You are on page 1of 25

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Pustaka

1. Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus, VAR.)

Ikan lele adalah jenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah

dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki

sungut yang panjang dan mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Ikan lele

bersifat nokturnal, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari.

Pada siang hari ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat yang

gelap. Ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus, VAR.) memiliki ciri-ciri

yang identik dengan lele dumbo sehingga sulit untuk dibedakan. Tubuh ikan

lele sangkuriang ini berlendir dan tidak bersisik serta tidak memiliki mulut

yang relatif lebar yakni ¼ dari panjang total tubuhnya. Klasifikasi ikan lele

sangkuriang (Clarias gariepinus, VAR.) menurut Ghufran & Kordi (2011:8)

adalah sebagai berikut:

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Pisces
Sub Kelas : Teleostei
Ordo : Ostariophysi
Subordo : Siluroidae
Famili : Claridae
Genus : Clarias
Spesies : Clarias gariepinus, VAR.

9

Ciri khas dari lele sangkuriang adalah adanya empat pasang sungut

yang terletak di sekitar mulutnya. Keempat pasang sungut tersebut terdiri

dari dua pasang sungut maxilar/rahang atas dan dua pasang sungut

mandibula/rahang bawah. Fungsi sungut bawah adalah sebagai alat peraba

ketika berenang dan sebagai sensor ketika mencari makan. Sirip lele

sangkuriang terdiri atas lima bagian yaitu sirip dada, sirip perut, sirip dubur,

sirip ekor, dan sirip punggung. Sirip dada lele sangkuriang dilengkapi

dengan patil (sirip yang keras) yang berfungsi untuk alat pertahanan diri

(Lukito, 2002:7-14).

Gambar 1. Morfologi ikan lele (Clarias gariepinus, VAR.).

Menurut Djoko (2006: 80-81) bahwa ikan lele sangkuriang

mempunyai bentuk badan yang berbeda dengan jenis ikan lainya, seperti

ikan mas, gurami dan tawes. Alat pernafasan lele sangkuriang berupa insang

yang berukuran kecil sehingga lele sangkuriang sering mengalami kesulitan

dalam memenuhi kebutuhan Oksigen. Saat ikan lele sangkuriang mengalami

10

akibatnya lele sangkuriang sering mengambil Oksigen dengan muncul ke permukaan. Induk jantan F6 merupakan hasil indukan yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. akan mengalami penyusutan karena kematian (kisaran 35-45%) (Darseno. Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele yang diintroduksi ke Indonesia pada tahun 1985.000 sampai dengan 60. Larva tersebut masih membawa cadangan makanan dalam bentuk kuning telur (yolk sac) dan butir minyak. khususnya untuk keperluan pemangsaan (feeding). mulut. Larva ikan lele hasil penetasan memiliki bobot minimal 0.3 kg. Cadangan makanan tersebut dimanfaatkan untuk proses perkembangan organ tubuh. sejalan dengan proses perkembangan organ tubuh larva.000 larva ikan lele. seperti sirip. mata. sedangkan ikan lele lokal memerlukan waktu sekitar 12 bulan untuk mencapai berat tersebut.75-1 cm serta belum memiliki bentuk morfologi yang definitif (seperti induknya). Satu pasang ikan lele dapat menghasilkan 50.kesulitan dan memenuhi kebutuhan Oksigen. Dalam waktu kurang lebih tiga bulan bobot ikan lele dumbo dapat mencapai 0. Kuning telur tersebut biasanya akan habis dalam waktu 3 hari. dan saluran pencernaan. Ikan lele sangkuriang juga memiliki tingkat pertumbuhan yang relatif cepat bila dibandingkan dengan ikan lele lokal. Lele sangkuriang merupakan hasil perkawinan antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6) lele. Larva tersebut setelah dibesarkan. 2010: 55).05 gram dan panjang tubuh 0. 11 .2 sampai 0.

