You are on page 1of 10

TINJAUAN PUSTAKA

1. Hemoroid Interna Grade III
1.1 Definisi
Hemoroid adalah pelebaran vena di dalam pleksus hemoroidales yang tidak merupakan
keadaan patologis, hanya apabila menimbulkan keluhan atau penyulit diperlukan tindakan.
Hemoroid dibedakan menjadi dua, interna dan eksterna. Hemoroid interna adalah
pleksus vena hemoroidales superior diatas garis mukokutan dan ditutupi oleh mukosa. Sering
terdapat pada tiga posisi primer, yaitu kanan depan, kanan belakang, dan kiri lateral, sedangkan
hemoroid yang lebih kecil terdapat diantara ketiga letak primer tersebut. Hemoroid eksterna
merupakan pelebaran dan penonjolan pleksus hemoroid inferior yang terdapat di bagian distal
garis mukokutan di dalam jaringan dibawah epitel anus .

1.2 Epidemiologi
Sekitar 75% orang mengalami penyakit hemoroid setidaknya sekali seumur
hidupnya, hemoroid banyak terjadi pada dewasa berusia 45 – 60 tahun, dan juga sering terjadi
pada wanita hamil .

1.3 Etiologi dan Faktor Resiko
Penyebab pasti timbulnya hemoroid masih belum pasti, hanya saja ada beberapa faktor
pendukung terjadinya hemoroid, yaitu :
1. Anatomik : vena daerah anorektal tidak mempunyai katup dan pleksus hemoroidalis
kurang mendapat sokongan dari otot dan fascia sekitarnya.
2. Umur : pada umur tua terjadi degenerasi dari seluruh jaringan tubuh, juga otot
sfingter menjadi tipis dan atonis.
3. Keturunan : dinding pembuluh darah lemah dan tipis.
4. Pekerjaan : orang yang harus berdiri , duduk lama, atau harus mengangkat barang
berat mempunyai predisposisi untuk hemoroid.
5. Mekanis : semua keadaan yang menyebabkan meningkatnya tekanan intra
abdomen, misalnya penderita hipertrofi prostat, konstipasi menahun dan sering
mengejan pada waktu defekasi.
6. Endokrin : pada wanita hamil ada dilatasi vena ekstremitas dan anus oleh karena
ada sekresi hormone relaksin.

9

yakni: a. Bentuk akut dapat berupa pembengkakan bulat kebiruan pada pinggir anus yang merupakan suatu hematoma. Hemorrhoid interna Merupakan pelebaran dan penonjolan vena hemorrhoidalis superior dan media yang timbul di sebelah proksimal dari musculus sphincter ani. Hemorrhoid eksterna Merupakan pelebaran dan penonjolan vena hemorrhoidalis inferior yang timbul di sebelah luar musculus sphincter ani. Derajat I : bila terjadi pembesaran hemorrhoid yang tidak prolaps ke luar kanalis analis yang hanya dapat dilihat dengan anorektoskop. Kedua jenis hemorrhoid ini sangat sering dijumpai dan terjadi pada sekitar 35% penduduk yang berusia di atas 25 tahun. Anoskopi adalah pemeriksaan pada anus dan rektum dengan menggunakan sebuah spekulum. Secara anoskopi. Bentuk ini sering terasa sangat nyeri dan gatal karena ujung-ujung saraf pada kulit merupakan reseptor nyeri. Hemorrhoid eksterna diklasifikasikan sebagai bentuk akut dan kronis. b.4 Klasifikasi Diagnosa hemorrhoid dapat ditegakkan salah satunya dengan anoskopi.1. Hemorrhoid interna dan hemorrhoid externa Hemoroid interna dikelompokkan ke dalam 4 derajat. Pemeriksaan ini dapat menentukan letak dari hemorrhoid tersebut. Hemorrhoid eksterna kronis atau skin tag biasanya merupakan sequele dari hematoma akut. 10 . berdasarkan letaknya hemorrhoid terbagi atas : a.

