You are on page 1of 23

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hipertensi adalah masalah kesehatan yang cukup serius di seluruh dunia. Disamping
angka kejadiannya yang meningkat secara terus-menerus, hipertensi juga dapat
menyebabkan beberapa komplikasi yang yang berakibat fatal dari menurunkan kualitas
hidup penderita hingga dapat menyebabkan kematian. Menurut World Health
Organization (WHO) (2005), hipertensi merupakan faktor risiko dari tingginya angka
kejadian penyakit kardiovaskular di seluruh dunia.
Secara global, tingginya tekanan darah diperkirakan menjadi penyebab 7,1 juta
kematian atau sekitar 13% dari kesuluruhan penyebab kematian. Sekitar 62% penyakit
serebrovaskular dan 49% penyakit jantung iskemik disebabkan oleh hipertensi. Bahkan di
dunia, hipertensi menjadi beban finansial yang cukup besar, baik bagi masyarakat
maupun sistem kesehatan dan menghabiskan banyak sumber daya.
Hingga saat ini, angka kejadian hipertensi di seluruh dunia cukup tinggi, dan memiliki
kecenderungan untuk mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 1980 jumlah
penderita hipertensi ditemukan sebanyak 600 juta penderita dan mengalami peningkatan
menjadi hampir 1 miliar pada tahun 2008 (WHO, 2013). Laporan statistik kesehatan
dunia 2012 menyebutkan bahwa satu dari tiga orang dewasa di seluruh dunia menderita
hipertensi.
Di Indonesia sendiri pada tahun 1995, satu dari sepuluh orang berusia diatas 18 tahun
mengalami hipertensi. Sedangkan pada tahun 2007, prevalensi kejadiannya meningakat
menjadi satu dari tiga orang berusia di atas 18 tahun mengalami hipertensi. Presentase
kejadian hipertensi di Indonesia adalah sebesar 31,7% dari penduduk Indonesia, dan
diketahui bahwah 76,1% dari keseluruhan penderita hipertensi tidak menyadari
mengalami hipertensi (Kemenkes, 2013).
Di Provinsi Kalimantan Timur prevalensi kejadian hipertensi adalah sebesar 31,3%
dan prevalensi kejadiannya di Kota Bontang adalah sebesar 27,2% dari keseluruhan
penduduk (RISKESDAS, 2007). Sedangkan untuk di wilayah kerja puskesmas Bontang
Utara II, yang meliputi dua kelurahan yaitu kelurahan loktuan dan guntung, prevalensi
hipertensi masing-masing adalah sebesar 12% dan 28%. Paling banyak dialami pada

kelompok usia antara 45-54 tahun dan paling banyak terjadi pada jenis kelamin
perempuan.
Kejadian hipertensi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dalam penelitian yang
dilakukan Agnesia (2012), melaporkan bahwa faktor yang menyebabkan hipertensi
adalah umur karena semakin lanjut usia semakin berisiko terkena hipertensi. Faktor lain
yang berpengaruh adalah faktor genetik, obesitas dan kebiasaan merokok. Sedangkan
dalam penelitian lain yang dilakukan oleh Ade dkk (2009), melaporkan bahwa kejadian
hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: usia >45 tahun (89,1%), berjenis
kelamin wanita (56,5%), faktor keturunan (65,2%), merokok (56,5%), dan pola asupan
garam (65,2%).
Dalam hal ini, pemerintah Indonesia sudah melakukan upaya-upaya untuk mengatasi
kejadian hipertensi ini antaranya adalah mengembangkan dan memperkuat kegiatan
deteksi dini hipertensi secara aktif (skrining), meningkatkan akses masyarakat terhadap
pelayanan deteksi dini melalui kegiatan posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM),
meningkatkan akses pasien terhadap pengobatan hipertensi melalui revitalisasi Puskesmas
untuk pengendalian PTM (Kemenkes, 2012). Upaya menurunkan konsekuensi timbulnya
penyakit hipertensi di butuhkan deteksi awal dan manajemen kesehatan yang efektif.
Kegiatan identifikasi faktor risiko diharapkan mampu mendeteksi kasus hipertensi secara
efektif (Anggraini, dkk., 2008).
Mengingat pentingnya tugas tenaga kesehatan Puskesmas dalam menanggulangi
kasus PTM di masyarakat terutama kasus hipertensi, penulis bermaksud melaksanakan
mini project mengenai program kelas hipertensi. Melalui upaya tersebut diaharapkan
Puskesmas menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat serta melakukan
pelayanan yang lebih holistik terutama terhadap kasus-kasus hipertensi dalam masyarakat
melalui program pemberdayaan masyarakat.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

a. Kasus hipertensi di Indonesia melalui hasil RISKESDAS tahun 2013 masih tinggi
dan termasuk lima besar penyakit terbanyak yang diderita.

b. Melakukan pemberdayaan masyarakat dengan pembentukan kader hipertensi yang dilatih oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas c.3 Tujuan Program a. c. . Bagi Puskesmas : Membantu Puskesmas dalam menjalankan program PROLANIS terutama Hipertensi melalui optimalisasi pemberdayaan masyarakat. Puskesmas Bontang Utara 2 belum memiliki program yang secara khusus ditujukan untuk kasus hipertensi secara menyeluruh. 1. Pemerintah berupaya menurunkan angka kasus hipertensi dengan berbagai program yang ditekankan pada revitalisasi peran Puskesmas dan pemberdayaan masyrakat. Menekan angka komplikasi pada pasien hipertensi usia produktif dengan edukasi perubahan gaya hidup dan kepatuhan minum obat b.4 Manfaat Program a. Bagi Dokter Internship : sebagai sarana bagi Dokter untuk belajar melakukan pembinaan terhadap masyarakat sebagai bekal menjalankan Profesi kedepannya. c. Membuat program khusus hipertensi yang terintegrasi dengan program lain yang sudah berjalan di puskesmas seperti POSBINDU Penyakit Tidak Menular (PTM). Bagi Masyarakat : Meningkatkan kepedulian masyarakat tentang penyakit Hipertensi pada usia produktif. 1. b.

1 Berdasarkan Etiologi a. Hampir semua consensus/ pedoman utama baik dari dalam walaupun luarnegeri. 2015) 2. Adapun pembagian derajat keparahan hipertensi pada seseorang merupakan salah satu dasar penentuan tatalaksana hipertensi. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.Hipertensi benigna bersifat progresif lambat. 2013). Gagal Ginjal Kronik. Hipertensi esensial dapat diklasifikasikan sebagai benigna dan maligna. ginjal. Hipertensi Primer atau Esensial Menurut National Heart. mata.1 Definisi Hipertensi Hipertensi. JenisHipertensi ini cenderung terjadi pada seseorang selama bertahun-tahun seumurhidupnya (NHLBI. Lung. Hipertensi esensial sendiri merupakan 95%dari seluruh kasus Hipertensi (Yogiantaro. pada pemeriksaan yang berulang. Tekanan darah sistolik merupakan pengukuran utama yang menjadi dasar penentuan diagnosis hipertensi. juga dikenal sebagai tekanan darah tinggi. Dimana Hipertensi dapat meningkatkanrisiko terhadap Penyakit Jantung. menyatakan bahwa seseorang akan dikatakan hipertensi bila memiliki tekanan darah sistolik = 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik = 90 mmHg. dan kecacatan (WHO.2015). Organ sasaran utama keadaan ini adalah jantung. 2006).2. Hipertensi Sekunder . otak.2 Klasifikasi Hipertensi 2. Hipertensi primer atau esensial adalah jenis yang paling umum dari Hipertensi. adalah masalahkesehatan masyarakat yang mendunia. (Pedoman Tatalaksana Hipertensi Pada Penyakit Kardiovaskular. Stroke. Hipertensi esensial didefinisikan sebagai Hipertensiyang tidak diketahui penyebabnya.2010). b. sedangkan Hipertensi malignaadalah suatu keadaan klinis dalam penyakit Hipertensi yang bertambah beratdengan cepat sehingga dapat menyebabkan kerusakan berat pada berbagai organ. Hipertensimaligna bisa diartikan sebagai Hipertensi berat dengan tekanan diastolic lebihtinggi dari 120 mmHg (Price dan Wilson. kematianPremature. and Blood Institute (NHLBI).

2015). 2. Hipertensi sekunder sudah diketahuipenyebabnya seperti disebabkan oleh penyakit ginjal (parenkim ginjal).3 Gejala Klinis Hipertensi Sebagian besar penderita Hipertensi tidak memiliki gejala sama sekali. 2013).peningkatan resistensi pembuluh sistemik atau keduanya. and Treatment of High Blood Pressure (JNC7) tahun 2004 klasifikasi tekanan darah pada orang dewasa terbagi menjadikelompok normal. Detection. Apapun penyebabnya tekanan arteri naik karena terjadi peningkatan curah jantung.2014). Ada kesalahan pemikiran yang sering terjadi pada masyarakat bahwa penderita hipertensi selalu merasakan gejala penyakit. 2015). pra-Hipertensi. endoktrin (gangguan aldosteronisme primer).renovaskular. Hipertensi sekunder adalah Hipertensi yang disebabkan oleh penyakit lain atau kelainan organik yang jelas diketahui dan meliputi 2-10% dari seluruhpenderita Hipertensi (Madhur.Jenis Hipertensi sekunder sering sekali dapat diobati. Peningkatan curahjantung sering sekali di sertai penambahan volume darah dan aktivasineurohumonal di jantung (Klabunde. Hipertensi sekunder disebabkan oleh kondisi medis lain atau penggunaan obat-obatan tertentu.1 Klasifikasi Hipertensi 2. Evaluation. dan obat – obatan (Widyanto dan Triwibowo. Jenis ini biasanya sembuh setelah penyebabnyadiobati atau dihilangkan (NHLBI.2 Berdasarkan Tekanan Darah Sistolik (TDS) dan Tekanan Darah Diastolik (TDD) Berdasarkan The Seventh Report of The Joint National Committee onPrevention.2. tetapi kenyataanya adalah justrukebanyakan penderita Hipertensi tidak merasakan adanya gejala penyakit samasekali. sleep apnea. Hipertensi derajat 1 dan derajat 2. Hipertensi terkadang menimbulkan gejala . Tabel 2. kehamilan(preeklampsia).

