Linguistik (IPA: /liŋ'gwistika/) adalah ilmu bahasa.

Tergantung sudut pandang, pendekatan seorang peneliti, maka ilmu linguistika seringkali digolongkan pada ilmu kognitif, psikologi dan antropologi. Kegiatan Belajar 1: Hakikat dan Ciri-ciri Bahasa Rangkuman Sesungguhnya, para penyelidik hingga saat ini masih belum mencapai kesepakatan tunggal tentang asal-usul bahasa. Diskusi tentang asal-usul bahasa sudah dimulai ratusan tahun lalu, Malahan masyarakat linguistik Perancis pada tahun 1866 sempat melarang mendiskusikan asal-usul bahasa. Menurut mereka mendiskusikan hal tersebut tidak bermanfaat, tidak ada artinya karena hanya bersifat spekulasi. Penelitian Antropologi telah membuktikan bahwa kebanyakan kebudayaan primitif meyakini keterlibatan Tuhan atau Dewa dalam permulaan sejarah berbahasa. Teori-teori ini dikenal dengan istilah divine origin (teori berdasarkan kedewaan/kepercayaan) pada pertengahan abad ke-18. Namun teori-teori tersebut tidak bertahan lama. Teori yang agak bertahan adalah Bow-wow theory, disebut juga onomatopoetic atau echoic theory Menurut teori ini kata-kata yang pertama kali adalah tiruan terhadap bunyi alami seperti nyanyian ombak, burung, sungai, suara guntur, dan sebagainya. Ada pula teori lain yang disebut Gesture theory yang menyatakan bahwa isyarat mendahului ujaran Teori-teori yang lahir dengan pendekatan modern tidak lagi menghubungkan Tuhan atau Dewa sebagai pencipta bahasa. Teori-teori tersebut lebih memfokuskan pada anugerah Tuhan kepada manusia sehingga dapat berbahasa. Para ahli Antropologi menyoroti asalusul bahasa dengan cara menghubungkannya dengan perkembangan manusia itu sendiri. Dari sudut pandang para antropolog disimpulkan bahwa manusia dan bahasa berkembang bersama. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia menjadi homo sapiens juga mempengaruhi perkembangan bahasanya. Dengan kata lain, kemampuan berbahasa pada manusia berkembang sejalan dengan proses evolusi manusia. Perkembangan otak manusia mengubah dia dari agak manusia menjadi manusia sesungguhnya. Hingga akalnya manusia mempunyai kemampuan berbicara. Pembicaraan tentang asal-usul bahasa dapat dibicarakan dari dua pendekatan, pendekatan tradisional dari modern para ahli dari beberapa disiplin ilmu masing-masing mengemukakan pandangannya dengan berbagai argumentasi. Diskusi tentang hal ini hingga sekarang belum menemukan kesepakatan, pendapat mana dan pendapat siapa yang paling tepat. Banyak definisi tentang konsep bahasa yang dinyatakan para ahli bahasa. Pada umumnya definisi tersebut berpendapat bahwa bahasa adalah alat komunikasi yang bersifat arbitrer dan konvensional, merupakan lambang bunyi. Hal inilah yang kemudian disebut sebagai ciri-ciri bahasa, yaitu (1) bahasa itu adalah sebuah sistem, (2) bahasa itu berwujud lambang, (3) bahasa itu berupa bunyi, (4) bahasa itu bersifat arbitrer, (5) bahasa itu bermakna, (6) bahasa itu bersifat konvensional, (7) bahasa itu bersifat unik, (8) bahasa itu bersifat universal, (9) bahasa itu bersifat produktif, (10) bahasa itu bervariasi, (11) bahasa itu bersifat dinamis, (12) bahasa itu bersifat manusiawi. Kegiatan Belajar 2: Hakikat Linguistik dan Cabang-cabang Linguistik Rangkuman

