You are on page 1of 18

Laporan Kasus

G1P0A0 HAMIL 33 MINGGU DENGAN KETUBAN PECAH DINI


> 24 JAM DAN PARTUS PREMATUR IMMINENS BELUM
INPARTU JANIN TUNGGAL HIDUP PRESENTASI KEPALA

Penyaji:
Hefrida Asmaul Khusna , S.Ked

Pembimbing:
dr. Bambang Kurniawan, Sp.OG

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN OBSTETRI GINEKOLOGI


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN LAMPUNG
TAHUN 2018
LEMBAR PENGESAHAN

Bandar Lampung, 2018

Mengetahui

Pembimbing Penyaji

dr. Bambang Kurniawan, Sp.OG Hefrida Asmaul Khusna, S.Ked

2
REKAM MEDIS

A. Identitas Pasien

Nama : Ny. L

Med.Rec/Reg : 111352

Umur : 20 tahun

Tanggal lahir : 23 Maret 1998

Pendidikan : SMP

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Suku bangsa : Indonesia

Agama : Islam

Alamat : Natar

MRS : 8 Juli 2018 Pukul 22.00 WIB

Ruang/Kamar : VK

B. Anamnesis (Autoanamnesis pada tanggal 08 Juli 2018)

1. Keluhan Utama

Mengeluh keluar air - air berwarna jernih dari jalan lahir disertai mulas

pada perut yang hilang timbul ± 2 jam SMRS.

2. Riwayat Penyakit Sekarang

Os datang ke IGD Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin dengan keluhan

keluar air – air berwarna jernih dari jalan lahir sejak ± dua jam sebelum

masuk rumah sakit. Air – air yang keluar disertai dengan lendir dan perut

mulas yang menjalar kepinggang namun hilang timbul, Keluhan tidak

3
diserti keluarnya darah. Sebelum datang ke RS os pergi ke bidan untuk

konsul keluhan nya, dan bidan langsung menyarankan os untuk dibawa ke

RSPBA. Os merasa gelisah dengan keluhannya.

Ini merupakan kehamilan pertama os. Selama kehamilan os mengaku rutin

memeriksakan kehamilannya kepada bidan. HPHT 25 November 2017 ,

taksiran partus 03 agustus 2018. Siklus Haid teratur setiap 28 hari dan

dalam satu hari menghabiskan kurang lebih tiga pembalut. Riwayat

penyakit sistemik disangkal, riwayat penyakit dalam keluarga disangkal.

riwayat trauma disangkal.

3. Riwayat Perkawinan

Os mengaku menikah 1 kali pada umur 19 tahun, lamanya perkawinan 1

tahun.

4. Riwayat Reproduksi

Riwayat menarche pada usia 13 tahun, lama 5-7 hari, siklus haid 28 hari,

teratur, banyaknya 3 pembalut perhari, dismenorrhoe (-), flour albus (-),

menoragia(-).

5. Riwayat Kehamilan Terdahulu

Anak 1 : Hamil ini.

6. Riwayat Pemeriksaan Kehamilan :

Pemeriksaan selama kehamilan (ANC) rutin setiap bulan ke posyandu

dan satu kali perbulan juga dilakukan di bidan sudah melakukan

imunisasi TT 1x pada awal kehamilan. Riwayat pemeriksaan USG:

4
1. Pemeriksaan USG sudah dilakukan sebanyak 4 kali dengan dr

Sp.OG.

7. Riwayat Kontrasepsi

Os tidak menggunakan kontrasepsi

8. Riwayat Penyakit Dahulu

 Riwayat hipertensi disangkal

 Riwayat diabetes melitus disangkal

 Riwayat asma disangkal

9. Riwayat Penyakit Keluarga

Os mengaku keluarga tidak pernah mengalami hal yang sama.

10. Riwayat Alergi

Riwayat alergi makanan, obat dan cuaca disangkal.

11. Riwayat Kebiasaan

OS tidak merokok, kebiasaan minum alkohol dan penggunaan obat-

obatan tertentu disangkal.

12. Riwayat Gizi

os tinggal bersama kedua orang tua, suami, dan anak-anaknya dengan

penghasilan cukup. Biaya pengobatan ditanggung BPJS kelas III

C. Pemeriksaan Fisik (Tanggal 8 Juli 2018, Pukul 22.10 WIB)

a. Pemeriksaan Umum

5
Keadaan umum : Tampak sakit ringan

Kesadaran : Compos mentis

Berat badan : 76 kg

Tinggi badan : 154 cm

Tekanan darah : 110/80 mmHg

Nadi : 82 x/menit, reguler, kuat

Pernapasan : 18 x/menit

Suhu : 36,6°C

b. Status Generalis

Kepala

Bentuk kepala : Normosefali, tidak ada deformitas.

Rambut : Warna hitam, distribusi merata, tidak mudah

dicabut.

Wajah : Simetris, deformitas (-)

Mata : Kelopak edema (-), konjungtiva anemis (-/-), pupil

isokor, sklera ikterik (-/-).

Telinga : Normotia, deformitas (-), nyeri tekan tragus (-),

sekret (-).

Hidung : Pernapasan cuping hidung (-), sekret (-), septum

deviasi (-), mukosa hiperemis (-).

Bibir : Simetris (+), sianosis (-), mukosa lembab

6
Mulut : Tonsil tenang T1-T1, faring tidak hiperemis, uvula

ditengah, oral higiene baik.

Leher

Bentuk : Simetris, normal

KGB : Tidak teraba membesar

Trakhea : Lurus di tengah

Kelenjar tiroid : Tidak teraba membesar

Thoraks

 Paru – paru

Inspeksi : Gerakan dada simetris saat inspirasi dan ekspirasi

Palpasi : Gerakan dada simetris, vokal fremitus simetris,

krepitasi (-), nyeri tekan (-)

Perkusi : Sonor di kedua lapang paru

Auskultasi : Suara nafas vesikuler, ronkhi (-/-), wheezing (-/-)

 Jantung

Inspeksi : Tidak tampak pulsasi ictus cordis

Palpasi : krepitasi (-/-), nyeri tekan (-/-), tidak teraba iktus

cordis

Perkusi : Batas atas kiri: ICS II linea parasternal sinistra

7
Batas atas kanan : ICS II linea parasternal dextra

Batas kiri bawah : ICS V linea midclavicula sinistra

Batas kanan bawah : ICS IV linea parasternal dextra

Auskultasi : Bunyi jantung I-II regular, murmur (-), gallop (-)

Abdomen : supel, nyeri tekan (-) line nigra (+), Stirae (+),

teraba janin tunggal, intra uterin, memanjang,

punggung kiri, presentasi kepala, kepala belum

masuk panggul, DJJ 142x/menit/reguler,

Genitalia : Darah (-), air ketuban (+), lendir (+), flour albus (-),

penyakit kelamin (-).

Ekstermitas : Akral hangat (+/+), CRT <2 varises (-), edema (-/-

), refleks fisiologis (+/+), refleks patologis (-/-)

c. Status Lokalis

Pemeriksaan Obstetri :

 Pemeriksaan luar :
a. Abdomen :
 I: tidak ada luka bekas operasi, tampak Cembung (+), linea
Nigra (+) , Striae gravidarum (+)
 P: fundus uteri teraba setinggi 33 cm
Leopold I : Teraba bagian besar lunak
Leopold II : Teraba punggung disebelah kiri perut ibu
Leopold III : Teraba bagian besar bulat keras, presentasi kepala
Leopold IV : Belum masuk PAP

8
 Perkusi : Timpani
 auskultasi : bising usus (+) 3 kali/menit

 Pemeriksaan dalam (VT):


VT dilakukan pada tanggal 8 juli 2018 pukul 22.00 wib didaptkan
porsio tipis,pembukaan 1 sempit.

