You are on page 1of 6

BUKU FASILITATOR BARU

TEMA : 3. Perencanaan Tingkat Desa

SUB TEMA : 3.7 Penyusunan RKM

TUJUAN : Setelah selesai pembelajaran peserta dapat menjelaskan format RKM desa
pasca dan desa baru.

WAKTU : 2 JPL (90 Menit)
Penyusunan “rencana” sangat erat kaitannya dengan “data”, oleh karena itu untuk dapat
menyusun perencanaan yang baik dan benar maka ketersediaan dan kualitas data sangat
menentukan. Jika IMAS I dan II dilakukan dengan baik dan benar maka akan mendukung
dalam perencanaan pembangunan air minum dan sanitasi di desa-desa PAMSIMAS
(proposal, PJM ProAKSi dan RKM).

Rencana Kerja Masyarakat (RKM) adalah turunan dari dokumen Perencanaan Jangka
Menengah Program Air Minum, Kesehatan dan Sanitasi (PJM ProAKSi), artinya PJM
ProAKSi menjadi acuan dalam penyusunan RKM. Dalam rangka percepatan pencapaian
akses universal air minum dan sanitasi, Pamsimas membantu pendampingan penyusunan
Rencana Kerja Masyarakat (RKM) menuju pelayanan 100% (atau dapat disebut sebagai RKM
100%) sebagai penjabaran dari PJM ProAKSI.

RKM 100% menjadi rencana detail tahunan kegiatan air minum dan sanitasi tingkat desa
yang dapat dilaksanakan multi-tahun dan multi-pendanaan. RKM 100% tingkat desa
menjadi masukan bagi pemerintah desa untuk alokasi pembiayaan APBDesa dan kemitraan
dengan berbagai pihak (swasta, perbankan) guna pengembangan pelayanan air minum dan
sanitasi tingkat desa. RKM harus mampu mengakomodasi kebutuhan air minum dan
sanitasi bagi semua masyarakat termasuk penyandang disabilitas. Kita tidak akan dapat
mencapai target akses 100% air minum dan sanitasi jika masyarakat penyandang disabilitas
belum mampu mengakses air minum dan sanitasi.

RKM juga dapat menjadi salah satu dokumen penghubung bagi pemerintah desa dan
kabupaten untuk mengalokasikan pendanaan pengembangan program air minum dan
sanitasi perdesaan melalui berbagai sumber pendanaan, misalnya DAK (infrastruktur dan
kesehatan), APBD reguler, APBDesa, Hibah Air Minum Perdesaan, dan kemitraan dengan
lembaga keuangan.

KPI Program Pamsimas yang terkait dengan penyusunan RKM adalah: jumlah RKM yang
tersusun sampai tahun 2019 sebanyak 27.000 desa. Hal ini berarti seluruh desa sasaran
Pamsimas I, II dan III harus memiliki RKM.
Beberapa isu temuan di lapangan terkait penyusunan RKM antara lain:

 Penyusunan RKM tidak dilakukan sesuai Juknis Pamsimas.
 Penyusunan RKM tidak melibatkan seluruh elemen masyarakat.

 Dokumen RKM “hanya mencontoh”

Bagi peserta dalam kelompok dengan jumlah masing-masing kelompok 5-7 orang,
kemudian cermati dan diskusikan format RKM untuk desa baru dan desa pasca Pamsimas
(Terlampir).
Setelah mencermati format RKM tersebut, maka lanjutkan pembahasan ke “ayo diskusi”
Setelah mencermati format RKM untuk desa baru dan desa pasca Pamsimas, kemudian
diskusikan pertanyaan berikut:
1. Jelaskan maksud dan data yang diperlukan dari setiap BAB dalam format RKM
a. RKM Desa Baru
Data yang
No BAB Maksud diperlukan

1 BAB I...............

2 BAB II...............

3 BAB III...............

4 BAB IV...............

5 BAB V...............
Data yang
No BAB Maksud diperlukan

6 BAB VI...............

7 BAB VII...............

8 BAB VIII...............

9 BAB IX...............

b. RKM Desa Pasca
Data yang
No BAB Maksud diperlukan

1 BAB I...............

2 BAB II...............

3 BAB III...............

4 BAB IV...............
Data yang
No BAB Maksud diperlukan

5 BAB V...............

6 BAB VI...............

7 BAB VII...............

2. Apa perbedaan dari RKM untuk desa baru dan desa pasca Pamsimas?