You are on page 1of 39

LAPORAN STUDI LAPANGAN EKOLOGI

EKOSITEM MANGROVE BAROS

Oleh:
1. Intan Fajar Cahyanti /13304241027
2. Eriza Deadara /13304241028
3. Previa Rahmi Anjani /13304241029
4. Novita Dwi Amandani /13304241030
5. Setiarti Dwi Rahayu /13304241031
6. Siti Nur Kholifah /13304241032
7. Ramaida /13304241033
8. Haerani Maysyarah /13304241034
9. Nita Ayu Nur Janah /13304241036
10. Margi Utami /13304241038
11. Linda Indriawati /13304241039
12. Sri Suwarni Y. /13304241041
13. Henky Becheta A. /13304241078

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
JANUARI 2015

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Wilayah kepulauan Indonesia sebagian besar terdiri dari wilayah kepulauan.
Wilayah kepulauan terdiri dari wilayah pantai dan pesisir dengan garis pantai sepanjang
81.000 km. Wilayah pantai dan pesisir memiliki arti penting dan strategis karena
merupakan wilayah interaksi atau peralihan (interface) antara ekosistem darat dan laut
yang memiliki sifat unik, dan mengandung produksi biologi yang cukup besar serta jasa
lingkungannya (Rahmawaty, 2006).
Pesisir dan pantai dipengaruhi oleh proses-proses yang ada di darat maupun
yang ada di laut. Wilayah demikian disebut sebagai ekoton, yaitu daerah transisi yang
sangat tajam antara dua atau lebih komunitas. Sebagai daerah transisi, ekoton dihuni
oleh organisme yang berasal dari kedua komunitas tersebut, yang secara berangsur-
angsur menghilang dan diganti oleh spesies lain yang merupakan ciri ekoton,
dimana seringkali kelimpahannya lebih besar dari komunitas yang mengapitnya
(Odum, 1983).
Wilayah pesisir merupakan ekosistem transisi yang dipengaruhi daratan dan
lautan, yang mencakup beberapa ekosistem, salah satunya adalah ekosistem hutan
mangrove (Rahmawaty, 2006). Hutan mangrove merupakan ekosistem yang unik dan
rawan. Ekosistem ini mempunyai fungsi ekologis dan ekonomis. Secara ekologis, hutan
mangrove merupakan tempat siklus rantai makanan karena tersedianya unsur hara.
Sedangkan secara ekonomis hutan mangrove menyediakan berbagai jenis tumbuhan
yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan manusia, seperti kayu bakar, bahan
bangunan, obat-obatan, bahan baku kertas, dan lain sebagainya.
Dengan sangat pentingnya fungsi ekologis hutan mangrove bagi lingkungan
sekitar, salah satu aspek harus diketahui dari hutan mangrove yaitu zonasi hutan
mangrove. Zonasi hutan mangrove penting diketahui agar bisa mengetahui, apakah ada
spesies atau jenis dari mangrove yang menyusun hutan mangrove mengalami gangguan
di dalam ekosistemnya atau tidak. Selain itu, zonasi penting diketahui agar komposisi
hutan mangrove dapat diketahui apa saja jenis atau spesies penyusunnya.

2

B. Rumusan Masalah
1. Jenis-jenis flora dan fauna apa saja yang dapat ditemukan di ekosistem mangrove
Baros?
2. Bagaimana struktur komunitas dan hubungan antar komponen penyusun ekosistem
di mangrove Baros?

C. Tujuan
1. Mengidentifikasi jenis-jenis flora dan fauna yang ditemukan di mangrove Baros
2. Menganalisis struktur komunitas dan hubungan antar komponen penyusun ekosistem
di mangrove Baros

3

Flora Mangrove Flora mangrove umumnya tumbuh membentuk zonasi mulai dari pinggir pantai sampai pedalaman daratan. dan lain-lain (Romimohtarto kasjian. dan 4 . (Kandelia). BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. secara morfologi mempunyai bentuk-bentuk adaptif khusus(bentuk akar dan viviparitas) terhadap lingkungan mangrove. Avicennia cenderung hidup pada substrat berpasir agak keras. jarongan (Stachytarpheta sp. waru laut (Thespesia sp. tapak kuda ( Ipomea pes-caprae (L. Contoh flora ini adalah : Pandan (Pandanus sp. yakni flora mangrove yang tidak mampu membentuk tegakan murni. dan mempunyai mekanisme fisiologis dalam mengontrol garam. dungun (Heritiera). Contoh flora ini adalah : Bakau (Rhizophora). tingi (Ceriops). Acanthus.) Sweet). Pada daerah yang terlindung dari hempasan ombak yang keras. berkemampuan membentuk tegakan murni dan secara dominasi mencirikan struktur komunitas.). Pengertian Ekosistem Mangrove B. Flora dan Fauna Penyusun Ekosistem Mangrove a. seruni laut (Sesuvium sp. flora mangrove didominasi oleh Rhizophora. Derris. Flora mangrove mayor (flora mangrove sebenarnya/ sejati). flora yang dominasi dan merupakan pohon perintis umumnya adalah Avicennia dan Sonneratia. dkk: 2011). api-api (Avicennia). teruntun (Aegiceras). Asosiasi mangrove. yakni flora yang menunjukkan hubungan terhadap habitat mangrove. sedangkan Sonneratia pada substrat berlumpur halus. 3. dan (Lumnitzera). Calamus. Flora mangrove di bagi atas 3 : 1. 2. sehingga secara morfologi tidak berperan dominan dalam struktur komunitas.). Hibiscus. Contoh flora ini adalah : Cerbera.). Komposisi flora pada ekosistem mangrove memiliki variasi yang berhubungzn erat dengan jenis substrat dan genangan air laut serta didominasi oleh tumbuhan halofit. nipah (Nypa fructicans). Zonasi di hutan mangrove mencerminkan tanggapan ekofisiologis tumbuhan mangrove terhadap gradasi lingkungan. Flora mangrove minor. tancang (Bruguiera). Di daerah pantai terbuka. pedada (Sonnneratia).).

b. Tanah di sekitar pohon mangrove tersebut menjadi lebih stabil dengan adanya mangrove tersebut. dan kerang darah. Crustacean yang banyak ditemukan adalah udang pinied. yang umumnya dikenal sebagai ikan glodok (Mud skipper) (Nybakken :1992). Peran mangrove sebagai barisan penjaga adalah melindungi zona perbatasan darat laut di sepanjang garis pantai dan menunjang kehidupan organisme 5 . Peranan Ekologis Mangrove Peranan. baik fauna khas mangrove maupun fauna yang berasosiasi dengan mangrove. Fauna mangrove berbeda dengan fauna pantai berlumpur. mencari makan. Baik itu langsung dirasakan oleh penduduk sekitar maupun peranan. kepiting bakau. Pada ekosistem mangrove. semakin ke atas akan didominasi oleh Bruguiera. bermain. Secara garis besar fauna mangrove dapat dibedakan atas fauna darat (terrestrial) dan fauna laut (aquatic). Manfaat dan Fungsi Hutan Magrove dalam kehidupan masyarakat yang hidup di daerah pesisir sangat banyak sekali. kepiting hantu (Dotila. Cleistostoma) dan ikan yang khas ditemukan pada ekosistem mangrove adalah dari genus Perioptalamus. uca.tiram. burung . Gastropoda diwakili oleh Littorinidae yang umumnya hidup pada akar dan batang serta daun tumbuhan mangrove. Berbagai fauna tersebut menjadikan mangrove sebagai tempat tinggal. dan mamalia. dan beberapa jenis ikan. ataupun tempat berkembangbiak. Fauna Mangrove Ekosistem mangrove merupakan habitat bagi berbagai fauna. Crustacea (udang dan kepiting). Pohon nipah akan ditemuka pada daerah mangrove di tepian sungai yang lebih ke hulu (Nybakken : 1992). dan dibagian bawah akan mulai ditemukan jeruju dan paku laut. Sedangkan Bivalvia yang banyak ditemukan antara lain. Fauna mangrove hampir mewakili semua phylum meliputi protozoa sederhana. kerang hijau. selain terdapat substrat yang keras. juga terdapat akar mangrove yang dapat digunakan untuk melekat bagi organisme lain (Nontji Anugrah : 2005). Fauna yang dominan pada ekosistem mangrove adalah Mollusca (Gastropoda dan Bivalvia). C. Hubungan Antar Komponen Penyusun Ekosistem Mangrove D. manfaat dan fungsi yang tidak langsung dari hutan mangrove itu sendiri.

Mangrove dan Tsunami Musibah gempa dan ombak besar tsunami yang melanda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Pulau Nias akhir tahun 2004 yang lalu telah mengingatkan kembali betapa pentingnya mangrove dan hutan pantai bagi perlindungan pantai.09 m di Teluk Grajagan. dan menebarkan partikel endapan sehingga air laut menjadi keruh yang kemudian menyebabkan kematian pada ikan dan hewan sekitarnya karena kekurangan oksigen. 2005). pantai di sekitar kota Padang pun masih merupakan alur yang sama sebagai alur rawan gempa tsunami. Gelombang laut setinggi 1. Sistem perakarannya yang kompleks. Apabila mangrove ditebang atau diambil dari habitatnya di pantai maka akan dapat mengakibatkan hilangnya perlindungan terhadap erosi pantai oleh gelombang laut. Hampir semua pulau di daerah tropis memiliki pohon mangrove. cenderung kurang terkena dampak gelombang tersebut. pelindung daratan dari tiupan angin. tangguh terhadap gelombang dan angin serta mencegah erosi pantai. baik sebagai tempat pemijahan ikan di perairan. bahan organik dan partikel endapan yang terbawa air akan terperangkap menyangkut pada akar mangrove. dan sebagai habitat satwa liar serta manfaat langsung lainnya bagi manusia. pelindungdaratan dari abrasi oleh ombak. Fungsi dan manfaat mangrove telah banyak diketahui. Dilaporkan bahwa pada wilayah yang memiliki mangrove dan hutan pantai relatif baik. Banyuwangi dengan energi 6 .lainnya di daerah yang dilindunginya tersebut. 2003 dalam Diposaptono. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan mangrove selebar 200 m dengan kerapatan 30 pohon/100 m2 dengan diameter batang 15 cm dapat meredam sekitar 50% energi gelombang tsunami (Harada dan Fumihiko. Di tempat tumbuhnya mangrove. Pada saat cuaca tenang akar mangrove mengumpulkan bahan yang terbawa air dan partikel endapan. Proses ini akan berlangsung dari waktu ke waktu dan terjadi proses penstabilan tanah dan lumpur atau barisan pasir (sand bar).  Peranan Ekologis Mangrove 1. Sistem perakaran ini merupakan suatu cara adaptasi terhadap keadaan tanah yang miskin oksigen. memperlambat aliran arus air. tempat singgah migrasi burung. penyaring intrusi air laut ke daratan dan kandungan logam berat yang berbahaya bagi kehidupan. Berdasar karakteristik wilayahnya.

3.0 kg/m2/th atau 4. Hasil pengamatan produksi serasah di Talidendang Besar. 2.7 mm/th (dominasi Sonneratia alba).33 Joule tereduksi gelombangnya oleh hutan mangrove menjadi 0. 9. Dalam kaitannya dengan kecepatan pengendapan tanah di hutan mangrove. terutama perakarannya dapat meredam energi gelombang dengan cara menurunkan tinggi gelombang saat melalui mangrove.0 mm/th.6 kg/m2/th atau 9 mm/th. Mangrove dan Sedimentasi Hutan mangrove mampu mengikat sedimen yang terlarut dari sungai dan memperkecil erosi atau abrasi pantai. Data lain menunjukkan adanya kecenderungan terjadinya pengendapan tanah setebal antara 6 sampai 15 mm/ha/th atas kehadiran mangrove. dan 1.0 kg/m 2/th atau 6. (2003) yang merupakan pengujian model di laboratorium antara lain menyimpulkan bahwa rumpun bakau (Rhizophora spp.6 kg/m2/th atau setara dengan 14. rata-rata akumulasi tanah pada mangrove Suwung 12. dan 8. dan menyerap energi gelombang tsunami yang diwujudkan dalam perubahan tinggi gelombang tsunami melalui rumpun tersebut.269 g/m2/th.0 mm/th (mangrove campuran). 7 . Sumatera Timur oleh Kusmana et al. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa keberadaan mangrove di sepanjang pantai dapat memperkecil efek gelombang tsunami yang menerjang pantai.) memantulkan.096 g/m2/th untuk komunitas B. Hasil penelitian Istiyanto et al.493. Dengan demikian.4 mm/th (dominasiRhizophora apiculata). B. sexangula1. 1991). meneruskan.3 mm/th (bekas tambak). 6. sedang mangrove Gili Sulat 8. gelombang sebesar 1.. Informasi semacam ini sangat diperlukan guna mengantisipasi permasalahan sosial atas lahan timbul di kemudian hari. Mazda dan Wolanski (1997) serta Mazda dan Magi (1997) menambahkan bahwa vegetasi mangrove. Anwar (1998) dengan mengambil lokasi penelitian di Suwung Bali dan Gili Sulat Lombok. 2002).5 kg/m 2/th atau 6. Erosi di pantai Marunda. Mangrove dan Siklus Hara Penelitian tentang gugur daun telah cukup banyak dilakukan.(1995) menunjukkan bahwa jenis Bruguierra parviflorasebesar 1.5 kg/m2/th atau 6.73 m (Pratikno et al. menginformasikan laju akumulasi tanah adalah 20. sementara yang berbakau hanya 1 m (Sediadi.267 g/m2/th. Jakarta yang tidak bermangrove selama dua bulan mencapai 2 m.

Bengkalis. dan Leach dan Burkin. Sukardjo (1995) menambahkan hasil pengamatan guguran serasahnya sebesar 13.08 ton/ha/th. Pengamatan Khairijon (1999) di hutan mangrove Pangkalan Batang.5%/60 hr (tegakan 10 th).09 ton/ha/th). yang setara dengan penyumbangan 2 kg P/ha/th dan 148 kg N/ha/th. 1983. Hasil pengamatan Halidah (2000) di Sinjai. Sulawesi Selatan menginformasi-kan adanya perbedaan produksi serasah berdasar usia tanamannya. dan cenderung membesar ke arah garis pantai. Riau. R. mucronata atau setara dengan 1. sedangkan X merupakan luasan mangrove dalam ha (hektar). dengan laju pelapukan 74 %/60 hr (tegakan 8 th). berangsur beralih “kepemilikannya” ke pemilik modal. serta merubah menjadi tambak intensif yang tidak berhutan lagi (Bratamihardja. 96%/60 hr (tegakan 9 th). Y merupakan produksi tangkapan dalam ton/th. Nilai ini sangat berarti bagi sumbangan unsur hara bagi flora dan fauna yang hidup di derah tersebut maupun kaitannya dengan perputaran hara dalam ekosistem mangrove.75 ton/ha/th).25m2/minggu daun dan ranting R. menghasilkan 5. Ketentuan jalur hijau dengan lebar 130 x nilai rata-rata perbedaan pasang tertinggi dan terendah tahunan (Keppres No. Hasil pengamatan di luar pun memperoleh data produksi berkisar antara 5-17 ton daun kering/ha/th (Bunt. Sasekumar dan Loi.25m2/minggu daun dan ranting Avicennia marinaatau setara dengan 478. Semakin meningkatnya luasan kawasan mangrove maka produksi perikanan pun turut meningkat dengan membentuk persamaan Y = 0.68 ton/ha/th). Boonruang. hasil penelitian Martosubroto dan Naamin (1979) dalam Dit.15 X. dan 96.06 + 0. 1984. 1991). 4. mucronata8 tahun (12. 1978. Hasil penelitian lain yang berkaitan dengan ekonomi menunjukkan bahwa pembuatan 1 ha tambak ikan pada hutan mangrove alam akan 8 .30 g/0. 32/1990) berangsur terabaikan.4 g/m2/th. kemudian 10 tahun (11.221 g/m2/th dan 2. Mangrove dan Produktivitas Perikanan Kebijakan pemerintah dalam menggalakkan komoditi ekspor udang. Bina Pesisir (2004) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara luasan kawasan mangrove dengan produksi perikanan budidaya. dan 9 tahun (10. Empang parit yang semula digarap oleh penggarap tambak petani setempat. 1985). sexangula-Nypa fruticans.87 g/0. Padahal. telah turut andil dalam merubah sistem pertambakan yang ada dalam wilayah kawasan hutan.

dan 53 jenis burung di hutan mangrove 9 . Jawa Tengah sudah terintrusi pada jarak 1 km. Dilaporkan bahwa nyamuk Anopheles sp. nyamuk jenis vektor penyakit malaria. reptilia. Hasil penelitian Sukresno dan Anwar (1999) terhadap air sumur pada berbagai jarak dari pantai menggambarkan bahwa kondisi air pada jarak 1 km untuk wilayah Pemalang dan Jepara dengan kondisi mangrove-nya yang relatif baik. Keanekaragaman fauna di hutan mangrove cukup tinggi. atau pun ikan). masih tergolong baik. menghasilkan ikan/udang sebayak 287 kg/tahun. udang. Mangrove dan Intrusi Air Laut Mangrove juga mampu dalam menekan laju intrusi air laut ke arah daratan. biota dasar perairan. Gunawan (1995) menemukan 12 jenis satwa melata dan amphibia. dilaporkan oleh Gunawan dan Anwar (2005) yang menemukan bahwa tambak tanpa mangrove mengandung bahan pencemar berbahaya merkuri (Hg) 16 kali lebih tinggi dari perairan hutan mangrove alami dan 14 kali lebih tinggi dari tambak yang masih bermangrove (silvofishery).. 6. 3 jenis mamalia. Pengurangan hutan mangrove terutama di areal green beltsudah barang tentu akan menurunkan produktivitas perikanan tangkapan. (1984) dalam pengamatannya di areal hutan mangrove di Tanjung Karawang menjumpai 9 jenis nyamuk yang berada di areal tersebut. amphibia. Mangrove dan Kesehatan Rusminarto et al. Saat ini sedang diteliti. 5. di mana kandungan merkuri diserap (pohon mangrove. 996). dan lainnya serta kelompok terestrial seperti insekta. mamalia. Kajian lain yang berkaitan dengan polutan. sementara pada wilayah Semarang dan Pekalongan. 1977).. secara garis besar dapat dibagi dua kelompok. kerang. yaitu fauna akuatik seperti ikan. dan burung (Nirarita et al. 7. Ini mengindikasikan kemungkinan meningkatnya penularan malaria dengan makin terbukanya areal-areal pertambakan perikanan. ternyata makin meningkat populasinya seiring dengan makin terbukanya pertambakan dalam areal mangrove. namun dengan hilangnya setiap 1 ha hutan mangrove akan mengakibatkan kerugian 480 kg ikan dan udang di lepas pantai per tahunnya (Turner. Mangrove dan Keanekaragaman Hayati Mangrove juga memiliki fungsi ekologis sebagai habitat berbagai jenis satwa liar.

. ular belang (Boiga dendrophila). bekantan (Nasalis larvatus). ular sanca (Phyton reticulatus). 10 . gegajahan besar (Numenius arquata). bintayung (Freagata andrew-si). alba). dan cangak laut (Ardea sumatrana) juga mencari makan di dekat hutan mangrove (Whitten et al..bluwok (Ibis cinereus). Beberapa jenis reptilia yang hidup di hutan bakau antara lain biawak (Varanus salvator). 1996). Jenis-jenis burung Egretta eulophotes. Archrochordus granulatus. Hasil survey Tim ADB dan Pemerintah Indonesia (1992) menemukan 42 jenis burung yang berasosiasi dengan hutan mangrove di Sulawesi. Hutan mangrove juga sebagai habitat beberapa jenis burung yang dilindungi seperti pecuk ular (Anhinga anhinga melanogaster). intermedia). 1996).. ibis hitam (Plegadis falcinellus). burung duit (Vanellus indicus). kuntul putih besar (E. Limnocharis (Nirarita et al.bangau hitam (Ciconia episcopus). monyet (Macaca fascicularis).kuntul perak kecil (Egretta garzetta). 1987). luwak (Paradoxurus hermaphroditus). dan Fordonia leucobalia. kowak merah (Nycticorax caledonicus). dan garangan (Herpetes javanicus) juga menyukai hutan mangrove sebagai habitatnya (Nontji. bangau tongtong(Leptoptilos javanicus). kuntul perak (E. trinil tutul (Tringa guitifer). Di Pulau Jawa tercatat 167 jenis burung dijumpai di hutan mangrove. dan jenis-jenis ular air seperti Cerbera rhynchops. 1988). blekek asia (Limnodromus semipalmatus). Homalopsis buccata. Kalong (Pteropus vampyrus). kucing bakau (Felis viverrina). Dua jenis katak yang dapat ditemukan di hutan mangrove adalah Rana cancrivoradan R.Arakan Wawontulap dan Pulau Mantehage di Sulawesi Utara. dan trulek lidi (Himantopus himantopus) (Sutedja dan Indrabrata. 1992). baik yang menetap maupun migran (Nirarita et al. lutung (Presbytis cristatus).

Alat dan Bahan 1. Prosedur Kerja Menentukan lokasi dan batas-batas wilayah studi Membagi praktikan ke dalam 3 kelompok besar. Kantong plastik tipis (25 pcs) 5. Stoples dengan penutupnya (3 buah) 6. pH stick (1 kotak) 12. Papan Jalan (1 buah/kelompok) 10.00 – 11. 16 November 2014 Pukul : 09. Kertas label (25 pcs) 7. Termometer (1 buah) 9. Luxmeter (1 buah) 11. dan masing-masing kelompok besar tersebut dibagi lagi ke dalam 2 sub kelompok 11 . Patok (20 batang) 2. pH meter tanah (1 buah) C. Spidol transparansi kecil (1 buah) 8. Tempat dan Waktu Praktikum  Tempat Praktikum: Hutan Mangrove Baros Bantul  Waktu Praktikum Hari dan tanggal : Minggu.00 WIB B. BAB III METODE PENELITIAN A. Meteran panjang (30 meter) 4. Tali/benang terpilin (100 meter) 3.

indeks diversitas dan penghitungan lain yang diperlukan Mencatat nama flora dan fauna yang ditemukan pada setiap transek/plot dan jumlahnya 12 . Masing-masing sub kelompok membuat transek garis dan menentukan luas wilayah pengamatan seluas 2 meter di kanan-kiri garis transek (4m²) X panjang transek Amati dan identifikasi species (flora dan fauna) dan menghitung jumlah individu pada setiap transek/plot Mendeskripsikan karakteristik masing-masing species yang ditemukan Melakukan perhitungan data meliputi: Densitas (relatif dan absolut). Domiansi (absolut dan relatif). indeks similaritas antar blok. frekuensi (absolut dan relatif).

13 . Tumbuhan Bakau ( Rhizophora spp. sumber makanan biota laut. dan akar udara yang tumbuh dari cabang bawah. Gagang daun berwarna hijau. brugueira. rumput teki. yaitu yang mempunyai toleransi besar terhadap kondisi fisik dan khemik kawasan mangrove. tumbuhan bakau ( rhizophora ) adalah tumbuhan yang paling banyak dijumpai tumbuh disana. jamur. kami mengamati komponen biotik berupa flora yang ada diekosistem Baros antara lain terdapat tumbuhan bakau ( rhizophora ). panjang gagang 1-3. pandan berduri. 1. Avicennia. serta bahan baku kayu bakar dan bangunan rumah. Namun dari sekian banyak tumbuhan yang kami temukan dipantai Baros. ) Klasifikasi : Kingdom:Plantae(Tumbuhan) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Ordo: Myrtales Famili: Rhizophoraceae Genus: Rhizophora Spesies: Rhizophora mangle L Morfologi dari tumbuhan bakau yaitu kulit kayunya halus. tempat pemijahan biota laut. ceplikan. Memiliki akar tunjang dengan panjang hingga 3 m. berwarna abu. Jenis-jenis flora yang ditemukan di ekosistem mangrove Baros Mangrove merupakan ekosistem tumbuhan yang tumbuh di daerah pasang surut yang tergenang pada waktu pasang dan bebas dari genangan pada saat surut. mencegah erosi dan abrasi. seperti tumbuhan Rhizophora. Daun berkulit. dan alang-alang. avicennia.5 cm. Ekositem mangrove memiliki fungsi yang sangat vital dari aspek ekologi dan ekonomi. nyamplung. berbintik teratur di lapisan bawah. dan Nypha.abu hingga hitam. terutama dalam mempertahankan stabilitas substrat. Hanya tumbuhan jenis tertentu saja yang mampu bertahan hidup di ekosistem tersebut. Pembahasan a. Brugueira. bercelah. enceng gondok. Berdasarkan study lapangan yang kami lakukan di Pantai Baros. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN B.

Daun berwarna hijau tua pada permukaan atas dan hijau-kekuningan atau abu-abu kehijauan di bagian bawah. 1997). berbentuk jari dan ditutupi oleh sejumlah lentisel. merahu. Unit dan letak daun yaitu sederhana dan berlawanan. Kebanyakan bakau yang kami amati berada dikawasan yang terletak di belakang zona garis pantai atau biasa disebut zona tengah pantai dan memiliki lumpur liat disekitar kawasan tersebut. Bakau termasuk tumbuhan mangrove yang umum dan hampir selalu ada disepanjang pantai mangrove dan biasanya mendominasi seperti yang telah kami lihat dipantai Baros. Pada umumnya memiliki akar tunjang dan akar nafas yang tipis. biseksual. 2. marahuf.putih. Ujung daun membundar dan menyempit ke arah gagang dengan 14 . Tanaman ini memiliki ketinggian sampai 12 m. sia-sia. Tumbuhannya yang rimbun dan berdekatan mampu menarik perhatian. papi. 2006 . Tumbuhan bakau ini dapat kami jumpai dari awal memasuki kawasan ekosistem Baros. Bentuk daun bulat telur terbalik. bulat memanjang-bulat telur terbalik atau elips memanjang. gagang kepala bunga seperti cagak. Bentuk daun menyerupai elips melebar.. Permukaan atas daun ditutupi oleh sejumlah bintik-bintik kelenjar berbentuk cekung.. Kitamura dkk. dengan pinak daun panjang 4-6 cm. api-api-kacang. Avicennia Klasifikasi : Kingdom:Plantae(Tumbuhan) Divisi:Magnoliophyta(Tumbuhanberbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Ordo: Scrophulariales Famili: Acanthaceae Genus: Avicennia Spesies: Avicennia alba Deskripsi tanaman avicennia yaitu nama daerah dari Avicennia officinalis yaitu api-api. Kulit kayu bagian luar memiliki permukaan yang halus berwarna hijau- keabu-abuan sampai abu-abu-kecoklatan serta memiliki lentisel. Letak bunga tumbuhan ini di ketiak daun. Unit dan letaknya daun sederhana dan berlawanan. namun kadang-kadang sampai 20 m (Noor dkk.5-5 cm. masing-masing menempel pada gagang individu yang panjangnya 2. Ujung daun meruncing.

biasa dimakan sebagai sayuran di kawasan pantai utara Jawa Tengah.. memiliki kadar protein dan kadar serat karbohidrat yang cukup tinggi. bahkan masih dijual di pasaran.5 x 6 cm. Daun mahkota bunga terbuka tidak beraturan. daerah dengan sustrat yang agak berpasir. semakin tua warnanya semakin hitam. ukuran daun 12. Habitat avicennia berada di kawasan yang paling dekat dengan pantai. 2006). Tanaman Bruguiera Klasifikasi: Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Myrtales Famili : Rhizophoraceae Genus : Bruguiera Species : Bruguiera gymnorrhiza 15 . Kami juga menjumpai bahwa buah avicennia banyak yang sudah jatuh disekitar pohonnya dan ternyata buah avicennia memiliki manfaat bagi masyarakat yang belum banyak kita ketahui yaitu sebagai obat-obatan dan jika diolah lebih lanjut dapat dijadikan alternatif perekonomian dibuat dalam bentuk produk pangan antara lain dodol. Menurut Setyawan dkk. Kami dapat menjumpai avicennia di daerah dekat pantai tapi juga beberapa dizona tengah yang berada dibelakang garis pantai. Susunan bunga seperti trisula dengan bunga bergerombol muncul di ujung tandan dan bau menyengat. Buah dapat dimakan dan getah kayu dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi (Noor dkk. Buah dan biji Avicennia officinalis dapat digunakan sebagi tonik. keripik dan tepung. Secara umum daun Avicennia spp. 3. Letak bunga berada di ujung atau ketiak tangkai/tandan bunga dan dormasibulir (2-10 bunga per tandan). Buah Avicennia spp. (2006) beberapa jenis bahan pangan dari tumbuhan mangrove masih dapat dijumpai di pasar. seringkali tertutup oleh rambut halus dan pendek pada kedua permukaannya. dan cocok sebagai bahan hijauan ternak dengan nilai nutrisi yang cukup tinggi. Pemanfaatan api-api atau avicennia untuk bagian kayu merahu dapat digunakan sebagai bahan bakar. misalnya di Wulan dan Pasar Manggi.

dan mendukung rantai makanan laut (Allen dan Norman. bercelah kasar. Kulit batang abu hingga hitam. buah tancang dapat membersihkan mata. Kulit pohon tancang digunakan secara tradisional sebagai obat sakit perut dan menurunkan panas. tinggi hingga 36 m. Seperti pada saat kami mengamati di Baros banyak ikan keci. Air buah tancang dapat dipakai sebagai pembersih mata. bunga soliter.5 cm. panjang daun mahkota 13-15 mm. panjang benang sari 8-11 mm. 16 . Beberapa bagian tanaman mangrove dapat digunakan untuk obat-obatan. selalu hijau. terkadang berwarna merah. 2009). Daun menyirip berhadapan.5 cm. memiliki akar napas berupa akar papan dan lutut. 2006). Mangrove berdaun besar ini tumbuh subur di berbagai kondisi intertidal. Air buah dan kulit akar mangrove muda dapat dipakai mengusir nyamuk. Pohon mangrove Bruguiera Gymnorhiza berukuran sedang. Dari yang kami amati jumlahnya cukup mendominasi setelah bakau. Di Kambodia bahan ini dipakai sebagai penawar racun ikan. panjang tangkai bunga 1-2. ujung daun runcing. Bakau berdaun lebar (Bruguiera gymnorrhiza) adalah salah satu spesies mangrove yang paling penting dan hampir disepanjang kawasan Baros. obat sakit kulit dan di India dipakai menghentikan pendarahan. kerang dan kepiting disekitar tanaman bruguiera ini . diameter batang 40-65 cm.5-22 cm dan lebar 5-7(-9) cm. kepala putik 15 mm. Kebanyakan mangrove jenis ini terletak di tengah dan di atas zona pasang surut. Daun mangrove bila di masukkan dalam air bisa dipakai dalam penangkapan ikan sebagai bahan pembius yang memabukkan ikan (stupefied) (Ruci. Mangrove ini ditemukan di daerah pasang surut daerah tropis. dan mentolerir kondisi saat terjadi banjir dan jenis tanah lainnya. biasanya memiliki lentisel besar-besar pada dasar batangnya. tunggal dan tepi rata. tempat berlindung ikan karang dan spesies lainnya. meningkatkan kualitas air di lingkungan dekat pantai (terumbu karang). Mangrove pada umumnya diyakini mempunyai peranan yang sangat penting dalam perlindungan garis pantai. kelopak bunga berwarna merah.5 cm. dasar daun runcing. berbentuk elips atau memanjang. ruang bakal biji tenggelam. panjang tangkai daun 2-4. termasuk tingkat salinitas yang rendah sampai tingkat salinitas tinggi. panjang 3-3. permukaan daun mengkilap. Buah berbentuk lonceng berdaging . jarang tumpul. panjang daun 8. 9 – 10 pasang urat daun.

kelopak 10-14 helai berwarna merah dengan ukuran panjang 3-5 cm. crassipes Pada saat pengamatan kami menjumpai eceng gondok dengan jumlah yang sangat banyak terutama dipinggir pantai. Akarnya merupakan akar serabut. akar berasal dari bentukan seperti akar tunjang. Pohon mangrove Bruguiera gymnorhiza dapat mencapai tinggi 30 m.0. bersilangan. memiliki mulut kulit kayu. permukaan daun licin. tumbuh mengapung di perairan di sekitar persawahan atau jalur aliran sungai. Ujung dan pangkalnya meruncing. Daun susun tunggal. bentuk elips dengan ujung meruncing. Eceng gondok hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah.layu dan bahkan mati dikarenakan terkena pasangnya ombak pantai dan terdampar saat surutnya air pantai. Bentuk bunga lebar. berbentuk bulir. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. kelopaknya berbentuk tabung.8 meter. tidak ada bintik-bintik hitam di permukaan bawahnya. Tidak mempunyai batang. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. mahkota warna putih hingga coklat. Genjer. Memiliki bunga majemuk. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Tanaman Eceng Gondok Klasifikasi Ilmiah : Kingdom :Plantae Divisi :Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Ordo : Commelinales Famili : Pontederiaceae Genus : Eichhornia ( Kunth) Spesies : E. Ada pula eceng gondok yang sudah mengering.4 . 17 . Enceng Gondok. ukuran panjang 8 – 15 cm. umumnya ditemukan di daerah persawahan. Di alam terdapat dua jenis tanaman eceng gondok yang dikenal yaitu: 1. kasar. 2.tunggal di ketiak daun. Tingginya sekitar 0. Kulit kayu berwarna abu-abu gelap. 4. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. pangkal tangkai daun menggelembung. Tanaman jenis ini ini tidak bisa dikonsumsi. tebal. Masyarakat biasa mengambil daun muda dan bunga kuncupnya sebagai sayur.

Namun sampai saat ini memang belum banyak 18 . Enceng gondok dikenal sebagai tanaman yang mempunyai kadar selulose besar. sebagai media pertumbuhan bagi jamur merang. kompos. meja dan sofa besar. sepatu. Oleh karena itu dengan sedikit inovasi sebenarnya tanaman tersebut dapat diproses menjadi bahan bakar alternatif dan kompos. terutama yang kaya akan nitrogen. keranjang. Habitat eceng gondok tumbuh di kolam-kolam dangkal. danau. 5) Meningkatnya habitat bagi vektor penyakit pada manusia. di mana eceng gondok akan bertambah sepanjang musim hujan dan berkurang saat kandungan garam naik pada musim kemarau. pestisida dan limbah pabrik. fosfat dan potasium (Laporan FAO). 2) Menurunnya jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air (DO: Dissolved Oxygens). tanah basah dan rawa.3) Tumbuhan eceng gondok yang sudah mati akan turun ke dasar perairan sehingga mempercepat terjadinya proses pendangkalan. Manfaat Positif Eceng Gondok adalah sebagai bahan pembuatan kertas. Pembersih Polutan Logam Berat eceng gondok dilaporkan juga mampu menyerap residu pestisida. Di sisi lain eceng gondok dapat juga di manfaatkan secara komersial. 6) Menurunkan nilai estetika lingkungan perairan. kerajinan tangan. Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrien yang tinggi.Cu. Dengan demikian tanaman ini sebenarnya dapat berfungsi untuk membersihkan air dari limbah atau racun yang ditimbulkan oleh kegiatan- kegiatan di sektor pertanian dan manufaktur misalnya. tas.yang ada di perairan. Secara alamiah sebenarnya enceng gondok dapat berfungsi untuk mengurangi kandungan logam berat .Fe. khususnya bagi masyarakat yang kehidupannya masih tergantung dari sungai. karena daun-daunnya yang lebar dan serta pertumbuhannya yang cepat. tempat tissue. 4) Mengganggu lalu lintas (transportasi) air. biogas. Akibat-akibat negatif yang ditimbulkan eceng gondok antara lain: 1) Meningkatnya evapotranspirasi (penguapan dan hilangnya air melalui daun-daun tanaman). Kandungan garam dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok seperti yang terjadi pada danau-danau di daerah pantai Afrika Barat.Hg . aliran air yang lambat. Enceng gondok dapat dibuat barang- barang seperti. perabotan. tempat penampungan air dan sungai dan badan air lainnya .Zn. sandal. dsb. bahkan juga mebel seperti kursi.

