You are on page 1of 9

PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

DINAS KESEHATAN
UPTD PPK BLUD PUSKESMAS CICURUG
Jalan Raya Siliwangi No. 113 Telp (0266) 6725183
e-mail : facebook: Puskesmas Cicurug

KEPUTUSAN KAPALA PUSKESMAS KECAMATAN CICURUG


NOMOR :..../SK/CCR/III/ 2018

TENTANG

PENETAPAN INDIKATOR MUTU PUSKESMAS SASARAN KESELAMATAN


PASIEN
DI BADAN KEPUTUSAN KAPALA PUSKESMAS

KAPALA PUSKESMAS KECAMATAN CICURUG ,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka implementasi Akreditasi Puskesmas Standar


2016 maka perlu ditetapkan Indikator Mutu Area Klinis Puskesmas ;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf


a dipandang perlu menetapkan Keputusan Kapala Puskesmas Cicurug
tentang Indikator Mutu Puskesmas Area Klinis di Puskesmas;

Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan


: (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

2. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit


(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5072) ;

3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1691 Tahun 2011 tentang


Keselamatan Pasien Rumah Sakit ;

4. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/2008 tentang


Standar Pelayanan Rumah Sakit

5. Peraturan Bupati Sumbawa Nomor 29 Tahun 2015 tentang Penetapan


Badan Layanan Umum Daerah Kabupaten Sumbawa sebagai Badan
Layanan Umum Daerah (BLUD) .

M E M U T U S K A N:

Menetapkan : INDIKATOR MUTU PUSKESMAS SASARAN KESELAMATAN


PASIEN DI BADAN PUSKESMAS KECAMATAN CICURUG.

KESATU : Indikator Mutu Puskesmas Sasaran Keselamatan Pasien terdiri dari 6 judul
indikator .

KEDUA : Judul Indikator dan profile indikator sebagaimana dimaksud pada diktum
KESATU (terlampir)

KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian
hari terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini, maka akan diadakan perbaikan
sebagai mana mestinya.

Ditetapkan di : Cicurug
Pada Tanggal : Maret 2018
Kepala
UPTD Puskesmas Cicurug,

DR.TEDDY MULYADI S
Nip. 19701208200501106
LAMPIRAN : 01 KEPUTUSAN KAPALA PUSKESMAS ALAS

NOMOR : ..../SK/CCR/III/ 2018

TENTANG : PENETAPAN INDIKATOR MUTU PUSKESMAS SASARAN


KESELAMATAN PAISEN DI PUSKESMAS CICURUG

NO STANDAR JUDUL INDIKATOR


1 PMKP 3. IPSG.1 ; Mengidentifikasi Persentase pelaksanaan Prosedur identifikasi
Pasien Dengan Benar pasien dilaksanakan tepat dan benar
2 PMKP 3. IPSG.2 ; Peningkatan Persentase pelaksanaan Read Back, Write Back
Komunikasi yang Efektif oleh penerima instruksi dan ditandatangani (Sign
Here) Oleh Pemberi Instruksi Dalam Waktu 1 x 24
Jam.
3 PMKP 3. IPSG.3 ; Meningkatkan Insiden kesalahan pemberian obat high alert
Keamanan Obat-Obatan yang harus
Diwaspadai
4 PMPK 3. IPSG 4; Memastikan Lokasi Insiden operasi salah sisi, salah orang, salah
Pembedahan Yang Benar, Prosedur prosedur operasi
Yang Benar, Pembedahan pada Pasien
yang Benar
5 PMPK 3. IPSG 5; Mengurangi Risiko Persentase kepatuhan petugas kesehatan dalam
Infeksi Akibat Perawatan Kesehatanmelakukan kebersihan tangan dengan metode
enam langkah dan lima momen
6 PMPK 3. IPSG 6; Mengurangi Risiko Insiden pasien jatuh selama perawatan rawat inap
Cedera Pasien Akibat Terjatuh di Puskesmas

Ditetapkan di : Cicurug
Pada Tanggal : Maret 2018
Kepala
UPTD Puskesmas Cicurug,

DR.TEDDY MULYADI S
Nip. 19701208200501106
LAMPIRAN : 02 KEPUTUSAN KAPALA PUSKESMAS ALAS

NOMOR : ..../SK/CCR/III/ 2018

TENTANG : PENETAPAN INDIKATOR MUTU PUSKESMAS SASARAN


KESELAMATAN PAISEN DI PUSKESMAS CICURUG

STANDAR PMKP 3. IPSG.1 ; Mengidentifikasi Pasien Dengan Benar


JUDUL Persentase pelaksanaan Prosedur identifikasi pasien dilaksanakan tepat dan benar
TUJUAN Tergambarnya upaya Puskesmas dalam menjaga keselamatan pasien
DEFINISI Perbandingan antara jumlah pelaksanaan Prosedur identifikasi pasien yang dilakukan tepat dan
OPERASIONAL benar dengan jumlah pelaksanaan Prosedur identifikasi pasien yang seharusnya dilakukan
sesuai standar kegiatan yang memerlukan identifikasi pasien.
Prosedur identifikasi harus dilakukan pada saat :
1 Memberikan obat
2. Memberikan darah dan produk darah
3. Mengambil sampel darah
4. Mengambil sampel lainnya untuk pemeriksaan
5. Melakukan tindakan dan prosedur
Identifikasi pasien dilaksanakan dengan cara menanyakan minimal dua identitas, untuk di
rawat jalan menanyakan nama dan tanggal lahir sedangkan di rawat inap menanyakan nama
dan cek nomor rekam medis.
ALASAN Identifikasi pasien secara tepat dan benar sangat penting dilakukan untuk mencegah kesalahan
DAN (error) yang langsung berdampak kepada keselamatan pasien. Kesalahan identifikasi pasien
IMPLIKASI membuka peluang kesalahan tindakan atau kesalahan pemberian obat.
NUMERATOR Jumlah pelaksanaan Prosedur identifikasi pasien yang dilakukan dengan tepat dan benar
DENOMINATOR Jumlah Prosedur identifikasi pasien yang seharusnya dilakukan sesuai standar kegiatan yang
memerlukan identifikasi pasien
FORMULA Jml pelaksanaan Prosedur identifikasi pasien yg dilakukan dgn tepat &benar (kali) x 100
Jml pelaksanaan Prosedur identifikasi pasien yg seharusnya dilakukan sesuai standar kegiatan
yang memerlukan identifikasi pasien (kali)
100
STANDAR %
KRITERIA Seluruh kegiatan yang memerlukan identifikasi pasien dengan melibatkan staf medis (dokter,
INKLUSI perawat, fisiotherapist, petugas laboratorium, petugas gizi, petugas radiologi dll)
KRITERIA -
EKSKLUSI
PENCATATAN Hanya bisa surveilans (observasi langsung) dengan purposive sampling ketika ada kegiatan
yang memerlukan identifikasi pasien. Dilakukan oleh kepala unit/ ruangan/ instalasi (dilakukan
dengan cross monitoring jika memungkinkan) setiap hari Senin pk. 08.00 – 10.00 WITA.
REKAPITULA Setiap bulandilakukan oleh kepala unit/ ruangan/ instalasi
SI UNIT
ANALISA & Setiap bulan dilakukan oleh kepala unit/ ruangan/ instalasi
PELAPORAN
AREA Semua Area Klinis
PIC Ketua Panitia KP-RS
FORMAT
PENCATATAN JENIS KEGIATAN YANG PELAKSANAAN
TANGGA

N DILAKUKAN DAN IDENTIFIKASI PASIEN


UNIT PROFESI %
O MEMERLUKAN DILAKUKAN TEPAT DAN
L

IDENTIFIKASI PASIEN BENAR (ya/tidak)

1 2 3 4 5 6 7
1
2
3
4
dst

Verifikasi :

