You are on page 1of 22

I.

IDENTITAS OS
Nama : Ny. N
Umur : 31 tahun
Jens Kelamin : Perempuan
Berat Badan : 76 Kg
Tempat/ tanggal lahir : Medan, 24 Juni 1983
Status perkawinan : Menikah
Pendidikan terakhir : SMA
Pekerjaan : PNS Angkatan Darat
Suku bangsa : Indonesia
Agama : Islam
Alamat sekarang : Asrama Kodim (Jl. Ahmad Yani, Batu 6)
Tanggal operasi : 19 Juni 2014
Gol darah :

II. RIWAYAT PENYAKIT
A. Keluhan Utama
Os mengeluhkan adanya benjolan di payudara sebelah kiri. Benjolan ini
muncul sejak 3 tahun yang lalu. Awalnya benjolan kecil lama-kelamaan
benjolan terasa membesar, benjolan tak terasa nyeri, tapi akhir-akhir ini
benjolan dirasakan nyeri pada saat os sedang haid.

B. Riwayat Penyakit Sekarang
Ny. N datang ke RSAL dr. Midiyato Suratani-Tanjung Pinang setelah
dirujuk dari Poli Klinik Kartika Tanjung Pinang pada tanggal 18 juni 2014.
Dengan keadaan Umum baik. GCS E4V5M6. Os masuk ke ruang perawatan
sekatung bawah jam 08.00 dalam keadaan sadar.

Pemeriksaan lab didapatkan :
 HB : 12
 Leukosit : 9900
 Eritrosit : 5,0

1

 Trombosit : 314.000
 Bleeding time : 2 menit
 Clothing time : 7 menit
 GDS : 121

C. Riwayat Penyakit Dahulu
(-)

D. Riwayat Penyakit Keluarga
(-)

E. Riwayat Alergi
Alergi makanan (-), alergi obat-obatan (-), alergi cuaca (-), alergo iklim (-)

F. Riwayat Pengobatan
Os pernah berobat di kliknik Kartika, dan kemudian dirujuk ke RSAL dr.
Midiyato Suratani Tanjung Pinang.

Persiapan pasien preoperasi
A : Clear
B : Spontan, RR 15 x/menit, Reguler, Vesikuler +/+, Rhonki -/-, Wheezing -/-
C : TD = 120/80 mmHg, N = 84x/menit, Reguler, Akral = Hangat
D : GCS E4V5M6
Status lokalis : Tampak benjolan sebesar telur puyuh di glandula mamae sinistra.
Masa berkapsul, batas tegas, diameter ± 2cm.

Pemeriksaan penunjang :
Laboratorium
 Hb : 12
 Leukosit : 9900
 LED : 15 mm/jam
 Trombosit : 314.000

2

Propofol 90 mg .  Hematokrit : 5. agen anestesi dihentikan. 14 x/menit . fisiologik. diberikan ketorolac 30 mg intravena dan ephedrine 20 mg intravena . pasang guedel Tahap maintenance :. Terpasang infus dengan jarum abocath nomor 20. Puasa 6 jam preoperasi . Sedacum 5 mg intravena pelan .Sebelum operasi selesai.0 . . 2 L Tahap Induksi : . biokimia) Rencana operasi : dengan General Anestesi (Face Mask) tanggal 19 juni 2014 Tahap premedikasi :. Oksigen tetap terpasang dengan volume 5 L/menit Ringkasan keluar ruang operasi : . psikiatrik. 5. Pantoprazole 40 mg intravena . Kesadaran : Composmentis 3 . Kiira-kira 5 menit setelah operasi selesai. Perbandingan N2O : O2 : Sevofluran = 2 : 3 : 2 Tahap pengakhiran : . Tekanan Darah : 80/50 mmHg . cairan infus Futrolit 20 tetes/menit.0  Blooding Time : 2 menit  Clothing Time : 7 menit  GDS : 71 Kesimpulan : ASA I (pasien sehat organic. Nadi : 83 x/menit . Face mask no. Oksigen via binasal kanul. Fentanyl 70 µg . Ondansentron 4 mg intravena . . Gas anestesi : sevofluran . Oksigen 5 L/menit via face mask. Respirasi : Spontan.