5% perempuan dan kasus terendah pada kelompok umur 20. United States (HUS). Gejala-gejala tersebutberbahaya jika diabaikan.1% laki-laki dan 6. maka jumlah pasien dengan Hipertensi kemungkinan besarakan bertambah. kawasan Asia Tenggara.1 %(laki-laki 29.2012.8% perempuan (CDC.penderita Hipertensi di USA menurut data karakteristik umur dengan kasustertinggi pada kelompok umur ≥ 75 tahun yaitu 66. 2014). Dan didapatkandata penderita Hipertensi berdasarkan jenis kelamin.1%) dan . nyeri dada.1 Distribusi dan Frekuensi a. Berdasarkan data Health.0% danpada perempuan 44.4% (laki-laki 59. Dan didapatkan data penderita Hipertensi berdasarkan ras dan etnis di USA. 2010). 2013). 2015). Penelitian di Taiwan olehLu FH pada tahun 2000 menunjukkan prevalensi penderita Hipertensi usia diatas65 tahun 60. dan pendarahan di hidung. pada laki-laki 62. dimana dariseluruh warga USA pada 2009.seperti sakit kepala. Berdasarkan Orang Data epidemiologis menunjukkan bahwa dengan semakin meningkatnya populasi usia lanjut.9%) yang sebelumnya 31.4% penderita Hipertensiberlanjut menderita tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.7% (HUS.diam(silent killer) dan sangat penting bagi semua orang untuk mengetahui tekanandarahnya (WHO.1% dan perempuan 61.34 tahun yaitu 11. 2015). dimana baik Hipertensi sistolik maupun kombinasi Hipertensisistolik dan diastolik sering timbul pada lebih dari separuh orang berusia > 65tahun (Yogiantoro. Hipertensi merupakan tanda peringatan yang serius dimana dibutuhkan perubahan gaya hidup. 2014.4. Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC). pada tahun 2010 terdapat 36% orang dewasa yang menderita Hipertensi (Yuliantari.pusing.4% dan perempuan 33. tetapi bukan merupakan pertanda pasti dari penyakitHipertensi. orang dewasa berusia ≥ 20 tahun denganHipertensi (didiagnosis dan tidak terdiagnosis) 47. palpitasi. 2.4 Epidemiologi Hipertensi 2.7% laki-laki dan 78. sesak napas.2 Hipertensi Berdasarkan Ras dan Etnis Di USA Di Asia. Hipertensi dapat membunuh secara diam.sebagai berikut : Tabel 2.

8% dan kasus terendah pada kelompok umur 15.8%) dibandingkan dengan laki. sedangkan prevalensi terendah di Amerika 35%. Penderita Hipertensi di Indonesia menurut data karakteristikkelompok umur dengan kasus tertinggi pada kelompok umur ≥ 75 tahun yaitu63. prevalensi Hipertensi pada penduduk umur ≥ 18 pada tahun 2007 di Indonesia menurut provinsi. Berdasarkan Tempat Hipertensi menyerang baik populasi dari negara yang berpendapatanrendah dan negara yang berpendapatan menengah dimana sistem penanganankesehatannya lemah. prevalensi Hipertensi lebih tinggi diperkotaan (26. 2013). dan menurun kembali di tahun2009-2012 (30.9%).3%(laki-laki 29.0%).8%) (Kemenkes.9%(dari 31. Berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah. 2015). c.24 tahun yaitu 8.5%) (Kemenkes RI. b. penderita Hipertensi tertinggi pada perempuan(28.5%.1%). Pada tahun 2008 di seluruh dunia kurang lebih 40% dariorang dewasa berusia ≥ 25 tahun telah didiagnosis menderita Hipertensi.yang telah terdiagnosis adalah 29. dan Papua yang terendah (16. Sedangkan pada tahun 2013 prevalensi tertinggi di Provinsi BangkaBelitung (30.7%.6%) dan terendah di Papua Barat(20. 2013). negara-negara berpendapatan tinggi memiliki prevalensi penderitaHipertensi yang lebih rendah (WHO.8%) (Kuswardhani.0%) (HUS. Berdasarkan data orang dewasa berusia ≥ 20 tahun prevalensi penderitaHipertensi di USA pada jenis kelamin laki-laki dan perempuan tahun 1999. dibandingkan di perdesaan (25. prevalensiHipertensi tertinggi di Kalimantan Selatan (39.Berdasarkan karakteristik tempat tinggal.2%) kasus Hipertensi di masyarakat tidakterdiagnosis.8%) (Kemenkes RI.7% dan perempuan 28. prevalensi Hipertensi pada penduduk umur 18 tahun ke atas tahun 2007 di Indonesia adalah sebesar 31.laki (22. Danberdasarkan data di Indonesia.2006 (31.7% menjadi .3%).2007). Prevalensi Hipertensi di Indonesia berdasarkan hasil pengukuran pada umur≥18 tahun sebagian besar (63.Diketahui penderita Hipertensi yang berusia ≥ 25 tahun tertinggi di daerah Afrikadengan prevalensi 46% .2002(30. 2014). Berdasarkan Waktu Penderita penyakit Hipertensi berdasarkan waktu berbeda setiap tahunnya. Berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah. meningkat di tahun 2003.7%. Prevalensi Hipertensi pada umur ≥18 tahun di Indonesia yang pernahdidiagnosis tenaga kesehatan atau sedang minum obat Hipertensi sendiri sebesar 9.Sedangkan jika dibandingkan dengan tahun 2013 terjadi penurunan sebesar 5. 2013).1%). Secarakeseluruhan.