Bagi guru bahasa pengetahuan tentang seluruh subdisiplin linguistik fonologi. Hal ini melahirkan berbagai cabang linguistik. Sebagai sebuah gejala yang kompleks. Orang yang ahli dalam ilmu linguistik disebut linguis. Sebagai guru bahasa. Berdasarkan segi keluasan objek kajiannya. dan semantik) akan sangat diperlukan. Berdasarkan bagian-bagian bahasa mana yang dikaji. penulisan fonem tersebut. Seorang linguis dituntut untuk dapat menjelaskan berbagai gejala bahasa dan memprediksi gejala berikutnya. Istilah tersebut adalah langue. Bagi penyusun kamus. dan sebagainya. Linguistik akan sangat bermanfaat bagi mereka. morfologi. pengetahuan yang luas tentang linguistik tentu akan sangat membantu dalam menyelesaikan dan melaksanakan tugasnya. sintaksis. manusia yang sifatnya pembawaan. Langue ini akan muncul dalam bentuk parole. yaitu ujaran yang diucapkan atau yang didengar oleh kita. Parole inilah yang dapat diamati langsung oleh para linguis. Buku tersebut dianggap sebagai dasar linguistik modern. parole merupakan performance dari langue. Jadi. Ilmu linguistik sering juga disebut linguistik umum (general linguistic) karena tidak hanya mengkaji sebuah bahasa saja. Buku pelajaran yang akan disusun harus menggunakan kalimat yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa yang akan membaca buku tersebut. Di samping itu mereka harus mampu menyajikan materi dengan kosakata dan kalimat yang tepat sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. dan parole. Bagi linguis. maka yang menjadi objek dalam linguistik adalah hal-hal yang dapat diamati dari bahasa yakni parole dan yang melandasinya yaitu langue. Jika dikaitkan dengan istilah-istilah dari Ferdenand De Saussure. Pembawaan ini pun harus dikembangkan melalui stimulus-stimulus. dapat dibedakan adanya linguistik umum dan linguistik khusus. bahasa dapat diamati atau dikaji dari berbagai segi. Langue mengacu pada suatu sistem bahasa tertentu yang ada dalam benak seseorang yang disebut competence oleh Chomsky. Berdasarkan segi keluasan objek kajiannya. Kata linguistik berasal dari kata Latin lingua yang berarti bahasa. Ferdinand De Saussure seorang sarjana Swiss dianggap sebagai pelopor linguistik modern. pengetahuan tentang linguistik akan sangat membantu dalam menjalankan tugasnya. Bagi peneliti. Pengetahuan tentang linguistik akan menjadi bekal untuk melaksanakan tugas tersebut. kritikus. selain dituntut untuk mampu berbahasa dengan baik dan benar mereka juga dituntut untuk dapat menjelaskan masalah dan gejala-gejala bahasa. Sedangkan language adalah satu kemampuan berbahasa yang ada pada setiap. linguistik akan membantu mereka dalam memahami karyakarya sastra dengan lebih baik. language.Linguistik berarti ilmu bahasa. Penyusun kamus yang baik harus dapat memahami fonem-fonem bahasa yang akan dikamuskan. makna seluruh morfem yang akan dikamuskan. Para penyusur buku pelajaran tentu banyak membutuhkan konsep-konsep linguistik dalam benaknya. Beberapa istilah yang digunakan olehnya menjadi istilah yang digunakan dalam linguistik. dapat dibedakan adanya . dapat dibedakan adanya linguistik sinkronik dan diakronik. dan peminat sastra. Bukunya yang terkenal adalah Cours de linguistique generale (1916).

