You are on page 1of 25

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kehamilan merupakan suatu proses yang akan menyebabkan terjadinya
perubahan fisik, mental dan sosial yang dipengaruhi beberapa faktor fisik,
psikologis, lingkungan, sosial budaya serta ekonomi. Pada masa kehamilan
dapat terjadi bebrbagai komplikasi atau masalah-masalah, seperti halnya mual
dan muntah yang sering dialami pada ibu hamil yang merupakan salah satu
gejala paling awal pada kehamilannya (Tina, 2009). (Rahma & Safura,
Asuhan Pada Ibu Hamil Trimester 1 Dengan Hiperemesis Gravidarum Tingkat
1, Juli 2016)
Kehamilan biasanya berlangsung selama 40 minggu, mulai dari hari
pertama periode terakhir menstruasi wanita yang berarti bahwa itu mencakup
dua minggu sebelum ovulasi dan konsepsi terjadi. Hal ini sering disebut dalam
tiga bagian yang disebut trimester. Trimester pertama berlangsung selama 12
minggu, yang kedua dari 13 sampai akhir 27 minggu, dan ketiga 28-40
minggu. Wanita mungkin menemukan versi yang sedikit berbeda dari periode
waktu selama kehamilannya. Sebagai contoh, tes khusus dilakukan selama
trimester pertama. Pembagian trimester membantu anda dan dokter dalam
perencanaan dan pengelolaan kehamilan.
Trimester pertama merupakan saat perubahan besar dalam tubuh seorang
wanita, dan akan mengalami perubahan dengan cara yang unik. Beberapa
wanita langsung tahu bahwa mereka telah hamil, sedangkan orang lain
mungkin tidak yakin mereka sedang hamil bahkan setelah tes kehamilan
positif dan dokter telah mengkonfirmasi. Trimester pertama dapat membawa
peningkatan energi dan rasa kesejahteraan. Beberapa wanita mungkin merasa
lelah dan emosional. Lain mungkin tidak melihat banyak perubahan sampai
kemudian pada kehamilan.
Selama tubuh mengalami perubahan, wanita mungkin perlu membuat
perubahan ke rutinitas sehari-hari, seperti pergi ke tempat tidur lebih awal atau
sering makan, makanan kecil. Untungnya, sebagian besar ketidaknyamanan

1
tersebut akan hilang selama kehamilan berlangsung. Dan sebagian perempuan
bahkan mungkin tidak merasakan adanya ketidaknyamanan semua ini. Jika
wanita pernah
hamil sebelumnya, mungkin merasakan adanya perbedaan kali ini. Sama
seperti perbedaan disetiap wanita, demikian juga di setiap kehamilan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas dapat dirumuskan
masalah-masalah berikut ini :
1. Apa yang pengertian trimester pertama ?
2. Apa faktor penyebab kehamilan trimester pertama?
3. Apa Gejala pada trimester pertama?
4. Bagaimana perubahan psikologis trimester pertama?
5. Apa kebutuhan nutrisi bagi Kehamilan Trimester Pertama?
6. Bagaiman tahap perkembangan kehamilan trimester pertama?
7. Apa Tanda Bahaya Trimester Pertama?
8. Bagaimana Kunjungan Prenatal Pertama?
9. Bagaimana Penatalaksanaan trimester pertama?
1.3 Tujuan Penyusunan
A. Tujuan Umum
1. Untuk mengetahui pengertian trimester pertama.
2. Untuk mengetahui faktor penyebab kehamilan trimester pertama.
3. Untuk mengetahui Gejala pada trimester pertama.
4. Untuk mengetahui perubahan psikologis trimester pertama (periode
penyesuaian)
5. Untuk mengetahui kebutuhan nutrisi bagi Kehamilan Trimester
Pertama
6. Untuk mengetahui tahap perkembangan kehamilan trimester pertama
7. Untuk mengetahui Tanda Bahaya Trimester Pertama
8. Untuk mengetahui Kunjungan Prenatal Pertama
9. Untuk mengetahui Penatalaksanaan trimester pertama.
B. Tujuan Khusus
1. Agar penyusun lebih mengetahui tentang trimester pertama.

2
2. Semoga makalah ini bisa dijadikan bahan referensi yang terkait
mengenai trimester pertama kehamilan. .
3. Sebagai bahan belajar dan pengetahuan tentang kehamilan trimester
pertama.

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Trimester Pertama


Kehamilan adalah masa dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin
(Saifuddin, Abdul Bani, dkk, 2001)Kehamilan adalah periode dimana ovum
telah dibuahi dan berkembang didalam uterus mengalami proses diferenseasi
dan uterus berkembang sampai bisa menunjang sendiri kehidupan diluar
uterus (Mochtar Rustam;1988).
Kehamilan trimester I adalah periode pertama diukur mulai dari konsepsi
sampai minggu ke-12 kehamilan. Trimester pertama disebut sebagai periode
pembentukan karena pada akhir periode ini semua system organ janin sudah
terbentuk dan berfungsi Kehamilan trimester pertama adalah waktu yang
harus dinikmati, harapan, dan perubahan-perubahan pada seorang ibu terjadi.
Meskipun setiap tahap kehamilan mempunyai karakter yang berbeda,
kehamilan trimester pertama dapat merupakan saat yang sulit juga.

2.2 Faktor Penyebab


Faktor penyebab kehamilan trimester pertama adalah sel sperma yang
berhasil membuahi sel telur sehingga menjadi zigot, morula, blastosit, embrio,
dan janin.
2.3 Gejala Pada Kehamilan Trimester 1
 Gejala subjektif
a. Amenore
b. Nausea
c. Mual (morning sickness)
d. Payudara terasa penuh dan sensitif
e. Sering berkemih
f. Merasa lemah dan letih
g. Berat badan naik
h. Perubahan mood
 Gejala oubyektif
a. Peningkatan temperatur basal tubuh
4
b. Perubahan kulit
c. Perubahan pada payudara
d. Pembesaran pada abdomen
e. Perubahan pada rahim dan vagina
(Rahma & Safura, Asuhan Pada Ibu Hamil Trimester 1 Dengan
Hiperemesis Gravidarum Tingkat 1, Juli 2016)
2.4 Perubahan Psikologis Trimester 1 (Penyesuaian)
a. Ibu merasa tidak sehat dari kadang merasa benci dengan kehamilannya.
b. Kadang muncul penolakan, kekecewaan, kecemasan, dan kesedihan.
c. Ibu akan selalu mencari tanda-tanda apakah ia benar-benar hamil.
d. Setiap perubahan yang terjadi dalam dirinya akan selalu mendapat
perhatian dengan saksama.
e. Oleh karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seorang
ibu yang mungkin akan diberitahukannya kepada orang lain atau malah
mungkin dirahasiakannya.
f. Hasrat untuk melakukan hubungan seks berbeda-beda pada tiap wanita,
tetapi kebanyakan akan mengalami penurunan. (Aryastami & Tarigan,
2012)
2.5 Kebutuhan Nutrisi Bagi Kehamilan Trimester Pertamas
a. Asam Lemak Omega-6 (Asam lenoleat) dan Asam Lemak Omega-3
(Asam Alfa-Lenoleat). Manfaat : Asam lemak omega-6 prekusor
pembentukan asam lemak arakidonat (AA). Sedangkan asam lemak
omega-3 di dalam tubuh diubah jadi EPA (asam eikosapentaenoat) dan
DHA (asam dokosaheksaenoat). AA dan DHA terbukti sebagai lemak
dominan penyusun sel-sel saraf dan otak janin. Jenis Makanan : Asam
lemak omega-6 misalnya minyak kedelai atau minyak zaitun. Asam
omega-3 misalnya ikan salmon, sardin, kembung, tuna, tenggiri, ikan
tawas.
b. Asam Folat. Manfaat : Salah satu jenis vitamin B ini berperan dalam
proses pembentukan sistem saraf pusat, termasuk otak. Jenis Makanan :
Kacang kedelai (tempe, tahu), hati sapi, serelia yang sudah difortifikasi
asam folat, sayuran berwarna hijau tua, jeruk, apel dan sebagainya.

5
c. Vitamin B2 (Riboflavin). Manfaat : Membantu melepas energi dari
proterin serta membantu memenuhi kebutuhan protein yang meningkat
selama hamil. Jenis makanan : telur dan keju cheddar.
d. Vitamin B 12. Manfaat : 1) Menjaga kerja sel-sel sumsum tulang
belakang, sistem saraf dan saluran penceranan. Dengan demikian
berbagai sel tubuh janin yang telah terbentuk berfungsi normal. 2)
Membantu kelancaran pembentukan sel darah merah. Jenis makanan :
produk olahan kacang kedelai tahu dan tempe, susu dan produk lainnya.
e. Vitamin C. Manfaat : 1) Membantu penyerapan zat besi kacang-
kacangan, buah serta sayuran. 2) Meningkatkan penyerapan asam folat,
mengurangi risiko pre-eklampsia, meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Jenis makanan : jeruk, kiwi, blimbing, paprika.
f. Vitamin D. Manfaat : 1) Memperbaiki penyerapan kalsium (Ca) dan
membantu keseimbangan mineral dalam darah. 2) Untuk pembentukan
tulang dan gigi. Jenis makanan : Ikan salmon, ikan hering dan susu. (RI,
2011)
2.6 Tahap Perkembangan Kehamilan Trimester 1
1. Tahap Perkemnagan Ibu

Minggu ke Hari Perkembangan

Hari pertama Minggu pertama adalah minggu periode menstruasi terakhir,


I
meskipun pembuahan belum terjadi, Ibu sekarang sudah mulai
menghitung hari. Janin berkembang di dalam rahim Ibu,
perasaan mual, nyeri punggung, lelah, perubahan mood,
keram kaki, sering berkemih, dan konstipasi dapat terjadi di
awal kehamilan.

II hari ke-8 Kesehatan Ibu yang baik merupakan salah satu faktor yang
penting dalam kehamilan. Nutrisi adekuat, olahraga, dan
istirahat yang cukup akan mempengaruhi kesehatan Ibu. Jika
berat badan Ibu berada di dalam batas normal sebelum
kehamilan, Ibu memerlukan asupan kalori sebesar 2200 kalori

6
setiap harinya pada 13 minggu pertama (trimester pertama).

III ke-15 sampai ke- Minggu ini Ibu akan sering merasa lelah dan payudara mulai
17, terasa tegang dan sakit. Kedua hal tersebut merupakan
pertanda awal kehamilan. Ibu juga dapat mengalami
ketidakseimbangan mood atau disebut ‘bad mood’ yang
dikarenakan perubahan hormonal pada Ibu hamil. Selain itu,
mual atau morning sickness juga dapat terjadi.

IV Sama seperti minggu sebelumnya, Ibu akan merasakan


beberapa tanda awal kehamilan yaitu payudara yang terasa
nyeri dan membesar, letih, kontraksi Braxton-Hicks, sering
berkemih, dan mual. Serviks (leher rahim) akan melunak dan
berubah warna.
V Pada minggu ini Ibu tidak akan mendapatkan menstruasi,
salah satu pertanda untuk kehamilan. Apabila Ibu melakukan
tes kehamilan, maka akan sangat besar kemungkinannya
untuk positif. Tes ini mendeteksi adanya hCG, hormon yang
meningkat pada saat kehamilan. Produksi hormon yang masih
meningkat dapat menimbulkan keluhan seperti minggu-
minggu sebelumnya.
VI Ibu mungkin akan mulai merasa moody (sedih di satu waktu
dan bahagia di waktu berikutnya), hal tersebut wajar terjadi
dan disebabkan oleh hormonal yang berfluktuasi. Perdarahan
berupa bercak merupakan hal normal yang terjadi di awal
kehamilan, namun berhati-hatilah karena bercak atau flek
perdarahan tersebut dapat berupa tanda awal dari keguguran
atau kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim).

Apabila Ibu mulai sering merasa kelelahan. Sering berkemih


atau sering bolak-balik ke kamar mandi merupakan tanda
umum kehamilan. Hal ini terjadi karena hormon β-hCG akan
meningkatkan aliran darah ke daerah panggul-bagus untuk

7
peningkatan kepuasan seksual selama kehamilan. Selama
kehamilan, efisiensi dari ginjal semakin membaik sehingga
membantu tubuh Ibu untuk menyingkirkan produk sisa
metabolisme lebih cepat.
VII Apabila Ibu mulai merasa mual atau mengalami morning
sickness, disarankan Ibu mengurangi makan makanan
berlemak, banyak minum cairan, frekuensi makan
ditingkatkan namun dalam porsi yang lebih kecil (6x/hari),
istirahat teratur, dan jangan lupa untuk mengkonsumsi vitamin
prenatal.

Kehamilan akan menyebabkan perubahan pada serviks (leher


rahim). Mukus atau lendir yang terbentuk di pintu masuk dari
kanalis servikal mulai terbentuk dan berfungsi untuk
melindungi rahim. Payudara Ibu akan membesar dan terasa
tidak nyaman. Puting akan terasa lebih sensitif dan lebih nyeri
dari biasanya. Areola-daerah gelap di sekitar puting- akan
menjadi semakin gelap, semakin besar dan akan terus
membesar dalam beberapa bulan ke depan. Selain itu Ibu juga
dapat melihat adanya bintil-bintil (seperti saat kita merinding)
di sekitar areola. Bintil ini dinamakan tuberkel Montgomery,
yaitu kelenjar keringat yang berfungsi sebagai pelumas bagi
areola.
VIII Payudara Ibu akan terus membesar sebagai persiapan untuk
menyusui. Sedangkan rahim Ibu sekarang berukuran sebesar
jeruk.
IX Ibu akan mulai merasakan peningkatan dari lingkar pinggul
minggu ini, meskipun Ibu masih belum terlihat jelas sedang
hamil.
X gejala dari mual dan muntah Ibu atau morning sickness mulai
menurun. Meskipun begitu, fluktuasi kadar hormonal di dalam
tubuh masih menyebabkan ketidakstabilan emosional atau

8
mood yang naik turun pada Ibu hamil.

Ibu masih belum mebutuhkan baju hamil sekarang, namun ibu


mungkin merasakan bahwa pakaian atau baju sehari-hari
mulai terasa tidak nyaman atau terasa ketat dan bra Ibu mulai
terasa sempit akibat dari pembesaran payudara. Untuk
mengatasi hal tersebut, pakailah celana yang memiliki karet
elastis pada bagian pinggang, Ibu dapat membeli bra baru
yang nyaman (ukuran payudara dapat meningkat 1-2 ukuran),
dan pakailan pakaian yang longgar.
XI Minggu ini mual dan muntah akan mulai berkurang, Ibu akan
merasa lebih nyaman dan dapat makan tanpa diiringi rasa
mual.

Sayangnya beberapa keluhan selama kehamilan seperti


konstipasi (hambatan pengeluaran dari sisa-sisa makanan yang
berkaitan dengan kesulitan BAB akibat tinja yang keras
disertai dengan nyeri pada perut.), heart burn (sensasi rasa
panas atau rasa tidak nyaman yang dirasakan dibalik tulang
dada atau tenggorokan atau keduanya), kembung, bersendawa,
dan buang gas yang berkaitan dengan perubahan hormon
mulai dirasakan. Progesteron akan merelaksasi otot polos di
tubuh Ibu. Sakit kepala juga dapat Ibu rasakan akibat dari
peningkatan kadar hormon. Ibu dapat mencegah terjadinya
sakit kepala dengan makan teratur, tingkatkan asupan cairan,
istirahat dan tidur teratur, serta hindari stres.
XII Rahim Ibu saat ini teraba tepat di atas simpisis pubis atau di
bawah tulang kemaluan. Ibu sudah mulai dapat berbelanja
baju kehamilan saat ini dan akan lebih baik dan lebih nyaman
bila Ibu mulai menggunakan pakaian yang tidak terlalu ketat.

Perasaaan heart burn pada Ibu saat ini.

9
Kulit ibu berubah selama kehamilan. Pada sebagian besar
wanita akan muncul garis vertikal berwarna coklat kehitaman
di kulit sepanjang bagian tengah perut yang disebut dengan
linea nigra. Garis ini akan ada selama kehamilan dan akan
menghilang setelah melahirkan. Jaring-jaring vaskuler dan
palmar eritema (kemerahan di telapak tangan) dapt terjadi
akibat pelebaran dari pembuluh darah dan tingginya kadar
estrogen selama kehamilan. Gejala ini hanya sementara, tidak
berbahaya, dan akan menghilang setelah melahirkan.
(Admin, November 2011)
2. Tahap Perkembangan Janin
Minggu ke Hari Perkembangan

I awal sejak ovulasi Sekitar 80 jam sejak ovulasi, hasil konsepsi (pembuahan)
sampai berada di ampulla tuba fallopii, Sekitar 30 jam setelah
implantasi. terbentuk, zigot kemudian membelah diri. Menjadi 2 sel,
selanjutnya membelah diri secara deret ukur tanpa henti
dengan selang waktu antara 12 dan 15 jam. Zigot yang terdiri
dari 12-16 sel dan berbentuk mirip buah anggur yang disebut
morula, bergerak menggelinding dari tuba falopii menuju
rahim. Dari hari ke hari, sel-sel morula terus membelah dan
berkembang jadi embrio.

II hari ke-10 atau 11 Embrio diperkirakan berukuran 0,1-0,2 mm.

Mulai minggu ke-2

10
III ke-15 sampai ke- Embrio diperkirakan berukuran 0,4 mm.
17,
Ukurannya meningkat jadi sekitar 1,0-1,5 mm.

Cikal-bakal sistem pembuluh darah dan sistem saraf mulai


ke-17 sampai ke- terbentuk.
19
ukuran embrio sudah mencapai 1,5-2,5 mm

Pembentukan mata pun mulai terjadi. Secara keseluruhan,


pada minggu ini sudah terdapat materi genetik, termasuk
warna rambut, bentuk mata, dan intelegensi si calon bayi.

IV Ukuran embrio sekitar 2 hingga 3,5 mm, jantung mulai


berdenyut dan sistem peredaran darah sudah melaksanakan
fungsinya meski masih dalam taraf yang sangat sederhana.
Cikal-bakal otak sudah bisa dibedakan menjadi tiga bagian
utama (prosensefalon, mesensefalon, dan rombensefalon)
yang kelak akan menjalankan fungsi masing-masing.

Pada minggu ini pula saraf-saraf spinal yang kelak menjadi


cikal-bakal tulang belakang sudah mengalami penebalan.
Sementara cikal-bakal telinga sudah terlihat meski masih
berupa gelembung. Plasenta atau yang biasa disebut ari-ari
juga terbentuk pada minggu ini

V embrio diperkirakan berukuran antara 5-7 mm. Pembentukan


telinga makin sempurna dengan terbentuknya duktus
endolimfatikus, yakni saluran untuk menyalurkan cairan yang
terdapat dalam selaput labirin telinga dalam, sistem
pencernaan makin sempurna dan Bahkan cikal-bakal ginjal
dan hati pun sudah terbentuk.

11
VI embrio diperkirakan berukuran sekitar 7-9 mm, pembuluh-
pembuluh nadi di bagian kepala kian jelas terbagi-bagi
menurut tugas masing-masing, rongga mulut sudah tampak,
struktur mata sudah terbentuk meski masih berjauhan
letaknya, Ruas-ruas tulang belakang sudah terbentuk meski
masih terlihat samar. Organ tubuh lain yang juga mulai
berkembang di usia kehamilan ini adalah pembungkus saraf,
penciuman, kandung kemih, jari-jemari, bahkan otot-otot
punggung

VII terbentuk lekukan-lekukan yang menandai tempat dimana jari


tangan dan jari kaki akan tumbuh.

VIII sekalipun panjang janin baru sekitar 2.5 cm (1 in), semua


organ bagian dalam sudah ada pada tempatnya dan sendi-
sendi utama seperti pundak dan pinggul sudah terlihat dengan
jelas.

Mulai minggu ke-5,6,7,8


IX mulut dan hidung sudah kelihatan; kedua lengan pun tumbuh
dengan cepat.

X bentuk jari tangan dan jari kaki sudah kelihatan, walaupun


satu sama lainnya masih tersambung oleh selaput kulit.Diakhir

XI semua organ bagian dalam sudah berbentuk dan berfungsi.

XII akhir trimester pertama- kelopak mata, kuku jari tangan dan
kaki telah kelihatan, persendian bisa bergerak, bayi mampu

12
mengisap dan menelan.

Mulai minggu ke-9,10,11,12

Semua sistem dalam tubuh bayi telah berkembang dengan baik dan banyak
organ yang bentuknya hampir sempurna. Meskipun dalam 12 minggu janin
tumbuh dengan cepat, janin masih belum mampu hidup di luar rahim. (Sari &
Wijayanti, desember 2013)

2.7 Tanda Bahaya Trimester 1


Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa
ibu dan bayi dalam keadaan bahaya.( Uswhaya,2009:3)
Menurut Kusmiyati dkk, 2008, kehamilan merupakan hal yang fisiologis.
Namun kehamilan yang normal dapat berubah menjadi patologi. Salah satu
asuhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menapis adanya risiko ini
yaitu melakukan pendeteksian dini adanya komplikasi/ penyakit yang
mungkin terjadi selama hamil muda.

1. Perdarahan pervagina adalah Perdarahan yang terjadi pada masa


kehamilan kurang dari 22 minggu. Pada masa kehamilan muda,
perdarahan pervaginam yang berhubungan dengan kehamilan dapat
berupa: abortus, kehamilan mola, kehamilan ektopik.

Penanganan Umum Siapkan fasilitas tindakan gawat darurat, lakukan


pemeriksaan secara cepat keadaan umum ibu, termasuk tanda vital (nadi,
tekanan darah, respirasi, dan temperatur). Jika dicurigai adanya syok,
segera lakukan tindakan meskipun tanda–tanda syok belum terlihat. Ingat
bahwa saat melakukan evaluasi lebih lanjut kondisi ibu dapat memburuk

13
dengan cepat. Jika terjadi syok, sangat penting untuk segera memulai
penanganan syok, yaitu pasang infus dan berikan cairan intravena.
Lakukan restorasi cairan darah sesuai dengan keperluan.

Macam–macam perdarahan pervaginam

a) Abortus adalah penghentian atau pengeluaran hasil konsepsi pada


kehamilan 16 minggu atau sebelum plasenta selesai.

Macam–macam abortus

 Abortus spontan adalah abortus yang terjadi secara alamiah tanpa


interval luar (buatan) untuk mengakhiri kehamilan tersebut.
Penanganannya: lakukan penilaian awal untuk segera menentukan
kondisi pasien (gawat darurat, komplikasi berat, atau masih cukup
stabil), segera upayakan stabilisasi pasien sebelum melakukan
tindakan lanjutan (evaluasi medik atau merujuk), temukan dan
hentikan dengan segera sumber perdarahan, lakukan pemantauan
ketat tentang kondisi pasca tindakan dan perkembangan lanjutan.
 Abortus provokatus (induced abortion) adalah abortus yang
disengaja, baik dengan memakai obat–obatan mau pun alat–alat.
 Abortus medisinalis adalah abortus karena tindakan kita sendiri,
dengan alasan bila kehamilan dilanjutkan, dapat membahayakan
jiwa ibu (berdasarkan indikasi medis) biasanya perlu mendapat
persetujuan 2 sampai 3 tim dokter ahli.
 Abortus kriminalis adalah abortus yang terjadi oleh karena
tindakan–tindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi
medis.
 Abortus inkompletus (keguguran bersisa) adalah hanya sebagian
dari hasil konsepsi yang dikeluarkan, yang tertinggal adalah
desidua atau plasenta. Penanganannya: bila ada tanda–tanda syok
maka atasi dulu dengan pemberian cairan dan tranfusi darah.
Kemudian keluarkan jaringan secepat mungkin dengan metode

14
digital dan kuretase. Setelah itu beri obat–obat uterotonika dan
antibiotika.
 Abortus insipiens (keguguran sedang berlangsung) adalah: abortus
yang sedang berlangsung, dengan ostium sudah terbuka dan
ketuban yang teraba kehamilan tidak dapat dipertahankan lagi.
Penanganannya: bila ada tanda–tanda syok maka atasi dulu dengan
pemberian cairan dan tranfusi darah. Kemudian keluarkan jaringan
secepat mungkin dengan metode digital dan kuretase. Setelah itu
beri obat–obat uterotonika dan antibiotika.
 Abortus imminens (keguguran membakat) adalah keguguran
membakat dan akan terjadi. Dalam hal ini keluarnya fetus masih
dapat dicegah dengan memberikan obat–obat hormonal dan anti
spasmodika serta istirahat. Penanganan: tidak perlu pengobatan
khusus atau tirah baring total, jangan melakukan aktivitas fisik
berlebihan atau hubungan seksual, jika: perdarahan berhenti
lakukan asuhan antenatal seperti biasa. Lakukan penilaian jika
perdarahan terjadi lagi.Perdarahan terus berlangsung nilai kondisi
janin (uji kehamilan atau USG) lakukan konfirmasi kemungkinan
adanya penyebab lain.
 Missed abortion adalah keadaan dimana janin sudah mati, tetapi
tetap berada dalam rahim dan tidak dikeluarkan selama 2 bulan
atau lebih. Penanganan: berikan obat dengan maksud agar terjadi
his sehingga fetus dan desidua dapat dikeluarkan, kalau tidak
berhasil lakukan dilatasi dan kuretase. Hendaknya juga diberikan
uterotonika dan antibiotika.

2. Mola Hidatidosa, Pada trimester I gambaran mola hidatidosa tidak


spesifik, sehingga sering kali sulit dibedakan dari kehamilan anembrionik,
missed abortion, abortus inkompletus, atau mioma uteri. Penanganan
umum: jika diagnosis kehamilan mola telah ditegakkan, lakukan evaluasi
uterus, segera lakukan evakuasi jaringan mola dan sementara proses
evakuasi berlangsung berikan infus 10 unit oksitosin dalam 500 ml cairan
IV (NaCl atau Ringer Laktat) dengan kecepatan 40-60 tetes per menit
15
(sebagai tindakan preventif terhadap perdarahan hebat dan efektifitas
kontraksi terhadap pengosongan uterus secara cepat).
3. Mual Muntah Berlebihan adalah Mual (nausea) dan muntah (emesis
gravidarum) adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan pada
kehamilan trimester I. Mual biasa terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula
timbul setiap saat dan malam hari. Gejala–gejala ini kurang lebih terjadi 6
minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang
lebih 10 minggu. Mual dan muntah terjadi pada 60-80 % primigravida dan
40-60 % multigravida. Satu diantara seribu kehamilan, gejala–gejala ini
menjadi lebih berat. Perasaan mual ini disebabkan oleh karena
meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG dalam serum. Pengaruh
fisiologik kenaikan hormon ini belum jelas, mungkin karena sistem saraf
pusat atau pengosongan lambung yang berkurang. Pada umumnya wanita
dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun demikian gejala mual
muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan sehari-
hari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan inilah
disebut hiperemisis gravidarum. Keluhan gejala dan perubahan fisiologis
menentukan berat ringanya penyakit.
4. Sakit Kepala Yang Hebat, Sakit kepala yang bisa terjadi selama
kehamilan, dan sering kali merupakan ketidaknyamanan yang normal
dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukan suatu masalah serius
dalam kehamilan adalah sakit kepala yang hebat, menetap dan tidak hilang
dengan beristirahat. Terkadang sakit kepala yang hebat tersebut, ibu
mungkin menemukan bahwa penglihatanya menjadi kabur atau terbayang.
Hal ini merupakan gejala dari pre-eklamsia dan jika tidak diatasi dapat
menyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dan kematian.
5. Penglihatan Kabur, Penglihatan menjadi kabur atau berbayang dapat
disebabkan oleh sakit kepala yang hebat, sehingga terjadi oedema pada
otak dan meningkatkan resistensi otak yang mempengaruhi sistem saraf
pusat, yang dapat menimbulkan kelainan serebral (nyeri kepala, kejang),
dan gangguan penglihatan. Perubahan penglihatan atau pandangan kabur,
dapat menjadi tanda pre-eklampsia. Masalah visual yang

16
mengidentifikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan
visual yang mendadak, misalnya penglihatan kabur atau berbayang,
melihat bintik-bintik (spot), berkunang-kunang. Selain itu adanya skotama,
diplopia dan ambiliopia merupakan tanda-tanda yang menujukkan adanya
pre-eklampsia berat yang mengarah pada eklampsia. Hal ini disebabkan
adanya perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan di korteks
cerebri atau didalam retina (oedema retina dan spasme pembuluh darah).
6. Bengkak Pada Wajah, Kaki dan Tangan. Oedema ialah penimbunan
cairan yang berlebih dalam jaringan tubuh, dan dapat diketahui dari
kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan muka.
Oedema pretibial yang ringan sering ditemukan pada kehamilan biasa,
sehingga tidak seberapa berarti untuk penentuan diagnosis pre-eklampsia.
Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak yang normal pada
kaki yang biasanya hilang setelah beristirahat atau meninggikan kaki.
Oedema yang mengkhawatirkan ialah oedema yang muncul mendadak dan
cenderung meluas. Oedema biasa menjadi menunjukkan adanya masalah
serius dengan tanda-tanda antara lain: jika muncul pada muka dan tangan,
bengkak tidak hilang setelah beristirahat, bengkak disertai dengan keluhan
fisik lainnya, seperti: sakit kepala yang hebat, pandangan mata kabur dll.
Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal jantung atau pre-
eklampsia.
7. Keluar Air Ketuban Sebelum Waktunya Keluarnya cairan berupa air
dari vagina setelah kehamilan 22 minggu, ketuban dinyatakan pecah dini
jika terjadi sebelum proses persalinan berlangsung. Pecahnya selaput
ketuban dapat terjadi pada kehamilan preterm sebelum kehamilan 37
minggu maupun kehamilan aterm.
8. Kejang
Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan
terjadinya gejala–gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga
muntah. Bila semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran
menurun kemudian kejang. Kejang dalam kehamilan dapat merupakan
gejala dari eklamsia.

17
9. Demam Tinggi, Ibu hamil menderita deman dengan suhu tubuh lebih 38°
C dalam kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat
merupakan gejala adanya infeksi dalam kehamilan.
10. Selaput Kelopak Mata Pucat. Anemia adalah masalah medis yang umum
terjadi pada banyak wanita hamil. Jumlah sel darah merah dalam keadaan
rendah, kuantitas dari sel–sel ini tidak memadai untuk memberikan
oksigen yang dibutuhkan oleh bayi. Anemia sering terjadi pada kehamilan
karena volume darah meningkat kira–kira 50% selama kehamilan. Darah
terbuat dari cairan dan sel. Cairan tersebut biasanya meningkat lebih cepat
daripada sel- selnya. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan hematokrit
(volume, jumlah atau persen sel darah merah dalam darah). Penurunan ini
dapat mengakibatkan anemia.

