You are on page 1of 8

Praktikum Jalan Civil Engineering’16

AS – 03

PEMERIKSAAN TITIK LEMBEK ASPAL DAN TER

(SNI 0666-2434-1991)

1. Tujuan

1.1 Tujuan Praktikum
 Mengerti prosedur pengujian secara esensial
 Mampu mengukur/menentukan nilai/suhu titik lembek aspal
1.2 Tujuan Pemeriksaan

Agar mahasiswa mampu dan mengerti untuk dapat menentukan nilai/suhu titik
lembek aspal yang memenuhi spesifikasi Bina Marga Tahun 2010

2. Terminologi
- Duplo
Istilah yang menyatakan bahwa sampel yang diuji adalah ganda dan
dipersiapkan, dibuat dan dijaga pada kondisi yang sama
- Ring & Ball
Istilah umum yang digunakan untuk menyatakan jenis praktikum ini
(pemeriksaan titik lembek aspal dan ter), karena peralatan utama yang
digunakan adalah seperangkat cincin kuningan dan bola baja.

3. Teori Dasar
Aspal adalah material termoplastik yang secara bertahap mencair, sesuai
dengan pertambahan suhu dan berlaku sebaliknya pada pengurangan suhu. Namun
demikian perilaku/respon material aspal tersebut terhadap suhu pada prinsipnya
membentuk suatu spektrum/beragam, tergantung dari komposisi unsur-unsur
penyusunnya.
Percobaan ini dibuat karena pelembekan (softening) bahan-bahan aspal dan ter,
tidak terjadi secara sekejap pada suhu tertentu, tapi lebih merupakan perubahan

KAYUSLAN / F 210 16 047 Tadulako University

1 Peralatan yang Digunakan 1) Cincin kuningan 2) Bola baja. diameter 9.AlatPemanas Sumber: Modul Praktikum Jalan Raya KAYUSLAN / F 210 16 047 Tadulako University . artinya penambahan suhu pada percobaan hendaknya berlangsung secara gradual dalam jenjang yang halus. Oleh sebab itu.55 gr 3) Dudukan benda uji.53 mm berat 3. 4. 5) Termometer. Gambar 1.45 gr sampai 3. hendaknya mengikuti sifat dasar tersebut. setiap prosedur yang dipergunakan/di-adopt untuk menentukan titik lembek aspal atau ter. lengkap dengan pengarah bola baja dan plat dasar yang mempunyai jarak tertentu. dapat mengukur titk lembek bahan semisolid sampai solid. 6) Penjepit 7) Alat pengarah bola. Praktikum Jalan Civil Engineering’16 gradual seiring penambahan suhu. Prosedur Praktikum (AASHTO T 53-89: 1990) 4. Metoda Ring and Ball yang umumnya diterapkan pada bahan aspal dan ter ini. 4) Bejana gelas tahan pemanasan mendadak diameter dalam 8.5 cm dengan tinggi dan tinggi + 12 cm.

Praktikum Jalan Civil Engineering’16 Gambar2 :BejanaGelasTahanPanasdanAlat “Ring and Ball” Sumber: Modul Praktikum Jalan Raya 4. menuang contoh ke dalam dua buah cincin. diamkan pada suhu kurang- kurangnya 8oC di bawah titik lembeknya sekurang-kurangnya 30 menit. Pemanasan dan pengadukan dilakukan perlahan- lahan agar gelembung-gelembung udara cepat keluar.2 Penyiapan Sampel 1) Memanaskan contoh aspal perlahan-lahan sambil diaduk terus menerus hingga cair merata. Prosedur persiapan benda uji yang harus diperhatikan adalah: KAYUSLAN / F 210 16 047 Tadulako University . dan meletakkan kedua cincin di atas pelat kuningan yang telah diberi lapisan dari campuran talk dan sabun. Suhu pemanasan aspal tidak melebihi 56oC di atas titik lembeknya dan untuk aspal tidak melebihi 111oC di atas titik lembeknya. 5) Setelah dingin. ratakan permukaan contoh dalam cincin dengan pisau yang telah dipanaskan. 3) Memanaskan 2 buah cincin sampai mencapai suhu tuang contoh. 2) Setelah cair merata. 4) Menuang contoh ke dalam 2 buah cincin.

KAYUSLAN / F 210 16 047 Tadulako University . Untuk 3 menit pertama perbedaan kecepatan pemanasan tidak boleh melebihi 0. 3) Larutan gliserin dan talk digunakan pada permukaan alat besi bagian atas bukan pada dinding ring benda uji. di dalam oven tidak lebih dari 2 jam. 2) Mengisi bejana dengan air suling baru. 5) Proses penuangan sampai percobaan selesai tidak boleh kurang dari 240 menit.5oC/menit. dipotong dengan spatula panas lalu disimpan dalam ruangan pendingin (± 5°C) selama 30 menit. 4) Contoh aspal yang telah dipanaskan. Praktikum Jalan Civil Engineering’16 1) Suhu pemanasan aspal maksimal adalah titik lembek perkiraan ditambah 50°C (kira-kira 100°C). Kemudian memasukkan seluruh peralatan tersebut ke dalam bejana gelas. 4. dengan suhu (5 ± 1) oC sehingga tinggi permukaan air berkisar antara 101.4 mm. 5) Meletakkan bola-bola baja yang bersuhu 5oC di atas dan di tengah permukaan masing-masing benda uji yang bersuhu 5oC menggunakan penjepit dengan memasang kembali pengarah bola.6 mm sampai 108 mm. 4) Memeriksa dan mengatur jarak antara permukaan pelat dasar benda uji sehingga menjadi 25.7 mm dari tiap cincin). 3) Meletakkan termometer yang sesuai untuk pekerjaan ini di antara kedua benda uji (kurang lebih dari 12. 2) Lamanya pemanasan di atas api tidak lebih dari 30 menit. 6) Memanaskan bejana sehingga kenaikan suhu menjadi 5oC permenit.3 Pengujian Titik Lembek 1) Memasang dan mengatur kedua benda uji di atas kedudukan dan meletakkan pengarah bola di atasnya. dituang ke dalam cetakan benda uji dan diamkan selama 30 menit.