yaitu produksi benih 2- 3cm. 3-4cm.0 Bobot Gram 0. Kematian juga sering 12 . dan kebutuhan lingkungan. 4-5cm. Tabel 1. Ukuran Benih Ikan Lele pada Rentang Umur Berbeda. Perkembangan benih ikan lele sangkuriang antara satu dengan lainnya dapat berbeda. 9-10cm. Pembagian tersebut didasarkan atas perbedaan dalam hal makanan.5 5 10 minimal Keseragaman % >90 >75 >75 >75 >75 ukuran Sumber: Badan Stardardisasi Nasional (2000: 4) Pendederan dalam budidaya perikanan biasa diartikan sebagai kegiatan membesarkan benih ikan lele hingga ukuran tertentu yang aman untuk dibudidayakan di media pembesaran. 7-8cm. diberikan dalam bentuk pelet yang dihaluskan dengan mesin (blender) atau digerus. Pendederan ikan lele untuk dijual dapat dibagi menjadi beberapa grade/kualitas. 5-6cm. Pada akhir masa pendederan I. II Pend.05 1 2. Pemisahan ukuran (grading) dilakukan 2 minggu setelah penebaran benih karena pada waktu tesebut sering terjadi kanibalisme. Kriteria Satuan Larva Pend. Pend. padat tebar.75. dengan ukuran pakan yang disesuaikan dengan bukaan mulut larva. yang oleh narasumber pembenih ikan lele. hal tersebut dapat disebabkan oleh kompetisi dan kanibalisme oleh benih yang berukuran lebih besar.Oleh karena itu pemberian pakan pada larva ikan lele baru dilaksanakan pada hari ke-4. 1-3 3-5 5-8 8-12 Panjang total 1. benih ikan lele mulai diperkenalkan dengan jenis pakan dalam bentuk tepung. III IV Umur Hari 2 20 30 54 75 maksimal Cm 0. 11-12cm. I Pend. >12cm.

Tabel 2. menjadi penyebab kematian benih karena kurangnya asupan pakan pada benih umur 4-14 hari. Berbagai penelitian membuktikan bahwa kualitas pakan termasuk nutrien mikro yang merupakan faktor penting yang berhubungan erat dengan kematangan 13 . Umur Ukuran Panen Tingkat No. Kebutuhan nutrisi untuk ikan-ikan budidaya yang tersedia umumnya hanya sebatas kebutuhan nutrien makro seperti lemak dan protein. Kriteria (hari) (cm) Kematian (%) 1 Pendederan I 1-3 0. yang tentu mengakibatkan kerugian disaat pakan benih juga mahal.75-1 20-35% 2 Pendederan II 14-21 2-3 15-20% 3 Pendederan III 40-54 5-6 <15% Sumber: Darseno (2010: 54-56) Peranan yang menguntungkan dari ikan lele adalah sebagai bahan makanan dan juga dapat dimanfaatkan sebagai ikan hias.diakibatkan oleh kondisi pakan yang kurang tepat diberikan karena ketidakmerataan pemberian. Kematian secara besar-besaran pada benih ikan lele biasanya disebabkan oleh pengaruh suhu lingkungan yang berubah-ubah terutama saat musim penghujan. Berita yang di terbitkan oleh Kompas (2011) bahwa pengakuan dari salah seorang pembudidaya ikan lele di Pangkal Pinang menyebutkan kematian benih akibat cuaca yang buruk menyebakan ribuan benih mati setaip harinya. selain itu sulitnya pakan alami tubifex sp. Menurut Darseno (2010: 54) kematian benih ikan lele dapat dikategorikan dalam tingkatan umur/pendederan seperti pada Tabel 2. Rata-rata Kematian Benih Lele hingga Pendederan Ke-3. namun pemenuhan nutrien mikro seperti vitamin dan mineral pada pakan masih sangat terbatas.

Syarat dari kualitas air. Jenis pakan alami yang sengaja diberikan. termasuk ikan untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhannya. sedangkan suhu untuk pertumbuhan benih ikan lele sangkuriang 26-30oC. Bahan baku dapat diolah secara sederhana atau 14 . lele sangkuriang tidak memerlukan kualitas air yang jernih atau mengalir seperti ikan-ikan lainnya. Pakan alami biasanya tumbuh secara alami di kolam tempat pemeliharaan ikan sebagai akibat dari proses pemupukan. Pakan buatan diramu dari beberapa bahan baku yang memiliki kandungan nutrisi spesifik. dan kualitas telur dan larva (Watanabe. Suhu air optimum dalam pemeliharaan ikan lele sangkuriang secara intensif adalah 25-30oC. Pakan terdapat dua macam yaitu pakan alami dan buatan. yaitu pakan alami sebagai makanan tambahan yang dikulturkan di media atau dibuat dengan proses tertentu pada ikan saat dibutuhkan. 1988: 65). Menurut Djoko (2006:22) bahwa dalam pemeliharaan di kolam. 2. meskipun ikan lele merupakan ikan yang tahan terhadap cekaman lingkungan. Kualitas air yang dianggap baik untuk kehidupan lele sangkuriang tersebut sebagai berikut. baik secara kimia maupun fisika tetap harus dipenuhi jika ingin sukses membudidayakan lele. Pakan Ikan Lele Pakan merupakan nama umum yang digunakan untuk menyebut makanan yang dimanfaatkan atau dimakan oleh hewan. Pakan alami adalah pakan yang digunakan ikan langsung dari alam. sedangkan pakan buatan adalah pakan yang dibuat oleh manusia. gonad. jumlah telur yang diproduksi.

