You are on page 1of 6

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 7, No.

1 (2018), 2337-3520 (2301-928X Print) B72

Analisis Pressure Drop pada Jaringan Pipa
Pelanggan Biogas di TPA Supiturang Kota
Malang
Gigis Kintan Miyarthaluna, Ridho Hantoro
Teknik Fisika, Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
e-mail: gigis.kintan.m@gmail.com, hantoro@ep.its.ac.id

Abstrak—Pressure drop merupakan salah satu permasalahan yaitu penerapan sistem control landfill di TPA Supiturang.
yang dihadapi oleh jaringan pipa pelanggan biogas di TPA Penerapan sistem control landfill ini sesuai dengan penerapan
S upiturang. Penambahan 80 pelanggan baru akan Undang-Undang Pengelolaan Sampah No. 18 Tahun 2008 yang
meningkatkan pressure drop sehingga tekanan biogas menuju menyatakan bahwa penimbunan sampah di Tempat
ke kompor menurun. S edangkan, tekanan optimun biogas dan Pemrosesan Akhir Sampah dilakukan secara terkendali dengan
landfill gas menuju kompor sebesar 1,0 kPa. Pada penelitian ini sistem control landfill / sanitary landfill [3]. Gas metana yang
dilakukan perhitungan pressure drop jaringan pipa pelanggan dihasilkan kemudian disalurkan ke masyarakat sebagai energi
biogas existing dan future. Jaringan pipa future pada branch altenatif.
XA, XB, dan XC terdapat delapan variasi model, yaitu antara
TPA Supiturang berlokasi di Kelurahan Mulyorejo, Kota
lain model A1, A2, A3, A4, B1, B2, B3, dan B4. Hasil
Malang. Luas kawasan mencapai 31 hektar dan volume sampah
perhitungan jaringan pipa existing menunjukkan error hasil
420,48 ton/hari dengan sistem control landfill. Komposisi
perhitungan kurang dari 3%. Tekanan biogas menuju ke
kompor telah memenuhi minimun pressure. Hasil perhitungan MSW yaitu 70,5 % organik dan 29,5 % anorganik [4]. Septiropa
jaringan pipa future pada branch XB dan XC menunjukkan dkk (2011) meneliti sudut ujung pipa penangkapan optimal gas
bahwa tekanan tertinggi dihasilkan model A1. Pada branch XA, metana di TPA Supiturang. Kedalaman dan sudut optimal dari
tekanan tertinggi dihasilkan model A2. Hal ini terjadi karena pipa ekstraksi vertikal dihitung. Penelitian ini mendapatkan
friction loss lebih kecil pada branch XB dan XC dengan model bahwa kedalaman maksimal yang dapat dijangkau yaitu 520 cm
A1. S edangkan pada branch XA, model A2 memiliki debit dan sudut 30° dianggap paling optimal [5].
terkecil. Maka model A1 digunakan sebagai desain pada Pada tahun 2012, berdasarkan hasil perhitungan GIZ V-
jaringan pipa future. NAMAs potensi gas metana mencapai 4.521 ton/tahun. Pada
tahun 2013, Sambungan Rumah (SR) mencapai 300. Namun,
Kata Kunci—Biogas, headloss, pipa, pressure drop. potensi gas metana masih belum optimal. Pada tahun 2014,
Rahajeng dkk menemukan bahwa pemanfaatan gas metana
I. PENDAHULUAN hanya 0,013 % dari potensi gas yang ada. Peningkatan perlu
dilakukan sehingga potensi gas metana dapat dioptimalkan [6].
M ALANG merupakan kota dengan populasi 894.653
penduduk dan menghasilkan municipal solid waste
Pada tahun 2014, jumlah sumur penangkapan gas sebanyak
enam puluh titik, panjang jaringan induk pipa gas 2.700 m, dan
(MSW) sebesar 660 ton per hari dengan laju perningkatan
sambungan rumah 408 SR. Jaringan dan penyaluran gas
MSW mencapai 10% dari total MSW. Permasalahan MSW
metana terdiri dari instalasi pengambilan gas metana, instalasi
merupakan permasalahan yang serius. Sistem pengelolaan
pemisah gas dan air, instalasi pengendalian gas, dan instalasi
MSW yang masih open dump berpotensi bahaya. Dekomposisi
pelepasan gas flaring. Instalasi-instalasi tersebut dihubungkan
MSW menghasilkan biogas yang mengandung karbondioksida
dengan jaringan pipa [4]. Namun pada tahun 2015, terjadi
dan metana. Gas metana yang tidak dikontrol dan
penurunan pelanggan biogas sehingga hanya 196 pelanggan
terkonsentrasi akan menyebabkan ledakan seperti yang terjadi
saja. Penurunan ini terjadi karena pelanggan tidak dapat
di TPA Leuwigajah [1]. Padahal gas metana yang dihasilkan
menggunakan biogas dari jaringan pipa pelanggan biogas.
dapat dimanfaatkan sebagai energi terbarukan yaitu sebagai
Permasalahan yang dihadapi instalasi gas metana yaitu
bahan bakar pengganti LPG. Pada tahun 2009, kebutuhan LPG
pressure drop. Pressure drop mempengaruhi tekanan yang
di sektor rumah tangga kira-kira 7,44% dari total energi yang
diterima kompor. Semakin besar pressure drop maka semakin
dimiliki Indonesia [2]. Upaya penurunan konsumsi LPG di
kecil tekanan yang diterima kompor. Penelitian Grima-Olmedo
sektor rumah tangga dapat dilakukan dengan memanfaatkan
dkk (2014) menunjukkan bahwa tekanan optimal LFG (landfill
gas metana yang dihasilkan di landfill.
gas) untuk menghasilkan energetic performance terbesar yaitu
Pemerintah Kota Malang telah mencanangkan beberapa
10 mbar [7].
program untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satunya
Jaringan pipa pelanggan biogas melalui banyak fitting

Manometer Total head loss adalah penjumlahan major loss dan minor dipasang pada tiga rumah kontrol (RK) yaitu RK1 (RT 5). CH4 sehingga digunakan nilai standard komposisi LFG. RK2 loss. adalah viscositas CO2 (Pa. dan nipple ukuran dimana ρ adalah densitas LFG (kg/m3). Debit LFG dirumuskan dengan (1) 1 y1 M 1   2 y 2 M 2 m  (4) y1 M 1  y 2 M 2 Vol Q (1) t dimana μ adalah viscositas LFG (N. P0 adalah tekanan refrensi (Pa). y2 adalah mole fraction CO2. Pressure drop diatasi dengan pembuatan desain dan h adalah selisih ketinggian air di manometer (m). ρ0 yaitu sebesar 1. adalah elevasi pipa (m). digunakan untuk mengetahui besar pressure drop pada B. dirumuskan dengan (8). (RT 7) dan RK3 (RT 4). Nipple 3/8” C.26 kg/m3 [8]. II. RK2. METODELOGI PENELITIAN Berdasarkan Densitas LFG pada tekanan tertentu A. M2 adalah molecular weight CO2. Berdasarkan [10].0305   10 6 (5) Tee ½”    CO2   30. μ 1 adalah viscositas CH4 (N. Selain itu.00035 2  10 6 (6) Hose Pipe ½” dimana Φ adalah temperatur gas (Kelvin).5. dan h lT adalah total headloss (m). hlY  hl  hlm (8) Tekanan absolut dirumuskan dengan menggunakan (2) .256  0. dan P adalah 2) Pengukuran Debit Landfill Gas tekanan gas (Pa). Pengukuran dilakukan setiap satu jam atau dua jam. P2 adalah tekanan 3) Pengukuran Tekanan di Rumah Kontrol downstream (Pa). PA  P0  h (2) Penambahan konsumen baru akan meningkatan pressure drop. tee Wavin AW ukuran ½”. Konfigurasi pemasangan manometer di RK1. viskositas LFG dirumuskan dengan (4) yang sudah ada.212  0. z menggunakan manometer air dengan ujung tertutup.s/m2). viskositas CH4 dan CO2 pada temperatur Kompor Biogas tertentu dirumuskan dengan (5) dan (6) Ball Valve ½”  CH 4  1. Fraksi mol CH4 dan CO2 diasumsikan sebesar 0. Hasil dari perhitungan akan menunjukkan apakah jaringan pipa dimana PA adalah tekanan di rumah kontrol (Pascal). Pengambilan Data dirumuskan dengan (3) 1) Persiapan Alat dan Bahan P   0 (3) Alat dan bahan yang dipersiapkan yaitu antara lain P0 manometer. 2337-3520 (2301-928X Print) B73 sehingga pressure drop yang dihasilkan menjadi besar.JURNAL TEKNIK ITS Vol. P0 adalah pelanggan biogas existing dan future memiliki pressure drop tekanan atmosfir (101325Pascal). dimana P1 adalah tekanan upstream (Pa). dan μ 2 pengamatan (detik). sekali. ρ0 adalah densitas LFG ¾”. Perhitungan Pressure Drop h Berdasarkan [12].s/m2). aliran gas didalam pipa mengikuti Hukum Bernouli yang dirumuskan dengan (7) P1 V12 P V2 Manometer   z1  2  2  z 2  hlT (7) g 2 g g 2 g Gambar 1. Data hasil pengukuran temperatur dan tekanan Berdasarkan penjelasan penjelasan diatas maka penelitian digunakan untuk menghitung properties LFG. γ adalah spesific grafity air. Pengukuran debit dilakukan dengan pembacaan meteran gas Berdasarkan [9]. pipa Wavin AW ukuran ½”.s). besar. jaringan pipa baru. No. dan RK3. V 1 adalah kecepatan rata-rata upstream Tekanan biogas didapatkan dengan pengukuran (m/s). V 2 adalah kecepatan rata-rata downstream (m/s).5 dan 0. Perhitungan Properties LFG jaringan pipa pelanggan biogas . 1 (2018). Desain jaringan pipa baru akan dihitung Pengukuran temperatur lingkungan dan biogas dilakukan sehingga didapatkan pressure drop terkecil. untuk mengetahui Perhitungan properties LFG menggunakan asumsi bahwa hasil perhitungan pressure drop untuk pengembangan jaringan LFG tidak mengalami pretreatment untuk meningkatkan kadar pipa pelanggan biogas. Pengukuran dilakukan ketika ball valve dibuka setiap satu jam atau dua jam. Manometer dipasang sesuai dengan Gambar 1. M1 adalah pembacaan metering gas (m3) dan Δt adalah lama waktu molecular weight CH4. elbow Wavin AW ukuran ½”. 7. refrensi (kg/m3).935  0. y 1 adalah mole dimana ΔVol adalah selisih volume LFG yang dari hasil fraction CH4.

