You are on page 1of 12

LAPORAN PRAKTIKUM 1

KIMIA FARMASI ANALITIK II
Penetapan Kadar Thiamin HCl dengan Metode Titrasi Asam Basa
(Rabu, 8 Februari 2012)

Disusun oleh :
Anggi Klamentina 31109039
Datu Wage R 31109042
Susanti 31109062
Taufik Fajar 31109065
Kelompok 2

PRODI S-1 FARMASI
STIKes BAKTI TUNAS HUSADA
TASIKMALAYA
2012

pH thiamin HCl dalam larutan 1% b/v adalah 2.4. Turunan fosfatnya ikut serta dalam banyak proses sel.0 % dari jumlah yang tertera pada etiket. hal: 598-599) Tiamina. praktis tidak larut dalam eter P dan dalam benzen P. (FI III 1979. larut dalam gliserol P.0 % C12H17ClN4OS. Tujuan Praktikum Untuk mengetahui kadar Thiamin HCl dalam suatu sediaan dengan menggunakan metode titrasi asam basa.HCl Thiamin Hidroklorida atau vitamin B1 memiliki rumus kimia C12H17ClN4OS. Tiamina terdiri atas cincin pirimidina dan cincin thiazola (mengandung sulfur dan nitrogen) yang dihubungkan oleh jembatan metilen. aneurin (bahasa Inggris: thio-vitamine. vitamin B1. thiamin) adalah vitamin yang terlarut dalam air. Tiamina . Sedangkan Tablet Tiamina Hidroklorida mengandung Tiamina hidroklorida C12H17ClN4OS.HCl. Pemerian Thiamin HCl adalah hablur kecil atau serbuk hablur.7 sampai 3. Thiamin HCl Cl-.0 % dan tidak lebih dari 101. BAB I PENDAHULUAN A. Tiamina Hidroklorida mengandung tidak kurang dari 98. putih. thiamine. Vitamin B1 mudah larut dalam air.HCl dan BM 337. Dasar Teori 1.27.0 % dan tidak lebih dari 115. bau khas lemah mirip ragi dan rasa pahit. B.HCl tidak kurang dari 95. sukar larut dalam etanol (95%) P. dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.

Asidimetri merupakan penetapan kadar secara kuantitatif terhadap senyawa- senyawa yang bersifat basa dengan menggunakan baku asam. Pemilihan Metode Titrasi Asam Basa Dalam penetapan kadar Thiamin HCl dapat menggunakan metode titrasi asam basa (alkalimetri). thiamin HCl dapat dititrasi oleh larutan standar yang bersifat basa kuat seperti NaOH.4 merupakan indikator yang sesuai untuk penetapan kadar Thiamin Hcl. Pemilihan Indikator Dalam penetapan kadar Thiamin HCl.2007 ) 3. senyawa yang terbentuk pada saat hasil akhir titrasi memiliki kestabilan pada pH netral. Selain itu. karena senyawa thiamin hcl merupakan senyawa yang bersifat asam. Titrasi Asam Basa Asidimetri dan Alkalimetri termasuk reaksi netralisasi yakni reaksi antara ion hidrogen yang berasal dari asam dengan ion hidroksida yang berasal dari basa untuk menghasilkan air yang bersifat netral. Indikator Fenol Red (Fenol merah) yang memiliki trayek pH 6. Kekurangan vitamin B1 juga dapat menyebabkan sindrom Wernicke-Korsakoff (Wikipedia Indonesia) 2. Sebaliknya alkali metri merupakan penetapan kadar senyawa-senyawa yang bersifat asam dengan menggunakan baku basa. (Sudjadi.disintesis dalam bakteri. Jadi.2008) 4. Diketahui pH thiamin HCl dalam larutan menurut Farmakope III tahun 1979 adalah diantara 2. adanya hidroklorida pada tiamin hidroklorida dapat dititrasi dengan NaOH 0.4.3 – 3. Netralisasi dapat juga dikatakan sebagai reaksi antara pemberi proton (asam) dengan penerima proton (basa). yang memengaruhi sistem saraf tepi dan sistem kardiovaskular.1 N. Indikator Fenol red memiliki perubahan warna dari kuning (asam) ke warna merah / pink fuschia (basa). sehingga indikator yang memiliki trayek pH mendekati pH netral adalah indikator yang dipilih dalam titrasi ini. fungi dan tanaman. Hewan harus memenuhi keperluan tiamin dari makanan.8 – 8. Asupan yang tidak cukup menyebabkan penyakit beri-beri. ( Ibnu Gholib. .