5 Gejala klinis Gejala klinis hemoroid dapat dibagi berdasarkan jenis hemoroid. Hemoroid interna bersifat asimtomatik. d. Derajat IV : prolaps hemorrhoid yang yang permanen. Prolaps ini rentan dan cenderung mengalami trombosis dan infark. hal ini disebabkan karena prolaps bantalan pembuluh darah dan mengalami kongesti oleh sphincter ani. 11 . Perdarahan berupa darah segar dan biasanya tampak setelah defekasi apalagi jika fesesnya keras. Trombosis atau prolapsus akut yang disertai edema atau ulserasi luar biasa nyerinya. Tonjolan ini dapat masuk kembali secara spontan ataupun harus dimasukan kembali oleh tangan. Hemoroid Interna Gejala yang biasa adalah protrusio. kecuali bila prolaps dan menjadi stangulata. Selanjutnya perdarahan dapat berlangsung lebih hebat. Gejala yang muncul pada hemoroid interna dapat berupa:  Perdarahan Merupakan gejala yang paling sering muncul dan biasanya merupakan awal dari penyakit ini.b. Derajat Hemoroid Interna 1. c.. nyeri tumpul dan pruritus. pendarahan. Derajat II : pembesaran hemorrhoid yang prolaps dan menghilang atau dapat masuk kembali ke dalam anus secara spontan. Derajat III : pembesaran hemorrhoid yang prolaps dimana harus dibantu dengan dorongan jari untuk memasukkannya kembali ke dalam anus.  Prolaps Dapat dilihat adanya tonjolan keluar dari anus. Gambar . yaitu : 1.

6 Patogenesis 1. abses dll) hemoroid interna sendiri biasanya sedikit saja yang menimbulkan nyeri. jika terjadi thrombosis yang luas dengan udem dan radang. 7 Diagnosis Banding 12 . Hemoroid Eksterna  Rasa terbakar  Nyeri.  Keluarnya Sekret Walaupun tidak selalu disertai keluarnya darah. sekret yang menjadi lembab sehingga rawan untuk terjadinya infeksi. Kondisi ini dapat pula terjadi karena terjepitnya tonjolan hemoroid yang terjepit oleh sphincter ani (strangulasi).  Nyeri dan rasa tidak nyaman Nyeri biasanya ditimbulkan oleh komplikasi yang terjadi (seperti fisura.  Gatal atau pruritus anus 1. 2.

Kolorektal muntah. Jenis Penyakit Nyeri Perdarahan Massa Lainnya Fisura Anal + + . leukositosis. Selain itu pasien juga akan mengeluhkan adanya gatal-gatal pada 13 .7 Diagnosa banding untuk hemoroid dapat bermacam.dan konstipasi yang parah (jika ukurannya besar) Karsinoma . . Prolaps Polip . Demam. + + Pembengkakan KGB Anal sekitar Abses + . tabel dibawah ini akan membaginya berdasarkan gejala klinis yang dapat muncul. pemeriksaan fisik. Anorektal penderita tidak dapat duduk di sisi bokong Hematom + + + Sering terjadi pada Perianal orang yang Ulseratif mengangkat barang berat. dan pemeriksaan penunjang. leukositosis. Terdapat skin tag atau umbai kulit (radang Kronik dengan bendungan limfe dan fibrosis pada kulit) Karsinoma . darah yang keluar bisa menetes dan bisa juga keluar terus menerus dan tidak bercampur dengan feses.  Anamnesa Pada anamnesa biasanya didapatkan pasien mengeluhkan adanya darah segar pada saat buang air besar. + + Karsinoma rektum Rektum 1. 1. + + Adanya gejala mual.8 Diagnosis Diagnosis hemoroid ditegakkan melalui anamnesa.

