You are on page 1of 13

III.

TINJAUAN PUSTAKA

A. DEFINISI
Urolithiasis atau batu saluran kemih adalah suatu kondisi dimana
dalam saluran kemih individu terbentuk batu berupa kristal yang mengendap
dari urin (Mehmed & Ender, 2015). Pembentukan batu dapat terjadi ketika
tingginya konsentrasi kristal urin yang membentuk batu seperti zat kalsium,
oksalat, asam urat dan/atau zat yang menghambat pembentukan batu (sitrat)
yang rendah (Moe, 2006; Pearle, 2005). Urolithiasis merupakan obstruksi
benda padat pada saluran kencing yang terbentuk karena faktor presipitasi
endapan dan senyawa tertentu (Grace & Borley, 2006). Urolithiasis
merupakan kumpulan batu saluran kemih, namun secara rinci ada beberapa
penyebutannya. Berikut ini adalah istilah penyakit batu bedasarkan letak batu
antara lain yaitu: (Prabowo & Pranata, 2014):

1. Nefrolithiasis disebut sebagai batu pada ginjal
2. Ureterolithiasis disebut batu pada ureter
3. Vesikolithiasis disebut sebagai batu pada vesika urinaria/ batu buli
4. Uretrolithiasis disebut sebagai batu pada ureter

Uretrolithiasis merupakan penyumbatan saluran ureter oleh batu karena
pengendapan garam urat, oksalat, atau kalsium. Batu tersebut dapat terbentuk
pada ginjal yang kemudian turun ke ureter (Isselbacher, 2012)

B. ETIOLOGI & FAKTOR RESIKO
Pembentukan batu pada saluran kemih umumnya membutuhkan keadaan
supersaturasi. Namun pada urin normal, ditemukan adanya zat inhibitor
pembentuk batu. Pada kondisi-kondisi tertentu, terdapat zat reaktan yang
menginduksi terbentuknya batu (Aru, et al., 2014). Adanya hambatan aliran
urin seperti pada kondisi fimosis, striktur meatus, hipertrofi prostat, refluks
vesikoureter, uretrokel, dan konstriksi uteroplevik dapat menginduksi
pembentukan batu. Penyebab lain yaitu adanya kelainan bawaan pada
pelvikalises. Adanya gangguan metabolik seperti hiperparatiroidisme,

14

2014) Secara epidemiologis terdapat beberapa faktor yang mempermudah terjadinya batu saluran kemih yang dibedakan sebagai faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik yaitu(Purnomo.2009): Faktor intrinsik.. Mirabilis. 3. seperti adanya penyakit pada usus sehingga menyebabkan overabsorbsi kalsium dapat berperan sebagai penyebab batu ginjal (Kumar. faktor penyakit lain yang diderita. oksalat dan kalsium mempermudah terjadinya batu saluran kemih.. Iklim dan temperatur. Geografi: pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian yang lebih tinggi daripada daerah lain sehingga dikenal sebagai daerah stone belt (sabuk batu). et al. meliputi: 1. 3. yang yang mempu mengubah urea menjadi ammonia akan menyebabkan terbentuknya batu tipe “magnesium ammonium phosphate stone”. Selain itu. Dehidrasi. nekrosis papil ginjal juga ikut berperan dalam proses saturasi sehingga terbentuk batu renal (Sjamsuhidayat. 2. Asupan air: kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium dapat meningkatkan insiden batu saluran kemih. 4. 15 hiperuresemia. . Jenis kelamin: jumlah pasien pria 3 kali lebih banyak dibanding pasien wanita. 2010). hiperkalsiuria juga ikut berperan dalam proses pembentukan batu. selain itu adanya infeksi mikroorganisme pengahasil enzim urease seperti P. 2. Umur: paling sering didapatkan pada usia 30-50 tahun. 5. Pekerjaan: penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk atau kurang aktivitas fisik (sedentary life). meliputi: 1. Faktor ekstrinsik. Herediter: diduga dapat diturunkan dari generasi ke generasi. Diet: diet tinggi purin.

kanker. Kalsium sitrat mudah larut sehingga hancur dan dikeluarkan melalui urin. konsentrasi as. disebabkan oleh peningkatan absorbs kalsium melalui usus. diet kaya oksalat. batu kalsium fosfat atau campuran.  Hipositraturia : sitrat berikatan dengan kalsium di dalam urin sehingga calsium tidak lagi terikat dengan oksalat maupun fosfat. 16 C. gangguan kelenjar paratiroid. dan sayuran hijau terutama bayam. (teh. Dijumpai dalam bentuk batu kalsium oksalat.  Kombinasi kalsium . Terbentuknya batu terkait kadar kalsium yang tinggi di dalam urine atau darah dan akibat dari dehidrasi. 2009) 1) Batu kalsium Kalsium adalah batu yang paling banyak menyebabkan BSK (70%- 80%). kopi instant. Batu kalsium terdiri dari dua tipe :  Whewellite (monohidrat): batu padat.magnesium menjadi weddllite (dehidrat): kuning. . dan peningkatan reabsorbsi tulang karena hiperparatiroid atau tumor paratiroid. karenanya merupakan penghambat terjadinya batu tersebut. KLASIFIKASI (Purnomo. overdosis vit D. gangguan reabsorbsi kalsium oleh ginjal. minuman soft drinks. sitrun. Sumber asam urat urin berasal dari makanan kaya purin maupun berasal dari metabolisme endogen.  Hiperoksaluri : peningkatan ekskresi oksalat > 45 gram/ hari.)  Hiperurikosuri : kadar asam urat urin > 850mg/ 24 jam. Asam urat urin yang berlebihan bertindak sebagai inti batu terhadap pembentukan batu kalsium oksalat. mudah hancur Faktor terjadinya batu oksalat adalah sebagi berikut:  Hiperkalsiuri : kenaikan kadar kalsium urin > 250-300mg/24jam. banyak diderita oleh penderita yang mengalami kelainan usus karena post operasi. penyakit ginjal. kokoa. oksalat tinggi pada air kemih. jeruk.

Penyebab tersering hipomagnesuria ialah penyakit inflamasi usus diikuti gangguan malabsorbsi. lysin dan ornithine berkurang. Reabsorbsi asam amino. 2) Batu asam urat Terjadi pada 5-10% penderita dengan komposisi asam urat. pembentukan . magnesium juga merupakan penghambat seperti halnya sitrat. hiperurikosurik dan dehidrasi berpeluang besar menderita BSK ini. Merupakan batu yang jarang dijumpai dengan insiden 1-2%. disebabkan gangguan ginjal. besar hingga membentuk staghorn (tanduk rusa). Pseudomonas. diet tinggi protein. Serratia. Enterobakter. Pada batu struvit volume air kemih yang banyak sangat penting untuk membilas bakteri dan menurunkan supersaturasi dari fosfat. penggunaan kemoterapi. arginin. mieloproliferative. Ditemukan sekitar 15-20% pada penderita BSK ditandai dengan kadar amoniak urin tinggi. salisilat. dan Staphiloccocus. Batu asam urat ini adalah batu yang dapat dipecah dengan obat. Batu asam urat dibentuk hanya oleh asam urat. 90% berhasil dengan kemolisis. Gout arthritis. sistin. biasanya berusia > 60 tahun. alkoholik. terbentuknya batu ini disebabkan adanya ISK. obat urikosurik sulfinpirazone.pasien obesitas.. Ukuran batu bervariasi dari kecil. sering terjadi pada wanita daripada laki-laki. thiazide. Klebsiella. 3) Batu struvit (magnesium-amonium fosfat) Batu struvit disebut juga batu infeksi. 17  Hipomagnesia. Kuman yang termasuk pemecah urea di antaranya adalah : Proteus spp. Kuman penyebab infeksi ini adalah golongan kuman pemecah urea atau urea splitter yang dapat menghasilkan enzim urease dan merubah urine menjadi bersuasana basa melalui hidrolisis urea menjadi amoniak. karena meningkatkan ekskresi asam urat sehingga pH air kemih menjadi rendah. kelainan metabolism sistin yaitu kelainan absorpsi sistin di mukosa usus. 4) Batu Sistin Batu Sistin terjadi saat kehamilan.