HCl NaCl + HCl + OH- . Dalam hal ini fenol red. Reaksi Kimia NaOH Cl-. D. Prinsip Percobaan Prinsip dari titrasi asam basa adalah adanya reaksi antara ion hidrogen yang berasal dari asam dengan ion hidroksida yang berasal dari basa yang menghasilkan larutan yang bersifat netral. yang pada titik akhir titrasi menunjukkan warna merah / pink fuschia.C. Hasil akhir reaksi ini ditunjukan dengan penambahan indikator.

Asam Oksalat . Pipet Tetes . Pipet Volume .1 N . Corong . Aquades . BAB II PROSEDUR DAN DATA HASIL PENGAMATAN A. Alat Sentrifuge . Indikator Fenol Red . Alat . Bahan . Kertas Saring 2. Buret . Alat dan Bahan 1. Larutan NaOH 0. Statif . Indikator Phenolftalein . Labu Erlenmeyer . Sampel Thiamin HCl .

1 N aquadest indikator NaOH hitung penolftal 0. Prosedur Kerja ISOLASI SAMPEL 1.B. Erlenmeyer. Filtrat siap untuk dititrasi. ambil filtratnya. Sampel di sentrifuge selama 10 menit. 60 mg asam Tambah Titrasi Catat oksalat kan 2-3 dengan hasilnya PEMBAKUAN dilarutkan tetes larutan dan dengan 20ml NaOH 0. 500 mg sampel yang telah digerus homogen add dengan 10 ml aquadest ke dalam tabung sentrifuge. . Larutan yang telah di sentrifuge disaring. (Triplo) NaOH. 4.1 N kadar dalam labu ein. 2. 3.

09+0. Hasil Pengamatan dan Perhitungan 1. N2 = = 0. Titrasi dengan NaOH 0. Titrasi Pembakuan Larutan Standar NaOH 0. Lakukan triplo.2 mL 60 mg 2.2 ml 60 mg 11 ml 60 mg 9.04 x 11 mL 60 mg 3.04 x 12.09 N 63.04) 60 mg 1. N3 = = 0. N1 = = 0. 2.1 N mg Asam Oksalat Volume NaOH 60 mg 12.04 x 9. C.08+0.08 N 63.1 N 63.09 N 3 . Catat hasilnya dan hitung kadarnya.1 Rata – rata kadar NaOH = = 0.6 ml Perhitungan: mg AsamOksalat Kadar NaOH= V NaOH x BE Asam Oksalat (BE asam oksalat: 63. Larutan hasil isolasi dalam labu Erlenmeyer ditetesi dengan indikator fenol red sebanyak 2-3 tetes. 3.6 mL 0.1 N sampai analit berubah warna dari kuning menjadi merah / pink fuschia. PENETAPAN KADAR THIAMIN HCl 1.

Titrasi Penetapan Kadar Thiamin HCl mg Sampel V NaOH 0. Kadar thiamin HCl = x 100 % = 5.9 ml 500 mg 1.464 % 500 mg 0.142 + 5.09 N x 0.09 N x 2 ml x 337. Kadar thiamin HCl = x 100 % = 12.2 ml Perhitungan : N NaOH baku x V NaOH x BEThiamin HCl Rumus: Kadar thiamin HCl= x 100 mg sampel 0.09 N x 1.2 ml x 337. Kadar thiamin HCl = x 100 % = 7.285 Kadar thiamin HCl rata – rata : = 8.27 1.285 % 500 mg 12.27 2.464 +7.1 N 500 mg 2 ml 500 mg 0.27 3. 2.9 ml x 337.297 % 3 .142 % 500 mg 0.

