You are on page 1of 67

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hakikat negara kesatuan Republik Indonesia adalah negara kebangsaan

modern. Negara kebangsaan modern adalah negara yang pembentukannya

didasarkan pada semangat kebangsaan –atau nasionalisme– yaitu pada tekad suatu

masyarakat untuk membangun masa depan bersama di bawah satu negara yang

sama walaupun warga masyarakat tersebut berbeda-beda agama, ras, etnik, atau

golongannya.

Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan

dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan

Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, perlu ditingkatkan secara terus

menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara

Kesatuan Republik Indonesia. Secara historis, negara Indonesia telah diciptakan

sebagai Negara Kesatuan dengan bentuk Republik.

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang berkedaulatan rakyat

dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil

dan beradab, Persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat

kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan

suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam perkembangannya sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 sampai dengan

penghujung abad ke-20, rakyat Indonesia telah mengalami berbagai peristiwa

yang mengancam keutuhan negara. Untuk itu diperlukan pemahaman yang

mendalam dan komitmen yang kuat serta konsisten terhadap prinsip dan semangat

1

kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang

berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Konstitusi Negara

Republik Indonesia perlu ditanamkan kepada seluruh komponen bangsa

Indonesia, khususnya generasi muda sebagai generasi penerus.

Indonesia harus menghindari sistem pemerintahan otoriter yang memasung

hak-hak warga negara untuk menjalankan prinsip-prinsip demokrasi dalam

kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kehidupan yang demokratis

di dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat,

pemerintahan, dan organisasi-organisasi non-pemerintahan perlu dikenal,

dipahami, diinternalisasi, dan diterapkan demi terwujudnya pelaksanaan prinsip-

prinsip demokrasi. Selain itu, perlu pula ditanamkan kesadaran bela negara,

penghargaan terhadap hak azasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian

lingkungan hidup, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan

membayar pajak, serta sikap dan perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang

memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu

melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warganegara Indonesia

yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD

1945.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari materi ini adalah sebagai berikut :

1. Apa konsep dan karakteristik bangsa dan negara serta Negara Kesatuan

Republik Indonesia?

2

2. Apa faktor pembentukan identitas bangsa?

3. Bagaimana cara mengidentifikasi unsur-unsur negara dengan benar ?

4. Apa saja bentuk-bentuk negara dan bentuk pemerintahan?

5. Bagaimana cara mengembankan sikaf fositif dalam mengelola dan

mengembangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia?

6. Bagaimana rumusan konsep dasar tentang HAM ?

7. Bagaimana sejarah perkembangan HAM ?

8. Bagaimana cara Memecahkan problematik HAM di indonesia?

C. Tujuan

Tujuan yang hendak dicapai dalam materi ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk memformulasikan konsep dan karakteristik bangsa dan negara serta

Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2. Mengidentifikasi faktor pembentukan identitas bangsa

3. Dapat menyebutkan tujuan dan fungsi negara sebagai organisasi masyarakat

dan kesatuan

4. Mampu mengidentifikasi unsur-unsur negara dengan benar

5. Dapat menyebutkan bentuk-bentuk negara dan bentuk pemerintahan

6. Dapat mendiskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia

7. Mampu mengembankan sikaf fositif dalam mengelola dan mengembangkan

Negara Kesatuan Republik Indonesia

8. Dapat mengemukakan rumusan konsep dasar tentang HAM

9. Mendeskripsikan sejarah perkembangan HAM

10. Memecahkan problematik HAM di indonesia

3

Menambah pengetahuan kita tentang pengertian HAM. 2. 4. Kita dapat mengetahui generasi perkembangan pemikiran HAM. 10. 8. 7. Kita dapat mengetahui upaya pencegahan HAM di Indonesia 4 . Kita dapat mengetahui UU yang mengatur HAM di Indonesia. Agar mahasiswa mampu memformalisasikan konsep dan karakteristik bangsa dan negara. Kita dapat mengetahui apa saja pelanggaran-pelanggaran HAM. 5. Kemampuan mengidentifikasi faktor pembentuk identitas bangsa. Kita dapat mengetahui asal mula perkembangan pemikiran tentang HAM. Kemampuan menyebutkan tujuan dan fungsi negara sebagai organisasi masyarakat dan kekuasaan. 3. Kita menjadi tahu hubungan antara HAM dan demokrasi.D. 6. 9. Manfaat Manfaat yang dapat diambil dari makalah ini adalah : 1.

5 . Otto Bauer (1970) menyebutkan bahwa bangsa adalah suatu persatuan karakter yang timbul karena persatuan nasib. BAB 2 PEMBAHASAN A. kebiasaan. dan kebudayaan yang sama. berbicara dalam bahasa yang sama. (4) memiliki karakter . (6) terorganisir dalam suatu pemerintahan yang berdaulat sehingga mereka terikat dalam suatu wilayah hukum. memiliki sejarah. (5) menempati suatu wilayah tertentu yang merupakan kesatuan wilayah. (3) memiliki adat. Pengertian Bangsa Bangsa biasa dikaitkan dengan komunitas seseorang yang diikat oleh rasa atau perasaan yang satu. Bangsa menurut hukum adalah rakyat atau orang-orang yang berada dalam suatu masyarakat hukum yang terorganisir. serta terorganisir dalam suatu pemerintahan yang berdaulat. budaya. sehingga tercipta rasa senasip sepenanggungan .(2) memiliki sejarah hidup bersama. Formulasi konsep bangsa merupakan sekelompok manusia yang: (1) memiliki cita-cita bersama yang mengikat menjadi satu kesatuan. Karakter ini terbentuk karena pengalaman sejarah budaya yang tumbuh dan berkembang bersama dengan tumbuh kembangnya bangsa. perangai yang sama yang menjadi pribadi dan jatidiri. yang menempati bagian atau wilayah tertentu. kebudayaan yang sama sebagai akibat pengaaman hidup bersama. Konsep Dasar Negara 1.

dan (6) faktor kelembagaan terkaid dengan proses pembentukan bangsa berupa lembaga-lembaga pemerintahan dan politik. ras/ etnis dan golongan serta adat istiadat. Identitas memiliki kedekatan dengan jatidiri sebagai ciri- ciri atau keadaan khusus seseorang dan didalamnya ada jiwa. atau ikatan idielogi dalam masyarakat yang dapat membentuk negara bangsa. bahasa. (2) faktor sakral. terkait dengan seseorang tokoh yang disegani dan dihormati secara luas yang mampu menyatukan bangsa. terkait dengan kesamaan agama yang dianut oleh suatu masyarakat. (5) faktor Bhineka Tunggal Ika. melakukan beberapa elaborasi beberapa definisi negara dari beberapa ahli sebagai berikut: 6 . menegaskan ada beberapa faktor yang diperkirakan dapat menjadi pembentukan identitas bersama suatu bangsa yaitu :(1) faktor primordial. terkait dengan prinsip bersatu dalam perbedaan walaupun berbeda dalam suku. Meriam Budiarjo (1972). terkait dengan persepsi sama tentang asal usul. Faktor – Faktor Pembentuk Identitas Bangsa Identitas adalah ciri khas yang membedakan suatu subjek dengan yang lain nya. (4) faktor sejarah. daerah. dan adat istiadat dalam membentuk negara bangsa. (3) faktor tokoh. terkaid dengan kekerabatan dan kesamaan suku bangsa. 2. agama. Ramlan Subakti (1992). semangat dan gaya gerak yang dimiliki seseorang atau sekolompok orang untuk mencapai tujuan tertentu. Mengenai konsep dasar negara. pengalaman masalalu.

a. Roger H. Soltau: Negara adalah alat atau wewenang yang

mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama

atas masyarakat.

b. Harold J. Laski: negara adalah suatu masyarakat yang

diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat

memaksa terhadap individu atau kelompok yang merupakan

bagian dari pada masyarakat itu.

c. Max Waber: Negara adalah suatu assosiasi yang mempunyai

monopili dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam

suatu wilayah.

d. Robert Mc. Iver: Negara adalah assosiasi yang

menyelenggarakan penertiban didalam suatu masyarakat dalam

suatu wilayah dengan berdasarkan syistem hukum yang

diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksut

tersebut diberi kekuasaan memaksa.

3. Tujuan dan Fungsi Negara

Tujuan negara ada bermacam- macam, antara lain: (1) untuk

memperluas kekuasaan semata-mata; (2) untuk menyelenggarakan

ketertiban umum; dan (3) untuk mencapai kesejahteraan umum. Selain

itu, mengenai tujuan negara terdapat beberapa pandangan, antara lain

sebagai berikut.

a. Ajaran Plato

7

Menurut Plato, negara bertujuan untuk memajukan kesusilaan

manusia sebagai individu dan sebagai mahluk sosial.

b. Ajaran Negara Kesatuan

Ajaran ini dikemukakan oleh Machiavelli dan Shang Yang, negara

bertujuan untuk memperluas kekuasaan semata-mata dan karena itu

disebut negara kesatuan. Menurut ajaran ini orang mendirikan

negara itu maksutnya untuk menjadikan negara itu besar dan jaya.

Rakyat menjadi alat belaka, dan di-korbankan untuk perluasan

kekuasaan itu.

c. Ajaran Theokratis (Kedaulatan Tuhan)

Menurut ajaran ini tujuan negara untuk mencapai penghidupan dan

kehidupan aman dan tentram dengan taat kepada pimpinan tuhan.

Pimpinan negara menjalankan kekuasaan hanyalah berdasarkan

kekusaan tuhan yang diberikan kepadanya.

d. Ajaran Negara Polisi

Menurut ajaran ini negara bertujuan mengatur semata-mata

keamanan dan ketertiban dalam negara.

e. Ajaran Negara Hukum

Menurut ajaran ini negara bertujuan untuk menyelenggarakan

ketertiban hukum dan pedoman kepada hukum. Dalam negara

hukum, segala kekuasaan alat-alat pemerintahan, semua orang harus

tunduk dan taat kepada hukum. Rakyat tidak boleh bertindak

semaunya sendiri yang betentangan dengan hukum. Hak-hak rakyat

8

dijamin sepenuhnya oleh negara. Sebaliknya rakyat berkewajiban

mematuhi seluruh peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah dari

negara itu.

f. Negara Kesejahteraan

Tujuan negara menurut pandangan negara kesejahteraan adalah

mewujudkan kesejahteraan umum. Dalam negara kesejahteraan,

setiap negara harus menyelenggarakan beberapa fungsi minimum

yaitu : (1) Melaksanakan ketertiban umum ; (2) Mengusahan

kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya ; (3) Memperkuat

pertahanan; dan (4) Menegakkan keadilan.

4. Unsur-unsur Negara

a. Unsur Rakyat

Rakyat suatu negara dimaksutkan semua orang yang pada suatu

waktu berada di bawah naungan kekuasaan negara. Rakyat dalam

hubungan ini diartikan sebagai sekumpulan manusia yang

dipersatukan oleh suatu rasa persamaan dan yang bersama-sama

mendiami suatu wilayah tertentu.

b. Unsur wilayah

Wilayah suatu negara bukan hanya wilayah geografi atau wilayah

dalam arti sempit, tetapi wilayah dalam arti luas yang berbasis pada

pengertian hukum. Yaitu wilayah di atas dimana dilaksanakan

yuridis negara dan meliputi wilayah geografis maupun udara diatas

wilayah itu samapai ketingian tidak terbatas, dan dan laut disektar

9

Sedangkan disisi lain digunakan untuk membagi negara dalam bentuk kesatuan. Hal ini untuk memberikan arah kemana masyarakat yang telah diorganisasikan itu harus dibawa dalam mengejar cita-cita nasionalnya. Kepustakaan bidang ilmu kenegaraan juga 10 . Pemerintah melaksanakan tujuan-tujuan negara dalam menciptakan kesejahteraan bersama. yaitu apa yang disebut “laut teritorial”. Sesuai dengan pasal 1 ayat 1 UUD 1945 : Negara indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Pemerintah adalah negara yang mengatur dan memimpin negara. maupun perserikatan negara. Unsur Tujuan Tujuan sebagai unsur negara harus tercantum didalam Undang- Undang Dasar Negara. serikat. Dalam batas-batas wilayah dalam arti yang luas ini negara menjalankan”kedaulatan teritorial”. pantai negara itu. Di satu sisi bentuk negara digunakan untuk payung pembagian negara atas monarki dan republik. Tanpa pemerintah tidak mungkin negara itu berjalan secara baik. 5. c. Bentuk-Bentuk Negara Kesatuan a. Bentuk Negara Terminologi bentuk negara dalam penerapan sehari-hari sering ambiguous. d. Unsur Pemerintahan yang Berdaulat Pemerintahan merupakan salah satu unsur konstitutif negara.

