You are on page 1of 46

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .............................................................................................................i
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. iii
DAFTAR TABEL ...................................................................................................iv
LAMPIRAN .............................................................................................................v
No table of contents entries found. ..........................................................................v
1. PENDAHULUAN ........................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 1
1.2 Masalah Penelitian ................................................................................ 2
1.3 Tujuan Penelitian .................................................................................. 3
1.4 Pertanyaan Penelitian............................................................................ 3
1.5 Cakupan Penelitian ............................................................................... 3
1.6 Manfaat Penelitian ................................................................................ 3
1.7 Sistematika Penulisan ........................................................................... 4
2. TINJAUAN PUSTAKA ...............................................................................5
2.1 Penelitian Sebelumnya.......................................................................... 5
2.2 Kesenjangan Penelitian sebelumnya..................................................... 6
2.3 Aplikasi ................................................................................................. 7
2.4 Definisi Pengelolaan Surat ................................................................... 7
2.5 Rational Unified Process (RUP) ......................................................... 10
2.6 Unified Modeling Language (UML) .................................................. 14
2.7 Black-box testing ................................................................................ 24
3. METODOLOGI .......................................................................................... 25
3.1 Skema Metodologi Penelitian ............................................................. 25
3.2 Work Breakdown Structure (WBS) .................................................... 28
3.3 Activity Sequencing............................................................................ 29
4. HASIL DAN PEMBAHASAN...................................................................31
4.1 Inception ............................................................................................. 31
4.1.1 Proses Bisnis yang Sedang Berjalan ........................................... 31
4.1.2 Spesifikasi Sistem ....................................................................... 34
4.1.3 Identifikasi Aktor ........................................................................ 35
4.1.4 Identifikasi Use Case ................................................................... 36
4.1.5 Identifikasi Activity Diagram ...................................................... 38
4.2 Elaboration .......................................................................................... 38

i

4.2.1 Perancangan Squence Diagram ................................................... 39
4.2.2 Perancangan Class Diagram ........................................................ 39
4.3 Construction........................................................................................ 39
4.3.1 Perancangan Layout .................................................................... 39
4.3.2 Perancangan Aplikasi Versi Beta ................................................ 39
4.4 Pengujian ............................................................................................ 39
4.4.1 Blac-box Testing ......................................................................... 39
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 40

ii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.3 Tahapan Rational Unified Process(RUP)...........................................10
Gambar 3.1 Skema Metodologi Penelitian ............................................................ 25
Gambar 3.2 Work Breakdown Structure (WBS) ...................................................28
Gambar 3.3 Activity Sequence ..............................................................................29
Gambar 4.1 Bisnis Proses Surat Masuk Yang Sedang Berjalan ............................ 31
Gambar 4.2 Bisnis Proses Surat Keluar Yang Sedang Berjalan ............................ 32
Gambar 4.3 Use Case Diagram Surat Masuk, Surat Keluar dan Agenda Surat ....37
Gambar 4.4 Activity Diagram Login pada Aplikasi Surat Masuk, Surat Keluar dan
Agenda Surat ..........................................................................................................38

iii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Simbol Use case Diagram ......................................................................17
Tabel 2.2 Simbol Activity Diagram .......................................................................19
Tabel 2.3 Simbol Squence Diagram ......................................................................20
Tabel 2.4 Notasi Collaboration Diagram ............................................................... 21
Tabel 2.5 Simbol Class Diagram ...........................................................................22
Table 3.1 Deskripsi Prose Bisnis Surat Masuk Yang Sedang Berjalan .................32
Table 3.2 Deskripsi Prose Bisnis Surat Keluar Yang Sedang Berjalan .................33
Table 3.3 Aktivitas Aktor....................................................................................... 36

iv

LAMPIRAN No table of contents entries found. v .

yang mana disposisi surat ini diberikan dahulu kepada ketua atau langsung kepada yang didisposisikan. sehingga dapat membantu pekerjaan manusia. Menurut Williams dan Sawyer. seperti halnya pada sebuah organisasi pemerintahan. & Triwahyuni. baik untuk keperluan individu ataupun keperluan organisasi (Guntari & Setiawan. Surat masuk adalah surat yang masuk dari luar organisasi. memanipulasi. pendidikan. penyimpulan. Teknologi Informasi merupakan teknologi penggabungan antara komputer dan komunikasi yang dapat menghasilkan. Surat masuk yang diterima akan diproses dan diteruskan kepihak atau unit yang menerima surat. PENDAHULUAN 1. maupun dalam kehidupan individu. Salah satu contoh dari perkembangan teknologi informasi saat ini adalah dengan banyaknya penggunaan aplikasi yang memudahkan pekerjaan pada sebuah organisasi pemerintahan. 2016). 2013). yang mana surat merupakan suatu alat komunikasi tertulis atau sarana untuk meyampaikan pernyataan maupun informasi yang ditulis atas nama pribadi atau nama organisasi kepada pihak yang di tuju yang mempunyai keperluan kegiatan. dan mengakibatkan penumpukan arsip 1 . sedangkan surat keluar adalah surat yang dibuat oleh organisasi untuk diteruskan kepada organisasi yang di tuju (Kamil. Pemrosesan surat ini berupa pengarsipan dan disposisi surat. Setiap organisasi harus mampu menerapkan teknologi informasi dalam pengolahan dan pengelolaan data. Sedangkan surat keluar dibuat oleh anggota organisasi dan diberikan kepada pengelola surat untuk diarsipkan dan didistribusikan kepada penerima yang di tuju. pendidikan dan lain sebagainya. selain itu biasanya dari surat masuk akan dijadikan sebagai acuan agenda kegiatan. Secara umum surat dibagi menjadi 2 surat masuk dan surat keluar. menyimpan. Meningkatnya jumlah surat masuk dan surat keluar dari tahun ketahun membuat pengelolaan surat masuk dan surat keluar juga menjadi meningkat. pengumpulan dan proses lain yang sudah terotomatisasi oleh suatu aplikasi. baik dalam perhitungan. 1. salah satunya adalah pengelolaan surat. 2003).1 Latar Belakang Perkembangan teknologi saat ini berkembang sangat pesat dan maju seiring dengan kemajuan zaman. dan menyampaikan sebuah informasi (Abdul.

aplikasi hanya bisa digunakan oleh bagian pengelola surat saja belum multi-user. 2. dari hal ini juga akan membuat kesulitan dalam proses pencarian data-data surat yang sudah lama. dan yang dilakukan oleh (Guntari & Setiawan. Melihat dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Syaban & Bunyamin. 1. Salah satu contoh juga yaitu di Sekolah Tinggi Teknologi Garut (STT-Garut). maka masalah Penelitiannya adalah : 1. sedangkan yang terkomputerisasi hanya pembuatan suratnya saja yang menggunakan MsWord. yang mana dalam mengelola surat masih secara manual. Dari penelitian sebelumnya aplikasi hanya dapat digunakan oleh organisasi yang diteliti saja. 2015) dengan judul “Pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar Berbasis Web di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut Menggunakan Framework PHP”. Aplikasi surat hanya untuk mengelolah surat masuk dan keluar tidak dengan mengelolah agenda kegiatan surat. Maka penelitian ini akan diarahkan dengan judul “PERANCANGAN APLIKASI PENGELOLAAN SURAT MASUK.dan catatan surat. 3. Aplikasi surat hanya bisa digunakan oleh satu organisasi yang diteliti. Kebutuhan akan adanya aplikasi surat menyurat di suatu organisasi menjadi suatu hal yang sangat penting.2 Masalah Penelitian Berdasarkan latar belakang yang dikemukaan di atas. atau aplikasi belum secara generik. Dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi memerluka aplikasi surat. 2016) dengan judul “Rancang Bangun Aplikasi Pengelolaan Surat di Desa Tanjung Kamuning". SURAT KELUAR DAN AGENDA SURAT”. Sistem pengolahan surat pada penelitian sebelumnya belum menduku aplikasi multi-user 2 .

1. dan Construction. Pengujian menggunakan black-box testing.1.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah membuat aplikasi pengelolaan surat yang dapat digunakan oleh organisasi manapun yang diharapkan dapat membantu kinerja sebuah organisasi dalam pengelolaan surat. Bahasa pemrograman menggunakan PHP dan MySQL sebagai Database.5 Cakupan Penelitian Agar pembahasan tidak melebar. 1. 4. Bagaimana membuat aplikasi surat menyurat secara generic atau aplikasi yang bisa digunakan diberbagai organisasi ? 2. Elaboration. yang mana pengujian hanya pada area fungsional saja. 3. maka dalam penyusunan penelitian ini diperlukan cakupan penelitian sebagai berikut : 1. Bagaimana membangun aplikasi pengelolaan surat yang dapat mendukung multi-user sehingga dapat di gunakan oleh seluruh anggota dalam sebuah organisasi ? 1.6 Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah memberikan kemudahan dalam mengelola surat yang dapat menunjang kebutuhan organisasi. 2. dengan harapan pekerjaan mengelola surat akan lebih efisien dalam waktu pengelolaan 3 . Metodologi yang digunakan adalah Rational Unified Process (RUP) dengan tahapannya yaitu Inception. Dan pemodelannya menggunakan Unified Modeling Language (UML). Sistem yang dirancang berdasarkan pada proses bisnis pengelolaan surat di STT-Garut. Bagaimana membangun aplikasi surat yang dapat mengakomodir kebutuhan di setiap organisasi beserta agenda kegiatan organisasi? 3.4 Pertanyaan Penelitian Adapun Pertanyaan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1.

serta sarana penelitian yang diharapkan dapat bisa bermanfaat. 4. 3. rumusan masalah. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini menjelaskan masalah yang dapat diselesaikan dalam penelitian 5. TINJAUAN PUSTAKA Pada bagian ini yaitu menyajikan teori yang mendukung dan berkaitan dengan pembahasan tentang perancangan aplikasi pengelolaan surat masuk. LAMPIRAN Berisikan dokumen-dokumen tambahan dalam menyusun penelitian 4 .serta cepat dalam pendistribusian surat. PENDAHULUAN Menerangkan dan menjelaskan latar belakang. cakupan masalah. KESIMPULAN DAN SARAN Bagian terakhir ini menyatakan point-point penting dari setiap pembahasan di atas. 1. identifikasi masalah. METODOLOGI Membahasa tahapan-tahapan penelitian berikut dengan aktivitas di dalamnya dan sumber daya untuk melaksanakan aktivitas tersebut berdasarkan teori yang dijelaskan dalam tinjauan pustaka. dan dapat mempermudah mengetahui informasi adanya surat. surat keluar dan agenda surat. tujuan. Berikut penjelasan dari masing-masing bab : 1. DAFTAR PUSTAKA Pada bagian ini berisikan uraian-uraian pustaka yang digunakan sebagai acuan untuk menyusun penelitian. hasil yang diharapkan.7 Sistematika Penulisan Adapun Sistematikan Penulisan penelitian ini terdiri dari lima bab yang masing- masing menjelaskan tujuannya. 2. metode dan sistematika penulisan.

disposisi. 2016) dengan judul penelitian “Rancang Bangun Aplikasi Pengelolaan Surat Di Desa Tanjung Kamuning” sasaran dari aplikasi yang dibuat oleh (Guntari & Setiawan. pengisian data yaitu data surat masuk.1 Penelitian Sebelumnya Penelitian penulisan ini merujuk pada jurnal atau hasil penelitian sebelumnya yang sedikit banyak ada keterkaitannya baik langsung maupun tidak langsung. 2. pengelolaan data surat keluar. Penelitian yang dilakukan oleh (Khoirul. dan surat keluar. 2. 2013) berbasis multi-user. Adapun sistem yang ada di dalam aplikasi yaitu login user. 2. 5 . dengan fungsi untuk mengelola data kearsipan surat meliputi pengelolaan data surat masuk. Penelitian yang dilakukan oleh (Syaban & Bunyamin. pengarsipan surat masuk serta pembuatan proses surat keluar lebih cepat. 2013) dengan judul penelitian “Aplikasi Pengelolaan Data Kearsipan Pada Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Mlonggo Jepara” dengan Sasaran dari aplikasi yang dibuat oleh (Khoirul. Jurnal atau hasil penelitian tersebut antara lain: 1. 3. untuk memudahkan bagian administrasi dalam mencari data surat dan kemana data surat yang diarsipkan. yang berhubungan dengan masalah pada penelitian yang akan dilakukan.penelitian sebelumnya dan materi serta teori yang relevan. dan pengelolaan data surat keputusan. 2016) yaitu untuk memudahkan sekertaris desa dalam melakukan pengelolaan dan pencarian data surat dengan cepat. Penelitian yang dilakukan oleh (Guntari & Setiawan. serta cetak laporan surat. 2015) yang berjudul “Pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Surat Masuk Dan Surat Keluar Berbasis WEB Di Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Garut Menggunakan Framwork PHP”. serta merubah sistem kinerja dinas pemerintah bagian administrasi dalam proses pengarsipan. 2015) ini yaitu. TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan pustaka ini akan menjelaskan mengenai semua uraian dari penelitian . Sasaran dari aplikasi yang dibuat oleh (Syaban & Bunyamin.

laporan surat masuk. 2014) dengan judul penelitiannya yaitu “Rancang Bangun Sistem Informasi Disposisi Surat Berbasis Web (Studi kasus Kementerian Pekerjaan Umum)” sasaran yang dilakukan oleh (Aji. Migunani. surat keluar dan disposisi surat. sedang apabila ingin digunakan pada organisasi lain.serta penomeran surat keluar secara otomatis.4. 2014) yaitu aplikasi yang dibuat berfokus pada pendisposisian.tahun maupun periode tertentu. 2015) maka sistem informasi yang dibuat yaitu pencatatan surat masuk dan disposisi. aplikasi harus dirubah dan atau dibuat ulang.surat keluar secra perbulan. dan aplikasi secara multiuser untuk memudahkan pimpinan memberi pendisposisian kepada staf lainnya dimana saja. Aplikasi ini mempunyai fungsi pengelolaan surat masuk. serta pembuatan surat keluar dengan format Ms. & Hakim. Dan menghasilkan klasifikasi surat.Word. Pada ke dua penelitian tersebut ke duanya hanya bisa digunakan pada organisasi tersebut saja. serta tidak adanya pendisposisian surat. 2. Berdasarkan kesenjangan atau permasalahan yang telah dipaparkan di atas maka penelitian selanjutnya yaitu merancang suatu sistem yang bisa digunakan oleh banyak organisasi dan oleh banyak user (multi-user) dan mengadopsi beberapa fitur 6 . & Hakim. Penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh (Aji.2 Kesenjangan Penelitian sebelumnya Dilihat dari jurnal penelitian sebelumnya yang telah dijelaskan di atas. Dan penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh (Prawon & Pamungkas. diantaranya pada penelitian yang pertama di mana pada penelitian tersebut masih memiliki kesenjangan atau permasalahan yaitu pada sistem aplikasi pengelolaan surat hanya dapat digunakan oleh satu user atau bagian administrasi saja. 2015) dengan judul penelitian ”Sistem informasi Pengelolaan Surat Masuk dan Surat keluar Di STMIK AUB Surakarta” dengan sasaran aplikasi yang dibuat oleh (Prawon & Pamungkas. Sedangkan pada penelitian ke dua juga masih memiliki kesenjangan atau permasalahan yaitu pada sistem aplikasi surat yang dibuat hanya bisa digunakan oleh satu user yaitu sekertaris desa. adanya kesenjangan pada penelitian sebelumnya. serta pada pengelolaan surat keluar hanya berupa pengarsipan dan tidak adanya pembuatan proses surat keluar dengan aplikasi. Migunani. 5.

