You are on page 1of 13

REVIEW JURNAL HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DENGAN

STATUS GIZI SELAMA KEHAMILAN DI PUSKESMAS


BAHU KOTA MANADO

STASE KEPERAWATAN MATERNITAS

Disusun oleh

1. Fitria Anies Salamah


2. Siti Nur Hayati S.K.D
3. Latifatul Islamiyah
4. Veronika liliana
5. Dian Eka Oktaviana

PROGRAM STUDI PROFESI NERS KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KARYA HUSADA
SEMARANG
2016
LAPORAN PENDAHULUAN

A. PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Status gizi merupakan ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk ibu hamil.
Gizi ibu hamil merupakan nutrisi yang diperlukan dalam jumlah yang banyak untuk
pemenuhan gizi ibu sendiri dan perkembangan janin yang dikandungnya (Bobak, dkk,
2005). Kebutuhan makanan dilihat bukan hanya dalam porsi yang dimakan tetapi harus
ditentukan pada mutu zat-zat gizi yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi
(Amiruddin, 2007).
WHO (World Health Organization) menganjurkan jumlah tambahan sebesar 150 Kkal
sehari pada trimester I, dan 350 Kkal sehari pada trimester II dan III (Waryana, 2010).
Menurut badan kesehatan dunia WHO melaporkan bahwa ibu hamil yang mengalami
defisiensi besi sekitar 35-75% (Purwoko, dkk, 2011). Menurut penelitian yang dilakukan
di Boston tahun 2005 menunjukkan bahwa ibu hamil dengan kurang gizi dapat
melahirkan bayi lahir mati, meninggal setelah beberapa hari lahir, dan bayi lahir dengan
kecacatan (Hariyani, 2012).
Pada ibu hamil karena konsumsi makanan yang tidak memenuhi syarat pemenuhan gizi.
Tingkat pengetahuan yang rendah menyebabkan ibu tidak mengerti cara pemenuhan
nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil selama kehamilannya (Depkes RI, 2002). Target
Millenium Development Goals (MDGs) 2015, yakni menurunkan angka kematian ibu
(AKI) menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup, dan angka kematian bayi (AKB)
menjadi 23 per 100.000 kelahiran hidup yang harus dicapai. Kunjungan Ibu Hamil di
Indonesia tahun 2010 untuk memeriksakan kehamilan ada sebanyak 61,40% (Dinas
Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara tahun 2010). Menurut penelitian yang dilakukan di
Jawah Tengah tahun 2010 menunjukkan dari sampel 357 ibu hamil, ada 69 ibu hamil
(19,33%) yang mengalami kekurangan gizi dalam kehamilan (Yulianti, dkk, 2010).
Presentase ibu hamil yang mengalami masalah gizi dari data Dinas Kesehatan Provinsi
Jawa Tengah tahun 2006 sebesar 20% (Yulianti, dkk, 2010). Menurut data dari Dinas
Kesehatan Kota Pekanbaru jumlah ibu hamil yang mengalami kurang gizi pada tahun
2011 ada sebanyak 2434 orang (Wati, dkk, 2011). Status gizi ibu hamil dapat dipengaruhi
oleh keadaan sosial ekonomi dan keadaan kesehatan ibu hamil selama kehamilan,
berbagai resiko dapat terjadi jika ibu hamil mengalami kurang gizi yaitu abortus, bayi
lahir mati, bayi lahir dengan berat badan rendah, dan retardasi mental. Lingkar lengan
atas dapat menunjukkan status nutrisi ibu hamil, lingkar lengan atas Januari - April tahun
2013 ada sebanyak 369 ibu hamil di Puskesmas Bahu Kota Manado. Ada sekitar 15-20
ibu hamil setiap hari yang datang memeriksakan kehamilan mereka disana, dan sesuai
yang ditinjau oleh peneliti dari 2 ibu hamil yang ditanyakan peneliti, mereka belum
terlalu memahami tentang pemenuhan gizi yang tepat selama kehamilan mereka seperti
hanya mengetahui 4 sehat 5 sempurna saja makanan yang diperlukan dalam kehamilan.
Untuk itu peneliti melakukan penelitian “Hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil
dengan status gizi selama kehamilan di Puskesmas Bahu Kota Manado”. Maka dilakukan
pengkajian lebih antara pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan status gizi selama
kehamilan di Puskesmas Bahu Kota Manado.

B. ANALISA JURNAL

NO KOMPONEN Hasil jurnal ANALISA


1 Nama Peneliti Anastasia P. G. Goni

2 Tempat dan waktu Puskesmas Bahu Kota Manado


penelitian : waktu pelaksanaan bulan Juni 2013.
3 Judul Hubungan Pengetahuan Dan Sikap
Ibu Hamil Dengan Status Gizi
Selama Kehamilan Di Puskesmas
Bahu Kota Manado
4 Tujuan penelitian Tujuan penelitian ini untuk Tujuan penelitian sudah
mengetahui hubungan pengetahuan sesuai dengan judul penelitian
dan sikap ibu hamil dengan status
gizi selama kehamilan di Puskesmas
Bahu Kota Manado.
5 Tinjauan pustaka Status gizi merupakan ukuran
keberhasilan dalam pemenuhan
Sudah sesuai teori yang di
nutrisi untuk ibu hamil.
cantumkan didalam jurnal
Gizi ibu hamil merupakan
penelitian
nutrisi yang diperlukan dalam jumlah
yang banyak untuk pemenuhan gizi
ibu sendiri dan perkembangan janin
yang dikandungnya (Bobak, dkk,
2005). Kebutuhan makanan dilihat
bukan hanya dalam porsi yang
dimakan tetapi harus ditentukan pada
mutu zat-zat gizi yang terkandung
dalam makanan yang dikonsumsi
(Amiruddin,2007)
WHO (World Health
Organization) menganjurkan jumlah
tambahan sebesar 150 Kkal sehari
pada trimester I, dan 350 Kkal sehari
pada trimester II dan III (Waryana,
2010).

Status gizi ibu hamil dapat


dipengaruhi oleh keadaan sosial
ekonomi dan keadaan kesehatan ibu
hamil selama kehamilan, berbagai
resiko dapat terjadi jika ibu hamil
mengalami kurang gizi yaitu abortus,
bayi lahir mati, bayi lahir dengan
berat badan rendah, dan retardasi
mental. Lingkar lengan atas dapat
menunjukkan status nutrisi ibu
hamil, lingkar lengan atas <23,5 cm
menunjukkan status nutrisi ibu hamil
kurang (Hariyani, 2012).
Secara umum penyebab
kekurangan gizi pada ibu hamil
karena konsumsi makanan yang
tidak memenuhi syarat pemenuhan
gizi. Tingkat pengetahuan yang
rendah menyebabkan ibu tidak
mengerti cara pemenuhan nutrisi
yang dibutuhkan ibu hamil selama
kehamilannya (Depkes RI, 2002).
Target Millenium Development
Goals (MDGs) 2015, yakni
menurunkan angka kematian ibu
(AKI) menjadi 102 per 100.000
kelahiran hidup, dan angka kematian
bayi (AKB) menjadi 23 per 100.000
kelahiran hidup yang harus dicapai.
6 Desain penelitian Deskriptif korelatif. Jenis penelitian pada
penelitian ini sudah sesuai
dengan jenis penelitian yang
digunakan karena mencari
hubungan antar variabel
7 Rancangan Desain penelitian menggunakan Rancangan penelitian tepat
penelitian / desain metode Cross Sectional. karena mencari hubungan
antara dua variabel
8 Populasi Populasi dalam penelitian ini yaitu Jumlah sampel yang
ibu hamil yang berkunjung digunakan dalam penelitian
memeriksakan kehamilan di wilayah sudah memenuhi kriteria
kerja Puskesmas Bahu Kota Manado. karena menggunakan
9 Total populasi dari bulan Januari – pemilihan purposive
Maret 2013 adalah 369 orang ibu sampling
hamil.
10 Sampel dan teknik Teknik pengambilan data dengan - Cara pemilihan sampel
pengambilan data menggunakan teknik purposive pada penelitian ini
sampling dengan kriteria inklusi sudah sesuai yaitu
sebagai berikut: dengan menggunakan
ibu hamil yang datang berkunjung purposive sampling
memeriksakan kehamilan di wilayah penggunaan purposive
kerja Puskesmas Bahu Kota Manado sampling yaitu
dan bersedia menjadi responden pengambilan sampel
secara “acak” hal ini
 Jumlah sampel Yang berarti bahwa populasi
digunakan dalam penelitian yang memenuhi
ini sebanyak 40 sampel kriteria inklusi yaitu
yaitu ibu hamil di Puskesmas ibh hamil yang datang
Bahu Kota Manado. berkunjung
kepuskesmas yang
bersedia menjadi
responden.
- Kriterian inklusi dalam
jurnal ini sudah
tercantum dengan jelas
sehingga pembaca tau
tentang kriteria apa
saja yang bisa menjadi
sampel pada penelitian
ini

11 Instrumen yang Kuesioner Instrumen dalam penelitian


digunakan ini sudah sesuai yaitu
- Baik jika jawaban responden menggunakan kuesioner.
mencapai 76-100% lalu
jumlah jawaban benar diberi
angka 3
- Cukup jika jawaban
responden mencapai 56-75%
lalu jumlah jawaban benar
diberi angka 2
- Kurang jika jawaban
responden tidak mencapai
55% lalu jumlah jawaban
benar diberi angka 1

12 Pengolahan Data Analisis data menggunakan SPSS - Analisis data yang


versi 16, dengan uji Spearman’rho digunakan sudah
untuk mengetahui hubungan sesuai yaitu
pengetahuan dan sikap ibu hamil mengunakan SPSS
dengan status gizi. versi 16
- Uji yang digunakan
dalam jurnal ini sudah
sesuai

13 Hasil penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang Hasil penelitian ini sudah
dilakukan menujukkan prevalensi disajikan dengan jelas dan
responden ibu hamil tentang status berututan menggunakan tabel
gizi di Puskesmas Bahu Kota dan penyajian hasil jelas dan
Manado didapat sebanyak ada 15 mudah dipahami.
orang ibu hamil (37,5%) yang status Penyajian tabel sudah diberi
gizi cukup, dan ada 25 orang ibu judul dan tabel sudah di beri
hamil (62,5%) yang status gizi baik. nomor
Dari hasil pengukuran Anthopometri Data dalam tabel sudah
pada ibu hamil diperoleh data hasil dideskripsikanisinya dalam
terendah IMT adalah 20,2 ,data narasi dan teks. Hasil
tertinggi hasil IMT adalah 39,0 dan penelitian dalam jurnal ini
LILA (Lingkar Lengan Atas) ibu didiskusikan dengan hasil
hamil yang terendah adalah 23,4 cm penelitian sebelummnya
sedangkan yang tertinggi adalah 38,6
cm.
hasil penelitian yang dilakukan hasil
uji statistik Spearman’s rhodiperoleh
nilai p=0,000 kurang dari 0,05, dan
hasil ini menunjukkan adanya
hubungan antara variabel. Hal ini
menunjukkan terdapat adanya
hubungan pengetahuan dengan status
gizi selama kehamilan di Puskesmas
Bahu Kota Manado.
14 Saran Tidak dicantumkan