Nutrien yang terkandung di dalam pakan buatan dapat diatur sesuai kebutuhan (Tabel 3). 2010: 1-5). Sebagai ikan karnivora. sehingga dalam penumbuhannya sering mengalami gangguan. Ikan-ikan besar yang berumur lebih dari 120 hari atau berat mencapai 60-75 gram pakan buatan berbentuk pelet (Mudjiman. dan daya cerna ikan. remah. selera makan. 2000: 45). Benih ikan yang berumur 3-20 hari pakan buatan berbentuk larutan dan burayak yang berumur 20-40 hari pakan buatan berbentuk tepung halus. sehingga dapat disimpan dalam jumlah yang banyak. tepung. pakan ikan lele harus banyak mengandung protein hewani. sehingga tidak ada ruang untuk tumbuhnya pakan alami. Pertumbuhan pakan alami juga sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. karena pemberian pakan buatan sangat menentukan keberhasilan dalam budidaya ikan. untuk beberapa waktu lamanya. crumble atau pasta (Mudjiman. Pakan buatan harus diberikan dalam jumlah yang cukup. Kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein 15 . tepat waktu dan berkesinambungan (Khairuman. Budidaya ikan lele secara semi-intensif maupun intensif sangat mengandalkan pakan buatan. 2000: 100-104).dioah di pabrik secara massal dan menghasilkan pakan buatan dalam bentuk pelet. Pakan alami susah untuk ditumbuhkan karena di dalam kolam pemeliharaan ikan biasanya diisi ikan dalam jumlah yang cukup banyak. Pakan buatan dapat dikeringkan. Benih glodongan umur 40-80 hari pakan buatan berbentuk tepung kasar. Bentuk pakan perlu disesuaikan dengan bukaan mulut ikan. sedangkan yang berumur 80-120 hari pakan buatan berbentuk remahan.

Daya melayang pakan dalam air juga perlu diperhatikan.025-40 Mineral 1.0 Sumber: Ghufran & Kordi (2008: 5) Pakan buatan memilliki sifat yang harus diperhatikan antara lain bentuk bahan makanan berupa tepung halus.(minimal 35-40%). Makanan ikan harus dibuat melayang- layang beberapa saat sebelum tenggelam. setiap hari ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Umumnya bau tepung ikan atau tepung udang dapat merangsang nafsu makan ikan (Mudjiman. Secara umum. karbohidrat (20-30%). Zat gizi Kebutuhan (%) Umur 7-40 hari Protein 35-40 Lemak 9. dapat pula dicetak agar lebih kompak dan padat sehingga tidak mudah pecah atau hancur. Pakan tambahan adalah pakan yang dibuat serta diberikan dengan tujuan untuk memenuhi komponen nutrisi tertentu yang sedikit disediakan 16 . vitamin dan mineral. yaitu salah satu faktor yang mempengaruhi daya tarik ikan terhadap makanan adalah bau dari makanan tersebut. Bahan baku yang halus akan lebih mudah dicerna dalam usus ikan karena ikan tidak mengunyah makanannya tetapi langsung ditelan.5-10%). Kebutuhan Nutrien Benih Ikan Lele.5-10 Karbohidrat 20-30 Vitamin 0. Tabel 3. 2000 : 74-75). dan usus ikan relatif pendek sehingga kesempatan untuk mencerna makanannya pun relatif singkat. Pakan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan. karena adonan akan dapat tercampur lebih merata. Sifat yang terakhir adalah daya tarik makanan. agar ikan memiliki kesempatan untuk memakan makanan tersebut. lemak (9.

BLOCH) merupakan jenis ikan air tawar lokal yang dapat hidup di sungai. Ikan ini dapat mempertahankan diri dengan cara mengubur diri dalam lumpur (Muslim. sebagai berikut: Kingdom : Animalia Filum : Chordata Kelas : Actinopteygii Ordo : Perciformes Famili : Channidae Genus : Channa Spesies : Channa striata. BLOCH 17 . Ikan gabus juga ditemukan di lingkungan dengan kondisi ekstrim seperti pada rawa yang kering. Pakan utama digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan pada sistem budidaya ikan secara intensif. parit. 3. atau bahkan tidak bisa disediakan sama sekali oleh pakan utama. BLOCH) Ikan gabus (Channa striata. bahkan perairan payau. danau. Jumlah pakan alami sama sekali tidak mencukupi kebutuhan ikan untuk menopang pertumbuhannya. Sedangkan pakan utama adalah pakan yang dibuat untuk menggantikan sebagian besar atau keseluruhan pakan alami. kolam. 2011: 48). 2012: 56). Penebaran ikan dengan populasi tinggi pada budidaya ikan secara intensif mengakibatkan kebutuhan terhadap nutrisi pokok harus bergantung dari pemberian pakan utama. bendungan. rawa. Adaptasi lingkungan yang baik memperlihatkan bahwa ikan gabus memiliki potensi tinggi dalam pembudidayaan karena mampu hidup dalam berbagai macam jenis ekosistem air. sawah. Klasifikasi ikan gabus secara taksonomi menurut (Ghufran. Ikan Gabus (Channa striata.

