sumber yang
dari sumber api, dapat
sumber air panas membahayakan
6. Beri makanan yang
anak dapat
aman untuk usia
menyebabkan
anak
anak cedera
7. Berikan alat bermain
6. Mencegah risiko
yang aman bagi
keracunan
anak
makanan.
8. Jelaskan hal – hal
7. Pemberian alat
yang dapat
bermain yang
menimbulkan cedera
aman dapat
atau jatuh
mencegah
terjadinya cedera
pada anak
8. Memberikan
pemahaman bagi
anak supaya
anak dapat
menghindari hal
– hal yang akan
membuatnya
cedera

III. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

TGL IMPLEMENTASI EVALUASI PARAF


13-11-2017 1. Memberikan klien sarapan 1. Klien sulit untuk
sesuai bekal yang dibawa makan , hanya
orangtuanya sedikit-sedikit
2. Mengidentifikasi fakor-faktor 2. Bermain kubus
yang dapat menyebabkan yang suka
cedera pada anak. dilempar, jalan
3. Mengawasi klien bermain
belum terlalu
dengan teman-temannya
bisa terlalu jauh
4. Memberikan susu sebelum
3. Klien aktif
tidur
bermain dengan
5. Tidur
6. Memberikan makan siang per teman-temannya.
4. Klien
oral
7. Mengawasi anak ketika menghabiskan
bermain susu formula
8. Memandikan anak 5. Klien tidur di
9. Memberikan biskuit
box tempat tidur,
10. Mengawasi anak ketika
klien dapat tidur
bermain sambil menunggu
dengan nyenyak
dijemput
6. Klien makan
habis 1 porsi,
klien sesekali
menyuap
makannya
dengan sendiri
menggunakan
sendok.
7. Klien bermain
dengan hati hati.
8. Klien dapat ikut
membantu
membuka baju,
mandi dengan
bantuan dan
memakai baju
dengan bantuan
9. Klien dapat
makan sendiri
biskuit yang
diberikan.
10. Klien dapat
bermain dengan
hati – hati

IV. CATATAN PERKEMBANGAN

TGL CATATAN PERKEMBANGAN PARAF


13 -11 - 2017 S:
O : anak aktif bermain dengan teman-
temannya, usia anak < 12 tahun
A : risiko cedera
P:
 Identifikasi faktor – faktor yang dapat
menyebabkan cedera pada anak
 Awasi anak pada saat makan, mandi,
bermain dan eliminasi.
 Berikan perlindungan ditempat yang
memungkinkan terjadinya cedera (lantai
yang licin)
 Masukan anak kedalam box tempat tidur
ketika ia tidur
 Jauhkan anak – anak dari sumber api,
sumber air panas
 Beri makanan yang aman untuk usia
anak
 Berikan alat bermain yang aman bagi
anak
I:
 Mengidentifikasi faktor – faktor yang
dapat menyebabkan cedera pada anak
 Mengawasi anak pada saat makan,
mandi, bermain dan eliminasi.
 Memasukan anak kedalam box tempat
tidur ketika ia tidur
 Menjauhkan anak – anak dari sumber
api, sumber air panas
 Memberi makanan yang aman untuk
anak
 Memberikan alat bermain yang aman
bagi anak
E:
 Klien tidak mengalami cedera saaat bermain
 Klien tidak mencederai temannya
R: Lanjutkan intervensi

DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, Lynda Juall.2009. Diagnosis Keperawatan Aplikasi pd praktik klinis


Edisi 9. Halaman 284-291

Denver II Technical manual 1990. William K Frankenburg and Josiah B Dodds

Denver II Technical manual 1992. William K Frankenburg and Josiah B Dodds

Herdman, H, 2014. NANDA International, Inc. Nursing Diagnoses : Definitions


&Classification 2015-2017. India : Willwy

Kepmenkes RI.2010. Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak Nomor :


1995/Menkes/SK/XII/2010. Jakarta : Depkes RI
Nurarif & Hardhi.2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa
Medis dan NANDA NIC NOC Edisi Revisi Jilid 2. Yogyakarta:Mediactio

Wilkinson M. Judith., Ahern R. Nancy. 2011. Buku Saku Diagnosis Keperawatan


Edisi 9. Jakarta. EGC

Z Score WHO Child Growth Standart dan Kepmenkes RI. 2010. Standar
Antropometri Penilaian Status Gizi Anak Nomor:
1995/Menkes/SK/XII/2010