You are on page 1of 7

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK

)
SENAM REMATIK PADA LANSIA
DI PANTI SOSIAL BPPLU PAGAR DEWA PROVINSI BENGKULU

DI SUSUN OLEH :

KELOMPOK

1. SANTRI MARDIANA
2. YULI AGUSTINA
3. SILA
4. RISNA

PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU
2018

S.Larra Fredika.Kep. TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) SENAM REMATIK PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL BPPLU PAGAR DEWA PROVINSI BENGKULU LEMBAR PENGESAHAN Telah disetujui dan disyahkan oleh Pembimbing Lahan dan Pembimbing Akademik Pembimbing Akademik (Ns. M.Kep) PROGRAM STUDI PROFESI NERS FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU 2018 .

RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas. dari perubahan- perubahan tersebut sehingga timbulah suatu keluhan-keluhan pada tubuhnya tetapi belum mengetahui penyakitnya secara pasti. dan lain-lain semakin menambah kompleksitas masalah lansia.Dengan ditunjang oleh pola perilaku yang kurang tepat. Pada sebagian besar lansia banyak yang mengalami perubahan berbagai fungsi tubuh baik secara fisiologis. maka mahasiswa/i Profesi Ners STIKes Dehasen Bengkuluakan melakukan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) dengan materi penyuluhan/edukasi penyakit rematik serta Senam Rematik pada lansia di BPPLU Pagar Dewa Provinsi Bengkulu. Dari berbagai macam masalah kesehatan yang telah ditemukan. Masalah atau keluhan yang sering dialami oleh lansia terkait dengan gejala rematik yaitu nyeri. . rematik dan psikososial. penyakit kulit. untuk itu maka perlu dilakukan terapi aktivitas kelompok untuk melatih otot-otot yang mengalami penurunan fungsi pada lansia tersebut. masalah hipertensi yang sudah sering diberikan terapi sedangkan rematik. tinggi lemak. Data yang diperoleh mengenai masalah kesehatan yang banyak dialami oleh lansia di wisma BPPLU Bengkulu antara lain kejenuhan. kekakuan (rasa kaku) dan kelemahan. seperti makan makanan yang tinggi garam. serta adanya pembengkakan sendi dan gangguan gerak. masalah kulit dan psikososial masih belum begitu mendapatkan perhatian dan terapi khusus. LATAR BELAKANG Lansia dapat dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia. Untuk itu. psikologis dan perubahan psikososial. B. kami mengambil masalah kesehatan lansia dengan rematik untuk diberikan terapi modalitas karena masalah rematik didapatkan presentasi yang lebih besar di antara masalah lain yang belum pernah dilakukan terapi modalitas. Proses menjadi lansia merupakan proses alamiah yang dapat terjadi pada setiap orang. Aspek yang juga mengalami penurunan secara degenerative adalah fungsi fisiologis salah satu contoh gangguan muskuloskeletal. merokok.A. Menurut Purwostuti (2009) Reumatik dapat mengakibatkan perubahan otot hingga fungsinya dapat menurun bila otot pada bagian yang menderita tidak dilatih untuk mengaktifkan fungsi otot. hipertensi. Data mengenai masalah rematik diperoleh dengan metode wawancara dengan menggunakan pertanyaan terbuka. minum kopi.

Metode : Demonstrasi / role play 7. Mengerti dan memahami penanganan pada penyakit rematik. SASARAN STRATEGIS 1.C. 2. e. 6. 6 Juni 2018 2. Mengerti dan memahami penyebab penyakit rematik. 2.00 WIB 3. Setting Tempat : Ket: :Leader : Fasilitator : Co leader : Lansia : Observer . video visual 8. 3. Tempat : Aula BPPLU Pagar Dewa Provinsi Bengkulu. Lansia yang kooperative E. Mengerti dan memahami pengertian penyakit rematik. Media : sound system. Lansia yang ada di wisma BPPLU Provinsi Bengkulu. D. Waktu : Pukul 10. 4. TUJUAN 1. diharapkan peserta mengerti dan mengenal tentang penyakit rematik. PERENCANAAN 1. Hari/ Tanggal : Rabu. Tujuan Umum Setelah dilakukannya Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) penyuluhan. b. Peserta : Lansia wisma BPPLU Pagar Dewa Provinsi Bengkulu. Mengerti dan memahami pencegahan penyakit rematik.00 s. Mengerti dan memahami tanda dan gejala penyakit rematik. Lansia yang mampu melakukan aktivitas fisik. c. d. Tujuan Khusus a. Topik : Penyuluhan edukasi rematik dan Senam Rematik 5.d 11.

Evaluasi/Validasi : menanyakan perasaan lansia saat ini dan terapis menanyakan tentang tanggal hari ini untuk merasakan penurunan daya ingat dan fungsi pendengaran. Co-Leader : SANTRI MARDIANA 3. Peserta : Lansia di wisma BPPLU Pagar Dewa Provinsi Bengkulu G. Observer : RISNA 5. Kontrak : 1) Menjelaskan tujuan kegiatan 2) Menjelaskan aturan main tersebut  Jika ada lansia yang akan meninggalkan kelompok harus minta ijin kepada terapis  Lama kegiatan 1 jam  Setiap lansia mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir  Jika peserta merasa kurang . Memberi salam terapeutik : salam mulai dari terapis. c.F. Leader : SILA 2. Fase Orientasi Pada saat ini terapis melakukan : Leader a. perkenalan nama dan panggilan terapis. 6 Juni 2018 Waktu : 15 menit No Strategi Pelaksanaan Uraian Kegiatan PJ 1. b. STRATEGI PELAKSANAAN Hari/ Tanggal : Rabu. Fasilitator : YULI AGUSTINA 4. PENGORGANISASIAN 1.

Menjelaskan tanda dan gejala Observer penyakit remathoid arthritis 4. Melakukan senam Rematik 3. Menjelaskan tujuan senam Rematik 7. Menjelaskan pencegahan penyakit remathoid arthritis b. Observer a. Menjelaskan penyebab penyakit Co- remathoid arthritis Leader 3. Senam Rematik 6. Fase Terminasi 1. Rencana Tindak lanjut  Terapis meminta lansia untuk mengulang hal yang telah . Penyuluhan 1. Menjelaskan penanganan pada penyakit remathoid arthritis 5.  Peserta hadir di tempat 5 menit sebelum kegiatan berlangsung. Menjelaskan prosedur senam Rematik 8. Evaluasi Fasilitator 1) Mahasiswa menanyakan perasaan Co- lansia setelah mengikuti kegiatan Leader 2) Memberikan pujian atas Leader keberhasilan lansia. 2. Fase Kerja a. Menjelaskan pengertian penyakit Penyaji edukasi rematik remathoid arthritis Fasilitator 2. jelas dengan penjelaskan leader. dapat menanyakan kepada leader dengan menunjuk tangan terlebih dahulu.

Aspek yang dinilai dan dievaluasi adalah kemampuan lansia sesuai dengan tujuan TAK. . khususnya pada tahap kerja. Kontrak yang akan datang Terapis mengakhiri kegiatan dan mengingatkan kepada lansia untuk melakukan kegiatan yang biasa dilakukan di BPPLU Pagar DewaProvinsi Bengkulu 2. dipelajari secara mandiri  Memasukan dalam jadwal kegiatan harian panti b. Evaluasi dan Dokumentasi Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung.