You are on page 1of 516

FIQH BERSUCI DAN SHOLAT SESUAI

TUNTUNAN NABI

(Abu Utsman Kharisman)

1

FIQH BERSUCI DAN SHOLAT SESUAI TUNTUNAN NABI

Oleh: (Abu Utsman Kharisman)

Penerbit

(Pustaka Hudaya)

Desain Sampul:

( Adi Saputra)

Cetakan I : 2015

Edisi : 1.0

2

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segenap puji hanya untuk Allah Azza Wa
Jalla. Semoga sholawat dan salam selalu tercurah kepada
Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam, keluarga,
para Sahabat, serta orang-orang yang mengikuti beliau
hingga menjelang hari kiamat.

Alhamdulillah, buku ini bisa tersaji di hadapan pembaca
semata karena pertolongan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.
Tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolonganNya.

Kajian tentang fiqh bersuci dan sholat adalah termasuk
pembahasan yang paling penting dalam kehidupan seorang
muslim. Sholat adalah amal pertama (setelah Tauhid) yang
akan dinilai Allah dan menentukan baik tidaknya amalan
yang lain. Sedangkan sholat tidak akan sah tanpa bersuci
yang benar.

Buku yang ada di hadapan pembaca ini sebenarnya adalah
kumpulan materi kajian Islam yang disampaikan secara
berseri setiap Kamis malam Jumat ba’da Isya di masjid
anNuur perum PJB Paiton Probolinggo Jawa Timur sejak
20 November 2013 hingga Oktober 2014. Kajian tersebut
adalah kajian fiqh dari awal, sejak Thoharoh (bersuci)
dimulai dari pembahasan tentang air hingga pembahasan
tentang sholat khouf.

Kumpulan materi tersebut dibukukan dengan diberi
tambahan beberapa pembahasan yang tidak terbahas di
kajian itu, seperti sholat istikhoroh, sholat tasbih, sholat di
masjid Quba’, sholat sunnah mutlak, dan sholat Jenazah.
3

Kebanyakan materi sholat jenazah diambil dari buku
penulis sebelumnya yang berjudul ‘Tata Cara Mengurus
Jenazah Sesuai Tuntunan Nabi’.

Mayoritas pembahasan dalam buku ini berbentuk tanya
jawab. Hal itu dirasakan penulis cukup memudahkan
dalam memahami sebuah permasalahan dan solusinya.
Semoga pembaca juga merasakan hal yang sama.

Pembahasan fiqh adalah pembahasan yang cukup rumit
karena banyaknya perbedaan pendapat para Ulama dalam
suatu permasalahan. Namun, dalam buku ini perbedaan
pendapat itu tidaklah dipaparkan secara mendetail untuk
memudahkan pembaca, tidak jarang hanya disebutkan
pendapat yang paling kuat (rajih) disertai dalil ayat atau
hadits –jika ada- atau fatwa Ulama yang menguatkannya.
Penyebutan fatwa Ulama itupun sekedar disarikan (diambil
intinya), tidak dikutip utuh kata per kata. Tujuannya agar
penjelasan dalam buku ini mudah dicerna.

Awalnya, penulisan buku ini bertujuan untuk memberikan
ringkasan permasalahan fiqh. Karena itu, awalnya
penulisan dalil hadits yang mendukung sekedar mengutip
potongan hadits yang menjadi syahid (dalil penguat) seperti
yang banyak disebutkan dalam Kitab Bulughul Maram.
Namun, karena salah satu tujuan buku ini dibuat adalah
sebagai kumpulan catatan penulis yang akan
memudahkan sebagai referensi untuk menyampaikan
kajian sejenis di masa yang akan datang, tidak jarang
suatu hadits ditulis secara utuh untuk memberikan
tambahan faidah. Karena penjelasan suatu potongan

4

kalimat hadits bisa saja didapatkan dari kalimat
sebelumnya atau setelahnya.

Penulis menyadari bahwa dalam pendapat yang dirasa rajih
(paling kuat) dalam suatu permasalahan fiqh di waktu
tertentu, mungkin akan berubah di kemudian hari.
Perubahan itu bisa saja terjadi karena ditemukan adanya
hujjah-hujjah dan tambahan penjelasan yang belum
diketahui sebelumnya. Mungkin saja awalnya kita
cenderung pada pendapat Ulama yang menyatakan suatu
hadits lemah, namun dalam perkembangan, dengan
mendapatkan adanya tambahan penjelasan, pendapat itu
berubah bahwa hadits itu shahih. Atau sebaliknya.

Sebagaimana al-Imam asy-Syafii memiliki pendapat-
pendapat lama (qoul qodim) sebelum beliau berpindah ke
Mesir, dan pendapat-pendapat baru (qoul jadiid) saat beliau
telah berpindah ke Mesir. Dalam madzhab Hanabilah, juga
banyak pendapat Imam Ahmad dalam suatu permasalahan
yang lebih dari satu riwayat. Beberapa catatan dalam karya
al-Hafidz Ibn Hajar juga bisa didapatkan perbedaan
penilaian terhadap suatu hadits atau perawi hadits dalam
kitab beliau Fathul Baari yang berbeda dengan pada
atTalkhiishul Habiir. Demikian juga, al-Imam asy-
Syaukaniy kadang ditemukan adanya pendapat beliau yang
berbeda dalam suatu permasalahan yang sama pada Nailul
Authar dengan as-Sailul Jaraar. Itu menunjukkan bahwa
tidak jarang para Ulama besar berubah pendapatnya
tentang suatu permasalahan fiqh atau penilaian terhadap
suatu hadits.

5

Referensi utama dalam buku ini di antaranya adalah
Bulughul Maram dengan syarah (penjelasan) dari beberapa
Ulama, di antaranya Taudhihul Ahkam karya Syaikh al-
Bassam, asy-Syarhul Mukhtashar ala Bulughil Maram libni
Utsaimin (transkrip ceramah kajian Bulughul Maram di
Unaizah), maupun Subulus Salam karya al-Imam as-
Shon’aaniy. Banyak juga yang berasal dari asy-Syarhul
Mumti’ alaa Zaadil Mustaqni’ karya Syaikh Ibn Utsaimin.
Tidak sedikit dari poin pembahasan itu yang ditambahkan
permasalahan-permasalahan hukum melalui fatwa
beberapa Ulama seperti dalam fatwa al-Lajnah ad-Daaimah,
Fataawa Nuurun alad Darb dan lainnya.

Penulis menyadari begitu banyak kekurangan yang ada
pada buku ini, sebagaimana demikian banyaknya
kelemahan yang ada pada penulis. Karena itu, masukan
dan kritikan yang membangun dari pembaca sangat
diharapkan, terutama dari para Asatidzah untuk perbaikan
pada edisi atau cetakan berikutnya.

Daftar isi buku ini terdapat di bagian belakang.

Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’ala senantiasa
melimpahkan rahmat, taufiq, hidayah, dan ampunanNya
kepada segenap kaum muslimin.

Kraksaan Probolinggo, 21 Januari 2015

Abu Utsman Kharisman

6

FIQH BERSUCI

HUKUM AIR DAN PENGGUNAANNYA

Bagaimana Hukum Asal Air ?

Jawab : Air hukum asalnya adalah suci dan bisa
digunakan untuk bersuci (berwudhu’, mandi,
menghilangkan najis).

ٌ ‫إِ َّن اَلْ َماءَ طَ ُه‬
ٌ‫ور ََل يُنَ ِّج ُسهُ َش ْيء‬
Sesungguhnya air adalah suci (dan mensucikan), tidaklah
ternajiskan dengan suatu apapun (H.R Abu Dawud,
atTirmidzi, anNasaa-i)

Jika anda menemukan sejumlah air dan tidak bisa
dipastikan apakah suci atau tidak, maka secara asal ia
adalah suci dan mensucikan, sampai ada hal yang
meyakinkan yang diketahui dengan jelas bahwa air
tersebut sudah tidak suci lagi.

Kapan Air Tidak Bisa Digunakan untuk Bersuci?

Jawab : Air tidak bisa digunakan untuk bersuci jika:

1. Terkena benda najis dan salah satu sifatnya berubah
(warna, rasa, dan bau). Hal ini berdasarkan ijma’
(kesepakatan para Ulama’)
2. Tercampur oleh benda lain yang suci dan sudah
berubah menjadi bukan air lagi. Artinya, zat suci yang
mencampurinya telah mendominasi sehingga tidak bisa
disebut ‘air’ lagi.
7

Contoh: Air tercampur dengan teh sehingga
mendominasi dan berubah menjadi teh. Selanjutnya ia
tidak bisa lagi digunakan untuk bersuci (berwudhu’,
mandi, menghilangkan najis).

Hal ini disebabkan bahwa dalam alQur’an dan asSunnah
benda cair satu-satunya yang bisa digunakan untuk
bersuci hanyalah air ( ‫ ماء‬/ ‫)الماء‬, maka selama nama
penyebutannya masih “air” secara mutlak, maka ia masih
bisa digunakan untuk bersuci.

Sumber Air yang Berasal dari Alam

Dari langit : hujan, embun, salju

‫الس َم ِاء َماءً طَ ُه ًورا‬
َّ ‫َوأَنْ َزلْنَا ِم َن‬

...dan Kami turunkan dari langit air yang suci (dan
mensucikan) (Q.S alFurqan:48)

‫اي بِاْمل ِاء َوالثَّ ْل ِج َواْلبَ َرِد‬
َ ‫اللَّ ُه َّم ا ْغ ِس ْل ِِن ِم ْن َخطَاي‬
َ
َ
…Ya Allah, cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju,
dan embun (doa iftitah yang diajarkan Nabi dalam riwayat
alBukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Dari tanah : sungai, danau, mata air

ٍ ِ ِ ِ ‫اب أ‬
ِ ‫س َكمثَ ِل نَ ْه ٍر جا ٍر َغم ٍر َعلَى ب‬ ِ ‫الصلَو‬
‫س‬
َ َْ‫َحد ُك ْم يَغْتَس ُل منْهُ ُك َّل يَ ْوم َخ‬
َ َ ْ َ َ ِ ‫اْلَ ْم‬
ْ ‫ات‬ َ َّ ‫َمثَ ُل‬
ٍ ‫مَّر‬
‫ات‬ َ
8

Permisalan sholat 5 waktu adalah seperti sungai mengalir
yang deras di depan pintu rumah kalian yang dipakai
mandi 5 kali sehari (H.R Muslim)

Selain dari tanah : air laut.

ِْ ‫هو الطَّهور م ُاؤه‬
ُ‫اْل ُّل َمْيتَتُه‬ ُ َ ُ ُ َُ
“Laut itu suci airnya dan halal bangkainya” (H.R Abu
Dawud, atTirmidzi, anNasaa-i, Ibnu Majah)

Semua jenis air-air di atas adalah suci dan mensucikan
(thohuurun) berdasarkan nash dalam alQur’an dan
asSunnah.

Apakah Ada Takaran Jumlah Penggunaan Air dalam
Bersuci?

Jawab : Tidak ada takaran khusus, namun disunnahkan
untuk menggunakan air secara hemat, sesuai keperluan,
dan tidak berlebihan. Patokannya adalah penggunaan air
minimal yang bisa menyebabkan bersuci secara sempurna.
Contoh: untuk berwudhu’ bagian yang yang harus dicuci
(wajah, tangan, dan kaki) bisa dicuci semua (bukan
sekedar diusap).

Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bisa bersuci
secara sempurna dengan menggunakan air yang
takarannya sangat sedikit. Beliau berwudhu’ dengan 1
mud (sekitar 0,75 liter) dan mandi dengan 1 sha’ (sekitar 3
liter)

9

َّ ‫ يَتَ َو‬- ‫ صلى اهلل عليه وسلم‬- ‫ول اَللَّ ِه‬
,‫ضأُ بِالْ ُم ِّد‬ ٍ ِ‫َعن أَنَس ب ِن مال‬
ُ ‫ َكا َن َر ُس‬: ‫ك‬ َ ْ ْ
‫الص ِاع إِ ََل َخَْ َس ِة أ َْم َد ٍاد‬
َّ ِ‫َويَ ْغتَ ِس ُل ب‬

Dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu beliau berkata:
Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam berwudhu’ dengan
1 mud dan mandi dengan 1 sha’ sampai 5 mud (Muttafaqun
‘alaih: diriwayatkan dan disepakati keshahihannya oleh
alBukhari dan Muslim)

Bahkan, Nabi Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam
pernah berwudhu’ dengan 2/3 mud (sekitar 0,5 liter air),
sebagaimana hadits riwayat Ahmad dari Sahabat Abdullah
bin Zaid (dishahihkan Ibnu Khuzaimah, hadits no 41
dalam kitab Bulughul Maram).

Semakin mendekati Rasulullah shollallaahu ‘alaihi
wasallam dalam takaran penggunaan air adalah lebih baik
dan sempurna.

Apakah Adab-Adab dalam Menggunakan Air?

Jawab : Adab-adab dalam menggunakan air di antaranya:

1. Menggunakan air secara hemat. Sesuai dengan hadits
Anas bin Malik riwayat alBukhari dan Muslim tentang
berwudhu’nya Nabi dengan air yang hanya seukuran 1
mud (sekitar 0,75 liter) di atas.
2. Tidak mencelupkan tangan ke dalam air sebelum
mencuci kedua tangan tersebut ketika baru bangun
tidur.

‫اْلنَ ِاء َح ََّّت يَ ْغ ِسلَ َها ثَََلثًا‬
ِْ ‫َح ُد ُك ْم ِم ْن نَ ْوِم ِه فَ ََل يَ ْغ ِمس يَ َدهُ ِِف‬
ْ َ‫ظأ‬ ْ ‫إِذَا‬
َ ‫استَ ْي َق‬
10

ِ ِ ِ ٌ ُ‫َح ُد ُك ْم ِِف الْ َماء الدَّائ ِم َوُه َو ُجن‬ ‫ب‬ َ ‫ََل يَ ْغتَس ْل أ‬ Janganlah salah seorang mandi (berendam) di air yang diam dalam keadaan junub (H. Tidak berendam di air yang tidak mengalir jika dalam keadaan junub. lafadz berdasarkan Muslim) 3.R alBukhari dan Muslim. janganlah mencelupkan tangannya ke dalam bejana (yang berisi air) sampai mencucinya 3 kali…(H. Tidak kencing di air yang diam (tidak mengalir) َّ ‫َح ُد ُك ْم ِِف الْ َم ِاء‬ ‫الراكِ ِد‬ َ ‫ََل يَبُولَ َّن أ‬ Janganlah sekali-kali kalian kencing di air yang diam (tidak mengalir) (H. kencing di air yang diam. ِ ِ ِ ِ ُ‫َح ُد ُك ْم ِِف الْ َماء الدَّائ ِم ُُثَّ يَ ْغتَس ُل مْنه‬ َ ‫ََل يَبُولَ َّن أ‬ Janganlah sekali-kali kalian kencing di air yang diam kemudian mandi darinya (H.R Muslim) 4.R Abu Dawud dan Ibnu Majah) Lebih parah lagi.R Muslim) Bagaimana Hukum Menggunakan Air Hangat untuk Berwudhu’? 11 . Jika salah seorang dari kalian baru bangun dari tidurnya. kemudian mandi dengan air tersebut.

mandi. Hukum air ini adalah suci dan mensucikan. jika air tersebut cukup panas sehingga menyebabkan kesulitan menyempurnakan wudhu’. atau menghilangkan najis.Jawab : Menggunakan air hangat untuk berwudhu’ adalah boleh dan tidak makruh. Dalilnya banyak. Ibnu Umar. Namun. di antaranya: hadits Abu Juhaifah radliyallahu anhu: ٍ ‫اجرِة فَأُِِت بِوض‬ ِ ِ ِ ُ ‫خرج علَي نَا رس‬ ‫ضأَ فَ َج َع َل‬ َّ ‫وء فَتَ َو‬ ُ َ َ َ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم بِا ْْل‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ ْ َ َ ََ ‫ضوئِِه فَيَتَ َم َّس ُحو َن بِِه‬ ْ َ‫َّاس يَأْ ُخ ُذو َن ِم ْن ف‬ ُ ‫ض ِل َو‬ ُ ‫الن‬ 12 . Para Sahabat Nabi yang berpendapat bolehnya berwudhu’ dengan air hangat adalah Umar bin alKhotthob. Bisa digunakan untuk berwudhu’. maka menjadi makruh. Ibnu Abbas. Air musta’mal bisa dalam beberapa keadaan: a) Air di dalam suatu bejana (ember atau gayung. dan semisalnya) yang tersisa setelah dipakai untuk berwudhu’ atau mandi. dan Anas bin Malik (penjelasan Ibnu Qudamah dalam alMughni (1/25). Air tersebut digunakan dengan cara diciduk dengan tangan. Hal itu jika air tersebut dihangatkan dengan sesuatu yang suci. b) Air dari tetesan bekas berwudhu’ atau mandi yang kadarnya sedikit. Apakah yang Dimaksud dengan Air Musta’mal? Bolehkah menggunakan air musta’mal untuk berwudhu’ dan mandi? Jawab : Air musta’mal secara bahasa adalah air yang telah digunakan.

seperti air teh. Bolehkah Seorang Laki-laki Bersuci dengan Menggunakan Sisa Air yang Digunakan Bersuci oleh Wanita? Jawab : Tidak mengapa. air mutlak hanyalah terbagi menjadi 2 jenis: air yang suci (juga mensucikan) dan air najis.‫َِّب‬ َّ ‫اس َر ِضي اَللَّهُ َعْن ُه َما أ‬ َّ ِ‫َن اَلن‬ َ ٍ َّ‫َع ِن ابْ ِن َعب‬ ْ ‫بَِف‬ َ‫ض ِل َمْي ُمونَة‬ 13 .Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah keluar bersama kami di al-Hajiroh. namun makruh (tidak disukai). Jika ia tidak suci. hal itu bukanlah air mutlak lagi. Pendapat yang benar menurut penjelasan Syaikh al- Utsaimin dan Syaikh Sholih alFauzan. namun disebut sebagai air campuran. Tidak ada air yang bersifat suci namun tidak mensucikan. Adapun air yang tercampur dengan zat cair lain sehingga mendominasi sifatnya.R alBukhari) Al-Hafidz Ibnu Hajar al-‘Asqolaany berpendapat dengan hadits ini bahwa air musta’mal adalah suci (Fathul Baari juz 1 halaman 295). Kemudian beliau berwudhu’ dan para Sahabat mengambil sisa air wudhu’ beliau sehingga mereka gunakan untuk mengusap (H. air sirup. dan sebagainya. Dalil yang menunjukkan bahwa hal itu tidak mengapa: ‫ َكا َن يَ ْغتَ ِس ُل‬. maka ia adalah najis dan tidak bisa mensucikan. yang tidak bisa digunakan untuk bersuci. kemudian didatangkan kepada beliau air wudhu’.‫ صلى اهلل عليه وسلم‬.

rasa. (Lihat penjelasan Syaikh al-Utsaimin dalam asy-Syarhul Mumti’ (1/57)). Kemudian dengan proses tertentu menjadi jernih dan hilang sifat-sifat najisnya (warna.R Abu Dawud dan atTirmidzi) Air yang Semula Terkena Najis.R Muslim) Hal yang menunjukkan bahwa itu makruh (tidak disukai) adalah hadits: ‫ض ِل طَ ُهوِر الْ َم ْرأ َِة‬ ْ ‫الر ُج ُل بَِف‬ َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم نَ َهى أَ ْن يَتَ َو‬ َّ َ‫ضأ‬ َ ‫َِّب‬ َّ ‫أ‬ َّ ِ‫َن الن‬ Sesungguhnya Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam melarang seorang laki-laki berwudhu’ dengan sisa bersucinya wanita (H. Apakah air tersebut berubah menjadi suci? Jawaban : Ya. dan bau). Air tersebut telah berubah menjadi suci karena sifat-sifat najisnya sudah hilang.Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma (beliau berkata): Sesungguhnya Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah mandi dengan sisa air dari Maimunah (istri beliau) (H. 14 .

dan bagi kalian (wahai orang beriman) di akhirat (Muttafaqun ‘alaih). Bejana yang dimaksud adalah segala bentuk media untuk menampung air atau makanan. Apakah Hukum Menggunakan Bejana dari Emas dan Perak untuk Makan dan Minum? Jawab : Hukumnya haram. HUKUM PENGGUNAAN BEJANA Penjelasan Bab Bab ini akan menjelaskan tentang hukum-hukum terkait penggunaan bejana. dan semisalnya. Digunakan untuk bersuci atau makan dan minum. sehingga bejana bisa berupa timba. piring. gayung. Berdasar hadits: ،‫ فَِإن ََّها َْلُ ْم ِِف الدُّنْيَا‬،‫ َوََل تَأْ ُكلُوا ِِف ِص َحافِ َها‬،‫ب والْ ِفض َِّة‬ َّ ‫ََل تَ ْشربُوا ِِف آنِيَ ِة‬ ِ ‫الذ َه‬ َ ‫َولَ ُك ْم ِِف ْاْل ِخَرِة‬ Janganlah kalian minum dengan bejana dari emas dan perak. atau gelas. tempat air minum. tempayan. Karena itu bagi mereka (orang kafir) di dunia. dan jangan makan dengan bejana yang terbuat dari keduanya. Bolehkah Menggunakan Bejana dari Emas atau Perak untuk Selain Makan dan Minum? Jawab : 15 .

sebagai bentuk wara’ sebaiknya tidak digunakan untuk kehati-hatian (Syarh Riyadhus Sholihin Syaikh alUtsaimin (1/2162)). bolehkah ditambal dengan emas atau perak? Jawab : Tidak boleh ditambal dengan emas. Pendapat yang lebih kuat adalah boleh. Jika sebuah bejana ada lubang atau retak. Sebagian lagi menyatakan boleh. istri Nabi. namun boleh dengan perak. Karena Nabi Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam melarang khusus untuk penggunaan makan dan minum saja. Namun. Hal yang jelas tidak diperbolehkan adalah jika maksud penggunaannya untuk berbangga dan bermewah-mewah.Para Ulama’ berbeda pendapat dalam hal itu. Jumhur (mayoritas) Ulama’ berpendapat tidak boleh. Ummul Mukminin. Syaratnya: tambalannya sedikit dan dilakukan karena keperluan bukan sebagai perhiasan. Ummu Salamah juga memiliki al-juljul (tempat penyimpanan dengan semacam genta di dalamnya) yang terbuat dari perak (diriwayatkan alBukhari dalam Shahihnya). Dalilnya adalah: ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم انْ َك َسَر‬ َّ ‫ك َر ِضي اللَّهُ َعْنهُ أ‬ ٍ ِ‫س ب ِن مال‬ ِّ ِ‫َن قَ َد َح الن‬ َ ‫َِّب‬ َ َ ْ ِ َ‫َع ْن أَن‬ ‫ب ِس ْل ِسلَةً ِم ْن فِض ٍَّة‬ ْ ‫فَ َّاَّتَ َذ َم َكا َن الش‬ ِ ‫َّع‬ Dari Anas bin Malik radliyallaahu ‘anhu bahwa gelas Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam retak (sedikit pecah) maka 16 .

Umar bin al-Khottob juga pernah berwudhu’ dari bejana (tempayan) milik orang Nashrani (riwayat asy-Syafi’i dan alBaihaqy. hendaknya penggunaan bejana orang kafir untuk makan dan minum adalah alternatif terakhir jika tidak ditemui lagi yang lainnya. Jika terlihat ada najis pada benda-benda itu maka dicuci hingga suci.R alBukhari) Bagaimana Hukum Menggunakan Bejana dan Pakaian yang Sebelumnya Pernah Dipakai Orang Kafir ? Jawab : Boleh dipakai jika telah suci dari najis. dinukil secara makna oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram). maka boleh langsung digunakan. Nabi dan para Sahabat pernah berwudhu dengan menggunakan tempat air besar dari kulit (mazaadah) milik seorang wanita musyrik (Muttafaqun ‘alaih. Jika tidak tampak adanya najis. Namun. baru kemudian bisa dipakai. Dalam hadits. dishahihkan oleh asy-Syaukaany dalam Nailul Authar). Abu Tsa’labah pernah bertanya: ِ َ‫ض قَوٍم ِمن أ َْه ِل الْ ِكت‬ ‫اب أَفَنَأْ ُك ُل ِِف آنِيَتِ ِه ْم‬ ِ ِ ِ َّ َِ‫يا ن‬ ْ ْ ِ ‫ِب اللَّه إنَّا بأ َْر‬ َ 17 .beliau (menambal) tempat yang retak itu dengan jalinan dari perak (H.

janganlah makan dengan bejana itu. Sebagai contoh. karena Nabi bersabda: ‫فَِإ َّن ِدبَا َغ َها ذَ َكاتُ َها‬ 18 . 2. sesungguhnya kami berada di negeri kaum Ahlul Kitab. namun jika engkau tidak menemukan selainnya. maka tidak boleh digunakan. unta. jika seandainya ada bejana yang dibuat dari kulit kucing. rusa.R alBukhari) Bagaimana Hukum Menggunakan Bejana yang terbuat dari Kulit? Jawab : Boleh menggunakan bejana dari kulit. dengan syarat: 1. Kulit tersebut adalah kulit binatang yang halal dimakan. seperti : sapi. tidak melalui penyembelihan syar’i). Apakah kami boleh makan dari bejana mereka? Nabi menjawab: ‫وها َوُكلُوا فِ َيها‬ ِ ِ ِ َ ُ‫فَِإ ْن َو َج ْد ُُْت َغْي َرَها فَ ََل تَأْ ُكلُوا ف َيها َوإِ ْن ََلْ ََت ُدوا فَا ْغسل‬ Kalau engkau bisa menemukan yang selainnya.Wahai Nabi Allah. dan makanlah darinya (H. Meski telah disamak kulit itu tetap najis tidak bisa digunakan. dan semisalnya. karena bukan berasal dari kulit binatang yang halal dimakan (poin 1). cucilah. Kulit tersebut sudah disamak (jika berasal dari bangkai. kelinci. kambing.

Pendapat ini adalah pendapat dari Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dan asy-Syaikh al-Utsaimin.R Abu Dawud. maka secara otomatis kulitnya sudah menjadi suci tanpa harus disamak (Syaikh al-Utsaimin dalam Liqaa’ Baabil Maftuh). kelinci. al-Hakim dengan lafadz anNasaai. Ahmad. dan alHafidz Ibnu Hajar menyatakan sanadnya shahih dalam Talkhiisul Habiir). Kulit binatang yang suci meski disamak atau tidak. Sedangkan jika hewan yang termasuk jenis hewan yang halal dimakan (poin ke-1) dan telah disembelih dengan sesembelihan syar’i. Kulit binatang yang menjadi suci jika disamak. 1. dsb) dan telah disembelih secara syar’i. anNasaai. Mohon ringkasan pembagian kulit binatang yang harus disamak dengan tidak Jawab : Ada 3 jenis kulit binatang berdasarkan kategori kesucian maupun boleh disamak atau tidaknya. rusa. yaitu kulit binatang pada poin ke-1 namun tidak melalui penyembelihan syar’i 19 . Yang harus disamak kulitnya adalah jika ada jenis hewan pada poin ke-1 menjadi bangkai karena mati sakit. kambing.Karena sesungguhnya menyamaknya adalah (bagaikan) penyembelihan terhadapnya (H. tertabrak. yaitu kulit binatang yang halal dimakan (sapi. dan semisalnya. 2. adDaraquthny.

sehingga bisa dimanfaatkan lebih lanjut.3. prosesnya adalah dengan air dan semacam daun akasia. Secara tradisional. Menutup bejana seperti tempayan. yaitu kulit binatang yang tidak halal dimakan. Nabi bersabda tentang kulit bangkai kambing (yang perlu disamak): ‫يُطَ ِّه ُرَها الْ َماءُ َوالْ َقَر ُظ‬ Akan membuat kulit itu suci: air dan al-Qorodzh (semacam daun akasia)(H. Kulit binatang yang tidak pernah bisa disucikan meski disamak. dan semisalnya adalah Sunnah. Proses ini bisa dilakukan secara tradisional ataupun dengan proses yang lebih modern. Pada 20 .R Abu Dawud dan atTirmidzi) Apakah Menutup Bejana adalah Sunnah? Apakah ada Hikmahnya? Jawab : Benar. (Syaikh Ibn Utsaimin dalam Liqaa’ Baabil Maftuuh) Apakah yang Dimaksud dengan ‘disamak’? Jawab : ‘Menyamak’ adalah proses membersihkan kulit dari kotoran-kotoran dan menghilangkan bau yang ada padanya. terlebih pada malam hari. gelas.

meski (menutupnya) dengan (cara) membentangkan sesuatu (batang) di atasnya (H. ‫ض َعلَْي ِه َشْيئًا‬ ِ ِ ْ ‫اس َم اللَّه َو ََخ ِّْر إِنَاءَ َك َواذْ ُك ِر‬ ُ ‫اس َم اللَّه َولَ ْو تَ ْع ُر‬ ِ ِ ْ ‫َوأ َْوك س َقاءَ َك َواذْ ُك ِر‬ Dan ikatlah tempat minummu dan sebutlah Nama Allah. maka lakukanlah (H. ikatlah tempat minum. tidak bisa menyibak tutupan bejana. Kalaulah kalian tidak menemukan kecuali hanya membentangkan di atas bejananya suatu batang dan menyebut Nama Allah.saat menutupnya disertai dengan menyebut Nama Allah.R alBukhari) ‫اج فَِإ َّن الشَّْيطَا َن ََل ََيُ ُّل‬ ِّ ‫اب َوأَطْ ِفئُوا‬ َ ‫السَر‬ ِ َ َ‫الس َقاءَ َوأَ ْغل ُقوا الْب‬ ِّ ‫اْلنَاءَ َوأ َْوُكوا‬ ِْ ‫َغطُّوا‬ ‫ض َعلَى إِنَائِِه‬ َ ‫َح ُد ُك ْم إََِّل أَ ْن يَ ْع ُر‬ ِ ِ ِ ُ ‫ْش‬ َ ‫ف إنَاءً فَإ ْن ََلْ ََي ْد أ‬ ِ ‫ِس َقاء وََل ي ْفتَح بابا وََل يك‬ َ َ ًَ ُ َ َ ً ‫اس َم اللَّ ِه فَ ْليَ ْف َع ْل‬ ْ ‫ودا َويَ ْذ ُكَر‬ ً ُ‫ع‬ Tutuplah bejana. matikan lampu (yang dari api) karena syaithan tidaklah bisa membuka ikatan tempat minum. dan tutuplah bejanamu dan sebutlah Nama Allah. Hikmahnya adalah supaya syaithan tidak bisa membukanya (untuk masuk atau memberikan mudharat kepadanya) dan juga supaya penyakit tidak menghinggapinya.R Muslim) ‫س َعلَْي ِه‬ ٍ ِِ ِ ِ ِ َّ ‫الس َقاء فَِإ َّن ِِف‬ ِْ ‫َغطُّوا‬ َ ‫السنَة لَْي لَةً يَْنزُل ف َيها َوبَاءٌ ََل ََيُُّر بإنَاء لَْي‬ َ ِّ ‫اْلنَاءَ َوأ َْوُكوا‬ ‫ك الْ َوبَ ِاء‬ ِ ِ َ ‫س َعلَْي ِه ِوَكاءٌ إََِّل نََزَل ف ِيه ِم ْن َذل‬ ٍ ِ ِ َ ‫غطَاءٌ أ َْو س َقاء لَْي‬ 21 . tutuplah pintu. tidak bisa membuka pintu.

R Muslim) 22 . ikatlah tempat minum. kecuali akan hinggap padanya (H. karena dalam satu tahun ada suatu malam yang turun padanya wabah (penyakit). Tidaklah wabah itu melewati bejana yang tidak tertutup atau tempat minum yang tidak terikat.Tutuplah bejana.

yaitu najis yang cara menghilangkannya cukup dengan memercikkan air ke tempat yang terkena najis (tidak harus dicuci).R Ibnu Majah) b) Madzi : cairan tipis dan lengket yang keluar dari kemaluan karena bangkitnya syahwat. Sahl bin Hunaif pernah bertanya kepada Rasulullah shollallalahu ‘alaihi wasallam: “Bagaimana dengan pakaian yang terkena madzi? Nabi menjawab : 23 . Najis yang masuk kategori ini adalah : a) Kencing anak laki-laki yang belum memakan makanan lain sebagai makanan pokok selain ASI (Air Susu Ibu). berdasarkan macam cara menghilangkannya ada 3. sedangkan kencing anak perempuan harus dicuci (H. yaitu : 1) Najis Mukhoffafah (najis ringan). ‫اْلَا ِريَِة يُ ْغ َس ُل‬ َ ‫بَ ْو ُل الْغُ ََلِم يُْن‬ ْ ‫ض ُح َوبَ ْو ُل‬ Kencing anak kecil laki-laki (yang belum makan selain ASI) cukup dipercikkan. NAJIS DAN CARA MENGHILANGKANNYA Ada Berapa Macam Najis? Jawab : Najis.

R al-Bukhari dan Muslim dari Anas) b) Kencing dan kotoran hewan-hewan yang dagingnya tidak halal dimakan. cairan putih yang keluar mengiringi kencing atau keluar karena keletihan. Contoh: kencing dan kotoran kucing. Nabi menyatakan bahwa kotoran keledai (jinak) itu adalah najis (H. beliau hanya mendapatkan 2 batu dan 1 kotoran keledai (jinak).R Abu Dawud. Namun.R Ibnu Khuzaimah) c) Wadi. Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata: 24 . ٍ ِ ِ ‫اب‬ َ ‫ث تَ َرى أَنَّهُ أ‬ َ ‫َص‬ َ َ‫ض َح بِِه ثَ ْوب‬ ُ ‫ك َحْي‬ َ ‫يك أَ ْن تَأْ ُخ َذ َكفًّا م ْن َماء فَتَ ْن‬ َ ‫يَكْف‬ ِ ُ‫مْنه‬ Cukup engkau mengambil seciduk air dengan tangan lalu percikkan di bagian pakaian yang terkena madzi (H. kotoran keledai jinak. Ibnu Mas’ud pernah mencarikan 3 batu untuk istijmar bagi Nabi. Juga berdasarkan keumuman dalil yang ada tentang perintah istinja’ setelah buang air. demikian juga dengan perintah Nabi menyiramkan setimba air ke tempat yang dikencingi seorang Arab pedalaman di masjid (H. atTirmidzi) 2) Najis Mutawassithoh (najis pertengahan): najis yang cara menghilangkannya dengan cara mencuci dengan air (atau media lain) sampai hilang najis tersebut. Keduanya najis berdasarkan kesepakatan para Ulama. Najis yang masuk kategori ini adalah: a) Kencing dan kotoran manusia (selain anak kecil laki yang hanya makan ASI).

(Q.S al-An’aam:145) g) Daging hewan yang tidak halal dimakan. lalu disiram dengan air. 25 . kemudian ia bisa sholat dengan pakaian itu (H. Hukumnya najis berdasarkan kesepakatan para Ulama (ijma’). yaitu binatang yang mati tidak melalui penyembelihan syar’i. َّ ‫ ا ْغ ِس ْل ذَ َكَرَك أ َْو َم َذاكِ َري َك َوتَ َو‬: ‫ال‬ ْ‫ضأ‬ َ ‫ى فَ َق‬ ُ ‫ى َوالْ َم ْذ‬ ُ ‫َوأ ََّما الْ َو ْد‬ َّ ِ‫ضوءَ َك ل‬ ‫لصَلَِة‬ ُ ‫ُو‬ Adapun wadi dan madzi. cucilah kemaluanmu. ِ ‫ت‬ْ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم فَ َقال‬ َّ ِ‫ت ْامَرأَةٌ الن‬ َ ‫َِّب‬ ْ َ‫ت َجاء‬ ْ َ‫َع ْن أ َْْسَاءَ قَال‬ ِ ‫يض ِِف الثَّو‬ ِ ُ‫صه‬ُ ‫ال ََتُتُّهُ ُُثَّ تَ ْق ُر‬ َ َ‫صنَ ُع ق‬ ْ َ‫ف ت‬َ ‫ب َكْي‬ ْ ُ ‫ت إِ ْح َدانَا ََت‬ َ ْ‫أ ََرأَي‬ ‫صلِّي فِ ِيه‬ ِ َ ‫بِالْ َماء َوتَْن‬ َ ُ‫ض ُحهُ َوت‬ Dari Asma’ beliau berkata: datang seorang wanita kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam dan berkata: Bagaimana pendapat anda jika salah seorang dari kami haid pada pakaiannya. dan berwudhu’lah untuk sholat (H. f) Babi. Pada saat perang Khaibar Nabi melarang memakan daging keledai jinak dan menyuruh membersihkan periuk-periuk yang digunakan untuk merebus daging tersebut (H.R al-Baihaqy) d) Darah haidh dan nifas. apa yang (seharusnya) dia kerjakan? Nabi bersabda: Ia harus mengeriknya dan menggosok-gosoknya dengan air.R al-Bukhari dan Muslim) e) Bangkai.R al-Bukhari dan Muslim dari Anas).

Terdapat dalil-dalil yang menunjukkan bahwa suatu najis bisa dihilangkan tidak hanya dengan air. contohnya: perintah istijmar (menghilangkan najis kotoran atau kencing pada saat buang air dengan batu). Atau Boleh menggunakan media apa saja asalkan najis Hilang? Jawaban : Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan bahwa media apa saja bisa digunakan untuk menghilangkan najis. tujuannya adalah agar zat najis itu hilang.3) Najis Mugholladzhoh (najis berat). Terdapat binatang-binatang yang kencing dan kotorannya tidak najis. menjadi sucinya bagian bawah pakaian wanita dengan tanah yang dilalui berikutnya. Intinya. najis yang cara menghilangkannya adalah dengan mencuci bagian yang terkena najis 7 atau 8 kali dan salah satunya dengan tanah. Najis ini adalah najisnya jilatan anjing (H. Apakah Kencing dan Kotoran Binatang secara mutlak Najis? Jawaban: Tidak semua kencing dan kotoran binatang najis. Contohnya: Nabi memerintahkan kepada orang- orang yang berasal dari ‘Uroynah yang mengalami sakit saat berkunjung ke Madinah untuk minum dari susu dan kencing unta 26 . Ini adalah pendapat dari al-Imam Abu Hanifah. dan semisalnya. Walaupun tetap saja kita berpendapat bahwa media terbaik dan paling utama untuk menghilangkan najis adalah air.R Muslim) Apakah Media/ Alat untuk Menghilangkan Najis Haruslah Air.

‫ول اللَّ ِه‬ ِ ِ َ‫َن ن‬ ِ ٍ َ‫عن أَن‬ ُ ‫ص َْلُ ْم َر ُس‬ َ ‫اجتَ َوْوا الْ َمدينَةَ فَ َر َّخ‬ ً َّ ‫س َرض َي اللَّهُ َعْنهُ أ‬ ْ َ‫اسا م ْن عَُريْنَة‬ َْ ‫الص َدقَِة فَيَ ْشَربُوا ِم ْن أَلْبَ ِاِنَا َوأَبْ َو ِاْلَا‬ َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم أَ ْن يَأْتُوا إِبِ َل‬ َ Dari Anas radhiyallaahu ‘anhu bahwa orang-orang dari Uraiynah mengalami sakit akibat cuaca di Madinah.R alBukhari – Muslim) Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam juga pernah sholat di tempat kandang kambing. Padahal unta sangat mungkin untuk kencing dan buang kotoran di jalanan yang dilaluinya. padahal kandang kambing pasti tidak lepas dari kotoran dan kencing. Maka Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam memberikan keringanan kepada mereka untuk mendatangi unta shodaqoh kemudian minum dari susu dan kencing unta tersebut (H. ‫صلِّي قَ ْب َل أَ ْن يُْب َ الْ َم ْس ِج ُد ِِف‬ ِ َ ُ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم ي‬ ُّ ِ‫ال َكا َن الن‬ َ ‫َِّب‬ َ َ‫س ق‬ ٍ َ‫َع ْن أَن‬ ِ ِ‫َمَراب‬ ‫ض الْغَنَ ِم‬ Dari Anas radhiyallaahu ‘anhu beliau berkata : Dulu Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam sholat di kandang kambing sebelum dibangun masjid (H. ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ِِف َح َّج ِة‬ ُّ ِ‫اف الن‬ َ ‫َِّب‬ َ َ‫اس َر ِض َي اللَّهُ َعْن ُه َما ق‬ َ َ‫ال ط‬ ٍ َّ‫َع ِن ابْ ِن َعب‬ ‫الرْك َن ِبِِ ْح َج ٍن‬ ِ ُّ ‫الْ َوَد ِاع َعلَى بَعِ ٍري يَ ْستَل ُم‬ Dari Ibnu Abbas radhiyallaahu ‘anhuma beliau berkata : Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam thawaf pada waktu Haji 27 .R alBukhari dan Muslim) Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam juga pernah berthawaf di Baitullah dengan menaiki unta.

Dua bangkai itu adalah belalang dan ikan sedangkan dua 28 . Sedangkan al-Imam asy-Syaukaany berpendapat bahwa semua kotoran dan kencing hewan adalah suci kecuali kotoran atau kencing hewan yang ditunjukkan oleh dalil bahwa itu najis.R alBukhari dan Muslim) Atas dasar itulah al-Imam Ahmad dan Malik berpendapat bahwa kotoran dan kencing dari hewan yang halal dimakan adalah tidak najis. Dalil-dalil yang telah dikemukakan di atas menunjukkan bahwa tidak semua kotoran dan kencing hewan adalah najis. Wallaahu A’lam Apakah Semua Bangkai Najis? Jawaban : Tidak semua bangkai najis. Ada 3 jenis bangkai yang tidak najis: 1. Jasad manusia yang meninggal. Ikan dan belalang Ibnu Umar radhiyallahu anhu berkata: ِ ‫اْلِيتَا ُن وأ ََّما الدَّم‬ ‫ان‬ ْ ‫اْلََر ُاد َو‬ ِ َ‫ان فَأ ََّما الْميتَت‬ ْ َ‫ان ف‬ ِ ‫ان ودم‬ ِ ِ ْ َّ‫أُحل‬ َ َ َْ َ َ َ َ‫ت لَنَا َمْيتَت‬ ‫ال َوالْ َكبِ ُد‬ ُ ‫فَالطِّ َح‬ Dihalalkan bagi kita dua bangkai dan dua darah.Wada’ di atas unta mengusap Hajar Aswad dengan tongkat (H. Berbeda dengan pendapat al-Imam asy-Syafi’i yang menyatakan bahwa semua kotoran dan kencing hewan adalah najis. 2.

Sebagian Ulama Salaf menggunakan tulang gajah untuk sisir. Kulit bangkai menjadi suci dengan disamak. nyamuk. seperti : lalat. yaitu najis. Bagaimana Cara Menghilangkan Najis? 29 . atTirmidizi. maka najis 2. tulang. darah adalah limpa dan hati (H. sedangkan kambingnya masih hidup pada saat itu. serangga. maka potongan itu adalah bangkai dan najis. dishahihkan secara mauquf oleh Abu Zur’ah) 3. kuku.R Ahmad dan Ibnu Majah. Bangkai hewan yang darahnya tidak mengalir ketika terbunuh atau terluka. 3. hukumnya sama dengan bangkai.R Abu Dawud. dan semisalnya. Jika tidak disamak. Tanduk. Anggota tubuh suatu hewan yang terpotong dalam keadaan hewan itu masih hidup. adalah bangkai (H. Ibnu Majah) Contoh: jika kaki atau telinga seekor kambing terpotong. rambut. dan bulu dari bangkai adalah suci. Jelaskan Bagian Bangkai yang Najis dan Yang Tidak Jawab : 1. ٌ‫يم ِة َوِه َي َحيَّةٌ فَ ِه َي َمْيتَة‬ ِ ِ ِ َ ‫َما قُط َع م َن الْبَه‬ Sesuatu yang terpotong dari hewan ternak dalam keadaan ia masih hidup.

rasa. maka yang demikian dimaafkan. dan bau najis tersebut dengan berbagai media yang memungkinkan. dihasankan Syaikh al-Albany -sanad hadits lemah namun ada penguat dari jalur lain secara mursal riwayat alBaihaqy) Apakah Ada Batasan Jumlah untuk Proses Pencucian Benda yang Terkena Najis? Jawab: Tidak ada batasan tertentu kecuali pada najis yang disebabkan jilatan anjing.R Abu Dawud. Namun. Nabi bersabda: ِ ‫يك الْماء وََل ي‬ ِ ُ َ َ ُ َ ِ ‫يَكْف‬ ُ‫ضُّرك أَثَ ُره‬ Cukup bagimu (membersihkan) dengan air dan tidak mengapa (jika masih tersisa) bekasnya (H. Paling utama dengan air. ِ ‫ُوَل ُه َّن بِالتُّر‬ ‫اب‬ ٍ ‫طُهور إِنَ ِاء أَح ِد ُكم إِذَا ولَ َغ فِ ِيه الْ َك ْلب أَ ْن ي ْغ ِسلَه سبع مَّر‬ َ ‫ات أ‬ َ َ َ َْ ُ َ ُ َ ْ َ ُُ Sucinya bejana kalian ketika dijilat anjing adalah dicuci 7 kali salah satunya dengan tanah (H.Jawab : Cara menghilangkan najis adalah dengan berupaya menghilangkan warna. jika masih tersisa warna atau sedikit baunya (setelah melalui upaya maksimal).R Muslim) ِ ‫َّامنَ ِة بِالتُّر‬ ‫اب‬ ٍ ِ ‫ات وعفِّروه ِِف الث‬ ِ ِِ ِ َ ُ ُ َ َ ‫ب ا ْغسلُوهُ َسْب َع َمَّر‬ ُ ‫إ َذا َولَ َغ فيه الْ َك ْل‬ 30 . Harus 7 atau 8 kali salah satunya dengan tanah. Sebagaimana Khaulah bintu Yasar pernah bertanya kepada Nabi tentang cara membersihkan pakaian yang terkena darah haidh.

b. dan semisalnya dari pakaian meski hal-hal tersebut tidaklah najis. pada saat timbul syahwat. Terkadang keluarnya tidak terasa. Berbeda dengan perintah tegas Nabi kepada para Sahabat wanita untuk mencuci pakaian yang terkena haidh. Apakah Perbedaan Antara Madzi.R Ahmad) Apakah Mani Najis? Jawab : Pendapat yang benar adalah pendapat al-Imam asy-Syafi’i dan riwayat dari al-Imam Ahmad bahwa mani tidaklah najis.Jika anjing menjilat di dalam bejana maka cucilah 7 kali dan lumurilah pada cucian ke-8 dengan tanah (H. Tidak pernah ada perintah secara tegas dari Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam kepada para Sahabat untuk mencuci pakaian yang terkena mani. Sedangkan apa yang dilakukan Aisyah yang berusaha menghilangkan mani yang ada pada pakaian Nabi adalah upaya untuk membersihkan pakaian itu dari hal-hal yang mengotori. Wadi. karena: a. Tidak mungkin manusia diciptakan dari sesuatu yang najis. Ia adalah asal penciptaan manusia. Madzi : cairan tipis dan lengket. Madzi adalah najis. dan Mani? Jawab : a. membersihkannya cukup dengan menciduk segenggam telapak tangan kemudian dipercikkan pada bagian pakaian yang terkena. ludah. tidak menyebabkan tubuh merasa lemas setelahnya. Bagian kemaluan dicuci semua 31 . Karena tidak semua yang kotor adalah najis. Seperti seseorang yang berusaha menghilangkan ingus. keluarnya tidak memancar.

dishahihkan al-Albany) Nabi juga memerintahkan merawat sebagian Sahabat yang terluka di masjid seperti Sa’ad bin Muadz (hadits riwayat alBukhari dan Muslim). Mani : cairan kental dan lengket yang keluar karena memuncaknya syahwat. Biasanya diiringi dengan rasa nikmat. Mani tidak najis. Keluarnya madzi menyebabkan batalnya wudhu’. Wadi : cairan putih mirip dengan kencing. ‫ب َد ًما‬ َّ َ َ‫ف‬ ُ ‫صلى َو ُج ْر ُحهُ يَثْ َع‬ Maka Umar kemudian sholat sedangkan lukanya terus mengucurkan darah (H. dan cara membersihkannya adalah dengan mencucinya. Apakah Darah secara Mutlak adalah Najis? Jawab : Pendapat yang benar adalah tidak semua darah najis. Ini adalah pendapat dari al-Imam asy-Syaukaany. Seperti yang dilakukan Umar. Keluarnya setelah kencing atau karena kecapekan. c. b. Nabi juga membolehkan wanita 32 . Wadi menyebabkan batalnya wudhu’. Ibnu Abi Syaibah dari al- Miswar bin Makhromah. Kesimpulan : madzi dan wadi najis dan membatalkan wudhu’ sedangkan mani tidak najis namun mengharuskan mandi janabah. termasuk buah dzakar. Wadi adalah najis.R Malik. yang sholat meski darah terus mengucur dari lukanya. Darah yang najis adalah darah haidh dan nifas saja. sama dengan cara mensucikan pakaian dari kencing. namun seseorang yang mengeluarkan mani harus mandi janabah. Para Sahabat tetap sholat meski mereka berlumuran darah akibat luka.

3. Darah dari bangkai. Contoh: darah dari kambing yang mati tertabrak. 4. 33 . Contoh: darah dari anjing atau babi 2. Demikian juga darah dari hewan ternak/ sesembelihan tidaklah najis. hukumnya najis. dan beliau tidak (mengulang) wudhu’ (H. Darah dari hewan yang najis adalah najis. Darah manusia akibat luka. tidak najis berdasarkan atsar perbuatan Umar di atas. Ibnu Abi Syaibah.R atThobarony. Darah haid dan nifas. Abu Jahl dan musyrikin Quraisy pernah meletakkan kotoran hewan (yang halal dimakan dagingnya) dan darah hewan sesembelihan tersebut di atas punggung Nabi yang sedang sholat. dan Nabi tidak menghentikan atau mengulangi sholatnya (hadits riwayat alBukhari dan Muslim) Ibnu Mas’ud juga pernah sholat sedangkan pada pakaiannya terdapat kotoran dan darah hewan sesembelihan ‫ضأ‬ ٌ ‫صلَّى بْ ُن َم ْسعُ ْوٍد َو َعلَى بَطْنِ ِه فَ ْر‬ َّ ‫ث َوَد ٌم ِم ْن َج ُزْوِر َْن ِرَها َوََلْ يَتَ َو‬ َ Ibnu Mas’ud sholat sedangkan pada perutnya terdapat kotoran dan darah dari unta yang disembelihnya.yang mengalami istihadhah (darah karena penyakit) untuk sholat di masjid. Abdrurrozzaq dengan sanad yang baik) Macam-macam darah: 1.

R alBukhari dan Muslim) 2. Nabi melihat Sahabat yang menumpahkan khamr. Jika khomr najis. Maka kemudian aku keluar dan membuang (mengalirkan) khamr itu sehingga mengalir di jalan-jalan Madinah (H. ‫ت َساقِ َي الْ َق ْوِم ِِف َمْن ِزِل أَِِب طَْل َحةَ َوَكا َن َخَُْرُه ْم‬ ِ ٍ َ‫عن أَن‬ ُ ‫س َرض َي اللَّهُ َعْنهُ ُكْن‬ َْ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ُمنَ ِاديًا يُنَ ِادي أَََل إِ َّن‬ ِ ُ ‫ضيخ فَأَمر رس‬ ِ ٍِ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ َ َ ‫يَ ْوَمئذ الْ َف‬ ُ ‫اخ ُر ْج فَأ َْه ِرقْ َها فَ َخَر ْج‬ ‫ت فَ َهَرقْ تُ َها‬ ْ ‫ال ِِل أَبُو طَْل َح َة‬ َ ‫ال فَ َق‬ َ َ‫ت ق‬ ْ ‫اْلَ ْمَر قَ ْد ُحِّرَم‬ ْ ‫ك الْ َم ِدينَ ِة‬ ِ ‫ت ِِف ِس َك‬ ْ ‫فَ َجَر‬ Dari Anas –radhiyallaahu ‘anhu – beliau berkata : Aku sedang menyuguhkan minuman khamr dari perasan anggur pada sekelompok orang di rumah Abu Tholhah. Pada saat diumumkan pengharaman khomr. Anas bin Malik menumpahkan khomr di jalan-jalan. Hal ini dikarenakan: 1. Kemudian Abu Tholhah berkata kepadaku: Keluarlah dan buang (khamr). Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam memerintahkan seseorang untuk mengumumkan bahwa khamr telah diharamkan.Apakah Khomr itu Najis? Jawab : Pendapat yang benar adalah khomr tidak najis. Pada saat diharamkan khamr. tidak layak untuk ditumpahkan di jalan-jalan yang biasa dilalui kaum muslimin. namun beliau tidak memerintahkan untuk mencuci wadah yang tadi digunakan untuk menyimpan khamr dan juga tidak memerintahkan untuk mencuci bagian yang terkena khamr yang telah dibuang. 34 . Kemudian.

Prinsipnya adalah: segala sesuatu secara asal adalah suci.R Muslim) Apakah Muntah dan Nanah Najis? Jawab : Tidak ada dalil shahih yang menunjukkan bahwa muntah dan nanah najis. Kemudian Nabi bertanya: Apa yang engkau bisikkan? Ia berkata: Aku memerintahkan kepadanya untuk menjual khamr itu. Kemudian Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: Apakah kalian tahu bahwa Allah telah mengharamkannya? Kemudian orang itu berbisik kepada satu orang lain. َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َرا ِويَةَ َخَْ ٍر فَ َق‬ ِ ِ ِ ‫ول‬ ُ ‫ال لَهُ َر ُس‬ َ ‫إِ َّن َر ُج ًَل أ َْه َدى لَر ُسول اللَّه‬ َ َ‫َن اللَّ َه قَ ْد َحَّرَم َها ق‬ ِ ِ ِ ‫ال ََل فَ َس َّار‬ َّ ‫ت أ‬ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم َه ْل َعل ْم‬ َ ‫اللَّه‬ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َِِب َس َارْرتَهُ فَ َق‬ ُ‫ال أ ََم ْرتُه‬ ِ ُ ‫ال لَه رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ ُ َ ‫إنْ َسانًا فَ َق‬ ِ ‫ب‬ َ َ‫ال إِ َّن الَّ ِذي َحَّرَم ُش ْربَ َها َحَّرَم بَْي َع َها ق‬ َ ‫ال فَ َفتَ َح الْ َمَز َاد َة َح ََّّت َذ َه‬ َ ‫بِبَ ْيعِ َها فَ َق‬ ‫َما فِ َيها‬ Sesungguhnya seseorang menghadiahkan satu wadah berisi khamr. Nabi bersabda: Sesungguhnya (Allah) Yang mengharamkan meminumnya telah mengharamkan untuk menjualnya. Tidak semua yang kotor adalah najis. Maka orang itu kemudian membuka penutup wadah khamr dan menumpahkannya (H. Wallaahu a’lam. Jika Suatu Benda Terkena Najis. hingga terdapat dalil yang shahih yang menunjukkan bahwa itu najis. dan Dibiarkan Hingga Kering dan Tidak Nampak Lagi Tanda Najis. Apakah Menjadi Suci? 35 .

ِ ِ ِ ِِ ِ ِ ِ َ ‫ول َوتُ ْقبِ ُل َوتُ ْدب ُر ِِف الْ َم ْسجد ِِف َزَمان َر ُسول اللَّه‬ ُ‫صلَّى اللَّه‬ ُ ُ‫ب تَب‬ُ ‫َكانَت الْك ََل‬ ِ ‫ك‬َ ‫َعلَْي ِه َو َسلَّ َم فَلَ ْم يَ ُكونُوا يَ ُرشُّو َن َشْيئًا ِم ْن َذل‬ Dahulu anjing-anjing kencing (di luar masjid) kemudian berlalu-lalang di dalam masjid pada zaman Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam dan para Sahabat sama sekali tidak memerciki tempat yang dipijak oleh anjing itu dengan air (H. kemudian secara alamiah hilang warna. dan bau najis tersebut karena angin. maka najisnya juga telah hilang.Jawab : Ya. ataukah Hanya Air Liurnya Saja? Jawab : Seluruh bagian tubuh anjing adalah najis. dan sebab-sebab yang lain.R alBukhari dari Ibnu Umar) Apakah Bagian Tubuh Anjing Seluruhnya Najis. yang harus dicuci 7 atau 8 dan ditambah dengan tanah adalah jika terkena jilatannya saja. Namun. Dalilnya: ِ ِ ِ ‫اط لَنَا فَأَمر بِِه فَأُخرِج ُُثَّ أ‬ ٍ ‫ُُثَّ وقَ َع ِِف نَ ْف ِس ِه ِجرو َك ْل‬ ٍ َ‫ب ََْتت فُسط‬ ً‫َخ َذ بيَده َماء‬ َ َ ْ ََ ْ َ ُْ َ ُ‫ض َح َم َكانَه‬ َ َ‫فَن‬ 36 . kemudian sisa pijakan kaki-kaki anjing itu dibiarkan saja. Najis karena bagian tubuh yang lain cukup dicuci sekali seperti najis-najis yang lain. rasa. jika suatu benda yang sebelumnya terkena najis. Pada masa Nabi kadangkala anjing berkeliaran dan kencing di luar masjid. panas matahari.

Najisnya babi sama dengan najis-najis yang lain cukup dicuci sekali. Apakah Sisa Minum Binatang Keledai.R Muslim dari Maimunah) Apakah najisnya babi sama dengan najisnya jilatan anjing harus dicuci 7 kali salah satunya dengan tanah? Jawab: Najisnya babi tidak sama dengan najisnya jilatan anjing sehingga tidak perlu dicuci 7 kali salah satunya dengan tanah. Apakah Juga Menjadi Najis? Jawab: tangan kita akan ikut menjadi ternajisi jika dalam keadaan basah. binatang buas dan burung pemangsa adalah Najis? Jawab : Air liur/ sisa minum semua hewan selain anjing dan babi adalah suci.Kemudian terbetik sesuatu pada diri Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam terhadap seekor anak anjing yang berada di bawah tenda kami kemudian Nabi memerintahkan agar anak anjing itu dikeluarkan. Demikian juga Fatwa al-Lajnah adDaaimah (fatwa nomor 8052). kemudian beliau mengambil air dengan tangannya dan memercikkan tempat yang terkena anak anjing tadi (H. Ini adalah pendapat al-Imam Malik. Jika Tangan Kita Menyentuh Benda Najis yang Kering. asy-Syafi’i dan riwayat dari al-Imam Ahmad. karena tidak ada zat najis yang berpindah (disarikan dari fatwa Syaikh Sholih al-Fauzan) 37 . Ini adalah pendapat al-Imam asySyafi’i (Syarh Shahih Muslim karya anNawawy (3/185)). sedangkan kalau kering tidak.

kemudian mencuci kedua tangan hingga siku 3 kali. ketika Nabi ditanya oleh seorang Arab Badui tentang wudhu’. WUDHU’ Apakah Hukum Tasmiyah (Mengucapkan Bismillah) pada saat Berwudhu’? Jawab : Sunnah muakkadah. kemudian mencuci wajahnya 3 kali. 38 . Tidak sampai pada taraf wajib. karena dalam surat alMaidah ayat 6 Allah tidak menyebutkan kewajiban tasmiyah. Demikian juga. beliau mengajarkannya dan tidak menyebutkan tasmiyah di awal. ِ َ ‫ال يا رس‬ ِ ‫ور فَ َد َعا‬ُ ‫ف الطُّ ُه‬َ ‫ول اللَّه َكْي‬ ُ َ َ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم فَ َق‬ َ ‫َِّب‬ َّ ‫أ‬ َّ ِ‫َن َر ُج ًَل أَتَى الن‬ ‫اعْي ِه ثَََلثًا ُُثَّ َم َس َح‬ ِ ِ ٍ ٍ ِ َ ‫ِبَاء ِِف إِنَاء فَغَ َس َل َكفَّْيه ثَََلثًا ُُثَّ َغ َس َل َو ْج َههُ ثَََلثًا ُُثَّ َغ َس َل ذ َر‬ ِ َ‫ْي ِِف أُذُنَي ِه ومسح بِِإب هامي ِه علَى ظ‬ ‫اه ِر أُذُنَْي ِه‬ َّ ‫صبَ َعْي ِه‬ ِِ َ َْ َ ْ َ َ َ َ ْ ِ ْ َ‫احت‬ َ َّ‫السب‬ ْ ِ‫بَِرأْسه فَأ َْد َخ َل إ‬ ‫ضوءُ فَ َم ْن َز َاد‬ َ َ‫اط َن أُذُنَْي ِه ُُثَّ َغ َس َل ِر ْجلَْي ِه ثَََلثًا ثَََلثًا ُُثَّ ق‬ ُ ‫ال َه َك َذا الْ ُو‬ ِ ‫ْي ب‬ َ ِ ْ َ‫احت‬ َّ ِ‫َوب‬ َ َّ‫السب‬ ‫َساءَ َوظَلَ َم‬ َ ‫َعلَى َه َذا فَ َق ْد أ‬ Sesungguhnya seorang laki-laki datang kepada Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam dan berkata Wahai Rasulullah. bagaimana cara bersuci (wudhu’)? Kemudian Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam meminta bejana berisi air wudhu’ kemudian mencuci kedua telapak tangannya 3 kali.

termasuk berkumur (al-madhmadhah) dan memasukkan air ke dalam hidung (al-istinsyaq) serta mengeluarkannya. Rukun wudhu’ ada 6 : 1.kemudian mengusap kepalanya. maka wudhu’nya batal. kemudian mencuci kedua kaki tiga kali tiga kali. anNasaai. sebagaimana dijelaskan oleh al-Mundziri (atTarghiib wat Tarhiib (1/100) Seseorang yang berwudhu’ namun di Dalam Kamar Mandi. barangsiapa yang menambahnya maka ia telah salah dan dzhalim (H.R Abu Dawud. Mencuci wajah. Selanjutnya beliau bersabda: Demikianlah wudhu’. dishahihkan oleh Ibnul Mulaqqin) Hadits-hadits tentang mengucap bismillah dalam wudhu’ meski masing-masing jalur ada unsur kelemahan. Ibnu Majah. namun bisa saling menguatkan satu sama lain karena banyaknya jalur periwayatan. 39 . Rukun dalam wudhu’ bisa juga disebut kewajiban dalam wudhu’. kemudian memasukkan dua jari telunjuk pada kedua telinga dan mengusap bagian luar atas telinga dengan ibu jarinya dan bagian dalam telinga dengan jari telunjuknya. Apakah Tetap Mengucapkan Tasmiyah (Bismillah)? Jawab : Hendaknya mengucapkan bismillah dalam hati tidak diucapkan dengan lisan (Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin) Apakah Rukun-rukun Wudhu’ ? Jawab : Rukun – rukun wudhu’ adalah perbuatan dalam wudhu’ yang jika ditinggalkan dengan sengaja atau lupa.

..... Mencuci kedua tangan termasuk siku.... maka hiruplah air ke dalam dua rongga hidung.(Q.. “.‫وه ُك ْم‬ ِ َ ‫فَا ْغسلُوا ُو ُج‬.cucilah wajah kalian...R Muslim) 2. maka berkumurlah (H.‫وس ُك ْم‬ُُ ُ َ ْ َ . Mengusap kepala dan telinga.. . .S al-Maidah:6) َّ ‫ان ِم َن‬ ‫الرأْ ِس‬ ِ َ‫ْاْلُذُن‬ 40 ..S al-Maidah:6) 3..S al-Maidah: 6) ‫ض‬ ِ ْ ‫ضأْت فَم‬ ِ ْ ‫ضم‬ َ َ َّ ‫إ َذا تَ َو‬ “Jika kalian berwudhu’. …‫َوأَيْ ِديَ ُك ْم إِ ََل الْ َمَرافِ ِق‬ “…dan (cucilah) kedua tangan kalian termasuk siku…”(Q.”dan usaplah kepala kalian.R Abu Dawud) ‫َح ُد ُك ْم فَ ْليَ ْستَ ْن ِش ْق ِِبَْن ِخَريِْه ِم ْن الْ َم ِاء ُُثَّ لِيَ ْنتَثِْر‬ َّ ‫إِ َذا تَ َو‬ َ ‫ضأَ أ‬ “Jika salah seorang dari kalian berwudhu’... ِ ‫وامسحوا بِرء‬.(Q. kemudian keluarkanlah (H.

ِ ْ َ‫وأ َْر ُجلَ ُكم إِ ََل الْ َك ْعب‬ …‫ْي‬ ْ َ …”dan cucilah kedua kaki kalian termasuk mata kaki…(Q. sebagaimana urutan penyebutan dalam al- Qur’an.R Abu Dawud. atTirmidzi. ‫ضوءَ َك َما أ ََمَرهُ اللَّهُ َعَّز َو َج َّل فَيَ ْغ ِس َل‬ ِ ‫إِنَّها ََل تَتِ ُّم ص ََلةُ أ‬ ُ ‫َحد ُك ْم َح ََّّت يُ ْسبِ َغ الْ ُو‬ َ َ َ ِ ْ َ‫ْي وَيَْسح بِرأْ ِس ِه وِر ْجلَْي ِه إِ ََل الْ َك ْعب‬ ‫ْي‬ ِ ِ ِِ َ َ َ َ َ ْ ‫َو ْج َههُ َويَ َديْه إ ََل الْم ْرفَ َق‬ “Sesungguhnya tidaklah sempurna sholat salah seorang dari kalian sampai ia menyempurnakan wudhu’nya sebagaimana Allah perintahkan ia cuci wajah dan kedua tangannya sampai siku dan mengusap kedua kaki dan (mencuci) kedua kaki sampai siku (H. yaitu tidak ada jeda yang lama antara satu rukun ke rukun berikutnya. “Kedua telinga adalah termasuk kepala” (H. Al-Muwaalah. Ibnu Majah) 6. Berurutan.R Abu Dawud.S al-Maidah:6) 5. dihasankan oleh Ibnu Daqiiqil ‘Ied) 4. Mencuci kedua telapak kaki termasuk mata kaki. Ibnu Majah. 41 . anNasaai.

3. Bersungguh-sungguh ketika memasukkan air ke dalam hidung. kecuali pada saat berpuasa ‫صائِ ًما‬ ِ ِ ِ ِ َ ‫َوبَال ْغ ِِف اَل ْستْن َشاق إََِّل أَ ْن تَ ُكو َن‬ 42 . Mencuci kedua telapak tangan 3 kali di permulaan wudhu’ 4. Bersiwak (sikat gigi) sebelum atau setelah wudhu’ ٍ ‫اك مع ُكل وض‬ِ ِّ ِ‫َش َّق علَى أ َُّم ِِت َْلَمرتُهم ب‬ ‫وء‬ ُ ُ ِّ َ َ ‫الس َو‬ ْ ُ َْ َ ُ ‫لَ ْوََل أَ ْن أ‬ “Kalaulah tidak memberatkan umatku. Ahmad. Maka kemudian Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam menyuruhnya untuk mengulangi wudhu’ dan sholat (H. Sunnah –sunnah wudhu’ adalah : 1. Mengucapkan bismillah di permulaan wudhu’ 2. niscaya akan aku perintahkan mereka untuk bersiwak bersamaan dengan wudhu’ (H. menyebabkan pahala bertambah. namun tidak sampai taraf wajib. anNasaai). tidak menyebabkan wudhu’nya batal. Kalaupun ditinggalkan.‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه‬ َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم أ‬ َّ ِ‫َن الن‬ َ ‫َِّب‬ ِ ‫َصح‬ ِّ ِ‫اب الن‬ َ ‫َِّب‬ ِ ‫َع ْن َخالِ ٍد َع ْن بَ ْع‬ َْ ‫ضأ‬ ِ ِِ ُ‫ص ِّل َوِِف ظَ ْه ِر قَ َدمه لُ ْم َعةٌ قَ ْد ُر الد ِّْرَه ِم ََلْ يُصْب َها الْ َماءُ فَأ ََمَره‬ َ ُ‫َو َسلَّ َم َرأَى َر ُج ًَل ي‬ ‫الص ََل َة‬ َّ ‫ضوءَ َو‬ َ ِ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم أَ ْن يُع‬ ُ ‫يد الْ ُو‬ ُّ ِ‫الن‬ َ ‫َِّب‬ Dari Kholid dari sebagian Sahabat Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bahwa Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah melihat seseorang sholat sedangkan pada punggung telapak kakinya terdapat (sedikit) kilauan putih seukuran dirham yang tidak terkena air.R Ahmad dan Abu Dawud) Apakah Sunnah-Sunnah dalam Wudhu’ ? Jawab : Sunnah-sunnah dalam wudhu’ adalah perbuatan dalam wudhu’ yang akan semakin menyempurnakan wudhu’.R Malik.

‫َصابِ ِع‬ َ ْ َ‫َو َخلِّ ْل ب‬ َ ‫ْي ْاْل‬ ..ُ‫ َوطُ ُهوِره‬.. tangan. “dan bersungguh-sungguhlah ketika menghirup air ke hidung.R atTirmidzi) 6. Mencuci anggota tubuh yang harus dicuci (wajah. bersisir. kecuali jika engkau berpuasa”(H. akan semakin menyempurnakan wudhu’. bertambah pahalanya.R Abu Dawud..‫ َوتَ َر ُّجلِ ِه‬.‫َِّب‬ ‫ َوِِف َشأْنِِه ُكلِّ ِه‬. bersuci.‫ صلى اهلل عليه وسلم‬. dan pada setiap urusan (yang baik)(Muttafaqun ‘alaih) 8. Mendahulukan anggota tubuh yang kanan..R Abu Dawud) ِ ِ ُ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم َكا َن ُُيَلِّ ُل ْلْيَتَه‬ َّ ‫َع ْن عُثْ َما َن بْ ِن َعفَّا َن أ‬ َّ ِ‫َن الن‬ َ ‫َِّب‬ Dari Utsman bin Affan –radhiyallahu ‘anhu.bahwa Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam menyela-nyela jenggotnya (ketika berwudhu’)(H.(H. Jika dilakukan 3 kali seperti pada hadits-hadits yang telah disebutkan. dan kaki) 3 kali.. Hemat dalam penggunaan air 43 . 7.‫يُ ْع ِجبُهُ اَلتَّيَ ُّم ُن ِِف تَنَ عُّلِ ِه‬ Dari Aisyah –radliyallaahu ‘anha.beliau berkata : Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam menyukai mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal..:‫ت‬ . “dan sela-selailah antara jari jemari. Pada dasarnya. ِ ِ ْ َ‫َع ْن َعائ َشةَ َرض َي اَللَّهُ َعْن َها قَال‬ ُّ ِ‫ َكا َن اَلن‬. Menyela-nyela jari ketika mencuci tangan dan kaki serta menyela-nyela jenggot . semua rukun-rukun wudhu’ wajib dilaksanakan minimal sekali. dishahihkan alHakim dan disepakati adz-Dzahaby) 5.

Sedangkan 1 sha’ adalah 4 mud. Berdoa setelahnya.‫بِالْ ُم ِّد‬ Dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu beliau berkata: Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam berwudhu’ dengan 1 mud dan mandi dengan 1 sha’ sampai 5 mud (Muttafaqun ‘alaih) Ukuran 1 mud adalah sekitar 0. kemudian air dihirup ke 44 . 9.R Muslim) Bagaimanakah cara berkumur dan istinsyaq yang benar? Jawab : Cara yang benar adalah berkumur dan istinsyaq dilakukan bersamaan pada tiap cidukan air.‫ول اَللَّ ِه‬ ُ‫ضأ‬ ُ ‫ َكا َن َر ُس‬: ‫ك‬ ٍ ِ‫َعن أَنَس ب ِن مال‬ َ ْ ْ ‫الص ِاع إِ ََل َخَْ َس ِة أ َْم َد ٍاد‬ َّ ِ‫ َويَ ْغتَ ِس ُل ب‬. dan ia bisa masuk melalui pintu mana saja yang dikehendakinya (H.‫ صلى اهلل عليه وسلم‬. ِ َّ ‫ما ِمْن ُكم ِمن أَح ٍد ي ت و‬ َ‫ول أَ ْش َه ُد أَ ْن ََل إِلَه‬ ُ ‫ضوءَ ُُثَّ يَ ُق‬ُ ‫ضأُ فَيُْبل ُغ أ َْو فَيُ ْسبِ ُغ الْ َو‬ َ ََ َ ْ ْ َ ‫اْلَن َِّة الث ََّمانِيَةُ يَ ْد ُخ ُل‬ ْ ‫اب‬ ُ ‫ت لَهُ أَبْ َو‬ ِ ِ ْ ‫َن ُُمَ َّم ًدا َعْب ُد اللَّه َوَر ُسولُهُ إََِّل فُت َح‬َّ ‫إََِّل اللَّهُ َوأ‬ ِ َ‫م ْن أَيِّ َها َشاء‬ Dari Umar –radliyallaahu ‘anhu. Air diciduk dengan telapak tangan kanan.5 sampai 0.beliau berkata: Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : Tidaklah seseorang berwudhu’ dan menyempurnakan wudhu’nya. kemudian berdoa : “Asy-hadu an laa ilaaha illallaah wa anna muhammadan abdullahi wa rosuuluh “ kecuali akan dibukakan untuknya pintu surga yang delapan.75 liter. َّ ‫ يَتَ َو‬.

sedangkan kepala dan telinga diusap. demikian kata al- Imam anNawawy (syarh Shahih Muslim (3/106)).mulut disertai berkumur) dan dihirup ke hidung bersamaan. Beliau melakukannya 3 kali (Muttafaqun alaih) Apakah perbedaan antara mencuci dan mengusap. .‫ صلى اهلل عليه وسلم‬. kemudian berkumur dan memasukkan air ke hidung dari 1 cidukan tangan. dan beliau menyatakan : ِ ‫ويْل لِ ْْل َْع َق‬ ‫اب ِم َن النَّا ِر‬ ٌ َ 45 . Sebagaimana hadits Abdullah bin Zaid yang diriwayatkan oleh alBukhari dan Muslim. cara berwudhu’ yang memisahkan antara berkumur dan menghirup air secara tersendiri hadits-haditsnya lemah. Sedangkan. tangan. Pada wudhu: wajah. dan anggota tubuh apa saja yang dicuci dan diusap dalam wudhu’ ? Jawab : Mencuci adalah mengalirkan/menyiramkan air (meski sedikit) bersamaan dengan itu meratakannya.ٍ‫اح َدة‬ ِ‫ف و‬ ِ َ ٍّ ‫استَ ْن َش َق م ْن َك‬ ْ ‫ض َو‬ َ ‫ض َم‬ ْ ‫ فَ َم‬. kemudian dikeluarkan juga bersamaan. Nabi pernah menegur dengan keras Sahabat yang terlihat mengusap kedua kakinya pada saat berwudhu’ (seharusnya kaki dicuci bukan diusap). dan kaki wajib dicuci.ُ‫ يَ َده‬. Sedangkan mengusap adalah meratakan air yang tersisa dan tidak ada air baru yang dialirkan.‫ُُثَّ أ َْد َخ َل‬ ‫ك ثَََلثًا‬ ِ َ ‫يَ ْف َع ُل ذَل‬ Kemudian beliau shollallaahu ‘alaihi wasallam memasukkan tangannya ke dalam bejana (dan mengeluarkannya).

Celaka bagi tumit-tumit dari neraka (H. kemudian kedua telapak tangan itu diperjalankan kembali ke tempat asal bermula (H.R alBukhari dan Muslim) Bagaimana cara mengusap kepala dan telinga? Jawab : Cara mengusap kepala dan telinga adalah sebagai berikut: awalnya kedua telapak tangan diletakkan di dahi (depan kepala). Hal itu juga pernah dilakukan Nabi (hadits riwayat Abu Dawud). kedua jari telunjuk dimasukkan ke dinding lubang telinga. dan masing-masing ibu jari digerakkan dari bawah ke atas mengusap bagian atas telinga. kemudian digerakkan lagi ke depan hingga ke posisi awal bermula. sedangkan bagian dalam telinga dengan kedua ibu jari (H. Setelah itu. ِ ِ ِ ِِ ‫ب َدأَ ِِبَُقدَِّم رأْ ِس ِه ح ََّّت َذه‬ ُ‫ب ِب َما إِ ََل قَ َفاهُ ُُثَّ َرَّد ُُهَا إِ ََل الْ َم َكان الَّذي بَ َدأَ مْنه‬ َ َ َ َ َ Beliau memulai dari depan kepala sehingga beliau memperjalankan kedua telapak tangan itu hingga tengkuk.R anNasaai dari Ibnu Abbas) Pada saat mengusap kepala. Bolehkah pada saat mengusap kepala hanya pada sedikit rambut di bagian depan (ubun-ubun)? 46 . Bagian dalam telinga dengan kedua jari telunjuk. juga boleh mengusap dari depan (depan dahi) ke belakang (tengkuk) sekali saja tanpa harus dikembalikan dari belakang ke depan lagi.R alBukhari dan Muslim dari Abdullah bin Zaid) ‫اه ِرُِهَا بِِإبْ َه َامْي ِه‬ ِ َ‫ْي وظ‬ َّ ِ‫اطنِ ِه َما ب‬ ِ َ َّ‫السب‬ َ ْ َ‫احت‬ ِ ‫ُُثَّ مسح بِرأْ ِس ِه وأُذُنَي ِه ب‬ َ ْ َ َ َََ Kemudian Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam mengusap kepala dan kedua telinganya. kemudian digerakkan usapan kedua telapak tangan bersamaan melalui atas kepala (menyusuri rambut) hingga tengkuk.

beliau pernah mengusap ubun-ubun dan juga di atas imamah. Jika beliau memakai imamah. Sahabat Nabi Ibnu Umar pada waktu berwudhu’ pernah mengusap hanya bagian depan kepalanya saja ِ ‫عن نَافِع أَ َّن بن عمر َكا َن ي ْدخل ي َدي ِه ِِف الْوضوِء َيَْسح ِبِِما مسح ًة و‬ ‫اح َدةً َعلَى‬ َ َ ْ َ َ ُ َ ُْ َ ْ َُُ َ ََ ُ َ ْ َْ ‫الْيَافُ ْو ِخ فَ َق ْط‬ Dari Nafi’ bahwasanya Ibnu Umar pernah memasukkan tangannya ke dalam bejana berisi air wudhu kemudian mengusap (kepala) dengan kedua tangan itu sekali usapan pada bagian ubun-ubun saja (H. sebaiknya kita selalu mengusap kepala secara keseluruhan sebagaimana tata cara wudhu’ Nabi yang diriwayatkan dari hadits-hadits yang shahih. ‫اصيَتِ ِه َو َعلَى الْعِ َم َام ِة‬ ِ َ‫ضأَ فَمسح بِن‬ ِ َ َ َ َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم تَ َو‬ َّ ‫أ‬ َّ ِ‫َن الن‬ َ ‫َِّب‬ Bahwasanya Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam berwudhu’ kemudian mengusap ubun-ubun dan di atas imamah (surban)(H. kecuali pada saat beliau memakai imamah (surban). 47 . namun kita tidak bisa menyatakan bahwa saudara- saudara kita yang berwudhu dan mengusap sebagian kepalanya tidak sah wudhu’nya.Jawab : Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mengusap hanya sedikit rambut pada bagian depan saja pada seluruh tata cara wudhu’ yang diriwayatkan dari hadits yang shahih. Namun. Untuk kehati-hatian.R Muslim).R Abdurrazzaq) Tidak didapati adanya para Sahabat lain yang mengingkari perbuatan Ibnu Umar itu.

Kadang sebagian anggota wudhu dicuci 3 kali dan sebagian lagi dicuci sekali. hendaknya didahului mengusap pada sedikit bagian depan kepala (ubun-ubun) seperti yang dilakukan Nabi ketika menggunakan imamah (surban). atau karena hawa sangat dingin. Demikian dijelaskan oleh Syaikh al- Utsaimin.Apakah wanita yang memakai jilbab dan kesulitan untuk mengusap kepalanya langsung boleh untuk mengusap di atas jilbab tanpa melepasnya? Jawab : jika jilbab yang dikenakan itu terikat di bawah leher dan menyulitkan jika melepasnya. tiga kali-tiga kali. Bolehkah ketika berwudhu’ hanya mencuci sekali-sekali atau dua kali saja (tidak 3 kali)? Jawab : Boleh. dua kali-dua kali.R alBukhari) ِ ْ َ‫ْي َمَّرت‬ ‫ْي‬ َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم تَ َو‬ ِ ْ َ‫ضأَ َمَّرت‬ َ ‫َِّب‬ َّ ‫َع ْن أَِِب ُهَريْ َرَة أ‬ َّ ِ‫َن الن‬ Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu beliau berkata : Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam berwudhu’ dua kali dua kali (H. Walaupun. atau kesulitan-kesulitan yang lain maka tidak mengapa mengusap di atas jilbab. Kalaupun mengusap pada bagian atas jilbab.R Abu Dawud) 48 . beliau berkata : Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam berwudhu’ sekali-sekali (H. ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َمَّرًة َمَّرًة‬ ُّ ِ‫ضأَ الن‬ َ ‫َِّب‬ َّ ‫ال تَ َو‬ ٍ َّ‫َع ِن ابْ ِن َعب‬ َ َ‫اس ق‬ Dari Ibnu Abbas. jika memungkinkan dengan mengusap langsung pada kepala adalah lebih baik. Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah berwudhu’ dan mencuci anggota tubuh sekali-sekali. dan kadang berselang seling.

Madzi Nabi memerintahkan kepada Ali yang bertanya melalui al-Miqdad bin al-Aswad untuk berwudhu’.. Kemudian aku perintahkan kepada al-Miqdad bin al-Aswad untuk bertanya kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam.. Para Ulama’ menjelaskan bahwa segala hal yang mengharuskan mandi adalah membatalkan wudhu’ c. Keluarnya sesuatu dari 2 jalan (dubur dan kemaluan) seperti: a.‫َح ٌد ِمْن ُك ْم ِم َن الْغَائِ ِط‬ َ ‫أ َْو َجاءَ أ‬. …atau ketika kalian baru keluar dari kamar kecil (untuk buang air)…(Q.. Mani. PEMBATAL-PEMBATAL WUDHU’ Apa sajakah pembatal-pembatal wudhu’? Jawab : Seseorang yang mengalami hal-hal yang membatalkan wudhu’ disebut mengalami hadats kecil. Pembatal- pembatal wudhu’ : 1. Kencing dan kotoran manusia .. jika mengeluarkan madzi. ‫َس َوِد‬ ِ ‫ال ُكْنت رج ًَل م َّذاء فَأَمر‬ ْ ‫ت الْم ْق َد َاد بْ َن ْاْل‬ ُ ْ َ ً َ ُ َ ُ َ َ‫ب ق‬ ٍ ِ‫َع ْن َعلِ ِّي بْ ِن أَِِب طَال‬ ِ ِ َ ‫أَ ْن يسأ ََل النَِِّب صلَّى اللَّه علَي ِه وسلَّم فَسأَلَه فَ َق‬ ُ‫ضوء‬ ُ ‫ال فيه الْ ُو‬ ُ َ َ ََ َْ ُ َ َّ َْ Dari Ali bin Abi Thalib –radhiyallahu anhu – beliau berkata: Saya adalah seseorang yang sering mengeluarkan madzi. Ia pun 49 . Mengeluarkan mani secara memancar berarti hadats besar dan mengharuskan mandi janabah.S al-Maidah:6) b.

e. Hukumnya juga berbeda dengan hukum darah haid.R al-Bukhari no 132) f. kemudian sholat Dzhuhur beserta sholat-sholat sunnah lain dengan wudhu’ itu. Membatalkan wudhu’. Wadi. Angin dari dubur ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه‬ ِ ُ ‫ال رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ ‫َع ْن َُهَّ ِام بْ ِن ُمنَبِّ ٍه أَنَّهُ َِْس َع أَبَا ُهَريْ َرةَ يَ ُق‬ ُ َ َ َ‫ول ق‬ ‫ت‬ ْ ‫ال َر ُج ٌل ِم ْن َح‬ َ ‫ضَرَم ْو‬ َ َ‫ضأَ ق‬ َّ ‫ث َح ََّّت يَتَ َو‬ َ ‫َح َد‬ ْ ‫ص ََلةُ َم ْن أ‬ َ ‫َو َسلَّ َم ََل تُ ْقبَ ُل‬ ‫ط‬ٌ ‫ضَرا‬ ُ ‫ال فُ َساءٌ أ َْو‬ َ َ‫ث يَا أَبَا ُهَريْ َرةَ ق‬ ُ ‫اْلَ َد‬ ْ ‫َما‬ Dari Hammam bin Munabbih bahwasanya ia mendengar Abu Hurairah berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Tidaklah diterima sholat seseorang yang berhadats hingga ia berwudhu’. dan Nabi bersabda: itu (menyebabkan harus) berwudhu’ (H. Darah istihadhah pada wanita Darah istihadhah adalah darah penyakit. hukumnya sama dengan kencing. Ciri fisik darahnya berbeda dengan ciri fisik pada darah haid. Darah istihadhah mirip darah akibat luka sehingga berwarna merah segar.R al-Bukhari no 129) d. Wanita yang mengeluarkan darah istihadhah. maka ia harus berwudhu’. Kemudian seseorang laki-laki dari Hadhramaut bertanya: Apa yang dimaksud dengan hadats itu wahai Abu Hurairah? Abu Hurairah menjawab: buang angin yang tidak berbunyi ataupun berbunyi (H. Misalkan. masuk waktu Dzhuhur. ia harus berwudhu’ pada setiap waktu sholat. bertanya kepada Nabi. Jika masuk waktu Ashar ia harus 50 .

anNasaai. Sebagaimana perintah Nabi kepada Fathimah bintu Abi Hubaisy yang mengalami istihadhah untuk berwudhu’ setiap masuk waktu sholat (H. Nabi menyamakan tidur dengan kencing dan buang air besar sebagai hadats kecil: ‫َولَ ِك ْن ِم ْن َغائِ ٍط َوبَ ْوٍل َونَ ْوٍم‬ …akan tetapi dari buang air besar. Seseorang yang tidur sangat nyenyak. Hilangnya akal atau kesadaran seperti pingsan atau tidur yang nyenyak.R al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah) g.R atTirmidzi. silakan berwudhu’. ُ‫ضأ‬َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم أَأَتَ َو‬ ِ َ ‫َن رج ًَل سأ ََل رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ِ ُ َ َ ُ َ َّ ‫َع ْن َجاب ِر بْ ِن َْسَُرَة أ‬ ‫ضأُ ِم ْن‬ َّ ‫ال أَتَ َو‬َ َ‫ضأْ ق‬ َّ ‫ت فَ ََل تَ َو‬ ِ َ ‫ضأْ َوإِ ْن شْئ‬ ِ َ َ‫ِم ْن ُْلُ ِوم الْغَنَ ِم ق‬ َ ‫ال إِ ْن شْئ‬ َّ ‫ت فَتَ َو‬ ِْ ‫ضأْ ِم ْن ُْلُ ِوم‬ ‫اْلبِ ِل‬ ِْ ‫ُْلُ ِوم‬ َ َ‫اْلبِ ِل ق‬ َّ ‫ال نَ َع ْم فَتَ َو‬ Dari Jabir bin Samuroh bahwasanya seseorang bertanya kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam: Apakah saya berwudhu jika makan daging kambing? Nabi bersabda: Jika engkau mau. Masuk waktu Maghrib ia berwudhu’ lagi. dishahihkan Ibnu Khuzaimah) h. Dalam hadits Shofwan bin Assal tentang menyapu dua sepatu. jika mau silakan tidak berwudhu’. dan tidur (H. atau yang hilang kesadaran seperti pingsan. kencing. Memakan daging unta. demikian seterusnya. Ia bertanya lagi: Apakah saya berwudhu’ jika makan 51 . berwudhu’ lagi. wudhu’nya batal.

S az-Zumar:65).R Muslim no 539) i. Segala hal yang membatalkan wudhu’ jika terjadi pada saat seseorang sedang sholat. Riddah (murtad. keluar dari Islam) Sebagian Ulama’ menganggap orang yang murtad menjadi batal wudhu’nya. Jika kemudian ia memperbaharui keislamannya dengan mengucapkan syahadat lagi dan ia ingin sholat. Berwudhu’lah jika makan daging unta (H. maka otomatis sholatnya batal dan ia harus mengulang wudhu’. seseorang yang telah berwudhu’ kakinya menginjak genangan cairan air kencing kucing. Sebagai contoh. maka wudhu’nya batal. Seseorang yang terkena najis pada tubuh atau pakaiannya. maka ia harus berwudhu’ lagi. daging unta? Nabi bersabda: Ya. Jika seseorang yang sebelumnya telah berwudhu’ namun ia ragu apakah sudah batal atau belum. sebagaimana batalnya seluruh amalnya (Q. Sehingga jika ada seseorang yang berwudhu’ kemudian ia melakukan ucapan atau perbuatan yang menyebabkan dirinya keluar dari Islam. Najis tetap harus dibersihkan. tanpa harus mengulang wudhu’. bukan najis. karena yang membatalkan wudhu’ adalah hadats. Apa yang harus dilakukan? 52 . namun tidak membatalkan wudhu’ (sebagaimana fatwa Syaikh Sholih alFauzan). apakah secara otomatis wudhu’nya batal? Jawab : Tidak batal. Maka ia cukup mencuci kakinya dan kemudian sholat.

Sebaliknya. 53 . jika ia yakin bahwa wudhu’nya batal.Jawab: Jika seseorang ragu apakah ia sudah batal atau belum.R al- Bukhari dan Muslim. namun ragu apakah ia telah berwudhu’ atau belum. Hal yang meyakinkan adalah ia sudah berwudhu’ sedangkan batalnya wudhu’ adalah berdasarkan sesuatu yang meragukan. Hal ini juga berlaku untuk masalah wudhu’. Kaidahnya adalah: hal yang meragukan tidak bisa mengalahkan sesuatu yang meyakinkan. janganlah membatalkan sholat hingga mendapatkan sesuatu yang meyakinkan bahwa ia membatalkan sholat. Karena kondisi ia berwudhu’ didasarkan atas sesuatu hal yang meragukan. Maka hendaknya ia memilih bahwa ia masih dalam kondisi suci (tidak batal). lafadz riwayat Muslim no 540) Artinya. maka hendaknya ia memilih keyakinan bahwa ia belum berwudhu’. maka hendaknya mendasarkan atas sesuatu yang meyakinkan. Tidaklah wudhu’ menjadi batal kecuali dengan sesuatu yang meyakinkan membatalkan wudhu’. Landasan kaidah ini adalah hadits: َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِ ِ ِ ِ ٍِ ‫الر ُج ُل‬ َ ‫َِّب‬ ِّ ِ‫َع ْن َسعيد َو َعبَّاد بْ ِن ََتي ٍم َع ْن َع ِّمه ُشك َي إِ ََل الن‬ ‫ص ْوتًا أ َْو ََِي َد ِرَيًا‬ َ ‫ف َح ََّّت يَ ْس َم َع‬ ُ ‫ص ِر‬ َ َ‫الص ََل ِة ق‬ َ ‫ال ََل يَْن‬ َّ ‫َّيءَ ِِف‬ ِ ِِ ْ ‫ُُيَيَّ ُل إلَْيه أَنَّهُ ََي ُد الش‬ Dari Said dan Abbad bin Tamim dari pamannya bahwa telah diadukan kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam tentang seseorang yang terganggu pada pikirannya seakan- akan ia mengalami sesuatu (batal) dalam sholatnya. Nabi bersabda: Janganlah ia berpaling (menghentikan sholat) hingga ia mendengar suara atau mendapati bau (H.

al- Munawy).Apa saja perbuatan (amalan ibadah) yang menyebabkan seseorang diharuskan berwudhu’? Jawab: Amalan ibadah yang harus dilaksanakan dalam kondisi seseorang suci dari hadats (besar atau kecil) adalah: 1. Barangsiapa berbicara. Sholat ِ ‫ََل ي ْقبل اللَّه ص ََل َة أ‬ َ‫ضأ‬ َّ ‫ث َح ََّّت يَتَ َو‬ ْ ‫َحد ُك ْم إِ َذا أ‬ َ ‫َح َد‬ َ َ ُ ََُ Allah tidak menerima sholat seseorang jika berhadats sampai dia berwudhu’ (H. janganlah berbicara kecuali kebaikan (H.R alBukhari no 6440 dari Abu Hurairah) 2.R al-Hakim. Larangan menyentuh mushaf al-Quran bagi orang yang berhadats (baik kecil ataupun besar) adalah 54 . dinyatakan oleh al-Hakim bahwa hadits ini shahih dan sesuai syarat Muslim.R al-Hakim dalam Shahihnya dari Ibnu Abbas. Kecuali sesungguhnya Allah menghalalkan berbicara di dalamnya. disepakati adz- Dzahaby) 3. Thowaf di Baitullah ‫ فَ َم ْن نَطَ َق‬،‫َح َّل فِ ِيه الْ ِمْنطَ َق‬ َّ ‫ إََِّل أ‬،ِ‫الص ََلة‬ َ ‫َن اللَّ َه قَ ْد أ‬ َّ ‫ت ِِبَْن ِزلَِة‬ ِ ‫اف بِالْب ي‬ ْ َ ُ ‫الطََّو‬ ‫فَ ََل يَْن ِط ْق إََِّل ِِبٍَْري‬ Thowaf di Baitullah (al-Ka’bah) adalah seperti sholat. Ibnul Mulaqqin. Memegang/ menyentuh mushaf al-Quran ِ َ‫ََل َتََس الْ ُقرآ َن إََِّل وأَنْت ط‬ ‫اهٌر‬ َ َ ْ َّ Janganlah menyentuh al-Quran kecuali engkau dalam keadaan suci (H. dishahihkannya dan disepakati oleh adz-Dzahaby.

Setelah selesai dari ikut memanggul jenazah. tidak dipersyaratkan harus suci hadats besar dan kecil. ْ‫ضأ‬ َّ ‫س ذَ َكَرهُ فَ ْليَتَ َو‬ َّ ‫َم ْن َم‬ Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya. َّ ‫ت فَ ْليَ ْغتَ ِس ْل َوَم ْن ََحَلَهُ فَ ْليَتَ َو‬ ْ‫ضأ‬ َ ِّ‫َم ْن َغ َّس َل الْ َمي‬ Barangsiapa yang memandikan jenazah hendaknya mandi. Contoh beberapa amal ibadah yang sebaiknya dilakukan dalam keadaan tidak berhadats: 1. pendapat dari Jumhur (mayoritas) Ulama’ dan didukung oleh Syaikh Bin Baz (Majmu’ Fataawa Bin Baaz (4/384-384)). dan barangsiapa yang memanggulnya. Nabi ditanya apakah seseorang yang menyentuh 55 . Karena dalam hadits lain.R Abu Dawud dan Ahmad dari Busroh bintu Shofwan) Perintah berwudhu’ ketika menyentuh kemaluan ini adalah sunnah. maka hendaknya berwudhu’ (H. bukan kewajiban. Menyentuh kemaluan. hendaknya ia berwudhu’ (H. namun sebaiknya seseorang yang mendekatkan diri kepada Allah sebaiknya dalam kondisi tidak berhadats. Apa saja perbuatan yang menyebabkan seseorang disunnahkan untuk berwudhu’? Jawab: Seseorang yang beribadah kepada Allah sebaiknya dalam kondisi suci dari hadats besar dan kecil. Walaupun dalam ibadah-ibadah tertentu.R Abu Dawud dan Ahmad dari Abu Hurairah) 2.

R Ibnu Hibban dari Ibnu Umar. Ketika akan tidur َ َ‫ إَِلَّ ق‬، ‫اع ًة ِم ْن لَْي ٍل‬ ‫ال‬ َ ‫ظ َس‬ ُ ‫ َلَ يَ ْستَ ْي ِق‬، ‫ك‬ ٌ َ‫ات ِِف ِش َعا ِرِه َمل‬ ِ َ َ‫ات طَاهًرا ب‬ َ َ‫َم ْن ب‬ ِ َ‫ فَِإنَّه بات ط‬، ‫اللهم ا ْغ ِفر لِعب ِد َك فَُلَ ٍن‬ ‫اهًرا‬ َ َُ َْ ْ َّ : ‫ك‬ ُ َ‫الْ َمل‬ Barangsiapa yang tidur (malam) dalam keadaan suci. Mengumandangkan adzan dan iqomah. kemaluannya harus berwudhu’? Nabi menjawab bahwa itu hanyalah bagian dari anggota tubuhnya (tidak wajib berwudhu’) َّ ‫ول اللَّ ِه َما تَ َرى ِِف َر ُج ٍل َم‬ ‫س ذَ َكَرهُ ِِف‬ َ ‫ال يَا َر ُس‬َ ‫ي فَ َق‬ٌّ ‫َجاءَ َر ُج ٌل َكأَنَّهُ بَ َد ِو‬ ‫ك‬َ ‫ض َعةٌ ِمْن‬ َ ‫ضغَةٌ ِمْن‬ ْ َ‫ك أ َْو ب‬ ْ ‫ال َوَه ْل ُه َو إََِّل ُم‬ َ َ‫الص ََلةِ ق‬ َّ Datang seorang laki-laki sepertinya ia adalah dari pedalaman. Sikap tersebut bagian dari memulyakan syiar Allah. 5. Tidaklah ia bangun pada waktu malam kecuali Malaikat itu berdoa: Ya Allah ampunilah Fulaan. Sujud tilawah dan sujud syukur. karena ia tidur (malam) dalam keadaan suci (H. dan merupakan tanda ketakwaan. Ia berkata: Wahai Rasulullah bagaimana pendapat anda tentang seorang laki-laki yang menyentuh kemaluannya dalam sholat? Nabi bersabda: Bukankah itu adalah bagian dari anggota tubuhmu? (H. dishahihkan al-Albany dalam as-Shahihah) Segala bentuk ibadah sebaiknya dalam kondisi suci dari hadats jika mampu. ِ ُ‫ك ومن ي عظِّم َشعائِر اللَّ ِه فَِإنَّها ِمن تَ ْقوى الْ ُقل‬ ‫وب‬ ِ َ ْ َ َ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ ‫َذل‬ 56 .R anNasaai dishahihkan Ibn Hibban) 3. satu Malaikat akan bermalam pada rambutnya. 4.

Syaikh Bin Baz dan Syaikh Ibnu Utsaimin. ِ ِ َّ ِ َّ َّ َ ‫ول اللَّ ِه‬ ِ ‫ال َكا َن أَصحاب رس‬ ٍ َ‫َع ْن أَن‬ َ‫صلى اللهُ َعلَْيه َو َسل َم يَْنتَظ ُرو َن الْع َشاء‬ َُ ُ َ ْ َ َ‫س ق‬ ‫صلُّو َن َوََل يَتَ َوضَّئُو َن‬ ِ ِ َ ُ‫وس ُه ْم ُُثَّ ي‬ ُ ُ‫ْاْلخَرَة َح ََّّت ََّتْف َق ُرء‬ Dari Anas –radhiyallahu anhu. Tidur yang membatalkan wudhu’ adalah tidur nyenyak sehingga menghilangkan kesadaran penuh. Para Sahabat Nabi pernah tertidur saat menunggu datangnya Nabi untuk menjadi Imam dalam sholat Isya’. dishahihkan oleh ad- Daraquthny) Pendapat yang merinci jenis tidur tersebut adalah pendapat al-Imam Malik dan salah satu riwayat pendapat al-Imam Ahmad. 57 . Sedangkan tidur yang ringan tidaklah membatalkan wudhu’. namun mereka kemudian langsung sholat tanpa berwudhu’ lagi. Tidur semacam ini membatalkan wudhu’.S al-Hajj:32) Apakah Semua Bentuk Tidur Membatalkan Wudhu’? Jawab: Tidak semua tidur membatalkan wudhu’.R Abu Dawud dan ad-Daraquthny. Sehingga apabila mereka berhadats dalam kondisi tidur seperti itu mereka tidak bisa merasakan.beliau berkata: Para Sahabat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam menunggu sholat Isya’ akhir sampai terangguk-angguk kepala mereka kemudian mereka sholat dan tidak berwudhu’ (H. Pendapat ini juga didukung oleh Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah.Yang demikian itu. barangsiapa yang mengagungkan syiar- syiar Allah maka itu termasuk ketakwaan dalam hati (Q.

hendaknya bertayammum dengan tanah yang baik…(Q. Ibnus Sholah. namun tidur adalah kondisi yang tidak bisa dijaga seseorang mengalami hadats.. …atau kalian ‘menyentuh’ para wanita. menyebabkan batal wudhu’.Intinya. Tidak peduli apakah posisi tidurnya berdiri. tidaklah membatalkan wudhu’.R Abu Dawud.S anNisaa’:43) Makna ‘menyentuh’ dalam ayat tersebut bukan sekedar menyentuh kulit satu sama lain. dihasankan oleh anNawawy. ً ِ‫صع‬ ‫يدا طَيِّبًا‬ ِ َ ‫ِّساءَ فَلَ ْم ََت ُدوا َماءً فَتَ يَ َّم ُموا‬ َ ‫أ َْو ََل َم ْستُ ُم الن‬. kemudian tidak mendapati air. al-Mundziri.. berbaring. Tapi. Al- Quran menggunakan kata ‘menyentuh’ yang artinya adalah bersetubuh. Sebagaimana dijelaskan oleh Sahabat Nabi Ibnu Abbas (Tafsir Ibnu Katsir (2/314)). maknanya adalah bersetubuh. Ibnu Majah. barangsiapa yang tidur hendaknya berwudhu’ (H. Sebagaimana dinyatakan dalam hadits: َّ ‫الس ِه فَ َم ْن نَ َام فَ ْليَتَ َو‬ ْ‫ضأ‬ َّ ُ‫ْي ِوَكاء‬ ُ ْ ‫الْ َع‬ Mata adalah pengikat dubur. 58 . tidur yang menghilangkan kesadaran sehingga jika berhadats dalam tidur tidak terasa. Tidur sendiri bukanlah sesuatu yang membatalkan wudhu’. al- Albany dan Ibn Baz) Apakah Menyentuh Wanita Membatalkan Wudhu? Jawab: Sekedar menyentuh. atau duduk.

dinyatakan oleh al-Haiytsamy bahwa para perawinya adalah perawi-perawi yang shahih. yaitu baiat. namun sengaja menyentuh wanita yang bukan mahram tanpa ada keperluan yang darurat adalah berdosa. sekalipun untuk perbuatan yang sangat penting. ِ ٍِ ِ ‫َْلَ ْن يطْعن ِِف رأْ ِس أ‬ َّ َ‫َحد ُك ْم ِبِِ ْخيَ ٍط ِم ْن َحديد َخْي ٌر لَهُ ِم ْن أَ ْن ََي‬ ُ‫س ْامَرأًَة ََل ََت ُّل لَه‬ َ َ ََ ُ Seandainya kepala salah seorang dari kalian diusuk dengan jarum dari besi lebih baik baginya dibandingkan menyentuh wanita yang tidak halal baginya (bukan mahram)(H. Manusia yang paling suci hatinya. Umaimah bintu Ruqoiqoh radhiyallahu anha pernah menyatakan: 59 .Nabi shollallahu alaihi wasallam pernah dalam keadaan berwudhu’ mencium istrinya kemudian langsung berangkat sholat tanpa harus berwudhu’ lagi. ِ‫الص ََلة‬ َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم قَبَّ َل ْامَرأًَة ِم ْن نِ َسائِِه ُُثَّ َخَر َج إِ ََل‬ َّ ‫َع ْن َعائِ َشةَ أ‬ َّ ِ‫َن الن‬ َ ‫َِّب‬ ْ‫ضأ‬ َّ ‫َوََلْ يَتَ َو‬ dari Aisyah radhiyallahu anha bahwasanya Nabi shollallahu alaihi wasallam mencium sebagian istrinya kemudian keluar menuju sholat tidak berwudhu’ (lagi)(H.R atThobarony. Termasuk juga berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram adalah terlarang. dinyatakan sanadnya shahih oleh al-Munawy). Rasulullah shollallahu alaihi wasallam tidak pernah berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram.R Abu Dawud) Meski tidak membatalkan wudhu.