STANDAR PMKP 3. IPSG.2 ; Peningkatan Komunikasi yang Efektif


JUDUL Persentase pelaksanaan Read Back, Write Back oleh penerima instruksi dan
ditandatangani (Sign Here) Oleh Pemberi Instruksi Dalam Waktu 1 x 24 Jam.
TUJUAN Tergambarnya proses read back, write back sampai ditandatangani oleh Pemberi Instruksi
DEFINISI
Prosedur Read back adalah kegiatan untuk memastikan setiap intruksi verbal agar dilakukan dengan
OPERASIONAL

NUMERATOR

DENOMINATO R
FORMULA

STANDAR
KRITERIA benar dan sesuai instruksi, melalui kegiatan membacakan kembali instruksi; dan mengkonfirmasi
INKLUSI bahwa apa yang sudah dituliskan dengan dibaca ulang dan/atau dengan ejaan huruf alfabet
KRITERIA instruksi obat sound a like. Kegiatan dilanjutkan dengan memberikan stempel Read back pada
EKSKLUSI catatan instruksi dan pemberi instruksi harus segera menandatangi instruksi (sign here) tersebut
PENCATATAN paling lambat dalam 1 x 24 jam Pemberi instruksi adalah dokter DPJP yang memberikan
instruksi melalui telephone (instruksi obat, instruksi perubahan terapi, instruksi rencana
tindakan, dll).
Jumlah dokumentasi read back, write back yang ditandatangani dlm waktu 1 X 24 jam sejak
REKAPITULAS instruksi
I UNIT Jumlah seluruh read back, write back instruksi verbal yang terdokumentasi
ANALISA &
PELAPORAN Jml read back, write back yang ditandatangani dlm waktu 1X24 jam sejak instruksi X
AREA 100 Jumlah seluruh read back instruksi verbal yang terdokumentasi
Pelaksanaan read back, write back & sign here
PIC
100% , Seluruh instruksi verbal yang
FORMAT
terdokumentasi
PENCATATAN
-

Pengambilan sample dapat dilakukan dengan teknik random sampling atau purposive
sampling dengan data dokumentasi retrospektif ketika ada kegiatan instruksi verbal yang
memerlukan read back. Monitoring dilakukan oleh kepala ruangan (dilakukan dengan cross
monitoring jika memungkinkan)
Setiap bulan dilakukan oleh Kepala Ruangan di Instalasi Rawat Inap

Setiap bulan dilakukan oleh Kepala Instalasi Rawat Inap

Instalasi Rawat Inap


Kepala Instalasi Rawat Inap

JUMLAH INSTRUKSI JUMLAH INSTRUKSI VERBAL


TANGGA

VERBAL YANG TELAH DI READ BACK,


NO RUANGAN DPJP % PENCAPAIAN
YANG WRITE BACK & SIGN HERE
L

TERIDENTIFIKASI DENGAN TEPAT DAN BENAR

1 2 3 4 5 6 7
1
2
3
4
5
6
7
dst

VALIDASI :

STANDAR PMKP 3. IPSG.3 ; Meningkatkan Keamanan Obat-Obatan yang harus Diwaspadai


JUDUL Insiden kesalahan pemberian obat high alert
TUJUAN Tergambarnya upaya Puskesmas dalam menjaga keselamatan pasien
DEFINISI Insiden kesalahan pemberian obat high alert yang dimaksud adalah ketidaktepatan pemberian
OPERASIONAL obat high alert dan tidak sesuai dengan standar prosedur yang ditetapkan Puskesmas dengan
memperhatikan prinsip keselamatan pasien.
Obat-obatan yang perlu diwaspadai (high alert medication) adalah obat yang sering
menyebabkan terjadi kesalahan serius (sentinel event) dan obat yang beresiko tinggi
menyebabkan dampak yang tidak diinginkan (adverse event)
Yang termasuk obat high alert adalah sebagai berikut :
A. Heparin injeksi
B. Kontras radiologi
C. Insulin injeksi
D. Dextrose 40%
E. KCL 7.64%
F. NaCl 3%
G. Natrium Bicarbonat
H. Ca. Gluconas
ALASAN DAN Kesalahan pemberian obat High Alert sangat fatal akibatnya terhadap pasien, dapat
IMPLIKASI mengakibatkan terjadinya kematian (sentinel event) maupun Kejadian yang Tidak Diharapkan
(KTD)
NUMERATOR Jumlah insiden kesalahan prosedur pemberian obat high alert
DENOMINATOR Jumlah seluruh prosedur pemberian obat high alert yang dilaksanakan
FORMULA Jumlah insiden kesalahan prosedur pemberian obat high alert
STANDAR 0 kejadian
KRITERIA Seluruh prosedur pemberian obat high alert yang dilaksanakan
INKLUSI
KRITERIA -
EKSKLUSI
PENCATATAN Pengambilan data dapat dilakukan dengan laporan retrospektif dari setiap unit pelayanan oleh
kepala unit/ ruangan/ instalasi, atau juga dapat berdasarkan keluhan / complaint pelanggan.
REKAPITULAS Setiap bulan dilakukan oleh kepala unit/ ruangan/ instalasi
I UNIT
ANALISA & Setiap bulan dilakukan oleh kepala unit/ ruangan/ instalasi
PELAPORAN
AREA Semua Unit Pelayanan
PIC Ketua Panitia KP-RS
FORMAT
TANGGAL
PENCATATAN N
KEJADIA
UNIT LOKASI
NAMA OBAT
HIGH ALERT
N PENYEBAB KESALAHAN TINDAK LANJUT KET
O KEJADIAN YG SALAH
KESALAH
DIBERIKAN
AN

1 2 3 4 5 6 7
1
2
3
4
dst
Verifikasi :

STANDAR PMPK 3. IPSG 4; Memastikan Lokasi Pembedahan Yang Benar, Prosedur Yang Benar,
Pembedahan pada Pasien yang Benar
JUDUL Insiden operasi salah sisi, salah orang, salah prosedur operasi
TUJUAN Tergambarnya kepedulian dan ketelitian kamar bedah terhadap keselamatan pasien
DEFINISI Kejadian operasi salah sisi adalah kejadian dimana pasien dioperasi pada sisi yang salah,
OPERASIONAL misalnya yang semestinya dioperasi pada sisi kanan, ternyata yang dilakukan operasi adalah
pada sisi kiri atau sebaliknya.
Kejadian operasi salah orang adalah kejadian dimana pasien dioperasi pada orang yang salah.
Kejadian salah prosedur pada operasi adalah kejadian pasien mengalami tindakan operasi yang
tidak sesuai dengan tindakan yang seharusnya dilakukan.
Insiden ini dapat dicegah dengan melaksanakn prosedur time out. Prosedur time out adalah
suatu prosedur yang dilakukan sebelum melakukan pembedahan/incisi untuk
melakukanverifikasi praoperatif meliputi memverifikasi lokasi, prosedur, dan pasien yang
benar, dilakukan di tempat dimana tindakan akan dilakukan tepat sebelum tindakan dimulai
dan melibatkan seluruh anggota tim operasi.
ALASAN DAN Tindakan operasi merupakan suatu tahapan pelayanan di Puskesmas yang membutuhkan
IMPLIKASI tingkat ketelitian, kecermatan yang tinggi dan persiapan yang menyeluruh, oleh karena
tindakan operasi merupakan tindakan risiko tinggi (high risk) terhadap keselamatan pasien.
NUMERATOR Jumlah insiden salah sisi, salah orang, salah prosedur operasi
DENOMINATOR Jumlah seluruh tindakan operasi

FORMULA Jumlah insiden salah sisi, salah orang, salah prosedur operasi X 100
Jumlah seluruh tindakan operasi

STANDAR 0%
KRITERIA Seluruh tindakan operasi
INKLUSI
KRITERIA -
EKSKLUSI
PENCATATAN Pencatatan register pasca bedah dilakukan setiap hari di ruang pulih (Recovery Room).
Dilakukan setiap ada sentinel event dengan total sampling ketika ada insiden salah sisi, salah
orang, salah prosedur operasi, dilakukan oleh patient safety officer di kamar bedah setiap
bulan.
REKAPITULAS Setiap bulan, oleh patient safety officer
I UNIT ANALISA & PELAPORAN AREA
PIC
FORMAT PENCATATAN
Ka. Instalasi Bedah Sentral
Setiap bulan, oleh Register kamar bedah (elemen kolom dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan)
kepala ruangan

TANGGA
PROSEDUR TIME
Kamar Bedah NAMA SALAH SALAH

L
(ya/tidak)

N TINDAKAN OUT CEK SALAH SISI KE


PASIE NO RM ORANG PROSEDUR
O OPERASI DOKUMEN (ya/tidak) T
Instalasi Bedah N (ya/tidak) (ya/tidak)
Sentral (IBS)
1 2 3 4 5 6 7
1
Instalasi Bedah 2
Sentral (IBS) 3
dst
Verifikasi :

STANDAR PMPK 3. IPSG 5; Mengurangi Risiko Infeksi Akibat Perawatan Kesehatan


JUDUL Persentase kepatuhan petugas kesehatan dalam melakukan kebersihan tangan dengan
metode enam langkah dan lima momen
TUJUAN Tergambarnya upaya Puskesmas dalam menjaga keselamatan pasien
DEFINISI Kepatuhan cuci tangan adalah ketaatan petugas dalam melakukan prosedur cuci tangan dengan
OPERASIONAL menggunakan metode 6 lanngkah dan lima momen. Lima momen yang dimaksud adalah :
1. Sebelum kontak dengan pasien
2. Sebelum melaksanakan tindakan aseptic
3. Setelh kontak dengan pasien
4. Setelah kontak dengan cairan tubuh pasien
5. Setelah kontak dengan alat dan lingkungan sekitaar pasien
ALASAN DAN Kepatuhan petugas kesehatan dalam melakukan kebersihan tangan dengan metode enam langkah dan
IMPLIKASI lima momen adalah cara yang paling efisien dan efektif untuk mencegah infeksi nosokomial, sehingga
berdampak positif terhadap proses penyembuhan penyakit dan merupakan upaya positif dalam
program keselamatan pasien
NUMERATOR Jumlah kegiatan petugas yang dilakukan kebersihan tangan dengan metode enam langkah dan
lima momen
DENOMINATOR Jumlah seluruh kegiatan petugas yang seharusnya dilakukan kebersihan tangan dengan metode
enam langkah dan lima momen
FORMULA Jumlah kegiatan petugas yang dilakukan kebersihan tangan dengan metode enam langkah dan
lima momen (kali) : Jumlah seluruh kegiatan petugas yang seharusnya dilakukan kebersihan
tangan dengan metode enam langkah dan lima momen (kali) x 100% =___%
STANDAR Minimal 60%
KRITERIA Seluruh tenaga kesehatan yang langsung terlibat dalam pelayanan pasien
INKLUSI
KRITERIA -
EKSKLUSI
PENCATATAN Hanya bisa surveilans (observasi langsung) dengan purposive sampling ketika ada kegiatan
yang seharusnya dilakukan kebersihan tangan dengan metode enam langkah dan lima momen.
Dilakukan oleh kepala unit/ ruangan/ instalasi (dilakukan dengan cross monitoring jika
memungkinkan) setiap hari Senin pk. 08.00 – 10.00 WITA.
REKAPITULAS Setiap bulandilakukan oleh kepala unit/ ruangan/ instalasi
I UNIT
ANALISA & Setiap bulandilakukan oleh kepala unit/ ruangan/ instalasi
PELAPORAN
AREA Semua unit pelayanan
PIC Ketua Panitia KP-RS
FORMAT Checklist dan format observasi kebersihan tangan dengan metode enam langkah dan lima
PENCATATAN momen sesuai format PPI-RS
FORMAT
PENCATATAN %
%
DIMONITORING KEPATUHAN TANGAN
TANGGAL

