You are on page 1of 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP

)
DIABETES MELLITUS

OLEH :
FAJAR NUSANTARA NIM 1311 0110 82

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

2016

suatu keadaan gula darah yang tingginya suda h membahayakan. Insulin memberi sinyal kepada sel tubuh agar menyerap gluko sa. diharapkan pasien maupun keluarga pasien mengetahui dan memahami akan penyakit diabetes mellitus dan cara menanganinya. IDENTIFIKASI MASALAH Diabetes adalah suatu penyakit karena tubuh tidak mampu mengendalikan jumlah gula.I. terkadang menyebabkan komplikasi seperti kebutaan dan stroke.Meskipun begitu. PENGANTAR Bidang studi : Keperawatan Topik : Diabetes Mellitus Sasaran : Pasien dan keluarga pasien ruang Melati Hari/tanggal : Kamis. Ini menyebabkan hiperglikemia. atau suntikan insulin secara teratur. Insulin. . Pasien / keluarga pasien dapat menjelaskan pengertian diabetes mellitus. penyakit ini lama kelamaan minta korban juga. Faktor utama pada diabetes ialah insulin. II. suatu hormon yang dihasilkan oleh kelompok sel beta di pankreas. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) Setelah mengikuti penyuluhan ini. Diabetes biasanya dapat dikendalikan dengan makanan yang rendah kadar gulanya. Apabila tubuh menghasilkan terlampau sedikit insulin atau jika sel tubuh tidak menanggapi insulin dengan tepat terjadilah diabetes. atau glukosa dalam aliran darah. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK) Setelah mengikuti penyuluhan : a. bekerja dengan hormon pankreas lain yang disebut glukagon. 01 September 2016 Jam : 10. obat yang di minum. juga mengendalikan jumlah glukosa dalam darah.00 WIB Waktu : 20 menit Tempat : Ruang Melati RSD Balung Jember III. IV.

Leaflet VIII. MATERI Terlampir VI. V. MEDIA a. c. METODE a. Pasien /keluarga pasien dapat menerapkan penanganan penyakit diabetes mellitus. KEGIATAN PEMBELAJARAN N Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan o peserta Pembukaan: -Memberi salam -Menjawab -Menjelaskantujuan penyuluhan salam - 1 2 menit Mendengark an dan memperhatik an 2 8 menit Pelaksanaan: -Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan - dan teratur Mendengark -Materi: an dan Pengertian diabetes mellitus menyimak Penyebab dan tanda gejala diabetes mellitus pembicara Penanganan diabetes mellitus . b. Ceramah b. Tanya jawab VII. Materi SAP b. Pasien / keluarga pasien mengerti tentang penyebab juga tanda dan gejala diabetes mellitus.

01 September 2016 Sasaran Pemberi penyuluhan Pasien / Keluarga Mahasiswa Mengetahui. Evaluasi: a. Pasien /keluarga pasien mampu menjelaskan menjawab 3 8 menit tentang penyebab juga tanda dan gejala pertanyaan diabetes mellitus. Pembimbing Klinik Ns. LAMPIRAN MATERI 1. dan b. Pasien /keluarga pasien mampu menerapkan penanganan penyakit diabetes mellitus. PENGESAHAN Jember. S. Penutup: 4 2 menit -Mengucapkan terima kasih dan salam -Menjawab salam IX.1980 0716 2010 01 2015 X. Pasien /keluarga pasien mampu menjelaskan -Bertanya pengertian diabetes mellitus. Pengertian . c. Chusnawiyah.Kep NIP.

