You are on page 1of 64

BAB II

DASAR TEORI

Reservoir adalah formasi batuan porous dan permeabel di bawah permukaan
tanah yang dapat menyimpan minyak dan atau gas bumi. Cara terdapatnya minyak
bumi di bawah permukaan haruslah memenuhi beberapa syarat. Unsur pembentuk
petroleum system, yaitu :
1. Batuan induk (source rock), yaitu batuan yang menghasilkan minyak atau gas
bumi apabila dalam kondisi fisika kimia telah matang dan potensinya
ditentukan berdasarkan TOC.
2. Migrasi (migration), yaitu proses mengalirnya hidrokarbon dari source rock ke
reservoir rock.
3. Batuan reservoir (reservoir rock), sebagai wadah yang diisi dan dijenuhi oleh
minyak dan gas bumi. Biasanya batuan reservoir berupa lapisan batuan yang
porous (berongga-rongga ataupun berpori-pori) dan permeable (mudah
meloloskan fluida).
4. Perangkap reservoir (reservoir trap), merupakan suatu unsur pembentuk
reservoir yang mempunyai bentuk sedemikian rupa sehingga lapisan beserta
penutupnya merupakan bentuk konkav ke bawah dan dan menyebabkan
minyak dan gas bumi berada dibagian teratas reservoir.
5. Lapisan penutup (cap rock), yaitu suatu lapisan batuan yang impermeable,
terdapat diatas suatu reservoir dan merupakan penghalang minyak dan gas
bumi agar tidak keluar dari reservoir, berfungsi sebagai penyekat fluida
reservoir.
Karakteristik suatu reservoir sangat dipengaruhi oleh karakteristik batuan
penyusunnya, fluida reservoir yang menempatinya dan kondisi reservoir itu sendiri,
yang satu sama lain akan saling berkaitan.Batuan reservoir umumnya terdiri dari
batuan sedimen, yang berupa batupasir, batuan karbonat dan shale atau kadang-
kadang batuan vulkanik. Masing-masing batuan tersebut mempunyai sifat fisik yang
berbeda.

4

5

2.1 KARAKTERISTIK RESERVOIR
Karakteristik suatu reservoir sangat dipengaruhi oleh karakteristikbatuan
penyusunnya, fluida reservoir yang menempatinya dan kondisi reservoir itu sendiri,
yang satu sama lain akan saling berkaitan.
Batuan reservoir umumnya terdiri dari batuan sedimen, yang berupa batupasir,
batuan karbonat dan shale atau kadang-kadang batuan vulkanik. Masing-masing
batuan tersebut mempunyai sifat fisik yang berbeda.

Gambar 2.1. Diagram Komponen Penyusun Batuan1)

2.1.1 Komposisi Kimia Batuan Reservoir
Batuan adalah kumpulan dari mineral-mineral. Sedangkan suatu mineral
dibentuk dari beberapa ikatan komposisi kimia. Jumlah dan komposisi dari unsur-
unsur yang terkandung dalam mineral dinyatakan dalam bentuk rumus-rumus kimia
dari mineral tersebut. Banyak sedikitnya suatu komposisi kimia akan membentuk
suatu jenis mineral tertentu dan akan menentukan macam batuan.
Batuan reservoir umumnya terdiri dari batuan sedimen, yang berupa batupasir,
batuan karbonat, dan shale atau kadang-kadang volkanik. Masing-masing batuan
tersebut mempunyai komposisi kimia yang berbeda, begitu pula sifat fisiknya. Unsur
atau atom-atom penyusun batuan reservoir perlu diketahui mengingat macam dan

6

jumlah atom-atom tersebut akan menentukan sifat-sifat fisik maupun sifat-sifat
kimiawi dari mineral yang terbentuk.

2.1.1.1 Batupasir
Komposisi mineral dan tekstur menjadi dasar utama dalam mengklarifikasikan
batupasir. Menurut Pettijohn, mineral utama penyusun batupasir adalah quartz,
feldspar dan rock fragment (unstabil grain). Berdasarkan tekstur batuan, batupasir
dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu : Orthoquartzites, Graywacke, dan
Arkose. Pembagian tersebut didasarkan pada jumlah kandungan mineralnya.
a. Orthoquartzites
Orthoquartzites merupakan jenis batuan sedimen yang terbentuk dari proses
yang menghasilkan unsur silica yang tinggi, dengan tidak mengalami
metaformosa (perubahan bentuk) dan pemadatan, terutama terdiri atas 95% atau
lebih mineral kwarsa (quartz) dan mineral lainnya yang stabil. Material
pengikatnya (semen) terutama terdiri atas carbonate dan silica. Orthoquartzites
merupakan jenis batuan sedimen yang relatip bersih yaitu bebas dari kandungan
shale dan clay. Mempunyai sortasi yang baik dengan derajat kebundaran yang
baik (well-rounded grain). Komposisi kimia orthoquartzites ditunjukkan pada
Tabel (II-1).

b. Graywacke
Graywacke merupakan jenis batupasir yang tersusun dari unsur-unsur
mineral yang berbutir besar, terutama kwarsa dan feldspar serta fragmen-fragmen
batuan. Sering disebut juga dengan dirty sand. Material pengikatnya adalah clay
dan carbonate. Secara lengkap mineral-mineral penyusun graywacke terlihat pada
Tabel (II-2). Komposisi graywacke tersusun dari unsur silica dengan kadar lebih
rendah dibandingkan dengan rata-rata batupasir, dan kebanyakan silica yang ada
bercampur dengan silikat (silicate). Secara terperinci komposisi kimia graywacke
dapat dilihat pada Tabel (II-3).

Mesnard (Preeambrian) H..03a + ) .30 0... . 0.. Sioux (Preeambrian) D.85 0.31 0. St...03 Al2O3 2.13 ..10 .11 ..3 99......65 H2O - CO2 .03 H2O 1. 0..52 ) 8 2 1 A.43a) ...17 . 0.03 ... 0.17 1....90 0...15 ....1 SiO2 98.51 99. Loss of ignition b) .....12 0..91 100. .8 99. 0. ...14 3..54 .. A B C D E F G H I 95..10 0.12 Na2O 0.... 0..24 1.5 93.05 0.80 0. 0. Fontainebleau C...30 .13 %.70 2 5 0 8 6 TiO2 ... Lorrain (Huronian) F..31 1. MgO 0. ...25 .. ... Average of A – H. Komposisi Kimia Batupasir Orthoquartzites7) MIN.. 0.8 100. Total 100 99. ) 0..41 0.08 0. ...87 99.. 99.44a 0.43 FeO . a) E. 16.29 0...00 0. 2. . .....17 0.. 0.10 0..28 Fe2O 0. ..40 . ...01 99.. “Crystalline Sandstone”..39 93.. Berea (Mississippian) B. Includes SO3. .13 61.86 0.15 None 0..1.. ... .6b 101.. Peter (Ordovician) G.04 0. Tuscarora (Silurian) I. 0.11 0. 0......04 T 0.. 7 Tabel 2....19 21.30 3. .07 CaO T 0.3 99. inclusive..10 0.20 3 0.. 0. 0. Oriskany ( Devonian) ..85 ..4 97.39 K2O 0.

31 .. 8 Tabel 2..08 3. and iron ores.61 4.43 15.. Arkose. Include 2..06 99. Average of 23 graywackes B.... Papua (Edwards.20 63.95 2. .52 69...36 H2O – 0. 1 Devonian.0 100. Papua (Edwards.. .. E. chlorite...30 .0 29.0b 25. 3..5 20. 0...87 Al2O3 16.43 2.. Fe2O3 probably should be 1. “Matrix” Tabel 2. . . Feldspar 16. d) .55 0. .0 10....73 4.. . .0 46. Not separately listed.43 15. ..04 3. .3. mica....7 20.5 99..45 3.69 60.00 3.39 CaO 2.01 0.75 1..62 0.13 .10 7.26 0.a 23..6 9.7 97. Average 0f 2 Meocene graywackes.63 MnO 0.07 0. Komposisi Kimia Graywacke7) MINERAL A B C D E F SiO2 68.56 1..40 0.0 A.0 .50 P2O3 0... and 1 Late Paleozoic).67 62.20 13..2d 23..73 2...1 7.0 96..24 A..0 24.57 100. .39 2.68 3.4 and the total 100.0 22... Average of Six (3 Archean..9 29.42 T o t a l 99.04 0.3 Chloride-Sericite 25.30 0.. Komposisi Mineral Graywacke7) MINERAL A B C D E F Quartz 45. Rock Fragments 6..7 90. 0. F.. Balance in glauconite...6 2..15 S .01 100. ..... after Tyrrell (1933).45 3. b) .. 1947 a)..74 0.18 4. . B.56 2. .. Carbonate 4.3 T o t a l 99..2.. 5..63 19.7 . CO2 0..0 9..42 13.8 per cent “limonitic subtance” c) ...Average of 2 parts avrg..38 2. Average of 2 parts average shale and 1 part average Arkose.21 2... .06 0...7 Hornblende . . Krynine’s average “high-rank graywacke” (Krynine...51 4.52 3.10 0.36 Fe2O3 0.76 FeO 3..5 . 1947 b)..50 . a) . .. ..6 46. 1 Huronian..33 2... ..0 13..27 SO3 0.50 0.14 Na2O 2. Shale and 1 part avrg. Average of 30 graywackes. a) .. Average of 3 Tanner graywackes (Upper Devonian – Lower Carboniferous) D.0 32. 1948). .16 MgO 1..72 0.. 1. C.84 100..59 3.57 1.07 0... 0. Probably in error. 0.51 TiO2 0. Average of 4 Cretaceous graywackes.40 61.0 . .01 100..84 3....7 Chert 1...23 .0 ..0 tr 34..4 . . . C.01 H2O + 1.30 3.24 3.23 1.1 44.

.. dimana terlihat bahwa arkose mengandung lebih sedikit silica jika dibandingkan dengan orthoquartzites. Torridonian (Preeambrian) (Mackie.. Other 1 . E.. 8 c) c) c) c) Carbonate 2 .. Modal Feldspar. Portland (Triassic) (Merrill. Lower Old Red (Devonian) (Mackie. a) .. . F... B.. Arkose Arkose merupakan jenis batupasir yang biasanya tersusun dari quartz sebagai mineral yang dominan.. 9 c. Average of A – G. Pale Arkose (Triassic) (Krynine. c) .... Chlorite. 6 d) 8 e) 4 e) 8 e) c) A. dan soda..... 1938). ...... . b). . Present in amount under 1 %.. D. Red Arkose (Triassic) (Krynine. Tabel 2. . e). 2 Clay 9 7 . Iron oxide (hematite) and kaolin. 1905). d) . potash. Komposisi Mineral dari Arkose (%)7) MINERAL A B C D a) E a) F a) G Quartz 57 51 60 57 35 28 48 Microcline 24 30 34 35 b) 59 b) 64 43 Plaglioclase 6 11 .... lime.4. 1905). 1950)... 1891). Komposisi kimia arkose ditunjukkan pada Tabel (II-5). Micas 3 1 . Sedangkan unsur-unsur lainnya. anclusive. Sparagmite (Preeambrian) (Barth... secara berurutan sesuai prosentasenya ditunjukkan pada Tabel (II-4).. 1950). C. G... Normative or calculated composition.. tetapi kaya akan alumina. . meskipun seringkali mineral arkose feldspar jumlahnya lebih banyak dari quartz.

.63 1.05 P2 O3 . dolomite. 1905).45 2.04 0.51 0. Limestone adalah istilah yang biasa dipakai untuk kelompok batuan yang mengandung paling sedikit 80% calcium carbonate atau magnesium.. 0. 1.57 10.42 .38 11.12 0.92 . 0. Tabel (II-6) menunjukkan komposisi kimia limestone secara lengkap.. inclusive...72 1. C. 0. Torridon sandstone.05 T . Unsur-unsur lain yang dianggap penting adalah MgO. B. E...9 A.54 T o t a l 99..32 80. 0.30 0.90 2.21 C O2 .23 Ca O 3.2 Batuan Karbonat Dalam hal ini yang dimaksud dengan batuan karbonat adalah limestone..83 H2 O – 0. a) . Preeambrian (Mackie.04 1..14 75..06 1. Triassic (Merrill. Portland stone.64 a 0..31 7.. Komposisi kimia dari batuan karbonat limestone dapat menggambarkan adanya sifat dari komposisi mineralnya yang cukup padat. 0.09 0. of 3 analyses) (Kennedy.94 82. 0.30 Na2 O 3..69 1...27 3..57 73.34 0. Torridonian arkose (avg. 2.70 .1 100.25 Mg O T 0. 1951).11 0.30 a 1.12 2. 0. Sparagmite (unmetamorphosed) (Barth.41 Al2 O3 13.. Komposisi Kimia dari Arkose (%)7) MINERAL A B C D E F Si O2 69...15 9.15 1. Average of A – E. karena pada limestone sebagian besar terbentuk dari unsur calcite.24 0...53 0. D.19 0.40 0. 1938).5.19 0.37 Ti O2 .35 6.63 Fe2 O3 1.82 3.84 K2 O 5. Loss of ignition.75 11.18 100 100.30 1.23 0..22 Mn O 0.01 0. bahkan jumlahnya bisa mencapai lebih dari 95% dari jumlah seluruhnya..72 0.. 10 Tabel 2..16 4.63 0.. Lower Old Red Sandstone..1.2 99.54 2. bila jumlahnya lebih dari 1% atau 2% maka hal ini kemungkinan menunjukkan adanya mineral dolomit.48 Fe O . 0. Devonian (Mackie. F.99 H2 O + 1.. 1891).63 100.89 76.. 1905).43 5..50 2. .. .. .30 .1. dan yang bersifat di antara keduanya.75 4.

11

Tabel 2.6.
Komposisi Kimia Limestone7)

MINERAL A B C D E F
Si O2 5,19 0,70 7,41 2,55 1,15 0,09
Ti O2 0,06 .... 0,14 0,02 .... ....
Al2 O3 0,81 0,68 1,55 0,23 0,45
Fe2 O3 0,08 0,70 0,02 .... 0,11
0,54
Fe O .... 1,20 0,28 0,26
Mn O 0,05 .... 0,15 0,04 .... ....
Mg O 7,90 0,59 2,70 7,07 0,56 0,35
Ca O 42,61 54,54 45,44 45,65 53,80 55,37
Na2 O 0,05 0,16 0,15 0,01 ....
0,07
K2 O 0,33 None 0,25 0,03 0,04
H2 O + 0,56 .... 0,38 0,05 0,69
0,32
H2 O – 0,21 .... 0,30 0,18 0,23
P2 O3 0,04 .... 0,16 0,04 .... ....
C O2 41,58 42,90 39,27 43,60 42,69 43,11
S 0,09 0,25 0,25 0,30 .... ....
Li2 O T .... .... .... .... ....
Organic .... T 0,29 0,40 .... 0,17
T o t a l 100,09 99,96 100,16 100,04 99,9 100,1
A. Composite analysis of 345 limestones, HN Stokes, analyst (Clarke, 1924, p. 564)
B. “Indiana Limestone” (Salem, Mississippian), AW Epperson, analyst (Loughlin, 1929, p. 150)
C. Crystalline, crinoidal limestone (Brassfield, Silurian, Ohio), Down Schaff, analyst (Stout, 1941, p.
77)
D. Dolomitic Limestone (Monroe form., Devonian, Ohio), Down Schaff, analyst (Stout, 1941, p. 132)
E. Lithoeraphic Limestone (Solenhofen, Bavaria), Geo Steigner, analyst (Clarke, 1924, p. 564)
F. Travertine, Mammoth Hot Spring, Yellowstone, FA Gooch, analyst (Clarke, 1904, p.323)

Dolomite adalah jenis batuan yang merupakan variasi dari limestone yang
mengandung unsur carbonate lebih besar dari 50 %, sedangkan untuk batuan-batuan
yang mempunyai komposisi pertengahan antara limestone dan dolomite akan
mempunyai nama yang bermacam-macam tergantung dari unsur yang dikandungnya.
Untuk batuan yang unsur calcite-nya melebihi dolomite disebut dolomite limestone,
dan yang unsur dolomite-nya melebihi calcite disebut dengan limy, calcitic,
calciferous atau calcitic dolomite. Komposisi kimia dolomite pada dasarnya hampir
mirip dengan limestone, kecuali unsur MgO merupakan unsur yang penting dan
jumlahnya cukup besar. Tabel (2.7) menunjukkan komposisi kimia unsur penyusun
dari dolomite.

12

Tabel 2.7.
Komposisi Kimia Dolomite7)

MINERAL A B C D E F
Si O2 .... 2,55 7,96 3,24 24,92 0,73
Ti O2 .... 0,02 0,12 .... 0,18 ....
Al2 O3 .... 0,23 1,97 0,17 1,82 0,20
Fe2 O3 .... 0,02 0,14 0,17 0,66 ....
Fe O .... 0,18 0,56 0,06 0,40 1,03
Mn O .... 0,04 0,07 .... 0,11 ....
Mg O 21,90 7,07 19,46 20,84 14,70 20,48
Ca O 30,40 45,65 26,72 29,56 22,32 30,97
Na2 O .... 0,01 0,42 .... 0,03 ....
K2 O .... 0,03 0,12 .... 0,04 ....
H2 O + .... 0,05 0,33 0,42 ....
0,30
H2 O – .... 0,18 0,30 0,36 ....
P2 O3 .... 0,04 0,91 .... 0,01 0,05
C O2 47,7 43,60 41,13 43,54 33,82 47,51
S .... 0,30 0,19 .... 0,16 ....
Sr O .... 0,01 None .... none ....
Organic .... 0,04 .... .... 0,08 ....
100,0 100,0
T o t a l 100 100,40 99,90 100,9
6 4
A. Theoretical composition of pure dolomite. D. “Knox” Dolomite
B. Dolomitic Limestone E. Cherty-Dolomite
C. Niagaran Dolomite F. Randville Dolomite

2.1.1.3 Batuan Shale
Shales (Mudstone) mengandung > 50% butiran berukuran lanau dan lempung
(berukuran < 0.0625 mm). Shale adalah batuan yang kaya akan kandungan clay
sehingga memiliki porositas rendah (umumnya < 10%), permeabilitasnya sangat
rendah (< 1 mD) dan Immobile hydrocarbon (gelembung-gelembung hidrokarbon
dikelilingi oleh phase air). Pada umumnya unsur penyusun shale ini terdiri dari lebih
kurang 58% silicon dioxide (SiO2), 15% alumunium oxide (Al2O3), 6% iron oxide
(FeO) dan Fe2O3, 2% magnesium oxide (MgO), 3% calcium oxide (CaO), 3%
potasium oxide (K2), 1% sodium oxide (Na2), dan 5% air (H2O). Sisanya adalah
metal oxide dan anion seperti terlihat pada Tabel (2.8).

13

Tabel 2.8.
Komposisi Kimia Shale7)

MINERAL A B C D E F
Si O2 58,10 55,43 60,15 60,64 56,30 69,96
Ti O2 0,54 0,46 0,76 0,73 0,77 0,59
Al2 O3 15,40 13,84 16,45 17,32 17,24 10,52
Fe2 O3 4,02 4,00 4,04 2,25 3,83
3,47
Fe O 2,45 1,74 2,90 3,66 5,09
Mn O .... T T .... 0,10 0,06
Mg O 2,44 2,67 2,32 2,60 2,54 1,41
Ca O 3,11 5,96 1,41 1,54 1,00 2,17
Na2 O 1,30 1,80 1,01 1,19 1,23 1,51
K2 O 3,24 2,67 3,60 3,69 3,79 2,30
H2 O + 3,45 3,82 3,51 3,31 1,96
5,00
H2 O – 2,11 0,89 0,62 0,38 3,78
P2 O3 0,17 0,20 0,15 .... 0,14 0,18
C O2 2,63 4,62 1,46 1,47 0,84 1,40
S O3 0,64 0,78 0,58 .... 0,28 0,03
Organic 0,80 a 0,69 a 0,88 a .... 1,18 a 0,66
Misc. .... 0,06 b 0,04 b 0,38 c 1,98 c 0,32
T o t a l 99,95 100,84 100,46 99,60 100,00 100,62
A. Average Shale (Clarke, 1924, p.24)
B. Composite sample of 27 Mesozoic and Cenozoic shales, HN Stokes, analyst, (Clarke, 1924,
p.552).
C. Composite sample of 52 Paleozoic shales, HN Stokes, analyst, (Clarke, 1924, p.552).
D. Unweighted avrg. of 36 analyses of Slate (29 Paleozoic, 1 Mesozoic, 6 Precambrian)(Eckel,
1904).
E. Unweighted avrg. of 33 analyses of Precambrian Slate (Nanz, 1953)
F. Composite analyses of 235 samples of Mississippi delta, (Clarke, 1924, p. 509).
a
. Carbon; b. Ba O; c. Fe S2 .

Shale merupakan batuan yang berlaminasi dan tubuh lapisannya tipis, berbutir
halus, kandungan mineralnya adalah lempung dan silt. Sifat-sifat fisik shale
ditentukan oleh sifat-sifat mineral yang dikandungnya. Shale yang banyak
mengandung mineral nonmorillonite atau illite cenderung tersaturasi oleh air,
sehingga lebih lunak dan licin daripada shale yang mengandung kuarsa dan silt.
Batuan silt dapat bertindak sebagai batuan reservoir disebabkan adanya
rekahan-rekahan atau fracturing, pencucian dan pelapukan. Tetapi pori-pori yang
terisi fluida hidrokarbon tersebut bukanlah merupakan porositas primer, melainkan
terbentuk setelah batuan tersebut terendapkan atau merupakan porositas sekunder.
Dikenal ada 3 jenis shale seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.1, yaitu :

Dispersed shale adalah shale yang terdapat di dalam pori-pori batuan (sebagai semen.1. b. Gambar 2. c.2 Sifat Fisik Batuan Reservoir Pada dasarnya semua batuan dapat menjadi batuan reservoir asalkan mempunyai porositas dan permeabilitas yang cukup. Jenis shale ini umumnya tidak berpengaruh terhadap porositas efektif (volume shale < 25 %). namun pada kenyataannya . 14 a. Bentuk dan Posisi Kehadiran Shale / Clay pada Batupasir 7) 2. namun berpengaruh terhadap respon log yaitu log sinar gamma. Jenis shale ini berpengaruh terhadap porositas efektif dan respon log sinar gamma. Laminar shale adalah shale berbentuk perlapisan. Structural shale adalah jenis shale yang terbentuk sebagai butiran. sebagai matrik (pada umumnya < 1 cm). Jenis shale ini berpengaruh terhadap porositas efektif dan respon log sinar gamma. log resistivitas serta log sonic.2. pore linings).

Besar-kecilnya porositas suatu batuan akan menentukan kapasitas penyimpanan fluida reservoir...2.. yaitu: 1.… (2-1) Vb Vb Keterangan : Vb = volume batuan total (bulk volume). (2-2) bulk volume . Skema Perbandingan Porositas4) Porositas batuan reservoir dapat diklasifikasikan menjadi dua.1...... adalah perbandingan antara volume pori-pori total terhadap volume batuan total (bulk volume)....... cm3 Connected or Effective Porosity Total Porosity Isolated or Non-Effec tive Porosity Gambar 2......3..... Secara matematis porositas dapat dinyatakan sebagai : Vb  Vs Vp   …………………………………...... cm3 Vs = volume padatan batuan total (grain volume).. Volume pori total   100% ..1 Porositas Porositas () didefinisikan sebagai perbandingan antara volume ruang pori-pori terhadap volume batuan total (bulk volume).....…………............. cm3 Vp = volume ruang pori-pori batuan..... Porositas absolut.. khususnya reservoir minyak.. 2.... terutama yang porous dan permeable..... yang dinyatakan dalam persen..... Oleh karena itu dalam penilaian batuan reservoir selanjutnya akan banyak berhubungan dengan sifat-sifat fisik batuan sedimen... 15 hanya batuan sedimen yang banyak dijumpai sebagai batuan reservoir...

semakin baik porositasnya)......... Volume pori yang berhubungan   100% . Porositas tipe ini sulit untuk dievaluasi atau ditentukan secara kuantitatif karena bentuknya tidak teratur.. Tipe batuan sedimen atau reservoir yang mempunyai porositas primer adalah batuan konglomerat. 2... adalah ruang pori-pori yang terbentuk karena adanya proses pelarutan batuan... Porositas sekunder dapat diklasifikasikan menjadi tiga golongan. Porositas sekunder. yaitu : 1... yaitu : 1.. celah. 2. maka porositas dapat juga diklasifikasikan menjadi dua.... dalam proses ini batu gamping (CaCO3) ditransformasikan menjadi dolomite (CaMg(CO3)2) dengan reaksi kimia sebagai berikut : 2CaCO3 + MgCl2  CaMg(CO3)2 + CaCl2 Menurut para ahli batu gamping yang terdolomitasi mempunyai porositas yang lebih besar dari pada batu gampingnya sendiri. yang dinyatakan dalam persen. sesar. 16 2. Disamping itu menurut waktu dan cara terbentuknya.. Dolomitisasi. adalah perbandingan antara volume pori-pori yang saling berhubungan terhadap volume batuan total (bulk volume). yaitu: ukuran butir (semakin baik distribusinya... seperti: lipatan... adalah porositas batuan yang terbentuk sesudah batuan sedimen terendapkan... Porositas larutan.. susunan butir (susunan butir berbentuk kubus mempunyai porositas lebih baik dibandingkan bentuk rhombohedral)... dan batu gamping.. Porositas efektif. atau patahan.. Porositas primer. yaitu ruang pori-pori yang terbentuk karena adanya kerusakan struktur batuan sebagai akibat dari variasi beban. 3. batupasir. (2-3) bulk volume Untuk selanjutnya porositas efektif digunakan dalam perhitungan karena dianggap sebagai fraksi volume yang produktif.. Besar-kecilnya porositas dipengaruhi oleh beberapa faktor.... kekar. adalah porositas yang terbentuk pada waktu batuan sedimen diendapkan. .. kompaksi dan sementasi... Rekahan..

.....................2...............1.................................... cm2 P = tekanan....................................... sesuai persamaan berikut : q............ berdasarkan persamaan – persamaan di atas maka diperoleh harga permeabilitas absolut batuan............................ ( P1  P2 ) dimana : k = permeabilitas media berpori........... cm A = luas...... (2-7) Dengan percobaan yang dilakukan oleh Henry Darcy (1856). (2-5)  dL Sehingga jika diturunkan menjadi : q k dP  x ......L k ............................ 17 2.................................... (2-6) a  dL Dan jika disubsitusikan menjadi : q  dL  k A dP ..................................................... Definisi kuantitatif permeabilitas pertama-tama dikembangkan oleh Henry Darcy (1856) dalam hubungan empiris dengan bentuk differensial............................ (2-8) A ..2 Permeabilitas Permeabilitas didefinisikan sebagai suatu bilangan yang menunjukkan kemampuan dari suatu batuan untuk meloloskan fluida............ yang bermula dari dua persamaan sebagai berikut : q v ..... D q = laju alir.................................... cm3/s  = viskositas fluida yang mengalir.. (2-4) A dan k dP v x ......... cp L = panjang media berpori............ atm ....................

Permeabilitas Absolut Yang dimaksud dengan permeabilitas absolut adalah permeabilitas dimana fluida yang mengalir melalui media berpori tersebut hanya satu fasa.4.9. 18 Tanda negatif pada persamaan (2-4) menunjukkan bila tekanan bertambah dalam satu arah. Beberapa anggapan yang digunakan Darcy dalam persamaan (2-5) :  Alirannya mantap (steady state)  Fluida yang mengalir satu fasa  Viskositas fluida yang mengalir konstan  Kondisi aliran isothermal  Formasinya relatif dan arah alirannya horizontal Gambar 2.100 Baik 100-1000 Baik Sekali Dalam batuan reservoir. maka arah alirannya berlawanan dengan arah pertambahan tekanan itu. permeabilitas dibedakan menjadi tiga. yaitu : A. misalnya hanya minyak atau gas saja. Dasar penentuan permeabilitas relatif batuan adalah hasil percobaan yang dilakukan oleh Henry Darcy menggunakan batupasir tidak kompak yang dialiri . Klasifikasi Harga Permeabilitas5) Permeabilitas ( mD ) Keterangan 1 – 10 Cukup 10 . Diagram Percobaan Pengukuran Permeabilitias6) Tabel 2.

....(P1-P2) adalah konstan dan akan sama dengan harga permeabilitas batuan yang tidak tergantung dari cairan...... Batupasir silindris yang porous ini 100% dijenuhi cairan dengan viskositas μ. (2-9) A.. sedangkan P2 adalah tekanan keluar. (2-10) A (sqcm)......... Secara definisi. perbedaan tekanan dan dimensi batuan yang digunakan........... dan panjangnya L............. ................. Dengan mengatur laju Q sedemikian rupa sehingga tidak terjadi aliran turbulen....... Diagram Percobaan Pengukuran Permeabilitas Absolut8) Sehingga secara matematis permeabilitas absolut dapat dituliskan : Q...4 pada gambar dibawah ini...5....L/A.  (centipoise) L (cm) K (darcy)  .... μ.. batuan yang mempunyai permeabilitas sebesar 1 darcy adalah jika fluida berfasa 1 (satu)... dengan viscositas 1 cp mengalir dengan kecepatan 1 cm/detik Karena permeabilitas dari suatu batuan biasanya kurang dari 1 darcy. Dari percobaan dapat ditunjukkan bahwa Q.........001 darcy)... ( P1  P2 ) (atm) Satuan permeabilitas untuk percobaan ini adalah darcy............ L K . Kemudian dengan memberikan tekanan masuk P1 pada salah satu ujungnya maka terjadi aliran dengan laju sebesar Q.. Gambar 2. maka diperoleh harga permeabilitas absolut batuan..... maka dipakai satuan milidarcy (1 md = 0..... menunjukkan Diagram Percobaan Pengukuran Permeabilitas absolut....( P1  P2 ) Satuan permeabilitas dalam percobaan ini adalah : Q (cm 3 / sec)..... 19 air.......... Gambar 2. dengan luas penampang A.

.................... Apabila kondisi sudah stabil dan tekanan injeksi (P1) serta tekanan keluar P2 telah diukur...... Harga-harga Ko dan Kw pada ........ md Percobaan ini diulangi untuk laju permukaan (input rate) yang berbeda untuk minyak dan air............... Harga saturasi minyak (So) dan saturasi air (Sw) dapat dihitung dari jumlah minyak dan air yang diinjeksikan dan jumlah minyak dan air yang keluar setelah keseimbangan dicapai.. Harga permeabilitas efektif dinyatakan sebagai Ko....... 20 Dari persamaan (2... misalnya minyak dan air......... L Ko  ..... (2-12) A. tetapi perbandingan antara minyak dan air yang keluar tidaklah sama dengan Qo/Qw.... Permeabilitas Efektif Permeabilitas efektif didefinisikan sebagai permeabilitas batuan dimana fluida yang mengalir lebih dari satu fasa.... air dan gas......... masing-masing untuk fluida yang compressible dan incompressible..... gas.............. maka dapat ditentukan persamaan permeabilitas efektif minyak dan air adalah : Q o ....( P1  P2 ) Q w .......... Kw.... Jika laju aliran minyak adalah Qo dan laju aliran air adalah Qw.......... cp Ko= permeabilitas efektif minyak..... dimana masing-masing untuk minyak.. md Kw = permeabilitas efektif air...........( P1  P2 ) Keterangan : o = viskositas minyak... B. cp w = viskositas air.. Suatu keseimbangan akan terjadi apabila jumlah air yang keluar sama dengan yang masuk..... gas dan minyak atau ketiga-tiganya. Kg...9) dapat dikembangkan untuk berbagai kondisi aliran yaitu aliran linier dan radial.. dan air..... w . (2-11) A. o ... dengan (Qo + Qw) konstan..... L Kw  .. maka laju aliran total (Qo + Qw) yang keluar dari sampel core per satuan waktu akan sama.....

Hal ini berarti di bawah suatu harga saturasi terkecil maka minyak tidak akan bisa mengalir dalam core tersebut.6. 21 persamaan (3. yaitu : 1. Gambar 2. terdapat tiga hal yang harus diperhatikan mengenai hubungan antara permeabilitas dengan saturasi. Jadi adanya air meskipun sedikit akan mempersulit aliran minyak dalam batuan tersebut.6. Ko turun dengan cepat ditandai dengan naiknya Sw dari harga nol. Ko berharga nol walaupun masih ada So didalam core tersebut (titik C pada gambar 3.5 di atas ini menunjukkan Kurva Permeabilitas Efektif Untuk Sistem Minyak Dan Air. Kurva Permeabilitas Efektif Untuk Sistem Minyak Dan Air6) Dari Gambar 2. demikian pula sebaliknya.10) dan persamaan (3. 2.11) jika diplot terhadap So dan Sw akan diperoleh hubungan seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. Demikian pula dengan Kw yang akan turun pada saat Sw menjauhi harga 1.2. Harga minimum saturasi ini disebut dengan Residual Oil Saturation (Sor) atau Critical Oil Saturation (Soc) .

... Untuk suatu harga So manapun................ Sedangkan permeabilitas relatif dinyatakan sebagai berikut : Ko K ro  . C......................... 22 dan titik D adalah Residual Water Saturation (Swr) atau Critical Water Saturation (Swc).....3 Saturasi Fluida Saturasi fluida didefinisikan sebagai perbandingan antara volume pori-pori batuan yang ditempati oleh suatu fluida tertentu dengan volume pori-pori total suatu batuan................... dan gas yang tersebar ke seluruh bagian reservoir............ jumlah harga Ko dan Kw akan selalu lebih rendah dari K atau Ko + Kw  K.............................. (2-13) K Kg Krg  ...... minyak.1................. kemungkinan terdapat air... Kedua harga Ko dan Kw akan selalu lebih kecil dari K kecuali pada titik A dan B..................... Permeabilitas Relatif Permeabilitas relatif didefinisikan sebagai perbandingan antara permeabilitas efektif dengan permeabilitas 22elative........... 3............................. maka saturasi didefinisikan sebagai fraksi salah satu fluidanya terhadap volume pori batuanya....Tetapi karena dalam batuan reservoir minyak umumnya terdapat lebih dari satu macam fluida.........2................. Harga saturasi untuk masing-masing fluida tersebut dapat dituliskan sebagai berikut :  Saturasi minyak ( So ) adalah : .......................... (2-14) K Kw K rw  ............................................. (2-15) K Keterangan : Kro = permeabilitas relatif minyak Krg = permeabilitas relatif gas Krw = permeabilitas relatif air 2..........

... 23 volume pori  pori yang diisi oleh min yak So  ................... Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan densitas dari masing-masing fluida.................................. Bagian struktur reservoir yang lebih rendah relatif akan mempunyai Sw yang tinggi dan Sg yang relatif rendah... saturasi air cenderung untuk lebih besar dalam bagian batuan yang kurang porous. (2-20) Gambar 2.......................................... (2-19) Jika diisi oleh minyak dan air saja maka : So + Sw = 1 ...............................................7.. (2-16) volume pori  pori total  Saturasi air (Sw) adalah : volume pori  pori yang diisi air Sw  ..... Demikian juga untuk bagian atas dari struktur reservoir berlaku sebaliknya.................... yaitu : a) Saturasi fluida akan bervariasi dari satu tempat ke tempat lain dalam reservoir...................... (2-18) volume pori  pori total Jika pori-pori batuan diisi oleh gas-minyak-air maka berlaku hubungan : Sg + So + Sw = 1 . . (2-17) volume pori  pori total  Saturasi gas (Sg) adalah : volume pori  pori yang diisi oleh gas Sg  ........................................... Profil Saturasi Fluida di Reservoir2) Terdapat tiga faktor yang penting mengenai saturasi fluida..

. sedangkan minyak dan gas sebagai non-wetting fasa atau fasa tidak membasahi. dimana akan terjadi gaya tarik menarik.... sehingga pada lapangan yang memproduksikan minyak......V.... (2-22) Tekanan permukaan fluida yang lebih rendah terjadi pada sisi pertemuan permukaan fluida immiscible yang cembung.. Di reservoir biasanya air sebagai fasa yang membasahi (wetting phase).V = (1-Sw).... maka ruang pori-pori yang diisi oleh hidrokarbon adalah: So. Perbedaan tekanan dua fluida ini adalah perbedaan tekanan antara fluida “non-wetting phase” (Pnw) dengan fluida “wetting fasa” (Pw) atau : Pc = Pnw ........... dalam hal ini akan terjadi gaya tolak menolak antar molekul.........1... Kesetimbangan gaya akan terjadi pada molekul-molekul yang sejenis...................... 24 b) Saturasi fluida akan bervariasi dengan kumulatif produksi minyak..... Jika volume contoh batuan adalah V. seperti minyak dan air... (2-21) 2...Pw .. Ketidakseimbangan gaya ini akan menimbulkan tegangan antar permukaan..V + Sg..... c) Saturasi minyak dan saturasi gas sering dinyatakan dalam istilah pori-pori yang diisi oleh hidrokarbon.......... .... Sedangkan pada molekul-molekul yang berlainan jenis kesetimbangan gaya tidak terjadi...........2.... Jika minyak diproduksikan maka tempatnya di reservoir akan digantikan oleh air dan atau gas bebas.... Hal ini terjadi pada batas antara dua macam fluida atau antara fluida dengan benda padat............ Tekanan kapiler (Pc) didefinisikan sebagai perbedaan tekanan yang ada antara permukaan dua fluida yang tidak tercampur (cairan-minyak atau cairan-gas) sebagai akibat dari terjadinya pertemuan permukaan yang memisahkan mereka... saturasi fluida berubah secara kontinyu.....V . ruang pori-porinya adalah .............4 Tekanan Kapiler Rongga pori-pori dari suatu batuan reservoir berisi fluida yang tidak tercampur satu sama lainnya.................

...... Oil ......8. Demikian juga untuk reservoir minyak yang mempunyai API .. dyne/cm cos = sudut kontak permukaan antara dua fluida.........Water Gambar 2.Water b..cos  Pc    .. sementara faktor lainnya tetap.. gr/cm3 g = percepatan gravitasi... g........ 25 Pa B‘ Pob B‘ B Pwb B Pw h h air Oil Pa Poa A A’ A A’ Pwa water water a. sehingga data tekanan kapiler dapat dinyatakan menjadi plot antara h versus saturasi air (Sw).. Dari persamaan (2-22) ditunjukkan bahwa h akan bertambah jika perbedaan densitas fluida berkurang. cm/sec2 h = tinggi kolom.... derajat r = jari-jari lengkung pori-pori. h .... dyne/cm2  = tegangan permukaan antara dua fluida. cm  = perbedaan densitas dua fluida...... ....... Secara kuantitatif dapat dinyatakan dalam hubungan sebagai berikut : 2.... Hal ini berarti bahwa reservoir gas yang terdapat kontak gas-air... cm Dari persamaan (2-22) dapat dilihat bahwa tekanan kapiler berhubungan dengan ketinggian di atas permukaan air bebas (oil-water contact).... Air .... (2-23) r Keterangan : Pc = tekanan kapiler. perbedaan densitas fluidanya bertambah besar sehingga akan mempunyai zona transisi minimum... Tekanan dalam Pipa Kapiler 5) Tekanan kapiler dalam batuan berpori tergantung pada ukuran pori-pori dan macam fluidanya... Perubahan ukuran pori-pori dan densitas fluida akan mempengaruhi bentuk kurva tekanan kapiler dan ketebalan zona transisi.

Kesetimbangan Gaya-gaya pada Batas Air-Minyak- Padatan pada Gambar 2. .5 Wettabilitas Wettabilitas didefinisikan sebagai suatu kemampuan batuan untuk dibasahi oleh fasa fluida. a. Oil Wet b. Jadi minyak tidak mempunyai gaya tarik-menarik dengan batuan dan akan lebih mudah mengalir.1.9 di bawah ini. 2. sehingga air cenderung melekat pada permukaan batuan sedangkan minyak akan terletak diantara fasa air. Water Wet Pore space occupied by H O Rock matrix Pore space occupied by Oil Gambar 2. jika diberikan dua fluida yang tak saling campur (immisible). Pada umumnya reservoir bersifat water wet. 26 gravity rendah maka kontak minyak-air akan mempunyai zona transisi yang panjang. yang merupakan faktor dari tegangan permukaan antara fluida dan batuan. Pembasahan Fluida dalam Pori-pori Batuan4) Dalam sistem reservoir digambarkan sebagai air dan minyak (atau gas) yang ada diantara matrik batuan.9.2. Pada bidang antar muka cairan dengan benda padat terjadi gaya tarik-menarik antara cairan dengan benda padat (gaya adhesi). Ukuran pori-pori batuan reservoir sering dihubungkan dengan besaran permeabilitas yang besar akan mempunyai tekanan kapiler yang rendah dan ketebalan zona transisinya lebih tipis dari pada reservoir dengan permeabilitas yang rendah.7 di bawah ini. Gambaran tentang water wet dan oil wet ditunjukkan pada Gambar 2.

yaitu pada permukaan silika dan kalsit. Apabila sudut kontak antara cairan dengan benda padat antara 75 . Gambar 2. o = 30 o o = 83 = 158 = 35 o Iso-Octane Iso-Octane + Iso-Quinoline Naphthenic 5.10 dan Gambar 2.10. berarti batuan bersifat oil wet.7 % Iso-Quinoline Acid Gambar 2. Kesetimbangan Gaya-gaya pada Batas Air-Minyak-Padatan5) Suatu cairan dapat dikatakan membasahi zat padat jika tegangan adhesinya positip (< 75o). Sudut Kontak Antara Permukaan Air dengan Hidrokarbon pada Permukaan Silika5) . Apabila air tidak membasahi zat padat maka tegangan adhesinya negatip (> 105o). maka batuan tersebut bersifat intermediet. 27  wo   cos   so sw   wo  so  sw Oil Water Solid Gambar 2.105. yang berarti batuan bersifat water wet.11 menunjukkan besarnya sudut kontak dari air yang berada bersama-sama dengan hidrokarbon pada media yang berbeda.11.

...... (2-24) cos  oa Pt oa wo dimana: cos  wo = sudut kontak air dengan minyak dalam inti batuan cosoa = sudut kontak minyak dengan udara dalam inti batuan Ptwo = tekanan threshold inti batuan terhadap minyak Ptoa = tekanan threshold inti batuan terhadap udara  wo = tegangan antar muka antara air dengan minyak  oa = tegangan antar muka antara minyak dengan udara 2.. yang disebabkan oleh berat batuan yang ada diatasnya (overburden pressure)..6 Kompresibilitas Kompressibilitas didefinisikan sebagai perubahan volume pori per satuan perubahan tekanan. antara lain : 1.. 28 o o o o = 30 = 48 = 54 = 106 Iso-Octane Iso-Octane + Iso-Quinoline Naphthenic 5... Batuan yang berada pada kedalaman tertentu akan mengalami dua macam tekanan.. yang diakibatkan oleh tekanan hidrostatik fluida yang terkandung dalam pori-pori batuan............2.... Tekanan eksternal. yang merupakan fungsi dari threshold pressure (Pt).1. Tekanan internal. Sudut Kontak Antara Permukaan Air dengan Hidrokarbon pada Permukaan Kalsit5) Menurut Srobod (1952).... . harga wettabilitas dan sudut kontak nyata ditentukan berdasarkan karakteristik pembasahan..7 % Iso-Quinoline Acid Gambar 2... 2.....12.. sesuai dengan persamaan sebagai berikut : cos  wo Pt wo oa Wettabilit yNumber  ..........

sehingga resultan tekanan pada batuan akan mengalami perubahan pula. Diantara konsep diatas. 3. maka volume bulk batuan akan berkurang. 2. kompressibilitas pori-pori batuan dianggap yang paling penting dalam teknik reservoir khususnya. sedangkan volume material batuan yang padat makin bertambah besar. Menurut Geerstma (1957). Adanya perubahan tekanan ini akan mengakibatkan perubahan pada butir-butir batuan.13. yaitu : 1. Kompressibilitas matriks batuan. konsep kompressibilitas batuan dapat dibedakan menjadi tiga macam. pori-pori dan volume total (bulk) batuan reservoir. Gambar 2. Kompressibilitas bulk batuan. Kompresibilitas Pori Pada Batuan11) Pengosongan fluida dari ruang pori-pori batuan reservoir akan mengakibatkan perubahan tekanan-dalam dari batuan. yaitu fraksi perubahan volume material padatan (grains) terhadap satuan perubahan tekanan. . 29 Apabila tekanan internal fluida didalam rongga pori berkurang pada suatu tekanan eksternal (overburden) yang konstan. Untuk padatan (grains) akan mengalami perubahan yang serupa apabila mendapat tekanan hidrostatik fluida yang dikandungnya maka akan mengalami perubahan bentuk yang seragam. Kompressibilitas pori-pori batuan. yaitu fraksi perubahan volume bulk batuan terhadap satuan perubahan tekanan. yaitu fraksi perubahan volume pori-pori batuan terhadap satuan perubahan tekanan.

........................... inch3 P = tekanan hidrostatik fluida di dalam batuan..... .......... psi P* = tekanan luar (tekanan overburden)...... ...... Sifat-sifat dari fluida hidrokarbon perlu dipelajari untuk memperkirakan cadangan akumulasi hidrokarbon..................... secara alamiah merupakan campuran yang sangat kompleks dalam susunan atau komposisi kimianya.... ...3 Karakteristik Fluida Reservoir Fluida reservoir yang terdapat dalam ruang pori-pori batuan reservoir pada tekanan dan temperatur tertentu..... Hidrokarbon terbentuk di alam......... Fluida reservoir minyak dapat berupa hidrokarbon dan air (air formasi)....... Sedangkan perubahan bentuk volume pori-pori batuan dapat dinyatakan sebagai kompressibilitas (Cp) yaitu : 1 dVp Cp  .. kemudian dimasukkan ke dalam tabung bertekanan yang berisi fluida penjenuh............ 30 Perubahan bentuk volume bulk batuan dapat dinyatakan sebagai kompressibilitas (Cr).......... yang secara matematis persamaanya sebagai berikut : 1 dVr Cr  ...... (2-26) Vp dP * Keterangan : Vr = volume padatan batuan (grains)... (2-25) Vr dP Harga Cr untuk suatu batuan tertentu dapat ditentukan secara sederhana dengan menjenuhi batuan dengan fluida..... menentukan laju aliran minyak atau gas dari reservoir menuju dasar sumur........... psi Cr = perubahan bentuk volume bulk batuan Cp = perubahan bentuk volume pori-pori batuan 2...... Setelah itu batuan dalam tabung diberi tekanan hidrostatik.. mengontrol gerakan fluida dalam reservoir dan lain-lain........ maka perubahan volume dari batuan tersebut (Vr) dapat diamati dan diukur... zat cair ataupun zat padat........... dapat berupa gas.... inch3 Vp = volume pori-pori batuan...1.......

31 Sedangkan air formasi merupakan air yang dijumpai bersama-sama dengan endapan minyak. (Tabel 2. 2. anggota dari seri homolog ini mempunyai struktur kimia dan sifat-sifat fisiknya dapat diketahui dari hubungan dengan anggota deret lain yang sifat fisiknya sudah diketahui. A.1 Komposisi Kimia Hidrokarbon Fluida reservoir terdiri dari hidrokarbon dan air formasi. Dalam pembahasannya akan dibicarakan mengenai sifat-sifat kimia dan fisika kedua jenis fluida reservoir tersebut.1. 2.2 Hidrokarbon Hidrokarbon adalah senyawa yang terdiri dari atom karbon dan hidrogen.3.3. Keluarga hidrokarbon dikenal sebagai seri homolog. Senyawa karbon dan hidrogen mempunyai banyak variasi yang terdiri dari hidrokarbon rantai terbuka. dimana tiap-tiap valensi dari satu atom C berhubungan dengan atom C di sebelahnya. Seri homolog hidrokarbon ini biasanya dikenal dengan nama alkana (Inggris : alkene) dimana penamaan anggota seri homolog ini disesuaikan dengan jumlah atom karbon dalam sebutan Yunani dan diakhiri dengan akhiran “ana” (Inggris : “ane”). Golongan Hidrokarbon Jenuh Seri homolog dari hidrokarbon ini mempunyai rumus umum CnH2n+1 dan mempunyai ciri dimana atom-atom karbon diatur menurut rantai terbuka dan masing-masing atom dihubungkan oleh ikatan tunggal. Senyawa dari golongan ini (alkana) disebut juga sebagai hidrokarbon golongan paraffin.10) menunjukkan contoh-contoh nama-nama anggota alkana sesuai dengan jumlah atom karbonnya.1. . yang meliputi hidrokarbon jenuh dan tak jenuh serta hidrokarbon rantai tertutup (susunan cincin) meliputi hidrokarbon cyclic aliphatic dan hidrokarbon aromatic. Sedangkan pembagian tingkat dari seri homolog tersebut didasarkan pada jumlah atom karbon pada struktur kimianya.

Alkana (CnH2n+2) 7) No. Alkana dengan rantai bercabang memperlihatkan gradasi sifat-sifat fisik yang berlainan dengan n-alkana.10. dimana untuk rantai bercabang memperlihatkan sifat-sifat fisik yang kurang beraturan. . 32 Tabel 2.10) memperlihatkan gradasi sifat-sifat fisik yang tidak begitu tajam. Karbon. Perubahan dalam struktur menyebabkan perubahan dalam gaya antar molekul (inter molekuler force) yang menghasilkan perbedaan pada titik lebur dan titik didih di antara isomer-isomer alkana. n Nama 1 Methane 2 Ethane 3 Propane 4 Butane 5 Pentane 6 Hexane 7 Heptane 8 Octane 9 Nonane 10 Decane 20 Eicosane 30 Triacontane Pada tekanan dan temperatur normal empat alkana yang pertama merupakan gas. Seri n-alkana yang diberikan pada Tabel (2. Sebagai hasil meningkatnya titik didih (boiling point) karena penambahan jumlah atom karbon maka mulai pentana (C5H12) sampai hepta dekana (C17H36) merupakan cairan. Sedangkan alkana yang mengandung 18 atom karbon atau lebih merupakan padatan (solid).

9 99 30 Triacontane 835.631 6 Hexane 155.9 3 Propane -43.1 0.740 12 Dodecane 421.5 -297.6 -15 0.5 0.4 0.722 10 Decane 345.9 -201. hidrokarbon tak jenuh dapat menjadi jenuh dengan penambahan atom-atom hidrokarbon pada rantai ikatan tersebut.749 15 Pentadecane 519. Dengan cara ikatan rangkap dua atau rangkap tiga yang mengikat dua atom C.3 14 0. .1 50 0.7 -139.6 2 Ethane -127.508 4 Butane 31. Sifat – sifat Fisik n-Alkana 7) N Name Boiling Point Melting Point Specific Gravity o o F F 60o/60 oF 1 Methane -258.2 -70. Dalam keadaan yang menguntungkan.8 0.688 8 Octane 258.5 -21. maka hidrokarbon seperti ini disebut hidrokarbon tak jenuh atau disebut juga sebagai keluarga alkena (Inggris : alkene) dengan rumus umum CnH2n. valensi yang semula tersedia untuk mengikat atom hidrokarbon telah digunakan untuk mengikat atom C yang berdekatan.7 -296. yang digunakan untuk mengikat dua atom C yang berdekatan.1 -217.3 0.4 -64.5 151 B. 33 Tabel 2.664 7 Heptane 209.584 5 Pentane 96.769 20 Eicosane 648.2 -131. Golongan Hidrokarbon Tak Jenuh Hidrokarbon ada yang mempunyai ikatan rangkap dua ataupun rangkap tiga (triple).2 0.6 0.7 -305.0 0.707 9 Nonane 303.11.734 11 Undecane 384. Oleh karena itu.

Senyawa hidrokarbon tak jenuh yang telah dijelaskan di atas hanya mempunyai satu ikatan rangkap yang lebih dikenal dengan deretan olefin. alkatriena. Secara garis besar.12). 34 Secara kimiawi. . sebagai bahan perbandingan sifat-sifat fisik alkena. dimana keduanya lebih reaktif dari alkana. dapat dilihat pada (Tabel 2. Sebagaimana pada alkana. seperti alkadiena. Selain ikatan ganda. sedang sifat-sifat kimianya hampir sama dengan alkena. tetapi ada juga di antara senyawa-senyawa hidrokarbon yang mengandung dua atau lebih ikatan ganda (double bond). karena alkena merupakan ikatan rangkap. maka untuk alkena terjadi juga peningkatan titik didih dengan bertambahnya kandungan atom karbon. dimana peningkatannya mendekati 20 . maka alkena lebih reaktif bila dibandingkan dengan alkana. dimana dalam tiap molekul terdapat ikatan rangkap tiga yang mengikat dua atom karbon yang berdekatan. senyawa hidrokarbon tak jenuh ada juga yang mempunyai ikatan rangkap tiga (triple bond) yang dikenal sebagai deretan asetilen. Pemberian nama untuk deret ini sama dengan untuk deret alkena dengan memberi akhiran “una” (Inggris : “une”). serta alkatetraena.30 oC untuk setiap penambahan atom karbon. Sifat-sifat fisik deret asetilen ini hampir sama dengan alkana dan alkena. Rumus umum deretan asetilen adalah CnH2n-2. sifat-sifat fisik alkena sama seperti sifat-sifat fisik alkana.

tetapi sifat fisik keduanya jauh berbeda karena strukturnya yang sangat berbeda. .6 0. 35 Tabel 2.9 -301.7 -301.743 C.731 1-decene CH2=CH(CH2)7CH3 340 0. Gravity. Point. Yang umum dari golongan ini adalah sikloalkana atau dikenal juga sebagai naftena.716 1-nonene CH2=CH(CH2)6CH3 295 0.4 1-butene CH2=CH CH2CH3 20. Sifat-sifat Fisik Alkena 7) Name Formula Boiling Melting Specific Point. sikloparafin atau hidrokarbon alisiklik.12.646 1-hexene CH2=CH(CH2)3CH3 146 -216 0.13). Rumus ini sama dengan rumus untuk seri alkena.601 1-pentene CH2=CH(CH2)2CH3 86 -265.Golongan Naftalena Senyawa golongan ini merupakan senyawa hidrokarbon. dimana susunan atom karbonnya berbentuk cincin.5 Propylene CH2=CHCH3 -53.675 1-heptene CH2=CH(CH2)4CH3 199 -182 0.698 1-octene CH2=CH(CH2)5CH3 252 -155 0. Golongan ini termasuk hidrokarbon jenuh tetapi rantai karbonnya merupakan rantai tertutup. Disebut sikloparafin karena sifat-sifatnya mirip dengan parafin sebagaimana terlihat pada (Tabel 2.4 0. o o F F 60o/60 oF Ethylene CH2 =CH2 -154.6 -272. Apabila dalam keadaan tidak mengikat gugus lain. maka rumus golongan naftena atau sikloparafin ini adalah CnH2n.

Sifat-sifat Fisik Hidrokarbon Naftena Aromat yang Polisiklis 7) Name Boiling Melting Specific Point.810 1. 2-dimethylcyclopentane 210 -80 0.750 Methylcyclohexane 214 -196 0. 36 Tabel 2. Tetapi pada kenyataannya tidaklah demikian. Gravity.847 D.754 Cis-1. Adanya tiga ikatan rangkap pada cincin benzena seolah-olah memberi petunjuk bahwa golongan ini sangat reaktif.830 Metylcyclopentane 161 -224 0. Jadi deretan benzena tidak menunjukkan sifat reaktif yang tinggi seperti olefin.810 Cyclooctane 300 57 0.840 1. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa sifat benzena ini pertengahan antara golongan .774 1.13.750 Cyclohexane 177 44 0.4-cyclohexadiene 189 -56 0. Rumus umum dari golongan ini adalah CnH2n- 6.772 Trans-1.774 Cyclopentene 115 -135 0. 2-dimethylcyclopentane 198 -184 0. 3-cyclopentadiene 108 -121 0. Point.783 Cycloheptane 244 10 0. walaupun golongan ini tidak sestabil golongan parafin. o o F F 60o/60 oF Cyclopropane -27 -197 Cyclobutane 55 -112 Cyclopentane 121 -137 0. Golongan Aromatik Pada deret ini hanya terdiri dari benzena dan senyawa-senyawa hidrokarbon lainnya yang mengandung benzena.3-cyclohexadiene 177 -144 0. dimana cincin benzena merupakan bentuk segi enam dengan tiga ikatan tunggal dan tiga ikatan rangkap dua secara berselang-seling.798 Cyclohexene 181 -155 0.

Dibandingkan dengan air laut. Sedangkan yang termasuk anion-anion air formasi adalah Chloride (Cl-). belerang.13). Sedangkan komposisi ion- ion penyusun air formasi seperti terlihat pada Tabel (2. 2. Fe. Air formasi mempunyai kation-kation dan anion-anion dengan jumlah tertentu yang biasanya dinyatakan dalam satuan part per million (ppm) seperti yang ditunjukkan pada Tabel (2. 37 parafin dan olefin. maka air formasi ini rata-rata memiliki kadar garam yang lebih tinggi. Natrium (Na+). dan aluminium serta bahan-bahan organis seperti asam nafta dan asam gemuk. Ba. sehingga studi mengenai ion-ion air formasi dan sifat-sifat fisiknya ini menjadi penting artinya karena kedua hal tersebut sangat berhubungan dengan terjadinya plugging (penyumbat) pada formasi dan korosi pada peralatan di bawah dan di atas permukaan. oksida besi. dan anion-anion chlorida. Magnesium (Mg++). Kation-kation air formasi antara lain adalah : Calcium (Ca++). Air formasi tersebut terdiri dari bahan-bahan mineral. HCO3. Ferrum (Fe+). misalnya kombinasi metal-metal alkali dan alkali tanah. hidrokarbon aromatik ini dapat berada dalam bentuk cairan atau padatan.1. Nama hidrokarbon aromatik diberikan karena anggota deret ini banyak yang memberikan bau harum.14) terdiri dari kation-kation Ca. . Carbonate (CO3) dan Bicarbonate (HCO3). serta Sulfat (SO4). Mg. Oleh karena itu analisa kimia pada air formasi perlu sekali dilakukan untuk menentukan jenis dan sifat-sifatnya. Benzena merupakan zat cair yang tidak berwarna dan mendidih pada temperatur 176 oF. Pada suatu suhu dan tekanan standard. Ikatan-ikatan dari deret hidrokarbon aromatik terdapat dalam minyak mentah yang merupakan sumber utamanya.3. dan Barium (Ba++). CO3. dan SO4.3 Komposisi Kimia Air Formasi Air formasi mempunyai komposisi kimia yang berbeda-beda antara reservoir yang satu dengan yang lainnya.

700 Cl 77.540 2. Komposisi Kimia Air Formasi 7) Connate Water From well # 23 Stover Faria.14.1 Sifat Fisik Gas Gas adalah suatu fluida dengan massa jenis serta voskositas yang rendah. dan kompressibilitas. 2. .200 34. selain itu sifatnya yang utama adalah fluida ini akan mengisi penuh wadah apa saja.300 Na+ 31.710 K+ 650 - - SO4 730 2. 38 Tabel 2. menentukan laju alir minyak atau gas dari reservoir meneju dasar sumur dan mengontrol gerakan fluida dalam reservoir. terutama karena jarak antar molekul-molekulnya lebih besar dari pada cairan.4. faktor volume formasi.260 420 Mg++ 1.340 19. Sea Water Parts per million Parts per million Composition Ion Ca++ 13. Beberapa sifat fisik fluida reservoir yang perlu diketahui adalah : berat jenis. 320 - I.1. 10 - Total 126.1. Sifat gas berbeda dengan cairan.950 10. Pa.4 Sifat Fisik Fluida Reservoir Kegunaan dari mempelajari sifat fisik fluida reservoir antara lain untuk memperkirakan cadangan hiodrokarbon. viskositas. McKean Country.940 1.410 Br.

............ (2-27) zRT Dimana : z = faktor kompresibilitas gas P = tekanan reservoir............ (2-29) 𝑀 𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 29 𝑅𝑇 ...................... 39 a........... Biasanya yang digunakan sebagai gas standar adalah udara kering massa tiap satuan volume dan dalam hal ini massa dapat diganti oleh berat gas......... oR R = konstanta gas = 10............. Secara sistematis densitas gas dapat dirumuskan sebagai berikut : P Ma g  .......................... Kedua rapatan diukur pada tekanan dan temperatur yang sama...................................................... psia T = temperatur.. Spesific Gravity Gas Spesific Gravity Gas didefinisikan sebagai perbandingan antara densitas gas dengan densitas udara pada tekanan dan temperatur yang sama.......... (2-28) udara Keterangan : γg = Spesific Gravity Gas g = densitas gas udara = densitas udara Dengan diasumsikan bahwa kelakuan dari gas dan udara di representasikan oleh persamaan gas ideal............................ Dimana : g g  ............. Densitas Gas Densitas didefinisikan sebagai perbandingan antara rapatan gas tersebut dengan rapatan suatu gas standart............ m...... maka Spesific Gravity menjadi : 𝑝𝑀𝑔 𝑀𝑔 𝑀𝑔 γ 𝑅𝑇 g = 𝑝𝑀 𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 = = ...............73 psia cuft/lbmole oR Ma = berat molekul tampak =  yi Mi yi = fraksi mol komponen ke-i dalam suatu campuran gas Mi = berat molekul untuk komponen ke-i dalam suatu campuran gas b..

................. 40 Dimana Mudara adalah molekul berat dari udara dan Mg adalah molekul berat dari gas....... dimana cara ini untuk menentukan viskositas gas campuran pada sembarang tekanan maupun suhu dengan memperhatikan adanya gas-gas ikutan. (2-30) 𝑀𝑎𝑖𝑟 29 Dimana Ma adalah molekul gas campuran.. seperti H2S.........(2-31)  yi Mi 0... Dalam perhitungan-perhitungan reservoir maupun produksi umumnya digunakan viskositas dinamik......... ...... Viskositas Dinamik..... Jika gas adalah sebuah campuran maka persamaannya menjadi 𝑀𝑎 𝑀𝑎 γg = = .. Viskositas gas hidrokarbon umumnya lebih rendah dari pada viskositas gas non hidrokarbon................................. maka viskositasnya dapat diketahui dengan persamaan : g   gi yi Mi 0...... Viskositas Kinematik.... CO2... dan N2... Spesific Grafity Gas juga sering disebut Gravity atau Gas Gravity....... c... v adalah perbandingan antara viskositas dinamik terhadap kerapatan dengan satuan stoke atau centistoke.... .. Salah satu cara untuk menentukan viskositas gas yaitu dengan korelasi grafis (Carr et al). Viskositas Gas Viskositas gas merupakan ukuran tahanan gas terhadap aliran.. µ adalah perbandingan antara tegangan geser terhadap gradien kecepatan dengan satuan poise atau centipoise............... Bila komposisi campuran gas diketahui... Sebagai catatan bahwa perhitungan ini didasarkan jika gas dan udara merupakan gas ideal....5 ...... 2.................5 Dimana : μg = viskositas gas campuran pada tekanan atmosfer μgi = viskositas gas murni yi = fraksi mol komponen ke-i Mi = Berat molekul setiap komponen Ada 2 jenis viskositas..... ...... yaitu : 1....

....... Atau merupakan perbandingan volume dari sejumlah gas pada kondisi reservoir dengan kondisi standard (60 oF. Third Edition.. 41 Adanya gas-gas non-hidrokarbon tersebut akan memperbesar viskositas gas campuran.....7 Psia..... Persamaannya dapat dapat dicari dengan menggunakan persamaan gas nyata (real gas).R....n....... Gambar 2.. (2-32) Vsc Zsc....7 psia)... Faktor Volume Formasi Gas Faktor volume formasi gas didefinisikan sebagai volume dalam barel yang ditempati oleh 1 standart cubic feet gas (SCF) pada temperatur 60F dan tekanan 14.... berdasarkan kondisi di reservoir dan di permukaan : Z ...14.......... bila dikembalikan pada keadaan temperatur dan tekanan reservoir..... 14...T Psc Sehingga dari persamaan diatas faktor volume formasi gas menjadi : . Grafik μg vs T untuk Gas Pada P Atmosfer (Tarek Ahmed...... 2006)11) d......T Vres P Bg  = .....n...R.

......................0282   ......(14.. Hal ini perlu dibedakan antara faktor kompressibilitas (Z) dengan kompressibilitas gas... Kompresibilitas gas dapat dinyatakan dengan persamaan : 1  dV  Cg     ........ sedangkan kompressibilitas gas adalah menunjukkan efek dari tekanan terhadap volume gas pada temperatur tetap....T ................. Biasa juga dinyatakan sebagai coefficient kompressibilitas isotermal dari gas.... (2-33) Zsc. oR P = Tekanan reservoir.(2-36) v  dP  Dalam pembahasan mengenai kompressibilitas gas terdapat dua kemungkinan penyelesaian..........T  res.............. Kompressibilitas Gas Kompressibilitas gas didefinisikan sebagai perubahan volume gas yang disebabkan oleh adanya perubahan tekanan yang mempengaruhinya........ (2-34) (1)........ Dimana faktor kompressibilitas adalah suatu faktor yang menunjukkan penyimpangan gas nyatadari keadaan ideal....7) Z ......................Tsc.......................................................... yaitu :  Kompressibilitas gas ideal Persamaan gas ideal adalah sebagai berikut : .......... 42 Z ....00504   ............P Keterangan : Z = Faktor kompressibilitas gas pada kondisi reservoir Zsc = Faktor kompressibilitas gas pada kondisi standart T = Suhu reservoir.......................Psc Bg = ......T  cuft  Bg   0........bbl  Bg  0....... psia Tsc = Suhu standart = 60 oF = 520 oR Psc = Tekanan standar = 14......7 psia Persamaan (2-31) dapat dituliskan sebagai berikut : Z .... (2-35) P  scf  e...P P  scf  atau Z .....T ..................(520)....

........... faktor kompressibilitas diperhitungkan............................ (2-40) Ppc Keterangan : Cpr = pseudo-reduced compressibility Ppc = pseudo-critical pressure.36) dan persamaan (2........................... (2-37)  dP  P Kombinasi antara persamaan (2............................................. yaitu : C pr Cg  .........37) sebagai berikut:  1  nRT  1 Cg      2   .... penurunan persamaan tersebut menghasilkan persamaan sebagai berikut : dZ P Z  dV  dP    nRT  dP  P2  1  dV  Cg       V  dP  P nRT  dZ  1 1 dZ Cg   2  P  Z   Cg   nRTZ P  dP  P Z dP Cara lain untuk menentukan kompressibilitas gas adalah dengan menggunakan hukum keadaan berhubungan...........R............................................................................................. psia Z = faktor kompressibilitas P = tekanan reservoir.. (2-39) P Bila dianggap konstan......... Psia .......... Persamaannya adalah sebagai berikut : Z V  nRT ............................ (2-38)  V  P  P  Kompressibilitas gas nyata Pada gas nyata................................ 43 n............T PV = nRT atau V = P  dV  nRT   2 ....

................ Untuk gas yang ideal hubungan tersebut dinyatakan oleh persamaan keadaan : P V = n R T ............ dan temperatur......... (2-41) Gas yang bersifat sebagai gas nyata tidak memenuhi Persamaan (2-41)..... (2-42) Keterangan : P = tekanan........ 1973)5) f. tetapi memberi penyimpangan sebesar Z............. Penentuan Harga Cr untuk Kompressibilitas Gas (Mc..... tubing maupun di pipa produksi membutuhkan hubungan yang dapat menerangkan tekanan............ SCF n = jumlah mol...... volume............... sehingga Persamaan (2-42)................................. Cain........... 44 Gambar 2............ menjadi : P V = n Z R T .......... Faktor Deviasi Gas Penyelesaian masalah aliran gas..... baik di reservoir. lb-mol ...15.. psia V = volume...........

45 T = temperatur. maka harga Pr dan Tr dapat dihitung. Untuk menentukan harga z (deviation faktor). dan menggunakan “equation of state” Gambar 2.16. Faktor Kompressibilitas untuk Natural Gas 5) Dengan diketahuinya harga Ppc dan Tpc. 10. oR R = konstanta gas.732 cuft psia R-1lb-mol-1 Z = faktor deviasi Penentuan harga Z dari gas alam dapat dilakukan pengukuran langsung. menggunakan korelasi Standing & Katz. Katz dan Standing .

..... Hubungan antara SG minyak dengan API dapat dirumuskan sebagai berikut : 141. a..........15.............. densitas........... Sifat fisik minyak ini meliputi viskositas....1............. pada fasa cair jarak antara molekul-molekul relatif lebih kecil dari pada gas.44) SG ............ Untuk gas yang mengandung kedua unsur tersebut perlu dilakukan korelasi untuk harga Ppc dan Tpc dahulu sebelum menghitung Pr dan Tr. gr/cm3 Didalam dunia perminyakan.. Hubungan antara Densitas Minyak dengan Spesific Gravity didasarkan pada berat jenis air........2 Sifat Fisik Minyak Minyak mentah adalah suatu fluida hidrokarbon yang berada di dalam reservoir dalam keadaan cair...... cm3 o = densitas minyak. gr v = volume.. (2...Tr) dapat dilihat pada Gambar 2.4.........Sesuai dengan sifat cairan pada umumnya.. dengan persamaan sebagai berikut : m = (2-43) v o SG minyak = ... faktor volume formasi.. Densitas minyak adalah perbandingan antara berat fluida terhadap volumenya............. 2........... Densitas Minyak Densitas Minyak sering dinyatakan dalam Spesific Gravity... 46 telah membuat korelasi berupa grafik : Z = f (Pr...5 . (2... kelarutan gas dalam minyak dan kompressibilitas minyak..... Spesific Gravity minyak sering dinyatakan 0 0 dalam satuan API. gr/cm3 w = densitas air... Grafik tersebut memberikan hasil yang memuaskan bila gas tidak mengandung CO2 dan H2S....5 0 API =  131...43) w Keterangan : m = massa..

. gr/(cm.......  30 oAPI  Minyak sedang ........  Jumlah gas terlarut.....sec) F = shear stress... Viskositas dinyatakan dengan persamaan : F y  x ... (2............ cm/(sec............ berkisar antara 10 – 20 oAPI b.. viskositas akan turun dengan semakin banyaknya gas didalam cairan. pada tekanan dibawah Pb (bubble point) maka viskositas turun dengan naiknya tekanan tetapi tekanan diatas Pb (bubble point) maka viskositas akan naik seiring dengan naiknya tekanan... cm2 dv = gradient kecepatan... dyne A = luas bidang paralel terhadap aliran. Viskositas Minyak Viskositas minyak adalah suatu ukuran tentang besarnya keengganan minyak untuk mengalir. viskositas akan turun seiring dengan naiknya temperatur  Tekanan.... 47 Harga-harga untuk beberapa jenis minyak :  Minyak ringan (light crude) ....... berkisar antara 20 – 30 oAPI  Minyak berat ............... ..... dy Viskositas minyak dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut :  Temperatur......cm).45) A v Keterangan : μ = viskositas........

2   .. Rumus empiris yang digunakan untuk mencari harga Rs telah dikemukakan oleh Standing.4 10 0. 0125API 0.. SCF) dari suatu minyak mentah di dalam reservoir..17... kelarutan gas dalam minyak semakin besar dengan menurunnya specific gravity minyak...... 2048  P   Rs   g   1.. Rsakan berkurang dengan naiknya temperatur.. yang di permukaan volumenya sebesar satu stock tank barrel (STB)..... Faktor-faktor yang mempengaruhi Rsadalah :  Tekanan. Kelarutan Gas dalam Minyak Kelarutan gas (Rs) adalah banyaknya volume gas yang terbebaskan (pada kondisi standart...... (2.. pada suhu tetap.  Komposisi minyak dalam gas... 48 Gambar 2. Hubungan Viskositas Terhadap Tekanan (Mc. kelarutan gas dalam sejumlah zat cair tertentu berbanding lurus dengan tekanan .. 000091T  460  .. persamaannya adalah sebagai berikut : 1.. Cain...46)  18.  Temperatur. 1973)5) c.

. (2...... (2..47) g F  R s ..............1960)4) d....... dengan satuan Bbl/STB....F1..... scf/stb o = specific gravity minyak. Faktor Volume Formasi Minyak Faktor Volume Formasi Minyak (Bo) adalah perbandingan antara volume minyak termasuk gas yang terlarut pada kondisi reservoir dengan volume minyak pada kondisi standart (14. 60 oF).    125 ...........000147... psia  g = Spesific gravity gas Gambar 2.. oF P = tekanan sistem.......18.....972 + 0....... lb/cuft T = temperatur.7 psia.... C.................. 49 Keterangan : T = temperatur.......... Rs Sebagai Fungsi Tekanan (Gatlin..........175 ...... Standing melakukan perhitungan Bo secara empiris : Bo = 0.. lb/cuft g = specific gravity gas.........48) o Dimana : Rs= kelarutan gas dalam minyak......... T (2-47) .. oF .

.. psi Pb = tekanan bubble point...49) Dimana : Bob = faktor volume formasi pada tekanan bubble point Boi = faktor volume formasi pada tekanan reservoir Pi = tekanan reservoir... ....... 1973)5) e........... (2..... Kompressibilitas Minyak Kompressibilitas minyak didefinisikan sebagai perubahan volume minyak akibat adanya perubahan tekanan........ b.... psi Kompressibilitas minyak dibagi menjadi dua berdasarkan kondisi kejenuhannya.... secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut : Bob  Boi Co  Boi  Pi  Pb  .. dan temperatur.. Cain... 50 Gambar 2....... yaitu : a............. Kompressibilitas minyak jenuh (saturated oil) Harga kompressibilitas minyak jenuh umumnya lebih besar dibandingkan harga kompressibilitas minyak tak jenuh. Ciri Alur Faktor Volume Formasi Terhadap Tekanan Untuk Minyak (Mc......19. Kompressibilitas minyak tak jenuh (undersaturated oil) Besarnya harga kompressibilitas minyak tak jenuh ini tergantung dari berat jenis........... tekanan.

.. Pengaruh Konsentrasi Garam dan Temperatur Pada Densitas Air Formasi (Amyx. Dimana pengaruh yang ditimbulkan oleh adanya air formasi di dalam reservoir ini tidak lepas dari sifat-sifat fisik air formasi.50) vw Dimana :  w = densitas air formasi.... gr v w = volume air formasi.. a.........20.. (2..4........... cm3 Gambar 2. J......................... 1960)1) ...... 51 2............ Gambar 2.......W... Densitas Air Formasi Densitas air formasi adalah perbandingan antara berat fluida terhadap volumenya dan dapat dinyatakan dengan persamaan : mw w  ....20 menunjukkan kadar garam dan temperatur reservoir sangat mempengaruhi densitas air formasi... gr/cm3 mw = massa air formasi......3 Sifat Fisik Air Formasi Umumnya didalam memproduksikan hidrokarbon seringkali jumlah air formasilah yang lebih banyak dari hidrokarbonya.1.

Viskositas Air Pada Tekanan dan Temperatur Reservoir11) Pada Gambar 2. 52 b. Gambar 2. Sedangkan pada tekanan tetap. temperature dan salinitas yang dikandung air formasi tersebut. kelarutan gas dalam air formasi mula-mula menurun sampai harga minimum kemudian naik lagi terhadap naiknya suhu.20 menunjukkan viskositas air formasi sebagai fungsi temperatur. Pada temperatur tetap.20 diatas. kelarutan gas dalam air formasi akan naik dengan naiknya tekanan. Gambar 2. Kelarutan Gas dalam Air Formasi Kelarutan gas dalam air formasi akan lebih kecil bila dibandingkan dengan kelarutan gas dalam minyak di reservoir pada tekanan dan temperatur yang sama. Pada P dan T yang tetap. terlihat bahwa pengaruh salinitas di atas 6000 ppm dan tekanan di atas 7000 psi mempunyai pengaruh yang kecil pada viskositas air formasi.21. meskipun temperatur dinaikkan. dengan naiknya salinitas maka akan menaikkan viskositas air. dan kelarutan gas dalam air formasi akan berkurang . c. Viskositas Air Formasi Besarnya viskositas air formasi (μw) tergantung pada tekanan.

Peningkatan faktor volume formasi air formasi disebabkan oleh pengembangan air formasi pada tekanan di bawah tekanan jenuh.W. . Gambar 2. sehingga faktor volume formasi air formasi terus meningkat di bawah tekanan jenuh. Faktor Volume Formasi Air Formasi Faktor volume formasi air formasi (Bw) menunjukkan perubahan volume air formasi dari kondisi reservoir ke kondisi permukaan.00. Kelarutan gas dalam air formasi akan berkurang dengan bertambahnya berat jenis gas.07 bbl/stb atau dianggap sama dengan 1. 1960)1) d. maka penyusutan fasa cair relatif kecil. Hal ini disebabkan karena terbebaskannya gas dari larutan. J. tetapi karena rendahnya kelarutan gas dalam air formasi.22. Grafik Kelarutan Gas dalam Air (Amyx. 53 dengan bertambahnya kadar garam. Biasanya penyusutan ini tidak cukup untuk mengimbangi pengembangan air formasi pada penurunan tekanan. pengembangan air dengan turunnya tekanan dan penyusutan air dengan turunnya suhu. Harga faktor volume formasi air formasi (Bw) berkisar antara 0. Faktor volume formasi air formasi ini dipengaruhi oleh pembebasan gas dan air dengan turunnya tekanan.98 – 1..

23. Faktor Volume Air Formasi Sebagai Fungsi Dari Tekanan dan Temperatur (Amyx.24. 1960)1) e. J. Gambar 2. tekanan.W. 54 Gambar 2. dan kelarutan gas dalam air.23 dibawah ini.. Kompresibilitas air murni tanpa adanya gas terlarut didalamnya ditunjukkan pada Gambar 2. Kompresibilitas Air Formasi Kompresibilitas air murni tergantung pada suhu. Kompresibilitas Air Formasi Sebagai Fungsi Tekanan dan Temperatur5) .

... (2............ (2....5 Kondisi Reservoir Kondisi reservoir sangat perlu diketahui...... Tekanan reservoir dapat terjadi oleh salah satu atau kedua sebab-sebab berikut:  Tekanan hidrostatik.... 2) Timbulnya tekanan akibat adanya gaya kapiler yang besarnya dipengaruhi oleh tegangan permukaan dan sifat-sifat kebasahan batuan........... yang disebabkan oleh fluida (terutama air) yang mengisi pori-pori batuan di atasnya.. 2. Tekanan merupakan sumber energi yang menyebabkan fluida dapat bergerak.... Tekanan dan temperatur dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kedalaman....... Secara matematis tekanan hidrostatik dapat dituliskan sebagai berikut : Ph  0....................... minyak maupun gas).. hal ini berguna untuk mengetahui diantaranya kandungan clay dan garam dimana berpengaruh dalam perencanaan fluida pemboran... Tekanan dan temperatur dari formasi merupakan besaran yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kondisi bawah permukaan..............052  h ... maupun tekanan dan temperatur formasi.... letak dari lapisan serta kandungan fluidanya................. baik terhadap batuan maupun terhadap fluidanya (air..1..1 Tekanan Reservoir Konsep tekanan adalah gaya persatuan luas yang diterapkan oleh suatu fluida.. 55 2. Sumber energi atau tekanan tersebut pada prinsipnya berasal dari : 1) Pendesakan oleh air formasi yang diakibatkan oleh adanya beban formasi di atasnya (overburden)..... jenis batuan formasi baik sifat fisik dan sifat mineralnya dapat dianalisa untuk menentukan lumpur yang sesuai pada masing-masing formasinya.....................51) atau :  Ph  ( )h ....52) 10 dimana : ...1.5. Tekanan itu terjadi oleh milyaran tabrakan di antara berbagai molekul fluida atau di dinding tersebut pada setiap detik........... hal ini adalah konsep mekanik dari tekanan.

.......433 psi/ft... ft Pada prinsipnya tekanan reservoir adalah bervariasi terhadap kedalaman.. dan gradient tekanan reservoir.3 x 0. Tekanan overburden adalah tekanan yang diderita oleh formasi karena beban (berat) batuan di atasnya atau besarnya tekanan yang diakibatkan oleh berat seluruh beban yang berada di atas suatu kedalaman tertentu tiap satuan luas.. (ppg atau gr/cc) Ph = tekanan hidrostatik............. berat material berat cairan Pob  . tekanan alir dasar sumur. psi D = Kedalaman......... sehingga dapat .. Gradien hidrostatik untuk air murni adalah 0... psi/ft Pob = Tekanan overburden... (2......... maka salah satu test yang harus dilakukan adalah test untuk menentukan tekanan reservoir... Data tekanan tersebut akan berguna didalam menentukan produktivitas formasi produktif serta metode produksi yang akan digunakan....... (ft atau meter)..........  Tekanan overburden..... yaitu tekanan awal reservoir. Tekanan formasi dalam hal ini adalah tekanan overburden.54) D dimana : Gob = Gradien tekanan overburden.....433 psi/ft = 1 psi/ft Setelah akumulasi hidrokarbon didapat. Pob Gob  ....465 psi/ft........ sedangkan air asin adalah 0......... (2.. Gradient tekanan overburden adalah : 2... Hubungan antara tekanan dengan kedalaman ini disebut dengan gradient tekanan. Penyimpangan dari harga tersebut disebut tekanan abnormal................53) luas area Gradien tekanan overburden menyatakan tekanan overburden tiap kedalaman.... 56 ρ = densitas fluida.............. tekanan statik sumur... (psi atau ksc) h = tinggi kolom fluida.......

5 oF/100 ft.25...2 Temperatur Reservoir Temperatur akan mengalami kenaikan dengan bertambahnya kedalaman. sedangkan yang terendah adalah 0.. Besaran gradient geothermal bervariasi dari satu tempat ke tempat lain.55) Kedalalaman Formasi Hubungan temperatur terhadap kedalaman dapat dinyatakan sebagai berikut : Td = Ta + @ x D ……………………………………………… . oF Ta = temperatur pada permukaan.. Tekanan dasar sumur pada sumur yang sedang berproduksi disebut tekanan aliran (flowing) sumur. (2.. Pengukuran temperatur formasi dilakukan setelah “completion” dan temperatur formasi ini dapat dianggap konstan selama kehidupan reservoir. ..... kecuali bila dilakukan proses stimulasi.5... Variasi yang kecil dari gradient geothermal ini disebabkan oleh sifat konduktivitas thermal beberapa jenis batuan.. Suatu contoh kurva temperatur versus kedalaman dapat dilihat pada Gambar 2. oF @ = gradient temperatur. Gradient geothermal yang tertinggi adalah 4oF/100 ft... Tekanan awal reservoir adalah tekanan reservoir pada saat pertama kali diketemukan....56) dimana : Td = temperatur reservoir pada kedalaman D ft...... (2.. oF D = kedalaman. 2. ratusan ft. dimana harga rata-ratanya adalah 2oF/100 ft. Kemudian jika sumur tersebut ditutup maka selang waktu tertentu akan didapat tekanan statik sumur.. 57 diperoleh recovery hidrokarbon yang optimum tanpa mengakibatkan kerusakan formasi. ini dinamakan gradien geothermal yang dipengaruhi oleh jauh dekatnya dari pusat magma.1..... Besarnya gradien geothermal dari suatu daerah dapat dicari dengan menggunakan persamaan : T formasi  Ts tan dart Gradien geothermal  ……… ....

.25. Kemampuan tersebut tidak dapat berlangsung terus hingga seluruh fluida yang terdapat dalam reservoir habis.2 Perkiraan Produktivitas Formasi Pada umumnya sumur yang baru ditemukan mempunyai tenaga pendorong alamiah yang mampu mengangkat fluida hidrokarbon dari reservoir sampai ke permukaan. 58 Gambar 2. tetapi akan menurun sejalan dengan menurunnya tekanan reservoir. Gradient Temperatur Rata-rata untuk Suatu Lapangan1) 2. Kemampuan reservoir untuk mengalirkan fluida tersebut disebut produktivitas formasi.

........ yang merupakan aliran radial......00708 ........ atm/cm L Tanda negatif pada persamaan (2-88) menunjukkan bahwa bila terdapat penambahan tekanan dalam satu arah......... Pemakaian persamaan Darcy mempunyai beberapa asumsi. (2.............Fluida yang mengalir satu fasa dan incompressible .Kondisi aliran isothermal ........ yaitu : .. 59 Berikut ini akan dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan produktivitas formasi........... productivity index dan kurva IPR..... yaitu : q k P v  .Aliran mantap ....1 Aliran Fluida dalam Media Berpori Henry Darcy (1856) mengemukakan suatu hubungan empiris dalam bentuk differensial mengenai aliran fluida dalam media berpori...2.... akan mempunyai arah aliran yang berlawanan dengan arah penambahan tekanan tersebut... yaitu : k o h( Pe  Pwf ) qo  0.... cp P = Gradient tekanan dalam arah aliran.. cm2 v = Kecepatan aliran fluida......... (2. cc/sec A = Luas media penampang media berpori... cm/sec k = Permeabilitas....58)  o Bo ln( re / rw ) dimana : qo = Laju aliran minyak di permukaan.... yaitu aliran fluida dalam media berpori...57) A  L dimana : q = Laju aliran fluida.. STB/D ..........Viscositas fluida yang mengalir konstan ........ darcy µ = Viscositas fluida........ 2....Formasi homogen dan arah alirannya horizontal Persamaan (2-88) dapat dikembangkan untuk kondisi aliran fluida dari formasi ke lubang sumur....