Ruang Pemulihan (Recovery Room)  Keadaan Umum :Tampak sakit ringan  Kesadaran : composmentis  Tekanan Darah : 110/80 mmHg  Nadi : 80x per menit  Suhu :36.5o C  Saturasi Oksigen : 99%  Respirasi : 14x per menit  Jalan Nafas : Melalui nasal dan oral.5o C o Saturasi Oksigen : 100% o Respirasi : 14x permenit 4 . tanpa alat bantu nafas  Skoring Aldrete (15 menit pertama) o Aktivitas : 2 (Gerak ke 4 anggota geraknya sendiri atau dengan perintah) o Respirasi : 2 (Bisa bernafas dalam dan batuk) o Sirkulasi : 2 (Perubahan <20% dari tekanan darah sebelum operasi) o Kesadaran : 1 (Dapat dibangunkan) o Warna kulit : 2 (Merah) o Total : 9 (>7 dapat keluar dari RR)  Ringkasan Keluar RR o Kesadaran : Compos mentis o Tekanan Darah : 110/80 mmhg o Nadi : 80x permenit o Suhu :36.

2 Efek samping : Syok.  Bioavailabilitas : oral : 50-70% karena metabolisme awal yang signifikan  Waktu paruh : Dewasa : 4-5 jam  Eliminasi : dalam urin dan feses diperoleh <5% obat induk yang tidak diubah dalam urin. diikuti oleh konjugasi glukuronid atau sulfat. Dosis : 4 mg intravena lambat tidak kurang dari 30 detik (sebaiknya 2-5 menit). secara periferal pada saraf vagal terminalis dan secara sentral di chemoreceptor trigger zone (CTZ). non linear absorbsi terjadi dengan peningkatan dosis oral. 5 . Selektif 5- HT3-reseptor antagonis. Perhatian : Ondansetron harus digunakan sesuai jadwal. selektif 5-HT3-reseptor antagonis Penggunaan : Pencegahan dan pengobatan mual dan muntah setelah operasi. karena berdasarkan data pendukung penggunaan obat ini hanya dalam pencegahan mual dan muntah (karena terapi antineoplastik) dan bukan dalam penyembuhan mual dan muntah. sakit kepala. bukan “bila diperlukan”. Farmakodinamik/kinetik :  Waktu mula kerja : 30 menit  Absorbsi : oral : 100%. menghambat serotonin.  Pengikatan protein : plasma : 70-76%  Metabolisme : secara luas di hati melalui hidroksilasi.Pembahasan Medikasi  ONDANSENTRON Kategori farmakologi : Antiemetik. serangan epileptiform. syok anafilaksis dan gejala anafilaktoid.

yaitu tahap akhir dari produksi asam hydrochloride didalam lambung. dilakukam hanya jika pemberian oral tidak cocok atau sulit.9% atau Dextrose 5-10% kemudian abru diberikan. Obat ini diberikan dalam waktu 2-15 menit. zat ini dapat mempengaruhi sekresi asam hydrochloride secara independen dari rangsangan obat lain. sehingga meningkatkan gastrin secara proporsional dengan pengurangan asamnya. Waktu paruh obat ini kira-kira 1 jam. Obat ini dikonversi kedalam bentuk aktifnya dalam lingkungan asam pada sel parietal. K+. Pemberian i. Ulkus ventrikuli 2. dan sediaan ini harus segera dipakai dalam jangka waktu 3 jam setelah pencampuran. Dosis Dosis intravena yang dianjurkan adalah vial (40 mg)/ hari Obat ini tersedia dalam bentuk puder dan dilarutkan dengan NaCl fisiologis 10 ml.v. Pengobatan dengan obat ini tidak boleh melebihi 8 minggu. larutan ini dicampurkan kedalam 100 ml NaCl 0. ATPase. Ulkus duodenum 3. untuk jangka pendek. Obat ini juga mengurangi keasaman dari asam lambung. Indikasi 1. PANTOPRAZOLE (OTTOZOLE) Pantoprazole merupakan benzonidazole yang menghambat sekresi asam hydrochloride dalam lambung melalui efek khusus pada “proton pump” dari sel parietal. Reflux oesophagitis sedang dan berat 4. Karena obat ini terikat pada enzym distal dari tingkat sel reseptor. Efek samping Rasa sakit kepala atau diare Kontraindikasi Pasien hipersensitif terhadap obat ini 6 . dimana ia menghambat enzym H+.

 MIDAZOLAM (SEDACUM) Midazolam adalah obat induksi tidur jangka pendek dan untuk premedikasi. Setelah pemberian intravena atau intramuskuler terjadi amnesia anterograde dalam waktu singkat (pasien tidak bias menceritakan kejadian-kejadian yang terjadi selama komponen tersebut berada dalam kegiatan puncaknya). c. b. sehingga sering digunakan pada pasien yang menderita kekakuan otot rangka seperti pada tetanus. Terlihat juga efek ansiolitik. Terhadap kardiovaskular Pada dosis kecil. induksi dan pemeliharaan anastesi Farmakologi a. sedangkan dosis tinggi sebagai hipnotik. bila dikombinasikan dengan narkotik menimbulkan depresi nafas yang lebih berat. 7 . Terhadap saraf-otonom Menimbulkan penurunan tonus otot rangka yang bekerja ditingkat supra spinal dan spinal. Farmakolodinamik Midazolam bekerja cepat karena transformasi metaboliknya cepat dan lama kerjanya singkat. pengaruhnya keil sekali pada kontraksi maupun denyut jantung. antikonvulsan dan relaksasi otot. menimbulkan defresi ringan yang tidak serius. Midazolam bekerja kuat menimbulkan sedasi dan induksi tidur. akan tetapi pada dosisi besar menimbulkan hipotensi yang disebabkan oleh efek dilatasi pembuluh darah d. Terhadap sarap pusat dan medulla spinalis Mempunyai hasiat sedasi dan anti cemas yang berkerja pada system limbic dan pada ARAS serta bisa menimbulkan amnesia anterograd.2 mg/kg BB) yang diberikan secara intravena. Terhadap respirasi Pada dosis keci (0. Pada dosis kecil bersifat sedative.

Waktu paro eliminasi dari metabolit utama alpha hydroxymidazolam.Farmakokinetik Konsentrasi plasma maksimum dicapai dalam 30 menit Biovabilitas lebih dari 90% 1. Premedikasi sebelum induksi anastesi (intramuskuler) 2. 3. 3. Eliminasi Pada orang sehat. Metabolisme Midazola dimetabolisme dalam tubuh hampir sempurna. alpha hydroxy-midazolam segera terikat dengan asam glukuronat (tidak aktif) dan 50-70% dari dosis kemudian dieliminasi melalui ginjal. dan durasi sekitar 30 sampai 45 menit. Metabolit utama adalah alpa hydroxmidazolam yang dapat diamati dalam plasma. waktu paro eliminasi antara 1. Setelah pembentukannya. Plasma antara 300-500 ml/menit. Sedasi basal sebelum tindakan diagnosis atau pembedahan dilakukan memalui anastesi local ( suntikan intravena). 2. kinetika eliminasinya tidak berada dengan penyuntikan secara bolus. Fraksi ini dieksresi melalu hati sebanyak 40-50%. Onset dan durasi Midazolam mempunyai onset 30-60 detik. Indikasi 1. 8 . studi menunjukan. lebih pendek dari zat induknya. ikatan plasma protein midazolam 96-98 %. Bila midazolam diberikan melalui infuse intravena. Volume distribusi dihitung pada kondisi keadaan mantap adalah 50-60 L. kurva waktu kadar plasma menunjukan dua fase distribusi. termasuk total anstesi intravena. Sebagai obat induksi pada anastesi inhalasi atau suatu komponen penginduksi tidur dalam kombinasi anastesi.5-3 jam. Induksi dan conscious anesthesia. Distribusi Bila midazolam diberikan secra intravena.

Ringer’s dan larutan hartmann. dan defresi pernapasan. Interaksi obat Pemberian bersama-sama dengan simetidin (bukan ranitidine) telah dilaporkan menurunkan bersihan midazolam. Kontraindikasi Midazolam dikontraindikasikan pada pasien-pasien dengan hipersensitif terhadap benzodiasepin. ruam merah pada kulit.Dosis Dewasa : 0.9%. obat-obat penginduksi tidur. Doxtrose 5 dan 10%. Midazolam meningkatkan efek sedatif sentral dari obat neuroleptik. Dalam hal tertentu potensiasi alcohol dan midazolam dapat menimbulkan reaksi yang tidak diduga (dilarang minum yang mengandung alcohol paling sedikit 12 jam setalah mendapatkan midazolam secara intravena). Campuran ini stabil secara fisik dan kimia selama 24 jam pada suhu kamar atau 3 hari pada suhu 5oC. gatal-gatal. Efek samping Perubahan tekanan darah arteri denyut nadi dan pernafasan. tranquilizer. Larutan infus yang dapat digunakan : NaCl 0.07-0. Efek kardio-respirasi yang berat jarang terjadi. umumnya hanya sedikit biasannya penurunan tekanan darah sistolik maksimum 15% sedangkan denyut nadi meningkat secara simultan sesuai dengan besarnya penurunan tekanan darah. Over dosis yang berat dapat menyebabkan koma. antidepresan. Kadang-kadang terjadi rasa pusing. analgetik dan anastesi. sakit kepala. Dalam kasus yang terpisah pernah dilaporkan terjadinya reaksi anaphylaktik pada pasien yang hipersensitif.05 mg/kgBB Intruksi dosis khusus Midazolam dapat dilakukan pengenceran dalam cairan infuse. Levulose 5%.10 mg/kgBB Orang tua : 0. Tetapi pada pasien usia lanjut atau lemah dan pasien dengan gangguan pernafasan dan fungsi jantung hal ini bisa terjadi. insufisiensi paru-paru akut.025-0. depresi 9 ..

kardio-respirasi dan apnoea. Sebagai suplemen narkotik-analgesik dalam anestesi umum atau anestesi regional. seperti pethidine.  FENTANYL Merupakan obat narkotik sintetik yang paling banyak digunakan dalam praktik anestesiologi. Efek yang berlebihan dapat dikontrol dengan baik dengan antagonis benzodiasepin (anexate. Untuk mencegah terjadinya bradikardi dianjurkan untuk memberikan obat antikolinergik dosis rendah secara intavena sesaat sebelum induksi anestesi. Pemberian bersama obat neuroleptic seperti droperidol untuk premedikasi anestesi sebelum induksi anestesi dan sebagi tambahan dalam maintenance anestesi umum atau anestesi regional. Mempunyai potensi 1000 kali lebih kuat dibandingkan dengan petidin dan 50–100 kali lebih kuat dari morfin. Kontraindikasi Fentanyl jangan diberikan kepada pasien yang diketahui tidak toleran terhadap efek obat ini maupun obat-obat golongan morfin atau komponennya. Pemakaian Untuk Analgesik Tambahan Pada Anestesi Umum  Dosis rendah : 2 µg/kgBB 10 . zat aktif flumazenil). Indikasi 1. 2. Untuk neuroleptic analgesia bersama oxygen dalam kasus khusus pasien resiko tinggi yang menjalani bedah mayor.Mulai kerjanya cepat dan masa kerjanya pendek. 3. Cara Pemberian dan Dosis Efek dari dosis awal yang diberikan harus diperhatikan untuk menentukan besarnya dosis ulangan. membutuhkan penanganan yang tepat (ventilasi dan bantuan kardiovaskuler).

dosis sampai 150 µg/kgBB dapat diberikan dalam teknik anestesi ini. Pada dosis lazim. dibutuhkan dosis yang lebih besar. Dosis tambahan sebesar 25–250 µg(0. Teknik anestesi ini dilakukan tanpa memberikan obat anestesi tambahan. dosis 20–50 µg/kgBB bersama dengan N2O – O2 telah memberikan hasil yang memuaskan. Bila dosis seperti ini sudah diberikan selama pembedahan. 100-200 µg/kgBB intravena  Untuk suplemen analgesia. Dalam kasus tertentu.  Dosis tinggi : 20–50 µg/kgBB Dalam pembedahan yang besar. Fentanyl dengan dosis rendah sangat bermanfaat dalam bedah minor tapi menimbukan rasa sakit. Efek Farmakologi  Terhadap Susunan Saraf Pusat Seperti halnya preparat opioid yang lain.  Dosis sedang : 2–20 µg/kgBB Makin sulit pembedahannya. diberikan intramuscular  Untuk induksi anestesia. dimana respon terhadap stress harus dihilangkan. 1-2 µg/kgBB.Lama Kerjanya tergantung dari besarnya dosis yang diberikan. maka dosis 50-100 µg/kgBB dapat diberikan bersama dengan pemberian O2 dan obat pelemas otot.  Untuk analgesia.5 – 5 ml) harus disesuaikan dengan kebutuhan pasien dan diperhitungkan berapa lama lagi pembedahan itu akan berakhir. pengamatannya yang cermat pada pernafasan harus dilakukan pada masa pasca bedah untuk melihat adanya efek depresi pernafasan yang berlanjut sampai pada masa pasca bedah. Fentanyl bersifat depresan terhadap susunan saraf pusat sehingga menurunkan kesadaran pasien. kesadaran pasien menurun dan khasiat 11 . dimana waktu pembedahannya berlangsung lama. 1-2 µg/kgBB intravena Pemakaian Untuk Obat Anestesi Jika respon pasien terhadap stimulasi bedah itu diharapkan benar-benar diperkecil.