C. PEMBAHASAN
Angka kejadian dalam penelitian ini menunjukan presentase yang mendekati sama
dengan hasil penelitian lain di daerah lain. Angka kejadian yang mendekati sama dalam
teori dapat disebabkan oleh tingkat pengetahuan dengan status gizi yaitu Pemenuhan
kebutuhan nutrisi pada ibu hamil berkaitan erat dengan tingkat tinggi rendahnya
pengetahuan ibu tentang gizi. Tingkat pengetahuan ibu adalah kemampuan seorang ibu
dalam memahami konsep dan prinsip serta informasi yang berhubungan dengan gizi. Hal
ini salah satu faktor penyebab terjadinya kasus kekurangan gizi pada saat hamil.
Penyebab lain yang mempengaruhi gizi ibu hamil adalah masalah gizi saat hamil,
kekurangan gizi saat hamil dapat dilihat dari antroprometri dan LILA Seorang ibu hamil
akan melahirkan bayi yang sehat bila tingkat kesehatan dan gizinya berada pada kondisi
yang baik. Namun sampai saat ini masih banyak ibu hamil ynag mengalami masalah gizi
khusunya gizi kurang seperti Kurang Enargi Kronis (KEK) dan anemia gizi. Hasil SKRT
menunjukkan bahwa 40% ibu hamil menderita KEK dan 51% yang menderita anemia
mempunyai kecnderungan melahirkan bayi denga Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Gizi
kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain:
anemia, perdarahan dan berat badan ibu tidak bertambah secara normal serta terkena
penyakit infeksi. Dengan demikian upaya dalam rangka peningkatan gizi ibu saat hamil
saat diperlukan. Upaya- upaya tersebut bisa melalui pencegahan dan penatalaksanaan
kekurangan gizi saat hamil antara lain dengan menigkatkan nutrisi pada ibu saat hamil,
sebaiknya mengandung makronutrein dan mikronutrein seperti: karbohidrat untuk
memenuhi peningkatan metabolisme, mulai pada trimester kedua ibu memerlukan
tambahan 340 kalori setiap hari dan 450 kalori setiap hari selama trimester ketiga. Protein
untuk pertumbuhan, jumlah protein yang dianjurkan bagi ibu hamil sebesar 70 gram per
hari, baik dari protein hewani maupun nabati. Kekurangan protein pada masa hamil akan
mengakibatkan BBLR, gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Zat besi untuk
perkembangan otak janin, Tablet besi 30-60 mg sehari minimal 90 butir selama
kehamilan, dimulai setelah rasa mual hilang umumnya pada trimester II, Tablet besi ini
jangan diminum bersama teh, susu, atau kopi karena mengganggu penyerapan. Zink
untuk pertumbuhan janin Kebutuhan zinc pada ibu hamil adalah 11-12 mg per hari.
Kalsium untuk kekuatan tulang ibu hamil dan pertumbuhan tulang janin, Ibu hamil
membutuhkan kalsium 400 mg perhari. Asam folat untuk mencegah kelainan bawaan
pada janin, Asam folat 400 mcg harus diminum setiap hari sebanyak 90 butir selama
kehamilan. Yodium untuk perkembangan otak. Vitamin A untuk melindungi janin dari
masalah sistem kekebalan tubuh, penglihatan yang normal, infeksi, ekspresi gen dan
perkembangan embrionik. Vitamin D diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi
yang kuat, vitamin ini dianjurkan agar dikonsumsi ole ibu nifas sebanyak 10 mikrogram
setiap hari. Omega-3 dan asam lemak untuk pertumbuhan otak dan mencegah
prematuritas, esensial untuk penglihatan, Omega – 3 dan asam lemak diekomendasi
sebanyak 300 milligram untuk dikonsumsi oleh ibu hamil setiap hari.
D. PENUTUP
1. Simpulan
Besar sampel dalam penelitian ini diperoleh secara sampling dan data diperoleh hasil
prevalensi responden ibu hamil tentang status gizi di Puskesmas Bahu Manado
didapatkan 15 ibu hamil (37,5%) yang status gizi cukup, dan ada 25 orang ibu hamil
(62,5%) yang status gizi baik. Dari hasil pengukuran Anthopometri pada ibu hamil
diperoleh data hasil terendah IMT adalah 20,2 ,data tertinggi hasil IMT adalah 39,0
dan LILA (Lingkar Lengan Atas) ibu hamil yang terendah adalah 23,4 cm sedangkan
yang tertinggi adalah 38,6 cm. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan
dengan uji spireman’s rho diperoleh nilai p=0,000 kurang dari 0,05, dan hasil ini
menunjukkan adanya hubungan antara variabel. Hal ini menunjukkan terdapat adanya
“hubungan pengetahuan dengan status gizi selama kehamilan”
2. Rekomendasi
Diharapkan bagi petugas kesehatan agar dapat memberikan pendidikan kesehatan
berupa penyuluhan bagi ibu hamil mengenai gizi seimbang pada masa kehamilan agar
dapat mengurangi kekurangan gizi pada ibu hamil. Upaya peningkatan ibu hamil
tersebut minimal diikuti dengan evaluasi hasil melalui program Ante Natal Care
(ANC) yaitu dengan pemantauan pertumbuhan janin dan antopometri pada ibu hamil.
Memberikan motivasi kepada ibu hamil agar senantiasa rajin memeriksakan
kandungannya secara rutin (minimal 1 bulan sekali) untuk menjaga agar kenaikan
berat badan tetap terjaga dengan pemantauan antopometri.
Penelitian lebih lanjut agar meneliti lebih mendalam dan mengkaji faktor-faktor lain
terkait dengan nutrisi ibu hamil.
DAFTAR PUSTAKA