Studi preskriptif adalah studi yang pada prinsipnya ingin merumuskan aturan-aturan berbahasa yang benar. Berdasarkan alirannya. Kelompok Bloomfield menyebut teori ini mechanism. sedikit sekali pada sintaksis. . linguislik dapat diklasifikasikan atas linguistik tradisional.linguistik mikro dan makro yang sering juga diistilahkan dengan mikrolinguistik dan makrolinguistik. Akibatnya. dapat dibedakan antara linguistik teoritis dan linguistik terapan. Pike. linguistik generatif. linguistik trasformasional. linguistik struktural. Masing-masing aliran tersebut memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang bahasa sehingga melahirkan berbagai tata bahasa. Bloomfield berusaha rnenjadikan linguistik sebagai suatu ilmu yang besifat empiris. dan sama sekali tidak pada semantik. sebagai kebalikan dari mentalism. Sejak tahun 1930-an sampai akhir tahun 1950-an aliran linguistik yang paling berpengaruh adalah aliran struktural. sintaksis. satuan dasar dari sintaksis adalah tagmem (bahasa Yunani yang berarti susunan). Karena bunyi-bunyi ujaran merupakan fenomena yang dapat diamati langsung maka ujaran mendapatkan perhatian yang istimewa. Aliran tradisional telah melahirkan sekumpulan penjelasan dan aturan tata bahasa yang dipakai kurang lebih selama dua ratus tahun lalu. Buku tersebut terus diperbaiki oleh Chomsky sehingga terlahir buku kedua yang berjudul Aspect of the Theory of Sintax. Tokoh linguis dari Amerika yang dianggap berperan penting pada era ini adalah Bloomfield. Linguistik Bloomfield berbeda dari yang lain. Linguistik transformasi melahirkan tata bahasa Transformational Generative Grammar yang sering disebut dengan istilah tata bahasa transformasi atau tata babasa generatif. Tata bahasa tagmemik dipelopori oleh Kenneth L. Dia melandasi teorinya berdasarkan psikologi behaviorisme. Tagmem adalah korelasi antara fungsi gramatikal atau slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling dipertukarkan untuk mengisi slot tersebut. tata bahasa yang dilahirkan oleh aliran ini merupakan warisan dari studi preskriptif (abad ke 18). morfologi. Verhaar juga memasukkan pembahasan fonetik dan fonologi. Menurut para ahli sejarah. dan linguistik sistemik. Menurut aliran Ini. kaum strukturalis memberikan fokus perhatiannya pada fonologi. Menurut Behaviorisme ujaran dapat dijelaskan dengan kondisi-kondisi eksternal yang ada di sekitar kejadiannya. Di samping cabang-cabang linguistik di atas. morfologi. dan semantik sebagai cabang linguistik. Tokoh linguistik transformasi yang terkenal adalah Noam Comsky dengan bukunya Syntactic Structure (1957). Bukunya yang terkenal adalah Linguage in Relation to a United Theory of The Structure of Human Behaviour (1954). Berdasarkan tujuannya. linguistik relasional. Kegiatan Belajar 3: Aliran-aliran Linguistik Rangkuman Sejarah linguistik yang sangat panjang telah melahirkan berbagai aliran-aliran linguistik yang pada akhirnya mempengaruhi pengajaran bahasa.

Menurut teori semantik generatif. Daftar Pustaka • • • • • Alwasilah.M. Abdul. -------------.Chomsky menyatakan bahwa setiap tata bahasa dari suatu bahasa merupakan teori dari bahasa itu sendiri. Linguistik Umum. (1994). W. Jakarta: Rineka Cipta. struktur sintaksis dan semantik dapat diteliti bersamaan karena keduanya adalah satu. . Beberapa Madhab & Dikotomi Teori Linguistik. dan sebagainva. Dalam tata bahasa kasus dikenal istilah-istilah seperti agent (pelaku). Kedua konsep ini kiranya sejalan dengan konsep langue dan parole yang dikemukakan de Saussure. kala. Syarat tata bahasa menurutnya adalah: Pertama. keanggotaan. tata bahasa tersebut harus berbentuk sedemikian rupa sehingga satuan atau istilah yang digunakan tidak berdasarkan pada gejala bahasa tertentu saja. perbuatan. (1993). berupa ikatan tidak berkala antara predikat dengan seperangkat argumen dalam suatu proposisi. aspek. Hanya argumen dalam teori ini diberi label kasus. Bandung: Angkasa. sedangkan nomina sama dengan argumen dalam teori semantik generatif. goal (tujuan). Dalam bukunya ini Fillmore membagi kalimat atas (1) modalitas yang bisa berupa unsur negasi. Kedua. Pengertian kasus dalam teori ini adalah hubungan antara verba dengan nomina. dan performance. Chaedar. yang dikenai perbuatan). Menurut teori ini argumen adalah segala sesuatu yang dibicarakan. dan semuanya harus sejajar dengan teori linguistik tertentu (Chaer. Linguistik Suatu Pengantar. Chaer. kalimat yang dihasilkan oleh tata bahasa itu harus dapat diterima oleh pemakai bahwa tersebut sebagai kalimal yang wajar dan tidak dibuat-buat. Jadi. experiencer (pengalami). -------------. Charles J. dan adverbia. predikat adalah semua yang menunjukkan hubungan. Sedangkan performance adalah penggunaan suatu bahasa dalam keadaan real (situasi sesungguhnya). Fillmore dalam buku The Case for Case tahun 1968 yang pertama kali memperkenalkan tata bahasa kasus. (1993). dan (2) proposisi terdiri dari sebuah verba disertai dengan sejumlah kasus (Chaer. (1985). Verharr. Struktur semantik ini serupa dengan logika. object (objek. (1996). 1994). Hal ini tersimpan dalam benak para pengguna bahasa. Bandung: Angkasa. source (keadaan. 1994). Selain hal di atas konsep dari Chomsky yang populer hingga sekarang adalah istilah dan competence. Verba di sini sama dengan predikat. teori ini berusaha untuk menguraikannya lebih jauh sampai diperoleh predikat yang tidak dapat diuraikan lagi. dan referential (acuan). J. Competence adalah pengetahuan yang dimiliki pemakai bahasa mengenai bahasanya. Asas-Asas Linguistik Umum. waktu). dalam menganalisis sebuah kalimat. Yogyakarta: Gajah Mada University. Pengantar Linguistik Yogyakarta: Gajah Mada University. tempat. sifat.

