You are on page 1of 8

Transformasi dapat diartikan sebagai perubahan.

Sehingga, transformasi geometri dapat
didefinisikan sebagai perpindahan benda dalam ruang lingkup geometri. Di bangku SMA,
materi transformasi geometri diberikan saat kelas XII. Dalam pembahasan di halaman ini,
penjabaran yang akan diuraikan meliputi translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi. Materi yang
akan dibahas meliputi ilustrasi perubahan dan rumus transformasi geometri yang meliputi
translasi, refleksi, rotasi, dilatasi.

Rumus pada transformasi geometri akan memudahkan sobat untuk menentukan hasil
transformasi tanpa harus menggambarnya dalam bidang kartesius terlebih dahulu. Meskipun
begitu, ilustrasi gambar tentang transformasi juga dapat memberikan tambahan pemahaman
buat sobat idschool. Untuk itu, mari simak pembahasan mengenai translasi, refleksi, rotasi,
dan dilatai pada penjabaran materi di bawah.

Baca Juga: Komposisi Transformasi Geometri dengan Matriks

Translasi (Pergeseran)
Materi pertama tentang rumus transformasi geometri yang akan dibahas adalah translasi
(pergeseran). Translasi merupakan perubahan objek dengan cara menggeser objek dari satu
posisi ke posisi lainnya dengan jarak tertentu. Penentuan hasil objek melalui translasi cukup
mudah. Caranya hanya dengan menambahkan absis dan ordinat dengan jarak tertentu sesuai
dengan ketentuan. Untuk lebih jelasnya mengenai proses translasi dapat dilihat pada gambar
di bawah

Refleksi (Pencerminan)

0). Seperti halnya bayangan benda yang terbentuk dari sebuah cermin. dan garis y = k. Jenis-jenis tersebut antara lain adalah refleksi terhadap sumbu x. garis y = -x. titik O (0. Sebuah objek yang mengalami refleksi akan memiliki bayangan benda yang dihasilkan oleh sebuah cermin. Hasil dari refleksi dalam bidang kartesius tergantung sumbu yang menjadi cerminnya. garis y = x. mari perhatikan uraian matriks transformasi untuk tiap jenisnya.Pembahasan berikutnya adalah pencerminan atau yang lebih sering disebut dengan refleksi. . sumbu y. garis x = h. Selanjutnya. Berikut ini adalah ringkasan daftar matriks transformasi pada refleksi/pencerminan. Pembahasan materi refleksi yang akan diberikan ada tujuh jenis.

Pencerminan terhadap Garis y = x . Pencerminan terhadap sumbu x 2. Pencerminan Terhadap Sumbu y 3.1.

4. Pencerminan terhadap Garis .0) 6. Pencerminan terhadap Garis 5. Pencerminan terhadap Titik Asal O(0.

maka sudut yang dibentuk adalah . Besarnya rotasi dalam transformasi geometri sebesar disepakati untuk arah yang berlawanan dengan arah jalan jarum jam. Jika arah perputaran rotasi suatu benda searah dengan jarum jam. yaitu . 7. Perhatikan perubahan letak kedudukan segitiga yang diputar sebesar dengan pusat pada gambar di bawah. Pencerminan terhadap Garis Baca Juga: Operasi penjumlahan. Ada cara lain yang dapat digunakan untuk menentukakn hasil objek hasil rotasi. Mendapatkan hasil rotasi dengan cara menggambarnya terlebih dahulu akan sangat tidak efektif. Hasil rotasi suatu objek tergantung dari pusat dan besar sudut rotasi. pengurangan. dan perkalian matriks Rotasi (Perputaran) Rotasi atau perputaran merupakan perubahan kedudukan objek dengan cara diputar melalui pusat dan sudut tertentu.

1. Rotasi dengan Pusat (m. Simak lebih lanjut rumusnya pada pembahasan di bawah.n) sebesar . Rotasi dengan Pusat sebesar 2.dengan menggunakan rumus transformasi geometri untuk rotasi.

. refleksi. dan rotasi hanya mengubah posisi benda. yang dibedakan berdasarkan pusatnya. Perubahan ini bergantung pada skala yang menjadi faktor pengalinya. maka dilatasi melakukan transformasi geometri dengan merubah ukuran benda. Rotasi dengan pusat P(m.n) sebesar kemudian sebesar Dilatasi Dilatasi disebut juga dengan perbesaran atau pengecilan suatu objek. Selanjutnya perhatikan uraian rumus untuk transformasi geometri pada dilatasi di bawah. Rumus dalam dilatasi ada dua. Ukuran benda dapat menjadi lebih besar atau lebih kecil. 3.0) sebesar kemudian sebesar 4. Rotasi dengan pusat (0. Jika transformasi pada translasi.

Dilatasi titik terhadap pusat P(k. Dilatasi titik terhadap pusat O(0.0) dengan faktor skala m 2.l) dengan faktor skala m .1.