Gambar 2. Perhatian terhadap kandungan ikan gabus akhir-akhir ini semakin meningkat. BLOCH (Courtenay. Linea literalisnya sempurna dengan 52-57 sisik dan ikan ini mempunyai panjang sampai 110cm (Djuhanda & Tatang. Ikan gabus mempunyai ciri-ciri seluruh tubuh dan kepala ditutupi sisik sikloid dan stenoid. 2003: 33). Morfologi Channa striata. Ikan gabus telah diolah menjadi obat dan makanan kesehatan. Warna tubuh pada bagian punggung hijau kehitaman dan bagian perut berwarna krem atau putih. 1981: 4). Ikan gabus dipercaya dapat mempercepat penyembuhan luka sehingga dianjurkan untuk dikonsumsi pasien pasca- operasi.. 2004:74). Ikan gabus mengandung asam-asam amino esensial dan albumin 18 . tetapi juga digunakan untuk pengobatan. badannya pipih tegak ke arah belakang. Bentuk badan di bagian depan hampir bundar dengan kepala yang juga membulat tidak seperti ikan pada umumnya sehingga disebut ikan berkepala ular (snakehead fish). panjang dan semakin ke belakang semakin pipih (Makmur. et al. Manfaat ikan gabus tidak lagi hanya sebagai ikan konsumsi..

et al.7 %). dengan kandungan albumin paling tinggi sebesar 20. Kandungan Ikan Gabus (Channa striata.13 %.12 – 76. Kadar protein ikan gabus mencapai 20. didapatkan bahwa setelah ikan gabus segar dijadikan tepung atau konsentrat yaitu dengan menurunkan kadar air.. dkk. Protein Ikan Gabus dan Ikan Lain per 100 Gram Daging. (2014: 87). 4.8 % yang berarti lebih tinggi dibandingkan belida (16 %). 2002: 600-607). Fungsi dan peran albumin dalam tubuh yaitu albumin sebagai pengikat dan pengangkut. didapat protein ikan sebesar 64. ikan mas (16. Fe (Suprayitno. et al.7 Sumber: Mahmud.5 Ikan mas 16. 19 . pemberian ikan gabus dapat meningkatkan kadar serum albumin di dalam darah (Suprayitno. Cu. dan berfungsi sebagai pembawa dan pengangkut molekul metabolit dan obat (Nicholson. yang tinggi. Albumin akan mengikat secara lemah dan reversibel partikel yang bermuatan negatif dan positif. Ikan gabus mengandung protein yang relatif tinggi apabila dibandingkan dengan ikan jenis lainya. dkk.8 % dari total proteinya.8 Belida 16. Tabel 4. 2013: 17). 2013:18). BLOCH ) Ikan gabus mengandung senyawa-senyawa penting yang berguna bagi tubuh. yang berupa protein dengan albumin sebagain kandungan utama dan beberapa mineral seperti Zn.. (2005: 8) Penelitian yang dilakukan oleh Asfar.0 %). Mujair (13.0 Mujair 18. Ikan Protein (%) Gabus 20. seperti yang tercantum pada Tabel 5. dkk.

20 . Albumin dalam plasma darah berfungsi sebagai pengikat dan zat transport terutama mineral dan protein.49 % 4. sehingga pemberian albumin dapat mempercepat pengiriman zat-zat protein untuk pembentukan jaringan pada bagian tubuh yang terluka serta sebagai buffer dengan adanya muatan sisa dan molekul albumin yang jumlahnya relatif banyak dalam plasma. dan antioksidan. Kandungan Jumlah ikan gabus Gabus segar Konsentrat Total protein (TP) 20.76 % Air 77. namun apabila kadar air pada konsentrat ikut diperhatikan. anti-trombosit.Tabel 5.83%. (2013: 27) dan Asfar.92 % Jumlah Protein Albumin Protein Albumin 6. kandungan protein antara ikan gabus segar dan konsentrat memiliki porsi yang sama saja. Albumin berfungsi dalam pengaturan tekanan osmotik. et al. et al. meningkatkan permeabilitas dinding sel.13% Lemak 0.2 ml/100gr Sumber: Firlianty. Kadar albumin di dalam ikan gabus yang ditampilkan pada tabel diatas erat kaitanya dengan pertumbuhan.83 % 76. Albumin juga berperan mengikat obat-obatan serta logam berat yang tidak mudah larut dalam darah. Perbandingan Kandungan Gizi Ikan Gabus Segar dan Konsentrat.64 % 13. (2014: 87) Data pada tabel 5 menunjukkan bahwa kandungan protein ikan gabus (Channa striata. Kandungan konsentrat ikan gabus memiliki porsi protein yang lebih tinggi. BLOCH) yang masih segar sebesar 20.