2007). Tipe I: Insulin Dependent Diabetes Melitus (IDDM) / Diabetes Melitus tergantung insulin (DMTI) Lima persen sampai sepuluh persen penderita diabetik adalah tipe I. Diabetes berasal dari bahasa Yunani yang berarti “mengalirkan atau mengalihkan” (siphon). Awitannya mendadak biasanya terjadi sebelum usia 30 tahun. Mellitus berasal dari bahasa latin yang bermakna manis atau madu.Tipe II: Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) / Diabetes Mellitus tak tergantung insulin (DMTTI) Sembilan puluh persen sampai 95% penderita diabetik adalah tipe II. kerja insulin atau kedua-duanya. saraf. ginjal. disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron (Mansjoer dkk. diabetus merupakan suatu kelompok panyakit metabolik dengan karakterristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin. suplemen dengan preparat hipoglikemik (suntikan insulin dibutuhkan. 2009). Penyakit diabetes melitus dapat diartikan individu yang mengalirkan volume urine yang banyak dengan kadar glukosa tinggi. Pengobatan pertama adalah dengan diit dan olah raga. Diperlukan suntikan insulin untuk mengontrol kadar gula darah. Sel-sel beta dari pankreas yang normalnya menghasilkan insulin dihancurkan oleh proses autoimun. Diabetes Melitus (DM) adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal. Diabetes melitus adalah penyakit hiperglikemia yang ditandai dengan ketidakadaan absolute insulin atau penurunan relative insensitivitas sel terhadap insulin (Corwin. 2009) a). jika preparat oral . jika kenaikan kadar glukosa darah menetap. yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata. KLASIFIKASI Dokumen konsesus tahun 1997 oleh American Diabetes Association’s Expert Committee on the Diagnosis and Classification of Diabetes Melitus. Menurut American Diabetes Association (ADA) tahun 2005. 2. Kondisi ini diakibatkan oleh penurunan sensitivitas terhadap insulin (resisten insulin) atau akibat penurunan jumlah pembentukan insulin. b). dan pembuluh darah. menjabarkan 4 kategori utama diabetes. yaitu: (Corwin.

Kecenderungan genetic ini ditentukan pada individu yang memililiki tipe antigen HLA (Human Leucocyte Antigen) tertentu. Faktor genetic : Penderita diabetes tidak mewarisi diabetes tipe I itu sendiri tetapi mewarisi suatu presdisposisi atau kecenderungan genetic kearah terjadinya diabetes tipe I. sebagai contoh hasil penyelidikan menyatakan bahwa virus atau toksin tertentu dapat memicu proses autoimun yang dapat menimbulkan destuksi sel β pancreas. b. Faktor lingkungan Faktor eksternal yang dapat memicu destruksi sel β pancreas. b). DMTTI ditandai dengan kelainan dalam sekresi insulin . factor genetic diperkirakan memegang peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin. Diabetes Melitus tergantung insulin (DMTI) a. Terjadi paling sering pada mereka yang berusia lebih dari 30 tahun dan pada mereka yang obesitas. dan penyakit dengan karakteristik gangguan endokrin. DM tipe lain Karena kelainan genetik. sindroma penyakit lain. infeksi. Ini merupakan respon abnormal dimana antibody terarah pada jaringan normal tubuh dengan cara bereaksi terhadap jaringan tersebut yang dianggapnya seolah-olah sebagai jaringan asing. tidak dapat mengontrol hiperglikemia). obat. penyakit pankreas (trauma pankreatik). Diabetes Melitus tak tergantung insulin (DMTTI) penyakitnya mempunyai pola familiar yang kuat. 3. Diabetes Melitus tak tergantung insulin (DMTTI) Secara pasti penyebab dari DM tipe II ini belum diketahui. c). antibodi. Faktor imunologi : Pada diabetes tipe I terdapat bukti adanya suatu respon autoimun. c. ETIOLOGI a). d). HLA merupakan kumpulan gen yang bertanggung jawab atas antigen tranplantasi dan proses imun lainnya. Diabetes Kehamilan: Gestasional Diabetes Melitus (GDM) Diabetes yang terjadi pada wanita hamil yang sebelumnya tidak mengidap diabetes.