Terkait dengan sifat hubungan suatu negara kedalam maupun keluar. Sedangkan.  Tirani adalah suatu bentuk pemerintahan dimana kekuasaan negara dipegang oleh satu orang yang menjalankan kekuasaan itu untuk kepentingan penguasa sendiri. Termasuk bentuk negara adalah dominion dan protektorat. bentuk negara dibagi menjadi negara kesatuan dan negara serikat. tetapi masih tetap dalam lingkungan kerajaan inggris.menyajikan penggunaan istilah yang berbeda. (2). Bentuk pemerintah digunakan terkait dengan jumlah orang yang diserahi memerintah serta sifat pemerintahannya. Termasuk bentuk pemerintahan antara lain:  Monarkhi adalah suatu bentuk pemerintahan dimana kekuasaan negara dipegang oleh raja untuk kepentingan semua rakyat. Dominion adalah suatu negara merdeka. protektorat adalah suatu negara yang ada dibawah lindungan negara lain. Menanggapi pemaknaan istilah yang mengandung kerancuan tersebut sebaiknya kita mengikuti arah perkembangan dalam praktik kenegaraan yaitu: (1). Dan tetap mengakui raja/ratu diwakili oleh gubernur jendral.  Aristokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan dimana kekuasaan negara berada ditangan sejumlah kecil orang 11 .

 Timokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan dimana tindakan penguasa hanya dilaksanakan dan ditunjukan untuk kepentingan penguasa sendiri. b. (4) daerah jajahan . daerah yang sesudah perang dunia II diurus oleh beberapa negara dibawah pengawasan dewan perwakilan dari PBB. terbaik yang menjalankan kekuasaannya untuk kepentingan semua orang. (2) uni personil dan uni riil. Bentuk Kenegaraan Disebut bentuk kenegaraan karena ikatan itu menyerupai negara tetapi tidak merupakan suatu negara.  Oligarkhi adalah suatu bentuk pemerintahan dimana kekuasaan negara berada ditangan sejumlah kecil orang yang menjalankan kekuasaannya untuk kepentingan mereka sendiri. (5) daerah trust. Contohnya : (1) perserikatan negara-negara. 12 . (3) daerah mandat adalah daerah yang tadinya jajahan negara yang kalah dalam perang dunia 1 yang diletakan dibawah pimpinan salah satu negara yang menang dalam perang dunia ke 1 dengan pengawasan dari liga bangsa-bangsa.  Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan dimana kekuasan negara berada ditangan rakyat yang menjalankan kekuasaan nya untuk kepentingan semua orang.

Sejarah Berdirinya NKRI Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah suatu wilayah negara kepulauan besar yang terdiri dari ribuan pulau dan diapit oleh dua samudra dan 13 . manusia senantiasa berhubungan dengan manusia lain. kita adalah warga masyarakat. Kita hidup dalam sebuah keluarga dan merupakan bagian dan keluarga tersebut. kita adalah anggota keluarga. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 1. 2. Selanjutnya dalam hidup bernegara. sudah semestinya kita tahu dan memahami hakikat bangsa dan negara kita. Hakikat NKRI Sebagai makhluk sosial. Situasi akhir- akhir ini kita melihat ada beberapa upaya kelompok-kelompok tertentu yang berupaya untuk memecah belah NKRI baik dari dalam maupun negara asing. Kita juga hidup dalam suatu masyarakat dan menjadi bagian dan masyarakat. Sebagai bagian dan negara kita adalah warga negara. kita menjadi bagian dan negara. juga dikenal dengan nama Nusantara yang artinya negara kepulauan. Manusiajuga membentuk kelompok-kelompok bersama untuk menjaga kelangsungan hidup dan mencapai tujuannya. Sebagai bagian dan masyarakat. Wilayah NKRI meliputi wilayah kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.B. Sebagai warga negara yang baik. Sebagai bagian dan keluarga. Negara Kesatuan Republik Indonesia (disingkat NKRI). Saat ini Indonesia telah kehilangan arah dan pegangan ideologi dalam kehidupan berbangsa & bernegara.

570 km2 dan luas perairannya 3. 14 . Karena letak wilayah Indonesia di sekitar khatulistiwa. dan Papua. Disamping itu Indonesia memiliki keanekaragaman budaya dan adat istiadat yang berlainan satu sama lain. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis. Indonesia memiliki 17.000 pulau tidak berpenghuni). Di sini ada 3 dari 6 pulau terbesar di dunia yaitu Kalimantan. Indonesia merupakan negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. maka Indonesia memiliki iklim tropis dan rnemiliki dua musim. serta didiami oleh ratusan juta penduduk. Bahasa nasional yang merupakan bahasa pemersatu adalah bahasa Indonesia. di mana di Papua saja terdapat 270 suku. Luas daratan Indonesia 1. yaitu musim hujan dan musim kemarau. yaitu 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia. Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 m di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.dua benua. dan tercemin dalam satu ikatan kesatuan yang terkenal dengan sebutan Bhinneka Tunggal Ika.922.504 pulau (termasuk 9. negara ini merupakan negara dengan bahasa daerah terbanyak.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.257. Selain itu.483 km2. Sumatera.

maknanya tidak semua pribumi mampu menikmati pendidikan yang diterapkan di Indonesia. hal ini menyebabkan pribumi tidak lagimampu mengelola tanah yang dimilikinya dan tidak mengerti jenis tanaman yang berasaldari Eropa. Akan tetapi karena biaya yang dibebankan untuk mendapatkan pendidikan ini terlalu mahal. Dr. termiskinkan. Sehingga pada tahun 1908. terbelakang dan tertindas. dimana tanah sebagai modal dasar pribumi dalam menjalankan segala aktivitasnya. Soetomoe membangun pendidikan bagi kaum pribumi secara informal dan gratis dengan nama Budi Utomo sebagai 15 . Sejarah Bangsa Indonesia Berdasarkan perjalanan sejarah Bangsa Indonesia. Dengan adanya tanam paksa yang diterapkan telah mengubah jenis tanaman pribumi dengan jenis tanaman yang didatangkan dari Eropa yang nota bene tidak di kuasai oleh pribumi.3. Pada awal tahun 1900 pemerintah Hindia-Belanda menerapkan kebijakan politikethis sebagai bentuk balas budi kepada pribumi dengan mengadakan suatu sistem pendidikan di wilayah Indonesia. sehingga pribumi pada saat itu terbodohkan. Hal inilah kemudian yang di manfaatkan oleh pihak Belanda untuk membangun pemerintahan yang dinamakan Hindia Belanda guna mengatur kehidupan pribumi yang semakin tertindas.yang pada akhirnya terjadilah sistem kerja rodi untuk mengeksplorasihasil bumi yang ada di Indonesia. pada saat digulirkannya tanam paksa (Cultuure Stelsel) tahun 1615 oleh pihak Belanda telah menyebabkan hancurnya struktur tanah yang dimiliki pribumi.

Pada akhirnya pendidikan pribumi tersebut diteruskan oleh Ki HajarDewantara dengan mendirikan Taman Siswa pada tahun 1920 secara formal. Bangsa Indonesia dapat mencapai kemerdekaannya dalam bentuk Teks Proklamasi yang dibacakan oleh Dwi- TunggalSoekarno-Hatta. Soetomoe dan Ki Hajar Dewantara telah membangkitkan jiwa-jiwa kebangsaan dan persatuan untuk melakukan perlawanan kepada Belanda.bentuk kepedulian terhadap pribumi yang semakin tertindas. yang pada akhirnya mengakumulasi lahirnya Bangsa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 melalui momen Sumpah Pemuda pada kongres Pemuda II di Jakarta yang berasal dari Jong-jong atau pemuda-pemuda dari berbagai kepulauan di Indonesia yang memiliki komitmen untuk mengangkat harkat dan martabat hidup Orang-orang Indonesia (pribumi). Bangsa Indonesia yang terlahir pada tanggal 28 Oktober 1928 kemudian bahu membahu mengadakan perlawanan kepada pihak Belanda untuk merebut kemerdekaan Indonesia dan barulah 17 tahun kurang 2 bulan kurang 11 hari atau tepatnya pada tanggal17 Agustus 1945 atas berkat rahmat Allah Subhanahu Wata’ala. Keesokan harinya. pendidikanpribumi yang di jalankan oleh Dr. tepatnya pada tanggal 18 Agustus 1945 Bangsa Indonesia membentuk suatu Negara Republik Indonesia dengan disahkannya konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 sebagai aturan dasar di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 16 .

Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945.4. Pada saat itu. Momen ini dimanfaatkan Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya. 06 Agustus 1945 Sebuah bom atom meledak di kota Hiroshima. BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau dalam bahasa Jepang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai yang didirikan oleh pemerintah Jepang pada tanggal yang beranggotakan 63 orang. padahal Jepang sedang menjajah Indonesia. 07 Agustus 1945 BPUPKI kemudian berganti pada tanggal menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi inkai. Jepang. Sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia Ditandai dengan dibacakannya teks proklamasi oleh Ir.29 April 1945. 10 Agustus 1945 17 . 9 Agustus 1945 Bom atom kedua kembali dijatuhkan di kota Nagasaki yang membuat Negara Jepang Menyerah Kepada Amerika Serikat. Namun proklamasi itu sendiri merupakan rangkaian peristiwa yang melatar belakangi terjadinya proklamasi tersebut.

Sutan Syahrir mendengar lewat radio bahwa Jepang telah menyerah pada sekutu. 15 Agustus 1945 Jepang benar-benar menyerah pada Sekutu. Oleh karena itu diutuslah Yusuf Kunto menjemput Soekarno dan keluarga dan juga Hatta. Jl. Ahmad Soebarjo di Jakarta menyetujui untuk memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. sutan syahrir mendesak kemerdekaan Indonesia. Teks porklamasi pun disusun pada dini hari yang diketik oleh Sayuti Malik. yang membuat para pejuang Indonesia semakin mempersiapkan kemerdekaannya. 16 Agustus 1945 Dinihari Para pemuda membawa Soekarno beserta keluarga dan Hatta ke Rengas Dengklok dengan tujuan agar Soekarno dan Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Fatmawati. untuk membuat konsep kemerdekaan. 56 Teks proklamasi dibacakan tepatnya pada pukul 10:00 WIB dan dikibarkanlah Bendera Merah Putih yang dijahit oleh Istri Soekarno. Wikana dan Mr. Pegangsaan Timur No. 18 . Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta awalnya ia dibawa ke rumah nishimura baru kemudian di bawa kembali ke rumah Laksamana Maeda. Peristiwa tersebut disambut gembira oleh seluruh rakyat Indonesia. saat kembalinya Soekarno dari Dalat. 17 Agustus 1945 Pagi hari di kediaman Soekarno.

18 Agustus 1945 PPKI mengambil keputusan. manusia senantiasa berhubungan dengan manusia lain. Isi Teks Proklamasi 1945 Berikut isi teks proklamasi yang telah dikonsep oleh Ir. 19 . Soekarno dan Moh. Kita hidup dalam sebuah keluarga dan merupakan bagian dan keluarga tersebut. dan terbentuknya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia. Republik Indonesia. serta terpilihnya Ir. Manusiajuga membentuk kelompok-kelompok bersama untuk menjaga kelangsungan hidup dan mencapai tujuannya. mengesahkan UUD 1945. Kita juga hidup dalam suatu masyarakat dan menjadi bagian dan masyarakat. Soekarno Sebagai makhluk sosial. Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

20 . serta didiami oleh ratusan juta penduduk. Sebagai bagian dan masyarakat. Situasi akhir- akhir ini kita melihat ada beberapa upaya kelompok-kelompok tertentu yang berupaya untuk memecah belah NKRI baik dari dalam maupun negara asing. Wilayah NKRI meliputi wilayah kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Saat ini Indonesia telah kehilangan arah dan pegangan ideologi dalam kehidupan berbangsa & bernegara. Sebagai bagian dan keluarga. juga dikenal dengan nama Nusantara yang artinya negara kepulauan. Karena letak wilayah Indonesia di sekitar khatulistiwa. Sejarah Berdirinya NKRI Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah suatu wilayah negara kepulauan besar yang terdiri dari ribuan pulau dan diapit oleh dua samudra dan dua benua. yaitu musim hujan dan musim kemarau. maka Indonesia memiliki iklim tropis dan rnemiliki dua musim. sudah semestinya kita tahu dan memahami hakikat bangsa dan negara kita. Negara Kesatuan Republik Indonesia (disingkat NKRI). Sebagai bagian dan negara kita adalah warga negara. kita adalah anggota keluarga. Disamping itu Indonesia memiliki keanekaragaman budaya dan adat istiadat yang berlainan satu sama lain. Sebagai warga negara yang baik. kita menjadi bagian dan negara. Selanjutnya dalam hidup bernegara. kita adalah warga masyarakat. dan tercemin dalam satu ikatan kesatuan yang terkenal dengan sebutan Bhinneka Tunggal Ika. 5.

504 pulau (termasuk 9. negara ini merupakan negara dengan bahasa daerah terbanyak.570 km2 dan luas perairannya 3.483 km2. Bahasa nasional yang merupakan bahasa pemersatu adalah bahasa Indonesia. Sumatera.977 m di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Indonesia memiliki 17. Pasal 18 UUD 45 menyebutkan : 1. Di sini ada 3 dari 6 pulau terbesar di dunia yaitu Kalimantan. yaitu 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia. yang tiap-tiap provinsi.257. di mana pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya di luar bidang pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis. Pengertian dan Sistem Pemerintahan NKRI Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara kesatuan berbentuk republik dengan sistem desentralisasi (pasal 18 UUD 1945). di mana di Papua saja terdapat 270 suku. Indonesia merupakan negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia.634 pulau yang belum diberi nama dan 6. Negara Kesatuan Republik Indonesia bagi atas daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota. 21 . Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3. 6. dan Papua. Luas daratan Indonesia 1.922. Selain itu.000 pulau tidak berpenghuni).

dan tercemin dalam satu ikatan kesatuan yang terkenal dengan sebutan Bhinneka Tunggal Ika. Negara Republik Indonesia adalah suatu wilayah negara kepulauan besar yang terdiri dari ribuan pulau dan diapit oleh dua samudra dan dua benua. serta didiami oleh ratusan juta penduduk. Susunan dan tata cara penyelenggaran pemerintahan daerah diatur dalam undang-undang. daerah kabupaten dan kota memiliki DPRD yang anggotanya dipilih melalui pemilihan umum. 5. Mengingat keberadaan dan demi menjaga penyelenggaran tertib 22 . 7. 4. Disamping itu Indonesia memiliki keanekaragaman budaya dan adat istiadat yang berlainan satu sama lain. Pemerintahan daerah provinsi. Pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat. Pemerintahan Daerah Provinsi. kabupaten dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah yang diatur dengan undang-undang. 3. Gubernur. kabupaten dan kota dipilih secara demokrasi. Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan- peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan. Bupati dan Walikota masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi. 6. 2. daerah kabupaten dan kota mengatur dengan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.

Amanat konstitusi diatas implementasinya diatur oleh peraturan perundang- undangan tentang pemerintahan daerah dan terakhir diatur dalam UU No. 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah yang mengatur pemerintahan local yang bersifat otonom (local outonomous government) sebagai pencerminan dilaksanakannya asas desentralisasi dibidang pemerintahan. pemerintah pusat menyerahkan sejumlah urusan pemerintahan sebagai urusan rumah tangga daerah otonom baik pada daerah provinsi maupun daerah kabupaten dan kota. Sebagai konsekuensinya. Hak dan kewajiban untuk mengurus urusan rumah tangga sendiri inilah yang disebut dengan otonomi. dan budaya. Dalam politik 23 . ekonomi. Keberadaan pemerintahan local yang bersifat otonom diatas ditandai oleh pemberian wewenang yang sekaligus menjadi kewajiban bagi daerah untuk mengatur dan mengurus urusan rumah tangganya sendiri sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku. serta syarat- syarat keadaan dan kemampuan daerah otonom yang bersangkutan. baik besar maupun kecil. berdasarkan kondisi politik. Untuk menyelenggarakan otonomi. maka wilayah negara kesatuan republik Indonesia haruslah dibagi atas beberap daerah. Oleh sebab itu penyebaran kekuasaan haruslah dijalankan secara efektif untuk mencapai cita-cita dan tujuan akhir negara sebagaimana disebutkan dalam pembukaan UUD 45. pertahanan dan keamanan. maka kekuasaan negara tentu tidak dapat dipusatkan dalam satu tangan kekuasaan saja. social.pemerintah yang baik dan efisien.

Dari beberapa penjelasan diatas dapat disimpulkan mengenai kelebihan dan kekurangan NKRI. 24 . Keseragaman peraturan di semua wilayah. . antara lain: Kelebihan Sistem Sentralisasi: . . . sehingga menghambat kinerja pemerintahan. Perhatian yang mendasar terhadap keuangan daerah semakin dibutuhkan.desentralisasi terkandung juga masalah pengaturan sumber-sumber pembiayaan bagi daerah otonom (keuangan daerah). Pendapatan daerah dapat di alokasikan ke semua daerah dengan adil dan sesuai kebutuhan. . Tidak sinkron antara peraturan yang dibuat di pusat dan kondisi lapangan di daerah. (Muhammad Nishom. Oleh sebab itu sumber-sumber keuangan bagi daerah otonom dipandang essensial untuk mengembangkan potensi daerah yang bersangkutan. Peran masyarakat daerah sangat kurang mendapat kesempatan. Pemerintah daerah menjadi pasif dan kurang inisiatif. Kesederhanaan hukum. Kelemahan Sistem Sentralisasi: . mengingat daerah-daerah otonom di Indonesia juga dibebani kewajiban untuk melaksanakn berbagai kepentingan daerah pusat yang terdapat didaerah-daerah. Penumpukan pekerjaan di pusat. . 2012).

2015) C. .konstitusional dan visi politik (Saafroedin Bahar. Daerah lebih berkembang. mencakup visi filsafati. Peraturan dan kebijakan lebih tepat dan sesuai kebutuhan daerah. Kelebihan Sistem Desentralisasi .wewenang dan tanggungjawab negara sebagai suatu nation-state. visi yuridis . Konsep Dasar Hak-Hak Asasi Manusia Konsep hak asasi manusia dilihat dari dimensi visi.1994:82). HAK ASASI MANUSIA 1. Ketidakseragaman peraturan pusat dan daerah. Keterlambatan respon dari pemerintah pusat karena kondisi geografis Indonesia yang luas dan berat. Visi filsafati sebagian besar berasal dari teologi agama-agama. (Echo. Sedangkan visi politik memahami hak asasi 25 . pembangunan lebih cepat. daerah memiliki kewenangan (otonomi) mengatur rumah tangga daerah untuk membuat kebijakan dan membuat peraturan (selain 6 kewenangan pemerintah pusat di atas) namun tetap harus selaras dengan pemerintah pusat. Kekurangan Sistem Desentralisasi . . yang menempatkan jati diri manusia pada tempat yang tinggi sebagai makhluk Tuhan. . Visi yuridis konstitusional. mengaitkan pemahaman hak asasi manusia itu dengan tugas. Sedangkan jika negara menggunakan sistem desentralisasi. Partisipasi rakyat lebih tinggi. . Kinerja pemerintahan lebih lancar. hak.

hak akan fair trial (peradilan yang jujur). sehingga konsep HAM mencakup juga bidang sosial. Generasi I konsep HAM . seharusnya merupakan generasi IV dari konsep HAM.1987: 3-6). seperti tidak disiksa dan ditahan. generasi II. praduga tak bersalah dan sebagainya. ekonomi. hak akan equality before the law (persamaan dihadapan hukum). Generasi III konsep HAM. ekonomi. Dengan demikian. politik dan budaya menjadi apa yang disebut hak akan pembangunan (the right to development). yang umumnya berwujud pelanggaran hak asasi manusia. merupakan perluasan secara horizontal generasi I. Generasi I ini merupakan reaksi terhadap kehidupan kenegaraan yang totaliter dan fasistis yang mewarnai tahun-tahun sebelum Perang Dunia II. sarat dengan hak-hak yuridis. konsep hak asasi manusia mencakup generasi I. baik oleh sesama warga masyarakat yang lebih kuat maupun oleh oknum-oknum pejabat pemerintah. Hak asasi manusia di nilai sebagai totalitas yang tidak boleh dipisah-pisahkan.manusia dalam kenyataan hidup sehari-hari. Generasi II. merupakan terutama sebagai reaksi bagi negara dunia ketiga yang telah memperoleh kemerdekaan dalam rangka mengisi kemerdekaananya setelah Perang Dunia II.Mulya Lubis. Pendekatan struktural (melihat akibat kebijakan pemerintah yang diterapkan) dalam hak asasi manusia. Karena dalam realitas masalah-masalah 26 . dan pendekatan struktural (T. hak asasi manusia sekaligus menjadi satu masalah antar disiplin yang harus didekati secara interdisipliner. politik dan budaya. sosial. Generasi II konsep HAM. generasi III. merupakan ramuan dari hak hukum.

hak berbudaya. menyebut hak- hak asasi manusia ini meliputi hak hidup. sehingga ia bermartabat lebih rendah atau lebih tinggi ketimbang manusia lain. berkembangnya sistem sosial yang memihak ke atas dan memelaratkan mereka yang dibawah. Karena setiap manusia memiliki martabat yang sama. Dan perjuangan hak asasi manusia akan berhenti sebagai pelampiasan emosi (emotional outlet). Hal ini berarti. hak berusaha. hak beragama. Wiryotenoyo (1983) menegaakan bahwa martabat manusia itu bukanlah pemberian sesama manusia berdasarkan kebaikan hati. melainkan hak asasi manusia. Sebab jika konsep ini tidak dikembangkan. Hak- hak tersebut kemudian berkembang menjadi hak berbicara.pelanggaran hak asasi manusia cenderung merupakan akibat kebijakan yang tidak berpihak pada hak asasi manusia. suatu pola hubungan yang "repressive". Misalnya. Dengan kondisi demikian 27 . maka yang kita lakukan hanya memperbaiki gejala. tidak satupu manusia yang dapat mengubah eksistensial seseorang. hak sama dalam hokum dan sebagainya. hak milik. hak politik. maka dalam hal hak-hak asasi manusia harus mendapat perlakuan yang sama walaupun kondisi mereka berbeda-beda. bukan pemberian penguasa (di dalam negara) karena belas kasihan terhadap rakyat. dan hak merdeka. bukan penyakit. Hak asasi manusia (HAM) berkaitan langsung dengan eksistensi martabat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. John Locke. Hak asasi manusia tidak dapat ditiadakan atau dirubah oleh siapapun dengan cara apapun. sesuatu yang dimilik oleh manusia karena dia adalah manusia. Pada dasarnya setiap manusia memiliki martabat yang sama.

berbarengan dengan berkembangnya ide untuk membangun suatu Negara bangsa (nation state) yang demokratis dan berinfrastruktur masyarakat warga (Wignjosoebroto. bahwa setiap manusia sebangsa dalam kehidupan komunitas bangsa yang disebut negara bangsa itu tak lagi boleh dipisah dalam golongan.menutut adanya kewajiban seseorang. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. Pemerintah. Kenyataan pada awal sejarah perkembangan negeri-negeri Barat.39 Tahun 1999 juga mendefinisikan kewajiban dasar manusia adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia. dan setiap orang demi kehormatan dan perlindungan harkat dan martabat manusia. Gagasan masyarakat yang demikian adalah suatu ‘masyarakat baru’ yang berhakikat sebagai masyarakat warga yang pada asasnya berkebebasan. 1997). hukum. Hal ini berarti. bereksistensi. mengartikan hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anuaerahNya yang wajib dihormati. UU No. yang didokumenkan dalam bentuk undang-undang.39 Tahun 1999 tentang HAM . UU No. bangsa dan bahkan Negara untuk menghormati martabat manusia. 28 . proses berkembangnya ide hak-hak asasi manusia. Kebebasan hanya bias dikurangi atas dasar kesepakatan yang dicapai tanpa rasa keterpaksaan (antara warga dan penguasa). yang kemudian diwujudkan dalam sebuah kontrak social antara kehidupan privat dan public. dan bersitegak di atas dasar paham egalitarianisme.

dapat kit temukan beberapa dokumen. merebut dan membela hak-hak yang miliki. mempromosikan. 29 . bahwa perjuangan terhadap hak-hak asasi manusia telah sampai pada tonggak-tonggak kemenangannya. Sejarah Perkembangan Hak-Hak Asasi Manusia Hak asasi manusia adalah kodrat manusia yang menjadi milik setiap orang pada segala jamannya. tak seorangpun dari warga Negara merdeka ditahan atau dirampas harta kekayaannya atau diperkosa atau diansingkan. Hak-hak asasi manusia lebih penting dari kekuasaan Raja.2. namun demikian kesadaran akan hak asasi manusia itu relative baru. Selain itu. Sejarah telah mencatat. mendorong orang-orang yang mencintai kebebasan untuk memikirkan. b) Petition of Rights (1629). maka mulailah kebangkitan perjuangan terhadap hak-hak asasi manusia. kecuali dengan pertimbangan hukim. yaitu: a) Magna Charta (1215). yang secara kronologis dapat dikemukakan sebagai berikut: 1) Kemenagan hak-hak asasi manusia terjadi di Inggris. Ketika kezaliman para raja dan negara absolut disatu pihak dan kedudukan kuat para warga negara di beberapa negara Barat pada abad ke-18. antara lain memuat bahwa kekuasaan Raja (John Lackland) harus dibatasi. atau dengan cara apapun diperkosa hak-haknya. Prinsip dasar piagam yang dicetuskan para bangsa Inggris itu. orang tidak boleh ditangkap kalau tidak ada tuduhan dan bukti yang sah. yang berisi tentang pemungutan pajak yang harus disetujui oleh Parlemen.

yang menyatakan bila menagkap seseorang harus dengan surat-surat yang lengkap d) Bill of Rights (1689). yang menyatakan bahwa pemungutan pajak harus dengan persetujuan Parlemen. c) Habeas Corpus Act (1679). yang menuat kemerdekaan negeri itu dari pemjajahan Inggris. freedoms of fear (bebas dari rasa takut) dan freedoms of want (bebas dari kemiskinan). Selanjutnya parlemen juga berhak mengubah keputusan Raja. yaitu hak hidup. dan persaudaraan). 4) Ketika sedang berkecamuknya Perang Dunia II (1939-1945). eligate. 3) Pada waktu revolusi Prancis dikumandangkan melalui Declaration des droits de l’Homme et du Cotoyen (Deklarasi tentang hak-hak manusia dan penduduk) tahun 1879. berisis tentang ketentuan bahwa manusia dilahirkan bebas dan menpunyai hak yang sama. merdeka dan mengejar kebahagiaan. Disamping itu disebut pula. Hak ini didasarkan atas semboyan yang terkenal. persamaan. yaitu freedoms of speech (bebas menyatakan pendapat). yaitu liberte. freedoms of religion (bebas memeluk agama). dan fraternite (kemerdekaan. dihadapan kongres pada tahun 1941 menyatakan adannya empat kemerdekaan (the four freedoms) yang harus dihormati. dinyatakan bahwa ada hak-hak yang telah dikaruniai oleh Tuhan. Presiden Franklin Delano Roosevelt dari Amerika Serikat. Di dalam pernyataan itu. 30 . 2) Dikeluarkannya Declaration of Independence (1776). bahwa yang disebut dengan kemerdekaan ialah boleh bertindak sesukanya asal tidak merugikan orang lain.

para bangsa dari Perserikatab Bangsa-Bangsa bertekad untuk: melindungi angkatan- angkatan yang akan datang terhadap bencana perperangan. dalam pembukaan Piagam Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB). Oleh karena itu. dank arena itu setiap manusia berhak akan kehidupan yang layak. bangsa-bangsa besar dan kecil”. selama enam tahun 31 . telah menyebut hak-hak asasi manusia. namun dalam pernyataan itu belum menentukan sanksi yang mengikat negara-negara anggotanya. dan kebahagiaan pribadinya”. bahwa “Kami. keselamatan. Namun demikian sekalipun pernyataan Perserikatan Bnagsa-Bangsa. Selanjutnya. kebebasan. agama. juga dinyatakan. yang dalam hidup kita telah dua kali membawa penderitaan yang tak terhingga. tidak dapat dipisahkan dari hakekatnya.5) The Universal Declaration of Human Rights (Pernyataan Sedunia tentang Hak-hak Asasi Manusia) pada tanggal 10 Desember 1948. pada dasarnya merupakan puncak kemenagan perjuangan terhadap hak-hak asasi manusia. dan untuk meneggakkan kembali kepercayaan terhadap hak-hak asasi manusia. Pada alenia pertama Muakad dimah Pernyataan itu. jenis kelamin atau bangsa. yakni mengingatkan penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia dan kemerdekaan pokok yang dimiliki semua orang tanpa membeda- bedakan kebangsaan. ditegaskan bahwa : “Bahwa sesungguhnya hak-hak kodrati yang diperoleh setiap manusia berkat pemberian Tuhan seri Sekalian Alam. pada kehormatan dan harga diri seorang manusia pada hak-hak yang sama- sama dari laki-laki dan wanita. Pada Pasal 1 Piagam PBB ditentukan sebagai tujuan Perserikatan Internasional.

(1948-1954). dan Kultural) dan Internasional Convenan on Civil and Political Rights (Konevensi Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik). ditetapkan Optional Protocol to the Internasional Convenant on Civil and Political Rights (Ptotokol Manusuka pada Konevensi Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik). Panitia hak-hak asasi manusia berkerja secara marathon untuk mempersiapakan suatu rancangan penjanjian yang melengkapi pernyataan PBB tersebut. yang diantaranya adalah: 1) Konvensi Nomor 98 tentang diberlakukannya Prinsip-prinsip hak beroganisasi dan berunding. 32 . kerena belum bisa digunakan sebagai dasar yuridis untuk mengajukan gugatan secara individual. Baru 11 tahun sesudah rancangan pertama disampaikan pada siding umum PBB tahun 1955 dan 18 tahun sesudah penyataan Sedunia tentang HAM (10 Desember 1948). PBB banyak mengalami kemajuan bagi tercetusnya konvensi yang disepakati Sidang Umum oleh Organisai Buruh Internasional (ILO) maupun oleh Organisasi PBB untuk pendidikan. yeng diterima oleh ILO pada tanggal 1 juli 1949. Namun setelah tahun 1948. and Cultural Rights (Konvensi Internasional tentang Hak- hak Ekonomi. Karena kedua perjanjian tersebut masih mengandung kelemahan. Ketiga mekanisme internasional itu ternyata tidak mudah mencapai konsensus. Sosial. Social. lahirlah Internasional Convenant on Economic. Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO). Hasilnya pada tahun 1966. maka untuk mengisi kekosongan itu.

diterima oleh ILO tanggal 29 juni 1951. berdasarkan resolusi Nomor 1783 A (XVII) tanggal 7 November 1962. berdasarkan resolusi Nomor 2106 A (XX). tanggal 20 November 1959. yang diterima oleh Sidang Umum PBB berdasarkan resolusi Nomor 640 (VII) tanggal 20 Desember 1952. 7) Konvensi tentang Ijin untuk Kawin. berdasarkan resolusi Nomor 1386 (XIV). yaitu mulai dari tahun 1945. Usia minimum kawin dan Pencatatan Perkawinan. diterima oleh Konferensi Umum UNESCO.2) Konvensi Nomor 100 tentang Perupahan yang sama bagi buruh pria dan wanita untuk pekerjaan yang sama. 3) Konvensi Hak-hak POlitik Wanita. Berdasarkan resolusi nomor 1040 (XI) tanggal 29 Januari 1957. diterima oleh Sidang Umum PBB. sebagai periode awal perdebatan hak asasi manusia. tanggal 14 Desember 1960. diikuti dengan periode Konstituante (tahun 1957-1959) dan periode awal bangkitnya 33 . 5) Penyataan Hak-hak Anak. 3. diproklamirkan oelh Sidang Umum PBB. Perkembangan Hak-hak Asasi Manusia di Indonesia Diskursus mengenai hak asasi manusia ditandai dengan perdebatan yang sangat intensif dalam tiga periode sejarah ketatanegaraan. 6) Konvensi tentang Menentang Diskriminasi dalam bidang Pendidikan. yang diterima siding umum PBB tanggal 21 Desember 1965. 8) Konvensi Internasional tentang Hilangnya segala bentuk diskriminasi Rasial. 4) Konvensi mengenai Kewarganegaraan Wanita Bersuami.

Perdebatan dalam sidang-sidang BPUPKI tersebut merupakan tonggak penting dalam diskursus hak asasi manusia di Indonesia. Mohammad Hatta dan Muhammad Yamin tegas berpendapat perlunya mencantumkan pasal mengenai kemerdekaan berserikat. yaitu sampai datangnya periode reformasi (tahun 1998-2000).Orde Baru (tahun 1966-1968). yang memberi pijakan bagi perkembangan wacana hak asasi manusia periode- periode selanjutnya. merupakan basis dari faham liberalisme dan individualisme yang telah menyebabkan lahirnya imperialisme dan peperangan antara manusia dengan manusia. Undang-Undang Dasar 1945. menolak pencantuman pasal-pasal hak warga negara dalam Konstitusi Indonesia? Penolakan Soekarno dan Supomo tersebut didasarkan pada pandangan mereka mengenai dasar negara --yang dalam istilah Soekarno disebut dengan “Philosofische grondslag” atau dalam istilah Supomo disebut “Staatsidee”-. dan mengeluarkan pikiran dengan lisan maupun tulisan di dalam Undang- Undang Dasar. berkumpul. Periode ini diawali dengan pelengseran Soeharto dari kursi Presiden Indonesia oleh gerakan reformasi. Soekarno dan Supomo mengajukan pendapat bahwa hak-hak warga negara tidak perlu dicantumkan dalam pasal-pasal konstitusi. yang tidak berlandaskan pada faham liberalisme dan kapitalisme.Perjuangan itu memerlukan waktu lama untuk berhasil. jaminan perlindungan hak warga negara itu --yang berasal dari revolusi Prancis. Menurut pandangan Soekarno. Pada waktu menyusun konstitusi. Sebaliknya. Soekarno menginginkan negara yang mau didirikan itu didasarkan pada asas kekeluargaan atau gotong- 34 .

Maka oleh karena itu. Sedangkan Supomo menolak dicantumkannya hak warga negara dalam pasalpasal Undang-Undang Dasar dengan alasan yang berbeda. apa gunanya grondwet itu kalau ia tak dapat mengisi perutnya orang yang hendak mati kelaparan.. tiap-tiap faham individualisme dan liberalisme dari padanya”. yang menurutnya cocok dengan sifat dan corak masyarakat Indonesia. tidak ada pertentangan 35 . Grondwet yang berisi “droits de I’ homme et du citoyen” itu. yang mengatasi seluruh golongan-golongannya dalam lapangan apapun.royong.. tidak bisa menghilangkan kelaparannya orang yang miskin yang hendak mati kelaparan. jikalau kita betul-betul hendak mendasarkan negara kita kepada paham kekeluargaan. Dalam negara yang demikian itu. buanglah sama sekali faham individualisme itu. Buat apa kita membikin grondwet. faham tolong-menolong. “. Penolakan Supomo didasarkan pada pandangannya mengenai ide negara integralistik (staatsidee integralistik). saya minta dan menangis kepada tuan-tuan dan nyonya-nyonya. Menurut faham tersebut negara harus bersatu dengan seluruh rakyatnya.Kutipan di bawah ini akan menunjukkan argumen Soekarno yang menolak mencantumkan hak-hak warga negara. dan karena itu tidak perlu dijamin hak warga negara di dalamnya. janganlah dimasukkan dalam UndangUndang Dasar kita yang dinamakan “rights of the citizens” yang sebagai dianjurkan oleh Republik Prancis itu adanya”. faham gotong-royong dan keadilan sosial. enyahkanlah tiap-tiap pikiran.. “..

Berikut argumen Hatta: “Tetapi satu hal yang saya kuatirkan kalau tidak ada satu keyakinan atau satu pertanggungan kepada rakyat dalam hukum dasar yang mengenai haknya untuk mengeluarkan suara. misalnya fasal yang mengenai warga negara disebutkan di sebelah hak yang sudah diberikan juga kepada misalnya tiap-tiap warga negara rakyat Indonesia. Makanya hak individu menjadi tidak relevan dalam paham negara integralistik. tetapi ia kuatir dengan keinginan untuk memberikankekuasaan yang seluas- luasnya kepada negara. karena individu tidak lain ialah suatu bagian organik dari Staat. Begitu juga dengan Yamin.antara susunan hukum staat dan susunan hukum individu. Yang perlu disebut disini hak buat berkumpul dan bersidang atau menyurat dan lain- lain. bisa menyebabkan negara yang ingin didirikan itu terjebak dalam otoritarianisme. sebab kita dasarkan negara kita kepada kedaulatan rakyat”. menolak dengan keras argumen-argumen yang membela tidak dicantumkannya hak warga negara dalam Undang-Undang 36 . Hatta setuju dengan penolakan terhadap liberalisme dan individualisme. saya kuatir menghianati di atas UndangUndang Dasar yang kita susun sekarang ini. mungkin terjadi satu bentukan negara yang tidak kita setujui”. yang justru relevan adalah kewajiban asasi kepada negara. “Sebab itu ada baiknya dalam satu fasal. Tanggungan ini perlu untuk menjaga supaya negara kita tidak menjadi negara kekuasaan. Paham inilah yang mendasari argumen Supomo. supaya tiap-tiap warga negara itu jangan takut mengeluarkan suaranya.

Keterbatasan itu bukan hanya dalam arti bahwa hak-hak tersebut lebih lanjut akan diatur oleh undangundang. maka negara ditempatkan sebagai “regulator of rights”. bukan sebagai “guardian of human rights” –sebagaimana ditempatkan oleh sistem Perlindungan Internasional Hak Asasi Manusia.360 Konsep yang digunakan adalah “Hak Warga Negara” (“rights of the citizens”) bukan “Hak Asasi Manusia” (human rights).” Yamin mengucapkan pidatonya pada sidang BPUPKI. Aturan dasar tidaklah berhubungan dengan liberalisme. Sebagai konsekuensi dari konsep itu. Pandangan konstitusional dalam Undang-Undang Dasar 1945 menitik- beratkan pengintegrasian (individu dalam kolektif). “Supaya aturan kemerdekaan warga negara dimasukkan dalam Undang-Undang Dasar seluas-luasnya. tetapi juga dalam arti konseptual. tetapi dengan terbatas. Hak warga negara yang diajukan oleh Hatta. Yamin dan Liem Koen Hian diterima untuk dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar.Dasar. Perdebatan berakhir dengan suatu kompromi. melainkan semata-mata satu kesemestian perlindungan kemerdekaan. Penggunaan konsep “Hak Warga Negara” itu berarti bahwa secara implisit tidak diakui paham natural rights yang menyatakan bahwa hak asasi manusia adalah hak yang dimiliki oleh manusia karena ia lahir sebagai manusia. yang harus diakui dalam Undang-undang Dasar. berlainan dengan pandangan konstitisinalisme dibeberapa negara lain yang menguatkan 37 . Saya menolak segala alasan-alasan yang dimajukan untuk tidak memasukkannya.

31. Disamping alasan lain karena UUD 1945 dirumuskan lebih jauh dari pernyataan Sedunia tentang Hak-hak Asasi Manusia tahun 1948. Massa berlakunya konstitusi RIS 1949. 29. yaitu membina persatuan dan kesatuan bangsa yang masih rapuh terutama dalam menuju kemerdekaan. integrasi. Namun demikian. seperti Soekarno. Hal ini menyebabkan UUD 1945 menjadi seperti sekarang. kedua Undang-Undang Dasar itu dinyatakn tidak berlaku. adalah merupakan hasil “konsensus” dari perdebatan panjang berbagai paham dan pikiran serta kubu yang pro dan kontra terhadap masuknya HAM dalam RUUD. telah muncul dalam konstitusi RIS 1949 dan UUDS 1950. Pasal-pasal hak- hak kebebasan individu (hak-hak asasi manusia) dalam Rancangan Undang- Undang Dasar. sementara konstitisinalisme Barat lebih pesimitis dan merasa cemas terhadap kekuasaan. 33. dan Soepomo. Dari kalangan tokoh the founding fathers. Ketentuan UUD 1945 yang memuat hak-hak asasi ada pada pasal 27. Yamin. pada dasarnya juga sangat menitik-beratkan pada kebersamaan. dan solidaritas. dan 34.kebebasan para warga negara terhadap kekuasaan. Sebenarnya. sehingga untuk hak-hak perseorangan (individu) ha. Hal ini dapat dimengerti jika dikaitkan dengan masalah utama yang mereka hadapi. Hatta. serta beberapa tokoh yang lain. secara agak lengkap hak-hak asasi manusia sebagaimana Penyataan Sedunia tentang HAM. kerena perkembangan politik dan ketatanegaraan RI.pir tidak ada ruang dan perhatian lagi. hanya sedikit yang memuat pasal-pasal tentang hak-hak warga negara. 28. 30. karena pergantian bentuk negara RIS menjadi Negara 38 . kolektivisme. 32.

J. Perkembangan hak-hak asasi manusia setelah dekrit. kerja Panitia Badan Pekerja menjadi tidak popular sampai sekarang. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia memuat pengakuan yang luas terhadap hak asasi manusia. Namun karena perkembangn politik dari orde lama menjadi orde baru. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia. Pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat juga tidak memakan waktu yang lama dan pada 23 September 1999 telah dicapailah konsensus untuk mengesahkan undang-undang tersebut yakni Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. akhirnya juga tidak berlaku. presiden lebih dulu mengajukan Rancangan Undang-Undang Hak Asasi Manusia ke Dewan Perwakilan Rakyat untuk dibahas. ketika dalam MPR(S) pernah dibentuk suatu Panitia Ad Hoc dan Badan pekerja untuk merumuskan suatu Piagam tentang Hak-hak Asasi Manusia dan Hak-hak serta kewajiban Warga negara. Undang- Undang tersebut dilahirkan sebagai turunan dari Ketetapan MPR No. Undang-Undang Dasar ini. Habibie dan DPR sangat terbuka dengan tuntutan reformasi. Perumusan Piagam tentang HAM dimaksudkan sebagai keberlanjutan UUD 1945 yang mengatur Hak-hak Asasi Manusia. akibat Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Hak-hak yang dijamin di dalamnya mencakup 39 .Kesatuan RI dengan pemberlakuan UUDS 1950. mengalami kemajuan pada decade 1960-an. maka sebelum proses amandemen konstitusi bergulir. yang salah satunya menegaskan untuk kembali ke UUD 1945. Presiden B.

Undang-Undang tersebut dengan gamblang mengakui paham ‘natural rights’. hingga pada pengakuan terhadap hak-hak kelompok seperti anak. Dengan demikian boleh dikatakan Undang-Undang ini telah mengadopsi norma-norma hak yang terdapat di dalam berbagai instrumen hak asasi manusia internasional tersebut. sosial dan budaya. maka setelah disahkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 landasan hukumnya diperkuat dengan Undang-Undang. Jadi kalau sebelumnya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia berdiri berdasarkan Keputusan Presiden No. perempuan dan masyarakat adat (indigenous people). Di samping memuat norma-norma hak. International Covenan on Economic. 50 Tahun 1993. hak-hak ekonomi. Social and Cultural Rights. keanggotaan. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia juga memuat aturan mengenai Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (bab VII). “ketentuan yang baru menghapus ketentuan yang lama” jelas tidak dapat diterapkan di sini.mulai dari pengakuan terhadap hak-hak sipil dan politik. dan seterusnya. serta struktur kelembagaan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Mulai Pasal 75 sampai Pasal 99 mengatur tentang kewenangan dan fungsi. Begitu juga dengan kategorisasi hak-hak di dalamnya tampak merujuk pada instrumen-instrumen internasional hak asasi manusia. International Covenan on Civil and Political Rights. melihat hak asasi manusia sebagai hak kodrati yang melekat pada manusia. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 ini setelah keluarnya Amandemen Kedua tentang Hak Asasi Manusia. International Convention on the Rights of Child. Kaidah tersebut 40 . seperti Universal Declaration of Human Rights.

dan sejalan dengan “stuffenbau theorie des rechts” (hierarchy of norm theory). Maka Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 itu tetap berlaku dan dapat dipandang sebagai ketentuan organik dari ketentuan hak asasi manusia yang terdapat pada amandemen kedua. Sejak proklamasi sampai jaman reformasi sekarang ini.Hal ini terutama dilihat adri ajaran agama yang dibawa oleh parah nabi dan rosul yang penuh dengan pesan untuk menghormati nilai nilai kemanusaian dan menegakkan keadilan. norma konstitusi lebih tinggi daripada undang-undang. karena pelanggaran HAM juga telah terjadi sejak awal sejarah umat manusia. akan tetapi juga internasional . Penghormatan. bersamaan dengan pasang surutnya (dinamika) politik dan ketatanegaraan republik Indonesia. 41 . Karena kedudukan kedua ketentuan tersebut tidak setingkat. 4. di Indonesia telah mengalami masa transisi dari rezim yang otoriter menuju rezim yang demokratis. bahkan tidaksaja menjadi isu nasional. Sebagaimana dengan pengalaman Negara – Negara lain yang mengalami transisi. Begitu reformasi total digulirkan pada tahun 1998. hanya berlaku untuk norma yang setingkat. dan kemajua hak-hak asasi manusia di Indonesia telah mengalami pasang surut. perlindungan. Problematika HAM Di Indonesia Upaya untuk memajukan penghormata dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia (HAM) Diperkirakan telah dilakukan sejak awal sejarah umat manusia. tak pelak bahwa persoalan HAM terus menjadi hal yang menarik semua kalangan.

kasus tri sakti dan masih banyak kasus pelanggaran HAM yang lain.DOM di aceh. hak hak korban pelanggaran HAM tidak pernah dipulihkan. kasus pelanggaran HAM terjadi dimana yang termasuk dengan kategori berat dan berlangsung secara sistematis. sehingga pengaruh pada psikologi tidak mendapat perlakuan layanan keadilan dan kesejah teraan. Karna itu perlu peningkatan sosialisasi dan internalisasi makna dan nilai nilai HAM dalam kehidupan bangsa dan bernegara Indonesia. sewaktu-waktu dapat muncul pelanggaran HAM yang baru. Berbagai peristiwa ditanah air. tanpa harapan akan adanya penyelesaian secara adil. berarti memelihara rasa dendam dan kebencian dalam masyarakat. Pelaku dan penanggungjawab pelanggaranHAM masa kini dan dimasa datang akan menuntut perlakuan yang sama. misalnya G-30S/PKI. Tidak sedikit kalangan masyarakat telah menjadi korban. timur timor. dan menderita dalam ketidakadilan. Selama pemerintahan orde lama sampai dengan orde baru. 42 . irian jaya. berlanjutnya impunity. pasca jajak pendapat. Kedua.. Pelanggaran HAM dimasa lalu membawa setidak tidaknya dalam duakonsekuensi: pertama. dimana pelaku dan penanggungjawab dari kejahatan HAM tidakpernah ditindaksecara hukum. kesemuanya masih meninggalkan persoalan ketidak adilan secara meluas.Indonesia juga menghadapi persoalan yang berhubungandengan pelanggaran HAM. yang terjadi di masa lampau yang tidak pernah di selesaikan secara adil dan manusiawi. Pada sisi lain dengan tidak pernah melupakan dan tidak memaafkan. Ibarat ‘api dalam sekam’.

keadilan dan hak-hak asasi manusia. Sejak beberapa tahun terakhir. ketidakbebasan mimbar akademik. Adam Malik (Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan ke-33) pernah menyatakan bahwa masalah hukum (khususnya hak-hak asasi manusia). Sebagai bukti bahwa hampir setiap hari dia menreima 43 .Setidak yang orang merasa merdeka oleh alam merdeka. pengambil alihan hak milik tanah rakyat kecil yang kerap kali tanpa ganti rugi. sempat mencontohkan : bahwa penganggurandan kemiskinan yang semakin meningkat. belum dihayati secara luasoleh rakyat dan aparat pemerintah. berbagai kasus juga tetap kunjung datang. antara lain bertujuan untuk menegakkan hukum. perhatian yang sedimikian meningkat masalah HAM. saling susul menyusulsehingga melengkapi deretan pelanggaran HAM justru nampak meningkat. penahanan warga nergara yang acap kali tak terbukti kesalahanya. pendidikan yang semakin mahal sehingga tidak dapat diraih. Namun demikian.meningkatkan kemerdekaan yang berhasil kita rebut dari tangan penjajah bangsa asing tiga uluh enam tahun yang lalu. bahwa tidak wajar merekadiperlakukan seakan sebagai manusia kelas dua. Sementara itu. Hal ini di anggap perlu dan penting.2000). refleksi massa lalu. adalah sebagian realitas sosial yang menggoda kita untuk memperhatikan sejenak keadaan hak-hak asasi manusia Indonesia dewasa ini. pada dasarnya bisa dikonstatir.pengalaman pahit yang dirasakan dalam kehidupan nyata mendorong untuk menyadarkan orang.Dalam kaitan ini tebba (dalam Abbas.

kebebasan dan hak milik adalah bersifat ‘alamiah’ pada pribadi manusia. dan penguasa bahkan semua anggota masyarakat harus mengindahkan HAM tersebut.Adanya Negara justru untuk melindungi hak-hak itu kehidupan. serta demokratis. terkandung pengakuan bahwa HAM itu tidak tergantung pada dimuat atau tidaknya dalam Undang-Undang Dasar.Dalam alam pemikiran ini. 44 .adil. yang menempatkan harkat dan martabat manusia sebagai subyek dan obyek HAM.pengaduan tentang pelanggaran HAM yang di alami oleh rakyat dari berbagai daerah di Indonesia. manusiawi. maka problematika HAM di Indonesia hendaknya segera di pecahkan dengan cermat.Adanya dan pengakuannya harus dimuat dalam Undang-Undang Dasar Negara.Adanya dan pengakuannya harus bersifat pra-konstitusional. HAM dalam pemikiran seperti ini bukanlah bercorak pra-konstitusional. Dengan demikian hak-hak asasi manusia tidak abadi. tidak universal dan bukannya tidakdapat berubah. Dalam kaitan ini ada beberapa problema yang perlu di pecahkan dan patut di angkat sebagai agenda nasional dan tuntutan yang mendesak . kejelasan landasan filosofis yuridis bagi HAM Menurut aliran hukum positif. bahwa hak hak asasi manusia pada dasarnya harus berlandaskan pada sejarah hukum. melainkan harus bersifat konstitisional. Bertolak dari pemikiran di atas. Selain itu secara filosofis hak-hak asasi manusia pada dasarnya melekat pada ‘kodrat’ manusia sejak lahir dan merupakan hak abadi yang tidak dapat di ganggu gugat. antara lain: 1.

dimana saja manusia itu berada maka hak-hak yang melekat pada dirinya harus dihormati.berpengaruh kemauan politik untuk meratifikasi instrument HAM ke dalam Negara Indonesia. Secara demikian landasanfilosofis dan yuridis hendaknya saling membarikannasional dan penguatan hukum agar persoalan tidak mudahdi langgar atau di anggap sebagai tuntutan moral semua. dan hal ini merupakan konsekuensi hakiki dari kodratnya. maka untuk menyadarkan hal ituperlu di cantumkan dalam ketentuan Undang -Undang Dasar Negara atau dalam produk hukum lain. political will pemerintah terhadap HAM Kurangnya political will pemerintah Indonesia baikdi massa presiden soekarno maupun presiden soeharto. Disadari bahwa fenomena HAM pada dasarnya merupakan sesuatu yang berakar dalam kehidupan manusia. Terhadap dua pemikiran paham itu. Penyikapan akomodatif dengan mengkronologiskan fenomena HAM dan aspek yuridis kiranya merupakan solusi yang bijak. seharusnya antara keduanya tidak harus di pertentangkan. Karena tidak setiap hak-hak asasi pada manusia itu seluruhnya di sadari oleh manusia dan negaranya. 2. maka dia berifat inbernt pada sifat kodrat manusia itu sendiri. ternyata berbeda dengan pemikiran Hatta yang 45 . segala hak yang berakar dari kodrat manusiaatau kemanusian adalah hak yang lahir bersamadengan manusia.Oleh karena itu HAM besifat universal. melainkan juga adanya kekuatan yuridis bagi HAM yang mempu mengikat manusia dan Negara. Sebagaimana pemikiran soekarno yang terlihat dalam rapat BPUPKI yang menolak masuknya pasal-pasal kebebasan individu. Jadi.

Walaupun pada akhirnya terjad.termasuk meratifikasi instrument HAM internasional pada masademokrasi terpimin(1959-1965). pemerintah melakukan tindakan yang melanggar HAM.pembredelan pers. pada massa orde baru dibawah pemrerintahan soeharto.’kompromis’ antara kelompok pro dan kontra HAM masuk dalam RUU. tidak hanya kurang mempunyai political will namun juga terbukti sering melakukan pelanggaran HAM.memandang perlu masuknya pasal-pasal hak-hak asasi manusia kedalam rancangan UUD. Dari kurang lebih 50 instrumen HAM internasional yang di keluarkan 46 . dianggap sebagai perbuatan yang ‘kontra revolusi’ disamping juga terjadi penahanan lawan lawan politik tanpa melalui proses pengandilan.dan sebagainya. Kurangnya kemauan politok soekarno untuk menghormati HAM. yang kemudian meluas menjadi ajang perdebatan. kasus tanjung priok. berpengaruh terhadap kebijakan dalam meratifikasi instrument HAM internasional ke dalam pemerintahan Negara Indonesia. dengan lebel ‘anti pancasila’ dan ‘anti pembangunan’ .’OTB’ disamping tindakan lain setelah eksekusi dan penahanan PKI.’subyektif’. Pemerintah telah melukan pelanggaran HAM kepada siapa saja yang tidak mendukung kebijakannya. pembatasan gerak mahasiswa dan buruh. Pada masa itu. semakin menambah sederetan tindakan yang justru mencemarkan HAM di Indonesia. Lebih parah lagi. kasus aceh. Political will pemerintah diatas. Warga Negara yang tidak loyal dengan kebijakan pemerintah. hal ini masih nampak dalam ke[emimpinan soekarno. kasus irja.

2001)yang sudah teratifikasi ke Indonesia. 5 tahun 1998). 7 tahun 1984) c. konvensi tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi Rasial1965 (UU No. f. sejumlah konvensi ILO (UU No. dimana pemrintah indoesia telah membentuk panitia tetap (pantap) yang berkedudukan di departemen luar negri dan bertugas memberi rekomendasi mengenai pemajuan HAM di Indonesia. 36 tahun 1990). g.PBB. Tidak Manuisawi atau Merendahkan Martabat Manusia 1987 (UU No. e. konvensi menentang apartheid dalambidang olahraga 1985. Sehubungan dengan adanya kendala dalam proses ratifikasi. 7 tahun 1998). 29 1999) perhatian terhadap permajuan HAM mulai meningkat pada tahun 1991. konvensi mengenai Hak Politik Perempuan tahun1952(UU No. nampak sangat minim(saptomo. 68 tahun 1958). yaitu: a. ditambah dengan tuntutan masyarakat 47 . konvensi mengenai hak anak 1989(Kepres No. d. b. Pantap ini mempunyai andil besar dalam mendorong pembentukan komnas HAM tahun 1993 dan menyusun rencan aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RAN-HAM) tahun 1998-2003. konvensi menentang penyiksaan dan perlakuan atau hukuman lainnya yang kejam. konvensi mengenai penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan tahun 1979(UU No.

c. konvensi perlindungan hak pekerja migram dan anggota keluarganya. konvensi penghentian perdagangan dan eksploitasi prostitusi. maka kegiatan itu baru dapat di jadwalkan sebagai berikut: Tahun 2001: a. 48 . b. c.untuk memprioritaskan instrument HAM internasional. yaitu dibuat keputusan presiden repuklik Indonesia. Tahun 2002 a. b. kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik dengan protokolya. konvensi menentang perbudakan. usia minimum untuk menikah dan regitrasi perkawinan. b. kovenan pencegahan dan penghukuman Kejahatan Genocide. konvensi tentang status pengungsi Draf penyempurnaan RAN-HAM tersebut telah disampaikan kepada ketua panitia nasional RAN-HAM (menlu RI) untuk proses berikutnya. kovenan internasional tentang Hak Ekonomi Sosial dan Budaya. konvensi persetujuan perkawinan. Tahun 2003 a.

sebagai bagian dari rencana Aksi Nasional Sosialisasi HAM Departemen Kehakiman dan HAM dan Puslit HAM dapat membangun sekaligus memperkuat jalinan kemitraan. polarisasi. 2001) Berkaitan dengan it. antra lain adalah: (1) penyiapan kurikulum dan buku pengajaran HAM yang menganut pendekatan integratif dalam mata pelajaran atau bidang studi yang relevan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. maka unversitas sebagai lembaga pendidikan yang memiliki tugas Tri Darmanya (pendidikan. untuk melakukan misi bersama dalam penegakan. Sosialisasi HAM dan Peran Universitas Dalam berbagai pertemuan internasional yang di prakarsai UNESCO sejak decade abad 20. termasuk di lingkunagan pergruan 49 . penelitian dan pengabdian masyarakat) diharapkan dapat berfungsi sebagai layanan informasi. universitas di harapkan senantiasa propokatif dalam merespon tangtangan demokrasi. sosialisasi dan pendidikan HAM bagi semua pihak yang membutuhkannya. Pada jejnjang pendidikan tinggi diharapkan terdorong untuk membentuk pusat studi HAM secara lebih meluas. globalisasi. pembentukan program studi bergelar bergelar dan non gelar dengan spesialisasi HAM. Selain itu. Selanjutnya jalur pendidikan sekolah dapat di upayakan bersama. Unversitas yang prpokatif itu di gambarkan oleh UNESCO (sebagai mana di kutib Abbas. perlindungan dan pemajuan HAM di semua jenjang. jenis dan jalur pendidikan. marginalisasi dan pragmentasi.5. pembentukan perpustakaan HAM. regionalisasi.

(3) menyelenggarakan pelatihan para guru di budang HAM . 2. Melakukan perdamaian pada kedua belah pihak yang bermasalah. Komnas HAM beranggotakan 35 orang yang dipilih oleh DPR berdasarkan usulan Komnas HAM dan diresmikan oleh Presiden. Penegakan Hak Asasi Manusia a. Komnas HAM mempunyai wewenang sebagai berikut: 1. penelitian. penyuluhan.agama. 6. Memberi saran kepada pihak yang bermasalah untuk menyelesaikan sengketa di pengadilan 50 . Menyelesaikan masalah secara konsultasi maupun negosiasi. 3. Masa jabatan anggota Komnas HAM selama lima tahun dan dapat dianggkat lagi hanya untuk satu kali masa jabatan. keberadaan Komnas HAM selanjutnya diatur dalam UndangUndang RI Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia pasal 75 sampai dengan pasal 99. pemantauan. 4. Perjuangan dan Penegakan Hak asasi manusia di indonesia 1) Pembentukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Komnas HAM dibentuk pada tanggal 7 Juni 1993 melalui Kepres Nomor 50 tahun 1993. dan mediasi HAM. Komnas HAM merupakan salah satu upaya penegakan HAM dengan membentuk lembaga negara mandiri setingkat lembaga negara lainnya yang berfungsi sebagai lembaga pengkajian. (2) menerjemahkan bahan-bahan pegajaran mengenai HAM . dan sebagainya. Menyampaikan rekomendasi atas suatu kasus pelanggaran hak asasi manusia kepada pemerintah dan DPR untuk ditindak lanjuti.

sosial. dan budaya. ekonomi. Hambatan dan Tantangan dalam Penegakan HAM Meskipun bangsa Indonesia telah membuat beberapa dokumen hak asasi manusia untuk menjamin pelaksanaan hak asasi manusia. berwenang memeriksa dan memutus perkara pelanggaran HAM yang dilakukan oleh warga negara Indonesia dan terjadi di luar batas teritorial wilayah Indonesia. b. 3) Pendidikan Ham Dalam pendidikan hak asasi manusia tidak hanya diberikan materi tentang hak asasi manusia dan kovenan hak sipil. kepastian hukum. Pelanggaran hak asasi manusia di 51 . Disamping itu. Pengadilan HAM bertugas dan berwenang memeriksa dan memutuskan perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat. hak atas lingkungan sampai hak-hak konsumen. keadilan dan perasaan aman. baik perseorangan maupun masyarakat. 2) Pembentukan Pengadilan Ham Pengadilan HAM dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2000. Oleh karena pendidikan HAM mutlak diberikan disekolah. namun dalam perjalanannya masih ada pelanggaran hak asasi. melainkan dibicarakan juga hak buruh hak atas tanah. Pengadilan HAM adalah pengadilan khusus terhadap pelanggaran HAM berat yang diharapkan dapat melindungi hak asasi manusia baik perseorangan maupun masyarakat dan menjadi dasar dalam penegakan.

yaitu secara ideologis.Indonesia terjadi karena makin meningkatnya gejala individualistik. dan minimnya perangkat hukum dan perundang-undangan. Makin tinggi ekonomi masyarakat. secara umum hambatan tersebut dikelompokkan menjadi tiga macam. Hambatan utama dalam penegakan hak asasi manusia di Indonesia adalah masalah ketertiban dan keamanan nasional. rendahnya kesadaran hak asasi manusia. dan teknis. Pandangan sosialis mengutamakan peran negara dan masyarakat. ekonomis. dan politik. Bangsa Indonesia pun telah berusaha melakukan upaya penegakan hak asasi manusia. dan eksklusif. materialistik. 2. 3. sipil. Pelanggaran ini dapat diatasi atau dikurangi jika ada penegakan hak asasi manusia. namun banyak hambatan dan tantangan dalam penegakan hak asasi manusia itu. Secara Ekonomis Penegakan hak asasi manusia memiliki hubungan dengan kondisi ekonomi masyarakat. Pandangan ideologi liberal lebih mengutamakan penghormatan terhadap hak pribadi. 1. Secara Teknis 52 . Secara Ideologis Perbedaan ideologi sosialis dengan liberalis membuat perbedaan yang tajam dalam memandang hak asasi manusia. Namun. maka makin tinggi pula upaya penegakan hak asasi manusia.

memang masih banyak persoalan yang menjadi tantangan dalam pelaksanaan penegakan HAM di negeri ini. Makin banyaknya kasus pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi adalah tantangan penegakan hak asasi manusia di Indonesia. Pada dasarnya. bukan berarti masalah penegakan hak asasi manusia dikatakan lemah atau tidak ada penegakan hukum. Sebagian kasus pelanggaran hak asasi manusia telah diselesaikan. 53 . Proses penegakan hak asasi manusia di Indonesia dilakukan dengan beberapa langkah dan upaya dengan harapan dapat menegakkan asasi manusia di Indonesia. rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada aparat pemerintah dan lembaga-lembaga penegak hukum. sedangkan yang lainnya masih diusahakan. Meskipun banyak kasus pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia. Dengan banyaknya hambatan penegakan hak asasi manusia maka bangsa Indonesia berupaya keras untuk melakukan proses penegakan hak asasi manusia.Penegakan hak asasi manusia secara teknis mengalami kendala karena belum diratifikasinya berbagai instrumen hak asasi manusia internasional. pengertian HAM adalah keyakinan bahwa manusia lahir ke dunia bahwasanya makhluk ciptaan Tuhan adalah sama dan sederajat dengan hak- haknya yang sama. Akan tetapi. Tantangan- tantangan dalam penegakan HAM di Indonesia meliputi: 1.

3. belum adanya komitmen pemerintah yang kuat terhadap upaya penegakan HAM dan kemampuan melaksanakan kebijakan HAM secara efektif sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi. perhatian masyarakat dan media massa lebih terarah pada persoalan korupsi. 54 . budaya kekerasan seringkali masih menjadi pilihan berbagai kelompok masyarakat dalam menyelesaikan persoalan yang ada di antara mereka. 6. budaya feodal dan korupsi menyebabkan aparat penegak hukum tidak mampu bersikap tegas dalam menindak berbagai pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pejabat atau tokoh masyarakat. dan pemulihan ekonomi daripada penanganan kasus-kasus HAM. terorisme. masih lemahnya kekuatan masyarakat (civil society) yang mampu menekan pemerintah secara demokratis sehingga bersedia bersikap lebih peduli dan serius dalam menjalankan agenda penegakan HAM. dalam beberapa tahun terakhir. 7. masih ada pihak-pihak yang berusaha menghidupkan kekerasan dan diskriminasi sistematis terhadap kaum perempuan ataupun kelompok masyarakat yang dianggap minoritas. 4. 5.2. 9. 8. terjadinya komersialisasi media massa yang berakibat pada semakin minimnya keterlibatan media massa dalam pemuatan laporan investigatif mengenai HAM dan pembentukan opini untuk mempromosikan HAM. desentralisasi yang tidak diikuti dengan menguatnya profesionalitas birokrasi dan kontrol masyarakat di daerah potensial memunculkan berbagai pelanggaran HAM pada tingkat lokal.

11. menghalangi. ada sebagian warga masyarakat dan aparat pemerintah yang masih berpandangan bahwa HAM merupakan produk budaya Barat yang individualistik dan tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Negara juga berperan penting serta mempunyai tanggung jawab yang besar dalam upaya penyelesaian pelanggaran HAM. Pelanggaran hak asasi manusia dimasa lalu Menurut pasal 1 Angka 6 No 39 Tahun 1999 yang dimaksud dengan pelanggaran Hak Asasi Manusia yaitu setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara. baik disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi. bahwa negara berkewajiban untuk mengambil langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia. Meskipun sudah ada undang-undang yang mengatur tentang Hak Asasi 55 . membatasi dan atau mencabut Hak Asasi Manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyesalan hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku. Yang menjadi titik tekan dalam pelanggaran Hak Asasi Manusia adalah negara. keamanan dan kestabilitas suatu negara. berbagai ketidakadilan pada masa lalu telah menyebabkan luka batin dan dendam antarkelompok masyarakat tanpa terjadi rekonsiliasi sejati.10. Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) sesungguhnya merupakan ancaman besar terhadap perdamaian. 7.

pembunuhan sewenang-wenang atau diluar putusan pengadilan. para anggota polisi dan militer yang terlibat dalam kasus itu telah merenggut hak hidup dari mahasiswa Universitas Trisakti dengan cara menginjak-nginjaknya. dan menembaki mahasiswa.Manusia (HAM) dan sudah ada lembaga penegak HAM tetapi masih saja ada pelanggaran-pelanggaran HAM. pencemaran nama baik dan pelanggaran HAM berat seperti halnya pembunuhan masal. Kasus trisakti ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu akan tetapi sampai saat ini pemerintah belum dapat menyelesikan kasus trisakti. Tragedi trisakti ini telah menewasan 4 mahasiswa universitas trisakti dan menyebabkan puluhannya luka- luka. perbudakan atau diskriminasi yang dilakukan secara sistematis. penghilangan orang secara paksa. Dalam kasus tragedi trisakti. Apabila dilihat dari perkembangan sejarah Hak Asasi Manusia bangsa Indonesia masih banyak kasus pelanggaran yang belum dapat diselesaikan dalam hal ini contohnya yaitu masalah trisakti. Pelanggaran Hak Asasi Manusia dapat terjadi dalam interaksi antara warga masyarakat dan antara masyarakat dengan aparat pemerintahan. Selain kasus dari tragedi trisakti yang 56 . memukuli. penganiayaan. padahal penyelesaiaan pelanggaran Hak Asasi Manusia merupakan kewajiban dan tanggung jawab dari negara. penyiksaan.Tragedi trisakti ini merupakan salah satu contoh kasus pelanggaran HAM dimana jaminan Hak Asasi Manusia yang telah dilanggar adalah jaminan hak untuk hidup. sedangkan jaminan hak asasi tersebut sudah jelas tercantum pada Undang-Undang Dasar 1945pasal 28A. Di negara Indonesia juga sering terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia baik berupa pelanggaran HAM biasa seperti pemukulan.

Seharusnya ada langakah tegas dari pemerintah agar kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu dapat segera terselesaikan. 57 . kasus- kasus tersebut antara lain kasus meninggalnya marsinah seorang aktivis buruh yang bekerja pada PT Catur Putra Surya (CPS) yang tewas pada tanggal 8 Mei 1993. bukan hanya sebagai wacana belaka saja dari dulu.belum terselesaikan masih ada lagi kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia lainnya yang terjadi di Indonesia yang belum dapat terselesaikan oleh pemerintah. padahal tragedi trisakti sendiri setiap tahunnya selalu diperingati bersama. Tragedi trisakti merupakan salah satu kasus palanggaran Hak Asasi Manusia yang dijanji oleh jokowi akan diselesaikan akan tetapi sampai sejauh ini jokowi belum memberikan instruksi untuk menindak lanjuti kasus tersebut. Tidak mungkin kan jika pemerintah lupa dalam menyelesaikan kasus dari tragedi trisakti. Adanya penyelesasian dari masalah pelanggaran HAM tersebut sesungguhnya bukan hanya penting bagi para korbannya saja akan tetapi penting juga untuk negeri ini agar tidak terulang kembali pelanggaran yang serupa di masa yang akan datang. Kalau penyelesaiaan pelanggaran HAM masa lalu hanya dijadikan sebagai wacana saja nanti bisa jadi kepercayaan dari warga negara kepada pemerintah bisa hilang karena tidak adanya tindakan nyata dari janji-janjinya. Selain dari kasus tragedi trisakti dan tewasnya marsinah dengan misterius masih banyak lagi kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia dimasa lalu yang belum terselesaikan sampai saat ini.

ras.Dengan demikian pelanggaran HAM merupakan tindakan pelanggaran kemanusiaan baikdilakukan oleh individu maupun oleh institusi negara atau institusi lainnya terhadap hak asasi individu laintanpa ada dasar atau alasan yuridis dan alasan rasional yang menjadi pijakanya. etnis. 2. dan agama dengan cara melakukantindakan kekerasan (UUD No. meliputi : Kasus pelanggaran HAM yang bersifat berat meliputi : 1.26/2000 Tentang Pengadilan HAM). dan atau mencabut Hak Asasi Manusia seseorangatau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-Undang ini. Pelanggaran hak asasi manusia Menurut UU no 26 Tahun 2000 tentang pengadilan HAM. Genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan ataumemusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa. Pelanggaran HAM adalah setiapperbuatan seseorang atau kelompok orng termasuk aparat negara baik disengaja atau kelalaian yangsecara hukum mengurangi.8. atau dikhawatirksntidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar. berdasarkan mekanisme hukum yangberlaku. Bentuk pelanggaran hak asasi manusia dikategorikan dalam dua jenis.Pembunuhan masal (genosida). membatasi. yaitu Kasus pelanggaran HAM yang bersifat berat dan Kasus pelanggaran HAM yang biasa. menghalangi. dan tidak didapatkan.Kejahatan KemanusiaanKejahatan kemanusiaan adalah suatu perbuatan yang dilakukan berupa serangan yang ditujukansecara langsung terhadap penduduk 58 .

Pencemaran nama baik d. 2.pembunuhan.masih belum adanya kesepahaman pada tataran konsep hak asasi manusia antara paham yangmemandang HAM bersifat universal (universalisme) dan paham yang memandang setiap bangsamemiliki paham HAM tersendiri berbeda dengan bangsa yang lain terutama dalam pelaksanaannya(partikularisme). Menghalangi orang untuk mengekspresikan pendapatnya e. 59 . dan4. Pemukulan b. meliputi : a. perbudakkan dll Kasus pelanggaran HAM yang biasa. Penyebab Pelanggaran Hak Asasi Manusia Adapun penyebab dari pelanggaran Hak Asasi Manusia adalah sebagai berikut: 1. 3.adanya pandangan HAM bersifat individulistik yang akan mengancam kepentingan umum(dikhotomi antara individualisme dan kolektivisme). Penganiayaan c. Menghilangkan nyawa orang lain 9.penyiksaan.kurang berfungsinya lembaganlembaga penegak hukum (polisi.sipil seperti pengusiran penduduk secara paksa. jaksa dan pengadilan).pemahaman belum merata tentang HAM baik dikalangan sipil maupun militer.

10. Hal ini didasarkan pada pelanggaran hak asasi manusia yang dibuat merupakan Extra Ordinary Crimes dan berdampak secara luas. Selain itu. memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi sebelum diundangkannya undang-undang pengadilan HAM.26 Tahun 2000 tentang pengadilan HAM. Prosedur penyelesaian Pelanggaran HAM Dalam upaya menegakkan pengadilan HAM telah dibentuk pengadilan khusus terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Dalam UU No. permasalahan mengenai pertanggung jawaban pidana diatur dalam pasal 36 sampai dengan pasal 40 yaitu :  Mengenai kejahatan Genocida dengan cara 1 sampai 5 yang diatur pada pembahasan jenis tindak pidana HAM mengenai kejahatan Genocida diatas yaitu dipidana dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pertanggungjawabannya dipidana penjara paling lama 25 (dua puluh lima) tahun dan paling singkat 10 (sepuluh) tahun. baik pada tingkat nasional maupun internasional. baik perorangan maupun masyarakat. pengadilan HAM ad hoc digunakan untuk memeriksa.  Mengenai kejahatan kemanusiaan dengan cara 1 sampai 5 dan 10 yang diatur pada pembahasan jenis tindak pidana HAM mengenai kejahatan kemanusiaan diatas yaitu pertanggunjawabannya dipidana dengan pidana mati atau pidana 60 . Pelanggaran hak asasi manusia yang berat meliputi kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Dengan munculnya pengadilan hak asasi manusia diharapkan akan dapat melindungi hak-hak dasar manusia.

6 yang diatur pada pembahasan jenis tindak pidana HAM mengenai kejahatan kemanusiaan diatas yaitu pertanggunjawabannya dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 5 (lima) tahun. yang dilakukan oleh 61 .penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 25 (dua puluh lima) tahun dan paling singkat 10 (sepuluh) tahun. Selain beberapa pertanggung jawaban yang diatur pada pasal yang diuraikan diatas. pengaturan ini tercantum dalam pasal 42 dengan ketentuan yaitu : (1) Komandan militer atau seseorang yang secara efektif bertindak sebagai komandan militer dapat dipertanggungjawabkan terhadap tindak pidana yang berada di dalam yurisdiksi Pengadilan HAM.  Mengenai kejahatan kemanusiaan dengan cara no.  Mengenai kejahatan kemanusiaan dengan cara 7 sampai 9 yang diatur pada pembahasan jenis tindak pidana HAM mengenai kejahatan kemanusiaan diatas yaitu pertanggunjawabannya dipidana dengan pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan paling singkat 10 (sepuluh) tahun. terdapat juga pengaturan mengenai pertanggung jawaban pidana bagi seorang atasan baik militer ataupun sipil.  Mengenai kejahatan kemanusiaan dengan cara no. 3 yang diatur pada pembahasan jenis tindak pidana HAM mengenai kejahatan kemanusiaan diatas yaitu pertanggunjawabannya dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 5 (lima) tahun. dan kepolisian atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh bawahannya.

dan 62 . yaitu : a. dan penuntutan. karena atasan tersebut tidak melakukan pengendalian terhadap bawahannya secara patut dan benar yakni : a. baik polisi maupun sipil lainnya. komandan militer atau seseorang tersebut tidak melakukan tindakan yang layak dan diperlukan dalam ruang lingkup kekuasaannya untuk mencegah atau menghentikan perbuatan tersebut atau menyerahkan pelakunya kepada pejabat yang berwenang untuk dilakukan penyelidikan. atasan tersebut mengetahui atau secara sadar mengabaikan informasi yang secara jelas menunjukkan bahwa bawahan sedang melakukan atau baru saja melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang berat. dan b. bertanggung jawab secara pidana terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat yang dilakukan oleh bawahannya yang berada di bawah kekuasaan dan pengendaliannya yang efektif. komandan militer atau seseorang tersebut mengetahui atau atas dasar keadaan saat itu seharusnya mengetahui bahwa pasukan tersebut sedang melakukan atau baru saja melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang berat. penyidikan. (2) Seorang atasan. atau di bawah kekuasaan dan pengendaliannya yang efektif dan tindak pidana tersebut merupakan akibat dari tidak dilkukan pengendalian pasukan secara patut.pasukan yang berada di bawah komando dan pengendaliannya yang efektif.

atasan tersebut tidak mengambil tindakan yang layak dan diperlukan dalam ruang lingkup kewenangannya untuk mencegah atau menghentikan perbuatan tersebut atau menyerahkan pelakunya kepada pejabat yang berwenang untuk dilakukan penyelidikan. dan penuntutan. dan 40. UU No. Kedua ketentuan diatas mendapat pertanggung jawaban pidana sama seperti yang diatur dalam pasal 36. 38. b.26 Tahun 2000. 37. 63 . penyidikan. 29.

dimana setiap bentuk pelanggaran HAM baik yang dilakukan oleh seseorang. semua anak bangsa harus mau keluar dari sket-sket kamar tesebut untuk menyatu dalam kamar atau ruang keluarga besar. Dinamika NKRI mengharuskan seluruh potensi bangsa untuk bertekad mempertahankan keutuhan NKRI dari berbagai ancaman dan gangguan yang membahayakan eksistensi NKRI sebagai negara yang berdaulat. BAB 3 PENUTUP A. pengadilan HAM menempuh proses pengadilan melalui hukum acara peradilan HAM sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang pengadilan HAM.Demi bangsa dan negara. kelompok atau suatu instansi atau bahkan suatu Negara akan diadili dalam pelaksanaan peradilan HAM. tapi satu hal yang perlu kita ingat bahwa Jangan pernah melanggar atau menindas HAM orang lain.Dalam kehidupan bernegara HAM diatur dan dilindungi oleh perundang-undangan RI. Setiap individu mempunyai keinginan agar HAM-nya terpenuhi. kamar etnik.Ada kamar partai. HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia sesuai dengan kiprahnya. kamar provinsi. dan beragam kamar kepentingan lainnya. Kesimpulan Sebagai Negara yang berdiri secara berdaulat NKRI memiliki kedaulatan akan wilayah yang jelas serta pengaturan penyelenggaraan pemerintahan secara berdaulat tanpa pengaruh dari negara lain. 64 . NKRI ibarat sebuah rumah besar yang terdiri dari berbagai kamar.

agar upaya penegakan HAM bergerak ke arah positif sesuai harapan kita bersama. dan pers. Dan sudah menjadi kewajiban bersama segenap komponen bangsa untuk mencegah agar pelanggaran HAM di masa lalu tidak terulang kembali di masa kini dan masa yang akan datang. politisi. Dan jangan sampai pula HAM kita dilanggar dan dinjak-injak oleh orang lain. aparat penegak hukum. B. seperti masyarakat. namun masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Di samping itu kita juga harus bisa menghormati dan menjaga HAM orang lain jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM. Tuntutan untuk menegakkan HAM kini sudah sedemikian kuat. Penghormatan dan penegakan terhadap HAM merupakan suatu keharusan dan tidak perlu ada tekanan dari pihak mana pun untuk melaksanakannya. 65 . Pembangunan bangsa dan negara pada dasarnya juga ditujukan untuk memenuhi hak-hak asasi warga negaranya. akademisi. baik dari dalam negeri maupun melalui tekanan dari dunia internasional. tokoh masyarakat. dan para elite politik agar penegakan HAM berjalan sesuai dengan apa yang dicita-citakan dan memastikan bahwa hak asasi warga negaranya dapat terwujud dan terpenuhi dengan baik. Untuk itu perlu adanya dukungan dari semua pihak. Diperlukan niat dan kemauan yang serius dari pemerintah. Saran Sebagai makhluk sosial kita harus mampu mempertahankan dan memperjuangkan HAM kita sendiri.

Jadi dalam menjaga HAM kita harus mampu menyesuaikan dan mengimbangi antara HAM kita dengan orang lain. Dan kita juga harus membantu negara dalam mencari upaya untuk mengatasi atau menanggulangi adanya pelanggaran- pelanggaran HAM yang ada di Indonesia. 66 .

Mulya Lubis. Broto Sumedi. Konteks Kenegaraan Hak Asasi Manusia. Mulya Lubis. 1983. Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Konteks Indonesia. Malang : Madani Saafroedin Bahar.In Search of Human Rights: Legal-Political Dilemmas of Indonesia’s New Order. suparlan Dkk. Miriam Budiardjo. Semarang : penerbit Satya Wacana 67 . 2016. DAFTAR PUSTAKA Al Hakim. Jakarta. 1994. 1993. Gramedia Pustaka Utama Jakarta Wiryotenoyo. Introduction T. Penerbit Buku Kompas T. Manusia Dan Hak-hak Asasi Manusia. Catatan hukum Todung Mulya Lubis: mengapa saya mencintai negeri ini?. 2007.