D. Pemeriksaan Penunjang

 USG : Janin tunggal hidup intrauterine, TBJ 2089 gram, tafsiran

persalinan 29 agustus 2018 dengan usia kehamilan 33 minggu, amnion

jumlah cukup.

 Laboratorium (Hasil keluar tanggal 9 Juli 2018 pukul 13:39)

Hemoglobin : 12,0 gr/dl MCV : 85 fl

Eritrosit : 4,3 ul Leukosit : 9.900 ul

Hematokrit : 36% Trombosit : 345.000

9
Hitung jenis : 0/0/1/64/28/7 CT : 13’

MCH : 28 pg

MCHC : 33 g/dl

BT : 4’

E. DIAGNOSA KERJA

G1P0A0 hamil 33 minggu dengan ketuban pecah dini >24 jam dan partus

prematur imminens belum inpartu janin tunggal hidup presentasi kepala.

F. Rencana

- IVFD RL + proterin 2 amp. XX gtt/menit

- Injeksi Ceftriaxone 3x1 gr, skin test

- Injeksi dexametason 2x2 ampul/iv

- Cek Lab: DL, CT, BT

F. Prognosis

Dubia ad Vitam : Ad bonam

Dubia ad Functionam : Ad bonan

Dubia ad Sanationam : Ad bonam

G. Follow Up

Tgl/Jam Pemeriksaan Terapi

8-07-2018 Pkl S : Keluar air-air berwarna jernih • Observasi TTV, pengeluaran

22.10 WIB disertai perut mulas yang menjalar air ketuban,DJJ,HIS

kepinggang hilang timbul. lendir +, • IVFD RL+ 2 amp proterin gtt

Darah - XX/menit

10
O : KU baik, CM, TD: 110/70mmHg, • Injeksi ceftriaxone 3x1 gr iv

RR: 17x/menit, HR: 80 x/menit, T: • Injeksi dexametason 3x500 mg

36,50C, TFU 33 cm, DJJ 142x/menit iv

reguler HIS 2x10’x5” . • rencana usg besok siang pukul

A : G1P0A0 hamil 33 minggu dengan 14.00 wib di poliklinik

ketuban pecah dini >24 jam dan partus

prematur imminens belum inpartu

janin tunggal hidup presentasi kepala.

Pkl 03.30 WIB S : Keluar air-air berwarna jernih • Observasi TTV , pengeluaran

disertai perut mulas yang menjalar air ketuban, DJJ, HIS

kepinggang hilang timbul. lendir +, • IVFD RL+ 2 amp proterin gtt

Darah - XX/menit

O : KU baik, CM, TD: 120/80mmHg, • Injeksi ceftriaxone 3x1 gr iv

RR: 19x/menit, HR: 78 x/menit, T: • Injeksi dexametason 3x500 mg

36,40C, TFU 33 cm, DJJ : 145x/menit iv

reguler HIS 1x10’x10”

A : G1P0A0 hamil 33 minggu dengan

ketuban pecah dini >24 jam dan partus

prematur imminens belum inpartu

janin tunggal hidup presentasi kepala

09-07-2018 S : Keluar air-air berwarna jernih  Observasi TTV , pengeluaran

Pkl 07.00 WIB disertai perut mulas yang menjalar air ketuban, DJJ, HIS

kepinggang hilang timbul. lendir +,  IVFD RL+ 2 amp proterin gtt

Darah - XX/menit

O :KU baik, CM, TD : 110/70, RR:  Injeksi ceftriaxone 3x1 gr iv

20x/menit, HR: 81 x/menit,T :36,70C,  Injeksi dexametason 3x500 mg

11
TFU 33 cm, DJJ : 152x/menit reguler iv

HIS : 1x10’x10”

A : G1P0A0 hamil 33 minggu dengan

ketuban pecah dini >24 jam dan partus

prematur imminens belum inpartu

janin tunggal hidup presentasi kepala

10-08-2017 S : Keluar air-air berwarna jernih  Observasi TTV , pengeluaran

sudah berkurang, perut mulas (-). air ketuban, DJJ, HIS


Pkl : 07.30
lendir -, Darah -  IVFD RL+ 2 amp proterin gtt

O :KU baik, CM, TD : 110/70, RR: XX/menit

20x/menit, HR: 81 x/menit,T :36,70C,  Injeksi ceftriaxone 3x1 gr iv

TFU 33 cm, DJJ : 152x/menit reguler  Injeksi dexametason 3x500 mg

HIS : - iv

A : G1P0A0 hamil 33 minggu dengan

ketuban pecah dini >24 jam dan partus

prematur imminens belum inpartu

janin tunggal hidup presentasi kepala

11-08-2017 S : Keluar air-air berwarna jernih sudah Terapi pulang :

berkurang terakhir tadi malam pukul  Amoxicilin 3x500 mg tablet


Pkl : 06.30
24.00 wib, perut mulas (-). lendir -,  Asam mefenamat 3x500 mg

Darah - tablet

O :KU baik, CM, TD : 120/70, RR:  Hystolan 2x1/2 tablet

21x/menit, HR: 88 x/menit,T :36,70C,

TFU 33 cm, DJJ : 142x/menit reguler

12
HIS : -

A : G1P0A0 hamil 33 minggu dengan

ketuban pecah dini >24 jam dan partus

prematur imminens belum inpartu janin

tunggal hidup presentasi kepala

P: aff infus, pulang APS

11. PERMASALAHAN

1. Apakah diagnosis pasien ini sudah tepat?

2. Apa faktor terjadinya PPT pada kasus ini?

3. Apakah penatalaksanaan pasien ini sudah tepat?

III. ANALISIS KASUS

1. Apakah diagnosis pasien ini sudah tepat?

Pada kasus ini diagnosis Ny. L 20 tahun hamil 33 minggu dengan ketuban
pecah dini >24 jam dan partus prematur imminens belum inpartu janin tunggal
hidup presentasi kepala.
Pada anamnesi : Ny.L 20 tahun datang ke IGD Rumah Sakit Pertamina
Bintang Amin dengan keluhan keluar air- air berwarna bening dari jalan lahir
sejak dua jam sebelum masuk rumah sakit. air yang keluar disertai dengan
lendir dan perut mulas yang menjalar kepinggang namun hilang timbul.
Pada pemeriksaan fisik: pada pemeriksaan abdomen didapatkan DJJ 142x/menit

reguler, HIS 2x10’x5” .

abdomen didapatkan inspeksi pada genital terlihat adanya ketuban berwarna


jernih disertai lendir.
• Pemeriksaan penunjang : Janin tunggal hidup intrauterine, TBJ 2089 gram,

13
tafsiran persalinan 29 agustus 2018 dengan usia kehamilan 33 minggu,
amnion jumlah cukup.
Hal ini sesuai dengan teori, partus prematur imminens adalah persalinan yang
berlangsung pada umur kehamilan 20-37 minggu dihitung dari hari pertama
menstruasi terakhir (HPHT). WHO menyatakan bahwa bayi prematur adalah
bayi yang lahir pada usia kehamilan 37 minggu atau kurang.
Menurut Wibowo (1997) persalinan prematur adalah kontraksi uterus yang
teratur setelah kehamilan 20 minggu dan sebelum 37 minggu, dengan interval
kontraksi 5 hingga 8 menit atau kurang dan disertai tanda berikut : perubahan
serviks yang progresif, dilatasi serviks 2 sentimeter atau lebih,penipisam
serviks 80% atau lebih .
Menurut mochtar (1998) partus prematur yaitu persalinan pada kehamilan 28
sampai 37 minggu,berat badan lahir 1000 – 2500 gram.
Himpunan Kedokteran Fetomaternal POGI di Semarang tahun 2005
menetapkan bahwa persalinan preterm adalah persalinan yang terjadi pada
usia kehamilan 22-37 minggu.
Beberapa kriteria dapat dipakai sebagai diagnosa ancaman PPI
(Wiknjosastro,2010) yaitu :
1. usia kehamilan anatara 20 sampai 37 minggu atau antara 140 dan 259 hari.
2. kontraksi uterus (his) teratur, yaitu kontraksi yang berlangsung sedikitmya
setiap 7-8 menit seklai. Atau 2-3 kali dalam waktu 10 menit
3. merasakan gejala seperti rasa kaku di perut menyerupai kaku menstruasi,
rasa tekanan intrapelvikdan nyeri pada punggung bawah
4. mengeluarkan lendur pervaginam. Mungkin bercampur darah
5. Pemeriksaan dalam menunjukkan bahwa serviks telah mendatar 50-80%
atau telah terjadi pembukaan sedikitnya 2 cm
6. selaput amnion seringkali telah pecah
7.presentasi janin rendah, sampai mencapaispina isiadika.
Kriteria lain yang diusulkan oleh American Academy Of Pediatrics dan
The American Collage Of Obstetricians and Gynecologists (1997) untuk

14
mendiagnosa PPI ialah :
1. kontraksi yang terjadi dengan frekuensi empat kali dalam 20 m2nit atau
delapan kali dalam 60 menit dan perubahan progresiff pada serviks,
2. dilatasi serviks lebih dari 1 cm
3. pendataran serviks sebesar 80 % atau lebih.
Menurut Mansjoer (2000) manifestasi klonik persalinan preterm adalah :
1. kontraksi uterus yang teratur sedikitnya 3-5 menit seklai selama 45 detik
dalam waktu minimal 2 jam
2. pada fase aktif, intensitas dan frekuensi kontraksi meningkat saat pasien
melakukan aktivitas
3.cari faktor resiko mayor dan minor
4.usia kehamilananatar 20 sampai 37 minggu
5.taksiran berta janin sesuai dengan usia kehamilan anatara 20 sampai 37
minggu
2. Apa faktor terjadinya PPI pada kasus ini ?

Faktor resiko PPI menurut wiknjosastro (2010) yaitu :


1. janin dan plasenta : perdarahan trimester awal, perdarahan antepartum,
KPD, pertumbuhan janin terhambat, cacat bawaan janin,
gemeli,polihidramnion.
2. ibu : DM, pre eklamsia,hipertensi, ISK, infeksi dengan demam,kelainan
bentuk uterus, riwayat partus preterm atau abortus berulang,inkompetensi
serviks, pemakain obat narkotika, trauma, perokok berat, kelaonan imun
Menurut Rompes (2004) resiko yang dapat menyebabkan partus
prematur :
1. mayor : kehamilam multipel,hidramnion, anomali uterus, serviks terbuka
lebih dari 1 cm pada hemailan 32 minggu ,riwayat abortus pada trimester 11
lebih dari 1 kali, riwayat persalinan preterm sebelumnya, operasi abdominal
pada kehamlan preterm, dan iritabilitas uterus.
2. minor : penyakit yang disertai demam, perdarahannpervaginam setelah
kehamilan 12 minggu, riwatar pielonefritis,merokok lebih dari 10 batang

15
perhari,riwayat abortus pada trimester 11, riwayat abortus pada trimester 1
lebih dari 2 kali.

3. Apakah penatalaksanaan pada pasien ini sudah tepat?

• Kalsium antagonis : Nifedipin 10 mg/oral diulang 2-3 kali/jam dilanjutkan


setiap 8 jam sampai kontraksi hilang. Obat dapat diberikan ketika terjadi
kontraksi berulang. Dosis maintenance 3x10 mg.
• Golongan betaemetik : terbutalin, isosuprin dll
Salbutamol perinfus :20-50 mug/menit. Peroral : 4 mg 2-4 kali/hari
(maintenance)
terbutalin perinfus :10-15 ug/menit, peroral : 5-7,5 mg setiap 8 jam
(maintenance)
efek samping : hiperglikemi, hipokalemia, hipotensi.
• Sulfas magnesium , dosis parenteral sulfas magnesius 4-6 gr/iv, secara bolus
selama 20-30 menit, dan infus 2-4 gram/jam (maintenance)
efek samping : edema paru,latergi,depresi pernafasan ibu dan janin
Proterin dan hystolan adalah obat yang digunakan untuk relaksasi uterus (rahim)
,gangguan vaskular perifer, aterosklerosis. Obat ini mengandung isoxsupron obat
yang termasuk golongan antagonis α reseptor yang mempunyai aksi agonis reseptor
β. Obat ini menyebabkan relaksasi otot polos obat ini umumnya digunakan dalam
bentuk isoxsuprine hydroklorida.

16
 Pencegahan terhadap infeksi dengan menggunakan antibiotik. Mercer dan
Arheart (1995) menunjukkan, bahwa pemberian antibiotik yang dapat
menurunkan angka kejadian korioamnionitis dan sepsis neonatorum. Antibiotik
hanya diberikan bilamana kehamilan mengandung resiko terjadinya infeksi
.seperti pada KPD. Obat diberikan peroral yang dianjurkan ialah eritromisin
3x500 mg selama 3 hari. Obat pilihan lainnya ialah ampisilin 3x500 mg selama
3 hari, atau dapat menggunkan antibiotik lain seperti klindamisin .
 akselerasi pematangan fungsi paru dengan kortikosterois ,pemeberian terapi
kortikosteroid dimaksudkan untuk pematangan surfaktan paru janin,
menurunkan risiko respiratory distress syndrom , mencegah perdarahan
intravaskular, yang akhirnya dapat menurunkan kematian neonatus.
Kortikosteroid perlu diberikan bilamana usia kehamilan kurang dari 35 minggu.
terapi glukokortikoid, misalnya dengan betamethason 2x12 mg im dengan jarak
pemeberian 24 jam, dexametason 4x6 mg im dengan jarak pemberian 12 jam .
Selain yang dibuktikan diatas juga dapat diberikan Thyrotropin relasing hormone 400
ug iv akan menigkatkan kadar triiodothyronin yang dapat meningkatkan produksi
surfaktan. Suplemen inositol juga merupakan pilihan karena inositol merupakan
komponen memberan fosfolipid yang berperan dalam pembentukan surfaktan.

IV. KESIMPULAN

1. Diagnosis kasus ini sudah tepat, karena sudah memenuhi kriteria diagnosa
PPI menurut Wiknjosastro,2010.
2. Pemilihan penatalaksaan sudah tepat. Setiap perempuan hamil yang
mengalami tanda tanda persalinan preterm harus diberikan pengobatan
berupa dexametason untu pematangan paru, pemberian antibiotik untuk
mencegah infeksi intrauterin dan pemberian obat tokolitik untu merelaksasi
otot rahim.

17
DAFTAR PUSTAKA

1. Iams J.D. 2004. Preterm Labor and Delivery. In: Maternal Fetal Medicine
2. Jaferson Rompas. 2004. http://www.kelbe.co.id/files/cdk/files/14511
persalinan preterm. Pdf/145.30
3. Oxorn Harry, dkk. 2010, Ilmu Kebidanan Patologis dan fisiologi
persalinan (Human Labor and birth), yogyakarta: YEM.
4. Winkojastro, H. : 2010. Ilmu kebidanan. Jakarta : yayasan bina pustaka,
sarwono prawirohardjo S.

18