You are on page 1of 18

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN BBLR

(Bayi Baru Lahir Rendah)

NAMA MAHASISWA:

IRFAN KURNIAWAN

G3A017311

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KESEHATAN DAN KEPERAWATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

2018

Berat : 2500 – 4000gram.5 ‘C. b. 2. elastis. bermukan merah. hampir transparan. Denyut Jantung : 110 – 160 x/m. Kulit Kelihatan lembut. Panjang : Ukuran bokong 31 – 55. bayi baru lahir normal (BBL) adalah bayi lahir cukup bulan dan sehat dengan berat antara 2500-3500 gram. Rektum = 35. fontanella minor 1 – 2 cm. c. B. cukup bulan. Menurut Depkes RI (2005) Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dengan berat lahir 2500-3500 gram. kepala sampai tumit 48 – 53 cm.5 – 37 ‘C. langsung menangis. vernik caseosa dan lanuno sedikit. Wong (2003) Bayi baru lahir normal adalah bayi lahir sampai usia 4 minggu. Suhu : Ketiak = 36. fontanella mayor 3 – 6 cm. Respirasi : 40 – 60 x/m. Pengertian 1. Menurut M. lembut. tidak ada kelainan kongenital (cacat bawaan) yang berat. a. Spesifikasi Bayi Baru Lahir Normal. LAPORAN PENDAHULUAN BAYI BARU LAHIR NORMAL A. Soleh Kosim (2007) Bayi baru lahir normal adalah berat lahir antara 2500-3500 gram. 3.5 – 37. tengkorak bertingkat. dengan usia gestasi 38-42 minggu. Menurut Dona L. Initial ukuran dan vital sign. secara sponton tanpa ada penyulit yang menyertai. Kepala Fleksi ke dada. . Jadi. halus. lahirnya biasanya dari usia gestasi antara 38-42 minggu.

pernafasan perut 40 – 60 x/m. Pendek dan lurus. j. tubuh fleksi dan kedua tangan menggenggam. bunyi jantung jelas dan teratur. Mata. tulang belakang lurus saat berbaring dan menapak pada posisi berbaring telungkup “seperti huruf C” punggung stabil dan tidak terjadi dislokasi. Leher. Telinga. k. i. PMI mungkin terlihat dari interkosta ke 4 kiri dan garis midklavikula. S2 pada puncak dan S2 lebih nyaring dari S1 di daerah pulmonal. lidah terletak digaris tengah mulut. Tangan dan kaki mempunyai ukuran. denyut jantung 110 – 160 x/m. g. ujung xipoie anterior menonjol pada puncak dari sudut iga. . terkadang payudara mengeluarkan sekret. dan mulut Bayi bernafas dengan hidung. dapat bersin dan menangis dengan kuat. Hidung. suara nafas jelas. sebentar lambat dangkal atau dalam dan cepat dengan periode apneu 6 – 15 detik. Lingkar kepala OB = 35 cm. Respon terhadap suara nyaring dengan terkejut. Perut. f. dengan memutar kepala dengan satu sisi lainnya. bronchovesikuler dan hipersonan. palatum lengkap. bayi yang dalam posisi duduk memperlihatkan kemampuan sementara waktu untuk menegakkan kepala. refleks isap baik. S1 lebih nyaring. tenggorokan. OK = 32 cm.d. respon terhadap cahaya langsung bereaksi. nyaring. h. OS = 34 cm.5 – 33 cm. tonus otot baik terutama ketahanan terhadap posisi fleksi yang berlawanan dan rentang penuh sendi utama. Dada dan paru Lingkar dada 30. frekuensi tidak teratur. diameter anterior posterior dan lateral adalah sama. bayi yang tiarap dapat menahan leher. Punggung dan ekstrimitas. membran timpani terlihat suram. Pupil berbentuk bulat. bentuk dan letak yang simetris. Jantung Mengikuti kecendrungan pernafasan. e.

Pencegahan hipotermia. d. pada permukaan perut terlihat permukaan vena. Rektum. l. Pencegahan infeksi. m. urin terlihat jernih. C. c. liver teraba kenyal. Pencegahan aspirasi. Asuhan pada Bayi Baru Lahir Pada waktu kelahiran. untuk mengajarkan orang tua bagaimana cara merawat . Perawatan Bayi Baru Lahir. refleks anus jelas. mekonium ada. tertis sudah dalam skrotum. B. adaptasi terjadi pada tubuh bayi baru lahir.  Rawat gabung dan ASI ekslusif yang adekuat. ujung umbilikal kering dan agak gelap. karena perubahan dramatis ini memerlukan pemantauan yang ketat untuk menentukan dan memberikan perawatan yang komprehensif pada bayi pada saat ia diruang rawat.  Pantau suhu bayi. 1 – 2 cm dibawah kosta iga kanan. Pada pria glans plenis ditutupi oleh kulit dimana terdapat saluran uretra. menonjol. Genetalia wanita dan pria.  Personal hygent. ujung tajam / halus.  Bersihkan sekresi dari mulut dan tenggorokan. a.  Perawatan yang steril. b. ginjal bisa dipalpasi dalam dengan menekan sekitar 1 – 2 cm diatas umbilikal.  Observasi vital sign dan keadaan umum.  Kurangi / hilangkan sumber-sumber kehilangan panas pada bayi. klitoris sudah agak tetutup. Pemenuhan nutrisi.  Tehnik menyusui yang baik. Lunak dengan bentuk silinder. Anus ada. Labia mayora menutup labia minora. ujung lien sepanjang pinggir dari sudut kuadran kiri atas.

warna. APGAR Score Skor 0 1 2 angka A: Appereance Pucat Badan Seluruh color merah. Pengkajian segara bayi baru lahir Penilaian segera kondisi bayi. 2) Menit ke-5. APGAR Score dilakukan pada saat : 1) Satu menit kelahiran yaitu untuk memberi kesempatan pada bayi untuk memulain perubahan. pucat/biru? Penilaian awal bayi baru lahir dengan menggunakan APGAR Score. frekuensi jantung.bayi mereka dan untuk memberi motivasi dalam upaya pasangan menjadi orang tua. sehingga orang tua menjadi percaya diri dan mantap. yaitu alat untuk mengkaji kondisi sesaat setelah bayi lahir meliputi 5 variabel yaitu pernafasan. 1. tonus otot dan iritabilitas refleks. (reaksi garekan batuk/ terhadap mimik bersin rangsangan) . ekstremitas (warna kulit) ekstremitas kemerah- biru merahan P: Pulse (heart Tidak ada Dibawah Diatas 100 rate) 100 Frekuensi jantung G: Grimace Tidak ada Sedikit Menangis. 3) Menit ke-10. Virginia Apgar (1950). yang dietmukan oleh Dr. yaitu : 1) Apakah bayi menangis kuat/bernafas tanpa kesulutan? 2) Apakah bayi bergerak dengan aktif/lemas? 3) Apakah warna kulit bayi kemerahan. Tabel.

Menangis (usaha nafas) tidak teratur kuat Jumlah Sumber : Sinopsis Obstetri hal. kontak kulit ibu dan bayi segara mungkin. Sebagian besar BBL akan menunjukan usaha pernafasan spontan dengan sedikit bantuan atau gangguan. Oleh karena itu. 2) Asfiksia ringan sedang (nilai APGAR 4-6) Memerlukan resusitasi dan pemberian oksigen sampai bayi dapat bernafas normal kembali.5% dengan dosis 2. Asuhan segara pada bayi baru lahir meliputi : a. diberikan via vena umbilikus. 120 Klasifikasi klinik nilai APGAR 1) Asfiksia berat (nilai APGAR 0-3) Memerlukan resusitasi secara aktif dan pemberian oksigen terkendali karena selalu disertai asidosis. penting diperhatikan dalam memberikan asuhan segera yaitu jaga bayi agar tetap kering dan hangat. 2) Barsihkan lendir/darah dari wajah dengan kain bersih dan kering/kassa.4 ml/kg BB dan cairan glukosa 40% 1-2 ml/kg BB. 5) 2. 4) Bayi normal dengan nilai APGAR 10. Membersihkan jalan nafas 1) Sambil menilai pernafasan secara cepat letakkan bayi dengan handuk diatas perut ibu. A: Activity Lumpuh Ekstremitas Gerakan (tonus otot) dalam fleksi aktif sedikit R: Respiration Tidak ada Lemah. . 3) Bayi normal atau asfiksia sedikit (nilai APGAR 7-9). maka perlu diberikan natrikus bikarbonas 7. Asuhan segera bayi baru lahir Adalah asuhan yang diberikan pada bayi baru lahir selama satu jam pertama setelah kelahiran.

5) Gunakan benang tali pusat atau klem penjepit tali pusat yang didesinfeksi tingkat tinggi atau steril. Perawatan tali pusat Mengikat tali pusat dengan cara. 3) Bersihkan hidung. kunci ikatan tali ousat dengan simpul mati atau kuncikan plastik penjepit tali pusat. 3) Keringkan tangan dengan menggunakan handuk atau kain bersih dan kering. 3) Memantau usaha nafas yang pertama dengan mencatatnya. lakukan : 1) Letakkan bayi pada posisi terlentang ditempat yang keras dan hangat. 3) Periksa ulang pernafasan. 2) Segera lakukan usaha menghisap mulut dan hidung. 4) Warna kulit. rongga hidung dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus kasa steril. adanya cairan/mekonium dalam hidung atau mulut harus diperhatikan. b. 2) Gulung sepotong kain dan letakkan dibawah bahu sehingga leher bayi ekstensi.5% untuk membersihkan darah dan sekresi tubuh lain. Penghisapan lendir 1) Gunakan alat penhisap lendir (De Lee)atau alat lain yang steril sediakan juga tabung oksigen dan selangnya. 2) Bilas tangan dengan air desinfeksi tingkat tinngi. sebagai berikut : 1) Mencelupkan tangan yang menggunakan sarung tangankelarutan klorin 0. 4) Letakkan bayi yang terbungkus diatas permukaan yang bersih dan hangat. 4) Bayi akan segera menangis 30 detik pertama setelah lahir. 4) Tepuk kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar. Jika bayi tidak dapat menangis spontan. .

mengeringkan dengan cara menyeka tubuh bayi dengan kain bersih. 4) Anjurkan ibu untuk memeluk dan menghangatkan bayi. Sebelum penolong meninggalkan ibu harus melakukan pemeriksaan dan penilaian ada tidak masalah kesehatan terutama pada : . 5) Melakukan penimbangan setelah bayi menggukan pakaian. Pemantauan 2 jam pertama meliputi : 1) Kemampuan menghisap kuat/lemah. karena kain yang basah dapat menyerap panas pada bayi. mengidentifikasi masalah kesehatan BBL yang memerlukan perhatian keluarga. Asuhan BBL 1-24 jam pertama a. b. 3. selimut atau kain yang basah. 2) Bayi tampak aktif atau lunglai. 2) Selimuti bayi dengan selimut/kain bersih dan hangat.5%. penolong persalinan dan tindak lanjut petugas kesehatan. Mempertahankan suhu tubuh Mencegah terjadinya kehilangan panas melalui cara berikut ini : 1) keringkan bayi dengan seksama pastikan tubuh bayi dikeringkan segera setelah lahir untuk mencegah kehilangan panas yang disebabkan oleh evaporasi cairan ketuban ditubuh bayi. c. 3) Bayi kemerahan/biru. Tujuan Mengetahui aktifitas bayi normal atau tidak. pastikan bagian kepala tertutup. 7) Selimuti bayi dengan kain bersih dan kering. 6) Tempatkan bayi pada lingkungan yang hangat. Mengganti handuk. 3) Selimuti bagian kepala bayi. 6) Lepaskan klem penjepit logam dan letakkan didalam larutan klorin 0. karena bagian kepala bayi memiliki permukaan yang relatif luas akan cepat kehilangan panas jika tidak ditutup.

warna dan aktivitasnya dilanjutkan untuk diamati. Gangguan pernafasan. 4) Jika ditemukan faktor/masalah. tanggal lahir dan nomor identifikasi berat badan. dan tidak mudah lepas. 5) Rekam hasil pengamatan. cari bantuan lebih lanjut jika diperlukan. c.Nomor lahir . Pengkajian refleks fisiologis bayi a. 2) Harus tercantum pada alat identifikasi. b. Bayi cukup bulan/normal 1 Kg/hari peral selama 3 hari. Mengidentifikasi BBL 1) Peralatan identifikasi bayi harus selalu tersedia. linkar perut. dimulai dari kepala dan diterukan secara sistematik menuju kaki.Nama (bayi. lingkar kepala. d. harus kebal air. seperti : . Lakukan pemeriksaan fisik dengan cara : 1) Gunakan tempat yang hangat dan bersih. 3) Lihat. tepinya harus lembut tidak melukai.5oC dan membungkus bayi dengan kain kering dan hangat kepala bayi harus ditutup.5-1 mg per perenteral/IM. Bayi berisiko 0. Pertahankan suhu tubuh bayi dengan tidak memandikan minimal 6 jam atau minimal suhu 36.Tanggal lahir . panjang badan. Pemberian vitamin K diberikan untuk mencegah perdarahan yang bisa muncul karena protombin rendah pada hari-hari pertama kehidupan bayi. gunakan sarung tangan dan bertindak lembut. 4. 2) Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan. Mata .Jenis kelamin 3) Disetiap tempat tidur harus dicantumkan nama. ibunya) . a. tidak mudah sobek. dengar dan rasakan tiap-tiap daerah. dan catat juga direkam medik. e.

Jika tidak ada maka menunjukan adanya kerusakan saraf cranial. biasanya ada setelah hari pertama lahir. 4) Muntah Stimulasi terhadap faring posterior terhadap makanan. b. 3) Menguap Respon spontan terhadap penurunan oksigen dengan meningkatkan jumlah udara inspirasi. ketukan halus pada glabela (bagian dahi diantara dua iris mata) menyebabkan mata tertutup rapat. 2) Rooting Menyentuh dan menekan dagu sepanjang sisi mulut akan menyebabkan bayi membalikan kepala kaarah sisi tersebut dan mulai menghisap. Pupil kontriksi saat diarahkan sinar kepadanya. Bayi berkedip pada pemunculan sinar terang yang tiba-tiba pada kornea. hisapan atau masuknya selang harus menyebabkan bayi mengalami refleks muntah. harus menetap sepanjang hidup. 5) Ekstruksi Bila lidah disentuh atau ditekan bayi meresponnya dengan mendorongnya keluar. harus menghilang saat bayi berumur 4 bulan. Ekstremitas 1) Menggenggam . Mulut dan tenggorokan 1) Menghisap Bayi harus memulai gerakan menghisap kuat pada area sirkumoral sebagai respon terhadap rangsangan dapat terjadi pada saat tidur sekalipun. c. 6) Batuk Iritasi membrane mukosa laring menyebabkan batuk.

3) Pastikan bayi mendapat kolostrum selama 24 jam untuk melindungi diri dari infeksi. Inkurvasi batang tubuh Sentuhan pada punggung bayi sepanjang tulang belakang menyebabkan panggul bergerak kearah sisi yang distimulasi. 3) Jangan menggunakan alat penghangat buatan ditempat tidur (botol berisi air panas). . d. 4) Berikan ASI saja selama 6 bulan. sedangkan lutut fleksi dan tangan akan kembali kearah dada seperti bayi dalam pelukan. . Mengajarkan orang tua cara merawat bayi a. 2) Frekuensi menyusui 2-3 jam. Refleks moro Memberikan isyarat pada bayi dengan satu teriakan kencang dan gerakan mendadak respon bayi akan berupa menghentakan tangan dan kaki lurus arah keluar. 5. Neck-Righting Jika bayi terlentang kepalan dipalingkan kesalah satu sisi bahu dan batang tubuh membalik kearah tersebut dan diikuti dengan pelvis. 2) Jika bayi kedinginan harus didekap pada tubuh ibu. 5) b. 2) Masa tubuh . Pemberian nutrisi 1) Berikan ASI sesering keinginan/kebutuhan bayi atau jika payudara penuh. Tonik leher Jika bayi dimiringkan dengan cepat kesalah satu sisi lengan dan kakinya akan berekstensi dan lengan berlawanan serta kaki fleksi. Sentuhan pada telapak tangan atau kaki menyebabkan fleksi tangan dan jari. e. Mempertahankan kehangatan bayi 1) Suhu ruangan setidaknya 18-20oC.

e. Jaga bayi terhadap orang yang menderita infeksi dan pastikan semua orang memegang bayi selalu mencuci tangan terlebih dahulu. ada lendir/darah ditinja. Mencegah infeksi pada bayi Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan atau kontaminasi mikro organisme selama proses persalinan atau beberapa saat setelah persalinan. Memberitahukan tanda-tanda bahaya bayi baru lahir 1) Pernafasan sulit atau >60x/menit. jika tali pusat kotor cuci dengan air bersih. pembengkakan. Pastikan cuci tangan sebelum dan sesudah memegana bayi atau setelah menngunkan toilet untuk BAB/BAK. mengantuk berlebihan dan muntah terus. c. tinja lembek. bengkak. 4) Jika diberikan ASI/makan hisapan lemah. Jaga tali pusat bayi dalam keadaan bersih selalu dan letakkan popok dibawah talipusat. keluar cairan (nanah) dan pernafasan sulit. berbau busuk. laporkan segera apabila timbul perdarahan. hijau tua. kejang halus. tidak bisa tenang dan menagis terus menerus. Muka. 6) Adanya tanda-tanda infeksi seperti suhu tubuh meningkat. lemas. 5) Tali pusat bengkak. sangat mudah tersinggung. 8) Bayi menggigil atau menangis tidak seperti biasanya. pantat dan tali pusat dibersihkan dengan air bersih. kering. merah keluar cairan. 3) Warna kulit kuning (terutama pada 24 jam pertama) biru/pucat dan memar. sebagai berikut : a. terlalu mengantuk. dan berdarah. 2) Suhu terlalu panas >38oC atau terlalu dingin < 36oC. dan keluar cairan merah berbau busuk. 7) Tidak berkemih selama 23 jam. hangat dan sabun tiap hari. lunglai. b. 6. . Ibu menjaga kebersihan bayi dan dirinya terutama payudara sewaktu mandi. Sebelum menangni BBL pastikan penolong persalinan telah melakukan pencegahan infeksi. c. d. merah.

Risiko hipotermi Intervesinya yaitu : 1) Mengeringkan tubuh bayi segera setelah lahir dengan handuk yang bersih dan kering dan hangat. Memberikan tutup kepala bayi/topi. Risiko bersihan jalan nafas tidak efektif Intervensinya yaitu : 1) Menilai pernafasan dengan cepat. 5) Mencegah kehilangan panas pada bayi dengan cara : . b. Menggunakan popok yang dilapisi plastik sehingga bayi mendapat sumber panas terus menerus. Jangan menghapus salep mata dan menganjurkan keluarga untuk tidak menghapus obat tersebut. Mengganti popok/kain/pakaian yang basah dengan yang kering. 2) Bungkus bayi dengan selimut yang hangat. Berikan salep mata pada setiap garis lurus mulai bagian mata yang dekat dengan hidung menuju luar mata. Pencegahan infeksi pada mata Tetes mata untuk mencegah infeksi pada mata dpat diberikan setelah bayi diberi ASI oleh ibunya dengan menggunakan salep mata Tetraciklin 1%. Risiko hipotermi. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan tujuan pemberian obat tersebut. 4) Menghangatkan tubuh bayi dengan metode kangguru. Diagnosa keperawatan a. c. Risiko infeksi. b. b. d. Intervensi a. Cara pemberian profilaksis mata : a. 8. 9. . 3) Observasi suhu tubuh bayi dan lingkungan. Cici tangan terlebih dahulu. . 2) Membersihkan jaln nafas. .7. Risiko bersihan jalan nafas tidak efektif. c.

Perubahan Fisiologi Neonatus. 2) Menjaga bayi dari oarang-orang yang menderita infeksi dan pastikan setiap orang selalu mencuci tangan terlebih dahulu. Respirasi Neonatus. yang baru mengalami proses kelahiran dan harus menyesuaikan diri dari kehidupan ekstra uteri. c. yaitu satu organisme yang sedang tumbuh. 3) Memberikan tetes mata pada BBL untuk mencegah penyakit mata dan clamidia. 4) Memberi viatamin K 0. 5) Membrikan perawatan tali pusat. 5) Segera menghisap mulut dan hidung bayi sesuai kondisi. Risiko infeksi Intervensinya yaitu : 1) Kaji ulang tanda-tanda infeksi. adaptasi dan toleransi. a. Fisiologi neonatus ialah ilmu yang mempelajari fungsi dan proses vital neonatus. 6) Memantau dan mencatat usaha nafas yang pertama. 4) Menyediakan tabung oksigen dan selangnya.5 mg (IM) untuk mencegah perdarahan karena defisiensi vitamin K. tiga faktor yang mempengaruhi perubahan fungsi yaitu maturasi. . 3) Menghisap lendir dengan penghisap De Lee.

hal ini terjadi pada jam-jam pertama. Pada neonatus traktus digestivus mengandung zat yang berwarna hitam kehijauan yang terdiri dari mukopolisakarida dan disebut mekonium. selama ekspirasi. aktifitas lipase telah ditemukan pada fetus 7 – 8 bulan. pertukaran gas dalam paru sama dengan pada orang dewasa. Selama dalam uterus. Dari bilik kanan darah dipompa sebagian ke paru dan sebagian melalui duktus arteriosus aorta. dari bilik darah dipompa melalui aorta ke seluruh tubuh. Hati Dan Metabolisme. sebagian langsung ke serambi kiri jantung kemudian ke bilik kiri jangtung. Setelah bayi lahir paru akan berkembang mengakibatkan menutupnya foramen ovale secara fungsional. . terlihat suatu inspiratory gasp. neonatus dapat mempertahankan hidupnya dalam keadaan anoksia lebih lama karena ada kelanjutan metabolisme anaerob. mudah terajadi air tropping. Enzim traktus digestivus biasanya sudah terdapat pada neonatus kecuali amilase pankreas. setelah inspirasi dengan tekanan positif. Penurunan PaO2 dan kenaikan PaCO2 merangsang kemoreseptor terletak disinus karotikus. Jantung Dan Sirkulasi. Pengeluaran mekonium biasanya dalam 10 jam pertama. Rangsangan untuk gerakan pernafasan pertama ialah tekanan mekanis dari toraks sewaktu melalui jalan lahir. janin mendapat oksigen dari pertukaran gas harus melalui paru bayi. Pada masa fetus darah plasenta melalui vena umbilikalis sebagian ke hati. setelah paru berfungsi. untuk kemudian naik lagi dan menjadi konstan kira-kira 85/40 mmHg. Traktus Digestivus. Tekanan darah pada waktu lahir dipengaruhi oleh sejumlah darah yang melalui transfusi plasenta dan pada jam-jam pertama sedikit menurun. setelah kelahiran. c. hering breus. Respirasi pada masa demalus terutama diafragmatik dan abdominal dengan biasanya masih tidak teratur dalam hal frekuensi dan dalamnya pernafasan. Sebelum terjadi pernafasan. Traktus digestivus pada neonatus relatif lebih berat dan panjang dibandingkan orang dewasa. tetapi oleh karena bronchiolus relatif kecil. Dan dalam 4 hari biasanya tinja sudah berbentuk dan berwarna biasa. b. Refleks deflasi. rangsangan dingin di daerah muka dapat merangsang permulaan gerakan pernafasan. d.