2008). 2016). Istilah aplikasi berasal dari Bahasa inggris “aplication” yang berarti sebuah penerapan. Dari beberapa definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa aplikasi adalah sebuah perangkat lunak dalam sebuah sistem atau komputer yang digunakan untuk mengelola data atau informasi tetapi tidak saling berinteraksi dan bekerja sama berdasarkan aturan kerja yang telah ditetapkan.3 Aplikasi Aplikasi menurut kamus besar bahasa indonesia adalah penerapan ranancangan sistem untuk mengelola suatu data dengan menggunakan aturan atau ketentuan Bahasa pemrograman tertentu (DPN & Penyusun. Aplikasi adalah sebuah perangkat lunak dalam suatu komputer. penggunaan ataupun lamaran (haidibarasa. 2009). Aplikasi adalah penerapan perangkat lunak yang menghasilkan fornt end dalam sebuah sistem yang dapat digunakan untuk mengelola data menjadi sutau informasi yang berguna.yang digunakan pada penelitian sebelumnya yaitu. 2. Adapun metodologi yang akan digunakan pada penelitian ini yaitu Rational Unified Process (RUP) berbasis Object Oriented dengan melakukan studi literatur serta pemodelannya menggunakan Unified Modeling Language (UML). Surat menyurat adalah rangkaian aktivtas yang berkenaan dengan pengiriman informasi secara tertulis mulai dari penyusunan. baik untuk kepentinagn intern maupun ekstern (Silalahi. serata berguna dan dibutuhkan oleh manusia. pengarsipan surat masuk. berfungsi untuk mengolah data dalam komputer yang menghasilkan input menjadi output (Guntari & Setiawan. penulisan sampai dengan pengiriman informasi hingga sampai kepada pihak yang dituju dan mencatat setiap informasi yang dikirim dan diterima.4 Definisi Pengelolaan Surat Surat adalah alat komunikasi tertulis atau sarana untuk menyampaikan pernyataan maupun informasi secara tertulis dari satu pihak kepada pihak yang lainnya yang dituju. 7 . dan disposisi dengan dilengkapi pembuatan agenda berdasarkan surat masuk atau surat keluar. pembuatan surat keluar. 2. 2016).

f. 2. 2) Memperlancar arus komunikasi sehingga informasi yang diterima jelas dan tidak salah tafsir. Sebagai alat bukti autentik (pelaku hukum) b. Oleh karena itu surat mempunyai beberapa fungsi diantaranya adalah: a. Sebagai jaminan keamanan. Sebagai pedoman untuk bertindak. Maka pengelolaan surat adalah proses suatu rangkaian kegiatan. Pengelolaan menurut Prajudi adalah pemanfaatan seluruh faktor perencanaan untuk penyelesaian suatu tujuan kerja tertentu. 2017). Isi surat harus jelas dan mudah dimengerti pihak penerima sehingga tidak menimbulkan salah paham dan keragu- raguan dari pihak peerima surat. d. perbuatan pengelolaan. g. proses yang melakukan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan dan pencapaian tujuan (DPN & Penyusun. cara. Fungsi Surat Surat dinilai efektif jika ada yang disampaikan penulis kepada penerima berita sejalan atau sesuai dengan harapan pengirim. Adapun Fungsi Dan Tujuan Surat. proses membantu merumuskan kebijakan dan tujuan organisasi. Pengelolaan menurut kamus besar bahasa indonesia adalah sebuah proses. sebagai berikut: 1. Sebagai barometer kemajuan suatu kantor. Sebagai duta atau wakil. Sebagai alat pengingat. petunjuk. perorganiasasian. c. 2008). sedangkan menurut Moekijat. Sebagai media komunikasi. pembuatan surat untuk menjadi suatu informasi. 8 . e. atau pengelolaan adalah proses melakukan kegiatan tertentu dengan menggerakan tenaga orang lain. cara. pengelolaan merupakan suatu rangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan. pengendalian serta pengawasan (ali. pelaksanaan. Tujuan Surat Tujuan seseorang atau suatu organisasi menulis surat adalah : 1) Menyampaikan informasi.

baik diterima dari pos maupun kurir dengan menggunakan buku pengiriman (Wursanto. disposisi dan agenda surat sebagai berikut : 1. Pembukaan surat c. yang langsung dituliskan pada surat yang bersangkutan atau pada lembar khusus (DPN & Penyusun. yang dibuat oleh pimpinan 9 . dan biaya dari pada bertemu langsung dengan pihak yang ditujui. Adapun tahapan surat keluar. Pemeriksaan surat d. surat keluar. 1991) Adapun tahapan surat masuk. 1991). Penerimaan surat b. Pengertian Disposisi surat adalah catatan berupa tanggapan. Pendistribusian surat 2. I. Disposisi merupakan petunjuk tertulis mengenai tindak lanjut dari penyelesaian surat. atau instruksi setelah surat tersebut dibaca oleh pimpinan. yaitu : a. Pengiriman surat 3. yaitu : a. I. Surat Masuk Surat masuk adalah semua jenis surat yang diterima oleh organisasi dari organisasi lain atau dari perorangan. Adapun pengertian tentang surat masuk. Disposisi Disposisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dari sudut pandang administrasi berarti pendapat seorang pejabat mengenai umum yang tertuat dalam suatu surat dinas. Menghemat waktu. Pengagendaan surat e. Pengkonsepan surat b. Pengetikan surat c. tenaga. saran. Pencatatan surat e. 2008). Penyortiran surat d. Surat Keluar Surat keluar adalah surat yang dibuat oleh organisasi atau perorangan yang dikirim untuk organisasi atau perorangan. baik terkait sebagai surat jawaban maupun tanggapan atas adnya surat masuk (Wursanto.

Melihat definisi tersebut jelas sekali bahwa disposisi haruslah memberika informasi yang jelas berupa instruksi. 2013). 2003) 10 .3 Tahapan Rational Unified Process(RUP) (kruchten. 4.5 Rational Unified Process (RUP) RUP (Rational Unified Process) adalah pengembangan perangkat lunak yang dikembangkan oleh Rational Software dengan pendekatan yang iterative.untuk staf atau bawaan sesuai bidang keahlian dan kewenangannya (Vironica & sukadi. jelas penggunaannya. Agenda Menurut kamus besar Bahasa Indonesia agenda yaitu buku catatan yang menulis kegiatan bertanggal untuk satu tahun. RUP merupakan proses rekayasa perangkat lunak yang terstruktur dengan baik. dan menggunakan use case. RUP menggunakan konsep object oriented dengan menggunakan UML (Unified Modelling Language) sebagai pemodelannya (kruchten. bagaimana penyelesaiannya dan kapan penggunaannya. (DPN & Penyusun. 2003). petunjuk dan arahan dari pejabat lebih tinggi apa yang harus dilakukan kepada bawahannya. atau agenda yang dibicarakan dan tercantum dalam sebuah rapat. Gambar 2. 2008) 2.

menentukan baseline. Milestone yang terdapat pada fase ini adalah Initial Operational Capability Milestone (IOC). Inception Fase inception merupakan tahap awal dari proses ini yang bertujuan untuk membuat pemahaman tentang sistem yang akan dibuat. sehingga proyek tersebut dapat dilanjutkan. Milestone pada fase ini adalah Product Release Milestone (PR). Fase implementasi ini umumnya adalah fase pengkodingan dengan versi alpha. Pada tahap ini menggunakan pemodelan diagram UML (use case dan activity). tahap yang harus dilakukan adalah dengan menambah dokumen berupa pelatihan sistem kepada pengguna. Pada fase ini menggunakan pemodelan diagram UML (diagram sequence dan class). Fase ini mencakup pelaksanaan pelatihan kepada pengguna dan testing beta aplikasi terhadap pengguna. selanjutnya adalah pengujian yang menghasilkan sistem versi beta. Adapun milestone pada proses inception adalah Lifecycle Objective Milestone (LCO). komponen sistem. membuat bussines case dan apakah sistem tersebut dapat membantu untuk mengurangi resiko. Milestone pada ellaboration adalah Lifecycle Architecture Milestone (LCA). Terdapat 4 fase pada model Rational Unified Process (RUP) (kruchten. maka tahapan yang dilakukan adalah pembuatan disain arsitektur sistem (architecture pattern). Fase ini fokus pada penentuan manfaat perangkat lunak yang harus dihasilkan. 4. 11 . dengan tahapan penentuan ruang lingkup sistem. Contruction Fase ketiga yaitu contruction atau implementasi dari prototype sistem pada fase elaboration. 2. Pada fase ini perangkat yang akan digunakan adalah Web Server. Elaboration Fase elaboration merupakan fase desain berdasarkan hasil analis pada fase inception. Transition Pada fase terakhir ini. Sedangkan pada tahap pengujian menggunakan blackbox testing. antarmuka/ tampilan. 2003): 1. PHP. HTML dan CSS. software yang dituju harus sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna. Fase ini lebih pada analisis dan desain sehingga menghasilkan prototype sistem. MY SQL. Pada fase ini. 3.