NAMA KEPATUHAN
AKTIFITAS CUCI
PETUGAS 6 LANGKAH RERATA % PETUGAS
NO UNIT PETUGAS YG TANGAN KE
YANG CUCI PENCAPAIAN MONITORING
DIMONITORING PADA 5
MOMENT
(YA / TDK)
(YA / TDK)

1 2 3 4 5 6 7
1
2
3
dst
Verifikasi :

STANDAR PMPK 3. IPSG 6; Mengurangi Risiko Cedera Pasien Akibat Terjatuh


JUDUL Insiden pasien jatuh selama perawatan rawat inap di Puskesmas
TUJUAN Kejadian pasien jatuh yang terjadi selama dirawat di Puskesmas dapat menyebabkan
konsekuensi yang serius dan bahkan mengancam keselamatan banyak pasien.
DEFINISI Pasien jatuh adalah pasien yang mengalami insiden secara cepat dan tiba-tiba berpindah posisi
OPERASIONAL dari tempat tidur ke lantai sampai setengah atau lebih bagian tubuh berada di lantai, sehingga
memungkinkan pasien mengalami cedera ringan sampai berat atau tidak menimbulkan cedera.
ALASAN DAN Perawat bertanggung jawab dalam mengidentifikasi pasien yang beresiko jatuh dan membuat
IMPLIKASI suatu rencana perawatan untuk meminimalkan resiko. Salah satu upaya untuk mengurangi
resiko pasien jatuh adalah dengan menempatkan perawat profesional pada bangsal-bangsal
tempat perawatan pasien.
NUMERATOR Jumlah pasien jatuh selama 1 bulan kalender
ENOMINATOR -
FORMULA Jumlah pasien jatuh selama 1 bulan kalender (orang) X 100
Jumlah pasien yang dirawat dalam 1 bulan kalender
STANDAR 0%
KRITERIA • Pasien jatuh yang terjadi saat berada di unit perawatan
INKLUSI • Klasifikasi Perlukaan;
o None – pasien tidak mengalami perlukaan
o Minor – menyebabkan perawatan luka, pembersihan luka, penggunaan obat topical,
memar atau lecet
o Moderate – menyebabkan luka robek yang perlu dijahit, splinting, dan keseleo pada
sendi atau otot
o Major – menyebabkan pembedahan, insisi, traksi, terjadi patah tulang, atau
membutuhkan konsultasi untuk neurological atau luka internal
o Death – pasien meninggal karena luka akibat jatuh
o UTD – ’Unable to Determine’ Tidak dapat ditentukan dari dokumentasi yang ada
KRITERIA Kejadian jatuh oleh: Pengunjung, Siswa, Staf Puskesmas , Pasien saat sedang tidak berada
EKSKLUSI pada unit perawatan pasien tersebut (mis. Pasien jatuh di unit radiologi), Pasien yang jatuh
dengan kategori level luka 1 ’none’
PENCATATAN Setiap ada insiden dengan pelaporan IKP-RS yang dapat dicatat berdasarkan format pelaporan
yang ditetapkan Puskesmas
REKAPITULAS Setiap bulan, oleh Kepala Ruangan Rawat Inap
I UNIT
ANALISA & Setiap bulan, oleh Kepala Instalasi Rawat Inap
PELAPORAN
AREA Ruang Rawat Inap
PIC Ketua Panitia KP-RS
FORMAT Khusus Pasien Jatuh
PENCATATAN
LMRS
TANGGA

NAMA PELAPORAN
NO. TANGGAL / JAM KLASIFIKASI TINDAK
NO PASIEN / Insiden KPRS KET
RM INSIDEN PASIEN JATUH PERLUKAAAN LANJUT
UMUR (ya/tidak)

1 2 3 4 5 6 7 8 9
1
2
3
dst
Verifikasi :