Angka kejadian (prevalensi) Hipertensi pada orang usia muda masa kuliah berkisar 2-3%. Tekanan darah cenderung naik seiring bertambahnya usia. tekanan darah. Umur Usia cenderung menjadi faktor risiko yang sangat kuat.Pengaturan tekanan darah yaitu refleks baroreseptor pada usia lanjutsensitivitasnya sudah berkurang. 2014). maka tekanan darah jugaakan meningkat. Pengaruh genetik ini sangat bervariasi. c.Peranan faktor genetik pada . sehinggapembuluh darah akan berangsur-angsur menyempit dan menjadi kaku. Penurunan ini bisa terjadi karena berbagai macamfaktor. risiko untukmeningkatnya penyakit Hipertensi akan lebih tinggi juga seiring bertambahnyausia (CDC. dinding arteri akan mengalami penebalanoleh karena adanya penumpukan zat kolagen pada lapisan otot.sementara prevalensi Hipertensi pada manula berkisar 65% atau lebih (Townsend.2 Faktor yang Mempengaruhi a. Kurang Olahraga / Aktivitas Fisik Olahraga teratur adalah suatu kebiasaan yang memberikan banyak keuntungan seperti berkurangnya berat badan.4. Tekanandarah sistolik meningkat karena kelenturan pembuluh darah besar yang berkurangpada penambahan umur sampai dekade ketujuh sedangkan tekanan darah diastolikmeningkat sampai dekade kelima dan keenam kemudian menetap atau cenderungMenurun. dilaporkansekitar 15% pada populasi tertentu sampai dengan 60% pada populasi lainnya.25.8%). Setelah umur 45 tahun. olahraga teratur dapatmengurangi kekakuan pembuluh darah dan meningkatkan daya tahan jantung danparu-paru sehingga dapat menurunkan tekanan darah (Widyanto dan Triwibowo.2010). Peningkatan umur akan menyebabkan beberapa perubahan fisiologis. 2015). Dalam kaitannya dengan Hipertensi.2013). 2. seperti alat pengukur tensi yang berbeda dan masyarakat yang sudah mulaisadar akan bahaya penyakit Hipertensi (Kemenkes RI. Hipertensi merupakan penyakit multifaktorial yang munculnya oleh karenainteraksi berbagai faktor. (Kumar et al. kolesterol sertapenyakit jantung. Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga Hipertensi esensial merupakan penyakit multifaktorial yang dipengaruhi faktor genetik dan lingkungan. 2005). b. pada usia lanjut terjadi peningkatan resistensi perifer dan aktivitas simpatik. Dengan bertambahnya umur.

. Sebagian besar natrium kitadapatkan berasal dari makanan olahan dan makanan restoran. d. Tidak cukup makankalium juga bisa meningkatkan tekanan darah. Zat kalium dapat ditemukan padamakanan seperti pisang. kentang. Berat Badan / Obesitas Seseorang lebih berisiko mengalami pra-Hipertensi maupun menderita Hipertensi jika memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Dibuktikan pula bahwa kecenderunganHipertensi lebih besar pada kembar monozigot dibandingan dizigot. subjek dengan dua atau lebih anak turunan pertama (firstdegree relatives) mempunyai kecenderungan mengalami Hipertensi empat kalipada umur 40 tahun.etiologi Hipertensi didukung oleh penelitian yangmembuktikan bahwa Hipertensi terjadi di antara keluarga terdekat walaupundalam lingkungan yang berbeda. 2008). e. 2015). Makin besar massa tubuh. Asupan Natrium Diet yang terlalu tinggi natrium dan terlalu rendah kalium dapat meningkatkan risiko terserang Hipertensi. Dibandingkan subyek yang tanpariwayat Hipertensi. Penurununan tekanan darahkarena penurunan berat badan terkait juga dengan penurunan massa lemakvisceral. 2014). Pada orang yang obesitas terjadi peningkatan kerja pada jantung untukmemompa darah. 2011). Berat badan berlebihan menyebabkan bertambahnya volumedarah dan perluasan sistem sirkulasi. Hubungan antara pengurangan berat badan dan pengurangan tekanan darah tampaknya saling berhubungan. sedangkan Hipertensi yang terjadi pada umur 70 tahunbiasanya tidak mempunyai komponen genetik (Bakri dan Lawrencce. Pengurangan 1 kg berat badan dapatmengurangi tekanan darah sebesar 2 atau 1 mmHg. Hal ini mengakibatkan volume darah yang beredar melalui pembuluh darahakan meningkat sehingga tekanan pada dinding arteri menjadi lebih besar (Frisoliet al. dan yogurt (CDC. kacang-kacangan. Istilah “berat badanberlebih” dan "obesitas" merujuk pada berat badan yang lebih besar dari apa yangdianggap sehat untuk tinggi badan tertentu (NHLBI. Demikianjuga dalam keluarga. tiga kali pada umur sebelum 50 tahun. dan dua kali padaumur sebelum 60 tahun. Makan terlalu banyak unsur natriumdalam garam dapat meningkatkan tekanan darah. hubungan antara tekanan darah orang tua lebih erat dengananak biologis dibandingkan anak adopsi. makin banyak pula suplai darah yang dibutuhkan untuk memasok oksigen dan nutrisi ke jaringantubuh.

emosional. Hispanik.2015). Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi. i. Setelah usia 55 tahun. 2013).laki cenderung memiliki gaya hidup yang dapat meningkatkantekanan darah dibandingkan perempuan.laki (NHLBI. Kondisi tersebut pada suatu saatakan mempengaruhi kesehatan fisik seseorang. diduga terjadi melalui saraf simpatis.Karena itu. dan spiritual seseorang. Tekanan darah laki.f. danorang Alaska (CDC. Rasio terjadinya Hipertensi antara pria dan perempuan sekitar 2. h. Suku Orang berkulit hitam lebih sering menderita Hipertensi daripada orang berkulit putih.6 untuk kenaikan tekanan darahdiastole. Jenis Kelamin Sebelum usia 55 tahun laki. 2015). g.2015). Peningkatan aktivitas sarafsimpatis dapat meningkatkan tekanan darah secara intermitten (tidak menentu). kebiasaan merokok yang terus dilanjutkan ketika memiliki tekanandarah tinggi. 2013). Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko diabetes. Dan mengkonsumsi alkohol sedang (moderate) diperkirakan punya efekprotektif (Bustan. dan stroke. Konsumsi Alkohol (Minuman Keras) dan Merokok Hipertensi akan meninggi jika meminum alkohol lebih dari tiga kali dalam sehari. Laki. orang Indian. merupakan kombinasi yang sangat berbahaya yang akan memicupenyakit. Stress Stress terjadi karena ketidakmampuan mengatasi ancaman yang dihadapi mental. . Hubungan stress denganHipertensi. fisik.29untuk kenaikan tekanan darah sistol dan 3. Laki-laki cenderung mengalami tekanan darah tinggi dibandingkan dengan perempuan. orang Asia. dapat mengakibatkan tekanan darah menetaptinggi (Widyanto dan Triwibowo. 2015). perempuan lebih mungkinmenderita Hipertensi dibandingkan laki.laki lebih mungkin menderita Hipertensi dibandingkan perempuan. Kecenderungan seorang perempuan terkena Hipertensi terjadi pada saat menopause karena faktor hormonal (Widyanto dan Triwibowo.laki mulaimeningkat ketika usianya berada pada rentang 35- 50 tahun. orang Kepulauan Pasifik.penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah (Irianto. serangan jantung.Apabila stress berkepanjangan.

