You are on page 1of 7

Nama: Muhammad Renno Aldianto

Kelas: Hukum (A) Smt 4

NPM: 16.0201.0048

TUGAS HUKUM ACARA MAHKAMAH KONSTITUSI

Magelang, 13 Januari 2017

Kepada Yth.

KETUA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

Jl. Medan Merdeka Barat Nomor 6 Jakarta Pusat 10110

Hal: PERMOHONAN PENGUJIAN PASAL 69 ayat (1) dan (2) Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan terhadap Undang-undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dengan hormat,

Saya yang bertanda-tangan di bawah ini :

Nama : Muhammad Renno Aldianto

Tempat/tanggal lahir : Sleman, 16 Februari 1986

Agama : Islam

Pekerjaan : Swasta

Kewarganegaraan : Indonesia

Alamat lengkap : Sindas, Magelang, Jawa Tengah

Merujuk pada ketentuan Pasal 24C ayat (1) UUD 1945 juncto Pasal 10 ayat (1) huruf (a) Undang-undang Nomor 24 Tahun 2003 juncto Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2011 tentang Mahkamah Konstitusi (UU MK). bahwa salah satu kewenangan Mahkamah Konstitusi adalah melakukan pengujian undang-undang terhadap Undang Undang Dasar 1945.Selanjutnya disebut sebagai “Pemohon”. 2.Pasal 24 C ayat (1) UUD 1945 antara lain menyatakan : “Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar. Pemohon memohon agar Mahkamah Konstitusi (MK) melakukan pengujian terhadap Pasal 69 ayat (1) dan (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. …” . Pemohon dengan ini mengajukan Permohonan Pengujian Pasal 69 ayat (1) dan (2) Undang- undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan(Bukti P-2) terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945(Bukti P-1).…”Pasal 10 ayat (1) huruf a UU MK antara lain menyatakan : “Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk”: A. KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI 1. Pemohon ingin lebih dahulu menguraikan tentang kewenangan Mahkamah Konstitusi dan ”legal standing” Pemohon sebagai berikut: I. Sebelum melanjutkan pada uraian tentang permohonan beserta alasan-alasannya.

Jika terdapat ketentuan dalam undang-undang yang bertentangan dengan UUD 1945.Pemohon adalah pihak yang menganggap hak dan/atau kewenangan konstitusionalnya dirugikan oleh berlakunya undang-undang. KEDUDUKAN HUKUM (LEGAL STANDING) PEMOHON 1. Kesatuan masyarakat hukum adat sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diatur dalam undang-undang. Pasal 7 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Oleh karena itu. yaitu: Perorangan warga negara Indonesia. Selain itu. B. atau D. 3. setiap ketentuan undang-undang tidak boleh bertentangan dengan UUD 1945. mengatur bahwa secara hierarkis kedudukan UUD 1945 lebih tinggi dari undang-undang. maka ketentuan tersebut dapat dimohonkan untuk diuji melalui mekanisme pengujian undang-undang. berpendirian bahwa kerugian hak dan/atau kewenangan . Lembaga Negara Selanjutnya penjelasan Pasal 51 ayat (1) menyatakan :Yang dimaksud dengan “hak konstitusional” adalah hak-hak yang diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. C. 3. maka Mahkamah Konstitusi berwenang untuk memeriksa dan memutus permohonan pengujian Undang-Undang ini. Bahwa merujuk kepada Putusan Mahkamah sejak Putusan Nomor 006/PUU-III/ 2005 tanggal 31 Mei 2005 dan Putusan Nomor 11/PUU-V/2007 tanggal 20 September 2007 dan putusan-putusan selanjutnya. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas. II. Badan hukum publik atau privat. Bahwa Pemohon adalah perorangan Warga Negara Indonesia sebagaimana dimaksud Pasal 52 ayat (1) huruf a UU MK yang hak-hak konstitusionalnya telah dirugikan dengan berlakunya Pasal Pasal 69 ayat (1) dan (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.Bahwa Pasal 51 ayat (1) UU MK mengatur bahwa : A. 2.

untuk bertindak sebagai pemohon sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 51 ayat (1) UU MK. D. Akhirnya. Syarat kelima. Berdasarkan kualifikasi dan syarat tersebut di atas. benar-benar telah dirugikan hak dan/atau kewenangan konstitusionalnya akibat berlakunya Pasal 69 ayat (1) dan (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan karena hal tersebut dapat menimbulkan kerugian bagi pemohon. Adanya hubungan sebab-akibat (causal verband) antara kerugian dimaksud dan berlakunya undang-undang yang dimohonkan pengujian. maka kerugian konstitusional seperti yang didalilkan tidak akan atau tidak lagi terjadi. Syarat pertamaadalah kualifikasi Pemohon sebagai Warga Negara Republik Indonesia. Syarat ketiga. C. maka Pemohon sebagai Warga Negara Indonesia.konstitusional sebagaimana dimaksud Pasal 51 ayat (1) UU MK harus memenuhi 5 (lima) syarat. Syarat keempat kerugian tersebut timbul akibat berlakunya undang-undang yang dimohon. Hak dan/atau kewenangan konstitusional tersebut oleh Pemohon dianggap dirugikan oleh berlakunya undang-undang yang dimohonkan pengujian. Kerugian konstitusional tersebut harus bersifat spesifik (khusus) dan aktual atau setidak- tidaknya potensial yang menurut penalaran yang wajar dapat dipastikan akan terjadi. Adanya kemungkinan bahwa dengan dikabulkannya permohonan. Dengan demikian maka ada 5 (lima) syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam menguji undang- undang terhadap Undang-Undang Dasar 1945. kerugian konstitusional tersebut tidak akan terjadi lagi kalau permohonan ini dikabulkan. yaitu: A. 4. apabila permohonan pengujian terhadap ketentuan Pasal 69 ayat (1) dan (2) Undang- . B. kerugian konstitusional tersebut bersifat spesifik. E. Adanya hak dan/atau kewenangan konstitusional Pemohon yang diberikan oleh UUD 1945. Bahwa uraian di atas membuktikan bahwa Pemohon (Perseorangan Warga Negara Indonesia) memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk bertindak sebagai Pemohon dalam permohonan pengujian undang-undang ini. Syarat kedua dengan berlakunya suatu undang- undang hak dan/atau kewenangan konstitusional pemohon dirugikan.

Karena seorang anak didalam bekerja akan menghabiskan waktu bahkan dapat menghilangkan kesempatan dan hak-hak anak untuk dapat mengikuti proses pendidikan dan mendapatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang seharusnya didapatkannya.undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dikabulkan. Dengan demikian. berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam hal ini terlihat bahwa dalam mempekerjakan anak terdapat perlakuan diskriminasi dan kekerasan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. adik pemohon yang menjadi korban ternyata masih dibawah umur. Dalam era globalisasi saat ini sangat dibutuhkan pendidikan formal sebagai . seni dan budaya. ini karena berlakunya pasal tersebut memberikan peluang terjadinya tindakan-tindakan kekerasan dan diskriminasi terhadap tenaga kerja terbukti kasus pembunuhan di mess karyawan PT. Pasalnya Feronita. korban adalah karyawan yang masih berusia 16 tahun. Sesuai data yang diperoleh. Patemang Raya. ALASAN-ALASAN PEMOHON MENGAJUKAN PERMOHONAN PENGUJIAN PASAL 69 AYAT (1) DAN (2) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN A. mengungkap sisi lain pelanggaran undang-undang ketenagaerjaan. Bahwa pasal 28B ayat (2) menyebutkan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. Pemohon Berhak Atas Pendidikan Yang Layak Dan Setara Tanpa Adannnya Diskriminasi 1. III. syarat kedudukan hukum (legal standing) Pemohon telah sesuai dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Apabila pasal ini tidak dihapuskan maka dikhawatirkan kekerasan dan diskriminasi terhadap anak-anak yang dijadikan pekerja akan terus terjadi dan berlanjut. tumbuh dan berkembang. demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. maka hak dan/atau kewenangan konstitusional Pemohon tidak lagi dirugikan. Selain itu pekerjaan yang dilakukan oleh anak tersebut belum tentu dapat meningkatkan kualitas hidupnya dimasa mendatang. Bahwa pasal 69 ayat (1) juga bertentangan dengan pasal 28 C ayat (1) UUD 1945 yang menyebutkan bahwa setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. 2. Pasal ini jelas sekali bertentangan dengan pasal 28B ayat (2).

Bahwa pasal 28D ayat (1) UUD 1945 menyatakan setiap orang berhak atas pengakuan. Undang-undang Ketenagakerjaan ini hanya memberikan batasan-batasan tertentu dalam hal pembatasan hubungan kerja yang diberlakukan kepada anak tanpa ditinjau dari sudut pandang dari sisi lain. Sering kali dalam hubungan kerja adanya ketidak adilan dalam perlakuan dan imbalan. Upah atau imbalan yang dibayarkan dan diterima juga sangat rendah dan sering tidak sesuai dengan ketentun yang ada. Adanya ketentuan tersebut dalam Undang-undang Dasar 1945 menyebabkan pasal 69 ketengakerjaan ini bertentangan dengan UUD1945 karena memberikan ketidakpastian hukum kepada warganegaranya. Pasal norma konstitusi diatas mencerminkan prinsip-prinsip hak asasi manusia yang berlaku bagi seluruh manusia secara universal. padahal seharusnya fakir miskin dan anak-anak yang terlantar tersebut dipelihara oleh negara. Sebab pada pasal 68 Undang-undang ketenagakerjaan tersebut menyebutkan bahwa pengusaha dilarang mempekerjakan anak. terlebih hal tersebut diiringi dengan perlakuan yang tidak baik yang semakin merugikan pekerja 5. namun pada pasal berikutnya dikecualikan untuk anak yang berumur 13 sampai dengan 15 tahun. . Menurut Undang-undang No. Bahwa pasal 28 D ayat (2) juga menyatakan setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. jaminan. dan moral anak harus diupayakan tidak boleh bekerja pada usia kurang dari 18 tahun kecuali untuk pekerjaan ringan tidak boleh dibawah usia16 tahun. 3.pembentuk karakter bangsa yang berkualitas dalam mempersiapkan generasi yang mampu bersaing secara nasional dan internasional. perlindungan. keselamatan. dan kepastian hukum yang adil. 4. 20 tahun 1999 tentang pengesahan konvensi ILO No. Dengan berlakunya ketentuan pasal 69 ayat (1) ini seakan-akan memperbolehkan anak yang terlantar atau dibawah perwalian untuk dipekerjakan secara sah atas dasar kesulitan ekonomi. serta perlakuan yang sama dihadapan hukum. Namun kenyataannya ada warga negara yang tidak dapat memperoleh hal tersebut diatas. 138 mengenai usia minimum diperbolehkan untuk bekerja. untuk pekerjaan yang membahayakan kesehatan. Bahwa pasal 34 ayat (1) juga menyatakan fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. apalagi hal tersebut dialami oleh anak dibawah umur yang dipekerjakan.

Menyatakan Menerima dan mengabulkan permohonan pasal 69 ayat (1) dan (2) undang- undang republik indonesia nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat dengan segala akibat hukumnya. PENUTUP Demikian Permohonan Uji Materil (Judicial Review) ini Pemohon sampaikan. V. Menerima dan mengabulkan permohonan pasal 69 ayat (1) dan (2) undang-undang republik indonesia nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan terhadap Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Memerintahkan pemuatan putusan ini dalam Berita Negara Republik Indonesia sebagaimana mestinya. Dan sebagai kelengkapan permohonan ini.IV. Pemohon lampirkan bukti-bukti dan daftar sementara saksi dan ahli. 4. 3. mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono). PETITUM Bahwa dari seluruh dalil-dalil yang diuraikan di atas dan bukti-bukti terlampir. . Atau apabila Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi berpendapat lain. 2. atas perhatian dan kearifan Majelis Hakim yang mulia Pemohon sampaikan terima kasih. dengan ini Pemohon mohon kepada para Yang Mulia Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi untuk kiranya berkenan memberikan putusan sebagai berikut: 1. Menyatakan Menerima dan mengabulkan permohonan pasal 69 ayat (1) dan (2) undang- undang republik indonesia nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.