RUP mengakomodasi perubahan kebutuhan perangkat lunak kebutuhan untuk mengubah dan menambah fitur karena perubahan teknologi atau keinginan pelanggan (customer) merupakan salah satu kendala yang sering dialami pengembangan perangkat lunak yang berimbas pada terlambatnya waktu penyelesaian perangkat lunak. 2. 5. Taktik produk misalnya pengembangan dengan waktu singkat akan menghasilkan produk dengan fungsi yang terbatas akan dapat cepat digunakan oleh user sehingga memperkenalkan produk lebih cepat ke masyarakat dibandingkan produk kompetitor lain yang masih sedang dikembangkan. Manajemen berarti membuat perubahan taktik pada produk. Rosa & Shalahuddin. Pendekatan integrasi pada RUP mengurangi resiko pada iterasi awal dimana saat semua komponen diuji.. 3. 4. Menempatkan integrasi di bagian akhir proyek biasanya memakan waktu proyek yang cukup banyak. Pengembangan secara iterative focus tim dalam membangun dan mendemonstrasikan perangkat lunak untuk beberapa minggu berikutnya sehingga memaksa untuk focus pada kebutuhan yang lebih penting. Pendekatan iterative atau pengulangan dari RUP dapat mengakomodir beberapa kelebihan dan kelemahan pengembangan perangkat lunak tanpa menggunakan konsep pengulangan. Peninjauan kembali pada iterasi awal dapat membuat arsitek perangkat lunak untuk menandai peluang penggunaan kembali (reuse) dan 12 . M.. Integrasi bukanlah sebuah proses besar dan cepat (“big bang”) di akhir proyek. berikut kelebihan dari RUP (A. Mendukung fasilitas penggunaan kembali. 2013) : 1.S. Risiko biasanya ditemukan atau dialamatkan selama pada proses integrasi awal. Untuk mencegah hal ini maka pendekatan secara iterative (pengulangan) dapat memecah proyek menjadi bagian iterasi kecil yang diakhiri dengan integrasi kecil yang nantinya digabungkan menjadi integrasi besar. Lebih mudah untuk mengidentifikasi bagian umum yang sering digunakan dalam aplikasi jika diimplementasikan secara iterasi daripada mengidentifikasi pada saat perencanaan saja. Keterlambatan ini dapat menyebabkan ketidakpuasan di sisi pelanggan (customer) dan pengembang menjadi frustasi. bisa mencapai 40% dari waktu proyek.

. Lebih baik menggunakan “anggota proyek” dibandingkan susunan secara seri pada tim proyek. Pada pendekatan waterfall anggota tim bekerja secara seri. desainer hanya pada waktu desain saja. Selain itu juga dapat menyebabkan kesalahpahaman akan siapa yang harusnya bertanggung jawab jika terjadi kecacatan atau kesalahan. Hal ini dapat terjadi karena pendekatan waterfall seorang analis hanya bekerja pada waktu analisis kebutuhan saja. Kecacatan dideteksi lebih baik mulai pada iterasi awal daripada pada tahap pengujian. Sehingga kejadian seperti bottleneck dapat ditemukan tidak pada saat aplikasi sudah dikirimkan ke pelanggan (customer). Setiap akhir proses iterasi tidak hanya ada peninjauan mengenai target produk tetapi juga peninjauan pada kesalahan yang terjadi pada iterasi sebelumnya agar dapat diperbaiki pada iterasi berikutnya. Dengan menggunakan mekanisme “anggota proyek” maka setiap iterasi akan terjadi kerjasama antar anggota proyek untuk saling memperbaiki yang akan menjadi tanggung jawabnya. Anggota tim belajar selama proyek berjalan.S.. kemudian mengembangkan kode umum yang lebih baik atau mapan pada iterasi berikutnya. Hal ini dapat menyebabkan kesalahpahaman akan hasil sebelumnya misalkan analis kebutuhan dan programmer. 2013) adalah : 13 . Anggota proyek memiliki peluang belajar dari kesalahan selama siklus pengembangan perangkat lunak dan memperbaiki kesalahan pada iterasi berikutnya. 8. Rosa & Shalahuddin. Kecacatan dapat ditemukan dan diperbaiki pada beberapa iterasi menghasilkan arsitektur yang baik dan aplikasi berkualitas tinggi. Pengembangan perangkat lunak dapat diperbaiki seiring proses pengembangan perangkat lunak. 6. 7. Kesalahan yang terjadi pada iterasi sebelumnya dapat diperbaiki pada iterasi berikutnya. dan programmer hanya pada saat implementasi dan pengujian program. 9. seperti seorang analis bekerja untuk menganalisis kebutuhan sistem lalu memberikan hasil analisis ke desainer memberikan desain ke programmer dan programmer mengirimkan aplikasi ke pelanggan (customer). Dari kelebihan di atas maka kekurangan RUP menurut (A. M.

3 mempunyai 13 macam diagram yang dikelompokkan dalam 3 kategori. 2004). Component Diagram d. Intraction diagram a. Object Diagram c. Diperlukan manajement yang baik. Package Diagram f. Use case Diagram b. 2013). karena proses pengembangan tidak dapat berulang sebelum menghasilkan suatu produk. Metodologi ini hanya dapat digunakan pada pengembangan perangkat lunak berorientasi object dengan fokus pada UML 2. 2. Composite Structure Diagram e. UML adalah seluruh notasi grafis yang didukung oleh meta-model tunggal. membuat analisis dan desain.6 Unified Modeling Language (UML) UML adalah tujuan umum. Communication Diagram 14 . bahasa pemodelan di bidang rekayasa perangkat lunak yang dimaksudkan untuk menyediakan cara standar untuk memvisualisasikan desain sistem (Ritonga. serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek (A.. M. Yaitu : 1. Behavior diagram a. 2016).1. Structure diagram a. Sequence Diagram b. khususnya adalah sistem yang dibangun menggunakan pemrograman berorientasi objek (OO) (Fowler. Pada UML 2. UML adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk mendefinisikan requirement. yang dapat membantu desain dan pendeskripsian sistem perangkat lunak.S. Rosa & Shalahuddin. Activity Diagram c. perkembangan.. Class Diagram b. Deployment Diagram 2. State Machine Diagram 3.

c. External Server Aktor (Pelaku Server Eksternal) Pelaku yang melayani kebutuhan user d. External Receiving Aktor (Pelaku Penerima Eksternal) Pelaku yang bukan pelaku utama. c.. Primary Sistem Aktor (Pelaku Sistem Utama) Pelaku yang secara langsung berhadapan dengan sistem untuk menginisasi atau memicu kegiatan atau sistem. Hubungan generalization dimana suatu use case memperluas use case yang lainnya dengan cara penambahan aksi-aksi pada use case yang umum. Terdapat tiga jenis hubungan yang terjadi antara use case (Bahrami. 15 . 1999) yaitu : a. tapi menerima nilai yang terukur (output) dari kegiatan transaksi. Primary Business Aktor (Pelaku Bisnis Utama) Pelaku yang terutama mendapat keuntungan dari pelaksanaan use case dengan menerima nilai yang terstruktur atau terobsesi. Adapun empat macam tipe aktor : a. b. Use case Diagram Use case Diagram merupakan penggambaran fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Pelaku bisnis utama kemungkinan tidak menginisasi kejadian bisnin. Timing Diagram d. Extends relationship. Sebuah use case mempresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem.S. (A. Pelaku sistem utama dapat berinteraksi dengan pelaku bisnis utama untuk menggunakan sistem secara langsung demi mencapai keuntungan para pelaku bisnis utama. Interaction Overview Diagram Adapun beberapa penjelasan tentang Diagram UML. Rosa & Shalahuddin. A. 2013).. sebagai berikut : 1. M. Sedangkan aktor mempresentasikan seorang user atau subsistem lain yang berinteraksi dengan sistem dan use case adalah urutan kejadian yang menggambarkan interaksi sistem dengan aktor.

c. ini menandakan sebagai bagian specifilized use case. mereka dapat diikat (bundle) dalam UML Package.b. tingkah laku dari use case yang umum akan diikutsertakan atau bias juga disebut include relationship. Uses relationship. Hubungan generalization dimana suatu use case menggunakan use case yang lain. 16 . Ketika sejumlah use case menangani fungsi yang sama atau dalam beberapa cara terhubung satu dengan yang lainnya. Grouping.

Rosa & Shalahuddin. Deskripsi dari urutan aksi-aksi yang ditampilkan sistem yang 8 Use case menghasilkan suatu hasil yang terukur bagi suatu actor Interaksi aturan-aturan dan elemen lain yang bekerja sama untuk Collaboratio 9 menyediakan prilaku yang lebih n besar dari jumlah dan elemen- elemennya (sinergi). Menspesifikasikan bahwa use case «extends» target memperluas perilaku dari use 5 Extend case sumber pada suatu titik yang diberikan. 2013) NO GAMBAR NAMA KETERANGAN Menspesifikasikan himpuan peran 1 Actor yang pengguna mainkan ketika berinteraksi dengan use case. Elemen fisik yang eksis saat aplikasi 10 Note dijalankan dan mencerminkan suatu sumber daya komputasi 17 . Apa yang menghubungkan antara 6 Association objek satu dengan objek lainnya.. M. Tabel 2. Menspesifikasikan bahwa use case 4 <<include>> Include sumber secara eksplisit. Hubungan dimana perubahan yang terjadi pada suatu elemen mandiri (independent) akan mempengaruhi 2 Dependency elemen yang bergantung padanya elemen yang tidak mandiri (independent). Hubungan dimana objek anak Generalizatio (descendent) berbagi perilaku dan 3 n struktur data dari objek yang ada di atasnya objek induk (ancestor)..S. Menspesifikasikan paket yang 7 Sistem menampilkan sistem secara terbatas.1 Simbol Use case Diagram (A.

d. Activity Diagram Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau menu yang ada pada perangkat luanak. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor. Urutan atau pengelompokan tampilan dari sistem / user interface dimana setiap aktivitas dianggap memiliki sebuah rancangan antarmuka tampilan. b. jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem. c. Rancangan proses bisnis dimana setiap urutan aktivitas yang digambarkan merupakan proses bisnis sistem yang didefinisikan. Rancanagn pengujian dimana setiap aktivitaas dianggap memerlukan sebuah pengujian yang perlu didefinisikan kasus ujinya. Activity diagram juga banyak digunakan untuk mendefinisikan hal-hal berikut : a. 18 . Rancangan menu yang ditampilkan pada perangkat lunak.2.

State dari sistem yang mencerminkan 2 Action eksekusi dari suatu aksi. Sequence Diagram Squence Diagram menggambarkan interaksi antara objek di dalam dan juga sekitar sistem (termasuk pengguna.2 Simbol Activity Diagram (A.S. 2013) NO GAMBAR NAMA KETERANGAN Memperlihathkan bagaimana msing- 1 Actifity masing kelas antarmuka saling berinteraksi satu sama lain. Memperlihatkan bagaimana aliran- 7 Transition aliran kerja bergerak dari suatu activity ke activity lainnya. Tabel 2. 19 .aliran kerja. display dan sebagainya) dengan berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Memperlihatkan siapa yang bertanggung jawab untuk 8 Swimlane melaksanakan tugas-tugas tertentu pada activity diagram. M. Bagaimana objek dibentuk untuk 3 Initial Node diawali. Squence Diagram bisa digunakan untuk menggambarkan sekenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu.. Memperlihatkan bagaimana dua atau 6 Decision lebih langkah pada aliran.. Komunikasi objek tesebut ditandai dengan garis horizontal yang juga dengan nama operasinya. Massage disini digambarkan sebagai garis panah dari objek ke objek lain dan pada fase berikutnya message akan dipetakan menjadi sebuah operasi atau metode dari class. Actifity Finak Bagaiamana objek dibentuk dan 4 Node dihancurkan. Rosa & Shalahuddin. 3. Satu aliran yang pada tahap tertentu 5 Fork Node berubah menjadi beberapa aliran. Diagram ini menjelaskan cara bahwa bagaimana objek dapat berinteraksi dngan objek lainnya dengan cara mengirim dan juga menerima sebuah pesan.

3 Simbol Squence Diagram (A. M. Rosa & Shalahuddin. Sebuah activity bar dapat menunjukan lamanya eksekusi sebuah proses dan biasanya hal ini diawali dengan diterimanya sebuah massage.. Adapun simbol untuk collaboration diagram adalah: 20 .S. Collaboration mendeskripsikan sejumlah objek yang saling bekerja sama. Collaboration Diagram Collaboration merupakan deskripsi sejumlah objek yang saling berinteraksi untuk mengimplementasikan perilaku sistem atau perangkat lunak tertentu dalam suatu konteks tertentu.Squence Diagram terdiri antara sumbu vertical putus-putus yang mempresentasikan “lifetime” sumbu horizontal yang menunjukan objek-objek yag berinteraksi dalam sistem. 2 Message Spesifikasi dari komunikasi antara objek yang memuat informasi- informasi tentang aktifitas yang terjadi. 4 Anchor Note Melekatkan catatan pada use case to item atau aktor tertentu dalam diagram. 4. antarmuka yang saling berinteraksi. Tabel 2. 5 Message to Menggambarkan pesan yang self menuju dirinya sendiri.. yang dirakit untuk menghasilkan suatu kegunaan atau fungsionalitas tertentu (Nugroho. 2013) NO GAMBAR NAMA KETERANGAN 1 LifeLine Objek entity. 3 Message Spesifikasi dari komunikasi antara objek yang memuat informasi- informasi tentang aktifitas yang terjadi. 2010).

Class yang menangani tampilan sistem (view class) 21 . b. Main Class Class yang memiliki funsi awal dieksekusi ketika sistem dijalankan. b. Class Diagram Class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas- kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Data token Memperlihatkan informasi yang 6 mengalir antar dua objek. Class yang ada pada struktur sistem harus dapat melakukan fungsi-fungsi sesuai dengan kebutuhan sistem sehingga pembuat perangkat lunak atau programer dapat membuat class di dalam program perangkat lunak sesuai dengan perancangan class diagram . Memperlihatkan informasi yang 7 mengalir pada arah berlawanan antardua objek 5. Class memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi. a. Susunan struktur class yang baik pada class diagram sebaiknya memiliki jenis-jenis kelas berikut: a. Reverse Menambahkan pesan dalam arah Message antar dua objek atau dari suatu 5 objek ke dirinya sendiri. Operasi atau metode adalah fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas. Tabel 2. Class instance Menambahkan objek baru pada diagram 2 Link to self Memperlihatkan bahwa suatu 3 objek memanggil operasinya sendiri. Link Message Menambahkan pesan antardua 4 objek atau dari suatu objek ke dirinya sendiri. Atribut merupakan variabel-variabel yang dimiliki oleh suatu class. 2005) NO Simbol Nama Keterangan Object Menggambarkan objek baru pada 1 diagram.4 Notasi Collaboration Diagram (Nugroho.