Metabolisme dan Ekskresinya Dimetabolisme di dalam hati menjadi norfentanil dan hidroksipropionil fentanil dan hidroksipropionil fentanil. selanjutnya dibuang lewat empedu dan urin. sehingga kadar hormon katabolik dalam darah relatif stabil. euforia. Farmakodinamik Fentanil adalah analgesik narkotik yang poten. Seluruh efek dari kerja fentanil secara cepat dan secara penuh teratasi dan hilang dengan menggunakan narkotik antagonis seperti Naloxone.  Terhadap Sistem Endokrin Fentanyl mampu menekan respon sistem hormonal dan metabolik akibat stress anestesia dan pembedahan. miosis dan bradikardi. menimbulkan depresi frekuensi nafas. bisa digunakan sebagai tambahan untuk general anastesi maupun sebagai awalan anastetik. Fentanil memiliki kerja cepat dan efek durasi kerja kurang lebih 30 menit setelah dosis tunggal IV 100mg. yang berubah pada dosis tinggi. 12 . Fentanil bergantung dari dosis dan kecepatanpemberian bisa menyebabkan rigiditas otot. sedangkan dosis diatas 3 µg/kgBB.  Tehadap Sistem Respirasi Menimbulkan depresi pusat nafas. menimbulkan depresi frekuensi dan volume nafas. Pada dosis tinggi akan terjadi depresi pusat nafas dan kesadaran pasien menurun sampai koma. analgetiknya sangat kuat. Fentanil menyediakan stabilitas jantung dan stress yang berhubungan dengan hormonal. Pada dosis 1-1 µg/kgBB.  Terhadap Sistem Kardiovaskular Sistem kardiovaskular tidak mengalami perubahan baik kontraktilitas otot jantung maupun tonus otot pembuluh darah.

Farmakokinetik Sebagai dosis tunggal.  PROPOFOL Merupakan derivat fenol dengan nama kimia di-iso profil fenol yang banyak dipakai sebagai obat anatesi intravena. berisi 20 ml/ampul. Pada pemberian dosis induksi (2mg/kgBB). Bila dosis berulang IV berulang atau melalui infus yang terus menerus dari fentanil dilakukan. saturasi yang progesif dari jaringan yang tidak aktif ini terjadi. Disamping itu juga terdapat jeda waktu tersendiri antara konsentrasi puncak fentanil plasma. yang memudahkan perjalanan obat menuju sawar darah otak. dan ini menjadi dasar penurunan konsentrasi obat dalam plasma. Efek farmakologi :  Terhadap sususnan saraf pusat Sebagai obat induksi. Sifat fisik dan kimia serta kemasan : Berupa cairan berwarna putih seperti susu. Tidak larut dalam air dan bersifat asam. Fungsi non respiratory dari paru ini yang membatasi jumlah obat yang masuk ke sirkulasi sistemik dan memegang peranan utama dari penentuan farmakokinetik dari fentanil. mulai kerja cepat. Penurunan kesadaran segera terjadi setelah pemberian obat ini secara intravena. Dikarenakan durasi dan kerja dosis tunggal fentanil yang cepat. Semakin tinggi potensi dan onset yang lebih cepat mengakibatkan Lipid solubility meningkat lebih baik daripada morfin. pemulihan kesadaran berlangsung cepat. fentanil memiliki onset kerja yang cepat dan durasi yang lebih singkat dibanding morfin. dengan estimasi 75% dari dosis awal fentanil yang di uptake disini. seperti jaringan lemak dan otot skelet. Dikemas dalam bentuk ampul. dan konsentrasi puncak dari melambatnya EEG. Jeda waktu ini memberi efek waktu Equilibration antara darah dan otak selama 6. 13 . Paru –paru memiliki tempat penyimpanan tidak aktif yang cukup besar.4 menit. mengakibatkan distribusi ke jaringan yang tidak aktif menjadi lebih cepat pula. yang mengandung 10 mg/ml.

Farmakodinamik 14 . Suplemen anestesia umum dan analgesia regional. 3. bisa disertai dengan henti nafas sesaat. dosisnya 2.  Terhadap sistem organ lain-lain Tidak menimbulkan depresi sintesa hormon steroid adrenal dan tidak menimbulkan pelepasan histamin baik pada tempat suntikan maupun sistemik. Tekanan darah turun yang segera diikuti dengan kompensasi peningkatan denyut nadi. pasien akan bangun setelah 4-5 menit tanpa disertai efek samping seperti misalnya : mual. Dibandingkan dengan tiofenton. dll. Pada lansia dan bayi dosisnya harus disesuaikan. 4. terjadinya henti nafas lebih sering terjadi pada pemberian diprivan ini.5 mg /kgBB.  Terhadap sistem respirasi Menimbulkan depresi respirasi yang eratnya sesuai dengan dosis yang diberikan. mutah. Induksi anestesia. Sedasi di Unit Terapi Intensif Durasi obat ini antara 30-45 menit  EPHEDRINE Obat ini adalah stimulator langsung alpha dan beta/adrenergic dan membebaskan chatecholamin (adrenaline dan noradrenalin) dari tempat reseptor. hal ini disebabkan karena efek sentralnya. 2. Khasiat farmakolognya adalah hipnotik murni. misal : reposisi. Pada beberapa pasien. tidak mempunyai efek analgetik maupun relaksasi otot. Walaupun terjadinya penurunan tonus otot rangka.0-2.  Terhadap sistem kardiovaskular Depresi pada sistem kardiovaskular yang timbulnya sesuai dengan dosis yang diberikan. Penggunaan klinik dan dosis 1. Anestesia tunggal pada prosedur singkat. sakit kepala. Secara kimiawi ephedrine adalah turunan adrenalin.

tidak eksplosif. 7. urticaria. Tetapi dosis ulangan kurang efektif. Obat ini memiliki keuntungan bahwa “cardia output” dan “venous return” itu meningkat. tidak berwarna. carotid sunus syndrome. tekanan darah naik. Penggunaan Pertama kali digunakan untuk mengatasi hipotensi akibat spinal analgesia pada tahun 1927. dan tidak iritatif sehingga baik untuk induksi inhalasi. Relaksasi dari otot polos bronchus. narcolepsy. Telah digunakan pada keadaan hipotensi. dikemas dalam bentuk cairan. heart blok. Bentuk laevo-rotary-nya adalah lebih aktif. Melebarkan pupil. 4. Suatu rangsangan simpatis yang kuat. Dosis :15-30 mg secara suntikan. enuresis dan myasthenia. 5. Durasi efeknya kira-kira 30-40 menit. bronchospasme. Tersimpan dalam ampul yang berisi 30 mg. 3.  SEVOFLURAN Merupakan halogenasi eter. Arteriol berkontraksi. Mungkin melebarkan arteri coronaria. tidak berbau. Efek local anagesik. Meningkatkan tonus otot pangkal kandung kemih. 2. geram dan tidak nyaman. Denyutan jantung menguat dan frekuensinya bertambah. Oat ini menghambat penghancuran adrenaline dan noradrenaline sehingga mempertahankan chatecholamin dalam darah tetap tinggi. Obat ini membebaskan simpanan noradrealine pada ujung saraf dalam pembuluh darah yang berefek : 1. 6. Jika diberikan per-oral bisa sampai 50 mg. 15 . Merangsang cortex dan medulla cerebrum dengan perasaan subyektif takut paa sesuatu.

Efek farmakologi  Terhadap sistem saraf pusat Aliran darah otak sedikit meningkat sehingga sedikit meningkatkan tekanan intrakranial.  Terhadap hati Aliran darah ke hati sedikit menurun. Belum diketahui dengan pasti efeknya terhadap laju filtrasi gloerulus dan produksi urin. efek sevofluran terhadap aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerulus lebih ringan dibandingkan isofluran. Penggunaan klinik Sama dengan agen volatil yang lain.  Terhadap sistem kardiovaskular Tahanan vaskular dan curah jantung sedikit menurun sehingga tekanan darah sedikit menurun.  Terhadap ginjal Pada dosis anestesia.  Terhadap sistem repirasi sevoflurane juga menimbulkan depresi pernafasan tapi frekuensi nafas sedikit meningkat.  Biotransformasi Hampir seluruhnya dikeluarkan melalui udara ekspirasi.  Terhadap otot rangka Efeknya terhadap tonus otot rangka lebih lemah dibandingkan dengan isofluran. Laju metabolisme otak menurun cukup bermakna. sevofluran digunakan terutama sebagai komponen hipnotik dalam pemeliharaan anestesi umum. juga mempunyai efek analgetik ringan dan relaksasi otot ringan. tidak cukup untuk menimbulkan gangguan fungsi ginjal. hanya sebagian kecil 2-3% dimetabolisme dalam tubuh. 16 . Konsentrasi metabolitnya sangat rendah. Disamping efek hipnotik. Sevofluran dimasukkan ke dalam vaporizer untuk mengubahnya menjadi uap.

0% . Untuk induksi. hipovolemik berat dan hipertensi intrakranial. Untuk pemeliharaan dengan pola nafas spontan. Pada 17 . analgesia dan relaksasinya kurang sehingga harus dikombinasikan dengan obat lain.7 atm. absorbsi N2O bertahap. konsentrasinya berkisar antara 2.0% .5.0% bersama-sama N2O. Distribusi dan Eliminasi Berdasarkan saturasinya di dalam darah.5. pada 5 menit pertama absorbsinya mencapai saturasi 100% dicapai setelah 5 jam. Kelemahan: batas keamanan sempit (mudah terjadi kelebihan dosis). sedangkan untuk nafas kendali berkisar antara 0.0% Kontra indikasi Hati-hati pada pasien yang sensitif terhadap “drug induced hyperthermia”.  NITROUS OKSIDA (N2O) Kemasan dan sifat fisik N2O dibuat dengan cara memanaskan amonium nitrat dalam retor (sejenis labu) dari besi sampai suhu 240°C. tekanan kritis 71. Absorbsi. Pada tingkat saturasi 100% tidak ada lagi absorbsi dari alveoli dan dalam darah. tidak iritatif terhadap mukosa jalan nafas. suhu kritis 36.Dosis 1. 2. tidak mudah terbakar dan tidak mudah meledak tetapi membantu proses pembakaran oleh gas lain.3%. N2O merupakan gas yang tidak berwarna.gas yang dihasilkan ditampung. Keuntungan : induksi cepat dan lancar. Keuntungan dan kelemahan 1. berat jenis 1. berbau harum manis.5°C. Mempunyai berat molekul 44. konsentrasi yang diberikan pada udara inspirasi adalah 3. 2.5% - 1.

keadaan ini. Efek farmakologi  Terhadap sistem saraf pusat Berkhasiat analgesia dan tidak mempunyai khasiat hipnotikum. Pemanjangan proses pemulihan anestesi akibat difusinya ke tubuh seperti pneumothoraks 4. Dilaporkan pada penggunaanya dalam 24 jam bisa menimbulkan depresi fungsi hemato- poetik. tetapi tahanan perifer pembuluh darah tidak mengalami perubahan. N2O merangsang reseptor alfa saraf simpatis. 2. Efek samping 1. N2O mampu berdifusi ke dalam semua rongga-rongga dalam tubuh. Di dalam darah. N2O akan meningkatkan efek depresi nafas dari obat tiopenton terutama setelah diberikan premedikasi narkotik. Khasiat analgesinya relatif lemah akibat kombinasinya dengan oksigen. 18 . sehingga bisa menimbulkan hipoksia-difusi apabila diberikan tanpa kombinasi oksigen. Kehilangan pendengaran pasca-anestesia. N2O tidak terikat dengan hemoglobin tetapi larut dalam plasma dengan kelarutan 15 kali lebih besar dari kelarutan oksigen.  Terhadap sistem organ lain Sedikit menimbulkan dilatasi pada jantung. Anemia megaloblastik sebagai salah satu efek samping pemakaian N2O jangka lama. Efeknya terhadap tekanan intrakranial sangat kecil dibandingkan dengan obat anestesia yang lain. hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan solubilitas antara N2O dan N2 sehingga terjadi perubahan tekanan pada rongga telinga tengah 3. Pemakaian jangka panjang menimbulkan depresi sumsum tulang sehingga bisa menyebabkan anemia aplastik. Terhadap susunan saraf otonom. konsentrasi N2O dalam darah sebanyak 47 ml N2O dalam 100 ml darah.

yang dianggap periode kritis 6. pada akhir anestesia oksigenisasinya harus diperhatikan 19 . Hipoksia difusi pasca-anestesia.5. Hal ini terjadi akibat dari sifat difusinya yang luas sehingga proses evaluasinya terlambat. Oleh karena itu. Mempunyai efek teratogenik pada embrio terutama pada umur embrio 8 hari – 6 minggu.

