You are on page 1of 13

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PENYAKIT

GASTRITIS
A. Tinjauan Umum Penyakit Gastritis
1. Defenisi
Gastritis atau lebih dikenal sebagai maag berasal dari bahasa yunani
yaitu gastro, yang berarti perut/lambung dan itis yang berarti
inflamasi/peradangan. Gastritis adalah inflamasi dari mukosa lambung (Kapita
Selekta Kedokteran, Edisi Ketiga , 1999). Gastritis adalah segala radang
mukosa lambung. Gastritis merupakan suatu keadaan peradangan atau
perdarahan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronis, difus atau local
(Sylvia A Price, 2006).
Berdasarkan berbagai pendapat tokoh diatas, gastritis dapat juga
diartikan sebagai suatu proses inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa
lambung dan secara hispatologi dapat dibuktikan dengan adanya infiltrasi sel-
sel radang pada daerah tersebut. Gastritis bukan merupakan penyakit tunggal,
tetapi terbentuk dari beberapa kondisi yang kesemuanya itu mengakibatkan
peradangan pada lambung. Biasanya, peradangan tersebut merupakan akibat
dari infeksi oleh bakteri yang sama dengan bakteri yang dapat mengakibatkan
borok di lambung yaitu Helicobacter pylori. Peradangan ini mengakibatkan sel
darah putih menuju ke dinding lambung sebagai respon terjadinya kelainan
pada bagian tersebut.
2. Klasifikasi
Gastritis menurut jenisnya terbagi menjadi 2, yaitu: (David Ovedorf,
2002).
a. Gastritis akut
Disebabkan oleh mencerna asam atau alkali kuat yang dapat menyebabkan
mukosa menjadi gangren atau perforasi. Gastritis akut dibagi menjadi dua
garis besar yaitu :
1) Gastritis eksogen akut, biasanya disebabkan oleh faktor-faktor dari luar,
seperti bahan kimia. Misalnya lisol, alkohol, merokok, kafein lada,
steroid, mekanis iritasi bakterial, obat analgetik, anti inflamasi terutama
aspirin (aspirin yang dosis rendah sudah dapat menyebabkan erosi
mukosa lambung).

1

Gastritis ini merupakan kejadian biasa pada orang tua. dan merokok. Gastritis Akut Pengaruh efek samping obat-obat NSAIDs atau Non-Steroidal Anti Inflamatory Drug seperti aspirin juga dapat menimbulkan gastritis. Gastritis kronik tipe B lebih lazim. alkohol. dapat disebabkan oleh ulkus benigna atau maligna dari lambung. atau oleh bakteri Helicobacter pylory. kafein lada. Obat analgesik anti inflamasi nonsteroid (AINS) seperti aspirin. Anemia pernisiosa berkembang pada proses ini. adalah gastritis yang disebabkan oleh kelainan badan. b. Jika pemakaian obat-obat tersebut hanya sesekali maka kemungkinan terjadinya masalah lambung akan kecil. Tipe ini dikaitkan dengan infeksi Helicobacter pylori yang menimbulkan ulkus pada dinding lambung. Gastritis Akut Penyebabnya adalah stres psikologi. anti inflamasi terutama aspirin (aspirin yang dosis rendah sudah dapat menyebabkan erosi mukosa lambung). Tapi jika pemakaiannya dilakukan secara terus menerus atau pemakaian yang berlebihan dapat mengakibatkan 2 . 3. steroid dan digitalis. Gastritis Kronik Inflamasi lambung yang lama. makanan. Patofisiologi a. Etiologi Penyebab dari Gastritis dapat dibedakan sesuai dengan klasifikasinya sebagai berikut : a. Tipe ini dikaitkan dengan atropi dari kelenjar lambung dan penurunan mukosa. biasanya disebabkan oleh ulkus benigna atau maligna dari lambung Helicobacter pylori. Gastritis kronik dikelompokkan lagi dalam 2 tipe yaitu tipe A dan tipe B. 4. obat analgetik. ibuproven dan naproxen dapat menyebabkan peradangan pada lambung dengan cara mengurangi prostaglandin yang bertugas melindungi dinding lambung. Penurunan pada sekresi gastrik mempengaruhi produksi antibodi. b. Dikatakan gastritis kronik tipe A jika mampu menghasilkan imun sendiri. 2) Gastritis endogen akut. bahan kimia misalnya lisol. merokok. Gastritis Kronik Penyebab dan patogenesis pada umumnya belum diketahui. tapi di duga pada peminum alkohol.

Karena bahan-bahan tersebut bila terlalu sering kontak dengan dinding lambung akan memicu sekresi asam lambung berlebih sehingga dapat mengikis lapisan mukosa lambung. pylory. Hal ini dihubungkan dengan penyakit otoimun. Alkohol berlebih. seperti anemia pernisiosa dan terjadi pada fundus atau korpus dari lambung. terlalu sering memakan makanan yang mengandung nitrat (bahan pengawet) atau terlalu asam (cuka). Pylori termasuk bakteri yang tidak tahan asam. dan 3 . penggunaan obat-obatan dan alkohol. Sistem kekebalan tubuh akan merespon infeksi bakteri H. Kemudian stress psikologis maupun fisiologis yang lama dapat menyebabkan gastritis. Pemberian aspirin juga dapat menurunkan sekresi bikarbonat dan mukus oleh lambung. Mukosa tidak mampu lagi menahan asam berlebih menyebabkan edema lalu rusak b. namun bakteri jenis ini dapat mengamankan dirinya pada lapisan mukosa lambung. faktor diet seperti minum panas atau pedas. Tipe B (kadang disebut sebagai gastritis H. Tipe A (sering disebut sebagai gastritis autoimun) diakibatkan dari perubahan sel parietal. pylory) Ini dihubungkan dengan bakteri H. Iskemia mukosa lambung mengakibatkan peningkatan permeabilitas mukosa akibatnya terjadi difusi balik H+ ke dalam mukosa. Stress seperti syok. Pylori tersebut dengan mengirimkan butir-butir leukosit. selT-killer. gastritis dan peptic ulcer. Keberadaan bakteri ini dalam mukosa lambung menyebabkan lapisan lambung melemah dan rapuh sehingga asam lambung dapat menembus lapisan tersebut. H. dan trauma menyebabkan iskemia mukosa lambung. kafein seperti pada teh dan kopi serta kebiasaan merokok dapat memicu terjadinya gastritis. Dengan demikian baik asam lambung maupun bakteri menyebabkan luka atau tukak. sepsis. sehingga kemampuan faktor defensif terganggu. yang menimbulkan atropi dan infiltrasi sel. Gastritis Kronik Gastritis kronis dapat diklasifikasikan tipe A atau tipe B. merokok atau refluks isi usus kedalam lambung.

4 . tanda lebih lanjut yaitu anemia. 1996. Namun demikian semuanya tidak mampu melawan infeksi H. Nutrisi ekstra dikirim untuk menguatkan sel leukosit. Dalam beberapa hari gastritis dan bahkan tukak lambung akan terbentuk. 5. atau meninggi pada gastritis kronik yang berat. pasien biasanya mengeluh : 1) Nyeri ulu hati 2) Anorexia 3) Nausea 4) Anemia 6. Akan tetapi juga tidak bisa dibuang sehingga respons kekebalan terus meningkat dan tumbuh. biasanya asimtomatik. klien tidak mempunyai keluhan. pelawan infeksi lainnya. Kadar serum gastrin rendah atau normal. Manifestasi Klinis a. namun nutrisi itu juga merupakan sumber nutrisi bagi H. Pylori tersebut sebab tidak bisa menembus lapisan lambung. Polymorph mati dan mengeluarkan senyawa perusak radikal superoksida pada sel lapisan lambung. seperti di bawah ini : a. Akhirnya. Gastritis Kronik Pada tipe A. Nilai haemoglobin dan hematokrit untuk menentukan adanya anemia akibat perdarahan. keadaan epitel lambung semakin rusak sehingga terbentuk ulserasi superfisial dan bisa menyebabkan hemoragi (perdarahan). Namun pada gastritis tipe B. b. Pylori. b. Pemeriksaan Penunjang Adapun pemeriksaan penunjang gastritis menurut Hudak dan Gallo. Gastritis Akut 1) Anoreksia 2) Mual 3) Muntah 4) Nyeri epigastrum 5) Perdarahan saluran cerna pada Hematemasis melena.

Hasil yang positif dapat mengindikasikan terjadinya infeksi. Hal ini menunjukkan adanya pendarahan dalam lambung. Pemeriksaan asam lambung untuk mengetahui ada atau tidak peningkatan asam lambung f. Pemeriksaan feses tes ini untuk memeriksa apakah terdapat bakteri H. Pylori dalam feses atau tidak. Suatu tabung nasogastrik dimasukkan ke dalam lambung dan dilakukan aspirasi isi lambung puasa untuk dianalisis. c. penatalaksanaanya dapat dilakukan dengan (medis dan non medis). e.Elison (suatu tumor pankreas yang menyekresi gastrin dalam jumlah besar yang selanjutnya akan menyebabkan asiditas nyata). Pemberian obat-obat antasid atau obat-obat ulkus lambung yang lain (Soeparman. Tes darah dapat juga dilakukan untuk memeriksa anemia yang terjadi akibat perdarahan lambung karena gastritis. h. Analisis basal mengukur BAO( basal acid output) tanpa perangsangan. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap adanya darah dalam feses. Endoskopi dengan menggunakan gastrocopy untuk melihat kelainan mukosa lambung.1999) Pada gastritis. Pylori dalam darah. Pemeriksaan rontgen dengan sinar X barium untuk melihat kelainan mukosa lambung. d. Mengatasi atau menghindari penyebab apabila dapat dijumpai. g. 7. Uji ini bermanfaat untuk menegakkan diagnosis sindrom Zolinger. Penatalaksanaan Pengobatan gastritis meliputi : a. yaitu sebagai berikut: 1) Gastritis Akut 5 . Mengatasi kedaruratan medis yang terjadi. Hasil tes yang positif menunujukkan bahwa pasien pernah kontak dengan bakteri pada suatu waktu dalam hidupnya tapi itu tidak menunjukkan bahwa pasien tersebut terkena infeksi. b. Pemeriksaan darah untuk memeriksa apakah terdapat H. c. Analisa lambung tes ini untuk mengetahui sekresi asam dan merupakan tekhnik penting untuk menegakkan diagnosis penyakit lambung.

diet makan lunak diberikan sedikit tapi lebih sering. Dilaksanakan berdasarkan kaidah- kaidah keperawatan sebagai suatu profesi yang berdasarkan ilmu dan kiat 6 . Tinjauan Umum Tentang Asuhan keperawatan 1. Arief 1999) B. 2) Gastritis Kronik a) Dapat diatasi dengan memodifikasi diet pasien. i) Reaksi lambung diperlukan untuk mengatasi obstruksi polirus. b) Mengurangi stress c) H. c) Bila gejala menetap. d) Bila perdarahan terjadi. Pengertian Asuhan keperawatan merupakan proses atau rangkaian kegiatan pada praktik keperawatan yang diberikan secara langsung kepada klien/pasien di berbagai tatanan pelayanan kesehatan. g) Pembedahan darurat mungkin diperlukan untuk mengangkat gangren atau perforasi. h) Jika gastritis terjadi akibat menelan basa kuat. Perdarahan saluran cerna bagian atas berupa hematimesis dan melena yang dapat berakhir sebagai syok hemoragie. Komplikasi a. e) Untuk menetralisir asam gunakan antasida umum. anjurkan diet mengandung gizi.pylori diatasi dengan antibiotik (seperti tetraciklin ¼. lakukan penatalaksanaan untuk hemoragi saluran gastrofestinal. b) Bila pasien mampu makan melalui mulut. gunakan sari buah jeruk yang encer atau cuka yang di encerkan. a) Intruksikan pasien untuk menghindari alkohol. amoxillin) dan gram bismuth (pepto-bismol). Ulkus peptikum. f) Untuk menetralisir alkhali gunakan jus lemon encer atau cuka encer. perforasi dan anemia karena gangguan absorbsi vitamin B12 (Mansjoer. cairan perlu diberi secara parenteral. 8. b.

7 . a. Menurut Ali (1997) proses keperawatan adalah metode asuhan keperawatan yang ilmiah.dinamis. Membantu individu mengembangkan potensi untuk memelihara kesehatan secara optimal agar tidak tergantung pada orang lain dalam memelihara kesehatannya d.nutrisi. Membantu individu memperoleh derajat kesehatan yang optimal 3.di mulai dari pengkajian (pengumpulan data. kebutuhan rasa aman dan perlindungan. Memberi kebebasan pada klien untuk mendapat pelayanan yang optimal sesuai dengan kebutuhanya dalam kemandirianya di bidang kesehatan.cairan.analisis data.dan terus. 2. dan penilaian tindakan keperawatan. Tujuan asuhan keperawatan Adapun tujuan dalam pemberian asuhan keperawatan antara lain a. c. Mengajak individu atau masyarakat berpartisipasi dalam bidang kesehatan c. Fungsi proses keperawatan Proses Keperawatan berfungsi sebagai berikut. kebutuhan akan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri.bersifat humanistic. Memberikan pedoman dan bimbingan yang sistematis dan ilmiah bagi tenaga keperawatan dalam memecahkan masalah klien melalui asuhan keperawatan b. keperawatan. menerus serta berkesinambungan dalam rangka pemecahan masalah kesehatan pasien/klien. Asuhan keperawatan di berikan dalam upaya memenuhi kebutuhan klien.sistematis. Menurut A Maslow ada lima kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan fisiologis meliputi oksigen. Memberi ciri profesionalisasi asuhan keperawatan melalui pendekatan pemecahan masalah dan pendekatan komunikasi yang efektif dan efisien. pelaksanaan. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa asuhan keperawatan merupakan seluruh rangkaian proses keperawatan yang diberikan kepada pasien yang berkesinambungan dengan kiat-kiat keperawatan yang di mulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi dalam usaha memperbaiki ataupun memelihara derajat kesehatan yang optimal. Membantu individu untuk mandiri b. kebutuhan rasa cinta dan saling memiliki.dan penentuan masalah) diagnosis keperawatan.dan berdasarkan pada kebutuhan objektif klien untuk mengatasi masalah yang dihadapi klien.

kepala pusing.mental.4. mental.sosial dan spiritual serta faktor lingkungan yang mempengaruhinya. yaitu data yang diperoleh dari keluhan yang dirasakan pasien. yaitu data yang diperoleh melalui suatu pengukuran. dan pengamatan. Pengkajian Pengkajian adalah upaya mengumpulkan data secara lengkap dan sistematis untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah kesehatan dan keperawatan yang di hadapi pasien baik fisik. 3) Perumusan masalah Setelah analisa data dilakukan.yaitu pengumpulan data. misalnya suhu tubuh. tekanan darah.nyeri. Jenis data antara lain Data objektif. serta warna kulit. pemeriksaan.dan penentuan masalah kesehatan serta keperawatan. 1) Pengumpulan data Tujuan : Diperoleh data dan informasi mengenai masalah kesehatan yang ada pada pasien sehingga dapat ditentukan tindakan yang harus di ambil untuk mengatasi masalah tersebut yang menyangkut aspek fisik. sosial maupun spiritual dapat ditentukan. tahap ini mencakup tiga kegiatan. Data tersebut harus akurat dan mudah di analisis.analisis data. dapat dirumuskan beberapa masalah kesehatan. atau dari keluarga pasien/saksi lain misalnya.Data subjekyif. Tahap-tahap proses keperawatan a.dan mual. Adapun focus dalam pengumpulan data meliputi a) Status kesehatan sebelumnya dan sekarang b) Pola koping sebelumnya dan sekarang c) Fungsi status sebelumnya dan sekarang d) Respon terhadap terapi medis dan tindakan keperawatan e) Resiko untuk masalah potensial f) Hal-hal yang menjadi dorongan atau kekuatan klien 2) Analisa data Analisa data adalah kemampuan dalam mengembangkan kemampuan berpikir rasional sesuai dengan latar belakang ilmu pengetahuan. Masalah kesehatan tersebut ada yang dapat diintervensi dengan asuhan keperawatan (masalah keperawatan) 8 .

Rencana keperawatan Semua tindakan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu klien beralih dari status kesehatan saat ini kestatus kesehatan yang di uraikan dalam hasil yang di harapkan (Gordon. Merupakan pedoman tertulis untuk perawatan klien.atau masyarakat dalam transisi dari tingkat sejahtera tertentu ketingkat sejahtera yang lebih tinggi 5) Syndrom : diagnose yang terdiri dar kelompok diagnosa keperawatan actual dan resiko tinggi yang diperkirakan muncul/timbul karena suatu kejadian atau situasi tertentu.keluarga.1994). Perumusan diagnosa keperawatan : 1) Actual : menjelaskan masalah nyata saat ini sesuai dengan data klinik yang ditemukan. sedangkan segera mencakup waktu misalnya pada pasien stroke yang tidak sadar maka tindakan harus segera dilakukan untuk mencegah komplikasi yang lebih parah atau kematian. Selanjutnya disusun diagnosis keperawatan sesuai dengan prioritas. membatasi. mencegah dan merubah (Carpenito. yaitu : Keadaan yang mengancam kehidupan. 2) Resiko: menjelaskan masalah kesehatan nyata akan terjadi jika tidak di lakukan intervensi. 4) Wellness : keputusan klinik tentang keadaan individu. keadaan yang mengancam kesehatan. Prioritas masalah ditentukan berdasarkan criteria penting dan segera. persepsi tentang kesehatan dan keperawatan. c. Prioritas masalah juga dapat d itentukan berdasarkan hierarki kebutuhan menurut Maslow. 3) Kemungkinan : menjelaskan bahwa perlu adanya data tambahan untuk memastikan masalah keperawatan kemungkinan. b. tetapi ada juga yang tidak dan lebih memerlukan tindakan medis. Rencana perawatan terorganisasi sehingga setiap perawat dapat dengan cepat 9 . Penting mencakup kegawatan dan apabila tidak diatasi akan menimbulkan komplikasi. Diagnosa keperawatan Diagnosa keperawatan adalah suatu pernyataan yang menjelaskan respon manusia (status kesehatan atau resiko perubahan pola) dari individu atau kelompok dimana perawat secara akontabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga status kesehatan menurunkan.2000).

Rencana asuhan keperawatan tertulis mengatur pertukaran informasi oleh perawat dalam laporan pertukaran dinas. Tahap pelaksanaan dimulai dimulai setelah rencana tindakan disusun dan ditujukan pada nursing orders untuk membantu klien mencapai tujuan yang diharapkan. mengidentifikasi tindakan perawatan yang diberikan.dependen. Oleh karena itu rencana tindakan yang spesifik dilaksanakan untuk memodifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan klien.dan interdependen. semua perawat mempunyai kesempatan untuk memberikan asuhan yang berkualitas tinggi dan konsisten. Rencana perawatan tertulis juga mencakup kebutuhan klien jangka panjang(potter. Keberhasilan proses dapat dilihat 10 . Implementasi keperawatan Merupakan inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik. Tahap 3 : dokumentasi Pelaksanaan tindakan keperawatan harus diikuti oleh pencatatan yang lengkap dan akurat terhadap suatu kejadian dalam proses keperawatan. Adapun tahap-tahap dalam tindakan keperawatan adalah sebagai berikut : Tahap 1 : persiapan Tahap awal tindakan keperawatan ini menuntut perawat untuk mengevaluasi yang diindentifikasi pada tahap perencanaan. Rencana asuhan keperawatan yang di rumuskan dengan tepat memfasilitasi konyinuitas asuhan perawatan dari satu perawat ke perawat lainnya. Sebagai hasil.1997) d. Evaluasi Perencanaan evaluasi memuat criteria keberhasilan proses dan keberhasilan tindakan keperawatan. e. Tahap 2 : intervensi Focus tahap pelaksanaan tindakan perawatan adalah kegiatan dan pelaksanaan tindakan dari perencanaan untuk memenuhi kebutuhan fisik dan emosional. Pendekatan tindakan keperawatan meliputi tindakan : independen.

dengan jalan membandingkan antara proses dengan pedoman/rencana proses tersebut. f. 3) Setelah seorang perawat melakukan seluruh proses keperawatan dari pengkajian sampai dengan evaluasi kepada pasien.edukasi klien dan penggunaan rujukan untuk rencana pemulangan. b) Tujuan tercapai sebagian. Terdapat 3 kemungkinan hasil evaluasi yaitu : a) Tujuan tercapai. 2) Hasil tindakan keperawatan . Hasil evaluasi. c) Tujuan tidak tercapai. tindakan. apabila pasien telah menunjukan perbaikan/ kemajuan sesuai dengan criteria yang telah di tetapkan. analisis. Sasaran evaluasi adalah sebagai berikut 1) Proses asuhan keperawatan. Sedangkan keberhasilan tindakan dapat dilihat dengan membandingkan antara tingkat kemandirian pasien dalam kehidupan sehari-hari dan tingkat kemajuan kesehatan pasien dengan tujuan yang telah di rumuskan sebelumnya. apabila pasien tidak menunjukan perubahan/ kemajuan sama sekali bahkan timbul masalah baru. apabila tujuan itu tidak tercapai secara maksimal. Dokumentasi Keperawatan Dokumentasi adalah segala sesuatu yang tertulis atau tercetak yang dapat diandalkan sebagai catatan tentang bukti bagi individu yang berwenang (potter 2005). dan faktor-faktor lain yang tidak sesuai yang menjadi penyebab tidak tercapainya tujuan. Potter (2005) juga menjelaskan tentang tujuan dalam pendokumentasian yaitu : 1) Komunikasi Sebagai cara bagi tim kesehatan untuk mengkomunikasikan (menjelaskan) perawatan klien termasuk perawatan individual. sehingga perlu di cari penyebab dan cara mengatasinya. 2) Tagihan financial 11 . berdasarkan criteria/ rencana yang telah disusun.berdasarkan criteria keberhasilan yang telah di rumuskan dalam rencana evaluasi. diagnosa.seluruh tindakannya harus didokumentasikan dengan benar dalam dokumentasi keperawatan.dalam hal ini perawat perlu untuk mengkaji secara lebih mendalam apakah terdapat data.

Dokumentasi penting untuk meningkatkan efisiensi dan perawatan klien secara individual. 7) Dokumentasi legal Pendokumentasian yang akurat adalah salah satu pertahanan diri terbaik terhadap tuntutan yang berkaitan dengan asuhan keperawatan. 3) Edukasi Dengan catatan ini peserta didik belajar tentang pola yang harus ditemui dalm berbagai masalah kesehatan dan menjadi mampu untuk mengantisipasi tipe perawatan yang dibutuhkan klien. b) Keakuratan Catatan klien harus akurat sehingga dokumentasi yang tepat dapat dipertahankan klien. d) Keterkinian Memasukan data secara tepat waktu penting dalam perawatan bersama klien. Ada enam penting penting dalam dokumentasi keperawatan yaitu : a) Dasar factual Informasi tentang klien dan perawatannya harus berdasarkan fakta yaitu apa yang perawat lihat. 6) Audit dan pemantauan Tinjauan teratur tentang informasi pada catatan klienmemberi dasar untuk evaluasi tentang kualitas dan ketepatan perawatan yang diberikan dalam suatu institusi.dengar dan rasakan. c) Kelengkapan Informasi yang dimasukan dalam catatan harus lengkap. 5) Riset Perawat dapat menggunakan catatan klien selama studi riset untuk mengumpulkan informasi tentang faktor-faktor tertentu. mengandung informasi singkat tentang perawtan klien. 4) Pengkajian Catatan memberikan data yang digunakan perawat untuk mengidentifikasi dan mendukung diagnose keperawatan dan merencanakan intervensi yang sesuai. e) Organisasi 12 . Dokumentasi dapat menjelaskan sejauhmana lembaga perawatan mendapatkan ganti rugi (reimburse) atas pelayanan yang diberikan bagi klien.

Selain itu dokumentasi keperawatan juga dapat menggambarkan tentang kinerja seorang perawat.pengkajian dan intervensi perawat dan dokter. f) Kerahasiaan Informasi yang diberikan oleh seseorang keorang lain dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa informasi tersebut tidak akan dibocorkan. Perawat mengkomunikasikan informasi dalam format atau urutan yang logis. 13 . Contoh catatan secara teratur menggambarkan nyeri klien. Hal ini akan bermanfaat bagi peningkatan mutu pelayanan dan bahan pertimbangan dalam kenaikan jenjang karir/kenaikan pangkat. Melalui dokumentasi keperawatan akan dapat dilihat sejauh mana peran dan fungsi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien.