You are on page 1of 18

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas berkat, rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan Laporan
Sekenario yang berjudul “ Lemah dan Letih ”.

Laporan Sekenario ini kami susun karena merupakan sebagian tugas yang
telah diberikan dan pada kesempatan ini kami ucapkan banyak terima kasih
kepada beberapa pihak media dan drg.Hayyu Failasufa selaku dosen tutorial blok
satu yang senantiasa membantu dan membimbing dalam pembuatan laporan
sekenario satu ini sehingga dapat diselesaikan dengan baik.

Laporan ini pula kami susun untuk memperluas dan menambah wawasan
para pembaca khususnya mahasiswa. Untuk menunjang pemahaman dan melatih
keterampilan mahasiswa, kami lampirkan beberapa jurnal dan buku.

Dalam pembuatan laporan ini telah disadari terdapat beberapa kekurangan
dan masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kami mengharapkan kepada semua
pembaca agar dapat menyampaikan saran dan keritik guna penyempurnaan
laporan biologi ini.

Semarang, 3 November 2014

Penyusun,

Kelompok 3 Tutorial. Sekerenario 1 Lelah dan Letih 1

...................................................... Kelompok 3 Tutorial.......................................................... 4 STEP 2 Define The Problem ................................................................................................... 5 STEP 3 Brainstrom Possible Hypotheses or Explaintation ........................................................................................ KESIMPULAN ................................................................ SEVEN JUMP ............. 18 LAMPIRAN ....................................... 4 STEP 1 Clarify Unfamiliar Terms .................................. Sekerenario 1 Lelah dan Letih 2 ............ DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...................................................... 17 DAFTAR PUSTAKA ......................................... 8 STEP 5 Define Learning Objective ......... SKENARIO ................................................................................................................... 10 D........................................................................................................................................... 9 STEP 7 Share the Result of Information Gathering And Private Study ............................................................ 3 B................................................. 2 A.................. 6 STEP 4 Make A Systemic Inventory of The Various Explanations Found in Step 3 ............................................................ 1 DAFTAR ISI .........................

baik kelantai dua. Setiap hari dari pagi sampai sore tidak pernah berhenti bergerak mengatarkan pesanan makanan danminuman para dosen. Sekerenario 1 Lelah dan Letih 3 . Pada sore hari ketika sudah selesai. B. Skenario SKENARIO 1 LEMAH DAN LETIH Murni 19 tahun adalah pemilik kantin kampus PPNI UNIMUS. A. maupun area kantin sendiri. Murni tampak lelah dan letih. menyebrang antar gedung. The Seven Jump Kelompok 3 Tutorial.

 Kesimpulan =suatu keadaan dimana kondisi tubuh mengalami penurunan stamina serta ketahanan tubuh Step 2.  kehilangan tenaga dan penrunan kapasitas kerja. Sekerenario 1 Lelah dan Letih 4 . Bergerak  Suatu tindakan berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain. Clarify Unfamiliar Terms 1.  Perpindahan posisi baik dari sebagian maupun seluruh tubuh makhluk hidup karena adanya rangsangan dan merupakan ciri- ciri makhluk hidup.Step 1. serta ketahanan tubuh. 2. Lelah  kondisi tubuh yang mengalami penurunan daya tahan tubuh yang memerlukan isirahat  suatu keadaan dimana kondisi stamina tubuh sudah diambang batasmaksimal. Letih  tidak bertenaga karena baru selesai bekerja.  Kesimpulan = Suatu tindakan berpindah posisi baik sebagian maupun seluruh tubuh makhluk hidup dari satu tenpat ke tempat lain.  kondisi dimana fisik dan psikis melakukan kerja secara terus menerus  Kesimpulan = keadaan syaraf dimana lonjakan emosi menghambat bekerjanya pusat pelaksana karena tidak bertenaga 3.  keadaan syaraf dimana lonjakan emosi menghambat bekerjanya pusat pelaksana. Define the Problems Kelompok 3 Tutorial.