1988: 70). berstruktur globular yang tersusun dari ikatan polipeptida tunggal dengan susunan asam amino. Albumin merupakan protein sederhana. Proses regenerasi dan pembentukan sel memerlukan protein sebagai bahan utama diantara zat lainnya. et al. Menurut Firlianty. Albumin dengan perlakuan suhu tinggi menyebabkan perubahan melemahnya enzim proteinase dan nilai daya cerna protein (Nielsen. (2013: 27) kualitas protein yang terkandung di dalam ikan genus Channa lebih baik dibandingkan 21 . kelaparan dan adanya patologi saluran cerna yang berkaitan dengan pencernaan dan disfungsi penyerapan protein. sehingga diperlukan perlakuan panas yang tepat pada struktur protein tersebut. Pengaruh perlakuan panas pada struktur albumin juga dapat melepaskan terbukanya struktur albumin. Gambar 3. Perlakuan panas dalam kondisi yang lama pada albumin akan menghasilkan perubahan struktur yang tidak baik yang terlihat dengan meningkatnya protein yang tidak larut dalam air.. Struktur albumin (Foegeding.1986: 104). Rendahnya kadar albumin di dalam darah biasanya ditemukan pada kasus-kasus malnutrisi. et al.

valin.032 Leusin 8.75 Glisin 12. et al.857 Arginin 8.dengan ikan lainya. histidin. Komposisi Asam Jumlah asam amino (gr asam amino/100 gr total Amino Channa asam amino) striata Esensial Histidin 2. yaitu asam amino esensial dan asam amino non-esensial. Ikan gabus memiliki protein esensial yang dibutuhkan oleh sel untuk pertumbuhan dan perbaikan membran.675 Methionin 3. BLOCH). Ikan gabus mengandung 8 jenis asam amino esensial diantaranya. et al. Kualitas protein yang terkandung dalam ikan gabus dapat ditentukan dari jenis dan jumlah asam aminonya.027 Threonin 5. arginin.43 Sumber: Lay-Harn.49 Alanin 10. Kandungan Asam Amino Ikan Gabus. Tabel 6.039 Non-esensial Aspartat 10.734 Isoleusin 5.490 Lisin 9.318 Valin 5. sedang asam amino non- esensial dapat diproduksi di dalam tubuh. (2013: 28) Asam amino pada umumnya dibagi dalam dua kategori.90 Glutamat 9.128 Fenilalanin 4. (2005: 24) dan Firlianty. Asam amino esensial sangat diperlukan oleh tubuh karena tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh dan hanya didapatkan dari pakan yang digunakan. methionin. Berikut kandungan asam-asam amino yang terdapat di dalam ikan gabus (Channa striata.77 Tirosin 2. 22 .40 Serin 5.

dan lisin. 1999: 21) 23 . Studi yang dilakukan oleh meyatakan bahwa neutrophil cenderung menggunakan glutamin dari pada glukosa dalam memproduksi ATP. et al. alanin. Arginin di dalam ikan gabus berfungsi dalam menstimulasi beberapa hormon penting seperti growth hormone (GH) dari pituitary dan insulin dari pankreas (Suprayitno.. isoleusin. Asam amino yang dominan dalam ikan gabus adalah glutamat. Glutamin juga berperan penting dalam biosintesis sitokinin (Curi. glisin. Pemberian arginin juga mampu menurunkan pengeluaran nitrogen ke saluran eksresi dengan mengatur keseimbangan nitrogen dalam tubuh. dkk. arginin. regulasi ekskresi nitrogen. 1998: 19). glutamat.. leusin. 2002: 27). leusin. mempercepat pemulihan jaringan. lisin. et al..fenilalanin. berfungsi dalam pertumbuhan. 2013: 3). et al. glisin. sehingga nitrogen dapat dimanfaatkan dalam proses replikasi sel dan pembentukan asam amino non-esensial (Lay- Harn. threonin. alanin.. Arginin dapat membantu tubuh dalam mempercepat proses penyembuhan luka dan sistem imun. Leusin juga berperan penting dalam melakukan stimulasi pada sel untuk mensintesis protein dan pertumbuhan. serin. mencegah degradasi massa otot dan kulit. aspartat. Leusin sebagai asam amino dalam ikan gabus memiliki kandungan tinggi dibanding ikan-ikan lainya. Glutamin bukan jenis asam amino esensial namun saat tubuh mengalami luka fibroblast akan menggunakan glutamin dalam penyembuhan (Mustafa. tirosin. dan 6 jenis asam amino non- esensial seperti aspartat.

Ikan gabus juga mengandung beberapa mineral lainya seperti Ca. reaksi hipersensitif.34 mg/100mL. Mineral /100mL Tembaga (Cu) 2. 24 . Defisiensi Zn dapat dikaitkan dengan perubahan dalam sistem kekebalan seperti penurunan fungsi-fungsi sel T dan B. Zn juga berperan dalam fungsi organ dan metabolisme dalam bentuk kofaktor enzim.34 mg Sumber: Santoso (2009: 59) Jumlah mineral Seng (Zn) pada ikan gabus memiliki kadar 3. Komponen mineral ikan gabus dapat dilihat pada Tabel 7 berikut: Tabel 7. Mineral yang Terkandung dalam Ekstrak Ikan Gabus.26 mg Zinc (Zn) 3. Cu. Zn juga berkaitan dengan sistem imun tubuh. Ikan gabus selain mengandung albumin dan protein esensial.34 mg Besi (Fe) 0. dan produksi sitokin. Defisiensi Zn juga menyebabkan gangguan resistensi antimikrobial dan proses penyembuhan luka. Zn merupakan mineral esensial dalam struktur dan fungsi membran sel.20 mg Kalsium (Ca) 2. Penambahan Zn juga mampu mengurangi kerusakan membran akibat inflamasi. fagositosis. Percepatan proses penyembuhan luka ini dikarenakan Zn berperan penting dalam sintesis protein dan di dalam replikasi sel. mulai dari sistem pertahanan hingga pengaturan pembentukan limfosit. Kandungan Zn pada ikan gabus menjadi faktor kunci pada peranan proses penyembuhan luka. juga mengandung mineral Zn yang penting pada sistem imun dan pertahanan tubuh untuk melawan infeksi oleh mikroorganisme. Zn sebagai komponen metaloenzim dan dibutuhkan hampir di seluruh proses metabolisme seluler. dan Fe.

dan penyakit. Pertumbuhan Ikan Tolak ukur kegiatan pembenihan ikan adalah pertumbuhan.5. Sedangkan faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan antara lain pakan dalam hubungan dengan kualitas. dimana banyak faktor yang mempengaruhinya. derajat keasaman. 25 . serta kandungan racun di dalam air. asam lemak. 2004: 150). Faktor ketersedian makanan sangat berperan dalam proses pertumbuhan. salinitas. Pertumbuhan pada benih ikan akan menentukan kualitas dan kuantitas dari hasil pembenihan. umur. Pertumbuhan merupakan pertambahan ukuran panjang atau berat dalam suatu waktu. Makanan yang penting bagi pertumbuhan adalah protein. Pertumbuhan merupakan proses biologi yang kompleks. enzim. selaput sel. mineral dan vitamin. karbohidrat. parasit. ditambah air serta Oksigen. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan meliputi faktor dalam dan faktor luar. Sintesis senyawa baru dan pemecahan kembali senyawa tersebut dilakukan untuk menyiapkan energi dan bahan bagi proses pertumbuhan (Fujaya. gliserol serta mineral disintesis menjadi senyawa dalam bentuk yang dibutuhkan tubuh. hormon. Faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan dari ikan yaitu keturunan. Di dalam sel. lemak. dan metabolisme lain-lain. jenis kelamin. asam amino. jumlah dan ukuran dan kualitas air dalam mendukung kehidupanya seperti suhu. misalnya pembentukan replikasi sel. Oksigen terlarut.

Jadi. Hal tersebut dipengaruhi oleh kemampuan cerna ikan dan jenis pakan ikan. dapat mengurangi penggunaan protein sebagai sumber energi. Kebutuhan karbohidrat. juga dipengaruhi hormon pertumbuhan. Sumber energi non-protein (karbohidrat dan lemak) apabila diberikan dengan tepat dalam pakan. maka fungsi protein untuk pertumbuhan dapat terlaksana (Efendi. dan protein dari pakan berbeda-beda pada setiap jenis ikan dan setiap tingkatan kehidupan ikan mulai dari larva hingga dewasa. Jika sumber energi non-protein cukup. Pertumbuhan dapat digunakan sebagai parameter untuk melihat kesehatan suatu individu atau populasi. metabolisme. Ikan pada awalnya memanfaatkan makanan untuk memelihara tubuh dan menggantikan sel-sel tubuh yang rusak. 2004: 31). 2004: 33). Pertumbuhan terjadi apabila terdapat sisa energi bebas dari pakan yang dimakan oleh ikan setelah dipakai untuk kelangsungan hidupnya (Fujaya. Ikan karnivora seperti ikan lele membutuhkan pakan dengan jumlah protein 26 . selain dipengaruhi kualitas makanan. Hormon pertumbuhan meningkatkan transpor asam amino melalui membran atau mempercepat proses kimia sintesis protein sehingga jaringan bertambah. Pertumbuhan yang terjadi dengan cepat mengindikasikan terjadinya kelimpahan makanan dan kondisi yang mendukung. Pertumbuhan jaringan atau organ. kemudian kelebihan makanan yang tersisa baru dimanfaatkan untuk pertumbuhan. dan aktivitas (pergerakan). pertumbuhan dipengaruhi oleh sumber energi pakan yang tersedia. lemak. seperti pemeliharaan tubuh.