Maka Nabi bersabda kepada kami: sesuai dengan kemampuan kalian. dan hendaknya ia berusaha untuk mencari pengobatan yang tidak bertentangan dengan syar’i untuk berusaha menyembuhkan penyakitnya tersebut. Demikian dijelaskan oleh para Ulama di antaranya Syaikh Ibn Utsaimin. maka hukumnya sama seperti wanita yang istihadhah. seperti kencing. hendaknya ia gunakan suatu penghalang semacam pembalut atau semisalnya sehingga tidak mengenai pakaiannya. kemudian silakan sholat wajib dan sunnah yang mampu dikerjakan dengan wudhu’ itu. Hendaknya ia berwudhu’ setiap masuk waktu sholat.R anNasaai. ia harus berwudhu’ lagi. Jika masuk waktu sholat berikutnya. 60 . Aku tidaklah berjabat tangan dengan para wanita (H. Ibnu Majah dishahihkan Ibn Hibban dan al- Albany) Apa yang harus dilakukan seseorang yang berhadats terus menerus? Jawab: Jika seseorang berhadats terus menerus karena penyakit. seperti selalu mengeluarkan air kencing. Jika hadats itu adalah sesuatu hal yang najis. jangan pedulikan hadats yang menimpanya karena hal itu adalah penyakit. atau selalu buang angin.َّ ُ ‫ُت َوأَطَْق‬ ‫ُت‬ َّ ُ ‫استَطَ ْع‬ ِ َ ‫ِجْئت النَِِّب صلَّى اللَّه علَي ِه وسلَّم ِِف نِسوٍة نُبايِعه فَ َق‬ ْ ‫يما‬ َ ‫ال لَنَا ف‬ ُُ َ َ ْ َ ََ َْ ُ َ َّ ُ ِ ‫إِ ِِّّن ََل أ‬ َ‫ِّساء‬ َ ‫ُصاف ُح الن‬ َ Saya mendatangi Nabi shollallahu alaihi wasallam bersama sekelompok wanita yang akan berbaiat pada beliau.

Ketika tahun Fathu Makkah beliau (pernah) melakukan seluruh sholat (5 waktu) dengan satu wudhu 61 . insyaAllah. jika seseorang meski belum batal wudhu’nya tetap memperbaharui wudhu. beliau melakukan beberapa sholat dengan satu wudhu (selama belum batal) untuk menunjukkan bolehnya hal itu dilakukan.Apakah Seseorang yang Batal Wudhu’nya Harus Beristinja’? Jawab: Istinja’ hanya disyariatkan jika seseorang kencing (juga keluar madzi atau wadi) atau buang air besar. Apakah Setiap Kali Akan Sholat Harus Berwudhu lagi Meski Wudhu Sebelumnya Belum Batal? Jawab: Tidak harus. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dulunya selalu berwudhu setiap kali akan sholat meski masih belum batal wudhunya. Adapun batal wudhu’ karena sebab yang lain tidak perlu beristinja’. namun kemudian setelah tahun Fathu Makkah. ia akan mendapatkan keutamaan-keutamaan wudhu yang banyak seperti yang akan dijelaskan pada bab berikutnya. Namun. demikian juga Fatwa al-Lajnah ad- Daimah. ‫ضأُ لِ ُك ِّل‬ َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم يَتَ َو‬ َ َ‫َع ْن ُسلَْي َما َن بْ ِن بَُريْ َدةَ َع ْن أَبِ ِيه ق‬ ُّ ِ‫ال َكا َن الن‬ َ ‫َِّب‬ ‫اح ٍد‬ ِ ‫وء و‬ٍ ‫ات ُكلَّها بِو‬ ِ ‫الصلَو‬ َّ َ ‫ص ََلةٍ فَلَ َّما َكا َن َع ُام الْ َفْت ِح‬ َ ‫ض‬ ُُ َ َ َّ ‫صلى‬ َ Dari Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya beliau berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam dulu berwudhu pada setiap sholat. sebagaimana difatwakan Syaikh Bin Baz (Fataawa Islaamiyyah (1/259)).

anNasaai. pent)(H. dinyatakan hasan shahih oleh atTirmidzi dan dishahihkan al-Albany) ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه‬ ِ َ ‫َن رس‬ ِ ِ ِ ِ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َّ ‫َع ْن َعْبد اللَّه بْ َن َحْنظَلَةَ بْ ِن أَِِب َعام ِر ابْ َن الْغَّس ِيل أ‬ ِ ِ ِ ٍ ‫وء لِ ُكل‬ ِ ‫وسلَّم َكا َن أ ُِمر بِالْوض‬ ‫ك َعلَى‬ َ ‫ص ََلة طَاهًرا َكا َن أ َْو َغْي َر طَاه ٍر فَلَ َّما َش َّق ذَل‬ َ ِّ ُُ َ َ ََ ِ ٍ ‫اك ِعْن َد ُك ِّل‬ ِ ‫السو‬ ِ ِ َّ ِ َّ َّ ‫ول اللَّ ِه‬ ِ ‫رس‬ ُ‫ضوء‬ ُ ‫ص ََلة َوُوض َع َعْنهُ الْ ُو‬ َ َ ِّ ‫صلى اللهُ َعلَْيه َو َسل َم أُمَر ب‬ َ َُ ‫إََِّل ِم ْن َح َد ٍث‬ Dari Abdullah bin Handzholah bin Abi Amir bin al-Ghosiil bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dulu diperintah untuk berwudhu pada setiap sholat baik dalam keadaan masih suci (belum batal wudhu) ataupun tidak suci. dishahihkan al-Hakim disepakati adz- Dzahaby dan dinyatakan sesuai syarat Shahih Muslim) 62 .R atTirmidzi.R Ahmad.(H. Ketika hal itu berat dirasakan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam beliau (kemudian) diperintah untuk bersiwak setiap sholat dan dihapus kewajiban berwudhu kecuali bagi orang yang berhadats (yang akan sholat.

ِ ‫ظ علَى الْوض‬ ‫وء إَِلَّ ُم ْؤِم ٌن‬ ِ ُ ُ َ ُ ‫َوَلَ َُيَاف‬ 63 . keluarlah dari kedua tangannya setiap dosa yang dilakukan tangannya bersamaan dengan air atau tetesan air terakhir. Jika ia mencuci kedua tangannya. KEUTAMAAN-KEUTAMAAN BERWUDHU Berwudhu dengan niat ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam memiliki banyak keutamaan. Senantiasa menjaga wudhu salah satu tanda kesempurnaan iman. keluarlah dari wajahnya seluruh dosa karena penglihatan kedua matanya bersamaan dengan air atau akhir tetesan air.R Muslim dari Abu Hurairah) 2. di antaranya: 1. ‫ضأَ الْ َعْب ُد الْ ُم ْسلِ ُم أ َْو الْ ُم ْؤِم ُن فَغَ َس َل َو ْج َههُ َخَر َج ِم ْن َو ْج ِه ِه ُك ُّل َخ ِطيئَ ٍة‬ َّ ‫إِذَا تَ َو‬ ‫آخ ِر قَطْ ِر الْ َم ِاء فَِإ َذا َغ َس َل يَ َديِْه َخَر َج ِم ْن‬ ِ ‫نَظَر إِلَي ها بِعي نَ ي ِه مع الْم ِاء أَو مع‬ َ َ ْ َ َ َ ْ َْ َ ْ َ ‫آخ ِر قَطْ ِر الْ َم ِاء فَِإذَا َغ َس َل‬ ِ ‫ي َدي ِه ُك ُّل خ ِطيئ ٍة َكا َن بطَ َشْت ها ي َداه مع الْم ِاء أَو مع‬ ََ ْ َ ََ ُ َ َ َ َ َ َْ ‫آخ ِر قَطْ ِر الْ َم ِاء َح ََّّت‬ ِ ‫ِرجلَي ِه خرجت ُك ُّل خ ِطيئ ٍة م َشْت ها ِرج ََله مع الْم ِاء أَو مع‬ ََ ْ َ ََ ُ ْ َ َ َ َ ْ َ ََ ْ ْ ُّ ‫َُيْر َج نَِقيًّا ِم ْن‬ ِ ُ‫الذن‬ ‫وب‬ ُ Jika seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu kemudian ia mencuci wajahnya. hingga ia keluar (dari berwudhu) dalam keadaan bersih dari dosa (H. Jika ia mencuci kedua tangannya keluarlah semua dosa yang dilakukan langkah kakinya bersamaan dengan air atau tetesan air terakhir. Keluar dosa (kecil) bersamaan dengan mengalirnya air tetesan bekas wudhu pada anggota tubuh.

R Muslim dari Abu Hurairah) 4. menunggu sholat setelah sholat. Ibnu Majah. dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Albany) 3. ِ ‫اْلطَايا وي رفَع بِِه الدَّرج‬ ِِ ‫ول‬ َ ‫ات قَالُوا بَلَى يَا َر ُس‬ ََ ُ ْ َ َ َ َْ ‫أَََل أ َُدلُّ ُك ْم َعلَى َما َيَْ ُحو اللَّهُ به‬ ‫اج ِد َوانْتِظَ ُار‬ ِ ‫اْلطَا إِ ََل الْمس‬ ِ ‫ال إِسباغُ الْو‬ ِ ََ ُْ ُ‫ضوء َعلَى الْ َم َكا ِرِه َوَكثْ َرة‬ ُ ُ َ ْ َ َ‫اللَّه ق‬ ‫ط‬ ِّ ‫الص ََلةِ فَ َذلِ ُك ْم‬ ُ ‫الربَا‬ َّ ‫الص ََلةِ بَ ْع َد‬ َّ Maukah kalian aku tunjukkan pada hal-hal yang dengannya Allah hapus dosa-dosa dan mengangkat derajat. wahai Rasulullah. memperbanyak jalan menuju masjid. Dan tidaklah menjaga wudhu kecuali seorang mukmin (H. Menyempurnakan wudhu di saat kondisi menyulitkan bisa menghapus dosa dan meningkatkan derajat seseorang. ‫ت لَ ْو َكا َن‬ َ ْ‫ال أ ََرأَي‬ َ ِ‫ف َم ْن يَأِِْت بَ ْع َد َك ِم ْن أ َُّمت‬ َ َ‫ك ق‬ ِ َ ‫فَ َقالُوا يا رس‬ َ ‫ول اللَّه َكْي‬ ُ ‫ف تَ ْع ِر‬ َُ َ ‫ول‬ َ ‫ف َخْي لَهُ قَالُوا بَلَى يَا َر ُس‬ ُ ‫لَِر ُج ٍل َخْي ٌل غٌُّر ُُمَ َّجلَةٌ ِِف َخْي ٍل ُد ْه ٍم بُ ْه ٍم أَََل يَ ْع ِر‬ ِ ‫ال فَِإنَّهم يأْتو َن ي وم الْ ِقيام ِة غًُّرا ُُم َّجلِْي ِمن الْوض‬ ِ ‫وء‬ ُُ ْ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َ ْ ُ َ َ‫اللَّه ق‬ Para Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bagaimana engkau mengetahui orang yang datang setelahmu bahwa ia adalah umatmu? Rasul menyatakan: Bagaimana pendapatmu jika seseorang memiliki kuda yang putih pada bagian depan kepala dan 64 . Bekas air wudhu pada anggota tubuh akan menjadi tanda yang bercahaya pada hari kiamat sebagai tanda umat Muhammad shollallahu alaihi wasallam. Rasul bersabda: menyempurnakan wudhu pada saat kesulitan. Itu adalah ar-Ribaath (bagaikan berjaga di perbatasan dalam perang di jalan Allah)(H. Para Sahabat berkata: Ya.R Ahmad.

hendaknya mengeluarkan air dari hidung sebanyak 3 kali karena syaithan bermalam di rongga hidungnya (H. Berwudhu dengan menghirup air dan mengeluarkannya 3 kali setelah bangun tidur bisa mengusir syaithan yang mendekam dalam rongga hidung ِ َّ ‫َح ُد ُك ْم ِم ْن َمنَ ِام ِه فَتَ َو‬ ُ ِ‫ضأَ فَ ْليَ ْستَ ْنث ْر ثَََلثًا فَِإ َّن الشَّْيطَا َن يَب‬ ‫يت‬ َ ‫ظ أ َُراهُ أ‬ ْ ‫إِ َذا‬ َ ‫استَ ْي َق‬ ‫وم ِه‬ ِ ‫علَى خي ُش‬ َْ َ Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya kemudian berwudhu. tidakkah ia bisa mengenali kudanya? Para Sahabat berkata: Ya. kaki-kakinya berada di sekumpulan kuda yang hitam legam. Barangsiapa yang berwudhu secara sempurna kemudian sholat dua rokaat secara khusyu’ maka diampuni dosanya dan baginya surga.R Malik. ٍ ‫َن عثما َن بن عفَّا َن ر ِضي اللَّه عْنه دعا بِوض‬ ‫وء‬ ُ َ َ َ ُ َ ُ َ َ َ َ ْ َ ْ ُ َّ ‫َخبَ َرهُ أ‬ ْ ‫َع ْن َحَُْرا َن َم ْوََل عُثْ َما َن أ‬ ٍ ‫ث مَّر‬ ِ ‫ث‬ َ ‫استَ ْنثَ َر ُُثَّ َغ َس َل َو ْج َههُ ثَََل‬ ْ ‫ض َو‬ َ ‫ض َم‬ ْ ‫ات ُُثَّ َم‬ َ َ ‫ضأَ فَغَ َس َل َكفَّْيه ثَََل‬ َّ ‫فَتَ َو‬ ‫ات ُُثَّ َغ َس َل يَ َدهُ الْيُ ْسَرى ِمثْ َل‬ ٍ ‫ث مَّر‬ ِ ِ ٍ َ َ ‫َمَّرات ُُثَّ َغ َس َل يَ َدهُ الْيُ ْم َ إ ََل الْم ْرفَ ِق ثَََل‬ ٍ ‫ث مَّر‬ ‫ات ُُثَّ َغ َس َل‬ ِ ْ َ‫ك ُُثَّ َمسح رأْ َسهُ ُُثَّ َغسل ِر ْجلَهُ الْيُ ْم َ إِ ََل الْ َك ْعب‬ ِ َ َ ‫ْي ثَََل‬ ََ َََ َ ‫َذل‬ َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم تَ َو‬ ِ َ ‫ال رأَيت رس‬ ِ ‫ضأَ َْن َو‬ َ ‫ول اللَّه‬ َ ‫الْيُ ْسَرى ِمثْ َل ذَل‬ ُ َ ُ ْ َ َ َ‫ك ُُثَّ ق‬ 65 . Beliau bersabda: Sesungguhnya mereka (umatku) akan datang pada hari kiamat dalam keadaan putih (bersinar) pada bagian wajah. tangan dan kakinya karena wudhu’ (H. anNasaai dari Abu Hurairah dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Albany) 5. wahai Rasulullah.R al-Bukhari dari Abu Hurairah) 6.

R Muslim dari Uqbah bin Amir) 66 .‫ضوئِي‬ َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َم ْن تَ َو‬ ُ ‫ضأَ َْن َو ُو‬ ِ ُ ‫ال رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ِ ‫و‬ ُ َ َ َ‫ضوئي َه َذا ُُثَّ ق‬ ُُ ‫َّم ِم ْن َذنْبِ ِه‬ ِ ِ ‫ْي ََل َُيد‬ َ ‫ِّث في ِه َما نَ ْف َسهُ ُغفَر لَهُ َما تَ َقد‬ ُ َ ِ ْ َ‫َه َذا ُُثَّ قَ َام فَ َرَك َع َرْك َعت‬ dari Humran maula Utsman bahwasanya Utsman bin Affan radhiyallahu anhu meminta diambilkan air wudhu kemudian beliau berwudhu mencuci kedua telapak tangannya 3 kali kemudian berkumur-kumur dan (menghirup serta) mengeluarkan air dari hidung kemudian mencuci wajahnya 3 kali kemudian mencuci tangan kanan hingga siku 3 kali kemudian mencuci tangan kiri hingga siku 3 kali seperti itu kemudian mengusap kepala kemudian mencuci (telapak) kaki kanan hingga matakaki 3 kali kemudian mencuci (telapak) kaki kiri seperti itu 3 kali. Kemudian Utsman berkata: Saya melihat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam berwudhu seperti wudhu saya ini kemudian beliau bersabda: Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian bangkit sholat dua rokaat dengan khusyu maka akan diampuni dosanya yang telah lalu (H.R al-Bukhari dan Muslim) ‫ْي ُم ْقبِ ٌل َعلَْي ِه َما‬ ِ ْ َ‫صلِّي رْك َعت‬ َ َ ُ‫وم فَي‬ ِ ُ ‫ضأُ فَيُ ْحس ُن ُو‬ ُ ‫ضوءَهُ ُُثَّ يَ ُق‬ َّ ‫َما ِم ْن ُم ْسلِ ٍم يَتَ َو‬ ِ ِ ُ‫اْلَنَّة‬ ْ َ‫بَِق ْلبِه َوَو ْج ِهه إََِّل َو َجب‬ ْ ُ‫ت لَه‬ Tidaklah seorang muslim berwudhu kemudian menyempurnakan wudhunya kemudian bangkit melakukan sholat dua rokaat menghadapkan wajah dan hatinya (kepada Allah) kecuali wajib baginya surga (H.

(kecuali) saat aku berwudhu pada siang atau malam kecuali aku sholat sesuai dengan yang mampu aku lakukan dengan wudhu itu (H. dan berdoa kepada Allah. Berwudhu secara sempurna kemudian berdoa setelahnya: “Asy-hadu an laa ilaaha illallaah wa anna muhammadan abdullahi wa rosuuluh” menyebabkan akan dibukakan pintu surga yang delapan (H. Berwudhu dan membiasakan sholat sunnah setelahnya adalah amalan penduduk surga (Bilal bin Rabah) ‫ال لِبِ ََل ٍل ِعْن َد‬ َ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ق‬ َّ ‫َع ْن أَِِب ُهَريْ َرَة َر ِضي اللَّهُ َعْنهُ أ‬ َّ ِ‫َن الن‬ َ ‫َِّب‬ َ ‫ت‬ ِ ِْ ‫ص ََلةِ الْ َف ْج ِر يَا بََِل ُل َح ِّدثِِْن بِأ َْر َجى َع َم ٍل َع ِم ْلتَهُ ِِف‬ ُ ‫اْل ْس ََلِم فَِإ ِِّّن َْس ْع‬ َ ِّ ‫ت َع َم ًَل أ َْر َجى ِعْن ِدي أ‬ ْ‫َِّن ََل‬ ِ ُ ‫ال َما َعم ْل‬ َ َ‫اْلَن َِّة ق‬ ْ ‫ي ِِف‬ َّ ‫ْي يَ َد‬ َ ْ َ‫ك ب‬ َّ ‫َد‬ َ ‫ف نَ ْعلَْي‬ ‫ب ِِل أَ ْن‬ ِ ِ ُّ َ ِ‫أَتَطَ َّهر طَهورا ِِف ساع ِة لَي ٍل أَو نَها ٍر إََِّل صلَّيت بِ َذل‬ َ ‫ك الط ُهور َما ُكت‬ ُ َْ َ ْ ْ َ َ ًُ ْ ‫ُصلِّ َي‬ َ‫أ‬ Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Nabi shollallahu alaihi wasallam berkata kepada Bilal pada saat sholat Subuh: Wahai Bilal sampaikan kepadaku amalan yang paling kau harapkan dalam Islam yang kau lakukan karena aku mendengar suara sandalmu di depanku di surga. c.R Muslim – telah disebut haditsnya dalam pembahasan tentang sunnah dalam wudhu) 9.7. Bilal berkata: Tidaklah aku melakukan suatu amalan yang paling aku harapkan. Disertai Malaikat dalam tidurnya. Jika bangun. Tidur malam dalam keadaan suci (setelah berwudhu) dan berdzikir sebelumnya memiliki beberapa keutamaan. di antaranya : a.R al-Bukhari dan Muslim) 8. b. 67 . doanya mustajabah. Didoakan ampunan oleh para Malaikat.

d. namun hal ini perlu dikaji lagi karena Ibnu Ma’in dan al-Mundziri mentsiqohkannya sedangkan tidak ada Ulama lain yang men-jarh dirinya. kemudian meninggal dalam keadaan itu. dishahihkan al-Albany.R Abu Dawud. anNasaai dari Muadz bin Jabal. sehingga tidaklah ia membalikkan tubuhnya di waktu malam kecuali Malaikat itu berdoa: Ya Allah ampunilah hambaMu ini karena sesungguhnya ia tidur malam dalam keadaan suci (H. 68 . dengan tidur miring pada sisi kanan.R atThobarony dari Ibnu Abbas dinyatakan sanadnya jayyid oleh al- Mundziri. Abu Dzhobyah dinyatakan oleh al-Hafidz sebagai maqbuul. dinyatakan hasan li ghoirihi oleh al-Albany) ِ َ‫ما ِمن مسلِ ٍم يبِيت علَى ِذ ْك ٍر ط‬ ‫اهًرا فَيَتَ َع ُّار ِم َن اللَّْي ِل فَيَ ْسأ َُل اللَّهَ َخْي ًرا‬ َ ُ َ ُْ ْ َ ِ ِ ُ‫م َن الدُّنْيَا َو ْاْلخَرِة إََِّل أ َْعطَاهُ إِيَّاه‬ Tidaklah seorang muslim tidur malam dalam keadaan berdzikir dan suci kemudian bangun di waktu malam kemudian meminta kepada Allah kebaikan di dunia dan akhirat kecuali Allah berikan kepadanya (H. sebagaimana penjelasan Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad). ِ ٌ َ‫ات َم َعهُ ِِف ِش َعا ِرِه َمل‬ ِ ِ ِ ‫لَي‬ ‫اع ًة‬ َ ‫ب َس‬ ُ ‫ك َلَ يَْن َقل‬ َ َ‫ت طَاهًرا إَِلَّ ب‬ ُ ‫س م ْن َعْبد يَبِْي‬ َ ْ ِ َ‫ال اللَّه َّم ا ْغ ِفر لِعب ِد َك فَِإنَّه بات ط‬ ِ ‫اهًرا‬ َ َُ َْ ْ ُ َ َ‫م َن اللَّْي ِل إَِلَّ ق‬ Tidaklah seorang hamba tidur malam dalam keadaan suci kecuali akan bermalam pada bajunya satu Malaikat. Jika sebelumnya diiringi dengan doa khusus dari Nabi. maka ia meninggal dalam keadaan fitrah.

maka engkau mati dalam keadaan fitrah.R al- Bukhari dan Muslim dari al-Bara’ bin Azib) 69 . Allaahumma aamantu bi kitaabikalladzii anzalta wa bi nabiyyikalladzii arsalta. wa alja’tu dzhohrii ilayk raghbatan wa rahbatan ilaik laa malja-a wa laa manjaa minka illaa ilayk. ِ َّ ِ‫ضوءَ َك ل‬ َ ‫اضطَج ْع َعلَى ِشق‬ ‫ِّك‬ ْ َّ‫لص ََل ِة ُُث‬ ُ ‫ضأْ ُو‬ َّ ‫ك فَتَ َو‬ َ ‫ض َج َع‬ ْ ‫ت َم‬ َ ‫إِ َذا أَتَْي‬ ‫ت‬ ُ ْ‫َْلَأ‬ْ ‫ك َوأ‬َ ‫ت أ َْم ِري إِلَْي‬ ُ‫ض‬ ْ ‫ك َوفَ َّو‬َ ‫ت َو ْج ِهي إِلَْي‬ُ ‫َسلَ ْم‬ ْ ‫ْاْل ََْيَ ِن ُُثَّ قُ ْل اللَّ ُه َّم أ‬ ‫ك اللَّ ُه َّم‬ َ ‫ك إََِّل إِلَْي‬َ ‫ك ََل َم ْل َجأَ َوََل َمْن َجا ِمْن‬ َ ‫ك َر ْغبَ ًة َوَرْهبَ ًة إِلَْي‬َ ‫ظَ ْه ِري إِلَْي‬ ِ ِّ‫آمْنت بِ ِكتابِك الَّ ِذي أَنْزلْت وبِنبِي‬ َ ِ‫ت ِم ْن لَْي لَت‬ ‫ك‬ َّ ‫ت فَِإ ْن ُم‬ َ ‫ك الَّذي أ َْر َس ْل‬ َ ََ َ َ َ َ ُ َ ِ ‫فَأَنْت علَى الْ ِفطْرةِ واجع ْله َّن‬ ‫آخَر َما تَتَ َكلَّ ُم بِِه‬ ُ َْ َ َ َ َ Jika engkau mendatangi tempat tidurmu kemudian berwudhu sebagaimana wudhu dalam sholat kemudian berbaring pada sisi kanan kemudian berdoa: Allaahumma aslamtu wajhii ilaik wa fawwadltu amrii ilayk. Jadikanlah itu sebagai bacaan terakhir sebelum tidur (H. Jika engkau meninggal di malam itu.

Pada saat berwudhu’ sudah sampai akan mencuci kaki. b. Dalam cuaca sangat dingin. Apa Saja yang Hukumnya Masuk Kategori Khuf ? Jawab: Bisa berupa sepatu. 70 .S Ali Imran:31). akan dicintai Allah. maka sungguh itu adalah suatu manfaat yang sangat besar dan tak tergantikan. Ia bisa mengambil keringanan syariat dalam berwudhu’. atau kaos kakinya. Hal itu sangat mempermudah seseorang yang : a. Suci. Dalam kondisi sakit. sandal. Dalam safar atau keadaan yang tertentu yang mengharuskan sering menggunakan sepatu dan jarang dilepas. Cukup ia usap saja bagian atas sepatu. ia tidak perlu melepas sepatu. sandal. sehingga selalu memakai kaos kaki. Namun. sehingga selalu memakai kaos kaki. atau kaos kakinya tersebut. sandal. bebas dari najis. asalkan terpenuhi syarat dan ketentuannya sesuai dalil yang ada. Kalaulah tidak ada manfaat lain selain meneladani (mencontoh perbuatan) Nabi shollallahu alaihi wasallam. ada syarat-syaratnya: 1. atau kaos kaki. Meneladani beliau adalah bukti kecintaan kepada Allah. dan akan mendapat ampunanNya (Q. MENGUSAP KHUF DALAM WUDHU’ Apa Manfaat Seseorang Mempelajari Syariat Mengusap Khuf dalam Wudhu’? Jawab: Sangat banyak manfaat yang bisa diambil seseorang yang mempelajari bab ini. c.

Terdapat dalil-dalil yang menunjukkan bolehnya mengusap khuf. Secara bahasa. Ketika memakainya. maupun jaurab dan tasakhin. Di antara lafadz-lafadz dalil yang menunjukkan bahwa tidak khusus untuk sepatu saja. 4. 2. Tidak bisa dilepaskan kecuali dengan bantuan tangan atau kaki lain. 3. tidak boleh memakai kaos kaki dari sutera. Sedangkan kaos kaki adalah jaurab atau tasakhiin. kebanyakan sepatu sandal atau sandal jepit tidak masuk kategori khuf ini. Boleh juga jika ada yang sobek/celah kalau sedikit. Menutup telapak kaki secara sempurna dari bawah hingga minimal mata kaki. namun juga sandal dan kaos kaki adalah: ِ ْ َ‫اْلَورب‬ ِ ِ َ ‫َن رس‬ ِ ِ ‫ْي‬ َ ْ ْ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم َم َس َح َعلَى‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َّ ‫َع ِن الْ ُمغ َرية بْ ِن ُش ْعبَةَ أ‬ ِ ْ َ‫والن َّْعل‬ ‫ْي‬ َ Dari al-Mughirah bin Syu’bah bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam mengusap di atas kedua kaos kaki dan kedua sandal (H.R anNasaai) 71 . Sedangkan sandal (yang tidak bisa dilepas kecuali dengan bantuan tangan atau kaki lain) dalam bahasa Arab disebut an-Na’l. na’l. Karena itu. Sedangkan untuk na’l dan jaurab juga ada. Lafadz-lafadz hadits dengan khuf sangat banyak. Berasal dari sesuatu yang mubah. bahkan banyak atsar perbuatan Sahabat Nabi. Sebagai contoh. 5. si pemakai dalam keadaan suci dari hadats besar maupun kecil. khuf artinya adalah sepatu.

beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam mengutus pasukan perang.R Abu Dawud) Namun. waktunya adalah 3 hari 3 malam. beliau memerintahkan untuk mengusap pada surban dan sepatu/kaos kaki penghangat (H. Untuk orang yang tidak safar (mukim) waktunya sehari semalam. Sedangkan untuk yang safar. ِ ِ ُ ‫ث رس‬ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم َس ِريًَّة فَأ‬ ‫َصابَ ُه ْم الْبَ ْرُد فَلَ َّما‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ ‫ال بَ َع‬ َ َ‫َع ْن ثَ ْوبَا َن ق‬ ِ ِ‫صائ‬ ِ ِ ِ ِ ‫ب‬ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم أ ََمَرُه ْم أَ ْن َيَْ َس ُحوا َعلَى الْ َع‬َ ‫قَد ُموا َعلَى َر ُسول اللَّه‬ ِ ‫اخ‬ ‫ْي‬ ِ ‫والتَّس‬ َ َ Dari Tsauban –radhiyallahu anhu. kemudian mereka ditimpa cuaca digin.bertanya kepada beliau 72 . ada batasan waktunya. sekali lagi tidak semua sepatu. Ketika mereka tiba bertemu dengan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. sandal. Apakah Ada Batasan Waktu Bolehnya Mengusap Khuf tersebut? Jawab: Ya. ‫ت‬ ِ ْ ‫اْلُف‬ ْ ‫َسأَ ُْلَا َع ِن الْ َم ْس ِح َعلَى‬ ِ َ َ‫َع ْن ُشَريْ ِح بْ ِن َهانِ ٍئ ق‬ ْ َ‫َّْي فَ َقال‬ ْ ‫ت َعائ َش َة أ‬ُ ‫ال أَتَْي‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِ ِ ِ ٍ ِ‫ك بِابْ ِن أَِِب طَال‬ َ ‫ب فَ َس ْلهُ فَِإنَّهُ َكا َن يُ َساف ُر َم َع َر ُسول اللَّه‬ َ ‫َعلَْي‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ثَََلثََة أَيَّاٍم َولَيَالِيَ ُه َّن لِْل ُم َسافِ ِر‬ ِ ُ ‫ال جعل رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ َ َ َ ‫فَ َسأَلْنَاهُ فَ َق‬ ‫َويَ ْوًما َولَْي لَةً لِْل ُم ِقي ِم‬ Dari Syuraih bin Hani’ beliau berkata: Aku mendatangi Aisyah –radhiyallahu ‘anha. Lihat syarat-syaratnya di atas. dan kaos kaki memenuhi syarat sehingga termasuk dalam hukum khuf.

bisa mengusap di atas khuf lagi.tentang mengusap dua khuf. Kemudian setelah itu khuf kembali boleh dipakai saat kondisi suci. cukup menggunakan sisa air yang masih ada pada telapak tangan. pada saat berwudhu’ khuf harus dilepas dan kaki dicuci. pada saat akan berwudhu’ berikutnya selama khuf belum dilepas. Beliau berkata: Datangilah Ali bin Abi Thalib dan bertanyalah kepadanya karena ia pernah safar bersama Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Apa Dalil yang Menunjukkan Syarat Harus Dalam Kondisi Suci pada Saat Akan Memakainya? Jawab: 73 . Ali berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam menjadikan (batas waktunya) adalah 3 hari 3 malam untuk musafir dan sehari semalam untuk orang yang mukim (tidak safar)(H. cukup dibasahi sedikit. Apakah Ketika Akan Mengusap Khuf tersebut Kita Mengambil Air Tersendiri? Jawab: Tidak perlu.R Muslim) Hitungannya adalah sejak mulai mengusap pertama kali. Tidak perlu mengambil/ menciduk air baru. Dinamakan mengusap. sebagaimana dijelaskan oleh anNawawy dalam al-Majmu’ Syarhul Muhadzdab dan dikuatkan juga oleh Syaikh Ibn Utsaimin. Kecuali jika tangan sudah benar-benar kering. Setelah lewat waktunya. Kemudian kamipun bertanya kepada beliau.

dan ingin mengusap khuf itu saat berwudhu’ berikutnya. selama ia memakai khuf tersebut. seseorang yang akan memakai khuf.R al-Bukhari dan Muslim) Artinya. Kemudian (ketika berwudhu’ dan tiba waktu akan mencuci kaki). Bagaimana Tatacara Mengusap Khuf? Jawab: Telapak tangan yang masih basah diletakkan di atas khuf.‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ِِف َس َف ٍر‬ ِّ ِ‫ت َم َع الن‬ َ ‫َِّب‬ ُ ‫ال ُكْن‬ َ َ‫َع ْن عُ ْرَوَة بْ ِن الْ ُمغِ َريِة َع ْن أَبِ ِيه ق‬ ‫ْي فَ َم َس َح َعلَْي ِه َما‬ ِ ِ ْ َ‫اهرت‬ ِ َ ‫ع ُخفَّْي ِه فَ َق‬ ِ ‫فَأَهوي‬ َ َ‫ال َد ْع ُه َما فَإ ِِّّن أ َْد َخ ْلتُ ُه َما ط‬ َ ‫ت ْلَنْ ِز‬ ُ َْ ْ Dari Urwah bin al-Mughiroh dari ayahnya beliau berkata: Saya bersama Nabi shollallahu alaihi wasallam dalam salah satu safar. Kemudian beliau mengusap di atas keduanya (H. pada saat berwudhu’ tidak perlu lagi melepasnya. dimulai dari bagian jari kaki diperjalankan hingga bagian pangkal telapak kaki. Keduanya diperjalankan bersamaan. Telapak tangan kanan di atas punggung kaki kanan. harus sudah berwudhu’ dulu dengan wudhu’ sempurna (termasuk mencuci kaki). Cukup mengusap di atas kedua khuf itu jika berwudhu’. Dilakukan hanya sekali tidak perlu diulang (al- 74 . karena aku mengenakan keduanya dalam keadaan suci. Nantinya. aku condongkan tubuhku untuk membantu melepaskan sepatu beliau. sedangkan telapak kaki kiri di atas punggung kaki kiri. dan berhadats. Tidak harus mencuci kedua kakinya. namun beliau berkata: Biarkanlah (jangan dilepas). kemudian barulah ia kenakan khuf itu pada saat sudah suci dari hadats.

anNasaai. Kalaupun seseorang melepas khufnya dan mencuci kedua kakinya. 75 . Apakah Kalau Seseorang Junub Ia Masih Bisa Mengusap Di Atas Khuf Saat Berwudhu’? Jawab: Mengusap di atas khuf ketika berwudhu’ hanya bisa dilakukan jika masih terpenuhi syaratnya dan hanya sekedar berhadats kecil. kalau hadats besar (junub). (masih bisa berlaku) jika buang air besar. tidak mengapa. Apakah Hukum Mengusap Khuf Saat Wudhu’ Adalah Wajib? Jawab: Tidak wajib. atau tidur nyenyak. Tapi.beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam memerintahkan kepada kami untuk tidak melepas khuf kami dalam waktu 3 hari 3 malam (untuk musafir. buang air besar. Hanya saja ia melakukan sesuatu yang menyelisihi keutamaan. ia harus melepas khufnya dan mencuci kakinya. kencing. Ibnu Majah) InsyaAllah akan ada pembahasan tentang junub pada bab- bab tersendiri berikutnya (Bab Mandi dan Hukum Junub). dan tidur (H.R atTirmidzi. seperti kencing.Mulakhkhash al-Fiqhiy karya Syaikh Sholih al-Fauzan (1/43)). Itu hanyalah keringanan. ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم يَأْ ُم ُرنَا أَ ْن ََل‬ ِ ُ ‫ال َكا َن رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ َ َ‫ص ْف َوا َن بْ ِن َع َّس ٍال ق‬ َ ‫َع ْن‬ ‫ع ِخ َفافَنَا ثَََلثَةَ أَيَّ ٍام َولَيَالِي ِه َّن إََِّل ِم ْن َجنَابٍَة لَ ِك ْن ِم ْن َغائِ ٍط َوبَ ْوٍل َونَ ْوٍم‬ َ ‫نَْن ِز‬ Dari Shofwan bin Assaal –radhiyallahu anhu. Namun. pent) kecuali jika mengalami janabah (junub).

3. 2. Melepas khuf. 76 .Apa Saja yang Membatalkan Keadaan Menguasap Khuf? Jawab: Masa mengusap khuf menjadi batal karena 3 hal: 1. bisa berlaku lagi periode pengusapan jika ia memakai khuf sudah dalam keadaan suci. Telah habis masa mengusap: sehari semalam untuk mukim dan 3 hari 3 malam untuk musafir. Mengalami junub. Karena jika ia telah mengusap khuf.

Ibnu Majah.R atTirmidzi dan Ibnu Majah.beliau berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam jika akan memasuki kamar kecil berdoa: Allaahumma innii a’udzu bika minal khubutsi wal khobaa-its (Ya Allah sesungguhnya aku 77 . Menjauh/ menutup diri dari pandangan manusia ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ِِف َس َف ٍر َوَكا َن‬ ِ ِ َ ‫ال َخَر ْجنَا َم َع َر ُسول اللَّه‬ َ َ‫َع ْن َجابِ ٍر ق‬ ِ َّ ِ َّ َّ َ ‫ول اللَّ ِه‬ ‫ب فَ ََل يَُرى‬َ َّ‫صلى اللهُ َعلَْيه َو َسل َم ََل يَأِْت الْبَ َر َاز َح ََّّت يَتَ غَي‬ ُ ‫َر ُس‬ Dari Jabir –radhiyallahu anhu.R Abu Dawud. dishahihkan al-Albany) 2. dishahihkan al-Albany) ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم إِ َذا‬ ٍ ِ‫س ب ِن مال‬ َ َ‫ك َر ِض َي اللَّهُ َعْنهُ ق‬ ُّ ِ‫ال َكا َن الن‬ َ ‫َِّب‬ َ ْ ِ َ‫َع ْن أَن‬ ِ ِ‫اْلَبائ‬ ‫ث‬ ِ ْ ‫ك ِمن‬ ِ ِ َّ َ َ‫اْلَََلء ق‬ َ ْ ‫اْلُبُث َو‬ َ َ ‫ال الل ُه َّم إ ِِّّن أَعُوذُ ب‬ َ ْ ‫َد َخ َل‬ Dari Anas bin Malik –radhiyallahu anhu.beliau berkata: Kami keluar bersama Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dalam perjalanan (safar) dan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam tidaklah mendatangi tempat buang air sampai beliau menghilang dan tidak terlihat (H.FIQH TENTANG KENCING ATAU BUANG AIR BESAR Apa Saja Adab-Adab Kencing Atau Buang Air Besar? Jawab: Beberapa adab-adab buang air adalah : 1. Mengucapkan bismillah dan doa masuk toilet ‫ول بِ ْس ِم اللَّ ِه‬ ِ ِ ِْ ‫ِسْت ر ما ب ْي‬ َ ‫آد َم إِذَا َد َخ َل الْ َكن‬ َ ‫يف أَ ْن يَ ُق‬ َ ‫اْل ِّن َو َع ْوَرات بَِِن‬ َ َْ َ ُ Penutup antara (pandangan) Jin dan aurat anak Adam jika akan memasuki kamar kecil adalah dengan mengucapkan : Bismillah (H.

Ibnul Qoyyim. seperti masjid. anNasaai. Dijelaskan dalam hadits Anas bin Malik riwayat al- Bukhari dan Muslim bahwa cincin Nabi adalah dari 78 . anNasaai.R Abu Dawud. Tidak membawa masuk ke dalam toilet benda-benda yang berisi penyebutan ‘Allah’. Nama-nama Allah atau Sifat-Sifat-Nya (Taudhiihul Ahkam (1/303). Sebagian Ulama’ melemahkan. dan al-Albany. hadits ini dinyatakan sah (shahih atau hasan) oleh sebagian para Ulama’ di antaranya atTirmidzi. Ibnu Majah) Hadits tersebut diperselisihkan keshahihannya. di antaranya Abu Dawud. anNawawy. 4. Kaki kanan didahulukan untuk masuk ke tempat yang suci. sebagian Ulama’ memasukkannya dalam qiyas. ُ‫ض َع َخاَتََه‬ ْ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم إِذَا َد َخ َل‬ َ ‫اْلَََلءَ َو‬ ُّ ِ‫ال َكا َن الن‬ َ ‫َِّب‬ ٍ َ‫َع ْن أَن‬ َ َ‫س ق‬ Dari Anas –radhiyallahu anhu-beliau berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam jika masuk ke kamar kecil beliau meletakkan cincinnya (terlebih dahulu) (H. didahulukan kaki (asy-Syarhul Mumti’ ala Zaadil Mustaqni’ (1/108). Demikian juga memakai sandal dimulai dengan kanan. untuk ke tempat-tempat kotor. atTirmidzi. Keluar dari toilet dengan kaki kanan terlebih dahulu. Namun. al- Hakim. dan ketika melepas didahului dengan kiri. Namun. dsb. Tidak ada dalil khusus dalam hal ini. Ibnul Mulaqqin. berlindung kepadaMu dari syaithan laki-laki dan perempuan)(H. Ibnu Hibban. Sebaliknya. al-Mundziri.R al-Bukhari dan Muslim) 3. Mendahulukan kaki kiri untuk masuk ke toilet dibandingkan kaki kanan.

Kalau di Indonesia sebaiknya dirancang menghadap arah Utara atau Selatan. perak bertuliskan “Muhammad Rasulullah”. Nabi shollallahu alaihi wasallam pada saat kencing dan ada orang yang mengucapkan salam pada beliau. seperti di sungai. janganlah tempat buang airnya dirancang menghadap atau membelakangi kiblat. Namun. Cincin itu juga sebagai stempel terhadap surat yang beliau kirim. Tidak menghadap ke arah kiblat atau membelakanginya. Menjawab salam adalah kewajiban. Jika seseorang di tempat terbuka. 5. ‫اجتِ ِه فَ ََل يَ ْستَ ْقبِ ْل الْ ِقْب لَةَ َوََل يَ ْستَ ْدبِْرَها‬ َ ‫َح ُد ُك ْم َعلَى َح‬ َ‫سأ‬ ِ َ َ‫إذَا َجل‬ Jika salah seorang dari kalian duduk untuk menunaikan hajatnya (kencing atau buang air besar) janganlah menghadap ke arah kiblat atau membelakanginya (H. Tidak berbicara ketika kencing atau buang air besar kecuali ada keperluan yang mendesak.R Muslim dari Abu Hurairah) Ketika seseorang sedang/ hendak membangun toilet. ُ ُ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َوُه َو يَب‬ ‫ول فَ َسلَّ َم‬ َ َ‫َع ِن ابْ ِن عُ َمَر ق‬ ِّ ِ‫ال َمَّر َر ُج ٌل َعلَى الن‬ َ ‫َِّب‬ َّ ‫َعلَْي ِه فَلَ ْم يَ ُرَّد َعلَْي ِه‬ ‫الس ََل َم‬ 79 . haram baginya untuk menghadap atau membelakangi kiblat ketika kencing atau buang air besar. dan semisalnya. namun hendaknya diarahkan tidak ke arah kiblat. 6. beliau tidak menjawabnya.

beliau berkata: Seorang laki-laki melewati Nabi shollallahu alaihi wasallam yang sedang kencing. maka tidak mengapa (asy-Syarhul Mukhtashar ala Bulughil Maram libni Utsaimin (2/122)). Tidak kencing pada air yang menggenang. 80 . 8. Larangan tersebut berlaku jika memungkinkan untuk menggunakan tangan kiri.dari Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bahwasanya beliau melarang kencing pada air yang tenang (tidak mengalir)(H. ‫ال ِِف الْ َم ِاء‬ َ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم أَنَّهُ نَ َهى أَ ْن يُب‬ ِ ِ ِ َ ‫َع ْن َجاب ٍر َع ْن َر ُسول اللَّه‬ ‫الراكِ ِد‬ َّ Dari Jabir –radhiyallahu anhuma. jika keadaan tidak memungkinkan. Namun. Laki-laki itu mengucapkan salam.R Muslim dari Abu Qotadah). harus menggunakan tangan kanan. Dari Ibnu Umar –radhiyallahu anhuma. Tidak memegang kemaluan pada saat kencing dengan tangan kanan. namun Nabi tidak menjawab salamnya (H.R Muslim) 9.R anNasaai) 7. tidak mengalir. ‫اْلَََل ِء بِيَ ِمينِه‬ ْ ‫ول َوََل يَتَ َم َّس ْح ِم َن‬ ُ ُ‫َح ُد ُك ْم ذَ َكَرهُ بِيَ ِمينِ ِه َوُه َو يَب‬ ِ َ ‫ََل َيُْس َك َّن أ‬ Janganlah seseorang dari kalian memegang kemaluannya dengan tangan kanan pada saat ia kencing dan jangan beristinja’ dengan tangan kanannya (H. Tidak kencing atau buang air besar di tempat berteduhnya manusia atau di jalan yang dilalui.

Setelah itu. batu. Keluar dari toilet dengan membaca: Ghufroonaka ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َكا َن إِذَا َخَر َج‬ َّ ‫َع ْن َعائِ َشةَ َر ِضي اللَّهُ َعْن َها أ‬ َّ ِ‫َن الن‬ َ ‫َِّب‬ َ ‫ك‬ َ َ‫ِم َن الْغَائِ ِط ق‬ َ َ‫ال غُ ْفَران‬ 81 . dan semisalnya.R Ibnu Hibban dalam Shahihnya) 10. ‫ال الَّ ِذي يَتَ َخلَّى ِِف طَ ِر ِيق‬ َ َ‫ول اللَّ ِه ق‬ ِ َ‫ْي قَالُوا وما اللَّعَّان‬ َ ‫ان يَا َر ُس‬ ََ ِ ْ َ‫اتَّ ُقوا اللَّعَّان‬ ‫َّاس أ َْو ِِف ِظلِّ ِه ْم‬ ِ ‫الن‬ Jauhilah (jangan kencing atau buang air besar) di dua tempat yang terlaknat. atau alat-alat lain yang bisa digunakan untuk membersihkan kemaluan atau lubang dubur dari kencing dan kotoran. Para Sahabat bertanya: Apa itu dua tempat yang terlaknat? Nabi bersabda: di jalan manusia atau tempat berteduh mereka (H. menyiram bekas kencing atau kotoran sampai bersih. seperti bak mandi. Seperti kencing di tempat mandi. َّ ‫صلَّى اهللُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم نَ َهى أَ ْن يَبُ ْو َل‬ ِ ِ ‫الر ُج ُل‬ َ ‫ِب‬ َّ َِّ‫َع ْن َعْبد اهلل بْ ِن اْملغَ َّف ِل أَ َّن الن‬ ِ ُ‫اس يَ ُك ْو ُن مْنه‬ ِ ‫ِِف ُم ْغتَ َسلِ ِه فَِإ َّن َع َّامةَ الْ َو ْس َو‬ Dari Abdullah bin al-Mughoffal bahwasanya Nabi shollallahu alaihi wasallam melarang seseorang kencing di tempat mandinya karena kebanyakan was-was berasal dari itu (H.R Muslim) Juga dilarang untuk kencing atau buang air besar di tempat-tempat yang menyebabkan kesusahan bagi manusia yang lain. Beristinja’ dengan air. bathtub. 11. InsyaAllah. Rincian penjelasan istinja’ akan dijelaskan berikutnya.

Ibnu Majah. dishahihkan al-Hakim. istinja’ artinya: menghilangkan (kotoran) yang keluar dari dua jalan (kemaluan dan dubur) dengan air. ranting pohon. bukan tulang. Dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa Nabi shollallahu alaihi wasallam jika keluar dari toliet beliau mengucapkan : Gufroonaka (semoga ampunan dariMu)(H. Secara istilah. jika sama-sama bisa digunakan. dan semisalnya. dan bisa digunakan untuk istinja’ pada 3 tempat usapan yang berbeda. Hukum istinja’ adalah wajib. Ibnu Hibban. daun. Itu lebih sempurna. secara bahasa artinya memutus/ memotong. kemudian air. menggunakan batu terlebih dahulu. asalkan media itu suci (tidak najis) bukan sesuatu yang dimulyakan. istinja’ menggunakan air dan atau batu (disebut juga istijmar). seperti kertas tisu. boleh menggunakan media lain yang kering dan padat serta bisa digunakan untuk istinja’. Jika ada pilihan menggunakan salah satu. dan semisalnya. al-Albany) (Poin-poin di atas disarikan dari asy-Syarhul Mumti’ ala Zaadil Mustaqni’ dan Shahih Fiqhissunnah) Jelaskan Definisi. air lebih utama. setelah selesai kencing atau buang air besar. Jika tidak ditemukan adanya batu atau air. Adab dan Hukum Terkait Istinja’ Jawab: Definisi Istinja’. batu. atTirmidzi. 82 . Secara asal. anNasaai.R Abu Dawud. Namun.

beristinja’ dengan kurang dari 3 batu. atau beristinja’ dengan tangan kanan. ِْ ‫اْلَََلء فَأ‬ ‫ََح ُل أَنَا َوغُ ََل ٌم‬ َّ ِ َّ َّ َ ‫ول اللَّ ِه‬ ٍ َ‫َع ْن أَن‬ َ ْ ‫صلى اللهُ َعلَْيه َو َسل َم يَ ْد ُخ ُل‬ ُ ‫س قاَ َل َكا َن َر ُس‬ ‫إِ َد َاوًة ِم ْن َم ٍاء َو َعنَ َزًة يَ ْستَ ْن ِجي بِالْ َم ِاء‬ Dari Anas bin Malik –radhiyallahu anhu-beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam masuk ke dalam toilet kemudian aku dan seorang anak kecil –sebaya denganku. atau beristinja’ dengan kotoran (hewan) atau dengan tulang (H. Sebagaimana Anas bin Malik dan seorang Sahabat lain yang masih kecil mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan Nabi ketika akan buang air.‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ُك َّل َش ْي ٍء َح ََّّت‬ َ ‫يل لَهُ قَ ْد َعلَّ َم ُك ْم نَبِيُّ ُك ْم‬ ِ َ َ‫عن س ْلما َن ق‬ َ ‫ال ق‬ َ َ َْ ‫َج ْل لََق ْد نَ َهانَا أَ ْن نَ ْستَ ْقبِ َل الْ ِقْب لَ َة لِغَائِ ٍط أ َْو بَ ْوٍل أ َْو أَ ْن نَ ْستَ ْن ِج َي‬ َ ‫ال أ‬ َ َ‫اْلَِراءَ َة ق‬ َ ‫ال فَ َق‬ ْ ‫َح َجا ٍر أ َْو أَ ْن نَ ْستَ ْن ِج َي بَِرِجي ٍع أ َْو بِ َعظْ ٍم‬ ِ ِ ِ ِ ‫بِالْيَ ِم‬ ْ ‫ْي أ َْو أَ ْن نَ ْستَ ْنج َي بِأَقَ َّل م ْن ثَََلثَة أ‬ Dari Salman –radhiyallahu anhu-.R Muslim) Sebelumnya. hendaknya seseorang mempersiapkan sesuatu yang dibutuhkan untuk istinja’ (seperti air) dan penegak tirai penutup (jika belum ada).R al-Bukhari dan Muslim) Bolehkah Seorang Laki-laki Kencing Berdiri? Jawab: 83 . Beliau telah melarang kami kencing atau buang air besar menghadap kiblat. Beliau beristinja’ dengan air (H.membawa segayung air dan tongkat. dikatakan kepada beliau: Apakah Nabi kalian mengajarkan segala sesuatu sampai masalah buang air? Beliau menjawab: Ya.

R al-Bukhari dan Muslim) Boleh bagi seorang laki-laki kencing berdiri dengan syarat: 1. 2. Apa yang Dilakukan? Jawab: Dalam kondisi demikian. Terdapat atsar Ibnu Umar dan Jabir bin Abdillah yang menunjukkan bahwa jika berada di dalam ruangan. َ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ُسبَاطَ َة قَ ْوٍم فَب‬ ‫ال قَائِ ًما ُُثَّ َد َعا ِِبَ ٍاء‬ ُّ ِ‫ال أَتَى الن‬ َ ‫َِّب‬ َ َ‫َع ْن ُح َذيْ َفةَ ق‬ َّ ‫فَ ِجْئتُهُ ِِبَ ٍاء فَتَ َو‬ َ‫ضأ‬ Dari Hudzaifah –radhiyallahu anhuma. maka aku mendatangi beliau dengan membawa air kemudian beliau berwudhu’ (H. 84 . atau antara dirinya dengan kiblat terdapat penghalang berupa pohon.Boleh. Ini adalah pendapat Imam Malik. Aman dari percikan air yang bisa mengenai tubuh atau pakaiannya. hal itu tidak mengapa. Nabi shollallahu alaihi wasallam pernah kencing dalam keadaan berdiri. dan semisalnya. asy-Syafi’i. Kemudian beliau meminta air. dan Ahmad. boleh bagi dia untuk kencing atau buang air besar menghadap atau membelakangi kiblat jika ia berada di dalam ruangan. kemudian kencing berdiri. (disarikan dari asy-Syarhul Mumti’ ala Zaadil Mustaqni’ (1/116)). bangunan.beliau berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam mendatangi tempat sampah suatu kaum. Aman dari terlihatnya aurat. Jika Seseorang Berada di Dalam Toilet yang Tempat Buang Air-nya Menghadap Atau Membelakangi Kiblat.

Aku melihat setahun sebelum beliau meninggal. ِ ِ ِ ِ َ‫ال رأَيت ابن عمر أَن‬ ‫ول‬ ُ ُ‫س يَب‬ َ َ‫اخ َراحلَتَهُ ُم ْستَ ْقب َل الْقْب لَة ُُثَّ َجل‬ َ َ َ ُ َ ْ ُ ْ َ َ َ‫َص َف ِر ق‬ ْ ‫َع ْن َم ْرَوا َن ْاْل‬ ِ ِ َ َ‫س قَ ْد ُِنِ َي َع ْن َه َذا ق‬ ِ َّ ‫ت يَا أَبَا َعْب ِد‬ َ ‫ال بَلَى إََِّّنَا ُِن َي َع ْن َذل‬ ‫ك‬ َ ‫الر َْحَن أَلَْي‬ ُ ‫إِلَْي َها فَ ُق ْل‬ ِ ِ ‫ك وب‬ ِ ‫ِِف الْف‬ ‫س‬ َ ْ َ َ َ َ‫ضاء فَِإذَا َكا َن بَْي ن‬ َ ْ‫ْي الْقْب لَة َش ْيءٌ يَ ْستُ ُرَك فَ ََل بَأ‬ َ َ dari Marwan al-Ashfar beliau berkata: Saya melihat Ibnu Umar menderumkan hewan tunggangannya menghadap ke arah kiblat kemudian beliau duduk kencing ke arahnya. Maka aku bertanya : Wahai Abu Abdirrahman (Ibnu Umar) bukankah hal itu dilarang? Ibnu Umar menjawab: Yang dilarang hanyalah jika berada di tempat lapang terbuka.beliau berkata: Suatu hari saya naik ke (atas) rumah saudariku Hafshah. Aku melihat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam duduk buang hajat menghadap ke Syam dan membelakangi Ka’bah (H.R al-Bukhari dan Muslim) ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم أَ ْن نَ ْستَ ْقبِ َل الْ ِقْب لَ َة‬ ِ َِ‫ال نَهى ن‬ َ ‫ِب اللَّه‬ ِ ِ ُّ َ َ َ‫َع ْن َجابِ ِر بْ ِن َعْبد اللَّه ق‬ ‫ض بِ َع ٍام يَ ْستَ ْقبِلُ َها‬ ٍ َ َ‫بِبَ ْول فَ َرأَيْتُهُ قَ ْب َل أَ ْن يُ ْقب‬ dari Jabir bin Abdillah beliau berkata Nabiyullah (Muhammad) shollallahu alaihi wasallam melarang seseorang kencing menghadap kiblat. maka tidak mengapa (H. dishahihkan oleh al-Hakim dan dinyatakan oleh adz- Dzahaby sesuai syarat al-Bukhari) ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه‬ ِ َ ‫ت أُخ ِِت ح ْفص َة فَرأَيت رس‬ ِ ِ َ َ‫ع ِن اب ِن عمر ق‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ ُ ْ َ َ َ ْ ‫يت َعلَى بَْي‬ ُ ‫ال َرق‬ ََ ُ ْ َ ‫َّام ُم ْستَ ْدبَِر الْ ِقْب لَ ِة‬ ِ ‫اع ًدا ِْلاجتِ ِه مستَ ْقبِل الش‬ َ ُْ َ َ ِ َ‫وسلَّم ق‬ َ ََ Dari Ibnu Umar –radhiyallahu anhuma. beliau (kencing) menghadap 85 . Jika di antara engkau dengan kiblat ada sesuatu yang menghalangi.R Abu Dawud.

tetap saja menghindari menghadap atau membelakangi kiblat ketika kencing atau buang air besar adalah sesuatu yang lebih utama. Suatu hari Nabi melewati dua pekuburan yang penghuninya disiksa. dishahihkan al-Bukhari. disepakati adz- Dzahaby) Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad menjelaskan bahwa hadits Jabir tersebut bukanlah penghapus hukum sebelumnya secara mutlak. Seseorang yang tidak beristinja’ selesai kencing atau buang air besar telah melakukan dosa besar. Ibnu Khuzaimah. namun penjelasan bahwa hal itu diperbolehkan jika berada di dalam ruangan atau antara dirinya dan kiblat terdapat penghalang (Syarh Sunan Abi Dawud li Abdil Muhsin al-Abbad (1/99)). al-Hakim. dihasankan atTirmidzi. Nabi menjelaskan bahwa salah satunya disiksa karena tidak menjaga diri dari percikan air kencing. hendaknya diarahkan tidak menghadap atau membelakangi kiblat. bagi yang akan membangun toilet. Karena itu.kiblat (H.R Abu Dawud. Dia terancam dengan siksa adzab kubur. Apakah Meninggalkan Istinja’ Termasuk Dosa Besar? Jawab: Ya. ِ ‫ال إِنَّهما لَي ع َّذب‬ ِ ِ ‫ان َوَما‬َ َ ُ َ ُ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم ب َقْب َريْ ِن فَ َق‬ ُّ ِ‫ال َمَّر الن‬ َ ‫َِّب‬ ٍ َّ‫َع ِن ابْ ِن َعب‬ َ َ‫اس ق‬ ‫ِم َن الْبَ ْوِل َوأ ََّما ْاْل َخ ُر فَ َكا َن َيَْ ِشي‬ ‫َح ُد ُُهَا فَ َكا َن ََل يَ ْستَِ ُِت‬ ِ َ ‫يُ َع َّذبَان ِِف َكبِ ٍري أ ََّما أ‬ ‫يم ِة‬ ِ ِ َ ‫بالنَّم‬ 86 . sedangkan yang satunya lagi adalah orang yang suka mengadudomba. Namun.

Salah satu dari keduanya (di masa hidup) tidak menjaga diri dari kencing sedangkan yang lain biasa mengadudomba (H. Beliau bersabda: Sesungguhnya keduanya diadzab. Tidaklah mereka diadzab karena perkara yang besar.R ad-Daraquthny.R al- Bukhari) Rasulullah shollallahu alaihi wasallam juga bersabda: ِ ِ ‫ فَِإ َّن َع َّامةَ َع َذ‬.Dari Ibnu Abbas –radhiyallahu anhuma. Namun. 87 . dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnul Mulaqqin) Apakah Makruh Kencing atau Buang Air Besar Menghadap Ke Arah Matahari Atau Bulan? Jawab: Sebagian Ulama’ Hanabilah memakruhkannya.‫اِ ْستَ ْن ِزُهوا ِمن اَلْب وِل‬ ُ‫اب اَلْ َق ِْْب مْنه‬ َْ َ Jauhilah (percikan) dari kencing. karena kebanyakan adzab kubur berasal darinya (H. yang rajih adalah tidak makruh.beliau berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam melewati dua kubur. karena tidak ada dalil dari Nabi shollallahu alaihi wasallam yang melarang atau membenci hal tersebut sebagaimana penjelasan Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah dalam Miftah Daaris Sa’adah.

BERSIWAK (SIKAT GIGI)

Apakah yang Dimaksud dengan Bersiwak?
Jawab:
Bersiwak adalah proses membersihkan gigi, gusi, dan
mulut. Di masa Nabi, alat yang digunakan kebanyakan
berasal dari dahan pohon al-Araak.

Apakah Keutamaan Bersiwak?
Jawab:
1. Membersihkan mulut dan mendatangkan keridhaan
dari Allah.
ِّ ‫ضاةٌ لِ َّلر‬
‫ب‬ ِ
َ ‫الس َو ُاك َمطْ َهَرةٌ ل ْل َف ِم َم ْر‬
ِّ
Bersiwak membersihkan mulut dan mendatangkan
keridhaan dari Rabb (Allah) (H.R alBukhari)
2. Termasuk bagian dari fitrah
‫اق الْ َم ِاء‬ ُ ‫استِْن َش‬ ِّ ‫ب َوإِ ْع َفاءُ اللِّ ْحيَ ِة َو‬
ْ ‫الس َو ُاك َو‬ ِ ‫ص الشَّا ِر‬ ُّ َ‫َع ْشٌر ِم َن الْ ِفطَْرةِ ق‬
‫اص الْ َم ِاء‬ ِ ِ ِ ِ ِْ ‫ص ْاْلَظْ َفا ِر و َغسل الْب ر ِاج ِم ونَْتف‬
ُ ‫اْلبط َو َح ْل ُق الْ َعانَة َوانْت َق‬ ُ َ ََ ُ ْ َ ُّ َ‫َوق‬
Sepuluh hal termasuk fitrah: mencukur kumis,
membiarkan jenggot, siwak, memasukkan air ke hidung
(saat wudhu’), memotong kuku, mencuci ruas-ruas jari
(saat berwudhu’), mencabut bulu ketiak, mencukur bulu
kemaluan, dan istinja’. (Dalam riwayat dinyatakan
bahwa yang ke sepuluh adalah) berkumur (al-
madhmadhah) dalam wudhu’ (H.R Muslim dari Aisyah)

3. Sholat yang didahului dengan bersiwak sebelumnya
lebih utama dibandingkan sholat tanpa didahului
bersiwak.
‫ْي ِض ْع ًفا‬ ِ ُ َ‫الصَلَِة الَِِّت َلَ يُ ْست‬
َ ْ ‫اك َْلَا َسْبع‬ ُ َ‫الصَلَةِ الَِِّت يُ ْست‬
َّ ‫اك َْلَا َعلَى‬ َّ ‫ض ُل‬
ْ َ‫ف‬
88

Keutamaan sholat yang (didahului) bersiwak
dibandingkan yang tidak bersiwak adalah 70 kali lipat
(H.R al-Hakim, dinyatakan olehnya sesuai syarat
Muslim, disepakati oleh adz-Dzahaby. Dilemahkan
oleh sebagian Ulama di antaranya Yahya bin Ma’in)
Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata:
ٍ ‫ِل ِمن أَ ْن أُصلِّي سبعِْي رْكعةً بِغَ ِري ِسو‬
‫اك‬ ٍ ِ ِ ِ َ‫َْلَ ْن أُصلِّي رْكعت‬
ِ ُّ ‫اك أَح‬
َ ْ َ َ َ ْ َْ َ َ ْ ََّ ‫ب إ‬ َ ‫ْي بس َو‬ َََْ َ
Seandainya aku sholat dua rokaat dengan bersiwak
(sebelumnya) lebih aku sukai dibandingkan aku sholat
70 rokaat tanpa siwak (riwayat Abu Nuaim dalam as-
Siwaak, dinyatakan sanadnya jayyid oleh as-Sakhowy
(al-Maqoshidul hasanah (1/424)
Jalur periwayatan hadits-hadits di atas banyak dan
saling menguatkan sehingga memungkinkan sampai
pada derajat hasan. Wallaahu A’lam.
4. Sangat disenangi dan dicintai Rasulullah shollallahu
alaihi wasallam, bahkan menjelang meninggal dunia,
beliau masih menyempatkan diri untuk meminta
bantuan bersiwak (hadits Aisyah riwayat al-Bukhari)

Kapan Saja Waktu Dianjurkan untuk Bersiwak?
Jawab:
Dianjurkan untuk bersiwak dalam keadaan:
1. Bangun dari tidur
‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم إِ َذا قَ َام ِم َن اللَّْي ِل‬ ُّ ِ‫ال َكا َن الن‬
َ ‫َِّب‬ َ َ‫َع ْن ُح َذيْ َف َة ق‬
ِ ‫السو‬
‫اك‬ ِ
َ ِّ ‫وص فَاهُ ب‬ ُ ‫يَ ُش‬
Dari Hudzaifah –radhiyallahu anhuma- beliau
berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam jika bangun
pada waktu malam menyikat gigi beliau dengan
siwak (H.R al-Bukhari dan Muslim)

89

2. Akan melakukan sholat malam.

ِ
ٌ َ‫صلِّي أَتَاهُ َمل‬
‫ك‬ َ ُ‫اك فَِإنَّهُ إ َذا قَ َام ي‬ َ ُ‫َح ُد ُك ْم م ْن اللَّْي ِل ي‬
َ َ‫صلِّي فَ ْليَ ْست‬ َ ‫إ َذا قَ َام أ‬
ِ َ‫ضع فَاه َعلَى فِ ِيه فَ ََل َُيْرج َشيء ِمن فِ ِيه َّإَل وقَع ِِف ِِف الْمل‬
‫ك‬ َ َ َ ْ ٌْ ُُ ُ ُ َ َ‫فَي‬
Jika salah seorang dari kalian bangun malam
hendak sholat maka bersiwaklah, karena jika ia
bangun sholat, akan datang Malaikat yang akan
meletakkan mulutnya pada mulut orang tersebut.
Tidaklah ada (ucapan) yang keluar dari mulut orang
tersebut kecuali akan masuk pada mulut Malaikat
tersebut (H.R Abu Nuaim, dinyatakan oleh Ibnu
Daqiiqil Ied bahwa para perawinya terpercaya
(atTalkhiisul Habiir (1/242)
3. Akan berwudhu
ٍ ‫اك مع ُكل وض‬ِ ِّ ِ‫َش َّق علَى أ َُّم ِِت َْلَمرتُهم ب‬
‫وء‬ ُ ُ ِّ َ َ ‫الس َو‬ ْ ُ َْ َ ُ ‫لَ ْوََل أَ ْن أ‬
Kalaulah tidak memberatkan umatku, niscaya aku
perintahkan mereka untuk bersiwak bersamaan
dengan wudhu’ (H.R Ahmad, dishahihkan Ibnu
Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan al-Albany)
4. Akan sholat (baik wajib maupun sunnah)
‫ص ََل ٍة‬ ِ ِّ ِ‫َّاس َْلَمرتُهم ب‬
َ ‫الس َواك َم َع ُك ِّل‬ ْ ُ ْ َ ِ ‫َش َّق َعلَى أ َُّم ِِت أ َْو َعلَى الن‬
ُ ‫لَ ْوََل أَ ْن أ‬
Kalaulah tidak memberatkan umatku atau terhadap
manusia, niscaya aku perintahkan mereka untuk
bersiwak setiap sholat (H.R al-Bukhari dan Muslim
dari Abu Hurairah)
5. Akan masuk rumah
ِ ‫السو‬ ِ َّ ِ َّ َّ َ ‫ول اللَّ ِه‬
‫اك‬ َ ِّ ‫صلى اللهُ َعلَْيه َو َسل َم إ َذا َد َخ َل بَْيتَهُ يَْب َدأُ ب‬ ُ ‫َكا َن َر ُس‬

90

Rasulullah shollallaahu alaihi wasallam jika masuk
rumah memulai dengan bersiwak (H.R Ibnu Hibban
dalam shahihnya dari Aisyah)
6. Bau mulut berubah

Apakah Alat Siwak Bisa Diganti dengan Alat Sikat Gigi
dan Pasta Gigi Seperti yang Banyak Dipakai Saat Ini?
Jawab:
Syaikh Ibnu Utsaimin berpendapat bahwa penggunaan
sikat gigi dan pasta gigi telah mencukupi dalam bersiwak
bahkan menjadi lebih bersih. Jika seseorang
menggunakannya maka telah tercapai sunnah. Yang dilihat
dalam hal ini bukanlah alatnya namun perbuatan dan
hasilnya (Fataawa Nuurun alad Darb (116/2)). Namun,
kadangkala menggunakan kedua alat untuk hal yang
berbeda bisa dilakukan. Contohnya, saat akan berwudhu’
di rumah bersiwak dengan sikat dan pasta gigi. Namun,
saat akan masuk ke rumah, jika ingin menjalankan
sunnah bersiwak bisa menggunakan alat siwak dari kayu
yang sudah ma’ruf tersebut.

91

SUNNAH-SUNNAH FITHRAH

Bab sebelumnya adalah tentang bersiwak dan itu termasuk
bagian dari sunnah fitrah. Bab ini akan membahas
sunnah-sunnah fitrah yang lain.

Apa yang Dimaksud dengan Sunnah Fithrah?
Jawab:
Sunnah Fithrah adalah perbuatan-perbuatan terhadap
anggota tubuh yang disyariatkan dalam rangka menjaga
kesucian dan kebersihan, yang telah dicontohkan oleh para
Rasul.
Sunnah-sunnah fithrah itu ada yang hukumnya wajib dan
ada yang mustahab/ sunnah. Semua itu diperintahkan oleh
Allah agar manusia berada dalam kondisi fisik yang terbaik
dan indah.

Apa Saja Sunnah Fithrah itu?
Jawab:
Sunnah fithrah berdasarkan hadits Aisyah dan Abu
Hurairah ada 11, yaitu:
1. Memotong kumis
2. Membiarkan jenggot tumbuh
3. Siwak (sikat gigi)
4. Menghirup air ke dalam hidung
5. Memotong kuku
6. Membersihkan ruas tangan
7. Mencabut bulu ketiak
8. Mencukur bulu kemaluan
9. Istinja’
10. Berkumur (al-madhmadhah)
11. Khitan

92

Bagaimana Hadits Aisyah dan Abu Hurairah tentang
Sunnah Fithrah?
Jawab:
Hadits Aisyah:

ُّ َ‫اق الْ َم ِاء َوق‬
‫ص‬ ُ ‫استِْن َش‬ ِّ ‫ب َوإِ ْع َفاءُ اللِّ ْحيَ ِة َو‬
ْ ‫الس َو ُاك َو‬ ُّ َ‫َع ْشٌر ِم ْن الْ ِفطَْرِة ق‬
ِ ‫ص الشَّا ِر‬

‫اص الْ َم ِاء‬ ِ ِ ِ ِ ِْ ‫ْاْلَظْ َفا ِر و َغسل الْب ر ِاج ِم ونَْتف‬
ُ ‫اْلبط َو َح ْل ُق الْ َعانَة َوانْت َق‬ ُ َ ََ ُ ْ َ
Sepuluh hal termasuk fitrah: mencukur kumis, membiarkan
jenggot, siwak, memasukkan air ke hidung (saat wudhu’),
memotong kuku, mencuci ruas-ruas jari (saat berwudhu’),
mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan istinja’.
(Dalam riwayat dinyatakan bahwa yang ke sepuluh adalah)
berkumur (al-madhmadhah) dalam wudhu’ (H.R Muslim dari
Aisyah)

Hadits Abu Hurairah:
‫س ِم ْن‬ ِ َ َ‫عن أَِِب هري رَة ع ِن النَِِّب صلَّى اللَّه علَي ِه وسلَّم ق‬
ٌ َْ‫س أ َْو َخ‬
ٌ َْ‫ال الْفطَْرةُ َخ‬ َ ََ َْ ُ َ ِّ َ ََْ ُ َْ
ُّ َ‫اْلبِ ِط َوق‬
‫ص الشَّا ِر ِب‬ ِ ِ ِ ِْ ‫الْ ِفطْرِة‬
ِْ ‫ف‬ُ ‫يم ْاْلَظْ َفا ِر َونَْت‬
ُ ‫اْلتَا ُن َواَل ْست ْح َد ُاد َوتَ ْقل‬ َ
Dari Abu Hurairah –radhiyallahu anhu- dari Nabi shollallahu
alaihi wasallam beliau bersabda: Fithrah adalah 5: khitan,
mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu
ketiak, memotong kumis (H.R al-Bukhari dan Muslim dari
Abu Hurairah)

Apa Hukum Khitan?
Jawab:
Khitan disyariatkan baik bagi laki-laki maupun wanita.
Bagi laki-laki hukumnya wajib, karena dengan khitan akan
terpenuhi kesucian dari najis. Karena jika tidak dikhitan,
akan tersisa bekas air kencing pada kulit paling atas yang
93

menutupi kemaluan laki-laki. Sedangkan bagi wanita
hukumnya mustahab (disukai), karena tidak terkait dengan
kesucian dari najis.

Sahabat Nabi Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma
menyatakan:
‫ِّس ِاء‬ ِ ِ ِ ِْ
َ ‫ َمك ُْرَمةٌ للن‬، ‫اْلتَا ُن ُسنَّةٌ ل ِّلر َجال‬
Khitan adalah sunnah (kewajiban) bagi laki-laki dan
pemuliaan bagi wanita (riwayat atThobarony dalam Musnad
asy-Syaamiyyiin no 2697 dengan sanad yang hasan dan
Mu’jamul Kabiir no 12828, diriwayatkan juga secara marfu’
oleh Ahmad, al-Baihaqy, Ibnu Abi Syaibah, dan atThobarony
namun dengan sanad yang lemah, al-Baihaqy menganggap
yang benar adalah mauquf)

Apakah Ada Batasan Waktu tentang Sunnah Fithrah
ini?
Jawab:
Hal-hal yang perlu dipotong seperti kuku, kumis, bulu
kemaluan, dan semisalnya jika sudah panjang hendaknya
dipotong. Batas maksimalnya adalah 40 hari.
Anas bin Malik radhiyallahu anhu menyatakan:

َّ َ‫يم ْاْلَظْ َفا ِر َوق‬ِ ِ َّ ِ َّ َّ َ ‫ول اللَّ ِه‬
‫ص‬ َ ‫صلى اللهُ َعلَْيه َو َسل َم َح ْل َق الْ َعانَة َوتَ ْقل‬ َ َّ‫َوق‬
ُ ‫ت لَنَا َر ُس‬
ِ ِ ِْ ‫ب ونَْتف‬
َ ‫اْلبِط أ َْربَع‬
‫ْي يَ ْوًما َمَّرًة‬ َ َ ِ ‫الشَّا ِر‬
Rasulullah shollallahu alaihi wasallam memberi waktu
kepada kami dalam mencukur bulu kemaluan, memotong
kuku, memotong kumis, dan mencabut bulu ketiak sekali
dalam 40 hari (H.R Abu Dawud, anNasaai, Ahmad)

Bagaimana Sunnah Nabi dalam Memotong Kumis?
94

Jawab:
Kumis boleh dicukur habis, boleh pula dipotong bagian
yang melebihi bibir. Lafadz hadits yang ada sebagian
menggunakan kata Uhfuu dan Inhakuu yang menunjukkan
perintah kumis dicukur habis. Sebagian lafadz hadits ada
yang menyatakan: Qoshshu.. yang artinya dipotong (tidak
dicukur habis). Kedua cara tersebut boleh dilakukan,
sebagaimana pendapat dari al-Imam atThobary.

Minimal, kumis harus dipotong pada bagian yang melebihi
bibir, sehingga tidak dibiarkan sangat panjang hingga bisa
dipilin-pilin.
‫س ِمنَّا‬ ِِِ ِ ْ
َ ‫َم ْن ََلْ يَأ ُخ ْذ م ْن َشاربه فَلَْي‬
Barangsiapa yang tidak mengambil (memotong) kumisnya,
bukanlah bagian dari kami (H.R atTirmidzi, anNasaai,
Ahmad, dan dinyatakan bawa sanadnya kuat oleh al-
‘Ajluny dalam Kasyful Khifa’, dishahihkan al-Albany)

Bolehkah Mencukur Habis Jenggot?
Jawab:
Mencukur habis jenggot atau menyisakannya hingga hanya
sedikit, adalah perbuatan yang menyelisihi Sunnah para
Rasul, Nabi kita Muhammad shollallahu alaihi wasallam,
para Khulafaur Rasyidin dan para Sahabat beliau. Itu
adalah perbuatan kemunkaran.

Nabi memerintahkan untuk membiarkan jenggot tumbuh
dan tidak dipangkas habis. Beliau membedakan antara
kumis yang perlu dipotong dengan jenggot yang semestinya
dibiarkan tumbuh dan tidak dipangkas habis.

َ ‫َّوا ِر‬
‫ب َوأ َْع ُفوا اللِّ َحى‬ َ ‫انْ َه ُكوا الش‬
95

Potonglah kumis, dan biarkanlah jenggot (H.R al-Bukhari
dari Ibnu Umar)
ِ ِ
َ ‫َّوا ِر‬
‫ب َوأ َْوفُوا اللِّ َحى‬ َ ‫َح ُفوا الش‬ َ ‫َخال ُفوا الْ ُم ْش ِرك‬
ْ ‫ْي أ‬
Berbedalah dengan orang-orang musyrikin, potonglah kumis
dan biarkanlah jenggot (H.R Muslim dari Ibnu Umar)
ِ
‫وس‬ ِّ َ ‫َّوا ِر‬
َ ‫ب َوأ َْر ُخوا الل َحى َخال ُفوا الْ َم ُج‬ َ ‫ُجُّزوا الش‬
Potonglah kumis, biarkanlah jenggot. Berbedalah dengan
orang-orang Majusi (H.R Muslim dari Abu Hurairah)

Sedangkan mengambil sedikit dari jenggot, seperti yang
kelebihan dari segenggaman tangan adalah diperbolehkan,
karena dilakukan oleh para Sahabat Nabi, bahkan Sahabat-
Sahabat yang meriwayatkan hadits tersebut.
ِِ ِ
ُ‫َخ َذه‬
َ ‫ض َل أ‬ َ َ‫َوَكا َن ابْ ُن ُع َمَر إِ َذا َح َّج أ َْو ْاعتَ َمَر قَب‬
َ َ‫ض َعلَى ْلْيَته فَ َما ف‬
Ibnu Umar jika haji atau umrah menggenggam jenggotnya,
bagian yang lebih (dari genggaman) diambilnya
(dipotong)(H.R al-Bukhari)

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berpendapat bahwa
perbuatan yang dilakukan oleh Ibnu Umar tersebut tidak
khusus terkait manasik saja (Fathul Baari (10/350))

ِِ ِ ِ
َ ‫ أَنَّهُ َكا َن يَأْ ُخ ُذ م ْن ْلْيَته َما َج َاز الْ ُقْب‬، ‫َع ْن أَِِب ُهَريْ َرَة‬
‫ض َة‬
Dari Abu Hurairah –radhiyallahu anhu- bahwa beliau
mengambil dari jenggotnya yang melebihi genggaman
(riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf, dari jalur
Waki’ dari Syu’bah)

96

Penjelasan sanad atsar Abu Hurairah mengambil dari
jenggotnya yang melebihi genggaman adalah sebagai
berikut. Sanad riwayat tersebut dinyatakan oleh Ibnu Abi
Syaibah:
ِ
َ ُّ‫ َع ْن َع ْم ِرو بْ ِن أَي‬، ‫ َع ْن ُش ْعبَ َة‬، ‫يع‬
‫ َع ْن أَِِب ُهَريْ َرَة‬، َ‫ َع ْن أَِِب ُزْر َعة‬، ‫وب‬ ٌ ‫َحدَّثَنَا َوك‬
Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Syu’bah dari
‘Amr bin Ayyub dari Abu Zur’ah dari Abu Hurairah.
Waki’ (bin al-Jarrah) : termasuk di antara rijaal al-Bukhari
dan Muslim, sehingga sudah pasti terpercaya.
Syu’bah (bin al-Hajjaaj) : digelari dengan Amirul Mu’minin
fil hadits sehingga jelas terpercaya.
‘Amr bin Ayyub : Dimasukkan oleh Ibnu Hibban dalam
kitabnya ats-Tsiqoot (orang-orang yang terpercaya).
Cukuplah dianggap sebagai tsiqoh (terpercaya) karena
Syu’bah meriwayatkan darinya. Karena Syu’bah tidaklah
meriwayatkan kecuali dari orang yang tsiqoh. Perawi lain
yang meriwayatkan dari ‘Amr bin Ayyub adalah Abbas bin
Muhammad ad-Dauriy (seorang yang dinyatakan shoduuq
oleh Abu Hatim arRoziy) dalam Tarikh Baghdad karya al-
Khothiib.
Abu Zur’ah : termasuk di antara rijaal al-Bukhari dan
Muslim, sehingga sudah pasti terpercaya.

Syaikh al-Albany rahimahullah menyatakan: diriwayatkan
dari Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah bahwa keduanya
mengambil bagian dari jenggot yang lebih dari genggaman.
Aku berkata: diriwayatkan oleh al-Khollal dari keduanya
dalam kitabnya ‘atTarojjul’ halaman 11 dengan sanad yang
shahih….( Silsilah al-Ahaadits ad-Dhaiifah (5/379))

97

Yang benar adalah ‘Amr bin Ayyub sebagaimana yang dijelaskan di atas pada riwayat Ibnu Abi Syaibah. pada hakikatnya Syaikh al-Albany menganggap shahih sanad yang di dalamnya ada perawi ‘Amr bin Ayyub. Kesimpulan: Mencukur jenggot sampai habis adalah perbuatan yang menyelisihi Nabi dan dianggap sebagai kemaksiatan (sebagaimana penjelasan Syaikh Sholih Aalusy Syaikh dalam syarh al-Aqidah atThohawiyyah) dan al-Lajnah adDaaimah berfatwa bahwa terus menerus melakukan perbuatan mencukur jenggot (sampai habis) 98 . Sehingga.Setelah kami lihat dalam kitab atTarojjul min kitaabil Jaami’ li Uluumil Imam Ahmad bin Hanbal karya Abu Bakr Ahmad bin Muhammad al-Khollaal cetakan Maktabatul Ma’arif halaman 115 no periwayatan 97 : ‫الربِْي ُع بْ ِن ََْي َي َح َّدثَنَا ُش ْعبَةُ َع ْن ُع َمَر بْ ِن‬ َّ ‫اْلَ َس ِن بْ ِن َح َّسان َح َّدثَنَا‬ ْ ‫أَ ْخبَ َرنَا أَ َْحَ ُد بْ ُن‬ ‫ض َعلَى ِْلْيَتِ ِه فَ َما َكا َن‬ ُ ِ‫ َكا َن أَبُ ْو ُهَريْ َرةَ يَ ْقب‬:‫ال‬ َ َ‫أَيُّوب َح َّدثَنَا أَبُو ُزْر َعةَ بْ ِن َج ِريْ ٍر ق‬ ِ ِ ‫أَس َفل ِمن قَب‬ ُ‫ضته َجَّزه‬َْ ْ َ ْ Telah mengkhabarkan kepada kami Ahmad bin al-Hasan bin Hassaan (beliau berkata) telah menceritakan kepada kami arRobi’ bin Yahya (beliau berkata) telah mengkhabarkan kepada kami Syu’bah bin Umar bin Ayyub (beliau berkata) telah menceritakan kepada kami Abu Zur’ah bin Jarir beliau berkata: Abu Hurairah menggenggam jenggotnya. Dalam perawi riwayat al-Khollal ini disebutkan nama Umar bin Ayyub. apa yang berada di bawah genggamannya beliau memotongnya. dan ini adalah tash-hiif (kesalahan penyebutan).

Apakah Ada Perintah Khusus Nabi untuk Orang yang Baru Masuk Islam? Jawab: Orang yang baru masuk Islam diperintahkan oleh Nabi untuk mandi. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam memerintahkan kepada orang yang masuk Islam untuk 99 .adalah dosa besar. ِ ِ ‫ " يَا‬: ‫ال ِِل‬ َ ‫مت فَ َق‬ ُ َ‫َسل‬ْ ‫صلَّى اهللُ َعلَْيه َو َسلَّ َم فَأ‬ َ ‫ت َر ُس ْو َل اهلل‬ ُ ‫ أَتَْي‬: ‫ال‬ َ َ‫َع ْن قَتَ َادةَ ق‬ ‫صلَّى اهللُ َعلَْي ِه‬ ِ ِ ِ ٍ َ ‫ك َش ْعَر الْ ُك ْف ِر " َوَكا َن َر ُس ْو ُل اهلل‬َ ‫قَتَ َادةُ ا ْغتَ ِس ْل ِِبَاء َو ِس ْد ٍر ا ْحل ْق َعْن‬ ِ ِ َ ْ ‫ُت َوإِ ْن َكا َن ابْ ُن َثَان‬ ً‫ْي َسنَة‬ َ َ‫َو َسلَّ َم يَأْ ُم ُر َم ْن أَ ْسلَ َم أَ ْن َُيْت‬ dari Qotaadah Abu Hisyaam beliau berkata: Saya menemui Rasulullah shollallahu alaihi wasallam untuk masuk Islam dan beliau bersabda kepada saya: “Wahai Qotaadah. mencukur bulu kemaluan. dan berkhitan. Sedangkan memotong bagian jenggot yang lebih dari genggaman adalah perbuatan para Sahabat dan Ulama Salaf. Nabi menyebut bulu kemaluan sebagai ‘rambut kekufuran’ yang perlu dihilangkan. Wallaahu A’lam. Karena itu adalah perbuatan yang terus menerus melakukan penyelisihan terhadap perintah Nabi. Karena dua perawi yang meriwayatkan hadits yaitu Ibnu Umar dan Abu Hurairah justru mencontohkan perbuatan memotong bagian jenggot yang lebih dari genggaman. mandilah dengan air dan daun bidara. Mereka berdua lebih paham tentang maksud hadits yang mereka riwayatkan dibandingkan orang lain. Cukurlah rambut kekafiran”.

dinyatakan oleh al-Haitsamy bahwa para perawinya terpercaya) Bulu Ketiak Bolehkah Dicukur dengan Alat Cukur? Jawab: Secara asal dalam perintah Nabi. Namun. Sebagaimana diisyaratkan dalam sebagian fatwa Imam Ahmad. 100 . bulu ketiak dicabut. jika tidak memungkinkan boleh dicukur dengan alat cukur.R atThobarony dalam al-Mu’jamul Kabiir.berkhitan meski berusia 80 tahun (H.

Apakah wanita juga wajib mandi jika ia mimpi basah? Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Ya. MANDI DAN HUKUM JUNUB Apa Saja yang Menyebabkan Seseorang Wajib Mandi? Jawab : 1. sedangkan jika keluar tidak dengan memancar.R al-Bukhari dan Muslim) Catatan: khusus dalam keadaan terjaga. Mengeluarkan mani dalam keadaan tidur atau terjaga. maka tidak wajib mandi. Jika ia melihat air (mani)(H. seseorang yang mengeluarkan mani hanya wajib mandi jika mengeluarkan maninya secara memancar karena syahwat. 101 . karena sakit atau kedinginan. ‫إََِّّنَا الْ َماءُ ِم َن الْ َم ِاء‬ Hanyalah air (mandi) itu karena air (mani)(H.R Muslim dari Abu Said al-Khudry) ‫ت أ ُُّم ُسلَْي ٍم ْامَرأَةُ أَِِب طَْل َح َة إِ ََل‬ ِِ ْ َ‫ت َجاء‬ ْ َ‫ْي أَن ََّها قَال‬ َ ‫َع ْن أ ُِّم َسلَ َمةَ أ ُِّم الْ ُم ْؤمن‬ ‫ول اللَّ ِه إِ َّن اللَّ َه ََل يَ ْستَ ْحيِي ِم َن‬ ِ ْ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم فَ َقال‬ َ ‫ت يَا َر ُس‬ ِ ِ َ ‫َر ُسول اللَّه‬ ِ ُ ‫ال رس‬ ِ ِِ ُ‫صلَّى اللَّه‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ ‫ت فَ َق‬ ْ ‫اْلَ ِّق َه ْل َعلَى الْ َم ْرأَة م ْن غُ ْس ٍل إِذَا ه َي‬ ْ ‫احتَ لَ َم‬ ْ ِ ْ ‫َعلَْيه َو َسلَّ َم نَ َع ْم إِ َذا َرأ‬ َ‫َت الْ َماء‬ Dari Ummu Salamah ibunda orang beriman bahwasanya beliau berkata: Ummu Sulaim istri Abu Tholhah datang kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam kemudian berkata: Wahai Rasulullah sesungguhnya Allah tidak malu dari al-haq .

Ibnus Sakan. Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda kepada Fathimah bintu Abi Hubaisy: ِِ َّ ‫ضةُ فَ َد ِعي‬ ‫صلِّي‬ ْ ‫الص ََل َة َوإِ َذا أ َْدبََر‬ َ ‫ت فَا ْغتَسلي َو‬ َ ‫اْلَْي‬ ْ ‫ت‬ ْ َ‫فَِإ َذا أَقْ بَ ل‬ Jika datang haid.R Abu Dawud. maka mandilah (H. tinggalkanlah sholat. ‫ب الْغُ ْس ُل‬ ِ َ‫اْلِتَان‬ ْ ‫إِ َذا الْتَ َقى‬ َ ‫اْلَ َش َفةُ فَ َق ْد َو َج‬ ْ ‫ت‬ ْ ‫ان َوتَ َو َار‬ Jika telah bertemu dua (kemaluan) yang dikhitan dan telah masuk kepala kemaluan. Ibnu Hibban. ‫ت الْ َماءَ فَا ْغتَ ِس ْل‬ َ َ‫فَِإ َذا ف‬ َ ‫ض ْخ‬ Maka jika engkau memancarkan air mani (saat terjaga). Setelah berakhirnya darah haid dan nifas. al-Albany) 2. dishahihkan Ibnu Khuzaimah. dishahihkan Ibnu Khuzaimah. Masuk Islamnya seseorang yang sebelumnya kafir. ‫اْل ْس ََل َم‬ ُ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم أُ ِر‬ ِْ ‫يد‬ َّ ِ‫ت الن‬ َ ‫َِّب‬ ُ ‫ال أَتَْي‬ َ َ‫اص ٍم ق‬ ِ ‫س ب ِن ع‬ َ ْ ِ ‫َع ْن قَ ْي‬ ‫فَأ ََمَرِِّن أَ ْن أَ ْغتَ ِس َل ِِبَ ٍاء َو ِس ْد ٍر‬ Dari Qoys bin ‘Ashim beliau berkata: Saya mendatangi Nabi shollallahu alaihi wasallam untuk masuk Islam. Berhubungan suami istri meski tidak sampai mengeluarkan mani.R Ibnu Majah) 3. maka telah wajib mandi (H. mandilah dan kemudian sholatlah (H. kemudian beliau memerintahkan kepadaku untuk mandi dengan air dan daun bidara (H. anNawawi. Jika telah berlalu haid (selesai). dan al-Albany) 4. anNasaai.R Abu Dawud.R al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah) 102 .

jika ia bermimpi (berhubungan suami istri).R Abu Dawud. tidak ada kewajiban mandi baginya. Ahmad) Hadits tersebut para perawinya adalah para perawi dalam - as-Shahih. anNasaai. Sebaliknya. namun tidak mendapati ada yang basah (dari mani). maka wajib mandi. atTirmidzi. Dan beliau ditanya tentang seorang yang merasa telah bermimpi. namun tidak mendapati keluarnya mani setelah bangun tidur. Sedangkan Ibnul Madini. Namun hadits tersebut dikuatkan dengan hadits Ummu Salamah riwayat al-Bukhari dan Muslim bahwa seseorang 103 . namun satu perawi: Abdullah al-Umary diperselisihkan oleh para Ulama’. َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َع ْن‬ ‫الر ُج ِل ََِي ُد الْبَ لَ َل َوََل‬ ِ ُ ‫عن عائِ َشةَ قَالَت سئِل رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ َ ُ ْ َ َْ ‫ال ََل‬َ َ‫احتَ لَ َم َوََل ََِي ُد الْبَ لَ َل ق‬ ْ ‫الر ُج ِل يََرى أَنَّهُ قَ ْد‬َّ ‫ال يَ ْغتَ ِس ُل َو َع ْن‬ َ َ‫احتِ ََل ًما ق‬ ْ ‫يَ ْذ ُك ُر‬ ‫غُ ْس َل َعلَْي ِه‬ Dari Aisyah –radhiyallahu anha. Nabi menyatakan: Ia wajib mandi.Bagaimana Kewajiban Mandi Bagi Orang Yang Tertidur dan Merasa Mimpi Basah Atau Mengeluarkan Mani? Jawab: Jika setelah bangun tidur ia mendapati ada mani darinya. dan Ibnu Hibban melemahkannya. Meski ia tidak merasa bermimpi.beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam ditanya tentang seorang laki- laki yang mendapati ada basah (karena mani) tapi ia tidak merasa bermimpi. Nabi bersabda: Tidak wajib mandi baginya (H. Al-Imam Ahmad dan Yahya bin Ma’in menyatakan: bahwa ia tidak mengapa (bukan perawi lemah).

tidak diucapkan.R Ahmad dari Jubair bin Muth’im. kemudian aku tuangkan ke atas kepalaku.yang terbangun dari tidur baru diwajibkan mandi hanya jika ia melihat keluarnya air (mani). Niat. Bagaimana Tata Cara Mandi yang Sempurna? 104 . Minimal berniat menghilangkan hadats besar. dishahihkan al-Albany) َ ‫ب فَأَفْ ِر ْغهُ َعلَْي‬ ‫ك‬ َ َ‫اْلَنَابَةُ إِنَاءً ِم ْن َم ٍاء ق‬ ْ ‫ال ا ْذ َه‬ ْ ُ‫صابَْته‬ ِ َ َ‫أَ ْن أ َْعطَى الَّذي أ‬ Memberikan bejana berisi air kepada orang yang junub kemudian beliau bersabda: Pergilah dan tuangkan air itu (pada seluruh tubuhmu)(H. Niat adalah terletak di hati. kemudian aku alirkan setelahnya ke sekujur tubuhku (H. ‫يض بَ ْع ُد َعلَى َسائِِر‬ِ ِ ِ َ‫أ ََّما أَنَا ف‬ ُ ‫ب َعلَى َرأْسي ُُثَّ أُف‬ ُّ ‫َص‬ ُ ‫آخ ُذ م ْلءَ َكفِّي ثَََلثًا فَأ‬ ُ ‫َج َس ِدي‬ Adapun aku. Mengalirkan air ke seluruh anggota tubuh. Apa Saja Rukun Mandi? Jawab: Rukun mandi ada 2.R al-Bukhari dari Imran bin Hushain) Kedua rukun itu jika dilaksanakan akan terpenuhi sahnya mandi wajib. aku mengambil air sepenuh genggaman tanganku. dan para perawinya adalah para perawi as-Shahih menurut Abut Thoyyib Muhammad Syamsul Haq penulis Aunul Ma’bud. Bisa juga berniat menghilangkan seluruh hadats baik kecil maupun besar. 2. yaitu: 1.

istri Nabi shollallahu alaihi wasallam) Hadits Aisyah: ‫اْلَنَابَِة‬ ْ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم إِ َذا ا ْغتَ َس َل ِم ْن‬ ِ ُ ‫عن عائِ َشةَ قَالَت َكا َن رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ ْ َ َْ ُ‫ضوءَه‬ َّ ‫يَْب َدأُ فَيَ ْغ ِس ُل يَ َديِْه ُُثَّ يُ ْف ِرغُ بِيَ ِمينِ ِه َعلَى ِِشَالِِه فَيَ ْغ ِس ُل فَ ْر َجهُ ُُثَّ يَتَ َو‬ ُ ‫ضأُ ُو‬ ‫َّع ِر َح ََّّت إِ َذا َرأَى أَ ْن قَ ْد‬ ِ ‫لص ََل ِة ُُثَّ يأْخ ُذ الْماء فَي ْد ِخل أَصابِعه ِِف أ‬ ْ ‫ُصول الش‬ ُ َُ َ ُ ُ َ َ ُ َ َّ ِ‫ل‬ ‫اض َعلَى َسائِِر َج َس ِدهِ ُُثَّ َغ َس َل ِر ْجلَْي ِه‬ ٍ َ ‫استَْب َرأَ َح َف َن َعلَى َرأْ ِس ِه ثَََل‬ َ َ‫ث َح َفنَات ُُثَّ أَف‬ ْ 105 . Dimulai dari bagian kanan.Jawab: Tatacara mandi yang sempurna seperti yang dicontohkan Nabi adalah sebagai berikut: 1. Berniat. Hadits itu adalah hadits Aisyah dan hadits Maimunah (dua orang ibunda orang beriman. 3. kemudian kiri. 6. 5. Apakah Hadits yang Menjadi Patokan Tata Cara Mandi Nabi? Jawab: Ada 2 hadits utama yang menjadi patokan tata cara mandi Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Menyiram air ke sekujur tubuh. Berwudhu’ secara sempurna sebagaimana wudhu’ dalam sholat. 2. 4. kemudian seluruh kepala 7. Menuangkan air dengan telapak tangan kanan ke telapak tangan kiri kemudian mencuci kemaluan dengan telapak tangan kiri. Mencuci kedua telapak tangan. Menyiram kepala 3 kali dengan 3 kali cidukan. Mengambil air dan menyela-nyela rambut pada kepala hingga sampai pori-pori pangkal rambut.