terutama dijumpai pada orang dewasa. Diabetes Tipe II a. Diabetes Tipe I a. Hal ini dapat disebabkan oleh berkurangnya jumlah tempat reseptor yang responsif insulin pada membran sel. nyeri abdomen. Insulin mula-mula mengikat dirinya kepada reseptor-reseptor permukaan sel tertentu. intoleransi glukosa progresif . Akibatnya terjadi penggabungan abnormal antara komplek reseptor insulin dengan system transport glukosa. 1995 cit Indriastuti 2008). Kadar glukosa normal dapat dipertahankan dalam waktu yang cukup lama dan meningkatkan sekresi insulin. Obesitas c. Pada pasien dengan DMTTI terdapat kelainan dalam pengikatan insulin dengan reseptor. polifagia c. keletihan dan kelemahan d. kemudian terjadi reaksi intraselluler yang meningkatkan transport glukosa menembus membran sel. diantaranya adalah: a. ketoasidosis diabetik (mual. nafas bau buah. tetapi pada akhirnya sekresi insulin yang beredar tidak lagi memadai untuk mempertahankan euglikemia (Price. poliuria. Diabetes Melitus tipe II disebut juga Diabetes Melitus tidak tergantung insulin (DMTTI) atau Non Insulin Dependent Diabetes Melitus (NIDDM) yang merupakan suatu kelompok heterogen bentuk-bentuk Diabetes yang lebih ringan. hiperglikemia berpuasa b. muntah. Usia (resistensi insulin cenderung meningkat pada usia di atas 65 tahun) b. Riwayat keluarga d. Faktor risiko yang berhubungan dengan proses terjadinya DM tipe II. MANIFESTASI KLINIS 1. kematian) 2. tetapi terkadang dapat timbul pada masa kanak-kanak. maupun dalam kerja insulin. ada perubahan tingkat kesadaran. diuresis osmotik. glukosuria. koma. Pada awalnya tampak terdapat resistensi dari sel-sel sasaran terhadap kerja insulin. hiperventilasi. lambat (selama tahunan). polidipsia. Kelompok etnik 4.

neuropati. polidipsia. HIPOGLIKEMIA/ KOMA HIPOGLIKEMIA Hipoglikemik adalah kadar gula darah yang rendah. Kadar gula darah yang normal 60-100 mg% yang bergantung pada berbagai keadaan. infeksi vaginal. Pada hipoglikemik yang disebabkan oleh pemberian long-acting insulin dan pemberian diabetic oral maka diperlukan infuse yang berkelanjutan. Komplikasi akut Komplikasi akut terjadi sebagai akibat dari ketidakseimbangan jangka pendek dari glukosa darah a. dan jantung maka harus diatasi factor penyebab kegagalan ketiga organ ini. Hipoglikemi yang disebabkan oleh kegagalan glikoneogenesis yang terjadi pada penyakit hati. Tiap keadaan hipoglikemia harus diberikan 50 cc D50 W dalam waktu 3-5 menit dan nilai status pasien dilanjutkan dengan D5 W atau D10 W bergantung pada tingkat hipoglikemia. d. Diagnosa dibuat dari tanda klinis dengan gejala hipoglikemik terjadi bila kadar gula darah dibawah 50 mg% atau 40 mg% pada pemeriksaaan darah jari. penyakit vaskular perifer) 5. b. poliuria. SINDROM HIPERGLIKEMIK HIPEROSMOLAR NON KETOTIK (HHNC/ HONK). Pengatasan hipoglikemi dapat diberikan bolus glukosa 40% dan biasanya kembali sadar pada pasien dengan tipe 1. mudah tersinggung. KOMPLIKASI Komplikasi yang berkaitan dengan kedua tipe DM (Diabetes Melitus) digolongkan sebagai akut dan kronik (Mansjoer dkk. gejala seringkali ringan mencakup keletihan. Salah satu bentuk dari kegawatan hipoglikemik adalah koma hipoglikemik. Penatalaksanaan kegawat daruratan: a. b. 2007) 1. komplikasi jangka panjang (retinopati. b. penglihatan kabur c. . ginjal. luka pada kulit yang sembuhnya lama. c.