c. pendefinisian kelas itu tidak dapat dipertanggung jawabkan. Object Diagram Diagram objek menggambarkan struktur sistem dari segi penamaan objek dan jalannya objek dalam sistem.5 Simbol Class Diagram (A. 5 Dependency Hubungan dimana perubahan yang terjadi pada suatu elemen mandiri (indepedent) akan mempengaruhi elemen yang bergantung paanya eleemen yang tidak mandiri.. 2 Class Himpunan dari objek-objek yang berbagi atribut serta operasi yang sama. Class yang mendefinisikan dan mengatur tampilan ke pemakai. 6. 22 . M. class ini biasanya disebut dengan class proses bisnis pada perangkat lunak. Pada diagram objek harus dipastikan semua kelas yang sudah didefinisikan pada diagram kelas dipastikan harus dipakai objeknya.S. Rosa & Shalahuddin. Class yang diambil dari pendefinisian use case (controller class) Class yang menangani fungsi-fungsi yang harus ada diambil dari pendefinisian use case. 2013) NO GAMBAR NAMA KETERANGAN 1 Generalization Hubungan dimana objek anak (descendant) berbagi perilaku dan struktur data dari objek yang ada di atasnya objek induk (ancestor). 4 Realization Operasi yang benar-benar dilakukan oleh suatu objek. Diagram objek juga berfungsi untuk mendefinisikan contoh nilai atau isi dari atribut tiap kelas. 3 Collaboration Deskripsi dari urutan aksi-aksi yang ditampilkan sistem yang menghasilkan suatu hasil yang terukur bagi suatu aktor. Class yang diambil dari pendefinisian data (model class) Class yang digunakan untuk memegang atau membungkus data menjadi sebuah kesatuan yang diaambil maupun akan disimpan ke basis data. Tabel 2. 6 Association Apa yang menghubungkan antara objek satu dengan objek lainnya. d.. karena jika tidak.

Hampir semua diagram dalam UML dapat dikelompokan menggunakan Package Diagram. Diagram ini dapat digunakan untuk menggambarkan struktur dari bagian-bagian yang saling terhubung maupun mendeskripsikan struktur pada saat berjalan (runtime) dari instance yang saling terhubung. contohnya seperti Struts dari Apache yang menggunakan prinsip desain Model- View-Controller (MVC) dimana source code program sikelompokan berdasarkan fungsinya. Contoh penggunaan diagram ini misalnya untuk menggambarkan deskripsi dari setiap bagian mesin yang saling terkait untuk menjalankan fungsi mesin tersebut. d. b. versi 2. Komponen executable yang dilepas ke user.7. menggambarkan aliran data router pada jaringan komputer. c. Dapat menggambarkan struktur di dalam kelas atau kolaborasi. dan lain-lain. framework pada perangkat lunak merupakan kerangka kerja yang dibuat untuk memudahkan pengembangan dan pemeliharaan apliaksi. Component Diagram juga dapat digunakan untuk memodelkan hal-hal berikut: a. 9. Framework sistem. Basis data secara fisik. Composite Structure Diagram Composite structure diagram baru mulai ada pada UML. pada versi 1. Depeloyment diagram juga dapat digunakan untuk memodelkan hal-hal berikut: 23 . Component Diagram Component Diagram dibuat untuk menunjukan organisasi dan ketergantungan diantara kumpulan komponen dalam sebuah sistem.0. Compnent Diagram fokus pada komponen sistem yang dibutuhkan dan ada di dalam sistem. Package Diagram Package diagram menyediakan cara mengumpulkan elemen-elemen yang saling terkait dalam diagram UML. Depeloyment Diagram Depeloyment diagram menunjukan konfigurasi komponen dalam proses eksekusi aplikasi. Sistem yang harus beradaptasi dengan sistem lain. Source Code program perangkat lunak. 8.x diagram ini belum muncul. 10.

. yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program (A. Rosa & Shalahuddin. Pada tahap ini pengujian dilakukan dengan menggunakan metode black-box testing.S. Sistem client/server. yang ditujukan untuk mendeskripsikan skenario pengujian untuk melakukan verifikasi dan validasi terhadap perangkat lunak yang dikembangkan. 24 . a. dan hardware. b. c. 2013).7 Black-box testing Black-box testing merupakan model pengujian. node. 2. d. Sistem terdistribusi murni. Rekayasa ulang aplikasi. Sistem tambahan (embedded sistem) yang menggambarkan rancangan device. M..

1 Skema Metodologi Penelitian Pada Bab 3 ini akan dijelaskan beberapa tahapan untuk mencapai tujuan perancangan yang direncanakan : Gambar 3. METODOLOGI 3.1 Skema Metodologi Penelitian 25 . 3.

Tahapan ini akan menganalisis proses bisnis berupa penentuan target pengguna (aktor). b. Elaboration Selanjutnya yaitu tahapan elaboration. Langkah-langkah pada tahapan ini yaitu : a. digambarkan dengan use case diagram. tahapan elaboration ini akan melakukan analisis lebih lanjut dari tahapan inception dengan mengembangkan proses bisnis yang dihasilkan pada tahapan sebelumnya. serta perencanaan dari proyek pembuatan aplikasi.1. dimana aktor adalah segala hal diluar sistem atau yang menggunakan sistem tersebut untuk melakukan sesuatu. Pada tahapan awal ini akan menghasilkan beberapa rumusan maslah dan proses bisnis yang sedang berjalan dari organisasi yang akan dijadikan parameter dan Batasan dalam perencanaan sistem yang ada pada penelitian ini. Dan memetakannya dengan menggunakan bisnis proses. digambarkan dengan activity diagram. merupakan tahapan persiapan. 3. yaitu menentukan perincian persyaratan dengan menentukan kebutuhan-kebutuhan pada aplikasi yang akan dikembangan. Langkah-langkah dari tahapan inception ini adalah : a. Inception Tahapan selanjutnya tahapan inception. Membuat proses bisnis. Tahapan inception ini dilakukan untuk menentukan manfaat perangkat lunak yang akan dibangun. Studi Literatur Langkah-langkah pada tahapan ini yaitu untuk melakukan identifikasi komponen-komponen yang berkaitan pada penelitian. Melakukan identifikasi proses-proses bisnis yang terkait dengan sistem surat. pembuatan proses bisnis. Pengumpulan dokumen mengenai data atau dokumen terkait tempat yang diteliti. dengan merancang sistem yang akan dikembangkan. b. Adapun hasil yang didapat tahapan sebelumnya akan dilanjutkan pada tahapan elaboration yaitu : 26 . dengan melakukan observasi dan studi dokumen atau pustaka serta wawancara dengan beberapa pihal terkait yang digunakan dalam proses kegiatan yang berhubungan dengan sistem surat. Membuat spesifikasi kebutuhan sistem. dengan melihat jurnal-jurnal tentang sistem surat serta tempat yang diteliti. 2.

Selain pembuatan baseline. serta pengimplementasian layout dan class kedalam bahas pemrograman yang sesuai dengan apa yang ditentukan pada tahapan elaboration. Use Case diagram beserta skenario dari actor yang telah diidentifikasikan. Sequence diagram. maka aplikasi beta siap digunakan. akan dilakukannya perancangan struktur menu. story board (perancangan antarmuka). b. dan dengan spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program. Class diagram merupakan diagram yang akan membantu dalam perancangan halaman interface sehingga sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. 4. Tahapan uji coba ini menggunakan metode black-box testing. 27 . Construction Pada tahapan construction ini. Setelah use case diagram dan activity diagram. sehingga dapat dihasilkan aplikais yang siap untuk diuji coba (pengujian). menggambarkan tentang bagaimana proses dan sistem dapat saling berinteraksi dengan actor. yang bertujuan untuk menguji sistem dengan analisis atau tahapan sebelumnya dari mulai inception. elaboration. b. sampai construction. a. 5. Dan jika tahap ujicoba ini sesuai dengan analisis dan kebutuhannya. pada tahapan ini juga membuat sebuah rician sistem dan rancangan layout dari sistem yang akan dikembangkan. Pengujian Tahap ini merupakan tahap uji coba sistem. Activity diagram yaitu untuk menggambarkan aliran dari sebuah sistem dan perilaku keseluruhan sistem. maka tahapan elaboration selanjutnya adalah menentukan baseline dari komponen sistem yang akan menghasilkan : a.

maka disusunlah WBS (Work Breakdown Structure) dengan mengikuti tahapan pada metodologi RUP seperti pada gambar berikut ini : Gambar 3.3.2 Work Breakdown Structure (WBS) 28 .2 Work Breakdown Structure (WBS) Berdasarkan studi literature dan telah didukung oleh teori-teori yang ada.

dan aktifitas rumusan masalah yang menentukan perincian persyaratan dengan menentukan kebutuhan-kebutuhan pada aplikasi yang dikembangkan. document. Pengujian aplikasi ini menggunakan black-box yang mana pengujian dilakukan untuk mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan aplikasi yang dibuat tersebut. Gambar 3. Tahap Elaboration. sequensian diagram.3 Activity Sequencing Berdasarkan pada skema metodologi penelitian dan work breakdown structure dapat digambarkan dengan activity sequence pada gambar 3. dan buku referensi atau jurnal penelitian sebelumnya. sehingga dapat melakukan pengujian aplikasi. dan class diagram serta perancangan layout dari sistem yang akan dikembangkan. Digambarkan dengan use case diagram dan activity diagram. merupakan tahapan pemodelan dengan menggunakan UML yang Terdiri dari use case diagram. serta dengan merancang sistem yang akan dikembangkan. yang mana pada tahapan ini mempunyai aktivitas proses bisnis yang sedang berjalan yang di peroleh dari wawancara.3. 3. Tahap pertama dalam WBS adalah inception. activity diagram.3 Activity Sequence 29 . Selanjutnya dilakukan tahapan construction yaitu tahapan mengimplementasikan layout dan class kedalam Bahasa pemrograman sesuai dengan tahapan elaboration.

dan untuk langkah setelah elaborasi adalah construction yang menjelaskan tentang perancangan layout. Langkah awal dari activity sequence adalah inception yang mana akan menjelaskan tentang proses bisnis yang sedan berjalan. dan perancangan aplikasi versi beta. identifikasi use case. Maka yang terakhir menjelaskan tentang pengujian dengan black-box testing. identifikasi actor. Pada gambar activity sequence ini menggambarkan langkah-langkah yang akan dijelaskan di bab selanjutnya. 30 . dan identifiasi activity diagram. spesifikasi sistem. Langkah selanjutnya akan menjelaskan tentang elaborasi yang mana dalam elaborasi terdapat perancangan sequence diagram. dan perancangan calss diagram.

1 Bisnis Proses Surat Masuk Yang Sedang Berjalan 31 . HASIL DAN PEMBAHASAN 4. 4.1 Inception Tahap inception ini merupakan tahapan yang dilakukan untuk menentukan manfaat dari perangkat lunak yang akan dibangun.1. dengan terlebih dahulu membuat proses bisnis yang sedang berjalan. dapat digambarkan dengan diagram aktivitas sebagai berikut : Gambar 4. 4. serta menentukan spesifikasi kebutuhan dari sistem yang akan dibangun.1 Proses Bisnis yang Sedang Berjalan Proses bisnis yang sedang berjalan pada proses pengelolaan surat masuk dan keluar.

32 . 3. maka petugas membuat form disposisi untuk diberikan kepada ketua. Memberi nomer surat masuk Bila tugas dinas petugas akan memberi ke dalam buku surat masuk nomer surat masuk ke dalam buku surat masuk. surat pribadi dan surat dinas. dengan membubuhkan tanda tangan atau paraf sebagai bukti surat masuk telah diterima oleh petugas 2.2 : Table 3. Menerima surat masuk Petugas menerima surat masuk dari pengirim surat. Membuat form disposisi Setelah surat masuk di beri nomer di surat dalam buku surat.1 Deskripsi Prose Bisnis Surat Masuk Yang Sedang Berjalan No Aktivitas Deskripsi 1. Gambar 4. Memilih surat masuk Petugas memilah surat.2 Bisnis Proses Surat Keluar Yang Sedang Berjalan Adapun deskripsi proses bisnis yang sedang berjalan dapat dijelaskan dengan table 3. Menerima form surat Ketua menerima form surat disposisi dari disposisi petugas untuk diisi siapa yang akan menerima disposisi surat. Bila surat pribadi petugas langsung memberikan kepada anggota yang menerima surat. 5.1 dan 3. 4.

selanjutnya petugas membuat/mengetik surat keluar di MsWord. bila surat keluar itu tidak sesuai dengan yang diajukan atau salah dalam pembuatan maka kembali lagi ke pembuatan konsep surat keluar. Print out surat keluar Petugas akan Print out surat keluar apabila surat keluar sudah tidak ada lagi kesalahan dalam pembuatan surat keluar. 4. Menerima disposisi surat Petugas menerima Disposisi surat yang yang telah diisi dan dicatat telah diisi oleh ketua. 8. 33 . 9. 3. 5.2 Deskripsi Prose Bisnis Surat Keluar Yang Sedang Berjalan No Aktivitas Deskripsi 1. Table 3. 6. Menerima surat disposisi Anggota menerima surat disposisis Table 3. 7. Surat sudah terdisposisi Apabila disposisi surat sudah dicatat didalam buku surat maka surat masuk dan disposisinya di berikan kepada anggota yang menerima tugas. Dan memberikan disposisi surat kepada petugas. 2. Menerima surat permohonan Petugas menerima surat permohonan surat keluar pembuatan surat keluar. dan apabila surat keluar itu sesuai dan tidak ada kesalahan maka surat keluar akan di print out. 7. Surat keluar di distribusikan Petugas mengarsipkan dan dan di arsipkan mendistribusikan surat keluar yang sudah di print out. Mengisi surat disposisi dan Ketua mengisi disposisi surat untuk memberi tanda tangan atau menugaskan anggotanya dengan memberi paraf tanda tangan ataupun paraf. Pembuatan konsep surat Petugas membuat konsep surat keluar yang keluar diajukan oleh anggota dan ketua. Konsep surat keluar di ketik Apabila konsep surat keluar sudah ada. dan dicatat kedalam kedalam buku surat buku surat untuk data arsip pendisposisian 8.1 Deskripsi Prose Bisnis Surat Masuk Yang Sedang Berjalan (Lanjutan) No Aktivitas Deskripsi 6. Membuat permohonan surat Anggota ataupun ketua membuat keluar permohonan untuk membuat surat keluar kepada petugas. Disetujui? Surat keluar yang diperiksa akan dilihat oleh ketua. Konsep surat keluar diperiksa Apanila surat keluar yang diketik sudah selesai barulah surat keluar di periksa.

1. Rincian Persyaratan Pada tahapan rincian persyaratan ini akan dijelaskan tentang kebutuhan- kebutuhan pada perancangan aplikasi yang akan dibuat. 3) Menyediakan form yang dapat berjalan dengan baik b. a. Persyaratan Sistem Dari data yang telah dikumpulkan untuk dapat memenuhi kebutuhan dari pengguna dan menyelesaikan permasalahan surat masuk dan keluar.4. maka aplikasi surat masuk. surat keluar dan agenda surat yang akan dibuat mempunyai spesifikasi sebagai berikut : 1) Spesifikasi Fungsional Sistem a) Sistem menyediakan fasilitas untuk dapat memberikan pengumuman mengenai surat masuk. pertama untuk orang yang beniat mengembangkan program nantinya (pengembangan) dan orang yang hanya akan menggunakan aplikasi ini (user). Persyaratan Tampilan 1) Menyediakan tampilan yang user friendly. disposisi surat dan surat keluar secara efektif b) Sistem menyedikan fasilitas untuk mendapatkan 2) Spesifikasi Non Fungsional Sistem a) Aplikasi surat masuk. Sisi pengembang 34 . 2) Menyediakan infromasi mengenai surat masuk dan keluar serta agenda kegiatan. surat keluar dan agenda surat ini berbasis web (web-based) dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL. Adapun persyaratan minimum untuk aplikasi ini adalah : a. surat keluar dan agenda surat dibagi kepada dua sisi.2 Spesifikasi Sistem 1. b) Perangkat komputer yang dibutuhkan untuk aplikasi surat masuk.