Untuk mengencerkannya. Pertumbuhan ini disebut plak. 2) Sistem renin-angiotensin Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin II dari angiotensin I oleh angiotensin I-converting enzyme (ACE).6%) (Bustan. kelainan aliran darah. a. terendah di lembahBaliem Jaya. obstruksi luminal. Angiotensin II inilah yang memiliki peranan kunci dalam menaikkan tekanan darah melalui dua aksi utama. Sel endotel pembuluh darah juga memiliki peran penting dalam pengontrolan pembuluh darah jantung dengan cara memproduksi sejumlah vasoaktif local yaitu molekul oksidanitrit dan peptida endotelium. 2015). Meningkatkan sekresi Anti-Diuretic Hormone (ADH) dan rasa haus. yang berusaha untuk mempertahankan kestabilan tekanan darah dalam jangka panjang reflek kardio vascular melalui system saraf termasuk system control yang bereaksi segera. Terjadi inflamasi pada dinding pembuluh darah dan terbentuk deposit substansi lemak.5 Patofisiologi Tubuh memiliki sistem yang berfungsi mencegah perubahan tekanan darah secara akut yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi. Aterosklerosis merupakan proses multifaktorial.Orang kulit hitam (black) lebih banyak daripada kulit putih (white).sementara itu ditemukan variasi antar suku di Indonesia. Disfungsi endothelium banyak terjadi pada kasus hipertensi primer. 1) Perubahan anatomi dan fisiologi pembuluh darah Aterosklerosis adalah kelainan pada pembuluh darah yang ditandai dengan penebalan dan hilangnya elastisitas arteri. sehingga menjadi pekat dan tinggi osmolalitasnya. Dengan meningkatnya ADH. Kestabilan tekanan darah jangka panjang dipertahankan oleh sistem yang mengatur jumlah cairan tubuh yang melibatkan berbagai organ terutama ginjal. Pertumbuhan plak di bawah lapisan tunika intima akan memperkecil lumen pembuluh darah. sangat sedikit urin yang diekskresikan keluar tubuh (anti diuresis). kalsium dan berbagai substansi lainnya dalam lapisan pembuluh darah. 2. kolesterol. dan tertinggi di Sukabumi (suku Sunda).6%). volume cairan ekstraseluler akan ditingkatkan . pengurangan suplai oksigen pada organ atau bagian tubuh tertentu. Papua (0. Jawa Barat(28. produk sampah seluler.

Naiknya konsentrasi NaCl akan diencerkan kembali dengan cara meningkatkan volume cairan ekstra seluler yang pada gilirannya akan meningkatkan volume dan tekanan darah. Pada titik ini. 3) Sistem saraf simpatis Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak di pusat vasomotor. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras saraf simpatis. yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah. Akibatnya. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak kebawah melalui saraf simpatis ke ganglia simpatis. Faktor-faktor yang mempengaruhitekanandarah . dengan cara menarik cairan dari bagian intraseluler. yang pada akhirnya akan meningkatkan tekanan darah. volume darah meningkat. Menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal. b. pada medula di otak. neuron preganglion melepaskan asetilkolin. dimana dengan dilepaskannya norepinefrin mengakibatkan konstriksi pembuluh dara Gambar 1. aldosteron akan mengurangi ekskresi NaCl (garam) dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus ginjal. Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler. yang berlanjut kebawah kekorda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ke ganglia simpatis di toraks dan abdomen.

Gangguan Pada Otak (Stroke) Tekanan yang tinggi pada pembuluh darah otak mengakibatkan pembuluh sulit meregang sehingga darah yang ke otak kekurangan oksigen. 2013) Hipertensi dapat mengganggu saluran pernapasan sehingga menyebabkan beberapa penyakit saluran pernapasan sering disebut dengan Hipertensi pulmonal. 2013). Dari beberapa penelitian dilaporkan bahwa penyakit Hipertensi yang tidakterkontrol dapat menyebabkan peluang tujuh kali lebih besar terkena stroke. Hipertensi dapat meyebabkankomplikasi lain seperti DM. a. 2014).6 Komplikasi Hipertensi Hipertensi dapat menimbulkan kerusakan organ tubuh. Gangguan penyakityang bisa terjadi adalah serangan iskemik otak sementara (transient ischaemicattack). 2009). Tekanan di dalam pembuluh darah juga bisa menyebabkan darahmerembes keluar dan masuk ke dalam otak. tekanan di sisi jantung dan di arteri membawa darah dariventrikel kanan ke paru-paru biasanya rendah dan jauh lebih rendah dari tekanandarah sistolik atau diastolik.2. arteri paru-paru dapat mempersempit pembuluh darah dan kemudian darah tidakmengalir sehingga menghasilkan darah yang kurang banyak mengandung oksigen(CDC. dan retinopati (Yogiantoro. baik secara langsung maupun tidak langsung. Penyakit Jantung Hipertensi adalah suatu kondisi di mana tekanan pembuluh darah secara terus- menerus meningkat. kelebihan berat badan atauobesitas. biasanya initerjadi secara mendadak dan menyebabkan kerusakan otak. enamkali lebih besar terkena congestive heart failure. dan tiga kali lebih besar terkenaserangan jantung (Rahajeng dan Tuminah. penyakit arteri perifer. dan gangguan kognitif lain (WHO.organ target yang umumditemui pada pasien Hipertensi adalah : penyakit jantung. Hipertensi bisa menyebabkan serangan jantung danpembengkakan jantung yang pada akhirnya menjadi penyakit gagal jantung(WHO. Kerusakan organ. kolesterol yang tinggi. b. Ketika tekanan dalam arteri ini terlalu tinggi. 2013). penyakit ginjal. Jantung memompa darah dari ventrikel kananke paru-paru untuk mendapatkan oksigen. .Hipertensi pulmonal terjadi ketika tekanan di dalam pembuluh darah yang menujujantung ke paru-paru terlalu tinggi. Semakin tinggi tekanan dalam pembuluh darahsemakin sulit untuk jantung memompa darah ke dalam pembuluh darah. Jikadibiarkan tidak terkendali. Karena darah tidak melakukanperjalanan yang jauh. 2010). Hal itu dapat menyebabkan stroke (WHO. penyakit menyerangotak.