Amiruddin R. (2007). Anemia Defisiensi Zat Bezi pada Ibu Hamil di Indonesia, http://anemia-
defisiensizat- bezi-ibu-hamil.html.com. Diakses tanggal 8 Mei 2013.

Azwar S. (2005). Sikap Manusia. Pustaka Belajar, Yogyakarta. Bobak, Lowdermik, Jensen.
(2005). Buku

Ajar Keperawatan Maternitas. Edisi Keempat, EGC, Jakarta. Damanik R. (2009). Hubungan
Kecukupan Gizi, Kenaikan Berat Badan dan Status Gizi Ibu Hamil Trimester III dengan Berat
Badan Lahir Bayi di Puskesmas Keliling Kecamatan Keeling Kabupaten Jepara. Jurnal
Penelitian: http://eprints.undip.ac.id. Diakses tanggal 9 Mei 2013.

RI. (2002). Penatalaksanaan Menu Seimbang pada Ibu Hamil. Jurnal Penelitian : Yuli
Kusumawati (2004), http://www.depkes.go.id, Jakarta.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara. (2010). Data/Informasi Kesehatan Provinsi Sulawesi
Utara.

Hariyani, S. (2012). Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Edisi Pertama, Graha Ilmu,
Yogyakarta.

Purwoko S, M Med, Diffah H, Lilik W, Galih H, Afandi D H. (2011). Keterampilan Pemantauan


Status Gizi Balita dan Ibu Hamil. Modul Field Lab. Diakses tanggal 13 Mei 2013.

Siwi S. (2011). Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil di

Kecamatan Jebres Surakarta. Jurnal Penelitian. Diakses tanggal 24 Mei 2013.

Waryana. (2010). Gizi Produksi. Edisi Pertama, Pustaka Rihama, Yogyakarta. Wati L, Widia L,
Miisrawati, Watilena.

(2011). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kebutuhan Gizi
Selama Kehamilan. Jurnal Penelitian. Diakses tanggal 13 Mei 2013.
Yulianti E, Wagiyo, Purnomo. (2010). Hubungan Status Gizi Ibu Hamil Berdasarkan
Pengukuran LILA Dengan Berat Badan Bayi Lahir di RS Panti Wilasa Citarum Semarang.
Jurnal Penelitian. Diakses tanggal 13 Mei 2013.
KESENJANGAN ANTARA TEORI DAN PRAKTEK

TEORI TEMUAN LAPANGAN