Titik lembek rata-rata = (49.5° C )/ 2 = 49.Nilai Penetrasi Rata-rata = 72.5° C .65° C . dimana nilai spesifikasi titik lembek ≥ 48° C.5 div Penentuan nilai penetrasi indeks ( PI ) : PI = (20 – 500 A) / (1 + 50A) Dimana. Berdasarkan spesifikasi titik lembek aspal penetrasi 60/70. Syarat : 0.5/ 3.06 PI ≥ -1 Jika : PI (+) berarti aspal kurang peka terhadap temperatur PI (-) berarti aspal peka terhadap temperatur KAYUSLAN / F 210 16 047 Tadulako University .5 div) / (49.05 = -0.Untuk sampel I. di peroleh titk lembek 49.0.0423) = .8° C . PI = (20 – 500 A) / (1 + 50A) = (20 – 500 x 0. Praktikum Jalan Civil Engineering’16 5 Perhitungan dan Pelaporan Dari hasil percobaan diperoleh data sebagai berikut : .0423 Sehingga.65° C – 25) = 0.8° C + 49.65°C . A = (Log 800 – Log PEN) / (Titik Lembek – 25) = (Log 800 – Log 72. di peroleh titk lembek 49. Bersama-sama dengan nilai penetrasi digunakan untuk menentukan titik PI (Indeks Penetrasi) yang merupakan tingkat kepekaan aspal terhadap temperatur.Untuk sampel II.015 ≤ A ≤ 0.369 6 Diskusi Pada percobaan pengujian titik lembek aspal diperoleh nilai rata-rata titik lembek adalah 49.0423) / (1 + 50 x 0. maka aspal yang digunakan memenuhi syarat titik lembek.

60 50 40 Suhu (°C) 30 Sampel 1 Sampel 2 20 10 0 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000 1100 1200 Waktu.369.369 Dari hasil perhitungan Indeks Penetrasi (PI).65°C . KAYUSLAN / F 210 16 047 Tadulako University . Hal ini menunjukkan bahwa aspal peka terhadap temperatur. t (detik) Gambar 3 : Grafik hubungan antara suhu dan waktu Berdasarkan grafik diatas dapat disimpulkan bahwa sampel 2 lebih peka terhadap suhu dibanding dengan sampel 1. Praktikum Jalan Civil Engineering’16 Hasil pengujian : . PEN = 72. Aspal yang tinggi titik lembeknya kurang peka terhadap temperatur.5 div . Titik lembek = 49. A = 0. yaitu proses pelaksanaan penghamparan dan pemadatan campuran aspal yang semakin mudah.0423 . Semakin tinggi titik lembek. diperoleh nilai PI = -0. maka semakin baik sebagai bahan pengikat. sedangkan aspal yang tidak peka terhadap temperatur akan mempunyai workability yang tinggi. PI = -0.

perhatikan suhu yang berada di gelas bejana agar hasil yang diperoleh memenuhi spesifikasi. 7 Kesimpulan dan Saran 7. Praktikum Jalan Civil Engineering’16 Fungsi dilapangan untuk percobaan titik lembek ialah berhubungan dengan stabilitas perkerasan akibat beban lalu lintas dan temperatur. Saran Pada pengujian penetrasi bahan – bahan bitumen.8 oC dan pada sempel II mencapai titik lembek pada suhu 49. Dan waktu pembacaan untuk kenaikan suhu setiap 5 oC/menit diperhatikan .  Percobaan dilakukan dengan 2 sampel sekaligus agar waktu pembacaan sama antara kedua sampel pada suhu yang sama.65 oC menunjukkan bahwa nilai titik lembek memenuhi spesifikasi Umum Bina Marga devisi 6 Tahun 2010 revisi 3 yaitu > 48 oC. Sedangkan untuk fungsi indeks penetrsai (PI) di lapangan ialah berhubungan dengan workability.1 Kesimpulan Dari hasil percobaan pengujian titik lember pada sampel I mencapai titik lempek pada suhu 49.5 oC. sehingga didapatkan nilai rata-rata sebesar 49. KAYUSLAN / F 210 16 047 Tadulako University . Apabila dari suatu perkerjaan duplo terjadi perebedaan suhu dalam 6 menit melebihi 1°C maka pekerjaan harus diulangi. sampel yang telah diuji dapat digunakan dalam perkerasan jalan.

Praktikum Jalan Civil Engineering’16 KAYUSLAN / F 210 16 047 Tadulako University .