branch XB dan XC dicabang pada T. XB.25 1¼”x1” 0. pada XA. 1 ¼” 42 2. dan B3. dan 4 menunjukkan posisi branch. 2. threaded 2.3164 Branch flow. threaded 1.5 Long 90 o . Jika Re≤2000 maka aliran Size DO t DI Ɛ/D laminar. Sedangkan jika ½” 22 1. 2337-3520 (2301-928X Print) B74 T abel 1. Branch XA.0107×10 -5 2” 2. Jika 2000>Re<4000 maka aliran transisi.4 4. 2 /3 closed 210 0. Besar nilai .5 (20) Ball valve. posisi branch baru di antara Kecepatan fluida dalam pipa dirumuskan dengan (14) branch T dan V.08 Rasio debit pada pipa yang dipasang paralel dirumuskan Valves Ball valve. 2g D. Persamaan (9) dan (10) disubtitusi ke (12) sehingga Variasi branch XA.5 19 7.07 Pipa dapat dipasang secara paralel dan seri. K B2. Friction factor juga didapatkan dari Moody’s Diagram dimana nilai ε/D Component KL didapatkan dari Tabel 1.06 dipasang paralel akan mengalami pembagian aliran. A dan B menunjukkan model V 2  L  P    f  2  D   K  (13) branch sedangkan 1. o Elbow Regular 90 . Pada Model A1 dan B1. Re menentukan jenis aliran fluida.3 55.   Hasil perhitungan pada branch XA. 1 (2018). No. dan XC terdairi dari delapan model yaitu A1. 1 32 2 28 5. dan D adalah diameter dalam pipa (m) yang ditunjukkan pada Tabel 1. Pada Model A2 dan dimana f adalah friction factor. XB dan XC dicabang sebelum V. posisi branch baru berada setelah branch X. L adalah panjang pipa (m). Sedangkan branch XA dicabang pada X. 1 /3 closed 5.70758×10 -5 VD 60 2.3 37. Friction factor tergantung dari jenis aliran fluida. B2. threaded 0. Branch XA adalah koefisien loss pada fitting yang ditunjukkan pada dicabang pada X. Posisi branch baru sesudah branch T.JURNAL TEKNIK ITS Vol. dan Le adalah equivalenth lenght pipa (m). Sedangkan branch XB dan XC dicabang Tabel 2. Penentuan Model Jaringan Pipa Future L V2 hlm  f e (11) Desain jaringan pipa pelanggan biogas didapatkan dengan D 2g memanipulasi posisi branch dan model branch. A3. dan XC dengan P  ghlT  g hl  hlm (12) model-model tersebut dibandingkan dan dipilih model dengan pressure downstream tertinggi.35714×10 -5 Nilai Re dirumuskan dengan (15). Pada Model A4 dan B4. B1.05 Re 0.0 f  (17) Reducting socket 1”x½” 0.89474×10 -5 Re>4000 maka aliran turbulent.5 Q L   D2  m  2   1    (18) Major losess dirumuskan dengan (9) Q1  L2   D1  1 LV2 Q1  Q (19) hl  f (9) m 1 D 2g m Q2  Q (20) Minor lossess dirumuskan dengan (10) dan (11) m 1 V2 dimana m adalah rasio debit. Debit pada branch dirumuskan dengan (19) dan Ball valve.5 2. Q 4Q V  (14) Branch XA. Union.4 f  (16) Re T ee Line flow. 3. Q1 adalah debit pada branch 1 (m3) hlm  K (10) dan Q2 adalah debit pada branch 2 (m3). Pipa yang 2”x1¼” 0. XB dan XC dicabang dengan T. fully open 0. XB.7 64 Regular 45 o .4 Re  (15)  T abel 2. Pressure drop Pressure drop pada segment pipa dirumuskan dengan (12) pada setiap model dihitung sesuai dengan persamaan (17). threaded 0. A D 2 dimana Q adalah debit fluida (m3/s). Spesifikasi pipa [13].07 2”x1” 0. Pada Model A3 dan B3. Coefficient loss pada berbagai fitting [12]. Friction factor didapatkan dengan (16) dan (17). threaded 0. 7.05 dengan (18). threaded 0. A2. A adalah cross sectional pipa (m2).9 0.