Pada titrasi penetapan kadar thiamin HCl. Thiamin HCl merupakan zat yang larut dalam air sedangkan amilum tidak larut dalam air. Sampel yang diujikan adalah berupa serbuk putih. Fenol red (fenol merah) yang memiliki range pH 6.HCl NaCl + HCl + OH- . oleh karena itu isolasi thiamin HCl dari campurannya dilakukan dengan cara sentrifuga. Dari hasil sentrifuge tersebut diperoleh endapan amilum dan larutan thiamin HCl yang larut air. BAB III PEMBAHASAN Kadar Thiamin HCl dapat ditetapkan dengan titrasi asam basa karena terdapat hidroklorida. Fase yang larut dalam air tersebut yang digunakan sebagai analit dalam titrasi penetapan kadar. maka dipilihlah indikator yang range pH nya mendekati pH netral. Pada titik akhir titrasi terbentuk garam yang stabil pada pH netral.4).81 (Skoog) merupakan indikator yang cocok untuk titrasi penetapan kadar thiamin HCl. sampel tersebut tidaklah murni thiamin HCl. Reaksi yang terjadi pada titrasi penetapan kadar thiamin HCl dengan larutan baku NaOH 0.7 – 3. pH Thiamin HCl dalam larutan adalah 2. Biasanya dalam sediaanya.8 – 8.1 N adalah reaksi antara asam kuat dengan basa kuat dan menghasilkan suatu garam yang stabil. maka dipilih metode titrasi langsung. Karena berasal dari sediaan. Seperti diketahui bahwa hidroklorida atau HCl merupakan asam kuat (dalam FI III 1979 halaman 599. sehingga dapat dititrasi dengan basa kuat seperti NaOH. thiamin HCl dicampurkan dengan amilum. oleh karena kestabilan pada pH tersebut. karena jenis dari titrasinya adalah titrasi asam kuat dengan basa kuat juga karena thiamin HCl stabil terhadap suhu (tidak mudah menguap). Fenol red memberikan warna kuning pada suasana asam dan warna merah (pink fuschia) pada suasana basa.4 dengan pKa 7. Berikut adalah reaksi kimia yang terjadi: NaOH Cl-.

Namun ternyata kadar sebenarnya adalah 25 %.812 25 Faktor yang mempengaruhi kesalahan dalam penentuan kadar thiamin HCl adalah kesalahan dalam isolasi yaitu isolasi thiamin HCl yang tidak sempurna.297 %. . artinya reaksi bersifat irreversible. Jadi kesalahannya adalah : kadar yang didapatkan−kadar sebenarnya x 100 kadar sebenarnya 8. Dalam perhitungan kadar. Garam tersebut stabil.297 −25 kesalahan: x 100 =66. sehingga mempengaruhi dalam perhitungan kadar thiamin HCl yang sebenarnya dan mengakibatkan besarnya persentase kesalahan. ditunjukan dengan panah yang 1 arah (tidak bolak balik). didapat bahwa kadar thiamin HCl hasil dari rata-rata 3 kali titrasi adalah sebesar 8. Tidak semua thiamin HCl yang terisolasi.

Kadar thiamin HCl yang sebenarnya adalah 25 % . . dapat disimpulkan bahwa: . Kadar thiamin HCl berdasarkan hasil titrasi asam basa menggunakan larutan baku NaOH 0. BAB IV KESIMPULAN Dari uraian pada bab sebelumnya dan merujuk pada tujuan percobaan.812 %. Saran Dalam proses isolasi thiamin HCl. Persentase kesalahannya adalah sebesar 66.1 N dan indikator fenol red adalah sebesar 8. sebaiknya dilakukan .297 %. A.

1979. 2008. Abdul. Khopkar. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Analisis Kimia Kuantitatif. Sudjadi. Wikipedia Indonesia.. A. 2012. 1998. Farmakope Indonesia ed 3. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Tiamina Hidroklorida.Jakarta: Kopri Sub Unit Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Gandjar.Tersedia: http://id. 2008. Analytical Chemistry: An Introduction. R.. Rohman.[Online]. Abdul. S. Douglas A. 2007. et al. 2000. New York: Saunders College Publishing.L. Underwood. Analisis Kuantitatif Obat.. Konsep Dasar Kimia Analitik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jakarta: Erlangga.wikipedia. Kimia Farmasi Analisis. Rohman. Jakarta: UI-Press..A. LITERATUR Day. Ibnu Gholib.15] .org/wiki/Tiamina [10 Februari 2012 : 14. Skoog. M.