comparative linguistics. linguistik didefinisikan sebagai berikut: “The scientific study of language and its structure. and structural linguistics.Gambaran Umum Ilmu Bahasa (Linguistik) Oleh: Deny A. Dalam The New Oxford Dictionary of English (2003). yaitu Universitas Indonesia dan Universitas Katolik Atma Jaya. 2. misalnya bangunan. Secara garis besar studi tentang bahasa dapat dibedakan antara (1) tata bahasa tradisional dan (2) linguistik modern. Tetapi mengenai hakikat bahasa – apakah bahasa mirip realitas atau tidak – mereka belum sepakat. Para filsuf tersebut sependapat bahwa bahasa adalah sistem tanda. kedokteran. dan Oxford University. Harvard University. Pendahuluan Dalam berbagai kamus umum. syntax. University of Edinburgh. bahkan sampai postdoctoral program telah banyak ditawarkan di universitas terkemuka. Specific branches of linguistics include sociolinguistics.” Program studi Ilmu Bahasa mulai jenjang S1 sampai S3. kesehatan. dialectology. dan sebagainya. 1 Tata Bahasa Tradisional Pada zaman Yunani para filsuf meneliti apa yang dimaksud dengan bahasa dan apa hakikat bahasa. II. paling tidak ada dua universitas yang membuka program S1 sampai S3 untuk ilmu bahasa. Plato berpendapat bahwa bahasa adalah physei atau mirip realitas. sedangkan Aristoteles mempunyai pendapat sebaliknya yaitu bahwa bahasa adalah thesei atau tidak . Di Indonesia. geografi. Dua filsuf besar yang pemikirannya terus berpengaruh sampai saat ini adalah Plato dan Aristoteles. Massachusett Institute of Technology (MIT). linguistik didefinisikan sebagai ‘ilmu bahasa’ atau ‘studi ilmiah mengenai bahasa’ (Matthews 1997). including the study of grammar. Dikatakan bahwa manusia hidup dalam tanda-tanda yang mencakup segala segi kehidupan manusia. computational linguistics. psycholinguistics. Sejarah Perkembangan Ilmu Bahasa Ilmu bahasa yang dipelajari saat ini bermula dari penelitian tentang bahasa sejak zaman Yunani (abad 6 SM). and phonetics. seperti University of California in Los Angeles (UCLA). Kwary I.