260 keterbatasan waktu. oksigen. dan XC sangat kecil yaitu kurang dari 1 Pa.2 y = -1. Properties LFG pada 1 atm dan 24 0 C.8 Debit (m3/h) y = 0.09382 Pa.2538 RK1 RK2 RK3 110 C.1115 dipengaruhi oleh sifat bahan mentah dan kondisi operasional 1. dan lain-lain . aktivitas perhitungan jaringan pipa dengan delapan variasi model pada pemakaian biogas meningkat terutama pada jam 08:00. RK3 104316. RK2. RK adalah Rumah Kontrol 3 atau titik Y5. besar di RK3. Keadaan cuaca pada saat penelitian 1. RK2. tingkat 1. Hasil pengukuran tekanan LFG di RK1. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN T abel 3.5501x + 2. XB.35  10 -5 T abel 4. kontur tanah. debit terbesar terjadi Error hasil perhitungan dan pengukuran tekanan di RK1. Pipa dan fitting seragam. Pengukuran pada hari kedua SG 1. Pada hari kedua. Hasil 7:00 9:00 11:00 13:00 15:00 17:00 19:00 Waktu pengukuran dan perhitungan di RK1. Pada hari pertama. serta model sambungan rumah. yang ditunjukkan pada Gambar 3a dan Gambar 3b. Error hasil perhitungan terjadi karena tekanan di awal tidak diketahui. Hasil pengukuran tekanan di RK (Rumah Kontrol) D. RK2. Gambar 3. RK1 RK2 RK3 109 Error ini termasuk kecil sehingga masih sesuai dengan Tekanan (kPa) 107 keadaan di lapangan. dan RK3 pada (a) hari pertama dan (b) hari kedua dalam kPa. seperti kesalahan dalam pengukuran tekanan dengan Pada branch XA. temperature. XB. 1. konsentrasi gas metana.1865 selama reaksi anaerob seperti kelembaban. Penentuan Model Jaringan Pipa Future menunjukkan hasil yang fluktuatif.76888 2. RK1 adalah 104 Rumah Kontrol 1 atau titik A1. Hasil pengukuran debit landfill gas pada hari pertama dan B.025 yang ditunjukkan pada Gambar 2. dan XC. Hasil Pengukuran Tekanan di Rumah Kontrol kedua dalam m 3 /h. yang ditunjukkan pada Tabel 4. Hari Ke-1 Hari Ke-2 2. No. Selain itu.77778 106668. dan RK3 (a) menunjukkan error hasil perhitungan kurang dari 3 %. M 30. pressure drop terkecil dihasilkan model B1 menggunakan manometer. Faktor branch XA. RK3. Tekanan pada 106 titik awal (0) didapatkan sebesar 106672. fluida diasumsikan steady dan 101 incrompressible. 1 (2018). Hasil Perhitungan Pressure Drop di Jaringan Pipa Tekanan (kPa) Existing 108 Properties biogas ditunjukkan pada Tabel 3. Padahal di lapangan berbeda (b) terutama jenis pipa dan fitting. Tekanan tertinggi terjadi pada hari Pemilihan Desain jaringan pipa future dilakukan dengan pertama sedangkan pada hari kedua tekanan menurun sangat mencari model dengan pressure drop terkecil pada branch XA.72222 106667. Sedangkan pada hari kedua. Hasil Pengukuran Debit Landfill Gas Properties Unit Value Hasil pengukuran debit menunjukkan hasil yang fluktuatif.JURNAL TEKNIK ITS Vol. Hasil perhitungan pressure drop pada branch Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor.0 Berdasarkan [11]. tekanan pada titik 105 sampel fluktuatif setiap jamnya tergantung dari penggunaan 103 pelanggan biogas. dan XC ditunjukkan oleh Gambar 4.33284 -0.4 keasaman. 7. XB.6126x + 1. lainnya. RK2 adalah Rumah Kontrol 2 102 atau titik XIII2. Gambar 2.68911 0.6 R² = 0.2666 R² = 0. Debit yang Pengukuran Perhitungan (%) digunakan dalam perhitungan adalah debit rata-rata biogas (Pa) (Pa) RK1 106668. A.72222 106668. sedangkan terbesar dihasilkan oleh model A3 yang . Debit biogas lebih kecil dari 2 m3/h dan µ N.s/m 2 1.000415652 m3/s.9066 adalah hujan pada hari pertama dan cerah pada hari kedua.496346 m3/h atau 0. dan pada pukul 16:00 dan debit terkecil pada pukul 10:00. nilainya fluktuatif. 2337-3520 (2301-928X Print) B75 III. nutrisi. Faktor terbesar XA. serta bentuk 7:00 9:00 11:00 13:00 15:00 17:00 19:00 Waktu sambungan rumah seragam. Padahal.0004 yaitu sebesar 1. RK2 106050.5827 Besarnya debit tergantung pada proses dekomposisi. proses dekomposisi untuk menghasilkan LFG 1.0 Pada saat hujan maka ada penambahan kandungan air pada 8:00 10:00 12:00 14:00 16:00 18:00 Waktu MSW sehingga meningkatkan produksi LFG. Hasil yaitu penggunaan pelanggan biogas. debit terbesar terjadi pada pukul Titik Hasil Hasil Error 08:00 dan terkecil terjadi pada pukul 15:00.035 tidak dapat dilakukan pada jam diatas 16:00 karena ρ kg/m 3 1.