Kemudian beliau mencuci kemaluan beliau.Dari Aisyah –radhiyallahu anha. 106 . beliau menciduk air dengan kedua telapak tangan dan mengguyurkan pada kepala 3 kali.R al- Bukhari dan Muslim) Hadits Maimunah: َ‫ضوءًا ِْلَنَابٍَة فَأَ ْك َفأ‬ ِ ُ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم َو‬ ِ ُ ‫عن ميمونَةَ قَالَت وضع رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ ََ َ ْ ُ َْ ْ َ ‫اْلَائِ ِط‬ْ ‫ض أ َْو‬ ِ ‫ب يَ َدهُ بِ ْاْل َْر‬َ ‫ضَر‬ ِ ْ َ‫بِيَ ِمينِ ِه َعلَى ِِشَالِِه َمَّرت‬ َ َّ‫ْي أ َْو ثَََلثًا ُُثَّ َغ َس َل فَ ْر َجهُ ُُث‬ ‫اض َعلَى َرأْ ِس ِه‬ ِ ‫ضمض واستَ ْن َشق و َغسل وجهه وِذر‬ ِ ْ َ‫َمَّرت‬ َ َ‫اعْيه ُُثَّ أَف‬ َ َ َ ُ َ ْ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ ْ ‫ْي أ َْو ثَََلثًا ُُثَّ َم‬ ‫ت فَأَتَْيتُهُ ِِِب ْرقٍَة فَلَ ْم يُِرْد َها فَ َج َع َل‬ ِ ْ َ‫الْ َماءَ ُُثَّ َغ َس َل َج َس َدهُ ُُثَّ تَنَ َّحى فَغَ َس َل ِر ْجلَْيه قَال‬ ‫ض بِيَ ِد ِه‬ ُ ‫يَْن ُف‬ Dari Maimunah –radhiyallahu anha-beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam meletakkan bejana berisi air untuk mandi janabah. Kemudian beliau memukulkan tangan beliau pada tanah atau dinding dua kali atau 3 kali.beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam jika mandi janabah memulai dengan mencuci kedua tangan beliau kemudian menuangkan air dengan telapak tangan kanan ke telapak tangan kiri. hingga beliau mengira (air) telah menjangkau seluruh (bagian rambut)nya. Kemudian mengambil air dan memasukkan jari-jarinya pada pangkal rambut. Kemudian beliau menciduk dengan telapak tangan kanan diguyurkan pada telapak tangan kiri 2 kali atau 3 kali. kemudian beliau mencuci kedua kakinya (H. Kemudian beliau mengalirkan air pada seluruh anggota tubuh. kemudian mencuci kemaluan beliau kemudian berwudhu’ sebagaimana wudhu’ dalam sholat.

sedangkan hadits Maimunah menjelaskan pada saat berwudhu’ tidak mencuci kaki. sedangkan di hadits Maimunah tidak dijelaskan. Beliau membersihkan sisa air di tubuh dengan tangannya. Cara mandi yang bagaimanapun yang digunakan di antara kedua riwayat hadits dari Ummul Mukminin Aisyah dan Maimunah tersebut keduanya adalah Sunnah Nabi yang bisa diamalkan. Nabi memukulkan tangan ke tanah atau dinding. kemudian di akhir juga mencuci kaki. Kemudian beliau bergeser tempat. Kemudian mengguyurkan air pada kepala beliau. tapi beliau tidak menginginkannya. sedangkan di hadits Aisyah tidak disebutkan hal tersebut. menghirup air ke hidung (dan mengeluarkanny). 107 . 2. namun diakhirkan mencuci kaki setelah mencuci seluruh tubuh. yang ada adalah mengguyurkan air pada kepala. mencuci wajah dan kedua tangan hingga siku.Kemudian beliau berkumur. Perbedaan yang ada pada tatacara di hadits Aisyah dengan Maimunah adalah: 1. 3. Pada hadits Aisyah ketika berwudhu’ dilakukan secara sempurna (termasuk mencuci kaki). Maimunah berkata: Kemudian saya mendatangi beliau dengan membawa sepotong kain (semacam handuk). kemudian mencuci kakinya. Di hadits Aisyah dijelaskan proses menyela-nyela rambut dengan jari jemari hingga air sampai pada pangkal rambut. Pada hadits Maimunah di bagian wudhu’ tidak ada mengusap kepala. (H. Di hadits Maimunah disebutkan bahwa pada saat membersihkan telapak tangan kiri (setelah mencuci kemaluan). 4.R al-Bukhari) Sedikit perbedaan pada tatacara dari kedua hadits di atas menunjukkan bolehnya menggunakan macam yang berbeda-beda pada tiap waktu. Kemudian beliau mencuci (seluruh) tubuhnya.

R atTirmidzi. boleh. Sedangkan hadits larangan menggunakan air hangat untuk berwudhu’ atau mandi adalah hadits yang lemah. wudhu’ mana lagi yang lebih sempurna dibandingkan mandi? (H. Boleh seseorang berwudhu’ atau mandi dengan air hangat selama air yang digunakan suci dan air tersebut bisa dialirkan pada seluruh anggota tubuh. Bolehkah Ia Langsung Sholat Tanpa Berwudhu’? Jawab: Ya. Sebagaimana telah dijelaskan dalam bab tentang air terdahulu. dishahihkan oleh al- Hakim dan al-Albany) Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata: ‫َسبَ ُغ ِم َن الْغُ ْس ِل‬ ٍ ‫َي و‬ ِ ‫ك ب ع َد أَ ْن تَ ْق‬ ْ ‫ضوء أ‬ ُ ُ ُّ ‫ك فَأ‬ َ َ‫ض َي غُ ْسل‬ َّ ََ‫إِ َذا ََلْ َت‬ ْ َ َ ‫س فَ ْر َج‬ Jika engkau tidak menyentuh kemaluan setelah selesai mandi. Jika Seseorang Telah Mandi dan Berniat Menghilangkan Hadats Besar dan Kecil Sekaligus. boleh. anNasaai. 108 . maka ia wajib untuk wudhu’ sebelum sholat. Jika seseorang ketika mandi berniat menghilangkan hadats besar dan kecil sekaligus. Meski di dalam mandi-nya tidak mengandung wudhu’. Ibnu Majah. َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َكا َن َلَ يَتَ َو‬ ‫ضأُ بَ ْع َد الغُ ْس ِل‬ َّ ‫ أ‬، َ‫َع ْن َعائِ َشة‬ َّ ِ‫َن الن‬ َ ‫َِّب‬ Dari Aisyah –radhiyallahu anha. maka selesai mandi ia bisa langsung sholat tanpa harus berwudhu’ lagi.bahwa Nabi shollallahu alaihi wasallam tidaklah berwudhu’ setelah mandi (H.Bolehkah Mandi Wajib dengan Air Hangat? Jawab: Ya.R Abdurrozzaq dalam Mushonnaf) Kecuali jika setelah mandi ia berhadats kecil.

2. sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas bahwa thowaf adalah seperti sholat kecuali di dalamnya boleh berbicara. karena seseorang yang mengalami junub/ janabah sebelum mandi ia berada ‘jauh’ dari tempat –tempat peribadatan sholat. Thowaf di Baitullah. Memegang atau menyentuh mushaf al-Quran. Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang larangan membaca al-Quran bagi seorang yang junub mengandung kelemahan. Seseorang yang junub dilarang untuk berdiam diri di masjid. Tinggal/ berdiam diri di masjid. Sholat (Q. kecuali jika sekedar lewat. Membaca al-Quran meski tanpa menyentuh mushaf. yang mengharuskan mandi wajib. Apa Saja yang Tidak Boleh Dilakukan Oleh Orang yang Junub? Jawab: Hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang junub adalah: 1. Makna janabah secara bahasa tersebut memiliki keterkaitan dengan makna secara istilah. 4.S al-Maidah:6). Seperti yang disebutkan dalam al-Quran: 109 . 3. namun jika digabungkan bisa dijadikan sebagai hujjah (Syarh Sunan Abi Dawud li Abdil Muhsin al-Abbad (2/175)).Apa yang Dimaksud dengan Junub/ Janabah? Jawab: Janabah secara bahasa artinya jauh. 5. janabah adalah keadaan seseorang setelah mengeluarkan mani atau berhubungan seksual. Secara istilah. sebagaimana dijelaskan pada pembahasan wudhu’.

ُ‫صلَّى اهلل‬ ِ ِ ِ ْ ‫ت ِرج ًاَل ِمن أ‬ َ ‫َص َحاب َر ُسول اللَّه‬ ْ َ ُ ْ‫ َرأَي‬:‫ال‬َ َ‫ ق‬، ‫َع ْن َعطَ ِاء بْ ِن يَ َسار‬ ‫الص ََل ِة‬ ِ ِِ ِ ِ ُ ‫َعلَْيه َو َسلَّ َم ََْيل ُسو َن ِِف الْ َم ْسجد َوُه ْم ُُْمنبُون؛ إِذَا تَ َوضَّئُوا ُو‬ َّ َ‫ضوء‬ Dari Atha’ bin Yasaar beliau berkata: Aku melihat para lelaki dari kalangan Sahabat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam duduk di masjid dalam keadaan junub jika mereka (terlebih dahulu) berwudhu sebagaimana wudhu’ sholat (H. diperbolehkan bagi seseorang yang junub untuk berdiam di masjid jika ia berwudhu’.R Abu Dawud. Namun. dihasankan Ibnul Qoththon. sampai ia mandi (Q. dilemahkan sebagian Ulama’) Larangan berdiam diri di masjid bagi wanita haid dan orang yang junub ini adalah pendapat al-Imam Malik dan asy-Syafi’i (Syarhus Sunnah karya al-Baghowy (2/45)).S anNisaa’:43) Disebutkan dalam hadits: ٍ ُ‫ض وََل ُجن‬ ِِ ِ ِ ِ ‫ب‬ َ ٍ ‫فَإ ِِّّن ََل أُح ُّل الْ َم ْسج َد ْلَائ‬ Sesungguhnya aku tidak menghalalkan masjid bagi wanita haid dan orang yang junub (H. ‫َوََل ُجنُبًا إََِّل َعابِ ِري َسبِ ٍيل َح ََّّت تَ ْغتَ ِسلُوا‬ Dan tidak boleh bagi seorang junub kecuali jika sekedar lewat.R Said bin Manshur) Apakah Seorang Wanita yang Mengikat Rambutnya Harus Mengurainya Saat Mandi Janabah? Jawab: 110 . dishahihkan Ibnu Khuzaimah.

‫ضهُ لِغُ ْس ِل‬ ِ ُ ‫ض ْفَر َرأْسي فَأَنْ ُق‬ ُ ‫ول اللَّ ِه إِ ِِّّن ْامَرأَةٌ أ‬ َ ‫َش ُّد‬ َ ‫ت يَا َر ُس‬ ُ ‫ت قُ ْل‬ ْ َ‫َع ْن أ ُِّم َسلَ َم َة قَال‬ ِ ِ ٍ ِ ‫يضْي َعلَي‬ ‫ك‬ ِ ‫يك أَ ْن ََْتثِي َعلَى رأْ ِس‬ ِ ‫ال ََل إََِّّنَا يك‬ ِ ‫ْف‬ َ َ‫اْلَنَابَِة ق‬ ْ َ ‫ث َحثَيَات ُُثَّ تُف‬ َ ‫ك ثَََل‬ َ َ َ ْ َ ‫الْ َماءَ فَتَطْ ُه ِر‬ ‫ين‬ Dari Ummu Salamah beliau berkata: Wahai Rasulullah.Pada mandi janabah. Sesungguhnya cukup bagimu untuk menciduk air 3 kali cidukan di atas kepalamu kemudian engkau alirkan (air) ke sekujur tubuhmu. seseorang wanita hendaknya mengurai rambutnya yang terikat. Apakah aku harus mengurainya saat mandi janabah? Nabi bersabda: Tidak. karena dalam hadits Asma’ yang diriwayatkan Muslim.R Ibnu Majah. maka engkau akan suci.R Muslim) Sedangkan pada mandi haid/ nifas. ِ ‫ال َْلا وَكانَت حائِضا انْ ُق‬ ‫ضي َش ْعَر ِك‬ ِ َّ ‫َع ْن َعائِ َش َة أ‬ ً َ ْ َ َ َ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم ق‬ َّ ِ‫َن الن‬ َ ‫َِّب‬ )‫َوا ْغتَ ِسلِي (رواه ابن ماجه‬ Dari Aisyah –radhiyallahu anha. atau beliau bersabda: maka saat itu engkau menjadi suci (H. Asalkan dipastikan air sampai pada pori-pori pangkal rambut.bahwa Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda kepada beliau saat beliau haid: urailah rambutmu dan mandilah (H. 111 . seorang wanita tidak harus mengurai rambutnya yang terikat. Nabi tidak menyebutkan keharusan mengurai rambut saat Asma’ bertanya tentang tata cara mandi haid. asalnya dari riwayat al-Bukhari dan Muslim) Hanya saja hal itu tidak wajib. sesungguhnya aku adalah wanita yang lebat rambutnya.

bersuci dengannya. Nabi menyatakan: hendaknya ia ikutkan bekas-bekas darah (haid). Kemudian mengguyurkan air. Asma’ juga bertanya kepada Nabi tentang mandi janabah.R Muslim). Nabi bersabda: Ia ambil air kemudian bersuci dengan sebaik- baiknya kemudian mengguyurkan air di atas kepalanya. kemudian mengurut bagian kepala hingga air sampai pada pori-pori pangkal rambut di kepala. Asma’ bertanya: Bagaimana bersuci dengannya. Kemudian mengguyurkan air (ke sekujur tubuh) (H. Nabi mengatakan: Subhanallah. Aisyah mengatakan: sepertinya ia tidak memahaminya.‫ال‬ ِ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َع ْن غُ ْس ِل الْ َم ِح‬ َ ‫يض فَ َق‬ َّ ِ‫ت الن‬ َ ‫َِّب‬ ْ َ‫َْسَاءَ َسأَل‬ َّ ‫َع ْن َعائِ َشةَ أ‬ ْ ‫َن أ‬ ‫ب َعلَى َرأْ ِس َها‬ ُّ ‫ص‬ ُ َ‫ور ُُثَّ ت‬ ِ ِ ِ َ ‫تَأْ ُخ ُذ إ ْح َدا ُك َّن َماءَ َها َوس ْد َرتَ َها فَتَطَ َّه ُر فَتُ ْحس ُن الطُّ ُه‬ ِ ِ ِ ً‫صة‬َ ‫ب َعلَْي َها الْ َماءَ ُُثَّ تَأْ ُخ ُذ ف ْر‬ ُّ ‫ص‬ُ َ‫يدا َح ََّّت تَْب لُ َغ ُش ُؤو َن َرأْس َها ُُثَّ ت‬ ً ‫فَتَ ْدلُ ُكهُ َدلْ ًكا َشد‬ ‫ين ِِبَا‬ ِ َّ َ ‫ال ُسْب َحا َن الله تَطَ َّه ِر‬ َ ‫ف تَطَ َّه ُر ِِبَا فَ َق‬َ ‫ت أ َْْسَاءُ َوَكْي‬ ِ ْ َ‫ُمَُ َّس َكةً فَتَطَ َّه ُر ِبَا فَ َقال‬ َ ‫اْلَنَابَِة فَ َق‬ ‫ال‬ ْ ‫ْي أَثََر الدَِّم َو َسأَلَْتهُ َع ْن غُ ْس ِل‬ ِ َ ِ‫فَ َقالَت عائِ َشةُ َكأَنَّها َُّتْ ِفي َذل‬ َ ‫ك تَتَبَّع‬ َ َ ْ ِ ِ ِ ُ‫ب َعلَى َرأْس َها فَتَ ْدلُ ُكه‬ ُّ ‫ص‬ َ ‫ور أ َْو تُْبل ُغ الطُّ ُه‬ ُ َ‫ور ُُثَّ ت‬ َ ‫تَأْ ُخ ُذ َماءً فَتَطَ َّه ُر فَتُ ْحس ُن الطُّ ُه‬ ِ ِ )‫يض َعلَْي َها الْ َماء (رواه مسلم‬ ُ ‫َح ََّّت تَْب لُ َغ ُش ُؤو َن َرأْس َها ُُثَّ تُف‬ Dari Aisyah –radhiyallahu anha. 112 . Nabi bersabda: Salah seorang dari kalian mengambil air dan daun bidara dan bersuci dengan sebaik- baiknya kemudian mengguyurkan air di atas kepalanya dan mengurutnya dengan keras hingga sampai pada pangkal rambutnya. kemudian ia mengambil kapas/ pembalut yang diberi wewangian kemudian membersihkan (kemaluannya) dengannya.bahwasanya Asma’ bertanya kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam tentang mandi haid.

R al-Bukhari).Ibnu Qudamah dalam al-Mughni berpendapat bahwa mengurai rambut pada mandi haid itu tidak wajib. sesungguhnya seorang mukmin tidaklah najis (H. Nabi shollallahu alaihi wasallam tidak mengharuskan Abu Hurairah untuk bersegera mandi ketika bertemu dengan beliau. sebenarnya Nabi tidak mengharuskannya. maka tidak harus baginya untuk bersegera mandi hingga ketika ia akan sholat. seperti sholat atau membaca al-Quran dan semisalnya. Sedangkan al-Imam asy-Syafi’i dalam al-Umm tidak membedakan antara mandi janabah dengan haid pada wanita. Pembedaan antara mandi janabah dengan mandi haid bagi wanita tersebut berdasarkan pendapat al-Imam Ahmad. Contoh: jika seseorang junub setelah sholat Isya’. Apakah Seseorang Ketika Junub Wajib untuk Segera Mandi? Jawab: Tidak wajib untuk bersegera mandi jika memang dalam waktu dekat ia tidak melakukan ibadah yang mengharuskan suci. Nabi menyatakan: Subhaanallah. Baik sholat sunnah ataupun sholat wajib Subuh. Namun. Abu Hurairah sendiri merasa tidak suka jika duduk bersama Nabi dalam keadaan tidak suci. Ibnu Hajar al-Asqolaany menyatakan: di dalam hadits tersebut terdapat dalil bolehnya mengakhirkan mandi dari awal kewajibannya (Fathul Baari (1/391)) 113 .

Hal itu menunjukkan boleh.Hanya saja seseorang yang junub jika akan makan atau tidur disunnahkan (sebaiknya) berwudhu’ terlebih dahulu.R Abu Dawud. ‫ب ِم ْن َغ ِْري‬ ِ ٌ ُ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم يَنَ ُام َوُه َو ُجن‬ ِ ُ ‫عن عائِ َش َة قَالَت َكا َن رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ ْ َ َْ َّ َ‫أَ ْن ََي‬ ً‫س َماء‬ Dari Aisyah-radhiyallahu anha.R Muslim) Nabi shollallahu alaihi wasallam juga pernah tidur dalam keadaan junub tanpa berwudhu atau mandi. keadaan junub tanpa mandi atau berwudhu’ tersebut semestinya tidak dilakukan sering.beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam jika beliau junub dan ingin makan atau minum beliau berwudhu sebagaimana wudhu dalam sholat (H. dishahihkan al-Albany) Namun. demikian juga kita akan kehilangan keutamaan tidur dalam keadaan suci (sebagaimana disebutkan pada bab Berwudhu’) ‫الز ْع َفَر ِان‬ َّ ِ‫ض ِّم ُخ ب‬ ِ ْ :ُ‫ثَََلثَةٌ ََل تَ ْقَربُ ُه ُم الْ َم ََلئِ َكة‬ َ َ‫ َوالْ ُمت‬،‫ َوالْ َكاف ُر‬،‫ب‬ ُ ُ‫اْلُن‬ 114 . Karena Malaikat rahmat menjauh dari seorang yang junub. ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم إِ َذا َكا َن ُجنُبًا فَأ ََر َاد أَ ْن‬ ِ ُ ‫عن عائِ َشةَ قَالَت َكا َن رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ ْ َ َْ َّ ِ‫ضوءَهُ ل‬ ‫لص ََل ِة‬ َّ ‫يَأْ ُك َل أ َْو يَنَ َام تَ َو‬ ُ ‫ضأَ ُو‬ Dari Aisyah –radhiyallahu anha.beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam tidur dalam keadaan junub tanpa menyentuh air (sebelumnya)(H.

Ada 3 kelompok yang tidak didekati Malaikat: junub. Beliau mandi pada setiap istri tersebut. anNasaai. Mandi Jumat ِ ِ ْ ‫ضأَ ي وم‬ ‫ض ُل‬ ْ ‫اْلُ ُم َعة فَبِ َها َون ْع َم‬ َ ْ‫ت َوَم ْن ا ْغتَ َس َل فَالْغُ ْس ُل أَف‬ َ ْ َ َّ ‫َم ْن تَ َو‬ Barangsiapa yang berwudhu’ pada hari Jumat. Mandi setiap selesai berjimak (berhubungan suami istri) ‫ات يَ ْوٍم َعلَى نِ َسائِِه‬ َ ‫اف َذ‬ َ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ط‬ َ ‫َِّب‬َّ ِ‫َن الن‬َّ ‫َع ْن أَِِب َرافِ ٍع أ‬ ‫ول اللَّ ِه أَََل ََْت َعلُهُ غُ ْس ًَل‬ َ ‫ت لَهُ يَا َر ُس‬ ُ ‫ال قُ ْل‬ َ َ‫يَ ْغتَ ِس ُل ِعْن َد َه ِذ ِه َو ِعْن َد َه ِذ ِه ق‬ ‫ب َوأَطْ َه ُر‬ ِ‫و‬ ُ َ‫ال َه َذا أ َْزَكى َوأَطْي‬ َ َ‫اح ًدا ق‬ َ Dari Abu Rafi’ bahwasanya Nabi shollallahu alaihi wasaallam berkeliling (berhubungan suami istri) dengan isteri-isterinya pada suatu hari.R Abu Dawud dan Ahmad dari Abu Hurairah) 3. Barangsiapa yang mandi. maka itu adalah baik. atTirmidzi.R atThobarony dari Ibnu Abbas dengan sanad yang shahih) Apa Saja yang Termasuk Mandi Sunnah? Jawab: Disukai (mustahab) mandi dalam beberapa keadaan: 1. dan barangsiapa yang memanggulnya. Ahmad. Mandi setelah memandikan jenazah َّ ‫ت فَ ْليَ ْغتَ ِس ْل َوَم ْن ََحَلَهُ فَ ْليَتَ َو‬ ْ‫ضأ‬ َ ِّ‫َم ْن َغ َّس َل الْ َمي‬ Barangsiapa yang memandikan jenazah hendaknya mandi. Aku bertanya kepada beliau: 115 . kafir. dan seorang laki-laki yang memakai (minyak) za’faran (H. Ibnu Majah. maka mandi adalah lebih utama (H.R Abu Dawud. dihasankan sanadnya oleh al-Bushiry) 2. maka hendaknya berwudhu’ (H.

4.R Muslim) Tahapannya dari yang paling utama: a. Berwudhu setiap selesai berhubungan dan diakhiri dengan mandi. c.R Abu Dawud) Boleh juga sekedar berwudhu’ pada setiap akan melakukan hubungan suami istri berikutnya. dihasankan sanadnya oleh al-Bushiry dan al-Albany) Mandi setiap kali berjimak adalah lebih utama. Boleh juga dicukupkan dengan satu kali mandi di akhir setelah beberapa kali berhubungan suami istri.R Abu Dawud. Wahai Rasulullah. tidakkah anda menjadikan hanya satu kali mandi saja (di akhir)? Beliau bersabda: Ini lebih suci dan lebih baik (H. Mandi pada setiap selesai berhubungan b. Sebagaimana dalam hadits Anas bin Malik: ‫ات يَ ْوٍم َعلَى نِ َسائِِه‬ َ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ط‬ َ ‫اف َذ‬ ِ َ ‫َن رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َّ ‫س أ‬ٍ َ‫َع ْن أَن‬ ‫اح ٍد‬ ِ ‫ِِف غُس ٍل و‬ َ ْ Dari Anas –radhiyallahu anhu.bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam suatu hari berkeliling pada istri-istri beliau dengan satu kali mandi (H. Mandi setiap akan sholat bagi wanita yang mengalami istihadhah (keluar darah penyakit). َّ ‫َح ُد ُك ْم أ َْهلَهُ ُُثَّ بَ َدا لَهُ أَ ْن يُ َعا ِوَد فَ ْليَتَ َو‬ ُ ‫ضأْ بَْي نَ ُه َما ُو‬ ِ ‫ضوءًا‬ َ ‫إ َذا أَتَى أ‬ Jika seseorang mendatangi istrinya kemudian akan mengulangi (hubungan suami istri) maka berwudhu’lah (H. Mandi sekali di akhir. 116 .

istri Nabi shollallahu alaihi wasallam bahwa Ummu Habibah mengalami istihadhah selama 7 tahun. Kemudian Nabi memerintahkan kepadanya untuk mandi. serta mengakhirkan sholat Maghrib dan mengawalkan Isya dalam 1 kali mandi.R al-Bukhari) Bisa juga mengakhirkan sholat Dzhuhur dan mengawalkan sholat Ashar dalam 1 kali mandi.bahwa seorang wanita mengalami istihadhah di masa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam kemudian ia diperintah untuk memajukan sholat Ashar dan mengakhirkan sholat Dzhuhur dan mandi untuk keduanya sekali. ِ َ‫َن أ َُّم حبِيبة‬ ِ ِ ‫ت َسْب َع‬ ْ ‫يض‬ َ ‫استُح‬ ْ َ َ َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم أ‬ َ ‫ِب‬ ِّ َِّ‫َع ْن َعائ َشةَ َزْو ِج الن‬ ‫ك فَأ ََمَرَها أَ ْن تَ ْغتَ ِس َل‬ ِ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َع ْن َذل‬ ِ َ ‫ِسنِْي فَسأَلَت رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ ْ َ َ ‫ص ََل ٍة‬ ِ ِ ِ َ ‫ت تَ ْغتَس ُل ل ُك ِّل‬ْ َ‫ال َه َذا ع ْر ٌق فَ َكان‬َ ‫فَ َق‬ Dari Aisyah –radhiyallahu anha. Kemudian ia bertanya kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam tentang hal itu. ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه‬ ِ ِ ِ ِ ‫عن عائِ َشةَ قَالَت‬ َ ‫ت ْامَرأَةٌ َعلَى َع ْهد َر ُسول اللَّه‬ ْ ‫يض‬ َ ‫استُح‬ ْ ْ َ َْ ‫صَر َوتُ َؤ ِّخَر الظُّ ْهَر َوتَ ْغتَ ِس َل َْلَُما ُغ ْس ًَل َوأَ ْن تُ ُؤ ِّخَر‬ ِ ْ ‫َو َسلَّ َم فَأُمَر‬ ْ ‫ت أَ ْن تُ َع ِّج َل الْ َع‬ ُّ ِ‫ص ََلة‬ ِ ِ ِ ِ ‫الصْب ِح غُ ْس ًل‬ َ ‫ب َوتُ َع ِّج َل الْع َشاءَ َوتَ ْغتَس َل َْلَُما غُ ْس ًَل َوتَ ْغتَس َل ل‬ َ ‫الْ َم ْغ ِر‬ Dari Aisyah –radhiyallahu anha. (Ia juga diperintah) untuk mengakhirkan Maghrib dan memajukan sholat Isya dan mandi untuk keduanya 117 . Maka Ummu Habibah mandi setiap (akan) sholat (H. Nabi bersabda: sesungguhnya itu adalah urat (yang terputus).

R Abu Dawud. Beliau menyatakan bahwa Nabi shollallahu alaihi wasallam melakukan hal itu (H. Mandi ketika akan ihram untuk Umrah atau Haji. Mandi ketika akan masuk Makkah َّ‫ك َع ْن التَّ ْلبِيَ ِة ُُث‬ ِ ْ ‫ال كان ابن عمر ر ِضي اللَّه عن هما إِذا دخل أَدَن‬ ِ َ ‫اْلََرم أ َْم َس‬ َ ْ َ َ َ َ َ ُ َْ ُ َ َ َ َ ُ ُ ْ َ َ َ َ‫َع ْن نَاف ٍع ق‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِ َِ‫َن ن‬ ُ ‫الصْب َح َويَ ْغتَ ِس ُل َوَُيَد‬ ُّ ‫صلِّي بِِه‬ ِ ِ ِ ِ‫يب‬ َ ‫ِب اللَّه‬ َّ َّ ‫ِّث أ‬ َ ُ‫يت بذي ط ًوى ُُثَّ ي‬ ُ َ ‫ك‬ ِ َ ‫َكا َن يَ ْف َع ُل ذَل‬ Dari Nafi’ beliau berkata: Ibnu Umar radhiyallahu anhuma jika masuk mendekati tanah Haram beliau berhenti bertalbiyah kemudian bermalam di Dzi Thuwa kemudian sholat Subuh dan mandi.R Malik dalam al- Muwaththa’) 7. dan mandi sekali untuk sholat Subuh (H. sekali.R al-Bukhari) 6. Nabi perintahkan beliau untuk mandi. Mandi ketika akan sholat Ied ‫َن َعْب َد اللَّ ِه بْ َن ُع َمَر َكا َن يَ ْغتَ ِس ُل يَ ْوَم الْ ِفطْ ِر قَ ْب َل أَ ْن يَ ْغ ُد َو إِ ََل‬ َّ ‫َع ْن نَافِ ٍع أ‬ ‫صلَّى‬ َ ‫الْ ُم‬ Dari Nafi’ bahwasanya Abdullah bin Umar mandi pada hari Iedul Fithri sebelum berangkat menuju musholla (tanah lapang sholat Ied)(H. beristitsfar (memberikan semacam pembalut pada tempat keluarnya darah). dan berihram ‫َح ِرِمي‬ ٍ ‫استَثْ ِف ِري بِثَو‬ ْ ‫ب َوأ‬ ِِ ْ ‫ا ْغتَسلي َو‬ ْ 118 . dishahihkan al-Albany) 5. Sebagaimana ketika Asma’ bintu ‘Umais melahirkan Muhammad bin Abi Bakr dalam perjalanan haji.

beristitsfar dengan pakaian. kemudian mandi lagi.. Ketika beliau siuman beliau mandi kemudian pingsan. Sebagaimana yang dilakukan Nabi shollallahu alaihi wasallam saat sakit parah. Kemudian beliau mandi. Mandi ketika terbangun (siuman) dari pingsan. Mandilah. Kamipun melakukannya. Kemudian 119 .R Malik dalam al-Muwaththa’) 9..R Muslim dari Jabir) 8. masuk Makkah. dan berihramlah (H.‫ك‬ ‫يا ْنتا ِظ ُرونا ا‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم إِ ََل أَِِب بَ ْك ٍر بِأَ ْن‬ ِ ِ ِ ِ ِ‫ل‬ َ ‫َِّب‬ُّ ِ‫ص ََلة الْع َشاء ْاْلخَرِة فَأ َْر َس َل الن‬ َ ِ ‫صلِّي بِالن‬ ‫َّاس‬ َ َ ُ‫ي‬ Nabi shollallahu alaihi wasallam sakit parah kemudian berkata: Apakah manusia sudah sholat? Kami berkata: Tidak. dan wukuf pada sore hari di Arafah (H. Beliau bersabda: Siapkan untukku air (untuk mandi). Terjadi demikian hingga beberapa kali (H. Mandi ketika akan wukuf di Arafah ‫َن َعْب َد اللَّ ِه بْ َن عُ َمَر َكا َن يَ ْغتَ ِس ُل ِِْل ْحَر ِام ِه قَ ْب َل أَ ْن َُْي ِرَم َولِ ُد ُخولِِه‬ َّ ‫َع ْن نَافِ ٍع أ‬ ِ َ‫َم َّكةَ َول ُوقُوفِ ِه َع ِشيَّةَ َعَرفَة‬ Dari Nafi’ bahwasanya Abdullah bin Umar mandi untuk ihram sebelum ihram. Mereka menunggu anda.R al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah) ‫ك‬َ َ‫َّاس قُ ْلنَا ََل ُه ْم يَْنتَ ِظ ُرون‬ُ ‫َصلى الن‬ َّ َ ‫ال أ‬َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم فَ َق‬ ُّ ِ‫ثَ ُق َل الن‬ َ ‫َِّب‬ ‫ب لِيَ نُوءَ فَأُ ْغ ِم َي‬ َ ‫ت فَ َف َع ْلنَا فَا ْغتَ َس َل فَ َذ َه‬ْ َ‫ب قَال‬ ِ‫ض‬ ِ َ ‫ضعُوا ِِل َماءً ِِف الْم ْخ‬ َ ‫ال‬ َ َ‫ق‬ ‫َّاس قُ ْلنَا اَل ُه ْم‬ َّ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّم أ‬ َ َ‫َعلَْي ِه ُُثَّ أَف‬ ُ ‫َصلى الن‬ َ َ ‫ال‬ َ ‫اق فَ َق‬ َّ ‫َِّب َعلَْي ِه‬ ‫الس ََلم‬ ِ ِِ َّ ِ‫وف ِِف الْ َم ْسجد يَْنتَظ ُرو َن الن‬ ٌ ‫َّاس عُ ُك‬ ُ ‫ َوالن‬.

dishahihkan al-Albany) Bolehkah Seorang Laki-laki Mandi Bersama Istrinya? 120 . Mandi setelah selesai menguburkan seorang musyrik ‫ال إِ َّن أَبَا‬ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم فَ َق‬ ِ ِ َّ ِ‫َع ْن َعل ٍّي َرض َي اللَّهُ َعْنهُ أَنَّهُ أَتَى الن‬ َ ‫َِّب‬ ‫ب فَ َوا ِرِه فَلَ َّما‬ ْ ‫ال ا ْذ َه‬َ َ‫ات ُم ْش ِرًكا ق‬َ ‫ال إِنَّهُ َم‬ َ َ‫ب فَ َوا ِرهِ ق‬ ْ ‫ال ا ْذ َه‬َ ‫ات فَ َق‬ َ ‫ب َم‬ ٍ ِ‫طَال‬ ‫ال ِِل ا ْغتَ ِس ْل‬ َ ‫ت إِلَْي ِه فَ َق‬ ُ ‫َو َاريْتُهُ َر َج ْع‬ Dari Ali radhiyallahu anhu bahwasanya beliau mendatangi Nabi shollallahu alaihi wasallam kemudian berkata: Sesungguhnya Abu Thalib telah meninggal.R anNasaai no 190 kitab ath-Thohaaroh bab al-Ghusl min muwaarootil musyrik. Nabi bersabda: pergilah untuk menguburkannya. beliau akan bangkit. Nabi berkata: Apakah manusia sudah sholat? Kami berkata: tidak. Kemudian beliau duduk mandi kemudian ketika akan bangkit beliau pingsan…(demikian berulang hingga dua kali lagi. Beliau bersabda: siapkan untukku air (untuk mandi). Mereka menunggu anda wahai Rasulullah. Kemudian siuman. Nabi bersabda: Pergilah untuk menguburkannya. Beliau pingsan. Beliau bersabda: Mandilah (H. (Ali berkata): setelah selesai menguburkannya aku kembali kepada beliau. Ali berkata: sesungguhnya dia mati dalam keadaan syirik. pent)…sedangkan manusia berdiam di masjid menunggu Nabi shollallahu alaihi wasallam sholat Isya. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam mengutus Abu Bakr untuk mengimami manusia (H.R al-Bukhari dan Muslim) 10.

َ ُ‫ت ََيِين‬ ‫ك‬ َ ِ‫ك إََِّل ِم ْن َزْو َجت‬ ْ ‫ك أ َْو َما َملَ َك‬ َ َ‫اح َف ْظ َع ْوَرت‬ ْ Jagalah auratmu kecuali terhadap isteri atau budak sahayamu (H. Ibnu Majah. boleh. Tangan kami saling bergantian (menciduk)(H.R al- Bukhari no 274 dan Muslim no 339). atTirmidzi. Demikian juga Nabi Ayyub pernah mandi dalam keadaan telanjang (H.Jawab: Ya. 121 . boleh. anNasaai. Bolehkah Mandi Sendirian di Dalam Kamar Mandi Tertutup dalam Keadaan Telanjang? Jawab: Ya.beliau berkata: Aku pernah mandi janabah bersama Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dari satu bejana.R Abu Dawud. lafadz sesuai Muslim) Antar suami dan istri tidak terhalang untuk saling melihat aurat satu sama lain. Sebagaimana yang dilakukan oleh dua Nabi. dihasankan atTirmidzi dan al-Albany) Sedangkan mandi bersama dalam keadaan telanjang meski sesama lelaki atau sesama perempuan adalah haram. dishahihkan al-Hakim.R al-Bukhari dan Muslim. ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ِم ْن إِنَ ٍاء‬ ِ ُ ‫عن عائِ َشةَ قَالَت ُكْنت أَ ْغتَ ِسل أَنَا ورس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ ََ ُ ُ ْ َ َْ ْ ‫ف أَيْ ِدينَا فِ ِيه ِم ْن‬ ‫اْلَنَابَِة‬ ِ ٍِ ُ ‫َواحد ََّتْتَل‬ Dari Aisyah –radhiyallahu anha. Nabi Musa pernah mandi dalam keadaan telanjang (H. Sebagaimana yang pernah dilakukan Nabi bersama istri beliau.R al- Bukhari no 275).

demi KemulyaanMu.dari Nabi shollallahu alaihi wasallam beliau bersabda: Ketika Ayyub mandi telanjang. Kemudian Ayyub menciduk dengan pakaiannya.R al-Bukhari) Para Ulama menjelaskan suatu kaidah: syariat pada umat sebelum kita adalah berlaku bagi kita juga selama tidak ada larangan pada syariat kita. hinggaplah belalang dari emas. dan Tuhan berseru: Wahai Ayyub.‫وب يَ ْغتَ ِس ُل عُ ْريَانًا فَ َخَّر‬ ُ ُّ‫ال بَْي نَا أَي‬َ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ق‬ ِّ ِ‫َع ْن أَِِب ُهَريْ َرَة َع ِن الن‬ َ ‫َِّب‬ ِ ِ ٍ ‫َعلَْي ِه َجر ٌاد ِم ْن َذ َه‬ ‫وب أَ ََلْ أَ ُك ْن‬ُ ُّ‫وب ََْيتَثي ِِف ثَ ْوبِه فَنَ َاداهُ َربُّهُ يَا أَي‬ ُ ُّ‫ب فَ َج َع َل أَي‬ َ َ ِ‫ك َولَ ِك ْن ََل ِغ َ ِِب َع ْن بََرَكت‬ ‫ك‬ َ ِ‫ال بَلَى َو ِعَّزت‬َ َ‫ك َع َّما تَ َرى ق‬ َ ُ‫أَ ْغنَ ْيت‬ Dari Abu Hurairah –radhiyallahu anhu. bukankah engkau telah kucukupi sebagaimana yang engkau lihat? Ayyub berkata: Ya. 122 . akan tetapi aku tidak pernah merasa cukup dari keberkahanMu (H.

TAYAMMUM Apa yang Dimaksud dengan Tayammum? Jawab: Tayammum adalah bersuci dengan tanah/ debu jika tidak didapati atau tidak mampu menggunakan air sebagai pengganti wudhu’ dan mandi wajib. dishahihkan al-Hakim. bisa menyebabkan mudharat seperti kehausan atau kelaparan bagi manusia atau hewan yang berharga (seperti hewan tunggangan). adz-Dzahaby. Tidak didapati adanya air. 123 . namun air itu hanya cukup digunakan untuk keperluan minum atau memasak. Dalam Kondisi Apa Saja Seseorang Bisa Bertayammum? Jawab: 1.R atTirmidzi dari Abu Dzar.S anNisaa’:43 dan al-Maidah:6) ِِ ِ ‫ور الْ ُم ْسلِ ِم َوإِ ْن‬ َّ َ ِ‫الصع‬ َ ‫ََلْ ََِيد الْ َماءَ َع ْشَر سن‬ ‫ْي فَِإ َذا َو َج َد‬ ُ ‫ب طَ ُه‬ َ ِّ‫يد الطي‬ َّ ‫إِ َّن‬ ِ ‫ك َخْي ٌر‬َ ‫الْ َماءَ فَ ْليُ ِم َّسهُ بَ َشَرتَهُ فَِإ َّن ذَل‬ Sesungguhnya tanah yang baik (suci) adalah alat bersuci bagi seorang muslim jika ia tidak mendapatkan air (meski) sepuluh tahun. Jika ia mendapatkan air. adDaraquthny. Ibnu Hibban. Jika air digunakan. maka sentuhlah kulitnya (dengan air) karena yang demikian itu lebih baik (H. dan al-Albany) 2. Jika ada air. maka bertayammumlah…(Q. ‫فَلَ ْم ََِت ُدوا َماءً فَتَ يَ َّم ُموا‬ …kalian tidak menemukan air.

tidak bisa bergerak untuk menuju air. dan tidak ada orang yang bisa mewudhu’kannya. Jika menggunakan air menyebabkan seseorang bertambah sakit atau semakin lama kesembuhannya 4. Kemudian aku menceritakan hal itu kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam. serta khawatir waktu sholat akan habis. Maka aku bertayammum dan sholat Subuh bersama para Sahabatku. Nabi berkata: Wahai Amr. Jika seseorang sakit. ‫الس ََل ِس ِل‬ ُّ ‫ات‬ ِ ‫ال احت لَمت ِِف لَي لَ ٍة با ِردةٍ ِِف َغزوةِ َذ‬ ِ ‫َع ْن َع ْم ِرو بْ ِن الْ َع‬ َْ َ َ ْ ُ ْ َ ْ َ َ‫اص ق‬ ِ ُّ ‫َص َح ِاِب‬ ‫الصْب َح‬ ْ ‫ت بِأ‬ ُ ‫صلَّْي‬ َ َّ‫ت ُُث‬ ُ ‫ك فَتَ يَ َّم ْم‬َ ‫ت أَ ْن أ َْهل‬ ُ ‫ت إِ ْن ا ْغتَ َس ْل‬ُ ‫فَأَ ْش َف ْق‬ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم فَ َق‬ ِ ِ‫فَ َذ َكروا َذل‬ ‫ك‬َ ِ‫َص َحاب‬ ْ ‫ت بِأ‬ َ ‫صلَّْي‬ َ ‫ال يَا َع ْم ُرو‬ ِّ ِ‫ك للن‬ َ ‫َِّب‬ َ ُ ِ ِ ِ ِ ِ ِ ‫ول‬ ُ ‫َخبَ ْرتُهُ بِالَّذي َمنَ َع ِِن م ْن اَل ْغت َسال َوقُ ْل‬ ُ ‫ت إِ ِِّّن َْس ْع‬ ُ ‫ت اللَّ َه يَ ُق‬ ْ ‫ب فَأ‬ ٌ ُ‫ت ُجن‬ َ ْ‫َوأَن‬ ‫صلَّى‬ ِ ُ ‫ك رس‬ ِ َ‫{ وََل تَ ْقتُلُوا أَنْ ُفس ُكم إِ َّن اللَّه َكا َن بِ ُكم رِحيما } ف‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ ‫ضح‬ َ ً َْ َ ْ َ َ ‫اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َوََلْ يَ ُق ْل َشْيئًا‬ Dari Amr bin al-Ash beliau berkata: Aku mimpi basah pada suatu malam yang dingin pada (perjalanan) pertempuran Dzatu Sulaasil. 5. Jika takut kedinginan (bisa menimbulkan mudharat) untuk mandi junub dan tidak memungkinkan untuk memasak air (menghangatkannya). Sebagaimana yang dilakukan oleh Sahabat Nabi Amr bin al-Ash di malam yang sangat dingin beliau junub kemudian beliau bertayammum. Hal itu tidak diingkari oleh Nabi. Aku takut jika mandi bisa binasa. engkau sholat dengan sahabat- sahabatmu dalam keadaan junub? Kemudian aku menceritakan hal yang menghalangiku untuk mandi.3. Aku 124 .

seperti tanah liat. atau basah terkena air. dan semisalnya.S anNisaa’:29). pendapat yang rajih adalah as- shaiid adalah tanah di permukaan bumi. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam tertawa dan tidak berkata apa-apa (H. berpasir. atau tanah keras. Kalau sesuatu itu berupa tanah yang berada di permukaan bumi 125 . Bolehkah Ia Tayammum? Jawab: Tidak boleh. karena sesungguhnya Allah Maha Penyayang terhadap kalian (Q. Karena ia tergolong bisa mendapatkan air (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam asy-Syarhul Mumti’ (1/378)) Media Apa yang Bisa Digunakan untuk Bertayammum? Jawab: Para Ulama berbeda pendapat tentang makna as-Sha’iid yang disebut dalam ayat al-Quran tentang Tayammum. Perbedaan ini menyebabkan perbedaan pendapat dalam hal media apa yang bisa digunakan dalam tayammum. Namun secara ringkas. Sedangkan debu adalah termasuk partikel tanah. Dia harus membeli air itu untuk bersuci.R Abu Dawud) (poin-poin pembahasan disarikan dari al-Mulakkhoshul Fiqhiy karya Syaikh Sholih al-Fauzan halaman 71). berkata: Sesungguhnya aku mendengar Allah berfirman (yang artinya): <<Janganlah kalian membunuh diri kalian. baik berupa tanah yang berdebu. Jika Seseorang Tidak Mendapatkan Air Kecuali Harus Beli Sedangkan Ia Memiliki Kecukupan Uang Untuk Membelinya.

korden. baik pada tembok.R al-Bukhari dan Muslim dari Abul Juhaim) Bagaimana Tata Cara Bertayammum? Jawab: 126 . dan semisalnya. maka ia bisa menggunakan benda di sekitarnya yang mengandung debu. maka tidak mengapa meski tidak mengandung debu. Atau benda yang terbuat dari tanah dan tidak dilapisi dengan zat lain selain tanah. Nabi shollallahu alaihi wasallam juga pernah bertayammum dengan tembok.langsung. tidak harus mengandung debu. Benda-benda yang dipakai bertayammum itu haruslah mengandung debu. Tapi kalau seseorang itu sakit berada di dalam kamar dan tidak bisa menggunakan air. seprei. karena pada dasarnya benda itu adalah tanah. Hingga beliau menghadap ke tembok kemudian beliau mengusap wajah dan kedua tangannya (bertayammum) kemudian menjawab salam (H. Maka yang demikian tidak mengapa meski benda itu tidak berdebu digunakan untuk tayammum. Jika bagian permukaan bumi itu berpasir atau keras. ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ِم ْن َْن ِو بِْئ ِر ََجَ ٍل فَلَ ِقيَهُ َر ُج ٌل فَ َسلَّ َم َعلَْي ِه فَلَ ْم يَ ُرَّد‬ ُّ ِ‫أَقْ بَ َل الن‬ َ ‫َِّب‬ ‫اْلِ َدا ِر فَ َم َس َح بَِو ْج ِه ِه َويَ َديِْه ُُثَّ َرَّد‬ ْ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َح ََّّت أَقْ بَ َل َعلَى‬ ِ ُّ ِ‫َعلَْيه الن‬ َ ‫َِّب‬ َّ ‫َعلَْي ِه‬ ‫الس ََل َم‬ Nabi shollallahu alaihi wasallam menghadap ke arah sumur Jamal kemudian datang seorang laki-laki mengucapkan salam kepada beliau tapi beliau tidak menjawab salam.

Pemberian judul dari alBukhari ini adalah menunjukkan pemilihan pendapat fiqh beliau bahwa dalam tayammum yang diusap adalah wajah dan telapak tangan saja (tidak sampai siku). Sedangkan hadits tentang tayammum dua kali tepukan dan usapan hingga siku tangan adalah lemah. kemudian meniup pada kedua telapak tangan itu kemudian mengusap pada wajah dan kedua telapak tangan beliau (H. kemudian menepukkan kedua telapak tangan ke tanah. kemudian meniup kedua telapak tangan. Sebagaimana dalam hadits bimbingan Nabi kepada Ammar bin Yasir: ِ ِ ِ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم بِ َكفَّْيه ْاْل َْر‬ ‫ض َونَ َف َخ‬ ُّ ِ‫ب الن‬ َ ‫َِّب‬ َ ‫ضَر‬ َ َ‫يك َه َك َذا ف‬ َ ‫إََِّّنَا َكا َن يَكْف‬ ‫فِي ِه َما ُُثَّ َم َس َح ِبِِ َما َو ْج َههُ َوَكفَّْي ِه‬ Sesungguhnya cukup bagimu melakukan begini: beliau menepukkan kedua telapak tangan beliau ke tanah. dan selanjutnya mengusap wajah dan kedua telapak tangan (seluruh bagian telapak tangan termasuk punggungnya). Hadits yang menyatakan bahwa tayammum adalah 2 kali tepukan: 1 untuk wajah dan 1 untuk tangan hingga siku : 127 . Al-Imam al-Bukhari dalam kitab Shahihnya memberi judul bab : atTayammum lil wajh walkaffain (tayammum dengan wajah dan 2 telapak tangan).R al-Bukhari dan Muslim) Dalam hadits tersebut tayammum cukup dengan satu kali tepukan ke tanah dan yang diusap pada tangan hanyalah kedua telapak tangan.Tata cara bertayammum adalah: berniat.

adDaruquthny dan alBaihaqy) Hadits ini dinyatakan mauquf (hanya sampai perbuatan atau ucapan Sahabat Ibnu Umar. Demikian juga alHafidz Ibnu Hajar al-Asqolaany cenderung pada pendapat bahwa hadits ini mauquf bukan marfu’ (sebagaimana dijelaskan dalam kitab Bulughul Maram). ِ ْ ‫ضربَةٌ لِْليَ َديْ ِن إِ ََل الْ ِمرفَ َق‬ ‫ْي‬ ِ ِ ِ َ‫ضرب ت‬ ْ ْ َ ‫ض ْربَةٌ ل ْل َو ْجه َو‬ َ ‫ان‬ َ ْ َ ‫التَّ يَ ُّم ُم‬ Tayammum itu adalah 2 tepukan. bukan sampai kepada Nabi) oleh ad-Daruquthny dan alBaihaqy. Hadits ini juga mengandung kelemahan. yaitu telapak tangan dahulu kemudian wajah.R alHakim. ِ ِ َّ‫ض َها ُُث‬ َ ‫ض ُُثَّ نَ َف‬ َ ‫ب بِ َكفِّه‬ ِ ‫ض ْربَةً َعلَى ْاْل َْر‬ َ ‫ضَر‬َ َ‫صنَ َع َه َك َذا ف‬ َ ‫إََِّّنَا َكا َن يَكْف‬ ْ َ‫يك أَ ْن ت‬ ِِ ِ ِِ ِ ِِ ِ ِ ِِ ُ‫َم َس َح ِب َما ظَ ْهَر َكفِّه بِش َماله أ َْو ظَ ْهَر ِشَاله بِ َكفِّه ُُثَّ َم َس َح ِب َما َو ْج َهه‬ 128 . karena di dalam sanadnya terdapat perawi yang bernama Ali bin Dzhobyaan yang dilemahkan oleh adz-Dzahaby dan alHafidz Ibnu Hajar al-‘Asqolaany dan Ulama’ yang lain(Lihat Miizaanul I’tidal fii Naqdir Rijaal karya adz-Dzahaby (3/134) dan adDarory alMudhiyyah karya asy-Syaukany (1/64)). Satu tepukan untuk wajah dan satu tepukan untuk kedua tangan sampai siku (H. Bolehkah Tidak Berurutan dalam Mengusap: Tangan dulu kemudian Wajah? Jawab: Sebagian Ulama’ di antaranya Ibnu Daqiiqil ‘Ied (dalam kitab Ihkaamul Ahkaam Syarh Umdatil Ahkaam juz 1 halaman 80) berpendapat bolehnya tidak urut dalam mengusap ketika tayammum. karena di dalam beberapa lafadz hadits riwayat alBukhari dalam Shahihnya disebutkan tangan dulu baru kemudian wajah.

Semua pembatal wudhu’ adalah pembatal tayammum.. Jika sebab tayammum adalah karena tidak ditemukan air.S anNisaa’:43) Apakah yang Membatalkan Tayammum Jawab: Pembatal tayammum adalah: 1. usaplah wajah dan tangan kalian… (Q. Para Ulama’ bersepakat (ijma’) bahwa barangsiapa yang bertayammum setelah berupaya mencari air namun tidak ditemukan.Sesungguhnya cukup bagimu untuk melakukan seperti ini (kemudian Nabi mencontohkan) menepukkan satu kali tepukan pada tanah dengan telapak tangannya kemudian mengibaskannya kemudian mengusap punggung telapak tangannya dengan tangan kiri atau punggung telapak tangan kiri dengan telapak tangan (kanan)nya kemudian mengusap wajah dengan kedua telapak tangan (H. dan juga sesuai dengan yang disebutkan dalam ayat alQur’an yang mendahulukan wajah kemudian telapak tangan: ِ ‫فَت ي َّمموا صعِيدا طَيِّبا فَامسحوا بِوج‬. tayammum menjadi batal ketika ditemukan air sebelum dilaksanakan sholat. 2. Segala hadats besar ataupun kecil. karena demikianlah yang banyak disebutkan dalam lafadz-lafadz hadits yang shahih. kemudian sebelum sholat ternyata ia menemukan air.R alBukhari no 334 Bab atTayammum Dhorbatan juz 2 halaman 76 dari Abu Musa al-Asy’ariy) Namun. maka tayammumnya batal dan ia 129 . …‫وه ُك ْم َوأَيْ ِدي ُك ْم‬ ُ ُ ُ َ ْ ً ً َ ُ ََ …Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (suci). yang lebih utama adalah mendahulukan mengusap wajah kemudian kedua telapak tangan..

Kemudian 130 . Kemudian keduanya bertayammum dengan tanah yang baik (suci). ٍ ِ‫عن أَِِب سع‬ ‫س َم َع ُه َما‬َ ‫الص ََلةُ َولَْي‬ َّ ‫ت‬ ْ ‫ضَر‬ َ ‫ال َخَر َج َر ُج ََل ِن ِِف َس َف ٍر فَ َح‬َ َ‫ي ق‬ ِّ ‫اْلُ ْد ِر‬ ْ ‫يد‬ َ َْ ‫الص ََل َة‬ َّ ‫َح ُد ُُهَا‬ ِ َ ‫صلَّيَا ُُثَّ َو َج َدا الْ َماءَ ِِف الْ َوقْت فَأَ َع َاد أ‬ َ َ‫يدا طَيِّبًا ف‬ ً ِ‫صع‬ َ ‫َماءٌ فَتَ يَ َّم َما‬ ِ ُ‫ك لَه‬ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم فَ َذ َكَرا َذل‬ ِ َ ‫والْوضوء وََل يعِ ْد ْاْلخر ُُثَّ أَتَيا رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ َ َُ ُ َْ َ ُ ُ َ ‫ك‬ َّ ‫ال لِلَّ ِذي تَ َو‬ َ َ‫ضأَ َوأَ َع َاد ل‬ َ َ‫ك َوق‬ َ ُ‫ص ََلت‬ َ ْ‫َجَزأَت‬ َ ‫ك‬ ْ ‫السنَّةَ َوأ‬ ُّ ‫ت‬َ ‫َصْب‬ ِ ِ ِ َ ‫فَ َق‬ َ ‫ال للَّذي ََلْ يُع ْد أ‬ ِ ْ َ‫َجر َمَّرت‬ ‫ْي‬ ُ ْ ‫ْاْل‬ Dari Abu Said al-Khudry –radhiyallahu anhu. harus berwudhu’ (al-Imam Ibnu Abdil Bar menukilkan ijma’ dalam al-Istidzkar (3/167)). Setelah Sholat Ia Mendapatkan Air. 3. Apakah Ia Wajib Mengulangi Sholatnya? Jawab: Jika ternyata setelah sholat ia mendapatkan air. Seseorang Bertayammum Setelah Berusaha Mencari Air dan Tidak Mendapatkannya. Keduanya kemudian sholat. Kemudian (setelah sholat) mereka menemukan air pada saat masih ada waktu sholat. Kemudian Dia Sholat. Salah seorang dari mereka kemudian mengulangi sholat dengan berwudhu.beliau berkata: Dua orang (Sahabat Nabi) safar kemudian datanglah waktu sholat sedangkan mereka berdua tidak mendapatkan air. ia tidak perlu mengulangi sholat. Sholat sebelumnya tetap sah. Jika sebab tayammum adalah karena tidak mampu menggunakan air misalkan karena sakit. sedangkan satu orang lagi tidak mengulang sholatnya. tayammum menjadi batal ketika seorang itu ternyata kemudian mampu menggunakan air sebelum dilaksanakan sholat.

Bagaimana Jika Di Pertengahan Sholat Air Baru Ditemukan? Jawab: Ia batalkan sholatnya dan mengulangi dari awal. Satu pahala untuk sholat yang diulangi.R Abu Dawud. Hal ini dijelaskan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam syarh Bulughil Maram dan Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad dalam syarh Sunan Abi Dawud. namun karena berdasar ijtihad. Jika Ada Air yang Hanya Cukup untuk Berwudhu Sebagian Anggota Tubuh. yaitu tidak mengulangi lagi sholat.mereka mendatangi Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan memberitahukan hal itu. dishahihkan al-Hakim disepakati adz-Dzahaby dan al- Albany) Sahabat yang mengulangi sholat mendapatkan dua pahala adalah karena ijtihadnya. Apa yang Dilakukan? Jawab: 131 . Maka Nabi bersabda kepada Sahabat yang tidak mengulangi sholat: “Engkau telah sesuai dengan Sunnah. Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah dan Ahmad. Sedangkan satu pahala lagi adalah untuk sholatnya ketika dilakukan dengan tayammum. dikuatkan oleh Ibnu Utsaimin dan Abdul Muhsin al-Abbad. tidak disyariatkan untuk mengulangi lagi sholat karena tayammum jika setelah sholat ditemukan air. Kemudian Nabi bersabda kepada yang mengulangi sholat: “Engkau mendapat pahala dua kali”(H. meski salah. maka mendapat satu pahala. Karena Nabi telah menjelaskan hal yang sesuai dengan Sunnahnya. Karena itu. dan sholatmu telah mencukupi”.

Ini adalah pendapat dari al-Imam asy-Syafi’i dan al-Imam Ahmad. Air yang sedikit sudah cukup bagi Nabi untuk menyempurnakan mandi dan wudhu’ beliau. Namun.75 liter).R al-Bukhari dan Muslim). maka langsung bertayammum. jika sebelumnya dicoba untuk berwudhu’ dengan harapan bisa tercukupi. perlu dipahami bahwa tata cara mandi dan berwudhu yang dilakukan Nabi adalah dengan menggunakan air yang sedikit. Maka selebihnya harus bertayammum. namun ternyata airnya kurang tidak bisa memenuhi semua anggota wudhu’. Ibnu Hibban) Bagaimana Jika Tidak Ditemukan Air dan Juga Tidak Ada Sesuatu untuk Tayammum? Jawab: Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa mandi Nabi menggunakan 4-5 mud (sekitar 3 hingga 3. al-Hakim. Nabi pernah berwudhu secara sempurna hanya dengan 2/3 mud (sekitar setengah liter) air (H. Bahkan. meski tanpa berwudhu atau tayammum. dishahihkan Ibnu Khuzaimah.75 liter)(H. 132 . Contoh: pada saat mencoba menggunakan air.R Ahmad. Sedangkan untuk berwudhu’ beliau hanya menggunakan 1 mud (sekitar 0.Jika dipastikan bahwa air tersebut tidak akan cukup untuk berwudhu’ karena sangat sedikit. bisa digunakan berwudhu’ hingga mencuci tangan saja. Ia sholat sesuai dengan keadaannya tersebut. maka sisanya menggunakan tayammum. Namun.

133 . ditayammumkan. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin dalam asy-Syarhul Mumti’ (5/297) dan Fatwa al-Lajnah ad-Daaimah.Jenazah yang Tidak Bisa Dimandikan Karena Tidak Ada Air Atau Karena Kondisinya Tidak Memungkinkan Dimandikan. Apakah Ditayammumkan? Jawab: Ya.

Rasulullah shollallahu alaihi wasallam menghiburnya dan menyatakan bahwa itu adalah ketetapan Allah untuk para wanita: ِ َ ‫إِ َّن َه َذا أ َْمٌر َكتَبَهُ اللَّهُ َعلَى بَنَات‬ ‫آد َم‬ Sesungguhnya ini adalah ketetapan Allah untuk putri-putri (keturunan) Adam (H. keguguran. Darah haid berasal dari penebalan dinding rahim. Gumpalan darah tersebut sebagai persiapan makanan bagi janin. pada wanita hamil. Namun. Haid adalah fitrah kewanitaan yang Allah tetapkan bagi wanita keturunan Adam. penyakit. haid adalah keluarnya darah yang berasal dari rahim wanita dewasa sebagai suatu kebiasaan (bukan karena luka. darah itu bermanfaat bagi janin sebagai sumber makanan.R al-Bukhari dan Muslim) 134 . HAID DAN NIFAS Apakah yang Dimaksud dengan Haid? Jawab: Haid secara bahasa artinya adalah sesuatu yang mengalir. Sedangkan secara istilah. darah itu akan dikeluarkan sebagai darah kotor yang tidak bermanfaat bagi tubuh. Karena itu wanita yang hamil tidak mengalami haid. atau kelahiran) pada waktu tertentu. Pada saat berangkat haji bersama rombongan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Jika tidak hamil. ibunda kaum beriman Aisyah radhiyallahu anha mengalami haid dan beliau menangis.

Sholat Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda kepada Fathimah bintu Abi Hubaisy: َّ ‫ضةُ فَ َد ِعي‬ ‫الص ََل َة‬ َ ‫اْلَْي‬ ْ ‫ت‬ ْ َ‫إِ َذا أَقْ بَ ل‬ Jika datang (masa) haid. Berdiam diri di masjid 135 . dishahihkan Ibnu Hibban.Apakah Darah Haid Memiliki Ciri-Ciri Khusus? Jawab: Ciri-ciri darah haid: merah pekat kehitam-hitaman. Berpuasa (shoum) Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda: ‫ص ْم‬ ُ َ‫ص ِّل َوََلْ ت‬ َ ُ‫ت ََلْ ت‬ َ ‫س إِ َذا َح‬ ْ ‫اض‬ َ ‫أَلَْي‬ Bukankah seorang wanita jika haid ia tidak sholat dan tidak berpuasa? (H. dan al-Albany) Apa Saja yang Tidak Boleh Dilakukan oleh Wanita yang Haid? Jawab: Wanita haid tidak boleh: 1. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: ‫ف‬ ُ ‫َس َو ُد يُ ْعَر‬ ِ ‫إِ َّن َد َم ا ْْلَْي‬ ْ ‫ض َد ٌم أ‬ Sesungguhnya darah haid adalah darah kehitam-hitaman yang sudah dikenal (H.R al-Bukhari dari Abu Said al- Khudry) 3. tinggalkanlah sholat (H. dan baunya khas (amis).R Abu Dawud dan anNasaai. kental terkadang bergumpal-gumpal. al-Hakim. Ciri khas tersebut sudah dikenal oleh para wanita.R al- Bukhari dan Muslim dari Aisyah) 2.

Rasul menyatakan: ِ ‫اج َغي ر أَ ْن ََل تَطُ ِوِف بِالْب ي‬ ‫ت َح ََّّت تَطْ ُه ِري‬ َْ ْ ‫فَافْ َعلِي َما يَ ْف َع ُل‬ َ ْ ُّ َ‫اْل‬ Lakukanlah apa yang dilakukan orang yang berhaji selain thawaf di Baitullah. 136 . Memegang mushaf al-Quran ِ َ‫ََل َتََس الْ ُقرآ َن إََِّل وأَنْت ط‬ ‫اهٌر‬ َ َ ْ َّ Janganlah menyentuh al-Quran kecuali engkau dalam keadaan suci (H. Karena Nabi memerintahkan kepada Aisyah yang mengalami haid untuk melakukan hal-hal yang dilakukan oleh Haji kecuali thawaf.R al-Bukhari dari Hafshah) 4. Sebagaimana perintah Nabi agar wanita yang haid menjauhi tempat sholat (Musholla tanah lapang) saat Ied (H. Telah dimaklumi bahwa para jamaah haji juga tidak terlepas dari membaca al-Quran.R al-Hakim.R al- Bukhari dan Muslim dari Aisyah) Bolehkah Bagi Seorang Wanita Haid Membaca al-Quran Tanpa Menyentuh Mushaf? Jawab: Ya. Ibnul Mulaqqin. 6. dishahihkannya dan disepakati oleh adz-Dzahaby. Thawaf di Baitullah (Ka’bah) Pada saat Aisyah mengalami haid dalam perjalanan haji. al- Munawy). boleh. hingga engkau suci (H. Meski suci dari haid namun belum mandi. belum boleh berhubungan suami istri. Berhubungan suami istri Sebagaimana dalam al-Quran surat al-Baqoroh ayat 222. 5.

Adakalanya wanita tidak mengeluarkan al-Qoshshotul baidho’ sebagai tanda suci. Aisyah menyatakan: Janganlah tergesa-gesa sebelum ia melihat al- Qoshshotul baidha’. maka cukup dengan berhentinya 137 .Hal ini sebagaimana difatwakan Syaikh Bin Baz (Fataawa Islamiyyah 4/25)). Mereka bertanya tentang sholat (jika darah haidnya seperti dalam contoh tersebut).bahwasanya ia berkata: para wanita mengirimkan kepada Aisyah ‘dirojah’ (potongan kain terlipat) yang di dalamnya terdapat kapas yang mengandung darah haid kekuningan. Apakah Tanda. Berhentinya darah dari kemaluan. Munculnya lendir putih agak keruh sebagai pertanda suci (al-Qoshshotul baidha’). Cairan tersebut sudah dikenal oleh para wanita sebagai pertanda berhentinya masa haid. Jika diletakkan pembalut atau kapas putih pada kemaluan. tidak ada darah sama sekali (tetap putih bersih).Tanda Berhentinya Haid? Jawab: Tanda berhentinya haid ada 2: 1. Yang beliau maksudkan adalah suci dari haid (H. ِِ ِ ِ ِ ‫ت َكا َن‬ ْ َ‫ْي أَن ََّها قَال‬ َ ‫َع ْن َع ْل َق َمةَ بْ ِن أَِِب َع ْل َق َمةَ َع ْن أ ُِّمه َم ْوََلة َعائ َشةَ أ ُِّم الْ ُم ْؤمن‬ ُّ ‫ف فِ ِيه‬ ‫الص ْفَرةُ ِم ْن‬ ِ ِ ‫النِّساء ي ب عثْن إِ ََل عائِشةَ أ ُِّم الْمؤِمنِْي بِالد‬ ُ ‫ِّر َجة ف َيها الْ ُك ْر ُس‬َ َ ُْ َ َ َ َ َْ ُ َ ‫ص َة‬ َّ ‫ول َْلُ َّن ََل تَ ْع َج ْل َن َح ََّّت تَ َريْ َن الْ َق‬ُ ‫الص ََلةِ فَتَ ُق‬ َّ ‫ض ِة يَ ْسأَلْنَ َها َع ِن‬ َ ‫اْلَْي‬ْ ‫َدِم‬ ‫ض ِة‬ ْ ‫ك الطُّ ْهَر ِم ْن‬ ِ ‫الْب يضاء تُِر‬ َ ‫اْلَْي‬ َ ‫يد بِ َذل‬ ُ َ َ َْ Dari Alqomah bin Abi Alqomah dari ibunya bekas budak Aisyah –Ummul Mukminin.R Malik dalam al-Muwaththa’) 2.

Jika mereka telah bersuci (mandi) 138 ... Ummu Athiyyah radhiyallahu anha menyatakan: ‫الص ْفَرَة بَ ْع َد الطُّ ْه ِر َشْيئًا‬ ُّ ‫ُكنَّا ََل نَعُ ُّد الْ ُك ْد َرَة َو‬ Kami tidak menganggap kekeruhan dan (warna) kekuningan setelah suci (sebagai haid)(H.. ُ ‫وه َّن ِم ْن َحْي‬ .ُ‫ث أ ََمَرُك ُم اللَّه‬ ُ ُ‫وه َّن َح ََّّت يَطْ ُه ْر َن فَِإذَا تَطَ َّه ْر َن فَأْت‬ ُ ُ‫ َوََل تَ ْقَرب‬. Seperti Menjadi Kekuning-kuningan dan Keruh. …Janganlah kalian mendekati mereka (istri-istri kalian) sampai mereka suci. Bagaimana Jika Warna Darah Berubah.R al-Bukhari dan Abu Dawud. Demikian juga terkait hubungan suami istri.. belum boleh dilakukan setelah berhentinya haid hingga wanita tersebut mandi wajib terlebih dahulu. maka terhitung haid. Namun jika terjadi setelah masa suci. Wanita itu dianggap telah suci (penjelasan Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad dalam syarh Sunan Abi Dawud). maka bukan darah haid tapi darah penyakit (istihadhah). lafadz hadits berdasarkan riwayat Abu Dawud) Apakah Wanita yang Terhenti Haidnya Bisa Langsung Sholat? Jawab: Ia tidak bisa langsung sholat sebelum mandi wajib terlebih dahulu. Apakah Itu Darah Haid? Jawab: Jika kekuning-kuningan dan keruh atau perubahan warna darah itu masih di masa haid. darah mengalir menunjukkan telah sucinya wanita tersebut. Tata cara dan ketentuan mandinya sama dengan mandi janabah.

maka ia melakukan sholat Dzhuhur dan Ashar. Kami diperintah untuk mengganti puasa dan tidak diperintah mengganti sholat (H. ِ ‫الصوم وََل تَ ْق‬ ِ ِ ِ‫اْلائ‬ ِ ‫ضي‬ َ َ ْ َّ ‫ض تَ ْقضي‬ َْ ‫ال‬ ُ َ‫ت َما ب‬ ُ ْ‫ت َسأَل‬ ُ ‫ت َعائ َشةَ فَ ُق ْل‬ ْ َ‫َع ْن ُم َعا َذ َة قَال‬ ِ ‫ت قُ ْلت لَست ِِبروِريٍَّة ولَ ِك ِِّن أَسأ َُل قَالَت َكا َن ي‬ ‫صيبُنَا‬ ِ ْ‫الص ََلةَ فَ َقالَت أَحروِريَّةٌ أَن‬ َّ ُ ْ ْ َ َُ ُ ْ ُ َُ ْ َّ ‫ض ِاء‬ ‫الص ََل ِة‬ ِ َّ ‫َذلِك فَن ؤمر بِقض ِاء‬ َ ‫الص ْوم َوََل نُ ْؤَم ُر بَِق‬ َ َ َُ ُْ َ Dari Muadzah beliau berkata: Aku bertanya kepada Aisyah –radhiyallahu anha-: Mengapa wanita haid diperintah untuk mengganti puasa dan tidak mengganti sholat? Aisyah berkata: Apakah engkau wanita Haruri (Khawarij)? (Muadzah berkata): Aku bukan wanita Haruri. dan Ahmad).R Muslim) Jika Seseorang Telah Suci dari Haid dan Telah Mandi. Jika ia suci di waktu Isya’ maka ia melakukan sholat Maghrib dan Isya. Pendapat ini adalah pendapat Jumhur Ulama’ (Malik. asy-Syafii.maka datangilah mereka (gaulilah mereka) sesuai dengan yang Allah perintahkan…(Q. Aisyah berkata: Kami mengalami hal itu (haid). Itulah pendapat yang diriwayatkan dari Sahabat Nabi Abdurrahman bin Auf dan Ibnu Abbas dalam al-Awsath karya Ibnul Mundzir dan Mushonnaf Ibn Abi Syaibah. Sholat Apa Saja yang Ia Lakukan? Jawab: Jika ia suci di waktu Ashar. Al-Imam Ahmad menyatakan bahwa mayoritas Tabi’in selain al- 139 . Hanya saja aku sekedar bertanya.S al-Baqoroh:222) Apakah Wanita Harus Mengganti Sholat dan Puasa yang Tidak Bisa Dilakukan Di Waktu Haid? Jawab: Ia harus mengganti puasa wajib namun tidak perlu mengganti sholat.

140 . Atha’. karena di dalam sanadnya terdapat perawi yang bernama Muhammad bin Sa’id yang matruk (ditinggalkan). Misalkan. Atsar Ibnu Abbas dan Abdurrohman bin Auf adalah atsar yang lemah. Wallaahu A’lam. Kesimpulan: sebagai bentuk kehati-hatian pendapat Jumhur dalam hal ini adalah pendapat yang terbaik untuk diamalkan. Thowus. yang riwayat dari mereka shahih maqthu’. namun bisa jadi pendapat para Tabi’i seperti Mujahid. Namun jika ia melakukan sholat dua waktu (pada sholat yang bisa dijamak) maka yang demikian lebih baik. Ibrohim. bisa sebagai penguat. Namun kalau ia memilih untuk sholat Dzhuhur dan Ashar maka itu lebih baik sebagai bentuk kehati-hatian. ia suci di saat setelah Ashar menjelang Maghrib.Hasan al-Basri berpendapat demikian. Pendapat ini juga didukung oleh al-Lajnah ad-Daimah dalam Fatwanya. Ada juga riwayat dari Muadz bin Jabal bahwa wanita hanya diharuskan untuk sholat pada satu waktu saja. Hadits itu diriwayatkan oleh adDaraquthny dan beliau sendiri melemahkannya. dan beliau menyatakan: demikianlah kami diperintah Rasulullah untuk mengajari para wanita kami. Sedangkan Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan bahwa jika seorang wanita hanya melakukan sholat yang tidak dilakukan di satu waktu itu maka tidak mengapa. maka ia sebenarnya hanya wajib untuk sholat Ashar saja. Salah satu dalilnya adalah berdasarkan hadits Muadzah di atas.

َّ ‫الص ََل ِة فَ َق ْد أ َْد َرَك‬ ‫الص ََل َة‬ َّ ‫َم ْن أ َْد َرَك َرْك َع ًة ِم ْن‬ 141 . seorang wanita yang sebelumnya suci belum sholat Dzhuhur dan di waktu itu mengalami haid. jika saat sudah masuk waktu Dzhuhur berjalan setengah jam. sehingga setelah suci dari haid nanti tidak perlu mengganti satu sholat tersebut. Apakah nantinya saat sudah suci ia harus mengganti sholat Dzhuhur tersebut? Syaikh Ibn Utsaimin berpendapat bahwa ia harus mengganti satu sholat tersebut nanti saat sudah suci dari haid. Apakah Nantinya Ia Harus Mengganti Sholat Tersebut? Jawab: Sebagai contoh. Karena Allah berfirman: ‫ْي كِتَابًا َم ْوقُوتًا‬ِِ َ ‫ت َعلَى الْ ُم ْؤمن‬ َّ ‫إِ َّن‬ ْ َ‫الص ََل َة َكان‬ Sesungguhnya sholat diwajibkan kepada kaum beriman pada waktu yang telah ditentukan (Q. Batasan kadar waktunya adalah: Apakah ia memungkinkan untuk mengerjakan sholat sekadar satu rokaat? Kalau lebih dari itu dan ia tidak mengerjakannya. Sebagaimana hadits percakapan Muadzah dengan Aisyah di atas (Fataawa Islaamiyyah (1/332)). maka ia wajib menggantinya nanti saat suci dari haid.Wanita yang Sebelumnya Suci Mengalami Haid Padahal Ia Belum Sempat Menyelesaikan Sholat Di Waktu Itu.S anNisaa’:103) Sedangkan sholat-sholat lain selama masa ia haid tidak usah diganti. Namun. maka ia belum terkena kewajiban sholat di waktu itu. jika sudah masuk waktu sholat tapi belum sampai sekadar mengerjakan sholat satu rokaat ia mengalami haid.

ِ ِ ِ ‫ود َكانُوا إِذَا‬ ‫وه َّن ِِف‬ َ ُ‫ت الْ َم ْرأَةُ في ِه ْم ََلْ يُ َؤاكل‬ ُ ُ‫وها َوََلْ َُيَامع‬ ْ ‫اض‬ َ ‫َح‬ َ ‫َن الْيَ ُه‬ ٍ َ‫َع ْن أَن‬ َّ ‫س أ‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِ ِ َّ ِ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم الن‬ َ ‫َِّب‬ َ ِّ ِ‫اب الن‬ ‫َِّب‬ ُ ‫َص َح‬ ْ ‫الْبُيُوت فَ َسأ ََل أ‬ 142 . tidak memungkinkan mengerjakan sholat satu rokaat. maka ia telah mendapatkan Subuh.R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) ‫الصْب َح َوَم ْن أ َْد َرَك‬ ُّ ‫س فَ َق ْد أ َْد َرَك‬ُ ‫َّم‬ ُّ ‫َم ْن أ َْد َرَك ِم ْن‬ ْ ‫الصْب ِح َرْك َع ًة قَ ْب َل أَ ْن تَطْلُ َع الش‬ ِ ‫صَر‬ ْ ‫س فَ َق ْد أ َْد َرَك الْ َع‬ ُ ‫َّم‬ ْ ‫ب الش‬ َ ‫ص ِر قَ ْب َل أَ ْن تَ ْغ ُر‬ ْ ‫َرْك َعةً م ْن الْ َع‬ Barangsiapa yang mendapati satu rokaat di waktu Subuh sebelum terbit matahari. maka ia terhitung baru wajib mengerjakan sholat Maghrib saja.R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) (disarikan dari Majmu’ Fatawa wa Rosaail Ibn Utsaimin (12/181)).Barangsiapa yang mendapati satu rokaat dari sholat. Kadar waktu penentuan apakah ia masuk di waktu Ashar atau Maghrib. Jika ia suci sebelum Maghrib. maka ia telah mendapati Ashar (H. Demikian juga tentang wanita yang suci dari darah haid. Dan barangsiapa yang mendapati satu rokaat Ashar sebelum terbenam matahari. maka ia telah mendapati sholat (H. misalnya adalah berdasarkan kadar 1 rokaat sholat. Apa yang Boleh Dilakukan Seorang Suami terhadap Istrinya pada Saat Haid? Jawab: Yang tidak boleh dilakukan hanyalah jimak (memasukkan penis pada vagina) atau memasukkan penis pada dubur (baik ketika haid maupun tidak haid). namun jarak waktu antara suci dengan waktu Maghrib sangat mepet.

143 . dishahihkan oleh al-Bushiry.R Ibnu Majah. katakanlah sesungguhnya (haid) itu adalah kotor. dan al-Albany) Seseorang yang Menggauli Istrinya yang Haid.‫ِّساءَ ِِف‬ ِ ْ َ‫يض قُل ُهو أَ ًذى ف‬ ِ َ َ‫فَأَنْ َزَل اللَّهُ تَ َع َاَل { َويَ ْسأَلُون‬ َ ‫اعتَزلُوا الن‬ َ ْ ِ ‫ك َع ْن الْ َمح‬ ِ ِ ُ ‫ال رس‬ ِ ِ ِ ِ ‫الْم ِح‬ ْ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم‬ ‫اصنَ عُوا ُك َّل‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ ‫يض } إ ََل آخ ِر ْاْليَة فَ َق‬ َ ٍِ َ ‫َش ْيء إََّل النِّ َك‬ ‫اح‬ Dari Anas –radhiyallahu anhu. Apa yang Harus Dilakukan? Jawab: Dia telah melakukan dosa dan dia harus membayar 1 dinar atau setengah dinar dishodaqohkan pada fakir miskin. kemudian turunlah ayat: << Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Ibnu Hibban. Ishaq bin Rahawaih. mereka tidak mau makan bersama istrinya dan tidak mau bergabung (berdekatan) dengan istrinya di rumah-rumah mereka.sesungguhnya orang-orang Yahudi jika istri mereka haid.R Muslim) Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah berpendapat bahwa jimak pada saat haid adalah dosa besar (al-Majmu’ Syarh al- Muhadzdzab(2/374)). maka tinggalkanlah daerah haid …(hingga akhir ayat)>> Maka Nabi shollallahu alaihi wasallam menyatakan: Lakukan segala sesuatu kecuali nikah (jimak)(H. Termasuk dosa besar juga adalah bersetubuh melalui dubur. Maka para Sahabat bertanya kepada Nabi tentang hal itu. ‫ََل يَْنظُُر اللَّهُ َعَّز َو َج َّل إِ ََل َر ُج ٍل َج َام َع ْامَرأَتَهُ ِِف ُدبُِرَها‬ Allah Azza Wa Jalla tidak melihat seseorang laki-laki yang menggauli istrinya melalui duburnya (H.

yaitu: 1. kecuali Miqsam adalah termasuk perawi al-Bukhari saja) Jika persetubuhan terjadi saat di awal masa haid (banyak- banyaknya darah). hendaknya ia bershodaqoh dengan 1 dinar atau setengah dinar (H. maka bershodaqoh sebanyak setengah dinar. Sedangkan kebanyakan perawinya adalah rijaal al-Bukhari dan Muslim) Apa Saja Macam-Macam Darah yang Keluar dari Area Kewanitaan. ِ ِ ِ ِ ٌ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم ِِف الَّذي يَأِِْت ْامَرأَتَهُ َوه َي َحائ‬ ‫ض‬ ِّ ِ‫اس َع ِن الن‬ َ ‫َِّب‬ ٍ َّ‫َع ِن ابْ ِن َعب‬ ‫ف ِدينَا ٍر‬ ِ‫ص‬ ِ ِ ُ ‫ال ي تصد‬ ْ ‫َّق بِدينَا ٍر أ َْو ن‬ َ ََ َ َ‫ق‬ Dari Ibnu Abbas dari Nabi shollallahu alaihi wasallam tentang seseorang yang menggauli istrinya dalam keadaan haid.Takaran 1 dinar adalah kurang lebih 4. Jika terjadi di akhir masa haid (darah sudah sedikit).R Abu Dawud. maka 1 dinar. Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata: ‫ف ِديْنَا ٍر‬ ِ ِ ِ َّ ‫إِ َذا َكا َن ِِف فَوِر‬ ْ ‫الدِم فَديْنَ ٌار َوإِ َذا َكا َن ِِف آخ ِرهِ فَن‬ ُ ‫ص‬ ْ Jika dilakukan pada awal keluarnya darah.25 gram emas (Taudhihul Ahkaam karya Syaikh Aalu Bassam (1/422)). dishahihkan Ahmad dan Abu Dawud. Jika di akhirnya. dan Bagaimana Hukumnya? Jawab: Darah yang keluar dari wanita terbagi menjadi 3. maka setengah dinar (riwayat Ibnul Mundzir dalam al-Awsath dengan sanad yang hasan—al- Ajlah bin Abdillah al-Kindiy dinyatakan oleh Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad sebagai shaduq. Darah haid 144 . seluruh perawinya adalah perawi dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim. maka harus bershodaqoh sebanyak 1 dinar.

Sedangkan darah istihadhah adalah darah yang keluar karena penyakit/ luka. Darah istihadhah Darah nifas adalah darah yang keluar karena persalinan (melahirkan/ keguguran). Boleh baginya melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan wanita haid seperti memegang mushaf. (ii) ciri fisik darah. 145 . maka itu adalah istihadhah. 2. Sehingga ia tetap harus sholat. Maka jika wanita itu terus mengeluarkan darah setelah lebih dari 5 hari di awal bulan. Seorang wanita yang terkena istihadhah harus berwudhu’ setiap akan sholat wajib lima waktu. Hukumnya sama dengan darah haid. berdiam di masjid. Hukum seseorang yang mengalami istihadhah adalah ia dalam keadaan suci. Berdasarkan kebiasaan pribadi wanita tersebut (Hadits Ummu Habibah bintu Jahsy) Contoh: seorang wanita memiliki kebiasaan sebelumnya selalu haid 5 hari setiap awal bulan. berhubungan suami istri. Berikut adalah perincian ketiga cara tersebut: 1. Bagaimana Cara Menentukan Suatu Darah Istihadhah Atau Haid? Jawab: Cara menentukan apakah darah yang keluar adalah istihadhah atau haid adalah dengan 3 hal: (i) kebiasaan pribadi wanita yang bersangkutan. Darah nifas 3. puasa (Ramadhan). (iii) kebiasaan mayoritas wanita lain (6 atau 7 hari).

maka itu adalah haid.R Muslim) 2. tidak kental dan tidak berbau. darah yang keluar hingga 5 hari di awal bulan adalah darah haid. kemudian mandilah (H. Hal ini bisa dijadikan patokan jika wanita tersebut telah memiliki kebiasaan normal haid sebelumnya. dan berbau khas (amis). maka itu adalah istihadhah. Sebaliknya. Sebaliknya. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda kepada Ummu Habibah bintu Jahsy: ‫ك ُُثَّ ا ْغتَ ِسلِي‬ ِ ُ‫ضت‬ ِ ‫ت ََْتبِس‬ َ ‫ك َحْي‬ ِ ُ ْ َ‫ْام ُكثي قَ ْد َر َما َكان‬ Berdiamlah sesuai kadar (masa) haidmu. Jika darah itu adalah darah yang berwarna hitam kemerah-merahan. jika itu darah merah cerah (seperti pada luka). Jika ia keluar darah di luar hari-hari kebiasaan haid itu. maka itu adalah darah istihadhah. Perbedaan ciri khas darah (Hadits Fathimah bintu Abi Hubaisy) Cara ke-2 ini adalah dengan melihat ciri fisik darah yang keluar. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda kepada Fathimah bintu Abi Hubaisy: ‫الص ََلةِ فَِإذَا‬ َّ ‫ك فَأ َْم ِس ِكي َع ْن‬ ِ ِ ‫اْلي‬ َ ‫ف فَِإذَا َكا َن ذَل‬ ْ ‫ضة فَِإنَّهُ أ‬ ُ ‫َس َو ُد يُ ْعَر‬ َ َْْ ‫إِذَا َكا َن َد ُم‬ ‫صلِّي فَِإََّّنَا ُه َو ِع ْر ٌق‬ ِ َ ‫َكا َن ْاْل َخ ُر فَتَ َوضَّئي َو‬ 146 . kental. Patokan berdasarkan kebiasaan pribadi wanita yang bersangkutan dijadikan sebagai prioritas utama dalam menentukan suatu darah adalah haid atau istihadhah.

Jika (cirinya) lain. Ahmad. dan al-Albany) 3. maka wudhu’lah dan sholatlah. Jika demikian. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda kepada Hamnah bintu Jahsy: ِ ‫ت أَن‬ ‫َّك‬ ِ ‫ضي ِستَّةَ أَيَّ ٍام أَو سب عةَ أَيَّ ٍام ِِف ِع ْل ِم اللَّ ِه ُُثَّ ا ْغتَ ِسلِي ح ََّّت إِذَا رأَي‬ِ َّ‫فَتَحي‬ َْ َ َ َْ ْ َ ِ ِ ِ ِ َ ‫ين لَْي لَةً أ َْو أ َْربَ ًعا َوع ْش ِر‬ ‫ين لَْي لَةً َوأَيَّ َام َها‬ َ ‫صلِّي ثَََلثًا َوع ْش ِر‬ َ َ‫استَ ْن َقأْت ف‬ ْ ‫قَ ْد طَ ُه ْرت َو‬ ِ ِ ِ ِ ‫ومي فَِإ َّن ذَلِك ََي ِز‬ ِ ‫وص‬ ‫ِّساءُ َوَك َما‬ ُ ‫ك فَافْ َعلي ِِف ُك ِّل َش ْه ٍر َك َما ََت‬ َ ‫يض الن‬ َ ‫يك َوَك َذل‬ ْ َ َُ ‫ض ِه َّن َوطُ ْه ِرِه َّن‬ ِ ‫يطْهر َن ِمي َقات حي‬ َْ ُ ُْ َ Maka (hitunglah) haid selama 6 atau 7 hari dalam ilmu Allah kemudian mandilah hingga engkau melihat telah suci dan bersih sholatlah 23 atau 24 hari dan malam dan berpuasalah karena yang demikian itu mencukupimu. Jika darah haid. dishahihkan Ibnu Hibban. Apakah Setiap Keguguran Berarti Nifas? Jawab: 147 . pent) (H. yaitu 6 atau 7 hari (Hadits Hamnah bintu Jahsy) Jika seseorang tidak memiliki kebiasaan haid sebelumnya atau lupa serta tidak bisa membedakan ciri fisik darahnya. Kebiasaan umum wanita lain. tahanlah (berhentilah) dari sholat. dihasankan oleh al-Bukhari). al-Hakim.R Abu Dawud dan anNasaai. Demikianlah kau berbuat pada setiap bulan sebagaimana wanita (lain) mengalami (masa) haid dan suci mereka (H. Karena itu adalah urat (yang terputus sehingga mengeluarkan darah. itu adalah istihadhah. itu kehitam-hitaman dan telah dikenal. maka hendaknya ia gunakan patokan seperti kebanyakan wanita yaitu haid 6 atau 7 hari. Selebihnya jika keluar darah.R Abu Dawud.

maka darah yang keluar adalah darah istihadhah. kaki). Karena pada saat itu sudah ditiup ruh. dan disholatkan jika usianya minimal 4 bulan dari kehamilan. dilihat keadaannya.Jika yang keluar pada saat keguguran adalah berbentuk manusia (nampak jelas kepala. Jika usianya di bawah 4 bulan belum berlaku hukum jenazah manusia. berarti ia telah suci dari nifas dan segera mandi. maka terhitung nifas. (disarikan dari Fatwa al-Lajnah ad-Daaimah (4/260)). dikafani. Namun. Jika darah telah berhenti. Berapa Lama Masa Nifas Seorang Wanita? Jawab: Tidak ada batas minimal. maka itu adalah haid. 148 . tangan. Kecuali jika keluarnya darah bertepatan dengan masa haid. maka darah yang membarenginya tidaklah terhitung nifas. kemudian keluar darah lagi selama masa sebelum 40 hari. dan wanita tersebut tetap wajib sholat dan puasa wajib. jika selepas 40 hari tetap keluar darah dan itu bukan di masa haid. jika yang keluar tidak berbentuk manusia hanya segumpal darah atau segumpal daging. nifas bersambung dengan haid. Hal itu terjadi pada minimal 81 hari setelah awal kehamilan. Sedangkan batas maksimal adalah 40 hari. Jika terjadi di masa kebiasaan haid. Sedangkan janin yang dikeluarkan dimandikan. Jika setelah 40 hari masih keluar darah. maka itu masih terhitung nifas (penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin dan Abdul Muhsin al-Abbad). Namun. Artinya. Jika sebelumnya berhenti.

beliau berkata: para wanita nifas di masa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam duduk (berdiam tidak sholat) setelah nifas (masa melahirkan) selama 40 hari atau 40 malam (H. dihasankan anNawawy disepakati Ibnu Hajar dan al- Albany) 149 .‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِ ِ ِ ِ َ ‫ت َكانَت النُّ َف َساءُ َعلَى َع ْهد َر ُسول اللَّه‬ ْ َ‫َع ْن أ ُِّم َسلَ َمةَ قَال‬ ‫ْي لَْي لَ ًة‬ِ ِ ِ ِ َ ‫ْي يَ ْوًما أ َْو أ َْربَع‬ َ ‫تَ ْقعُ ُد بَ ْع َد ن َفاس َها أ َْربَع‬ Dari Ummu Salamah –radhiyallahu anha. dishahihkan al-Hakim disepakati adz-Dzahaby.R Abu Dawud.

‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َكا َن إِذَا َغَزا بِنَا قَ ْوًما ََلْ يَ ُك ْن‬ ٍ ِ‫س ب ِن مال‬ َ ‫َِّب‬ َّ ‫ك أ‬ َّ ِ‫َن الن‬ َ ْ ِ َ‫َع ْن أَن‬ َّ ‫صبِ َح َويَْنظَُر فَِإ ْن َِْس َع أَ َذانًا َك‬ ‫ف َعْن ُه ْم َوإِ ْن ََلْ يَ ْس َم ْع أَ َذانًا أَ َغ َار‬ ْ ُ‫يَ ْغ ُزو بِنَا َح ََّّت ي‬ ‫َعلَْي ِه ْم‬ Dari Anas bin Malik bahwasanya Nabi shollallahu alaihi wasallam jika akan menyerang suatu kaum. adzanlah salah seorang di antara kalian (H. Hukum Adzan Adzan hukumnya adalah fardlu kifaayah. Salah satu tanda bahwa suatu daerah adalah wilayah Islam jika di area itu terdengar kumandang adzan. FIQH SHOLAT ADZAN DAN IQOMAT Kumandang adzan adalah panggilan untuk sholat menuju masjid dan pertanda waktu sholat telah masuk. beliau tidak memulai penyerangan hingga datang waktu Subuh dan melihat keadaan.R al-Bukhari dan Muslim dari Malik bin al- Huwairits) Adzan adalah syiar Islam yang nampak jelas. Waktu- waktu sholat InsyaAllah akan dijelaskan pada bab ‘Syarat yang Harus Dipenuhi Sebelum Pelaksanaan Sholat’. Jika terdengar adzan beliau menahan 150 . Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: ِ ‫فَِإ َذا حضر‬ َ ‫الص ََلةُ فَ ْليُ َؤذِّ ْن لَ ُك ْم أ‬ ‫َح ُد ُك ْم‬ َّ ‫ت‬ ََ َ Jika datang (waktu) sholat.

Jika beliau mendengar adzan. beliau tahan (tidak menyerang).atTirmidzi. Kemudian (orang itu) berkata: Asy-hadu anlaa ilaaha illallaah. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: engkau keluar dari neraka. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam menyatakan: berada di atas fithrah. Berdasarkan hadits Abdullah bin Zaid riwayat Abu Dawud. Kemudian para Sahabat melihat kepada arah suara adzan itu ternyata (yang mengumandangkan adzan) adalah penggembala kambing (H. Jika tidak mendengar adzan. asyhadu an laa ilaaha illallaah. beliau menyerang kaum itu (H.(tidak jadi menyerang). Ibnu Majah: 151 .R al-Bukhari no 575 dari Anas bin Malik) ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم يُغِريُ إِ َذا طَلَ َع الْ َف ْج ُر‬ ِ ُ ‫ال َكا َن رس‬ ٍ ِ‫س ب ِن مال‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ َ َ‫ك ق‬ َ ْ ِ َ‫َع ْن أَن‬ ُ ‫ك َوإََِّل أَ َغ َار فَ َس ِم َع َر ُج ًَل يَ ُق‬ ‫ول اللَّهُ أَ ْكبَ ُر‬ َ ‫َوَكا َن يَ ْستَ ِم ُع ْاْلَذَا َن فَِإ ْن َِْس َع أَذَانًا أ َْم َس‬ َ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َعلَى الْ ِفطَْرِة ُُثَّ ق‬ ‫ال أَ ْش َه ُد أَ ْن ََل‬ ِ ُ ‫ال رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ ‫اللَّهُ أَ ْكبَ ُر فَ َق‬ ِ ِ ُ ‫ال رس‬ ِ ِ ِ ِ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم َخَر ْج‬ ‫ت‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ ‫إلَهَ إََّل اللَّهُ أَ ْش َه ُد أَ ْن ََل إلَهَ إََّل اللَّهُ فَ َق‬ ‫اعي ِم ْعًزى‬ ِ ‫ِمن النَّا ِر فَنَظَروا فَِإ َذا هو ر‬ َ َُ ُ ْ Dari Anas bin Malik beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam (memulai) penyerangan jika terbit fajar. beliau menyerang. Namun jika tidak terdengar. Kemudian (suatu ketika) terdengar seorang laki-laki berkata (dalam adzan): Allaahu Akbar Allaahu Akbar.R Muslim dari Anas bin Malik) Lafadz-lafaz adzan yang disyariatkan 1. Beliau akan menyimak suara adzan (di waktu itu).

Lafadz adzan berdasarkan hadits Abu Mahdzuuroh‬‬ ‫‪riwayat Abu Dawud. anNasaai. atTirmidzi. ‫اللَّهُ أَ ْكبَ ُر اللَّهُ أَ ْكبَ ُر ‪ -‬اللَّهُ أَ ْكبَ ُر اللَّهُ أَ ْكبَ ُر‪ -‬أَ ْش َه ُد أَ ْن ََل إِلَ َه إََِّل اللَّهُ‪ -‬أَ ْش َه ُد‬ ‫ول اللَّ ِه‬ ‫َن ُُمَ َّم ًدا َر ُس ُ‬ ‫ول اللَّ ِه‪ -‬أَ ْش َه ُد أ َّ‬ ‫أَ ْن ََل إِلَهَ إََِّل اللَّهُ‪ -‬أَ ْش َه ُد أ َّ‬ ‫َن ُُمَ َّم ًدا َر ُس ُ‬ ‫الص ََلةِ ‪َ -‬ح َّي َعلَى الْ َف ََل ِح ‪َ -‬ح َّي َعلَى‬ ‫الص ََلةِ ‪َ -‬ح َّي َعلَى َّ‬ ‫‪َ -‬ح َّي َعلَى َّ‬ ‫الْ َف ََل ِح ‪-‬اللَّهُ أَ ْكبَ ُر اللَّهُ أَ ْكبَ ُر‪ََ -‬ل إِلَ َه إََِّل اللَّهُ‬ ‫‪2. Ibnu Majah:‬‬ ‫اللَّهُ أَ ْكبَ ُر اللَّهُ أَ ْكبَ ُر ‪-‬اللَّهُ أَ ْكبَ ُر اللَّهُ أَ ْكبَ ُر‪ -‬أَ ْش َه ُد أَ ْن ََل إِلَ َه إََِّل اللَّهُ‪ -‬أَ ْش َه ُد‬ ‫ول اللَّ ِه‬ ‫َن ُُمَ َّم ًدا َر ُس ُ‬‫ول اللَّ ِه‪ -‬أَ ْش َه ُد أ َّ‬ ‫َن ُُمَ َّم ًدا َر ُس ُ‬‫أَ ْن ََل إِلَهَ إََِّل اللَّهُ‪ -‬أَ ْش َه ُد أ َّ‬ ‫ول‬ ‫‪-‬أَ ْش َه ُد أَ ْن ََل إِلَ َه إََِّل اللَّهُ‪ -‬أَ ْش َه ُد أَ ْن ََل إِلَ َه إََِّل اللَّهُ‪ -‬أَ ْش َه ُد أ َّ‬ ‫َن ُُمَ َّم ًدا َر ُس ُ‬ ‫الص ََل ِة‪-‬‬ ‫الص ََل ِة ‪َ -‬ح َّي َعلَى َّ‬ ‫ول اللَّ ِه ‪َ -‬ح َّي َعلَى َّ‬ ‫اللَّ ِه‪ -‬أَ ْش َه ُد أ َّ‬ ‫َن ُُمَ َّم ًدا َر ُس ُ‬ ‫َح َّي َعلَى الْ َف ََل ِح َح َّي َعلَى الْ َف ََل ِح‪ -‬اللَّهُ أَ ْكبَ ُر اللَّهُ أَ ْكبَ ُر‪ََ -‬ل إِلَ َه إََِّل اللَّه‬ ‫‪3. Lafadz adzan berdasarkan hadits Abu Mahdzuuroh‬‬ ‫‪riwayat Muslim‬‬ ‫اللَّهُ أَ ْكبَ ُر اللَّهُ أَ ْكبَ ُر‪ -‬أَ ْش َه ُد أَ ْن ََل إِلَهَ إََِّل اللَّهُ ‪ -‬أَ ْش َه ُد أَ ْن ََل إِلَهَ إََِّل اللَّهُ‪-‬‬ ‫َن ُُم َّم ًدا رس ُ ِ‬ ‫َن ُُم َّم ًدا رس ُ ِ‬ ‫ول اللَّه ‪-‬أَ ْش َه ُد أَ ْن ََل إِلَهَ‬ ‫ول اللَّه ‪ -‬أَ ْش َه ُد أ َّ َ َ ُ‬ ‫أَ ْش َه ُد أ َّ َ َ ُ‬ ‫ول اللَّ ِه ‪ -‬أَ ْش َه ُد أ َّ‬ ‫َن‬ ‫إََِّل اللَّهُ ‪ -‬أَ ْش َه ُد أَ ْن ََل إِلَهَ إََِّل اللَّهُ‪ -‬أَ ْش َه ُد أ َّ‬ ‫َن ُُمَ َّم ًدا َر ُس ُ‬ ‫الص ََلةِ ‪َ -‬ح َّي َعلَى‬ ‫الص ََل ِة ‪َ -‬ح َّي َعلَى َّ‬ ‫ول اللَّ ِه ‪َ -‬ح َّي َعلَى َّ‬ ‫ُُمَ َّم ًدا َر ُس ُ‬ ‫الْ َف ََل ِح ‪َ -‬ح َّي َعلَى الْ َف ََل ِح‪ -‬اللَّهُ أَ ْكبَ ُر اللَّهُ أَ ْكبَ ُر‪ََ -‬ل إِلَ َه إََِّل اللَّهُ‬ ‫‪152‬‬ .

sedangkan lafadz yang ke-2 empat kali.R Muslim dari Muawiyah bin Abi Sufyan) Panjangnya leher pada hari kiamat memberikan keutamaan-keutamaan: a. 2. Perbedaan lafadz yang kedua dengan yang ketiga adalah ucapan takbir di awal pada lafadz yang ke-3 hanya dua kali. Boleh menggunakan ketiga jenis bacaan adzan tersebut. namun jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. sebaiknya menggunakan lafadz adzan yang masyhur saja yaitu lafadz yang pertama hadits Abdullah bin Zaid. Lafadz adzan yang kedua adalah yang dipilih oleh al- Imam asy-Syafi’i dalam kitabnya al-Umm. yaitu kembali mengucapkan dua kalimat syahadat (masing- masing dua kali). bukan panjang leher secara hakiki) 153 . Lafadz adzan yang pertama adalah yang masyhur dikumandangkan di seluruh penjuru dunia saat ini. Muadzin akan menjadi orang yang terpanjang lehernya pada hari kiamat. ‫َّاس أ َْعنَاقًا يَ ْوَم الْ ِقيَ َام ِة‬ ِ ‫الْ ُم َؤذِّنُو َن أَطْ َو ُل الن‬ Para Muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya pada hari kiamat (H. Inti perbedaan antara lafadz pertama dengan kedua adalah bahwa dalam lafadz kedua ada at-Tarji’. 5. 4. Setelah ucapan asyhadu anna muhammadar rosuulullah yang kedua di bagian pertama kembali mengucapkan asyhadu an laa ilaaha illallaah. 3. Orang-orang yang kehausan lehernya tertekuk pada hari kiamat (pendapat al- Imam Abu Dawud. Keutamaan Adzan 1. beliau mentakwilkan makna panjang leher dengan tidak kehausan.Catatan untuk Lafadz Adzan Abdullah bin Zaid dan Abu Mahdzuuroh : 1. Tidak kehausan.

bulan. ِ‫الشمس والْ َقمر والنُّجوم واْْلَ ِظلَّةَ لِ ِذ ْك ِر اهلل‬ ‫إِ َّن ِخيَ َار ِعبَ ِاد اهللِ الَّ ِذيْ َن‬ َ َ ْ ُ َ َ َ َ َ ْ َّ ‫يَُراعُ ْو َن‬ ‫َعَّز َو َج َّل‬ Sesungguhnya hamba-hamba Allah terbaik adalah yang memperhatikan (menjaga) peredaran matahari. 3. dan muadzin diampuni sejauh jangkauan suaranya dan akan membenarkannya (menjadi saksi) makhluk yang mendengarnya baik yang basah atau kering.R atThobarony. dan seluruh makhluk dalam jangkauan terdengar suara adzannya akan menjadi saksi pada hari kiamat. Diampuni sepanjang suaranya terdengar. ‫ص ْوتِِه‬ ِ َ ‫ف الْ ُم َقدَّم َوالْ ُم َؤذِّ ُن يُ ْغ َف ُر لَهُ َم َّد‬ ِّ ‫الص‬ ِ َ ُ‫إِ َّن اللَّهَ َوَم ََلئ َكتَهُ ي‬ َّ ‫صلُّو َن َعلَى‬ ِ ٍ ِ‫ب وياب‬ ِ ِ ‫صلَّى َم َعه‬ َ ‫َج ِر َم ْن‬ ْ ‫س َولَهُ مثْ ُل أ‬ َ َ ٍ ْ‫ص ِّدقُهُ َم ْن َْس َعهُ م ْن َرط‬َ ُ‫َوي‬ Sesungguhnya Allah dan para MalaikatNya bersholawat kepada shaf terdepan. dan bintang. dinyatakan sanadnya hasan oleh al-Mundziri) 4. Mendapat pahala seperti orang yang datang sholat dengan sebab panggilan adzannya. Tergolong sebagai salah satu hamba Allah terbaik.R anNasaai dan Ahmad. Orang-orang akan memandang itu sebagai sebuah kemulyaan yang besar (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam syarh Riyaadhis Shoolihiin) 2. di saat sebagian orang pada hari kiamat ada yang tenggelam dengan air keringatnya disebabkan perbuatan di dunia (semakna dengan penjelasan anNadhr bin Syumail) c. serta bayangan (benda) untuk menyebut Allah Azza Wa Jalla (dengan adzan)(H. dan ia mendapatkan pahala seperti orang yang sholat bersamanya (H. b. al- 154 . Menjadi tanda kebanggaan di hadapan makhluk- makhluk lainnya pada hari kiamat. Tidak akan tenggelam dengan air keringatnya.

