You are on page 1of 34

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang – Undang Dasar 1945 Pasal 28 B, bahwa
setiap orang berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta perlindungan dari
kekerasan dan diskriminasi. Pembangunan kesehatan adalah integral dari pembangunan
nasional. Untuk tercapainya keberhasilan pembangunan nasional tersebut diperlukan kebijakan
pembangunan kesehatan yang lebih dinamis dan proaktif dengan melibatkan semua sektor
terkait, pemerintah, swasta, dan masyarakat. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan
sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis (Undang – Undang Kesehatan
No 36 Tahun 2009), oleh karena itu pembangunan kesehatan merupakan bagian terpadu dari
pembangunan nasional yang antara lain untuk mencapai atau mewujudkan bangsa yang maju,
mandiri, sejahtera lahir dan batin melalui strategi paradigma sehat yang mengutamakan upaya
Promotif dan Preventif tanpa mengabaikan upaya Kuratif dan Rehabilitatif.
Puskesmas sebagai organisasi atau lembaga milik Pemerintah berperan sebagai ujung
tombak terdepan dalam melaksanakan pembangunan bidang kesehatan. Dalam menjalankan
fungsinya Puskesmas harus menerapkan fungsi managemen dengan sebaik-baiknya, karena
dalam organisasi Puskesmas terdapat sumber – sumber daya, program, sarana dan prasarana
yang sangat kompleks, yang mana bila tidak menjalankan managemen dengan baik akan timbul
banyak permasalahan-permasalahan yang akan mengganggu proses dalam mencapai tujuan.
Dalam proses pencapaian tujuan yang diinginkan Puskesmas harus melaksanakan Perencanaan,
Pengorganisasian, Pelaksanaan dan Penilaian (evaluasi) dengan sebaik-baiknya karena hanya
dengan cara tersebut suatu organiasai akan dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Profil Puskesmas Cebongan disusun dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada
Pembaca, Masyarakat atau relasi yang ingin mengetahui informasi secara lengkap mengenai
Puskesmas Cebongan. Profil Puskesmas Cebongan ini berisi tentang informasi mengenai sistem
Pelayanan, hasil kegiatan, fasilitas yang disediakan dan sebagainya.

1.2 TUJUAN
Profil Puskesmas Cebongan disusun dengan tujuan :

1
1. Untuk memberikan gambaran tentang Puskesmas Cebongan secara lengkap baik dari segi
sistem pelayanan, manajemen, fisik, program, kegiatan dan sebagainya.
2. Sebagai bahan masukan untuk evaluasi mengenai hal – hal yang perlu diperbaiki
3. Sebagai salah satu bahan “marketing” atau ajang promosi tentang produk yang dihasilkan di
Puskesmas Cebongan

BAB II
GAMBARAN UMUM PUSKESMAS CEBONGAN

2
2.1 DATA SITUASI UMUM
1. No Kode Puskesmas : P3373010103
2. Nama Puskesmas : Cebongan
3. Kecamatan : Argomulyo
4. Kota : Salatiga
5. Provinsi : Jawa Tengah

2.2 DATA WILAYAH


1. KONDISI
Puskesmas Cebongan merupakan Puskesmas yang terletak paling selatan dari Kota
Salatiga.Lokasi bertempat di Kelurahan Cebongan, Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga. Batas
wilayah Puskesmas Cebongan adalah :
Utara : Kelurahan Gendongan Kota Salatiga
Timur : Ds. Bener, Ds. Tegal Waton, Kabupaten Semarang
Selatan : Desa Patemon, Desa Karang Duren Kabupaten Semarang
Barat : Kelurahan Randuacir dan Kelurahan Tegalrejo Kota Salatiga
Puskesmas Cebongan pada Tahun 1994 bergabung dengan Kota Salatiga setelah
sebelumnya merupakan bagian dari Puskesmas di Kabupaten Semarang. Puskesmas
Cebongan Terdiri dari 4 wilayah, yaitu kelurahan Tingkir Tengah, Kelurahan Tingkir Lor,
Kelurahan Cebongan & Kelurahan Noborejo.
Pada Tahun 2005 dilakukan pelayanan tambahan di Puskesmas Cebongan yaitu IGD
24 Jam . Pada tahun 2007 ditambah layanan rawat inap dan dilakukan rewilayah kerja
Puskesmas menjadi 3 wilayah, yaitu Kelurahan Cebongan, Kelurahan Noborejo &
Kelurahan Ledok.
Wilayah kerja Puskesmas Cebongan terletak daerah bergelombang ( kelurahan Ledok
), daerah miring ± 25 % (Kelurahan Cebongan) dan Daerah datar ± 10 % (kelurahan
Noborejo ). Dengan ketinggian 450 – 825 diatas permukaan laut dan beriklim tropis
berhawa sejuk dan udara segar .