jender. Pandangan kaum anomalis mempengaruhi pengikut aliran Stoic. yakni nomina. Apa yang dewasa ini disebut "tata bahasa tradisional" atau " tata bahasa Yunani" . diatesis (voice) dan modus. Donatus (tahun 400 M) dan Priscian (tahun 500 M) juga membuat buku tata bahasa klasik dari bahasa Latin yang berpengaruh sampai ke abad pertengahan. Pandangan Plato bahwa bahasa mirip dengan realitas atau non-arbitrer diikuti oleh kaum naturalis. . Mereka membedakan adanya empat jenis kelas kata.mirip realitas kecuali onomatope dan lambang bunyi (sound symbolism). pandangan Aristoteles bahwa bahasa tidak mirip dengan realitas atau arbitrer diikuti oleh kaum konvensionalis. Para ahli tata bahasa Latin mengadopsi tata bahasa Yunani dalam meneliti bahasa Latin dan hanya melakukan sedikit modifikasi. Di kota itu dibangun perpustakaan besar yang menjadi pusat penelitian bahasa dan kesusastraan. verba. Salah seorang ahli bahasa bemama Dionysius Thrax (akhir abad 2 SM) merupakan orang pertama yang berhasil membuat aturan tata bahasa secara sistematis serta menambahkan kelas kata adverbia. Perbedaan pendapat ini juga merambah ke masalah keteraturan (regular) atau ketidakteraturan (irregular) dalam bahasa. walaupun mereka sebenarnya termasuk kaum analogis. pronomina dan preposisi terhadap empat kelas kata yang sudah dibuat oleh kaum Stoic. Pengaruh tata bahasa Yunani sampai ke kerajaan Romawi. Pada awal abad 3 SM studi bahasa dikembangkan di kota Alexandria yang merupakan koloni Yunani. Tata bahasa Latin dibuat atas dasar model tata bahasa Dionysius Thrax. Di samping itu sarjana ini juga berhasil mengklasifikasikan kata-kata bahasa Yunani menurut kasus. partisipel. Sebagai kaum analogis mereka mencari keteraturan dalam bahasa dan berhasil membangun pola infleksi bahasa Yunani. konjungsi dan artikel. sedangkan kaum anomalis yang berpendapat adanya ketidakteraturan dalam bahasa mewarisi pandangan kaum konvensionalis. Kaum Stoic lebih tertarik pada masalah asal mula bahasa secara filosofis. Para ahli dari kota itu yang disebut kaum Alexandrian meneruskan pekerjaan kaum Stoic. kala. Kelompok penganut pendapat adanya keteraturan bahasa adalah kaum analogis yang pandangannya tidak berbeda dengan kaum naturalis. karena kedua bahasa itu mirip. Dua ahli bahasa lainnya. penamaan itu tidak lain didasarkan pada hasil karya kaum Alexandrian ini. jumlah.

Tradisi tata bahasa Yunani-Latin berpengaruh ke bahasa-bahasa Eropa lainnya. Pada masa itu bahasa menjadi sarana dalam kesusastraan. antara lain dengan ditulisnya tata bahasa Irlandia (abad 7 M). yaitu bahasa kaum terpelajar. kemudian ke dalam bahasa Siria. Tata bahasa Sanskrit yang disusun ahli ini memiliki kelebihan di bidang fonetik. Keunggulan ini antara lain karena adanya keharusan untuk melafalkan dengan benar dan tepat doa dan nyanyian dalam kitab suci Weda. penelitian bahasa di Asia Selatan yang perlu diketahui adalah di India dengan ahli gramatikanya yang bemama Panini (abad 4 SM). Belanda. dan sebagainya. Sampai menjelang zaman Renaisans. Tugas utama tata bahasa adalah memberi petunjuk tentang pemakaian "bahasa yang baik" . Minat meneliti bahasa-bahasa di Eropa sebenarnya sudah dimulai sebelum zaman Renaisans. tata bahasa Eslandia (abad 12). dan bila menjadi objek penelitian di universitas tetap dalam kerangka tradisional. juga kepada bahasa-bahasa yang nonRoman seperti bahasa Inggris. Pada zaman Renaisans penelitian bahasa mulai berkembang ke bahasabahasa Roman (bahasa Prancis. Swedia. administrasi dan diplomasi internasional di Eropa Barat. dan sebagainya. bahasa yang diteliti adalah bahasa Yunani. dan Italia) yang dianggap berindukkan bahasa Latin. Tata bahasa Dionysius Thrax pada abad 5 diterjemahkan ke dalam bahasa Armenia. dan Latin. Pada masa Renaisans bahasa Latin menjadi sarana untuk memahami kesusastraan dan mengarang. Bahasa Latin mempunyai peran penting pada masa itu karena digunakan sebagai sarana dalam dunia pendidikan. . ragam percakapan. dan Denmark. Jerman. Selain di Eropa dan Asia Barat.Selama abad 13-15 bahasa Latin memegang peranan penting dalam dunia pendidikan di samping dalam agama Kristen. Tata bahasa dianggap sebagai seni berbicara dan menulis dengan benar. Pada masa itu gramatika tidak lain adalah teori tentang kelas kata. Spanyol. Tahun 1513 Erasmus mengarang tata bahasa Latin atas dasar tata bahasa yang disusun oleh Donatus. Petunjuk pemakaian "bahasa yang baik" ini adalah untuk menghindarkan terjadinya pemakaian unsur-unsur yang dapat "merusak" bahasa seperti kata serapan. Selanjutnya para ahli tata bahasa Arab menyerap tata bahasa Siria.

