You are on page 1of 6

Keterkaitan Dengan Masalah Finansial

Berdasarkan atas tolok ukur employee turnover, absenteeism, juga pengukuran tingkat

motivasi karyawan dalam bekerja, dan pengukuran tingkat kepuasan karyawan dalam bekerja,

akan menyebabkan produktivitas organisasi perusahaan meningkat. Hal ini sesuai dengan prinsip

efisiensi dan efektifitas yang berhubungan dengan perspektif keuangan.

Bila keempat tolok ukur tersebut yang telah ditetapkan mampu memenuhi target, maka

akan terjadi peningkatan pendapatan perusahaan yang berarti profitabilitas perusahaan akan

semakin meningkat pula.

4.3. Menghubungkan Visi, Misi dan Strategi Perusahaan Dengan Pengukuran Balanced

Scorecard

Strategi yang telah ditetapkan untuk mewujudkan visi, dan misi organisasi perlu

diimplementasikan secara baik. Langkah awal implementasi strategi yang telah ditetapkan adalah

menterjemahkan strategi kedalam sistem pengukuran yang sesuai. Dengan langkah tersebut

dapat dimungkinkan memotivasi perbaikan-perbaikan pada pengembangan badan usaha dan

lingkungannya serta menjadikan badan usaha menjadi lebih baik karena dapat menggambarkan

kinerja badan usaha dalam mencapai tujuan dan targetnya yang berhubungan dengan faktor

keberhasilan kritikal (Critical Succes Factor). Penerjemahan strategi kedalam langkah-langkah

tindakan yang komprehensi dan koheren diperlukan pendekatan Balanced Scorecard.

Dengan kerangka Balanced Scorecard strategi yang telah dirumuskan kemudian

diterjemahkan kedalam empat perspektif Balanced Scorecard.

Sebelum diterjemahkan dalam Balanced Scorecard, strategi harus dihubungkan dulu

dengan pengukuran balanced Scorecard menggunakan 3 prinsip Balanced Scorecard, yaitu :


1. Hubungan sebab-akibat

2. Tolok ukur / faktor pendorong kinerja

3. Keterkaitan dengan masalah financial

Melalui 3 prinsip tersebut, Balanced Scorecard memberikan gambaran pelaksanaan

strategi yang membutuhkan serangkaian aktivitas yang terkait dan harus dilaksanakan untuk

mendukung pelaksanaan strategi. Keberhasilan pencapaian sasaran strategis ditunjukkan dengan

ukuran hasil (Outcome Measure). Untuk pencapaian hasil diperlukan ukuran pemacu kinerja

(Performance Drivers) yaitu ukuran yang menyebabkan hasil dicapai. Keberhasilan badan usaha

dimasa depan dapat ditunjukkan secara tepat tidak hanya oleh ukuran hasil tetapi juga oleh

ukuran pemacu kinerja.

Selanjutnya Performance Drivers harus dihubungkan dengan masalah financial, karena

tidak selalu peningkatan kinerja Performance Drivers dapat menyebabkan peningkatan kinerja

financial. Dengan ketiga prinsip tersebut setiap individu dalam badan usaha dapat menyadari

bahwa mereka ikut berperan dalam keberhasilan badan usaha.

Strategi perusahaan diatas, kemudian dihubungkan dengan empat perspektif BSC.

Strategi peningkatan motivasi dan kepuasan karyawan akan meningkatkan tanggung jawab dan

loyalitas karyawan pada perspektif proses pembelajaran dan pertumbuhan. Hal ini akan

menigkatkan kualitas iklim suasana kerja sehingga terjadi peningkatan kualitas dan mutu produk

yang dihasilkan pada proses produksi, dimana hal ini terkategori dalam perspektif proses bisnis

internal. Kualitas produk meningkat akan menyebabkan menurunnya jumlah retur penjualan dan

jumlah keluhan pelanggan yang terkategori dalam perspektif pelanggan sehinghga terjadi

peningkatan penjualan, peningkatan laba, peningkatan tingkat pengembalian modal kepada para
pemegang saham dan peningkatan tingkat pengembalian yang diperoleh badan usaha atas setiap

investasi, yang terkategori dalam perspektif keuangan.

Berikut merupakan gambar yang menerjemahkan strategi perusahaan kedalam 4

perspektif Balanced Scorecard :


On Equity dan Investment

PERSPEKTIF
KEUANGAN
Meningkatkan Total Assets Meningkatkan Current
Turnover ratio

PERSPEKTIF Meningkatkan on Mengurangi jumlah Mengurangi sales


PELANGGAN time delivery komplain pelanggan return

PERSPEKTIF
PROSES BISNIS Mengurangi Supplier Mengurangi Defective
INTERNAL Lead Time Product (produk cacat)

Mengurangi Employee
PERSPEKTIF Turnover
PEMBELAJARA
N DAN
PERTUMBUHA
N
Meningkatkan Mengurangi Absent Meningkatkan
Motivasi Kerja Karyawan Kepuasan Kerja
Karyawan Karyawan

Gambar 4.1. Cause and Effect Relationship Antar Tolok Ukur


Perspektif Balanced Scorecard
Pada metode Balanced Scorecard terdapat empat perspektif yang digunakan sebagai
faktor pengukuran kinerja perusahaan, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan,
perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Strategi
perusahaan diatas selanjutnya dipilih dalam tiap perspektif metode Balanced Scorecard
berdasarkan hubungan sebab akibat.
Dimulai dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, yang erat kaitannya dengan
sumber daya manusia yang ada diperusahaan tersebut. Perusahaan yang establish tanpa
diimbangi dengan sumber daya manusia yang qualifield, sangat tidak mungkin visi dan misi
perusahaan dapat tercapai. Strategi yang dilakukan perusahaan pada perspektif ini adalah
meningkatknya motivasi dan kepuasan karyawan serta meningkatnya tanggung jawab dan
loyalitas karyawan yang mengarah pada minimnya jumlah absent karyawan akan dapat
mengurangi adanya perpindahan karyawan dalam bekerja.
Pada perspektif proses bisnis internal, strategi berikutnya adalah dengan meningkatnya
suasana kerja menimbulkan peningkatan akan tingkat kualitas dan mutu produk yang diproduksi
oleh karyawan.
Selanjutnya pada perspektif pelanggan, peningkatan kualitas produk menyebabkan
menurunnya jumlah retur penjualan dari konsumen (distributor/agen) dan menurunnya jumlah
keluhan pelanggan.
Strategi perusahaan diatas akan meningkatkan tingkat penjualan produk, yang berakibat
pada peningkatan laba perusahaan, peningkatan tingkat pengembalian modal kepada para
pemegang saham, dan peningkatan pengembalian yang diperoleh badan usaha akan setiap
investasi yang tercakup dalam perspektif keuangan.
Hasil dari perhitungan faktor keberhasilan pada tiap perspektif Balanced Scorecard

dapat dilihat pada table 4.16 berikut ini :

Tabel 4.16. Rekapitulasi Pegukuran Faktor Keberhasilan Kritikal


Tiap Perspektif Balanced Scorecard
Tahun
Perspektif Tolok Ukur
2004 2005
Current Ratio 1,984 2,152
Return On Equity 8,994% 3,237%
Keuangan
Return On Investement 6,082% 2,227%
Total Asset Turnover 1,516 1,344
Persentage of Complaint 7,446% 5,563%
Pelanggan On Time Delivery 93,108% 94,564%
Sales Return 0,051% 0,070%
Proses Bisnis Supplier Lead Time 3 hari 1 hari
Internal Persentage of Defective Product 0,097% 0,094%
Employee Turnover 1,164% 20,057%
Pembelajaran Dan Absenteisme 2,882% 2,464%
Pertumbuhan Motivasi Karyawan 1776 1776
Kepuasan Karyawan 1793 1793

Tabel berikut ini merupakan rekapitulasi hasil pengukuran kinerja dari tahun 2004 dan tahun

2005, untuk tiap perspektif dengan score terbobotnya.

Tabel 4.25. Rekapitulasi Pengukuran Kinerja


Tiap Perspektif Dengan Score Terbobotnya
Balanced Scorecard 2004 2005
Perspektif Keuangan 2,247 1,873
Perspektif Pelanggan 1,519 2
Perspektif Proses Bisnis
2 2
Internal
Perspektif Pembelajaran
2,926 2,284
dan Pertumbuhan