2. JUMLAH DESA/KELURAHAN
Memiliki 3 wilayah yaitu :
 Kelurahan Cebongan
 Kelurahan Noborejo
 Kelurahan Ledok

3. PETA WILAYAH

3
4. MORFOLOGI
Terleetak di daerah cekungan kaki gunung Merbabu dengan :
 Batas Wilayah
Utara : Kelurahan Gendongan
Timur : Ds. Bener, Ds Tegalwaton, Kelurahan Sidorejo Kidul
Selatan : Ds. Patemon, Ds. Karang Duren
Barat : Ds. Tetep, Kelurahan Tegalrejo

 Relief
Daerah Bergelombang : Kelurahan Ledok
Daerah Miring ± 25 % : Kelurahan Cebongan
Daerah Datar ± 10 % : Kelurhan Noborejo
 Ketinggian
Terdapat pada ketinggian 450-825 dpl
 IKLIM
Tropis dan berhawa segar

5. DATA PENDUDUK
Jumlah Penduduk wilayah kerja Puskesmas Cebongan 22.607 jiwa terdiri dari :
 Kelurahan Cebongan : 5.140 Jiwa
 Kelurahan Noborejo : 2.034 Jiwa
 Kelurahan Ledok : 11.065 Jiwa
Jumlah KK wilayah Puskesmas Cebongan 6.916 KK, terdiri dari :
 Kelurahan Cebongan : 1.460 KK
 Kelurahan Noborejo : 2.034 KK
 Kelurahan Ledok : 3.422 KK
4
6. PERAN SERTA MASYARAKAT
a. Jumlah Posyandu Balita : 37 Posyandu
b. Jumlah Pos Lansia : 21 Posyandu
c. Jumlah Dukun bayi : 4 orang terdiri dari :
 Kelurahan Cebongan : 1 orang
 Kelurahan Noborejo: 3 orang
d. Jumlah Kelurahan siaga : 3, masing – masing 1 di tiap kelurahan
e. Jumlah Posbindu : 3, masing – masing 1 di tiap kelurahan
f. Jumlah UKS SD : 14
g. Jumlah UKS TK : 18

h. Jumlah Kader Konselor Sebaya : 16 kader, terdiri dari :


 Poskestren Sunan Giri : 4 orang
 Poskestren Annida : 4 orang
 Poskestren Al Azhar : 4 orang
 SMU Kristen 2 : 4 orang

7. DENAH DAN SITEPLAN PUSKESMAS CEBONGAN

5
8. Visi, Misi dan Tujuan Puskesmas Cebongan
1. Visi
Masyarakat Puskesmas Cebongan yang sehat, Mandiri dan Berkeadilan
2. Misi
a. Memelihara dan meningkatkan kesehatan ibu, bayi, balita, keluarga dan
lingkungan secara optimal
b. Mendorong pembangunan yang berwawasan kesehatan
c. Meningkatkan status gizi masyarakat
d. Pemberdayaan masyarakat, swasta/LSM dan dunia usaha dalam bidang
kesehatan
e. Melindungi kesehatan masyarakat yang paripurna, merata, bermutu dan
berkeadilan
3. Tujuan
Tujuan pembangunan bidang kesehatan disesuaikan dengan misi renstra
kesehatan tahun 2012-2016 adalah sebagai berikut :
 Misi 1 : Memelihara dan meningkatkan kesehatan ibu, bayi, balita, keluarga
dan lingkungannya secara optimal, bertujuan :
1. menurunkan angka kematian ibu, bayi, balita
2. menurunkan angka kesakitan penyakit menular
3. meningkatkan surveillans penyakit tidak menular
4. meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan keluarga
 Misi 2 : Mendorong pembangunan yang berwawasan kesehatan, dengan
tujuan :
1. meningkatkan peran serta lintas sektor yang terkait dalam
pembangunan yang berwawasan kesehatan;
2. meningkatkan kualitas TTU, Tempat Pengolahan Makanan,
Industri, Institusi, TP Sampah, TP Pestisida
3. Meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan keluarga
 Misi 3 : meningkatkan status gizi masyarakat, bertujuan
1. Menurunkan prevalensi gizi buruk dan gizi kurang

 Misi 4 : Pemberdayaan masyarakat, swasta/LSM dan dunia usaha dalam


bidang kesehatan, bertujuan :
Meningkatkan kesadaran masyarakat, swasta/LSM dan dunia usaha
dalam bidang kesehatan
 Misi 5 : Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin
tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu,

6
dan berkeadilan, bertujuan :
Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan
menitikberatkan pada pelayanan prima

9. ORGANISASI
 Dalam menjalankan fungsinya, Puskesmas Cebongan melaksanakan Program Upaya
Kesehatan Masyarakat Essensial dan Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan.
Upaya Kesehatan Essensial meliputi :
a. Upaya Promosi Kesehatan dan UKS
b. Upaya Kesehatan Lingkungan
c. Upaya Pelayanan Gizi
d. Upaya Kesehatan Ibu Anak dan KB
e. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
f. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat

Dan melaksanakan upaya pengembangan, yaitu :


Upaya Kesehatan Kerja, meliputi :
a. Upaya Kesehatan Formal
b. Upaya Kesehatan Informal

7
 STRUKTUR ORGANISASI

8
ST R U K T U R O R G AN I SASI
U P T P U SK E SM AS CE B O N G AN
K E P A L A P U SK E S M AS
dr. N ur W ahyuni

UR U SAN T AT A U SAH A U R US AN D AT A D A N I N F O R M ASI U M U M D AN K E P E G AW AI AN K E P AL A R U M AH T AN G G A


B E N D AH AR A
S iti M ar diah Sinta D wi H I smainiwati Sapto W ahyudi

B E N D A H AR A R U T I N B E N D AH A R A SE T O R AN
Sar mo Slamet
J A R I N G AN P E L AY AN AN
P U SK E SM AS & J E J AR I N G U K P , K E F AR M ASI AN &
F ASI L I T A S P E L AY AN AN K E S E H AT AN L A B O R AT O R I U M
B E N D AH AR A J K N B E N D AH AR A B O P dr. R atih K usuma D wiyanti
dr. E irene M egawati Saap
D ewi Anggr aheni SK , S ST E ko E ndang P alupi