Data yang bersumber dari vendor software yang dipakai dalam merancang aplikasi surat masuk.3 Identifikasi Aktor 1. dan agenda surat :  Perangkat keras : Processor RAM Harddisk VGA Card  Perangkat Lunak : Sistem Operasi b. b) Perancangan database menggunakan MySQL. Sisi pemakai  Perangkat Keras : Processor RAM Harddisk VGA Card  Perangkat Lunak : Sistem Operasi : 3) Persyaratan Pengembangan a) Menggunakan use case diagram untuk menggambarkan interaksi antar pengguna dan sistem. d) Menggunakan metodologi dan tools yang tepat dalam pengembangan aplikasi.1. surat keluar. c) Dalam melakukan pemrograman menggunakan PHP. 4) Batasan Sistem Adapun Batasan sistem yang dibuat adalah sebagai berikut : a) 4. Target Pengguna 35 .

dan agenda surat. Melakukan Login sistem 2. Membuat aturan Admin (Petugas) Ketua Anggota (Pegawai) 4. dimana aktor tersebut adalah orang yang akan menggunakan aplikasi surat masuk. Ketua. Sasaran pemodelan use case diantaranya adalah mendefinisikan kebutuhan fungsional dan operasional sistem dengan mendefinisikan scenario penggunaan yang disepakati antara user dan developer. Berikut use case diagram beserta scenarionya : 36 . surat keluar dan agenda surat. surat keluar. Dari target pengguna yag teridentifikasi pada tahapan pencarian target user atau actor pada table. Admin (Petugas). Tahap target pengguna ini bertujuan untuk mengidentifikasi target pengguna yang akan terlibat dalam sistem (aktor). Adapun untuk aktivitas yang dilakukan oleh aktor adalah sebagai berikut : Table 3. 2004).4 Identifikasi Use Case Use Case adalah susunan atau bentuk untuk mendefinisikan bagaimana sistem yang terlihat dimata penguna. surat keluar dan agenda surat adalah Super Admin. dan Anggota (Pegawai). Adapun actor yang teridentifikasi dalam aplikasi surat masuk. maka selanjutnya membuat use case diagram dan scenario untuk aplikasi surat masuk.1.3 Aktivitas Aktor Aktor Aktivitas Super Admin 1. Aktor adalah sebuah peran yang dimainkan seorang pengguna dalam berintraksi atau berkaitan dengan sistem (Fowler.

surat keluar dan agenda surat Tujuan Mendeskripsikan interaksi antar sistem dengan aktor Deskripsi User mengakses setiap perintah yang ada pada sistem surat masuk. Surat Keluar dan Agenda Surat Adapun scenario dari use case diagram surat masuk. surat keluar dan agenda surat adalah : Identifikasi Nama Surat masuk. Gambar 4. surat keluar dan agenda surat Aktor Super admin. dan anggota/pegawai melakukan login 2. 37 . ketua.3 Use Case Diagram Surat Masuk. admin/petugas. apakah Super admin. ketua. Memvalidasi hak askes. admin/petugas. 5. dan anggota/pegawai 3. ketua. admin/petugas. dan anggota/pegawai. Super admin. Skenario Aksi Aktor Reaksi Sistem 1. Menampilkan halaman utama sesuai hak akses 4.

12. 13. dapat digambarkan sebagai berikut : 1. Surat Keluar dan Agenda Surat Berikut penjelasan dari activity diagram login pada aplikasi surat masuk.2 Elaboration 38 . 8.1. surat keluar dan agenda surat : 4. 6. 11.5 Identifikasi Activity Diagram Activity diagram digunakan untuk memodelkan perilaku dari sebuah sistem. dan cara dari aliran hubungan perilaku keseluruhan sistem. Adapun activity diagram dari aplikasi surat masuk. 7. 16. 4. surat keluar dan agenda surat. 15.4 Activity Diagram Login pada Aplikasi Surat Masuk. 9. 10. Activity diagram login Gambar 4. 14.

surat keluar dan agenda surat yaitu sequence diagram input data surat masuk. dimana deskripsi penyelesaian sistem harus sudah selesai.4. Tahap elaboration ini merupakan tahap alnjutan dari inception.1 Perancangan Layout 4.2 Perancangan Aplikasi Versi Beta 4.2.2 Perancangan Class Diagram 4.3.2.3. Adapun salah satu sequence diagram dari aplikasi surat masuk.1 Perancangan Squence Diagram Sequence diagram digunakan untuk mewakili atau memodelkan aliran pesan kejadian dan tindakan anatara object atau komponen dari suatu sistem.4 Pengujian 4.1 Blac-box Testing 39 .3 Construction 4. dapat digambarkan sebagai berikut : 4. dan akan dilanjutkan pada tahapan analisis dan desain arsitektur. 4.

& Triwahyuni. Rekayasa Perangkat Lunak.html Bahrami. Abdul. http://jnte. kruchten. (2016). Jakarta: pusat bahasa. Nugroho. Ritonga.ft. (2003). 1-7. Kamus Bahasa Indonesia. Pearson Education. u. A. (1999). 3rd Edition. M. & Setiawan.com/2014/12/pengertian- pengelolaan-perencanaan-dan. (2005).S. The : An Introduction.php/jnte/article/view/73/69. http://jurnal. (2004).wordpress. Pengertian pakar. Desember 4).. (2008). M.ac. haidibarasa. p. A. Singapore: Irwin McGraw-Hill. Pengertian Unified Modeling Language (UML) dan Modelnya Menurut Pakar dan Para Ahli. Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Dengan Metodologi Berorientasi Objek.ac. Yogyakarta: Andi Offset. UML DISTILLED. A.com/2013/07/06/pengertian-aplikasi- menurut-pada-salah-satu-buku/ Kamil. (2013). DAFTAR PUSTAKA A. Rekayasa Perangkat Lunak Berbasis Object dengan metode USDP.pengertianpakar. ali. Bandung: Informatika.id/index. Addison Wesley. Object Oriented System Development.unand. Retrieved from 40 . (2003). (2010).id/index.php/algoritma/article/view/355/322. Pengenalan Teknologi Informasi. 1-6. Retrieved from Pengertian Aplikasi menurut pada salah Satu Buku: https://haidibarasa.sttgarut. Inc. Rancang Bangun Aplikasi Pengelolaan Surat Di Desa Tanjung Kamuning. Nugroho. november 11). Rosa & Shalahuddin. A Brief Guide to The Standard Object Modeling Language. Third Edition. Retrieved from Pengertian Pakar All Rights Reserved: http://www. Bandung: Informatika.. Rational Unified Process. Fowler. Guntari. Pengembangan Aplikasi Distribusi Surat Di Fakultas Teknologi Informasi Dengan Notifikasi SMS Menggunakan Framework YII dan GAMMU. April 14). P. Hadi Barasa. yogyakarta: ANDI. DPN/tim penyusun. (2017. (2013). (2016. (2016. H.

Syaban. Bunyamin. & Sukadi. (2013). Pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Surat Masuk Dan Surat Keluar Berbasis Web Di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut Menggunakan Framework PHP. 1-8.ijns.id/jurnal/index. I.bangpahmi.com: http://www.com/2015/04/pengertian-unified- modelling-language-uml-dan-modelnya-menurut-pakar. Yogyakarta: Kanisius. Kearsipan I. (1991).php/algoritma/article/view/207/184. Bandung: Sinar Baru Algensindo. (2009). www. Vironica. 41 .html Silalahi. Interaksi Manusia dan Komputer Teori dan Praktek. Bangpahmi.ac. Wursanto. http://sttgarut.org. 1- 11. (2015). Rancangan Bangun Aplikasi Pengelolaan Surat Masuk Dan Surat Keluar Pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Nawangan. U.