tas dan caping. Ukuran tumbuhan ini bervariasi. 19 . Pandan berduri merupakan salah satu tumbuhan yang tumbuh subur dipinggir pantai. Buah pandan tersusun dalam karangan berbentuk membulat. evergreen). bahkan di Papua banyak pandan hingga ketinggian 15 meter. Secara ekologi pandan berduri berfungsi sebagai penahan pasir agar tidak terkikis oleh ombak. selain kerap dipakai untuk tempat bersarang hewan laut seperti burung. sehingga beberapa di antaranya dijadikan tanaman hias. hal ini karena serat pandan duri termasuk kuat dan tidak mudah putus. Tanaman Pandan Berduri Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Liliopsida Ordo: Pandanales Famili: Pandanaceae Genus: Pandanus Tanaman pandan berduri yang kami amati berjumlah 2 rumpun. Akarnya besar dan memiliki akar tunjang yang menopang tumbuhan ini. Pandan berduri merupakan segolongan tumbuhan monokotil dari genus Pandanus. merupakan salah tananam yang tumbuh didaerah yang berbatasan denganmuara laut. berduri besar. mulai dari 50cm hingga 5 meter. 5. Secara ekonomi biasanya dimamfaatkan sebagai bahan dasar tikar. sangat panjang. Pandan Duri atau Pandan Tikar. pengrajin atau pengusaha yang memanfaatkan enceng gondok tersebut untuk tujuan-tujuan komersial.topi. seperti buah durian. kepiting dan yang lainnya. Pandan Duri mempunyai mamfaat secara ekologi maupun secara ekonomi. Daunnya selalu hijau (hijau abadi. Tanaman ini sangat lebat daunnya. Anggota tumbuhan ini dicirikan dengan daun yang memanjang (seperti daun palem atau rumput). warna hijau pekat dan bergerombol ditepi tepi pantai ditanah yang menggunduk. Sebagian besar anggotanya merupakan tumbuh di pantai-pantai daerah tropika. seringkali tepinya bergerigi.

tangkai 1. berkelamin dua. Khasiat tanaman nyamplung yaitu ada pada bijinya yang berkhasiat sebagai urus-urus dan sebagai obat rernatik. ujung tumpul.5 cm.6. coklat. bersilang berhadapan. coklat. Tanaman Rumput Teki Klasifikasi: Kingdom : Plantae Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Ordo : Cyperales Famili : Cyperaceae Genus : Cyperus Spesies : Cyperus rotundus L. bulat memanjang atau bulat telur. benang sari banyak. keras. Biji Bulat.5-3. 7. kepala putik bentuk perisai. daun mahkota empat.5-2. Daunnya tunggal. Akar Tunggang. Buah Batu. di ketiak daun yang teratas. pangkal membulat. 20 .5 cm. Memiliki buah yang banyak dan buahnya banyak yang telah membusuk dan jatuh. coklat atau putih kotor. daun kelopak empat. Kandungan kimia daun Calophyllum inophyllum mengandung saponin. bulat. Ciri morfologi tanaman ini adalah batang berkayu. lebar 6-11 cm. coklat. Tanaman Nyamplung Klasifikasi : Divisi :Spermatophyla Kelas :Dicotyledonae Bangsa :Guttiferales Suku :Guttiferae Marga :Calophyllum Jenis :Calophyllum inophyllum L Tanaman nyamplung yang ada di kawasan Baros yang kami amati berjumlah 2 pohon. bentuk tandan. flavonoida dan tanin. diameter 2. putih. tepi rata. Bunga Majemuk. bulat. tujuh sampai tiga belas. tangkai putik membengkok. bulat. tebal. tidak beraturan. Tanaman nyamplung memiliki tinggi ± 20 m. diameter 2-3 cm. hijau. panjang 10-21 cm. lonjong. perlulangan menyirip.

Tumbuhan ini secgai gulma yang susah diberantas. Sekarang tanaman liar ini banyak dijumpai di semak belukar. Tanaman ceplikan ini adalah spesies tanaman berbunga dalam keluarga Acanthaceae. Semua 21 . Batang tanaman ini mengandung beberapa senyawa asam amino termasuk leusin. Tanaman Ceplikan Klasifikasi: Divisi : Spermatophyta Kelas : Dicotyledoneae Bangsa : Solanales Suku : Acanthaceae Marga : Ruellia Jenis : Ruellia tuberosa L. Sementara akarnya mengandung zat seperti hentriacontane. Rumput teki tumbuh liar di tempat terbuka atau sfikit terlindung dari sinar matahari seperti di tanah kosong. sitosterol. stigmasterol dan campesterol. valin dan Glicine. tegalan. Termasuk di Indonesia. Rumput teki yang ada dipantai Baros memiliki jumah yang sangat banyak. letaknya mendominasi hampir disemua kawasan pantai Baros baik di pinggir aliran sungainya ataupun dikawasan pantainya. Tumbuhan ini terdapat pada ketinggian 2-3000 meter di atas permukaan laut. Nama umum : Ceplikan Tanaman ceplikan yang kami amati jumlahnya banyak. Berasal dari Amerika Tengah tetapi sekarang telah ditemukan di banyak negara tropis di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Helaian daun berbentuk pita bersilang sejajar. Permukaan atas berwarna hijau mengkilas dengan panjang daun 10-30 cm dan lebar 3-6 cm. dipinggir jalan atau di lahan pertanian. lapangan rumput. Batang rumputnya berbentuk segitiga dan tajam. Anak-anak suka bermain dengan polong kering yang meletup ketika dicelup dengan air. Rumput teki merupakan rumput semu menahun dengan tinggi 10-95 cm. lupeol. 8. Tanaman ini berumpun dan bergerombol didekat aliran sungai dikawasan pantai Baros. Akarnya lebih besar di tengah-tengah berbentuk agak seperti berlian. Mencapai tinggi rata-rata sekitar 25 cm di lingkungan yang lembab dan teduh. Daunnya berjumlah 4-10 helai yang terkumpul pada pangkal batang membentuk roset akar dengan pelepah daun tertutup tanah. tirosin.

yang terdiri dari dua kata. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii atau King Oyster Mushroom. abu-abu. limbah jerami. Jamur ini banyak hidup pada kayu-kayu lapuk. dkk. coklat. namun daun dan akarnya yang paling banyak digunakan. Dinamakan jamur tiram karena mempunyai flavor dan tekstur yang mirip tiram yang berwarna putih. tetapi pengambilan jumlah besar dari ramuan ini dapat menyebabkan mual dan menginduksi banyak keringat. Abalon mushroom atau ayster mushroom (Eropa atau Amerika). Tepi tudung mulus sedikit berlekuk. pencahar dan dapat membantu membersihkan dahak. Supa liat (Jawa Barat). hingga putih dengan permukaan yang hampir licin dengan diameter 5-20 cm. bagian tanaman digunakan untuk mengobati penyakit yang berbeda. 9. Struktur dan morfologi jamur tiram putih yaitu tubuh buah mempunyai tudung (pilleus)yang berubah dari hitam. Tanaman pletikan ini bersifat diuretik. atau limbah kapas. yaitu Pleuoron yang berarti menyamping dan Ous yang berarti telinga. Jamur tiram putih mempunyai nama lain shimeji (jepang). Warna jamur itu adalah putih Dan sorusnya sanyat lebar terletak disatu pohon bakau. Jamur Tiram Klasifikasi jamur tiram putih : Kingdom : Myceteae Divisio : Amastigomycota Kelas : Basidiomycetes Ordo : Agaricales Famili : Agaricaceae Genus : Pleurotus Spesies : Pleurotus Ostreatus (Alexopolous. Tubuh buah pada jamur ini memiliki batang yang berada di pinggir (bahasa Latin: pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus). Permukaan bagian bawah tudung berlapis-lapis seperti insang 22 . 1996) Jamur yang kami jumpai dikawasan pantai Baros adalah jamur tiram yang jumlahnya hanya ada satu rumpun. sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus. Hal ini sesuai dengan nama latinnya yaitu Pleurotus. baik segar atau kering. Istilah pleurotus berasal dari Yunani. serbuk gergaji.

Zat yang terkandung dalam jamur tiram adalah: protein 5. Sedangkan tangkainya dapat pendek atau panjang (2-6 cm) tergantung pada kondisi lingkungan dan iklim yang mempengaruhi pertumbuhannya. Alang-alang 23 .94 %.59 %. Cysridious berwarna kelabu. florida berwarna putih bersih. Rumput ini juga dikenal dengan nama-nama daerah seperti alalang. B2. tapi tak sedikit pula yang menyebutkan bahwa jamur tiram hanya mengandung vitamin B1.75 mg vitamin B2. P. Miselium berwarna putih dan bisa tumbuh dengan cepat. serat 1. 8. yang kerap menjadi gulma di lahan pertanian.14 %. lemak 0. Jamur tiram termasuk golongan jamur yang memiliki spora yang berwarna. karbohidrat 50. Alang-alang Pada saat pengamatan alang-alang yang kami jumpai hanya ada satu rumpun yang terletak didekat rumput teki. halalang. (lamella atau gilling) berwarna putih dan lunak yang berisi basidiospora. seperti jamur tiram putih disebut Ploerotus osteratus.9 mg kalsium: 1. Ada beberapa sumber yang menyebutkan bahwa jamur tiram mengandung vitamin C dan vitamin D.9 mg besi. sajor caju berwarna kelabu dan P. biotin. 0. Selain kandungan ini. niasin. Nama-nama jarum tiram biasanya dibedakan menurut warna tudung tubuh atau sporanya. 10. niasin. Setiap 100 gr jamur tiram segar ternyata juga mengandung 45. 17. flabellatus berwarna merah jambu.Basidiospora ini berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm. 0. Kandungan gizi jamur tiram putih yaitu jenis vitamin di dalam jamur adalah vitamin B1. Tangkai ini yang menyangga tudung agak (lateral) dibagian tepi atau (eksentris) agak ke tengah (Nanang.0 mg fosfor. dan biotin saja.65 kalori.17 % dan abu 1. P. 2001).Alang-alang atau ilalang ialah sejenis rumput berdaun tajam.15 mg Vitamin B1. B2. P.56 %.

dengan kondisi lembap atau kering. Selain itu juga pada kawasan-kawasan hutan gundul. Di tanah-tanah yang becek atau terendam. alang-alang juga dimanfaatkan penduduk pedesaan untuk membuat atap rumah dikarenakan keberadaannya yang mudah didapatkan serta tahan lama. Secara tradisional. daerah-daerah pertanian. dan perkebunan. sawah yang mengering. spesies ini tumbuh dengan sehat pada tempat bertanah basah yang tinggi kesuburannya Rumput ini dijumpai pada kisaran habitat yang luas mencakup perbukitan pasir kering di lepas pantai dan gurun. spesies ini tumbuh dengan sehat pada tempat bertanah basah yang tinggi kesuburannya Manfaat alang-alang yaitu Alang-alang biasa digunakan sebagai pakan ternak ruminansia. dan perkebunan. Jenis ini juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kertas. daerah-daerah pertanian. Selain itu juga pada kawasan- kawasan hutan gundul. Meskipun tumbuh pada kisaran tipe tanah dan tingkat kesuburan yang luas. Alang-alang bermanfaat dalam mengontrol erosi tanah atau sebagai pupuk hijau. Tumbuhan ini tumbuh di padang-padang rumput. juga rawa dan tepi sungai di lembah. bekas ladang. Meskipun tumbuh pada kisaran tipe tanah dan tingkat kesuburan yang luas. flora mangrove minor dan asosiasi mangrove bahwa dari flora yang kami amati tanaman bakau ( 24 . gersang atau berbatu-batu. Berdasarkan tinjauan pustaka yang ada mengenai zona simulasi flora mangrove dibagi menjadi tiga yaitu flora mangrove mayor. Gulma ini dengan segera menguasai lahan bekas hutan yang rusak dan terbuka. Rumput ini dijumpai pada kisaran habitat yang luas mencakup perbukitan pasir kering di lepas pantai dan gurun. Tumbuhan ini menyukai tempat yang memperoleh banyak cahaya dan tidak dapat tumbuh bila mendapat naungan penuh. Tumbuhan ini tumbuh di padang-padang rumput. tepi jalan dan lain-lain. juga rawa dan tepi sungai di lembah.dapat berbiak dengan cepat. alang-alang tidak suka tumbuh di tanah yang miskin. alang-alang pun tak mau tumbuh. Rumput ini senang dengan tanah-tanah yang cukup subur. atau yang senantiasa ternaungi. Tumbuhan ini menyukai tempat yang memperoleh banyak cahaya dan tidak dapat tumbuh bila mendapat naungan penuh. atau melalui rimpangnya yang lekas menembus tanah yang gembur. banyak disinari matahari sampai agak teduh. Berlawanan dengan anggapan umum. dengan benih-benihnya yang tersebar cepat bersama angin.

Gelama. seperti ikan belanak (Mugilidae). peralihan dan perairan. Lontong (Gerreidae).  Ikan pengunjung musiman. tanaman bruguiera termasuk dalam asosiasi mangrove dan tanaman yang lain belum kami ketahui termasuk dalam zona floa mangrove yang mana. yaitu ikan yang berkunjung ke hutan mangrove pada saat air pasang untuk mencari makan. tetapi pada saat dewasa cenderung menggerombol di sepanjang pantai yang berdekatan dengan hutan mangrove. yaitu ikan yang berasosiasi dengan hutan mangrove selama periode anakan. 25 .  Ikan penetap sementara. Ikan-ikan yang termasuk dalam kelompok ini menggunakan hutan mangrove sebagai tempat asuhan atau untuk memijah serta tempat perlindungan musiman dari predator. rhizophora) dan api-apian ( avicennia ) termasuk dalam flora mangrove mayor. contohnya ikan Kekemek. yaitu :  Ikan penetap sejati. Jenis-jenis fauna yang ditemukan di ekosistem mangrove Baros Fauna yang terdapat di ekosistem mangrove merupakan perpaduan antara fauna ekosistem terestrial. dan ikan-ikan dari familia Exocietidae serta Carangidae. dan ikan Kapasan. Ikan Ikan di daerah hutan mangrove cukup beragam yang dikelompokkan menjadi 4 kelompok. ikan Kuweh (Carangidae). Beberapa fauna yang umum dijumpai di ekosistem mangrove antara lain: 1. Fauna terestrial kebanyakan hidup di pohon mangrove sedangkan fauna peralihan dan perairan hidup di batang. yaitu ikan yang seluruh siklus hidupnya dijalankan di daerah hutan mangrove seperti ikan Gelodok (Periopthalmus sp). b. Tancak (Sphyraenidae). Krot (Scianidae). ikan Barakuda.  Ikan pengunjung pada periode pasang. tanaman pandan berduri termasuk dalam flora mangrove minor. Alu-alu. akar mangrove dan kolom air.

Keahlian yang dimiliki ikan yang satu ini. melompat jauh. sehingga menjadi kuat. ikan gelodok dapat memanjat akar-akar pohon bakau. Sebenarnya kaki yang dimiliki ikan glodok ini adalah sirip dadanya yang telah mengalami adaptasi. atau yang biasa disebut ikan glodok adalah jenis ikan yang bisa merangkak naik ke darat atau bertengger pada akar-akar pohon bakau. Badannya bulat panjang seperti torpedo. Ikan gelodok Periophthalmus koelreuterisetiap kalinya bisa bertahan sampai 7-8 menit di darat. merangkak dan melompat. dan ‘berjalan’ di atas lumpur. Morfologi dan bentuk muka ikan ini sangatlah khas. Pangkal sirip dadanya berotot kuat. Daya bertahan di daratan ini didukung pula oleh kemampuannya bernafas melalui kulit tubuhnya dan lapisan selaput lendir di mulut dan kerongkongannya. dan sirip-sirip punggung yang terkembang menawan. sementara sirip ekornya membulat. Periothalamus sp. dan bisa digunakan untuk berjalan di lumpur mangrove. sehingga sirip ini dapat ditekuk dan berfungsi seperti lengan untuk merayap. yang hanya bisa terlaksana dalam keadaan lembab. Kedua matanya menonjol di atas kepala seperti mata kodok. sebelum masuk lagi ke air. Ikan gelodog Klasifikasi: Kingdom : Animalia Filum : Chordata Kelas : Actinopterygii Ordo : Perciformes Famili : Gobiidae Subfamili : Oxudercinae Genus : Periothalamus Spesies : Periothalamus sp. Di samping itu. Panjang tubuh bervariasi mulai dari beberapa sentimeter hingga mendekati 30 cm. gelodok juga menyimpan sejumlah air di rongga insangnya yang membesar.2. selain dapat bertahan hidup lama di daratan (90% waktunya dihabiskan di darat). Karena kemampuan inilah ikan glodok disebut juga ikan tembakul. Oleh sebab itu glodok setiap beberapa saat perlu mencelupkan diri ke air untuk membasahi tubuhnya. Ikan ini hidup di zona pasang surut di lumpur pantai yang ada pohon-pohon bakaunya. wajah yang dempak. yang 26 .

Kerang-kerang ini merupakan sumber daya yang penting dalam produksi perikanan. misalnya siput telanjang (Vaginula). pada punggungnya terdapat bercak-bercak coklat tua yang tidak teratur dan ada sepasang garis memanang. Telescopium mauritsii dan T telescopium. Kerang merupakan sumberdaya penting dalam pasokan sumber protein dan sumber penghasilan ekonomi jangka panjang. 3. Selain itu. dan karena mangrove mampu menyediakan substrat sebagai tempat berkembang biak yang sesuai. Siput telanjang Pada ekosistem mangrove tersebut terdapat Mollusca yang tidak mempunyai cangkang. Hewan ini dapat bergerak secara 27 . panjang tubuh + 5 cm. Untuk penduduk sekitar pantai menjadikan kerang sebagai salah satu jenis yang penting dalam penangkapan di wilayah mangrove. berwarna coklat keabuan. kedua mata ikan glodok ini tetap muncul di permukaan mirip periskop kapal selam dan kedua matanya mampu bergerak secara independent. memungkinkan insang untuk selalu terendam dan berfungsi selagi ikan itu berjalan-jalan di daratan. Kerang Bivalvia lain yang paling penting di wilayah mangrove adalah kerang darah (Anadara granosa) dan gastropod yang biasanya juga dijumpai terdiri dari Cerithidia obtusa. jenis ini ada yang hidup di laut dan ada pula yang hidup di darat. mata yang mereka miliki mampu melihat ke segala arah alias dapat berputar 360 derajat. dan sebagai penyedia pakan maka dapat mempengaruhi kondisi perairan sehingga menjadi lebih baik. Yang menarik ketika berenang. Kaki bagian depan memiliki kelenjar untuk menghasilkan lendir yang berfungsi untuk mempermudah berjalan. juga karena berada di luar rongga kepala. sehingga jalannya meninggalkan bekas. Bentuk siput seperti lintah. jadi yang satu bisa melihat ke kiri dan yang lainnya bisa melihat ke kanan pada saat bersamaan. 4.

Selain itu.Lebih agresif dibanding jenis kepiting bakau yang lain.Berasosiasi dengan hutan mangrove muara sungai yang digenangi air laut yang tereduksi selama musim hujan. Deskripsi Scylla sp. . 1796 dalam Fujaya. 28 .Sering hidup berasosiasi dengan S. .Warna bervariasi dari merah orange hingga kecoklatan tergantung habitat. kepiting bakau juga mempunyai 3 pasang kaki jalan dan sepasang kaki renang. Kepiting bakau jantan memiliki sepasang capit yang dapat mencapai panjang hampir dua kali lipat daripada panjang karapasnya. mengagumkan. tranquebarica. Pada dahi antara sepasang matanya terdapat enam buah duri dan disamping kanan dan kirinya masing-masing terdapat sembilan buah duri. sedangkan kepiting bakau betina relatif lebih pendek. 5. yaitu memanjat ke pohon tinggi atau memanjat ke bagian pisau cukur tanpa teriris. Kepiting bakau Phylum : Arthropoda Classis : Crustacea Subclassis : Malacostraca Superordo : Eucaridae Ordo : Decapoda Familia : Portunidae Genus : Scylla Spesies : Scylla olivacea Kepiting bakau (Scylla olivacea) memiliki ukuran lebar karapas lebih besar daripada ukuran panjang tubuhnya dan permukaanya agak licin. sedangkan pada kepiting bakau betina melebar. Kepiting bakau berjenis kelamin jantan ditandai dengan abdomen bagian bawah berbentuk segitiga meruncing. 2008) adalah: . (Herbst. .

Soekendarsi dan palinggi (1995) mengatakan bahwa ukuran panjang cangkang yang ditemukan di daerah hutan manggrove mencapai 9. Perbedaan ukuran yang di temukan pada tiap-tiap habitat di sebabkan karena ketersediaan pakan di daerah hutan manggrove lebih baik dari pada di tambak-tambak ikan. yaitu pada garam 15 – 34 ppt dan bentuknya seperti kristal yang muncul di permukaan (Alexander. 1979).6.1991). Cangkang hewan ini berbentuk kerucut.5-11 cm(Barnes. Telescopium telescopium atau biasa disebut keong bakau memiliki cirri-ciri dengan panjang maksimum 13 cm dan panjang umum biasanya 11 cm. 1988.3 cm dan pada tambak ikan hanya berukuran 8. panjang. ramping dan agak mendatar pada bagian dasarnya. coklat keunguan dan coklat kehitaman.1974. Warna cangkang coklat keruh. Panjang cangkang berkisar antara 7. Telescopium telescopium (Mollusca) Kindom : Animalia Phylum : Molusca Class : Gastropoda Subcelass : Probobranchia Ordo : Mesogastropoda Famili : Potamididae Genus : Telescopium Spesies :Telescopium telescopium Telescopium merupakan salah satu jenis Gastropoda yang banyak hidup di air payau atau hutan manggrove yang di dominasi oleh pohon bakau (Rhizopora sp) sehingga orang menyebutnya sebagai keong bakau dan di kepulauan seribu dikenal dengan nama “blencong”.Sreenivasan and Nataraja.8 cm. lapisan luar cangkang dilengkapi dengan garis-garis spiral yang sangat rapat dan mempunyai jalur-jalur yang melengkung ke dalam(Bisa Dilihat pada Gambar 2). Hewan ini sering ditemukan jumlah berlimpah didaerah pertambakan yang berbatasan dengan hutan 29 .Dharma. juga karena faktor lingkungan. sedangkan di sulawesi selatan dikenal dengan nama “burungan”. Hewan ini hidup di daerah trumbu karang dan merupakan jenis hewan indopasifik yang mampu hidup diperairan bakau tropis. Umumnya jenis ini ditemukan sangat dekat dengan genangan air dan mampu bertahan pada rantang kadar garam air yang tinggi. dan Rac.

Tingkah laku tersebut merupakan salah satu pola adaptasi gastropoda terhadap adanya perubahan suhu (suhu tinggi) dan kondisi kering (Bay et al. makanan biota dari family potamidae ini terdiri atas : bahan organik halus. Pada umumnya. Menurut Robert. Odonata terdiri atas subordo yaitu subordo Anisoptera 30 . partikulat ditritus dan diatom yang menyedap dsi dasar perairan secara berbagai jenis alga (Sreenivasan dan Natarajan. berwarna bagus dan menggunakan sebagian besar hidupnya untuk terbang. mangrofve.2003). Casway dan Rifero (1993) menyatakan bahwa hewan ini mempunyai habitat didaerah mangrove dan kebanyakan bersifat pemakan detritus. di bagian ujung labum (bibir bawah) terdapat tonjolan-tonjolan (spina) tajam menyerupai gigi. Carino. Soemiharjo dan Kastoro (1982). 1986 in Wells et al. Gastropoda tersebut cenderung untuk berlindung dari kekeringan dan bersembunyi di dalam lumpur atau di bawah perakaran mangrove.. hewan ini lebih bahyak membenamkan diri dalam lupur yang kaya bahan organik dari pada diatas subrat lumpur. telescopium mendiami tanah berluympur deket daerah pasang surut. mampu hidup beberapa lama diluar air. Capung dikelompokkan dalam ordo Odonata. 2003).. juga pada sungai yang dekat dengan daerah pertambakan. Tahapan-tahapan pradewasa adalah aquatik dan yang dewasa biasanya terdapat dekat air. Capung Kingdom : Animalia(Hewan) Filum : Arthropoda Kelas : Insecta(Serangga) Ordo : Odonata Famili : Libellulidae Genus : Diplacodes Spesies : Diplacodes trivialis Capung merupakan salah satu kelompok serangga yang erat kaitannya dengan air. Memiliki ukuran tubuh relatif besar. Semua tahapan adalah pemangsa dan makan berbagai jenis serangga-serangga dan organisme lain (Amir dan Kahono. hidup berkelompok serta termasuk habifora (pemakan tumbu – tumbuhan) dan detritus feder (pemakan detritus) . T. 7. Odonata artinya rahang bergigi. 1991).

ikan. 2008). Capung dewasa ini hanya bertahan hidup beberapa minggu karena tujuan mereka bermetamorfosis tersebut hanya untuk menemukan pasangan agar bisa melangsukan perkawinan dan akhirnya bisa melanjutkan keturunan (Borror. ataupun kumbang air. Capung juga mengalami metamorfosis dalam periode kehidupannya. seperti burung. artinya lingkungan itu sudah tercemar dan ekosistemnya terganggu (Amirudin. Bedanya. Larva capung sendiri hidup kira-kira 3 tahun. 1992). Capung merupakan serangga yang tidak menggigit ataupun bersengat. Dimulai dari telur kemudian menjadi larva dan akhirnya menjadi capung dewasa. Lebah Kingdom : Animalia(Hewan) Filum : Arthropoda Kelas : Insecta(Serangga) Ordo : Hymenoptera Famili : Apidae Genus : Xylocopa Spesies : Xylocopa violacea 31 . kepala tidak memanjang dalam posisi melintang tetapi membulat. Capung merupakan hewan yang memiliki peran sebagai sumber makanan bagi banyak hewan lain. Capung hidup di air bersih. Capung hidup dekat dengan air karena siklus hidupnya yang membuat mereka tidak bisa hidup jauh dari air. katak. atau hanya mengalami metamorfosis tidak sempurna. memiliki sayap belakang lebih lebar pada bagian dasar dibandingkan dengan sayap depan dan sayap tersebut direntangkan saat istirahat (Emrades. karena itu capung dan capung jarum berperan bagi manusia sebagai indikator pencemaran lingkungan. serangga kupu-kupu mengalami metamorfosis sempurna sedangkan capung tidak. memiliki tubuh lebih gemuk dan terbang dengan cepat. Bila di suatu sumber air tidak lagi ditemukan capung. 8. setelah itu mereka baru bermetamorfosis menjadi capung dewasa yang bersayap. Hampir seluruh masa hidup capung sebenarnya dihabiskan pada saat mereka larva. 2006).

Pada kenyataannya. 9.000 ekor. Arminudin. lebah merupakan satu ordo dengan tawon. Lebah adalah serangga sosial yang termasuk dalam ordo Hymenoptera yang artinya “sayap bening”. Lebah memiliki dua pasang sayap. sayap depan lebih lebar daripada sayap belakang. Pada bagian kepala terdapat antena yang berfungsi sebagai indera perasa dan peraba. terdiri atas tiga anggota masyarakat lebah yaitu ratu. Dada lebah merupakan bagian tubuh yang penting sebagai tempat melekatnya alat gerak (organ penggerak). Mata bagi lebah sangat penting kegunaannya. dan lebah betina berjumlah. dan perut.000 species serangga.Dalam ordo ini terdapat 100. termasuk lebah. Tubuh lebah terdiri atas tiga bagian yaitu kepala. 2007). Pada bagian perut lebah madu betina terdapat sengat. Sengat lebah digunakan untuk alat pertahanan diri. Antena sangat penting bagi lebah madu sehubungan dengan pencarian pakan dan komunikasi. biru. digunakan untuk membuat sarang dan pertahanan diri. Jumlah ratu dalam satu koloni satu ekor. tetapi pada lebah jantan dan ratu tidak ada.Sengat tersebut merupakan bentuk perubahan dari alat peletak telur.(Suputa. lebah jantan. hijau muda. Belalang Kingdom : Animalia(Hewan) Filum : Arthropoda Kelas : Insecta(Serangga) Ordo : Orthoptera Famili : Mantidae Genus : Mantis Spesies : Mantis religiosa 32 . Mata lebah mampu membedakan warna ultraviolet. semut dan rayap. Lebah mempunyai tipe alat mulut penggigit-pengisap berfungsi sebagai gigi. yaitu sayap dan kaki. Pada bagian kepala terdapat sepasang mata majemuk sebagai alat penglihatan yang mampu melihat bentuk dan warna benda. Jumlah koloni lebah dalam satu sarang dapat mencapai 100. tawon. dan terdapat glossa pada bagian tengah untuk mengisap cairan makanan dan memberi makan larva. Lebah termasuk serangga yang hidup berkoloni. dan lebah betina (pekerja). khususnya dalam menginterpretasikan tarian lebah yang dilakukan oleh lebah yang telah mendapat pakan.ribuan. dan kuning. dada. lebah jantan berjumlah ratusan.

Belalang sentadu adalah salah satu dari segelintir serangga yang dapat memutar kepalanya hingga 180 derajat. Serangga ini mempunyai cara kamuflase atau penyamaran yang baik. ada yang mirip seperti daun. Serangka ini tidak memakan semua bagian tubuh mangsanya dan seringkali menyisakan kaki. dan jeruju. Ciri-ciri yang dimiliki belalang sembah adalah memiliki 3 pasang kaki. Mereka biasanya diam dan menunggu korban mereka dengan tungkai-tungkai depan dengan posisi yang diangkat ke atas. Dua pasang kali belakang digunakan untuk berjalan sedangkan sepasang kaki depan berguna untuk menangkap mangsa. Flora dan fauna mangrove tersebut sangat banyak macamnya antara lain Periophthalmus sp. Belalang sembah atau belalang sentadu sangat selektif dalam memakan mangsanya.. Kaki depannya sangat kuat dan berukuran paling besar dengan sisi bagian dalamnya berduri tajam yang berguna untuk mencengkeram mangsanya. ranting. sehingga tidak dikenali oleh mahluk yang lainnya. c. serta merupakan tempat yang ideal bagi proses pemijahan (spawning ground) biota laut yang ada di dalamnya. Belalang sembah adalah serangka pemangsa tingkat tinggi dan merupakan serangga karnivora yang makan segala macam serangga dan terkadang bersifat kanibal. 33 . Banyaknya fauna yang hidup di ekosistem mangrove disebabkan karena kawasan mangrove merupakan daerah mencari makan (feeding ground) bagi berbagai jenis hewan. sayap dan beberapa bagian tubuh lain yang tidak disukai. bunga dan sebagainya. Struktur komunitas dan hubungan antar komponen penyusun ekosistem di mangrove Baros Umumnya Flora dan Fauna ini memiliki bentuk adaptasi khusus sehingga dapat bertahan hidup di daerah tersebut. tempat pengasuhan (nursery ground) terutama bagi anak udang. termasuk mangsanya. keong dan jenis-jenis gastropoda lainnya. serta masih banyak lagi. Rhizhopora sp.. atau biasa disebut ikan gelodok. dan biota laut lainnya. ekosistem mangrove juga banyak digunakan berbagai jenis hewan untuk membangun sarang untuk perlindungan diri dari predator. atau biasa disebut dengan api-api. Selain itu. kepiting mangrove dengan nama ilmiah Uca sp. Avicennia sp. anak ikan.

predasi. Apabila salah satu dari hewan maupun tumbuhan yang pokok hilang akan merusak ekosistem dari kawasan tersebut. Dari flora dan fauna tersebut bisa terjadi interaksi antara keduanya atau keduanya mempunyai interasi didalam kehidupan di kawasan bakau tersebut. kompetensi dan juga tidak berinteraksi yaitu netralisasi. Yaitu ada hubungan simbiosis. Dan dari flora dan fauna ini menjadi suatu ekosisetem yang dapat membentuk rantai makanan dikawasan tersebut serta saling melengkapi dalam ekosistem di kawasan tersebut. 34 . Sehingga harus adaptasi kembali untuk hewan dan tumbuhannya.

Saran 35 . Kesimpulan B. BAB V PENUTUP A.

Env. 1997. Februari 1998: 105-115.. 10 Januari 2005. The Rate of Degradation of Mangrove Leaves. Kualalumpur: Proc. Mangr.J. Nilai Ekonomi Mangrove dan Kepedulian Masyarakat terhadap Mangrove Delta Mahakam. Laut Nusantara. Symp. BTPDAS Boonruang. Sukresno dan C. Statistik Kehutanan Indonesia. H. Netherland: Kluwer Academic Publisher. DAFTAR PUSTAKA Anwar. et al. Gunawan. Park Author Working Paper No. 1995. Great Barrier Reef Mar. and E. Laporan Penelitian. 1984. Wolanski. M. 1988. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. C. 2001. Research and Management. J. Suatu Pendekatan Ekologis. Departemen Kehutanan. Mazda. 1:253-269. H. Western Peninsular of Thailand. Rachmawati L. dkk. Romimohtarto Kasijan dan Sri Juwana. Biologi laut. Solo: Balai Teknologi Pengelolaan DAS. 1998. 7-9 Agustus 1990: 59-63. 1978. Jakarta : PT Gramedia. Kompas. 1992. 2005. Jakarta: Ikrar Mandiri Abadi. Y. Drag Force Due to Vegetation in Mangrove Swamp. Solo. Bangkok: ICUN.S. A. 36 . Balai Penelitian Kehutanan Ujung Pandan. P. 2003. Bandar Lampung. Surakarta. Keragaman Jenis Ikan. 1983. Pengelolaan Hutan Payau di Pantai Utara Pulau Jawa. The Mangrove of the Eastern Coast of Cape York Peninsula of Cooktown. Program MAB Indonesia – LIPI. Anwar. Diposaptono. 1991. J . Nontji Anugrah Dr. Mangrove and Salt Marches. Departemen Kehutanan. Jakarta: Badan Planologi Kehutanan. Solo: Prosiding Expose Hasil Penelitian BTPDAS Surakarta. 1999. Frorestry Statistics of Indonesia2003. Mustafa dan G. 2004. As. Whitten.W. Jakarta: Penerbit Jambatan. Ecology and Management of Mangrove. Surakarta. Akumulasi di Bawah Tegakan Mangrove. M. Nybakken. Bratamihardja. Terumbu Karang dan Flora Fauna Hutan Mangrove. Kajian Intrusi Air Asin pada Kawasan Pantai Ber-lumpur di Patai Utara Jawa Tengah. Ekosistem Mangrove. Biologi Laut (Ilmu Pengetahuan tentang Biota Laut). S. Odum. Taman Nasional Laut Bunaken-Manado Tua. Rehabilitasi Pasca Tsunami yang Ramah Lingkungan. Jakarta: Prosidings Seminar IV. Jakarta: PPK-LIPI.S. The Ecology of Sulawesi. Bunt. Henderson. Rhizophora apiculata BL and Avicennia marinaat Phuket Island. 2005.

LAMPIRAN FAUNA MANGROVE 37 .

FLORA MANGROVE 38 .

39 .