asam urat atau urat (30%). 2016). Disebabkan faktor keturunan dan pH urine asam. individu yang memiliki riwayat batu sebelumnya. 2016). Sebab prerenal menyebabkan peningkatan filtrasi dan ekskresi substansi pembentuk batu ginjal melalui peningkatan konsentrasi pada plasma. renal. Laki-laki lebih sering terserang dibandingkan wanita. 2014). silikat D. Batu xantin dapat terjadi akibat peningkatan pembentukan purin dan pemecahan xanthin menjadi asam urat terhambat (Silbernagl dan Lang. Terbentuknya batu ginjal dimulai dengan pembentukan kristal pada urin dengan saturasi berlebihan yang menempel pada urothelium dan membentu nidus untuk terbentuknya batu lebih besar (Dawson. PATOFISIOLOGI Batu ginjal terbentuk dari beberapa mekanisme yang berbeda. kristalisasi dapat terjadi. Komponen yang paling sering ditemukan pada batu ginjal adalah kalsium oksalat (70%). individu yang statis karena imobilitas.4 Pembentukan batu dapat terjadi karena urine sangat jenuh. Proses reabsorbsi ginjal yang tidak normal merupakan penyebab yang cukup sering pada peningkatan ekskresi pada keadaan hiperkalsiuria dan . triamteren. misal : supersaturasi biasa menyebabkan batu urat. kalsium fosfat atau magnesium-amonium fosfat (30%). Beberapa komponen urin dapat mencapai konsentrasi di atas ambah kelarutan. Batu lainnya : batu xantin (defisiensi enzim xantin oksidase). Hiperurisemia terjadi akibat suplai berlebihan. dengan usia puncak antara 20-30 tahun (Kumar. Peningkatan konsentrasi substansi pembentuk batu ginjal dapat disebabkan oleh faktor prerenal. atau peningkatan pemecahan purin. Hiperkalsiuria prerenal dan fosfaturia merupakan akibat dari peningkatan absoprsi pada intestinal atau mobilisasi dari tulang seperti pada kasus peningkatan hormon paratiroid dan kalsitriol. sedangkan batu infeksi disebabkan oleh metabolisme bakteri (Knoll. 2012). Hiperoksalemia dapat disebabkan oleh pemecahan asam amino atau peningkatan absorpsi intestinal. 18 batu terjadi saat bayi. 2010). dan xantin atau sistin (kurang dari 5%) (Silbernagl dan Lang. Pada keadaan tersebut. peningkatan sintesis de novo. dan postrenal.

Ketidakmampuan untuk menghasilkan urin yang asam dapat meningkatkan insidensi batu ginjal. Hal tersebut dapat menyebabkan pembentukan batu fosfat (Silbernagl dan Lang. Obstruksi pada aliran urin menyebabkan dilatasi ureter dan hidronefrosis dengan penghentian ekskresi. 2016). 19 sistinuria. Obstruksi urin juga dapat menyebabkan pertumbuhan patogen sehingga menyebabkan infeksi traktus urinarius atau pyelonefritis. Pelepasan hormon antidiuresis dapat meningkatkan konsentrasi substansi pembentuk batu ginjal melalui peningkatan konsentrasi urin. Patogen yang dapat memecah urea menghasilkan NH3 dari urea dan menyebabkan urin menjadi bersifat alkali. Asam urat lebih mudah terlarut ketika terdisosiasi dan batu asam urat terbentuk pada urin yang asam (Silbernagl dan Lang. Efek dari batu ginjal yaitu blokade traktur urinarius inferior. Kelarutan dari beberapa substansi bergantung pada pH urin. Hal tersebut dapat menyebabkan peregangan pada otot ureter sehingga menyebabkan konstraksi yang sangat nyeri (kolik renalis). 2016). Fosfat dapat secara mudah terlarut pada urin yang asam. .

2016). .1. 20 Gambar 2. Patofisiologi Batu Ginjal (Silbernagl dan Lang.

Pada batu yang terletak di uretel distal. punggung. kebiasaan olahraga 2. Pada pemeriksaan sedimen urin menunjukkan adanya leukosituria. terlihat tanda-tanda gagal ginjal. penyakit keluarga. nyeri akan menjalar ke testis ipsilateral pada pria dan labium pada wanita. atau obstruksi unilateral pada pasien yang hanya memiliki 1 ginjal. Pasien sering merasakan gejala frekuensi dan urgensi. bahkan terjadi hematuria ( Ngo dan Assimos. PENEGAKKAN DIAGNOSIS Penegakan diagnosis uretrolitiasis dilakukan berdasarkan hasil anamnesis. Selain itu. 2009) : 1. Nyeri bisa berupa nyeri kolik ataupun bukan kolik. 3. Pasien merasakan lemas. Pada anamnesis keluhan paling sering dirasakan oleh pasien adalah nyeri pinggang. dan jika disertai infeksi didapatkan demam/menggigil. retensi urin. Batu yang terletak di ureter proksimal dapat menyebabkan nyeri di daerah pinggul yang menjalar ke abdomen bagian atas. Pemeriksaan . Pasien dengan ureterolithiasis dapat merasakan nyeri pada pinggang. teraba ginjal pada sisi yang sakit akibat hidronefrosis. hematuria. 21 E. Hasil laboratorium dapat menunjukkan leukositosis akibat respon stress maupun infeksi. Manifestasi Klinik Batu saluran kemih non obstruktif dapat asimptomatik.. pada batu yang terdapat pada distal ureter meyebabkan pasien merasa nyeri pada saat kencing atau kencing tidak tuntas. 2015). Pada urinalisis dapat ditemukan eritrosit. Kreatinin serum dapat meningkat jika pasien mengalami hipovolemia atau terdapat obstruksi bilateral. mual. Nyeri ketok costovertebra ipsilateral dapat terjadi. maupun perut bagian bawah. Pada pemeriksaan fisik mungkin didapatkan nyeri ketok pada daerah kosto-vertebrae. 2007). Pemeriksaan radiologi penting dilakukan karena hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium tidak begitu spesifik ( Han et al. dan dijumpai kristal-kristal pembentuk batu. Nyeri kolik terjadi karena aktivitas peristaltik otot sistem kalises ataupun ureter meningkat dalam usaha untuk mengeluarkan batu dari saluran kemih. dan pemeriksaan penunjang (Purnomo. pola makan. leukosit. F. Pada anamnesis perlu dievaluasi riwayat penyakit dahulu. pemeriksaan fisik. dan kristal.

fosfat. Pemeriksaan ini tidak dapat dilakukan jika pasien mengalami kolik renal akut karena tidak dapat menunjukkan gambaran system pelviokalises dan ureter. bentuk. 4. McAninch dan Lue. Selain itu. 5. sementara batu lainnya seperti jenis kalsium oksalat dan fosfat bersifat radioopak. infeksi. atau harus diambil karena sesuatu indikasi sosial. baik yang radiolusen maupun radioopak. dan menentukan fungsi ginjal. 6. oksalat. Pada batu radiolusen. Pengeluaran spontan batu pada ginjal dipengaruhi oleh ukuran. Batu asam urat murni bersifat radiolusen pada pemeriksaan foto rontgen abdmen dua proyeksi. dilakukan foto dengan bantuan kontras untuk menunjukkan defek pengisian. Untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal. Pemeriksaan elektrolit juga dapat dilakukan akibat kecurigaan terhadap penyebab terbentuknya batu seperti kalsium. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) dapat digunakkan untuk melihat semua jenis batu. melalui tindakan endourologi. lokasi. 1. CT urografi atau USG menjadi pilihan. 2013). dan pembengkakan ureter yang berkaitan. Observasi Konservatif Kebanyakan batu pada ginjal tidak membutuhkan intervensi. 2009. TATA LAKSANA Indikasi untuk melakukan tindakan atau terapi pada batu saluran kemih adalah jika batu telah menimbulkan obstruksi. pielografi retrograde melalui sistoskopi. 22 kultur urin menunjukkan adanya kuman penghasil enzim urease. Pemeriksaan darah perifer lengkap dan kadar ureum kreatinin serum dilakukan untuk menunjang diagnosis adanya batu. bedah laparoskopi. ataupun urat yang dapat diperoleh dari urin maupun darah. atau pembedahan terbuka(Purnomo. komposisi. Kalkulus pada ureter yang berukuran 4 – 5 mm memiliki 40-50% kesempatan untuk keluar secara . dipecahkan dengan ESWL. melalui pemeriksaan ini dapat juga menentukan ruang dan lumen saluran kemih G. Pemeriksaan Pieolografi Intra Vena dilakukan untuk melihat keadaan anatomi dan fungsi ginjal. Batu dapat dikeluarkan dengan cara medikamentosa.

Medical expulsive therapy (MET) dapt digunakan dalam membantu pengeluaran spontan batu ureter. dan cara administrasi. Alpha-blocker dan anti inflamasi non steroid dapat digunakan dalam optimisasi pengeluaran batu ureter. memperlancar aliran urin dengan pemberian diuretikum dan edukasi untuk minum banyak supaya dapat mendorong batu keluar dari saluran kemih. N-acetylsistein. Suby’s G. Medikamentosa yang dapat digunakan yaitu agen pelarut. dengan memakai energi hidrolik. Tidak jarang pecahan batu yang sedang keluar menimbulkan perasaan nyeri kolik dan menyebabkan hematuria. atau dengan energi laser. yaitu berupa tindakan memecah batu dan mengeluarkannya dari saluran kemih melalui alat yang dimasukkan langsung ke dalam saluran kemih. sedangkan kalkulus dengan ukuran lebih dari 6 mm memiliki 15% untuk keluar secara spontan. tipe batu. Alat itu dimasukkan melalui uretra atau melalui insisi kecil pada kulit (perkutan). Proses pemecahan batu dapat dilakukan secara mekanik. karena diharapkan batu dapat keluar spontan. Extracorporeal Shockwave Lithotripsy (ESWL) Alat ESWL adalah pemecah batu yang digunakan untuk memecah batu ginjal. 3. Efektivitas agen pelarut bergantung pada luas permukaan batu. 23 spontan. Endourologi Tindakan endourologi adalah tindakan invasif minimal unuk mengeluarkan batu saluran kemih. volume irigasi. Agen yang dapat digunakan yaitu sodium bikarbonat. Batu dipecah menjadi fragmen kecil sehingga mudah dikeluarkan melalui saluran kemih. 2. Terapi yang diberikan bertujuan untuk mengurangi nyeri. dan Hemiacidrin. dan tromethamine. atau batu buli-buli tanpa melalui tindakan invasif dan tanpa pembiusan. energi gelombang suara. batu ureter proksimal. . alpha-mercaptopropionylglycine. tromethamine-E. 4. Medikamentosa Terapi medikamentosa ditujukan untuk batu yang ukurannya kurang dari 5 mm. D-penicillamine.

6. batu kaliks pada polus inferior. Litotripsi Memecah batu buli-buli atau batu uretra dengan memasukkan laat pemecah batu (litotriptor) ke dalam buli-buli. batu yang berada di dalam ureter maupun sistem pelvikaliks dapat dipecah melalui tuntunan ureteroskopi/ureterorenoskopi. Batu kemudian dikeluarkan atau dipecah terlebih dahulu menjadi fragmen- fragmen kecil. 5. Tatalaksana ini digunakan pada ukuran batu lebih besar dari 2. Cara ini banyak dipakai untuk mengambil batu ureter. dan adanya obstruksi. Ureterolithotomi c. 24 Beberapa tindakan endourologi itu adalah: a. Pecahan batu dikeluarkan dengan evakuator Ellik. c. Dengan memakai energi tertentu. infundibulum yang sempit dan panjang. Vesicolithotomi d. Ureteroskopi atau Eretero-renoskopi Memasukkan alat uretroskopi per-uretram guna melihat keadaan ureter atau sistem pielo-kaliks ginjal. Uretrolitotomi Nefrektomi .5 cm yang tidak resisten terhadap ESWL. Bedah Laparoskopi Pembedahan laparoskopi untuk mengambil batu saluran kemih saat ini sedang berkembang. b. Percutaneous Nephrolitholapaxy (PNL) Mengeluarkan batu yang berada dalam saluran ginjal dengan cara memasukkan alat endoskopi ke sistel kaliks melalui insisi kulit. d. Ekstraksi Dormia Mengeluarkan batu ureter dengan menjaringnya melalui alat keranjang dormia. sudut infundibulopelvis yang lancip. Pielolitotomi atau Nefrolitotomi b. Bedah Terbuka a.

KOMPLIKASI Menurut Colella. 4. 25 H. karena batu yang lebih besar dapat secara signifikan mengganggu . hipertensi. semakin besar kerusakan jaringan dan adanya infeksi karena faktor obstruksi dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal. dan adanya infeksi serta obstruksi. dapat terjadi hidronefrosis karena aliran urin yang terhambat menyebabkan urin tertahan dan menumpuk di ginjal sehingga ginjal akan membesar karena penumpukan urin. Pada fase lanjut. dekstra atau keduanya 2. Makin besar ukuran suatu batu. karena hasil terapi yang sangat baik terlepas dari tingkat keparahan penyakitnya. Pada umumnya prognosisnya cukup baik. pencegahan yang tepat dapat mengurangi risiko kekambuhan. dan dapat mempengaruhi beban kerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh I. Retensi urin dapat terjadi karena batu dapat menyebabkan obstruksi total pada saluran ureter baik sinistra. Jika sumbatan terus berlanjut maka dapat menyebabkan hilangnya fungsi ginjal dan terjadi gagal ginjal yang ditandai dengan gejala-gejala seperti sesak. Diagnosis harus segera dilakukan. 2014 Purnomo. Gagal ginjal dapat terjadi karena terdapat kerusakan parenkim ginjal akibat pembengkakan ginjal (hidronefrosis). 3. dan anemia. 40% setelah 5 tahun dan 80% setelah 10 tahun). PROGNOSIS Prognosis ditentukan oleh beberapa faktor. 2009) : 1.. seperti (Prabowo & Pranata. seperti ukuran batu. Letak batu yang dapat menyebabkan obstruksi dapat mempermudah terjadinya infeksi. sehingga terjadi gangguan keseimbangan asam basa. Stagnansi batu pada saluran kemih juga dapat menyebabkan infeksi ginjal dan dapat berlanjut menjadi urosepsis yang merupakan kedaruratan urologi. Meskipun ada peningkatan risiko kekambuhan (15% pasien mengembangkan kalkulus lain 1 tahun setelahnya. makin buruk prognosisnya. et al. letak batu. (2005) terdapat beberapa komplikasi yang sering terjadi pada ureterolitiasis.

. 2011). 26 aliran darah ginjal normal dan menyebabkan kerusakan ginjal yang berat jika tidak segera diobati (Porter.