Pemberian pakan yang dalam jumlah yang kurang menyebabkan ikan mudah terserang penyakit dan bahkan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasar ikan itu sendiri seperti untuk metabolisme. Hemoglobin Hemoglobin merupakan komponen utama eritrosit. Apabila jumlah hemoglobin dalam eritrosit rendah. Dampak penggunaan protein sebagai sumber energi yaitu terjadi penurunan bobot atau pertumbuhan terhenti karena ikan akan memanfaatkan cadangan proteinnya. 6. Cadangan protein dalam tubuh tidak dapat digunakan sebagai sumber energi dalam keadaan mendesak atau segera karena pemakaian protein sebagai energi memiliki jalur metabolisme yang lebih kompleks. 30% sedangkan ikan nila hanya membutuhkan protein sebesar 25% untuk menunjang kehidupanya. Kualitas darah dan warna merah darah ditentukan oleh kadar hemoglobin. maka kemampuan eritrosit membawa Oksigen ke seluruh jaringan tubuh juga akan menurun 27 . Hemoglobin adalah suatu protein yang banyak mengandung zat Besi (Fe) dan berperan penting dalam membawa Oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Pemberian pakan yang berlebihan akan menyebabkan perairan menjadi kotor dan mengurangi nafsu makan ikan itu sendiri sehingga pertumbuhan menjadi terhambat. akibatnya pertumbuhan terhambat dan bahkan bisa menyebabkan kematian. serta kebutuhan dalam aktivitas tubuhnya seperti pertumbuhan dan reproduksi.

Tahap dasar kimiawi pembentukan hemoglobin pertama-tama adalah suksinil-KoA yang dibentuk dalam siklus krebs berikatan dengan glisin untuk membentuk molekul pirol. Hemoglobin dapat diukur secara kimia dalam jumlah Hb/100ml darah dan dapat digunakan sebagai indeks kapasitas pembawa Oksigen pada darah. empat senyawa pirol bersatu membentuk senyawa protoporfirin yang kemudian berikatan dengan Besi membentuk molekul hem. Selanjutnya. 2001:710). Hemoglobin merupakan suatu protein kompleks yang tersusun dari protein globin dan suatu senyawa bukan protein yang dinamai heme. 2007: 17). Hemoglobin adalah indikator yang digunakan secara luas untuk menetapkan prevalensi anemia. hemoglobin berfungsi untuk mengikat Oksigen (O2). Akhirnya. Dengan banyaknya Oksigen yang dapat diikat dan dibawa oleh darah dan adanya Hb dalam sel darah merah. pasokan Oksigen ke berbagai tempat di seluruh tubuh bahkan yang paling terpencil dan terisolasi sekalipun akan tercapai (Lukistyowati & Windarti. maka retikulosit tetap membentuk hemoglobin selama beberapa hari berikutnya.. 2001: 145). Dalam sel darah merah. Kandungan hemoglobin yang rendah dengan demikian mengindikasikan anemia (Bastiawan. dkk.dan tubuh menjadi kekurangan Oksigen. Hal ini akan menyebabkan terjadinya anemia (Salasia. sintesis hemoglobin dimulai dalam proeritoblas dan kemudian dilanjutkan sampai tingkat retikulosit. empat molekul 28 . Menurut Guyton & Hall (1997: 534). karena ketika retikulosit meninggalkan sumsum tulang dan masuk ke dalam aliran darah. dkk..