misalnya secara genetis dapat ditelusuri berasal dari bahasa Latin yang menurunkan bahasa Perancis. Slavis. 7. Objek penelitian adalah bahasa-bahasa yang dianggap mempunyai hubungan kekerabatan atau berasal dari satu induk bahasa. 10. Rumpun Sino-Tibet: bahasa Cina. 6.2. Etiopia. Melanesia. Rumpun Austro-Asiatik: bahasa Mon-Khmer. Jepang. Bahasa-bahasa dikelompokkan ke dalam keluarga bahasa atas dasar kemiripan fonologis dan morfologis. Gaulis. 2. Polinesia. Annam. Rumpun Dravida: bahasa Telugu. 8. Mongol. 3. Malayalam. Baltik. Indo-Iran. Rumpun Semito-Hamit: bahasa Arab. Tibeto-Burma. Bahasa-bahasa Roman. Rumpun Finno-Ugris: bahasa Ungar (Magyar). Beberapa rumpun bahasa yang berhasil direkonstruksikan sampai dewasa ini antara lain: 1. Munda. Rumpun Altai: bahasa Turki. dan Italia. 4. 2 Linguistik Modern 2. Thai. Kanari. Rumpun Paleo-Asiatis: bahasa-bahasa di Siberia. bahasa Bantu. Rumpun Chari-Nil. 5. Ibrani. maupun dalam pemerintahan atau pendidikan. Pada tahun 1870 itu para ahli bahasa dari kelompok Junggramatiker atau Neogrammarian berhasil menemukan cara untuk mengetahui hubungan kekerabatan antarbahasa berdasarkan metode komparatif. Dengan demikian dapat diperkirakan apakah bahasa-bahasa tertentu berasal dari bahasa moyang yang sama atau berasal dari bahasa proto yang sama sehingga secara genetis terdapat hubungan kekerabatan di antaranya. Keltik. Untuk mengetahui hubungan genetis di antara bahasa-bahasa dilakukan metode komparatif. Spanyol. 1 Linguistik Abad 19 Pada abad 19 bahasa Latin sudah tidak digunakan lagi dalam kehidupan sehari-hari. . Roman. 2. Rumpun Austronesia atau Melayu-Polinesia: bahasa Melayu. Samoyid. Rumpun Indo-Eropa: bahasa Jerman. Korea. Manchu. Palaung. Khoisan. 9. Armenia. Antara tahun 1820-1870 para ahli linguistik berhasil membangun hubungan sistematis di antara bahasa-bahasa Roman berdasarkan struktur fonologis dan morfologisnya. Tamil.

3) Pendekatan bersifat atomistis. 4) Penelitian teoretis sangat berkembang. 3) Tata bahasa merupakan bagian ilmu dengan pembidangan yang semakin rumit. Hokan Bahasa-bahasa lain seperti bahasa di Papua. tetapi juga kepada bahasa-bahasa yang ada di dunia seperti di Amerika (bahasa-bahasa Indian). dan Asia. . dan sejarah linguistik. Yang diteliti adalah hubungan kekerabatan dari bahasa-bahasa di Eropa untuk mengetahui bahasabahasa mana yang berasal dari induk yang sama. misalnya penelitian tentang kata tidak dihubungkan dengan frase atau kalimat.11. Bidang utama penelitian adalah linguistik historis komparatif. makro linguistik. Unsur bahasa yang diteliti tidak dihubungkan dengan unsur lainnya. 2) Pendekatan dalam meneliti bersifat strukturalistis. yang dalam bahasa Latin berbunyi causa menjadi chose dalam bahasa Perancis. Secara garis besar dapat dibedakan atas mikrolinguistik. Ciri-cirinya: 1) Penelitian meluas ke bahasa-bahasa di Amerika. Australia dan Kadai. 13. Maya Sioux. tetapi penelitian antardisiplin juga berkembang. Afrika. baik bahasa-bahasa Roman maupun nonRoman. 5) Otonomi ilmiah makin menonjol. Misalnya perubahan bunyi apa yang terjadi dari kata barang. Bahasa-bahasa Indian: bahasa Eskimo. Dalam metode komparatif itu diteliti perubahan bunyi kata-kata dari bahasa yang dianggap sebagai induk kepada bahasa yang dianggap sebagai keturunannya. 2. Afrika (bahasa-bahasa Afrika) dan Asia (bahasa-bahasa Papua dan bahasa banyak negara di Asia). 2 Linguistik Abad 20 Pada abad 20 penelitian bahasa tidak ditujukan kepada bahasa-bahasa Eropa saja. 12. Kaukasus Selatan. Ciri linguistik abad 19 sebagai berikut: Penelitian bahasa dilakukan terhadap bahasa-bahasa di Eropa. pada akhir abad 20 penelitian yang bersifat fungsionalis juga cukup menonjol. dan cosa dalam bahasa Italia dan Spanyol. 1) 2) Rumpun Kaukasus: bahasa Kaukasus Utara. 2.

(5) Bahasa formal maupun nonformal menjadi objek penelitian. Tulisan hanya merupakan sarana yang mewakili ujaran. Para ahli linguistik bertugas mendeskripsikan bagaimana orang berbicara dan menulis dalam bahasanya. yang lain juga berubah. . terdiri dari signifiant (penanda) dan signifie (petanda).6) Prinsip dalam meneliti adalah deskripsi dan sinkronis Keberhasilan kaum Junggramatiker merekonstruksi bahasa-bahasa proto di Eropa mempengaruhi pemikiran para ahli linguistik abad 20. Dalam strukturalisme bahasa dianggap sebagai sistem yang berkaitan (system of relation). Elemen-elemennya seperti kata. Hubungan sintagmatis ialah hubungan antarsatuan pembentuk sintagma dengan mempertentangkan suatu satuan dengan satuan lain yang mengikuti atau mendahului. penelitian dilakukan pada kurun waktu tertentu. Walaupun bahasa berkembang dan berubah. bila salah satu berubah. Beberapa pokok pemikiran Saussure: (1) Bahasa lisan lebih utama dari pada bahasa tulis. Hubungan asosiatif atau paradigmatis ialah hubungan antarsatuan bahasa dengan satuan lain karena ada kesamaan bentuk atau makna. bukan memberi keputusan bagaimana seseorang seharusnya berbicara. (8) Dibedakan antara hubungan asosiatif dan sintagmatis dalam bahasa. (4) Bahasa merupakan suatu sistem tanda yang bersisi dua. (7) Dibedakan antara bahasa sebagai sistem yang terdapat dalam akal budi pemakai bahasa dari suatu kelompok sosial (langue) dengan bahasa sebagai manifestasi setiap penuturnya (parole). (2) Linguistik bersifat deskriptif. bukan preskriptif seperti pada tata bahasa tradisional. antara lain Ferdinand de Saussure. (3) Penelitian bersifat sinkronis bukan diakronis seperti pada linguistik abad 19. Keduanya merupakan wujud yang tak terpisahkan. melainkan juga seorang tokoh gerakan strukturalisme. bunyi saling berkaitan dan bergantung dalam membentuk sistem tersebut. (6) Bahasa merupakan sebuah sistem relasi dan mempunyai struktur. Sarjana ini tidak hanya dikenal sebagai bapak linguistik modern.

tetapi Bloomfield berpendapat fonem merupakan satuan behavioral. Bloomfield (1887-1949). Edward Sapir (1884-1939). Di dalam buku tersebut terdapat uraian tentang fonetik. Dalam bukunya Language. Studi bahasa di Amerika pada abad 19 dipengaruhi oleh hasil kerja akademis para ahli Eropa dengan nama deskriptivisme. antara lain Language and the Study of Language (1867). Pemikiran Sapir berpengaruh pada pengikutnya. Pengikut Boas yang berpendidikan Amerika. Language (1921) sebagian besar mengenai tipologi bahasa. menganjurkan agar supaya para ahli linguistik Amerika mulai meneliti bahasa-bahasa orang Indian. yang melalui kuliah dan karyanya mendominasi dunia linguistik sampai akhir hayatnya. yakni stimulusresponse atau rangsangan-tanggapan. Sumbangan Sapir yang patut dicatat adalah mengenai klasifikasi bahasa-bahasa Indian. Sarjana ini mendapat pendidikan di Jerman. Bloomfield mempunyai pendapat yang bertentangan dengan Sapir. Tokoh linguistik lain yang juga ahli antropologi adalah Franz Boas (1858-1942). Bukunya. Orang Amerika banyak yang menaruh perhatian pada masalah bahasa. Thomas Jefferson. kategori makna dan proses gramatikal yang digunakan untuk mengungkapkan makna. Para ahli linguistik Amerika mempelajari bahasabahasa suku Indian secara deskriptif dengan cara menguraikan struktur bahasa. presiden Amerika yang ketiga (1801-1809). Seorang ahli linguistik Amerika bemama William Dwight Whitney (1827-1894) menulis sejumlah buku mengenai bahasa. Pada tahun 1933 sarjana ini menerbitkankan buku Language yang mengungkapkan pandangan behaviorismenya tentang fakta bahasa. Pada tahun 1914 Bloomfield menulis buku An Introduction to Linguistic Science. juga seorang ahli antropologi dinilai menghasilkan karya-karya yang sangat cemerlang di bidang fonologi.Gerakan strukturalisme dari Eropa ini berpengaruh sampai ke benua Amerika. Artikelnya juga banyak diterbitkan dalam jurnal Language yang didirikan oleh Linguistic Society of America tahun 1924. Teori ini dimanfaatkan oleh Skinner (1957) dari Universitas Harvard dalam pengajaran bahasa melalui teknik drill. Bloomfield dan pengikutnya . Pada tahun 1917 diterbitkan jurnal ilmiah berjudul International Journal of American Linguistics. Sapir berpendapat fonem sebagai satuan psikologis. tetapi menghabiskan waktu mengajar di negaranya sendiri. L. Karyanya berupa buku Handbook of American Indian languages (1911-1922) ditulis bersama sejumlah koleganya.

Elemen ini bersama elemen lain membentuk suatu satuan yang disebut tagmem. . Pada tahun 1968 sarjana ini mencetuskan teori extended standard theory. Tata bahasa lain yang memperlakukan bahasa sebagai sistem hubungan adalah tata bahasa stratifikasi yang dipelopori oleh S. Prosedur penelitiannya dipaparkan dalam bukunya Methods in Structural Linguistics (1951). yang kemudian disebut classical theory. teori transformasi dengan pokok pikiran kemampuan dan kinerja yang dicetuskannya melalui Aspects of the Theory of Syntax (1965) disebut standard theory. karena itu mereka disebut kaum strukturalisme dan pandangannya disebut strukturalis. Tata bahasa lainnya yang memperlakukan bahasa sebagai sistem unsur adalah tata bahasa tagmemik yang dipelopori oleh K. Dalam perkembangan selanjutnya. Selama kurun waktu itu kaum Bloomfieldian berusaha menulis tata bahasa deskriptif dari bahasa-bahasa yang belum memiliki aksara. teori ini disebut juga sintaksis generatif (generative syntax). dan wacana dengan cara yang sama dengan yang dilakukan terhadap analisis fonologis. Zellig Harris. Bloomfield beserta pengikutnya menguasai percaturan linguistik selama lebih dari 20 tahun. Bloomfield berpendapat fonologi. Menurut pendekatan ini setiap gatra diisi oleh sebuah elemen. Lamb. Ahli linguistik yang cukup produktif dalam membuat buku adalah Noam Chomsky. Sarjana inilah yang mencetuskan teori transformasi melalui bukunya Syntactic Structures (1957). Chomsky menulis buku generative semantics.melakukan penelitian atas dasar struktur bahasa yang diteliti. morfologi dan sintaksis merupakan bidang mandiri dan tidak berhubungan. sintaktis. Kaum Bloomfieldian telah berjasa meletakkan dasar-dasar bagi penelitian linguistik di masa setelah itu. Pike. Selanjutnya pada tahun 1970. Sarjana ini mencoba menghubungkan struktur morfologis. mengaplikasikan metode strukturalis ke dalam analisis segmen bahasa.M. Murid Sapir lainnya. dan tahun 1993 Minimalist program. tahun 1980 government and binding theory. Karena pendekatan teori ini secara sintaktis tanpa menyinggung makna (semantik).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful