You are on page 1of 17

Case Report Saction

PITRIASIS VERSIKOLOR

Presentan :

Ilhami Fadhila 1010312015

Amatullah Fauziyyah 1210313053

Preseptor :

dr. Qaira Anum, Sp.KK, FINSDV, FAADV

BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN

RSUP DR M DJAMIL PADANG

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS

2017

immunocompromised. hamil. mikosis intermediate. penggunaan krim atau lotion. terutama di daerah tropis yang beriklim panas dan lembap. yaitu mikosis superfi sialis. dan M. dan mungkin terkait pekerjaan dan aktivitas yang lebih tinggi.1.1 Definisi Pitiriasis versikolor (PV) atau lebih dikenal dengan panu adalah infeksi jamur superfi sial yang ditandai perubahan pigmen kulit akibat kolonisasi stratum korneum oleh jamur lipofilik dimorfik dari flora normal kulit. adrenalektomi. Pitiriasis versikolor lebih sering menginfeksi dewasa muda usia 15-24 tahun. dan rawat inap.2. terapi kortikosteroid.3 Etiologi Pitiriasis versikolor berasal dari genus Malassezia. penggunaan kontrasepsi oral. Prevalensinya mencapai 50% di negara tropis. globosa merupakan penyebab tersering terjadinya infeksi.3 2 . Infeksi jamur (mikosis) digolongkan dalam tiga kelompok.2 Epidemiologi Penyakit ini ditemukan di seluruh dunia (kosmopolit). furfur. Penyakit ini menyerang semua ras. Cushing syndrome.3 1. sympodialis. M. atau faktor eksogen seperti kelembapan udara. luka bakar. angka kejadian pada laki-laki lebih banyak daripada perempuan. M. BAB 1 TINJAUAN PUSTAKA 1. termasuk Indonesia.2 1. Pitiriasis versikolor merupakan salah satu infeksi jamur nondermatofi tosis mikosis superfi sialis. oklusi oleh pakaian. Malassezia furfur. dan mikosis profunda. Faktor predisposisi infeksi jamur ini terdiri dari faktor endogen seperti malnutrisi.

dan triptanthrin. ICZ.4-dihydroxyphenylalanine (L-DOPA) pada Malassezia mampu menginduksi sintesis melanin.1. Walaupun in vitro membuktikan bahwa L-3. asam dekarboksilat yang menurunkan produksi melanosit dengan menghambat enzim tirosinase 3) malassezin yang menginduksi apoptosis melanosit 4) malassezindole A. namun secara in vivo belum dapat dibuktikan. kemerahan sampai hitam o Berskuama halus 3 . Tampak peningkatan ukuran melanosom (makromelanosom) dan penebalan pada stratum korneum. aktivitasnya menghambat kerja tirosinase dan mengganggu sintesis tirosinase 5) keto-malassezin sebagai inhibitor tirosinase dengan menghambat reaksi DOPA (3.5 Diagnosis  Lesi5 o Macula berbatas tegas o Berwarna putih. Lesi hiperpigmentasi mungkin berhubungan dengan variasi respons inflamasi terhadap infeksi.4 1. Hipopigmentasi terjadi akibat: 1) pitiriasitrin dan pitirialakton yang mampu menyerap sinar UV 2) asam azaleat.4 Patogenesis Malassezia memproduksi berbagai metabolit yang dapat menyebabkan perubahan warna pada lesi.4-di hidroksifenilalanin) melanosit 6) metabolit lain seperti indirubin. pitiriarubin.

8% atau bentuk losio 2. natrium hiposulfit 20%.  Pemeriksaan penunjang5 o wood’s lamp : fluoresensi kuning keemasan o kerokankulit : positif adanya hifa pendek dansel ragi bulat kadang oval (spaghetti and meatballs atau bananas and grapes) 1.5 Obat topikal yang diberikan antara lain selenium sulfide dalam bentuk sampo 1. solusio propilenglikol 50%.6 Diagnosis Banding  pitiriasis alba  eritrasma  vitiligo  dermatitis seboroik  pitiriasis rosea  morbus Hansen tipetuberkuloid  tinea 1. Penggunaan obat topical tetap dilanjutkan selama 2 minggu setelah hasil pemeriksaan wood’s lamp dan pemeriksaan mikologis langsung kerokan kulit negatif. Obat topical alternative lainnya yaitu ketonazol 2%. Terapi farmakologi dapat menggunakan terapi topical maupun sistemik.5 4 .7 Tatalaksana Pengobatan dilakukan dengan nonfarmakologi dan farmakologi.5% yang digunakan setiap hari selama 15-30 menit. dan dibilas setelah pemakaian obat. Pengobatan nonfarmakologi yakni dengan mengidentifikasi dan penyingkirkan factor predisposisi penyebab pitiriasis versikolor.

5 1.8 Prognosis Prognosis baik jika pengobatan dilakukan secara tekun dan konsisten serta factor predisposisi dapat dihindari. kekambuhan. Oba tsistemik yang dapat diberikan berupa ketokonazol 200 mg/hari selama 5-10 hari atau itrakonazol 200 mg/hari selama 5-7 hari.5 5 .5 Pemberian pengobatan rumatan atau maintenance dilakukan untuk pasien yang sulit menghindari factor predisposisi. Obat yang diberikan adalah sampo selenium sulfide secara berkala atau obat sistemik ketonazol 400 mg sekali setiap bulan atau 200 mg perhari slama 3 hari setiap bulan. Obat sistemik diberikan pada lesi luas. dan gagal dengan terapi topical.

M. Padang Status Perkawinan : Belum menikah Negeri Asal : Malaysia Agama : Islam Suku : Melayu Nomor HP : 082298806288 ANAMNESIS Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Dr. YF Umur/ tanggal lahir : 24 tahun/ 8 Oktober 1992 Kelamin : Laki-laki Pekerjaan : Mahasiswa Tgl Pemeriksaan : 24 Februari 2017 Alamat : Jl. BAB 2 LAPORAN KASUS IDENTITAS PASIEN Nama : Tn. Djamil Padang pada tanggal 24 Februari 2017 dengan : Keluhan utama Terdapat bercak-bercak putih pada pipi kanan yang menyebar ke pipi kiri dan terasa gatal bila berkeringat sejak 1 minggu yang lalu. 6 . 42. Padang Pasir IX No.

bercak putih semakin jelas ketika menggaruk.  Pasien berolahraga 3-4 kali seminggu.  Pasien tinggal di kamar berukuran 3x3 meter. Timbul bercak sejak 11 tahun yang lalu.  Pasien juga suka memakan makanan yang pedas. Sehingga setelah berolahraga.  Gatal hanya muncul saat berkeringat. cukup ventilasi. 7 .  Riwayat memakai baju yang kotor berulang tidak ada.  Riwayat menderita penyakit kronis tidak ada. cukup pencahayaan dan tidak ber-AC. pasien biasanya hanya mengganti baju tanpa mandi terlebih dahulu.Riwayat Penyakit Sekarang:  Bercak-bercak putih pada pipi kanan yang menyebar ke pipi kiri dan terasa gatal bila berkeringat sejak 1 minggu yang lalu. anjing yang memiliki kelainan kulit yang masuk ke rumah pasien dan tidur di kain-kain rumah. awalnya bercak pada pipi kanan sebesar kepala jarum pentul. Riwayat menggaruk didaerah yang gatal ada. pasien membiarkan bajunya basah oleh keringat dan mengering dengan sendirinya. mandi dalam sehari hanya 1x. Selama seharian beraktivitas. Pakaian yang digunakan pasien berbahan kaos yang mudah menyerap keringat. Setelah beraktivitas.  Pasien tidak memiliki hewan peliharaan dan tidak ada hewan seperti kucing.  Riwayat trauma pada pipi kanan dan kiri tidak ada. bercak berwarna kemerahan lalu berubah menjadi bercak putih kemudian bercak bertambah dan menyebar ke pipi kiri sejak 1 minggu yang lalu.  Riwayat memakai baju berlapis tidak ada.

 Riwayat mengonsumsi obat dalam jangka waktu lama tidak ada. sklera Ikterik -/- Hidung : Tidak ada kelainan KGB : Tidak ada pembesaran KGB Kelainan rambut : Tidak ditemukan kelainan Kelainan kuku : Tidak ditemukan kelainan Pemeriksaan Thorak : Tidak ada kelainan 8 . Status Generalis Keadaan umum : tidak tampak sakit Kesadaran : komposmentis kooperatif TD : diharapkan dalam batas normal Suhu : 37oc Frekuensi Nafas : 18 x/menit Mata : Konjungtiva anemis -/-. Riwayat Penyakit Keluarga/ Riwayat Atopi/ Alergi : Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti pasien PEMERIKSAAN FISIK a.  Riwayat berobat kedokter spesialis kulit1 tahun yang lalu. tapi bercak-bercak putih tetap ada. salepdioleskan tiga kali sehari. pasien lupa nama obat. diberikan salep. Riwayat Pengobatan Pasien sudah pernah mengobati keluhan ini Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien tidak pernah menderita bercak-bercak putih yang terasa gatal sebelumnya. Gatal dirasakan berkurang.

Pemeriksaan Abdomen : Tidak ada kelainan Pemeriksaan Ekstremitas : Tidak ada kelainan b. Status Dermatologikus Lokasi : Pipi bagian kanan dan kiri Distribusi : terlokalisir dan imetrik Bentuk : tidak khas Susunan : Tidak khas Batas : Tegas Ukuran : Miliar hingga Numular Efloresensi : Makula hupopigmentasi dengan skuama putih halus di atasnya 9 .

10 .

susunan tidak khas. mandi dalam sehari hanya 1x. ukuran lentikular hingga numular dengan efloresensi Makula hupopigmentasi dengan skuama putih halus di atasnya. bentuk Bulat. dengan distribusi Simetrik. DIAGNOSIS KERJA Pitiriasis Versikolor DIAGNOSIS BANDING Pitiriasis Alba 11 . Pada pemeriksaan dermatologikus. bercak berwarna kemerahan lalu berubah menjadi bercak putih kemudian bercak bertambah dan menyebar ke pipi kiri sejak 1 minggu yang lalu. Selama seharian beraktivitas. Pasien berolahraga 3-4 kali seminggu. Setelah beraktivitas. Sehingga setelah berolahraga.RESUME Bercak-bercak putih pada pipi kanan yang menyebar ke pipi kiri dan terasa gatal bila berkeringat sejak 1 minggu yang lalu. batas tegas. pasien biasanya hanya mengganti baju tanpa mandi terlebih dahulu. Timbul bercak sejak 11 tahun yang lalu. ditemukan lesi di Pipi bagian kanan dan kiri. Gatal hanya muncul saat berkeringat. awalnya bercak pada pipi kanan sebesar kepala jarum pentul. pasien membiarkan bajunya basah oleh keringat dan mengering dengan sendirinya.

PEMERIKSAAN RUTIN  Wood’s lamp : fluoresensi kuning keemasan (+)  Pemeriksaan kerokan kulit dengan larutan KOH 10%: hifa pendek dan spora bulat berkelompok (spaghetti and meatballs) ANJURAN Serologis : tidak dibutuhkan Kultur : tidak dibutuhkan Histopatologi : tidak dibutuhkan 12 .

penggunaan obat yang teratur.  Hindari suasana lembab dan keringat berlebihan  Rajin membersihkan muka Khusus:  Topikal  Krim Mikonazol 2%.PEMERIKSAAN PENUNJANG Darah : tidak dibutuhkan Urin : tidak dibutuhkan Feses : tidak dibutuhkan DIAGNOSIS Pitiriasis Versikolor TERAPI Umum:  Mengedukasi pasien mengenai penyakitnya  penyakit akan timbul jika kebiasaannya tidak berubah. dioleskan tipis pada lesi 2x sehari sehabis mandi PROGNOSIS Quo ad vitam : bonam Quo ad sanam : dubia ad bonam Quo ad functionam : bonam Quo ad kosmetikum : dubia ad bonam 13 .

RESEP 14 .

bentuk tidak 15 . Pitiriasis versikolor merupakan salah satu infeksi jamur nondermatofitosis mikosis superfisialis. Pasien ini didiagnosis dengan pitriasis versikolor. dengan distribusi terlokalisir simetrik. selama seharian beraktivitas pasien membiarkan bajunya basah oleh keringat dan mengering dengan sendirinya. Setelah beraktivitas. Pada pemeriksaan dermatologikus. awalnya bercak pada pipi kanan sebesar kepala jarum pentul. Sehingga setelah berolahraga. Gatal hanya muncul saat berkeringat. pasien biasanya hanya mengganti baju tanpa mandi terlebih dahulu. pasien membiarkan bajunya basah oleh keringat dan mengering dengan sendirinya. ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. mandi hanya 1x sehari. BAB III DISKUSI Bercak-bercak putih pada pipi kanan yang menyebar ke pipi kiri dan terasa gatal bila berkeringat sejak 1 minggu yang lalu. bercak berwarna kemerahan lalu berubah menjadi bercak putih kemudian bercak bertambah dan menyebar ke pipi kiri sejak 1 minggu yang lalu. Selama seharian beraktivitas. Dari anamnesis pada pasien ini. Hasil pemeriksaan dermatologikus. mandi dalam sehari hanya 1x. diketahui penyebab predisposisi dari pitriasi versikolor yakni: Pasien berolahraga 3-4 kali seminggu. Timbul bercak sejak 11 tahun yang lalu. Pitriasis versikolor (PV) atau lebih dikenal dengan panu adalah infeksi jamur superfisial yang ditandai perubahan pigmen kulit akibat kolonisasi stratum korneum oleh jamur lipofilik dimorfik dari flora normal kulit. Pasien berolahraga 3-4 kali seminggu. ditemukan lesi di Pipi bagian kanan dan kiri. Pemeriksaan fisik generalisata diharapkan dalam batas normal.

Terapi khusus dengan pemberian obat topikal. dan pentingnya menjaga higiene personal.khas. Pasien ditatalaksana dengan diberikan terapi umum dan khusus. Pasien dilakukan pemeriksaan penunjang rutin. ukuran milier hingga Numular dengan efloresensi Makula hupopigmentasi dengan skuama putih halus di atasnya. 16 . Prognosis dari pasien ini secara keseluruhan adalah baik. pada Wood’s lamp ditemukan fluoresensi kuning keemasan (+). susunan tidak khas. batas tegas. jika pasien mau dan mampu mengubah kebiasan untuk lebih menjaga higiene dan patuh dalam menjalankan pengobatan. pengobatan. Pemeriksaan kerokan kulit dengan larutan KOH 10%: hifa pendek dan spora bulat berkelompok (spaghetti and meatballs). Terapi umum pada pasien berupa edukasi mengenai informasi penyakit. Topikal diberikan Krim Mikonazol 2% dioleskan tipis pada lesi dan dipakai 2x/hari sehabis mandi.

p. Siegel DM.145(9):1078. Budimulja U. p. Clinical dermatology. Arch Dermatol. 2nd ed. Evoked scale sign of tinea versicolor. 2010. 2009. Philadelphia: Elsevier Mosby. Morell DS. a color guide to diagnosis and therapy. Bassukas ID. The Malassezia genus in skin and systemic disease. 2009. Stoecker WV.365-71 4. 5th ed. Magiatis P. Shell A. Valegraki A. Calcara DA. Burkhart CG. Dalam Buku Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. In: Maimbach H. Burkhart CN. Gorohi F. Habif TP. 2012.103-105 17 . Edisi ketujuh cetakan ketiga. Daly J. 2. New York: McGraw Hill Companies. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Han A.537-40 3. Gaitanis G. Nondermatofitosis. Treatment of tinea versicolor. Bramono K. Clin Microbiol Rev. eds. DAFTAR PUSTAKA 1. Evidence based dermatology.p.25(1):106-41 5. Hantschke M. 2016.