Etiologi Tidak adanya insulin atau tidak cukupnya jumlah insulin yang nyata. tidak terdapat asidosis dan fungsi ginjal pada umumnya terganggu dimana BUN banding kreatinin lebih dari 30 : 1. mual. yang dapat disebabkan oleh : 1) Insulin tidak diberikan atau diberikan dengan dosis yang dikurangi 2) Keadaan sakit atau infeksi 3) Manifestasi pertama pada penyakit diabetes yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati. kehilangan elektrolit dan asidosis. Tanda dan Gejala Hiperglikemi pada ketoasidosis diabetik akan menimbulkan poliuri dan polidipsi (peningktan rasa haus). Selain itu . Konsentrasi gula darah lebih dari 600 mg bahkan sampai 2000. elektrolit natrium berkisar antara 100 – 150 mEq per liter kalium bervariasi. kelemahan dan sakit kepala. Penurunan volume dapat menimbulkan hipotensi yang nyata disertai denyut nadi lemah dan cepat. Disamping itu pasien dapat mengalami penglihatan yang kabur. Nafas pasien mungkin berbau aseton (bau manis seperti buah) sebagai akibat dari meningkatnya kadar badan keton. c. Pasien dengan penurunann volume intravaskuler yang nyata mungkin akan menderita hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg atau lebih pada saat berdiri). Nyeri abdomen dan gejala-gejala fisik pada pemeriksaan dapat begitu berat sehingga tampaknya terjadi sesuatu proses intrabdominal yang memerlukan tindakan pembedahan. osmolitas darah tinggi melewati 350 mOsm perkilogram. HONK adalah keadaan hiperglikemi dan hiperosmoliti tanpa terdapatnya ketosis. muntah dan nyeri abdomen. tidak terdapat aseton. Ketosisis dan asidosis yang merupakan ciri khas diabetes ketoasidosis menimbulkan gejala gastrointestinal seperti anoreksia. KETOASIDOSIS DIABETIC (KAD) Pengertian DM Ketoasidosis adalah komplikasi akut diabetes mellitus yang ditandai dengan dehidrasi.

PENATALAKSANAAN 1. Rentan infeksi. Menekan dan menunda timbulnya penyakit angiopati diabetik d. mengenai sirkulasi koroner. yaitu : 1) Diet Syarat diet DM hendaknya dapat : a. hal ini biasanya tergantung pada osmolaritas plasma (konsentrasi partikel aktif-osmosis). Pernapasan Kussmaul ini menggambarkan upaya tubuh untuk mengurangi asidosis guna melawan efek dari pembentukan badan keton. Memperbaiki kesehatan umum penderita b. vaskular perifer dan vaskular serebral. hiperventilasi (didertai pernapasan yang sangat dalam tetapi tidak berat/sulit) dapat terjadi. Ulkus/ gangren/ kaki diabetik 6. Makrovaskular (penyakit pembuluh darah besar). Medis Tujuan utama terapi DM adalah mencoba menormalkan aktivitas insulin dan kadar glukosa darah dalam upaya mengurangi terjadinya komplikasi vaskuler serta neuropatik. 3. 2. mengenai mata (retinopati) dan ginjal (nefropati). Mikrovaskular (penyakit pembuluh darah kecil). 1. Kontrol kadar glukosa darah untuk memperlambat atau menunda awitan baik komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular. mengenai saraf sensorik-motorik dan autonomi serta menunjang masalah seperti impotensi dan ulkus pada kaki. Memberikan modifikasi diit sesuai dengan keadaan penderita . Pasien dapat sadar. Komplikasi kronik Umumnya terjadi 10 sampai 15 tahun setelah awitan. 2. Tujuan terapeutik pada setiap tipe DM adalah mencapai kadar glukosa darah normal tanpa terjadi hipoglikemia dan gangguan serius pada pola aktivitas pasien. Ada lima komponen dalam penatalaksanaan DM. 4. Penyakit neuropati. seperti tuberkulosis paru dan infeksi saluran kemih 5. Perubahan status mental bervariasi antara pasien yang satu dan lainnya. Mengarahkan pada berat badan normal c. mengantuk (letargik) atau koma.

melalui bermacam-macam cara atau media misalnya: leaflet. adalah : a. dan sebagainya. b. Jenis : boleh dimakan / tidak Dalam melaksanakan diit diabetes sehari-hari hendaklah diikuti pedoman 3 J yaitu: a. berarti pula mengurangi insulin resisten pada penderita dengan kegemukan atau menambah jumlah reseptor insulin dan meningkatkan sensivitas insulin dengan reseptornya.e. Meningkatkan kadar kolesterol – high density lipoprotein e. Penentuan jumlah kalori Diit Diabetes Mellitus harus disesuaikan oleh status gizi penderita. jangan dikurangi atau ditambah b. jenis makanan yang manis harus dihindari d. 3) Penyuluhan Penyuluhan merupakan salah satu bentuk penyuluhan kesehatan kepada penderita DM. kaset video. Jumlah sesuai kebutuhan b. Jadwal diet ketat c. jadwal diit harus sesuai dengan intervalnya c. f. 4) Obat 1) Tablet OAD (Oral Antidiabetes)/ Obat Hipoglikemik Oral (OHO) . jumlah kalori yang diberikan harus habis. TV. Meningkatkan kepekaan insulin. maka latihan akan dirangsang pembentukan glikogen baru. adalah : a. penentuan gizi dilaksanakan dengan menghitung Percentage of Relative Body Weight (BBR = berat badan normal) 2) Latihan Beberapa kegunaan latihan teratur setiap hari bagi penderita DM. Menurunkan kolesterol (total) dan trigliserida dalam darah karena pembakaran asam lemak menjadi lebih baik. diskusi kelompok. apabila dikerjakan setiap 1 1/2 jam sesudah makan. Mencegah kegemukan bila ditambah latihan pagi dan sore c. Memperbaiki aliran perifer dan menambah suplai oksigen d. Kadar glukosa otot dan hati menjadi berkurang. Menarik dan mudah diberikan Prinsip diet DM. poster.

tetapi mempunyai efek lain yang dapat meningkatkan efektivitas insulin. Menghambat glukoneogenesis di hati . 3) Mekanisme kerja Biguanida Biguanida tidak mempunyai efek pankreatik. menurunkan ambang sekresi insulin dam meningkatkan sekresi insulin sebagai akibat rangsangan glukosa. sesudah suntikan subcutan. yaitu : a) Biguanida pada tingkat prereseptor → ekstra pankreatik .2) Mekanisme kerja sulfanilurea Obat ini bekerja dengan cara menstimulasi pelepasan insulin yang tersimpan. Indikasi penggunaan insulin a) DM tipe I b) DM tipe II yang pada saat tertentu tidak dapat dirawat dengan OAD c) DM kehamilan 2. Buku Ajar keperawtan medikal bedah. Jakarta: EGC . Menghambat absorpsi karbohidrat . Beberapa cara pemberian insulin Suntikan insulin subkutan Insulin regular mencapai puncak kerjanya pada 1 – 4 jam. 2002. kecepatan absorpsi di tempat suntikan tergantung pada beberapa faktor antara lain : DAFTAR PUSTAKA Brunner & Suddarth. Obat golongan ini biasanya diberikan pada penderita dengan berat badan normal dan masih bisa dipakai pada pasien yang berat badannya sedikit lebih. Meningkatkan afinitas pada reseptor insulin b) Biguanida pada tingkat reseptor : meningkatkan jumlah reseptor insulin c) Biguanida pada tingkat pascareseptor: mempunyai efek intraselluler 2) Insulin 1. edisi 8 vol 3.

Nursing Outcomes Classification (NOC) Second Edition. Diagnosa Keperawatan. T..Carpenito. 1996. edisi 6. Kapita Selekta Kedokteran. 2008. Nursing Interventions Classification (NIC) Second Edition. 2000. Jilid 1 edisi 3. Agenda Gawat Darurat (Critical Care). Panduan Diagnosa Keperawatan NANDA 2005-2006. et all. C. 2009.J. Laporan Asuhan Keperawatan Pada Ny. 3 Edisi Revisi. 2000.. Na. Buku Saku Patofisiologi.J. 2008. New Jersey: Upper Saddle River Mansjoer. 2007. Bandung: Penerbit PT Alumni Santosa. 2007. L. New Jersey: Upper Saddle River Rab. Jakarta: Media Aesculapius Mc Closkey. Aplikasi pada Praktik Klinis. Jakarta: Prima Medika . et all. A dkk. Budi. J Dengan Efusi Pleura dan Diabetes Mellitus Di Bougenvil 4 RSUP dr Sardjito Yogyakarta. EJ. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Johnson. Jakarta: EGC Corwin. Jakarta: EGC Indriastuti. M.