You are on page 1of 18

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.S USIA 62 TAHUN

DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN ( HILL DEXTRA )

DI RUANG 3A RSU DR. SOEKARDJO

I. Pengkajian
A. Identitas
a. Identitas Klien

Nama : Tn.S

Umur : 62 tahun

Jenis Kelamin : laki-laki

Agama : islam

Pendidikan : SD

Pekerjaan : Wiraswasta

Suku /bangsa : Sunda/Indonesia

Status : Menikah

Alamat : Bantar kalong

Tanggal masuk RS : 11 Oktober 2017

Tanggal Pengkajian :13 Oktober 2017

No Medrek : 16868074

Ruang : Ruang 3A

Diagnosa medis : Hill Dextra

Identitas penanggung jawab

Nama : Ny. S

Umur : 57 tahun

Pendidikan : SD

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Hubungan dg klien : Istri

Alamat : Bantar Kalong

skala nyeri : 4 nyeri sedang (0-10) . Output Jenis Urine Urine 3 Jumlah cc/hari 1000 cc/ 1000cc/hari Eliminasi a. Activity Daily Living No Kebutuhan Sebelum sakit Sesudah sakit 1 Nutrisi a. BAB Frekueansi 2x sehari Terpasang DC (± 500cc ) Pada saat pengkajian Konsistensi Lembek Lembek Warna Kuning khas Kuning khas Keluhan Tidak ada Tidak ada Bantuan total/sebagian Tanpa bantuan Bantuan Total b. Makanan yang menimbul alergi Tidak ada Tidak ada 2 Cairan a. Riwayat penyakit keluarga Keluarga klien tidak ada yang mengalami riwayat penyakit yang sama. terdapat selang draine. Skrotum membesar. Kemampuan Mengunyah Baik Baik Menelan Baik Baik Bantuan total / sebagian Tanpa bantuan Bantuan total d. Riwayat penyakit dahulu Sebelumnya klien mengalami penyakit yang sama dengan riwayat operasi 8 bulan yang lalu. Porsi makan 1 porsi 1 porsi f. . tapi diselangkangan sekarang di bagian skrotum. . Keluhan Utama Klien mengeluh nyeri di area luka operasi . keluarga klien tidak mempunyai penyakit keturunan dan tidak ada yang mengalami penyakit DM. nyeri hilang bila diberi obat dan diistirahatkan. B. Riwayat kesehatan sekarang . Frekuensi 3x sehari 3x sehari e. Intake Oral Parenteral Jenis Air putih Air putih Jumlah cc/ hari 7500cc/hari 1000cc/hari Bantuan total/sebagian Tanpa bantuan Bantuan total b. Pada saat pengkajian pada tanggal 13 September 2017 pukul 07. BAK . Riwayat Penyakit Sekarang Klien datang ke Rumah Sakit Umum DR Soekardjo Tasikmalaya pada tanggal 11 September 2017 pukul 11.15 klien mengeluh nyeri dibagian luka insisi post operasi di skrotum dextra. Nyeri kjlien dirasakan seperti ditusuk-tusuk. Diet Nasi B TKTP c. BB/TB 55 Kg Tidak terkaji b. Hipertensi maupun Stroke.25 WIB dengan keluhan BAK sedikit dan nyeri di bagian Skrotum. C.

Gunting kuku Jika panjang Belum 6 e. Ganti pakaian 2x sehari 1x sehari Aktivitas a. Pemeriksaan Fisik Temperature : 36. Kebiasaan sebelum tidur Tidak ada Tidak ada Personal hygiene a. G.3oC Pulse : 76x/menit Respirasi : 20x/menit Spignomanometer : 130/80 mmHg Kesadaran : Composmentis : 15 E: 4 M: 6 V: 5 1. Data Sosial Klien dapat berinteraksi dengan petugas kesehatan dan keluarga. terdapat bulu-bublu hidung. Gosok gigi 2x sehari Belum c. rekreasi Menonton TV Tidak pernah D. Pendengaran : Bentuk telinga simetris. Penglihatan : Bentuk mata simetris. sklera an ikterik. Olahraga Jarang dilakukan Tidak pernah c. Data Spiritual Klien beragama islam. Cuci rambut Seminggu 3 kali Belum d. tidak terdapat benjolan /bengkak. bentuk hidung simetris. Lama tidur 7-8 jam 8-9 jam perhari b. selama dirawat ada tetangga yang menjenguk. tidak terdapat lesi maupun pembengkakan di area telinga. Frekueansi 6-7x /hari 5-6x perhari Konsistensi Cair Cair Warna Kuning khas Kuning khas Keluhan Tidak ada Tidak ada 3 Bantuan total/sebagian Tanpa bantuan Bantuan total Istirahat tidur a. Pengecapan : Lidah klien sedikit kotor c. Mandi Frekuensi 2x sehari 1x sehari diseka Bantuan total/sebagian Tanpa bantuan Bantuan total b. selama sakit klien belum pernah melakukan shatal 5 waktu. pupil isokor. Penciuman : Bentuk hidung simetris kiri dan kanan. . d. Kesulitan tidur Tidak ada Tidak ada 4 c. Mobilisasi fisik Dapat melakukan ROM aktivitas mandiri b. konjungtiva an anemis. tidak ada pembengkakan mata di area mata b. klien hanya berdo’a agar diberi kesembuhan seperti sedia kala F. Sistem Panca indera a. selama sakit klien selalu dijaga oleh keluarganya. ada serumen. Data psikologi Klien tampak gelisah karena nyeri yang di derita E. ada sedikit secret.

Sistem Pernafasan Inspeksi : Bentuk dada normal. klien masih melihat saat pemeriksaan lapang pandang . e. tidak ada kelainan sendi. nadi 76x/ menit Perkusi : hasil perkusi jantung yaitu redup Auskultasi : Bunyi jantung S1 S2 Normal tidak ada bunyi tambahan 3. tidak terdapat edema. tidak terdapat niktagmus. tidak terjadi pergerakn dinding dada. Nervus II (Optikus) fungsi penglihatan baik. terdapat pembesaran skrotum. klien dapat menggerakan bola mata baik ke atasmaupun ke bawah . tidak cyanosis. tidak terdapat deviasi bola . BAK klien sedikit-sedikit. tekstur kulit normal.Nervus III (Okulomotorius) kelopak mata klien dapat mengangkat ke atas. Sistem Urogenitalia Inspeksi : terpasang DC ± 500cc ( pada saat pengkajian. terpasang IV kateter dibagian ekstermitas atas bagian sinistra Palpasi : turgor kulit kembali < 2 detik. Sistem Integumen Inspeksi : warna kulit sawo matang. CRT < 3 detik. Respirasi : 20x/ menit Palpasi : Vocal premitus : terdapat getaran dinding dada Perkusi : perkusi daerah paru resonan Auskultasi : Suara nafas vesikuler 4. TD : 130/80 mmHg. genetalia klien bersih tidak terdapat pembesaran. Palpasi : Tidak teraba ictus cordis. kunjungtiva an anemis. tidak ada lesi. bentuk abdomen sedikit membuncit Auskultasi : Bising usus 8x/menit Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan Perkusi : suara abdomen tympani 5. Sitem Persyarafan . Sistem Muskuloskeletal Inspeksi : bentuk jari-jari ekstermitas atas maupun ekstermitas bawah. tidak memakai alat bantu monitor jantung. Sitem pencernaan Inspeksi : Mukosa bibir kering. akral terada hangat 7. tajam dan tumpul 2.Nervus I (Olfaktorius) klien dapat membedakan bau. terdapat luka insisi dibagian skrotum . Peraba : sensasi raba klien masih baik. Sistem Endokrin Inspeksi : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid paratyroid Palpasi : tidak teraba pembesaran KGB 6. dapaat dibuktikan dengan klien dapat membaca meskipun di jauhkan.Nervus IV (Troclealis) tidak terdapat diplopia. ditandai dengan klien dapat membedakan bau kopi dan kayu . 9. tidak terdapat atropi otot. terdapat nyeri tekan dibagian bladder 8. klien dapat membedakan suhu panas maupun dingin. terdapat draine diskrotum Palpasi : terdapat distensi kandung kemih. Sistem kardiovaskuler Inspeksi : Bentuk dada klien simetris. tidak ada nafas cuping hidung.

gerakan tahanan lemas . Nervus IX ( Glosovaringeus) terdapat palatum . - Rhesus Positif . tidak tampak masaa Tampak koleksi cairan di dalam skrotum dextra Inguinalis dextra Canalis inguinalis melebar baik nonvalsava maupun valsava Tampaak bayanagan usus-usus di dalam canalis inguinalis dextra Kesan hidocele Sugestif hernia inguinalis dextra . sensasri rasa baik dibuktikan dengan dapat membedakan rasa manis dan asin.00 01-07 Menit Golongan darah B . pendengaran klien baik.9 14-18 g/dl Jml Leukosit 8600 5000-10000 /mm3 Jml trombosit 269000 150000-350000 /mm3 Laju endap darah ( LED) 82/75 <15 Mm/jam Laju perdrahan ( bt) 1. Nervus V (Trigeminus) gerakan menyungah baik. gerakan gigi dan lidah baik terbukti klien dapat mengunyah makanan dengan baik.30 01-034 - Laju pembekuan ( ct ) 4. reflek kornea dan berkedip baik . Nervus X (Vagus) reflek menelan baik . dapat mengangkat alis mata. sensasi raba pada bagian wajah baik dibuktikan dengan klien dapat merasakan pergerakan kapas yang dikaji oleh perawat. Nervus VIII ( Vestibulocloclearis) keseimbangan klien kurang baik dibuktikan dengan pada saat klien diminta duduk klien akan terjatuh . . Nervus VI (Abducen) tidak ada nyeri otot bagian mata kiri dan kanan . Nervus XI ( Asesorius) gerakan bahu simetris. Nervus VII (Fasialis) klien dapat tersenyum dengan simetris. tidak ada tuli konduktif maupun persepsi . tidak ada pembesaran tiroid maupun paratiroid . Nervus XII ( Hipoglosus) klien dapat menggerakan lidah ke kiri dan ke kanan H. klien dapat menjulurkan lidah . - Hasil Pemeriksaan USG Tanggal : 09 Agustus 2017 Skrotum Dextra Testia ukuran dan parenkim dalam batas normal. Data penunjang Hasil Laboratorium Tanggal : 09 Agustus 2017 Jenis pemeriksaan Hasil Nilai rujukan Saran Hematology Hemoglobin 10.

Skala nyeri 4 (0- 10) Menimbulkan rangsangan nyeri . . Tanggal : 13 Oktober 2017 Herniotomi Intoleransi aktivitas DS : . Klien tampak Merangsang saraf perifer meringis .Hasil pemeriksaan Thorax Foto Asimetris Cor sedikit membesar Sinuses dan diafragma normal Hilli normal Gerakan bertambah Bercak : – Kesan : Kardiomegali ringan tanpa bendungan paru dd/ posisi asimetris Theraphy Infus Na Cl 0.9% 20 tpm Ceftriaxone 1x2 mg Ketorolax 2x1 amp ANALISA DATA No Data Etiologi Masalah 1 13 Oktober 2017 Herniotomi Nyeri Akut DS : . Terdapat luka insisi di strotum bagian dextra Impuls dikirim ke otak bag. Klien tampak Thalamus menunjuk area luka operasi . TTV : Nyeri dipersepsikan TD 130/80 mmHg N : 76x/m Nyeri akut R : 20x/m S : 36.2 2.Keluarga klien . Klien mengatakan nyeri pada daerah Adanya Insisi bedah insisi . Klien mengatakan nyeri bertambah Inkontinuitas jaringan kulit saat digerak DO : .

mengatakan Adanya Insisi bedah aktivitas ADLs klien dibantu .Terdapat luka post Lingkungan aseptik Operasi dibagian skrotum dextra .TTV : TD 130/80 mmHg N : 76x/m . ADL dibantu oleh keluarga . Klien tampak lemah 3 Tanggal : 13 Oktober 2017 Herniotomy Resiko infeksi DS :- DO : .Klien tampak meringis . Nyeri akut berhubungan dengan adanya luka post operasi.Luka operasi Munculnya zat patogen tertutup perban Kontaminasi Trauma jaringan Resiko infeksi DIAGNOSA KEPERAWATAN No Diagnosa Ke[perawatan 1. ADLs klien dilakukan ditempat tidur . Klien tampak terbaring di tempat tidur .Terdapat luka insisi di strotum bagian dextra . Klien mengatakan Keterbatasan gerak tidak mampu melakukan aktivitas yang Intoleransi aktivitas biasa di lakuakan DO : .Klien mengatakan nyeri pada daerah insisi . ditandai dengan : DS : .Klien mengatakan nyeri bertambah saat digerak DO : .Klien tampoak menunjuk area luka operasi .Skala nyeri 4 (0-10) .

R : 20x/m S : 36.Terdapat luka post Operasi dibagian skrotum dextra . ditandai dengan : DS : .Keluarga klien mengatakan aktivitas ADLs klien dibantu .2 2. Klien tampak terbaring di tempat tidur . ADL dibantu oleh keluarga .Luka operasi tertutup perban .Klien mengatakan tidak mampu melakukan aktivitas yang biasa di lakuakan DO : . Resiko infeksi berhubungan dengan adanya luka post operasi. ADLs klien dilakukan ditempat tidur . Klien tampak lemah 3. ditandai dengan : DS :- DO : . Intoleransi aktivitas berhubungan dengan adanya dilakukannya tindakan pembedahan.

Klien tampak menunjuk area luka frekuensi.Kurangi faktor presipitasi nyeri S : 36. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan NOC : NIC : adanya dilakukannya tindakan pembedahan. intensitas. .Bantu klien dan keluarga untuk melakukan . TTV : TD 130/80 mmHg normal nyeri seperti suhu ruangan. DS : NOC : NIC : . dan tanda nyeri) dukungan operasi .2 R : 20x/menit . frekuensi. relaksasi.Klien meningkat dalam .Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif DO : selam 3x24 jam klien tidak mengalami meliputi.Keluarga klien mengatakan aktivitas selam 3x24 jam klien toleransi terhadap .Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi .Monitoring vital sign sebelum dan sesudah DS : Setelah dilakukan tindakan keperawatan latihan .  Self Care ADLs Energy Managemen ditandai dengan :  Toleransi aktivitas .Bantu klien untuk menggunakan tongkat saat ADLs klien dibantu aktivitas dengana Kriteria hasil : berjalan . N : 76x/m TD : 120/80 mmHg kebisingan R : 20x/m P : 80X/menit .Anjurkan klien dan tenaga kesehatan tentang melakukan aktivitas yang biasa di beraktivitas teknik ambulasi . Kriteria Haasil : kualitas dan faktor pencetus . pencahayaan. Klien tampak meringis nyeri dengan .Klien mengatakan tidak mampu .Tingkatkan istirahat . Skala nyeri 4 (0-10) . distraksi. kompres hangat/ dingin .Melaporkan nyeri berkurang dengan .Anjurkan tentang teknik nonfarmakologi: nafas dalam. RENCANA KEPERAWATAN No Diagnosa NOC (Tujuan) NIC (Intervensi) 1. Terdapat luka insisi di strotum bagian menggunakan managemen nyeri ketidaknyamanan dextra .Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemebrian analgesik pertama kali 2.Tanda-tanda vital dalam rentang . karakteristik. lokasi.Berikan analgetik untuk mengurangi nyeeri . Klien mengatakan nyeri bertambah saat  Convort lever digerak Setelah dilakukan tindakan keperawatan . Klien mengatakan nyeri pada daerah  Pain level  Analgesik Administration insisi  Pain control  Pain Mangemen .Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan S : 36 intervensi .Observasi reaksi non verbal dari . durasi. .Mampu mengenali ( skala.

Luka operasi tertutup perban infeksi. Resiko infeksi berhubungan dengan adanya NOC : NIC : luka post operasi.Gunakan baju. Kaji kemempuan klien dalam mobilisasi peningkatan mobilisasi .Pertahankan teknik aseptik DO : . Monitor adanya luka .Menunjukan kemampuan untuk .Berikan terapi antibiotik mencegah terjadinya infeksi .  Knowledge Infection control . ADL dibantu oleh keluarga bantu penuhi kebutuhan ADLs klien . Klien tampak terbaring di tempat tidur . lakuakan . . ADLs klien dilakukan ditempat tidur .Batasi pengunjung bila perlu . Ajarkan klien bagaimana merubah posisi dan berikan bantuan jika diperlukan 3. sarung tanagan sebagai .Jumlah leukosit dalam batas .. Pertahankan teknik isolasi . dengan kriteria hasil : . Inspeksi kulit dan membran mukosa terhadap kemerahan. Dorong masukan cairan .Menujukan perilaku hidup sehat .Tingkatkan intake nutrisi . Klien tampak lemah . Monitor tanda dan gejala infeksi normal : 5000-10000/mm3 . Berikan alat bantu klien jika klien membutuhkan . Mengerti tujuan dari . Latih klien dalam pemenuhan ADLs secara DO : mandiri sesuai kemampuan . pansa. Kaji suhu badan pada pasien setiap 4 jam sekai . ditandai dengan :  Imune Status Infection Protection DS :.Klien bebas dari tanda-tanda pelindung infeksi .Cuci tangan setiapebelum dan sesudah skrotum dextra selam 2x24 jam klien tidak mengalami tindakan . Dampingi dan bantu klien saat mobilisasi dan .Terdapat luka post Operasi dibagian Setelah dilakukan tindakan keperawatan .

IMPLEMENTASI No Diagnosa Implementasi Hasil 1.38 Menganjurkan klien untuk meningkatkan istirahat  Klien akan meningkatkan istirahat karena penting untuk kesembuhan klien Nama perawat : Nama perawat :  Tanggal : 14 ojktober 2017 jam 09.40 .nyeri bertambah apabila bergerak bertambah saat digerak dan nyeri berkurang apabila DO : diistirtahtakan . .TD : 130/80 mmHg Mmeonitor vital sign P : 78x/menit R : 20x/menit S : 36. Klien tampak meringis . kualitas nyeri dirasakan seperti ditusuk- .2 Mengobservasi reaksi non verbal dari  Klien tampak meringis kesakitan ketidaknyamanan Nama perawat :  Tanggal 14 oktober 2017 jam : 09. Klien mengatakan nyeri dan faktor pencetus tusuk. daerah insisi meliputi. Terdapat luka insisi di strotum bagian dextra  Tanggal : 14 Oktober 2017 jam : 09. lokasi.36 S : 36. DS :  Tanggal 14 Oktober 2017 jam : 09.30C Nama perawat : . durasi. distraksi. frekuensi. relaksasi. Klien tampak menunjuk area Mengajarkan tentang teknik nonfarmakologi : nafas nonfarmakologi luka operasi dalam. TTV : TD 130/80 mmHg Nama perawat : N : 76x/m R : 20x/m  Tanggal 14 oktober 2017 jam : 09. Klien mengatakan nyeri pada Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif dengan skala nyeri 4 (0-10) nyeri sedang. . karakteristik.30  Klien nyeri dibagian skrotum dextra. Skala nyeri 4 (0-10) Nama perawat : .34  Klien mampu melakukan teknik .

Luka operasi tertutup perban Mempertahankan teknik aspetik dalam perawatan Nama perawat : luka . pasien : 1 penunggu Nama perawat : DO : . Klien tampak terbaring di duduk .Keluarga klien mau membantu klien ditempat tidur Mengajarkan klien dan keluarga untuk merubah Nama perawat : .47 Nama perawat : .Tanggal 14 ojktober 2017 jam : 09.54 .Klien hanya bisa menggerakan dengan adanya dilakukannya tindakan Mengkai kemampuan klien dalam mobilisasi ekstermitas atas dan bawah tapi ADLs pembedahan. ditandai .Klien mau makan 1 porsi habis Menganjurkan kepada klien untuk meningkatkan Nama perawat : intake nutrisi .Tanggal 14 ojktober 2017 jam : 09.Tanggal 14 ojktober 2017 jam : 09. ADL dibantu oleh keluarga posisi seperti miring kiri miring kanan dan belajar .Klien mau melakukan makan sendiri mampu melakukan aktivitas Menganjurkan kepada keluarga untuk membantu dengan posisi duduk yang biasa di lakuakan ADLs klien yang tidak bisa dilakukan klien sendiri Nama perawat : DO : . ADLs klien dilakukan .Klien dan keluarga mengerti bahwa klien tempat tidur harus bergerak mika miki dan belajar .06 .52 .50 .00 .Terdapat luka post Operasi dibagian skrotum dextra .Handwash dan Handscrub Mencuci tangan setiap sebelum dan sesudah tindakan Nama perawat : . Klien tampak lemah duduk Nama perawat : Resiko infeksi berhubungan dengan adanya luka post operasi.Tanggal 14 ojktober 2017 jam : 10.Tanggal 14 ojktober 2017 jam : 09.Tanggal 14 ojktober 2017 jam : 09.Klien mengatakan tidak .Tanggal 14 ojktober 2017 jam : 10.Keluarga klien mengatakan Melatih klien dalam pemenuhan ADLs klien aktivitas ADLs klien dibantu .Intoleransi aktivitas berhubungan . ditandai dengan : dibantu oleh keluarga DS : .45 .Perawatan luka dengan teknik steril .Tanggal 14 ojktober 2017 jam : 10.Keluarga bersedi untuk berganti dengan : Membatasi pengunjng dengan perbandingan 1:11 menunggu pasien DS :.03 .

Tanda infeksi ada 5 : Rubor.Tanggal 14 ojktober 2017 jam : 10. Memonitor tanda-tanda infeksi sistemik tumor..10 Ceftriaxon 2 gr IV Memberikan antibiotik Nama perawat : .Tanggal 14 ojktober 2017 jam : 09. fungsiolaesa Nama perawat : .09 .Klien tidur 7-8 jam sehari Mendorong klien untuk meningkatkan istirahat Nama perawat : . kalor.08 .Tanggal 14 ojktober 2017 jam : 10. dolor.

Resiko infeksi berhubungan Tanggal : 14 Oktober 2017 jam 14.Kurangi faktor presipitasi nyeri .ADL dibantu oleh dan bantu penuhi kebutuhan ADLs klien keluarga . distraksi. pencahayaan. Evaluasi No Diagnosa Evaluasi Paraf 1.Dampingi dan bantu klien saat mobilisasi .Observasi reaksi non verbal dari R : 20x/m ketidaknyamanan S : 36. Lankukan pengkajian nyeri secara . Klien tampak menunjuk komprehensif meliputi.Kaji kemempuan klien dalam mobilisasi DO : . durasi. kualitas .10 dengan adanya luka post S: operasi.Anjurkan tentang teknik nonfarmakologi: nafas dalam.05 berhubungan dengan adanya S : Keluarga mengatakan aktivitas klien masih dilakukannya tindakan dibantu sebagian oleh keluarga pembedahan.Keluarga klien P : Lanjutkan Intervensi mengatakan aktivitas . kompres hangat/ dingin 2.Bantu klien dan keluarga untuk melakukan dukungan . Klien tampak meringis operasi . TTV : TD 130/80mmHg dan faktor pencetus N : 76x/m . Skala nyeri 4 (0-10) A : Masalah belum teratasi .Monitoring vital sign sebelum dan ADLs klien dibantu sesudah latihan .Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi .Anjurkan klien dan tenaga kesehatan lakuakan tentang teknik ambulasi .Latih klien dalam pemenuhan ADLs .Klien tampak meringis DO : . area luka operasi karakteristik. Klien mengatakan nyeri O : .Klien tampak menunjuk area luka . frekuensi. kebisingan .Bantu klien untuk menggunakan tongkat mampu melakukan saat berjalan aktivitas yang biasa di .Klien tampak lemah 3.Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan.Klien mengatakan tidak .Skala nyeri 4 (0-10) nyeri sedang bertambah saat digerak . ADLs klien dilakukan secara mandiri sesuai kemampuan ditempat tidur . Terdapat luka insisi di P : Lanjutkan intervensi strotum bagian dextra . ditandai dengan : O : Tampak luka post operasi .00 . Intoleransi aktivitas Tanggal : 14 Oktober 2017 jam 14. DS : Tanggal : 14 Oktober 2017 jam 14.2 . relaksasi. ditandai dengan : O : ADLs masih dibantu oleh keluarga DS : A : Masalah teratasi sebagian . lokasi.Klien tampak terbaring di tempat tidur . Klien mengatakan nyeri S : Klien mengatakan nyeri dibagian luka post pada daerah insisi operasi .

. . pansa.Cuci tangan setiapebelum dan sesudah skrotum dextra tindakan .Berikan terapi antibiotik . Monitor tanda dan gejala infeksi . Terdapat luka post .Gunakan baju.Batasi pengunjung bila perlu Operasi dibagian . Luka operasi tertutup .DS :. sarung tanagan sebagai perban pelindung .Tingkatkan intake nutrisi . A : Masalah teratasi sebagian P : Lanjutkan intervensi DO : .Pertahankan teknik aseptik . Inspeksi kulit dan membran mukosa terhadap kemerahan.

02 N : 76x/m .Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi . TTV diinstruksikan petugas TD:130/80mmHg Tanggal 15-10-2017 jam : 09. di strotum bagian relaksasi.Memonitor vital sign R : 20x/m Hasil : TD : 120/80mmHg S : 36. Klien tampak I : . Klien mengatakan . kebisingan . menunjuk area luka dalam operasi Hasil : Klien mengikuti apa yang . Terdapat luka insisi P : . distraksi dextra .Monitor vital sign .Anjurkan teknik nonfarmakologi : nafas dalam.Klien kadang meringis nyeri bertambah saat TD : 120/80mmHg digerak P : 80x/menit DO : R : 20X/menit .Skala nyeri 3 ( 0-10 ) .3 meringis .12 berhubungan dengan adanya S : Klien mengatakan aktivitas masih dibantu dilakukannya tindakan O :ADLs dibantu oleh keluarga . CATATAN PERKEMBANGAN No Diagnosa Catatan Perkembangan Paraf 1. Skala nyeri 4 (0-10) A : Nyeri akut . Klien mengatakan S : Klien mengatakan masih nyeri tapi sedikit nyeri pada daerah berkurang insisi O : .Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan.Observasi reaksi non verbal dari ketidaknyamanan .00 .06 E: Masalah teratasi sebagian dengan melakukan implementasi : skala nyeri 3 (0-10) R : Lanjutkan intervensi .Kurangi faktor presipitasi nyeri .Bantu klien dan keluarga untuk melakukan dukungan Intoleransi aktivitas Tanggal 15 Oktober 2017 jam : 09. kompres hangat/ dingin .Anjurkan tentang teknik nonfarmakologi: nafas dalam.3 Tanggal : 15-10-2017 jam : 09.2 P : 80x/menit R : 20X/menit S : 36. distraksi.Mengajarkan teknik non farmakologi nafas. relaksasi. DS : Tanggal : 15 Oktpber 2017 09. Klien tampak S : 36. pencahayaan.

15 tidur .Cuci tangan setiapebelum dan sesudah tindakan .Klien mengatakan Hasil : Klien dapat melakukan pergerakan tidak mampu tetapi masih didampingi keluarga melakukan aktivitas Tanggal 15-10-2017 jam : 09.ADL dibantu oleh posisi dan berikan bantuan jika diperlukan keluarga Hasil : Klien mengikuti apa yang . ditandai dengan : O : Terdapat luka insisi post operasi dibagian DS :.Klien tampak diinstruksikan oleh petugas kesehatan terbaring di tempat Tanggal : 15-10-2017 jam: 09.Mencuci tangan setiapebelum dan sesudah tindakan Hasil : Cuci tangan dilakukan dengan Handwash Tanggal 15-10-2017 jam 09.17 tidur E : Masalah teratasi sebagian dengan emlakukan Klien tampak lemah implementasi R : Lanjutkan intervensi .28 . ADLs klien klien secara bertahap dilakukan ditempat Tanggal 15-10-2017 jam : 09.Bantu klien untuk menggunakan tongkat saat berjalan .Pertahankan teknik aseptik perban .Monitoring vital sign sebelum dan sesudah latihan .Mengajarkan klien bagaimana merubah . dolor.Mengkaji kemempuan klien dalam mobilisasi . calor.23 .Luka operasi tertutup P : . ditandai A : Intoleransi aktivitas dengan : P : .30 .13 yang biasa di lakuakan .Ajarkan keluarga untuk membantu adls klien .20 dengan adanya luka post S:- operasi.Anjurkan klien dan tenaga kesehatan tentang teknik ambulasi Resiko infeksi berhubungan Tanggal 15 Oktober 2017 jam 09.Keluarga klien .pembedahan. tumor. skrotum dextra DO : .Tidak ditemukanya tanda-tanda infeksi : Operasi dibagian rubor.Anjurkan klien meningkatkan istirahat I : .Mempertahankan teknik aseptik Hasil : Perawatan luka dengan teknik aseptik Tanggal : 15-10-2017 jam 09.Terdapat luka post .Menganjurkan kepada keluarga untuk membantu ADLs klien DO : Hasil : Keluarga klien mau membantu ADLs .Anjurkan keluarga cuci tangan .Ajarkan klien bagaimana merubah posisi dan mengatakan aktivitas berikan bantuan jika diperlukan ADLs klien dibantu I : .Menganjurkan keluarga mencuci tangan Hasil : Keluarga memahami apa yang dijelaskan perawat Tanggal 15-10-2017 jam 09.Luka op tertutup perban .Kaji kemempuan klien dalam mobilisasi DS : . fungsiolaesa skrotum dextra A : Resiko infeksi .

E : Masalah teratasi R : Intervensi dihentikan .