dan sesak. Hal ini disebabkan oleh keadaan Os yang dipuasakan selama ± 6 jam. psikiatrik. Os tidak mempunyai riwayat hipertensi. Dari hasil anamnesa didapatkan bahwa os tidak mempunyai riwayat alergi obat-obatan. Propofol 90 mg (hipnotik murni) digunakan sebagai induksi obat anestesi. Pemberian Ondansentron dan Ottozole dimaksudkan untuk mengurangi kesulitan dalam operasi berupa aspirasi. fisiologik. N berusia 31 tahun menjalani operasi FAM sinistra pada tanggal 19 juni 2014. nadi 75 x/menit. Dapat disimpulkan bahwa status Os adalah ASA 1 (pasien sehat organic.DISKUSI Ny. cuaca. os tidak mempunyai kelainan di saluran pernafasan dan tidak memakai gigi palsu. pernafasan vesikuler dengan Respiratory Rate 15 x/menit.50C. Dari hasil pemeriksaan fisik. makanan. Ini disebabkan oleh induksi propofol yang mempunyai efek sebagai obat induksi. dan iklim. Sebelum dilakukan operasi os menjalani persiapan praoperasi yaitu anamnesis dan pemeriksaan fisik. meningkatkan asam lambung yang memungkinkan terjadi aspirasi di saluran pernafasan. GCS E4V5M6. Dikarenakan tekan darah pasien menurun sampai 80/40 mmHg. Dalam pemeliharaan anestesi diberikan inhalasi sevofluran (yang memiliki proses induksi dan pemulihan paling cepat dibandingkan obat anesesi yang lain) dan N2O (dikombinasikan dengan O2 memberi efek mendalamkan inhalasi 20 . diabetes melitus. diinjeksikan Ondansentron 4 mg (pencegahan dan pengobatan mual dan muntah setelah operasi) dan Pantoprazole (Ottozole) 40 Mg (untuk mengurangi produksi asam lambung). biokimia). Lima menit kemudian diinjeksi obat premedikasi Sedacum 5 mg (untuk menenangkan pasien dan menimbulkan amnesia singkat saat berjalannya operasi). suhu 36. mulai kerjanya cepat yang mempunyai efek depresi pada sistem kardiovaskular dan mempunyai efek hipnotik murni sedangkan fentanyl merupakan obat yang mempunyai potensi lebih kuat sebagai anelgetik dibandingkan petidin dan morfin dengan mulai kerja yang cepat dan masa kerja yang pendek. Pada saat sebelum operasi dimulai. tekanan darah 120/70 mmHg. diberikan ephedrine 20 mg untuk meningkatkan tekanan darah pasien. Fentanyl 70 mg (obat anestesi narkotik). Tekanan darah menjadi turun setelah diberikan induksi obat-obat analgesia.

Respirasi spontan 15 x/menit. respirasi dan saturasi oksigennya. Nadi 83x/menit. nadi. Perbandingan pemberian N2O : O2 : Sevofluran = 2 : 3 : 2. Di dalam ruang pemulihan Os dikontrol tanda-tanda vitalnya. Setelah 45 menit pasien keluar ruang operasi karena sudah memenuhi Lockharte Score dengan poin 9 dalam 15 menit pertama. tekanan darah. Os keluar dari ruang operasi dalam keadaan sadar. Cairan kristaloid ini diberikan dengan maksud mengganti elektrolit yang berkurang karena puasa dan hilang selama operasi. kadar oksigen ditingkatkan yang bertujuan untuk mengurangi efek anestesi dan memperbaiki saturasi oksigen didalam tubuh.sevofluran dalam pemeliharaan anestesi. Os sudah terpasang infus cairan Futrolit 500 cc. 21 . tekanan darah 80/40 mmHg. Setelah operasi selesai obat anestesi inhalasi (sevofluran dan N2O) dihentikan.

com disadur pada tanggal 29 Mei 2014 22 . 2. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUI. Gde dr. www. Said. Bsc. Farmakologi Obat-obat Anestesi dan Obat-obat Bantuan dalam Anestesi. KIC. Latief. Yuswana. Ilmu Anestesia dan Reaminasi. Sp.kalbemed. 2010. Drs. Daftar Pustaka 1. Jakarta : Indeks Jakarta 3. dkk. MBA. Mangku.An. Petunjuk Praktis Anestesiologi. dkk. 4.