oklusi vena retina cabang. diantaranya adalah oklusi arteriretina cabang. dan tractional retinaldetachment. Dikemukakan bahwa penderita dengan tekanan diastolik di atas 95 mmHg mempunyai risiko duakali lebih besar untuk terjadinya infark otak dibandingkan dengan tekanandiastolik kurang dari 80 mmHg. Hipertensi dianggap sebagai faktor risiko utama stroke. Iskemik sekunder oklusivena retina cabang dapat menyebabkan neovaskularisasi dari retina. Gangguan Pada Ginjal Fungsi ginjal akan lebih cepat mengalami kemunduran jika terjadi Hipertensi berat. Gangguan Pada Mata Komplikasi Hipertensi pada mata dapat berupa perdarahan retina. . pembentukan epiretinal membran. pre retinaldan perdarahan vitreus. oklusi vena retina sentral. c. oklusi arteriretina sentral. Diabetes Mellitus (DM) DM adalah gangguan kesehatan berupa kumpulan gejala yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah akibat kekurangan ataupun resistensi insulin. dan terjadinya makroaneurisma pada arteri. 2015). 2010). Diketahuibahwa diabetes dan Hipertensi bertanggung jawab terhadap proporsi ESRD (endstagerenal disease) yang paling besar (Price dan Wilson. Akibatnya fungsikerja ginjal menurun hingga dapat mengalami penyakit gagal ginjal.Salah satu faktor risiko penyakit DM terutama DM tipe 2 adalah penyakitHipertensi. Tingginya tekanan darah membuat pembuluh darah dalam ginjalmenyempit dan akhirnya menyebabkan pembuluh darah rusak. 2015). Hipertensi dan diabetes melitus secara bersamaan dapatmenyebabkan retinopati yang lebih berat (Skuta et al. 2006). sedangkan kenaikan sistolik lebih dari 180mmHg mempunyai risiko tiga kali terserang stroke iskemik dibandingkan merekayang bertekanan darah kurang dari 140 mmHg (Bustan. gangguan penglihatan sampai dengan kebutaan. e. d. Dua pertiga penderita DM menderita Hipertensi (Bustan.

Pemberian kalium dalam bentuk makanan dengan konsumsi buah dan sayur. mulai dari upaya primordial hingga rehabilitasi. Menciptakan keadaan rileks. yaitu pencegahan primordial. denganmengonsumsi makanan rendah . 2013) : a. c. Salah satu bentuk diet untuk Hipertensi yang terkenal adalah DASH ( Dietary Approaches to Stop Hypertension) yang terutamaberisi komponen gizi berserat tinggi (sayur dan buah) (Bustan. b. e.6. f.2015). Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alcohol. d. Mengatasi obesitas dengan menurunkan berat badan berlebih. 2.1 Menurut Level Upaya Pencegahan Upaya pencegahan Hipertensi perlu dilakukan secara komprehensif. proteksi spesifik (kurangi konsumsi garam sebagai salah satu faktorrisiko).6 Manajemen Pengendalian Hipertensi 2.2 Terapi Non Farmakologis Terapi non farmakologis dalam mengatasi Hipertensi ditekankan pada berbagai upaya berikut (Widyanto dan Triwibowo. promosikesehatan.2. diagnosis dini (pemeriksaan check-up).6. DASH merupakan salah satu rencana pola makanan sehat yang terbukti membantu orang menurunkan tekanan darah yang dimilikinya. Diet untuk Hipertensi. pengobatan tepat. latihan fisik (olahraga) secara teratur. dan rehabilitasi(upaya perbaikan dampak lanjut Hipertensi yang tidak bisa diobati) (Bustan. Mengurangi asupan garam dan lemak jenuh. 2015).

Inhibitor ACE (Anti Converting Enzym). 2015).6. Penurunan rata.3 Terapi Farmakologis Terapi farmakologis dilakukan dengan menggunakan obat anti Hipertensi. Pada dasarnya komponen DASH sama dengan makan sehat lainnya. dan Vasodilatator (Bustan. 2014). Antagoniskalium. danmeningkatkan survival dengan meurunkan risiko gagal jantung dan mengurangi serangan balik (recurrent) infark miokard (Widyanto dan Triwibowo. lemakyang rendah.300 mg per hari dapat mengurangi kasus Hipertensi (Bustan. obat penyekat Alpha (Alpha-blocker).jika obesitas akan dikurangi kalorinya. 2.buahan. hanyasaja DASH ditandai dengan proporsi yang tinggi sayur dan buah. mempunyaiwaktu paruh (plasma elimination half-life) yang panjangsehingga diharapkanmempunyai efek pengendalian tekanan darah yang panjang pula. Dan secara khusus diharapkan mempunyai biovailabilitas yang tinggi dankonsisten sehingga efektivitasnya dapat diperkirakan (predict-able). protein tanpa lemak.rata natrium masyarakat dari 3. .300 mgke 2. Obat anti Hipertensi : Diuretika. obat anti Hipertensi sentral(simpatokolitika). Selain itu dianjurkan juga penurunanmasukan kadar natrium. 2015). 2013).garam (natrium) dan tinggi kalium dapatmenurunkan tekanan darah yang kita miliki (CDC. Jumlah kalori disesuaikan dengan berat badan. penyekat Beta (Beta-blocker).