hem berikatan dengan satu molekul globin. Tipe- tipe rantai itu disebut rantai alfa. total membentuk 4 molekul Oksigen yang dapat diangkut oleh setiap molekul hemoglobin. Jumlah total Besi dalam tubuh lebih kurang 65 persennya dijumpai dalam bentuk hemoglobin.458. Zat ini terutama diperlukan dalam hemopoBesis (pembentukan darah). rantai beta. Karena setiap rantai mempunyai sekelompok prostetik heme. 1997: 536). bergantung pada susunan asam amino dibagian polipeptida. yaitu dalam sintesa hemoglobin (Hb). rantai gamma. 1 persen dalam bentuk macam-macam senyawa heme yang meningkatkan oksidasi intraseluler. 0. Penurunan kadar Hb dapat terjadi karena terhambatnya proses pembentukkan hemoglobin dalam darah. khususnya dalam bentuk feritin (Guyton & Hall. sehingga protein yang membawa ion ferro hasil pemecahan eritrosit sebagai bahan 29 . Zat Besi merupakan mikroelemen yang esensial bagi tubuh. suatu globulin yang disintesis dalam ribosom reticulum endoplasma untuk membentuk hemoglobin. dan rantai delta. maka terdapat empat atom Besi dalam setiap molekul hemoglobin. masing-masing dapat berikatan dengan 1 molekul Oksigen. Sekitar 4 persennya dalam bentuk mioglobin. Terdapat beberapa variasi kecil pada rantai sub unit hemoglobin yang berbeda. Hemoglobin A mempunyai berat molekul 64.1 persen bergabung dengan protein transferin dalam plasma darah dan 15-30 persen terutama disimpan dalam sistem retikuloendotelial dan sel parenkim hati. Penghambatan ini terjadi karena kurangnya pasokan zat Besi akibat terganggunya fungsi hepatosit.

Selain oleh faktor zat Besi. Bila DNA tidak diproduksi. koenzim vitamin B12 sangat diperlukan untuk sintesis DNA. 2001: 44). dan suksinil-koA. 2004: 67). vitamin B6 atau piridoksin. Dalam sumsum tulang. Protein yang berupa asam amino glisin dan suksinil-koA tersebut diperlukan untuk menjadikan protoporfirin dan akhirnya menjadi heme setelah berinteraksi dengan zat Besi dengan bantuan enzim ferrocelatase. biotin. metode ini biasanya digunakan untuk ikan dengan ukuran kecil yang susah untuk menyemprotkan darahnya ke jarum spuit. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya anemia karena daya angkut hemoglobin menjadi sangat terbatas. erythroblast tidak membelah diri tetapi membesar menjadi megaloblast (Winarno. dan vitamin B12 (Fujaya. a. metode ini merupakan metode yang aman digunakan karena ikan masih dapat hidup setelah proses sampling 30 . Hal ini akan mengakibatkan tidak terbentuknya heme sebagai bahan penyusun Hb. Pengambilan sampel darah pada ikan menurut Hebb (2010: 5-7) untuk pengujian darah misalnya kadar hemoglobin dapat dilakukan melalui berberapa metode antara lain. vitamin B6. b. sedangkan untuk sintesis globin diperlukan asam amino.pembentukkan hemoglobin tidak terbentuk. vitamin B12. kadar Hb juga dipengaruhi juga oleh asam amino glisin. Pemotongan ekor. terutama sel-sel dalam sumsum tulang dan saluran pencernaan. Menusuk vena caudal. Vitamin B12 berperan dalam menjaga agar sel-sel berfungsi normal. asam folat.

Metode ini dilakukan dengan menusuk vena pada bagian ujung tulang belakang dekat ekor. Tusukan aorta dorsal. merupakan cara terkahir saat sampling darah susah dilakukan dengan metode vena caudal. Gambar 4. Pengambilan darah pada ikan dengan berberapa metode. dengan menusuk saluran aorta lewat lekukan insang kedua di bagian dorsal dan dapat dilakukan dengan membuka mulut ikan d. dapat secara lateral maupun ventral. (Diambil dari Ferguson. Menusuk bagian jantung. dan aorta dorsal. Dilakukan dengan menusuk jantung yang berada tepat di posisi belakang insang setelah lekukan “V” pada insang ikan. c. darah dilakukan. 2005:73) 31 .

pakan tidak efisien. Kerangka Pikir Permintaan bibit ikan lele Semakin tinggi Mengatur Menginginkan benih cepat Mengatur lingkungan tumbuh dan berhasil hidup pakan Hasil tidak sejalan: Pertumbuhan lambat. albumin dan mineral penting Pertumbuhan Kadar (Berat dan Panjang) Hemoglobin Gambar 5. BLOCH) pada pakan komersial terhadap pertumbuhan dan kadar hemoglobin Ikan Lele ( Clarias geriepinus VAR.B. 32 . Skema kerangka pikir pengaruh pemberian tepung ikan gabus (Channa striata.). daya tahan lemah Substitusi tepung ikan gabus pada pakan pelet komersial Ikan gabus mengandung protein.

Ada pengaruh perbedaan variasi dosis tepung ikan gabus dalam pakan komersial terhadap kadar hemoglobin ikan lele. 2. 33 . Ada pengaruh perbedaan variasi dosis tepung ikan gabus dalam pakan komersial terhadap pertumbuhan ikan lele. Hipotesis Penelitian 1.C.