......... bbl/STB Pe = Tekanan reservoir pada jari-jari re........5  S  Pwf  o Bo dP ......... (2..... cp Bo = Factor volume formasi minyak.. psi Pwf = Tekanan alir dasar sumur...08 x10 3 ... yaitu ko = k x kro...... psi re = Jari-jari pengurasan... dimana tidak ada aliran pada batas reservoir...61) Karena PI bervariasi terhadap laju dan waktu dalam memproduksi sumur solution gas drive di bawah tekanan bubblepoint............59)  o Bo r dr Permeabilitas minyak dapat dinyatakan sebagai perkalian antara permeabilitas absolut dengan permeabilitas minyak... (2....... persamaan laju aliran minyak pada kondisi aliran dua fasa (gas dan minyak) adalah sebagai berikut : k o h 1 dP q  7.............20   0. (2.... mD h = Ketebalan lapisan....... ft rw = Jari-jari sumur..... maka persamaan laju aliran minyak menjadi : q  7. ft µo = Viscositas minyak.5  S   m( Ps )  m( Pwf ) .... (2.......08 x10 3 kh ln( re  rw )  0.. metode hubungan “inflow performance” Vogel sangat berguna. Persamaan empiris untuk laju produksi sumur salution gas drive adalah : 2 qo  Pwf   Pwf   1  0. maka persamaan di atas dapat dituliskan dalam bentuk : Ps kh k ro q  7.......60) Apabila pseudo pressure function.......80  . Apabila faktor skin tidak diabaikan............. m(P) didefinisikan sebagai : Pa k ro m( P)   Po o Bo dP Dimana Pa adalah tekanan acuan.......... ft Untuk aliran semi mantap...62) (q o ) max  P   P  .08 x10 3 ln( re  rw )  0. 60 ko = Permeabilitas relatif minyak...

... baik sebagai akibat invasi lumpur pemboran maupun sebagai akibat peningkatan saturasi gas atau air di sekitar lubang bor.. psig P = Tekanan static reservoir...........3 Productivity Index Productivity Index (PI) merupakan index yang digunakan untuk menyatakan kemampuan suatu sumur untuk berproduksi pada suatu kondisi sumur tertentu... STBO/D (qo)max = Laju produksi minyak teoritis dengan Pwf = 0 psig. yang secara sistematis dapat dituliskan : q PI  ..... 2......... (2.............................65) Ps  Pwf ........... Secara definisi...........62) ke dalam persamaan (2........ Apabila hal ini ditemui... bbl/D/psi .64)  o Bo ln( re / rw ) Persamaan (2. sehingga persamaan (2... sehingga tidak dapat dipenuhi apabila dalam aliran fluida terdapat air formasi.64) dapat diperluas dengan memasukkan laju aliran air ke dalam persamaan tersebut. psig Umumnya di sekitar lubang sumur terjadi kerusakan formasi..... (2.... Pwf....63).........63) Ps  Pwf Dengan mensubstitusikan persamaan (2.. maka kondisi pengembangan persamaan Vogel tidak sesuai lagi dengan sumur sebenarnya... yaitu : qo  q w PI  .............64) hanya dapat digunakan untuk aliran fluida satu fasa.. (2.............. Tetapi dalam praktek keadaan semacam ini masih dapat dianggap berfasa satu........ STBO/D Pwf = Tekanan dasar sumur.....00708k o h PI  ............... PI merupakan perbandingan antara laju produksi yang dihasilkan oleh suatu sumur pada suatu harga tekanan alir dasar sumur tertentu dengan perbedaan antara tekanan dasar pada keadaan statik (Ps) dan tekanan dasar sumur pada saat terjadi aliran (Pwf)...... yaitu : 0........ maka PI dapat ditentukan berdasarkan sifat fisik batuan dan fluida serta geometri reservoir....... 61 Dimana : qo = Laju produksi minyak pada bottom hole pressure................

26.....52....... 62 dimana : qw = Laju aliran air di permukaan...... Dalam kaitannya dengan perencanaan suatu sumur atau untuk melihat kemampuan suatu sumur untuk berproduksi..... Gambar 2.... maka bentuk kurva IPR-nya berbentuk lengkungan (Gambar ......... Muskat (1942) menyatakan bahwa apabila yang mengalir adalah fluida dua fasa (minyak dan gas)................58.. menunjukkan bahwa harga PI menyatakan kemiringan dari garis IPR yang dalam hal ini besarnya selalu konstan.. dimana Ps dan PI konstan..4 Inflow Performance Relationship (IPR) Productivity index (PI) yang diperoleh dari hasil test atau perkiraan. seperti terlihat pada Gambar 2........ maka variabelnya q dan Pwf... hanya merupakan gambaran secara kualitatif mengenai kemampuan sumur untuk berproduksi... . Grafik IPR Linier 4) Gambar 2. maka bentuk grafiknya adalah garis lurus.... STB/D 2. (2-65) PI Bedasarkan asumsi persamaan (2-97)..... Berdasarkan definisi PI untuk suatu saat tertentu........... maka harga PI dapat dinyatakan secara grafis yang disebut Inflow Performance Relationships (IPR). sehingga persamaan (2-64) dapat dituliskan menjadi : q Pwf  Ps  ........

........8   ... Tekanan aliran dasar sumur ideal. Gambar 2...... STB/d qmax = Laju produksi maksimum pada Pwf=0..52)....... karena kemiringan kurva IPR akan berubah secara kontinyu untuk setiap harga Pwf...(2..................... sedangkan Pwfˈ adalah tekanan dasar sumur sebenarnya yang dipengaruhi oleh faktor skin................... berdasarkan kenyataan bahwa untuk sumur yang mengalami kerusakan maka terjadi tambahan kehilangan tekanan di sekitar lubang bor............ Kurva IPR untuk aliran dua fasa5). dan harga PI tidak konstan............ psi Pwf’ = Tekanan alir dasar sumur yang dipengaruhi faktor skin. Dalam hal ini persamaan (2-94) tidak berlaku lagi..............27..2   – 0....... Pwf tidak dipengaruhi oleh adanya faktor skin.. 63 2.... psi .........66) 2 qo  Pwf '   Pwf '  = 1 – 0.....67) qo max  Ps   Ps  Dimana : qo = Laju produksi minyak... Hubungan antara kedua tekanan alir dasar sumur tersebut adalah : Pwf’= Pwf + ∆Ps.. STB/d Pwf = Tekanan alir dasar sumur..(2.......  IPR Metode Standing Metode Standing merupakan modifikasi dari persamaan Vogel dimana Pb > Pi.

meskipun kondisi aliran adalah dua fasa. sehingga dapat dimasukkan kedalam persamaan Vogel. Harga laju produksi maksimum yang dihasilkan adalah harga laju produksi maksimum pada harga skin sama dengan nol. Untuk menghitung harga laju produksi maksimum pada harga FE yang dimaksud. Kelemahan dari Metode Standing adalah dihasilkan kurva IPR. Prosedur perhitungan kurva IPR untuk kondisi sumur yang mempunyai faktor skin sama dengan pemakaian persamaan Vogel yang telah diuraikan sebelumnya. Hampir lurus. maka harga tekanan alir dasar sumur sebenarnya. yaitu persamaan Vogel yang berlaku untuk kondisi aliran dua fasa dengan definisi FE (efisiensi aliran ) yang berlaku untuk kondisi satu fasa. Kedua hal tersebut di atas disebabkan penggabungan dua persamaan yang tidak selaras. untuk harga FE < 1. yang : 1. Dengan demikian FE berharga lebih kecil dari satu apabila sumur mengalami kerusakan dan lebih besar satu apabila mengalami perbaikan sebagai hasil operasi stimulasi. bukan laju produksi pada harga FE yang dimaksud. Harga FE yang diperlukan dalam perhitungan ini dapat diperoleh dari hasil analisa uji build-up atau drawdown. hanya saja perlu ditambah satu langkah yang mengubah tekanan alir dasar sumur sebenarnya menjadi tekanan alir dasar sumur ideal. Dengan menggunakan hubungan tersebut. kemudian dihitung laju produksinya. 64 Ps = Tekanan statik. yang sama dengan nol diubah menjadi tekanan alir dasar sumur pada kondisi ideal. maka harga tekanan alir dasar sumur sebenarnya (yang dipengaruhi oleh faktor skin) diubah menjadi tekanan alir dasar sumur ideal. psi FE (Efisiensi aliran) merupakan perbandingan antara Indeks produktivitas nyata dengan Indeks produktivitas ideal. . Berlawanan dengan definisi kinerja aliran fluida dari formasi ke lubang sumur. 2.

. Kurva IPR 3 Fasa3) a.. dan 90%........ serta minyak. Dalam metode Pudjo Sukarno membuat persamaan sebagai berikut : 2 qo  Pwf  P   A0  A1    A2  wf  ...... Asumsi yang digunakan metode ini adalah ...(2-68) qt max  Pr   Pr  Dimana : ... 60%. faktor skin sama dengan nol.... 80%... air dan gas berada pada satu lapisan dan mengalir bersama-sama secara radial....... yang mana untuk masing-masing kelompok dilakukan perhitungan kurva IPR untuk lima harga water-cut berbeda.. Kurva IPR Tiga Fasa Salah satu metode yang sering digunakan dalam membuat kurva IPR Tiga Fasa adalah menggunakan model yang di kembangkan oleh Pudjo Sukarno..28. 40%. Dalam perkembangan kinerja aliran tiga fasa dari formasi produktif ke lubang sumur telah digunakan 7 kelompok data hipotesis reservoir... Untuk menyatakan kadar air dalam laju produksi total digukan parameter “Water Cut (WC)”.. 65 Gambar 2... yaitu 20%.. yaitu perbandingan laju produksi air dengan laju produksi total.. Dimana harga water cut dinyatakan dalam persen..

..564870 0.............. sebagai berikut: Tabel 2........517792 + 0... dan dari analisa regresi diperoleh hubungan sebagai berikut : P1= 1. 1...........(2.................202079....10-2 0.606207 – 0130447 ln (water cut).......... Analisa regresi terhadap titik-titik data menghasilkan persamaan sebagai berikut : WC  P1Exp(P 2 Pwf /Pr ) ....237075..(2............. 1 dan 2) adalah konstanta persamaan.. .........72) P2= -0.....................414360 0......71) qt Dimana : P1 dan P2 tergantung dari harga water cut...........  An = Co + C1 (water cut) + C2 (water cut)2.............73) Dimana : water cut dinyatakan dalam persen (%)..69)  Cn (n = 0................2..762080......980321 -0............110604 ln (water cut) .15.....10-4 Seperti yang diketahui sebelumnya.. dan 2) untuk masing-masing harga An ditunjukkan dalam Tabel 2.(2.10-1 0..392799....................... maka perlu dibuat hubungan antara tekanan alir dasar sumur dengan water cut....10-2 -0........10-4 A1 -0.179050.....70) WC @ Pwf  Pr qw WC  ..10-5 A2 0....................(2.115661......(2...... untuk kelima harga water cut.. yang harganya berbeda untuk water cut yang berbeda... Hubungan ini dinyatakan sebagai: Pwf/Pr terhadap WC/(WC @Pwf = Pr) ditentukan dari sumber simulator... Konstanta Cn untuk masing-Masing An 4) An C0 C1 C2 A0 0..... harga water cut berubah sesuai dengan perubahan tekanan alir dasar sumur pada satu harga tekanan reservoir........... 66  An (n = 0....

70) dan (2. Menentukan laju produksi air (qw).. A1... 6.. dan A2 dari langkah 3.. Menentukan laju produksi minyak (qo) berdasarkan qt max pada langkah 4.. A1.... Penentuan WC pada Pwf ≈ Ps...71)... kemudian menghitung harga konstanta tersebut menggunakan persamaan (2.. 4...... dari harga water cut (WC) pada tekanan alir dasar sumur (Pwf) dengan persamaan : WC qw  ….. C1 dan C2 diperoleh dalam Tabel 2.. untuk berbagai harga Pwf pada Pa aktual.. laju produksi minyak dan air......... harga water cut (WC) berdasarkan data uji produksi.. 5.74) 100  WC 7. dimana Pwf mewakili sumbu y dan qt mewakili sumbu x ..tekanan reservoir/tekanan statis sumur... 3.. Penentuan konstanta A0.. Membuat grafik hubungan antara Pwf terhadap qt... Membuat tabulasi harga-harga qw...69). 8. Menentukan qt maksimum dari persamaan dari persamaan (2.... dan A2berdasarkan harga WC pada Pwf ≈ Ps..... kemudian hitung harga laju produksi minyak qo untuk berbagai Pwf.60) dimana konstanta C0.. 2. 67 Prosedur pembuatan kinerja aliran tiga fasa dari metode Pudjo Sukarno adalah sebagai berikut : 1......2. Menghitung terlebih dahulu harga P1 dan - P2 yang diperoleh dari persamaan (2...(2.... qo. qt. Kemudian hitung harga WC @Pwf ≈ Ps dengan persamaan (2.......... tekanan alir dasar sumur... Mempersiapkan data-data penunjang meliputi .......69) dan konstanta A0.