BAB 3 KERANGKA KONSEP .

.Belum ada kader khusus hipertensi di . 4. Material: .Pengukuran IMT dan timbang BB . Bentuk kegiatan adalah .Senam Hipertensi 4.2 Perincian Intervensi Pemecahan Masalah I.000 x 50 x 2 x 12bulan = 60.Pengobatan dan pemberian resep oleh dokter . Volume kegiatan : sebulan 2 kali di 2 kelurahan.Edukasi dan konseling oleh kader .000 .200. 3.Belum ada sarana untuk pencatatan dan bersama khusus hipertensi pengontrolan kondisi medis dan pengobatan pasien hipertensi secara khusus 3. 5. Man: 1. Pelaksana kegiatan adalah kader POSBINDU dan tenaga kesehatan Puskesmas Bontang Utara 2. 2.Pendaftaran dan pencatatan pada buku Hipertensi . Kegiatan dilakukan seminggu setelah jadwal POSBINDU rutin. BAB 4 Pemecahan Masalah 4. Kelas Hipertensi Uraian Kegiatan : 1.Belum ada program khusus yang 2.Melaksanakan senam . Method: menangani hipertensi secara holistik dan .Pembentukan kader PKM BU2 hipertensi .000 x 21 x 12bulan = 25.Pembuatan buku Hipertensi untuk masing-masing pasien.000 o Konsumsi untuk peserta 50.Pengukuran Tekanan darah dan nadi oleh petugas . Man: .Melaksanakan kelas terintegrasi hipertensi untuk usia produktif 3. Method: . Material: .Banyak penemuan kasus hipertensi di .000.Melakukan pelatihan pada usia produktif kader hipertensi yang telah dibentuk 2.1 Intervensi Pemecahan Masalah Berdasarkan Penyebab Masalah No Sebab Masalah Intervensi Pemecahan Masalah 1. Biaya kegiatan : -  Gaji kader 100. 1.

Fotokopi handout monev 10. akan dilakukan pengundian doorprize untuk 5 – 6 orang pemenang .Dana operasional = 3.Penyampaian materi berupa presentasi .Senam dilakukan pagi hari dengan durasi 45 menit .000 x 21 = 17.000 x 21 = 2.000 Total = 98. Kegiatan dilakukan di tempat yang akan ditentukan kemudian.000. 4.000 x 21 = 210.000 x 21 = 210. Bentuk kegiatan adalah .000 x 4 = 12.000 = 15. Senam Bersama 1. Rincian biaya : . Kegiatan dilakukan diwaktu yang akan ditentukan kemudian. Kegiatan dilakukan diwaktu yang akan ditentukan kemudian.000 x 20 = 1.850.Setelah kegiatan.370. Bentuk kegiatan adalah .000.000 .100.Posttest dalam bentuk simulasi.500.000 / paket x 4 kegiatan = 20.000 II.000 .Jadwal Loktuan = . Pelaksana kegiatan adalah tenaga kesehatan. 3. Pelatihan Kader 1. edukasi dan konseling .Fotokopi handout materi pelatihan 10.400.000.000.000 x 50x2 = 5.000 .000 III.Konsumsi untuk kader 50.Pengadaan tensi digital untuk kader = 850.Monitoring dan evaluasi tahunan 5.000 o Souvenir untuk peserta 50.000 .Senam aerobic berskala 1 kelurahan .Pretest . 2.500. Kegiatan dilakukan di Puskesmas Bontang Utara 2.000.Instruktur professional = 750. tenaga kesehatan dan individu faktor resiko.Baju kader 100.Konsumsi monev 50.000 .000 .Kaos panitia = 150 kaos x 100.000. Pelaksana kegiatan adalah kader.200. 2. o Pembuatan buku Hipertensi 50.Konsumsi peserta = 5.000.000 x 30 = 1. Rincian biaya : .000 o Instruktur senam Hipertensi 300. 3.000 Total = 23.000 x 2 x 12bulan = 7. Volume kegiatan : setahun sekali 6.000 .000 x 2 instruktur x 2 kelurahan x 2 kali setahun = 6.000 x 30 = 1.Senam dipimpin oleh instruktur yang terlatih . 4.000.Jadwal Guntung = .000 .000 .Volume kegiatan = setahun dua kali 5.

000.770.000 + 4 paket doorprize .000 + 4 paket doorprize Total kegiatan keseluruhan = 172. . Doorprize = 1 paket x 4 kegiatan / tahun Total = 51.