Serta keluhan adanya massa pada anus dan membuatnya merasa tidak nyaman. Hemoroid eksterna juga bisa terjadi tanpa gejala atau dapat ditandai dengan nyeri akut. Jika pasien mengeluhkan perdarahan kemungkinan bisa menyebabkan anemia sekunder yang dapat dilihat dari konjungtiva palpebra pasien yang sedikit anemis. polip atau tumor. perdarahan dan tingkat keparahan inflamasi. tapi hal ini mungkin terjadi. Hasil anoskopi hemoroid interna yang tidak mengalami prolaps biasanya terlihat gambaran vascular yang menonjol keluar. atau perdarahan akibat ulserasi dan thrombosis. polip rectal. rasa tak nyaman. sehingga mengakibatkan perdarahan. colitis. Pada rectal toucher juga dinilai ukuran. Pasien juga akan mengeluhkan nyeri pada hemoroid interna derajat IV dan hemoroid eksterna. 14 . ulserasi. fistula. atau trombosis. Rectal toucher juga dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan karsinoma rektum. dan apabila pasien diminta mengejan akan terlihat gambaran yang lebih jelas. biasanya pada hemoroid interna derajat II dan hemoroid eksterna. dan kanker. biasanya jika berupa prolapsnya hemoroid interna akan terlihat adanya mukus yang keluar saat pasien disuruh untuk mengedan. Perdarahan yang disertai nyeri mengindikasikan hemoroid eksterna yang sudah mengalami trombosis.  Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang yang dilakukan dapat berupa pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi apakah terjadi anemia pada pasien dan pemeriksaan anoskopi serta sigmoideskopi. Biasanya agak susah meraba hemoroid interna karena tekanan vena yang tidak tinggi dan biasanya tidak nyeri. Daerah perianal juga diinspeksi untuk melihat ada atau tidaknya fisura. Anoskopi dilakukan untuk menilai mukosa rektal dan mengevaluasi tingkat pembesaran hemoroid. Sedangkan dengan menggunakan sigmoideskopi dapat mengevaluasi kondisi lain sebagai diagnose banding untuk perdarahan rektal dan rasa tak nyaman seperti pada fisura anal dan fistula. Biasanya hemoroid interna mulai menimbulkan gejala setelah terjadi prolapsus.daerah anus.  Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan adanya pembengkakan vena yang mengindikasikan hemoroid eksterna atau hemoroid interna yang sudah mengalami prolaps.

2008) 1. dan menghindari obat-obatan yang dapat menyebabkan konstipasi.3 Terapi Pembedahan Hemorrhoid Institute of South Texas (HIST) menetapkan indikasi tatalaksana pembedahan hemoroid antara lain :  Hemoroid interna derajat II berulang  Hemoroid derajat III dan IV dengan gejala  Mukosa rektum menonjol keluar anus  Hemoroid interna derajat I dan II dengan penyakit penyerta seperti fisura  Kegagalan penatalaksanaan konservatif  Permintaan pasien 15 .9.9. diantaranya adalah :  Koreksi konstipasi dengan meningkatkan konsumsi serat (25-30 gram sehari). disebut juga terapi konservatif.9 Penatalaksanaan 1. karena air hangat dapat merelaksasi sfingter dan spasme. 1.2 Terapi Farmakologi  Salep anastetik lokal  Kortikosteroid  Laksatif  Analgesik  Suplemen flavonoid.1 Terapi Non Farmakologi Dapat diberikan pada semua kasus hemoroid terutama hemoroid interna derajat 1.  Rendam duduk dengan air hangat yang bersih dapat dilakukan rutin dua kali sehari selama 10 menit pagi dan sore selama 1 – 2 minggu. jangan ditahan karena akan memperkeras feses. dan segera ke kamar mandi saat merasa akan buang air besar.  Tirah baring untuk membantu mempercepat berkurangnya pembengkakan.1. membantu mengurangi tonus vena dan mengurangi hiperpermeabilitas serta efek antiinflamasi (Acheson dan Schirfield.9.  Meningkatkan konsumsi cairan (6-8 gelas sehari)  Menghindari mengejan saat buang air besar.

Prinsipnya adalah eksisi hanya dilakukan pada jaringan yang benar-benar berlebihan. Terapi ini disertai anjuran makanan tinggi serat dapat efektif untuk hemoroid interna derajat I dan II. dan pada anoderm serta kulit yang normal dengan tidak mengganggu sfingter anus. Dengan bantuan anuskop. dan scarring yang akan menghasilkan fiksasi jaringan ikat ke dinding rektum. Efek dari injeksi adalah edema.  Bedah beku Teknik bedah beku dilakukan dengan pendinginan hemoroid pada suhu yang sangat rendah.  Tindak bedah lain Infrared thermocoagulation Bipolar diathermy Laser haemorrhoidectomy Doppler ultrasound guided haemorrhoid artery ligation Cryotherapy 16 . Selama pembedahan sfingter anus biasanya dilatasi dan hemoroid diangkat dengan klem atau diligasi dan kemudian dieksisi. Lokasi injeksi adalah submukosa hemoroid. reaksi inflamasi dengan proliferasi fibroblast dan thrombosis intravascular. Teknik ini lebih cocok untuk terapi paliatif pada karsinoma rektum yang inoperable. Efek dari teknik ini adalah nekrosis iskemia.  Ligasi dengan gelang karet (Rubber band ligation) Biasanya teknik ini dilakukan untuk hemoroid yang besar atau yang mengalami prolaps. ulserasi. juga untuk penderita denga perdarahan berulang dan anemia yang tidak sembuh dengan terapi lain yang lebih sederhana. mukosa diatas hemoroid yang menonjol dijepit dan ditarik atau dihisap kedalam tabung ligator khusus. Reaksi ini akan menyebabkan fibrosis pada submukosa hemoroid sehingga akan mencegah atau mengurangi prolapsus jaringan hemoroid. Adapun jenis pembedahan yang sering dilakukan yaitu :  Skleroterapi Teknik ini dilakukan dengan menginjeksikan 5 % fenol dalam minyak nabati yang tujuannya untuk merangsang. Teknik ini tidak dipakai secara luas karena mukosa yg nekrosis sukar ditentukan luasnya.  Hemoroidektomi Teknik dipakai untuk hemoroid derajat III atau IV dengan keluhan menahun. Komplikasi nya dapat terjadi perdarahan setelah 7-10 hari dan nyeri. tetapi jarang dilaksanakan karena tingkat kegagalan yang tinggi. teknik ini murah dan mudah dilakukan. Menurut Acheson dan Scholfield pada tahun 2009.

o Stappled hemorrhoidopexy 17 .

P. Jakarta.1. 9. 6.Hal: 232 8.org/egi/content/extract. Buku Ajar dan Atlas Bedah Minor. Vol. Patofisiologi Vol.hemorjoid. 5. December. 2004 Dalam: Buku Ajar Ilmu Bedah. Hemoroid. alih Bahasa. FK UI. Werner Kahle ( Helmut Leonhardt. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Linchan W. Jakarta. hal : 542-555 3. 2004.M. lippicont. KY. Edisi VI. Wim de Jong. Berwarna dan teks anatomi Manusia Alat – Alat Dalam. A Systematic Review of Stapled Hemorrhoidectomy – Invited Critique. http://www.f. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Lorraine M.pemeriksaan penunjang: 321 – 324. Brown.ama. Hal: 467 2. Kapita selekta Kedokteran. http://archsurg. 2013. MD.W. Ed 3. At a Glance Ilmu bedah. 1998. Hemorhoid.html. 2001. Last update Desember 2013.2. Hemoroid. Silvia A. Jakarta. Melfiawati. Lawrence peter. Penerbit Buku Kedokteran EGC.EGC. Jakarta. Ronardy.1994. 137 No. 2007 4. Devi H. Hal: 672 – 675 7. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Dalam: Konsep – konsep Klinis Proses Penyakit. DAFTAR PUSTAKA 1. Essential of general surgery. Jakarta. dr Marjadi Hardjasudarma ( alih bahasa ). 2002. Jakarta. Ed. Edisi III. Louisville.net/hemoroid galery. Anonim. Jilid II. Jama and Archives. Susan Galandiuk.werner platzer ). 18 . Sjamsuhidajat.Sabiston Buku Ajar Bedah Jilid II.hal 56 – 59 10. John Stuart. 2005. 12. 1999. last update Desember 2009. Grace a pierce. Mansjur A dkk ( editor ).