2.8 Kunjungan Prenatal Pertama


Tujuan pemeriksaan ibu pada kunjungan prenatal pertama adalah sebagai
berikut : 1. Untuk memastikan kehamilan
2. Untuk pemeriksaan kesehatan fisik ibu hamil
3. Untuk mengkaji pertumbuhan dan perkembangan janin
4. Untuk mengevaluasi kebutuhan psikososial ibu dan keluarganya
5. Untuk mengkaji kebutuhan konseling dan pembelajaran
6. untuk menyusun rencana perawatan guna meningkatkan kesehatan ibu dan
bayi.
(Admin, November 2011)
2.9 Penatalaksanaan
Proses pengkajian terjadi sepanjang periode prenatal.proses dimulai saat
wanita bertemu dengan tenaga kesehatan karena ia menduga dirinya hamil.
Teknik pengkajian meliputi wawancara, pemeriksaan fisik dan tes
laboratorium. Setiap penyimpangan dari temuan normal dapat
mengindikasikan suatu komplikasi, sehingga harus dilakukan tes dan
pengkajian lebih lanjut

18
BAB III
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN TRIMESTER I

3.1 Pengkajian umum


Pengkajian adalah pendekatan sistematis untuk mengumpulkan data dan
menganalisanya sehingga dapat diketahui masalah dan kebutuhan perawatan
bagi klien.
1. Adapun hal-hal yang perlu dikaji adalah
a. Biodata:
Mengkaji identitas klien dan penanggung yang meliputi ;
nama, umur klien dapat menjadi tolak ukur petugas keperawatan dalam
menghadapi kehamilan , suku bangsa factor budaya dapat mempengaruhi
proses kehamilan maupun melahirkan, pendidikan tingkat pendidikan
memepengaruhi pengetahuan ibu hamil pada trimester pertama dalam
menanggapi gejala yang dirasakan, pekerjaan di pekerjaan kita dapat
mengetahui pekerjaan klien dan memeberi saran aktivitas apa saja yang
harus di batasi dan juga apa saja yang bisa kita anjurkan untuk di lakukan
klien , status perkawinan, perkawinan ke- berapa , lamanya perkawinan
dan alamat berdasarkan alamat dapat di ketahui pasien hidup di sebuah
desa dengan paradigm masyarakatnya yang maih percaya dengan
kepercayan nenek moyang atau di kota dengan pemikiran yang sudah
modern.
b. Keluhan utama:
Kaji adanya menstruasi tidak lancar dan adanya perdarahan pervaginam
(spotting) berulang pada wanita hamil trimester 1 biasanya keluhan yang
dirasakan adalah
- Mual (morning sickness) dan muntah
- Anoreksia
- Gampang kelelahan
- Nausea ( tidak nyaman di daerah perut)
- Nyeri punggung

19
- Masalah percernaan
- Demam
- Insomnia
a. Riwayat kesehatan:
1) Riwayat kesehatan sekarang yaitu keluhan sampai saat klien pergi ke
Rumah Sakit atau pada saat pengkajian seperti keluhan yang di rasakan
ibu

2) Riwayat kesehatan masa lalu.: dapat di waspadai jika klien


mempunyai riwayat penyakit yang dapat mengancam ibu maupun janin.

b. Riwayat pembedahan:
Kaji adanya pembedahan yang pernah dialami oleh klien, jenis
pembedahan , kapan , oleh siapa dan di mana tindakan tersebut
berlangsung.

 Riwayat penyakit yang pernah dialami:Kaji adanya penyakit yang


pernah dialami oleh klien misalnya DM , jantung , hipertensi ,
masalah ginekologi/urinary , penyakit endokrin , dan penyakit-
penyakit lainnya.
 Riwayat kesehatan keluarga:
Yang dapat dikaji melalui genogram dan dari genogram tersebut
dapat diidentifikasi mengenai penyakit turunan dan penyakit menular
yang terdapat dalam keluarga.

c. Riwayat kesehatan reproduksi:


Kaji tentang mennorhoe, siklus menstruasi, lamanya, banyaknya, sifat
darah, bau, warna dan adanya dismenorhoe serta kaji kapan menopause
terjadi, gejala serta keluahan yang menyertainya.
 Riwayat kehamilan , persalinan dan nifas: Kaji bagaimana
keadaan anak klien mulai dari dalam kandungan hingga saat ini,
bagaimana keadaan kesehatan anaknya.
 Riwayat seksual: Kaji mengenai aktivitas seksual klien, jenis
kontrasepsi yang digunakan serta keluahn yang menyertainya.

20
 Riwayat pemakaian obat: Kaji riwayat pemakaian obat-obatan
kontrasepsi oral, obat digitalis dan jenis obat lainnya.
d. Pola aktivitas sehari-hari:
Kaji mengenai nutrisi, cairan dan elektrolit, eliminasi (BAB dan BAK),
istirahat tidur, hygiene, ketergantungan, baik sebelum dan saat sakit.

2. Pemeriksaan Fisik
a. Kelenjar tiroid
Kelenjar tiroid adalah kelenjar endokrin yang pling besar, satu-
satunya kelenjar yang bias langsung diperiksa pada pemeriksaan fisik.
Tingkat metabolic dan ritme, termasuk keteraturan menstrtuasi pada
usia subur, diatur oleh kelenjar tiroid. Efek aktifitas tiroid sangat luas.
Oleh karena itu, observasi tingkah laku, penampilan, kulit, mata,
rambut, dan status kardiovaskular merupakan hal yang penting
b. Payudara
Pemeriksaan ginekologi dilakukan dengan mula-mula meriksa
payudara untuk menetapkan data dasar tentang keadaan normal. akan
tetapi, pemeriksa harus waspada terhadap kemungkinan keganasan.
c. Abdomen
Periksaan abdomen dengan hati-hati dan systematis.pengkajian kulit
dilakukan untuk memperoleh gambaran keadaanumum, warna, ruam,
lesi, jaringan parut, stria, dilatasi vena, turgor, tekstur, dan distribusi
rambut. konstur, kesimetrisan, dan adanya hernia juga harus
dicatat.bunyi usus diauskultasi.tinggi fundus dicatat jika pemeriksaan
pertama dilakukan pada tahap lanjut kehamilan.
3. Pemeriksaan Laboratorium:
a. Darah dan urine serta pemeriksaan penunjang : rontgen, USG, biopsi,
pap smear.
b. Keluarga berencana : Kaji mengenai pengetahuan klien tentang KB,
apakah klien setuju, apakah klien menggunakan kontrasepsi, dan
menggunakan KB jenis apa.
3.2 Diagnosa Keperawatan
Setiap wanita dan keluarganya memiliki suatu rangkaian respon unik
21
terhadap kehamilan. Untuk meresponsnya, perawat menyusun diagnosa
keperawatan yang sesuai dari daftar berikut:
1. Perubahan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh Berhubungan Dengan
mual muntah (Morning Sickness)
2. Gangguan citra diri berhubungan dengan perubahan penampilan
sekunder akibat kehamilan
3. Resiko Kekurangan Volume Cairan berhubungan dengan mual
muntahGangguan rasa nyaman Nyeri berhubungan dengan agen injury
4. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan tubuh penurunan
metabolism sel
5. Kurang pengetahuan tentang proses penyakit dan pengobatan
berhubungan dengan informasi yang tidak adekuat

3.3 Rencana Keperawatan


Diagnosa 1: ketidakseimbangan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh
Berhubungan Dengan mual muntah (Morning Sickness)
Tujuan dan criteria hasil NOC :
Rasional : kesejahteraan janin/ibu tergantung pada nutrisi ibu selama
kehamilan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam masalah ketidak
seimbanngan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh teratasi dengan criteria
hasil .
Status nutrisi : asupan makanan dan cairan
- Mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi
- Tidak ada tanda tanda mla nutrisi
- Menunjukan peningkatan fungsi pengecapan dan menelan
NIC :
1. kaji adanya alergi makanan
2. kolaborasi dengan ahli gizi
3. anjurkan pasien untuk minum sedikit tapi sering
4. timbang berat badan klien pastikan berat badan pregravida biasanya

22
Diagnosa 2: Gangguan citra diri berhubungan dengan perubahan
penampilan sekunder akibat kehamilan
Tujuan dan criteria hasil NOC :
Rasional : penerimaan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam masalah
gangguan citra diri dengan criteria hasil
1. body image positif
2. mampu mengidentifikasi kekuatan personal
3. Mendesripsikan secara factual perubahan fungsi tubuh
4. Mempertahankan interaksi sosial
Intervensi NIC :
Penigkatan citra tubuh

Kaji secara verbal dan non verbal tentang respon klien terhadap tubuhnya

Monitor frekuensi mengkritik dirinya

Jelaskan tentang pengobatan ,perawatan, kemajuan dan prognosis penyakit

Dorong klien mengungkapkan perasaanya

Fasilitasi kntak dengan individu lainya dalam kelompok.

Diagnosa 3: Resiko Kekurangan Volume Cairan berhubungan dengan mual


muntah
Tujuan dan criteria hasil NOC:
Keseimbangan cairan
Rasional : tidak terjadi kekurangan volume cairan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam masalah ketidak
seimbanngan cairan kurang dari kebutuhan tubuh teratasi dengan criteria hasil
1. Mempertahankan urin out put sesuai dengan usia dan BB,BJ, urine
normal
2. Tanda Tanda vital dalam batas normal
3. Tidak ada tanda tanda dehidrasi elastisitas kulit musa bibir lembab
tidak ada haus yang berlebihan

23
4. Intake oral yang adekuat
5. Jumlah irama pernafasan dalam batas normal
NIC :
Intervensi :
1. Kaji tentang kebiasaan dan keluhan pasien
2. Pertahankan catatan intake dan output yang akurat
3. Monitor status hidrasi kelembapan membrane mukosa, nadi adekuat,
tekanan darah normal,
4. Monitor Tanda tanda vital
5. Monitor nutrisi
6. Berikan cairan oral
7. Dorong keluarga untuk membantu pasien makan

24
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Kehamilan trimester pertama adalah waktu yang harus dinikmati,
harapan, dan perubahan-perubahan pada seorang ibu terjadi. Meskipun
setiap tahap kehamilan mempunyai karakter yang berbeda, kehamilan
trimester pertama dapat merupakan saat yang sulit juga.
Tanda Bahaya Kehamilan Trimester I meliputi :

1. Perdarahan pervaginam.
2. Mual muntah berlebihan.
3. Sakit kepala yang hebat.
4. Penglihatan kabur.
5. Nyeri perut yang hebat.
6. Gerakan janin berkurang.
7. Bengkak pada wajah, kaki dan tangan.
8. Nyeri perut yang hebat.
9. Selaput kelopak mata pucat.
10. Demam tinggi.
11. Kejang.
12. Keluar air ketuban sebelum waktunya

4.2 Saran

Bagi para pembaca, dimana makalah yang kami susun banyak


kekurangan dan kurang lengkap, kami mohon kritik yang bisa membangun
sehingga kedepan bisa lebih baik dan bagi perawat masa depan di
harapkan dapat mampu untuk menanggulangi masalah keperawatan pada
masa masa yang paling rentan ibu hamil trimeseter pertama.

25