Jakarta Klabunde. M.. ___________. N.K. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC Kumar.. Rineka Cipta BPS.. 2005. Memahami Berbagai Macam Penyakit. United States : U. Konsep Fisiologi Kardiovaskular.go. Manajemen Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Kearney.. Tiberio M. D. A. G. High Blood Pressure... N. Edisi 2...id ) diakses 12 April 2018 CDC.gov/bloodpressur/facts. Badan Pusat Statistik Kota Medan.( http://www. 2012. Fasto.org ) diakses 12 April 2018 Gibney. Health. 2015..S. Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Inap Di Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Yogyakarta PeriodeJanuari-Desember 2013 Skripsi Mahasiswa Farmasi UGM Irianto. 2008. InRobn and Cotran Pathologic Basic Disease. Gizi Kesehatan Masyarakat. Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Tahun 2015-2019. Cetakan Pertama. Genetika Hipertensi.L. Jakarta: EGC.. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan PenyakitTidak Menular. ___________. 2014 with Special Feature on Adults Aged 55-64. Jakarta : PT.Cetakan Pertama. 2012. MJ. Dalam Hipertensi dan Ginjal. M. Ilma. Riskesdas 2013. K. United States. 2015.. Infodatin Hipertensi. 2015.medankota. Beyond Salt : Lifestyle Modifications and Blood Pressure. Department of Health and Human Services. Hypertensive Vascular Disease. Jakarta : Lembaga Penerbitan BadanPenelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. Roland E. Jakarta.Bandung : Alfabeta Kemenkes RI. 2013.. . Schnieder. 2011. ___________. DAFTAR PUSTAKA Bakri. Abbas. Cetakan Pertama..bps.. R. and Messerki.J. Jakarta : Pusat Data dan InformasiKementrian Kesehatan RI.cdc..Franz H. Tomasz . BM. 2014. 7 edition. Arab.(http://eurheartj. Philadelpia :Elsevier Saunders. 2009. 2015. 2015. ( http://www. V. S. HUS. 2014. 2015. Grodzicki.oxfordjournals. dan Lawrence.htm) diakses 12 April 2018 Frisoli. Medan : USU Press Bustan..

ac.unud. ( http://nhlbi. D.. 2007. Penatalaksanaan Hipertensi pada Lansia..inash. Cetakan Pertama. com/article/ 241381 ) diakses 12 April 2018 Manurung. Evaluation..id/abstrak/penatalaksanaan. J. 2010. (http://indonesia. 2014. Alan S...lansia. 2015. Meena S.. medscape.Kuswardhani. Dasar. M. 2015. Das.. Michael J..Dasar Patofisiologi Terapan.gov/health/healthtopics/ topics/hbp ) diakses 12 April 2018 Perhimpunan Hipertensi Indonesia.dan Peate I. (http://emedicine. Blaha. Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di Indonesia..S.. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses- Proses Penyakit Edisi 6 Volume 2.php/idnmed/article/download/70 0/699 ) diakses 12 April 2018 Seventh Report of The Joint National Committee on Prevebtion.Skripsi Mahasiswa FKM USUMedan Siswanto. M. T. Hari Hipertensi Sedunia 17 Mei 2015. M. 2016. Ferranti. 2006. 2014. S. A. American Academy ofOphthalmology. Detection. Lorraine M.L.pada.hipertensi. Weiss. 2014. and Treatment of High Blood Pressure (JNC7). 2009. Greenville Avenue Dallas : American Heart AssociationNair. . Jakarta :Penerbit Buku Kedokteran EGC Rahajeng. Cetakan Pertama. Cetakan Pertama. Sarah de. L.2012.. Karakteristik Penderita Hipertensi dengan Komplikasi yangDirawat Inap di Puskesmas Tanjung Balai Karimun Tahun 2010.. (http://www. Retina And Vitreous. UnitedStates : U. High Blood Pressure. Karakteristik Penderita Hipertensi Dengan KomplikasiRawat Inap Di Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang Kabupaten DeliSerdang Tahun 2014 Skripsi Mahasiswa FKM USU MedanMozzaffarian. Executive Summary : Heart Disease and Stroke Statistic – 2016 Update. Hypertension. Basic and Clinical.S. Skuta. dan Tuminah. Department of Health and Human Services Sianipar.nih. Suvei Konsumsi Makanan Individu Studi Diet Total. Chrusman.org/index. Jakarta : Lembaga Penerbitan Badan Penelitian danPengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI..pdf /depkes) diakses 12 April 2018 Madhur. Doma K. Emelia J. G. Cantor.B. Sylvia A. Arnett. dkk. 2014. Go.id ) diakses 25 Februari 2016 Price.Jakarta : Bumi Medika NHLBI.. 2014. et al. Sandeep R. Benjamin. 2004.(http://journal.digitaljournals. dan Wilson. 2009- 2010. E..or.

(http://www. Arta. A Global Brief Hypertension. Jakarta : Indeks Trisnawati S. Cetakan Kedua. Cetakan Pertama. Jakarta : Pusat PenerbitanIlmu Penyakit Dalam . 2016.K. 2010.int ) diakses 17 Maret 2016 _____. W. 2014. 2001. Laporan Pakar Komisi Pengendalian Hipertensi. Switzerland : WHO. Jakarta : CV.main.Jawab Mengenai Tekanan DarahTinggi (Hipertensi). (http://ojs. 2013.ac.. New Delhi : World Health Organization ____. Trans Info Media Yuliantari.php/coping/article/view/10817/8159 ) diakses 12 April 2018 Yogiantoro.id/index. 2013. Ni. 2013.thamrin. Perbedaan Pengaruh EkstrakMentimun dan Air Jahe Terhadap Tekanan Darah Lansia denganHipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat Tahun 2014.int/gho/data/view. Noncommunicable diseases in the South-East Asia Region: Situation and response 2011. Edisi Kelima. ( http://apps.Dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Global Status Noncommunicable Diseases . CetakanPertama.id) diakses 17 Juli 2016 WHO. Switzerland : WHO. 2010. Trend Diseases. Hipertensi Esensial.ac. Bandung : ITB ____..who. 2011. Faisalado C. Switzerland : WHO. (http://www.int ) diakses 12 April 2018 ____.2464 ) diakses 12 April 2018 Widyanto. C. Raymond R. M..who.who.. 100 Tanya. 2014. dan Tribowo. Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012(http://lp3m.. Sang K..Townsend.unud. Global Health Observatory data repository.