You are on page 1of 7

LAPORAN PENDAHULUANASUHAN KEPERAWATAN

PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG HIPERTENSI

Tanggal : 24 Oktober 2017
1. Latar Belakang
Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik lebih
dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali
pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat
atau tenang (Kemenkes RI, 2014). Hipertensi berarti tekanan darah di dalam
pembuluh-pembuluh darah sangat tinggi, dimana keadaan ini dapat merusak
organ-organ vital tubuh bahkan menyebabkan kematian (Susilo, 2011).
Hipertensi masih menjadi permasalahan kesehatan dunia yang
membutuhkan perhatian karena dapat menyebabkan kematian utama di negara-
negara maju maupun negara berkembang. Jumlah penderita hipertensi terus
bertambah dari tahun ketahun. Sekitar 40% orang dewasa berusia diatas 25
tahun telah didiagnosa menderita hipertensi Saat ini terdapat 1 milyar penderita
hipertensi di seluruh dunia. Sebanyak 9,4 juta kematian setiap tahun akibat
hipertensi dan penyakit terkait. Dari jumlah tersebut, 1,5 juta di antaranya ada di
Asia Tenggara (WHO, 2013).
Di Indonesia hipertensi masih menjadi tantangan besar. Hal ini
dikarenakan hipertensi merupakan kondisi yang sering ditemukan pada
pelayanan kesehatan primer. Sekitar 1 dari 3 orang penduduk Indonesia
menderita hipertensi. Berdasarkan prevalensinya, persentase penderita
hipertensi yang berusia diatas 18 tahun yaitu 25,8%. Jumlah kasus hipertensi
yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan hanya sebesar 36,8% dan selebihnya
(63,2%) tidak terdiagnosis. Hasil pengukuran yang dilakukan menunjukkan
persentase penderita hipertensi mengalami peningkatan seiring dengan
pertambahan rentang usia. Pada kelompok umur 35-44 sebanyak 24,8%
menderita hipertensi, umur 45-54 sebesar 35,6%, meningkat lagi pada umur 65-
74 sebesar 57,6% dan yang paling tinggi sebanyak 63,8%dari lansia berusia 75
tahun keatas mengalami hipertensi. (Riskesdas, 2013).

Mengetahui pencegahan 3. Kriteria proses :  Kegiatan sesuai jadwal  Keluarga dan pasien antusias selama proses kegiatan diskusi c. Mengetahui penyebab hipertensi c. . dan pencegahan hipertensi. Metode : Metode yang digunakan adalah diskusi dan tanya jawab b. . Mengetahui tanda dan gejala hipertensi d. Mengetahui pengertian hipertensi b. Implementasi dan Tindakan Keperawatan a. tanda gejala. Kriteria Evaluasi a.2. Alat : Leaflet c. Tujuan Umum Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan mengenai hipertensi klien mampu mengetahui tentang penyakit hipertensi. Waktu dan tempat : Tempat : IGD RSUD Bangil Waktu : 24 Oktober 2017 pukul 10. diharapkanmasyarakat mampu: a. Tujuan Khusus Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang hipertensi. Proses keperawatan .00 WIB 4. Kriteria struktur :  Ketersedian media  Persiapan materi b. Kriteria hasil :  Keluarga dan pasien dapat memahami pengertian penyebab.

c.2001) Hipertensi adalah tekanan darah sistolik >140 mmHg dan tekanan darah diastolik >90 mmHg. Materi A. Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi: a. Klasifikasi Hipertensi menurut Joint National Committee 7 Kategori Sistol (mmHg) Dan/atau Diastole (mmHg) Normal <120 Dan <80 Pre hipertensi 120-139 Atau 80-89 Hipertensi tahap 1 140-159 Atau 90-99 Hipertensi tahap 2 ≥ 160 Atau ≥ 100 B. . mempunyai rentang dari tekanan darah (TD) normal tinggi sampai hipertensi maligna. Penyebab Pada umumnya hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik (idiopatik). atau bila pasien memakai obat antihipertensi. Pada populasi lansia.Hipertensi didefinisikan oleh Joint National Committee on Detection(JIVC) sebagai tekanan yang lebih tinggi dari 140/90 mmHg dan diklasifikasikan sesuai derajat keparahannya. hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Definisi Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg. Genetik: Respon neurologi terhadap stress atau kelainan eksresi atau transport Na. Hipertensi terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau peningkatan tekanan perifer. Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkan tekanan darah meningkat. Para pakar hipertensi di Indonesia sepakat untuk menggunakan klasifikasi WHO dan JNC 7 sebagai klasifikasi hipertensi yang digunakan di Indonesia. b. Stress Lingkungan. (Smeltzer.

d. Umur ( jika umur bertambah maka TD meningkat ) . Ras ( ras kulit hitam lebih banyak dari kulit putih ) Kebiasaan hidup Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi adalah : § Konsumsi garam yang tinggi ( melebihi dari 30 gr ) § Kegemukan atau makan berlebihan § Kurang olahraga § Stress § Merokok § Minum alcohol § Minum obat-obatan ( ephedrine. prednison. Faktor tersebut adalah sebagai berikut : · Faktor keturunan Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya adalah penderita hipertensi · Ciri perseorangan Ciri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya hipertensi adalah: . data-data penelitian telah menemukan beberapa faktor yang sering menyebabkan terjadinya hipertensi. Jenis kelamin ( laki-laki lebih tinggi dari perempuan ) . Hilangnya Elastisitas jaringan dan arterosklerosis pada orang tua serta pelebaran pembuluh darah. epineprin ) 2) Hipertensi Sekunder Penyebab hipertensi sekunder adalah : ü Glomerulonefritis ü Pielonefritis ü Nekrosis tubular akut ü Tumor ü Aterosklerosis . Berdasarkan etiologinya Hipertensi dibagi menjadi 2 golongan yaitu: 1) Hipertensi Esensial (Primer) Meskipun hipertensi primer belum diketahui dengan pasti penyebabnya.

Tanda Gejala 1. 6. Sakit kepala dan pusing (bagian belakang) terutama bila bangun tidur. ü Trombosis ü Aneurisma ü Emboli kolestrol ü DM ü Hipertiroidisme ü Hipotiroidisme ü Stroke ü Ensepalitis ü Obat – obatan ü Kontrasepsi oral ü Kortikosteroid Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut usia adalah terjadinya perubahan –perubahan pada : a. 2. Katub jantung menebal dan menjadi kaku c. Telinga berdenging. Nggliyer (Bhs. Mata berkunang-kunang. Sukar tidur. Rasa berat ditengkuk atau leher. Rasa mual atau muntah. Jawa). 9. 3. terasa melayang. mudah tersinggung. . Elastisitas dinding aorta menurun b. Emosi yang tidak stabil. Kehilangan elastisitas pembuluh darah C. 5. d. 8. 7. Kemampuan jantung memompa darah menurun 1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun kemampuan jantung memompa darah menurun menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya. 4. Kadang mimisan.

oncom. 5. 4. · Kacang-kacangan dan hasilnya seperti kacang hijau. Mulai kurangi pemakaian garam sejak dini apabila diketahui ada faktor keturunan hipertensi dalam keluarga. 8. kencur. kentang. Periksa tekanan darah secara teratur.D. Hindari minum kopi yang berlebihan. salam. Jangan menghentikan. 6. Perhatikan keseimbangan gizi. terigu. tahu tawar. maizena. kacang tanah. gula pasir. mie. perbanyak buah dan sayuran. Konsultasikan dengan petugas kesehatan jika menggunakan obat untuk penyakit lain karena ada obat yang dapat meningkatkan memperburuk hipertens Makanan yang dianjurkan · Beras. 3. Batasi pemakaian garam 3. Berobat secara teratur. · Minyak gorng. 7. ubi. lombok. 2. laos. · Bumbu-bumbu seperti bawang merah. 2. jahe. terutama jika usia sudah mencapai 40 tahun. mengubah. · Sayuran dan buah-buahan tawar. Bagi yang sudah sakit 1. 9. bawang putih. Batasi makanan. kacang merah. dan menambah dosis dan jenis obat tanpa petunjuk dokter. margarine tanpa garam. .kacang tolo. tempe. Pencegahan 1. kunyit. Mempertahankan gizi (diet yang sehat seimbang). Tidak merokok. kemiri. Usahakan untuk dapat mempertahankan berat badan yang ideal (cegah kegemukan). cukak. sere.

telur asin. ginjal. Anggraini. mentega. 2. terasi. Dwi. sarden. ikan asin. Acar. 2016. asinan sayuran. buah dalam kaleng. Semua makanan yang diberi garam natrium pada pengolahan. selai kacang tanah. § Margarine. sayur dalam kaleng. Otak. 3. telur pindang. Dipublikasikan stikes 2016 . Sulawesi Selatan. seperti : § Biskuit. Asinan buah. udang kering. ikan pindang. bolu dan kue lain yang dimasak dengan garam dapur atau soda § Dendeng. Kecap. manisan buah. 4. 5. dan saos tomat. Hipertensi Pada Lansia. Makanan yang tidak diperbolehkan 1. jantung dan udang. abon. § Keju. paru-paru. petis.