28–35. maka dapat disimpulkan sebagai berikut. “Sampah Sebagai Energi Baru T erbarukan. Topografi tanah yang menurun menyebabkan permasalahan penyumbatan aliran biogas oleh kondensat. syarat yaitu tekanan gauge LFG ke kompor lebih dari 1 kPa 12. 1–39. panjang pipa pendek. diameter pipa. . 2014. 2013. A. Pressure drop di XA sesuai dengan teori dimana pressure drop terkecil dimiliki oleh model A1 dan B1. [4] DKP Kota Malang. rendah. 1778. XB. Tekanan tertinggi dihasilkan model A1. 1 (2018). Sedangkan.” Standardisasi.77778 Pa. 1. Sumianto. Walaupun ada faktor lain selain debit yang mempengaruhi pressure drop di XA. Septiropa. Banyak faktor yang harus dipertimbangan dalam pemasangan jaringan pipa pelanggan biogas.72222 Pa. Darmawati. no. 106668. model A1 telah memenuhi kriteria di atas. Model yang paling sesuai dan menghasilkan pressure drop Model A2 menghasilkan tekanan lebih baik dibandingkan terkecil yaitu model A1. “ Optimasi kurang dari 2 kPa. p. pressure drop sehingga tidak diperlukan pembuatan desain yang baru. 2016. Pressure drop pada setiap branch di jaringan pipa future model A4 yang ditunjukkan oleh Gambar 4b. RK2. 15. model B2 menghasilkan pressure drop (a) yang lebih kecil dibandingkan model A3 dan B3. Dari penjelasan di atas didapatkan bahwa pressure drop di (b) branch XA. B3. “Kinerja Penimbunan Sampah Sistem Semi 106050. Pada branch XC.. DAFTAR PUSTAKA [1] S. Untuk memudahkan maintenance maka jaringan pipa ini harus mudah diakses. “Exploring the potential of municipal solid waste IV. pp. No. Proc. Tekanan yang dihasilkan model A1 tertinggi dihasilkan oleh model A4 yang ditunjukkan oleh Gambar 4c. [2] R. (Biogas). Lukiawan.. Penanggulangan permasalahan ini dapat dilakukan (b) branch XB. Berdasarkan permasalahan dan tujuan dari penelitian ini 20003. S. terkecil dihasilkan model sedangkan terbesar dihasilkan oleh 2. dan XC telah sesuai teori. dan B4. Pressure drop sebanding dengan ∑K. Pada branch XB. dan 106667. dan RK3 yaitu Landfill.76888 Pa. vol.” Error hasil perhitungan kurang dari 3% dan pressure drop in Seminar Nasional Energi Terbarukan. A4. 2011. Tek. dan RK3 yaitu 106668. 106668. vol. 2337-3520 (2301-928X Print) B76 ditunjukkan oleh Gambar 4a. 15. no. Ind. kurang dari 1 Pa. Hal ini dikarenakan ada faktor lain yang mempengaruhi pressure drop di XB selain faktor panjang pipa.” J. Pressure drop terkecil dihasilkan oleh model A1 dan B1.72222 Pa. Indonesia. Fauzan. pp.” AIP Conf. dengan memasang trap di beberapa titik sehingga kondensat mudah untuk dikeluarkan. Pressure drop sebanding dengan panjang pipa. Sesuai dengan teori. dan 104316. and M. S. pressure drop terkecil pada model A1 yang memiliki ∑K terkecil. Tetapi. vol. Hasil pengukuran dalam Mendukung Pengembangan Sumber