You are on page 1of 6

PENGARUH TERAPI PIJAT REFLEKSI TERHADAP PENGENDALIAN

KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DENGAN DIABETES
MELLITUS TIPE II DI DESA ASRIKATON KECAMATAN PAKIS
KABUPATEN MALANG

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan
Pendidikan Sarjana Keperawatan

DISUSUN OLEH :
ANCE DAMBI TAMAR
1301050321

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KENDEDES MALANG
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
2018

PENGARUH TERAPI PIJAT REFLEKSI TERHADAP PENGENDALIAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE II DI DESA ASRIKATON KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG PROPOSAL SKRIPSI Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Sarjana Keperawatan DISUSUN OLEH : ANCE DAMBI TAMAR 1301050321 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KENDEDES MALANG PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN 2018 .

dunia kini didiami oleh 171 juta penderita DM (2000) dan akan meningkat 2 kali.8% (Kominfo Jatim. Salah satu upaya pencegahan DM adalah dengan memperbaiki pola makan melalui pemilihan makanan yang tepat. 2011). sehingga kadar gula darah meningkat (Witasari. Peningkatan berat badan akan mengurangi sensitifitas insulin. 366 juta pada tahun 2030. Hasil wawancara tersebut didapatkan bahwa proporsi diabetes melitus pada Riskesdas 2013 meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2007 yaitu sekitar 2.426. 2012). sering haus. yang akhirnya mengakibatkan kenaikan kadar glukosa darah. DM merupakan salah satu penyakit degeneratif dengan sifat kronis yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun (Soegondo S dkk. parahnya lagi bisa menyebabkan kematian (Krisnatuti dkk. 2015). 2014).257. 2009). Bahkan. sering mengonsumsi makanan manis.1 % (Riskesdas. Menurut data WHO. Faktor lingkungan yang diperkirakan dapat meningkatkan faktor risiko DM tipe II adalah perubahaan gaya hidup seperti jarang melakukan kegiatan fisik.1 Latar Belakang Diabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi yang disebabkan oleh gangguan pada sekresi insulin di dalam tubuh. 2013). Hal tersebut menunjukkan diperlukan adanya pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan pasien DM. terjadi kenaikan tiga kali lipat dalam waktu 30 tahun (Nadjib Bustan. 2015). Didefinisikan sebagai diabetes melitus jika pernah didiagnosis menderita kencing manis oleh dokter atau belum pernah didiagnosis tetapi dalam 1 bulan terakhir mengalami gejala sering lapar. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 dan 2013 melakukan wawancara untuk menghitung proporsi diabetes melitus pada usia 15 tahun ke atas. bersantan dan berminyak. . Sementara provinsi Jawa Timur masuk 10 besar prevalensi penderita diabetes se-Indonesia atau menempati urutan ke sembilan dengan prevalensi 6. Prevalensi DM di Indonesia mencapai jumlah 8. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di Indonesia terdapat 10 juta orang penderita diabetes. Makanan yang manis bisa meningkatkan kadar gula darah sedangkan makanan yang berminyak menyebabkan adanya penumpukan lemak sehingga memicu peningkatan berat badan. Tingginya angka kejadian DM sebagian besar merupakan golongan DM tipe II yang disebabkan oleh interaksi antara faktor-faktor kerentanan genetis dan lingkungan. Insulin merupakan hormon yang dilepaskan oleh pankreas dan bertanggungjawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang normal (Nabyl. sering buang air kecil dengan jumlah banyak dan berat badan turun.000 pada tahun 2030. Artinya. Jika kadar gula darah tidak terkontrol maka akan menyebabkan komplikasi jangka pendek dan jangka panjang pada penderita. dan 17. BAB I PENDAHULUAN 1. Tingkat pengetahuan yang rendah dapat mempengaruhi pola makan yang salah sehingga menyebabkan obesitas.000 (tahun 2000) yang diproyeksikan mencapai 21.9 juta orang yang beresiko menderita penyakit ini.

koma hiperglikemia. Titi Astuti. pijat refleksi. koma hipoglikemia) dan komplikasi kronis (Retinopati diabetika. Manfaat pijat refleksi untuk pengobatan . Pijat refleksi merupakan terapi komplementer dengan melakukan penekanan pada titik-titik tubuh tertentu menggunakan tangan atau benda-benda lain seperti kayu. 2009). Terapi pijat dilakukan untuk pelancaran sirkulasi darah dengan efek yang langsung dirasakan ke saraf – saraf yang terdapat di kaki sehingga dalam darah tidak terjadi endapan gula dan darah yang membawa oksigen dan nutrisi yang akan disampaikan keseluruh bagian sampai ujung – ujung jari kaki dapat mengalir. 2007). Terapi pijat adalah penekanan atau pemijatan yang dilakukan pada titik – titik keseimbangan di kaki dengan tujuan untuk memperlancar peredaran darah (Mark S. gangren diabetika. gula darah sewaktu >126 mg/dl. Sedangkan terapi non farmakologi di nilai memiliki efek samping yang lebih sedikit dan lebih ekonomis (Kamaluddin. Ada berbagai macam cara untuk mengendalikan kadar gula dalam darah. Komplikasi DM yaitu komplikasi akut (Ketoasidosis. DM merupakan penyakit tidak menular yang penatalaksanaannya secara farmakologi dan non farmakologi. Ratna Dewi. diantaranya gula darah puasa <100 mg/dl. Menurut Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni. yang lebih dikenal dengan pengobatan herbal (Suryo. Terapi komplementer adalah pengobatan non konvensional yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat (Kesehatan. latihan jasmani/aktivitas fisik serta obat-obatan. gula darah 2 jam sesudah makan <200 mg/dl (Darryl & Barnes. mulai dari penanganan medis. 2011) terdapat empat pilar penatalaksanaan DM yaitu edukasi. pradiabetes 110-126 mg/dl. semakin rendah kadar glukosa darah. Ada banyak jenis terapi komplementer. neuropati diabetika. yaitu perencanaan makanan. diantaranya dengan terapi farmakologi dan terapi non farmakologi. Salah satu cara non farmakologi yang saat ini menjadi pilihan masyarakat adalah terapi komplementer.Semakin rendah penyerapan karbohidrat. pengaturan pola makan dan perbaikan pola hidup dengan olahraga yang teratur. 2004). 2007). salah satu diantaranya adalah pijat refleksi. Sehingga seluruh bagian kaki akan mendapat suplai oksigen yang cukup maka kesemutan dan rasa baal akan berkurang atau menurun (Kohar. Upaya pencegahan terjadinya komplikasi diperlukan pengendalian DM yang baik yang mempunyai sasaran dengan kriteria nilai baik. akupuntur. harus ada keseimbangan antara prinsip-prinsip dasar pengobatan. 2009). 2008). plastik atau karet (Musiana. 2010). perencanaan makan (diet). 2015). Apriyanti (2012) mengemukakan bahwa mengendalikan kadar gula yang tinggi merupakan cara terbaik yang dapat dilakukan untuk menghindari komplikasi diabetes mellitus. 2012). obat dan olahraga (latihan jasmani) dan harus diutamakan cara-cara non farmakologi terlebih dahulu secara maksimal (Suyono. dan lain – lain) (Tarwoto. 2012). ataupun dengan penggunanaan tanaman obat – obatan. penyakit vaskuler perifer. Untuk mengendalikan DM. Terapi farmakologi memiliki efek yang merugikan seperti kerusakan ginjal dan hati apabila digunakan dalam jangka waktu yang lama. Beberapa upaya untuk penyembuhan dilakukan. Kandungan serat yang tinggi dalam makanan akan mempunyai indeks glikemik yang rendah sehingga dapat menurunkan sekresi insulin dan kadar kolesterol total dalam tubuh (Witasari.

Penelitian ini didukung oleh Nasution (2010) yang menyimpulkan bahwa sirkulasi darah kaki setelah melakukan senam kaki meningkat. 1. Menurut teori refleksiologi. lambung.3. ginjal. titik-titik refleksi di telapak kaki berhubungan dengan seluruh organ tubuh. Pijat refleksi berperan dalam menstimulasi pankreas dan hati. Hasil penelitian Erlina (2007) di klub senam Rumah Sakit Umum Unit Swadana Daerah Kabupaten Sumedang (RSU USDKS) menyimpulkan bahwa penggunaan obat hipoglikemik oral (OHO) tidak berhubungan dengan kadar glukosa darah jika tidak diimbangi dengan terapi non farmakologis lainnya dengan rerata kadar glukosa darah sewaktu tanpa disertai terapi non farmakologis 202. usus. hati. dan jantung.011 (< 0.3 Tujuan Penulisan Dalam penelitian ini peneliti membedakan tujuan penelitian menjadi 2 (dua) bagian yaitu : 1. hasil penelitian Ahmad Zunaidi. limfa.05). selain itu pijat refleksi juga akan meminimalkan terjadinya komplikasi dan mengurangi stress serta tekanan sehingga kadar gula darah tetap berada dalam batas normal (Chaundary. pankreas. Pemijatan yang berhubungan dengan suatu organ tubuh bisa dilakukan lewat kaki. titik saraf tersebut merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin. Pijat refleksi juga dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Pengaruh Terapi Pijat Refleksi Terhadap Pengendalian Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Dengan Diabetes Mellitus Tipe II Di Desa Asrikaton Kecamatan Pakis Kabupaten Malang”.4 poin dengan p value 0. 2005). 1. Berdasarkan uraian di atas.00 mg/dl.1 Tujuan Umum Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Terapi Pijat Refleksi Terhadap Pengendalian Kadar Glukosa . mulai dari kandung kemih.75 mg/dl sedangkan responden dengan terapi non farmakologi 181. penyakit telah dibuktikan dengan penelitian. Pijat refleksi tidak hanya gejala penyakit saja yang bisa dihilangkan tapi juga penyebab gejalanya (Mangoenprasodjo & Hidayati. akan memberikan rangsangan pada titk-titik saraf yang berhubungan dengan pankreas. dkk (2014) terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan terapi pijat refleksi pada responden di klinik sehat Hasta Therapetika dengan p value 0. 2007).0000.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah yang menjadi pokok masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah ada Pengaruh Terapi Pijat Refleksi Terhadap Pengendalian Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Dengan Diabetes Mellitus Tipe II Di Desa Asrikaton Kecamatan Pakis Kabupaten Malang”. Hasil penelitian Gustiani (2014) didapatkan penurunan skala nyeri pada penderita reumatoid artritis yang dilakukan pijat refleksi pada telapak kaki sebesar 4. Pijat refleksi yang dilakukan pada telapak tangan dan kaki terutama di area organ yang bermasalah.

Untuk mengetahui kadar glukosa darah sebelum pemberian Terapi Pijat Refleksi. 1.4 Manfaat Penulisan Adapun manfaat yang diharapkan oleh peneliti adalah : 1.4.2 Bagi Peneliti Penghayatan pemahaman pengetahuan tentang Pengaruh Terapi Pijat Refleksi Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Dengan Diabetes Mellitus. 1. Untuk mengetahui pengaruh pijat refleksi terhadap pengendalian kadar glukosa darah. Darah Pada Pasien Dengan Diabetes Mellitus Tipe II Di Desa Asrikaton Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.1 Bagi Responden Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi kepada responden tentang cara pencegahan penyakit Diabetes Mellitus tanpa menggunakan obat Diabetes Melitus dan meningkatkan kesadaran untuk mencegah penyakit DM. c. 1. b. 1.4. 1.3 Bagi Institusi Pendidikan Dapat digunakan sebagai bahan tambahan pustaka khususnya upaya membina dan mengembangkan asuhan keperawatan pada pasien Diabtes mellitus tentang cara pencegahan penyakit Diabetes Mellitus dan menambah bahan kepustakaan di perpustakaan STIKes Kendedes.4.4. .3.5 Bagi Masyarakat Penelitian ini akan bermanfaat dalam memberikan informasi terbaru tentang cara mengatasi Diabetes Mellitus.4 Bagi Instansi Kesehatan Dari penelitian ini diharapkan agar petugas kesehatan mampu memberikan upaya alternatif dalam menurunkan kadar gula dara pada pasien Diabetes Mellitus.2 Tujuan Khusus Adapun tujuan khususnya adalah sebagai berikut : a. 1.4. Untuk mengetahui kadar glukosa darah setelah pemberian Terapi Pijat Refleksi.