Bagaimana cara mengatasi lemah dan letih 8. Dampak lelah dan letih 10. Organ yang terlibat dalam sistem gerak . 1. Brainstorm Possible Hypothesis or Explanation Kelompok 3 Tutorial. beserta fungsi dan penjelasan 3. Hubungan rasa lelah dan letih dengan sistem gerak Step 3. Sekerenario 1 Lelah dan Letih 5 . Apakah penyebab terjadinya lelah dan letih 6. Apa perbedaan antara lelah dan etih 9. Perbadaan sistem gerak aktif dan Pasif 4. Bagaimana mekanisme bergerak 2. Kelainan pada sistem gerak 5. Penyakit apa saja yang menyebabkan gejala lemah dan letih 7.

-Kualitas tidur menurun -Menu makanan yang tidak sehat -Kurangnya olahraga -Gangguan kelenjar tiroid -Kekurangan vitamin B -Anemia -Terlalu banyak aktifitas -Kekurangan zat besi -Faktor usia dan jenis kelamin. Terkilir:pergeseran tulang karna akibat benturan 5. bekerja secara tak sadar -otot lurik Berada di lengan betis. jadi bekerja secara sadar 3. Sistem gerak aktif: sendi.1. Penyebabnya karna kelainan yang dibawa sejak lahir -Kifosis : tulang membungkukedepan. Sekerenario 1 Lelah dan Letih 6 . -Skoliosis : tulang belakang membelok kekanan atau kiri. -Jadwal kerja idak teratur -Kekurangan cairan -Metabolisme rendah -Depresi -Terlalu banyak mengonsumsi kafein yg berlebihan 6. Otot -otot jantung Bekerja secara tidak sadar -otot polos Terletak di usus. Peyebabnya karena terlalu berat menanggung beban pada punggung -Osteoporosis : pengeroposan tulang karna penuaan. Dimulai dari rangsangan yang diterima dengan syaraf sensorik disampaikan ke sumsum tulang belakang dan otak kemudian ke syaraf motorik 2. penyebabnya kebiasaan duduk yang salah -Lordosis: tulang melengkung kebelakang. otot Sistem gerak pasif: tulang tengkorak 4. atau membentuk s. -Diabetes -Kanker -Infeksi atau serangan virus Kelompok 3 Tutorial.

Konsumsi vitaminn . Lelah : perasaan penat dan lesu Letih : perasaan tidak bertenaga disebabkan oleh pekerjaan yang berat 9. dll . -Hepatitis C -Jantung tidak stabil -Reumatik 7. Konsumsi sayura yang mengandung zat besi . Mengonsumsi makanan yang bergizi cukup . . Dengarkan musik yang disukai dan menonton acara komedi . Batasi konsumsi gula . Mengurangi bebabn pikiran 8. Tidak terlalu stress. depresi. Olahraga secara teratur . -aktifitas terganggu -Mudah terserang penyakit -Kurang konsentrasi -Asam lambung meningkat -Kerja otot berkurang -Otot terlalu berkontraksi -Meningkatnya emosi -Jika dipaksakan akan menimbulkan cidera -Pegal-pegal dan kejang otot Kelompok 3 Tutorial. Mengurangi konsumsi kafein . istirahat secukupnya . Konsumsi air putih 8 gelas sehari . Banyak tersenyum dan beribadah . Relaksasi . Mencuci sebelum dan sesudah beraktifitas . Sekerenario 1 Lelah dan Letih 7 . Biasakan sarapan pag sebelum aktifitas .

-jika lelah dan letih organ yang terdapat dalam sistem gerak otomatis tidak bekerja secara maksimal. sehingga aan mempengruhi aktifitas -saling berketerkaitan satu sama lain Step 4.10. Sekerenario 1 Lelah dan Letih 8 . Make a Systemic Inventory Of The Various Explanation Found In Step 3 Kelompok 3 Tutorial.

Mahasiswa mengetahui kelainan otot 4. Mahasiswa mengetahui anatomi otot 2. Elastilitas Kelompok 3 Tutorial. Mahasiswa mengetahui jenis otot 3. Mahasiswa mengetahui mekanisme otot pada fase anaerob dan fase aerob 5. Ekstensibilitas . Mahasiswa mengetahui karakteristik otot .Step 5. Defining Learning Objectives 1. Kontrakbilitas . Sekerenario 1 Lelah dan Letih 9 .

muskulus quadrates. Share The Result of Information Gathering and Private Study 1. muskulus zigomikotik d.mulkulus orbikulis okuli. oksipitalis b. Sekerenario 1 Lelah dan Letih 10 . Musculus deltoid b. muskulus quadrates labile inferior. yaitu: a. Otot lidah: muskulus genroglosus. muskulus stiloglosus  Otot bagian leher a.muskulus levacor papebra superior c. Skapularis Kelompok 3 Tutorial. muskulus peterigoit internus e. muskulus buksinator. Otot pundak kepala: musculus frontalis. Otot mulut/bibir dan pipi: muskulus triangular. Muskulus longisimus capitas  Otot bagian dada a.Step 7. Muskulus plastisma b.muskulis temporalis. Otot wajah:otot mata dan bola mata. Anatomi Otot  Otot kerangka  Bergerak secara aktif sehingga dapat menggerakan bagian kerangka dalam suatu letak tertentu Menurut letaknya otot tubuh dibagi dalam beberapa golongan sebagai berikut:  Otot bagian kepala Dibagi menjadi lima bagian. Muskulus sternokleido c. Musculus sub. musculus oblingus okuli. Otot pengunyah: muskulus maseter.

Sekerenario 1 Lelah dan Letih 11 . Muskulus pektoralis mayor (otot dada besar) b. Musculus infraspinatus e.islavikula (otot bawah selangka) d. Otot kedang b. Musculus teres mayor f. Otot dada sejati  Otot bagian perut a. Muskulus transverses abdominis  Otot bagian punggung a. Linea alba c. Musculus supraspinalis d. Otot-otot ketul (fleksor) b. Otot yang menggerakkan lengan b. Otot ketul Kelompok 3 Tutorial. c. Muskulus abdominalis internal b. Muskulus obligus internus abdominis f. Muskulus pektoralis minor (otot dada kecil) c. Otot antara ruas tulang belakang dan iga c. Otot – otot kedung (ekstensor)  Otot lengan bawah a. Muskulus sub. Muskulus obligus eksternus abdominis e. Musculus teres minor  Otot bagian pinggul a. Otot punggung sejati  Otot bagian lengan atas a. Muskulus abdominalis eksternal d. Muskulus sevatus arterior (otot gergaji depan) e.

Penyimpangan postur tubuh  Pada leher dan kepala ( tortikalis ) Kepala miring kesalah satu bahu. Jenis otot a. serta menunjukan garis melintang b. Sekerenario 1 Lelah dan Letih 12 . Otot tulang betis belakang g.saraf tidak menunjukan garis melintang c.dsb. hanya di temukan dijantung 3. Dikendalikan melalui system saraf otonom. dan dagu miring ke atas ke sisi yang berlawanan. Otot kedung jari bersama 2.involunter) Ditemukan di dinding unisera dan pembuluhdarah. Kelainan pada otot a. Disebabkan pendekata otot yang melekat pada tulang sedikit dibelakang telinga. Otot skelet ( lurik ugolenter) Ditemukan pada otot yang melekat pada tulang rawan atau otot dikendalikan melalui system saraf pusat. Otot tangan  Otot bagian panggul a. Otot ketul empu kaki panjang f. Urat arkiles (tendo arkiles) e. Otot kedang jempol d. Otot tidak bergaris (polos. Tungkai atas b. Otot jantung. c. ujung yang lain melekat pada bagian atas tulan selangka dan tulang dada  Pada dada dan bahu Kelompok 3 Tutorial. Sebelah belakang bagian luar  Otot bagian anggota gerak bawah a. Tungkai bawah c. Sebelah depan bagian dalam dari panggul b.

Skoliosis fungsional Bercirikn hilangnya traksi dan togok bungkuk . atau merenggang. Skoliosis . dan otot pectoral tertarik kedalam atau bertambah (otot rhomboids dan trapezius) menjadi berkurang. Skoliosis transisional Perputaran yang tidak seberapa dari tulang belakang kearah samping secara terus-menerus atau kadang- kadang .  Pada lutut. Kejadian ini diikuti dengan dada rata dan kifosis. Ketika otot anterior pada otot pectoral menjadi pendek dan kaku.lemah. hyperoxtended knee dan bent knee  Pada pelvic (panggul). Skoliosis secara stuktural Ruas tulang belakang berubah secara ketarah secara lateral b. knock knee. Kifosis Terjadinya lengkungan servikal dari tulang belakang yang abnormal  Pada abdominal Ditandai dengan menonjolnya perut  Pada sikap kaki dan pergelangan kaki Kelompok 3 Tutorial. Bahu condong ke depan atau bundar merupakan posisi abnormal pada otot pectoral.biasanya miring dengan sudut 50 derajat – 60 derajat  Pada spinal Terjadi lengkungan pada tulang belakang a. Sekerenario 1 Lelah dan Letih 13 . Lordosis Terjadi lengkungan punggung kearah belakang yang abnormal c.

bidang penglihatan.  Cerebral palsy Gangguan neuromator sebagai akibat tidak berfungsinya bagian otot seperti. Fase aerob 1 molekul glukosa yang memiliki 6 atom karbon pada rantainya (C6H12O6) akan terpecah menjadi produk akhir Kelompok 3 Tutorial.pendengaran. ligamentum teregang /robek  Saraf terjadi kompresi: terjepitnya radices nervus. Mekanisme Otot a. Sekerenario 1 Lelah dan Letih 14 . penggunaan yang berlebihan. ketidak mampuan belajar dan bicara  Penyakit artheristik( radang sendi) Timbulnya rasa nyeri sendi serta kaku disekitar persendian  Penyakit asma Asma bronchiale: keadaan alergi akibat reaksi tubuh yang tidak normal terhadap suatu zat dan salah satu penyakit kronik dengan serangan intermeten  Gangguan keseimbangan 4. retardasi mental. abtormalitas cara berjalan. variasi anatomi (panjang tungkai tidak sama). bercirikan lengkung longitudinal lebih rendah dari normal Kaki melengkung. bercirikan lengkung longitudinal terlalu tinggi  Nyeri punggung bawah  Tulang : Fraktur. dislokasi. syaraf perifer  Bersifat biomekaik  Kenesiologi: abnormalitas postur. Kaki datar. kekutan yang tidak seimbang dan tidak sama. infeksi  Sendi: disfungsi kartilago.

Sekerenario 1 Lelah dan Letih 15 . Potensial aksi/impuls yang dihantarkan sepanjang sarkolemma. juga dihantarkan sepanjang membran T tubules. dalam kondisi aerobic. bila oksigen tidak tersedia maka molekul piruvat hasil proses glikolisis akan terkonversi menjadi asam laktat. dan hasil akhirnya berupa pada proses ini juga akan menghasilkan molekul ATP serta moleku 1 NADH (1 NADH- 3 ATP). padahal ion Ca2+ sangat diperlukan untuk proses kontraktil miofibril yang ada didalam otot. Agar miofibril mulai dapat kontraksi diperlukan [Ca2+]i paling sedikit 10 -6 M. Fase anaerob Tahap metabolisme energi berikutnya akan bertanggung pada kondisi aerobic menggunakan bantuan oksigen. berupa 2 molekul piruvat (Pyrovate) yang memiliki 3 atom karbon (C3H3O3) proses berjalan memiliki beberapa tahapan reaksi yang disertai dengan terbentuknya beberapa senyawa anatomi seperti glukosa 6 fosfat dan fruktosa 6 fosfat. Molekul ATP yang terbentuk dikemudian akan diekstrak oleh sel-sel tubuh sebagian komponen dasar sumber energy. Agar terjadi kontraksi diperlukan ion Ca2+. Piruvat hasil proses glikolisis akan teroksidasi menjadi produk akhir berupa H2O dan CO2 di dalam tahapan proses yang dinamakan respirasi seluler. akibatnya DHP (Dihydropyridine) Kelompok 3 Tutorial. oleh karena ion Ca2+ didalam sitosol sangat rendah maka diperlukan ion Ca2+ yang berasal dari sarkoplasmic reticulum (SR). Kontrabilitas: Kontraksi otot rangka oleh karena terjadinya interaksi antara filamen actin dan myosin (Sliding filamen actin dengan myosin ). Agar ion Ca2+ dapat keluar dari cisterna maka diperlukan adanya potensial aksi yang mencapai triad. Depo ion Ca2+ pada proses kontraksi otot rangka terdapat didalam cisternae SR. Karakteristik Otot Kontrabilitas: Kemampuan otot untuk memendek atau berkontraksi Ekstensibilitas: Kemampuan otot untuk memanjang atau relaksasi Elastsitas: Kemampuan otot untuk kembali atau ke keadaan semula. 6. b. oleh karena kadar didalam cisterna jauh lebih tinggi dibanding didalam sarkoplasmic retikulum (SR) jauh lebih tinggi ([Ca2+]0 : 10 -3 M ) dibanding sitosol ([Ca2+]i : 10 -7 M).

Ion Ca2+ yang masuk kedalam sitosol sangat banyak yang selanjutnya merangsang terjadinya kontraksi/sliding antara actin dan myosin. peristaltik gdanusus 3. Dengan terbukanya reseptor DHP maka merangsang terbukanya RyR (Ryanodine reseptor) di membrane Cisterna SR. ng pucatdibandingkulitdanmasing Dindingbilikda hanyamengaturfr memompadarah masingmengandung 1 nukleus nserambijantu ekuensikontraksi ng Kelompok 3 Tutorial. 3. Masingmasingmengandung 1 DindingArteri mengaturfrekuen mempertahankan nukleus 2. (Volunter) 1. reseptor yang terdapat dimembran T tub akan terbuka. (Involunter) 1. NO Tipe Karakteristik Letak Cara Kerja ContohKerja Otot 1 Rang Selsilindrisbesarbercorakdanm 1. sikontraksi. ka asingmasingmengandungbebe melekatpadatu menghasilkankont menggerakkanran rapanukleus lang raksi gkadanmenghasil kanpanas 2 Polos selselkecilpipihtanpacorak. mengatur Iris mata diameter pupil 3 Jantu selbercabangdengancoraklebih 1. Sekerenario 1 Lelah dan Letih 16 .menim tekanandarah Dindinglambun bulkankontraksi 2. (Involunter) 1. 1.

KESIMPULAN Otot adalah komponen yang sangat vital. sehingga otot dalam berkontraksi juga membutuhkan istirahat atau relaksasi. otot juga dipengaruhi oleh aktifitas manusia. Sekerenario 1 Lelah dan Letih 17 . karena otot sebagai alat gerak aktif. Kelompok 3 Tutorial. Otot sangat mempengaruhi aktifitas manusia karena otot memiliki fungsi yang kompleks. Dalam mekanisme kerja.

DAFTAR PUSTAKA Textbook Aktivitas Terapi. Sarifin G: 2010 Textbook Buku Ajar Anatomi & Fisiologi Edisi 3. Edisi 4 Jurnal Kontraksi Otot & Kelelahan. Anwari Rawan Textbooks anatomi dan fisiologi modern untuk perawatan by John Gibson Kelompok 3 Tutorial. Valerie C.gunadarma. Setiadi. 2012 Textbook Polton Sports Sciented Performance lab oleh M.id posted by: Didi Priatna on January 20. Scarlon & Tina Sanders Wartawarga. Sekerenario 1 Lelah dan Letih 18 . Sumaryanti: 2005 Textbook Anatomi & Fisiologi Manusia.ac. Graha Ilmu : 2007 Textbook Anatomi Fisiologi.