Energi Baru pada RK1.33284 Pa. [5] Z. dibandingkan model lainnya kecuali pada branch XA. Sukarni. no. Jaringan pipa future dengan model terbaik pressure drop terkecil dihasilkan model A1 sedangkan terbesar yaitu model A1. Sedangkan di XA sesuai dengan teori. pp. Faktor-faktor yang mempengaruhi pressure drop yaitu debit. “Kebut uhan Standar 1. panjang pipa.68911 Pa. 7. RK2. pp. 2. Maka untuk mendapatkan pressure drop terkecil maka desain jaringan pipa future direkayasa sehingga debit kecil. namun kenyataan di lapangan tidak sama.JURNAL TEKNIK ITS Vol. Danar. 1. Zainuddin. 2013. dan fitting. vol. [3] S. Secara teori mungkin model A1 adalah model terbaik..” Standardisasi. Pressure drop sebanding dengan debit.terbesar pada branch XA dan XB yaitu model A3. 1. Hasil perbandingan 8 variasi model pada (a) branch XA. Padahal panjang pipa terkecil dimilki oleh model A3 dan B3. dan (c) branch XC dalam Pa. H. pressure drop terkecil dihasilkan oleh model A1. Jaringan pipa existing telah memenuhi Sudut Ujung Pipa Penangkapan Gas Metana. model A1 pada branch XA. KESIMPULAN (MSW) as solid fuel for energy generation: Case study in the Malang City. dan tidak memiliki banyak fitting. Kondensat akan berkumpul di titik-titik yang lebih (c) Gambar 4. Hasil perhitungan Aerobik Lanfill sebagai Bahan Masukan Penyusunan Standar jaringan pipa existing pada RK1. A. 141–146. ∑K. 9–19. no. ∑K terkecil pada branch XA dan XB yaitu model A1.

vol. “ Penentuan Cartagena. Menon. Inc. 2005. [13] Wavin. 2014. 134. 301– Bekasi. A. [11] M.” Energy United States of America: John Wiley & Sons. 7.. “Panduan T eknik dan Katalog Produk. Energy. [9] S.. no. “ Landfill Emission Reduction. 12. [7] C.JURNAL TEKNIK ITS Vol. vol. Huebsch. M. Manag. Bruce R. and R. T heodore H. 1969–1981. and S. Meidiana. Di Maria. landfill energetic potent ial analysis: A real case study.” pp. pp. Soemirat. 1. Rothmayer. Munson. 2. 131. 44. 2 –10. Proietti. E.. 1. pp.. Eng. Y. 2003. Alcalde. 30–36. Environ. T uncay. Convers.” J. Durmusoglu. pp. 2013. C.” KnE Energy. 1311–1321. 2.. Suko. 2337-3520 (2301-928X Print) B77 [6] A. F.” Appl. Okiishi. Gas Pipeline Hydraulics. Ramírez-Gómez. 1–11. no. 308. Grima-Olmedo. no. Wade [8] U. vol. 1st ed. Lestari. no. [12] A. 2013. “ Energetic performance of landfill and digester Konsentrasi Gas Metan di Udara Zona 4 T PA Sumur Batu Kota biogas in a domestic cooker. 2005. Dirgawati. Leonardi. Alternative Energy Utilization from Landfill on Methane [10] E. No.. P.” Reka Lingkung. pp. 1 (2018). vol. Corapcioglu.. “Sanitary W. 2015. Anggraeni. D. settlement with decomposition and gas generation. pp. and K. Juli. 9. vol. New York: CRC . Fundamentals of Fluid Mechanics. Letisa Indah. Desideri. “T he Effect of Press. 7th ed. and M.