i. h. Luas permukaan neonatus terlahir lebih besar daripada orang dewasa. Tubuh bayi baru lahir mengandung relatif banyak air dan kadar natrium relatif lebih besar daripada kalium. Imunoglobulin. Pada neonatus cara untuk meninggikan suhu terutama dengan NST. Fungsi ginjal belum sempurna karena jumlah nefron matur belum sebanyak orang dewasa. Produksi Panas. energi 60 % didapatkan dari lemak dan 40 % dari karbohidrat. setelah mendapatkan susu lebih kurang pada hari keenam. yaitu: aktifitas otot. g. ada ketidakseimbangan antara luas permukaan glomerolus dan volume tubulus proksimal ‘ Renal Blood Flow ‘ pada neonatus relatif kurang bila dibandingkan dengan orang dewasa. kelenjar tyroid sudah sempurna terbentuk sewaktu lahir dan sudah mulai berfungsi sejak beberapa hari sebelum lahir. Kadang- kadang dapat dilihat ‘ With Drawal ‘ misalnya pengeluaran darah dari vagina yang menyerupai haid pada bayi perempuan. pada jam pertama energi didapatkan dari pembakaran karbohidrat. Misalnya dapat dilihat pembesaran kelenjaran air susu pada bayi laki-laki ataupun perempuan. f. non shivering thermogenesis (NST). Setelah lahir jumlah cairan otak berkurang sedangkan lemak dan protein bertambah. ada 3 cara tubuh untuk meninggikan suhu. . yaitu kenalkan kadar protein dan penurunan kadar lemak dan glikogen. pada waktu bayi baru lahir kadang-kadang hormon tersebut masih berfungsi. e. Bila suhu sekitar turun. Sewaktu lahir fungsi motorik terutama ialah subkortikol. shivering. Keseimbangan Air Dan Fungsi Ginjal. Segera setelah lahir hati menunjukan perubahan biokimia dan morfologis. yaitu dengan pembakaran ‘ Brown Fat ‘ yang memberikan lebih banyak energi per gram dari pada lemak biasa. Selama dalam uterus fetus mendapatkan hormon dari ibu. sehingg metabolisme basal per kg BB lebih besar. Pada hari kedua energi berasal dari pembakaran lemak. Susunan Saraf Pusat. Hal ini menandakan bahwa ruangan ekstraselular luas. Sel hemopoetik juga mulai berkurang walaupun memakan waktu agak lama. Kelenjar Endokrin.

Jakarta : Yayasan Bina Pusaka . misalnya terhadap beberapa strain E. Colli. Asuhan Persalinan Normal dan Inisiasi Menyusui Dini. taksoplasma. Jakarta : EGC Prawiro Harjo. 1999. DAFTAR PUSTAKA Affandi. gamma G. Pada bayi baru lahir hanya terdapat globulin gamma G. herpes simpleks dan penyakit virus lainnya. Sinopsis Obstetri. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. yaitu imunologi dari ibu yang dapat melalui plasenta karena berat molekulnya kecil. Sarwono. 2002. reaksi imunologi dapat terjadi dengan pembentukan sel plasma dan anti body gamma A. Rustam. Pada neonatus tidak terdapat sel plasma pada sum-sum tulang dan lamina proprianeum dan apendiks plasenta merupakan sawar sehingga fetus bebas dari antigen dan stress imunologis. Jakarta : JNPK-KR Mochtar. imunologi dalam kolostrum berguna sebagai proteksi lokal dalam traktus digestivus. 2008. Bisan. gamma M. tetapi bila ada infeksi yang dapat melalui plasenta seperti illeus.

com2008/11/2008/asuhan bayi baru lahir html . 2008.blogspot.Lutan. delfi. http://keperawatan –gun.