B E N D AH AR A B O K B E N D AH AR A B AR AN G P ONE D
J AR I N G A N P E L AY AN AN J E J AR I N G F ASI L I T AS N ur ul H usna Ar diani P E M E R I K SAA N UM U M
Sr i R ahayu, Skep, N s dr. E ir ene M egawati Saap
P U SK E S M AS P E L AY AN AN K E SE H AT A N dr. W ahyu D wi S
Sinta D wi H andayani
Agus Shocheh dr g. L istia D har mawidiati

K E SE H AT AN G I G I & M U L U T R AW AT I N AP
dr g. L ista D har mawidiati dr. W ahyu D wi S aptono
P US T U L E D O K
L astanto
U K M E SE N SI AL & K E P E R AW AT AN K E S E H AT AN I B U D AN K B
K E S E H AT AN M AS Y AR AK AT K E F A R M ASI A N
L ayly K urniasari
P U ST U N O B O R E J O dr.G aluh A jeng H endr asti E stiningsih Sr i W ,S.F ar m, Apt
W idodo
K E SE H AT AN AN AK & I M UN I SA SI L A B O R AT O R I U M
N ur ul Aini Sapto W ahyudi
P US T U R I N G I N AW E
Suwar P r iyono UK M E SE N S I AL UK M P E N G E M B AN G AN
dr. G aluh A jeng H endr asti dr. G aluh Ajeng H endr asti
G AW AT D AR UR AT SAN I T ASI
T B P AR U dr. W ahyu D wi Saptono C habib M aeda
P US K E SM AS K E L I L I N G
Sr i R ahayu, S.K ep,N er s
N i K adek Y udiwianti P R O M K E S D AN UK S
dr g. D esi R achmayanti
K E SE H AT AN K E R J A
dr. G aluh Ajeng H endrasti GI ZI R AD I O L O G I
D I AR E
P 3K Sr i H aryati N urul H usna Ar diani
Susilo W ar doyo
E r san K E SE H AT AN L I N G K U N G AN
M ujiatun

H I V /AI D S , I M S , VCT
P E N C E G A H AN & P E N G E N D AL I AN dr. R atih Vitha
P E N Y AK I T M ASY AR AK AT
N ovi Adriani
K U ST A
N ovi Adr iani
K I A-K B
W iwik S etyowati
DBD
M ujiatun
K E P E R AW AT AN K E SE H AT A N
M ASY AR AK AT
A gus Shocheh I SP A/P N E UM O N I A
U mdatun Anisak
G I Z I M ASY AR AK AT
Sr i H ar yati

9
 PROGRAM UNGGULAN
Program yang dimunculkan sebagai program unggulan Puskesmas Cebongan adalah ;
1. Usaha Kesehatan Kerja
Program ini diunggulkan karena kerjasama yang baik, bermutu dan saling
menguntungkan antara Puskesmas Cebongan dengan Lintas sektor dalam hal ini
Perusahaan swasta yang berada diwilayah kerja Puskesmas Cebongan.
Puskesmas Cebongan memiliki 6 (enam) UKK binaan, dimana sudah 2 (dua)
Perusahaan yang mendapat penghargaan dalam hal Kesehatan kerja yaitu PT
Daya Manunggal dan PT Unza VItalyz.
Pembinaan dilakukan melalui screening anemi pada ibu hamil dan menyusui,
ruang laktasi, pengadaan kegiatan kelas ibu hamil di Perusahaan, kegiatan
penyuluhan penyakit menular sexual dan non sexual, penyuluhan penyakit akibat
kerja, pembinaan kantin dan catering, pembinaan pengolahan limbah.
PENYULUHAN IMS, CA CERVIKS DAN PTM DI PT DAYA MANUNGGAL

PEMBINAAN KLINIK LAKTASI PT UNZA VITALYZ

10
KELAS IBU HAMIL PT DAYAMANUNGGAL

PEMBINAAN UKK PT DAYA MANUNGGAL

11
SCREENING KESEHATAN PT TRIPILAR

2. Deteksi Dini Tumbuh Kembang


Program diunggulkan karena adanya buku SMART dimana pada buku KIA ini
tercantum data – data ibu dan balita sejak masih dalam kandungan hingga anak
berusia 5 tahun. Selain itu program ini diampu oleh petugas yang terlatih dibidang
DDTK, dengan peralatan yang memadai sehingga pernah dikunjungi oleh 7 (tujuh)
Negara Asia pada tahun 2013

12
3. PONED, Penanganan Obstetri Neonatus Emergensi Dasar
Program ini diunggulkan karena Puskesmas memiliki tenaga PONED terlatih yang
terdiri dari Dokter, Bidan dan Perawat., memiliki peralatan yang memadai dan
ruangan yang strategis

13
BAB III
SITUASI DERAJAT KESEHATAN
Pencapaian Kinerja Program dan Kegiatan selama 5 (lima) tahun terangkum sebagai berikut :
Target
No. Indikator SPM 2010 2011 2012 2013 2014 2015
2015
Cakupan kunjungan ibu hamil
1 90% 92,9 96,61 95,44 93.46 96.77 95.23
K4
Cakupan komplikasi kebidanan
2 80% 90,72 77,28 42,12 100. 31.18 57,60
yang ditangani
Cakupan pertolongan persalinan
3 oleh tenaga kesehatan yang 90% 95,1 94,76 95,85 99.96 91.93 100
memiliki kompetensi kebidanan
4 Cakupan Pelayanan nifas 90% 96,14 95,2 95,85 96.36 91.93 100
Cakupan neonatus dengan
5 80% 100 28,37 12,21 96.82 18.09 18,42
komplikasi yang ditangani
6 Cakupan kunjungan bayi 90% 97,49 95,68 103,6 94.54 96.78 88,59
Desa/kelurahan Universal Child
7 100% 100 100 100 100 106.69 100
Immunization (UCI)
8 Cakupan pelayanan anak balita 90% 83,95 55,99 78,76 80.37 96.73 95,74
Cakupan pemberian makanan
9 pendamping ASI pada anak usia 100% 29,11 100 100 100 - 100
6-24 bulan keluarga miskin
Balita gizi buruk mendapat
10 100% 100 100 100 100 100 100
perawatan
Cakupan penjaringan kesehatan
11 100% 99,41 100 100 100 100 100
siswa SD & setingkat
12 Cakupan peserta aktif KB 70% 71,7 76,84 49,35 69.63 100 81,48
Cakupan penemuan &
13
penanganan penderita penyakit
Acute Flacid Paralysis (AFP)
1 2 5
a. rate per 100.000 2 kasus 2 kasus 0
kasus kasus kasus
penduduk <15 tahun
Penemuan penderita 29
b. 70% 52,2 41,81 33,28 44,4 23.33
pneumonia balita (angka)

14
Penemuan pasien baru TB 107,4 142,8
c. 70% 30,90 44,62 12 20,83
BTA (+) 1 9
Penderita DBD yang
d. 100% 100 100 100 100 100 15/100
ditangani
e. Penemuan penderita diare 90% 88,72 115,65 74,97 81.9 90,8

Target
No. Indikator SPM 2010 2011 2012 2013 2014 2015
2015

Cakupan Pelayanan Kesehatan


14 100% 86 77,3 79,21 86.02 36.86 100
Dasar Pesien Masyarakat Miskin

Cakupan Pelayanan Kesehatan 0,002


15 100% 4,53 7,26 17.15 4.46
Rujukan Pesien Miskin 9
Cakupan Pelayanan Gawat
Darurat Level 1 Yang Harus
16 100% 100 100 100 100 - 100
Diberikan Sarana Kesehatan (RS)
Di Kab/Kota
Cakupan Desa/Kelurahan
Mengalami KLB Yang Dilakukan
17 100% 100 100 100 100 100 -
Penyidikan Epidemiologi <24
Jam
Cakupan desa/kelurahan siaga
18 80% 100 100 100 100 100 100
aktif

15
SPM TAMBAHAN

No. Indikator SPM Target 2010 2011 2012 2013 2014 2015
1 Pelayanan Kesehatan Kerja
Cakupan pelayanan
a. kesehatan kerja pada 80% 100 100 100 60 100 100
pekerja formal
Cakupan pelayanan
b. kesehatan kerja pada 40% 100 100 100 30 100 60
pekerja informal
Pelayanan Kesehatan Usia
2
Lanjut
Cakupan Pelayanan
a. 70% 63,38 70,76 70 76.36 100 100
Kesehatan pra usia lanjut
Cakupan Pelayanan
b. 70% 71,60 70,92 72,29 72.29 100 100
Kesehatan usia lanjut
3 Pelayanan Gizi
Cakupan wanita usia subur
yang mendapatkan kapsul
a. - - - - - - -
yodium di daerah endemis
gaki
Pencegahan Dan
4 Pemberantasan Penyakit
HIV-AIDS
Donor darah diskrining
a. 100% 100 100 100 100
terhadap HIV-AIDS
Pencegahan Dan
5 Pemberantas Penyakit
Malaria
Penderita Malaria yang
a. 100% - - - 100 - -
diobati

16
Pencegahan dan
6
Pemberantasan Penyakit Kusta
Penderita Kusta yang
a. 100% - - - 100 100
selesai berobat (RFT rate)
Pencegahan dan
7 pemberantasan penyakit
filariasis
a. Kasus Filariasis Yang Di - -
100% - - - -
Tangani

CAPAIAN INDIKATOR MDG’s

Target
No. Indikator MDG’s 2010 2011 2012 2013 2014 2015
2015
Prevalensi Balita dengan BB
1 4,46 7,66 7,02 5,5 5,5 7.14
rendah
2 Prevalensi Balita Gizi Buruk 0,02 0,03 0,03 0,02 0,02 0.19
3 Prevalensi Balita Gizi Kurang 3,69 4,47 4,21 2,84 2,15 5.9
Proporsi Asupan kalori di
4 bawah tingkat komsumsi 8,5% na 14,47 na 6,89
minimum 1400 kkal
Proporsi Asupan kalori di
bawah tingkat komsumsi 35,32% na 61,86 72,31 32,55
minimum 2200 kkal
Angka Kematian Bayi per
5 7,4 9,6 9,12 11,38 15,9 0,4
1.000
Angka Kematian Balita per
6 7,7 10,27 9,17 12,49 17,15 - -
1.000
Proporsi Anak 1 tahun yang 105,1
7 97,1 95,1 95,5 103,8 100 100
diimunisasi campak 6
Angka Kematian Ibu per
8 70 3 kas 6 kas 2 kas 7 kas -
100.000
Proporsi kelahiran yang
9 98 97,71 98 95,85 99,9 100
ditolong nakes
Angka pemakaian kontrasepsi
10 69 71,7 70 90,63 77,5 73,19
pada perempuan 15 – 49 th
11 Tingkat kelahiran pada 7,6 10,6 10 9,4 8,23
remaja per 1.000 perempuan
17
15-19 tahun
12 Cakupan pelayanan K4 98 92,9 95 95 93 96.77 95.23
13 Prevalensi HIV <0,5 0,01 0,1 0,15 0,14
Penggunaan kondom pada
14 70% 20 35 36,4 43,26
hubungan sex resti
Proporsi penduduk 15-25
15 yang memiliki pengetahuan 100 40 73,2 67,38 78,37
komprehesnsif HIV dan AIDS

Proporsi penduduk terinveksi


16 100 31 100 94,2 95,3
HIV yang memiliki akses ARV
Angka kejadian TB per
17 88 85 93 93 335
100.000
Tingkat Prevalensi TB per
18 219 37 53 53 161
100.000
Tingkat kematian TB per
19 <1% 0 <1 0 0
100.000
Proporsi kasus TB yang
20 90 30,9 44,62 47,6 142,8
ditemuakan melalui DOTS
Proporsi TB yang
21 90 83,33 74,55 83 76,7
disembuhkan melalui DOTS
Angka penemuan malaria per
22 0 0 0,03 0 0,06
1.000
Angka kesakitan DBD per
23 35 91,2 7,4 13 31,7
100.000
24 Angka kematian DBD <1% 0 0 0 1,6%

18
BAB IV
SITUASI UPAYA KESEHATAN

4.1 UPAYA KESEHATAN IBU ANAK dan KB (KIA)


Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak meliputi pelayanan dan pemeriksaan kesehatan bagi : Ibu
hamil, ibu nifas, ibu menyusui, anak bayi dan balita melalui pendekatan MTBS dengan tujuan
menurunkan angka kesakitan dan kematian bagi ibu hamil, ibu melahirkan, ibu nifas, ibu
menyusui serta bayi dan balita.
Sasaran kegiatan KIA yaitu bayi, anak balita, anak pra sekolah, ibu hamil, ibu melahirkan, ibu
nifas/busui, pasangan usia subur dan ibu hamil beresiko tinggi.
Kegiatan yang dilakukan di KIA meiputi :
a. Pemeriksaan ibu hamil
b. Deteksi dini tumbuh kembang balita
c. Pencatatan dan pelaporan program kia
d. Pemeriksaan bayi dan balita
e. Penyuluhan kesehatan
f. Pengobatan sederhana
g. Imunisasi
h. Kunjungan rumah
i. Deteksi bumil resiko tinggi
j. Pelayanan KB
k. Posyandu

19
PROGRAM KB
Pengertian KB adalah perencanaan kehamilan sehingga kehamilan hanya terjadi pada waktu
yang di inginkan ,jarak antara kehamilan diperpanjang dan kelahiran selanjutnya dapat dicegah
apabila jumlah anak telah mencapai jumlah yang dikehendaki , untuk membina kesejahteraan
seluruh keluarga dengan sebaik- baiknya menuju norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
Tujuan KB yaitu :
 Meningkatkan penggunaan alat kontrasepsi yang efektif
 Menurunkan angka kelahiran bayi
 Menurunkan angka kematian ibu hamil
 Meningkatkan kesehatan masyarakat / keluarga dengan cara penjarangan kehamilan

Sasaran KB yaitu :
 Pasangan usia subur (PUS)
 Ibu yang mempunyai resiko tinggi
 Kegiatan KB
 Penyuluhan mengenai KB
 Pelayanan kontrasepsi
 Konsultasi keluarga berencana
 Pencatatan dan pelaporan

4.2 UPAYA PERBAIKAN GIZI


Upaya Perbaikan Gizi adalah Usaha keluarga untuk memperbaiki gizi keluarga yang dilaksanakan
oleh keluarga bersama masyarakat dengan bimbingan petugas Gizi. Upaya Perbaikan Gizi
merupakan bagian dari pembangunan untuk mencapai keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Kegiatan Upaya Perbaikan Gizi meliputi :
1. Penyuluhan tentang gizi kepada masyarakat melalui ibu- ibu yang datang ke
Puskesmas maupun yang datang ke posyandu.
2. Penimbangan berat badan bayi dan balita.
3. Peningkatan gizi dengan :
1) Pemberian Zat besi ibu hamil dan menyusui.
2) Pemberian makanan tambahan (MP-ASI).
3) Pemberian kapsul vitamin A pada bayi dan balita setiap bulan februari dan
Agustus.
4) Memonitor keadaan bayi dan balita serta ibu hamil lewat Puskesmas dan
Posyandu.
5) Pencatatan dan pelaporan.

20
Upaya perbaikan gizi masyarakat adalah merupakan suatu usaha untuk meningkatkan
keadaan gizi masyarakat. Adapun usaha yang telah dilakukan antara lain :
a. PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA
SKDN merupakan alat monitoring kegiatan penimbangan Balita yang
bertujuan untuk memantau keadaan gizi. Hal ini dapat dilakukan pada saat
Posyandu, dimana kegiatan posyandu ini dilakukan pada pagi ataupun sore hari.
b. PEMANTAU STATUS GIZI (PSG) BALITA
Pemantauan status gizi pada bayi/balita diperlukan untuk mengetahui
prevalensi kasus gizi buruk atau KEP pada suatu wilayah.. Dari hasil PSG ini dapat
diperoleh informasi mengenai status gizi , sehingga dapat dijadikan salah satu
indikator masalah kesehatan yang terjadi masyarakat.
c. DISTRIBUSI VITAMIN A PADA BAYI DAN BALITA
Kegiatan distribusi vitamin A Bayi/Balita dilakukan pada bulan Februari dan
Agustus setiap tahunnya.

d. MONITORING GARAM BERYODIUM


Tujuan umum dari kegiatan monitoring garam beryodium adalah
terlaksananya pemantauan untuk memperoleh gambaran berkala tentang cakupan
konsumsi garam beryodium yang memenuhi syarat layak komsumsi di masyarakat.
Kegiatan dilakukan melalui siswa sekolah dasar dan posyandu balita.

4.3 UPAYA PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR


Upaya Pencegahan dan Pemberantasan penyakit menular merupakan suatu usaha untuk
menghilangkan atau merubah cara berpindahnya penyakit menular atau infeksi. Program ini
bertujuan untuk mengurangi angka kesakitan (morbiditas) dan kematian Penduduk (mortalitas)
sehingga IMR menurun.
Upaya yang telah dilaksanakan yaitu:
1) Mengumpulkan data dan mengalisa data penyakit
2) Penyelidikan langsung kelapangan sumber penularan penyakit menular
3) Menyembuhkan penderita agar tidak menjadi sumber infeksi
4) Imunisasi
5) Penyuluhan kesehatan tentang pencegahan penyakit menular
6) Pemeriksaan laboratorium
7) Pelatihan kader – kader tentang penyakit menular
21
8) Kegiatan survey epidemiologi
Kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular ini meliputi:
A. PROGRAM IMUNISASI
Merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka pencegahan penyakit menular. Dilakukan
di posyandu balita dan di Puskesmas.

B. PROGRAM TB PARU
Merupakan program dalam rangka pemberantasan TB Paru yang merupakan penyakit
endemic di beberapa Negara berkembang. Kegiatannya meliputi pelacakan dan intervensi
penderita TB Paru, screening pada keluarga pasien, pemberian PMT tambahan bagi
penderita TB Paru dan kunjungan rumah

C. PROGRAM DIARE
Merupakan program dalam rangka pencegahan penyakit diare, penatalaksanaan
penyakit diare dan pencegahan kematian akibat diare pada bayi dan balita.

D. PROGRAM PNEUMONIA
Merupakan program menurunkan angka penyakit pneumonia sehingga dapat ditekan
angka kematian bayi dan balita akibat pneumoni.

E. PROGRAM KUSTA
Merupakan program yang bertujuan menurunkan angka penderita kusta. Kegiatannya
meliputi kunjungan rumah kontak Kusta, screening melingkar kusta dan pemberian PMT.

4.4 UPAYA PROMOSI KESEHATAN dan UKS


A. PROMOSI KESEHATAN
Promosi Kesehatan Puskesmas adalah Upaya Puskesmas melaksanakan
pemberdayaan kepada masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan
kesehatan setiap individu, keluarga serta lingkungannya secara mandiri agar berprilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Strategi utama promosi kesehatan adalah :
1. Pemberdayaan
2. Bina suasana
3. Advokasi

Adapun kegiatan yang telah dilakukan adalah :


1. Penyuluhan kesehatan individu, kelompok khusus dan masyarakat yang
mencangkup :
a. Penyuluhan PHBS
b. Penyuluhan KIA-KB

22
c. Penyuluhan Penyakit Menular dan Imunisasi
d. Penyuluhan Gizi
e. Penyuluhan Napza dan Kesehatan reproduksi
f. Penyuluhan Manajemen Posyandu
2. Memasang poster-poster di Puskesmas Induk, Pustu, Posyandu
3. Pembagian leaflet penyakit menular
4. Kegiatan penyuluhan pada lintas sektor
5. Pembinaan dan penyuluhan pada posyandu balita, posyandu lansia, kelurahan siaga
dan posbindu
6. Pembinaan dan penyuluhan pada perusahaan binaan diwilayah kerja Puskesmas
Cebongan

B. USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS)


Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang dilaksanakan Puskesmas Cebongan adalah :
1) Pendataan
Jumlah Sekolah Dasar : 13 SD dan 1 buah SDLB
2) Penjaringan
a. Pemeriksaan head to toe pada siswa SD kelas 1,2,3
b. Pemeriksaan Gigi
3) Imunisasi/BIAS
Pemberian imunisasi DT dan Campak pada siswa kelas I dan imunisasi TT pada
kelas II dan III

4) Penyuluhan pada SMP, SMA, Ponpes


Penyuluhan yang diberikan antara lain :
a. Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja
b. Penyuluhan Kesehatan lingkungan
c. Penyuluhan Gizi
d. Penyuluhan HIV Aids dan NAPZA
5) Pembinaan UKS, UKGS dan Dokter Kecil

4.5 UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN


Tujuannya untuk memperbaiki mutu lingkungan hidup yang dapat menjamin kesehatan
melalui kegiatan pencegahan penyakit dan pengawasan lingkungan. Kegiatan yang dilakukan
yaitu:
1. Pemeriksaan Tempat – tempat Umum (TTU )
2. Pemeriksaan Tempat Pengolahan Makanan (TPM )
3. Pemeriksaan kantin Sekolah
4. Pemeriksaan TP3 Pestisida
5. Penyediaan sarana air bersih dan jamban sehat
6. Penyehatan lingkungan pemukiman
7. Penyuluhan tentang kesehatan lingkungan
8. Pencatatan dan pelaporan

4.6 UPAYA KEPERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT

23
Adalah Upaya kesehatan masyarakat merupakan perpaduan antara keperawatan dan
kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta masyarakat secara aktif dan
mengutamakan pelayanan, peningkatan dan pencegahan secara berkesinambungan tanpa
melalaikan pelayanan pengobatan dan pemulihan , secara menyeluruh dan terpadu ,
ditujukan kepada individu, keluarga , kelompok serta masyarakat sebagai satu kesatuan utuh,
melalui proses keperawatan untuk meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara mandiri
dalam upaya kesehatan. Tujuannya meningkatkan derajat kesehatan dan kemampuan
masyarakat secara menyeluruh dalam memelihara kesehatan untuk mencapai derajat
kesehatan yang optimal.
Kegiatan Perkesmas yang dilaksanakan di Puskesmas Cebongan antara lain :
1. Kunjungan Keluarga Rawan terhadap masalah kesehatan,
Salah satu kegiatan adalah kunjungan pada penderita Ca Cerviks, sekaligus
penyuluhan kepada keluarganya untuk lebih memberi perhatian kepada penderita
sebagai salah satu bentuk motivasi untuk kesembuhannya.
2. Kunjungan Neonatal dan Ibu Nifas
Dengan tujuan dengan mengurangi angka kematian bayi, meningkatkan
cakupan ASI Eksklusif, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan bagi ibu bayi

3. Kunjungan Rumah Jiwa


Upaya kesehatan jiwa adalah upaya kesehatan secara khusus yang
dilaksanakan petugas Puskesmas dengan dukungan peran serta masyarakat dengan
menggunakan teknologi tepat guna. Tujuannya adalah tercapainya derajat kesehatan
jiwa yang optimal bagi seluruh masyarakat. Kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah
pengobatan pasien dan kunjungan rumah bagi pasien yang tidak tertib datang
berobat ke Puskesmas.
4. UPAYA KESEHATAN USIA LANJUT
Upaya kesehatan usia lanjut dilaksanakan untuk meningkatkan usia harapan
hidup bagi masyarakat Salatiga. Kegiatan yang sudah dilaksanakan meliputi
pembinaan posyandu lansia, kegiatan senam lansia, kegiatan tes kebugaran .
Puskesmas Cebongan memiliki 21 Posyandu Lansia binaan.
5. PEMERIKSAAN KESEHATAN CALON JEMAAH HAJI
Merupakan salah satu cara guna screening kesehatan bagi calon Jemaah haji
dengan tujuan meminimalkan penyebaran penyakit menular pada saat pelaksanaan
haji. Dilakukan 3 (tiga) hingga 4 (empat) bulan sebelum keberangakatan haji.
Pemeriksaan kesehatan meliputi general cek up kesehatan tes darah rutin, kimia
klinik, urine, ekg, roentgen thorax, pemeriksaan fisik, imunisasi meningitis dan
influenza.

24
4.7 UPAYA KESEHATAN PERSEORANGAN
A. Upaya Pelayanan Mutu Klinis
Adalah segala bentuk pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk
menghentikan perjalanan suatu penyakit pada seseorang. Tujuan pengobatan adalah
:
1) Mencegah kematian
2) Mencegah kematian
3) Mengurangi penderitaan pasien
4) Mencegah dan membatasi kecacatan
5) Melakukan status rujukan
Upaya pelayanan kesehatan ini yang telah dilaksanakan di Puskesmas
Salatiga berupa :
1) Pelayanan rawat jalan
2) Pelayanan keliling
Adapun kegiatan tersebut telah dilaksanakan di tingkat :
1) Puskesmas Induk
2) Puskesmas Pembantu
3) Posyandu

B. PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DAN PENUNJANG


Melaksanakan Pelayanan rujukan Lanjutan berupa :
b. Rujukan pasien umum
c. Rujukan pasien BPJS
d. Rujukan pasien Jamkesda
e. Rujukan pasien JPKM
Yang meliputi :
a. Penyakit umum
b. Ibu hamil resti
c. Gizi buruk
Pelayanan Penunjang berupa :
a. Laboratorium
b. Radiologi
c. EKG
C. PELAYANAN KEFARMASIAN
Pelayanan yang telah dilaksanakan berupa :
b. Pelayanan obat
c. Inventarisasi obat

25
d. Pencatatan dan pelaporan obat psikotropika
e. Konseling obat

4.8 UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN


UPAYA KESEHATAN KERJA
Kesehatan kerja merupakan kegiatan pengembangan Puskesmas dalam rangka
upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit serta kecelakaan yang berkaitan
dengan pekerjaan dan lingkungan kerja. Puskesmas Cebongan memiliki 3(tiga)
Perusahaan binaan yaitu PT Unzavitalyz, PT Daya Manunggal dan PT Tripilar Beton
Mas.
Kerjasama meliputi penyuluhan kesehatan pada ketiga perusahaan dan
pemeriksaan kesehatan karyawan pada PT Tripilar Beton Mas.

4.9 UPAYA PELAYANAN PENUNJANG KESEHATAN


A. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Pemeriksaan dilakukan secara efektif dan efisien untuk mendukung upaya
peningkatan kesehatan melalui penegakan diagnosa penyakit. Pemeriksaan
laboratorium yang bisa dilakukan adalah :
a. Darah Rutin
b. Widal
c. Kolesterol Total
d. Asam Urat
e. Gula Darah Puasa/ 2JPP

f. Gula Darah Sewaktu


g. Urine Rutin
h. Faeses Rutin
i. BTA

B. PEMERIKSAAN RADIOLOGI
Pemeriksaan dilakukan sesuai dengan kebutuhan penegakan diagnosa dengan
menerapkan prinsip ALARA as soon as reasonably yaitu pemeriksaan radiologi dengan
dosis seminimal mungkin yang dibutuhkan untuk menegakkan diagnosa. Pemeriksaan
yang dilakukan di Puskesmas Cebongan adalah :
a. Thorax
b. BNO
c. Cranium
d. Ekstremitas atas dan bawah
e. Pelvis
f. Vertebrae
C. EKG

26
Elektro Kardiografi merupakan pemeriksaan rekam irama jantung guna penegakan
diagnosa
D. PENCATATAN DAN PELAPORAN
Pencatatan dan pelaporan bertujuan untuk mengetahui suatu program yang telah
dilaksanakan sehingga mempermudah dalam penyusunan program selanjutnya dan
pertanggung jawaban kepada atasan.
Kegiatan yang dilakukan :
a. Mengadakan pencatatan dan pelaporan
b. Mencatat surat yang masuk dan keluar
c. Membuat grafik dan data kegiatan
d. Mencatat kunjungan pasien yang berobat
e. Melakukan laporan keuangan
f. Melakukan pencatatan pemakaian obat
Laporan tersebut terdiri dari :
a. Laporan bulanan
b. Laporan tahunan

BAB V
SUMBER DAYA KESEHATAN

5.1 SUMBER DAYA MANUSIA


Jumlah sumber daya manusia yang ada pada Puskesmas Cebongan Kota Salatiga per 31
Desember 2015 adalah sebanyak 64 orang yang dapat dibagi menurut golongan kerja,
tingkat jabatan dan latar belakang pendidikan. Pengklasifikasian tersebut dapat dilihat di
bawah ini.

27
Dari tabel diatas, bisa terlihat data sebagai berikut :
NO KETENAGAAN JUMLAH
1 Kepala Puskesmas 1
2 Dokter Umum 5
3 Dokter Gigi 2
4 Perawat Umum 15
5 Perawat Gigi 3
6 Bidan 11
7 Radiografer 2
8 Analis Kesehatan 3
9 Apoteker 1
10 Asisten Apoteker 2
11 HS 2
12 Nutrisionis 1
13 Rekam Medis 1
14 Staf Tata Usaha 5
15 Driver 1
16 Honorer 6
28
JUMLAH 64

29
5.2 Sarana Penunjang
Dalam rangka mendukung keberhasilan pencapaian tugas pokok dan
fungsi, Puskesmas Cebongan dilengkapi dengan sarana dan prasarana
berupa aktiva tanah dan bangunan, inventaris, kendaraan dinas serta
fasilitas perlengkapan lainnya, dapat digambarkan sebagai berikut:
No. Kelompok Barang Nilai (Rp.)
1 Tanah 311.202.000
2 Bangunan Tempat Kerja 4.589.839.270
3 Bangunan Tempat Tinggal 528.149.200
4 Kendaraan 647.302.500
5 Inventaris Kantor 454.366.703

TOTAL 1.945.609.673

Jumlah rumah dinas sebanyak 5 buah dengan rincian sebagai berikut :

No Lokasi Buah
1 Puskesmas Cebongan 3
2 Pustu Ledok 2

5.3 Pembiayaan
Pembiayaan kesehatan berasal dari APBD Kota Salatiga, Bantuan Operasional
Kesehatan (BOK), Dana Kapitasi dan APBN
5.4 Pemberdayaan
Pembangunan kesehatan di Puskesmas Cebongan melakukan pemberdayaan
Posyandu Balita, Posyandu Lansia, Kelurahan Siaga. Pondok Pesantren. Beberapa
penghargaan yang sudah diterima perusahaan dalam bidang kesehatan antara lain PT.
DAMATEX, PT. UNZA VITALIS.

30
5.5 Regulasi
Regulasi yang digunakan secara berjenjang dari Undang-Undang sampai dengan
keputusan Kepala Dinas Kesehatan.
5.6 Upaya Kesehatan
Upaya yang dilakukan dalam bentuk Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya
Kesehatan Masyarakat (UKM)

BAB VI
31
KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan dari data dasar dan pencapaian kegiatan Puskesmas
Cebongan yang dilaksanakan pada tahun 2015, dapat dismpulkan sebagai berikut :
1. Puskesmas Cebongan memiliki 3 (tiga) wilayah kelurahan yaitu Kelurahan Cebongan,
Kelurahan Ledok dan Kelirahan Noborejo dengan 3 (tiga) Pustu yaitu Pustu Noborejo,
Pustu Ledok dan Pustu Ringinawe
2. Sarana Kesehatan (bangunan) sudah memadai
3. SDM masih kurang karena Puskesmas Cebongan melayani IGD dan Rawat Inap, sehingga
membutuhkan lebih dari 5 (lima) orang dokter umum
4. Prasarana kesehatan (peralatan Kesehatan) sudah lengkap, masih perlu pengembangan
lagi untuk memaksimalkan pelayanan seperti penambahan alat EKG dan Dental Unit
5. Kunjungan pasien rawat jalan terdiri dari pasien umum, askes/bpjs, jamkesda
6. Program sudah berjalan dengan baik, dengan program unggulan UKK, DDTK, Poned
7. Program Gizi dan Imunisasi berjalan dengan baik
8. UKBM seperti Posyandu balita dan Posyandu Lansia sudah berjalan dengan baik

SARAN
1. Perlunya penambahan daya listrik karena dengan banyaknya alat kesehatan dan alat
elektronik yang terdapat pada Puskesmas Cebongan terkadang mengakibatkan aliran listrik
terputus karena kelebihan beban, agar vaksin yang terdapat dalam coldcain tidak rusak
2. Pelatihan manajemen bagi staf tata usaha agar pelayanan umum bisa berjalan tertib dan
teratur
3. Pelatihan kemampuan kompetensi bagi tenaga kesehatan guna peningkatan kualitas
pelayanan
4. Peningkatan kerjasama lintas sektoral baik ditingkat desa, kecamatan dan kota dalam rangka
penemuan kasus dan problem solving terhadap masalah kesehatan terutama tentang gizi
buruk, HIV-AIDS, penyakit menular dan penyakit tidak menular
5. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam mendukung program – program Puskesmas agar
tercapai Masyarakat Puskesmas Cebongan yang sehat, Mandiri dan Berkeadilan

PROFIL PUSKESMAS CEBONGAN

32
TAHUN 2015

33
34