7.R Ibnu Majah. ‫صلَّى اهللُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِ ِ َ ‫ ُكنَّا َم َع َر ُس ْول اهلل‬: ‫ال‬َ َ‫َع ْن أَِِب ُهَريْ َرَة َر ِضي اهللُ َعْنهُ ق‬ ‫ َم ْن‬: ‫صلَّى اهللُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِ ِ َ ‫ال َر ُس ْو ُل اهلل‬ َ َ‫ت ق‬َ ‫فَ َق َام بََِل ٌل يُنَادي فَلَ َّما َس َك‬ ْ ‫ال ِمثْ َل َه َذا يَِقْي نًا َد َخ َل‬ َ‫اْلَنَّة‬ َ َ‫ق‬ Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu beliau berkata: Kami bersama Rasulullah shollallahu alaihi wasallam kemudian Bilal bangkit mengumandangkan adzan. 155 . dan tetap mengumandangkan adzan dan iqomat. ‫ب لَهُ بِتَأْ ِذينِ ِه ِِف ُك ِّل يَ ْوٍم ِستُّو َن‬ ِ ْ ‫من أَذَّ َن ثِْنِت ع ْشرَة سنَةً وجبت لَه‬ َ ‫اْلَنَّةُ َوُكت‬ ُ ْ َ َ َ َ َ َ َْ َْ ‫َح َسنَةً َولِ ُك ِّل إِقَ َام ٍة ثَََلثُو َن َح َسنَة‬ Barangsiapa yang adzan 12 tahun wajib baginya surga dan tercatat dengan adzannya setiap hari 60 kebaikan dan pada setiap iqomat 30 kebaikan (H. Barangsiapa yang adzan selama 12 tahun. Terhitung mendapatkan 60 kebaikan setiap adzan. dishahihkan al-Hakim dan al-Albany. Ketika telah diam (selesai) Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang mengucapkan seperti ini (adzan) dengan yakin. dishahihkan al-Hakim dan al- Albany) 5. dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Albany) 6. maka ia masuk surga (H. masuk surga. Baihaqy. Jika ia sendirian di padang tandus. Barangsiapa yang mengumandangkan adzan dan yakin dengan apa yang dibacanya. maka para Malaikat akan menjadi makmumnya. masuk surga. dihasankan Ibnu Hajar dalam Nataaijul Afkaar) 8. al-Bazzar.R anNasaai.

Jika ia adzan dan iqomat. Allah akan berbangga kepada seseorang yang adzan dan iqomat serta sholat sendirian di puncak gunung/bukit yang sepi. Allah ampuni dia dan memasukkannya ke dalam surga ‫صلِّي‬ ِ َّ ِ‫اعي َغنَ ٍم ِِف رأْ ِس َش ِظيَّ ٍة ِِبب ٍل ي ؤذِّ ُن ب‬ ِ ‫ي عجب ربُّ ُكم ِمن ر‬ َ ُ‫الص ََلة َوي‬ َ ُ ََ َ َ ْ ْ َ ُ َ َْ ‫اف ِم ِِّن‬ ِ ِ ِ َّ ُ ‫فَيَ ُق‬ ُ َ‫الص ََل َة َُي‬ ُ ‫ول اللهُ َعَّز َو َج َّل انْظُُروا إ ََل َعْبدي َه َذا يُ َؤذِّ ُن َويُق‬ َّ ‫يم‬ ْ ُ‫ت لِ َعْب ِدي َوأ َْد َخ ْلتُه‬ َ‫اْلَنَّة‬ ُ ‫قَ ْد َغ َف ْر‬ Tuhan kalian takjub dengan penggembala kambing di atas tempat tinggi di gunung.R Abdurrozzaq 9. adzan Subuh dilakukan dua kali: sebelum terbit fajar shadiq (ketika masih malam) dan ketika telah 156 . adzan kemudian sholat. Jika ia iqomat (saja) maka akan sholat bersamanya dua Malaikat. ِ ِ َ‫ فَحان‬، ‫ض قِي‬ ِ ً‫ فَإ ْن ََلْ ََي ْد َماء‬، ْ‫ضأ‬ َّ ‫الصَلَةُ فَ ْليَتَ َو‬ َّ ‫ت‬ َ ٍّ ِ ‫الر ُج ُل بِأ َْر‬َّ ‫إِ َذا َكا َن‬ ِ ‫ وإِ ْن أَذَّ َن وأَقَام صلَّى خ ْل َفه ِمن جن‬، ‫ان‬ ِ ‫ود‬ ُُ ْ ُ َ َ َ َ َ ‫ فَِإ ْن أَقَ َام‬، ‫فَ ْليَتَ يَ َّم ْم‬ َ ‫صلَّى َم َعهُ َملَ َك‬ ُ‫اهلل َماَلَ يَُرى طََرفَاه‬ Jika seseorang berada di padang tandus ketika datang waktu sholat ia berwudhu’. Ia takut kepadaKu. Aku telah ampuni hambaKu dan memasukkannya ke dalam surga (H. Maka Allah berfirman: Lihatlah kepada hambaKu ini ia adzan dan menegakkan sholat. akan sholat di belakangnya tentara Allah (Malaikat) yang tidak bisa terlihat ujungnya (karena sangat besar)(H. anNasaai dari Uqbah bin Amir. dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Albany) Adzan pada Waktu Subuh Di masa Nabi.R Abu Dawud. Kalau tidak ada air ia bertayammum.

terbit fajar shadiq (ketika masuk pagi). Ibnu Ummi Maktum adalah seorang buta. maka Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Makan dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum adzan karena ia (Ibnu Ummi Maktum) tidaklah adzan hingga terbit fajar. Maka makan dan minumlah sampai adzan atau kalian mendengar (adzan) Ibnu Ummi Maktum. Al-Qosim (salah satu perawi) berkata: Jarak (waktu) antara kedua adzan itu adalah ketika (muadzin) yang satu naik. Muadzin yang adzan sebelum masuk waktu Subuh adalah Bilaal. ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم إِ َّن‬ ُّ ِ‫ال الن‬ َ ‫َِّب‬ َ َ‫ال ق‬َ َ‫َع ْن َعْب ِد اللَّ ِه بْ ِن عُ َمَر َر ِض َي اللَّهُ َعْن ُه َما ق‬ ‫ال َح ََّّت تَ ْس َمعُوا أَذَا َن ابْ ِن أُِّم َمكْتُ ٍوم‬َ َ‫بََِلًَل يُ َؤذِّ ُن بِلَْي ٍل فَ ُكلُوا َوا ْشَربُوا َح ََّّت يُ َؤذِّ َن أ َْو ق‬ ‫ت‬ َ ‫َصبَ ْح‬ ْ ‫َّاس أ‬ ُ ‫ول لَهُ الن‬ َ ‫َوَكا َن ابْ ُن أ ُِّم َمكْتُ ٍوم َر ُج ًَل أ َْع َمى ََل يُ َؤ ِّذ ُن َح ََّّت يَ ُق‬ Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya Bilal adzan pada saat (masih) malam.R al-Bukhari dan Muslim) ِ ُ ‫ال رس‬ ِ ِ َّ ‫َعن َعائِ َشةَ ر ِضي اللَّهُ َعْن ها أ‬ ُ‫صلَّى اللَّه‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ ‫َن ب ََلًَل َكا َن يُ َؤذِّ ُن بلَْي ٍل فَ َق‬ َ َ َ ْ ‫َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ُكلُوا َوا ْشَربُوا َح ََّّت يُ َؤذِّ َن ابْ ُن أ ُِّم َمكْتُ ٍوم فَِإنَّهُ ََل يُ َؤذِّ ُن َح ََّّت يَطْلُ َع الْ َف ْج ُر‬ ‫ْي أَذَاِنِِ َما إََِّل أَ ْن يَ ْرقَى ذَا َويَْن ِزَل ذَا‬ ِ َ َ‫ق‬ َ ْ َ‫ال الْ َقاس ُم َوََلْ يَ ُك ْن ب‬ Dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa Bilal adzan di waktu malam.R al-Bukhari no 1785) 157 . tidaklah ia adzan hingga orang-orang berkata: Telah (masuk waktu) pagi (H. sedangkan Ibnu Ummi Maktum adzan saat sudah masuk waktu Subuh. yang satunya turun (H.

dishahihkan al-Albany) : ‫ال‬ َ َ‫السنَّ ِة إِ َذا ق‬ َ َ‫ال الْ ُم َؤذِّ ُن ِِف أَ َذ ِان الْ َف ْج ِر َح َّي َعلَى الْ َفَلَ ِح ق‬ ُّ ‫ ِم َن‬: ‫ال‬ ٍ َ‫َع ْن أَن‬ َ َ‫س ق‬ ‫الصَلَةُ َخْي ٌر ِم َن النَّ ْوِم‬ َّ Dari Anas –radhiyallahu anhu.R anNasaai. as-Sholaatu khoyrun minan nauum – as-Sholaatu khoirun minan naum (H. muadzin disunnahkan mengucapkan sholluu fii buyuutikum sebagai pengganti ucapan hayya alas sholaah ‫ت أَ ْش َه ُد أَ ْن ََل إِلَهَ إََِّل‬ ِ ٍ ِِ ِ َ َ‫اس أَنَّه ق‬ ِ ِ َ ‫ال ل ُم َؤذِّنه ِِف يَ ْوم َمط ٍري إِذَا قُ ْل‬ ُ ٍ َّ‫َع ْن َعْبد اللَّه بْ ِن َعب‬ ‫صلُّوا ِِف بُيُوتِ ُك ْم‬ ِ َّ ‫ول اللَّ ِه فَ ََل تَ ُقل حي علَى‬ َّ ‫اللَّهُ أَ ْش َه ُد أ‬ َ ‫الص ََلة قُ ْل‬ َ َّ َ ْ ُ ‫َن ُُمَ َّم ًدا َر ُس‬ ‫ال أَتَ ْع َجبُو َن ِم ْن َذا قَ ْد فَ َع َل َذا َم ْن ُه َو َخْي ٌر‬ َ ‫استَ ْن َك ُروا َذ َاك فَ َق‬ ْ ‫َّاس‬ َ ‫َن الن‬ َّ ‫ال فَ َكأ‬ َ َ‫ق‬ ِ ‫َّح‬ ‫ض‬ ِ ِّ‫ُخ ِر َج ُكم فَتَ ْم ُشوا ِِف الط‬ ْ ‫ْي َوالد‬ ْ ْ ‫ت أَ ْن أ‬ ْ ‫ِم ِِّن إِ َّن‬ ُ ‫اْلُ ُم َع َة َع ْزَمةٌ َوإِ ِِّّن َك ِرْه‬ 158 .R Ibnu Khuzaimah) Lafadz Shollu fii Buyuutikum Saat Hujan Deras Pada saat hujan deras.Khusus di waktu Subuh. lafadz adzan ada tambahan kalimat: as-Sholaatu khoirun minan nauum setelah kalimat Hayya ‘alal falaah ‫ول ِِف‬ ِ ِ ِ ِ ُ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم َوُكْن‬ ُ ُ‫ت أَق‬ َ ‫ت أ َُؤذِّ ُن لَر ُسول اللَّه‬ ُ ‫ال ُكْن‬ َ ‫َع ْن أَِِب َُْم ُذ‬ َ َ‫ورَة ق‬ ‫الص ََلةُ َخْي ٌر ِم ْن الن َّْوِم‬ َّ ‫الص ََلةُ َخْي ٌر ِم ْن الن َّْوِم‬ َّ ‫أَذَ ِان الْ َف ْج ِر ْاْل ََّوِل َح َّي َعلَى الْ َف ََل ِح‬ Dari Abu Mahdzuuroh beliau berkata: Saya adzan untuk Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan saya mengucapkan di adzan Subuh yang pertama: (setelah) Hayyaa Alal Falaah.beliau berkata: Termasuk sunnah adalah jika seorang muadzin pada adzan Fajar (setelah) Hayya alal falaah ia berkata: as-Sholaatu khoyrun minan nauum (H.

janganlah mengucapkan hayya alas sholaah. Tapi ucapkanlah sholluu fii buyuutikum (sholatlah di rumah-rumah kalian). atau sholat bersama mahramnya. Para muadzin di masa itu hingga saat ini adalah laki-laki. (namun ada keringanan saat turun hujan lebat). jika seseorang wanita sholat sendirian. maka yang demikian tidak mengapa.R al-Bukhari no 850 dan Muslim no 1128) Apakah Wanita juga Boleh Adzan dan Iqomat? Jawab: Jika yang dimaksud adalah mengumandangkan adzan dengan suara keras untuk memanggil seseorang datang ke masjid atau surau. asyhadu anna muhammadan Rasulullah. dan aku tidak suka mengeluarkan kalian (dari rumah) hingga berjalan di tanah (basah) dan tempat yang licin(H.Dari Abdullah bin Abbas bahwasanya ia berkata kepada muadzin-nya pada hari hujan lebat: Jika engkau (selesai) mengucapkan:Asyhadu an laa ilaaha illallaah. Manusia kemudian mengingkari hal itu. Sesungguhnya sholat Jumat adalah kewajiban. kemudian Ibnu Abbas berkata: Apakah kalian heran dengan itu?! Sungguh hal itu telah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku (Rasulullah shollallahu alaihi wasallam). Sulaiman bin Thorkhoon at Taimiy berkata: َ َ‫ِّس ِاء أَ َذا ٌن َوإِقَ َامةٌ ؟ ق‬ ‫ َوإِ ْن فَ َع ْل َن فَ ُه َو ِذ ْكٌر‬، َ‫ َل‬: ‫ال‬ َ ‫ُكنَّا نَ ْسأ َُل أَنَ ًسا َه ْل َعلَى الن‬ 159 . Namun. atau sholat bersama jamaah wanita yang lain dan mereka adzan dan iqomat tidak dengan suara yang dikeraskan. maka yang demikian tidak pernah dilakukan di masa Nabi dan para Sahabatnya.

Bolehnya adzan dan iqomat bagi wanita ini adalah pendapat asy-Syafi’i dan riwayat dari Ahmad. Kalaupun mereka lakukan. shahih sesuai syarat al-Bukhari dan Muslim) Sebagaimana juga diriwayatkan bahwa Aisyah radhiyallahu anha pernah adzan dan iqomat (riwayat Ibnu Abi Syaibah. itu adalah dzikir (yang berpahala. Orang yang Mendengar Adzan Menyimak dan Menjawab Adzan َ َ‫َح ُد ُك ْم اللَّهُ أَ ْكبَ ُر اللَّهُ أَ ْكبَ ُر ُُثَّ ق‬ ‫ال‬ َ ‫ال أ‬ َ ‫ال الْ ُم َؤذِّ ُن اللَّهُ أَ ْكبَ ُر اللَّهُ أَ ْكبَ ُر فَ َق‬َ َ‫إِذَا ق‬ ‫ول‬ َّ ‫ال أَ ْش َه ُد أ‬ ُ ‫َن ُُمَ َّم ًدا َر ُس‬ َ َ‫ال أَ ْش َه ُد أَ ْن ََل إِلَهَ إََِّل اللَّهُ ُُثَّ ق‬ َ َ‫أَ ْش َه ُد أَ ْن ََل إِلَ َه إََِّل اللَّهُ ق‬ ‫ال ََل َح ْو َل َوََل قُ َّوَة‬ َ َ‫الص ََلةِ ق‬َّ ‫ال َح َّي َعلَى‬ َ َ‫ول اللَّ ِه ُُثَّ ق‬ ُ ‫َن ُُمَ َّم ًدا َر ُس‬ َّ ‫ال أَ ْش َه ُد أ‬َ َ‫اللَّ ِه ق‬ ‫ال اللَّهُ أَ ْكبَ ُر‬ َ َ‫ال ََل َح ْو َل َوََل قُ َّوَة إََِّل بِاللَّ ِه ُُثَّ ق‬ َ َ‫ال َح َّي َعلَى الْ َف ََل ِح ق‬ َ َ‫إََِّل بِاللَّ ِه ُُثَّ ق‬ ‫ال ََل إِلَهَ إََِّل اللَّهُ ِم ْن قَ ْلبِ ِه‬َ َ‫ال ََل إِلَهَ إََِّل اللَّهُ ق‬َ َ‫ال اللَّهُ أَ ْكبَ ُر اللَّهُ أَ ْكبَ ُر ُُثَّ ق‬ َ َ‫اللَّهُ أَ ْكبَ ُر ق‬ َ‫اْلَنَّة‬ ْ ‫َد َخ َل‬ Jika muadzin mengucapkan Allahu Akbar kemudian seseorang dari kalian mengucapkan Allaahu Akbar Allaahu Akbar. kemudian muadzin mengucapkan asy-hadu an laa ilaaha illallaah ia mengucapkan asyhadu an laa ilaaha illallaah. ia mengucapkan asyhadu anna 160 . Abdurrozzaq. kemudian muadzin mengucapkan asyhadu anna muhammadar rosuulullah. al-Baihaqy. pent)(riwayat Ibnu Abi Syaibah. dan al-Hakim).Kami bertanya kepada Anas: Apakah wanita harus adzan dan iqomat? Beliau menjawab: Tidak.

Barangsiapa yang menyimak dan menjawab bacaan adzan tersebut dengan ikhlas. Bacaan Setelah Selesai Mendengar Adzan Ada dua bacaan yang masyhur yang disunnahkan dibaca setelah mendengar adzan. kemudian muadzin mengucapkan hayya alas sholaah ia mengucapkan laa haula walaa quwwata illaa billaah.muhammadar rosuulullah. kita yang mendengar disunnahkan mengikuti bacaan muadzin. Subhaanallah. Sebagaimana hal ini difatwakan Syaikh Muqbil dalam audio Ghoorotul Asyrithoh (2/489)). maka adzan dari masjid itu yang kita jawab. yaitu bacaan berdasarkan hadits Jabir yang keutamaannya mendapat syafaat Nabi pada hari kiamat. dan bacaan berdasarkan hadits Sa’ad bin Abi Waqqosh yang keutamaannya diampuni dosanya. akan mendapatkan surga. jika muadzin mengumandangkan adzan. 161 . maka suara adzan dari tempat terdekat tempat kita akan melakukan sholat di sana yang kita jawab. kecuali pada saat hayya alas sholaah dan hayya alal falaah. Sedangkan jika kita di luar masjid. kemudian muadzin mengucapkan hayya alal falaah ia mengucapkan laa haula wa laa quwwata illaa billaah dari hatinya (ikhlas dan yakin). Jika Kita Mendengar Adzan Pada Saat Bersamaan dari Beberapa Tempat.R Muslim dari Umar bin al-Khottob) Berdasarkan hadits ini. Manakah yang Harus Dijawab? Jawab: Jika kita berada di dalam masjid. ucapan kita adalah Laa haula wa laa quwwata illaa billaah. maka ia masuk surga (H.

rodhiitu billaahi robban wa bi Muhammadin rosuulan dan bil Islaami diinan (aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq kecuali Allah satu-satunya tiada sekutu bagiNya dan bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya.R Muslim dari Sa’ad bin Abi Waqqosh) 162 .R al- Bukhari dari Jabir bin Abdillah) ‫ْي يَ ْس َم ُع الْ ُم َؤذِّ َن أا ْش اه ُد أا ْن اَل إِلاها إََِّل اللَّهُ او ْح ادهُ اَل اش ِر ا‬ َّ ‫يك لاهُ اوأ‬ ‫ان‬ ِ َ َ‫من ق‬ َ ‫ال ح‬ َْ ِ ِ ً ‫يت بِاللَّ ِه اربًّا اوبِ ُم اح َّم ٍد ار ُس‬ ِْ ِ‫وَل اوب‬ ِ ‫مح َّم ًدا اع ْب ُدهُ ورسولُهُ ر‬ ُ‫اْل ْس اَلِم دينًا غُفَر لَه‬ ُ ‫ض‬ ‫اا ُ ا‬ ‫ُا‬ ُ‫َذنْبُه‬ Barangsiapa yang berkata setelah mendengar adzan: Asyhadu anlaa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah wa anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluhu. Muhammad sebagai Rosul dan Islam sebagai agama). Berikanlah kepada Muhammad wasilah dan keutamaan. dan bangkitkanlah ia pada maqooman mahmuuda yang Engkau janjikan).ِ ‫الص اَلةِ الْ اقائِم ِة‬ ‫آت‬ َّ ‫الد ْع اوةِ الت‬ َّ ‫َّام ِة او‬ َّ ِ‫ب اه ِذه‬ َّ ‫ِّداءَ اللَّ ُه َّم ار‬ َ ‫ْي يَ ْس َم ُع الن‬ ِ َ َ‫من ق‬ ‫ا‬ َ ‫ال ح‬ َْ ِ ً ‫ضيلاةا واب عثْهُ م اقاما محم‬ ِ ‫مح َّم ًدا الْو ِسيلاةا والْ اف‬ ‫اع ِِت‬ ْ َّ‫ودا الَّذي او اع ْدتاهُ َحل‬ َ ‫ت لَهُ َش َف‬ ُ ْ ‫ا ْا ا ً ا‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫ُا‬ ‫يَ ْوَم الْ ِقيَ َام ِة‬ Barangsiapa yang berkata setelah selesai mendengar adzan: Allaahumma Robba Haadzihid da’watit taammah wassholaatil qoo-imah aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilata wab-‘atshu maqooman mahmuudanil ladzii wa’adtah (Ya Allah Tuhan pemilih seruan yang sempurna ini dan sholat yang akan ditegakkan ini. maka ia akan mendapat syafaatku pada hari kiamat (H. aku ridha Allah sebagai Rabb. niscaya akan diampuni dosanya (H.

Selain bacaan tersebut. kita juga bisa berdoa setelah itu dengan doa apa saja sesuai dengan yang kita inginkan. namun jika dari rekaman. Sebaiknya mengumandangkan adzan dalam keadaan suci dari hadats besar maupun kecil. Karena jika seseorang menjawab ucapan muadzin kemudian setelah selesai adzan berdoa. meski bukan keharusan.R Abu Dawud. Hukum Adzan Melalui Rekaman Adzan yang diperdengarkan melalui rekaman tidaklah sama hukumnya dengan hukum adzan. Jika telah selesai adzan. ‫ال‬ َ ‫ضلُونَنَا فَ َق‬ُ ‫ْي يَ ْف‬ ِ ِ َ ‫ال يا رس‬ َ ‫ول اللَّه إِ َّن الْ ُم َؤذِّن‬ ُ َ َ َ َ‫َن َر ُج ًَل ق‬ َّ ‫َع ْن َعْب ِد اللَّ ِه بْ ِن َع ْم ٍرو أ‬ ِ ِ ُ ‫رس‬ ‫ت فَ َس ْل تُ ْعطَ ْه‬َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم قُ ْل َك َما يَ ُقولُو َن فَِإ َذا انْتَ َهْي‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ Dari Abdullah bin ‘Amr –radhiyallahu anhu.bahwa seorang laki-laki berkata: Wahai Rasulullah. Jika seseorang mendengarkan adzan dari suara yang dikumandangkan seseorang secara langsung. Adzan dilakukan dalam keadaan berdiri menghadap ke arah kiblat. dishahihkan Ibnu Hibban dan dinyatakan sanadnya hasan shahih oleh al-Albany) Adab-adab Muadzin Muadzin adalah seorang lelaki yang sebaiknya memiliki suara yang keras (lantang) dan baik. tidak perlu diikuti (disarikan 163 . Karena itu rekaman adzan tidak bisa menggantikan kumandang adzan dari seseorang secara langsung. maka mintalah (kepada Allah) niscaya engkau akan diberi (H. maka doanya mustajabah. maka ia jawab bacaannya. Maka Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Ucapkan sebagaimana ucapan muadzin. sesungguhnya para muadzin mendahului kami dalam hal keutamaan.

R Abu Dawud. Hadits Abdullah bin Zaid: ‫ول اللَّ ِه َح َّي‬ َّ ‫اللَّهُ أَ ْكبَ ُر اللَّهُ أَ ْكبَ ُر أَ ْش َه ُد أَ ْن ََل إِلَهَ إََِّل اللَّهُ أَ ْش َه ُد أ‬ ُ ‫َن ُُمَ َّم ًدا َر ُس‬ ‫الص ََلةُ اللَّهُ أَ ْكبَ ُر‬ َّ ‫ت‬ ِ َّ ‫علَى‬ ْ ‫الص ََلةُ قَ ْد قَ َام‬ َّ ‫ت‬ ْ ‫الص ََلة َح َّي َعلَى الْ َف ََل ِح قَ ْد قَ َام‬ َ ُ‫اللَّهُ أَ ْكبَ ُر ََل إِلَهَ إََِّل اللَّه‬ 2. Ada 2 jenis lafadz bacaan iqomat: 1. dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Albany) Bacaan Iqomat Bacaan iqomat adalah seruan kepada para jamaah untuk bersegera bangkit mempersiapkan diri karena sholat akan segera ditegakkan. Hadits Abu Mahdzuuroh: ‫اللَّهُ أَ ْكبَ ُر اللَّهُ أَ ْكبَ ُر اللَّهُ أَ ْكبَ ُر اللَّهُ أَ ْكبَ ُر أَ ْش َه ُد أَ ْن ََل إِلَهَ إََِّل اللَّهُ أَ ْش َه ُد أَ ْن ََل‬ ‫ول اللَّ ِه َح َّي َعلَى‬ ُ ‫َن ُُمَ َّم ًدا َر ُس‬َّ ‫ول اللَّ ِه أَ ْش َه ُد أ‬ُ ‫َن ُُمَ َّم ًدا َر ُس‬ َّ ‫إِلَهَ إََِّل اللَّهُ أَ ْش َه ُد أ‬ ُ‫الص ََلة‬ َّ ‫ت‬ ِ َّ ‫الص ََل ِة حي علَى‬ ْ ‫الص ََلة َح َّي َعلَى الْ َف ََل ِح َح َّي َعلَى الْ َف ََل ِح قَ ْد قَ َام‬ َ َّ َ َّ ُ‫الص ََلةُ اللَّهُ أَ ْكبَ ُر اللَّهُ أَ ْكبَ ُر ََل إِلَهَ إََِّل اللَّه‬ َّ ‫ت‬ ْ ‫قَ ْد قَ َام‬ 164 .dari Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Fataawa Nuurun alad Darb 125/14) Doa Mustajabah di Antara Adzan dan Iqomat Masa menunggu sholat fardlu di antara adzan dan iqomat adalah masa mustajabah (mudahnya terkabul) doa. ‫اْلقَ َام ِة‬ ِْ ‫ْي ْاْلَ َذ ِان َو‬ َ ْ َ‫ُّعاءُ ب‬ َ ‫ََل يَُرُّد الد‬ Tidaklah ditolak doa di antara adzan dan iqomat (H. atTirmidzi. anNasaai.

Kecuali ia telah melewati ruku’ yang terakhir dalam sholatnya. kemudian terdengar iqomat dikumandangkan. jika seseorang adzan. 165 .R Muslim dari Abu Hurairah) Jika seseorang sedang sholat sunnah. tidak ada sholat lagi kecuali sholat wajib (H. Tidak Ada Lagi Sholat Sunnah (Sebelum Sholat Wajib) ُ‫ص ََل َة إََِّل الْ َمكْتُوبَة‬ ِ ‫إِ َذا أُقِيم‬ َ ‫الص ََلةُ فَ ََل‬ َّ ‫ت‬ َ Jika telah dikumandangkan iqomat pada sholat. sebaiknya dituntaskan dengan bacaan yang ringkas (tidak berlama- lama)(disarikan dari fatwa Syaikh bin Baz dalam Fataawa Islaamiyyah (1/525)). sebagaimana yang dilakukan Bilal. Jika Telah Dikumandangkan Iqomat. Namun. baik dalam hadits Abdullah bin Zaid maupun Abu Mahdzuuroh. maka ia batalkan sholat sunnahnya berdasarkan hadits di atas. Sebaiknya seorang yang adzan juga yang iqomat.Pensyariatan lafadz adzan dan iqomat disebutkan dalam satu hadits yang bersamaan. kemudian orang lain yang iqomat maka tidak mengapa.

misalkan kepada arwah (ruh orang yang sudah meninggal) dengan ucapan: Wahai fulaan. Dengan bahasa apa saja. karena itu adalah rumah Allah. maka janganlah berdoa (beribadah) bersamaan dengan kepada Allah juga kepada yang lainnya (Q. Tidak Boleh Menjadikan Kuburan Sebagai Masjid ِ ‫ود والنَّصارى َّاَّت ُذوا قُبور أَنْبِيائِ ِهم مس‬ ‫اج َد‬ ِ ِ َّ َ َ ْ َ َ ُ َ َ َ َ ‫لَ ْعنَةُ الله َعلَى الْيَ ُه‬ 166 . Tidak mensekutukanNya dengan suatu apapun. Namun. di masjid lebih ditekankan lagi. HUKUM-HUKUM TERKAIT MASJID Masjid adalah tempat yang dikhususkan untuk pelaksanaan sholat. Tidak Berbuat Kesyirikan di Dalamnya ِ ِِ ِ َ ‫َن الْ َم َساج َد للَّه فَ ََل تَ ْدعُوا َم َع اللَّه أ‬ ‫َح ًدا‬ َّ ‫َوأ‬ Dan sesungguhnya masjid-masjid adalah hanya milik Allah. tolonglah aku…. Tempat yang dimulyakan dengan pelaksanaan ibadah.engkaulah penolongku. Janganlah seseorang berdoa di masjid kepada selain Allah. baik di masjid maupun di luar masjid.S al-Jin:18) Adab yang paling awal dan harus diutamakan di dalam masjid adalah mentauhidkan Allah. baik bahasa Arab ataupun yang lain. Larangan mensekutukan Allah bersifat umum. baca al-Quran dan kajian ilmu Islam. dzikir.

Maka Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya mereka itu jika ada seorang shalih yang meninggal mereka membangunkan masjid pada kuburnya dan mereka menggambar dengan gambar-gambar itu. mereka menjadikan kuburan para Nabi-Nabi mereka sebagai masjid (H.Ummul Mukminin bahwa Ummu Habibah dan Ummu Salamah keduanya menceritakan kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam apa yang mereka lihat berupa gereja di Habasyah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar. Dalam sebuat hadits dinyatakan: ‫اب َعْب ِد اللَّ ِه‬ ِ ‫ال ُكنَّا ََْنلِس َعلَى ب‬ َ ُ َ َ‫ِّث َع ْن أَبِ ِيه ق‬ُ ‫ت أَِِب َُيَد‬ ِ َ َ‫عمرو بن ََيي ق‬ ُ ‫ال َْس ْع‬ َْ ُ ْ ُْ َ ‫وسى‬ ِ ِ ِ ِ ِ ِ َ ‫ود قَ ْبل‬ ٍ ‫ب ِن مسع‬ َ ‫ص ََلة الْغَ َداة فَإذَا َخَر َج َم َشْي نَا َم َعهُ إ ََل الْ َم ْسجد فَ َجاءَنَا أَبُو ُم‬ َ ُْ َ ْ 167 .R al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah dan Ibnu Abbas) ‫اْلَبَ َش ِة فِ َيها‬ ْ ِ‫يس ًة َرأَيْنَ َها ب‬ ِ ِ َ ‫َن أ َُّم َحبيبَةَ َوأ َُّم َسلَ َم َة ذَ َكَرتَا َكن‬ َّ ‫ْي أ‬ ِِ ِ َ ‫َع ْن َعائ َشةَ أ ُِّم الْ ُم ْؤمن‬ َّ ‫ك إِذَا َكا َن فِي ِه ْم‬ ‫الر ُج ُل‬ َ ِ‫ال إِ َّن أُولَئ‬َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم فَ َق‬ ِ ِّ ِ‫صا ِو ُير فَ َذ َكَرتَا للن‬ َ ‫َِّب‬ َ َ‫ت‬ ْ ‫ك ِشَر ُار‬ ِ ِ ِ ِ َّ ‫اْلَْل ِق‬ َ ِ‫الص َوَر فَأُولَئ‬ ُّ ‫ك‬ َ ‫ص َّوُروا ف ِيه تِْل‬ َ ‫ات بَنَ ْوا َعلَى قَ ِْْبه َم ْسج ًدا َو‬ َ ‫الصال ُح فَ َم‬ ‫ِعْن َد اللَّ ِه يَ ْوَم الْ ِقيَ َام ِة‬ Dari Aisyah –radhiyallahu anha.Laknat Allah terhadap orang Yahudi dan Nashara. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk di sisi Allah pada hari kiamat (H. Dzikir yang dikomando oleh satu orang dengan jumlah bilangan tertentu.R al-Bukhari dan Muslim) Tidak Berbuat Kebid’ahan di Dalam Masjid Sahabat Nabi Ibnu Mas’ud pernah mengingkari dengan keras perbuatan sekelompok orang yang mengadakan dzikir berjamaah di masjid.

‬‬ ‫‪kami akan‬‬ ‫‪berjalan bersama beliau ke masjid. ‫س َم َعنَا َح ََّّت َخَر َج‬ ‫َخَر َج إِلَْي ُك ْم أَبُو َعْب ِد َّ ِ‬ ‫ْاْلَ ْش َع ِر ُّ‬ ‫الر َْحَن بَ ْع ُد قُ ْلنَا ََل فَ َجلَ َ‬ ‫ال أ َ‬‫ي فَ َق َ‬ ‫ت ِِف‬ ‫وسى يَا أَبَا َعْب ِد َّ‬ ‫الر َْحَ ِن إِ ِِّّن َرأَيْ ُ‬ ‫ال لَهُ أَبُو ُم َ‬ ‫َج ًيعا فَ َق َ‬ ‫فَلَ َّما خرج قُمنَا إِلَي ِه َِ‬ ‫ََ َ ْ ْ‬ ‫ت‬ ‫ال فَما هو فَ َق َ ِ‬ ‫ال إِ ْن ع ْش َ‬ ‫الْ َم ْس ِج ِد آنًِفا أ َْمرا أَنْ َك ْرتُهُ َوََلْ أ ََر َو ْ َِّ ِ َِّ‬ ‫اْلَ ْم ُد لله إَل َخْي ًرا قَ َ َ ُ َ‬ ‫ً‬ ‫الص ََل َة ِِف ُك ِّل ح ْل َقةٍ‬ ‫ِ‬ ‫وسا يَْنتَظ ُرو َن َّ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ت ِف الْ َم ْسجد قَ ْوًما حلَ ًقا ُجلُ ً‬ ‫ال َرأَيْ ُ‬‫فَ َستَ َراهُ قَ َ‬ ‫ول َهلِّلُوا ِمائَةً‬ ‫ول َكبِّ ُروا ِمائَةً فَيُ َكبِّ ُرو َن ِمائَ ًة فَيَ ُق ُ‬ ‫ِ‬ ‫صى فَيَ ُق ُ‬ ‫َر ُج ٌل َوِِف أَيْدي ِه ْم َح ً‬ ‫ت‬ ‫ال َما قُ ْل ُ‬ ‫ت َْلُ ْم قَ َ‬ ‫ال فَ َماذَا قُ ْل َ‬ ‫ول َسبِّ ُحوا ِمائَةً فَيُ َسبِّ ُحو َن ِمائَ ًة قَ َ‬ ‫فَيُ َهلِّلُو َن ِمائَ ًة َويَ ُق ُ‬ ‫ت‬ ‫ال أَفَ ََل أَمرتَهم أَ ْن ي ع ُّدوا سيِّئَاِتِِم و ِ‬ ‫ك َوانْتِظَ َار أ َْم ِرَك قَ َ‬ ‫َْلُ ْم َشْيئًا انْتِظَ َار َرأْيِ َ‬ ‫ضمْن َ‬ ‫َْ ُ ْ َُ َ ْ َ َ‬ ‫ِِ‬ ‫ك‬ ‫ضْي نَا َم َعهُ َح ََّّت أَتَى َح ْل َقةً ِم ْن تِْل َ‬ ‫ضى َوَم َ‬ ‫يع م ْن َح َسنَاِت ْم ُُثَّ َم َ‬ ‫ض ِ‬ ‫ِ‬ ‫َْلُ ْم أَ ْن ََل يَ َ‬ ‫صنَ عُو َن قَالُوا يَا أَبَا َعْب ِد َّ‬ ‫الر َْحَ ِن‬ ‫ِ‬ ‫ال َما َه َذا الَّذي أ ََرا ُك ْم تَ ْ‬ ‫ف َعلَْي ِه ْم فَ َق َ‬ ‫اْللَ ِق فَ َوقَ َ‬ ‫ِْ‬ ‫ض ِام ٌن أَ ْن ََل‬ ‫ِ‬ ‫ال فَعُ ُّدوا َسيِّئَات ُك ْم فَأَنَا َ‬ ‫َّهلِيل والت ِ‬ ‫ِِ ِ‬ ‫يح قَ َ‬ ‫َّسب َ‬‫صى نَ ُع ُّد به التَّ ْكب َري َوالت ْ َ َ ْ‬ ‫َح ً‬ ‫ِ‬ ‫ٍ‬ ‫ِ‬ ‫ض ِ‬ ‫ِ‬ ‫ص َحابَةُ‬ ‫ع َهلَ َكتَ ُك ْم َه ُؤََلء َ‬ ‫َسَر َ‬ ‫يع م ْن َح َسنَات ُك ْم َش ْيءٌ َوَْيَ ُك ْم يَا أ َُّم َة ُُمَ َّمد َما أ ْ‬ ‫يَ َ‬ ‫ْس ْر َوالَّ ِذي‬ ‫ِ‬ ‫ِِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫نَبِيِّ ُك ْم َ َّ َّ ِ َّ‬ ‫صلى اللهُ َعلَْيه َو َسل َم ُمتَ َواف ُرو َن َوَهذه ثيَابُهُ ََلْ تَْب َل َوآنيَتُهُ ََلْ تُك َ‬ ‫ض ََللٍَة قَالُوا‬ ‫اب َ‬ ‫نَ ْف ِسي بِي ِدهِ إِنَّ ُكم لَعلَى ِملَّ ٍة ِهي أ َْه َدى ِمن ِملَّ ِة ُُمَ َّم ٍد أَو م ْفتَتِحو ب ِ‬ ‫ْ ُ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ‬ ‫صيبَهُ إِ َّن‬ ‫يد لِْلخ ِري لَن ي ِ‬ ‫ٍ‬ ‫ِ‬ ‫الر َْحَ ِن َما أ ََرْدنَا إََِّل ْ‬ ‫َواللَّ ِه يَا أَبَا َعْب ِد َّ‬ ‫ال َوَك ْم م ْن ُم ِر َ ْ ْ ُ‬ ‫اْلَْي َر قَ َ‬ ‫َن قَ ْوًما يَ ْقَرءُو َن الْ ُق ْرآ َن ََل َُيَا ِوُز تَ َراقِيَ ُه ْم‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم حدثنا أ َّ‬ ‫رس َ ِ‬ ‫ول اللَّه َ‬ ‫َُ‬ ‫ال َع ْم ُرو بْ ُن َسلَ َمةَ َرأَيْنَا‬ ‫َو ْاْيُ اللَّ ِه َما أ َْد ِري لَ َع َّل أَ ْكثَ َرُه ْم ِمْن ُك ْم ُُثَّ تَ َوََّل َعْن ُه ْم فَ َق َ‬ ‫َّهَرَو ِان َم َع ْ‬ ‫ِ‬ ‫ك ِْ‬ ‫َع َّامةَ أُولَئِ َ‬ ‫اْلََوارِِج‬ ‫اْللَ ِق يُطَاعنُونَا يَ ْوَم الن ْ‬ ‫‪‘Amr bin Yahya berkata: saya mendengar ayahku‬‬ ‫‪menyampaikan hadits dari ayahnya: Kami duduk di depan‬‬ ‫‪pintu rumah Abdullah bin Mas’ud (Ibnu Mas’ud) sebelum‬‬ ‫‪sholat Subuh. Kalau nanti beliau keluar.‬‬ ‫‪168‬‬ . Kemudian datang‬‬ ‫‪kepada kami Abu Musa al-Asy’ariy dan berkata: Apakah‬‬ ‫?‪Abu Abdirrohman (Ibnu Mas’ud) telah keluar menuju kalian‬‬ ‫‪Kami katakan: Tidak. Maka beliau (Abu Musa al-‘Asy’ari‬‬ ‫‪pun duduk bersama kami) hingga keluarnya Ibnu Mas’ud.

Celaka kalian wahai umat Muhammad. Alhamdulillah kecuali kebaikan. wahai Abu Abdirrohman. apakah kalian (merasa) berada di atas agama yang lebih mendapat petunjuk dibandingkan agama Muhammad. Kemudian berlanjutlah perjalanan itu hingga ketika Ibnu Mas’ud telah mendatangi salah satu lingkaran (majelis) itu beliau berdiri di dekat mereka kemudian berkata: Apa ini yang kalian perbuat? Mereka berkata: Wahai Abu Abdirrohman. Dan aku tidak melihat. Para Sahabat Nabi kalian shollallahu alaihi wasallam masih banyak. merekapun bertasbih 100 kali. sungguh cepat kebinasaan kalian. dan tasbih. Ibnu Mas’ud bertanya: Apa itu? Abu Musa mengatakan: Kalau nanti engkau masih hidup. kerikil-kerikil ini kami gunakan untuk menghitung takbir. Sesungguhnya Rasulullah shollallahu alaihi wasallam telah menceritakan kepada kami bahwa suatu kaum membaca al- 169 . kami semua bangkit kemudian Abu Musa berkata: Wahai Abu Abdirrohman. tahlil. Ibnu Mas’ud berkata: Mengapa engkau tidak memerintahkan mereka untuk menghitung saja kesalahan-kesalahan mereka. Dia berkata: ucapkan tasbih 100 kali. dan engkau jamin bahwasanya kebaikan-kebaikan mereka tidak akan sia-sia. Pakaian-pakaian beliau masih belum basah. engkau akan melihatnya. Ibnu Mas’ud berkata: Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tidak bisa mendapatkannya. Dia berkata: ucapkan tahlil 100 kali. aku baru saja melihat di masjid suatu perkara yang aku ingkari. bejana-bejana beliau beliau rusak. Maka jamaah di lingkaran itupun bertakbir 100 kali. ataukah kalian membuka pintu kesesatan?! Mereka berkata: Demi Allah. Demi (Allah) Yang jiwaku di TanganNya. merekapun bertahlil 100 kali. kami tidaklah menginginkan kecuali kebaikan. Pada setiap lingkaran itu ada seorang yang di tangannya memegang kerikil kemudian berkata: Bertakbirlah 100 kali. Aku melihat di masjid ada lingkaran-lingkaran (majelis) mereka duduk menunggu sholat. Aku menjamin bahwa kebaikan-kebaikan kalian tidak akan sia-sia. Ibnu Mas’ud bertanya: Apa yang kau katakan kepada mereka? (abu Musa) berkata: Aku tidak berkata apa-apa karena menunggu pendapat dan perintahmu. Ibnu Mas’ud berkata: Hitunglah keburukan-keburukan kalian.Ketika Ibnu Mas’ud telah keluar.

di atasku cahaya. di belakangku cahaya dan jadikan untukku cahaya (H. aku tidak tahu apakah kebanyak mereka adalah termasuk di antara kalian. disunnahkan membaca doa: ِ ِ ِ ُ‫اللَّه َّم اجعل ِِف قَ ْلِِب نُورا وِِف بص ِري ن‬ ً ُ‫ورا َو َع ْن ََي ِيِن ن‬ ‫ورا َو َع ْن‬ ً ُ‫ورا َوِف ْسَْعي ن‬ ً ََ َ ً ْ َْ ُ ِ ِ ِ ِ ً ُ‫اج َع ْل ِِل ن‬ ‫ورا‬ ْ ‫ورا َو‬ ً ُ‫ورا َو َخ ْلفي ن‬ ً ُ‫ورا َوََْت ِِت ن‬ ً ُ‫ورا َوأ ََمامي ن‬ ً ُ‫ورا َوفَ ْوقي ن‬ ً ُ‫يَ َساري ن‬ Ya Allah jadikanlah di hatiku cahaya.R ad-Daarimi) Segala macam bentuk pelanggaran syar’i (kesyirikan. di bawahku cahaya. lafadz sesuai riwayat al-Bukhari) Sedangkan saat akan masuk dan keluar masjid berdoa dengan doa dan dzikir yang disebutkan dalam hadits berikut: ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم أَنَّهُ َكا َن إِ َذا‬ ِّ ِ‫اص َع ِن الن‬ َ ‫َِّب‬ ِ ‫َع ْن َعْب ِد اللَّ ِه بْ ِن َع ْم ِرو بْ ِن الْ َع‬ ‫ال أاعُوذُ بِاللَّ ِه ال اْع ِظ ِيم اوبِاو ْج ِه ِه الْ اك ِري ِم او ُس ْلطاانِِه الْ اق ِد ِيم ِم ان‬َ َ‫َد َخ َل الْ َم ْس ِج َد ق‬ 170 . Kemudian Ibnu Mas’ud berpaling dari mereka. di pendengaranku cahaya.R al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas. Demi Allah. Masuk dan Keluar Masjid Saat keluar rumah dalam perjalanan menuju masjid. di kananku cahaya. ‘Amr bin Salamah berkata: Kami melihat kebanyakan mereka yang ikut majelis itu berperang melawan kami pada hari Nahrowan bersama para Khowarij (H. Disunnahkan Doa Perjalanan Menuju Masjid. di penglihatanku cahaya. di depanku cahaya. apalagi di masjid yang suci yang merupakan rumah Allah. kebid’ahan. dan kemaksiatan) tidak boleh dilakukan di mana saja. di kiriku cahaya.Quran tapi (bacaannya) tidak sampai melewati kerongkongannya.

dan semoga keselamatan tercurah kepada Rasulullah. Ya Allah ampunilah dosa- dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu RahmatMu). (Uqbah bin Muslim menyatakan) Ya. (Salah seorang perawi yang bernama Haywah bin Syuraih berkata) Apakah itu saja.R Abu Dawud. Ya Allah 171 . dishahihkan al-Albany) ِ ُ ‫ول اللَّ ِه صلَّى اللَّه علَي ِه وسلَّم قَالَت َكا َن رس‬ ِ ‫ت رس‬ ِ ِ ِ ُ‫صلَّى اللَّه‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ ْ َ ََ َْ ُ َ ُ َ ‫َع ْن فَاط َمةَ بْن‬ ‫ول اللَّ ِه اللَّ ُه َّم‬ َّ ‫ول بِ ْس ِم اللَّ ِه او‬ ِ ‫الس اَل ُم اعلاى ر ُس‬ ‫ا‬ ُ ‫َعلَْي ِه َو َسلَّ َم إِذَا َد َخ َل الْ َم ْس ِج َد يَ ُق‬ َّ ‫ال بِ ْس ِم اللَّ ِه او‬ ‫اب ار ْح امتِ ا‬ ِ ِ ِ ‫الس اَل ُم‬ َ َ‫ك َوإِذَا َخَر َج ق‬ ‫ا ْغف ْر لي ذُنُوبِي اوافْ تا ْح لي أابْ او ا‬ ‫ك‬‫ض ِل ا‬ ِ ِ ِ ِ ِ ‫اعلاى رس‬ ‫ول اللَّه اللَّ ُه َّم ا ْغف ْر لي ذُنُوبِي اوافْ تا ْح لي أابْ او ا‬ ْ ‫اب فا‬ ُ‫ا‬ Dari Fathimah putrid Rasulullah shollallahu alaihi wasallam beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam jika masuk masjid mengucapkan: Bismillah wassalaamu ‘alaa Rosulillah Allahummaghfir lii dzunuubii waftahlii abwaaba rohmatik (Dengan Nama Allah. Jika ia mengucapkan hal itu maka Syaithan akan berkata: Ia telah terjaga dariku pada seluruh bagian hari yang tersisa ini (H. dan semoga keselamatan tercurah kepada Rasulullah.‫ال الشَّْيطَا ُن ُح ِف َظ ِم ِِّن‬ َ َ‫ك ق‬ ِ َ َ‫ال فَِإ َذا ق‬ َ ‫ال َذل‬ َ َ‫الرِج ِيم ق‬ ُ ‫ال أَقَ ْط قُ ْل‬ َ َ‫ت نَ َع ْم ق‬ َّ ‫ان‬ ِ ‫الش ْيطا‬ َّ ‫َسائَِر الْيَ ْوِم‬ Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-Ash dari Nabi shollallahu alaihi wasallam bahwasanya beliau jika (akan) masuk masjid beliau berdoa: ‘A-udzu billaahil ‘adzhiim wa bi wajhihil kariim wa sulthonihil qodiim minasy syaithoonir rojiim (Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung dan dengan Wajahnya Yang Maha Mulya dan Kekuasaannya yang Azaliy (tak berpemulaan) dari Syaithon yang terkutuk). Dan jika keluar beliau membaca : Bismillah wassalaamu ‘alaa Rosulillah Allaahumaghfir lii dzunuubii waftahlii abwaaba fadhlika (Dengan Nama Allah.

R Ibnu Majah. Tidak Boleh Berjalan Di Depan Orang yang Sedang Sholat Jika ada orang yang sedang sholat wajib atau sunnah. Sholat dua rokaat saat masuk masjid bisa dilakukan kapan saja. bisa sholat sunnah rowaatib. dishahihkan al- Albany). kita dilarang melintas di depannya. Disunnahkan Sholat Dua Rokaat Saat Masuk Masjid Sebelum Duduk ِ ْ َ‫صلِّي رْك َعت‬ ‫ْي‬ ِ ِ ِ َ َ َ ُ‫س َح ََّّت ي‬ ْ ‫َح ُد ُك ْم الْ َم ْسج َد فَ ََل ََْيل‬ َ ‫إذَا َد َخ َل أ‬ Jika salah seorang dari kalian masuk masjid. Waktu-waktu terlarang melakukan sholat tersebut adalah untuk sholat sunnah mutlak. 172 . janganlah duduk hingga ia sholat dua rokaat (H. termasuk di waktu-waktu yang terlarang melakukan sholat seperti setelah sholat Subuh sebelum terbit matahari. dan sebagainya.R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Qotadah) Sholat dua rokaat ini bisa berbentuk apa saja.ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu- pintu Keutamaan (dari)Mu (H. bukan sholat sunnah yang memiliki sebab. Boleh juga diniatkan sebagai sholat khusus untuk penghormatan terhadap masjid yang dikenal dengan sebutan tahiyyatul masjid. Tunggulah sampai orang itu selesai sholat atau kita lewat jalan lain. atau pada saat tepat matahari di pertengahan langit. atau sholat setelah berwudhu’. pada saat tepat terbit matahari. misalnya sebelum Subuh.

janganlah hal ini 173 . Orang yang sholat di jalan keluar atau pintu masjid dan ia tidak memakai sutrah. Namun. Syaikh Ibn Utsaimin menjelaskan bahwa hadits ini diperkecualikan dalam 3 keadaan: 1.‫ْي َخْي ًرا لَهُ ِم ْن أَ ْن‬ ِ ِ ِ َ ‫ف أ َْربَع‬ َ ‫صلِّي َما َذا َعلَْيه لَ َكا َن أَ ْن يَق‬ َ ‫ْي يَ َد ْي الْ ُم‬ َ ْ َ‫لَ ْو يَ ْعلَ ُم الْ َم ُّار ب‬ ‫ْي يَ ْوًما أ َْو َش ْهًرا أ َْو َسنَ ًة‬ِ َ َ‫َّض ِر ََل أ َْد ِري أَق‬ َ َ‫ْي يَ َديِْه ق‬ َ ‫ال أ َْربَع‬ ْ ‫ال أَبُو الن‬ َ ْ َ‫ََيَُّر ب‬ Kalau seandainya orang yang melintas di depan orang yang sholat mengetahui dosa (akibat perbuatannya) niscaya akan lebih baik baginya berdiri selama 40 daripada melintas di depan orang sholat. Abun Nadhr (salah seorang perawi) menyatakan: Saya tidak tahu apakah Nabi menyebut 40 hari. ia tunggu orang yang sedang sholat menyelesaikan sholatnya. 2. Tidak mengapa orang yang thowaf lewat di depannya. Saat masih ada orang yang sholat Sunnah. Hendaknya ia bersabar. tidak mengapa lewat di depannya. Maka tidak ada kehormatan dalam hal ini baginya. atau tahun (H. 3. bulan. Orang yang sholat di tempat lintasan thowaf di Masjidil Haram. namun itu adalah sebuah dosa. Karena justru perbuatan orang ini yang membikin kesempitan bagi kaum muslimin. Hal ini sering terjadi pada saat selesai sholat Jumat. jika tidak menemukan tempat lewat lain.R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Juhaim). Melintas di depan makmum di belakang Imam dalam sholat berjamaah. meski dengan membungkuk memberi hormat. karena tidak sabar seseorang melintas di tempat sujudnya.

Tidak boleh melintas di tempat itu. haram lewat antara tempat berdirinya dengan sutrah. seorang yang junub kemudian wudhu’ boleh berdiam di masjid. berapa batasan jarak hingga kita bisa lewat di depannya? Di sini ada perbedaan batasan jarak menurut para Ulama. Al-Hanafiyyah dan Malikiyyah berpendapat dari kaki tempat berdiri orang sholat itu hingga tempat sujudnya. Sedangkan Syafiiyyah dan Hanabilah berpendapat jaraknya 3 hasta dari tempat berdiri (disarikan dari Taudhiihul Ahkam min Bulughil Maram karya Abdullah al-Bassam (2/60)). Namun. Seorang yang Junub dan Haid Sebaiknya Tidak Berdiam di Masjid Telah lewat pembahasan dalam bab Mandi dan Hukum Junub bahwa orang yang junub dan haid tidak boleh berdiam diri di masjid. Bagaimana kalau orang yang sholat itu tidak menggunakan sutrah. (disarikan dari asy-Syarhul Mukhtashar ala Bulughil Maram (3/55)) Jika seorang yang sholat itu menggunakan sutrah. Masjid adalah Tempat Menyenangkan Bagi Orang yang Beriman Orang yang beriman dan bertakwa sangat senang memakmurkan masjid dengan ibadah. mendekatkan dirinya kepada Allah 174 . dilakukan kecuali jika memang dibutuhkan. karena hal itu bisa mengganggu kekhusyukan makmum.

dihasankan al-Albany) ‫اج ِد‬ ِ ‫ ورجل قَ ْلبه معلَّق ِِف الْمس‬.. at-Thobarony. menegakkan sholat. َّ ‫اج َد اللَّ ِه َم ْن آَ َم َن بِاللَّ ِه َوالْيَ ْوِم ْاْلَ ِخ ِر َوأَقَ َام‬ َّ ‫الص ََل َة َوآَتَى‬ ْ‫الزَكا َة َوََل‬ ِ ‫إََِّّنَا ي عمر مس‬ َ َ ُُ َْ ‫ك أَ ْن يَ ُكونُوا ِم َن الْ ُم ْهتَ ِدين‬ َ ِ‫ش إََِّل اللَّهَ فَ َع َسى أُولَئ‬ َ ْ‫َُي‬ Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah adalah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. dan tidak takut kecuali kepada Allah. Abu Nu’aim. menunaikan zakat. Hanyalah masjid itu untuk dzikir 175 . sholat dan membaca al-Quran.‫سب عةٌ ي ِظلُّهم اللَّه ِِف ِظلِّ ِه ي وم ََل ِظ َّل إََِّل ِظلُّه‬ ََ ٌ َ ُ ُُ ٌ ُ ََ ُ َ َْ ُ ُ ُ ُ َ َْ Ada 7 kelompok orang yang akan Allah beri naungan pada hari tidak ada naungan kecuali naungan dari Allah…(salah satunya): seseorang yang hatinya selalu tertambat dengan masjid-masjid (H. Mereka ini adalah orang-orang yang akan mendapatkan petunjuk (Q.. beliau bersabda: ‫صلُ ُح لِ َش ْي ٍء ِم ْن َه َذا الْبَ ْوِل َوََل الْ َق َذ ِر إََِّّنَا ِه َي لِ ِذ ْك ِر اللَّ ِه َعَّز‬ ِ ِِ ْ َ‫إِ َّن َهذه الْ َم َساج َد ََل ت‬ ِ ‫الص ََل ِة وقِراءةِ الْ ُقر‬ ‫آن‬ ْ َ َ َ َّ ‫َو َج َّل َو‬ Sesungguhnya masjid-masjid ini tidak boleh terkena kencing ataupun kotoran.S atTaubah ayat 18) ‫ت ُك ِّل تَِق ٍّي‬ ِ ُ ‫الْ َم ْسج ُد بَْي‬ Masjid adalah rumah setiap orang yang bertakwa (H. Sebagaimana Nabi pernah menasehati seorang Arab Badui yang kencing di dalam masjid.R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) Masjid adalah tempat untuk berdzikir.R al- Bazzar. al-Qodho-iy.

R Muslim dari Anas bin Malik)  Perintah Membersihkan Masjid dan Larangan Mengotorinya ِ ‫وسلَّم بِبِن ِاء الْمس‬ ‫اج ِد ِِف الدُّوِر‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه‬ ِ ُ ‫عن عائِ َشةَ قَالَت أَمر رس‬ ََ َ َ ََ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ ََ ْ َ َْ ‫ب‬ َ َّ‫َوأَ ْن تُنَظ‬ َ َّ‫ف َوتُطَي‬ dari Aisyah –radhiyallahu anha. dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Albany) ‫اج ِد‬ ِ ‫الساعةُ ح ََّّت ي تباهى النَّاس ِِف الْمس‬ ََ ُ َ َََ َ َ َّ ‫وم‬ ُ ‫ََل تَ ُق‬ Tidak datang hari kiamat hingga manusia berbangga- bangga (bermegah-megahan) dengan masjid-masjid (H. Ibnu Abbas berkata: Sungguh- sungguh kalian akan menghiasnya (masjid) sebagaimana Yahudi dan Nashrani menghias (tempat peribadatan mereka)(H. dan membaca al- Quran (H. pent).R Abu Dawud dari Ibnu Abbas.beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam memerintahkan membangun masjid-masjid di kampung-kampung dan dibersihkan serta diberi wewangian (H. Ahmad.(mengingat) Allah Azza Wa Jalla. sholat.R 176 . dishahihkan Ibnu Khuzaimah dan al-Albany) Larangan Menghias Masjid ‫ود‬ ِ َ ‫اس لَتُ َز ْخ ِرفُن‬ ُ ‫َّها َك َما َز ْخَرفَت الْيَ ُه‬ َ َ‫اج ِد ق‬ ٍ َّ‫ال ابْ ُن َعب‬ ِ ‫يد الْمس‬ ََ ِ ِ‫ما أ ُِمرت بِت ْشي‬ َ ُْ َ ‫َّص َارى‬ َ ‫َوالن‬ Aku tidak diperintah untuk meninggikan (bangunan) masjid (untuk kemegahan. atTirmidzi.R Abu Dawud.

R atTirmidzi dan anNasaai dari Abu Hurairah. Barangsiapa yang melakukan jual-beli di dalam masjid maka akad itu tidak sah dan batal (pendapat al-Imam Ahmad yang berbeda dengan asy-Syafi’i).R al-Bukhari dari Zaid bin Tsabit) Larangan Berjual Beli di dalam Masjid ِِ َ َ‫يع أ َْو يَْبتَاعُ ِِف الْ َم ْسجد فَ ُقولُوا ََل أ َْربَ َح اللَّهُ َِتَ َارت‬ ‫ك‬ ِ ِ ُ ‫إذَا َرأَيْتُ ْم َم ْن يَب‬ Jika kalian melihat orang yang menjual atau membeli di dalam masjid. anNasaai.Abu Dawud. dishahihkan Ibnu Khuzaimah dan al-Albany) Masjid adalah Tempat Terbaik Bagi Seorang Laki-laki Melakukan Sholat Wajib َّ ‫ص ََلةِ الْ َم ْرِء ِِف بَْيتِ ِه إََِّل‬ َ‫الص ََل َة الْ َمكْتُوبَة‬ َ ْ‫فَِإ َّن أَف‬ َ ‫ض َل‬ Sesungguhnya yang paling utama bagi seorang laki-laki adalah sholat di rumahnya kecuali sholat wajib (fardlu)(H. Termasuk yang dilarang juga adalah akad sewa menyewa dan tukar menukar uang di dalam masjid. dinyatakan shahih sesuai syarat Muslim oleh al-Hakim dan disepakati adz-Dzahaby) Hadits ini menunjukkan larangan jual beli di dalam masjid. Ibnu Majah. Menurut Syaikh Ibnu Utsaimin. maka ucapkanlah: Semoga Allah tidak memberikan laba dalam perdaganganmu (H. Tidak termasuk dilarang jika seseorang pinjam meminjam di dalam masjid. Segala macam bentuk jual beli terlarang di dalam masjid. (disarikan dari asy-Syarhul mukhtashar ala Bulughil Maram libni Utsaimin) 177 .

Tidak Boleh Menegakkan Hukum Had di Masjid Tidak diperbolehkan melaksanakan hukum had di dalam masjid seperti potong tangan. Larangan Menanyakan Barang yang Hilang di Dalam Masjid ِِ َ ‫َوإِ َذا َرأَيْتُ ْم َم ْن يَْن ُش ُد فيه‬ َ ‫ضالَّ ًة فَ ُقولُوا ََل َرَّد اللَّهُ َعلَْي‬ ‫ك‬ Dan jika kalian melihat seseorang yang menanyakan (barang) yang hilang di dalamnya (masjid) maka ucapkanlah: semoga Allah tidak mengembalikan barangmu yang hilang itu (H. bukan di dalam masjid. ‫اج ِد‬ ِ ‫اْلدود ِِف الْمس‬ َ َ ُ ُ ُْ ‫ََل تُ َق ُام‬ 178 . Kemudian yang bertanya tadi berkata: Bagaimana kalau saya beli seharga ini… Hal itu termasuk hal yang dilarang dilakukan di dalam masjid.R atTirmidzi dan anNasaai.Termasuk bentuk jual beli yang dilarang di masjid adalah kesepakatan harga dan barang yang diperjualbelikan meski barangnya tidak ada di dalam masjid dan uangnya juga belum dibayarkan. lanjutan dari hadits yang disebutkan tentang larangan berjual beli di masjid sebelum ini) Jika ada keperluan untuk mengumumkan atau menyampaikan info tentang barang yang hilang seharusnya dilakukan di luar masjid. atau qishash hukuman mati. cambuk. Contoh: seseorang berkata: Apa engkau punya barang ini dengan ciri-ciri seperti ini? Orang yang ditanya menjawab: Ya.

Tidaklah ditegakkan hukum had di masjid-masjid (H. al-Haytsami menyatakan bahwa para perawinya terpercaya. Masuk dari satu pintu kemudian langsung keluar dari pintu lain tanpa berhenti untuk sholat atau i’tikaf sejenak(penjelasan al-Munawi dalam atTaysiir bi syarhil Jaami’is shoghiir (2/736)) Keutamaan Majelis Ilmu yang Dilakukan di Masjid Majelis ilmu bisa dilakukan di mana saja. atau semisalnya.R Abu Dawud.R atThobarony dari Ibnu Umar. ‫اب اللَّ ِه َويَتَ َد َار ُسونَهُ بَْي نَ ُه ْم إََِّل‬ ِ ِ ِ ِ ٍ َ َ‫اجتَ َم َع قَ ْوٌم ِِف بَْيت م ْن بُيُوت اللَّه يَْت لُو َن كت‬ ْ ‫َوَما‬ ِ ِ‫الر َْحةُ وحفَّْت هم الْم ََلئِ َكةُ وذَ َكرهم اللَّه ف‬ ِ ِ َّ ‫نَزلَت علَي ِهم‬ ُ‫يم ْن عْن َده‬ َ ُ ْ َُ َ َ ْ ُ َ َ َ َّ ‫السكينَةُ َو َغشيَْت ُه ْم‬ ْ َْ ْ َ 179 . Ahmad dari Hakiim bin Hizaam. Namun. tempat-tempat kebaikan seperti rumah. dan al-Mundziri menyatakan bahwa sanadnya tidak mengapa. dan dihasankan al-Albany) Tidak Menjadikan Masjid Sebagai Jalan (Numpang Lewat) ‫صَلٍَة‬ ِِ ِ ِ َ ‫َلَ تَتَّخ ُذوا الْ َم َساج َد طُُرقًا إَِلَّ لذ ْك ٍر أَْو‬ Janganlah menjadikan masjid-masjid sebagai jalan kecuali untuk berdzikir atau sholat (H. dilemahkan sanadnya oleh al-Hafidz dalam Bulughul Maram namun dinyatakan sanadnya tidak mengapa dalam atTalkhiisul Habiir. dihasankan al-Albany) Tidak boleh seseorang menjadikan masjid hanya sekedar numpang lewat. jika dilaksanakan di dalam masjid (rumah Allah) lebih besar lagi keutamaannya.

kecuali turun kepada mereka ketenangan. dan lebih cepat kembalinya (H. Maka itu adalah yang lebih dekat tempat perangnya.Dan tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) membaca Kitab Allah dan saling mempelajari satu sama lain. dinyatakan oleh al-Haytsamy bahwa para perawi dalam riwayat 180 . serta Allah sebut-sebut mereka dengan kebaikan di sisiNya (H. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Maukah kalian aku tunjukkan pada sesuatu yang lebih dekat tempat perangnya. lebih banyak ghanimah. mendapat ghanimah banyak dan cepat kembali.R Muslim dari Abu Hurairah) Keutamaan Berwudhu di Rumah dan Sholat Dhuha di Masjid ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َس ِريَّةً فَغَنِ ُموا‬ ِ ُ ‫ث رس‬ ِ ‫عن عب ِد اللَّ ِه ب ِن عم ِرو ب ِن الْع‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ ‫ال بَ َع‬ َ َ‫اصي ق‬ َ ْ َْ ْ َْ ْ َ ِ‫ول اللَّه‬ ُ ‫ال َر ُس‬ َ ‫يمتِ ِه ْم َو ُس ْر َع ِة َر ْج َعتِ ِه ْم فَ َق‬ِ ِ ِ ِ ‫َّث الن‬ َ ‫َّاس ب ُق ْرب َم ْغَز ُاه ْم َوَكثْ َرة َغن‬ ُ َ ‫الر ْج َعةَ فَتَ َحد‬ َّ ‫َسَرعُوا‬ ْ ‫َوأ‬ َ‫ضأ‬َّ ‫ك َر ْج َعةً َم ْن تَ َو‬ َ ‫يمةً َوأ َْو َش‬ ِ ِ ‫صلَّى اللَّه علَي ِه وسلَّم أَََل أَدلُّ ُكم علَى أَقْ ر‬ َ ‫ب مْنهُ َم ْغًزى َوأَ ْكثَ َر َغن‬ َ َ َ ْ ُ َ ََ َْ ُ َ ً‫ك َر ْج َعة‬ ُ ‫يمةً َوأ َْو َش‬ِ ِ ِِِ ِ َ ‫ب َم ْغًزى َوأَ ْكثَ ُر َغن‬ ُ ‫ُّحى فَ ُه َو أَقْ َر‬ َ ‫ُُثَّ َغ َدا إ ََل الْ َم ْسجد ل ُسْب َحة الض‬ Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam mengutus sekelompok pasukan kemudian pasukan itu mendapatkan ghonimah (yang banyak) dan cepat kembali. rahmat meliputi mereka. lebih banyak ghanimah.R Ahmad dan atThobarony dari Abdullah bin ‘Amr bin al-Ash. dan lebih cepat kembali? Yaitu orang yang berwudhu kemudian berangkat pagi menuju masjid untuk sholat Dhuha. Maka para Sahabat memperbincangkan pasukan itu yang dekat tempat perangnya. dan dinaungi oleh para Malaikat.

saat sedang menunggu sholat.atThobarony adalah terpercaya. janganlah sekali-kali menyilangkan 181 . dinyatakan sanadnya hasan oleh al-Bushiry. Minum dan Tidur Di Masjid Selama Bisa Menjaga Kebersihannya Sahabat Nabi Abdullah bin al-Harits bin Jaz’ az-Zubaidy radhiyallahu anhu berkata: ْ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ِِف الْ َم ْس ِج ِد‬ ‫اْلُْب َز َواللَّ ْح َم‬ ِ ِ ِ َ ‫ُكنَّا نَأْ ُك ُل َعلَى َع ْهد َر ُسول اللَّه‬ Kami makan di masa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam di masjid roti dan daging (H. ‫ضوءَهُ ُُثَّ َخَر َج َع ِام ًدا إِ ََل الْ َم ْس ِج ِد فَ ََل يُ َشبِّ َك َّن يَ َديِْه‬ ُ ‫َح َس َن ُو‬ ْ ‫َح ُد ُك ْم فَأ‬ َّ ‫إِذَا تَ َو‬ َ ‫ضأَ أ‬ ‫ص ََل ٍة‬ َ ‫فَِإنَّهُ ِِف‬ Jika salah seorang dari kalian berwudhu’ dengan menyempurnakan wudhu’nya kemudian keluar dengan tujuan menuju masjid. dan dinyatakan hasan shahih oleh al-Albany) Bolehnya Makan.beliau berkata: Saya bermalam di masjid pada waktu itu saya belum berkeluarga (H.R Ibnu Majah. ataupun di dalam sholat.R Muslim) Larangan Menyilangkan Jemari Tangan dalam Genggaman Saat Menunggu Sholat Makruh menyilangkan jemari tangan saat berjalan menuju sholat. dishahihkan al-Albany) ‫يت ِِف الْ َم ْس ِج ِد َوََلْ يَ ُك ْن ِِل أ َْه ٌل‬ ُ ِ‫ت أَب‬ َ َ‫َع ِن ابْ ِن ُع َمَر ق‬ ُ ‫ال ُكْن‬ Dari Ibnu Umar –radhiyallahu anhuma.

dan al-Albany).jemari tangan dalam genggaman karena sesungguhnya dia berada dalam keadaan sholat (H. Untuk anak yang belum tamyiz (di bawah usia 6 atau 7 tahun) jangan meletakkannya dalam shof jamaah sholat.R Abu Dawud. selama orangtua/ walinya bisa menjaga anak tersebut tidak mengotori masjid atau menimbulkan kegaduhan yang mengganggu kekhusyukan bagi jamaah sholat yang lain. karena hal itu termasuk memutus shof. dinyatakan sanadnya hasan oleh al-Albaniy dalam Irwaul Gholil) Bolehkah Membawa Anak Kecil ke Masjid? Tidak ada halangan untuk membawa anak kecil ke masjid. ‫َصابِعِي‬ َ ‫اس فَ َف َق ْعت أ‬ ِ ‫صلَّْيت َإَل َجْن‬ ٍ َّ‫ب ابْ ِن َعب‬ َ : ‫ال‬ ٍ َّ‫َع ْن ُش ْعبَةَ َم ْوََل ابْ ِن َعب‬ َ َ‫ ق‬، ‫اس‬ ‫الصَلَة‬ َ ْ‫َصابِ َعك َوأَن‬ َّ ‫ت ِِف‬ َ ‫ك أَتَ ْف َقع أ‬ َ َ‫ َلَ أ َُّم ل‬: ‫ال‬ َ َ‫ ق‬، ‫الصَلَة‬ َّ ‫ضْيت‬ َ َ‫ فَلَ َّما ق‬، Dari Syu’bah maula Ibn Abbas beliau berkata: Saya sholat di samping Ibn Abbas kemudian aku gemeretakkan jemariku. Ketika selesai sholat beliau berkata: Tidak ada ibu bagimu.R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Qotaadah) 182 . dishahihkan Ibn Khuzaimah. Apakah engkau menggemeretakkan jemari dalam keadaan sholat ?! (riwayat Ibn Abi Syaibah. Ibn Hibban. putri Zainab (H. Hal yang menunjukkan bolehnya membawa anak kecil ke masjid adalah: Nabi shollallahu alaihi wasallam pernah sholat di masjid dengan menggendong cucu wanitanya yang bernama Umamah.

183 .R Ibnu Majah.Sedangkan hadits yang menyatakan perintah Nabi untuk menjauhkan anak-anak kecil dari masjid adalah hadits yang sangat lemah. tidak benar melarang masuknya anak kecil ke masjid secara mutlak. seperti hadits: ِ ‫جنِّب وا مس‬ . janganlah dibawa ke masjid karena akan menimbulkan mudharat yang besar yaitu mengganggu kekhusyukan jamaah masjid yang lain. Karena sifat anak kecil berbeda- beda: ada yang pendiam dan tidak mengganggu. ada juga yang tidak bisa diatur dan akan selalu mengganggu. Untuk yang mudah diatur ini. dinyatakan oleh al-Munawy bahwa hadits tersebut dhaif jiddan/ sangat lemah dalam atTaysiir bi syarhil Jaami’is shoghiir (1/990)) Karena itu.‫اج َد ُك ْم ِصْب يَانَ ُك ْم َوَُمَانِْينِ ُك ْم‬ َ َ ُْ َ Jauhkanlah masjid-masjid kalian (dari) anak-anak kecil dan orang-orang gila… (H.. atThobarony.. bisa dibawa ke masjid selama aman untuk tidak mengotori masjid (misal dengan memakai pembalut untuk anak kecil). Sedangkan untuk anak yang tidak bisa diatur.

Sebagaimana orang munafik akbar yang menyimpan kekafiran dalam hatinya. Syarat wajib sebelum pelaksanaan sholat adalah: 1.Syarat yang Harus Dipenuhi Sebelum Pelaksanaan Sholat Apa Saja Syarat Sholat? Jawab: Syarat sholat adalah hal-hal yang harus dipenuhi sebelum pelaksanaan sholat. Ali bin Abi Tholib bertanya kepada Umar: Wahai Amirul Mukminin. Islam Seorang yang kafir. apakah engkau akan merajamnya? Umar berkata: Ya. tidak diterima sholatnya. ‫َوَما َمنَ َع ُه ْم أَ ْن تُ ْقبَ َل ِمْن ُه ْم نَ َف َقاتُ ُه ْم إََِّل أَن َُّه ْم َك َف ُروا بِاللَّ ِه َوبَِر ُسولِِه َوََل يَأْتُو َن‬ ‫الص ََلةَ إََِّل َوُه ْم ُك َس َاَل َوََل يُْن ِف ُقو َن إََِّل َوُه ْم َكا ِرُهو َن‬ َّ Dan tidak ada yang menghalangi mereja untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya (infaq/shodaqoh) melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul- Nya dan mereka tidak mengerjakan sholat melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka. Berakal Seorang yang gila tidak sah sholatnya. melainkan dengan rasa enggan (Q. Ia tidak terkenai kewajiban apapun dalam agama.S atTaubah:54) 2. Ali 184 . Syarat sholat terbagi 2. yaitu syarat wajib dan syarat sah. tidak akan diterima sholat maupun amal ibadah yang lain. Suatu hari ada seorang wanita gila yang berzina dan Umar akan merajamnya.

dihasankan sanadnya oleh anNawawy dan disepakati oleh al-Albany) Sahabat Nabi Amr bin Salamah menjadi Imam bagi kaumnya saat masih berusia 6 atau 7 tahun karena beliau adalah yang paling banyak hafalan Qurannya (H. disepakati keshahihannya oleh adz- Dzahaby dan dinyatakan bahwa sesuai Syarat al- Bukhari dan Muslim) 3.R al- Hakim no 949. orang yang tidur hingga bangun. sudah berusia 7 tahun atau berusia di bawah itu namun sudah bisa menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya dengan tepat.R Abu Dawud. anak kecil hingga mimpi basah (dewasa). berkata: Tidakkah anda ingat bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam pernah bersabda: ‫ َو َع ِن النَّائِ ِم َح ََّّت‬،‫وب َعلَى َع ْقلِ ِه‬ ِ ِ ُ‫ون الْم ْغل‬ ٍ َ ُ‫ َع ِن الْ َم ْجن‬،‫ُرف َع الْ َقلَ ُم َع ْن ثَََلث‬ ِ ‫ِب َح ََّّت ََْيتَلِ َم‬ َ ‫يَ ْستَ ْي ِق‬ َّ ‫ َو َع ِن‬،‫ظ‬ ِّ ِ‫الص‬ Pena (pencatat amal) diangkat terhadap 3 orang: orang gila yang tertutup akalnya. Kemudian Umar berkata: Engkau benar. dan pukullah (jika mereka tidak mau sholat) di usia 10 tahun (H. Selanjutnya wanita itu dibebaskan (tidak jadi dirajam)(H. ‫وه ْم َعلَْي َها َوُه ْم أَبْنَاءُ َع ْش ٍر‬ ِِ ِ َّ ِ‫مروا أَوََل َد ُكم ب‬ ُ ُ‫اض ِرب‬ ْ ‫ْي َو‬ َ ‫الص ََلة َوُه ْم أَبْنَاءُ َسْب ِع سن‬ ْ ْ ُُ Perintahkanlah kepada anak kalian untuk sholat saat mereka berusia 7 tahun. 185 .R al-Bukhari no 3963). Tamyiz.

maka sholat yang dilakukan tadi menjadi nafilah (sholat sunnah) baginya. Tidak berhalangan melakukan sholat. bertayammum. Syarat sah sholat ada 6. sedangkan jika hadats kecil dengan berwudhu’. kemudian sholat. Bila tidak ada air atau tidak mampu menggunakan air. seperti adanya haid dan nifas pada wanita. maka terancam mendapatkan adzab kubur: 186 . bersucilah (mandi)(Q. Masuknya waktu sholat. Suci dari hadats kecil dan hadats besar.S al-Maidah:6) ِ ‫ََل ي ْقبل اللَّه ص ََلةَ أ‬ َ‫ضأ‬ َّ ‫ث َح ََّّت يَتَ َو‬ ْ ‫َحد ُك ْم إِذَا أ‬ َ ‫َح َد‬ َ َ ُ ََُ Allah tidak menerima sholat seseorang jika berhadats sampai dia berwudhu’ (H. ‫َوإِ ْن ُكْنتُ ْم ُجنُبًا فَاطَّ َّه ُروا‬ …jika kalian junub. yaitu: 1.R alBukhari no 6440 dari Abu Hurairah) Seseorang yang menyengaja tidak berwudhu’ atau tidak mandi janabah ketika junub. atau ketika udzur dengan air ia tidak mau tayammum. dan ia harus mengulangi sholat pada saat masuk waktunya 2. ‫ْي كِتَابًا َم ْوقُوتًا‬ِِ َ ‫ت َعلَى الْ ُم ْؤمن‬ َّ ‫إِ َّن‬ ْ َ‫الص ََلةَ َكان‬ Sesungguhnya sholat itu diwajibkan kepada orang- orang yang beriman pada waktu yang telah ditentukan (Q.S anNisaa’:103) Jika seorang sholat sebelum waktu dalam keadaan tidak tahu.4. Jika terkena hadats besar harus mandi wajib.

pakaian. Ketika hukumannya diangkat darinya ia bertanya: Karena apa kalian memukuli aku? Mereka (para Malaikat) berkata: Karena engkau sholat tanpa bersuci (berwudhu) dan engkau melewati orang yang terdzhalimi dan engkau tidak menolongnya (H. Suci pada pakaian: َ َ‫َوثِيَاب‬ ‫ك فَطَ ِّه ْر‬ Dan pakaianmu. Suci dari najis pada badan. Suci pada badan: perintah untuk istinja’ dan istijmar merupakan dalil wajibnya menghilangkan najis dari badan. Kemudian ia dipukul hingga penuhlah kuburnya dengan api. Ia senantiasa berdoa dan meminta hingga hukumannya menjadi satu kali pukulan saja. 187 .S al-Muddatstsir:4) Suci pada tempat sholat: Nabi memerintahkan untuk mengguyur air satu timba pada tempat najis di masjid yang dikencingi oleh orang al-A’raby (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). dinyatakan hasan lighoirihi oleh al-Albany dalam Shahih atTarghib wat Tarhib) 3. dan tempat sholat. ٍ ‫ب ِِف قَ ِْْبِه ِمائَةَ َج ْل َد ٍة فَلَ ْم يََزْل يَ ْسأ َُل َويَ ْدعُو‬ َ ‫ضَر‬ْ ُ‫أ ُِمَر بِ َعْبد ِم ْن ِعبَ ِاد اللَّ ِه أَ ْن ي‬ ِ ‫اح َد ًة فَجلِ َد ج ْل َد ًة و‬ ‫اح َد ًة فَ ْامتَ َْلَ قَ ْب ُرهُ َعلَْي ِه نَ ًارا فَلَ َّما‬ ِ ‫ح ََّّت صارت ج ْل َد ًة و‬ َ َ ُ َ َ ََْ َ ، ‫ص ََل ًة بِغَ ِْري طُ ُهوٍر‬ َ ‫صلَّْيت‬ َ ‫ إنَّك‬: ‫ َع ََل َم َجلَ ْدَتُُوِِّن ؟ قَالُوا‬: ‫ال‬ َ َ‫ْارتَ َف َع َعْنهُ ق‬ ٍ ُ‫ص ْره‬ ُ ‫َوَمَرْرت َعلَى َمظْلُوم فَلَ ْم تَْن‬ Seseorang hamba Allah diperintahkan untuk dipukul di kuburnya sebanyak 100 kali.R atThohaawy dalam syarh Musykilil Atsar dan Abusy Syaikh dalam atTaubikh. sucikanlah (Q.

namun ia bukan syarat sah sholat. maka ia berdosa –karena meninggalkan perintah Nabi untuk menghilangkan najis-. pakaian. Beliau beralasan bahwa perintah-perintah untuk mensucikan badan.S al-A’raaf:31) ‫ض إََِّل ِِِب َما ٍر‬ ٍ ِ‫ص ََلةَ َحائ‬ َ ُ‫ََل يَ ْقبَ ُل اللَّه‬ Allah tidak menerima sholat seorang wanita yang telah haid (dewasa) kecuali dengan khimar (penutup kepala)(H. 4.R Abu Dawud. pakaian. pakaian. Itu jelas menunjukkan bahwa suci dari hadats adalah syarat sah sholat. dishahihkan Ibnu Khuzaimah dan al-Albany) 5. Wallaahu A’lam. dan tempat sholat adalah kewajiban yang harus ditunaikan sebelum pelaksanaan sholat. dan tempat sholat adalah perintah yang tidak terkait langsung dengan sahnya sholat. Ibnu Majah. Ahmad. Salah seorang yang berpendapat demikian adalah al-Imam asy-Syaukany. Pendapat asy-Syaukany tersebut adalah pendapat yang kuat. kemudian ia sholat. ambillah perhiasan kalian (pakaian) setiap kali akan menuju masjid (untuk sholat atau thowaf)(Q. Karena itu. atTirmidzi. Menutup aurat ‫يَا بَِِن آَ َد َم ُخ ُذوا ِزينَتَ ُك ْم ِعْن َد ُك ِّل َم ْس ِج ٍد‬ Wahai Anak Adam. seseorang yang menyengaja membiarkan badan. Berbeda dengan syarat sah sholat dalam bentuk berwudhu’. Sebagian Ulama’ berpendapat bahwa suci pada badan. namun sholatnya sah. Nabi shollallahu alaihi wasallam menyatakan: Allah tidak menerima sholat orang yang berhadats hingga ia berwudhu’. Menghadap kiblat 188 . dan tempat sholatnya terkena najis padahal ia mampu menghilangkannya.

Orang yang sangat ketakutan (dalam pertempuran.S al-Baqoroh:150) Gugur kewajiban menghadap kiblat dalam sholat bagi 3 kelompok: a. (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam asy-Syarhul Mukhtashar ala Bulughil Maram (3/98-99)). maka palingkanlah wajahmu ke arahnya (Q. Niat adalah tekad kuat dalam hati untuk mengerjakan suatu sholat tertentu. Sesungguhnya setiap perkara tergantung yang diniatkan (H. Orang yang sakit tidak mampu menghadap kiblat dan tidak ada orang yang bisa mengarahkannya ke arah kiblat. b. Orang yang sholat sunnah di atas kendaraan. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada.R al-Bukhari dan Muslim dari Umar bin al-Khotthob) Apakah Niat Sholat Harus Diucapkan/ Dilafadzkan? Jawab: 189 . atau marabahaya). c. Niat. maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. ِِ ‫وه ُك ْم‬ ُ ‫ك َشطَْر الْ َم ْسجد ا ْْلََرِام َو َحْي‬ َ ‫ث َما ُكنْتُ ْم فَ َولُّوا ُو ُج‬ َ ‫ت فَ َوِّل َو ْج َه‬ ُ ‫َوِم ْن َحْي‬ َ ‫ث َخَر ْج‬ ُ‫َشطَْره‬ Dan dari mana saja kamu keluar. 6. bencana. ‫ات َوإََِّّنَا لِ ُك ِّل ْام ِر ٍئ َما نَ َوى‬ ِ َّ‫ال بِالنِّ ي‬ ْ ‫إََِّّنَا ْاْل‬ ُ ‫َع َم‬ Hanyalah suatu amalan (terhitung amal shalih) tergantung niat.

Niat sholat tempatnya di hati. Namun. Muslim no 602 dari Abu Hurairah) ‫الص ََل ِة فَ َكبِّ ْر‬ َّ ‫ت إِ ََل‬ َ ‫إِ َذا قُ ْم‬ Jika engkau berdiri untuk (memulai) sholat. Kemudian beliau mengajarkan tata cara sholat yang benar. niscaya beliau menyampaikan pada saat itu. yang Nabi perintahkan untuk mengulang sholatnya hingga tiga kali. kemudian menghadap kiblat. Jika niat perlu diucapkan.R al-Bukhari no 715 dan 751. Apakah di dalamnya ada bimbingan Nabi untuk mengucapkan niat? ‫استَ ْقبِ ِل الْ ِقْب لَةَ فَ َكبِّ ْر‬ ُ ‫َسبِ ِغ الْ ُو‬ ْ َّ‫ضوءَ ُُث‬ ِ َّ ‫إِ َذا قُمت إِ ََل‬ ْ ‫الص ََلة فَأ‬ َ ْ Jika engkau berdiri untuk sholat. bertakbirlah (H. Muslim no 602 dari Abu Hurairah) Hadits di atas adalah potongan hadits bimbingan Nabi kepada seseorang yang buruk sholatnya. sempurnakanlah wudhu’. Niat yang benar adalah kesungguhan tekad untuk mengerjakan sholat tertentu karena Allah semata. Demikian juga dalam hadits-hadits lain. Sebagai contoh. dalam kondisi orang yang mendengar sangat butuh mengetahui bagaimana tata cara sholat yang benar. Tidak perlu dilafadzkan. dalam hadits itu Nabi tidak menyebutkan. Para Ulama’ menjelaskan bahwa tidak ada satupun hadits shahih yang 190 . Hadits-hadits tentang sholat tidak ada yang menyebutkan lafadz niat untuk sholat tertentu. Nabi shollallahu alaihi wasallam tidak mengajarkan pengucapan lafadz niat sebelum sholat. kemudian bertakbirlah (H. silakan disimak hadits berikut ini.R al-Bukhari no 5782 dan 6174.

Imam boleh berbeda niat dengan makmum. makmum berniat sholat sunnah. Padahal sesungguhnya niat itu letaknya di hati dan tidak perlu dilafadzkan. Atau sebaliknya.berisi pengajaran Nabi untuk melafadzkan niat tertentu dalam sholat. karena tidak tahu atau tidak hafal bacaan niatnya ia tidak jadi untuk sholat. Imam berniat sholat sunnah sedangkan makmum sholat wajib. kemudian Muadz pulang ke kampungnya menjadi Imam bagi kaumnya. ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه‬ ِ ِ َ ‫صلِّي َم َع َر ُسول اللَّه‬ َّ ‫َع ْن َجابِ ِر بْ ِن َعْب ِد اللَّ ِه أ‬ َ ُ‫َن ُم َعا َذ بْ َن َجبَ ٍل َكا َن ي‬ ِ َ‫الص ََلة‬ َّ ‫ك‬َ ‫صلِّي ِبِِ ْم تِْل‬ ِِ ِ ِ َ ُ‫َو َسلَّ َم الْع َشاءَ ْاْلخَرةَ ُُثَّ يَ ْرج ُع إِ ََل قَ ْومه فَي‬ Dari Jabir bin Abdillah bahwasanya Muadz bin Jabal sholat Isya bersama Rasulullah shollallahu alaihi wasallam 191 . Kadangkala saudara kita kaum muslimin ingin melaksanakan suatu sholat sunnah. sholat bersama kaumnya adalah sholat sunnah. Bagi Muadz. Sebagai contoh. Bolehkah Niat Imam Berbeda dengan Makmum? Jawab: Ya. Namun. Sebagian ada yang berkata: Saya ingin sholat Dhuha. tapi tidak tahu niatnya. Hal itu disebabkan karena ia menganggap bahwa melafadzkan niat adalah suatu keharusan sebelum sholat. Imam berniat sholat wajib. Dalilnya adalah hadits Jabir tentang kisah Muadz bin Jabal yang sholat wajib berjamaah menjadi makmum di belakang Nabi. sedangkan bagi kaumnya yang menjadi makmum adalah sholat wajib.

Contoh. kemudian baru tersadar kalau ia sholat Subuh tanpa berwudhu’. Ia semestinya membatalkan sholat kemudian baru mulai lagi dengan niat sholat Subuh. yaitu muayyan/ muqoyyad dan mutlak. Baik sholat wajib ataupun sunnah. Niat sholat mutlak berubah ke muayyan. Contoh. tidak boleh. Apakah Hukum Merubah Niat dalam Sholat? Jawab: Sholat terbagi menjadi 2. tahiyyatul masjid. Hal ini tidak diperbolehkan. 2. Sedangkan sholat mutlak adalah sholat sunnah yang bisa dikerjakan kapan saja selain di waktu yang terlarang mengerjakan sholat.kemudian kembali ke kaumnya melakukan sholat tersebut bersama mereka (H. ia baru ingat kalau tadi lupa belum sholat Dzhuhur. Sholat muayyan adalah sholat yang terkait dengan waktu atau keadaan tertentu. Dari muayyan ke muayyan. maka ia merubah niatnya di pertengahan sholat. saat seorang awalnya berniat sholat Ashar. seorang yang awalnya berniat sholat Dzhuhur. Contoh lain. Kemudian ia merubah niat sholat Dzhuhur menjadi niat sholat Subuh. seseorang yang awalnya sholat sunnah mutlak. 192 . Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan bahwa perubahan niat memiliki 3 keadaan: 1.R Muslim no 711). kemudian mulai lagi sholat yang baru dengan niat yang baru. Ini tidak diperbolehkan. Ini tidak diperbolehkan. Pembahasan tentang sholat mutlak insyaAllah akan disampaikan pada bab tersendiri. kemudian di pertengahan baru ingat bahwa tadi saat sholat Subuh ia telah sholat tanpa berwudhu’. witir. maka ia langsung merubah niat menjadi sholat Subuh. tidak diperbolehkan. dan semisalnya. Batalkan dulu sholat pertama. Seperti sholat Dzhuhur. Ia semestinya membatalkan sholat kemudian baru mulai lagi dengan niat sholat Subuh.

ia awalnya berniat sholat witir setelah sholat Isya. 193 . Apakah Ia Wajib Mengulangi Sholatnya? Jawab: Ia tidak wajib mengulangi sholat. diperbolehkan. karena ingin menjadikan sholat witirnya di akhir malam (menjelang Subuh). Niat sholat dari muayyan menjadi mutlak. Seseorang Setelah Selesai Sholat Baru Sadar Bahwa pada Pakaiannya Terdapat Najis. (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin dalam Nuurun alad Darb (131/22) dan Majmu’ Fataawa Ibn Utsaimin). Contoh lain. seorang yang awalnya sholat sunnah mutlak kemudian merubah menjadi ingin sholat Sunnah sebelum Dzhuhur (qobliyah). Contoh. jika baru mengetahui setelah selesainya sholat. Nabi shollallahu alaihi wasallam pernah sholat bersama para Sahabat. Selesai sholat beliau bertanya: mengapa kalian melemparkan sandal? Para Sahabat menjawab: karena kami melihat anda melakukan hal itu. Maka Nabi melemparkan sandal yang mengandung najis tersebut. Maka ini juga tidak diperbolehkan. Beliau sholat menggunakan sandal. 3. Hadits tersebut diriwayatkan dari Sahabat Abu Said al-Khudri (riwayat Abu Dawud dishahihkan oleh Ibnu Hibban. dan al-Albany). Perbuatan itu diikuti oleh Sahabat yang menjadi makmum. kemudian di pertengahan sholat ia merubah niat menjadi sholat mutlak. Jibril memberitahu bahwa pada sandal beliau terdapat najis. Nabi menyatakan bahwa di tengah sholat. Yang demikian diperbolehkan. Ibnu Khuzaimah. Di tengah sholat beliau melemparkan sandalnya.

b. 194 . Waktu ikhtiyari artinya waktu normal diperbolehkan mengerjakan sholat. Sebelum sholat. di antaranya Syaikh Abdul Muhsin al- Abbad. sedangkan waktu dharuri hanya untuk orang yang memiliki udzur. karena khawatir terlihat aurat misalnya. (disarikan dari penjelasan Syaikh Abdul Muhsin al- Abbad dalam syarh Sunan Abi Dawud (4/189-190)) Jelaskan Waktu-Waktu Sholat Wajib (5 Waktu) Jawab: Sebagian waktu sholat seperti Ashar dan Isya’ memiliki waktu ikhtiyari dan waktu dharuri. jika ditemukan najis pada pakaian terjadi di waktu: 1. maka lepaskanlah benda tersebut. kemudian melanjutkan sholat. melepas pakaian itu untuk dibersihkan dari najis atau mengganti dengan pakaian lain. Najis dibersihkan atau mengganti pakaian lain. Kesimpulannya. Karena Nabi tidak mengulangi lagi sholat dari awal.Kata para Ulama’. tidak mengulang dari awal. Tidak perlu mengulangi sholat. Selesai sholat. kemudian melanjutkan sholat. kemudian sholat. 3. dan mulai sholat dari awal. maka ia batalkan sholat. hadits itu adalah dalil yang menunjukkan bahwa seseorang yang baru mengetahui bahwa pada pakaiannya terdapat najis setelah selesai sholat. Jika pakaian itu tidak memungkinkan untuk dilepas. Beliau hanya melepas benda yang terkena najis. Pertengahan sholat. a. 2. Jika memungkinkan untuk melepas pakaian tersebut. ia tidak harus mengulangi sholatnya. seperti berupa sandal atau kopiah.

Waktu sholat Subuh dari sejak terbit fajar shadiq hingga terbit matahari. 195 .R Muslim dari Abdullah bin Amr) ‫س‬ ُ ‫َّم‬ ْ ‫ت الش‬ ْ ‫اَحََّر‬ ُ ‫ف ِمْن َها َوالْ َقائِ ُل يَ ُق‬ ْ ‫ول قَ ْد‬ َ ‫صَر‬ َ ْ‫صَر َح ََّّت ان‬ ْ ‫َخَر الْ َع‬ َّ ‫ُُثَّ أ‬ Kemudian Nabi mengakhirkan sholat Ashar hingga pada saat selesai sholat ada Sahabat yang berkata: Matahari telah memerah (H. Pada saat awal mulai bertambah panjang bayangan benda. pada saat itulah masa zawaal (awal waktu Dzhuhur). ِ ‫صَر‬ ْ ‫س فَ َق ْد أ َْد َرَك الْ َع‬ ُ ‫َّم‬ َ ‫ص ِر قَ ْب َل أَ ْن تَ ْغ ُر‬ ْ ‫ب الش‬ ْ ‫َوَم ْن أ َْد َرَك َرْك َع ًة م َن الْ َع‬ Dan barangsiapa yang mendapati satu rokaat (secara sempurna) dari Ashar sebelum terbenam matahari. jika seseorang memiliki udzur. Waktu sholat Ashar secara ikhtiyari adalah dari sejak bayangan suatu benda sama dengan panjang benda tersebut hingga matahari menguning/ memerah. Waktu sholat Dzhuhur dari sejak matahari tergelincir (mulai condong ke barat setelah sebelumnya persis di tengah-tengah langit) hingga bayangan benda sama dengan panjang benda (tidak termasuk bayangan benda saat zawaal). Sejak matahari terbit. maka ia telah mendapatkan Ashar (H. Kemudian bayangan benda akan bertambah panjangnya hingga tenggelam. bayangan benda akan terus berkurang hingga matahari tepat di tengah-tengah.R Muslim dari Abu Hurairah. Artinya.R Muslim dari Abu Musa al-Asy’ariy) Sedangkan waktu Ashar secara dharuri berakhir hingga terbenamnya matahari. ‫س‬ ُ ‫َّم‬ ْ َ‫ص ِر َما ََلْ ت‬ ْ ‫ص َفَّر الش‬ ْ ‫ت الْ َع‬ ُ ْ‫َوَوق‬ Dan waktu sholat Ashar selama matahari belum menguning (H. ia bisa mengakhirkan sholat Ashar hingga menjelang tenggelam matahari.

Waktu Ashar selama matahari belum menguning. Waktu sholat Maghrib sebelum warna kemerahan di ufuk (setelah tenggelam matahari di barat) belum hilang. Waktu sholat Isya hingga pertengahan malam. ِِ َّ ‫س َوَكا َن ِظ ُّل‬ ‫ت‬ ُ ْ‫ص ُر َوَوق‬ ُ ‫الر ُج ِل َكطُوله َما ََلْ ََْي‬ ْ ‫ض ْر الْ َع‬ ُ ‫َّم‬ْ ‫ت الش‬ ْ َ‫ت الظُّ ْه ِر إِ َذا َزال‬ ُ ْ‫َوق‬ ِ‫الش َفق ووقْت ص ََلة‬ ِ ِ ِ ‫الْعص ِر ما ََل تَص َفَّر الشَّمس ووقْت‬ َ ُ َ َ ُ َّ ‫ب‬ ْ ‫ص ََلة الْ َم ْغ ِرب َما ََلْ يَغ‬ َ ُ ََ ُ ْ ْ ْ َ َْ ُّ ِ‫ص ََلة‬ ِ ُ‫الصْب ِح ِم ْن طُل‬ ِ ِ‫ص‬ ِ ِ ِ ‫وع الْ َف ْج ِر َما ََلْ تَطْلُ ْع‬ َ ‫ت‬ ُ ْ‫ف اللَّْي ِل ْاْل َْو َسط َوَوق‬ ْ ‫الْع َشاء إِ ََل ن‬ ٍ َ‫الص ََلةِ فَِإنَّها تَطْلُع ب ْي قَرِّن َشيط‬ ‫ان‬ ْ ‫س فَأ َْم ِس‬ َّ ‫ك َع ِن‬ ْ ‫س فَِإذَا طَلَ َع‬ ْ َْ ْ َ ْ َ ُ َ ُ ‫َّم‬ ْ ‫ت الش‬ ُ ‫َّم‬ ْ ‫الش‬ Waktu Dzhuhur ketika matahari tergelincir dan (hingga) bayangan seseorang sepanjang tinggi tubuhnya selama belum masuk waktu Ashar. Jika matahari terbit tahanlah dari sholat karena matahari terbit di antara dua tanduk syaithan (H. Sedangkan waktu sholat Isya’ secara dharuri berakhir hingga terbit fajar shadiq.R Muslim no 966 dari Abdullah bin Amr) Bolehkah Mengerjakan Sholat Isya pada Saat Menjelang Subuh? Jawab: 196 .sedangkan dalam lafadz Aisyah disebutkan: barangsiapa yang mendapatkan satu sujud. Itu menunjukkan bahwa seseorang bisa mendapat sholat di waktu itu jika mencapai satu rokaat secara sempurna) Waktu sholat Maghrib sejak matahari tenggelam hingga hilangnya warna kemerahan di ufuk barat. Waktu sholat Subuh dari sejak terbit fajar hingga belum terbit matahari. Waktu sholat Isya secara ikhtiyari adalah dari sejak hilangnya warna kemerahan di ufuk barat hingga tepat tengah malam.

197 . ‫ف اللَّْي ِل ْاْل َْو َس ِط‬ ِ‫ص‬ ِ ِ ِ ِ ‫ووقْت‬ ْ ‫ص ََلة الْع َشاء إِ ََل ن‬ َ ُ ََ Waktu sholat Isya hingga tengah malam (H.00 WIB.00 WIB dan Subuh pada 04.R Malik. waktu Isya berakhir pada 5 jam setelah Maghrib. secara asal. Umar bin al-Khoththob radhiyallahu anhu pernah mengirim surat kepada Abu Musa al-Asy’ari untuk tidak lalai dari sholat Isya’ jangan sampai melakukannya hingga lewat tengah malam: ‫ص ِّل الْعِ َشاءَ َما‬ َ ‫ َوأَ ْن‬. semua sholat diutamakan untuk dilakukan di awal waktu.Tidak boleh.R Muslim) Sebagai contoh...00 WIB. kecuali jika ada udzur karena sakit atau safar dan semisalnya. jika Maghrib adalah jam 18. al-Baihaqy. Abdurrozzaq. Jika engkau mau mengakhirkan. jangan termasuk orang yang lalai (H. Waktu ikhtiyari melakukan sholat Isya berakhir hingga tepat tengah malam. ‫ي‬ ِّ ‫وسى ْاْلَ ْش َع ِر‬ ِ َ‫اب َكت‬ َ ‫ب إ ََل أَِِب ُم‬ َ ِ َّ‫اْلَط‬ْ ‫َن عُ َمَر بْ َن‬ َّ ‫أ‬ ‫ت فَِإ ََل َشطْ ِر اللَّْي ِل َوََل تَ ُك ْن ِم َن الْغَافِلِْي‬ ِ ُ‫ك وب ْي ثُل‬ َّ ‫ث اللَّْي ِل فَِإ ْن أ‬ َ ‫َخ ْر‬ َ ْ َ َ َ َ‫بَْي ن‬ Bahwa Umar bin al-Khoththob menulis kepada Abu Musa al- Asy’ariy:…Sholatlah Isya’ pada sepertiga malam (pertama). Jadi. maka rentang waktu malam adalah 10 jam. yaitu jam 23. dengan sanad yang shahih) Apakah Semua Sholat Diutamakan Dilakukan Di Awal Waktu? Jawab: Ya. silakan lakukan pada pertengahan malam.

Berikut penjelasannya: 1. maka sepertiga malam pertama adalah sekitar 21. dan dinyatakan oleh adz-Dzahaby bahwa hadits tersebut sesuai syarat al-Bukhari dan Muslim). maupun wanita yang sholat sendirian di rumah. jika Maghrib jam 18. Contoh. 198 .R al-Hakim. Namun. Secara asal.20 WIB. maka didahulukan melakukan sholat Isya pada sepertiga malam pertama.00 WIB dan Subuh 04.00 WIB. sholat lebih utama dilakukan di awal waktu kecuali pada sholat Isya dan sholat Dzhuhur jika cuaca sangat panas. ُّ َ‫صلَّى اهللُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم أ‬ ِ ِ ‫عن عب ِد‬ َ ْ‫ي الْ َع َم ِل أَف‬ ‫ض ُل ؟‬ ُ ْ‫ َسأَل‬: ‫ال‬ َ ‫ت َر ُس ْو َل اهلل‬ َ َ‫اهلل ق‬ َْ ْ َ ‫الصَلَةُ ِِف أََّوِل َوقْتِ َها‬ َّ : ‫ال‬ َ َ‫ق‬ Dari Abdullah (Ibnu Mas’ud) beliau berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam: Apakah amal yang paling utama? Beliau bersabda: sholat di awal waktunya (H. jika pilihannya adalah sholat Isya di awal waktu berjamaah di masjid atau pada sepertiga malam pertama tapi tidak berjamaah. Keutamaan menunda pelaksanaan sholat Isya tersebut berlaku bagi orang yang bisa berjamaah di akhir sholat Isya atau orang yang terkena udzur tidak bisa hadir berjamaah di awal waktu. Sholat Isya Jika ada pilihan untuk mengerjakan sholat Isya di awal waktu atau pada sepertiga malam pertama. Sepertiga malam pertama itu adalah kurang lebih 3 jam 20 menit dari waktu Maghrib.

maka tunggulah untuk melaksanakan sholat di masa dingin karena panas yang sangat adalah dari percikan api Jahannam(H. maka yang lebih utama adalah berjamaah meski di awal waktu. niscaya aku perintahkan kepada mereka untuk mengakhirkan sholat Isya hingga sepertiga malam atau setengahnya (H.R atTirmidzi dari Abu Hurairah. ‫َّم‬ ِ ْ ‫الص ََل ِة فَِإ َّن ِش َّد َة‬ َّ ِ‫اْلَُّر فَأَبْ ِرُدوا ب‬ ْ ‫إِ َذا ا ْشتَ َّد‬ َ ‫اْلَِّر م ْن فَ ْي ِح َج َهن‬ Jika panas sangat menyengat. ‫ص ِف ِه‬ ِ ِ ِ ْ ‫َش َّق َعلَى أ َُّم ِِت َْل ََم ْرتُ ُه ْم أَ ْن يُ َؤ ِّخ ُروا الْع َشاءَ إِ ََل ثُلُث اللَّْي ِل أ َْو ن‬ ُ ‫لَ ْوََل أَ ْن أ‬ Kalaulah tidak memberatkan umatku. Menutupi aurat dan menutup pundak. Pada saat cuaca sangat panas dan menyulitkan untuk melaksanakan sholat. maka disunnahkan untuk mengakhirkan sholat Dzhuhur hingga telah berkurang panasnya. Dzhuhur ketika cuaca sangat panas. Para Ulama’ sepakat (ijma’) bahwa tidak sah sholat bagi seorang yang telanjang padahal ia mampu untuk menutup auratnya (atTamhiid karya Ibnu Abdil Bar (6/379)).R al- Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) Bagaimanakah Pakaian yang Memenuhi Syarat untuk Dipakai dalam Sholat? Jawab: 1. 199 . dishahihkan atTirmidzi dan al-Albany) 2.

Mubah digunakan. Pundak/ bahu bukanlah aurat di luar sholat. 5. tidak cukup hanya menutup aurat. Tidak boleh menggunakan pakaian sutera bagi laki- laki. Karena itu. seharusnya seseorang berhias karena akan menghadap Allah. Dalam sholat. 3. Lebih sempurna lagi jika pakaian itu tidak membentuk lekuk tubuh. namun di dalam sholat harus tertutup. bagi laki-laki lebih sempurna sholat dengan sarung dibandingkan dengan celana tanpa menggunakan sarung. Sedangkan bagi wanita merdeka (bukan budak) adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. atau pakaian yang bergambar makhluk bernyawa. Untuk sholat. (poin 2 sampai 5 diambil dari asy-Syarhul Mumti’ ala Zaadil Mustaqni’ karya Syaikh Ibnu Utsaimin 2/152-155). Suci dari najis. Tidak transparan hingga terlihat warna kulit. 4.R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) 2. Tidak menimbulkan mudharat bagi tubuh jika dipakai. Aurat untuk laki-laki menurut Ulama’ Syafiiyyah adalah antara pusar hingga lutut. ِِ ِ ِِ ِ ِ َ ‫صلِّي أ‬ ٌ‫س َعلَى َعات َقْيه مْنهُ َش ْيء‬ َ ‫َح ُد ُك ْم ِف الث َّْوب الْ َواحد لَْي‬ َ ُ‫ََل ي‬ Janganlah salah seorang dari kalian sholat pada satu pakaian yang tidak menutupi kedua pundaknya (H. Sahabat Nabi Ibnu Umar radhiyallahu anhuma menyatakan: ِ ِ َ ‫إِ َذا‬ َ ‫س ثَ ْوبَْيه فَإ َّن اللَّهَ أ‬ ُ‫َح ُّق َم ْن تُِزيِّ َن لَه‬ َ ‫صلَّى أ‬ ْ َ‫َح ُد ُك ْم فَ ْليَ ْلب‬ 200 .

hendaknya salah seorang di antara kalian adzan dan salah seorang 201 ..Jika salah seorang dari kalian sholat. ‫ْي أَيْ ِدي ِه ْم َوأَنَا ابْ ُن‬ َ ْ َ‫َّموِِّن ب‬ ِ ُّ ‫أَح ٌد أَ ْكثَر قُرآنًا ِم ِِّن لِما ُكْنت أَتَلَقَّى ِمن‬ ُ ‫الرْكبَان فَ َقد‬ ْ ُ َ ْ َ َ ِِ ٍّ ‫ِس‬ ‫ت‬ ْ َ‫ت َع ِِّن فَ َقال‬ ْ‫ص‬ ُ ‫ت إِذَا َس َج ْد‬ َ َّ‫ت تَ َقل‬ ُ ‫ت َعلَ َّي بُْرَدةٌ ُكْن‬ ْ َ‫ْي َوَكان‬ َ ‫ت أ َْو َسْب ِع سن‬ ِ ِ ْ ‫ْامَرأَةٌ ِم َن‬ ً ‫ت قَا ِرئ ُك ْم فَا ْشتَ َرْوا فَ َقطَعُوا ِِل قَم‬ ُ ‫يصا فَ َما فَ ِر ْح‬ ‫ت‬ ْ ‫اْلَ ِّي أَََل تُغَطُّوا َعنَّا‬ َ ‫اس‬ ِ ٍ ِ ‫ك الْ َق ِم‬ ‫يص‬ َ ‫بِ َش ْيء فَ َرِحي بِ َذل‬ (Nabi bersabda): “Jika datang waktu sholat. dishahihkan sanadnya oleh al-Albany) Pada Saat Sholat. Apakah Batal Sholatnya? Jawab: Jika aurat yang terbuka/ tersingkap adalah banyak dan dalam waktu yang lama. jika hanya sebentar dan sedikit aurat yang terbuka. Sahabat Nabi Amr bin Salamah pada saat masih kecil pernah menjadi Imam. Hal itu tidak membatalkan shalatnya (al-Muntaqa min Fataawa al-Fauzan 49/37) Sahabat Nabi Amr bin Salamah menyatakan: َّ ‫ضَر ِت‬ َ ‫الص ََلةُ فَ ْليُ َؤذِّ ْن أ‬ ‫َح ُد ُك ْم َولْيَ ُؤَّم ُك ْم أَ ْكثَ ُرُك ْم قُ ْرآنًا فَنَظَُروا فَلَ ْم يَ ُك ْن‬ َ ‫فَِإذَا َح‬. dan ketika sujud auratnya terlihat. maka sholatnya tetap sah. gunakanlah dua pakaian (yang menutup bagian atas dan bawah tubuh) karena sesungguhnya Allah adalah Dzat yang paling berhak bagi kita berhias untuknya (riwayat atThobarony. maka sholatnya batal. dinyatakan sanadnya hasan oleh al-Haiytsamy.. Namun. Seseorang Tersingkap Auratnya.

arah kiblat tidak persis barat. (Amr bin Salamah berkata): Maka orang-orang tidak mendapati yang paling banyak hafalan Qurannya selain aku. 202 . Jika kita menghadap ke barat. Tidak harus persis tepat sudutnya. Tidak ada yang lebih menggembirakan aku (pada saat itu) selain kegembiraan karena mendapat gamis itu (H. yang paling banyak (hafalan) Qurannya menjadi Imam”. Apakah Dalam Menghadap Ke Arah Kiblat Harus Persis Tepat Sudutnya? Jawab: Untuk orang yang berada dekat Ka’bah dan bisa melihat langsung. namun jika lebih presisi lebih baik. Kemudian aku berdiri (menjadi Imam) di hadapan mereka pada saat aku berusia 6 atau 7 tahun. karena aku sering mengambil pelajaran al-Quran dari para pendatang. karena bagi kita antara utara dan selatan adalah kiblat.R al-Bukhari no 3963). cukup menghadap ke arahnya. Tapi sedikit agak ke utara (barat laut). Namun. Aku memakai burdah (semacam selendang/ sarung) yang jika aku sujud pakaian itu bergeser. Bagi kita yang ada di Indonesia. Maka seorang wanita (tua) dari kampung (Dahriyyah) berkata: Tidakkah kalian menutupkan untuk kami pantat pembaca Quran kalian? Kemudian mereka membelikan dan memotongkan gamis untukku. Kota Makkah berada di barat laut Indonesia. itu tidak mengapa. bagi yang berada di tempat jauh tidak bisa melihat langsung Ka’bah. ia harus menghadap ke arah benda Ka’bah secara tepat.

dikuatkan oleh al-Bukhari) Seseorang Tidak Tahu Arah Kiblat. tapi Nabi shollallahu alaihi wasallam menyatakan bahwa antara timur dan barat (bagi penduduk Madinah) adalah kiblat. misalkan dengan mencari petunjuk arah atau mencari orang yang bisa menunjukkan arah kiblat. adalah hadits: ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِّ ِ‫ال ُكنَّا َم َع الن‬ َ ‫َِّب‬ َ َ‫َع ْن َعْب ِد اللَّ ِه بْ ِن َع ِام ِر بْ ِن َربِ َيعةَ َع ْن أَبِ ِيه ق‬ ‫صلَّى ُك ُّل َر ُج ٍل ِمنَّا َعلَى ِحيَالِِه فَلَ َّما‬ ِ ٍ ِ ٍ َ َ‫ِِف َس َف ٍر ِِف لَْي لَة ُمظْل َمة فَلَ ْم نَ ْد ِر أَيْ َن الْقْب لَةُ ف‬ 203 . Salah satu dalil yang menunjukkan bahwa orang yang telah berijtihad mencari arah kiblat yang benar. sholatnya sah.R atTirmidzi dari Abu Hurairah. kemudian selesai sholat ternyata salah. tidak perlu mengulang. Kemudian Sholat Ke Arah yang Disangkanya adalah Kiblat. kemudian ia berijtihad pada arah kiblat yang disangkanya benar. ٌ‫ب قِْب لَة‬ ِ ‫ْي الْم ْش ِرِق والْم ْغ ِر‬ َ َ َ َ ْ َ‫َما ب‬ Apa yang berada di antara timur dan barat (bagi penduduk Madinah) adalah kiblat (H. Makkah berada di arah selatan agak ke timur bagi penduduk Madinah. ternyata selesai sholat ia baru sadar bahwa arah sholatnya salah. Bagaimana Hukum Sholatnya? Jawab: Jika ia telah berusaha secara maksimal untuk mencari arah kiblat. maka sholatnya tetap sah.Sebagaimana bagi penduduk Madinah. antara barat dan timur adalah kiblat. Ternyata Selesai Sholat Ia Baru Tahu Bahwa Ia Telah Menghadap Ke Arah Bukan Kiblat.(Fatwa al-Lajnah ad-Daaimah (6/314)). namun tidak bisa didapatkan.

Maka secara spontan jamaah sholat tersebut memindah arah kiblatnya tanpa memutus sholat. ketika seseorang sedang sholat menghadap ke arah yang salah kemudian datang orang lain memberitahu arah kiblat yang benar. kami ceritakan hal ini kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam. Sebagaimana di masa para Sahabat Nabi. saat turun wahyu pemindahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah. Ketika pagi.R atTirmidzi). sebagian Sahabat masih sholat menghadap ke arah Baitul Maqdis. 204 . Pada saat masih sholat datang Sahabat lain yang sebelumnya sholat bersama Nabi. kemudian turun firman Allah: << ke mana saja kalian menghadap. Maka setiap orang dari kami sholat sesuai arah yang disangkanya kiblat.S al-Baqoroh:115)(H. ke arah itulah Wajah Allah >> (Q. dan sudah menghadap ke arah Ka’bah. Namun. tanpa harus memutus sholat.‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم فَنَ َزَل { فَأَيْنَ َما تُ َولُّوا فَثَ َّم َو ْجهُ اللَّ ِه‬ ِ ِ‫أَصبحنا ذَ َكرنَا َذل‬ ِّ ِ‫ك للن‬ َ ‫َِّب‬ َ ْ َ ْ َْ } Dari Abdullah bin Amir bin Rabiah dari ayahnya beliau berkata: Kami pernah bersama Nabi shollallahu alaihi wasallam dalam salah satu safar di malam yang gelap sehingga kami tidak tahu mana arah kiblat. maka ia harus segera merubah arah sholatnya ke arah kiblat yang benar itu.

kemudian selanjutnya kendaraan itu menghadap ke arah mana saja tidak mengapa. Pada saat itu (awalnya) mereka sholat menghadap Syam. Dan 205 . dan itu pernah dilakukan oleh Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan para Sahabatnya. Namun. kecuali sholat fardlu (tidak di atas kendaraan). sebaiknya pada saat awal memulai sholat menghadap kiblat. ٍ ‫الصب ِح إِ ْذ جاءهم‬ ِ ‫ال ب ي نَا النَّاس بُِقب ٍاء ِِف‬ ِ ِ ‫ال‬ َ ‫آت فَ َق‬ ْ َُ َ ْ ُّ ‫ص ََلة‬ َ َ ُ َْ َ َ‫َع ْن َعْبد اللَّه بْ ِن ُع َمَر ق‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم قَ ْد أُنْ ِزَل َعلَْي ِه اللَّْي لَ َة قُ ْرآ ٌن َوقَ ْد أ ُِمَر أَ ْن يَ ْستَ ْقبِ َل‬ ِ َ ‫إِ َّن رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ ‫استَ َد ُاروا إِ ََل الْ َك ْعبَ ِة‬ ْ َ‫الشام ف‬ ِ َّ ‫وههم إِ ََل‬ ْ ُ ُ ‫ت ُو ُج‬ ْ َ‫وها َوَكان‬َ ُ‫استَ ْقبِل‬ ْ َ‫الْ َك ْعبَةَ ف‬ Dari Abdullah bin Umar beliau berkata: ketika manusia sedang sholat Subuh di Quba’. tiba-tiba datang seorang (Sahabat) berkata: Sesungguhnya Rasulullah shollallahu alaihi wasallam telah diturunkan (ayat) alQuran tadi malam. Beliau sholat malam dengan menggunakan isyarat. maka hadapkanlah (arah sholat kalian) ke Ka’bah. beliau diperintah untuk (sholat) menghadap Ka’bah. kemudian segera berpindah arah menghadap ke Ka’bah (H.beliau berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam sholat di waktu safar di atas kendaraannya (mengikuti) ke mana arah kendaraanya menghadap.R al- Bukhari dan Muslim) Bolehkah Sholat Sunnah di Atas Kendaraan Tanpa Menghadap Ke Arah Kiblat? Jawab: Ya. ‫احلَتِ ِه‬ ِ ‫الس َف ِر علَى ر‬ َ َ َّ ‫صلِّي ِف‬ ِ َ ُ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه و َسلَّم ي‬ َ َ َ ‫َِّب‬ َ َ‫َع ِن ابْ ِن عُ َمَر ق‬ ُّ ِ‫ال َكا َن الن‬ ‫احلَتِ ِه‬ ِ ‫ومئ إَِيَاء ص ََلةَ اللَّي ِل إََِّل الْ َفرائِض ويوتِر علَى ر‬ َ َ ُ َُ َ َ ْ َ ً ُ ُ‫ت به ي‬ ِ ِِ ‫ث تَو َّجه‬ ْ َ َ ُ ‫َحْي‬ Dari Ibnu Umar –radhiyallahu anhuma.

beliau melakukan witir di atas kendaraan (H.R al-Bukhari dan Muslim) ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َكا َن إِ َذا َسافَ َر فَأ ََر َاد أَ ْن‬ ِ َ ‫َن رس‬ ٍِ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َّ ‫س بْ ِن َمالك أ‬ ِ َ‫َع ْن أَن‬ ِ ِِ ِ ُ‫ث َو َّج َههُ ِرَكابُه‬ُ ‫صلَّى َحْي‬َ َّ‫استَ ْقبَ َل بنَاقَته الْقْب لَةَ فَ َكبَّ َر ُُث‬ ْ ‫ع‬َ ‫يَتَطََّو‬ Dari Anas bin Malik bahwasanya Rasulullah shollallahu alaihi wasallam jika safar dan ingin sholat sunnah beliau menghadapkan kendaraannya ke arah kiblat kemudian bertakbir kemudian sholat ke manapun arah menghadap kendaraannya (H. Beliau kemudian menuju kuburnya dan mensholatkan jenazah di sana (H. 206 . Kalau sholat jenazah. Pekuburan. Tidak sah sholat di areal pekuburan kecuali sholat jenazah. Nabi pernah sholat jenazah di kubur seorang wanita yang pada saat dimakamkan Nabi tidak tahu.R al-Bukhari).R al-Bukhari dan Muslim) ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ َّ ِ‫ت الن‬ َ ‫َِّب‬ َ َ‫َع ْن َعْب ِد اللَّ ِه بْ ِن َع ِام ِر بْ ِن َربِ َيعةَ َع ْن أَبِ ِيه ق‬ ُ ْ‫ال َرأَي‬ ‫ت بِِه‬ ْ ‫ث تَ َو َّج َه‬ُ ‫احلَتِ ِه َحْي‬ ِ ‫يصلِّي علَى ر‬ َ َ َُ Dari Abdullah bin Amir bin Rabiah dari ayahnya beliau berkata: Saya melihat Nabi shollallahu alaihi wasallam sholat di atas kendaraan ke manapan kendaraan itu menghadap (H.R Abu Dawud. dinyatakan sanadnya hasan oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram) Apa Saja Tempat-Tempat yang Terlarang untuk Ditegakkan Sholat? Jawab: Ada 5 tempat yang dilarang untuk mengerjakan sholat: 1.

Sebagaimana sebelum dibangun masjid. Kandang unta. disepakati adz-Dzahaby.R anNasaai) Sedangkan kandang kambing tidak mengapa dijadikan tempat sholat. ‫صلِّي قَ ْب َل أَ ْن يُْب َ الْ َم ْس ِج ُد‬ ِ َ ُ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم ي‬ ُّ ِ‫ال َكا َن الن‬ َ ‫َِّب‬ َ َ‫س ق‬ٍ َ‫َع ْن أَن‬ ِ ِ‫ِِف َمَراب‬ ‫ض الْغَنَ ِم‬ Dari Anas –radhiyallahu anhu. tempat sholat Nabi dan para Sahabat di Madinah adalah di kandang kambing. Ibnu Majah. 2. atTirmidzi. karena Nabi melarangnya.beliau berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam sholat di kandang kambing 207 . ْ ‫ض ُكلُّ َها َم ْس ِج ٌد إََِّل‬ ‫اْلَ َّم َام َوالْ َم ْقبَ َرَة‬ ُ ‫ْاْل َْر‬ Bumi seluruhnya adalah masjid (tempat sholat) kecuali kamar mandi dan pekuburan (H. ِ‫الص ََلة‬ َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم نَ َهى َع ْن‬ ِ َ ‫َن رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ٍ ‫َع ْن َعْب ِد اللَّ ِه بْ ِن ُمغَف‬ ُ َ َّ ‫َّل أ‬ ‫اْلبِ ِل‬ ِ َ‫ِِف أ َْعط‬ ِْ ‫ان‬ Dari Abdullah bin Mughoffal bahwasanya Rasulullah shollallahu alaihi wasallam melarang dari sholat di tempat penambatan (kandang) unta (H. dishahihkan al-Hakim. Sedangkan untuk sholat yang lain tidak diperbolehkan sholat di areal pekuburan. Tidak boleh sholat di kandang unta. Kamar mandi.R Abu Dawud. 3. dan Ibnu Hajar mengisyaratkan keshahihannya dalam atTalkhiishul Habiir).

4. Menghadap ke kubur. 5. Tempat najis.R Muslim dari Abu Martsad al- Ghonawy) (poin-poin pembahasan disarikan dari penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam asy-Syarhul Mukhtashar ala Bulughil Maram (3/40-41)).R Ahmad dari Abdullah bin Mughoffal. Apa Hukum Sholat di Masjid yang Di Depannya Ada Kuburan? Jawab: 208 . ‫صلُّوا إِ ََل الْ ُقبُوِر َوََل ََْتلِ ُسوا َعلَْي َها‬ َ ُ‫ََل ت‬ Janganlah sholat menghadap ke arah kubur dan jangan duduk di atasnya (H. Tidak boleh sholat di tempat yang langsung menghadap ke kubur. Dan sholatlah di kandang kambing karena itu lebih dekat pada rahmat (H. dinyatakan sanadnya shahih oleh asy-Syaukaany dalam Nailul Authar (2/140)) Nabi menjelaskan sebab larangan sholat di kandang unta adalah karena ia tercipta dari jin (syaithan). tidakkah kalian melihat mata dan hembusan nafasnya jika berlari.R al-Bukhari no 227 dan Muslim no 817) ‫ت أَََل تَ َرْو َن عُيُونَ َها َوِهبَابَ َها إِ َذا‬ ِ ِْ ‫اْلبِ ِل فَِإنَّها ِمن‬ ْ ‫اْل ِّن ُخل َق‬ َ َ ِْ ‫صلُّوا ِِف َعطَ ِن‬ َ ُ‫ََل ت‬ ‫الر َْحَِة‬ َّ ‫ب ِم ْن‬ ِ ِ ُ ‫صلُّوا ِِف ُمَر ِاح الْغَنَ ِم فَإن ََّها ه َي أَقْ َر‬ َ ‫ت َو‬ْ ‫نَ َفَر‬ Janganlah sholat di kandang unta karena ia tercipta dari jin (syaithan). Sebagian Ulama menafsirkan makna hadits tersebut bahwa unta memiliki tabiat syaithan. sebelum dibangun masjid (H.

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Abu Said al- Khudriy radhiyallahu anhu dari Nabi shollallahu alaihi wasallam : ْ ‫ض ُكلُّ َها َم ْس ِج ٌد إََِّل الْ َم ْقبَ َرَة َو‬ ‫اْلَ َّم َام‬ ُ ‫ْاْل َْر‬ Bumi seluruhnya adalah masjid (tempat sholat) kecuali kuburan dan kamar mandi (H.R Ibnu Majah) Dalam Shahih Muslim dari hadits Jundub dari Nabi shollallahu alaihi wasallam : ِ ‫َّخ ُذو َن قُبور أَنْبِيائِ ِهم وصاْلِِي ِهم مس‬ ‫اج َد أَََل فَ ََل‬ ِ ‫أَََل وإِ َّن من َكا َن قَب لَ ُكم َكانُوا ي ت‬ ََ ْ َ َ ْ َ َُ َ ْ ْ َْ َ ِ ِ ِ َ ‫ور َم َساج َد إِ ِِّّن أَنْ َها ُك ْم َع ْن َذل‬ ‫ك‬ َ ُ‫تَتَّخ ُذوا الْ ُقب‬ Ketahuilah sesungguhnya umat sebelum kalian menjadikan kuburan para Nabi dan orang-orang shalih mereka sebagai masjid. file pdf cetakan Daarul Atsar Shon’aa) 209 . janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid. Ingatlah. (Fatwa Syaikh Muqbil dalam Tuhfatul Mujiib ‘ala As-ilatil Haadhir wal Ghoriib halaman 83-84.R Muslim no 827) Demikian juga hadits: ‫صلُّوا إِ ََل الْ ُقبُوِر َوََل ََْتلِ ُسوا َعلَْي َها‬ َ ُ‫ََل ت‬ Janganlah sholat menghadap ke arah kubur dan jangan duduk di atasnya (H. Adapun jika ada pembatas atau tembok dan berada di luar masjid maka sholatnya sah.R Muslim) Larangan-larangan ini semua berlaku jika sholat menghadap kuburan tanpa adanya pembatas atau tembok. Karena yang dilarang adalah sholat di masjid yang di dalamnya ada kuburan.Sholat di masjid yang di depannya ada kuburan di luar tembok masjid adalah sah. Sesungguhnya aku melarang kalian dari hal itu (H.

Sunnah dalam sholat adalah ucapan dan perbuatan dalam sholat yang menyempurnakan sholat. namun melewatkan keutamaan. atau Sunnah? Jawab: Dasar utama untuk menentukan rukun dan kewajiban dalam sholat adalah hadits tentang orang yang buruk sholatnya. wajib. Kewajiban dalam sholat adalah ucapan dan perbuatan yang harus dilakukan. Pembagian gerakan dan ucapan dalam sholat menjadi rukun. Jika terlupa. namun jika terlupa diganti dengan sujud sahwi. RUKUN. dan sunnah tersebut berdasarkan para Ulama Hanabilah dan Hanafiyyah. DAN SUNNAH DALAM SHOLAT Apakah yang Dimaksud dengan Rukun. dan Sunnah dalam Sholat? Jawab: Rukun adalah ucapan atau perbuatan dalam sholat yang harus dilakukan dan menentukan sah tidaknya shalat. maka sholatnya menjadi batal atau rokaatnya menjadi batal. Sedangkan Ulama Syafiiyyah membaginya menjadi fardlu (kewajiban) dan sunnah sholat saja. Hal-hal yang disebutkan Nabi dalam hadits 210 . WAJIB. Apakah Dalil yang Menjadi Landasan Bahwa Suatu Perbuatan adalah Rukun. Jika ditinggalkan secara sengaja maka sholatnya batal. Kewajiban. Jika ditinggalkan tidak mengapa (tidak batal). Kewajiban.

namun pernah dicontohkan oleh Nabi dalam sholat.tersebut ada yang rukun dan ada yang merupakan kewajiban. Jika dalam hadits lain terdapat pula perintah Nabi terkait ucapan atau perbuatan untuk dilakukan dalam sholat. maka hal itu tergolong rukun. Kemudian ia kembali 211 . jika tidak masuk dalam rukun atau kewajiban. kemudian seorang laki- laki masuk melakukan sholat. maka itu adalah sunnah dalam sholat. Hadits tentang orang yang buruk sholatnya adalah: ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َد َخ َل الْ َم ْس ِج َد فَ َد َخ َل َر ُج ٌل‬ ِ َ ‫َن رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َّ ‫َع ْن أَِِب ُهَريْ َرَة أ‬ ِ َ َ‫فَصلَّى فَسلَّم علَى النَِِّب صلَّى اللَّه علَي ِه وسلَّم فَرَّد وق‬ ‫ص ِّل‬ َ ‫ص ِّل فَِإن‬ َ ُ‫َّك ََلْ ت‬ َ َ‫ال ْارج ْع ف‬ َ َ َ ََ َْ ُ َ ِّ َ َ َ َ ‫ال ْارِج ْع‬ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم فَ َق‬ ِّ ِ‫صلَّى ُُثَّ َجاءَ فَ َسلَّ َم َعلَى الن‬ َ ‫َِّب‬ َ ‫صلِّي َك َما‬ َ ُ‫فَ َر َج َع ي‬ َ ‫ُح ِس ُن َغْي َرهُ فَ َعلِّ ْم ِِن فَ َق‬ ْ ِ‫ك ب‬ ِ َ ‫فَصل فَِإنَّك ََل تُصل ثَََلثًا فَ َق‬ ‫ال‬ ْ ‫اْلَ ِّق َما أ‬ َ َ‫ال َوالَّذي بَ َعث‬ ِّ َ ْ َ ِّ َ ‫آن ُُثَّ ْارَك ْع َح ََّّت تَطْ َمئِ َّن‬ ِ ‫ك ِمن الْ ُقر‬ ِ َّ ‫إِ َذا قُمت إِ ََل‬ ْ ْ َ ‫الص ََلة فَ َكبِّ ْر ُُثَّ اقْ َرأْ َما تَيَ َّسَر َم َع‬ َ ْ ِ ‫راكِعا ُُثَّ ارفَع ح ََّّت تَع ِد َل قَائِما ُُثَّ اسج ْد ح ََّّت تَطْمئِ َّن س‬ ‫اج ًدا ُُثَّ ْارفَ ْع َح ََّّت تَطْ َمئِ َّن‬ َ َ َ ُْ ً ْ َ ْْ ً َ ِ ِ َ ِ‫ص ََلت‬ ‫ك ُكلِّ َها‬ َ ‫ك ِِف‬ َ ‫َجال ًسا َوافْ َع ْل َذل‬ Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shollallahu alaihi wasallam masuk ke masjid. kemudian Nabi menjawab salamnya dan bersabda: Kembalilah (sholat) karena engkau belum sholat. Selain dari itu. Jika ada hadits lain yang menunjukkan bahwa suatu sholat tidak sah tanpa perbuatan atau ucapan tertentu. maka itu adalah kewajiban dalam sholat. (Selesai sholat) laki-laki itu mengucapkan salam kepada Nabi.

(iv) gerakan ruku. (vii) bangkit dari sujud hingga duduk di antara dua sujud. yaitu: (i) berdiri bagi yang mampu. Demikian berlangsung 3 kali. Kemudian bacalah yang mudah bagimu dari al-Quran. Berdiri dalam sholat wajib bagi yang mampu. (xi) gerakan dan ucapan salam. tidak tergesa- gesa) dalam mengerjakan gerakan-gerakan sholat. ِِ ِ ِ ُ‫وق‬ َ ‫وموا للَّه قَانت‬ ‫ْي‬ ُ َ Dan berdirilah karena Allah (dalam sholat) dalam keadaan khusyu’ (Q. (viii) thuma’ninah (tenang. karena engkau belum sholat. Ajarilah aku. (v) bangkit dari ruku hingga I’tidal. Kemudian ruku’lah hingga engkau thuma’ninah dalam ruku’. Kemudian sujudlah hingga engkau thuma’ninah dalam sujud. (x) tertib. Kemudian bangkitlah dari ruku’ hingga engkau berdiri dengan sempurna. (vi) gerakan sujud.R al-Bukhari dan Muslim). (ix) gerakan duduk dan ucapan tasyahhud akhir. (ii) takbiratul ihram. Berikut ini adalah penjelasannya: 1.S al-Baqoroh:238) 212 . Nabi bersabda: kembalilah sholat.sebagaimana sholat sebelumnya. aku tidak bisa sholat lebih baik dari itu. Apa Saja Rukun-rukun Sholat? Jawab: Rukun-rukun sholat ada 11. bertakbirlah. Lakukanlah hal itu dalam seluruh sholatmu (H. Kemudian bangkitlah (dari sujud) hingga engkau thuma’ninah dalam duduk. Kemudian orang itu berkata: Demi (Allah) Yang mengutusmu dengan al-haq. Kemudian Nabi bersabda: Jika engkau berdiri untuk sholat. Kemudian ia kembali (menghadap Nabi) dan mengucapkan salam kepada Nabi. (iii) membaca alFatihah.

‫الص ََل ِة فَ َكبِّ ْر‬ َّ ‫ت إِ ََل‬ َ ‫إِذَا قُ ْم‬ Jika engkau berdiri untuk sholat. maka sholatnya tidak sah. namun pahalanya adalah setengah dari yang dilakukan dengan berdiri. ِ‫الص ََلة‬ ِ ِ َّ ‫ف‬ ْ ‫الر ُج ِل قَاع ًدا ن‬ ُ ‫ص‬ َّ ُ‫ص ََلة‬ َ Sholat seseorang dengan duduk (pahalanya) setengah sholat (dengan berdiri) (H. ِ َ‫ََل ص ََلةَ لِمن ََل ي ْقرأْ بَِف ِاَتَ ِة الْ ِكت‬ ‫اب‬ ََْ َْ َ Tidak ada sholat bagi yang tidak membaca surat alFatihah (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Ubadah bin Shomit) 213 . bukan rukun. Takbiratul Ihram. Sedangkan gerakan tangannya adalah sunnah.R al-Bukhari dari Imran bin Hushain) Untuk sholat sunnah. bertakbirlah (H. Jika tidak mampu maka dengan berbaring (H. Membaca AlFatihah.R Muslim dari Abdullah bin Amr) 2. Takbiratul Ihram adalah ucapan takbir Allahu Akbar di awal sholat.R al- Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) 3. seseorang boleh mengerjakannya dengan duduk meski mampu berdiri. jika tidak mampu maka dengan duduk. Dalam hadits dinyatakan: ٍ ‫اع ًدا فَِإ ْن ََلْ تَستَ ِط ْع فَ َعلَى َجْن‬ ‫ب‬ ِ ‫ص ِّل قَائِما فَِإ ْن ََل تَستَ ِطع فَ َق‬ ْ ْ ْ ْ ً َ Sholatlah dengan berdiri. Jika seseorang lupa mengucapkan takbiratul ihram di awal sholat.

maupun makmum pada saat Imam tidak mengeraskan bacaan. maka simaklah (H. Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma menyatakan: ‫ص ِّل إَِلَّ َوَراءَ ا ِْل َم ِام‬ ِ ِ ِ َ ُ‫صلَّى َرْك َعةً ََلْ يَ ْقَرأْ ف َيها بأ ُِّم الْ ُق ْرآن فَلَ ْم ي‬ َ ‫َم ْن‬ Barangsiapa sholat satu rokaat tidak membaca padanya alFatihah. maka ia tidak dianggap sholat kecuali jika ia di belakang Imam (riwayat al-Baihaqy dalam asSunan al-Kubro dan dishahihkan olehnya) Abud Darda’ radhiyallahu anhu menyatakan: ُ ‫َما أ ََرى ا ِْل َم َام إِذَا أ ََّم الْ َق ْوَم إَِلَّ قَ ْد َك َف‬ ‫اه ْم‬ 214 . dishahihkan oleh Muslim) Ucapan-ucapan para Sahabat Nabi dalam riwayat yang shahih menunjukkan tidak wajibnya makmum membaca alFatihah pada saat Imam memperdengarkan bacaan alQuran dengan suara keras. orang yang sholat sendirian.R Abu Dawud.Keharusan membaca surat alFatihah berlaku bagi Imam. Ibnu Majah.S al- A’raaf:204) ِ ْ‫وإِذَا قَرأَ فَأَن‬ ‫صتُوا‬ َ َ Dan jika Imam membaca. ِ ْ‫ئ الْ ُقرآَ ُن فَاستَ ِمعوا لَه وأَن‬ ‫صتُوا لَ َعلَّ ُك ْم تُ ْر ََحُو َن‬ ِ َُ ُ ْ ْ َ ‫َوإ َذا قُ ِر‬ Dan jika dibacakan al-Quran maka simaklah dan diamlah agar kalian mendapatkan rahmat (Q. Adapun pada saat Imam mengeraskan bacaan. pada saat itu makmum menyimak bacaan tersebut.

dan al-Baihaqy. anNasaai.Tidaklah aku melihat seseorang jika menjadi Imam bagi suatu kaum kecuali telah mencukupi mereka (bacaan alFatihahnya)(riwayat Ahmad. َ ‫ف ا ِْل َم ِام فَ َق‬ ِ ِ ٍ َّ ‫ أ‬: ‫َع ْن أَِِب َوائِ ٍل‬ : ‫ال‬ َ ‫َن َر ُجَلً َسأ ََل ابْ َن َم ْسعُود َع ِن الْقَراءَة َخ ْل‬ ‫يك ذَ َاك ا ِْل َم ُام‬ ِ ِ َّ ‫ فَِإ َّن ِِف‬، ‫آن‬ ِ ‫ت لِْل ُقر‬ ِ َ ‫ َو َسيَكْف‬، ً‫الصَلَة ُش ْغَل‬ ْ ْ ‫أَنْص‬ Dari Abu Wa-il bahwasanya seseorang bertanya kepada Ibnu Mas’ud tentang membaca (alQuran) di belakang Imam. Ibnu Mas’ud berkata: Diamlah dari membaca alQuran karena dalam sholat itu terdapat kesibukan. 215 . dishahihkan sanadnya oleh al- Albany) Atsar-atsar dari para Sahabat tersebut di atas dikumpulkan dalam as-Silsilah al-Ahaadits Adh-Dhaifah (2/420) karya Syaikh al-Albany. dishahihkan olehnya) Demikian juga riwayat dari Ibnu Mas’ud. dan Imam tersebut telah mencukupimu (riwayat al- Baihaqy dan atThohawy. maka cukup baginya bacaan Imam (riwayat al-Baihaqy.dinyatakan sanadnya shahih oleh al- Albany) Ibnu Umar radhiyallahu anhuma menyatakan: ِْ ُ‫صلَّى َوَراءَ اْ ِْل َم ِام َك َفاهُ قِراءَة‬ ‫اْل َم ِام‬ َ ‫َم ْن‬ َ Barangsiapa yang sholat di belakang Imam. adDaraquthny. beliau berpendapat bahwa bacaan Imam telah mencukupi bagi makmum.

dan tahlil (Laa Ilaaha Illallaah) . bacalah. Jika engkau mempunyai (hafalan) Quran.... kedua telapak tangan memegang lutut dengan merenggangkan jari jemari. takbir (Allaahu Akbar). 5. Gerakan ruku’ yang sempurna adalah membungkukkan badan ke depan sehingga punggung lurus (rata).. hendaknya ia membaca surat dari alQuran yang bisa ia baca. Jika juga tidak mampu. Bagaimana jika seseorang sholat sendirian dan ia tidak bisa membaca alFatihah? Jika ia tidak bisa membaca alFatihah..‫اَحَ ِد اللَّهَ َوَكبِّ ْرهُ َوَهلِّْلهُ ُُثَّ ْارَك ْع‬ ْ َ‫ك قُ ْرآ ٌن فَاقْ َرأْ َوإََِّل ف‬ َ ‫فَِإ ْن َكا َن َم َع‬.R atTirmidzi no 278 dari Rifa’ah bin Rafi’.‫ ُُثَّ ْارَك ْع َح ََّّت تَطْ َمئِ َّن َراكِ ًعا ُُثَّ ْارفَ ْع َح ََّّت تَ ْع ِد َل قَائِ ًما‬. Jika tidak. dishahihkan al-Albany) 4. . hendaknya ia membaca tahmid (Alhamdulillah). Posisi kepala tidak mendongak dan tidak pula terlalu menunduk... (asy-Syarhul Mukhtashar ala Bulughil Maram libni Utsaimin (3/102)). 216 . tapi sejajar dengan punggung.. dan posisi tubuh ke ruku’ sempurna lebih dekat dibandingkan ke posisi berdiri. Gerakan ruku’ Gerakan ruku’ minimal yang wajib adalah membungkukkan badan ke depan sehingga memungkinkan telapak tangan bisa memegang lutut bagi orang yang tubuhnya proporsional (normal). Bangkit dari ruku’ hingga dalam posisi I’tidal (berdiri lurus). bertakbirlah dan bertahlillah kemudian ruku’ (H. maka ucapkan pujian kepada Allah.

ِ ‫ُُثَّ اسج ْد ح ََّّت تَطْمئِ َّن س‬ ‫اج ًدا‬ َ َ َ ُْ Kemudian sujudlah hingga engkau thuma’ninah dalam sujud (H. dinyatakan oleh al- Hakim bahwa hadits tersebut sesuai syarat al-Bukhari disepakati al-Albany) 7. 8.R al-Hakim.R alBukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) 6. Thuma’ninah (tenang..R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) Sujud harus pada 7 anggota sujud: ‫َش َار بِيَ ِدهِ َعلَى أَنِْف ِه َوالْيَ َديْ ِن‬ َ ‫اْلَْب َه ِة َوأ‬ ْ ‫َس ُج َد َعلَى َسْب َع ِة أ َْعظُ ٍم َعلَى‬ ْ ‫ت أَ ْن أ‬ ِ ُ ‫أُم ْر‬ ‫ْي‬ ِ ‫ْي وأَطْر‬ ِ ْ ‫اف الْ َق َد َم‬ ِ ُّ ‫و‬ َ َ ْ َ‫الرْكبَت‬ َ Aku diperintah untuk sujud pada 7 tulang: dahi (beliau mengisyaratkan pada hidung) dan kedua telapak tangan. kedua lutut dan ujung-ujung jari kaki (H.R al- Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas) Ditegaskan dalam riwayat lain bahwa hidung harus menyentuh bumi (tempat sujud) ِ َ ‫س أَنُ ُفهُ اْْلَْر‬ ‫ض‬ َّ َ‫صَلََة ل َم ْن ََلْ ََي‬ َ َ‫َل‬ Tidak ada sholat bagi orang yang hidungnya tidak menyentuh bumi (H. ‫ُُثَّ ْارفَ ْع َح ََّّت تَطْ َمئِ َّن َجالِ ًسا‬ Kemudian bangkitlah dari sujud hingga engkau thuma’ninah dalam duduk (H. Gerakan sujud.kemudian ruku’lah hingga engkau thuma’ninah dalam ruku’. 217 . tidak tergesa-gesa) dalam mengerjakan gerakan-gerakan sholat.R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Bangkit dari sujud untuk duduk di antara dua sujud. kemudian bangkitlah dari ruku’ hingga engkau dalam posisi sempurna berdiri (I’tidal)(H.. .

terburu- buru dan tidak menyempurnakan ruku dan sujudnya tidak sah sholatnya. Ibnu Hibban. Assalaamu alaika ayyuhan Nabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. al- Haitsamy menyatakan bahwa para perawi hadits ini adalah perawi-perawi hadits shohih. ‫ف يَ ْس ِر ُق ِم ْن‬ ِ ِِ ‫َّاس س ِرقَ ًة الَّ ِذي يس ِر ُق ِمن‬ َ ‫صَلَته قَالُْوا يَا َر ُس ْو َل اهلل َكْي‬َ ْ َْ ْ َ ِ ‫َس َوأُ الن‬ ْ‫أ‬ ‫ال َلَ يَتِ ُّم ُرُك ْو َع َها َوَلَ ُس ُج ْوَد َها‬ َ َ‫صَلَتِِه ق‬ َ “ Seburuk-buruk pencuri adalah seseorang yang mencuri dari sholatnya. ‫الس ََل ُم‬ َّ ‫ات‬ ُ َ‫ات َوالطَّيِّب‬ َّ ‫ات لِلَّ ِه َو‬ ُ ‫الصلَ َو‬ ِ ِ َّ ‫فَِإ َذا قَع َد أَح ُد ُكم ِِف‬ ُ َّ‫الص ََلة فَ ْليَ ُق ْل التَّحي‬ ْ َ َ ِِ َّ ‫الس ََلم علَي نَا وعلَى ِعب ِاد اللَّ ِه‬ ِ ‫ْي‬ َ ‫الصاْل‬ َ َ َ ْ َ ُ َّ ُ‫َِّب َوَر َْحَةُ اللَّه َوبََرَكاتُه‬ ُّ ِ‫ك أَيُّ َها الن‬َ ‫َعلَْي‬ ِ ‫الس َم ِاء َو ْاْل َْر‬ ‫ض أَ ْش َه ُد أَ ْن ََل إِلَهَ إََِّل‬ َّ ‫صالِ ٍح ِِف‬ ِِ ٍ َ ‫ت ُك َّل َعْبد للَّه‬ ْ َ‫َصاب‬َ ‫فَِإ َذا قَا َْلَا أ‬ ِ ِ َّ ‫اللَّهُ َوأَ ْش َه ُد أ‬ َ‫َن ُُمَ َّم ًدا َعْب ُدهُ َوَر ُسولُهُ ُُثَّ يَتَ َخيَّ ُر م ْن الْ َم ْسأَلَة َما َشاء‬ Jika seseorang duduk dalam sholat hendaknya ia mengucapkan: atTahiyyaatu lillaah washsholawaatu watthoyyibaat.R Ahmad dan At-Thobrony. (Para Sahabat bertanya) : Bagaimana seseorang bisa mencuri dari sholatnya? (Rasul menjawab) : ‘ Ia tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya “ (H. dan al-Haakim) 9. Jika ia mengucapkan itu doanya akan meliputi seluruh hamba Allah yang shalih di langit dan di bumi. Seseorang yang sholat tidak thuma’ninah. Assalaamu alaina wa alaa ibaadillaahis shoolihiin. dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah. dan terhitung sebagai pencuri sholat. Gerakan duduk dan ucapan tasyahhud akhir. Orang yang sholatnya sangat cepat. (Kemudian mengucapkan) : Asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna 218 . tidak sah sholatnya.

Jumhur Ulama’ berpendapat bahwa salam yang pertama adalah keharusan (rukun) sedangkan salam yang kedua sunnah. Gerakan dan ucapan salam. dinyatakan oleh al-Haitsamy bahwa para perawinya adalah perawi dalam as-Shahih). dishahihkan Ibnu Khuzaimah. Kemudian ia pilih doa permintaan yang ia kehendaki (H. Nabi shollallahu alaihi wasallam pernah hanya mengucapkan salam sekali (ke arah kanan) di akhir sholat. Sahabat Nabi Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu menyatakan: ‫الصَلَِة التَّ ْكبِْي ُر َوََْتلِْي لُ َها التَّ ْسلِْي ُم‬ َّ ُ‫ََْت ِرْْي‬ Hal yang mengharamkan sholat (dari perbuatan di luar sholat) adalah takbir dan yang menghalalkannya (mengakhirinya) adalah atTaslim (salam)(riwayat atThobarony. sebagai penutup sholat. ً‫الصَلَةَ تَ ْسلِْي َمة‬ َّ ‫صلَّى اهللُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َكا َن يُ َسلِّ ُم‬ َ ‫ِب‬ ِ َّ َِّ‫ أَ َّن الن‬: َ‫َع ْن َعائ َشة‬ ‫الش ِّق اْْلََْيَ ِن قَلِْيَلً َشْيئًا‬ ِّ ‫اح َد ًة تِْل َقاءَ َو ْج ِه ِه ََيِْي ُل إِ ََل‬ ِ‫و‬ َ Dari Aisyah bahwasanya Nabi shollallahu alaihi wasallam mengucapkan salam sekali dalam sholat sedikit menoleh ke arah kanan (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud.R atTirmidzi. Ibnu Majah. al- Hakim. disepakati adz-Dzahaby) 219 . muhammadan abduhu wa rosuuluh. Tertib (urut dalam gerakan sholat) 11. Gerakan dan ucapan salam adalah rukun sholat. Ibnu Hibban. lafadz sesuai Muslim) 10.

dishahihkan Ibnul Mulaqqin dan al-Albany dalam Silsilah as-Shahihah) Para Ulama yang menshahihkan hadits ini berbeda pendapat tentang apakah hadits ini marfu’ (ucapan Nabi) atau mauquf (ucapan Abu Hurairah). Al-Hafidz Ibn Hajar mengisyaratkan bahwa yang benar hadits itu mauquf dalam Bulughul Maram. dinyatakan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar bahwa para perawinya terpercaya) Apakah Basmalah adalah Bagian dari al-Fatihah dan Ketika Sholat Jahriyyah Apakah Imam Mengeraskan Bacaan Basmalah? Jawab: Basmalah –menurut pendapat yang rajih. Sedangkan Syaikh al-Albany 220 . Dan Bismillahirrohmaanirrohiim adalah salah satu (ayatnya)(H. sebagaimana pendapat al-Imam asy-Syafi’i.adalah bagian dari al-Fatihah.R al- Baihaqy.R al-Baihaqy. dan tujuh (ayat) yang berulang. dan Ahmad dalam salah satu riwayat. Sesungguhnya ia (al- Fatihah) adalah Ummul Qur’an. ً‫صلَّى اهللُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َكا َن يُ َسلِّ ُم تَ ْسلِْي َمة‬ ِ ٍ َ‫عن أَن‬ َّ َِّ‫ أَ َّن الن‬: ُ‫س َرض َي اهللُ َعْنه‬ َ ‫ِب‬ َْ ِ‫و‬ ‫اح َد ًه‬ َ Dari Anas radhiyallahu anhu bahwa Nabi shollallahu alaihi wasallam mengucapkan sekali salam (H. Salah satu dalilnya adalah hadits: ِ ‫الرِحي ِم) إِنَّها أ ُُّم الْ ُقر‬ ‫آن َوأ ُُّم‬ْ َ َّ ‫اْلَ ْم ُد لِلَّ ِه فَاقْ َرءُوا (بِ ْس ِم اللَّ ِه‬ َّ ‫الر َْحَ ِن‬ ْ ُ‫إِ َذا قَ َرأُُْت‬ ‫الرِحي ِم) إِ ْح َد َاها‬ َّ ‫السْب ُع الْ َمثَ ِاَن َو (بِ ْس ِم اللَّ ِه‬ َّ ‫الر َْحَ ِن‬ َّ ‫اب َو‬ِ َ‫الْ ِكت‬ Jika kalian membaca ‘Alhamdulillah’ (al-Fatihah) maka bacalah Bismillahirrohmaanirrohiim. adDaraquthniy. Ummul Kitaab. Ibnul Mubarok.

namun kadangkala beliau keraskan bacaan basmalahnya (disarikan dari Zaadul Ma’ad karya Ibnul Qoyyim (1/206- 207)). Abu Bakr. Nabi shollalahu alaihi wasallam lebih sering tidak mengeraskan bacaan basmalah dalam sholat. tidak pernah aku mendengar seorangpun (dari mereka) membaca (mengeraskan bacaan) Bismillahirrohmaanirrohiim (H. ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َوأَِِب بَ ْك ٍر َوعُ َمَر‬ ِ ِ َ ‫ت َم َع َر ُسول اللَّه‬ ُ ‫صلَّْي‬ َ ‫ال‬ َ َ‫س ق‬ ٍ َ‫َع ْن أَن‬ ‫الرِحي ِم‬ َّ ‫َح ًدا ِمْن ُه ْم يَ ْقَرأُ بِ ْس ِم اللَّ ِه‬ َّ ‫الر َْحَ ِن‬ َ ‫َوعُثْ َما َن فَلَ ْم أ َْْسَ ْع أ‬ Dari Anas –radhiyallahu anhu. semestinya seorang yang membaca al-Fatihah juga membaca basmalah. berdalil dengan hadits Abu Hurairah riwayat Muslim yaitu hadits Qudsi yang Allah membagi al-Fatihah antara diriNya dengan hambaNya menjadi 2 bagian. dan Utsman. 221 .menyatakan bahwa hadits itu shahih baik marfu’ maupun mauquf.beliau berkata: Aku sholat bersama Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. dalam sholat. Karena itu. Jika memang riwayat al-Baihaqy dan adDaruquthniy adalah mauquf ucapan Abu Hurairah. Di dalam lafadz hadits itu tidak disebutkan Bismillahirrohmaanir rohiim. Umar.R Muslim no 605). maka tentunya beliau lebih paham tentang makna hadits yang diriwayatkannya bahwa memang Bismillahirrohmanirrohim adalah bagian dari al-Fatihah. Sebagian Ulama berpendapat bahwa basmalah bukanlah bagian dari al-Fatihah.

maka ia berwudhu’ kembali dan melakukan sholat secara sempurna dari awal. Jika waktunya sudah lama. maka sholatnya menjadi batal. dilihat keadaan: a. jika kadangkala dikeraskan dalam bacaan sholat maka tidak mengapa. 222 .Hadits Anas ini menunjukkan bahwa Nabi. Jika lupa Takbiratul Ihram. Abu Bakr. Namun.b. c. Sudah masuk ke rokaat berikutnya. maka ia mengerjakan satu rokaat lagi secara sempurna selama masa antara salam dengan ingat tersebut tidak terlalu lama. maka sholatnya tidak sah. sebagaimana difatwakan Syaikh Bin Baz. Baru teringat setelah salam. Namun. atau batal wudhu’nya. dan c tersebut diakhiri dengan sujud sahwi. Bagaimana Jika Terlewatkan Suatu Rukun dalam Sholat? Jawab: Jika lupa atau sengaja tidak mengerjakan salah satu rukun sholat. dan Utsman sangat jarang memperdengarkan bacaan bismillahirrohmanirrohiim dalam sholat. Kembali ke bagian rukun yang terlupa dan meneruskannya. Semua poin a. Rokaat yang sedang dikerjakan adalah sebagai pengganti rokaat yang rukunnya terlupa. Belum masuk ke rokaat berikutnya. jika selain tasyahhud akhir atau salam yang terlupa. Jika lupa rukun yang lain. b. Jika yang terlupa adalah tasyahhud akhir atau salam. atau rokaatnya menjadi batal. Umar. maka cukup melakukan sujud sahwi (tidak perlu menambah rokaat). dan baru ingat setelah salam.

. Maka ia kembali berdiri dan membaca al-Fatihah. pada saat membaca surat alFatihah di rokaat kedua ia baru ingat dengan yakin bahwa di rokaat pertama tadi ia hanya sujud sekali kemudian bangkit. Ucapan takbir perpindahan antar gerakan (selain takbiratul ihram yang merupakan rukun). bertakbir dan ruku’. demikian seterusnya menyempurnakan rokaat tersebut.‫ول اللَّهُ أَ ْكبَ ر ُُثَّ يَ ْس ُج ُد‬ ‫ي‬ َ ‫ول اللهُ أَ ْكبَ ُر َويَ ْرفَ ُع َرأْ َسهُ َح ََّّت يَ ْستَ ِو‬ ُ ُ ‫يَ ُق‬ ‫ول اللَّهُ أَ ْكبَ ُر ُُثَّ يَ ْس ُج ُد‬ ِ َ‫ق‬ ُ ‫اع ًدا ُُثَّ يَ ُق‬ Sesungguhnya tidaklah sempurna sholat salah seorang dari manusia hingga… kemudian ia mengucapkan Allaahu Akbar kemudian ruku’…kemudian mengucapkan Allahu Akbar kemudian sujud…kemudian mengucapkan Allahu Akbar dan mengangkat kepalanya hingga sempurna duduk…kemudian mengucapkan Allahu Akbar 223 . Contoh lain.... َّ‫ ُُث‬.(InsyaAllah akan dijelaskan di bab tersendiri tentang sujud sahwi).. Apa Saja Kewajiban-kewajiban dalam Sholat? Jawab: Kewajiban-kewajiban dalam sholat: 1.‫َّاس َح ََّّت‬ ِ َ ‫ص ََلةٌ ْل‬ ِ َ ‫إِنَّهُ ََل تَت ُّم‬ َّ ُ ‫ ُُثَّ يَ ُق‬. Ia telah melewatkan rukun duduk di antara dua sujud dan rukun sujud kedua.‫ول اللَّهُ أَ ْكبَ ُر ُُثَّ يَ ْرَك ُع‬ ِ ‫َح ٍد ِم َن الن‬ ُ ‫ ُُثَّ يَ ُق‬. (disarikan dari penjelasan Syaikh Sholih al-Fauzan dalam al-Mulakhkhoshul fiqhiy (1/131)). Maka rokaat kedua yang sedang dikerjakan ini adalah pengganti bagi rokaat pertama tadi. Contoh: seseorang ketika ruku’ baru ingat bahwa pada rokaat ini tadi ia lupa membaca al-Fatihah.. membaca surat.

…Dan jika Imam bertakbir.R Abu Dawud dari Abu Hurairah)... Bacaan Subhaana Robbiyal ‘Adzhim sekali dalam ruku’ 5.‫َوإِ َذا َكبَّ َر فَ َكبِّ ُروا‬ . Bacaan Subhaana Robbiyal A’la sekali dalam sujud ‫ول‬ َ َ‫ك الْ َع ِظي ِم } ق‬ ُ ‫ال َر ُس‬ ْ ِ‫ت { فَ َسبِّ ْح ب‬ َ ِّ‫اس ِم َرب‬ َ َ‫َع ْن عُ ْقبَةَ بْ ِن َع ِام ٍر ق‬ ْ َ‫ال لَ َّما نََزل‬ ِ ِ ِ ‫اس َم‬ ْ َ‫وها ِِف ُرُكوع ُك ْم فَلَ َّما نََزل‬ ْ ‫ت { َسبِّ ْح‬ ْ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم‬ َ ُ‫اج َعل‬ َ ‫اللَّه‬ ِ ‫ال اجعلُوها ِِف سج‬ ‫ود ُك ْم‬ ُُ َ َ ْ َ َ‫ك ْاْل َْعلَى } ق‬ َ ِّ‫َرب‬ 224 . kemudian sujud (H. َِ ‫ول َِْسع اللَّه لِمن‬ ِ ‫َح ٍد ِم َن الن‬ ِ ِ ‫َح َدهُ َح ََّّت‬ ْ َ ُ َ ُ ‫ ُُثَّ يَ ُق‬.R al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik) 4.. dinyatakan sanadnya shahih oleh Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad) .R Ibnu Majah dari Abu Hurairah) 2. Hukum ucapan Sami’allaahu liman hamidah adalah wajib bagi Imam atau orang yang sholat sendirian... Ucapan Sami’allaahu liman hamidah pada saat bangkit dari ruku’. ‫اْلَ ْم ُد‬ ْ ‫ك‬ َِ ‫ال َِْسع اللَّه لِمن‬ َ َ‫َح َدهُ فَ ُقولُوا َربَّنَا َول‬ ِ ْ َ ُ َ َ َ‫َوإ َذا ق‬ dan jika (Imam) mengucapkan Sami’alaahu liman hamidah.. Ucapan Robbanaa wa lakal hamdu.R Abu Dawud no 730 dari Abu Hurairah. maka bertakbirlah…(H. maka ucapkanlah Robbanaa wa lakal hamdu (H. 3.‫َّاس َح ََّّت‬ َ ‫إِنَّهُ ََل تَت ُّم‬ َ ‫ص ََلةٌ ْل‬ ‫ي قَائِ ًما‬َ ‫يَ ْستَ ِو‬ Sesungguhnya tidak sempurna sholat salah seorang dari manusia hingga…kemudian mengucapkan sami’allaahu liman hamidah hingga sempurna berdiri (H.

S al-A’laa:1). dishahihkan Ibnu Khuzaimah.R Abu Dawud.R Abu Dawud dari Rifaah bin Rafi’) 225 .R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) 7. Duduk dan bacaan tasyahhud awal. dan disepakati adz-Dzahaby (no 3783)--Iyaas bin Amir dinyatakan shaduq oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Taqriibut Tahdziib no perawi 589) 6. Ketika turun firman Allah:<< Maka bertasbihlah dengan (menyebut) TuhanMu yang Paling Tinggi >> (Q. Karena barangsiapa yang ucapannya aminnya bersesuaian dengan ucapan amin Malaikat. ‫َّم ِم ْن‬ ِ ِ ِ ِ ِ َ ‫اْل َم ُام فَأ َِّمنُوا فَِإنَّهُ َم ْن َوافَ َق تَأْمينُهُ تَأْم‬ َ ‫ْي الْ َم ََلئ َكة غُفَر لَهُ َما تَ َقد‬ ِْ ‫إِذَا أ ََّم َن‬ ‫َذنْبِه‬ Jika Imam mengucapkan Aamiin. al-Hakim. Ibnu Majah. akan diampuni dosanya yang telah lalu (H. dan Ahmad. ‫ش فَ ِخ َذ َك الْيُ ْسَرى ُُثَّ تَ َش َّه ْد‬ ِ ِ َّ ‫فَِإ َذا جلَست ِِف وس ِط‬ ْ ‫الص ََلة فَاطْ َمئ َّن َوافْ َِِت‬ ََ َ ْ َ Jika engkau duduk di pertengahan sholat. maka ucapkanlah Amiin. Ibnu Hibban. al-Haaqqah ayat 52>>. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Jadikanlah (bacaan itu) di sujud kalian (H.S al-Waaqi’ah ayat 74 dan 96. tenanglah (thuma’ninah) dan bentangkan pahamu yang kiri kemudian bertasyahhudlah (H. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Jadikanlah (bacaan itu) di ruku’ kalian. Bacaan Amiin makmum setelah Imam menyelesaikan alFatihah. Dari Uqbah bin Amir radhiyallaahu anhu beliau berkata: ketika turun firman Allah: << Maka bertasbihlah dengan (menyebut) Nama TuhanMu yang agung (Q.

Abu Hurairah radhiyallahu anhu pernah memperhatikan Nabi diam sejenak sebelum membaca alFatihah. Bacaan dalam ruku’ selain Subhaana Robbiyal Adzhiim sekali. Al-Imam atThobary menghikayatkan ijma’ para Ulama’ akan hal itu (Tafsir al-Quranil Adzhim karya Ibnu Katsir (4/602)).R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Doa istiftah setelah takbiratul ihram tidak wajib hukumnya. Nabi kemudian menjelaskan bahwa yang beliau baca itu adalah doa istiftah (H. Taawwudz. bukan kewajiban. Sunnah Ucapan dalam Sholat 1. Bacaan pada saat I’tidal setelah ucapan Robbanaa wa lakal hamdu. Al-Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa perintah tersebut adalah perintah mandub (yang disukai. Bacaan-bacaan doa istiftah dan bacaan lain insyaAllah akan dijelaskan pada Bab Bacaan-Bacaan Sholat.R Muslim dari Abu Qotadah dan riwayat lain dari Abu Said al-Khudry) 4. sunnah). 2. 5.Apa Saja Sunnah-Sunnah dalam Sholat? Jawab: Sunnah dalam sholat terbagi dalam ucapan dan perbuatan: A. Kadangkala juga boleh dibaca pada rokaat ketiga dan keempat (H. Allah perintahkan seseorang yang membaca alQuran untuk membaca taawwudz sebelumnya (Q. Membaca surat alQuran yang lain setelah alFatihah. namun sunnah. 226 .S anNahl:98). 3. Disunnahkan pada rokaat pertama dan kedua. Maka beliau bertanya kepada Nabi apa yang dibaca saat diamnya beliau itu. Doa Istiftah.

R al-Bukhari dari Rifa’ah bin Rafi’ az-Zura-i) Keutamaan bacaan tersebut adalah : tiga puluh sekian Malaikat berebut untuk menuliskannya pertama kali (H. Bisa juga dengan bacaan lain seperti : Mil-us samaawaati…dst (InsyaAllah akan disebutkan dalam bab Bacaan-bacaan dalam sholat). Ketika Rasulullah selesai mengajari bacaan tasyahhud kepada Ibnu Mas’ud. ِ ِ ِ ِ َ ‫ب َما يَ ُك ْو ُن الْ َعْب ُد م ْن َربِّه َوُه َو َساج ٌد فَأَ ْكث ُروا الد‬ َ‫ُّعاء‬ ُ ‫أَقْ َر‬ “ Paling dekatnya seorang hamba kepada Allah adalah pada waktu dia sujud. Bersholawat kepada Nabi setelah tasyahhud awal dan akhir. maka perbanyaklah doa (pada saat itu) “(H. Bacaan duduk di antara dua sujud. 7. Semua perawinya adalah perawi dalam as- Shahih selain al-Hasan bin al-Hurr dan ia terpercaya). sungguh engkau telah menunaikan sholatmu” (H. beliau menyatakan : ‫ك‬ َ َ‫صَلَت‬ َ ‫ت‬ َ ‫ضْي‬ َ ‫إِ َذا فَ َع ْل‬ َ َ‫ت َه َذا فَ َق ْد ق‬ “Apabila engkau mengerjakan ini. Bacaan sholawat kepada Nabi dalam sholat hukumnya adalah sunnah menurut pendapat al-Imam Ibnu Qudamah. dishahihkan Ibnu Hibban. Bacaan dalam sujud selain Subhaana Robbiyal A’la sekali. 9. Memperbanyak doa pada saat sujud.R al-Bukhari no 757). Bisa dengan tambahan ucapan: ‫َحَْ ًدا َكثِ ًريا طَيِّبًا ُمبَ َارًكا فِ ِيه‬ (H. 227 . dan Ibnu Utsaimin. 6. asy-Syaukany.R Ahmad.R Muslim dari Abu Hurairah) 8.

bukan rukun atau wajib. namun tidak semestinya ditinggalkan dalam sholat. fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan al-Masih ad-Dajjal (H. Doa setelah tasyahhud awal maupun akhir. dan Subuh. 12. 10. maka kita tetap yakin bahwa sholatnya tetap sah –meski terlewatkan keutamaan. sedangkan yang kedua adalah sunnah. sehingga jika suatu saat kita bermakmum kepada Imam yang tidak mengeraskan bacaan pada saat sholat Isya dan Maghrib (mungkin karena tidak tahu atau malu). berlindunglah kepada Allah dari 4 hal: dari adzab Jahannam. adalah hadits Abu Hurairah riwayat Muslim: ‫َّم‬ ِ ِ ِ ِ َّ ِ ِ ِ ِ َ ‫َح ُد ُك ْم ِم َن الت‬ َ ‫إِذَا فَ َر‬ َ ‫َّش ُّهد ْاْلخر فَ ْليَتَ َع َّو ْذ بالله م ْن أ َْربَ ٍع م ْن َع َذاب َج َهن‬ َ‫غأ‬ ‫َّج ِال‬ َّ ‫يح الد‬ ِ ‫اب الْ َق ِْب وِمن فِْت نَ ِة الْمحيا والْمم‬ ِ ‫ات َوِم ْن َشِّر الْ َم ِس‬ ِ ‫وِمن َع َذ‬ َ َ َ َْ َ ْ َ ْ ْ َ Jika kalian selesai dari tasyahhud akhir. namun hal itu jarang (H.R al- Bukhari dan Muslim dari Abu Qotadah) Hal ini penting untuk diketahui. Gerakan dan ucapan salam yang kedua. Imam mengeraskan bacaan di dua rokaat awal pada sholat Maghrib. adzab kubur. insyaAllah akan disebutkan dalam bab tentang Bacaan Sholat. Isya. Dalil lain. 228 . 11.R Muslim) Dua dalil di atas menunjukkan bahwa bacaan sholawat adalah sunnah bukan kewajiban atau rukun. Isya dan Subuh hukumnya adalah sunnah. Kadangkala Nabi mengeraskan bacaan di sholat Dzhuhur dan Ashar.karena mengeraskan bacaan dalam sholat Maghrib. Tentang bacaan sholawat yang disyariatkan. Telah dijelaskan di atas bahwa gerakan dan ucapan salam yang pertama (ke kanan) adalah rukun.

bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam ditanya pada saat perang Tabuk tentang (tinggi) sutroh bagi orang sholat. Gerakan/ perbuatan yang disunnahkan sebelum sholat. anak panah/tombak yang ditancapkan. al-Hakim. Sutrah bisa berupa tiang. Berikut ini adalah perbuatan- perbuatan yang disunnahkan sebelum atau pada saat sholat. Mendekat pada sutrah. Sutrah adalah benda dalam bentuk apapun yang diletakkan di depan orang yang sholat dengan tinggi minimal sekitar 2/3 hasta atau 40. atau bahkan orang lain yang berada di depan kita. B.R Abu Dawud. Beliau menyatakan seperti bagian belakang pelana hewan tunggangan (sekitar 2/3 hasta)(H.8 cm (1 hasta: 61.2 cm – Fataawa asy-Syabkah al-Islaamiyyah 8/2085)). maka sholatlah dengan menghadap pada sutrah dan mendekatlah padanya (H. 1. Sedangkan makmum 229 .R Muslim) Sunnah menggunakan sutrah berlaku bagi Imam dan orang yang sholat sendirian. dan disepakati adz-Dzahaby – hadits sesuai syarat al-Bukhari dan Muslim) َ ُ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ُسئِ َل ِِف َغ ْزَوةِ تَب‬ ‫وك َع ْن‬ ِ َ ‫َن رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ِ ُ َ َّ ‫َع ْن َعائ َشةَ أ‬ َّ ‫ال َك ُم ْؤ ِخَرِة‬ ‫الر ْح ِل‬ َ ‫ُسْت َرةِ الْ ُم‬ َ ‫صلِّي فَ َق‬ Dari Aisyah –radhiyallahu anha. dishahihkan Ibnu Khuzaimah. Ibnu Majah.Ketigabelas poin di atas adalah ucapan/ bacaan yang disunnahkan dalam sholat. dinding. ‫ص ِّل إِ ََل ُسْت َرةٍ َولْيَ ْد ُن ِمْن َها‬ َ ‫إِ َذا‬ َ ‫صلَّى أ‬ َ ُ‫َح ُد ُك ْم فَ ْلي‬ Jika salah seorang dari kalian sholat.

bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam (dalam sholat) mengangkat tangan sejajar bahu ketika memulai sholat. 2. sebagaimana hadits Malik bin al-Huwairits: 230 . bangkit dari ruku’. takbir menuju ruku’.‫ْي َرفَ َع يَ َديِْه‬ َّ ‫ َوإِ َذا قَ َام ِم َن‬. demikian juga ketika mengangkat kepala dari ruku’ dan berkata : Sami’allaahu liman hamidah robbanaa wa lakal hamdu. sutrahnya mengikuti imam.. ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َكا َن يَ ْرفَ ُع‬ ِ َ ‫َن رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ِ ُ َ َّ ‫َع ِن ابْ ِن ُع َمَر َرض َي اهللُ َعْن ُه َما أ‬ ‫وع َوإِ َذا َرفَ َع َرأْ َسهُ ِم ْن‬ ِ ‫الص ََل َة َوإِذَا َكبَّ َر لِ ُّلرُك‬ َّ ‫يَ َديِْه َح ْذ َو َمْن ِكبَ ْي ِه إِذَا افْ تَتَ َح‬ ‫اْلَ ْم ُد َوَكا َن‬ ْ ‫ك‬ َِ ‫ال َِْسع اللَّه لِمن‬ َ َ‫َح َدهُ َربَّنَا َول‬ ِ ْ َ ُ َ َ َ‫ضا َوق‬ ً ْ‫ك أَي‬ َ ‫وع َرفَ َع ُه َما َك َذل‬ ِ ‫الرُك‬ ُّ ِ ‫السج‬ ِ ‫ود‬ ُ ُّ ‫ك ِِف‬ َ ‫ََل يَ ْف َع ُل ذَل‬ Dari Ibnu Umar –semoga Allah meridlai keduanya (ia dan ayahnya). dan bangkit dari tasyahhud awal. takbir untuk ruku’. ِ ْ َ‫الرْك َعت‬ Dan jika beliau bangkit dari dua rokaat..R alBukhari dan Muslim) . Karena itu tidak mengapa orang lewat di depan para makmum di belakang Imam. Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram...R alBukhari) Adakalanya juga boleh mengangkat tangan saat turun menuju sujud dan atau bangkit dari sujud. beliau mengangkat tangan (H. Beliau tidak melakukan itu (mengangkat tangan saat takbir) pada waktu sujud (H.

dan ketika mengangkat kepala dari sujud (H. Meletakkan telapak tangan kanan di atas tangan kiri (bersedekap) pada dada. ketika sujud. ِِ ‫اهلل صلَّى اهلل علَي ِه وسلَّم رفَع ي َدي ِه ِِف‬ ِ ‫رأَى نَِِب‬ ُ‫ص ََلته إِ َذا َرَك َع َوإِ َذا َرفَ َع َرأْ َسه‬ َ ْ َ َ َ َ ََ َْ ُ َ َّ َ ‫ع‬ ِِ ‫ِمن رُكو ِع ِه وإِ َذا سج َد وإِ َذا رفَع رأْسه ِمن سجوِدهِ ح ََّّت َُي ِاذ‬ َ ‫ي ِب َما فُ ُرْو‬ َ َ َ ُْ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ‫أُذُنَْي ِه‬ Beliau (Malik bin al-Huwairits) melihat Nabiyyullah shollallahu alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya hingga sejajar cuping telinga di dalam sholat ketika ruku’.R al-Bukhari) Sedangkan letak tangan dalam bersedekap adalah pada dada: ِ ِ ِ َ َ‫َع ْن َوائِ ِل بْ ِن ُح ْج ٍر ق‬ َ ‫صلَّى اهللُ َعلَْيه َو َسلَّ َم َوَو‬ ‫ض َع‬ ُ ‫صلَّْي‬ َ ‫ت َم َع َر ُس ْول اهلل‬ َ : ‫ال‬ ‫ص ْد ِرِه‬ ِِ َ ‫يَ َدهُ اْليُ ْم َ َعلَى يَده الْيُ ْسَرى َعلَى‬ dari Wa-il bin Hujr ia berkata: Aku sholat bersama Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan beliau meletakkan tangan kanan pada tangan kiri di atas dadanya (H. semua perawinya adalah rijaal al- Bukhari dan Muslim kecuali Nashr bin ‘Ashim adalah rijaal Muslim saja) 3.R anNasaai.R Ibnu Khuzaimah. di dalam sanadnya terdapat perawi yang lemah hafalannya yaitu 231 . ‫الر ُج ُل الْيَ َد الْيُ ْم َ َعلَى‬ َ َ‫َّاس يُ ْؤَم ُرو َن أَ ْن ي‬ َّ ‫ض َع‬ ُ ‫ال َكا َن الن‬َ َ‫َع ْن َس ْه ِل بْ ِن َس ْع ٍد ق‬ ‫الص ََل ِة‬ َّ ‫اع ِه الْيُ ْسَرى ِِف‬ ِ ‫ِذر‬ َ Dari Sahl bin Sa’d beliau berkata: Manusia diperintah untuk meletakkan telapak tangan kanan di atas tangan kiri dalam sholat (H. ketika mengangkat kepala dari ruku’.

َ ‫ض َع ََيْي نَهُ َعلَى يَ َسا ِرهِ عْن َد‬ ََ … kemudian beliau (Nabi) meletakkan tangan kanannya di atas tangan kiri pada dada (H.R Abu Dawud dengan sanad yang hasan hingga Thowus) Dalam riwayat al-Bazzaar dinyatakan: ‫ص ْد ِرِه‬ ِ ِ ‫ ُُثَّ و‬..R al-Bazzar dari Wa-il bin Hujr. Hal itu dikhawatirkan termasuk larangan meletakkan tangan pada pinggang (H.. Sehingga tempat meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri adalah pada dada. insyaAllah. dan al-Bazzar) mengandung kelemahan. namun dikuatkan dengan jalur lain yang mursal riwayat Abu Dawud dari Thowus) ِ ِ ُ ‫ال َكا َن رس‬ َ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم ي‬ ‫ض ُع يَ َدهُ الْيُ ْم َ َعلَى‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ َ َ‫َع ْن طَ ُاو ٍس ق‬ ‫الص ََل ِة‬ َّ ‫ص ْد ِرِه َوُه َو ِِف‬ ِِ َ ‫يَده الْيُ ْسَرى ُُثَّ يَ ُش ُّد بَْي نَ ُه َما َعلَى‬ Dari Thowus beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri kemudian menguatkannya pada dada saat beliau sholat (H. di dalam sanadnya terdapat perawi yang lemah (Muhammad bin Hujr) dan perawi yang tidak dikenal (ibu Abdul Jabbar bin Wa-il)) Ketiga riwayat di atas (Ibnu Khuzaimah.Muammal bin Ismail yang buruk hafalannya. Abu Dawud. namun jika digabungkan menjadi shahih.R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) 232 . Sedangkan riwayat yang meletakkannya di bawah pusar adalah riwayat yang lemah. Yang dikhawatirkan termasuk larangan adalah jika diletakkan ke pinggir (sisi tubuh).

R anNasaai. anNasaai. pergelangan.bahwasanya beliau berkata: Saya melihat pada sholat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bagaimana beliau sholat. dan lengan bawah (H.R Abu Dawud. Ibnu Hibban. ِ ِ ِ ‫ ْلَنْظُر َّن إِ ََل‬: ‫ قُ ْلت‬: ‫عن وائِل بن حج ٍر أنه قال‬ ُ‫صلَّى اللَّه‬ َ ‫صَلة َر ُسول اللَّه‬ َ َ ُ ْ ُ ْ َ َْ ‫ت إِلَْي ِه فَ َق َام فَ َكبَّ َر َوَرفَ َع يَ َديِْه َح ََّّت َحاذَتَا‬ ُ ‫ فَنَظَْر‬، ‫صلِّي‬ ِ َ ‫َعلَْيه َو َسلَّ َم َكْي‬ َ ُ‫ف ي‬ ‫اع ِد‬ ِ ‫الس‬ َّ ‫الر ْس ِغ َو‬ ُّ ‫ِّه الْيُ ْسَرى َو‬ ِ ‫ ُُثَّ وضع ي َده الْيم علَى ظَه ِر َكف‬، ‫بِأُذُنَي ِه‬ ْ َ َ ُْ ُ َ َ َ َ ْ Dari Wa-il bin Hujr –radhiyallahu anhu. sebagaimana dijelaskan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam asy-Syarhul Mumti’. adDaraquthny. Cara meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri bisa dua macam: (i) Meletakkan. dishahihkan Ibnu Khuzaimah. dishahihkan al-Albany) 4. beliau berdiri bertakbir dan mengangkat kedua tangannya hingga sejajar kedua telinganya. Memandang ke arah sujud pada saat berdiri 233 . atau (ii) menggenggam. dinyatakan sanadnya shahih oleh anNawawy dan al-Albany) ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه‬ ِ َ ‫ رأَيت رس‬: ‫ال‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ ُ ْ َ َ َ‫َع ْن َوائ ِل بْ ِن ُح ْج ٍر رضي اهلل عنه ق‬ ِ ‫ض بِيَ ِمينِ ِه َعلَى ِِشَالِِه‬ ِ َّ ‫وسلَّم إِ َذا َكا َن قَائِما ِِف‬ َ َ‫الصَلة قَب‬ ً َ ََ Dari Wa-il bin Hujr radhiyallahu anhu beliau berkata: Saya melihat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam jika berdiri dalam sholat beliau menggenggam tangan kiri dengan tangan kanannya (H. Saya melihat pada beliau. Kemudian beliau meletakkan tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri.

kemudian aku berusaha menggapai setandan anggur. ‫س َعلَى َع ْه ِد‬ ُ ‫َّم‬ ْ ‫ت الش‬ ْ ‫ال َخ َس َف‬ َ َ‫اس َر ِض َي اللَّهُ َعْن ُه َما ق‬ ٍ َّ‫َع ْن َعْب ِد اللَّ ِه بْ ِن َعب‬ ‫ت‬ َ ْ‫اك تَنَ َاول‬َ َ‫ول اللَّ ِه َرأَيْن‬َ ‫صلَّى قَالُوا يَا َر ُس‬ ِ َ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم ف‬ ِ ِ َ ‫َر ُسول اللَّه‬ ‫ت ِمْن َها‬ ُ ْ‫اْلَنَّةَ فَتَ نَ َاول‬ ْ ‫يت‬ ُ ‫ال إِ ِِّّن أُ ِر‬ َ َ‫ت ق‬ َ ‫اك تَ َك ْع َك ْع‬َ َ‫ك ُُثَّ َرأَيْن‬َ ‫َشْيئًا ِِف َم َق ِام‬ ‫ت الدُّنْيَا‬ ِ ِ ْ َ‫َخ ْذتُهُ َْلَ َك ْلتُ ْم مْنهُ َما بَقي‬ َ ‫ودا َولَ ْو أ‬ً ‫عُْن ُق‬ Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma beliau berkata: terjadi gerhana matahari di masa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam.R al-Hakim. Nabi bersabda: Sesungguhnya ditunjukkan (di hadapanku) surga.R al- Bukhari no 706 Bab Rof’ul Bashar Ilal Imaam fis sholaah) 234 . kemudian kami melihat anda mundur.ِ‫دخل رسولُ اهللِ صلَّى اهلل علَي ِه وسلَّم الْ َكعبةَ ما خلَّف بصره مو ِضع سجوِده‬ ْ ُ ُ َ ْ َ ُُ َ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ ْ َ ُ َ ُْ َ َ َ َ ‫َح ََّّت َخَر َج ِمْن َها‬ Rasulullah shollallahu alaihi wasallam masuk Ka’bah. Seandainya bisa kuambil. pandangan matanya tidak pernah menyelisihi tempat sujudnya hingga keluar dari Ka’bah (H. kami melihat anda seperti menggapai sesuatu ketika berdiri (dalam sholat). seperti makmum yang menghadapkan pandangan ke depan untuk mengetahui gerakan imam. niscaya kalian bisa memakan darinya selama masih ada dunia (H. dishahihkan juga oleh Ibnu Khuzaimah dan al-Albany) Diperbolehkan juga menghadap ke arah depan jika dibutuhkan. kemudian selesai sholat para Sahabat berkata: Wahai Rasulullah.

dan menyebabkan semakin besar pahala sholat. Sebagaimana akan disebutkan insyaAllah haditsnya dalam pembahasan tentang hal-hal yang dilarang dalam sholat. Namun.R Ibnu Majah. jika beliau ruku’ meluruskan punggungnya. dishahihkan al-Albany – dikuatkan dengan jalur lain dari Ibnu Abbas riwayat Abu Ya’la) 235 . Gerakan rukuk yang sempurna: punggung lurus.R Muslim dari Aisyah) ِ ِ َ ‫ال رأَيت رس‬ ٍ ِ َ ُ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم ي‬ ‫صلِّي‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ ُ ْ َ َ َ‫صةَ بْ َن َم ْعبَد ق‬ َ ‫َع ْن َواب‬ ‫ب َعلَْي ِه الْ َماءُ ََل ْستَ َقَّر‬ ُ ‫فَ َكا َن إِ َذا َرَك َع َس َّوى ظَ ْهَرهُ َح ََّّت لَ ْو‬ َّ ‫ص‬ Dari Wabishoh bin Ma’bad beliau berkata: Saya melihat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam sholat. 5. di sana dijelaskan gerakan minimal yang memenuhi sahnya sholat. niscaya airnya akan diam (tidak mengalir)(H. pent)(H. Telah lewat pada pembahasan tentang rukun sholat bahwa gerakan ruku’ adalah rukun. ‫ك‬ ِ ‫وَكا َن إِ َذا رَكع ََل ي ْش ِخص رأْسه وََل يص ِّوبه ولَ ِكن ب‬ َ ‫ْي َذل‬ َ َْ ْ َ ُْ َ ُ ْ َ ُ َ َ ْ ُْ َ َ َ Dan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam jika ruku’ tidak mendongakkan kepala dan tidak menundukkannya akan tetapi di antara itu (lurus dengan punggung. Sedangkan gerakan ruku’ yang sempurna adalah sunnah. kedua telapak tangan memegang lutut dengan jemari direnggangkan. Hal yang terlarang adalah menengadahkan pandangan ke atas atau menoleh ke kanan dan ke kiri. kepala tidak mendongak atau menunduk. Hingga jika seandainya dituangkan air di atas punggung beliau.

R Abu Dawud no 713 dengan 2 jalur riwayat yang saling menguatkan. padahal di dalamnya terdapat perawi al- Alaa’ bin Ismail yang majhul.R al-Bukhari dari Abu Humaid as-Sa’idiy) ُ‫صابِ َعه‬ َ ‫صابِ َعهُ َوإِذَا َس َج َد‬ َ َ‫ض َّم أ‬ َ َ‫إِذَا َرَك َع فَ َّر َج أ‬ Jika beliau ruku’ merenggangkan jari jemarinya.R atThobarony. ‫َوإِ َذا َرَك َع أ َْم َك َن يَ َديِْه ِم ْن ُرْكبَتَ ْي ِه‬ Jika beliau ruku’. beliau meletakkan kedua telapak tangannya pada kedua lututnya (H. Turun menuju sujud dengan mendahulukan lutut sebelum tangan.beliau berkata: Saya melihat Nabi shollallahu alaihi wasallam jika sujud meletakkan kedua lututnya sebelum kedua tangannya. dan jika bangkit mengangkat kedua tangannya sebelum lututnya (H.demikian dinyatakan oleh Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad) ‫ت ُرْكبَتَاهُ يَ َديِْه‬ ْ ‫ط بِالتَّ ْكبِ ِْري َح ََّّت َسبَ َق‬ َّ َ‫َو ْان‬ dan beliau (Nabi) turun dengan bertakbir hingga kedua lututnya mendahului kedua tangannya (H. ِ َ َ‫َع ْن َوائِ ِل بْ ِن ُح ْج ٍر ق‬ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم إِذَا َس َج َد َو‬ ‫ض َع‬ َ ‫َِّب‬ َّ ِ‫ت الن‬ ُ ْ‫ال َرأَي‬ ‫ض َرفَ َع يَ َديِْه قَ ْب َل ُرْكبَتَ ْي ِه‬ ِ ِ َ ‫ُرْكبَتَ ْيه قَ ْب َل يَ َديْه َوإِ َذا نَ َه‬ Dari Wa-il bin Hujr –radhiyallahu anhu. dinyatakan sanadnya shahih sesuai syarat al-Bukhari dan Muslim. namun bisa menjadi penguat jalur periwayatan sebelumnya yang diriwayatkan Abu Dawud) 236 . dishahihkan al-Albany) 6. dinyatakan sanadnya hasan oleh al-Haitsamy.R al-Hakim. dan jika sujud merapatkan jari jemarinya (H.

Ahmad) dan diriwayatkan sebagai perbuatan Sahabat Nabi Umar bin al-Khoththob dan Ibnu Mas’ud ‫ض ُع ُرْكبَتَ ْي ِه قَ ْب َل يَ َديِْه‬ َّ ‫أ‬ َ َ‫َن عُ َمَر َكا َن ي‬ Sesungguhnya Umar meletakkan kedua lutut sebelum kedua tangan (riwayat Ibnu Abi Syaibah dari Ibrahim anNakho-i.Masing-masing jalur riwayat memiliki unsur kelemahan. asy-Syafi’i. dan lain-lain yang berpendapat mendahulukan lutut dibandingkan tangan ketika turun untuk sujud. namun jika digabungkan bisa saling menguatkan dan insyaAllah bisa digunakan sebagai hujjah. Ibnu Sirin. dikuatkan dengan riwayat atThohawy dalam syarh Ma’aaniy al-alAtsar bahwa Ibrahim mendengar khabar tersebut dari Alqomah dan al-Aswad) ِ ‫َن رْكبتَ ي ِه َكانَتَا تَ َقع‬ ِ ٍ ِ ِ َ ‫ُح ِف‬ ‫ان َإَل‬ َ ْ َ ُ َّ ‫ظ َع ْن َعْبد اللَّه بْ ِن َم ْس ُعود َرض َي اللَّهُ َعْنهُ أ‬ ‫ض قَ ْب َل يَ َديِْه‬ ِ ‫ْاْل َْر‬ Telah dihafal dari (perbuatan) Ibnu Mas’ud bahwasanya beliau mendahulukan kedua lutut ke tanah sebelum kedua tangan (riwayat atThohawy dalam syarh Ma’aniy al-Atsar dari Ibrahim anNakho’i) Selain itu banyak para tabi’in seperti Abu Qilaabah (periwayat hadits tentang sholat Nabi dari Malik bin al- Huwairits). 237 . Perbuatan mendahulukan lutut sebelum tangan pada saat turun menuju sujud adalah pendapat Jumhur Ulama’ (Abu Hanifah.

ujung jari kaki juga dihadapkan ke kiblat. dinyatakan sesuai syarat Muslim oleh adz- Dzahaby) ‫صابِعِ ِه الْ ِقْب لَة‬ ِ ِ َ َ‫ ُم ْستَ ْقبَِلً بأَطَْراف أ‬. Meletakkan kedua tangan di samping tubuh sejajar dengan bahu.R al- Hakim. ‫ض َع َكفَّْي ِه َح ْذ َو‬ ِ ِ َ ‫ُُثَّ َس َج َد فَأ َْم َك َن أَنْ َفهُ َو َجْب َهتَهُ َوَنَّى يَ َديْه َع ْن َجْنبَ ْيه َوَو‬ ‫َمْن ِكبَ ْي ِه‬ 238 . hanya menyebutkan larangan menyerupai unta ketika turun menderum (Zaadul Ma’ad karya Ibnul Qoyyim (1/215)). disepakati keshahihannya oleh adz-Dzahaby: sesuai syarat al- Bukhari dan Muslim) b.R al-Hakim dari Aisyah. Jari jemari tangan dirapatkan diarahkan ke kiblat. Sebagian riwayat menyatakan: hendaknya meletakkan tangannya sebelum kedua lututnya. Sebagian lagi riwayat tidak menyebutkan tambahan kalimat semacam itu. Sunnah-sunnah dalam gerakan sujud: a. ُ‫صابِ َعه‬ َ ‫كاَ َن إِ َذا َس َج َد‬ َ َ‫ض َّم أ‬ (Nabi) jika sujud. Sedangkan hadits Abu Hurairah (yang dijadikan dalil bagi yang berpendapat mendahulukan tangan dari lutut) ada kegoncangan (idhtirab) pada matannya. Sebagian riwayat dari al-Baihaqy adalah: hendaknya meletakkan tangannya pada kedua lututnya. 7.. Dalam sujud Nabi menghadapkan ujung-ujung jarinya ke kiblat (H.. merapatkan jari jemarinya (H.

Kemudian beliau sujud sehingga memungkinkan hidung dan dahinya (menempel pada tanah).R al-Bukhari dan Muslim) c.R Muslim dari Aisyah) 239 . dishahihkan Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban) Disunnahkan agak menjauhkan posisi tangan dari samping tubuh. membentangkan telapak kaki kiri sehingga punggung kaki menyentuh tanah dan telapak kaki bawah diduduki) ِ َ ‫ب ِر ْجلَهُ الْيُ ْم‬ ِ ُ ‫وَكا َن يَ ْف ِر‬ ُ ‫ش ر ْجلَهُ الْيُ ْسَرى َويَْنص‬ َ Dan (Nabi) membentangkan (telapak) kaki kiri dan menegakkan (telapak) kaki kanan (H. Tidak menempelkan siku tangan pada tanah/ lantai. atTirmidzi. dari Abu Humaid. dan meletakkan kedua telapak tangan sejajar bahu (H. َ ‫ك َو ْارفَ ْع ِم ْرفَ َقْي‬ ‫ك‬ َ ‫ض ْع َكفَّْي‬ َ ‫إِذَا َس َج ْد‬ َ َ‫ت ف‬ Jika engkau sujud. Iftirasy (menegakkan telapak kaki kanan bertumpu pada pangkal jari. letakkan kedua telapak tanganmu dan angkatlah kedua sikumu (H. kecuali jika di kiri kanan ada orang lain.R Muslim dari al- Bara’) 8.R Abu Dawud. ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َكا َن إِ َذا‬ ٍ ِ‫َعن َعب ِد اللَّ ِه ب ِن مال‬ َّ ‫ك ابْ ِن ُِبَْي نَةَ أ‬ َّ ِ‫َن الن‬ َ ‫َِّب‬ َ ْ ْ ْ ‫اض إِبْطَْي ِه‬ ِ َ ْ َ‫صلَّى فَ َر َج ب‬ ُ َ‫ْي يَ َديْه َح ََّّت يَْب ُد َو بَي‬ َ dari Abdullah bin Malik bin Buhainah bahwa Nabi shollallahu alaihi wasallam jika sholat merentangkan kedua tangan (di sisi tubuh) hingga terlihat putihnya ketiak beliau (H. Duduk di antara dua sujud. bisa dengan 2 cara: a. dan beliau menjauhkan kedua tangan dari kedua sisinya.

Demikian juga ditanyatakan oleh Thawus kepada Ibnu Abbas tentang posisi duduk iq-aa’ tersebut dan beliau menjelaskan bahwa itu adalah sunnah (H. Iq-aa’ (duduk di atas tumit.R Muslim). Namun. itu adalah posisi duduk yang terlarang karena menyerupai duduk anjing (penjelasan anNawawy dalam syarh Shahih Muslim). duduknya pada lantai/ tanah. Tawarruk (seperti pada iftirasy. jika dalam duduk iq-aa’ posisi pantat langsung menyentuh lantai.R Muslim). beliau menyatakan bahwa itu adalah sunnah (H. dan dalam tasyahhud awal jika ada lebih dari 1 tasyahhud dalam sholat. bertumpu pada pangkal jari-jari kaki) Abuz Zubair pernah melihat Ibnu Umar pada saat duduk setelah sujud pertama duduk bertumpu pada pangkal jari-jari kaki. hingga para Sahabat menyangka bahwa beliau lupa (H. dan bagian kaki kiri dilewatkan di bawah kaki kanan hingga keluar di sisi kanan tubuh) 240 . Iftirasy dalam tasyahhud akhir jika hanya ada 1 tasyahhud dalam sholat. 9. Nabi pernah duduk di antara dua sujud sangat lama. b. Duduk di antara dua sujud kadangkala disunnahkan untuk dilakukan dalam waktu yang agak lama. b. dan ketika ditanyakan kepada Ibnu Umar. Sunnah dalam duduk tasyahhud a. namun kaki kiri tidak diduduki. Dalam hadits Anas.R Muslim).

Ini adalah pendapat Ahmad. beliau duduk di atas (telapak) kaki kiri dan menegakkan (telapak) kaki kanan (iftirasy) dan jika duduk di rokaat terakhir beliau mengedepankan (telapak) kaki kiri dan menegakkan (telapak kaki) yang lain dan duduk pada tempat duduknya (pantat langsung ke tanah/lantai)(H. dan beliau membentangkan (telapak) kaki kiri dan menegakkan (telapak) kaki kanan (iftirasy)(H.R al-Bukhari. 241 . dikuatkan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Fataawa Nuurun alad Darb. mata melihat ke arah jari telunjuk. kisah tentang Abu Humaid mencontohkan tata cara sholat Nabi) ‫ب‬ ِ ِ ِ ِ ُ ‫َّحيَّةَ وَكا َن يَ ْف ِر‬ ِ ُ ‫وَكا َن يَ ُق‬ ُ ‫ش ر ْجلَهُ الْيُ ْسَرى َويَْنص‬ َ ‫ول ِف ُك ِّل َرْك َعتَ ْْي الت‬ َ َ ‫ِر ْجلَهُ الْيُ ْم‬ Dan beliau (Nabi) mengucapkan tahiyyat setiap dua rokaat.R Muslim dari Aisyah) Dalam duduk tasyahhud disunnahkan mengisyaratkan dengan jari telunjuk kanan dan jari- jari kanan yang lain digenggam.Tawarruk dilakukan pada tasyahhud akhir dalam sholat yang memiliki lebih dari 1 tasyahhud. telapak tangan diletakkan di atas lutut. ‫ب الْيُ ْم َ َوإِ َذا‬ َ‫ص‬َ َ‫َون‬ ‫س َعلَى ِر ْجلِ ِه الْيُ ْسَرى‬ َ َ‫َجل‬ ِ ْ َ‫الرْك َعت‬ ‫ْي‬ َّ ‫س ِِف‬ َ َ‫فَإ َذا َجل‬ ِ ‫ُخَرى َوقَ َع َد َعلَى‬ْ ‫ْاْل‬ ‫ب‬ َ َ‫َّم ِر ْجلَهُ الْيُ ْسَرى َون‬ ِ‫الرْك َع ِة ْاْل ِخرة‬ َّ ‫س ِِف‬ َ‫ص‬ َ ‫قَد‬ َ َ َ‫َجل‬ ‫َم ْق َع َدتِِه‬ Jika beliau (Abu Humaid as-Sa’idiy) duduk dalam dua rokaat.

beliau duduk dan bertumpu pada tanah kemudian bangkit (H. Tangan bertumpu pada lantai/ tanah. sedangkan tangan kanan diletakkan di atas lutut kiri. ِ ‫الس ْج َدةِ الثَّانِيَ ِة َجلَس َو ْاعتَ َم َد َعلَى ْاْل َْر‬ ‫ض ُُثَّ قَ َام‬ َّ ‫َوإِ َذا َرفَ َع َرأْ َسهُ َع ِن‬ َ Dan jika mengangkat kepala dari sujud kedua.R Muslim no 911) 10. Gerakan bangkit menuju berdiri ke rokaat berikutnya bisa dengan dua cara: a. ِ َّ ‫َن النَِِّب صلَّى اللَّه علَي ِه وسلَّم َكا َن إِ َذا جلَس ِِف‬ ‫ض َع‬ َ ‫الص ََلة َو‬ َ َ َ ََ َْ ُ َ َّ َّ ‫َع ِن ابْ ِن عُ َمَر أ‬ ِْ ‫صبَ َعهُ الْيُ ْم َ الَِِّت تَلِي‬ ‫اْلبْ َه َام فَ َد َعا ِِبَا َويَ َدهُ الْيُ ْسَرى‬ ِ ِ ْ ِ‫يَ َديْه َعلَى ُرْكبَتَ ْيه َوَرفَ َع إ‬ ‫اسطَ َها َعلَْي َها‬ِ ‫علَى رْكبتِ ِه الْيسرى ب‬ َ َْ ُ َ ُ َ Dari Ibnu Umar –radhiyallahu anhuma.bahwasanya Nabi shollallahu alaihi wasallam jika duduk dalam sholat (tasyahhud) beliau meletakkan kedua tangannya di atas kedua lutut dan beliau mengangkat jari kanan yang berdekatan dengan ibu jari (jari telunjuk) kemudian beliau berdoa dengannya.R Muslim dari Abu Qilaabah yang menceritakan tata cara sholat yang dicontohkan Malik bin al- Huwairits ketika mengajarkan sholat Nabi) ‫الصَلَةِ َويَ ْعتَ ِم ُد‬ َّ ‫ض ِِف‬ ُ ‫ت ابْ َن عُ َمَر يَْن َه‬ ُ ْ‫ َرأَي‬: ‫ال‬ ٍ ‫َع ِن اْل َْزَرِق بْ ِن قَ ْي‬ َ َ‫س ق‬ ‫َعلَى يَ َديِْه‬ Dari al-Azraq bin Qoys beliau berkata: Saya melihat Ibnu Umar bangkit dalam sholat bertumpu pada kedua tangannya (riwayat Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang baik—para perawinya adalah perawi dalam as-Shahih) 242 . dihamparkan di atasnya (H.

beliau mengangkat kedua tangannya sebelum kedua lututnya (H. Jika gerakan duduk dan bacaan tasyahhud akhir adalah rukun.R Abu Dawud dari Wa-il bin Hujr) Jika dibutuhkan. sebelum bangkit bisa duduk sejenak (jilsah al-istirohah) sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Malik bin al-Huwairits riwayat al-Bukhari. sedangkan gerakan duduk dan bacaan tasyahhud awal adalah wajib. maka isyarat dengan telunjuk tangan adalah sunnah (sebagaimana dijelaskan Syaikh Ibn Utsaimin). Isyarat dengan tangan saat tasyahhud. Tangan tidak bertumpu pada lantai/ tanah. 243 . 11. b. ‫ض َرفَ َع يَ َديِْه قَ ْب َل ُرْكبَتَ ْي ِه‬ َ ‫َوإِ َذا نَ َه‬ Jika beliau bangkit.

Untuk memahami makna lebih luas yang dikandung dalam bacaan-bacaan sholat tersebut. Jika hanya bisa hafal pada salah satu jenis bacaan saja. BACAAN-BACAAN DALAM SHOLAT Pada setiap bacaan dalam sholat terdapat beberapa jenis/ macam bacaan yang bisa dipilih. tidak mengapa. Kadangkala menggunakan bacaan yang sesuai riwayat A. Bacaan-bacaan tersebut mayoritas diambil dari kitab Sifatu Sholatin Nabi karya Syaikh al- Albany. Berikut ini adalah lafadz-lafadz bacaan dalam sholat sesuai riwayat-riwayat hadits Nabi yang shohih. dan seterusnya. Pada tiap bagian kami berikan poin-poin berdasarkan Sahabat Nabi yang meriwayatkannya. Takbiratul Ihram ‫اهللُ أَ ْكبَ ُر‬ Allah adalah Yang Terbesar Doa Istiftah 244 . kadangkala menggunakan riwayat B. pembaca bisa membaca buku lain karya penulis berjudul Memahami Makna Bacaan Sholat (Sebuah Upaya Menikmati Indahnya Dialog Suci dengan Ilahi).

Doa istiftah Umar bin al-Khotthob riwayat Muslim. 2. dan tidak ada sesembahan yang haq selainMu “ (H.1. Ya Allah bersihkan aku dari dosa-dosaku sebagaimana terbersihkannya baju putih dari noda (yang mengenainya). Bacaan dari Abu Hurairah riwayat al-Bukhari dan Muslim ِ ‫ْي اْمل ْش ِرِق واْمل ْغ ِر‬ ‫ب اللَّ ُه َّم نَق ِِِّن‬ ‫تب‬ ‫اع ْد‬ ‫اي َك َما ب‬ ‫ْي َخطَاي‬ ‫اع ْد بَْي ِِن َوب‬ ِ ‫اللَّه َّم ب‬ َ َ َ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ َ ُ ‫س اللَّ ُه َّم ا ْغ ِس ْل ِِن ِم ْن‬ ِ َ‫الدن‬َّ ‫ض ِم َن‬ ُ َ‫ب اْْلَبْي‬ ُ ‫اي َك َما يُنَ قَّى الث َّْو‬ َ َ‫م ْن َخطَاي‬ ِ ‫اي بِاْمل ِاء َوالثَّ ْل ِج َواْلبَ َرِد‬ ‫خطَاي‬ َ َ َ َ “ Ya Allah jauhkanlah antara aku dengan dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan antara barat dengan timur. dan segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Doa istiftah Ibnu Umar riwayat Muslim ِ ‫اهلل أَ ْكب ر َكبِي را واْْلم ُدِ هللِ َكثِي را وسبحا َن اهللِ بكْرًة وأ‬ ً‫َصْيَل‬ َ َ ُ َ ُْ َ ً ْ ْ َ َ ًْ َُ ُ “ Allah terBesar. Ya Allah cucilah diriku dari dosa- dosaku dengan air. ‫ُّك َوَلَ إِلَ َه َغْي ُرَك‬ َ ‫ك َوتَ َع َاَل َجد‬ ْ ‫ك اللَّ ُه َّم َوِِبَ ْم ِد َك َوتَبَ َارَك‬ َ ُ‫اْس‬ َ َ‫ُسْب َحان‬ “ Maha Suci Engkau Ya Allah dan (bersamaan dengan itu) aku memujiMu dan sungguh banyak barokah yang terkandung pada NamaMu. aku mengagungkanNya. salju. dan embun “ (diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dalam Shahihnya dari Sahabat Abu Hurairah). dan Maha Tinggi KeagunganMu.R Muslim dari Umar bin al-Khoththob) 3. dan Maha 245 .

Bacaan doa istiftah dari Anas bin Malik riwayat Muslim ‫هلل َحَْ ًدا َكثِْي ًرا طَيِّبًا ُمبَ َارًكا فِْي ِه‬ ِ ِ‫اْْلم ُد‬ َْ “Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak.R Muslim dari Ibnu Umar) Keutamaan membaca doa istiftah ini: Dalam hadits tersebut dikisahkan bahwa ketika salah seorang Sahabat membaca bacaan tersebut dengan keras dalam sholat. karena dengan kalimat itu dibukalah pintu-pintu langit “. Bacaan istiftah dari Ali bin Abi Tholib riwayat Muslim 246 . Dijelaskan oleh para Ulama’ bahwa karena demikian mulyanya ucapan itu para Malaikat berebut untuk mencatat dan mengangkatnya ke langit untuk ditunjukkan kepada Allah 5. dan ketika selesai sholat Rasulullah bersabda : “ Aku takjub dengan kalimat yang dibacanya. dan diberkahi padanya (H. Sahabat Ibnu Umar-sang perawi hadits ini.mengatakan : “ Aku kemudian tidak pernah meninggalkan membaca doa iftitah tersebut sejak aku mendengar Rasulullah mengucapkan (ketakjuban) hal itu “ ( H.R Muslim dari Anas bin Malik) Keutamaan Membaca Doa ini : Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Sungguh aku telah melihat 12 Malaikat yang saling berebut untuk mengangkat (kalimat) tersebut (ke langit) ". R Muslim dalam kitaabussholaah Bab ‘Maa Yuqoolu bayna takbiirotil ihroom wal qiroo’ah’ nomor 601) 4. Suci Allah pagi dan sore hari (dalam seluruh waktu)(H. baik.

tidak ada yang bisa 247 . karena itu ampunilah dosa-dosaku seluruhnya karena tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau. Sesungguhnya sholatku. Dan palingkanlah aku dari akhlaq yang buruk. hidup. Dan tunjukilah aku pada akhlaq- akhlaq yang baik. Tidak ada yang bisa menunjuki pada kebaikan akhlaq kecuali Engkau.ََ‫ض َحنِْي ًفا َوَما أَنَا ِم َن ْا ُلم ْش ِرِكْين‬ ِ َّ ‫و َّجهت وج ِهي لِلَّ ِذي فَطَر‬ َ ‫الس َم َاوات َواْْل َْر‬ َ َ َْ ُ ْ َ ِ ِ ِّ ‫اي َوُمََ ِاِتِ هللِ َر‬ ِ ِ َ ‫إِ َّن‬ ‫ك‬َ ‫ك لَهُ َوبِذل‬ َ ْ‫ْي َلَ َش ِري‬ َ ْ ‫ب اْ َلعالَم‬ َ َ‫صَلَِت َونُ ُسكي َوَُْمي‬ ِ ْ‫أ ُِمرت وأَنَا ِمن اْملسلِ ِمْي اللَّه َّم أَن‬ ‫ت َرِِّب َوأَنَا‬ َ ْ‫ت أَن‬ َ ْ‫ك َلَ إِلَهَ إَِلَّ أَن‬ ُ ‫ت اْملل‬ َ َ ُ َْ ْ ُ َ َ ُ ْ ‫َجْي ًعا إِنَّهُ َلَ يَ ْغ ِف ُر‬ َِ ‫عب ُد َك ظَلَمت نَ ْف ِسي و ْاعتَ رفْت بِ َذنِِْب فَا ْغ ِفر ِِل ذُنُوِِب‬ ْ ْ ْ ُ َ َ ُ ْ َْ ِ ‫الذنُوب إَِلَّ أَنْت واه ِدِِّن ِ ْلَحس ِن اْْلَخَلَ ِق َلَ ي ه ِدي ِ ْل‬ ‫ت‬َ ْ‫َح َسن َها إَِلَّ أَن‬ ْ َْ ْ َْ َْ َ َ ْ ُّ ‫ك َواْْلَْي ُر‬َ ْ‫ك َو َس ْع َدي‬ َ ْ‫ف َع ِِّن َسيِّئَ َها إَِلَّ أَن‬ َ ‫ت لَبَّ ْي‬ ُ ‫ص ِر‬ ْ َ‫ف َع ِِّن َسيِّئَ َها َلَ ي‬ْ ‫اص ِر‬ ْ ‫َو‬ ‫َستَ ْغ ِف ُرَك‬ ْ‫تأ‬ َ ‫ت َوتَ َعالَْي‬َ ‫ك تَبَ َارْك‬ َ ‫ك َوإِلَْي‬ َ ِ‫ك أَنَا ب‬ َ ‫س إِلَْي‬َ ‫ك َوالشَُّّر لَْي‬َ ْ‫ُكلُّهُ ِِف يَ َدي‬ َ ‫ب إِلَْي‬ ‫ك‬ ُ ‫َوأَتُ ْو‬ “Aku hadapkan wajahku kepada Pencipta langit dan bumi secara lurus kepada agama yang haq dan aku bukanlah bagian dari orang-orang yang berbuat syirik. dan aku mengakui dosaku. dan aku termasuk bagian dari orang-orang muslim. Engkaulah Raja (Penguasa) yang tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau. dan matiku hanyalah milik Allah Tuhan Penguasa seluruh alam yang tidak ada sekutu bagiNya dan untuk itulah aku diperintah. Aku telah berbuat dzholim pada diriku sendiri. Engkaulah Tuhanku dan aku adalah hambaMu. Ya Allah. ibadah.

Aku senantiasa berlindung padaMu dan memohon taufiq kepadaMu.atTirmidzi. Kebaikan seluruhnya ada di Kedua TanganMu. Engkaulah sumber dan penentu keberkahan yang melimpah dan Engkaulah Yang Maha Tinggi. dan keburukan tidaklah dinisbatkan kepadaMu. dan ludahnya (H.R Abu Dawud. Bacaan taawwudz dari Abu Said al-Khudriy riwayat Abu Dawud. memalingkan aku darinya kecuali Engkau. Aku akan berusaha tetap dalam ketaatan kepadaMu dan memperjuangkan perintahMu. 2. Aku memohon ampun dan bertaubat kepadaMu” (H.dishahihkan Ibnu Khuzaimah) 248 . Bacaan istinbath para Ulama dari surat anNahl ayat 98: ‫الرِجْيم‬ ِ َ‫أَعوذُ بِاهللِ ِمن الشَّيط‬ َّ ‫ان‬ ْ َ ُْ “Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk “ Dijelaskan oleh Imam al-Qurthuby dalam tafsirnya (1/86) bahwa ucapan ini adalah ucapan yang disepakati jumhur para Ulama’ karena sesuai dengan yang disebutkan dalam Al-Quran (AnNahl :98). atTirmidzi ‫الرِجْي ِم ِم ْن َُهْ ِزِه َونَ ْف ِخ ِه َونَ ْفثِ ِه‬ ِ َ‫الس ِمي ِع اْلعلِي ِم ِمن الشَّيط‬ َّ ‫ان‬ ْ َ ْ َ ْ َّ ‫أَعُ ْوذُ بِاهلل‬ ِ “ Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari syaitan yang terkutuk dari bisikan was-wasnya. tiupannya.R Muslim dari Ali bin Abi Tholib) Bacaan Ta’awwudz 1.

Bacaan Ruku’ 1. Bacaan taawwudz dari Abu Said al-Khudriy riwayat Abu Ya’la ‫الرِجْي ِم ِم ْن َُهْ ِزهِ َونَ ْف ِخ ِه َونَ ْفثِ ِه‬ ِ َ‫أَعوذُ بِاهللِ ِمن الشَّيط‬ َّ ‫ان‬ ْ َ ُْ “Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk dari bisikan was-wasnya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Jalan orang-orang yang engkau beri nikmat.R Abu Ya’la dengan sanad yang baik) Bacaan Basmalah. Penguasa hari pembalasan. 3. AlFatihah. Bukan jalan orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat. Aamiin (Ya Allah kabulkanlah) kemudian setelah alFatihah membaca surat lain dalam al- Quran. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. tiupannya. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus. dan Ucapan Aamiin ‫ك يَ ْوِم‬ ِ ِ‫الرِحي ِم * مال‬ َ ْ َّ ‫الر َْح ِن‬ َّ * ‫ْي‬ ِ َ ْ ‫ب اْ َلعالَم‬ ِ ِ‫اْلم ُد‬ ِّ ‫هلل َر‬ ِ َّ ‫الر َْح ِن‬ ْ َْ *( ‫الرحْي ِم‬ ِ ‫بِس ِم‬ َّ ‫اهلل‬ ْ ِّ ‫ْي * اِ ْه ِدنَا‬ ‫الصَرا َط الْ ُم ْستَ ِقْيم * ِصَرا َط الَّ ِذيْ َن‬ ِ َ َّ‫اك نَعب ُد وإِي‬ ُ ْ ‫اك نَ ْستَع‬ ِ َ ُ ْ َ َّ‫الدِّيْ ِن * إي‬ ‫ْي*) ِآمْي‬ َ ْ ِّ‫وب َعلَْي ِه ْم َوَلَ الضَّال‬ ِ ‫ض‬ ُ ‫ت َعلَْي ِهم * َغ ِْري الْ َم ْغ‬ َ ‫أَنْ َع ْم‬ Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. dan ludahnya” (H. Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan. Bacaan ruku’ dari Hudzaifah riwayat Muslim ‫ِب اْ َلع ِظْي ِم‬ َِّ‫ُسْب َحا َن َر‬ 249 .

“ Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung “ (H.R Abu Dawud. kekuasaan. anNasaai. dan keagungan “ (H. Bacaan ruku’ dari Aisyah riwaya al-Bukhari dan Muslim ‫ك اللَّ ُه َّم َربَّنَا َوِِبَ ْم ِد َك اللَّ ُه َّم ا ْغ ِف ْر ِِل‬ َ َ‫ُسْب َحان‬ “Maha Suci Engkau Yaa Allah Tuhan kami dan kami memujiMu. dan Ahmad dari Auf bin Maalik al-Asy-ja’i) 5. anNasaai. Bacaan ruku’ dari Auf bin Maalik al-Asy-ja’i riwayat Abu Dawud. kepemilikan dan kekuasaan yang mutlak.R Muslim dari Hudzaifah bin al-Yaman) 2. dan Ahmad ‫ت َوالْ ِك ِْْبيَ ِاء َواْ َلعظَ َم ِة‬ ِ ‫ت واْمللَ ُكو‬ ِ ِ ْ َ َ ‫ُسْب َحا َن ذي اْْلَبَ ُرْو‬ “Maha Suci (Allah) Yang memiliki kemampuan untuk menundukkan. Bacaan ruku’ dari Ali bin Abi Tholib yang diriwayatkan oleh Muslim ‫ص ِر ْي‬ ِ َ َ‫ك أَسلَمت خ َشع ل‬ َ ِ‫ت َوب‬ َ َ‫اللَّ ُه َّم ل‬ َ َ‫ك ْسَْع ْي َوب‬ َ َ ُ ْ ْ َ َ‫ت َول‬ ُ ‫ك َآمْن‬ ُ ‫ك َرَك ْع‬ ‫صِ ِْب‬ ِ َ ‫َوُُمِّي َو َعظْم ْي َو َع‬ 250 .R Muslim dari Aisyah) 3.R al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah) 4. Bacaan ruku’ dari Aisyah riwayat Muslim ُّ ‫ب اْملَلَئِ َك ِة َو‬ ‫الرْو ِح‬ ُّ ‫سبُّ وح قُدُّوس ر‬ َ َ ٌ ْ ٌْ ُ “ Maha Suci dan Maha Bersih Tuhannya Malaikat dan Ruh (Jibril) “ (H. Yaa Allah ampunilah aku “ (H.

penglihatanku. untukMu aku ruku’ dan kepadaMu aku beriman dan kepadaMu aku menyerahkan diriku. Anas bin Malik. yang diriwayatkan oleh Muslim ‫ك اْْلَ ْم ُد‬ َ َ‫َربَّنَا َو ل‬ “Wahai Tuhan kami kabulkanlah dan (hanya) untukMu (segala) pujian “ 3. otakku. Anas bin Malik diriwayatkan oleh AlBukhari dan hadits Abu Sa’id AlKhudry yang diriwayatkan oleh Muslim ‫ك اْْلَ ْم ُد‬ َ َ‫َربَّنَا ل‬ “Wahai Tuhan kami.R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) Bacaan I’tidal 1. Bacaan yang disebutkan dalam hadits Abu Hurairah. tulangku. “Yaa Allah. Bacaan yang disebutkan dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh AlBukhari dan Muslim َ َ‫اللَّ ُه َّم َربَّنَا ل‬ ‫ك اْْلَ ْم ُد‬ 251 .R Muslim dari Ali bin Abi Tholib) Bacaan Tasmi’ (Bangkit dari Ruku’) ِ ِ ِ ُ‫َْس َع اهللُ ل َم ْن ََح َده‬ “Allah Mengabulkan (pujian) orang-orang yang memujiNya” (H. Tunduk kepadaMu pendengaranku. dan urat syarafku” (H. Bacaan yang disebutkan dalam hadits Abu Hurairah. (hanya) untukMu lah (segala) pujian “ 2.

Bacaan yang disebutkan dalam hadits Abi Sa’id al- Khudry yang diriwayatkan Muslim 252 . baik. dan (hanya) untukMu lah (segala) pujian “ 5. “ Yaa Allah Tuhan kami. Bacaan yang disebutkan dalam hadits Rifa’ah bin Raafi’ AzZuroqiy yang diriwayatkan oleh AlBukhari ‫ك اْْلَ ْم ُد َحَْ ًدا َكثِْي ًرا طَيِّبًا ُمبَ َارًكا فِْي ِه‬ َ َ‫َربَّنَا َول‬ “Wahai Tuhan kami. Bacaan yang disebutkan dalam lafadz yang lain yang diriwayatkan oleh AlBukhari َ َ‫اللَّ ُه َّم َربَّنَا َو ل‬ ‫ك اْْلَ ْم ُد‬ “ Yaa Allah Tuhan kami kabulkanlah. Bacaan yang disebutkan dalam hadits Abdillah Ibn Abi Aufa yang diriwayatkan Muslim ‫ت ِم ْن َش ْي ٍء‬ ِ ِ َّ ‫اللَّه َّم ربَّنَا لَك اْْلم ُد ِملء‬ ِ ِ ‫ات وِملء اْْلَر‬ َ ‫ض َوم ْلءَ َما شْئ‬ ْ َ ْ َ ‫الس َم َاو‬ َ ْ َْ َ َ ُ ‫بَ ْع ُد‬ “ Yaa Allah Tuhan kami (hanya) untukMu lah (segala) puji sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh segala sesuatu sesuai KehendakMu setelahnya “ 7. (hanya) untukMu lah (segala) pujian yang banyak. dan diberkahi padanya 6. (hanya) untukMu lah (segala) pujian “ 4.

(hanya) untukMu lah segala pujian sepenuh langit dan bumi dan sepenuh segala sesuatu sesuai KehendakMu setelahnya. dan tidak ada suatupun pemberi yang bisa memberikan apapun yang Engkau halangi dan tidaklah ada yang bermanfaat kecuali amalan sholeh untuk taat kepadaMu dan segala yang bisa mendekatkan kepadaMu “ Bacaan Sujud 1. (Engkaulah) Pemilik pujian dan Keagungan. Bacaan yang disebutkan dalam hadits ‘Aisyah yang diriwayatkan oleh Muslim 253 . Yaa Allah. tidak ada satupun penghalang yang bisa menghalangi dari apa yang Engkau beri. Bacaan yang disebutkan dalam hadits ‘Aisyah yang diriwayatkan oleh alBukhari dan Muslim ‫ك اللَّ ُه َّم َربَّنَا َوِِبَ ْم ِد َك اللَّ ُه َّم ا ْغ ِف ْر ِِل‬ َ َ‫ُسْب َحان‬ “Maha Suci Engkau Yaa Allah Tuhan kami dan kami memujiMu. Yaa Allah ampunilah aku “ 3. (suatu ucapan) yang paling berhak diucapkan seorang hamba: dan kami seluruhnya adalah hambaMu. Bacaan yang disebutkan dalam hadits Hudzaifah yang diriwayatkan oleh Muslim ‫ِب اْْل َْعلَى‬ َِّ‫ُسْب َحا َن َر‬ “Maha Suci Tuhanku yang Maha (Paling) Tinggi” 2. ‫ت ِم ْن َش ْي ٍء بَ ْع ُد أ َْه َل‬ ِ َ ‫ض َوم ْلءَ َما شْئ‬ ِ ِ ‫ات واْْلَر‬ ِ َّ ‫ربَّنَا لَك اْْلم ُد ِملء‬ ْ َ ‫الس َم َاو‬ َ ْ َْ َ َ ِ ِ ِ ِ ‫ت‬ َ ‫ك َعْب ٌد اللَّ ُه َّم َلَ َمان َع ل َما أ َْعطَْي‬ َ َ‫ال اْ َلعْب ُد َوُكلُّنَا ل‬ َ ‫الثَّنَاء وْالم ْجَد أ‬ َ َ‫َح ُّق َما ق‬ ِ ِ َ ‫ت َوَلَ يَْن َف ُع َذا اْْلَ ِّد ِمْن‬ ‫ك اْْلَ ُّد‬ َ ‫َوَلَ ُم ْعط َي ل َما َمنَ ْع‬ “ Wahai Tuhan kami.

Bacaan dalam ruku’ dan sujud yang disebutkan dalam hadits ‘Auf bin Malik alAsyja’i yang diriwayatkan oleh Abu Dawud. ُّ ‫ب اْملَلَئِ َك ِة َو‬ ‫الرْو ِح‬ ُّ ‫سبُّ وح قُدُّوس ر‬ َ َ ٌ ْ ٌْ ُ “Maha Suci dan Maha Bersih Tuhannya Malaikat dan Ruh (Jibril) “ 4. Wajahku sujud kepada Yang Menciptakannya. Bacaan sujud yang disebutkan dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan Muslim ِ ِ ِ ِ ِ ِ ُ‫اللَّ ُه َّم ا ْغف ْر ِ ِْل ذَنِْ ِْب ُكلَّهُ دقَّهَ َوجلَّهَ َوأ ََّولَهُ َوآخَرهُ َو َعَلَنيَّتَهُ َوسَّره‬ 254 . dan AnNasaa’i ‫ت َوالْ ِك ِْْبيَ ِاء َواْ َلعظَ َم ِة‬ ِ ‫ت واْمللَ ُكو‬ ِ ِ ْ َ َ ‫ُسْب َحا َن ذي اْْلَبَ ُرْو‬ “Maha Suci (Allah) Yang memiliki kemampuan untuk menundukkan. dan (hanya) kepadaMu aku beriman. Ahmad. kekuasaan. Allahlah Penentu dan Sumber segala keberkahan yang melimpah dan Ia adalah sebaik-baik Pencipta “ 6. dan keagungan” 5. Bacaan sujud berdasarkan hadits Ali Bin Abi Tholib yang diriwayatkan oleh Muslim ِِ ُ‫ت َس َج َد َو ْج ِه َي للَّذ ْي َخلَ َقه‬ ُ ‫َسلَ ْم‬ ْ‫ك أ‬ َ َ‫ت َول‬ُ ‫ك َآمْن‬ َ ِ‫ت َوب‬ ُ ‫ك َس َج ْد‬ َ َ‫اللَّ ُه َّم ل‬ ‫ْي‬ ِِ َ ْ ‫َح َس ُن اْْلَالق‬ ْ ‫صَرهُ تَبَ َارَك اهللُ أ‬ َ َ‫ص َّوَرهُ َو َش َّق ْسَْ َعهُ َوب‬ َ ‫َو‬ “Yaa Allah. (hanya) kepadaMu aku sujud. dan (hanya) kepadaMu aku menyerahkan diriku. dan Yang membuka pendengaran dan penglihatannya. kepemilikan dan kekuasaan yang mutlak. dan membentuknya.

dan (aku berlindung) kepadaMu dariMu. dan berilah aku rezeki” 2. Bacaan sujud yang disebutkan dalam hadits ‘Aisyah yang diriwayatkan Muslim َ ‫ك ِمْن‬ ‫ك‬ َ ِ‫ك ِم ْن ُع ُق ْوبَت‬ َ ِ‫ك َوأَعُ ْوذُ ب‬ َ ِ‫ك َوِِبَُعافَات‬َ ‫اك ِم ْن َس َخ ِط‬ َ‫ض‬َ ‫اللَّ ُه َّم إِ ِِّّن أَعُ ْوذُ بِ ِر‬ ‫ك‬َ ‫ت َعلَى نَ ْف ِس‬ َ ْ‫ك أَن‬ َ ‫ت َك َما أَثْنَ ْي‬ َ ‫ص ْي ثَنَاءً َعلَْي‬ ِ ‫َلَ أُح‬ ْ “Yaa Allah sesungguhnya aku berlindung kepada ridla- Mu dari kemurkaanMu. aku tidaklah mampu membatasi pujian untukMu sebagaimana Engkau puji diriMu sendiri “ Bacaan Duduk di Antara Dua Sujud 1. Bacaan yang disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Abu Dawud ِِ ِ ِ َّ ْ ‫الل ُه َّم ا ْغف ْر ِ ِْل َو ْارَحَِْ ِْن َو َعاف ِ ِْن َو ْاهد‬ ‫ِّن َو ْارُزقِْ ِْن‬ “ Yaa Allah ampunilah aku.berilah aku hidayah. keselamatan). yang awal sampai yang akhir. dan (aku berlindung) kepada ampunanMu dari adzabMu. rahmatilah aku. berikanlah aku ‘afiat (kesehatan. “Yaa Allah ampunilah dosaku seluruhnya : yang sedikit maupun yang banyak. yang (dilakukan) secara terang-terangan ataupun tersembunyi” 7. Bacaan yang disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah ِ ْ ‫ب ا ْغ ِف ْر ِِل و ْارَحَِِْن و‬ ‫ِّن َو ْارُزقِْ ِْن َو ْارفَ ْع ِ ِْن‬ ْ ‫اجبُ ْر‬ َْ َْ ِّ ‫َر‬ 255 .

Bacaan tasyahhud yang disebutkan dalam hadits Ibnu Mas’ud yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim 256 . wahai Tuhanku ampunilah aku “ Bacaan Tasyahhud 1. dan tamballah kekuranganku. berilah aku petunjuk. dan berilah aku hidayah “ 5. rahmatilah aku. “Tuhanku. dan angkatlah (derajat)ku “ 3. ampunilah aku. dan berilah aku rahmat. tamballah kekuranganku. angkatlah (derajat) ku. Bacaan yang disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh AtTirmidzi ِِ ‫ِّن َو ْارُزقِْ ِْن‬ ِ ْ ‫اللَّ ُه َّم ا ْغ ِف ْر ِِل و ْارَحَِِْن و‬ ْ ‫ِّن َو ْاهد‬ ْ ‫اجبُ ْر‬ َْ َْ “Yaa Allah ampunilah aku. dan berilah aku rezeqi. Bacaan yang disebutkan dalam hadits Maimunah yang diriwayatkan oleh Ahmad ِِ ِ ْ ‫رِِّب ا ْغ ِف ْر ِِل و ْارَحَِِْن و‬ ْ ‫ِّن َو ْارفَ ْع ِ ِْن َو ْارُزقِْ ِْن َو ْاهد‬ ‫ِّن‬ ْ ‫اجبُ ْر‬ َْ َ ْ َ “Wahai Tuhanku. berilah aku rahmat. tamballah kekuranganku. ampunilah aku. Bacaan yang disebutkan dalam hadits Hudzaifah yang diriwayatkan oleh Muslim ‫َرِِّب ا ْغ ِف ْر ِ ِْل َرِِّب ا ْغ ِف ْر ِ ِْل‬ “Wahai Tuhanku ampunilah aku. berilah aku rezeki. dan berilah aku rezeki “ 4.

Semoga keselamatan. Bacaan tasyahhud yang disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Muslim ِ ُ‫ك أَيُّها النَِِّب و ر َْحة‬ َّ ِ‫اتِ هلل‬ ِ ‫اهلل‬ َ َ َ ُّ َ َ ‫السَلَ ُم َعلَْي‬ ُ َ‫ات الطَّيِّب‬ ُ ‫الصلَ َو‬ َّ ‫ات‬ ُ ‫ات اْملُبَ َارَك‬ ُ َّ‫التَّحي‬ ‫ْي أَ ْش َه ُد أَ ْن َلَ إِلَهَ إَِلَّ اهللُ َوأَ ْش َه ُد‬ ِِ َّ ِ‫السَلَم علَي نَا وعلَى ِعب ِاد اهلل‬ َ ْ ‫الصاْل‬ َ َ َ ْ َ ُ َّ ُ‫َوبََرَكاتُه‬ ِ‫َن ُُم َّم ًدا رسو ُل اهلل‬ ْ ُ َ َ َّ ‫أ‬ “Segala Pengagungan. rahmat. dan keberkahan dariNya senantiasa tercurah kepada anda wahai Nabi. al- Haakim. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya “ 2. Semoga keselamatan senantiasa tercurah kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang sholih. sholat-sholat 5 waktu. dan kebaikan-kebaikan adalah milik Allah (semata). rahmat Allah. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah “ 3. Semoga keselamatan. al-Baihaqy 257 . Keberkahan. dan keberkahan dari Allah senantiasa tercurah pada Anda wahai Nabi. Semoga keselamatan senantiasa tercurah pada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang sholih. ِ ِ ِ‫َّحيَّات‬ ِ ُّ ِ‫ك أَيُّ َها الن‬ ُ‫َِّب َوَر َْحَةُ اهلل َوبََرَكاتُه‬ َ ‫السَلَ ُم َعلَْي‬ َّ ‫ات‬ ُ َ‫ات َوالطَّيِّب‬ ُ ‫الصلَ َو‬ َّ ‫هلل َو‬ ُ ‫الت‬ َّ ‫ْي أَ ْش َه ُد أَ ْن َلَ إِلَ َه إََِّل اهللُ َوأَ ْش َه ُد أ‬ ‫َن‬ ِِ َّ ِ‫السَلَم علَي نَا وعلَى ِعب ِاد اهلل‬ َ ْ ‫الصاْل‬ َ َ َ ْ َ ُ َّ ُ‫ُُمَ َّم ًدا َعْب ُدهُ َوَر ُس ْولُه‬ “ Keagungan adalah milik Allah. Bacaan tasyahhud yang disebutkan dalam hadits Umar bin al-Khottob yang diriwayatkan oleh Maalik. (persembahan ibadah) sholat lima waktu dan amal-amal sholih adalah hanya untukNya.

Sesungguhnya engkau Maha terpuji lagi Maha Agung. istri-istri. Berkahilah Muhammad. segala macam kebaikan hanyalah milik Allah. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung “ 2. sebagaimana Engkau telah bersholawat kepada keluarga Ibrahim. dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya”. Semoga keselamatan. dan keturunannya. dan keberkahan dari Allah terlimpah untuk Anda wahai Nabi. Bacaan Sholawat kepada Nabi 1. Semoga keselamatan terlimpahkan bagi kami dan kepada hamba-hamba Allah yang sholih. keluarganya. rahmat. Bacaan sholawat dari seorang Sahabat Nabi yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan at-Thohaawy dengan sanad yang shahih ِِ ِِ ِِ ٍ َ ‫صلَّْي‬ ‫ت‬ َ ‫ص ِّل َعلَى ُُمَ َّمد َو َعلَى أ َْه ِل بَْيته َو َعلَى أ َْزَواجه َو ذُِّريَته َك َما‬ َ ‫اللَّ ُه َّم‬ ‫َحْي ٌد َُِمْي ٌد َو باَ ِرْك َعلَى ُُمَ َّم ٍد َو َعلَى أ َِل بَْيتِ ِه َو َعلَى‬ َِ ‫َّك‬ ِ َ ‫َعلَى ِآل إِبْ َراهْي َم إِن‬ ‫َحْي ٌد َُِمْي ٌد‬ َِ ‫َّك‬ ِ ِِ ِِ َ ‫ت َعلَى ِآل إِبْ َراهْي َم إِن‬ َ ‫أ َْزَواجه َو ذُِّريَته َك َما بَا َرْك‬ “Yaa Allah. keluarga. dan keturunannya sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim. istri-istri. segala pensucian hanyalah milik Allah. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah. ِ ُ‫ك أَيُّها النَِِّب ور َْحة‬ ‫اهلل‬ ِ ِ‫الزاكِياتِ هللِ الطَّيِّبات‬ ِ َّ‫َّحي‬ ِ َ َ َ ُّ َ َ ‫السَلَ ُم َعلَْي‬ َّ ‫هلل‬ ُ َ ُ َ َّ ‫اتِ هلل‬ ُ ‫الت‬ ‫ْي أَ ْش َه ُد أَ ْن َلَ إِلَهَ إَِلَّ اهللُ َوأَ ْش َه ُد‬ ِِ َّ ِ‫السَلَم علَي نَا وعلَى ِعب ِاد اهلل‬ َ ْ ‫الصاْل‬ َ َ َ ْ َ ُ َّ ُ‫َوبََرَكاتُه‬ َّ ‫أ‬ ُ‫َن ُُمَ َّم ًدا َعْب ُدهُ َوَر ُس ْولُه‬ “Segala Pengagungan adalah milik Allah. bersholawatlah kepada Nabi Muhammad. Bacaan yang disebutkan dalam hadits Ka’ab bin Ujroh yang diriwayatkan oleh al-Bukhari. Muslim 258 .

Yaa Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. sebagaimana Engkau telah bersholawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Terpuji lagi Maha Agung. sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Terpuji lagi Maha Agung“ 3. Hadits Abu Mas’ud Uqbah bin ‘Amr yang diriwayatkan Ahmad ‫ت َعلَى ِآل‬ ٍ ِ ٍ َ ‫صلَّْي‬ َ ‫َِّب اْْل ُِّم ِّي َو َعلَى آل ُُمَ َّمد َك َما‬ ِّ ِ‫ص ِّل َعلَى ُُمَ َّمد الن‬ َ ‫اللَّ ُه َّم‬ ‫ت َعلَى ِآل‬ ٍ ِ ٍ ِ ِّ ِ‫إِبْ َراهْي َم َوبَا ِرْك َعلَى ُُمَ َّمد الن‬ َ ‫َِّب اْْل ُِّم ِّي َو َعلَى آل ُُمَ َّمد َك َما بَ َارْك‬ ‫َحْي ٌد َُِمْي ٌد‬ َِ ‫َّك‬ ِ ِ َ ‫ْي إِن‬َ ْ ‫إِبْ َراهْي َم ِِف اْ َلعالَم‬ 259 . bersholawatlah kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad. sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Terpuji lagi Maha Agung. ‫ت َعلَى إِبْ َر ِاهْي َم َو َعلَى ِآل‬ َ ‫صلَّْي‬ ٍ ِ ٍ َ ‫ص ِّل َعلَى ُُمَ َّمد َو َعلَى آل ُُمَ َّمد َك َما‬ َ ‫اللَّ ُه َّم‬ ٍ ِ ٍ ِ ِ َ ‫إِب ر ِاهيم إِن‬ َ ‫ اللَّ ُه َّم بَا ِرْك َعلَى ُُمَ َّمد َو َعلَى آل ُُمَ َّمد َك َما بَ َارْك‬. ‫َّك ََحْي ٌد َُمْي ٌد‬ ‫ت‬ َ ْ َْ ‫َحْي ٌد َُِمْي ٌد‬ َِ ‫َّك‬ ِ ِ َ ‫َعلَى إِبْ َراهْي َم َو َعلَى ِآل إِبْ َراهْي َم إِن‬ “Ya Allah. sebagaimana Engkau telah bersholawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Hadits Ka’ab bin Ujroh yang diriwayatkan Ahmad ‫ت َعلَى إِبْ َر ِاهْي َم َو َعلَى ِآل‬ َ ‫صلَّْي‬ ٍ ِ ٍ َ ‫ص ِّل َعلَى ُُمَ َّمد َو َعلَى آل ُُمَ َّمد َك َما‬ َ ‫اللَّ ُه َّم‬ ٍ ِ ٍ ِ ِ َ ‫إِب ر ِاهيم إِن‬ َ ‫ َوبَا ِرْك َعلَى ُُمَ َّمد َو َعلَى آل ُُمَ َّمد َك َما بَ َارْك‬. sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Terpuji lagi Maha Agung“ 4. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. bersholawatlah kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad. ‫َّك ََحْي ٌد َُمْي ٌد‬ ‫ت‬ َ ْ َْ ‫َحْي ٌد َُِمْي ٌد‬ َِ ‫َّك‬ ِ ِ َ ‫َعلَى إِبْ َراهْي َم َو َعلَى ِآل إِبْ َراهْي َم إِن‬ “Ya Allah.

sebagaimana Engkau memberkahi keluarga Ibrahim di seluruh alam. hamba dan RasulMu. dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim “ 6. “Yaa Allah. dan keluarga Muhammad. Bacaan sholawat berdasarkan hadits Abu Sa’id al- Khudriy riwayat al-Bukhari ‫يم َوبَا ِرْك َعلَى‬ ِ ِ ِ ِ ٍ َ ‫ت َعلَى إبْ َراه‬ َ ‫صلَّْي‬ َ ‫ك َك َما‬ َ ‫اللَّ ُه َّم‬ َ ‫ص ِّل َعلَى ُُمَ َّمد َعْبد َك َوَر ُسول‬ ‫يم‬ ِ ِ ِ ‫ُُم َّم ٍد وعلَى ِآل ُُم َّم ٍد َكما بارْكت علَى إِب ر ِاه‬ َ ‫يم َوآل إبْ َراه‬ َ َْ َ َ َ َ َ َ ََ َ “Yaa Allah. sebagaimana Engkau bersholawat kepada Ibrahim. sebagaimana Engkau berkahi keluarga Ibrahim sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung “ 7. bersholawatlah kepada Muhammad. Bacaan sholawat dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan at-Thohawy dalam Musykilul Atsar 260 . Sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Terpuji lagi Maha Agung “ 5. Bacaan sholawat dalam hadits Abu Humaid as-Sa’idiy riwayat Muslim ِ ِ ِ ِِ ِ ِ ٍ ‫يم‬ َ ‫ت َعلَى آل إبْ َراه‬ َ ‫صلَّْي‬ َ ‫ص ِّل َعلَى ُُمَ َّمد َو َعلَى أ َْزَواجه َوذُِّريَّته َك َما‬ َ ‫اللَّ ُه َّم‬ َِ ‫َّك‬ ِ ِ ِ ِِ ِ ِ ٍ ‫َحي ٌد‬ َ ‫يم إِن‬ َ ‫ت َعلَى آل إبْ َراه‬ َ ‫َوبَا ِرْك َعلَى ُُمَ َّمد َو َعلَى أ َْزَواجه َوذُِّريَّته َك َما بَ َارْك‬ ‫َُِمي ٌد‬ “Yaa Allah. dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bersholawat kepada keluarga Ibrahim dan berkahilah Muhammad Nabi yang ummi. bersholawatlah kepada Muhammad. bersholawatlah kepada Muhammad. dan kepada istri-istri serta keturunannya sebagaimana Engkau bersholawat kepada keluarga Ibrahim dan berkahilah Muhammad dan istri-istri serta keturunannya. Nabi yang ummi.

Doa yang disebutkan dalam hadits ‘Aisyah yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim : َّ ‫ك ِم ْن فِْت نَ ِة اْمل ِسْي ِح الد‬ ‫َّج ِال‬ َ ِ‫اب اْل َق ِْْب َوأَعُ ْوذُ ب‬ ِ ‫ك ِمن َع َذ‬ ْ َ ِ‫اللَّ ُه َّم إِ ِِّّن أَعُ ْوذُ ب‬ َ ‫ك ِم َن اْملأْ َُِث َوالْ َم ْغَرِم‬ ِ ِ ِ َ ِ‫ك ِم ْن فْت نَ ِة اْمل ْحيَا َوفْت نَ ِة اْمل َمات اللَّ ُه َّم إِ ِِّّن أَعُ ْوذُ ب‬ َ ِ‫َوأَعُ ْوذُ ب‬ َ َ َ “ Yaa Allah. dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana engkau bersholawat dan memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Maka ampunilah aku dengan ampunan yang ada di sisiMu. sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung “ Doa-doa Setelah Sholawat Sebelum Salam 1. ‫ص ِّل َعلَى ُُمَ َّم ٍد َو َعلَى ِآل ُُمَ َّم ٍد َوبَا ِرْك َعلَى ُُمَ َّم ٍد َو َعلَى ِآل ُُمَ َّم ٍد‬َ ‫اللَّ ُه َّم‬ ‫َحْي ٌد َُِمْي ٌد‬ َِ ‫َّك‬ ِ ِ َ ‫ت َعلَى إِبْ َراهْي َم َو َعلَى ِآل إِبْ َراهْي َم إِن‬ َ ‫صلَّْي‬ َ ‫ت َو بَ َارْك‬ َ ‫َك َما‬ “ Yaa Allah. yang diriwayatkan AlBukhari dan Muslim ‫ِ ِْل‬ ‫ت فَا ْغ ِف ْر‬ َ ْ‫ب إَِلَّ أَن‬ ُّ ‫ت نَ ْف ِسي ظُْل ًما َكثِْي را َوَلَ يَ ْغ ِفر‬ َ ‫الذنُ ْو‬ ُ ً ْ ُ ‫اللَّ ُه َّم إِ ِِّّن ظَلَ ْم‬ ‫الرِحْي ُم‬ ِ ِ َ ‫َم ْغفَرًة ِم ْن ِعْند َك َو ْارَحَِْ ِْن إِن‬ َ ْ‫َّك أَن‬ َّ ‫ت اْلغَ ُف ْوُر‬ “Yaa Allah. sesungguhnya aku telah mendzholimi diriku sendiri dengan kedzhaliman yang banyak. dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau. sesungguhnya aku memohon perlindungan kepadaMu dari adzab kubur dan aku berlindung kepadaMu dari fitnah al-Masih ad-Dajjaal. Doa yang disebutkan dalam hadits Abu Bakar as- Shiddiq ketika meminta doa pada Nabi untuk beliau baca dalam sholat. bersholawatlah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. dan berilah aku rahmat sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “ 2. Yaa Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari dosa-dosa dan terbelit hutang “ 261 . dan aku berlindung kepadaMu dari fitnah hidup dan fitnah kematian.

mensyukuriMu. Engkaulah yang terdahulu dan Engkaulah yang terkemudian. yang aku lakukan dengan sembunyi-sembunyi atau yang aku lakukan dengan terang-terangan dan apa saja perbuatanku yang berlebihan. Doa yang disebutkan dalam hadits Sa’ad bin Abi Waqqosh yang diriwayatkan oleh AlBukhari : ‫ك أَ ْن أ َُرَّد إِ ََل‬ ِ ُْ‫ك ِمن اْْل‬ َ ِ‫ْب َوأَعُ ْوذُ ب‬ ِ ِ َ ِ‫اللَّه َّم إِ ِِّّن أَعوذُ ب‬ َ َ ‫ك م َن اْلبُ ْخ ِل َوأَعُ ْوذُ ب‬ ُْ ُ ِ ‫ك من َع َذ‬ِ ِ ِ ِ ِ ِ ‫اب اْل َق ِْْب‬ َ ِ‫أ َْرَذل اْلعُ ُم ِر َوأَعُ ْوذُ ب‬ ْ َ ‫ك م ْن فْت نَة الدُّنْيَا َوأَعُ ْوذُ ب‬ “Yaa Allah. ampunilah segala dosaku pada masa lalu dan yang akan datang. Doa yang disebutkan dalam hadits ‘Ali bin Abi Tholib yang diriwayatkan oleh Muslim : ِ ‫ت َوَما‬ ُ ْ‫َسَرف‬ ْ ‫ت َوَما أ‬ ُ ‫ت َوَما أ َْعلَْن‬ ُ ‫َسَرْر‬ ْ ‫ت َوَما أ‬ ُ ‫َخ ْر‬ َّ ‫ت َوَما أ‬ ْ ‫اللَّ ُه َّم ا ْغف ْر ِ ِْل َما قَد‬ ُ ‫َّم‬ ِِ ‫ت‬َ ْ‫ت اْملَُؤ ِّخ ُر َلَ إِلَ َه إَِلَّ أَن‬ َ ْ‫ِّم َوأَن‬ َ ْ‫ت أ َْعلَ ُم بِه م ِِّن أَن‬ ُ ‫ت اْملَُقد‬ َ ْ‫أَن‬ “ Yaa Allah. Doa yang disebutkan dalam hadits Mu’adz bin Jabal yang diriwayatkan oleh Abu Dawud. Engkau lebih tahu tentang hal itu daripadaku. sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari sifat bakhil. dan aku berlindung kepadaMu dari adzab kubur” 6. AnNasaa’i ِ َ ِ‫َع ِِّن َعلَى ذ ْك ِرَك َو ُش ْك ِرَك َو ُح ْس ِن ِعبَ َادت‬ ‫ك‬ ِ ‫اللَّه َّم أ‬ ُ “ Yaa Allah tolonglah aku untuk senantiasa mengingatMu. dan aku berlindung kepadaMu dari dikembalikan ke keadaan yang hina dari umurku. dan senantiasa memperbaiki persembahan ibadahku kepadaMu “ 5. dan aku berlindung kepadaMu dari fitnah dunia. Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau “ 4.3. Doa yang disebutkan dalam hadits Jabir yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah ‫ك ِم َن النَّا ِر‬ َ ِ‫ك اْْلَنَّةَ َوأَعُ ْوذُ ب‬ ْ ‫اللَّ ُه َّم إِ ِِّّن أ‬ َ ُ‫َسأَل‬ 262 .

Yaa Allah sesungguhnya aku memohon perasaan takut kepadaMu dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan. penyejuk mata yang tidak terputus. dan aku memohon kepadaMu keridlaan setelah ketetapan (dariMu). kelezatan memandang WajahMu. hidupkanlah aku jika Engkau mengetahui bahwa kehidupan lebih baik bagiku. dan aku mohon kepadaMu kenikmatan yang tidak lenyap. berlaku sederhana pada waktu kaya dan miskin. kesejukan hidup setelah kematian. dan jadikanlah kami sebagai pemberi petunjuk yang mendapatkan petunjuk“ 263 . berkata benar pada waktu marah maupun ridla. dengan Ilmu-Mu pada hal-hal yang ghaib dan keMahakuasaanMu atas makhluk. Yaa Allah hiasilah kami dengan perhiasan iman. Doa yang disebutkan dalam hadits ‘Ammar bin Yaasir yang diriwayatkan oleh Ahmad dan AnNasaa’i. dishahihkan oleh Ibnu Hibban ِ ‫ت اْْلَيَا َة َخْي ًرا ِ ِْل‬ َ ‫َحيِِ ِْن َما َعل ْم‬ْ ‫ك َعلَى اْْلَْل ِق أ‬ َ ِ‫ب َوقُ ْد َرت‬ ِ ‫ك الْغَْي‬ َ ‫اللَّ ُه َّم بِعِْل ِم‬ ِ ‫ب‬ ِ ‫ك ِِف اْلغَْي‬ َ َ‫ك َخ ْشيَت‬ ْ ‫َوتَ َوفَِّ ِْن إِ َذا َكانَت اْ َلوفَاةُ َخْي ًرا ِ ِْل اللَّ ُه َّم إِ ِِّّن أ‬ َ ُ‫َسأَل‬ ِ َ ‫ص َد ِِف الْغ‬ ْ ‫ك الْ َق‬ َ ُ‫َسأَل‬ ْ ‫ب َوأ‬ ِ‫ض‬ َ َ‫ضى َوالْغ‬ َ ‫الر‬ِّ ‫ك َكلِ َمةَ اْْلَ ِّق ِِف‬ َ ُ‫َسأَل‬ ِ ‫والش‬ ْ ‫َّه َادة َوأ‬َ َ ِ ٍ ْ ‫ك وقَُّرَة َع‬ ِ ‫ضا‬ َ ‫الر‬ ِّ ‫ك‬ َ ُ‫َسأَل‬ ْ ‫ْي َلَ تَْن َقط ْع َوأ‬ َ َ ُ‫َسأَل‬ ْ ‫ك نَعْي ًما َلَ يَْن َف ُد َوأ‬ ْ ‫َواْل َف ْق ِر َوأ‬ َ ُ‫َسأَل‬ ِ ِ ‫ب عد اْلق‬ ‫ك‬ َ ‫ك لَ َّذ َة النَّظَ ِر إِ ََل َو ْج ِه‬ َ ُ‫َسأَل‬ ْ ‫ش بَ ْع َد اْملَْوت َوأ‬ ِ ‫ك بَ ْرَد اْ َلعْي‬ َ ُ‫َسأَل‬ ْ ‫ضاء َوأ‬ َ َ َ َْ ِ ‫ضَّرٍة وَلَ فِْت نَ ٍة م‬ ‫ضلَّ ٍة اللَّ ُه َّم‬ ِ ِ َ ِ‫ك وأَعوذُ ب‬ ِ ِ ِ َ ُ‫َسأَل‬ ُ َ ‫ضَّراءَ ُم‬ َ ‫ك م ْن‬ ْ ُ َ َ ‫ك الش َّْو َق إ ََل ل َقائ‬ ْ ‫َوأ‬ ‫اج َع ْلنَا ُه َدا ًة ُم ْهتَ ِديْ َن‬ ِ ِ ْ ‫َزيِّنَّا بِ ِزيْنَة اْ ِْل َْيَان َو‬ “Yaa Allah. “Yaa Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu al- Jannah (surga) dan aku berlindung kepadaMu dari an- Naar (neraka) 7. dan wafatkanlah aku jika Engkau mengetahui bahwa kematian adalah lebih baik bagiku. dan aku meminta perlindungan kepadaMu dari kesusahan yang membahayakan dan dari ujian yang menyesatkan. dan kerinduan bertemu denganMu.

dan ke kiri mengucapkan: Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh (H. Menoleh ke kanan mengucapkan : Assalamu alaikum warohmatullah.R Ahmad. Pada saat sholat witir (H. dan ke kiri mengucapkan: Assalamualaikum warohmatullah (H. anNasaai dari Ibnu Mas’ud) 2.R anNasaai dari Jabir bin Samuroh) 5. Abu Dawud.R Ahmad dari Aisyah) 264 . Menoleh ke kanan mengucapkan : Assalaamualaikum warohmatullah.R Ahmad dan anNasaai dari Ibnu Umar) 4.R Abu Dawud dari Wa-il bin Hujr dishahihkan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolaany dalam Bulughul Maram) 3. dan ke kiri mengucapkan: Assalaamualaikum (H. dan ke kiri mengucapkan: Assalaamualaikum (H. Menoleh ke kanan mengucapkan: Assalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh. Mengucapkan salam sekali saja ke kanan dengan mengucapkan: Assalaamualaikum. Mengucapkan salam ke kanan: Assalaamualaikum. atTirmidzi.Bacaan Salam 1.

Ashar. dinyatakan sanadnya jayyid oleh Syaikh al-Albaniy dalam Silsilah as-Shahihah penjelasan riwayat no 2815) Dalil Khusus Sholat Subuh : 2 Rokaat ِ ِ ُ ‫ال رأَى رس‬ ‫صلِّي‬َ ُ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم َر ُج ًَل ي‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ َ َ‫س بْ ِن َع ْم ٍرو ق‬ ِ ‫َع ْن قَ ْي‬ ِ ِ ُ ‫ال رس‬ ِ ْ َ‫الصْب ِح رْك َعت‬ ِ ‫ب ع َد‬ ‫الصْب ِح‬ ُّ ُ‫ص ََلة‬ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ ‫ْي فَ َق‬ َ ُّ ‫ص ََلة‬ َ َْ ِ َ‫رْكعت‬ ‫صلَّْيتُ ُه َما ْاْل َن‬ ِ ْ َ‫ْي اللَّت‬ َ َ‫ْي قَ ْب لَ ُه َما ف‬ ِ ْ َ‫الرْك َعت‬ َّ ‫ت‬ َ ‫الر ُج ُل إِ ِِّّن ََلْ أَ ُك ْن‬ ُ ‫صلَّْي‬ َّ ‫ال‬َ ‫ان فَ َق‬ ََ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِ ُ ‫فَس َكت رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ َ َ 265 . Kemudian Allah sempurnakan (jumlah rokaat) Dzhuhur. dan Isya’ akhir 4 rokaat dalam kondisi hadir (tidak safar) dan ditetapkan sholat sebagaimana kewajibannya yang awal di waktu safar (H.R Ahmad. TATA CARA SHOLAT Apakah Dalil untuk Jumlah Rokaat Sholat Fardlu 5 Waktu? Jawab: Dalil Umum ِ ِ ‫ض َعلَى‬ َ ‫ت َكا َن أ ََّو َل َما افْ ُِِت‬ ْ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم قَال‬ ِّ ِ‫َع ْن َعائ َشةَ َزْو ِج الن‬ َ ‫َِّب‬ ْ َ‫ب فَِإن ََّها َكان‬ ‫ت‬ ِِ ِ َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ َ ‫الص ََلةُ َرْك َعتَان َرْك َعتَان إََّل الْ َم ْغ ِر‬ ِ ِ َ ‫َر ُسول اللَّه‬ َّ ‫ض ِر َوأَقَ َّر‬ ‫الص ََل َة َعلَى‬ ْ ‫صَر َوالْعِ َشاءَ ْاْل ِخَرَة أ َْربَ ًعا ِِف‬ َ َ‫اْل‬ ْ ‫ثَََلثًا ُُثَّ أ ََُتَّ اللَّهُ الظُّ ْهَر َوالْ َع‬ َّ ‫فَ ْر ِض َها ْاْل ََّوِل ِِف‬ ‫الس َف ِر‬ Dari Aisyah istri Nabi shollallahu alaihi wasallam beliau berkata: Pertama yang diwajibkan sholat kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam adalah dua rokaat dua rokaat kecuali Maghrib yang 3 rokaat.

Dari Qoys bin Amr –radhiyallahu anhu- beliau berkata:
Rasulullah shollallahu alaihi wasallam melihat seorang laki-
laki sholat dua rokaat setelah sholat Subuh. Maka
Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Sholat
Subuh itu dua rokaat. Maka orang itu mengatakan:
Sesungguhnya aku belum sholat dua rokaat sebelumnya
(sebelum sholat Subuh) maka aku mengerjakannya
sekarang. Maka Rasulullah shollallahu alaihi wasallam
diam (H.R Abu Dawud, dishahihkan Ibn Hibban dan al-
Hakim, disepakati keshahihannya oleh adz-Dzahabiy dan
al-Albaniy)
Sholat Dzhuhur : 4 rokaat

‫صلَّى الظُّ ْهَر بِالْ َم ِدينَ ِة أ َْربَ ًعا‬ ِ
َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم‬
ِ َ ‫َن رس‬
َ ‫ول اللَّه‬ ٍ َ‫َع ْن أَن‬
ُ َ َّ ‫س أ‬
ِ ْ َ‫اْلُلَْي َف ِة رْك َعت‬
‫ْي‬ ِ ِ ‫وصلَّى الْع‬
َ ْ ‫صَر بذي‬ َْ ََ
Dari Anas radhiyallahu bahwasanya Rasulullah shollallahu
alaihi wasallam sholat Dzhuhur di Madinah 4 rokaat, dan
sholat Ashar di Dzulhulaifah 2 rokaat (H.R Muslim)

‫يد ِِف‬ ِ َّ ُّ َّ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّم‬
َ ‫يل لَهُ أَ ِز‬
َ ‫صلى الظ ْهَر َخَْ ًسا فَلَ َّما َسل َم ق‬ َ َ ‫َِّب‬ َّ ‫أ‬
َّ ِ‫َن الن‬
ِ ْ َ‫ت َخَْسا فَس َج َد َس ْج َدت‬
‫ْي‬ َ ً َ ‫صلْي‬ َ َ‫الص ََلةِ ق‬
َّ َ ‫ال َوَما َذ َاك قَالُوا‬ َّ
“Sesungguhnya Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam sholat
dzhuhur 5 rokaat, ketika selesai salam ditanyakan kepada
beliau: Apakah sholat ditambah? Nabi menyatakan: Ada
apa? Para Sahabat berkata: Anda telah sholat 5 rokaat.
Maka beliau sujud dua kali sujud (sujud sahwi)” (H.R al-
Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).
Sholat Ashar : 4 rokaat

266

ٍ ‫ث رَكع‬
ِ ِ ِ َ ‫َن رس‬
َّ‫ات ُُث‬ َ َ ‫صَر فَ َسلَّ َم ِِف ثَََل‬
ْ ‫صلَّى الْ َع‬
َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم‬
َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َّ ‫أ‬
‫ول اللَّ ِه‬
َ ‫ال يَا َر ُس‬ ٌ ُ‫اق َوَكا َن ِِف يَ َديِْه ط‬
َ ‫ول فَ َق‬ ُ َ‫اْلِْرب‬ ُ ‫َد َخ َل َمْن ِزلَهُ فَ َق َام إِلَْي ِه َر ُج ٌل يُ َق‬
ْ ُ‫ال لَه‬
‫َص َد َق َه َذا‬
َ ‫ال أ‬
َ ‫َّاس فَ َق‬ ْ ‫صنِ َيعهُ َو َخَر َج َغ‬
ِ ‫ضبَا َن ََيُُّر ِرَداءَهُ َح ََّّت انْتَ َهى إِ ََل الن‬ َ ُ‫فَ َذ َكَر لَه‬
ِ ْ َ‫صلَّى رْك َع ًة ُُثَّ َسلَّم ُُثَّ َس َج َد َس ْج َدت‬
‫ْي ُُثَّ َسلَّ َم‬ َ َ َ َ‫قَالُوا نَ َع ْم ف‬
“Sesungguhnya Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam
sholat ashr, kemudian beliau salam pada rokaat ke-3
kemudian masuk rumahnya, maka bangkitlah seseorang
yang disebut al-Khirbaaq yang memiliki tangan panjang.
Maka ia berkata: Wahai Rasulullah…kemudian disebutkan
apa yang dilakukan Nabi. Maka beliau kemudian keluar
(seperti terlihat marah) menarik selendangnya sampai (di
hadapan) manusia. Kemudian beliau bertanya: ‘Apakah
lelaki ini benar?’Para Sahabat menjawab: ya. Maka
kemudian Nabi sholat satu rokaat, kemudian salam,
kemudian sujud 2 kali sujud, kemudian salam” (H.R Muslim
dari Imron bin Hushain).
Sholat Maghrib : 3 rokaat
ٍ ‫صَلَِة الْ َم ْغ ِر ِب أَْوتُِرْوا ِِبَ ْم‬
‫س أَْو بِ َسْب ٍع‬ ِ ٍ ِ ِ
َ ‫َلَ تُ ْوت ُروا بثَََلث َوََل تَ َشبَّ ُه ْوا ب‬
Janganlah witir dengan 3 rokaat dan jangan menyerupai
sholat maghrib. Berwitirlah dengan 5 atau 7 rokaat (H.R al-
Hakim, dinyatakan shahih sesuai syarat al-Bukhari dan
Muslim oleh adz-Dzahabiy)
dalam riwayat atThohawy pada syarh Ma’aaniy al-atsar
dinyatakan dengan lafadz:
ٍ ‫ث رَكع‬
‫ات تَ َشبَّ ُه ْوا بِالْ َم ْغ ِر ِب‬ ِ ِ ِ
َ َ ‫َلَ تُ ْوت ُرْوا بثَََل‬
Janganlah kalian berwitir dengan 3 rokaat yang menyerupai
Maghrib (H.R atThohawiy dalam syarh Ma’aaniy al-Atsar no

267

1609, dinyatakan sanadnya shahih oleh al-Albaniy dalam
sholaatut taraawih).
Para Ulama menjelaskan bahwa witir boleh 3 rokaat, sama
jumlah rokaatnya dengan Maghrib, tapi jangan sama dalam
tata caranya, yaitu ada 2 tahiyyat/tasyahhud. Kalau mau
witir 3 rokaat, mestinya satu kali tahiyyat di akhir saja.

Sholat Isya’ : 4 rokaat
ِ ِ َ َ‫َع ْن َجابِ ِر بْ ِن َْسَُرَة ق‬
ُ‫ال َش َكا أ َْه ُل الْ ُكوفَة َس ْع ًدا إِ ََل ُع َمَر َرض َي اللَّهُ َعْنهُ فَ َعَزلَه‬
‫ال يَا‬ َ ‫صلِّي فَأ َْر َس َل إِلَْي ِه فَ َق‬ ِ
َ ُ‫استَ ْع َم َل َعلَْي ِه ْم َع َّم ًارا فَ َش َك ْوا َح ََّّت ذَ َك ُروا أَنَّهُ ََل َُْيس ُن ي‬
ْ ‫َو‬
‫اق أ ََّما أَنَا َواللَّ ِه‬ َ ‫ال أَبُو إِ ْس َح‬ ِ ِ
َ َ‫صلِّي ق‬ َ ُ‫َّك ََل َُْتس ُن ت‬ َ ‫اق إِ َّن َه ُؤََلء يَ ْزعُ ُمو َن أَن‬ َ ‫أَبَا إِ ْس َح‬
ِ ِ ِ ِِ
‫ُصلِّي‬ َ ‫َخ ِرُم َعْن َها أ‬ ْ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم َما أ‬ َ ‫ص ََل َة َر ُسول اللَّه‬ َ ‫ُصلِّي ِب ْم‬ َ ‫تأ‬ ُ ‫فَِإ ِِّّن ُكْن‬
ِ ْ َ‫ُخري‬
‫ْي‬ ِ ُّ ‫ْي وأ ُِخ‬ ِ ِ ِ ِ
َ ْ ‫ف ِف ْاْل‬ َ ْ َ‫ص ََل َة الْع َشاء فَأ َْرُك ُد ِف ْاْلُولَي‬ َ
Dari Jabir bin Samuroh beliau berkata: Ahlul Kufah
mengadukan Sa’ad (bin Abi Waqqosh) radhiyallahu anhu
kepada Umar radhiyallahu anhu, maka Umar melepas
jabatan itu (sebagai gubernur Kufah) dari Sa’d. Umar
menggantikannya dengan Ammar. Penduduk Kufah
mengadukan keadaan Sa’ad bahkan menyebutkan bahwa
Sa’ad tidak baik dalam sholatnya. Kemudian Umar
mengutus orang kepada Sa’ad dan berkata: wahai Abu
Ishaq (Sa’ad), sesungguhnya orang-orang ini mengaku
bahwa engkau tidak baik dalam sholat. Abu Ishaq (Sa’ad)
menyatakan: Saya demi Allah telah melakukan sholat
sebagaimana sholat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam.
Saya tidak menguranginya. Saya melakukan sholat Isya
dengan memanjangkan bacaan di dua rokaat awal dan
meringankan bacaan di dua rokaat akhir… (H.R al-Bukhari)

Ringkasan Tata Cara Sholat
Berwudhu’ dengan sempurna, kemudian berdiri untuk
sholat dengan menghadap kiblat. Berniat dalam hati untuk

268

mengerjakan sholat sesuai dengan yang diwajibkan atau
disunnahkan saat itu.
Kemudian bertakbir mengucapkan: Allaahu Akbar dengan
mengangkat tangan jari jemari dirapatkan menghadap
kiblat sejajar bahu dan ujung jemari sejajar telinga.
Selanjutnya membaca doa istiftah. Salah satu istiftah yang
pendek adalah: Alhamdulillahi hamdan katsiiron thoyyiban
mubaarokan fiih.
Kemudian mengucapkan taawwudz, misalkan dengan:
A’udzu billaahi minasy syaithoonir rojiim min hamzihi wa
nafkhihi wa naftsih. Selanjutnya membaca
Bismillahirrohmaanirrohiim dan AlFatihah serta
mengucapkan Aamiin.
Bagi Imam dan orang yang sholat sendirian wajib membaca
alFatihah pada setiap rokaat. Sedangkan bagi makmum,
hanya membaca alFatihah jika Imam tidak membaca
dengan keras atau makmum tidak mendengar karena
terlalu jauh jaraknya atau bermasalah pendengarannya.
Imam membaca keras bacaan alFatihah dan bacaan surat
pada dua rokaat awal di sholat Maghrib, Isya’, Subuh, dan
sholat Jumat.
Setelah itu, bertakbir dengan mengangkat kedua tangan
sejajar bahu kemudian ruku’. Gerakan ruku’ adalah
membungkukkan badan diusahakan lurus, namun bagi
yang mengalami kesulitan pada tulang punggungnya, bisa
mengerjakan gerakan membungkuk sesuai kemampuan.
Pada saat ruku’ letakkan kedua telapak tangan pada kedua
lutut dan merenggangkan jari jemari. Dalam ruku’
agungkanlah Allah. Wajib mengucapkan Subhaana
Robbiyal Adzhiim sekali. Jika mengucapkan lebih dari
sekali itu adalah baik. Jika ditambahkan dengan ucapan
wabihamdihi juga baik. Boleh juga setelah membaca
Subhaana Robbiyal Adzhiim disambung dengan bacaan
ruku’ yang lain.
Bagi makmum yang mendapati Imam ruku’ atau gerakan
sebelumnya, ia masih terhitung mendapatkan rokaat
tersebut. Dalam ruku’ dilarang membaca ayat alQuran.

269

Kemudian bangkit dari ruku’ dengan mengucapkan tasmi’
(Sami’allaahu liman hamidah) dan mengangkat kedua
tangan sejajar bahu. Bacaan tasmi’ wajib dibaca oleh Imam
atau orang yang sholat sendirian. Sedangkan makmum jika
Imam mengucapkan Sami’allahu liman hamidah, ia
mengikutinya dengan mengucapkan Robbanaa wa lakal
hamdu bersamaan dengan i’tidal.
Setelah itu, posisi i’tidal (berdiri lurus dengan tangan
dibiarkan bebas terjuntai di samping kiri kanan). Dalam
posisi i’tidal ini diwajibkan mengucapkan Robbana wa lakal
hamdu atau varian bacaan yang disunnahkan dengan
kalimat semisal, seperti Allaahumma robbana lakal hamdu.
Jika ditambahkan dengan bacaan selanjutnya, lebih baik.
Seperti tambahan bacaan: Hamdan katsiiron thoyyiban
mubaarokan fiihi.
Berikutnya, bertakbir tanpa mengangkat kedua tangan,
turun menuju sujud. Sujud harus pada 7 tulang. Dahi dan
hidung harus menyentuh tanah. Demikian juga kedua
telapak tangan, kedua lutut, dan ujung-ujung jari kaki.
Jari-jari dirapatkan dan diarahkan ke kiblat. Siku tangan
tidak boleh menyentuh tanah. Jika di kiri kanan tidak ada
orang lain yang berdekatan dengan kita, disunnahkan
menjauhkan telapak tangan di samping tubuh sejajar
bahu. Disunnahkan pula agak menjauhkan perut dari
paha. Hal itu disebut tajaafi. Gunanya agar seluruh
persendian dan tulang mendapatkan haknya masing-
masing dalam ibadah, tidak bertumpu satu sama lain.
Namun, jika area sholat sempit, kita bisa sujud dengan
menumpukan siku tangan pada paha dan telapak tangan
diletakkan di tanah di bawah dada.
Dalam sujud, diwajibkan membaca Subhaana robbiyal A’la
sekali. Jika ditambahkan dengan wa bihamdih juga baik.
Jika dibaca lebih dari sekali, itu sunnah. Boleh juga
menambah dengan bacaan sujud lain yang disunnahkan.
Disunnahkan pula memperbanyak doa dalam sujud. Tidak
boleh membaca ayat alQuran dalam sujud, kecuali jika
diniatkan berdoa dan menggunakan lafadz doa dalam al-
Quran, bukan diniatkan membaca al-Quran. Rasakan
kedekatan dengan Allah dalam sujud, karena Nabi
270

menyatakan bahwa saat sujud adalah masa-masa terdekat
seorang hamba dengan Allah. Satu kali sujud
menghapuskan satu dosa dan mengangkat satu derajat.
Kemudian bangkit dari sujud dengan bertakbir untuk
duduk di antara dua sujud dengan duduk iftirasy atau iq-
aa’. Saat duduk di antara dua sujud mengucapkan
Robbighfirlii saja atau dengan lafadz lain sesuai sunnah.
Kemudian bertakbir menuju sujud. Setelah itu bertakbir
untuk berdiri ke rokaat berikutnya.
Sholat Subuh berjumlah 2 rokaat, sholat Dzhuhur 4
rokaat, Ashar 4 rokaat, Maghrib 3 rokaat, Isya 4 rokaat
sebagaimana kesepakatan (ijma’) para Ulama’ yang
disebutkan oleh Ibnul Mundzir dalam kitab al-Ijmaa’.
Bangkit dari sujud menuju berdiri dari rokaat ganjil boleh
menggunakan duduk istirahat jika diperlukan. Namun
tidak perlu takbir dari duduk istirahat menuju berdiri
(Fatwa alLajnah adDaaimah).
Pada setiap 2 rokaat ada tahiyyat/ tasyahhud. Jika
tasyahhud dalam sholat hanya sekali di akhir, duduknya
adalah iftirasy. Namun, jika jumlah tasyahhud lebih dari 1,
di tasyahhud akhir duduknya adalah tawarruk. Telapak
tangan kiri diletakkan pada lutut kiri dalam keadaan
ditelungkupkan terhampar, sedangkan telapak tangan
kanan diletakkan pada paha kanan. Memberi isyarat
dengan jari telunjuk tangan kanan ke depan dari awal
hingga akhir tasyahhud sedangkan ibu jari dipertemukan
dengan jari tengah.
Khusus untuk bangkit dari tasyahhud awal, disunnahkan
mengangkat kedua tangan sejajar bahu ketika bertakbir.
Sedangkan bangkit pada rokaat yang lain, tidak
disunnahkan mengangkat kedua tangan ketika bertakbir.
Disunnahkan membaca sholawat setelah bacaan
tasyahhud, terutama pada tasyahhud akhir. Setelah
sholawat ditambah dengan doa-doa yang diajarkan Nabi
dalam sholat sebelum salam.

271

Kemudian salam dua kali dengan menoleh ke kanan dan ke
kiri sebagai penutup sholat. Demikianlah secara ringkas
tata cara sholat dari takbir hingga salam.
Apakah Disunnahkan Melakukan Qunut dalam Sholat
Subuh?
Jawab: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam tidaklah
berdoa qunut dalam sholat Subuh kecuali qunut nazilah, di
antaranya mendoakan kebaikan pada suatu kaum atau
keburukan untuk suatu kaum. Nabi pernah qunut nazilah
di waktu Subuh selama sebulan.

‫ أ َْو َد َعا َعلَى‬, ‫ت إََِّل إِذَا َد َعا لَِق ْوٍم‬ َّ ِ‫َن اَلن‬
ُ ُ‫ َكا َن ََل يَ ْقن‬- ‫ صلى اهلل عليه وسلم‬- ‫َِّب‬ َّ ‫أ‬
‫قَ ْوٍم‬
Nabi shollallahu alaihi wasallam tidaklah qunut kecuali jika
mendoakan (kebaikan) untuk suatu kaum atau mendoakan
(keburukan) bagi suatu kaim (H.R Ibnu Khuzaimah dari Anas
bin Malik)

‫وع ِِف‬ ِ ِ َ ‫َن رس‬ ٍِ
ِ ‫الرُك‬ َ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم قَن‬
ُّ ‫ت َش ْهًرا بَ ْع َد‬ َ ‫ول اللَّه‬ ِ َ‫َع ْن أَن‬
ُ َ َّ ‫س بْ ِن َمالك أ‬
ِ
َ ‫ص ََلة الْ َف ْج ِر يَ ْدعُو َعلَى بَِِن ُع‬
َ‫صيَّة‬ َ
Dari Anas bin Malik bahwasanya Rasulullah shollallahu
alaihi wasallam qunut selama sebulan setelah ruku’ dalam
sholat Fajar (Subuh) mendoakan (kebinasaan) bagi Bani
Ushoyyah (H.R Muslim, dalam lafadz al-Bukhari :
mendoakan (kebinasaan) untuk kampung di Bani Sulaim)

Namun, qunutnya Nabi dalam sholat wajib tidak khusus
dalam sholat Subuh saja. Beliau juga pernah qunut dalam
sholat Maghrib. Qunut tersebut adalah qunut nazilah yang
dilakukan karena keadaan yang membutuhkan doa
khusus.
‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ِِف الْ َف ْج ِر َوالْ َم ْغ ِر ِب‬ ِ ُ ‫ال قَنَت رس‬ ِ
َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ َ َ‫َع ِن الْبَ َراء ق‬
272

Dari al-Bara’, beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi
wasallam qunut di (sholat) Subuh dan Maghrib (H.R Muslim).

Bahkan, dalam riwayat Ibnu Abbas, qunut tersebut
dilakukan sebulan penuh dalam seluruh sholat 5 waktu:
‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َش ْهًرا ُمتَتَابِ ًعا ِِف الظُّ ْه ِر‬ ِ ُ ‫ال قَنَت رس‬
َ ‫ول اللَّه‬ ٍ َّ‫َع ِن ابْ ِن َعب‬
ُ َ َ َ َ‫اس ق‬
‫ال َِْس َع اللَّهُ لِ َم ْن‬ َ َ‫ص ََل ٍة إِذَا ق‬ ُّ ِ‫ص ََلة‬ ِ ِ ِ
َ ‫الصْب ِح ِِف ُدبُِر ُك ِّل‬ َ ‫ص ِر َوالْ َم ْغ ِرب َوالْع َشاء َو‬
ْ ‫َوالْ َع‬
ِ ٍ ‫الرْكع ِة ْاْل ِخرِة ي ْدعو علَى أ‬ ِ ِ
َ ‫َحيَاء م ْن بَِِن ُسلَْي ٍم َعلَى ِر ْع ٍل َوذَ ْك َوا َن َو ُع‬
‫صيَّ َة‬ ْ َ ُ َ َ َ َّ ‫ََح َدهُ م ْن‬
ُ‫َويُ َؤِّم ُن َم ْن َخ ْل َفه‬
Dari Ibnu Abbas beliau berkata: Rasulullah shollallahu
alaihi wasallam qunut sebulan berurutan dalam Dzhuhur,
Ashar, Maghrib, Isya’, dan sholat Subuh di akhir rokaat
ketika mengucapkan Sami’Allahu liman hamidah pada
rokaat akhir mendoakan untuk (penduduk kampung) dari
Bani Sulaim, terhadap Ri’il dan Dzakwaan dan Ushoyyah.
Para (Sahabat) di belakang beliau mengaminkannya (H.R
Ahmad, Abu Dawud, dishahihkan Ibnu Khuzaimah)

Sedangkan hadits yang menyatakan bahwa Nabi terus
menerus melakukan qunut di sholat Subuh (saja) hingga
meninggal dunia adalah hadits yang lemah, diriwayatkan
oleh Ahmad dan ad-Daraquthny dari Abu Ja’far arRaziy
dari arRabi’ bin Anas dari Anas bin Malik. Karena di dalam
sanadnya terdapat perawi Abu Ja’far ar-Raziy yang buruk
hafalannya dan sering keliru dalam meriwayatkan hadits.
Ibnu Hibban menyebutkan bahwa periwayatan Abu Ja’far
arRaziy dari arRabi’ bin Anas banyak kegoncangan
(Tahdziibut Tahdziib karya Ibnu Hajar(3/207)).

273

Sebagian Sahabat Nabi yang pernah sholat di belakang
Nabi maupun para Khulafaur Rasyidin tidak pernah
mendapati mereka qunut (selain qunut nazilah) dalam
sholat Subuh. Seperti Thoriq bin Usyaim al-Asyja-i, Ibnu
Umar dan Ibnu Abbas.

ِ ‫ال قُ ْلت ِْلَِِب يا أَب‬ ٍ ِ ِ ٍِ
‫ت‬َ ‫صلَّْي‬ َ ‫ت إِن‬
َ ‫َّك قَ ْد‬ َ َ ُ َ َ‫َع ْن أَِِب َمالك ْاْلَ ْش َجع ِّي َس ْعد بْ ِن طَا ِرق ق‬
ِ ِ ِ ِ
ُ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم َوأَِِب بَ ْك ٍر َوعُ َمَر َوعُثْ َما َن َو َعل ٍّي َه‬
‫اهنَا‬ َ ‫ف َر ُسول اللَّه‬ َ ‫َخ ْل‬
‫ث‬
ٌ ‫ِن ُُْم َد‬ َ ‫ْي فَ َكانُوا يَ ْقنُتُو َن ِِف الْ َف ْج ِر فَ َق‬ِ ِ ِ َْ‫بِالْ ُكوفَِة َْنوا ِمن َخ‬
ََّ ُ‫َي ب‬
ْ ‫ال أ‬ َ ‫س سن‬ ْ ً
Dari Abu Malik al-Asyja’i Sa’d bin Thoriq beliau berkata:
Aku bertanya kepada ayahku (Thoriq bin Usyaim): Wahai
ayahku sesungguhnya engkau sholat di belakang
Rasulullah shollallahu alaihi wasallam, Abu Bakr, Umar,
Utsman, dan Ali di sini di Kufah kurang lebih 5 tahun.
Apakah mereka qunut dalam sholat Subuh? Thoriq bin
Usyaim menjawab: Wahai anakku, itu adalah suatu yang
diada-adakan (H.R Ahmad, anNasaai, atTirmidzi, Ibnu
Majah, dengan lafadz sesuai Ibnu Majah. Sanadnya sesuai
dengan syarat Muslim dalam shahihnya)

ِ ُ‫ الْ ِكب ر َيَْنَ ع ُكما ِمن الْ ُقن‬: ‫اس‬
‫وت‬ َ َ ُ َُ ٍ َّ‫ َوابْ ِن َعب‬، ‫ت َلبْ ِن عُ َمَر‬ َ َ‫ ق‬، ‫َع ْن أَِِب ِ ُْملَ ٍز‬
ُ ‫ قُ ْل‬: ‫ال‬
‫َص َحابِنَا‬ ِ
ْ ‫ ََلْ نَأْ ُخ ْذهُ م ْن أ‬: َ‫؟ قَاَل‬
Dari Abu Mijlaz beliau berkata: Aku bertanya kepada Ibnu
Umar dan Ibnu Abbas: Apakah karena usia tua yang
menghalangi kalian berdua dari qunut? Mereka berdua
berkata: Kami tidak mendapatinya dari para Sahabat kami

274

(riwayat atThobary dalam Tahdziibul Atsar, dinyatakan
sanadnya terpercaya oleh al-Bushiry).

Kesimpulannya, qunut Subuh tidak disunnahkan untuk
dikerjakan terus menerus. Hanya dilakukan jika
dibutuhkan (qunut nazilah). Namun, jika kita menjadi
makmum di belakang Imam yang sholat dengan membaca
qunut pada waktu Subuh, kita mengaminkannya,
sebagaimana penjelasan dari Imam Ahmad bin Hanbal.

Apakah Memang Lama Tasyahhud Awal Lebih Sedikit
Dibandingkan Lama Tasyahhud Akhir
Jawab:
Benar. Durasi waktu tasyahhud awal memang sebaiknya
lebih ringkas dibandingkan tasyahhud akhir, karena pada
tasyahhud akhir lebih ditekankan adanya sholawat kepada
Nabi dan bacaan doa-doa sebelum salam. Sedangkan pada
tasyahhud awal lebih bersifat keringanan, dan dilakukan
dengan cepat.
Bahkan, Abu Bakr as-Shiddiq demikian cepat masa duduk
tasyahhud awal, hingga dikatakan oleh perawi seakan-
seakan duduk di atas batu yang panas.
ِ ْ َ‫الرْك َعت‬
‫ْي َكأَنَّهُ َعلَى‬ َّ ‫س ِِف‬ ٍ َ َ‫ ق‬، َ‫َع ْن ََتِي ِم بْ ِن َسلَ َمة‬
َ َ‫ َكا َن أَبُو بَ ْكر إ َذا َجل‬: ‫ال‬
‫ف‬ِ‫ض‬ ْ ‫الر‬
َّ
Dari Tamiim bin Salamah beliau berkata: Abu Bakr jika
duduk di dua rokaat (pertama) seakan-akan beliau duduk
di atas batu panas (riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam
Mushonnafnya no 3034, dinyatakan oleh al-Hafidz Ibnu
Hajar al-Asqolaany bahwa sanadnya shahih dalam
atTalkhiisul Habiir (1/633) , diriwayatkan juga hal
semacam itu dari Ibnu Umar)

275

Contoh lain. maka ia kemudian bergerak menghadap ke arah kiblat yang benar. kemudian makmum yang pertama tadi bergerak mundur untuk membuat shaf bersama makmum baru di belakang Imam. ia baru tahu posisi kiblat yang benar. Mubah: gerakan yang dilakukan karena kebutuhan.HAL-HAL YANG DIPERBOLEHKAN. DAN DIMAKRUHKAN DALAM SHOLAT Kaidah umum tentang gerakan yang dilakukan di dalam sholat (selain gerakan-gerakan sholat). Contoh lain: dua orang sholat berjamaah. terbagi menjadi 5 hal: wajib. makruh. Awalnya ia berada di posisi kiri Imam. DILARANG. kemudian ia berpindah menuju posisi kanan Imam. Di tengah sholat. Wajib: gerakan-gerakan yang harus dilakukan untuk menjaga agar sholat tetap sah. Bisa juga celah ditutup oleh makmum yang berada di samping kiri atau kanannya. sunnah. Contoh: seorang makmum yang bergerak maju menutup celah shaf di depannya yang baru ditinggalkan oleh makmum lain yang batal sholatnya. kemudian dia sholat dengan beritjihad tentang posisi kiblat yang benar. Sunnah: gerakan-gerakan yang berakibat pada kesempurnaan sholat. Makmum berdiri sejajar di sebelah kanan Imam. haram (membatalkan sholat). Ia kemudian bergerak melepaskan jasnya yang najis itu. Contoh: seseorang yang safar tidak tahu posisi kiblat. seperti : berjalan membukakan pintu (dengan tetap menghadap ke 276 . tidak ada petunjuk maupun orang yang bisa ditanya tentang posisi kiblat yang benar.mubah (boleh). Contoh lain: seorang makmum yang sholat bersama seorang Imam. Kemudian datang seorang lain ingin menjadi makmum. seseorang yang sholat menggunakan jas baru sadar di tengah sholat bahwa jasnya telah terkena najis dengan yakin.

Haram: gerakan yang dilakukan tanpa keperluan dalam gerakan yang banyak dan berurutan. sebaiknya hal itu hanya dilakukan di dalam sholat sunnah seperti sholat malam. maka sholatnya tidak batal. Termasuk gerakan yang mubah adalah jika pada saat sholat kita lupa menset HP dalam posisi diam/silent. Aisyah radhiyallahu anha pernah menyuruh budak laki- lakinya menjadi Imam dalam sholat malam. menggaruk bagian tubuh yang gatal. Demikian juga diperbolehkan menangis dalam sholat (bukan karena dibuat-buat. memberikan isyarat dengan tangan atau kepala. Atau gerakan-gerakan yang disepakati para Ulama bisa membatalkan sholat. dan semisalnya. jika seseorang lupa atau tidak tahu bahwa suatu gerakan tertentu sebenarnya membatalkan sholat. atau merubah posisi arloji atau melihat waktu pada arlojinya. Makruh: gerakan yang dilakukan bukan karena kebutuhan namun hanya sedikit. kemudian dimatikan atau diset diam atau dimatikan. menoleh karena keperluan. makan dan minum. Namun. membunuh binatang berbahaya (seperti kalajengking). dan semisalnya. dan Imam tersebut membacakan dari mushaf al-Quran. seperti tertawa. menggendong anak kecil. kemudian pada saat sholat berjamaah HP berbunyi dengan nada dering yang mengganggu. dan posisinya mudah dijangkau (seperti di saku baju). namun karena khusyu’) Contoh lain gerakan yang mubah adalah memegang mushaf/ hp yang memuat alQuran untuk dibaca dalam sholat. dan semisalnya. berpindah posisi menuju tempat yang lebih dingin karena kepanasan.arah kiblat). serta berbicara dalam sholat. (kebanyakan poin contoh di atas disarikan dari penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Fataawa Nuurun alad Darb) 277 . seperti seseorang merubah posisi kopiahnya (padahal tidak terlalu dibutuhkan). Ketidaktahuan atau karena lupa tidak membatalkan sholat. Namun.

anNasaai. Tidak benar kalau dinyatakan bahwa batasannya 3 kali gerakan berurutan.bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam sholat dengan menggendong Umamah putri Zainab putri Rasulullah shollallahu alaihi wasallam…jika beliau berdiri beliau menggendongnya.Faidah : Tidak terdapat batasan secara khusus dari Nabi tentang berapa jumlah gerakan berurutan yang bisa dilakukan. karena hal itu tidak berdasar hadits atau atsar yang shahih.. dihasankan atTirmidzi dan disepakati al-Mundziri) Menggendong Anak Kecil dalam Sholat َ‫صلِّي َوُه َو َح ِام ٌل أ َُم َامة‬ ِ َ ُ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم َكا َن ي‬ ِ َ ‫َن رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َّ ‫َع ْن أَِِب قَتَ َاد َة أ‬ ‫ فَِإ َذا قَ َام ََحَلَ َها َوإِ َذا َس َج َد‬. ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِ ِ ِ ِ َ‫بِْنت زي ن‬ َ ‫ب بْنت َر ُسول اللَّه‬ َ َْ َ ‫ض َع َها‬ َ ‫َو‬ Dari Abu Qotadah –radhiyallahu anhu.beliau berkata: Saya datang pada saat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam sholat di rumah sedangkan pintu tertutup. Berikut ini adalah beberapa dalil dan penjelasan yang menerangkan hal-hal yang diperbolehkan dilakukan dalam sholat: Berjalan dalam Sholat dan Membukakan Pintu ِ ِ ِ ُ ‫عن عائِ َشةَ قَالَت ِجْئت ورس‬ ُ َ‫صلِّي ِِف الْبَ ْيت َوالْب‬ ‫اب‬ َ ُ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم ي‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ ََ ُ ْ َ َْ ‫اب ِِف الْ ِقْب لَ ِة‬ َ َ‫ت الْب‬ ْ ‫ص َف‬ ِِ ِ َ ‫َعلَْيه ُم ْغلَ ٌق فَ َم َشى َح ََّّت فَتَ َح ِِل ُُثَّ َر َج َع إِ ََل َم َكانه َوَو‬ Dari Aisyah –radhiyallahu anha. dan 278 .. atTirmidzi. Kemudian beliau berjalan hingga membukakan pintu kemudian kembali ke posisinya (dalam keadaan sholat). Aisyah menjelaskan bahwa pintu berada di arah kiblat (H.R Abu Dawud.

beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk membunuh dua makhluk hitam dalam sholat.R al-Bukhari dan Muslim) Membunuh Ular dan Kalajengking dalam Sholat ‫الص ََل ِة‬ ِ ْ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم بَِقْت ِل ْاْل‬ َّ ‫َس َوَديْ ِن ِِف‬ ِ ُ ‫ال أَمر رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ َ َ َ‫َع ْن أَِِب ُهَريْ َرَة ق‬ ‫ب‬ ُ ‫اْلَيَّةُ َوالْ َع ْقَر‬ ْ Dari Abu Hurairah –radhiyallahu anhu.beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam pernah mengalami sakit sehingga kami sholat di belakang beliau dalam keadaan beliau duduk.R Muslim) Menoleh dalam sholat jika dilakukan bukan karena kebutuhan. atTirmidzi. beliau melihat kami berdiri. Ibnu Majah.jika beliau sujud beliau meletakkannya (H. Abu Bakr memperdengarkan takbir kepada manusia. maka bisa masuk kategori terlarang (makruh). anNasaai.R Abu Dawud. 279 . Kemudian beliau memberikan isyarat kepada kami agar kami duduk maka kami sholat dengan sholat beliau dalam keadaan duduk (H. Kemudian Nabi menoleh ke arah kami. dishahihkan Ibnu Khuzaimah dan al- Albany) Menoleh dalam Sholat karena Ada Keperluan ِ َ‫ول اللَّ ِه صلَّى اللَّه علَي ِه وسلَّم فَصلَّي نَا وراءه وهو ق‬ ‫اع ٌد‬ ُ ‫ال ا ْشتَ َكى َر ُس‬ َ َ‫َع ْن َجابِ ٍر ق‬ َ ُ َ َُ ََ ْ َ َ َ َ ْ َ ُ َ ِ ِ ٍ َ َ‫َش َار إِلَْي نَا فَ َق َع ْدنَا ف‬ ‫صلَّْي نَا‬ َ ‫ت إِلَْي نَا فَ َرآنَا قيَ ًاما فَأ‬ َ ‫َّاس تَ ْكبِ َريهُ فَالْتَ َف‬ َ ‫َوأَبُو بَ ْكر يُ ْسم ُع الن‬ ‫ودا‬ ِِ ِ‫ب‬ ً ُ‫ص ََلته قُع‬َ Dari Jabir –radhiyallahu anhu. yaitu ular dan kalajengking (H.

seorang yang sholat bisa mengatakan: Subhaanallah. Manusia sedang berdiri (untuk sholat).ِ‫الص ََلة‬ ِ ‫ول اللَّ ِه صلَّى اللَّه علَي ِه وسلَّم ع ِن ِاَللْتِ َف‬ َّ ‫ات ِِف‬ ِ َ َ ََ َْ ُ َ َ ‫ت َر ُس‬ ُ ْ‫ت َسأَل‬ْ َ‫َع ْن َعائ َشةَ قَال‬ ‫ص ََل ِة الْ َعْب ِد‬ ِ ِ َ ‫س َُيْتَل ُسهُ الشَّْيطَا ُن م ْن‬ ِ ‫ال هو‬ ٌ ‫اخت ََل‬ ْ َ ُ َ ‫فَ َق‬ Dari Aisyah –radhiyallahu anha. Aku berkata: Apakah ini ayat (tanda kekuasaan Allah berupa gerhana matahari). Jika harus menanggapi dengan berbicara.beliau berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam tentang menoleh dalam sholat.R al-Bukhari) Memberikan Isyarat dengan Tangan Atau Kepala dalam Sholat ‫ت إِ ََل‬ ِ ِ ْ ‫َش َار‬ ِ ‫ت َما َشأْ ُن الن‬ َ ‫َّاس فَأ‬ ُ ‫صلِّي فَ ُق ْل‬َ ُ‫ت َعائ َشةَ َوه َي ت‬ ُ ‫ت أَتَْي‬ْ َ‫َْسَاءَ قَال‬ ْ ‫َع ْن أ‬ ِ ِ ‫َشار‬ ِ ِ ‫السم ِاء فَِإذَا الن‬ ْ ‫ت بَرأْس َها أ‬ ‫َي نَ َع ْم‬ ْ َ َ ‫ت آيَةٌ فَأ‬ُ ‫ت ُسْب َحا َن اللَّه قُ ْل‬ ْ َ‫َّاس قيَ ٌام فَ َقال‬ ُ َ َّ Dari Asma’ beliau berkata: Aku mendatangi Aisyah dalam keadaan beliau sholat. 280 . Aku bertanya kepadanya: Apa yang dilakukan oleh manusia? Aisyah mengisyaratkan dengan menunjuk ke langit. Aisyah berkata: Subhanallah. sedangkan orang yang sholat menjawab dengan isyarat tangan atau kepala.R al- Bukhari) Hadits ini memberikan beberapa pelajaran. Nabi bersabda: Itu adalah perampasan dari Syaithan terhadap sholat seseorang (H. Aisyah mengisyaratkan dengan kepalanya yang artinya: ya (H. di antaranya: bolehnya berbicara dengan orang yang sholat (jika dibutuhkan).

Mereka berdalil dengan 281 . Ahmad. sedangkan tepuk tangan untuk wanita (H. Mengingatkan Imam dengan Mengucapkan Subhanallah Atau Tepuk Tangan Bagi Wanita Nabi shollallahu alaihi wasallam menuntun umatnya yang sholat dan ingin mengingatkan Imam. maka tidak mengapa ia memberikan isyarat dengan mengucapkan Subhaanallah.R Abu Dawud.Menangis dalam Sholat ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َوِِف‬ ِ َ ‫ال رأَيت رس‬ ِِ ِ ِ ِ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ ُ ْ َ َ َ‫َع ْن ُمطَِّرف بْ ِن َعْبد اللَّه َع ْن أَبيه ق‬ ‫ص ْد ِرهِ أَ ِز ٌيز َكأَ ِزي ِز الْ ِم ْر َج ِل ِم ْن الْبُ َك ِاء‬ َ Dari Muthorrif bin Abdillah dari ayahnya beliau berkata: Saya melihat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam sholat sedangkan dadanya bergemuruh bagaikan bunyi air mendidih dalam periuk karena tangisan (H. dinyatakan shahih sesuai syarat shahih Muslim oleh al-Hakim dan disepakati adz- Dzahaby) Mengaduh secara spontan. anNasaai. au. karena kesakitan dengan mengucapkan: ah.R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) Sebagian Ulama menjelaskan bahwa jika wanita sholat bersama wanita lain atau bersama suami/ mahramnya. ‫ِّس ِاء‬ ِ ‫التَّسبِيح لِ ِّلرج ِال والتَّص ِف‬ َ ‫يق للن‬ ُ ْ َ َ ُ ْ Ucapan tasbih (Subhanallah) untuk laki-laki. maka dengan mengucapkan Subhanallah untuk laki-laki dan tepuk tangan (perut tangan kanan dipukulkan pada punggung tangan kiri) bagi wanita. atTirmidzi. dan semisalnya bukan termasuk hal yang membatalkan sholat.

beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Sungguh- sungguh suatu kaum berhenti dari mengangkat pandangannya ke arah langit dalam sholat atau (dikhawatirkan) pandangan itu tidak kembali kepada mereka (tidak bisa melihat lagi)(H. Hendaknya ia meludah ke kiri di bawah kaki kirinya.R Muslim) Larangan Meludah ke Arah Kiblat Atau Ke Kanan dalam Sholat ‫ص َق َّن قِبَ َل‬ ِ ِ ُ ‫صلِّي فَِإ َّن اللَّهَ تَبَ َارَك َوتَ َع َاَل قبَ َل َو ْج ِهه فَ ََل يَْب‬ َ ُ‫َح َد ُك ْم إِ َذا قَ َام ي‬ َ ‫فَإ َّن أ‬ ِ ٌ‫ت بِِه بَ ِاد َرة‬ ِ ِِ ِِ ِ ِ ْ َ‫ت ِر ْجله الْيُ ْسَرى فَِإ ْن َعجل‬ َ ‫ص ْق َع ْن يَ َسا ِرهِ ََْت‬ ُ ‫َو ْج ِهه َوََل َع ْن ََيينه َولْيَْب‬ ِ ٍ ‫ضهُ َعلَى بَ ْع‬ ‫ض‬ َ ‫فَ ْليَ ُق ْل بِثَ ْوبِه َه َك َذا ُُثَّ طََوى ثَ ْوبَهُ بَ ْع‬ Sesungguhnya ketika kalian sholat Allah Tabaroka Wa Ta’ala berada di depan wajahnya. Larangan Memandang Ke Atas Ketika Sholat َّ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم لَيَ ْنتَ ِه‬ ‫ْي أَقْ َو ٌام يَ ْرفَعُو َن‬ ِ ُ ‫ال رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ َ َ‫َع ْن َجابِ ِر بْ ِن َْسَُرَة ق‬ ُ َ َ َ‫ال ق‬ َّ ‫الس َم ِاء ِِف‬ ‫الص ََلةِ أ َْو ََل تَ ْرِج ُع إِلَْي ِه ْم‬ َّ ‫ص َارُه ْم إِ ََل‬َ ْ‫أَب‬ Dari Jabir bin Samuroh –radhiyallahu anhu. Dalam kondisi tertentu. namun bisa mengurangi kesempurnaan/ pahala sholat. 282 . maka janganlah sekali- kali ia meludah ke arah depan atau ke kanan.perbuatan Aisyah yang menjawab pertanyaan Asma’ dalam sholat gerhana di hadits riwayat al-Bukhari. Jika ia tergesa-gesa. Beberapa Dalil Larangan (Makruh) Dalam Sholat Berikut ini adalah beberapa dalil larangan-larangan dalam sholat yang jika dikerjakan tidak sampai membatalkan sholat. makmum perlu mengingatkan Imam dengan bacaan ayat misalnya jika Imam lupa terhadap kelanjutan ayat dalam surat yang dibacanya.

Larangan Membentangkan Tangan Ketika Sujud (Menempelkan Siku dan Lengan Bawah ke Tempat Sujud) ِ ‫اعْي ِه انْبِسا َط الْ َك ْل‬ ‫ب‬ ِ ِ ُّ ‫اعت ِدلُوا ِِف‬ َ َ ‫َح ُد ُك ْم ذ َر‬ َ ‫الس ُجود َوََل يَْب ُس ْط أ‬ َْ Bersikaplah proporsional dalam sujud. Jika terpaksa harus meludah. ia bisa meludah ke arah kiri di bawah kakinya (selama tidak ada orang lain yang sholat di sebelah kirinya). kemudian beliau melipat baju beliau satu sama lain (H.R atTirmidzi dari Abu Hurairah.hendaknya ia meludah pada bajunya dengan cara begini.R Muslim) Hadits itu menunjukkan larangan meludah ke depan atau ke kanan dalam sholat. Terdapat larangan meludah di dalam masjid: ‫َّارتُ َها َدفْ نُ َها‬ ِ ِِ ِ ُ ‫الْبُ َز‬ َ ‫اق ِف الْ َم ْسجد َخطيئَةٌ َوَكف‬ Meludah di dalam masjid adalah sebuah kesalahan (dosa) dan kaffarah (penebusnya) adalah dengan menimbunnya (menghilangkannya) (H. dinyatakan hasan shahih oleh atTirmidzi dan dishahihkan al-Albany. dan ia berdiri di atas tanah atau semisalnya.R al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik) Larangan Menguap Tanpa Berusaha Menahan/ Menutupinya dengan Tangan ‫اع‬ ِ ِ ِ ِ ِ َّ ‫التَّثَ ُاؤب ِِف‬ َ َ‫استَط‬ ْ ‫َح ُد ُك ْم فَ ْليَكْظ ْم َما‬ َ‫بأ‬َ َ‫الص ََلة م َن الشَّْيطَان فَإذَا تَثَاء‬ ُ Menguap dalam sholat adalah dari syaithan. Jika salah seorang dari kalian menguap. Asalnya ada dalam al-Bukhari dan Muslim tanpa kata ‘sholat’). atau bisa juga dengan meludah pada sapu tangan atau semacam kertas tissue yang ia sediakan di sakunya. maka tahanlah semaksimal mungkin yang bisa dilakukannya (H. janganlah membentangkan lengan bawah sebagaimana anjing 283 .

mirip juga dengan duduk berbaringnya binatang buas. b) Duduk seperti duduknya anjing dengan membentangkan lengan bawah pada tempat sujud.R Thayalisi. Dilarang juga duduk dengan bertumpu pada pangkal jari kaki sedangkan pantat menyentuh lantai.membentangkan tangannya (ketika duduk) (H. seperti duduk kera atau anjing. dan Ibnu Abi Syaibah.R al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik) Termasuk yang dilarang adalah melakukan gerakan- gerakan sholat dengan bentuk yang mirip dengan gerakan- gerakan hewan: a) Sujud dan bangkit dari sujud dengan gerakan cepat seperti ayam jantan mematuk biji-bijian. Ahmad. dihasankan oleh Syaikh Al-Albaany) Larangan Mengikat Rambut atau Menggulung Baju dalam Sholat ‫وص ِم ْن‬ ِ ْ ‫اس أَنَّه رأَى عب َد اللَّ ِه بن‬ ِ ِ َ ُ‫اْلَا ِرث ي‬ ٌ ‫صلِّي َوَرأْ ُسهُ َم ْع ُق‬ َْ َْ َ ُ ٍ َّ‫َع ْن َعْبد اللَّه بْ ِن َعب‬ ‫ك َوَرأْ ِسي‬ َ َ‫ال َما ل‬ ٍ َّ‫ف أَقْ بَل إِ ََل ابْ ِن َعب‬ َ ‫اس فَ َق‬ َ َ ‫صَر‬ ِِ َ ْ‫َوَرائه فَ َق َام فَ َج َع َل ََيُلُّهُ فَلَ َّما ان‬ 284 . dan melarangku duduk iq-aa’ seperti kera “(H. ِ َ ‫صلَّى اهللُ َعلَْي ِه و َسلَّم أَ ْن أَنْ ُقر ِِف‬ ِ ِ ِ ‫ال نَه‬ ‫ِت نَ ْقَر‬ ْ َ‫صَل‬ ْ َ َ َ َ ‫اِّن َخلْيل ْي‬ ْ ِ‫َع ْن أ‬ ْ َ َ َ‫َِب ُهَريْ َرةَ ق‬ ‫ب َو أَ ْن أُقْعِ َي إِقْ َعاءَ الْ ِق ْرِد‬ ِ ‫ك وأَ ْن أَلْتَ ِف‬ َ ‫ت إِلْت َف‬ ِ َ‫ات الث َّْعل‬ َ ِ َ ْ‫الدِّي‬ “Dari Abu Hurairah beliau berkata :“Sahabat dekatku. (Nabi Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam) melarangku sujud dalam sholat (dengan cepat) seperti mematuknya ayam jantan. melarangku berpaling (ke kanan atau ke kiri) seperti berpalingnya musang. c) Menoleh ke kanan kiri secara cepat seperti musang.

Menggulung lengan baju dalam sholat juga dimakruhkan. Sebagaimana hadits berikut: ‫ض ٍاء َوََل‬ ِ ِ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم أَ ْن يَ ْس ُج َد َعلَى َسْب َعة أ َْع‬ ِ ٍ َّ‫ع ِن اب ِن عب‬ ُّ ِ‫اس أُمَر الن‬ َ ‫َِّب‬ َ ْ َ ‫ف َش َعًرا َوََل ثَ ْوبًا‬ َّ ‫يَ ُك‬ 285 .R Muslim) Al-Imam al-Iraqy menjelaskan bahwa larangan menguncir rambut dalam sholat tersebut hanya berlaku untuk laki- laki. Setelah selesai sholat. bisa jadi saat dibiarkan tergerai akan terlihat rambutnya yang panjang (keluar dari jilbab) dan itu membatalkan sholat. maka dalam hal sholat lebih diperbolehkan lagi (disarikan dari nukilan dalam Nailul Authar karya asy-Syaukany(2/386)).‫ول إََِّّنَا َمثَ ُل َه َذا َمثَ ُل الَّ ِذي‬ ُ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم يَ ُق‬ ِ َ ‫ال إِ ِِّّن َِْسعت رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ ُ ْ َ ‫فَ َق‬ ٌ ُ‫صلِّي َوُه َو َمكْت‬ ‫وف‬ َ ُ‫ي‬ Dari Abdullah bin Abbas bahwasanya ia melihat Abdullah bin al-Harits sholat sedangkan rambutnya terikat ke belakang. Kemudian Ibnu Abbas bangkit dan melepas ikatan rambut itu. Abdullah bin al- Harits bertanya kepada Abdullah bin Abbas: Apa yang kau lakukan terhadap rambutku? Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya permisalan seseorang yang seperti ini (rambutnya dikuncir di belakang) adalah seperti orang yang sholat dalam keadaan kedua tangannya terikat (H. Kalau dalam mandi (janabah) saja seorang wanita tidak diharuskan melepas ikatan rambutnya padahal dalam kondisi itu sangat dibutuhkan untuk melepas ikatan rambut. Karena untuk perempuan.

Menggulung kain celana bagian bawah adalah makruh dalam sholat.R al-Bukhari) Catatan: 1. Menggulung sarung bagian atas bukan termasuk larangan. Perbuatan isbal adalah termasuk dosa besar. َ‫ب الْ َم ِخيلَة‬ ُّ ‫اْل َزا ِر فَِإن ََّها ِم َن الْ َم ِخيلَ ِة َوإِ َّن اللَّ َه ََل َُِي‬ َ َ‫اك َوإِ ْسب‬ ِْ ‫ال‬ َ َّ‫َوإِي‬ Dan berhati-hatilah engkau dari isbal (menjulurkan kain dari atas hingga melewati mata kaki) pada sarung. maka sebaiknya tetap digulung. Namun. meski orangnya tidak meniatkan sebagai sebuah kesombongan. dan di lain kesempatan bisa dipotong kelebihan kain celananya sehingga tidak sampai isbal meski tidak digulung. dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Albany). ‫اْل َزا ِر فَِفي النَّا ِر‬ ِْ ‫ْي ِم َن‬ ِ ْ َ‫َس َفل ِمن الْ َك ْعب‬ َ َ ْ ‫َما أ‬ Apa yang berada di bawah matakaki dari sarung ada di neraka (H. 286 . dan tidak menahan (menggulung) rambut dan baju (dalam sholat) (H. dan untuk memakainya harus menggulung bagian atas. jika seandainya tidak digulung akan mengakibatkan isbal (kain menutup mata kaki). tapi juga pada celana (sirwal) (al- Kabaair karya adz-Dzahaby halaman 215). karena itu menggulung celana dalam sholat adalah perbuatan terpaksa melakukan yang makruh untuk menjauhi dosa besar.R Abu Dawud.Dari Ibnu Abbas : Nabi diperintah untuk sujud pada 7 anggota tubuh. 2.R al-Bukhari dari Abu Hurairah) Perbuatan isbal itu sendiri dinyatakan oleh Nabi sebagai kesombongan. karena hal itu termasuk kesombongan dan sesungguhnya Allah tidak menyukai kesombongan (H. Al-Imam al-Iraqy (salah seorang Ulama’ bermadzhab asy-Syafi’i) berpendapat bahwa isbal tidak khusus untuk sarung saja. karena di masa Nabi dan para Sahabat sudah dikenal penggunaan sarung.

R al-Bukhari) Larangan Melihat pada Hal-hal yang Melalaikan dalam Sholat 287 . maka cukuplah sekali saja. ‫ث‬ ُ ‫اب َحْي‬ َ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ق‬ َّ ‫ال ِِف‬ َ ‫الر ُج ِل يُ َس ِّوي الت َُّر‬ َ ‫َِّب‬ ٍ ‫َع ْن ُم َعْي ِق‬ َّ ‫يب أ‬ َّ ِ‫َن الن‬ ِ ‫اع ًَل فَو‬ ‫اح َد ًة‬ ِ َ‫ال إِ ْن ُكْنت ف‬ َ َ‫يَ ْس ُج ُد ق‬ َ َ Dari Muayqiib bahwasanya Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda kepada seseorang yang meratakan tanah ketika sujud: Jika engkau (perlu) melakukan hal itu. Maka beliau memberikan petunjuk bahwa jikalau seseorang itu butuh untuk mengusap tanah (mungkin karena ada kerikil yang mengganggu dan semisalnya).Larangan Meletakkan Salah Satu Atau Dua Tangan pada Pinggang ِ َ َ‫َع ْن أَِِب ُهَريْ َرَة َر ِض َي اللَّهُ َعْنهُ ق‬ َ ُ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم أَ ْن ي‬ ‫صلِّ َي‬ ُّ ِ‫ال نَ َهى الن‬ َ ‫َِّب‬ ‫صًرا‬ ِ َ‫الرجل ُمُْت‬ ُ ُ َّ Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu beliau berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam melarang seseorang sholat dengan meletakkan tangan pada pinggang (H. maka lakukanlah sekali (saja)(H.R al-Bukhari dan Muslim) Para Ulama’ menjelaskan sebab larangan ini adalah karena menunjukkan sikap kesombongan dan menyerupai sembahyangnya Yahudi. Karena jika dilakukan berulang kali maka hal itu menyerupai perilaku main-main dalam sholat. Larangan Melakukan Gerakan Main-Main/ Sia-sia dalam Sholat Nabi shollallahu alaihi wasallam pernah melihat seseorang ketika sujud meratakan/ mengusap kerikil pada tanah.

Ibnu Abbas berkata: Sungguh-sungguh kalian akan menghiasnya (masjid) sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nashara menghias (tempat peribadatan mereka)(H.R Abu Dawud. karena (gambar/corak) itu telah melalaikan aku baru saja dari sholatku (H. pent). Sebagaimana disebutkan dalam hadits: ِ ِ‫ول اللَّ ِه صلَّى اللَّه علَي ِه وسلَّم ما أ ُِمرت بِت ْشي‬ ‫يد‬ ُ ‫ال َر ُس‬ َ َ‫ال ق‬َ َ‫اس ق‬ ٍ َّ‫َع ِن ابْ ِن َعب‬ َ ُ ْ َ َ ََ َْ ُ َ ‫َّص َارى‬ َ ‫ود َوالن‬ ُ ‫ت الْيَ ُه‬ َ ‫اس لَتُ َز ْخ ِرفُن‬ ْ َ‫َّها َك َما َز ْخَرف‬ َ َ‫اج ِد ق‬ ٍ َّ‫ال ابْ ُن َعب‬ ِ ‫الْمس‬ ََ Dari Ibnu Abbas beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Aku tidak diperintah untuk meninggikan masjid (di luar batas kebutuhan). Kemudian beliau sempat melihat pada corak pakaian tersebut sekali pandangan. pemberian Abu Jahm.bahwa Nabi shollallahu alaihi wasallam sholat dengan memakai pakaian yang bercorak (bermotif. karena bisa mengganggu kekhusyu’an dalam sholat.R al-Bukhari dan Muslim) Para Ulama’ yang menjelaskan hadits ini biasanya juga menyebutkan larangan hiasan-hiasan dalam masjid. dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Albany) 288 .‫يص ٍة َْلَا أ َْع ََل ٌم فَنَظََر إِ ََل‬ ِ َ ‫صلَّى ِِف ََخ‬ ِ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم‬ َ َّ ِ‫َن الن‬ ‫َِّب‬ َّ ‫َع ْن َعائِ َشةَ أ‬ ‫ص ِِت َه ِذ ِه إِ ََل أَِِب َج ْه ٍم َوأْتُوِِّن‬ ِِ َ ‫ال ا ْذ َهبُوا ِبَمي‬ َ َ‫ف ق‬ َ ‫صَر‬ َ ْ‫ان‬ ‫أ َْع ََل ِم َها نَظَْرًة فَلَ َّما‬ ِ ِِ ِ َ ‫بأَنْبِ َجانيَّة أَِِب َج ْه ٍم فَِإن ََّها أَ ْْلَْت ِِن آن ًفا َع ْن‬ ‫ص ََلِِت‬ Dari Aisyah –radhiyallahu anha. Setelah selesai sholat beliau berkata: pergilah dengan membawa pakaian ini kepada Abu Jahm dan berikan kepadaku pakaian yang tidak bercorak dari Abu Jahm.

pent) (penjelasan Abus Sa’adaat al-Mubarok bin Muhammad al-Jazary dalam anNihaayah fii ghoriibil hadiits) Hadits di atas juga mengandung larangan menutup mulut dengan kain atau semisalnya. Menjulurkan kain dan tidak disatukan ujungnya di depan (penjelasan Abu Ubaidah). dishahihkan al-Hakim. Menjulurkan kain dari atas hingga sampai tanah (isbal) (penjelasan al-Munawi dalam Faidhul Qodiir dan al- Khotthoby). Sebagian orang ada yang menggunakan surban dan kainnya masih ada sisi yang 289 . kemudian ruku’ dan sujud dalam kondisi demikian (tangan berada dalam kungkungan pakaian.bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam melarang dari as-sadl dalam sholat dan menutup mulut (H. 2. Semacam selendang yang diselempangkan/ dijulurkan di atas kedua pundak dan ujungnya tidak disatukan/dipertemukan (penjelasan Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad dan Fatwa al-Lajnah ad-Daimah) 3. Berselimutkan kain/ pakaian dan tangannya berada di dalam.Larangan as-Sadl dan Menutup Mulut dengan Kain atau Semisalnya ‫الص ََل ِة‬ َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم نَ َهى َع ْن‬ َّ ‫الس ْد ِل ِِف‬ ِ َ ‫َن رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َّ ‫َع ْن أَِِب ُهَريْ َرَة أ‬ َّ ‫َوأَ ْن يُغَطِّ َي‬ ُ‫الر ُج ُل فَاه‬ Dari Abu Hurairah –radhiyallahu anhu.R Abu Dawud. Ini juga penafsiran asy-Syafii yang disebutkan al-Buwaithy dalam Mukhtasharnya. disepakati adz-Dzahaby dan al- Albany) As-Sadl memiliki beberapa penafsiran dari para Ulama’: 1. atTirmidzi.

Ahmad. Maka Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Mengapa kalian mengisyaratkan 290 . Assalamualaikum warahmatullah. Ini termasuk dalam larangan.R Abu Dawud. menjulur ke bawah dan digunakan menutup mulut. dan mengisyaratkan dengan tangannya ke arah dua sisi (kiri dan kanan). Larangan Duduk dalam Sholat dan Tangan Menyentuh Tanah Kecuali Karena Udzur ِ‫الصَلَة‬ َّ ‫الر ُج ُل ِِف‬ َّ ‫س‬ ِ َّ ِ َّ َ ُّ‫ نَ َهى النَِِّب‬: ‫ال‬ َ َ‫َع ِن ابْ ِن عُ َمَر ق‬ َ َ‫صلى اهللُ َعلَْيه َو َسل َم إ َذا َجل‬ ‫أَ ْن يَ ْعتَ ِم َد َعلَى يَ ِدهِ الْيُ ْسَرى‬ Dari Ibnu Umar beliau berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam melarang seseorang jika duduk dalam sholat bersandar pada tangan kirinya (H. dishahihkan al-Hakim dan disepakati adz-Dzahaby) Larangan Mengisyaratkan dengan Telapak Tangan pada Saat Salam dalam Sholat ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم قُ ْلنَا‬ ِ ِ َ ‫صلَّْي نَا َم َع َر ُسول اللَّه‬ َ ‫ال ُكنَّا إِ َذا‬ َ َ‫َع ْن َجابِ ِر بْ ِن َْسَُرَة ق‬ ‫ال‬َ ‫ْي فَ َق‬ ْ ‫َش َار بِيَ ِدهِ إِ ََل‬ ِ ْ َ‫اْلَانِب‬ َ ‫الس ََل ُم َعلَْي ُك ْم َوَر َْحَةُ اللَّ ِه َوأ‬ َّ ‫الس ََل ُم َعلَْي ُك ْم َوَر َْحَةُ اللَّ ِه‬ َّ ِ ِ ِ ِ ِ ُ ‫رس‬ ‫س‬ ٍ ْ‫اب َخْي ٍل ُِش‬ ُ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم َع ََل َم تُومئُو َن بأَيْدي ُك ْم َكأَن ََّها أَ ْذن‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ ‫ض َع يَ َدهُ َعلَى فَ ِخ ِذ ِه ُُثَّ يُ َسلِّ ُم َعلَى أ َِخ ِيه َم ْن َعلَى ََيِينِ ِه‬ َ َ‫َح َد ُك ْم أَ ْن ي‬ ِ َ ‫إََّّنَا يَكْفي أ‬ ِ ‫َوِِشَالِِه‬ Dari Jabir bin Samuroh beliau berkata: Kami jika sholat bersama Rasulullah shollallahu alaihi wasallam berkata: Assalamu alaikum warahmatullah.

R al-Bukhari dari Anas bin Malik) 291 .R Muslim dari Aisyah) Makruh sholat dalam keadaan sangat ingin buang air atau buang angin sehingga sholatnya tidak khusyu’. atau dalam keadaan menahan keluarnya sesuatu (buang air atau buang angin) dari dua jalan (H. Demikian juga pada saat hidangan telah tersedia. Larangan Sholat dalam Keadaan Sangat Mengantuk Sehingga Tidak Sadar Apa yang Diucapkan ُ‫الصَلةِ فَ ْليَ نَ ْم َح ََّّت يَ ْعلَ َم َما يَ ْقَرأ‬ َّ ‫َح ُد ُك ْم ِِف‬ َ‫سأ‬ ِ َ ‫إ َذا نَ َع‬ Jika salah seorang dari kalian mengantuk dalam sholat hendaknya tidur (terlebih dahulu) hingga ia mengetahui apa yang dibaca (dalam sholat) (H.R Muslim) Larangan Menahan dari Buang Air atau Angin Saat Sholat atau Pada Saat Hidangan Sudah Disiapkan dalam Keadaan Sangat Lapar ِ َ‫ضرةِ الطَّع ِام وََل هو ي َدافِعه ْاْلَخبث‬ ‫ان‬ ِ َ ْ ُ ُ ُ َ ُ َ َ َ ْ َ‫ص ََل َة ِب‬ َ ‫ََل‬ Tidak ada sholat pada saat makanan dihidangkan. sedangkan ia dalam keadaan sangat ingin makan dan halal untuk memakannya. karena pikiran akan terbayang-bayang pada makanan tersebut.dengan kedua tangan kalian seakan-akan ekor kuda yang tidak bisa diam (bergerak-gerak). Dalam kondisi demikian makruh sholat. Sesungguhnya cukup bagi kalian untuk meletakkan tangannya pada pahanya kemudian mengucapkan salam pada saudaranya yang ada di kanan dan kiri (H.

Hanya saja harus dipastikan dalam sholat wajib bahwa waktunya belum habis jika ia tidur kemudian sholat lagi. Ini berlaku untuk sholat wajib atau sunnah menurut Ibnu Hajar al- Asqolaany dan anNawawy. Khawatirnya ia bermaksud beristighfar.R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) Diriwayatkan dari Ibnu Umar beliau berpendapat bahwa makmum mendahului Imam membatalkan sholat makmum tersebut.Jika sangat mengantuk dalam sholat hingga tidak sadar dengan apa yang diucapkan. bermaksud minta surga. Larangan Bagi Makmum untuk Mendahului Imam ‫س َِحَا ٍر‬ َّ ِ ِ ِ َّ َ ْ‫أ ََما َُيْ َشى الذي يَ ْرفَ ُع َرأْ َسهُ قَ ْب َل ْاْل َمام أَ ْن َُيَ ِّو َل اللهُ َرأْ َسهُ َرأ‬ Tidakkah khawatir orang yang mengangkat kepalanya sebelum Imam. Namun jumhur Ulama’ berpendapat bahwa sholat makmum itu tidak batal. keliru ucap minta neraka. Atau. makruh sholat dalam kondisi demikian. karena sangat mengantuk. namun keliru mencela diri sendiri. hanya saja ia mendapat ancaman yang keras berdasarkan hadits tersebut (disarikan dari penjelasan al-Khotthoby yang dinukil al-Bushiry dalam Ithaaful Khiyaroh al-Maharoh (2/75)) Beberapa Dalil Hal-hal yang Membatalkan Sholat Telah Batal Wudhu’ Secara Yakin 292 . Allah ganti kepalanya menjadi kepala keledai?! (H. Sebaiknya tidur dulu hingga hilang kantuknya.

dan bacaan Al- Qur’an”(H. yang ada hanyalah tasbih. sebagaimana hadits Muawiyah bin al-Hakam riwayat Muslim. Larangan Berbicara dalam Sholat ‫َّسبِْي ُح َوالتَّ ْكبِْي ُر‬ َِّ ِ ‫صلُح فِْي َها َشيءٌ ِم ْن َكَلَِم الن‬ َّ ‫إِ َّن َه ِذ ِه‬ ْ ‫َّاس إَّنَا ُه َو الت‬ ْ ُ ْ َ‫الصَلََة َلَ ي‬ ِ ‫وقِراءةُ الْ ُقر‬ ‫آن‬ْ َََ “Sesungguhnya sholat ini tidak boleh ada ucapan manusia padanya. atau tidak tahu hukumnya.R Muslim dari Muawiyah bin al-Hakam) Seseorang yang berbicara dengan sengaja dalam sholat. maka sholatnya tidak batal.R al- Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) Untuk mengingat kembali apa saja syarat sah dan rukun- rukun sholat bisa dilihat pada bab-bab sebelumnya. seperti datangnya menstruasi (haid) bagi wanita.R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) Jika hadats kecil saja membatalkan sholat. terlebih lagi hadats besar. Namun jika ia lupa atau tidak sengaja. Tertawa dalam Sholat 293 . ‫ص ْوتًا أ َْو ََِي َد ِرَيًا‬ ْ ‫ص ِر‬ َ ‫ف َح ََّّت يَ ْس َم َع‬ َ ‫ََل يَْن‬ Janganlah berpaling (menghentikan sholat) hingga ia mendengar suara atau mendapati bau (secara meyakinkan telah batal wudhu)(H. maka sholatnya batal. takbir. Meninggalkan Rukun Sholat atau Syarat Sah Sholat dengan Sengaja Tanpa Udzur Nabi memerintahkan kepada orang yang sholat namun meninggalkan rukun sholat (thuma’ninah) untuk mengulangi sholatnya: ِ ‫ص ِّل‬ َ ‫ص ِّل فَِإن‬ َ ُ‫َّك ََلْ ت‬ َ َ‫ْارج ْع ف‬ Kembalilah sholat karena engkau belum sholat (H.

Seandainya makan dalam sholat diperbolehkan. Nabi menyarankan untuk mendahulukan makan dalam kondisi seperti itu. Hal ini berdasarkan hadits: ْ َ‫ص ََل َة ِِب‬ ‫ضَرةِ الطَّ َع ِام‬ َ ‫ََل‬ Tidak ada sholat ketika hadirnya makanan (H. Diperkecualikan sedikit minum dalam sholat sunnah yang panjang. sesuai dengan syarat Muslim) Ibnul Mundzir juga menukil ijma’ (kesepakatan Ulama’) bahwa orang yang tertawa dalam sholat batal sholatnya. pernah dilakukan oleh seorang Sahabat Nabi Abdullah bin az-Zubair. ia harus mengulang sholat namun tidak mengulang wudhu (riwayat Ibnu Abi Syaibah. dan makanan telah dihidangkan (tersedia). َ‫ضوء‬ ِ َّ ‫ أ ََع َاد‬، ‫الصَلَِة‬ ُ ‫الصَلََة َوََلْ يُعد الْ ُو‬ َّ ‫الر ُج ُل ِِف‬ َّ ‫ك‬َ ‫ض ِح‬ َ َ‫ ق‬، ‫َع ْن َجابِ ٍر‬ َ ‫ إ َذا‬: ‫ال‬ Dari Jabir –radhiyallahu anhu. niscaya Nabi akan memerintahkan: Silakan sholat sambil makan.R Muslim) Seseorang yang dalam keadaan sangat ingin makan.beliau berkata: Jika seseorang laki-laki tertawa dalam sholat. makruh baginya sholat. Makan dan Minum dalam Sholat Makan dalam sholat menyebabkan sholat batal. Al-Hakam bin Utaibah menyatakan: 294 . (Faidah dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin dalam Ta’liqot Ibn Utsaimin alal Kaafii libni Qudaamah) Ibnul Mundzir menukil ijma’ (kesepakatan Ulama) bahwa barangsiapa yang makan dan minum dalam sholat secara sengaja harus mengulangi sholatnya (batal).

al-Imam Ahmad menjelaskan bahwa hal itu dilakukan dalam sholat sunnah. para perawinya adalah rijaal al-Bukhari dan Muslim). ‫الصَلَِة‬ ُّ ‫ت َعْب َد اهللِ بْ ِن‬ ُ ‫الزبَ ِْري يَ ْشَر‬ َّ ‫ب َوُه َو ِِف‬ ُ ْ‫َرأَي‬ (diriwayatkan oleh Ali bin al-Ja’d dalam musnadnya dan Ibnul Mundzir dalam al-Awsath serta al-Imam Ahmad dalam Masaail anaknya Shalih dengan sanad yang shahih. sedangkan Ibnul Mundzir menyatakan bahwa kemungkinan hal itu dilakukan oleh Abdullah bin az-Zubair karena lupa. 295 .

Apakah hukum sujud sahwi? Jawab: Para Ulama’ sepakat bahwa sujud sahwi adalah disyariatkan. Namun mereka berbeda pendapat tentang hukumnya dalam 3 hal utama: a) Wajib. Jika yang terlupa adalah kewajiban. menurut pendapat al-Hanafiyah. DAN SUJUD SYUKUR SUJUD SAHWI Apakah yang Dimaksud dengan Sujud Sahwi? Jawab: Sujud sahwi adalah dua kali sujud (baik sebelum atau setelah salam) yang dilakukan karena lupa melakukan sesuatu bacaan atau gerakan dalam sholat yang disyariatkan atau ragu dalam sholat (seperti ragu tentang jumlah rokaat). 296 . TILAWAH. tergantung apa yang terlupa dilakukan dalam sholat. maka hukum sujud sahwi adalah wajib. menurut al-Hanaabilah. SUJUD SAHWI. (disarikan dari al-Fiqhu ‘alal madzaahibil arba’ah karya Abdurrahman al-Jaziiri juz 1 halaman 706). namun menjadi wajib bagi makmum jika Imam melakukannya. Jika yang terlupakan adalah termasuk kewajiban sholat. menurut pendapat al-Malikiyyah dan Asy-Syafiiyah. dan mubah (boleh). mustahab. Wallaahu A’lam. b) Sunnah (mustahab). c) Kadangkala hukumnya wajib. maka hukumnya wajib. Dalam hal ini pendapat yang rajih adalah pendapat yang menyatakan bahwa hukum sujud sahwi sesuai dengan apa yang terlupa dalam sholat.

kekurangan. atau ragu dalam sholat. ‫يد ِِف‬ ِ َّ ُّ َّ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّم‬ َ ‫يل لَهُ أَ ِز‬ َ ‫صلى الظ ْهَر َخَْ ًسا فَلَ َّما َسل َم ق‬ َ َ ‫َِّب‬ َّ ‫أ‬ َّ ِ‫َن الن‬ ِ ْ َ‫ت َخَْسا فَس َج َد َس ْج َدت‬ ‫ْي‬ َ ً َ ‫صلْي‬ َ َ‫الص ََلةِ ق‬ َّ َ ‫ال َوَما َذ َاك قَالُوا‬ َّ “Sesungguhnya Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam sholat dzhuhur 5 rokaat. Terdapat beberapa keadaan yang diriwayatkan tentang hal itu: a). Sholat 2 rokaat yang semestinya 4 rokaat (H. Maka beliau sujud dua kali sujud” (Muttafaqun ‘alaih). beliau juga pernah lupa dalam sholatnya dan melakukan sujud sahwi. maka sholatnya batal. Jika penambahan dan pengurangan dilakukan secara sengaja.Dalam keadaan bagaimana seseorang disyariatkan untuk melakukan sujud sahwi? Jawab: Disyariatkan sujud sahwi jika terlupa dalam hal : penambahan. b). 297 . ketika selesai salam ditanyakan kepada beliau: Apakah sholat ditambah? Nabi menyatakan: Ada apa? Para Sahabat berkata: Anda telah sholat 5 rokaat. Sujud sahwi dilakukan baik di dalam sholat wajib maupun sholat sunnah sesuai keumuman dalil yang ada. Apakah Nabi Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah lupa dalam sholat? Jawab: Ya.R alBukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Sholat 5 rokaat yang semestinya 4 rokaat (riwayat al- Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud). tidak bisa diganti dengan sujud sahwi (Fatwa Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin).

Maka bangkitlah Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam kemudian sholat 2 rokaat yang lain kemudian salam. kemudian takbir kemudian sujud seperti sujud sebelumnya atau lebih lama. wahai Rasulullah?’. Sholat 3 rokaat yang semestinya 4 rokaat (H. ‫ال لَهُ ذُو الْيَ َديْ ِن‬ ِ ْ َ‫ف ِم ْن اثْنَت‬ َ ‫ْي فَ َق‬ َ ‫صَر‬ ِ َ ْ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم ان‬ ِ َ ‫َن رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َّ ‫أ‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه‬ ِ ُ ‫ال رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ِ َ ‫الص ََلةُ أَم نَ ِسيت يا رس‬ ُ َ َ ‫ول اللَّه فَ َق‬ َُ َ َ ْ َّ ‫ت‬ ُ َ‫أَق‬ ْ ‫صَر‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه‬ ِ ُ ‫ال النَّاس نَعم فَ َقام رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ َ َْ ُ َ ‫َو َسلَّ َم أ‬ َ ‫َص َد َق ذُو الْيَ َديْ ِن فَ َق‬ ِ ‫ْي ُُثَّ سلَّم ُُثَّ َكبَّ ر فَسج َد ِمثْل سج‬ َّ‫ودهِ أ َْو أَطْ َو َل ُُث‬ ِ ْ َ‫ُخري‬ ِ َّ َ َ‫َو َسلَّم ف‬ ُُ َ ََ َ َ َ َ ْ ‫صلى اثْنَتَ ْْي أ‬ َ ‫َرفَ َع‬ “Sesungguhnya Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam berpaling (salam) pada 2 rokaat. maka 298 . kemudian Dzul Yadain berkata: ‘Apakah sholat diqoshor atau anda lupa. Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: Apakah Dzul Yadain benar? Para Sahabat berkata: Ya.R Muslim dari ‘Imron bin Hushain). kemudian beliau salam pada rokaat ke-3 kemudian masuk rumahnya. c). kemudian beliau mengangkat kepalanya” (lafadz sesuai riwayat alBukhari). ٍ ‫ث رَكع‬ ِ ِ ِ َ ‫َن رس‬ َّ‫ات ُُث‬ َ َ ‫صَر فَ َسلَّ َم ِِف ثَََل‬ ْ ‫صلَّى الْ َع‬ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َّ ‫أ‬ ‫ال يَا‬ ٌ ُ‫اق َوَكا َن ِِف يَ َديِْه ط‬ َ ‫ول فَ َق‬ ُ َ‫اْلِْرب‬ ْ ُ‫لَه‬ ُ ‫َد َخ َل َمْن ِزلَهُ فَ َق َام إِلَْي ِه َر ُج ٌل يُ َق‬ ‫ال‬ ِ ‫ضبَا َن ََيُُّر ِرَداءَهُ َح ََّّت انْتَ َهى إِ ََل الن‬ ‫َّاس‬ ْ ‫َغ‬ ‫صنِ َيعهُ َو َخَر َج‬ ِ َ ‫رس‬ َ ُ‫ول اللَّه فَ َذ َكَر لَه‬ َُ ِ ْ َ‫صلَّى رْك َعةً ُُثَّ َسلَّم ُُثَّ َس َج َد َس ْج َدت‬ ‫ْي ُُثَّ َسلَّ َم‬ َ َ َ َ‫َص َد َق َه َذا قَالُوا نَ َع ْم ف‬ َ ‫ال أ‬ َ ‫فَ َق‬ “Sesungguhnya Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam sholat ashr.

kemudian salam. Namun. kemudian bangkit tidak duduk (tasyahhud). Maka manusiapun turut berdiri bersama beliau. kemudian salam”(Muttafaqun ‘alaih).R Muslim). d) Meninggalkan tasyahhud awal pada sholat Dzuhur (Muttafaqun ‘alaih dari Abdullah bin Buhainah). (disarikan dari Shahih Fiqhis Sunnah juz 1 halaman 460-461 karya Abu Malik Kamaal bin as-Sayyid Saalim). Maka kemudian Nabi sholat satu rokaat. Maka beliau kemudian keluar (seperti terlihat marah) menarik selendangnya sampai (di hadapan) manusia. Maka ia berkata: Wahai Rasulullah…kemudian disebutkan apa yang dilakukan Nabi. Apakah sujud sahwi dilakukan sebelum atau setelah salam? Jawab: Sujud sahwi ada yang dilakukan sebelum salam dan ada yang dilakukan setelah salam. bangkitlah seseorang yang disebut al-Khirbaaq yang memiliki tangan panjang. para Ulama’ sepakat bahwa seandainya seseorang melakukan sujud 299 . beliau bertakbir sebelum salam kemudian sujud dua kali sujud dalam keadaan duduk. ِ ‫الصلَو‬ ِ ‫ْي ِم ْن بَ ْع‬ ِ ْ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه و َسلَّم رْك َعت‬ ِ ُ ‫صلَّى لَنَا رس‬ ‫ات ُُثَّ قَ َام‬ َ َّ ‫ض‬ ََ َ َ ‫ول اللَّه‬ َُ َ ‫يمهُ َكبَّ َر قَ ْب َل‬ِ ِ َ ‫ص ََلتَهُ َونَظَْرنَا تَ ْسل‬َ ‫ضى‬ َ َ‫َّاس َم َعهُ فَلَ َّما ق‬ ُ ‫س فَ َقا َم الن‬ْ ‫فَلَ ْم ََْيل‬ ‫س ُُثَّ َسلَّ َم‬ ِ ِ ِ ِ ْ ‫الت‬ ٌ ‫َّسليم فَ َس َج َد َس ْج َدتَ ْْي َوُه َو َجال‬ “Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam sholat bersama kami 2 rokaat. Kemudian beliau bertanya: ‘Apakah lelaki ini benar?’Para Sahabat menjawab: ya. Ketika menyelesaikan sholatnya dan kami menunggu salam. kemudian sujud 2 kali sujud. kemudian salam” (H.

jika: a) ada kekurangan.sahwi sebelum salam padahal seharusnya setelah salam. maka segera ia lakukan rukun yang tertinggal tersebut dan melakukan gerakan/bacaan sholat lanjutannya. b). Seseorang yang melewatkan salah satu kewajiban sholat. atau rokaat dalam sholat.Jika seseorang tersebut teringat ketika masih belum masuk pada rokaat selanjutnya. bacaan. kemudian nantinya sujud sebelum salam. atau sebaliknya. sholatnya tidak sah. kemudian nantinya sujud sahwi sebelum salam. terlewatkan dalam mengerjakan rukun atau kewajiban sholat.Jika seseorang tersebut teringat ketika sudah masuk pada rokaat selanjutnya. maka rokaat yang sedang dilakukan itu adalah pengganti bagi rokaat yang rukunnya terlewat. II) Dilakukan setelah salam. maka sholatnya sah. Dalam hal ini diambil hal yang meyakinkan (jumlah rokaat yang paling sedikit). maka ia nantinya sujud sahwi sebelum salam (sebagaimana hadits dari Abdullah bin Buhainah riwayat alBukhari – Muslim di atas). Namun jika terlewatkan rukun sholat yang lain. Untuk rukun sholat. . Dilakukan sebelum salam. jika terlewatkan takbiratul ihram. jika: a) ada penambahan gerakan. 300 . I). hanya saja ia meninggalkan keutamaan (Taudhiihul Ahkaam syarh Buluughil Maroom karya Syaikh Aalu Bassaam juz 2 halaman 21). misalnya tasyahhud awal. terdapat perincian: .Ragu dalam jumlah rokaat dan tidak bisa menentukan mana yang lebih kuat.

Menjalankan Sunnah Nabi. kemudian sujud sahwi. kemudian salam lagi.R Muslim). dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q. namun mampu memilih sesuatu yang lebih diyakini.S Ali Imran: 31). ikutilah aku. kemudian sujud sahwi. kemudian sujud sahwi. ia lakukan sholat secara sempurna sampai salam. maka ia sempurnakan sholat sampai salam. ً‫ك ِِبَا َخ ِطيئَة‬ َّ ‫ك اللَّهُ ِِبَا َد َر َجةً َو َح‬ ِ َ ‫ط َعْن‬ َ ‫َّك ََل تَ ْس ُج ُد للَّ ِه َس ْج َدةً إََِّل َرفَ َع‬ َ ‫فَِإن‬ 301 . maka ia lakukan kekurangan sholatnya tersebut sampai salam. Menghinakan syaitan: ِ َ‫… َكانَتَا تَر ِغيما لِلشَّيط‬ ‫ان‬ ْ ً ْ “…dua sujud itu adalah penghinaan bagi syaitan (H. seseorang sholat 5 rokaat yang seharusnya 4 rokaat. b) salam sebelum waktunya. c. Apa keutamaan sujud sahwi? Jawab: a. Dua kali sujud menambah 2 derajat dan menghapus 2 kesalahan. kemudian sujud sahwi. c) Ragu dalam jumlah rokaat. niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dalam kondisi demikian seseorang menyempurnakan sholatnya sampai salam. Dalam hal ini. b. sehingga bisa mendatangkan kecintaan dan ampunan dari Allah ِ ِ ِ ٌ ‫قُ ْل إ ْن ُكْنتُ ْم َُتبُّو َن اللَّهَ فَاتَّبِعُوِِّن َُْيبِْب ُك ُم اللَّهُ َويَ ْغف ْر لَ ُك ْم ذُنُوبَ ُك ْم َواللَّهُ َغ ُف‬ ‫ور‬ ‫يم‬ ِ ٌ ‫َرح‬ “Katakanlah (wahai Muhammad): Jika kalian mencintai Allah. Misalkan.

pada tiap-tiap perpindahan gerakan mengucapkan takbir. “…karena tidaklah engkau melakukan satu kali sujud karena Allah kecuali Allah akan angkat dengannya 1 derajat dan menghapus darimu 1 kesalahan”(H. sujud sahwi juga disyariatkan pada sholat sunnah (Majmu’ Fataawa Syaikh Bin Baaz juz 30 halaman 13). sedangkan makmum menganggap bahwa itu wajib. hal ini karena tidak ada hadits shohih yang mengkhususkan bacaan tertentu dalam sujud sahwi. kemudian diakhiri dengan salam. Jika seseorang lupa dalam sholat sunnah. Sama saja apakah sujud sahwi dilakukan sebelum atau setelah salam sholat. apakah makmum wajib sujud sahwi? Jawab: 302 . apakah disyariatkan juga sujud sahwi? Jawab: Ya.R Muslim) Apakah bacaan yang dibaca pada waktu sujud sahwi? Jawab: Imam Ahmad berpendapat bahwa bacaan dalam sujud sahwi adalah sebagaimana bacaan sujud dalam sholat. Jika Imam lupa melakukan suatu amalan yang dianggapnya sunnah. dan Imam tidak sujud sahwi. Bagaimana tata cara sujud sahwi? Jawab: Sujud sahwi dilakukan dengan cara dua kali sujud yang dipisahkan dengan duduk di antara 2 sujud.

Dalam kondisi semacam itu. b) jika imam lupa dalam sholatnya yang mengharuskan sujud sahwi namun pada saat itu makmum masbuq belum terlibat dalam sholat jamaah. makmum tidak wajib untuk sujud sahwi. Namun jika sujud sahwi dilakukan setelah salam. Contohnya.Makmum tidak wajib sujud sahwi dalam kondisi semacam itu. (disarikan dari asy-Syarhul Mumti’ karya Ibnu Utsaimin (3/391)). sedangkan makmum menganggap itu adalah wajib. menurut penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin. dan makmum diperintahkan untuk mengikuti Imam. karena ia terikat dengan sholatnya dengan Imam. maka makmum masbuq juga sujud sahwi nantinya setelah ia salam. Apakah makmum masbuq juga disyariatkan melakukan sujud sahwi? Jawab: Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin menjelaskan bahwa jika sujud sahwi dilakukan sebelum salam. maka makmum masbuq nantinya tidak perlu sujud sahwi ( Liqaa’ Baab 303 . seperti Imam lupa tidak tasyahhud awal. dan ia berpendapat bahwa itu adalah sunnah (bukan wajib) sebagaimana pendapat Ulama Syafiiyyah. makmum masbuq masih bisa mengikutinya. sedangkan Imam tidak melakukan suatu kekurangan (kewajiban yang ia yakini). Apakah kemudian makmum masbuq setelah salam nanti juga sujud sahwi? Dalam hal ini ada perincian: a) Jika makmum masbuq mengikuti imam pada saat sholat di bagian yang imam lupa padanya. makmum masbuq tidak bisa mengikutinya bersamaan dengan Imam. Di akhir sholat Imam tidak sujud sahwi.

maka tidak ada (sujud) sahwi baginya” (H.R atThobarony. maka hendaknya ia teruskan (sebagaimana hadits pada poin a) dan nantinya sebelum salam ia lakukan sujud sahwi.juz 188 halaman 10) Jika Imam Lupa Menambah Satu Rokaat. Seseorang yang bangkit sebelum tasyahhud. jika belum sempurna berdiri. Sebagai contoh. Namun pendapat yang dirajihkan oleh Syaikh Ibn Utsaimin dan Syaikh Abdurrohman as-Sa’di adalah bahwa tambahan rokaat itu terhitung bagi makmum masbuq. maka sebaiknya ia kembali duduk tasyahhud. َ‫الس ْه ِو َوإِ َذا َلَْ يَ ْستَتِ َّم قَائِ ًما فََل‬ َّ َ‫استَتَ َّم قَائِ ًما فَ َعلَْي ِه َس ْج َدتا‬ ِْ ‫إِ َذا َس َها‬ ْ َ‫اْل َم ُام ف‬ ‫َس ْه َو َعلَْي ِه‬ “Jika Imam lupa sehingga sempurna berdirinya. maka baginya harus melakukan 2 sujud sahwi. apa yang harus dilakukan? Jawab: Dalam hal ini ada 2 kemungkinan: a) Ia belum sempurna tegak berdiri. nantinya ia tidak perlu sujud sahwi. al-Maftuuh –seri tanya jawab dengan Syaikh al- Utsaimin. b) Sudah sempurna berdiri. Pada rokaat ketiga. dishahihkan al-Albany). Maka makmum masbuq tetap mengikuti Imam dan ia tidak perlu menambah lagi saat salam karena jumlah total rokaat yang telah ia lalui dalam sholat Maghrib itu sudah tiga rokaat (Liqoo’ al-Baab al- Maftuuh (182/13)). jika seorang makmum masbuq masuk di rokaat kedua di sholat Maghrib. Apakah Rokaat itu Terhitung Bagi Orang yang Masbuq? Jawab: Para Ulama berbeda pendapat tentang hal itu. mestinya Imam duduk tasyahhud akhir dan salam. namun Imam lupa dan berdiri lagi. 304 .

namun ia lebih cenderung yakin pada yang 3 rokaat. kemudian dia sujud sahwi. selanjutnya ia sempurnakan sholatnya sampai salam. namun 2 kemungkinan tersebut tidak bisa dirajihkan. maka hendaknya ia lemparkan keraguan itu dan membangun 305 . kemudian menyempurnakan sholatnya dengan salam. maka ia anggap dirinya telah mengerjakan 3 rokaat. maka seharusnya ia ambil jumlah yang ia anggap meyakinkan. ia tidak bisa memilihnya. kemudian nantinya sujud sahwi sebelum salam. kemudian menyempurnakan sisa rokaat. kemudian salam lagi. setelah salam sujud sahwi.Bagaimana tata cara sujud sahwi bagi orang yang ragu dalam sholatnya? Jawab: Seseorang yang ragu dalam sholat ada 2 kemungkinan: a) Ia tidak bisa memilih mana yang lebih kuat. Misalkan. ia ragu apakah sudah sholat 2 rokaat atau 3 rokaat. Contoh: seseorang yang ragu apakah sudah sholat 2 atau 3 rokaat. ِِ ‫ك أَح ُد ُكم ِِف‬ َّ ‫صلَّى ثَََلثًا أ َْم أ َْربَ ًعا فَ ْليَطَْر ْح الش‬ ‫َّك‬ َ ْ َ َّ ‫إِ َذا َش‬ َ ‫ص ََلته فَلَ ْم يَ ْد ِر َك ْم‬ َ ‫ْي قَ ْب َل أَ ْن يُ َسلِّ َم فَِإ ْن َكا َن‬ ‫صلَّى‬ ِ ْ َ‫استَ ْي َقن ُُثَّ يَس ُج ُد َس ْج َدت‬ ْ ِ َ ْ ‫َولْيَ ْْب َعلَى َما‬ ِ َ‫َخَْسا َش َفعن لَه ص ََلتَه وإِ ْن َكا َن صلَّى إَِْتَاما ِْلَرب ٍع َكانَتَا تَر ِغيما لِلشَّيط‬ ‫ان‬ ْ ً ْ َْ ً َ َُ َ ُ َْ ً “ Jika seseorang ragu dalam sholatnya kemudian dia tidak tahu apakah dia sholat 3 atau 4 rokaat. maka ia ambil yang 2 rokaat. dalam hal ini ia pilih jumlah rokaat yang paling sedikit (hal yang jelas diyakini). b) Ia bisa memilih mana yang lebih kuat. dan sujud sahwi sebelum salam.

Jika sholat sempurna 4 rokaat. sujud itu menggenapkan sholatnya. di atas keyakinan. tapi beliau tidak sujud. Beliau berkata: ِ ُّ ِ‫يا أَيُّها النَّاس إِنَّا ََّنُُّر ب‬ َ‫اب َوَم ْن ََلْ يَ ْس ُج ْد فَ ََل إِ ُْث‬ َ ‫َص‬ َ ‫الس ُجود فَ َم ْن َس َج َد فَ َق ْد أ‬ ُ َ َ ‫َعلَْي ِه‬ 306 . kemudian sujud dua kali sujud sebelum salam. Apakah Hukum Sujud Tilawah? Jawab: Hukumnya sunnah bukan kewajiban. namun Nabi tidak sujud (H. Sujud tilawah bisa dilakukan di dalam maupun di luar sholat.R Muslim dari Abu Sa’id al-Khudry) (Lihat Risalah fi Sujuudis Sahwi karya Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin) SUJUD TILAWAH Apa yang Dimaksud dengan Sujud Tilawah? Jawab: Sujud yang dilakukan karena membaca atau menyimak (bukan sekedar mendengar) ayat-ayat sujud (sajdah) dalam al-Quran. Demikian juga Umar pernah berkhutbah Jumat dan membaca surat anNahl. 2 sujud itu adalah penghinaan terhadap syaitan” (H. Jika ternyata ia sholat 5 rokaat. Zaid bin Tsabit pernah membacakan di hadapan Nabi surat anNajm yang terdapat ayat sujud. beliau membaca lagi ayat sujud. dan para Sahabat lain juga sujud. ketika sampai ayat sujud beliau turun dari mimbar kemudian sujud.R al- Bukhari). Jumat berikutnya.

Barangsiapa yang sujud maka ia mendapat pahala. Ia berkata: Duhai celaka. yaitu perintah Nabi untuk memperbanyak sujud bagi orang yang ingin dekat dengan beliau nanti di surga (H. Kita diperintah untuk membuat syaithan sengsara dan tidak gembira. Apakah yang Dibaca dalam Sujud Tilawah? Jawab: 307 . Anak Adam diperintah sujud ia mau sujud sehingga baginya surga. maka bagiku neraka (H.R Muslim dari Tsauban). Sedangkan keutamaan lain adalah keutamaan umum sujud. dan barangsiapa yang tidak sujud maka tidak ada dosa baginya (H.R al-Bukhari) Apakah Keutamaan Khusus Sujud Tilawah? Jawab: Sujud tilawah menghinakan syaithan (musuh utama kita) dan menyebabkan mereka menangis. sesungguhnya kita melewati (ayat) sujud.R Muslim dari Robiah bin Ka’ab al-Aslamy). (dalam riwayat Abu Kuraib: Duhai celaka aku). demikian juga dengan keutamaan satu kali sujud menghapus satu dosa dan meningkatkan satu derajat (H.R Muslim dari Abu Hurairah). dan aku diperintah sujud menolak.Wahai sekalian manusia. ‫ول يَا َويْلَهُ ( َوِِف ِرَوايَِة‬ ُ ‫الس ْج َد َة فَ َس َج َد ْاعتَ َزَل الشَّْيطَا ُن يَْب ِكي يَ ُق‬ َ ‫إِ َذا قَ َرأَ ابْ ُن‬ َّ ‫آد َم‬ ِ ‫السج‬ ِ ُ ‫اْلنَّةُ وأ ُِمر‬ ِ ُّ ِ‫ب) يا ويلِي أ ُِمر ابن آدم ب‬ ‫ود‬ ُ ُّ ‫ت ب‬ ْ َ َْ ُ‫الس ُجود فَ َس َج َد فَلَه‬ َ َ ُ ْ َ ْ َ َ ٍ ْ‫أَِِب ُكَري‬ ‫َّار‬ ِ ‫فَأَب ي‬ ُ ‫ت فَلي الن‬ ُ َْ Jika anak Adam membaca ayat sajdah kemudian sujud syaithan akan menyingkir dan menangis.

Apakah Disyaratkan Saat Sujud Tilawah Harus Suci dari Hadats dan Menghadap Kiblat? 308 . yaitu: 1. 5. Fusshilat ayat 37-38 12. adalah tidak ada bacaan khusus dalam sujud tilawah. 4. Al-Hajj ayat 18 7. anNahl ayat 49-50. Seperti bacaan : Subhaana robbiyal a’la. Ar-Ra’ad ayat 15. Al-Israa’ ayat 109. Karena itu bisa juga dibaca dalam sujud tilawah dan sujud-sujud biasa dalam sholat. 11. 3. anNajm ayat 62 13. anNaml ayat 25 10. Bacaan dalam sujud tilawah adalah bacaan yang dibaca untuk sujud dalam sholat. Apa Saja Ayat-ayat Sujud (Sajdah) dalam AlQuran? Jawab: Ada 14 tempat dalam alQuran. sebagaimana pendapat al-Imam Ahmad. Al-A’raaf ayat 206. Al-’Alaq ayat 19 (berdasarkan asy-Syarhul Mumti’ alaa Zaadil Mustaqni’ libni Utsaimin (4/96-97)).Pendapat yang lebih tepat. as-Sajdah ayat 15. Sedangkan bacaan: sajada wajhiya lilladzi… adalah bacaan yang dihasankan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Nataaijul Afkaar (2/110) dengan melihat penguat dari hadits Ali untuk sujud secara mutlak (bukan khusus sujud tilawah). Al-Insyiqaaq ayat 20-21 14. 2. Al-Hajj ayat 77 8. bisa dibaca dalam sujud tilawah juga. Maryam ayat 58 6. Al-Furqaan ayat 60 9.

Untuk sujud tilawah di dalam sholat: Bertakbir ketika turun untuk sujud maupun ketika bangun dari sujud. selesai ayat itu dibacakan. Karena Nabi shollallahu alaihi wasallam dalam sholat-sholatnya selalu bertakbir setiap turun atau bangun. jika sang pembaca sujud tilawah. menurut pendapat al-Imam asy-Syaukany. Cara sujudnya persis sama dengan cara sujud dalam sholat. maka penyimak juga tidak sujud tilawah. Sedangkan jika sang pembaca tidak sujud tilawah. Dalilnya adalah hadits Zaid bin Tsabit riwayat al-Bukhari dan Muslim bahwa ketika Zaid membacakan surat anNajm kepada Nabi. ia kemudian segera sujud. Cukup dengan satu kali sujud. Bagi yang menyimak bacaan. Bagaimana Tata Cara Sujud Tilawah? Jawab: Untuk sujud tilawah di luar sholat: Bagi pembaca ayat sujud. ‫ال إِ ِِّّن‬ ِِ َ َ‫ف ق‬ َ ْ‫ض َوَرفَ َع فَِإ َذا ان‬ َ ‫صَر‬ َ ‫صلِّي ِب ْم فَيُ َكبِّ ُر ُكلَّ َما َخ َف‬ َ ُ‫َع ْن أَِِب ُهَريْ َرَة أَنَّهُ َكا َن ي‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِ ِ ِ َ ‫ص ََلةً بَر ُسول اللَّه‬ َ ‫َْلَ ْشبَ ُه ُك ْم‬ 309 . maka disunnahkan baginya untuk sujud tilawah juga. tidak ada ketentuan khusus berdasarkan dalil yang shahih akan keharusan suci dari hadats dan menghadap kiblat. namun tentunya jika bisa suci dari hadats dan menghadap kiblat lebih utama. Nabi tidak sujud (asy-Syarhul Mumti’ (4/95)).Jawab: Untuk sujud tilawah di luar sholat. tanpa diawali dengan takbir dan tidak pula diakhiri dengan salam.

beliau berkata: Sesungguhnya aku adalah orang yang paling persis sholatnya dengan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bagi kalian (H. Apakah yang Dilakukan Imam? Jawab: Pertama. jika timbul keraguan dan tidak bisa memastikan mana pendapat makmum yang bisa dipilih. maka hendaknya ambil yang meyakinkan (jumlah rokaat yang paling sedikit.Dari Abu Hurairah –radhiyallahu anhu. maka hendaknya ia memilih pendapat makmum yang lebih bisa dipercaya menurutnya.bahwasanya beliau sholat bersama orang-orang. jika kemudian timbul keraguan dalam diri Imam. jika Imam yakin akan apa yang telah dilakukannya tentang berapa jumlah rokaat yang sebenarnya. Jika Setelah Selesai Sholat Makmum Saling Berbeda Pendapat tentang Jumlah Rokaat yang Telah Dikerjakan. setiap kali turun atau bangkit beliau selalu bertakbir. (disarikan dari Fataawa Nuurun ‘alad Darb libni Utsaimin (159/50-51)) 310 . pen). Kemudian sujud sahwi setelah salam Ketiga.R al-Bukhari dan Muslim) Kemudian sujud sekali dan bangkit dengan bertakbir. Misalkan makmum yang biasanya memiliki perhatian lebih dalam hal sholat. tambahi rokaat yang kurang. kemudian sujud sahwi sebelum salam. maka ia harus beramal dengan apa yang diyakininya. Kedua. Selesai sholat.

‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم فَتَ َو َّجهَ َْن َو‬ ِ ُ ‫ال خرج رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ٍ َّ ‫َع ْن َعْب ِد‬ ُ َ َ َ َ َ َ‫الر َْحَ ِن بْ ِن َع ْوف ق‬ ‫َن اللَّ َه‬ َّ ‫ت أ‬ ِ ‫صدقَتِ ِه فَدخل فَاست ْقبل الْ ِقب لَ َة فَخَّر س‬ َ َ‫اج ًدا فَأَط‬ ُ ‫ود َح ََّّت ظَنَ ْن‬ َ ‫الس ُج‬ ُّ ‫ال‬ َ َ ْ َ َ َْ َ َ َ َ َ ‫ال َم ْن َه َذا‬ َ ‫ت فَ َرفَ َع َرأْ َسهُ فَ َق‬ ِ ‫عَّز وج َّل قَ ْد قَبض نَ ْفسه فِيها فَ َدنَو‬ ُ ‫ت مْنهُ فَ َجلَ ْس‬ ُ ْ َ َُ َ َ ََ َ ِ ِ َ ‫ك قُ ْلت يا رس‬ ‫يت أَ ْن‬ ُ ‫ت َس ْج َد ًة َخش‬ َ ‫ول اللَّه َس َج ْد‬ ُ َ َ ُ َ ُ‫ال َما َشأْن‬ َ َ‫الر َْحَ ِن ق‬ َّ ‫ت َعْب ُد‬ ُ ‫قُ ْل‬ َّ ‫يل َعلَْي ِه‬ ‫الس ََلم أَتَ ِاِّن‬ ِ ِ ِ َ ‫ك فِ َيها فَ َق‬ َ َ‫يَ ُكو َن اللَّهُ َعَّز َو َج َّل قَ ْد قَب‬ َ ‫ال إ َّن ج ْْب‬ َ ‫ض نَ ْف َس‬ ‫ت َعلَْي ِه َوَم ْن َسلَّ َم‬ُ ‫صلَّْي‬ َ ‫ك‬ َ ‫صلَّى َعلَْي‬ َ ‫ول َم ْن‬ُ ‫ال إِ َّن اللَّ َه َعَّز َو َج َّل يَ ُق‬ َ ‫فَبَشََّرِِّن فَ َق‬ ‫ت لِلَّ ِه َعَّز َو َج َّل ُشكًْرا‬ ِ ُ ‫ك َسلَّ ْم‬ ُ ‫ت َعلَْيه فَ َس َج ْد‬ َ ‫َعلَْي‬ Dari Abdurrahman bin Auf beliau berkata:Rasulullah shollallahu alaihi wasallam keluar kemudian menuju 311 . maka Allah akan mengucapkan salam untuk orang itu. Begitu lama Nabi sujud syukur hingga Sahabat Abdurrahman bin Auf menyangka (khawatir) beliau meninggal dalam posisi sujud. tidak boleh di dalam sholat. maka Allah akan bersholawat kepada orang itu. Sujud itu sekali dilakukan sebagai bentuk syukur. Nabi shollallahu alaihi wasallam pernah sujud syukur karena mendapatkan kabar gembira setelah mendapat wahyu melalui Jibril bahwa barangsiapa yang bersholawat kepada Nabi. Barangsiapa yang mengucapkan salam untuk Nabi.SUJUD SYUKUR Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan saat seseorang mendapatkan kenikmatan/ anugerah yang luar biasa atau baru terhindar dari bencana. Sujud syukur hanya bisa dilakukan di luar sholat.

Sesungguhnya Jibril mendatangi aku dan mengabarkan kabar gembira bahwa Allah berfirman: “Barangsiapa yang bersholawat kepadamu. dishahihkan oleh al-Hakim dan dihasankan al-Albany berdasarkan jalur penguat dari riwayat lain) Sebagian saudara kita kaum muslimin –semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua. 312 . Kemudian aku mendekati beliau dan duduk (di dekat beliau). Aku mengucapkan salam untuknya”.ada yang selalu sujud syukur setiap selesai sholat.shodaqoh beliau (dalam riwayat lain: kebun kurma) kemudian beliau menghadap ke arah kiblat kemudian turun bersujud dan memanjangkan sujud hingga aku menyangka bahwa Allah Azza Wa Jalla telah mewafatkan beliau (dalam sujud itu).R Ahmad. Barangsiapa yang mengucapkan salam untukmu. Maka aku bersujud kepada Allah Azza Wa Jalla sebagai bentuk syukur (H. Hal ini tidak dicontohkan oleh Nabi dan para Sahabatnya. Nabi bertanya: Ada apa denganmu? Wahai Rasulullah engkau sujud (sangat lama) hingga aku mengira Allah telah mewafatkan anda. Aku bersholawat kepadanya. Kemudian beliau mengangkat kepalanya dan bertanya: Siapa ini? Aku berkata: Abdurrahman.

.. DZIKIR SELESAI SHOLAT FARDLU Berikut ini akan disebutkan bacaan-bacaan dzikir setelah sholat fardlu. Maha Suci Engkau wahai pemilik kemulyaan dan kemurahan Bacaan 1 dan 2 ini berdasarkan hadits Tsauban riwayat Muslim. Tiada 313 . Istighfar 3x ‫َستَ ْغ ِف ُر اللَّ َه‬ ِ ‫ أ‬.. kemudian setelah semua disebutkan. 3. dan untukNyalah pujian dan Dia Maha berkuasa di atas segala sesuatu. Bacaan tahlil berdasarkan hadits Abdullah bin az- Zubair: ‫اْلَ ْم ُد َوُه َو َعلَى ُك ِّل َش ْي ٍء‬ ْ ُ‫ك َولَه‬ َ ‫ََل إِلَ َه إََِّل اللَّهُ َو ْح َدهُ ََل َش ِر‬ ُ ‫يك لَهُ لَهُ الْ ُم ْل‬ ِ ِ ْ ‫قَد ٌير ََل َح ْو َل َوََل قُ َّوَة إََِّل بِاللَّه ََل إِلَهَ إََِّل اللَّهُ َوََل نَ ْعبُ ُد إََِّل إِيَّاهُ لَهُ الن‬ ُ‫ِّع َمةُ َولَه‬ ‫ِّين َولَ ْو َك ِرَه الْ َكافُِرو َن‬ َ ‫ْي لَهُ الد‬ ِِ َ ‫اْلَ َس ُن ََل إِلَ َه إََِّل اللَّهُ ُمُْلص‬ ْ ُ‫ض ُل َولَهُ الثَّنَاء‬ ْ ‫الْ َف‬ Artinya: Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah satu-satunya tidak ada sekutu bagiNya.‫أَست ْغ ِفر اللَّه‬ ْ ‫ أ‬.َ‫َستَ ْغف ُر اللَّه‬ ْ َ ُ َْ Artinya: Aku memohon ampunan kepada Allah (3x) 2.. Bacaan: Allaahumma antassalaam wa minkas salaam tabaarokta dzal jalaali wal ikroom ِْ ‫اْلَ ََل ِل َو‬ ‫اْل ْكَرِام‬ ْ ‫ت َذا‬ َ ‫الس ََل ُم تَبَ َارْك‬ َّ ‫ك‬َ ‫الس ََل ُم َوِمْن‬ َّ ‫ت‬َ ْ‫اللَّ ُه َّم أَن‬ Artinya: Yaa Allah Engkaulah as-Salaam dan dariMulah keselamatan. Hanya milikNyalah kekuasaan. akan diuraikan dalil-dalilnya: 1.

daya dan kekuatan kecuali atas (pertolongan) Allah. Bacaan tahlil berdasarkan hadits al-Mughiroh bin Syu’bah ‫اْلَ ْم ُد َوُه َو َعلَى ُك ِّل َش ْي ٍء‬ ْ ُ‫ك َولَه‬ َ ‫ََل إِلَهَ إََِّل اللَّهُ َو ْح َدهُ ََل َش ِر‬ ُ ‫يك لَهُ لَهُ الْ ُم ْل‬ ِ ِ ِ ِ ِ ‫اْلَ ِّد‬ ْ ‫ت َوََل يَْن َف ُع ذَا‬ َ ‫قَد ٌير اللَّ ُه َّم ََل َمان َع ل َما أ َْعطَْي‬ َ ‫ت َوََل ُم ْعط َي ل َما َمنَ ْع‬ ‫اْلَ ُّد‬ ْ ‫ك‬ َ ‫ِمْن‬ Artinya: Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah satu-satuNya tiada sekutu bagiNya. Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah. Ialah pemilik kenikmatan. MilikNyalah kekuasaan dan bagiNyalah pujian dan Dia Maha berkuasa di atas segala sesuatu. Tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dengan mengikhlaskan agama walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya 4. bertahmid (alhamdulillah: Segala puji bagi Allah) dan bertakbir (Allaahu Akbar: Allah yang terBesar). c. tahmid 33 x. Dan tidak bermanfaat pemilik kekayaan. b. kemewahan. karena dariMulah kekayaan itu 5. bagiNya kemulyaan dan pujian yang baik. Ada beberapa jenis bacaan dan jumlahnya. Tasbih 33x. yaitu: a. diakhiri dengan ucapan: Laa Ilaaha Illallahu wahdahu laa syariika lah. Subhaanallah walhamdulillah wallaahu akbar 33 x. Bertasbih (subhaanallah: Maha Suci Allah). dan takbir 33x. Lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qodiir. takbir 34x 314 . Ya Allah tidak ada yang bisa mencegah apa yang Engkau beri dan tidak ada yang bisa memberi apa yang Engkau cegah. tahmid 33x. Tasbih 33 x. kami tidak menyembah kecuali kepadaNya.

Abu Ayyub. Khusus untuk setelah sholat Subuh ada tambahan: 1.S al-Baqoroh ayat 255). dihapus 10 keburukan. 7. Keutamaannya: tercatat 10 kebaikan. dan surat anNaas. dan Dia Maha berkuasa di atas segala sesuatu Bacaan ini dibaca setelah sholat Subuh dan Maghrib. diangkat 10 derajat. rizki yang baik. 6. Membaca ayat kursi (Q. dan tahlil (Laa Ilaaha Illallaah) 25x Bisa memilih salah satu dari jenis-jenis tersebut. tahmid 10x. Tasbih 10x. Doa dalam hadits Ummu Salamah riwayat Ibnu Majah: ‫ك ِع ْل ًما نَافِ ًعا َوِرْزقًا طَيِّبًا َو َع َم ًَل ُمتَ َقبَّ ًَل‬ ْ ‫اللَّ ُه َّم إِ ِِّّن أ‬ َ ُ‫َسأَل‬ Artinya: Yaa Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat. MilikNyalah kekuasaan dan bagiNya pujian. Membaca surat al-Ikhlash. seperti memerdekakan 315 . takbir 10x e. takbir 25x.d. dan amalan yang diterima 2. tahmid 25x. Dia Yang Menghidupkan dan Mematikan. Bacaan tahlil pada saat belum merubah posisi duduk selesai salam sebelum berbicara berdasarkan hadits beberapa Sahabat (Abu Dzar. Tasbih 25x. surat al-Falaq. Abud Darda’) dibaca 10 kali: ِ َ ‫ََل إِلَ َه إََِّل اللَّهُ َو ْح َدهُ ََل َش ِر‬ ُ ‫اْلَ ْم ُد َُْييِي َوَُي‬ ‫يت َوُه َو َعلَى‬ ْ ُ‫ك َولَه‬ ُ ‫يك لَهُ لَهُ الْ ُم ْل‬ ‫ُك ِّل َش ْي ٍء قَ ِد ٌير‬ Artinya: Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah satu-satunya tidak ada sekutu bagiNya.

Al- Walid (salah seorang perawi) berkata: Aku bertanya kepada al-Auza’i: Bagaimana istighfar (tersebut)? Al-Auzai menjawab: mengucapkan astaghfirullah astaghfirullah (H. Dalil-dalil Bacaan Dzikir Setelah Sholat ‫ص ََلتِِه‬َ ‫ف م ْن‬ ِ َ ‫ول اللَّ ِه صلَّى اللَّه علَي ِه وسلَّم إِ َذا انْصر‬ ََ َ ََ َْ ُ َ ُ ‫ال َكا َن َر ُس‬ َ َ‫َع ْن ثَ ْوبَا َن ق‬ ‫ْج اَل ِل‬‫ت ذاا ال ا‬ ‫الس اَل ُم تابا اارْك ا‬ َّ ‫ك‬ ‫الس اَل ُم اوِم ْن ا‬ َّ ‫ت‬ ‫ال اللَّ ُه َّم أانْ ا‬ َ َ‫استَ ْغ َفَر ثَََلثًا َوق‬ ْ ‫َستَ ْغ ِف ُر اللَّ َه‬ َ َ‫ف ْاَل ْستِ ْغ َف ُار ق‬ ِ ِ ‫يد فَ ُق ْل‬ ِ َ َ‫اْل ْكر ِام ق‬ ْ ‫ول أ‬ ُ ‫ال تَ ُق‬ َ ‫ت ل ْْل َْوَزاع ِّي َكْي‬ُ ُ ‫ال الْ َول‬ ‫او ِْ ا‬ ‫َستَ ْغ ِف ُر اللَّ َه‬ ْ‫أ‬ Dari Tsauban –radhiyallahu anhu. jika dibaca selesai Maghrib sebagai penjagaan diri hingga Subuh. jika dibaca selesai Subuh sebagai penjagaan diri hingga Maghrib. 4 budak.R Muslim) ‫ْي يُ َسلِّ ُم اَل إِلا اه إََِّل‬ ِ ٍ ‫ول ِِف دب ِر ُك ِّل‬ َ ‫ص ََلة ح‬ َ ُ ُ ُ ‫الزبَ ِْري يَ ُق‬ َ َ‫الزبَ ِْري ق‬ ُّ ‫ال َكا َن ابْ ُن‬ ُّ ‫َع ْن أَِِب‬ ‫ْح ْم ُد او ُه او اعلاى ُك ِّل اش ْي ٍء قا ِد ٌير اَل‬ ‫ْك اولاهُ ال ا‬ ُ ‫يك لاهُ لاهُ ال ُْمل‬ ‫اللَّهُ او ْح ادهُ اَل اش ِر ا‬ ِ ‫ض ُل‬ ْ ‫اح ْو ال اواَل قُ َّو اة إََِّل بِاللَّه اَل إِلا اه إََِّل اللَّهُ اواَل نا ْعبُ ُد إََِّل إِيَّاهُ لاهُ الن‬ ْ ‫ِّع امةُ اولاهُ الْ اف‬ َ َ‫ِّين اولا ْو اك ِراه الْ اكافِ ُرو ان َوق‬ ِ ِ َّ ِ ِ ‫ال‬ ‫ين لاهُ الد ا‬ ‫ْح اس ُن اَل إلاها إ ََّل اللهُ ُم ْخلص ا‬ ‫اولاهُ الثَّنااءُ ال ا‬ ٍ‫ول اللَّ ِه صلَّى اللَّه علَي ِه وسلَّم ي هلِّل ِبِِ َّن دب ر ُك ِّل ص ََلة‬ ُ ‫َكا َن َر ُس‬ َ َُ ُ ُ َ ُ َ َ َ ْ َ ُ َ Dari Abuz Zubair ia berkata: Ibnuz Zubair mengucapkan selesai sholat (setelah salam): Laa Ilaaha Illallaahu 316 .beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam jika selesai dari sholatnya beliau beristighfar 3 kali dan berkata: Allaahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta dzal jalaali wal ikroom.

Ibnuz Zubair berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam bertahlil dengan ucapan-ucapan ini pada setiap selesai sholat (H. Laa ilaaha illallaah mukhlishiina lahud diin walaw karihal kaafiruun. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.wahdahu laa syariika lah.R Muslim) َّ ‫ب الْ ُمغِ َريةُ إِ ََل ُم َعا ِويَةَ بْ ِن أَِِب ُس ْفيَا َن أ‬ ‫َن‬ َ َ‫ال َكت‬ َ َ‫َع ْن َوَّر ٍاد َم ْوََل الْ ُمغِ َريِة بْ ِن ُش ْعبَةَ ق‬ ‫ص ََلةٍ إِذَا َسلَّ َم اَل إِلا اه إََِّل‬َ ‫ول ِِف ُدبُِر ُك ِّل‬ ُ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َكا َن يَ ُق‬ ِ َ ‫رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ ‫ْح ْم ُد او ُه او اعلاى ُك ِّل اش ْي ٍء قا ِد ٌير اللَّ ُه َّم‬ ‫ْك اولاهُ ال ا‬ُ ‫يك لاهُ لاهُ ال ُْمل‬ ‫اللَّهُ او ْح ادهُ اَل اش ِر ا‬ ‫ْجد‬‫ك ال ا‬ ‫ْج ِّد ِم ْن ا‬ ‫ت اواَل يا ْن اف ُع اذا ال ا‬‫ت اواَل ُم ْع ِط اي لِ اما امنا ْع ا‬ ‫اَل امانِ اع لِ اما أا ْعطاْي ا‬ Dari Warrood maula al-Mughiroh bin Syu’bah beliau berkata: al-Mughiroh menulis surat kepada Muawiyah bin Abi Sufyan bahwasanya Rasulullah shollallahu alaihi wasallam membaca (dzikir) setelah salam (dalam) sholat : Laa Ilaaha Illallaahu wahdahu laa syariika lah. Allaahumma laa maa-ni’a limaa a’thoyta wa laa mu’thiya limaa mana’ta. Laa hawla walaa quwwata illaa billaah. Laa Ilaaha Illallah wa Laa na’budu illaa iyaahu lahun ni’matu wa lahul fadhlu wa lahuts tsanaaul hasan.R al-Bukhari dan Muslim). Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa alaa kulli syai-in qodiir. ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َم ْن َسبَّ َح اللَّهَ ِِف ُدبُِر ُك ِّل‬ ِ ِ َ ‫َع ْن أَِِب ُهَريْ َرَة َع ْن َر ُسول اللَّه‬ ٌ‫ك تِ ْس َعة‬ ِ ِ‫َحد اللَّه ثَََلثًا وثَََلثِْي وَكبَّ ر اللَّه ثَََلثًا وثَََلث‬ ِ ِ‫ص ََلةٍ ثَََلثًا وثَََلث‬ َ ‫ْي فَ ْتل‬ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ‫ْي َو‬ َ َ َ ‫اْلَ ْم ُد‬ ْ ُ‫ك َولَه‬ َ ‫ال َتََ َام الْ ِمائَِة ََل إِلَهَ إََِّل اللَّهُ َو ْح َدهُ ََل َش ِر‬ ُ ‫يك لَهُ لَهُ الْ ُم ْل‬ َ َ‫َوتِ ْسعُو َن َوق‬ ‫ت ِمثْ َل َزبَ ِد الْبَ ْح ِر‬ ِ ِ ٍ ْ َ‫ت َخطَايَاهُ َوإِ ْن َكان‬ ْ ‫َوُه َو َعلَى ُك ِّل َش ْيء قَد ٌير غُفَر‬ 317 . Wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jadd (H.

Mereka berhaji dan umrah.Dari Abu Hurairah –radhiyallahu anhu.dari Rasulullah shollallahu alaihi wasallam: Barangsiapa yang bertasbih selesai sholat 33 kali dan bertahmid 33 kali dan bertakbir 33 kali. berpuasa sebagaimana kami puasa. dan mereka memiliki kelebihan harta. Mereka sholat sebagaimana kami sholat.R Muslim) ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ َ ‫َِّب‬ َ َ‫َع ْن أَِِب ُهَريْ َرَة َر ِض َي اللَّهُ َعْنهُ ق‬ ِّ ِ‫ال َجاءَ الْ ُف َقَراءُ إِ ََل الن‬ ‫صلُّو َن َك َما‬ ِ ِ ِ ‫الدثُوِر ِمن ْاْلَمو ِال بِالد‬ َ ُ‫َّر َجات الْعُ ََل َوالنَّعي ِم الْ ُمقي ِم ي‬ َ َْ ْ ُّ ‫ب أ َْه ُل‬ َ ‫فَ َقالُوا ذَ َه‬ ِ ‫نُصلِّي ويصومو َن َكما نَصوم وَْلم فَضل ِمن أَمو ٍال ََي ُّجو َن ِِبا وي عت ِمرو َن وَُي‬ ‫اه ُدو َن‬َ َ ُ َْ َ َ َ ُ َ ْ ْ ٌ ْ ُْ َ ُ ُ َ ُ ُ َ َ َ ‫َح ٌد‬ َ ‫ُح ِّدثُ ُك ْم إِ ْن أ‬ َ ‫َخ ْذ ُُْت أ َْد َرْكتُ ْم َم ْن َسبَ َق ُك ْم َوََلْ يُ ْد ِرْك ُك ْم أ‬ َ ‫ال أَََل أ‬ َ َ‫ص َّدقُو َن ق‬َ َ‫َويَت‬ ‫ْي ظَ ْهَرانَْي ِه إََِّل َم ْن َع ِم َل ِمثْ لَهُ تُ َسبِّ ُحو َن َوََْت َم ُدو َن‬ َ ْ َ‫بَ ْع َد ُك ْم َوُكْنتُ ْم َخْي َر َم ْن أَنْتُ ْم ب‬ ‫ضنَا نُ َسبِّ ُح ثَََلثًا‬ ِ ٍ ‫وتُ َكبِّ رو َن خ ْلف ُك ِّل‬ ُ ‫ال بَ ْع‬َ ‫اختَ لَ ْفنَا بَْي نَ نَا فَ َق‬ ْ َ‫ْي ف‬ َ ‫ص ََلة ثَََلثًا َوثَََلث‬ َ َ َ ُ َ ‫ول‬ َ ‫ت إِلَْي ِه فَ َق‬ ُ ‫ال تَ ُق‬ ُ ‫ْي فَ َر َج ْع‬ ِ َ ‫ْي َونُ َكبِّ ُر أ َْربَ ًعا َوثَََلث‬ ِ َ ‫ْي َوَْن َم ُد ثَََلثًا َوثَََلث‬ ِ َ ‫َوثَََلث‬ ‫اْلَ ْم ُد لِلَّ ِه َواللَّهُ أَ ْكبَ ُر َح ََّّت يَ ُكو َن ِمْن ُه َّن ُكلِّ ِه َّن ثَََلثًا َوثَََلثِْي‬ ْ ‫ُسْب َحا َن اللَّ ِه َو‬ Dari Abu Hurairah –radhiyallahu anhu. itu adalah 99. akan diampuni dosa-dosanya meski sebanyak buih di lautan (H. Nabi bersabda: Maukah kalian aku tunjukkan (suatu amalan) jika kalian lakukan akan 318 .beliau berkata: orang-orang faqir datang kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam kemudian berkata: Orang-orang kaya yang banyak harta telah pergi mendapatkan derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal. berjihad dan bershodaqoh. dan disempurnakan menjadi 100 dengan (ucapan) Laa Ilaaha Illallaahu wahdahu laa syariika lah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.

Maka kami berselisih di antara kami. tidaklah merugi orang yang membacanya atau mengamalkannya. tahmid 33 kali dan takbir 34 kali (H. bertahmid 33 kali dan bertakbir 34 kali.dari Rasulullah shollallahu alaihi wasallam beliau bersabda: Ucapan- ucapan yang dibaca selesai sholat. dan kalian tidak akan dicapai oleh orang-orang setelah kalian dan kalian adalah yang terbaik.mencapai orang-orang yang mendahului kalian. kemudian kami kembali kepadanya. kecuali jika ada yang beramal semisal dengan itu? Kalian bertasbih.R Muslim no 937 dan 938) ‫ال‬َ َ‫ات َوالنَّعِي ِم الْ ُم ِقي ِم ق‬ ِ ‫الدثُوِر بِالدَّرج‬ ََ ُّ ‫ب أ َْه ُل‬ ِ َّ َ ‫عن أَِِب هري رَة قَالُوا يا رس‬ َ ‫ول الله َذ َه‬ َُ َ ََْ ُ ْ َ ‫ول أ َْم َواْلِِ ْم‬ ِ‫ض‬ ِ ُ ُ‫اه ْدنَا َوأَنْ َف ُقوا م ْن ف‬ َ ‫اه ُدوا َك َما َج‬ َ ‫صلَّْي نَا َو َج‬ َ ‫صلَّ ْوا َك َما‬ َ ‫ف َذ َاك قَالُوا‬ َ ‫َكْي‬ ‫ُخِْبُُك ْم بِأ َْم ٍر تُ ْد ِرُكو َن َم ْن َكا َن قَ ْب لَ ُك ْم َوتَ ْسبِ ُقو َن َم ْن‬ ْ ‫ال أَفَ ََل أ‬ َ َ‫ت لَنَا أ َْم َو ٌال ق‬ ْ ‫َولَْي َس‬ ‫َح ٌد ِبِِثْ ِل َما ِجْئتُ ْم بِِه إََِّل َم ْن َجاءَ ِبِِثْلِ ِه تُ َسبِّ ُحو َن ِِف ُدبُِر ُك ِّل‬َ ‫َجاءَ بَ ْع َد ُك ْم َوََل يَأِِْت أ‬ ‫ص ََلةٍ َع ْشًرا َوََْت َم ُدو َن َع ْشًرا َوتُ َكبِّ ُرو َن َع ْشًرا‬ َ 319 . setiap selesai sholat wajib membaca tasbih 33 kali.R al-Bukhari no 798 dan Muslim no 936) ِ َ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ق‬ ِ ِ ِ ‫َع ْن َك ْع‬ ‫يب‬ ُ ‫ات ََل َُي‬ ٌ َ‫ال ُم َعقِّب‬ َ ‫ب بْ ِن ُع ْجَرَة َع ْن َر ُسول اللَّه‬ ‫ث َوثَََلثُو َن‬ َ ِ‫ث َوثَََلثُو َن تَ ْسب‬ ٌ ‫يحةً َوثَََل‬ ٌ ‫ص ََلةٍ َمكْتُوبٍَة ثَََل‬ ِ ِ َ ‫قَائلُ ُه َّن أ َْو فَاعلُ ُه َّن ُدبَُر ُك ِّل‬ َ ‫ََْت ِم‬ ‫يد ًة َوأ َْربَ ٌع َوثَََلثُو َن تَ ْكبِ َريًة‬ Dari Ka’ab bin Ujroh –radhiyallahu anhu. Sebagian kami ada yang menyatakan: bertasbih 33 kali. dan bertakbir selesai sholat 33 kali. bertahmid. maka ia berkata: engkau mengucapkan subhaanallah walhamdulillah wallaahu akbar 33 kali (H.

berjihad sebagaimana kami jihad.: Para Sahabat berkata: Wahai Rasulullah orang-orang kaya telah pergi dengan derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal.R al-Bukhari no 5854). Nabi bersabda: Maukah kalian aku khabarkan dengan (suatu amalan) yang dengan itu kalian bisa mencapai orang- orang sebelum kalian dan kalian bisa melampaui orang- orang sebelum kalian. tidak ada orang lebih utama kecuali jika mengamalkan seperti yang kalian amalkan? (yaitu) kalian bertasbih setelah selesai sholat 10 kali. ِ َ‫ان أَو خلَّت‬ ِ ‫ال خ‬ ِ ِ ِ ‫ان ََل‬ َ ْ َ‫صلَت‬ ْ َ َ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم ق‬ ِّ َِّ‫َع ْن َعْبد اللَّه بْ ِن َع ْم ٍرو َع ْن الن‬ َ ‫ِب‬ ‫يل يُ َسبِّ ُح ِِف‬ِ ِِ ِ ْ ‫ظ َعلَْي ِه َما َعْب ٌد ُم ْسلِ ٌم إََِّل َد َخ َل‬ ُ ِ‫َُيَاف‬ ٌ ‫اْلَنَّ َة ُُهَا يَس ٌري َوَم ْن يَ ْع َم ُل ِب َما قَل‬ ِ ‫ك َخَْسو َن وِمائَةٌ بِاللِّس‬ ِ ٍ ‫ان‬ َ َ ُ َ ‫ص ََلة َع ْشًرا َوََْي َم ُد َع ْشًرا َويُ َكبِّ ُر َع ْشًرا فَ َذل‬ َ ‫ُدبُِر ُك ِّل‬ ِ ِ ِ ٍ ِ َْ‫ف وَخ‬ ‫ض َج َعهُ َوََْي َم ُد ثَََلثًا‬ ْ ‫َخ َذ َم‬َ ‫ْي إِذَا أ‬ َ ‫س مائَة ِِف الْم َيزان َويُ َكبِّ ُر أ َْربَ ًعا َوثَََلث‬ ُ َ ٌ ْ‫َوأَل‬ ِ ِ ِ ‫ك ِمائَةٌ بِاللِّس‬ ِ ِ‫وثَََلثِْي ويسبِّح ثَََلثًا وثَََلث‬ ‫ت‬ ُ ْ‫ف ِِف الْم َيزان فَلَ َق ْد َرأَي‬ ٌ ْ‫ان َوأَل‬ َ َ ‫ْي فَ َذل‬ َ َ ُ َ َُ َ َ ‫ف ُُهَا يَ ِس ٌري‬ ِ َ ‫ول اللَّ ِه صلَّى اللَّه علَي ِه وسلَّم ي ع ِق ُدها بِي ِد ِه قَالُوا يا رس‬ َ ‫ول اللَّه َكْي‬ َُ َ َ َ َْ َ َ َ ْ َ ُ َ َ ‫َر ُس‬ ‫َح َد ُك ْم يَ ْع ِِن الشَّْيطَا َن ِِف َمنَ ِام ِه فَيُنَ ِّوُمهُ قَ ْب َل أَ ْن‬ ِ ِِ َ ‫ال يَأِِْت أ‬ َ َ‫يل ق‬ ٌ ‫َوَم ْن يَ ْع َم ُل ِب َما قَل‬ ِِ ‫ي ُقولَه ويأْتِ ِيه ِِف‬ َ ‫ص ََلته فَيُ َذ ِّك ُرهُ َح‬ ‫اج ًة قَ ْب َل أَ ْن يَ ُقوَْلَا‬ َ ََ ُ َ Dari Abdullah bin Amr dari Nabi shollallahu alaihi wasallam beliau bersabda: Ada dua hal yang tidaklah seorang hamba muslim menjaganya kecuali ia akan masuk surga. Nabi bertanya: Bagaimana itu? Para Sahabat berkata: mereka sholat sebagaimana kami sholat. bertahmid 10 kali dan bertakbir 10 kali (H. dan mereka berinfaq dengan kelebihan hartanya sedangkan kami tidak memiliki harta.Dari Abu Hurairah –radhiyallahu anhu. 320 .

(Abdullah bin Amr berkata) Aku melihat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam menghitung dengan jarinya. Itu adalah 150 di lisan dan 1500 di timbangan. dinyatakan sanadnya shahih oleh anNawawy dan dishahihkan al- Albany) ‫ َم ْن قَ َرأَ آيَةَ الْ ُك ْرِس ِّي ِِف‬: ‫صلَّى اهللُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِ َ ‫ال َر ُس ْو ُل اهلل‬ َ َ‫َع ْن أَِِب أَُم َامةَ ق‬ َ َ‫ال ق‬ ِ ْ ‫دب ِر ُك ِّل صَلٍَة م ْكتُوب ٍة ََل َيَْنَ عه ِمن دخوِل‬ َ ‫اْلَنَّة إَِلَّ أَ ْن ََيُْو‬ ‫ت‬ ُْ ُ ْ ُْ ْ َْ َ َ ُُ Dari Abu Umamah –radhiyallahu anhu.Keduanya adalah ringan tapi yang mengamalkannya sedikit.beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang membaca ayat Kursi selesai sholat wajib. dishahihkan Ibnu Hibban dan al- Albany) ِ َ‫ اِقْ رأُوا الْمع ِّوذ‬: ‫ال رسو ُل اهللِ صلَّى اهلل علَي ِه و سلَّم‬ ‫ات‬ َ َ‫َع ْن عُ ْقبَةَ بْ ِن َع ِام ٍر ق‬ َُ َ َ َ َ ْ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ‫ ق‬: ‫ال‬ ‫صَلٍَة‬ َ ‫ِِف ُدبُِر ُك ِّل‬ 321 .R Abu Dawud dan Ahmad.R anNasaai. bertakbir 10 kali. (Para Sahabat bertanya): Wahai Rasulullah bagaimana amalan itu disebut ringan dan yang mengamalkannya sedikit? Beliau bersabda: syaithan mendatangi kalian pada saat akan tidur dan menidurkan kalian sebelum mengucapkan kalimat itu dan syaithan mendatangi kalian pada waktu sholat dan mengingatkan dengan keperluannya sebelum (sempat) ia mengucapkan dzikir itu (H. tidaklah menghalanginya dari masuk surga kecuali kematian (H. bertahmid 10 kali. tahmid 33 kali dan tasbih 33 kali. Dan ketika akan tidur di pembaringannya membaca takbir 34 kali. yaitu: bertasbih setelah selesai sholat 10 kali. Itu adalah 100 di lisan dan 1000 di timbangan.

al-Falaq. Lahul mulku wa 322 .R Ibnu Majah. dan anNaas) setiap selesai sholat (H. dan diriwayatkan oleh atThobarony dalam al-Mu’jamus Shoghir dengan sanad yang jayyid menurut al-Albany) ‫ص ََل ِة الْ َف ْج ِر‬ َ ‫ال ِِف ُدبُِر‬ َ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ق‬ َ َ‫ال َم ْن ق‬ ِ َ ‫َن رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َّ ‫َع ْن أَِِب َذ ٍّر أ‬ ُ‫ك َولَه‬ َ ‫ان ِر ْجلَْي ِه قَ ْب َل أَ ْن يَتَ َكلَّ َم ََل إِلَ َه إََِّل اللَّهُ َو ْح َدهُ ََل َش ِر‬ ُ ‫يك لَهُ لَهُ الْ ُم ْل‬ ٍ َ‫وهو ث‬ ََُ ٍ َ‫ات ُكتِبت لَه ع ْشر حسن‬ ٍ ِ ٍ ِ ‫ات‬ َ َ ُ َ ُ ْ َ ‫يت َوُه َو َعلَى ُك ِّل َش ْيء قَد ٌير َع ْشَر َمَّر‬ ُ ‫اْلَ ْم ُد َُْييِي َوَُي‬ ْ ‫ك ُكلَّهُ ِِف ِح ْرٍز ِم ْن‬ ِ ٍ ِ ٍ ِ َ ‫ت َعْنهُ َع ْش ُر َسيِّئَات َوُرف َع لَهُ َع ْش ُر َد َر َجات َوَكا َن يَ ْوَمهُ ذَل‬ ْ َ‫َوُُمي‬ ‫ك الْيَ ْوِم إََِّل الش ِّْرَك‬ ِ َ ‫ب أَ ْن يُ ْد ِرَكهُ ِِف َذل‬ ٍ ْ‫ان وََلْ يَْنبَ ِغ لِ َذن‬ ِ ِ ‫ُك ِّل مكْروهٍ وح ِر‬ َ َ‫س م ْن الشَّْيط‬ َ َُ ُ َ ‫بِاللَّ ِه‬ Dari Abu Dzar –radhiyallahu anhu. di dalam sanadnya ada perawi yang tak dikenal.Dari Uqbah bin Amir –radhiyallahu anhu.beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Bacalah al-Muawwidzaat (al-Ikhlash. dishahihkan al-Hakim (sesuai syarat Muslim) dan disepakati adz-Dzahaby) ِ ُّ ‫ول إِ َذا صلَّى‬ ُ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َكا َن يَ ُق‬ َّ ‫َع ْن أ ُِّم َسلَ َمةَ أ‬ ‫ْي‬ َ ‫الصْب َح ح‬ َ َّ ِ‫َن الن‬ َ ‫َِّب‬ ‫ك ِع ْل ًما نَافِ ًعا َوِرْزقًا طَيِّبًا َو َع َم ًَل ُمتَ َقبَّ ًَل‬ ْ ‫يُ َسلِّ ُم اللَّ ُه َّم إِ ِِّّن أ‬ َ ُ‫َسأَل‬ Dari Ummu Salamah bahwasanya Nabi shollallahu alaihi wasallam mengucapkan dalam sholat Subuh ketika selesai salam: Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an wa rizqon thoyyiban wa ‘amalan mutaqobbalaa (H.R anNasaai.bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang mengucapkan selesai sholat Subuh dalam keadaan belum merubah posisi kakinya sebelum berbicara (yang lain): Laa Ilaaha Illallah wahdahu laa syariika lah.

lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir sepuluh kali. dan ini yang benar menurut Ibnu ‘Asaakir).Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir 10 kali selesai sholat Maghrib. Dalam riwayat anNasaai disebutkan dua jalur riwayat.R atTirmidzi. dihapus 10 keburukan. diangkat 10 derajat dan hari itu dilindungi dari segala yang dibenci dan dibentengi dari syaithan dan tidak ada dosa yang bisa membatalkan amalannya pada hari itu kecuali kesyirikan (H. tercatat untuknya 10 kebaikan. dan Allah catat untuknya 10 kebaikan dan dihapus 10 keburukan dan terhitung seperti membebaskan 10 budak beriman (H. dihasankan olehnya dan disepakati al-Albany. dihasankan olehnya dan disepakati oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Nataaijul Afkaar (2/304)) ‫ال‬َ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َم ْن ق‬ ِ ُ ‫ال رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ َ‫ال ق‬ ِّ ‫السبَِأ‬ َ َ‫ي ق‬ َّ ‫يب‬ ٍ ِ‫َع ْن ُعمارَة بْ ِن َشب‬ ََ ِ َ ‫ََل إِلَهَ إََِّل اللَّهُ َو ْح َدهُ ََل َش ِر‬ ‫يت َوُه َو َعلَى ُك ِّل‬ ُ ‫اْلَ ْم ُد َُْييِي َوَُي‬ ْ ُ‫ك َولَه‬ ُ ‫يك لَهُ لَهُ الْ ُم ْل‬ ِ َ‫ث اللَّه مسلَح ًة ََي َفظُونَه ِمن الشَّيط‬ ٍ ِ ٍ ‫ان‬ ْ ْ ُ ْ َ ْ َ ُ َ ‫َش ْيء قَد ٌير َع ْشَر َمَّرات َعلَى إِثْ ِر الْ َم ْغ ِر ِب بَ َع‬ ٍ ‫ات وَُما عْنه ع ْشر سيِّئ‬ ٍ ِ ٍ ِ ِ ْ ُ‫َح ََّّت ي‬ ‫ات‬ َ َ َ َ ُ َ َ َ َ‫ب اللَّهُ لَهُ ِبَا َع ْشَر َح َسنَات ُموجب‬ َ َ‫صب َح َوَكت‬ ٍ َ‫اب مؤِمن‬ ٍ ‫ات‬ ْ ُ ٍ َ‫ت لَهُ بِ َع ْد ِل َع ْش ِر ِرق‬ ْ َ‫ُموبَِقات َوَكان‬ dari Umaroh bin Syabiib as-Sabaa-iy beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang mengucapkan: Laa Ilaaha Illallah wahdahu laa syariika lah.R atTirmidzi. 323 . Allah akan mengutus pasukan penjaga yang akan menjaganya dari syaithan hingga Subuh. dan riwayat yang benar adalah dari Umaroh bin Syabiib dari seorang Sahabat al-Anshar.

bertahmid 33 kali dan bertakbir 34 kali. ِ ٍ ‫ال أ ُِمرنَا أَ ْن نُسبِّح دب ر ُك ِّل‬ ِ ٍِ ِ ‫ْي‬ َ ‫ص ََلة ثَََلثًا َوثَََلث‬ َ َُ ُ َ َ ْ َ َ‫َع ْن َزيْد بْ ِن ثَابت َرض َي اللَّهُ َعْنهُ ق‬ ‫صا ِر ِِف الْ َمنَ ِام‬ ِ ِ ِ َ ْ‫ال فَ َرأَى َر ُج ٌل م ْن ْاْلَن‬ َ َ‫ْي ق‬ َ ‫ْي َونُ َكبِّ َرهُ أ َْربَ ًعا َوثَََلث‬ َ ‫َوَْن َم َدهُ ثَََلثًا َوثَََلث‬ ‫ص ََلةٍ ثَََلثًا‬ ِ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم أَ ْن تُ َسبِّ ُحوا ِِف ُدبُِر ُك ِّل‬ ِ ُ ‫ال أَمرُكم رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ ْ َ َ َ ‫فَ َق‬ ِ ِ ِ ‫اج َعلُوا‬ْ َ‫ال ف‬ َ َ‫ال نَ َع ْم ق‬ َ َ‫ْي ق‬ َ ‫ْي َوََْت َم ُدوا اللَّهَ ثَََلثًا َوثَََلث‬ َ ‫ْي َوتُ َكبِّ ُروا أ َْربَ ًعا َوثَََلث‬ َ ‫َوثَََلث‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِ ‫َخَْسا و ِع ْش ِرين واجعلُوا الت‬ ِّ ِ‫يل َم َع ُه َّن فَغَ َدا َعلَى الن‬ َ ‫َِّب‬ َ ‫َّهل‬ْ َْ َ َ َ ً َ ‫فَ َح َّدثَهُ فَ َق‬ ‫ال افْ َعلُوا‬ dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu anhu beliau berkata: Kami diperintah untuk bertasbih selesai sholat 33 kali bertahmid 33 kali bertakbir 34 kali. hanya didapatkan oleh orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa-dosa besar dan banyak menjalankan ketaatan. Pihak itu berkata: Jadikanlah hitungannya 25 kali dan tambahkanlah bacaan tahlil (25 kali juga). Pagi harinya Sahabat yang bermimpi itu menyampaikan mimpinya kepada Nabi dan beliau bersabda: Kerjakanlah (H. tidak berlaku bagi orang-orang yang terus menerus senang berbuat dosa berdasarkan firman Allah: 324 . anNasaai dishahihkan Ibnu Hibban dan disepakati oleh al-Albany) Catatan: Sebagian Ulama’ menyatakan bahwa keutamaan- keutamaan yang besar dalam dzikir tersebut dan semisalnya. Kemudian seorang (Sahabat) dari kalangan Anshar bermimpi ada pihak yang berkata: Apakah Rasulullah shollallahu alaihi wasallam memerintahkan kalian agar selesai sholat bertasbih 33 kali. Ia berkata: Ya.R atTirmidzi.

sama saja hidup dan matinya?! Sungguh buruk apa yang mereka tetapkan (Q.S al-Jaatsiyah: 21) Faidah ini disebutkan dalam Tuhfatul Ahwadzi karya al- Mubarakfuri (9/312)). demikian juga dalam Fathul Baari libni Hajar dan Subulussalaam lis shon’aaniy. 325 . ِ َّ ‫ات أَ ْن ََنعلَهم َكالَّ ِذين آَمنوا وع ِملُوا‬ ِ ‫اْل‬ ‫ات‬ ِ ‫السيِّئ‬ ِ َّ ‫أَم ح ِس‬ َ ‫الص‬ َ َ َُ َ ْ ُ َْ َ َّ ‫اجتَ َر ُحوا‬ ْ ‫ين‬ َ ‫ب الذ‬ َ َ ْ ‫اه ْم َوُمََاتُ ُه ْم َساءَ َما ََْي ُك ُمو َن‬ ُ َ‫َس َواءً َُْمي‬ Apakah orang-orang yang (banyak) berbuat dosa menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka (sama) seperti orang-orang yang beriman dan beramal sholih.

MENGGANTI SHOLAT YANG TERLEWATKAN
WAKTUNYA

Bab ini menjelaskan tentang bagaimana cara seseorang
melakukan sholat yang waktunya telah terlewatkan karena
ia tertidur atau terlupa.

Bagaimana Mengganti Sholat pada Waktu yang Terlewat
Karena Tertidur?
Jawab:
Jika seseorang tertidur sehingga terlewat dari suatu waktu
sholat maka ia segera melakukan sholat saat terbangun.
Jika sebelumnya ia dalam keadaan junub, maka ia segera
mandi dan kemudian sholat. Hal itu juga berlaku bagi
orang yang benar-benar lupa sehingga terlewat dari waktu
sholat. Ia segera sholat saat ingat.

Misalkan saat sudah masuk waktu Maghrib ia baru ingat
belum sholat Ashar. Maka pada saat itu ia segera sholat
Ashar di waktu Maghrib, kemudian sholat Maghrib.
‫صلِّيَ َها إِ َذا ذَ َكَرَها‬ ِ
َ ُ‫َّارتُ َها أَ ْن ي‬
َ ‫ص ََل ًة أ َْو نَ َام َعْن َها فَ َكف‬
َ ‫َم ْن نَس َي‬
Barangsiapa yang lupa sholat atau tertidur, maka
kaffarohnya (penggantinya) adalah sholat pada saat ingat
(H.R Muslim dari Anas bin Malik)

Bagaimana Jika Seseorang Melakukan Sholat yang
Terlupa Pada saat Terlarang Melakukan Sholat?

Jawab:

326

Yang demikian tidak mengapa. Sebagaimana ini adalah
ijma’ para Ulama sebagaimana dinukil oleh Syaikh Bin Baz
dalam Fataawa Islaamiyyah (1/518)).
Contoh saat terlarang melakukan sholat adalah setelah
sholat Ashar hingga tenggelam matahari. Namun, kalau
seandainya seseorang baru sadar bahwa ia lupa sholat
Dzhuhur, ia bisa sholat di waktu itu. Karena mengganti
sholat yang tertinggal tidaklah terlarang dilakukan di
waktu itu.
Contoh lain, seseorang terbangun saat terbit matahari.
Padahal saat terbit matahari dilarang melakukan sholat.
Saat itu ia boleh melakukan sholat Subuh. Jika menunggu
sebentar hingga masuk waktu Dhuha itu lebih baik.

Apakah Jika Seseorang Mengganti Sholat yang Terlupa
Harus Dilakukan Secara Urut?

Jawab:

Ya, harus dilakukan secara urut. Kecuali jika
dikhawatirkan akan terlewat waktu pada sholat yang
kedua. Sebagai contoh, seseorang tertidur dari sholat
Ashar hingga masuk waktu Maghrib. Semestinya ia
melakukan sholat Ashar dulu kemudian Maghrib
sebagaimana urutan waktu sholat. Namun, jika waktu
Maghrib sudah hampir habis, maka sebaiknya ia sholat
Maghrib dulu kemudian baru mengganti sholat Ashar.
Karena jika di saat hampir habis sholat Maghrib ia
mendahulukan Ashar, maka akan terjadi dua sholat tidak
pada waktunya: Ashar dilakukan di waktu Maghrib
sedangkan Maghrib dilakukan di waktu Isya’. Dalam
kondisi itu boleh tidak mengurutkan sholatnya.

327

Namun, secara asal mengganti sholat yang terlewat
semestinya dilakukan secara urut. Sebagaimana Nabi
shollallahu alaihi wasallam juga mengganti sholat yang
terlewat secara urut.
ِ ْ ‫اب جاء ي وم‬ ِ ْ ‫َن ُعمر بْن‬ ِ َّ ِ ِ
‫ت‬ْ َ‫اْلَْن َدق بَ ْع َد َما َغَرب‬ َ ْ َ َ َ َّ‫اْلَط‬ َ َ َ َّ ‫َع ْن َجاب ِر بْ ِن َعْبد الله أ‬
ِ ِ َ ‫ال يا رس‬
‫صَر َح ََّّت‬ ْ ‫ُصلِّي الْ َع‬ َ ‫تأ‬ُ ‫ول اللَّه َما ك ْد‬ ُ َ َ َ َ‫ش ق‬ ٍ ْ‫َّار قَُري‬
َ ‫ب ُكف‬ ُّ ‫س فَ َج َع َل يَ ُس‬ُ ‫َّم‬
ْ ‫الش‬
‫صلَّْيتُ َها فَ ُق ْمنَا إِ ََل‬ ِ ِ
َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم َواللَّه َما‬ ُّ ِ‫ال الن‬
َ ‫َِّب‬ َ َ‫ب ق‬ ُ ‫س تَ ْغ ُر‬
ُ ‫َّم‬
ْ ‫ت الش‬ ْ ‫َك َاد‬
‫صلَّى‬
َ َّ‫س ُُث‬
ُ ‫َّم‬
ْ ‫ت الش‬ ْ ‫صلَّى الْ َع‬
ْ َ‫صَر بَ ْع َد َما َغَرب‬ َ َ‫ضأْنَا َْلَا ف‬ َّ ِ‫ضأَ ل‬
َّ ‫لص ََل ِة َوتَ َو‬ َّ ‫بُطْ َحا َن فَتَ َو‬

َ ‫بَ ْع َد َها الْ َم ْغ ِر‬
‫ب‬
Dari Jabir bin Abdillah –radhiyallahu anhuma- bahwasanya
Umar bin al-Khotthob radhiyallahu anhu datang pada
perang Khondaq setelah tenggelam matahari. Beliau
mencela orang-orang kafir Quraisy. Beliau berkata: Wahai
Rasulullah, aku tidak sholat Ashar hingga matahari
tenggelam. Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda: Demi
Allah, Aku juga tidak sholat (Ashar). Maka kemudian kami
bangkit menuju Buth-haan, beliau berwudhu’ kemudian
kami berwudhu’. Kemudian beliau sholat Ashar setelah
tenggelam matahari kemudian setelahnya melakukan sholat
Maghrib (H.R al-Bukhari dan Muslim)

Seseorang yang Belum Sholat Maghrib kemudian
Mendapati Di Masjid Dilakukan Sholat Isya’, Apa yang
Harus Dilakukannya?
Jawab:
Ia bisa bergabung dalam jamaah sholat dengan niat sholat
Maghrib. Kemudian saat Imam akan bangkit menuju
rokaat keempat, ia melakukan tasyahhud akhir dan
328

kemudian salam. Karena ia dalam keadaan udzur, tidak
boleh menambah lebih dari 3 rokaat. Demikian yang
dijelaskan Syaikh Ibn Utsaimin dalam Liqoo’ Baabil Maftuh.

Seorang yang Koma atau Pingsan, Apakah Mengganti
Sholat Selama Keadaan Tidak Sadar?

Jawab:
Pingsan atau koma karena sakit tidak perlu mengganti
sholat. Sedangkan jika pingsannya adalah karena sesuatu
yang direncanakan dan disetujuinya, seperti pembiusan
total sebelum operasi, maka setelah siuman ia harus
mengganti sholatnya. Ini adalah pendapat yang dikuatkan
oleh Syaikh Ibn Utsaimin dalam asy-Syarhul Mumti’.

Ibnu Umar radhiyallahu anhu pernah pingsan dan beliau
tidak mengganti sholat yang ditinggalkan selama pingsan.
ِ ‫ب َع ْقلُهُ فَلَ ْم يَ ْق‬ ِ ِ ِ ِ
‫الصَلََة‬
َّ ‫ض‬ َ ‫أَ َّن َعْب َد اهلل بْ ِن عُ َمَر أُ ْغم َي َعلَْيه فَ َذ َه‬: ‫َع ْن نَاف ٍع‬
Dari Nafi’ bahwasanya Abdullah bin Umar pingsan dan
hilang (kesadaran) akalnya, kemudian beliau tidak
mengganti sholat (H.R Malik dalam Muwaththa’)
ِ ‫َن ابْ َن ُع َمَر أُ ْغ ِمى َعلَْي ِه ثََلَثَةَ أَيَّ ٍام َولَيَالِي ِه َّن فَلَ ْم يَ ْق‬
‫ض‬ َّ ‫َع ْن نَافِ ٍع أ‬
َ
Dari Nafi’ bahwasanya Ibnu Umar pingsan 3 hari 3 malam
tapi beliau tidak mengganti (sholat)(H.R ad-Daraquthny
dengan sanad yang shahih).

329

SHOLAT BERJAMAAH

Keutamaan Sholat Berjamaah

Sholat berjamaah memiliki keutamaan yang lebih besar
dibandingkan sholat sendirian. Semakin banyak orang
yang ikut sholat berjamaah, semakin besar keutamaan dan
pahalanya.
‫ْي أ َْزَكى ِم ْن‬
ِ ْ َ‫الر ُجل‬
َّ ‫ص ََلتُهُ َم َع‬ ِِ ‫الرج ِل أ َْزَكى ِمن‬
َ ‫ص ََلته َو ْح َدهُ َو‬ َ ْ ُ َّ ‫الر ُج ِل َم َع‬ َ ‫َوإِ َّن‬
َّ ‫ص ََل َة‬
‫ب إِ ََل اللَّ ِه تَ َع َاَل‬ َّ ‫ص ََلتِِه َم َع‬
َ ‫الر ُج ِل َوَما َكثَُر فَ ُه َو أ‬
ُّ ‫َح‬ َ
Sesungguhnya sholat seorang laki-laki bersama laki-laki
yang lain lebih suci dibandingkan sholatnya sendirian.
Sholat seseorang bersama dua orang lebih suci
dibandingkan sholatnya bersama seorang laki-laki. Semakin
banyak (jamaah sholat) semakin dicintai Allah Ta’ala (H.R
Abu Dawud, anNasaai, Ahmad, dishahihkan Ibnu
Khuzaimah, dihasankan al-Albany)

Jika sholat berjamaah dilakukan di masjid yang
dikumandangkan adzan, maka keutamaannya adalah 25
atau 27 derajat lebih baik dibandingkan sholat sendirian.
ِ ِ ِ ِ ِ ِ ِ ِِ ‫اْلماع ِة تُض َّعف علَى‬
َ ‫ص ََلته ِف بَْيته َوِف ُسوقه َخَْ ًسا َوع ْش ِر‬
‫ين‬ َ َ ُ َ َ َ َْ ‫الر ُج ِل ِِف‬ َّ ُ‫ص ََلة‬ َ
‫ضوءَ ُُثَّ َخَر َج إِ ََل الْ َم ْس ِج ِد ََل ُُيْ ِر ُجهُ إََِّل‬ َّ ‫ك أَنَّهُ إِذَا تَ َو‬
ْ ‫ضأَ فَأ‬
ُ ‫َح َس َن الْ ُو‬
ِ
َ ‫ِض ْع ًفا َوذَل‬
ِ ِ َّ ‫ت لَهُ ِِبَا َد َر َجةٌ َو ُح‬ ِ
َ ‫ط َعْنهُ ِبَا َخطيئَةٌ فَِإ َذا‬
ْ‫صلَّى ََل‬ ْ ‫ط َخطْ َوًة إََِّل ُرف َع‬
ُ ْ‫الص ََلةُ ََلْ َُي‬
َّ

330

‫ص ِّل َعلَْي ِه اللَّ ُه َّم ْارَحَْهُ َوََل يََز ُال‬ ِ
َ ‫صلِّي َعلَْيه َما َد َام ِِف ُم‬
َ ‫ص ََّلهُ اللَّ ُه َّم‬
ِ
َ ُ‫تَ َزْل الْ َم ََلئ َكةُ ت‬
َّ ‫ص ََل ٍة َما انْتَظََر‬
‫الص ََل َة‬ َ ‫َح ُد ُك ْم ِِف‬َ‫أ‬
Sholat seseorang berjamaah melebihi sholatnya di
rumahnya atau di pasarnya 25 lipat. Yang demikian itu
karena jika ia berwudhu kemudian menyempurnakan
wudhunya kemudian keluar menuju masjid tidaklah yang
mengeluarkannya kecuali sholat, tidaklah ia melangkahkan
kaki kecuali akan mengangkat satu derajat dan menghapus
satu dosa. Jika ia sholat, senantiasa Malaikat bersholawat
untuknya selama ia berada di tempat sholatnya. Malaikat
akan berdoa: Ya Allah bersholawatlah untuknya, Ya Allah
rahmatilah ia. Seseorang senantiasa berada dalam keadaan
sholat selama menunggu sholat (H.R al-Bukhari dan Muslim
dari Abu Hurairah)
ِ ‫س وش‬
ِ َّ ‫اه ُد‬ ٍ ْ‫ص ْوتِِه ويَ ْش َه ُد لَهُ ُك ُّل رط‬
‫ب‬
ُ َ‫الص ََلة يُكْت‬ َ َ ٍ ِ‫ب َويَاب‬ َ َ َ ‫الْ ُم َؤذِّ ُن يُ ْغ َف ُر لَهُ َم َدى‬
‫ص ََلةً َويُ َكف َُّر َعْنهُ َما بَْي نَ ُه َما‬ ِ َْ‫لَه َخ‬
َ ‫س َوع ْش ُرو َن‬
ٌ ُ
Seorang muadzin (yang mengumandangkan adzan) akan
diampuni sepanjang (jangkauan) suaranya dan setiap yang
basah dan kering akan bersaksi untuknya, dan orang yang
ikut sholat akan tercatat mendapatkan kelipatan 25 sholat
(sendirian) dan akan diampuni di antara keduanya (sholat
yang dilakukan dengan sholat sebelumnya)(H.R Abu
Dawud, Ibnu Majah, dishahihkan Ibnu Hibban dan
dinyatakan hasan shahih oleh al-Albany)

Keutamaan Sholat Berjamaah Tidak Ketinggalan
Takbirotul Ihram Imam Selama 40 Hari Berturut-Turut

331

ِ َ‫ت لَه ب راءت‬
ٌ‫ان بََراءَة‬ ِ َ ‫من صلَّى لِلَّ ِه أَربعِْي ي وما ِِف ََجاع ٍة ي ْد ِرُك التَّ ْكبِريَة ْاْل‬
َ ََ ُ ْ َ‫ُوَل ُكتب‬ َ ُ ََ ً ْ َ َ َْ َ َْ
‫ِم ْن النَّا ِر َوبََراءَةٌ ِم َن النِّ َفاق‬
Barangsiapa yang sholat untuk Allah 40 hari berjamaah,
mengikuti takbir pertama (Imam) tercatat dua pembebasan:
pembebasan dari anNaar dan pembebasan dari
kemunafikan (H.R atTirmidzi dari Anas bin Malik,
dihasankan al-Albany)

Keutamaan Sholat Isya dan Subuh Berjamaah
‫اع ٍة‬
َ َ‫الصْب َح ِِف ََج‬
ُّ ‫صلَّى‬
َ ‫ف اللَّْي ِل َوَم ْن‬
َ ‫ص‬
ِ ٍ ‫من صلَّى الْعِ َشاء ِِف ََج‬
ْ ‫اعة فَ َكأَََّّنَا قَ َام ن‬
ََ َ َ َْ
َ ‫فَ َكأَََّّنَا‬
‫صلَّى اللَّْي َل ُكلَّه‬
Barangsiapa yang sholat Isya berjamaah, maka seakan-
akan ia melakukan qiyaamul lail separuh malam, dan
barangsiapa yang (juga kemudian) sholat Subuh berjamaah
maka seakan-akan ia sholat malam seluruhnya (H.R Muslim
dari Utsman bin Affan)

Orang Laki-laki yang Mendengar Adzan Tapi Tidak
Menghadiri Sholat Berjamaah Tanpa Udzur Sholatnya
Tidak Sempurna
‫ص ََل َة لَهُ إََِّل ِم ْن عُ ْذ ٍر‬ ِِ َ ‫َم ْن َِْس َع الن‬
َ ‫ِّداءَ فَلَ ْم يَأْته فَ ََل‬
Barangsiapa yang mendengar adzan, kemudian tidak
mendatanginya (untuk sholat berjamaah di masjid, pent)
maka tidak ada sholat baginya kecuali jika ia memiliki
udzur (H.R Ibnu Majah dari Ibnu Abbas, dishahihkan Ibnu
Hibban, al-Hakim dan al-Albany)

332

Makna sabda Nabi: tidak ada sholat baginya adalah tidak
ada sholat yang sempurna baginya, bukan berarti tidak
sah sholatnya. Ia melewatkan kebaikan yang banyak dan
pahala yang berlimpah. Sebagaimana dijelaskan oleh
Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad (transkrip ceramah syarh
Sunan Abi Dawud(3/453))

Urut-urutan Orang yang Berhak Menjadi Imam

1. Penguasa muslim di suatu wilayah
2. Imam rowatib
3. Orang yang paling banyak hafalan Qurannya, dengan
syarat bacaan al-Qurannya tepat dan mengerti hukum-
hukum dalam sholat.
4. Orang yang lebih paham tentang sunnah
5. Orang yang lebih dulu hijrah
6. Orang yang lebih tua usianya
‫ت قَِراءَتُ ُه ْم َس َواءً فَ ْليَ ُؤَّم ُه ْم‬ ِ ِ ِ َ‫ي ؤُّم الْ َقوم أَقْ رُؤهم لِ ِكت‬
ْ َ‫اب اللَّه َوأَقْ َد ُم ُه ْم قَراءَ ًة فَِإ ْن َكان‬ ْ ُ َ َ ْ َُ
‫الر ُج َل ِِف‬ َّ ‫أَقْ َد ُم ُه ْم ِه ْجَرةً فَِإ ْن َكانُوا ِِف ا ْْلِ ْجَرةِ َس َواءً فَ ْليَ ُؤَّم ُه ْم أَ ْكبَ ُرُه ْم ِسنًّا َوََل تَ ُؤَّم َّن‬
...‫أ َْهلِ ِه َوََل ِِف ُس ْلطَانِِه‬
Orang yang menjadi Imam (sholat) suatu kaum adalah lebih
(banyak hafalan) al-Qurannya. Jika dalam hal bacaan
sama, maka yang lebih dahulu hijrah. Jika dalam hal hijrah
sama, maka yang lebih tua usianya. Dan tidak boleh
seseorang mengimami orang lain dalam keluarga atau
dalam kekuasaanya (H.R Muslim dari Abu Mas’ud)
‫صبَةَ َم ْو ِض ٌع بِ ُقبَ ٍاء قَ ْب َل‬ ِ ِ َ َ‫َع ْن َعْب ِد اللَّ ِه بْ ِن ُع َمَر ق‬
ْ ‫ال لَ َّما قَد َم الْ ُم َهاج ُرو َن ْاْل ََّولُو َن الْ ُع‬
‫اَلٌ َم ْوََل أَِِب ُح َذيْ َفةَ َوَكا َن‬ ِ ‫ول اللَّ ِه صلَّى اللَّه علَي ِه وسلَّم َكان ي ؤُّمهم س‬ ِ ‫م ْق َدِم رس‬
َ ْ ُ َُ َ َ َ َ ْ َ ُ َ َُ َ
‫أَ ْكثَ َرُه ْم قُ ْرآنًا‬
333

Dari Abdullah bin Umar –radhiyallahu anhuma- beliau
berkata: ketika kaum Muhajirin yang pertama tiba di Quba’
sebelum kedatangan Rasulullah shollallahu alaihi wasalam,
yang menjadi Imam mereka adalah Salim Maula Abu
Hudzaifah yang paling banyak (hafalan) Qurannya (H.R al-
Bukhari).

Tidak Mengapa Seseorang yang Kurang dalam Hal
Keutamaan Menjadi Imam bagi Orang yang Lebih Utama

Nabi shollallahu alaihi wasallam pernah sholat
bermakmum pada Abu Bakr saat beliau sakit.
‫ف‬ َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ِِف‬
ِّ ‫الص‬ ِ ُ ‫َّاس ورس‬
َ ‫ول اللَّه‬
ِ
ُ َ َ ِ ‫صلَّى بالن‬ َّ ‫َع ْن َعائِ َش َة أ‬
َ ‫َن أَبَا بَ ْك ٍر‬
Dari Aisyah –radhiyallahu anha- bahwa Abu Bakr sholat
(menjadi Imam) bagi manusia sedangkan Rasulullah
shollallahu alaihi wasallam berada di shaf (H.R Ahmad,
anNasaai, dishahihkan Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan
al-Albany)

Beliau juga pernah bermakmum pada Abdurrahman bin
Auf satu rokaat pada waktu sholat Subuh
‫صلَّى‬ ٍ ِ ِ َ َ‫ق‬
َ َ‫الر َْحَ ِن بْ َن َع ْوف ف‬
َّ ‫َّموا َعْب َد‬
ُ ‫َّاس قَ ْد قَد‬َ ‫ت َم َعهُ َح ََّّت ََن ُد الن‬
ُ ‫ال الْ ُمغ َريةُ فَأَقْ بَ ْل‬
ِ ‫صلَّى َم َع الن‬
‫َّاس‬ َ َ‫ْي ف‬ َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم إِ ْح َدى‬
ِ ْ َ‫الرْك َعت‬ ِ ُ ‫َْلم فَأ َْدرَك رس‬
َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ ُْ
‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه‬ ِ ُ ‫ف قَام رس‬ ٍ ‫الر َْح ِن بن عو‬ ِ
َ ‫ول اللَّه‬ َُ َ ْ َ ُ ْ َ َّ ‫الرْك َع َة ْاْلخَرَة فَلَ َّما َسلَّ َم َعْب ُد‬
َّ
ِ
َ ‫َو َسلَّ َم يُت ُّم‬
ُ‫ص ََلتَه‬
Al-Mughiroh berkata: Maka aku datang bersama beliau
(Rasulullah, sepulang dari perang Tabuk, pent), hingga kami
mendapati manusia telah menjadikan Abdurrohman bin Auf
334

sebagai imam, maka Rasulullah shollallahu alaihi wasallam
mendapati salah satu rokaat, beliau sholat bersama
manusia rokaat terakhir. Ketika Abdurrohman bin Auf
mengucapkan salam, Rasulullah shollallahu alaihi wasallam
bangkit menyempurnakan sholatnya (H.R Muslim)

Wanita Tidak Boleh Menjadi Imam bagi Laki-laki
‫لَ ْن يُ ْفلِ َح قَ ْوٌم َولَّْوا أ َْمَرُه ْم ْامَرأًَة‬
Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan
urusan kepemimpinannya pada seorang wanita (H.R al-
Bukhari dari Abu Bakrah)

Jumhur Ulama berpendapat tidak sah sholat suatu kaum
laki-laki yang diimami oleh wanita dengan beberapa
alasan:
1. Hadits di atas tentang tidak beruntungnya suatu kaum
yang menyerahkan kepemimpinannya pada wanita,
terlebih dalam urusan Dien yang sangat penting yaitu
sholat.
2. Tidak terdapat satu hadits shahihpun dari Nabi
shollallahu alaihi wasallam tentang bolehnya seorang
wanita menjadi Imam sholat bagi laki-laki. Demikian
juga hal itu tidak pernah terjadi di masa Sahabat
maupun tabiin.
3. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam telah
menjadikan shaf wanita di belakang shaf para laki-laki:
ِ ‫وف النِّس ِاء‬
‫آخ ُرَها َو َشُّرَها‬ ِ ‫آخرها وخي ر ص ُف‬ِ ِ ِّ ‫وف‬ ِ ‫خي ر ص ُف‬
َ ُ ُ ْ َ َ َ ُ ‫الر َجال أ ََّوُْلَا َو َشُّرَها‬ ُ َُْ
‫أ ََّوُْلَا‬
Sebaik-baik shaf para lelaki adalah di depan dan
seburuk-buruknya adalah di akhir, dan sebaik-baik shaf
para wanita adalah di akhir sedangkan yang terburuk
adalah di paling depan (H.R Muslim dari Abu Hurairah)
335

َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم إِذَا َسلَّ َم َم َك‬ ‫ث‬ ِ ُ ‫عن أ ُِّم سلَمةَ قَالَت َكا َن رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ ْ َ َ َْ ‫الر َج ِال‬ ِّ ‫ِّساءُ قَ ْب َل‬ ِ َّ ‫قَلِ ًيَل وَكانُوا ي رو َن أ‬ َ ‫ك َكْي َما يَْن ُف ُذ الن‬ َ ‫َن َذل‬ ْ ََ َ Dari Ummu Salamah beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam jika salam (dari sholat) beliau diam sebentar dan para Sahabat hal itu beliau lakukan agar para wanita segera beranjak (dari tempat sholat) sebelum para laki-laki (H. Wanita adalah aurat.4. menunggu jamaah wanita keluar dan berpindah tempat.R Abu Dawud dishahihkan al-Albany) Maka bagaimana mungkin menjadikan wanita sebagai Imam yang selalu diperhatikan gerak-geriknya untuk diikuti? 336 . Rasulullah shollallahu alaihi wasallam baru berpaling menghadap para Jamaah setelah selesai salam.

maka niscaya ia akan mengundinya (H. 337 . makmum berada sejajar di sebelah kanan Imam. kemudian tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan mengundi. PENGATURAN SHAF SHOLAT BERJAMAAH Keutamaan Shaf Pertama ‫ف ْاْل ََّوِل ُُثَّ ََلْ ََِي ُدوا إََِّل أَ ْن يَ ْستَ ِه ُموا َعلَْي ِه‬ َّ ‫ِّد ِاء َو‬ ِّ ‫الص‬ َ ‫َّاس َما ِِف الن‬ ُ ‫لَ ْو يَ ْعلَ ُم الن‬ ‫ََل ْستَ َه ُموا‬ Kalau seandainya manusia mengetahui (keutamaan dan pahala) pada adzan dan shaf pertama. dan seburuk-buruk shaf lelaki adalah di belakang.R al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) ِ ‫وف النِّس ِاء‬ ‫آخ ُرَها َو َشُّرَها أ ََّوُْلَا‬ ِ ‫آخرها وخي ر ص ُف‬ِ ِ ِّ ‫وف‬ ِ ‫خي ر ص ُف‬ َ ُ ُ ْ َ َ َ ُ ‫الر َجال أ ََّوُْلَا َو َشُّرَها‬ ُ َُْ Sebaik-baik shaf laki-laki adalah di paling depan.R Muslim dari Abu Hurairah) ِ ‫الص ُف‬ ‫وف ْاْل َُوِل‬ ِ َ ُ‫إِ َّن اللَّهَ َوَم ََلئ َكتَهُ ي‬ ُّ ‫صلُّو َن َعلَى‬ Sesungguhnya Allah dan para Malaikatnya bersholawat kepada shaf-shaf awal (H.R Abu Dawud dari al-Bara’ bin Azib dishahihkan Ibnu Khuzaimah dan al-Albany) Pengaturan Shaf Satu Imam dan Satu Makmum Laki- laki Dalam sholat berjamaah satu Imam dan satu makmum. Sebaik-baik shaf perempuan adalah di paling belakang dan seburuk- buruknya adalah di paling depan (H.

Kemudian aku letakkan air wudhu untuk beliau kemudian beliau berwudhu. Nabi bertanya: Tidakkah engkau masuk ke sungai wahai Jabir. pada saat Nabi shollallahu alaihi wasallam bermalam di rumahnya pada malam itu. Maka Rasulullah shollallahu alaihi wsallam turun dan akupun masuk ke sungai. Kemudian beliau menunaikan hajatnya. ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ِِف َس َف ٍر‬ ِ ِ َ ‫ت َم َع َر ُسول اللَّه‬ ُ ‫ال ُكْن‬ َ َ‫َع ْن َجابِ ِر بْ ِن َعْب ِد اللَّ ِه ق‬ ِ ُ ‫ال فَنَ زَل رس‬ َ ‫فَانْتَ َهْي نَا إِ ََل َم ْشَر َع ٍة فَ َق‬ ‫صلَّى‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ َ َ‫ت بَلَى ق‬ ُ ‫ال أَََل تُ ْش ِرعُ يَا َجابُِر قُ ْل‬ ِ ِ ‫ال ُُثَّ ذَهب ِْل‬ ِ َ‫ال فَ َجاء‬ َ َ‫ضوءًا ق‬ ُ ‫ت لَهُ َو‬ ُ ‫ض ْع‬ َ ‫اجته َوَو‬َ َ َ َ َ َ‫ت ق‬ ُ ‫اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم َوأَ ْشَر ْع‬ ‫َخ َذ بِأُذُِِّن‬ ِ ٍ ِ ٍ ‫ضأَ ُُثَّ قَام فَصلَّى ِِف ثَو‬ َ ‫ت َخ ْل َفهُ فَأ‬ ُ ‫ْي طََرفَ ْيه فَ ُق ْم‬ َ ْ َ‫ف ب‬ َ َ‫ب َواحد َخال‬ ْ َ َ َّ ‫فَتَ َو‬ ‫فَ َج َعلَِِن َع ْن ََيِينِ ِه‬ Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma beliau berkata: Saya bersama Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dalam salah satu safar kemudian kami berhenti di tepi sungai. Kemudian Nabi berwudhu 338 . Aku berkata: Ya. Kemudian aku berdiri di belakang beliau (bermakmum) kemudian beliau mengambil telingaku sehingga aku berdiri di sebelah kanan beliau (H. Kemudian beliau berdiri sholat dengan menggunakan satu baju memajukan satu ujung dan memundurkan ujung yang lain. istri Rasulullah).R Muslim) ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِ ْ‫ال َِّن‬ ِ ٍ َّ‫ع ِن اب ِن عب‬ ُّ ِ‫ت عْن َد َمْي ُمونَةَ َوالن‬ َ ‫َِّب‬ ُ َ َ‫اس َرض َي اللَّهُ َعْن ُه َما ق‬ َ ْ َ ‫َخ َذِِّن فَ َج َعلَِِن َع ْن‬ َ ‫ت َعلَى يَ َسا ِرِه فَأ‬ ُ ‫صلِّي فَ ُق ْم‬ َ ‫ِعْن َد َها تِْل‬ َّ ‫ك اللَّْي لَ َة فَتَ َو‬ َ ُ‫ضأَ ُُثَّ قَ َام ي‬ َ ‫صلَّى ثَََل‬ ‫ث َع ْشَرةَ َرْك َعةً ُُثَّ نَ َام‬ ِِ ِ َ َ‫ََيينه ف‬ Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma beliau berkata: Aku tidur di (rumah) Maimunah (bibi Ibn Abbas.

..kemudian aku datang hingga berdiri di sebelah kiri Rasulullah shollallahu alaihi wasallam kemudian beliau mengambil tanganku dan memutarku hingga aku berdiri di samping kanannya. Maka aku berdiri di sebelah kiri beliau kemudian beliau memegangku dan memindahkan aku hingga berada di sebelah kanan beliau. ‫َع ْن َجابِ ٍر‬ ِِ ِ ِ ِ ‫فَأ‬ َ‫ضأَ ُُثَّ َجاء‬ َ ‫َخ َذ بيَدي فَأ ََد َارِِّن َح ََّّت أَقَ َام ِِن َع ْن ََيينه ُُثَّ َجاءَ َجبَّ ُار بْ ُن‬ َّ ‫ص ْخ ٍر فَتَ َو‬ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه‬ ِ ُ ‫ول اللَّ ِه صلَّى اللَّه علَي ِه وسلَّم فَأَخ َذ رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ َ َ ََ َْ ُ َ ِ ‫فَ َقام َعن يسا ِر رس‬ َُ ََ ْ َ ِ ُ‫َو َسلَّ َم بِيَ َديْنَا ََج ًيعا فَ َدفَ َعنَا َح ََّّت أَقَ َامنَا َخ ْل َفه‬ Dari Jabir radhiyallahu anhuma…. Kemudian datang Jabbar bin Shakhr berwudhu kemudian berdiri di kiri Rasulullah shollallahu alaihi wasallam kemudian Rasulullah shollallahu alaihi wasallam mengambil tangan kami dan menjadikan kami berdiri di belakang beliau (H.kemudian bangkit sholat..R Muslim) Demikian juga atsar dari perbuatan Umar bin al- Khoththob: 339 . kemudian tidur (H. kemudian beliau sholat 13 rokaat.R al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas) Jika Awalnya Hanya Berdua (Satu Imam dan Satu Makmum) Kemudian Masuk Satu Makmum Pria Lagi ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِ ِ ِ َ ‫ت َع ْن يَ َسا ِر َر ُسول اللَّه‬ ُ ‫ت َح ََّّت قُ ْم‬ ُ ‫ ُُثَّ جْئ‬.

R Malik dalam Muwattha’ dinyatakan sanadnya shahih oleh al-Albany) Wanita Sholat Sendirian di Shaf Belakang Para Lelaki dan Anak-anak Lelaki ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه‬ ِ َ ‫يم ِِف بَْيتنَا َخ ْل‬ ِ ٍ ِ‫س ب ِن مال‬ ِّ ِ‫ف الن‬ َ ‫َِّب‬ ُ ‫صلَّْي‬ ٌ ‫ت أَنَا َويَت‬ َ ‫ال‬ َ َ‫ك ق‬ َ ْ ِ َ‫َع ْن أَن‬ ‫َو َسلَّ َم َوأ ُِّمي أ ُُّم ُسلَْي ٍم َخ ْل َفنَا‬ Dari Anas bin Malik –radhiyallahu anhu.R al-Bukhari) Syaikh Bin Baz juga menjelaskan untuk shaf seorang Imam laki dengan seorang wanita (misalnya mahram atau istrinya).‫ت َعلَى عُ َمَر بْ ِن‬ َ َ‫َع ْن عُبَ ْي ِد اللَّ ِه بْ ِن َعْب ِد اللَّ ِه بْ ِن عُْتبَةَ َع ْن أَبِ ِيه أَنَّهُ ق‬ ُ ‫ال َد َخ ْل‬ ‫ت َوَراءَهُ فَ َقَّربَِِن َح ََّّت َج َعلَِِن ِح َذاءَهُ َع ْن ََيِينِ ِه‬ ِ ِ َّ‫اْلَط‬ ُ ‫اب بِا ْْلَاجَرةِ فَ َو َج ْدتُهُ يُ َسبِّ ُح فَ ُق ْم‬ ْ ُ‫ص َف ْفنَا َوَراءَه‬ َ َ‫ت ف‬ َّ ‫فَلَ َّما َجاءَ يَ ْرفَأُ تَأ‬ ُ ‫َخ ْر‬ Dari Ubaidullah bin Abdillah bin Utbah dari ayahnya bahwasanya ia berkata: Aku masuk ke tempat Umar bin al- Khotthob di siang hari. aku mundur maka kami membuat shaf di belakang beliau (H. maka wanita itu berdiri di belakang Imam. maka aku berdiri di belakangnya.beliau berkata: Saya bersama seorang anak yatim sholat di belakang Nabi shollallahu alaihi wasallam sedangkan ibuku. kemudian aku dapati beliau sedang sholat sunnah. 340 . bukan sejajar dengan Imam (Majmu’ Fataawa Bin Baaz (12/194- 195)). Ummu Sulaim sholat di belakang kami (H. Ketika datang Yarfa’ (pelayan Umar). Kemudian beliau mendekatkan aku hingga aku berada sejajar di sebelah kanan beliau.

dishahihkan al- Albany) Perintah Merapatkan dan Meluruskan Shaf Serta Menyempurnakan Shaf Terdepan Sebelum Shaf Berikutnya ِ ‫لَتس ُّو َّن ص ُفوفَ ُكم أَو لَيخالَِف َّن اللَّه ب ْي وج‬ ‫وه ُك ْم‬ ُ ُ َ َْ ُ َُ ْ ْ ُ َُ Sungguh-sungguh kalian luruskan shaf-shaf kalian atau Allah akan menceraiberaikan wajah (hati) kalian (H. Demi Allah yang jiwaku berada di 341 . maka makmum laki-laki berdiri sejajar di sebelah kanan Imam. sedangkan makmum wanita di belakang mereka. Kemudian beliau menjadikan Anas di sebelah kanan beliau dan seorang wanita di belakang itu (H.bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam mengimami beliau dan seorang wanita di antara mereka.R Abu Dawud. ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم أ ََّمهُ َو ْامَرأًَة ِمْن ُه ْم فَ َج َعلَهُ َع ْن ََيِينِ ِه‬ ِ َ ‫َن رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ ٍ َ‫َع ْن أَن‬ ُ َ َّ ‫س أ‬ ‫ك‬ ِ ‫والْمرأََة خ ْل‬ َ ‫ف ذَل‬ َ َ َْ َ Dari Anas –radhiyallahu anhu.Posisi Shaf Sholat Berjamaah dgn Satu Makmum Laki- laki dan Satu Makmum Wanita Jika dalam sholat berjamaah tersebut terdapat satu makmum laki-laki dan satu makmum wanita.R al- Bukhari dan Muslim dari anNu’man bin Basyiir) ‫اق فَ َوالَّ ِذي نَ ْف ِسي بِيَ ِد ِه إِ ِِّّن َْل ََرى‬ ِ َ‫صوا ص ُفوفَ ُكم وقَا ِربوا ب ي نَ ها وحاذُوا بِ ْاْل َْعن‬ َ َ َ َْ ُ َ ْ ُ ُّ ‫ُر‬ ‫ف‬ ُ ‫اْلَ َذ‬ ْ ‫ف َكأَن ََّها‬ َّ ‫الشَّْيطَا َن يَ ْد ُخ ُل ِم ْن َخلَ ِل‬ ِّ ‫الص‬ Rapatkan shaf-shaf kalian dan dekatkan antar shaf dan luruskan antar leher. Ahmad.

lunakkan tangan saudara kalian dan janganlah meninggalkan celah-celah bagi syaithan. Jika ada kekurangan (jumlah jamaah yang memenuhi shaf. Barangsiapa yang menyambung shaf maka Allah akan menyambungnya (dengan pahala) dan barangsiapa yang memutus shaf maka Allah akan memutusnya (H.R Abu Dawud. dishahihkan Ibnu Khuzaimah dan al-Albany) ‫اْلَلَ َل َولِينُوا بِأَيْ ِدي إِ ْخ َوانِ ُك ْم َوََل‬ ْ ‫ب َو ُس ُّدوا‬ ِ ِ‫ْي الْمنَاك‬ َ َ ْ َ‫وف َو َحاذُوا ب‬ َ ‫الص ُف‬ ُّ ‫يموا‬ ِ ُ ‫أَق‬ ِ ِ ٍ ُ‫صفًّا قَطَ َعهُ اللَّه‬ َ ‫صلَهُ اللَّهُ َوَم ْن قَطَ َع‬ َ ‫صفًّا َو‬ َ ‫ص َل‬ َ ‫تَ َذ ُروا فُ ُر َجات للشَّْيطَان َوَم ْن َو‬ Tegakkan shaf-shaf. pent) hendaknya di shaf paling akhir (H. dishahihkan al- Albany) Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad menjelaskan makna ‘lunakkan tangan saudara kalian’ artinya: mudahlah untuk mengikuti ajakan saudaramu dalam satu shaf jika dirasa kamu kurang mundur atau kurang maju atau kurang merapat pada sisi tertentu. dan luruskan antar bahu dan tutuplah celah. ‫ف الْ ُم َؤ َّخ ِر‬ َّ ‫ص فَ ْليَ ُك ْن ِِف‬ ِّ ‫الص‬ ِِ ِ ٌ ‫ف ْاْل ََّو َل ُُثَّ الَّذي يَليه َوإِ ْن َكا َن نَ ْق‬ َّ ‫أََِتُّوا‬ َّ ‫الص‬ Sempurnakan shaf pertama kemudian yang setelahnya.R Abu Dawud.R Abu Dawud dan anNasaai.TanganNya sungguh aku melihat syaithan masuk di celah- celah shaf bagaikan anak kambing kecil (H. dishahihkan Ibn Khuzaimah dan al-Albany) 342 . Sedangkan Abu Dawud menjelaskan maknanya adalah jika ada seseorang yang akan masuk shaf di antara dua orang maka saudaranya yang berada di sisi kanan maupun kirinya hendaknya menyesuaikan dan memudahkan posisi bahunya agar saudaranya bisa masuk (disarikan dari transkrip ceramah syarh Sunan Abi Dawud liAbdil Muhsin al-Abbad (4/227- 228)).

Bagian kanan shaf lebih baik dari bagian kirinya.R Abdurrozzaq. namun setiap shaf harus disempurnakan dulu.Dari Mana Shaf Makmum Bermula? Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah menjelaskan bahwa makmum bermula dari belakang Imam. adDaraquthny. maka posisi Imam berada di shaf makmum terdepan pada bagian tengah. Hal ini sesuai dengan hadits: ‫ص ََلةٍ َم ْكتُ ْوبٍَة‬ ِ ِ ْ َ‫عن ريطَة‬ َ ‫ت بَْي نَ ُه َّن ِِف‬ ْ ‫اْلَنَفيَّةَ أَ َّن َعائ َشةَ أََّمْت ُه َّن َوقَ َام‬ َْ ْ َ Dari Roythoh al-Hanafiyyah bahwasanya Aisyah mengimami mereka (para wanita) pada sholat wajib dan beliau (Aisyah) berdiri di tengah-tengah mereka (H. al- Baihaqy) Bolehkah Shaf Wanita Sejajar Laki-Laki dan Terpisah Tabir? 343 . dishahikan sanadnya oleh anNawawy dalam al-Majmu’) ‫ت َو َسطًا‬ ْ ‫َع ْن ُح َجْي َرَة َع ْن أ ُِّم َسلَ َمةَ أَن ََّها أ ََّمْت ُه َّن فَ َق َام‬ Dari Juhairoh dari Ummu Salamah bahwasanya beliau mengimami mereka (para wanita) dan berdiri di tengah- tengah mereka (H. Tidak mengapa posisi sebelah kanan lebih banyak dari sebelah kiri Imam. sedangkan pada sholat berjamaah perempuan yang diimami oleh seorang perempuan. al-Baihaqy. Posisi Imam terhadap Makmum Untuk posisi Imam laki-laki berada di depan shaf para makmum. baru kemudian shaf di belakangnya (Majmu’ Fataawa Bin Baaz (12/205)). Tidak dimulai dari kanan.R Abdurrozzaq. adDaraquthny.

R Abu Dawud. Hal yang demikian sholatnya tetap sah namun menyelisihi kesempurnaan. Anas berkata: Kami menghindari ini (shaf terpisah tiang) di masa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam (H. Maka kami ada yang maju dan ada yang mundur (dari tiang). dishahihkan al-Hakim dan disepakati adz-Dzahaby dan al-Albany) ‫الس َوا ِري َعلَى َع ْه ِد‬ َّ ‫ْي‬ َ ْ َ‫ف ب‬ ُ َ‫ال ُكنَّا نُْن َهى أَ ْن ن‬ َّ ‫ص‬ َ َ‫َع ْن ُم َعا ِويَةَ بْ ِن قَُّرَة َع ْن أَبِ ِيه ق‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َونُطَْرُد َعْن َها طَْرًدا‬ ِ ِ َ ‫َر ُسول اللَّه‬ Dari Muawiyah bin Qurroh dari ayahnya beliau berkata: kami dilarang membuat shaf di antara tiang-tiang di masa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan menghindarinya 344 . Demikian juga Sahabat Nabi Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu menyatakan: ُ‫أخَرُه َّن اهلل‬ ُ ‫أَ ِّخ ُرْوُه َّن َحْي‬ َّ ‫ث‬ Akhirkanlah mereka (para wanita) sebagaimana Allah mengakhirkan mereka (riwayat Abdurrozzaq.Pada sebagian surau atau masjid. atThobarony) Larangan Membuat Shaf Terpisah Tiang ‫اْلُ ُم َع ِة فَ ُدفِ ْعنَا إِ ََل‬ ٍ ِ‫س ب ِن مال‬ ْ ‫ك يَ ْوَم‬ ُ ‫صلَّْي‬ َ ْ ِ َ‫ت َم َع أَن‬ َ ‫ال‬ ٍ ‫يد ب ِن ُمم‬ َ َ‫ود ق‬ ُ َْ ْ ‫اْلَم‬ ِ ِ ْ ‫عن عب ِد‬ َْ ْ َ ‫صلَّى‬ ِ ِ ِ ِ َّ ‫الس َوا ِري فَتَ َقد َّْمنَا َوتَأ‬ َ ‫س ُكنَّا نَتَّقي َه َذا َعلَى َع ْهد َر ُسول اللَّه‬ ٌ َ‫ال أَن‬ َ ‫َخ ْرنَا فَ َق‬ َّ ‫اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ Dari Abdul Hamid bin Mahmud beliau berkata: Saya sholat bersama Anas bin Malik pada hari Jumat hingga kami terpaksa berada di antara tiang-tiang. shaf wanita berada di sebelah shaf laki-laki namun terpisah tabir/ dinding. Nabi memerintahkan agar para wanita shafnya di belakang shaf laki-laki sebagaimana hadits- hadits di atas.

dan riwayat dari Imam Ahmad. namun makmum masih bisa mendengar suara Imam. Abu Hanifah. Apalagi jika penghalangnya pendek dan makmum bisa melihat Imam atau makmum yang lain di depannya. Al-Imam Malik menjelaskan bolehnya shaf di antara tiang jika masjid penuh. atThobarony.R Ibnu Majah. 345 . Para Ulama menjelaskan bahwa larangan membuat shaf di antara tiang itu adalah karena menyebabkan terputusnya shaf. Keutamaan Berjalan Menutup Shaf ‫اها‬ َ ‫َم َش‬ ‫الصَلَِة َوَما ِم ْن َخطْ َوٍة أَ ْعظَ ُم أَ ْجًرا ِم ْن َخطْ َوٍة‬ َّ ‫ِخيَ ُارُك ْم أَلْيَ نُ ُك ْم َمنَاكِب ِِف‬ ‫ف فَ َس َّد َها‬ َّ ‫َر ُج ٌل إِ ََل فُ ْر َج ٍة ِِف‬ ِّ ‫الص‬ Sebaik-baik kalian adalah yang paling lunak bahunya dalam sholat (berjamaah) dan tidaklah ada suatu langkah yang lebih besar pahalanya dibandingkan langkah seseorang menuju celah dalam shaf kemudian ia tutup (H. maka yang demikian tidak mengapa.dengan sangat (H. yang demikian tidak mengapa dan sholatnya sah. Hal ini adalah pendapat al-Imam Malik. misalkan semua orang dalam shaf itu berada di antara tiang. dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Albany). Namun jika tidak sampai membuat terputus.R al-Bazzar. dishahihkan Ibnu Hibban dan al- Albany) Bolehkah Sholat Makmum Terhalang Tabir/ Tembok dan Sholat Mengikuti Imam? Jika di antara Imam dengan makmum terhadap penghalang.

346 .Nabi pernah sholat di kamar beliau. maka manusia kemudian sholat mengikuti sholat beliau (H. kemudian para Sahabat bermakmum kepada beliau dengan terhalang tembok pendek.beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam sholat pada suatu malam di kamarnya sedangkan tembok kamar pendek. ‫صلِّي ِِف َدا ِر َعْب ِد اهللِ ِِف‬ ٍِ َ َ‫ت أَن‬ َ ُ‫س بْ َن َمالك ي‬ َ َ‫ ق‬، ‫َع ْن َجبَ لَ َة بْ ِن أَِِب ُسلَْي َما َن‬ ُ ْ‫ َرأَي‬: ‫ال‬ ‫ َو ُس ُج ْوَد ُه ْم‬، ‫ َوُه َو يََرى ُرُك ْو َع ُه ْم‬، ‫الصغِ ِْري الَّ ِذي يشرف على املسجد‬ ِ ‫الْب‬ َّ ‫اب‬ َ Dari Jabalah bin Abi Sulaiman beliau berkata: Saya melihat Anas bin Malik sholat di rumah Abdullah pada pintu kecil yang mengawasi masjid dari atas. Dan ia melihat ruku’ dan sujud mereka (jamaah sholat)(riwayat Ibnul Mundzir dalam al-Awsath) Hal yang jelas tidak boleh adalah seorang bermakmum melalui radio atau televisi yang menyiarkan sholat berjamaah secara langsung.R al-Bukhari) Anas bin Malik juga pernah sholat di rumah seseorang yang posisinya berada di atas masjid dan beliau bisa melihat ruku dan sujud jamaah tersebut. ‫صلِّي ِم ْن اللَّْي ِل ِِف‬ ِ َ ُ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم ي‬ ِ ُ ‫عن عائِ َشةَ قَالَت َكا َن رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ ْ َ َْ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم فَ َق َام‬ ِ ِ ْ ‫حجرتِِه وِج َدار‬ ِّ ِ‫ص الن‬ َ ‫َِّب‬ َ ‫َّاس َش ْخ‬ُ ‫اْلُ ْجَرة قَصريٌ فَ َرأَى الن‬ ُ َ َْ ُ ‫ص ََلتِِه‬ ِ َ ‫صلُّو َن ب‬ ٌ َ‫أُن‬ َ ُ‫اس ي‬ Dari Aisyah –radhiyallahu anha. sehingga manusia bisa melihat Nabi shollallahu alaihi wasallam.

seseorang tidak boleh sholat sendirian di belakang shaf. Inilah pendapat yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah dan dikuatkan oleh Syaikh Ibn Utsaimin (asy- Syarhul Mukhtashar ala Bulughil Maram libni Utsaimin (3/255)). maka sholatnya tidak sah. sedangkan seorang wanita sholat di belakang mereka (Syarh Sunan Abi Dawud li Abdil Muhsin (4/85)). jika ia bersikap meremehkan dan bermudah- mudahan. sesuai dengan hadits riwayat Abu Dawud bahwa Nabi sholat bersama Anas dan seorang wanita. saat masih ada celah di shaf depannya namun ia tidak masuk ke dalam shaf itu justru ia ambil posisi sholat sendirian di belakang shaf. dan sholatnya tetap sah.Sholat Sendirian di Belakang Shaf Secara asal. Namun. Anas berdiri di sebelah kanan Nabi. maka ia terpaksa sholat sendirian di belakang shaf. sedangkan bagi wanita tidak mengapa. Tapi jika ia telah berusaha mencari celah untuk masuk ke dalam shaf namun tidak mendapatkannya. yang demikian tidak mengapa. Dalil yang menunjukkan tidak bolehnya seorang laki-laki sholat di belakang shaf sendirian adalah: 347 . Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad menjelaskan bahwa larangan sholat sendirian di belakang shaf itu hanyalah untuk pria.

Kemudian beliau bersabda: Hadapilah sholatmu (ulang lagi) karena tidak ada sholat bagi yang berdiri di belakang shaf (sendirian)(H. ِ َ َ‫َع ْن َعلِ ِّي بْ ِن َشْيبَا َن َوَكا َن ِم َن الْ َوفْ ِد ق‬ ُ‫صلَّى اللَّه‬ ِّ ِ‫ال َخَر ْجنَا َح ََّّت قَد ْمنَا َعلَى الن‬ َ ‫َِّب‬ ِ ‫الص ََل َة‬ َّ ‫ضى‬ َ ‫ُخَرى فَ َق‬ َ ُ‫صلَّْي نَا َوَراءَه‬ ْ ‫ص ََل ًة أ‬ َ َّ‫صلَّْي نَا َخ ْل َفهُ ُُث‬ َ ‫َعلَْيه َو َسلَّ َم فَبَايَ ْعنَاهُ َو‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه‬ ِ َِ‫ال فَوقَف علَي ِه ن‬ َ ‫ِب اللَّه‬ ُّ ْ َ َ َ َ َ‫ف ق‬ ِّ ‫الص‬ َّ ‫ف‬ َ ‫صلِّي َخ ْل‬َ ُ‫فَ َرأَى َر ُج ًَل فَ ْرًدا ي‬ ِِ ِ ‫ف‬ِّ ‫الص‬ َّ ‫ف‬ َ ‫ص ََل َة للَّذي َخ ْل‬ َ ‫ك ََل‬ َ َ‫ص ََلت‬َ ‫استَ ْقبِ ْل‬ ْ ‫ال‬ َ َ‫ف ق‬َ ‫صَر‬ َ ‫َو َسلَّ َم ح‬ َ ْ‫ْي ان‬ Dari Ali bin Syaiban yang beliau adalah utusan. Ahmad. Kemudian beliau melihat seorang laki-laki sholat sendirian di belakang shaf sehingga Nabi shollallahu alaihi wasallam berdiri di dekatnya ketika orang itu selesai sholat.R Ibnu Majah. beliau berkata: Kami keluar hingga kami sampai kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam kemudian kami membaiat beliau dan sholat di belakang beliau. dinyatakan sanadnya shahih oleh al-Mundziri dan dishahihkan al-Albany) 348 . Kemudian kami sholat di belakang beliau pada sholat yang lain hingga beliau menyelesaikan sholat.

Kemudian Abu Hurairah mengikuti dengan pandangannya hingga laki-laki itu keluar masjid. kemudian tidak kembali kecuali ia adalah munafiq (H. atau 349 . dinyatakan oleh al-Haitsamy bahwa para perawinya adalah para perawi dalam as-Shahih) ‫ودا ِِف الْ َم ْس ِج ِد َم َع أَِِب ُهَريْ َرةَ فَأَذَّ َن الْ ُم َؤذِّ ُن فَ َق َام َر ُج ٌل‬ً ُ‫ال ُكنَّا قُع‬ َ َ‫َّعثَ ِاء ق‬ ْ ‫َع ْن أَِِب الش‬ َ ‫صَرهُ َح ََّّت َخَر َج ِم ْن الْ َم ْس ِج ِد فَ َق‬ ‫ال أَبُو ُهَريْ َرَة‬ ِ ِِ َ َ‫م َن الْ َم ْسجد َيَْشي فَأَتْ بَ َعهُ أَبُو ُهَريْ َرَة ب‬ ِ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِ َ ‫صى أَبَا الْ َقاس ِم‬ َ ‫أ ََّما َه َذا فَ َق ْد َع‬ Dari Abusy Sya’tsaa’ beliau berkata: Kami sedang duduk di masjid bersama Abu Hurairah kemudian muadzin mengumandangkan adzan. Maka Abu Hurairah berkata: Orang ini telah bermaksiat kepada Abul Qosim (Nabi Muhammad) shollallahu alaihi wasallam (H. HAL-HAL TERKAIT IMAM DAN MAKMUM Larangan Meninggalkan Masjid Saat Sudah Dikumandangkan Adzan Kecuali Jika Ada Keperluan ‫اج ٍة ُُثَّ َلَ يَ ْرِج ُع إِلَْي ِه إَِلَّ ُمنَافِق‬ ِ ِ ِ ِِ َ َ‫َلَ يَ ْس َم ُع النِّ َداءَ ِِف َم ْسجدي ُُثَّ َُيُْر ُج مْنهُ إَلَّ ْل‬ Tidaklah ada yang mendengar adzan di masjidku kemudian keluar darinya kecuali karena ada keperluan.R Muslim) Tidak boleh bagi seseorang yang sedang berada di masjid saat dikumandangkan adzan kemudian keluar kecuali jika ia ada keperluan seperti ke toilet. Tiba-tiba seorang laki-laki berdiri dari masjid berjalan pergi.R atThobarony. atau karena sakit.

hingga ketika beliau telah berdiri di tempat sholatnya dan kami menunggu takbir beliau. kemudian beliau keluar masjid untuk mandi dan kembali menjadi Imam. Beliau berpaling dan menyatakan: Tetaplah di tempat kalian. ِ ِ ِ َ ‫رس‬ ُ‫الص ََلة‬ َّ ‫ت‬ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم َخَر َج َوقَ ْد أُق‬ ْ ‫يم‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ َّ ‫ُهَريْ َرَة أ‬ ‫َن‬ ‫َع ْن أَِِب‬ ‫ال َعلَى‬َ َ‫ف ق‬َ ‫صَر‬ َ ‫َح ََّّت إِ َذا قَ َام ِِف ُم‬ َ ْ‫ص ََّلهُ انْتَظَْرنَا أَ ْن يُ َكبِّ َر ان‬ ‫وف‬ ُ ‫الص ُف‬ُّ ‫ت‬ْ َ‫َوعُ ِّدل‬ ِ ِ ِ ُ ‫َم َكان ُك ْم فَ َم َكثْ نَا َعلَى َهْيئَتنَا َح ََّّت َخَر َج إِلَْي نَا يَْنط‬ ‫ف َرأْ ُسهُ َماءً َوقَ ْد ا ْغتَ َس َل‬ Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam keluar (menuju masjid) dan telah dikumandangkan iqomat sholat serta shaf telah ditegakkan. Akhirnya beliau memerintahkan para Sahabat untuk tetap di posisi mereka.R al-Bukhari) 350 .menjadi Imam atau muadzin di tempat lain. Bisa juga karena berpindah ke masjid lain karena sebab yang syar’i karena bacaan Imamnya lebih baik. Hal itu juga menunjukkan bolehnya keluar dari masjid setelah dikumandangkan adzan/iqomat karena ada keperluan yang harus dikerjakan. atau sebab lain (penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin dalam Syarh Riyaadhis Shoolihin (1/2140)). Nabi shollallahu alaihi wasallam juga pernah lupa bahwa beliau belum suci (dari janabah) saat akan menjadi Imam dan shof sudah ditegakkan. Maka kami diam tetap dalam keadaan kami itu hingga beliau keluar menuju kami kepalanya meneteskan air (menunjukkan bahwa beliau) telah mandi (H. atau hendak sholat di masjid lain untuk dilakukan sholat jenazah setelahnya.

Jika kalian mendatangi sholat. hendaknya kalian tenang. apa yang terluput. Hendaknya Berjalan dengan Tenang ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه‬ ِّ ِ‫صلِّي َم َع الن‬ َ ‫َِّب‬ َ َ‫َع ْن َعْب ِد اللَّ ِه بْ ِن أَِِب قَتَ َاد َة َع ْن أَبِ ِيه ق‬ َ ُ‫ال بَْي نَ َما َْن ُن ن‬ ‫الص ََل ِة‬ َّ ‫استَ ْع َج ْلنَا إِ ََل‬ ٍ ِ َ ‫َو َسلَّ َم إِ ْذ َْس َع َجلَبَةَ ِر َجال فَلَ َّما‬ َ َ‫صلَّى ق‬ ْ ‫ال َما َشأْنُ ُك ْم قَالُوا‬ ‫صلُّوا َوَما فَاتَ ُك ْم‬ ِ ِ َّ ِ‫الص ََل َة فَعلَي ُكم ب‬ ِ َ َ‫السكينَة فَ َما أ َْد َرْكتُ ْم ف‬ ْ ْ َ َّ ‫ال فَ ََل تَ ْف َعلُوا إ َذا أَتَْيتُ ْم‬ َ َ‫ق‬ ‫فَأََِتُّوا‬ Dari Abdullah bin Abi Qotadah dari ayahnya beliau berkata: Ketika kami sholat bersama Nabi shollallahu alaihi wasallam tiba-tiba terdengar gerakan kaki para lelaki (tergesa-gesa). Setelah selesai sholat beliau bertanya: Ada apa dengan kalian. Para Sahabat menyatakan: Kami tergesa-gesa menuju sholat. Apa yang kalian dapati maka sholatlah. maka sempurnakanlah (H. Allah Azza Wa Jalla 351 . di sana ia dapati manusia telah selesai sholat. Nabi menyatakan: Janganlah demikian.R al-Bukhari dan Muslim) Tetap Mendapatkan Pahala Sempurna Bagi yang Terlambat Datang Sholat Berjamaah di Masjid Karena Udzur ‫صلَّ ْوا أ َْعطَاهُ اللَّهُ َج َّل َو َعَّز ِمثْ َل‬ َ ‫َّاس قَ ْد‬ َ ‫اح فَ َو َج َد الن‬ َ ‫ضوءَهُ ُُثَّ َر‬ ْ ‫ضأَ فَأ‬ ُ ‫َح َس َن ُو‬ َّ ‫َم ْن تَ َو‬ ‫َج ِرِه ْم َشْيئًا‬ ِ َ ِ‫أَج ِر من ص ََّلها وحضرها ََل ي ْن ُقص َذل‬ ْ ‫ك م ْن أ‬ ُ َ َََ َ َ َ َ ْ َ ْ Barangsiapa yang berwudhu kemudian menyempurnakan wudhu’nya kemudian berangkat (ke masjid).Larangan Mendatangi Sholat Berjamaah dengan Tergesa-gesa.

dishahihkan al-Hakim dan disepakati adz-Dzahaby dan al-Albany). tidaklah dikurangi dari pahalanya sedikitpun (H. pent)(H. Selama hal itu tidak dijadikan sebagai kebiasaan sehingga menggampangkan untuk terlambat dan dikhawatirkan akan menimbulkan perpecahan dan kebencian di antara kaum muslimin. Secara asal hukumnya boleh. di Masjid yang Baru Selesai Sholat Berjamaah? Jawabannya: Boleh. Maka Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang (mau) bershodaqoh untuk satu orang ini sehingga sholat bersamanya? Maka berdirilah satu orang laki-laki kemudian sholat (berjamaah bersama orang yang terlambat. ِ ُ ‫َن رج ًَل دخل الْمس ِج َد وقَ ْد صلَّى رس‬ ِّ ‫اْلُ ْد ِر‬ ٍ ِ‫عن أَِِب سع‬ ُ‫صلَّى اللَّه‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ َ ْ َ َ َ َ ُ َ َّ ‫ي أ‬ ْ ‫يد‬ َ َْ ِ ِ ُ ‫ال رس‬ ِِ ‫علَي ِه وسلَّم بِأ‬ ‫َّق َعلَى َه َذا‬ ُ ‫صد‬ َ َ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم َم ْن يَت‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ ‫َص َحابه فَ َق‬ ْ َ ََ َْ ‫صلَّى‬ ِ ِ َ َ‫صلِّ َي َم َعهُ فَ َق َام َر ُج ٌل م ْن الْ َق ْوم ف‬ َ ُ‫فَي‬ Dari Abu Said al-Khudry –radhiyallahu anhu.R Abu Dawud.bahwa seorang laki-laki masuk ke masjid saat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam telah sholat bersama para Sahabatnya. Bolehkah Mengadakan Sholat Berjamaah Berikutnya Ketika Terlambat.akan memberikan kepadanya pahala seperti orang yang hadir dan sholat.R Ahmad) ‫َص َحابِِه‬ ْ ‫صلَّى بِأ‬ َ ‫صلَّْي نَا فَأَذَّ َن َوأَقَ َام َو‬ َ َ‫َع ْن أَِِب عُثْ َما َن ق‬ ٌ َ‫ َجاءَنَا أَن‬: ‫ال‬ َ ‫س َوقَ ْد‬ 352 .

dan sholat bersama para Sahabatnya (riwayat al-Baihaqy. ternyata beliau dapati manusia telah selesai sholat.R Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih). Masruq. Bagi seorang yang terlambat mendatangi sholat berjamaah. Pulang ke rumah sholat berjamaah dengan yang ada di rumah. Mengadakan sholat berjamaah lagi (seperti yang dilakukan oleh Sahabat Anas bin Malik dan Ibnu Mas’ud) 3. Pindah mencari masjid lain untuk sholat berjamaah (seperti yang dilakukan Sahabat al-Aswad). Sholat sendiri-sendiri 4. maka beliau kemudian berjamaah dengan Alqomah. dan al-Aswad (H. Maka beliau (menyuruh) adzan. Hal ini juga pernah dilakukan Nabi ‫احى الْ َم ِديْنَ ِة يُِريْ ُد‬ ِ ‫اهلل صلَّى اهلل علَي ِه و سلَّم اَقْ بل ِمن نَو‬ َ ْ ََ َ َ َ َْ ُ َ ِ ‫عن أَِِب بكْرَة أَ َّن رسو َل‬ ُْ َ َ َ ْ َ ‫صلَّى ِبِِ ْم‬ ِِ َ َ‫ال إِ ََل َمْن ِزله فَ َج َم َع اَ ْهلَهُ ف‬ َ ‫صلَّ ْوا فَ َم‬ َ َّ‫الصَلَةَ فَ َو َج َد الن‬ َ ‫اس قَ ْد‬ َّ dari Abu Bakrah bahwasanya Rasulullah shollallahu alaihi wasallam datang dari pinggiran Madinah hendak sholat. iqomat.Dari Abu Utsman beliau berkata: Anas mendatangi kami (di masjid) saat kami telah sholat. dan disebutkan secara ta’liq oleh al- Bukhari dalam Shahihnya) َ‫صلَّ ْوا فَ َج َّم َع بِ َع ْل َق َمة‬ ِ ٍ َّ ‫ أ‬، ‫َع ْن َسلَ َم َة بْ ِن ُك َهْي ٍل‬ َ ‫َن ابْ َن َم ْسعُود َد َخ َل الْ َم ْسج َد َوقَ ْد‬ ‫َس َوِد‬ ٍ ْ ‫َوَم ْس ُروق َواْل‬ Dari Salamah bin Kuhail bahwasanya Ibnu Mas’ud masuk ke masjid yang telah ditegakkan sholat (berjamaah). atau 2. Maka kemudian beliau kembali ke rumahnya. ia bisa memilih melakukan salah satu dari tindakan: 1. mengumpulkan 353 .

atau duduk menunggu Imam masbuq ini menyelesaikan sholatnya (al-Minhaj karya anNawawy (1/64)). Namun. Sebagian Ulama menjelaskan bahwa Imam masbuq yang hendak sampai pada bagian salam untuk makmum.R al- Bukhari). maka ia bisa memilih makmum untuk menggantikan dirinya dan meneruskan sholat. bisa memilih salah satu makmum menggantikan dirinya 354 . maka masbuq melanjutkan Imam. lupa belum berwudhu’. apakah memisahkan diri (salam duluan).R atThobarony. Yang dipilih untuk menggantikan Imam sebaiknya adalah seseorang yang ikut sholat berjamaah sejak awal. Demikian juga Ali bin Abi Tholib pernah terkena mimisan di hidungnya. kemudian beliau memilih salah satu makmum untuk menjadi Imam menggantikannya (riwayat Said bin Manshur). dinyatakan para perawinya terpercaya oleh al-Haitsamy) Disyariatkannya Mengganti Imam Saat Batal di Tengah Sholat Jika Imam tidak bisa melanjutkan sholat karena sebab tertentu seperti batal wudhu’nya. jika yang dipilih menggantikan Imam adalah masbuq. beliau memegang tangan Abdurrahman bin Auf untuk menggantikan beliau sebagai Imam (H. atau sebab lainnya. Saat semestinya salam. masbuq yang menjadi Imam itu memberikan isyarat dan makmum boleh memilih. Sebagaimana Umar bin al-Khotthob ketika ditikam pada sholat Subuh.keluarganya dan sholat bersama mereka (H.

maka mereka mengulangi sholat dan tidak menyuruh makmum untuk mengulangi sholat (disebutkan Ibnu Qudamah dalam al-Mughni (3/265)). kemudian selesai sholat sadar masih berhadats. agar Imam dan makmum salam bersama- sama. ِ ُ ِ‫ َوأ ََمَرُه ْم أَ ْن َلَ يُع‬، ‫َع َاد‬ ‫يدوا‬ َ ‫ب فَأ‬ ِ ‫صلَّى بِالن‬ ٌ ُ‫َّاس َوُه َو ُجن‬ َّ ‫يم ؛ أ‬ َ ‫َن ُع َمَر‬ َ ‫َع ْن إبْ َراه‬ Dari Ibrahim bahwasanya Umar sholat bersama manusia dalam keadaan junub.R Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf) 355 . Sebagaimana hal tersebut pernah terjadi pada para Sahabat seperti Umar bin al-Khotthob. maka sholat makmum sah (tidak harus mengulang) sedangkan sholat Imam batal (harus mengulang) (penjelasan Ibnu Qudamah dalam asy- Syarhul Kabiir (2/55)).sebagai Imam. Ali dan Ibnu Umar radhiyallahu anhum ajmain. Imam Baru Sadar Bahwa Ia Masih Berhadats Jika setelah selesai sholat berjamaah Imam baru sadar bahwa ia ternyata berhadats. maka makmum bisa saja melakukan salah satu hal: 1. atau 2. Melanjutkan sholat sebagai sholat sendiri-sendiri (disarikan dari penjelasan Ibnu Qudamah dalam asy- Syarhul Kabiir (1/498)). Jika Imam tidak memilih seseorang untuk menggantikan. Mereka pernah sholat menjadi Imam. sedangkan dirinya melanjutkan sholat sendirian. Setelah Selesai Sholat Berjamaah. Utsman. Memilih (dengan memberi isyarat) agar salah satu makmum menjadi Imam. kemudian ia mengulangi sholat dan tidak memerintahkan mereka (makmum) untuk mengulangi sholat (H.

maka beliau mengulangi sedangkan mereka (para makmum) tidak mengulangi (H.R Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf) ِ َّ‫صلَّى بِالن‬ ِ ‫ث ب ِن الْم‬ ِ ْ ‫عن ُُم َّم ٍد ب ِن عمرو ب ِن‬ ‫ َوُه َو‬، ‫اس‬ ْ ُ ْ ‫اْلَا ِر‬ َ ‫ أَ َّن عُثْ َما َن‬: ‫صطَلق‬ ْ َْ ْ َ ْ َ ‫ فَأَ َع َاد َوََلْ يُعِْي ُدوا‬، ‫ب‬ ٌ ُ‫ُجن‬ Dari Muhammad bin Amr bin al-Harits bin al-Mustholiq bahwasanya Utsman sholat bersama manusia dalam keadaan junub kemudian beliau mengulang sholat dan mereka (para makmum) tidak mengulang sholat (riwayat al- Baihaqy dalam Ma’rifatus Sunan wal Atsar) َ ِ‫آم ُره أَ ْن يَ ْغتَ ِس َل َويُع‬ ‫يد‬ َّ ‫ب بِالْ َق ْوِم فَأ ََُتَّ ِبِِ َم‬ ُ ، ‫الصَلَة‬ ْ ‫صلَّى‬ ُ ُ‫اْلُن‬ َ ‫ إذا‬: ‫ال‬ َ َ‫ ق‬، ‫َع ْن َعلِ ٍّي‬ ُ ِ‫آم ْرُه ْم أَ ْن يُع‬ ‫يدوا‬ ُ ْ‫ َوََل‬، Dari Ali beliau berkata: Jika seorang junub sholat bersama suatu kaum menjadi Imam bagi mereka. ٍ ‫ ُُثَّ ذَ َكر أَنَّه صلَّى بِغ ِري و‬، ‫ع ِن اب ِن عمر ؛ أَنَّه صلَّى ِبِِم الْغدا َة‬ ْ‫ َوََل‬، ‫َع َاد‬ َ ‫ضوء فَأ‬ ُ ُ َْ َ ُ َ ََ َ َ ُ ََ ُ ْ َ ُ ِ‫يُع‬ ‫يدوا‬ Dari Ibnu Umar bahwasanya ia sholat bersama mereka (para makmum) sholat Subuh kemudian beliau baru ingat bahwa beliau sholat tanpa berwudhu’. maka aku perintahkan ia untuk mandi dan mengulang sholatnya dan aku tidak memerintahkan mereka (para makmum) untuk mengulang (sholatnya)(riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf) 356 .

Di dalamnya terdapat rahasia yang menakjubkan dan berita yang aneh. pent). Sesungguhnya kaum di antara kalian ada yang sholat bersama kami tidak menyempurnakan wudhu.Namun jika seorang makmum mengetahui dengan yakin bahwa Imamnya telah berhadats saat sebelum sholat selesai. Sholat Imam Terpengaruh dengan Keadaan Makmum ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِ ِ ِّ ِ‫صلَّى َم َع الن‬ َ ‫َِّب‬ َ ُ‫َع ْن أَِِب َرْو ٍح م ْن ذي الْ َك ََل ِع َع ْن َر ُج ٍل أَنَّه‬ ٍ ‫الر ِوم فَتَ رَّدد ِِف آي‬ َّ ‫ال إِنَّهُ يَْلبِس َعلَْي نَا الْ ُق ْرآ َن أ‬ ‫َن‬ ُ َ َ‫ق‬ ‫ف‬َ ‫ر‬ َ ‫ص‬ َ ‫ن‬ ْ ‫ا‬ ‫ا‬‫م‬َّ ‫ل‬ َ ‫ف‬ َ ‫ة‬َ َ َ ُّ ِ‫الصْب َح فَ َقَرأَ ب‬ُّ ‫الص ََل َة َم َعنَا فَ ْليُ ْح ِس ْن‬ َّ ‫ضوءَ فَ َم ْن َش ِه َد‬ ِ ُ ‫صلُّو َن َم َعنَا ََل َُْيسنُو َن الْ ُو‬ ِ َ ُ‫أَقْ َو ًاما مْن ُك ْم ي‬ َ‫ضوء‬ ُ ‫الْ ُو‬ Dari Abu Rouh dari Dzil Kalaa’ dari seorang laki-laki (Sahabat Nabi) bahwasanya ia sholat Subuh bersama Nabi shollallahu alaihi wasallam.R Ahmad. Ini menunjukkan bahwa sholat 357 . bahwa Nabi shollallahu alaihi wasallam terpengaruh dengan tidak sempurnanya wudhu’ pada orang yang bermakmum pada beliau. tapi ia tetap sholat bersamanya. Ketika selesai sholat beliau bersabda: Sesungguhnya tersamarkan padaku (bacaan) al-Quran. Barangsiapa yang sholat bersama kami hendaknya memperbaiki wudhu’nya (H. dihasankan Ibnu Katsir dan al- Albany) Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan: “Hadits ini sanadnya hasan dan matannya hasan. maka sholatnya juga tidak sah. beliau membaca surat arRuum kemudian beliau mengulang-ulang satu ayat (karena ada yang terlupa.

makmum berkaitan dengan sholat Imam (Tafsir Ibn Katsir di akhir surat arRuum) Faidah lain yang bisa diambil dari hadits: 1. maka yang demikian tidak mengapa. seorang wanita yang melewati malam dalam keadaan suaminya marah. hingga yang membencinya adalah mayoritas (makmum). atau 358 . Jika imam adalah orang yang baik Diennya dan berada di atas sunnah. 2. kefasikan. yang demikian tidaklah makruh ia menjadi imam (al-Mughni karya Ibnu Qudamah(3/482)) Ibnul Malik menjelaskan bahwa hal ini jika Imam tersebut adalah orang yang berbuat kebid’ahan.R atTirmidzi dihasankan olehnya dan disepakati al-Albany) Al-Imam Ahmad menjelaskan: jika yang membencinya adalah satu. kemudian makmum membencinya karena itu. dua. Imam yang Dibenci oleh Makmum ِ ْ َ‫ص ََلتُ ُه ْم آذَانَ ُه ْم الْ َعْب ُد ْاْلبِ ُق َح ََّّت يَ ْرج َع َو ْامَرأَةٌ بَات‬ ‫ت َوَزْو ُج َها َعلَْي َها‬ َ ‫ثَََلثَةٌ ََل َُتَا ِوُز‬ ‫ط َوإَِم ُام قَ ْوٍم َوُه ْم لَهُ َكا ِرُهو َن‬ ِ‫س‬ ٌ ‫اخ‬ َ Ada 3 kelompok orang yang sholatnya tidak melewati telinga mereka: Budak yang lari (dari tuannya) hingga kembali. Menyempurnakan wudhu menyebabkan dimudahkannya seseorang untuk menunaikan ibadah dan menyempurnakannya (disarikan dari Tafsir Ibn Katsir surat atTaubah ayat 108). dan seorang imam suatu kaum yang mereka membencinya (H. Disunnahkannya sholat berjamaah bersama orang- orang shalih yang perhatian dengan sunnah dan memperbaiki wudhu’ mereka. atau tiga (makmum).

R al-Bukhari) 359 . sebagaimana perincian yang dijelaskan dalam Fatwa al-Lajnah adDaaimah: 1. Jika ia rukuk. Jika ia sholat dengan duduk.Ummul Mukminin bahwasanya beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam sholat di rumahnya ketika sakit dalam keadaan duduk. Jika ia bangkit maka bangkitlah. maka para makmum juga memulai sholat duduk dari awal.bodoh (tidak tahu ilmu Dien). ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم ِِف‬ ِ ُ ‫عن عائِ َشةَ أ ُِّم الْم ْؤِمنِْي أَنَّها قَالَت صلَّى رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ َ ْ َ َ ُ َ َْ ‫اجلِ ُسوا‬ ْ ‫َش َار إِلَْي ِه ْم أَ ْن‬ ِ َ ‫صلَّى َوَراءَهُ قَ ْوٌم قيَ ًاما فَأ‬ ِ َ ‫صلَّى َجال ًسا َو‬ ٍ ِِ َ َ‫بَْيته َوُه َو َشاك ف‬ ‫اْل َم ُام لِيُ ْؤَُتَّ بِِه فَِإذَا َرَك َع فَ ْارَكعُوا َوإِذَا َرفَ َع فَ ْارفَعُوا‬ ِْ ‫ال إََِّّنَا ُجعِل‬ َ َ َ‫ف ق‬ َ ‫صَر‬ َ ْ‫فَلَ َّما ان‬ ِ ً ُ‫صلُّوا ُجل‬ ‫وسا‬ َ ‫َوإِ َذا‬ َ َ‫صلَّى َجال ًسا ف‬ Dari Aisyah –radhiyallahu anha. maka rukuklah. Maka para Sahabat sholat di belakang beliau dengan berdiri. Apa yang Dilakukan Makmum? Ada dua keadaan. maka yang demikian tidaklah menjadi masalah (disarikan dalam Tuhfatul Ahwadzi (2/288)). Adapun jika kebencian pribadi karena masalah duniawi. Maka beliau memberikan isyarat agar para makmum duduk. Setelah selesai sholat beliau bersabda: Sesungguhnya Imam dijadikan untuk diikuti. Imam tidak bisa sholat duduk sejak awal sholat. maka sholatlah dengan duduk (H. Jika Imam Sholat Duduk.

Abu Bakr awalnya menjadi‬‬ ‫‪Imam.‬‬ ‫‪Dalilnya adalah hadits Aisyah riwayat al-Bukhari‬‬ ‫‪bahwa pada saat Nabi sakit. maka makmum boleh terus sholat dengan‬‬ ‫‪berdiri. kemudian di‬‬ ‫‪pertengahan sholat tidak bisa berdiri dan sholat‬‬ ‫‪duduk. Kemudian setelah Nabi merasa beliau bisa‬‬ ‫‪sholat berjamaah beliau dipapah oleh Ali dan Abbas‬‬ ‫‪hingga mengambil posisi di samping Abu Bakr. Imam di permulaan sholat berdiri. Nabi‬‬ ‫‪menjadi imam dengan duduk dan para Sahabat‬‬ ‫‪melanjutkan sholat seperti keadaan semula (tetap‬‬ ‫‪berdiri).‬‬ ‫ك‬‫َّاس قُ ْلنَا ََل ُه ْم يَْنتَ ِظ ُرونَ َ‬ ‫َصلى الن ُ‬ ‫ال أ َ َّ‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم فَ َق َ‬ ‫ثَ ُق َل النِ ُّ‬ ‫َِّب َ‬ ‫ب لِيَ نُوءَ فَأُ ْغ ِم َي‬ ‫ت فَ َف َع ْلنَا فَا ْغتَ َس َل فَ َذ َه َ‬ ‫ب قَالَ ْ‬ ‫ضِ‬ ‫ِ‬ ‫ضعُوا ِِل َماءً ِِف الْم ْخ َ‬ ‫ال َ‬ ‫قَ َ‬ ‫ك‬‫َّاس قُ ْلنَا ََل ُه ْم يَْنتَ ِظ ُرونَ َ‬ ‫َصلى الن ُ‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّم أ َ َّ‬ ‫َ‬ ‫ال َ‬ ‫َعلَْي ِه ُُثَّ أَفَ َ‬ ‫اق فَ َق َ‬ ‫ب‬ ‫ت فَ َق َع َد فَا ْغتَ َس َل ُُثَّ ذَ َه َ‬ ‫ب قَالَ ْ‬ ‫ضِ‬ ‫ِ‬ ‫ضعُوا ِِل َماءً ِِف الْم ْخ َ‬‫ال َ‬ ‫ول اللَّ ِه قَ َ‬ ‫يَا َر ُس َ‬ ‫ول‬ ‫ك يَا َر ُس َ‬ ‫َّاس قُ ْلنَا ََل ُه ْم يَْنتَ ِظ ُرونَ َ‬ ‫ال أ َ َّ‬ ‫َصلى الن ُ‬ ‫لِيَ نُوءَ فَأُ ْغ ِم َي َعلَْي ِه ُُثَّ أَفَ َ‬ ‫اق فَ َق َ‬ ‫ب لِيَ نُوءَ فَأُ ْغ ِم َي‬ ‫ضعُوا ِِل َماء ِِف الْ ِم ْخ َ ِ‬ ‫ضب فَ َق َع َد فَا ْغتَ َس َل ُُثَّ ذَ َه َ‬ ‫ً‬ ‫ال َ‬ ‫اللَّ ِه فَ َق َ‬ ‫َّاس‬ ‫ك يا رس َ َّ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ال أ َ َّ‬ ‫َعلَْي ِه ُُثَّ أَفَ َ‬ ‫ول الله َوالن ُ‬ ‫َّاس فَ ُق ْلنَا ََل ُه ْم يَْنتَظ ُرونَ َ َ َ ُ‬ ‫َصلى الن ُ‬ ‫اق فَ َق َ‬ ‫ص ََل ِة الْعِ َش ِاء ْاْل ِخَرِة‬ ‫وف ِِف الْمس ِج ِد ي ْنت ِظرو َن النَِِّب علَي ِه َّ ِ‬ ‫الس ََلم ل َ‬ ‫َّ َ ْ‬ ‫َ ْ ََ ُ‬ ‫عُ ُك ٌ‬ ‫صلِّي بِالن ِ‬ ‫َِّب َّ َّ ِ َّ ِ ِ ٍ ِ‬ ‫َّاس فَأَتَاهُ‬ ‫صلى اللهُ َعلَْيه َو َسل َم إ ََل أَِب بَ ْكر بأَ ْن يُ َ َ‬ ‫فَأ َْر َس َل النِ ُّ َ‬ ‫صلِّي بِالن ِ‬ ‫ول اللَّ ِه َ َّ َّ ِ َّ ْ‬ ‫ال إِ َّن َر ُس َ‬ ‫َّاس‬ ‫صلى اللهُ َعلَْيه َو َسل َم يَأ ُم ُرَك أَ ْن تُ َ َ‬ ‫ول فَ َق َ‬ ‫الر ُس ُ‬ ‫َّ‬ ‫‪360‬‬ .‫‪2.

Kemudian bertanya: Apakah manusia sudah sholat. Saat akan bangkit beliau pingsan. Saat akan bangkit beliau pingsan. Nabi bersabda: Letakkan untukku air di bejana. Mereka menunggu anda. ِ ‫ص ِّل بِالن‬ ِ ‫َح ُّق‬َ‫تأ‬ َ ْ‫ال لَهُ عُ َم ُر أَن‬ َ ‫َّاس فَ َق‬ َ ‫ال أَبُو بَ ْك ٍر َوَكا َن َر ُج ًَل َرقي ًقا يَا عُ َم ُر‬ َ ‫فَ َق‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم َو َج َد ِم ْن‬ ِ َ ‫َِّب‬ َّ ِ‫ك ْاْلَيَّ َام ُُثَّ إِ َّن الن‬َ ‫صلَّى أَبُو بَ ْك ٍر تِْل‬ َ َ‫ك ف‬ َ ‫بِ َذل‬ ِ ِ‫ْي أَح ُد ُُها الْعبَّاس ل‬ ِ ِِ ‫صلِّي‬ َ ُ‫ص ََلة الظُّ ْه ِر َوأَبُو بَ ْك ٍر ي‬ َ ُ َ َ َ ِ ْ َ‫ْي َر ُجل‬ َ ْ َ‫نَ ْفسه خ َّفةً فَ َخَر َج ب‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِ َّ ‫ب لِيَتَأ‬ ُّ ِ‫َخَر فَأ َْوَمأَ إِلَْيه الن‬ َ ‫َِّب‬ ٍ ِ ‫بِالن‬ َ ‫َّاس فَلَ َّما َرآهُ أَبُو بَ ْكر َذ َه‬ ‫ال‬َ َ‫ب أَِِب بَ ْك ٍر ق‬ ِ ‫َجلَساهُ إِ ََل َجْن‬ ِِ ِ ِ ِ ْ ‫ال أ‬ َّ ‫بِأَ ْن ََل يَتَأ‬ َ ْ ‫َجل َساِّن إ ََل َجْنبه فَأ‬ َ َ‫َخَر ق‬ َّ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه‬ ِ ِ‫فَجعل أَبو ب ْك ٍر يصلِّي وهو يأْ َُتُّ ب‬ ‫َّاس‬ ُ ‫َو َسل َم َوالن‬ ِّ ِ‫ص ََلة الن‬ َ ‫َِّب‬ َ َ ََُ َ ُ َ ُ َ َ َ ِ َ‫بِص ََلةِ أَِِب ب ْك ٍر والنَِِّب صلَّى اللَّه علَي ِه وسلَّم ق‬ ‫اع ٌد‬ َ ََ َْ ُ َ ُّ َ َ َ Nabi shollallahu alaihi wasallam merasa berat (mengerjakan sholat karena sakit) kemudian beliau bertanya: Apakah manusia sudah sholat? Kami mengatakan: Tidak. 361 . Kemudian Nabi bertanya: Apakah manusia sudah sholat? Kami berkata: Tidak. Nabi bersabda: Letakkan untukku air di bejana. Nabi bersabda: Letakkan untukku air dalam bejana. Saat akan bangkit beliau pingsan. Mereka menunggu anda wahai Rasulullah. Kami berkata: Tidak. Kemudian beliau siuman. Mereka menunggu anda wahai Rasulullah. Kemudian beliau tersadar. Kemudian beliau duduk dan mandi. Kemudian beliau duduk dan mandi. Kemudian beliau siuman. Kemudian beliau bertanya: Apakah manusia sudah sholat? Kami berkata: Tidak. Kemudian beliau mandi. Aisyah berkata: Maka kami lakukan hal itu.

Umar berkata kepada beliau: Engkau lebih berhak untuk itu. Manusia diam di masjid menunggu Nabi shollallahu alaihi wasallam untuk sholat Isya. sholatlah bersama manusia (sebagai imam). Ketika Abu Bakr melihat Nabi. Maka beliau didudukkan di samping Abu Bakr. Abu Bakr adalah seseorang yang lembut. sehingga Abu Bakr bermakmum kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam dan manusia mengikuti Abu Bakr. Maka Abu Bakr menjadi Imam pada hari-hari itu. Kemudian utusan itu dating dan berkata (kepada Abu Bakr): Sesungguhnya Rasulullah shollallahu alaihi wasallam memerintahkan engkau untuk sholat bersama manusia. Mereka menunggu anda wahai Rasulullah. Kemudian beliau keluar dipapah dua orang salah satunya Abbas untuk sholat Dzhuhur. Pada saat itu Abu Bakr sedang mengimami manusia.R al-Bukhari dari Aisyah) Imam Segera Beranjak dari Tempat Selesai Sholat Ketika Ada Keperluan ِ ِ ِ ْ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم بِالْ َمدينَة الْ َع‬ َّ‫صَر فَ َسلَّ َم ُُث‬ ُ ‫صلَّْي‬ ِّ ِ‫ت َوَراءَ الن‬ َ ‫َِّب‬ َ ‫ال‬ َ َ‫َع ْن عُ ْقبَةَ ق‬ ‫َّاس ِم ْن ُس ْر َعتِ ِه‬ ُ ‫ع الن‬ ِِ ِ َ ‫ض ُح َج ِر ن َسائه فَ َف ِز‬ ِ ‫َّاس إِ ََل بَ ْع‬ ِ ‫اب الن‬ َ َ‫قَ َام ُم ْس ِر ًعا فَتَ َخطَّى ِرق‬ 362 . Nabi memberi isyarat agar Abu Bakr tidak mundur (tetap di tempat). dalam keadaan Nabi shollallahu alaihi wasallam sholat duduk (H. Kemudian (setelah beberapa hari) Nabi merasa agak baikan. beliau mundur. Nabi berkata: Dudukkan aku di sampingnya (Abu Bakr). Kemudian Nabi mengutus orang untuk memerintahkan Abu Bakr agar sholat bersama manusia (sebagai Imam). Ia berkata kepada Umar: Wahai Umar.

beliau berkata: Aku sholat Ashar di belakang Nabi shollallahu alaihi wasallam di Madinah. kemudian beliau bersabda: Aku ingat sesuatu berupa biji emas di sisi kami (yang harus dibagikan).‫ت َشْيئًا ِم ْن تٍِْْب ِعْن َدنَا‬ َ ‫فَ َخَر َج َعلَْي ِه ْم فَ َرأَى أَن َُّه ْم َع ِجبُوا ِم ْن ُس ْر َعتِ ِه فَ َق‬ ُ ‫ال ذَ َك ْر‬ )‫ت بِِق ْس َمتِ ِه (رواه البخاري‬ ُ ‫ت أَ ْن ََْيبِ َس ِِن فَأ ََم ْر‬ ُ ‫فَ َك ِرْه‬ Dari Uqbah –radhiyallahu anhu. aku tidak suka jika hal itu akan menahanku. jika memang ada keperluan. Imam Berpaling ke Arah Kanan atau Kiri Kemudian Menghadap Ke Makmum ‫ت َع ْن ََيِ ِيِن أ َْو َع ْن يَ َسا ِري‬ َ ‫ف إِذَا‬ ُ ‫صلَّْي‬ ُ ‫ص ِر‬ َ ْ‫ف أَن‬ َ ‫ت أَنَ ًسا َكْي‬ ُ ْ‫ال َسأَل‬ َ َ‫ِّي ق‬ ُّ ‫َع ِن‬ ِّ ‫السد‬ ‫ف َع ْن ََيِينِ ِه‬ ُ ‫ص ِر‬ ِ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم يَْن‬ ِ َ ‫ال أ ََّما أَنَا فَأَ ْكثَر ما رأَيت رس‬ َ ‫ول اللَّه‬ َُ ُ َْ َ ُ َ َ‫ق‬ Dari as-Suddi beliau berkata: Aku bertanya kepada Anas bagaimana aku berpaling jika selesai sholat. Sebagaimana hal tersebut dijelaskan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari. Kemudian beliau salam kemudian bangkit dengan cepatnya. Setelah Salam dan Berdiam Sejenak.R al- Bukhari) Hadits ini menunjukkan bolehnya Imam untuk segera beranjak dari tempat sholat setelah salam tanpa harus berdzikir. Manusia merasa kaget dengan cepatnya langkah beliau. Dari kanan 363 . maka aku perintahkan untuk (segera) dibagikan (H. Setelah itu beliau keluar menuju manusia dan melihat para Sahabat heran dengan perbuatan beliau. Beliau melangkahi pundak-pundak manusia berjalan menuju kamar-kamar sebagian istrinya.

R Muslim) Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu berkata: ‫ف إََِّل‬ َ ‫ص ِر‬ ِ َّ ‫ص ََلتِِه يََرى أ‬ ِ ِ ِ َ ‫َن َحقًّا َعلَْيه أَ ْن ََل يَْن‬ َ ‫َح ُد ُك ْم للشَّْيطَان َشْيئًا م ْن‬ َ ‫ََل ََْي َع ْل أ‬ ‫ف َع ْن يَ َسا ِرِه‬ ِ ِ ِِ ِ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم َكث ًريا يَْن‬ ُ ‫ص ِر‬ َّ ِ‫ت الن‬ َ ‫َِّب‬ ُ ْ‫َع ْن ََيينه لََق ْد َرأَي‬ Janganlah kalian menjadikan sesuatu bagi syaithan dalam sholatnya.R al-Bukhari) ‫ص ََل ًة أَقْ بَ َل‬ َ ‫َو َسلَّ َم إِ َذا‬ َ ‫صلَّى‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه‬ ُّ ِ‫ال َكا َن الن‬ َ ‫َِّب‬ ٍ ‫َعن َْسُرَة بْ ِن جْن َد‬ َ َ‫ب ق‬ ُ َ ْ ‫َعلَْي نَا بَِو ْج ِه ِه‬ Dari Samurah bin Jundab radhiyallahu anhu beliau berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam jika selesai sholat menghadapkan wajahnya ke arah kami (H. Ia menganggap bahwa yang benar tidaklah berpaling kecuali dari kanan.atau dari kiri? Beliau berkata: Aku kebanyakan melihat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam berpaling dari kanannya (H.R al-Bukhari) 364 . Sungguh aku telah melihat Nabi shollallahu alaihi wasallam kebanyakan berpaling dari kirinya (H.

al-Baihaqy. adz-Dzahaby.R Abu Dawud). Ibnu Rojab (dalam Fathul Baari). kecuali 4 golongan: hamba sahaya. namun merupakan mursal shohaby yang bukan merupakan sisi kelemahan dalam hadits sebagaimana dijelaskan oleh Imam anNawawy. Namun. anak kecil. Kalaupun hadits tersebut terhitung mursal. Hadits tersebut dinilai lemah oleh sebagian Ulama’ karena diriwayatkan oleh Thariq bin Syihab yang tidak pernah mendengar langsung dari Nabi. Bahkan al-Baihaqy menyatakan bahwa hadits ini memiliki jalur- jalur periwayatan lain yang menguatkannya. Beberapa Ulama’ yang menshahihkan hadits tersebut di antaranya adalah al-Hakim. ia pernah melihat Nabi (sebagaimana dinyatakan Abu Dawud). 365 . sehingga termasuk kategori Sahabat (sebagaimana pendapat Ibnu Mandah dan Abu Nu’aim). Ibnu Katsir (dalam Irsyadul Faqiih) dan Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albaany. SHOLAT JUMAT Siapa saja yang wajib melakukan sholat Jumat? Jawab: ٌ ُ‫اع ٍة إََِّل أ َْربَ َع ًة َعْب ٌد ُمَْل‬ ِ ِ ‫وك أ َْو ْامَرأَةٌ أ َْو‬ َ َ‫ب َعلَى ُك ِّل ُم ْسل ٍم ِِف ََج‬ ٌ ‫اْلُ ُم َعةُ َح ٌّق َواج‬ ْ ٌ ‫ِب أ َْو َم ِر‬ ‫يض‬ ٌّ ِ‫ص‬َ “Sholat Jumat wajib dilakukan setiap muslim secara berjamaah. meski ia tidak pernah mendengar langsung dari Nabi. wanita. dan orang yang sakit “ (H. di antaranya hadits Jabir dan Tamim adDaari.

Sholat Jumat tidak wajib bagi anak kecil yang belum baligh. Beliau juga tidak pernah memerintahkan para Sahabat yang safar untuk melakukan sholat Jumat. namun sholat dzhuhur (hadits Jabir riwayat Muslim). Bisa disimpulkan bahwa golongan yang wajib melakukan sholat Jumat adalah: 1. Laki-laki. Demikian juga tidak pernah ternukil dalam sebuah hadits bahwa Nabi pada saat safar melakukan sholat Jumat. yang termasuk tidak wajib melakukan sholat Jumat adalah musafir. ataupun orang gila. 2.) Mukim.Selain 4 golongan tersebut. Mukallaf dan berakal sehat. 4. Orang yang sakit tidak wajib sholat Jumat. Non muslim juga tidak diwajibkan melakukan sholat Jumat. Wanita tidak wajib sholat Jumat. Namun. Sebagaimana Nabi ketika melakukan haji wada’ pada saat wukuf di Arafah bertepatan dengan hari Jumat beliau tidak sholat Jumat. Sehat. dalam arti tidak akan ternilai sebagai ibadah. 366 . sikap mereka tidak sholat Jumat tersebut adalah bentuk dosa yang akan dibalas dengan adzab di akhirat. 3. dan orang yang hilang kesadaran.

R atTirmidzi). ia akan mendapatkan keutamaan sholat Jumat yang besar. Merdeka. Apa ancaman bagi orang yang tidak melakukan sholat Jumat tanpa udzur? Jawab: )‫ات تَ َه ُاونًا ِِبَا طَبَ َع اللَّهُ َعلَى قَ ْلبِ ِه (رواه الِتمذي‬ ٍ ‫َلث مَّر‬ َ َ َ‫اْلُ ُم َع َة ث‬ ْ ‫َم ْن تَ َرَك‬ “Barangsiapa yang meninggalkan sholat Jumat 3 kali karena malas. Hamba sahaya (budak) tidak wajib melakukan sholat Jumat. maka Allah akan menutup hatinya” (H. maka nasehat- nasehat dan pelajaran dari alQuran dan hadits Nabi tidak akan berpengaruh padanya. Kita berlindung kepada Allah dari tertutupnya hati kita. jika ia singgah di suatu tempat (perkampungan/kota) dan sholat Jumat bersama orang-orang mukim tersebut. dan ia tidak terbebani untuk sholat Dzhuhur lagi (Fatwa Syaikh bin Baz). Wal-iyaadzu billaah! ِ ِ ُ ‫ال رس‬ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم أَََل َه ْل َع َسى أ‬ ‫َح ُد ُك ْم أَ ْن‬ َ ‫ول اللَّه‬ ُ َ َ َ‫ال ق‬ َ َ‫َع ْن أَِِب ُهَريْ َرةَ ق‬ ِ ِ ِ َّ ِ ِ ِ ِ ِ ُّ ‫َّخ َذ‬ ِ ‫يت‬ ُ‫الصبَّةَ م ْن الْغَنَم َعلَى َرأْ ِس م ٍيل أ َْو ميلَ ْْي فَيَتَ َعذ َر َعلَْيه الْ َك َْلُ فَيَ ْرتَف َع ُُثَّ ََتيء‬ َ 367 . Jadilah ia sebagai seorang munafiq. Jika seseorang telah tertutup hatinya. Musafir tidak wajib melakukan sholat Jumat. Namun. 5.

ْ ُ‫اْلُ ُم َعةُ فَ ََل يَ ْش َه ُد َها َوََِتيء‬ ‫اْلُ ُم َعةُ فَ ََل‬ ْ ُ‫اْلُ ُم َعةُ فَ ََل ََِييءُ َوََل يَ ْش َه ُد َها َوََِتيء‬ ْ ‫يَ ْش َه ُد َها َح ََّّت يُطْبَ َع َعلَى قَ ْلبِ ِه‬ Dari Abu Hurairah beliau berkata Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: Bisa jadi ada seseorang yang membawa sekumpulan kambing sejauh jarak 1 atau 2 mil tidak mendapatkan padang gembalaan sehingga naik ke atas lagi kemudian datang waktu sholat Jumat dia tidak mendatanginya. Apa saja udzur syar’i yang membolehkan seseorang laki-laki meninggalkan sholat Jamaah 5 waktu dan sholat Jumat? Jawab: 368 . datang Jumat berikutnya ia tidak mendatanginya. datang Jumat berikutnya ia tidak mendatanginya. َ َ‫وم اللَّْي َل ََل يَ ْش َه ُد َجُْ َع ًة َوََل ََج‬ ‫اع ًة‬ ُ ‫َّه َار َويَ ُق‬ َ ‫وم الن‬ ُ‫ص‬ ٍ َّ‫َو ُسئِل ابْ ُن َعب‬ ُ َ‫اس َع ْن َر ُج ٍل ي‬ َ ‫ال ُه َو ِِف النَّا ِر‬ َ َ‫ق‬ Dan Ibnu Abbas ditanya tentang seseorang yang (sering) berpuasa siang hari dan qiyamullail pada malam hari namun tidak menghadiri sholat Jumat dan sholat berjamaah (di masjid) 5 waktu. beliau menjawab: dia di anNaar (neraka)(riwayat atTirmidzi dan Ibnu Abi Syaibah).R Ibnu Majah dan al-Hakim). sampai hatinya menjadi tertutup”(H.

Sakit Sebagaimana Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam ketika sakit. 2. buang air besar. Udzur- udzur tersebut di antaranya: 1. jika terluput dari sholat Jumat.Dalam menentukan takaran apakah seseorang sakitnya sudah masuk kategori udzur atau belum. Menahan keluarnya sesuatu dari 2 jalan (qubul dan dubur) Seperti seseorang yang menahan kencing. Karena Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 369 . tidak pula sangat ketat dan berlebih-lebihan). sangat perlu ditekankan di sini bahwa kadar sakitnya adalah sakit yang benar-benar menyusahkan seseorang untuk bisa mendatangi sholat berjamaah di masjid. maka yang demikian termasuk udzur baginya. hendaknya kadarnya ditentukan secara adil (tidak terlalu ringan dan meremehkan. Justru beliau memerintahkan agar Abu Bakar yang menjadi Imam sholat menggantikan beliau (sebagaimana riwayat alBukhari dan Muslim dari ‘Aisyah). beliau tidak sholat di masjid padahal rumah beliau berdampingan dengan masjid.Para Ulama menjelaskan uzur-udzur syar’i yang membolehkan seseorang laki-laki meninggalkan sholat Jumat dan sholat berjamaah 5 waktu di masjid. Demikianlah diterapkan pada poin-poin udzur yang lain. Jika waktu sholat Jumat tiba dan dia sedang sangat berkebutuhan untuk keperluan tersebut sehingga harus antri di toilet atau semisalnya. diperlukan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah dari orang yang bersangkutan agar ia tidak bermudah- mudahan. Namun. atau buang angin.

Dalam hadits juga dinyatakan: ِ ‫إ َذا قُدِّم الْع َشاء فَابْ َدءوا بِِه قَ ْبل أَ ْن تُصلُّوا ص ََل َة الْم ْغ ِر‬ ‫ب َوََل تَ ْع َجلُوا َع ْن‬ َ َ َ َ ُ ُ َ َ ‫َع َشائِ ُك ْم‬ “Jika telah dihidangkan hidangan makan malam. Dalilnya adalah hadits riwayat muslim yang disebutkan pada poin 2. Misal: Seseorang yang baru pulang dari safar dalam kondisi sangat lapar dan terasa pada dirinya tanda-tanda lapar yang sangat seperti keringat dingin. mulailah dengan makan hidangan tersebut sebelum 370 . Sudah terhidang makanan di hadapannya dan ia sangat lapar.R Muslim) 3. Jika memang ia terlewatkan dari sholat Jumat karena sebab itu. ِ َ‫ضرةِ الطَّع ِام وََل هو ي َدافِعه ْاْلَخبث‬ ‫ان‬ ِ َ ْ ُ ُ ُ َ ُ َ َ َ ْ َ‫ص ََل َة ِب‬ َ ‫ََل‬ “Tidak ada sholat pada saat makanan dihidangkan dan ketika menahan keluarnya (sesuatu) dari 2 jalan (qubul dan dubur)” (H. maka hal itu termasuk udzur. dan semisalnya. Sedangkan waktu pelaksanaan sholat Jumat sudah hampir berakhir. Maka. dada berdegub kencang. namun jika tidak memungkinkan karena sempitnya waktu. Jika memungkinkan baginya untuk mendahulukan makan kemudian mendatangi masjid. maka hal itu termasuk udzur. itulah yang diharapkan. ia hendaknya mendahulukan makan.

maka yang demikian lebih utama. jika seseorang tetap berusaha mendatangi masjid untuk mendapatkan keutamaan sholat Jumat. Hujan lebat Sebagian Ulama’ menyatakan bahwa hujan rintik-rintik sudah merupakan udzur (keringanan) untuk tidak mendatangi sholat berjamaah. Ketika aku kembali ke rumah.R alBukhari) 4. 371 . sholat maghrib dan janganlah tergesa-gesa dari makan malam kalian” (H. Ahmad) Namun. kemudian berserulah muadzin Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam: ‘Sholatlah di tempat tinggal kalian’ (H. aku meminta dibukakan pintu. Kemudian ayahku berkata: Sungguh aku pernah bersama Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam pada hari Hudaibiyah kemudian kami ditimpa hujan yang tidak sampai membasahi bagian bawah sandal-sandal kami. sebagaimana hadits: ‫ال أَِِب‬ َ ‫ت فَ َق‬ ُ ‫استَ ْفتَ ْح‬ ْ ‫ت‬ ٍ ِ ٍ ُ ‫ت ِِف لَْي لَة َمط َرية فَلَ َّما َر َج ْع‬ ُ ‫ال َخَر ْج‬ ِ ِ‫َع ْن أَِِب الْ َمل‬ َ َ‫يح ق‬ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْي ِه َو َسلَّ َم‬ ِ ِ َ ‫ال لََق ْد َرأَيْتُنَا َم َع َر ُسول اللَّه‬ ِ ِ‫ال أَبُو الْ َمل‬ َ َ‫يح ق‬ َ َ‫َم ْن َه َذا ق‬ ‫ول اللَّ ِه‬ِ ‫اْل َديبِي ِة وأَصاب ْت نَا َْسَاء ََل تَب َّل أَسافِل نِعالِنَا فَنَ َادى منَ ِادي رس‬ َُ ُ َ َ َ ُ ْ ٌ َ َ َ َ ْ ُْ ‫يَ ْوَم‬ ‫صلُّوا ِِف ِر َحالِ ُك ْم‬ ِ َ ‫صلَّى اللَّهُ َعلَْيه َو َسلَّ َم‬ َ Dari Abul Malih beliau berkata: Aku pernah keluar (menuju masjid) pada malam yang hujan. Kemudian ayahku bertanya (dari balik pintu): Siapa? Aku menjawab: ‘Abul Malih’.R Ibnu Majah.

6. Mengkhawatirkan keselamatan dirinya (ketakutan yang mencekam) Misalnya: berlindung dari kejaran penguasa yang dholim yang akan membunuhnya bukan secara haq.5. Hal itu membutuhkan tindakan cepat untuk segera mendatangi tempat tersebut agar barangnya bisa ditemukan. maka peluang barang berharganya ditemukan sangat kecil.S alBaqoroh:195). 8. 7. Termasuk kategori ini adalah seseorang yang jam kerjanya bertepatan dengan sholat Jumat. ‫َّهلُ َك ِة‬ ِ ْ ‫َوََل تُْل ُقوا بِأَيْدي ُك ْم إِ ََل الت‬ Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri pada kebinasaan(Q. sedangkan 372 . Angin kencang dan dingin sehingga menghalangi dari keluar rumah. atau panik menyelamatkan diri karena adanya bencana alam. 9. Jika ia harus mendatangi masjid untuk sholat terlebih dahulu. Sedang dalam proses pencarian suatu kendaraan/ barang berharga (bernilai tinggi) yang sebelumnya hilang. dan teridentifikasi barang tersebut sedang berada di suatu tempat. Mengkhawatirkan hartanya yang berharga hilang atau rusak jika ditinggal pergi mendatangi sholat berjamaah. Ia ditugasi bekerja untuk menjaga pengoperasian alat- alat berharga milik perusahaan yang jika ditinggal untuk mendatangi masjid pada saat itu bisa menyebabkan hilang atau rusaknya baran