You are on page 1of 40

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN IBU HAMIL TRIMESTER III

YANG MENJALANKAN PROGRAM SENAM HAMIL DENGAN

LAMA PERSALINAN DI RUMAH SAKIT TENTARA

PEMATANGSIANTAR TAHUN 2018

Proposal Penelitian

Diajukan Oleh :

MARINA THYLOVA SIAHAAN

1602626

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN (S-1)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SUMATERA UTARA

BAB I

PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang

Kehamilan dan persalinan merupakan proses yang alamiah bagi seorang

wanita, pada masa kehamilan tubuh akan banyak mengalami adaptasi fisiologi

dan psikologi. Adaptasi fisiologi terdiri dari perubahan sistem reproduksi,

perubahan sistem kardiovaskuler, perubahan sistem pernapasan, perubahan sistem

gastrointestinal, perubahan sistem renal, perubahan sistem endokrin, perubahan

dinding perut dan kulit, serta perubahan metabolik sedangkan perubahan psikologi

terdiri dari stressor pada saat kehamilan dan perubahan psikologi kehamilan

(Purwaningsih & Fatmawati, 2010).

Masa kehamilan akan membawa perubahan fisik maupun mental.

Perubahan fisik yang terjadi bahkan kadang memberikan ketidaknyamanan bagi

ibu seperti sakit pada punggung, pegal-pegal pada kaki dan lain sebagainya. Ibu

hamil sangat membutuhkan tubuh yang sehat dan bugar, dimana kondisi ini dapat

diperoleh dengan mengupayakan pola makan yang teratur, istirahat yang cukup

dan olah tubuh sesuai takaran. Dengan tubuh yang bugar dan sehat, ibu hamil

tetap dapat menjalankan tugas rutin sehari-hari dan hal ini menurunkan tingkat

stres akibat rasa cemas yang dihadapi menjelang persalinan. Jenis olah tubuh yang

paling sesuai untuk ibu hamil adalah senam hamil, disesuaikan dengan perubahan

fisik seperti pada organ genital, bagian perut membesar dan lain-lainnya

(Widianti, 2010).

Senam hamil (prenatal) merupakan terapi latihan gerak yang diberikan

pada ibu hamil untuk mempersiapkan dirinya, baik persiapan fisik maupun mental

untuk menghadapi dan mempersiapkan persalinan yang cepat, aman dan spontan

(Atikah, 2010).

Manfaat dari senam hamil menurut Anggraeni (2010) antara lain :

Menguasai teknik pernapasan, Memperkuat elastisitas otot, Mengurangi keluhan,

Melatih relaksasi. Menurut Anggraeni (2010), ada beberapa syarat yang harus

diperhatikan oleh ibu hamil sebelum mengikuti senam hamil, syarat tersebut

antara lain: Telah dilakukan pemeriksaan dan kehamilan oleh dokter atau bidan,

Latihan dilakukan setelah kehamilan mencapai minimal 23 minggu, Latihan

dilakukan secara teratur dan disiplin, dalam batas kemampuan fisik ibu,

Sebaiknya latihan dilakukan dirumah sakit atau klinik bersalin dibawah pimpinan

instruktursenam hamil.

Dalam proses persalinan ada 3 faktor yang menyebabkan persalinan

memanjang atau partus lama yaitu : tenaga (power), jalan lahir (passage), janin

(passenger). Dan untuk menurunkan masalah-masalah tenaga atau power yang

biasa dialami oleh ibu bersalin dikendalikan dengan ditingkatkannya senam hamil

pada ibu hamil (Amru Sofian, 2011).

Menurut Anggraeni (2010), ada beberapa tanda dan gejala senam hamil

harus dihentikan, antra lain: Timbul rasa nyeri, terutama nyeri dada, nyeri kepala

dan nyeri perndian, Kontraksi rahim yang lebih sering(interval <20 menit),

Perdarahan pervaginan, keluarnya cairan ketuban, Nafas pendek yang berlebihan,

Denyut jantung yang meningkat (>140x/menit), Mual dan muntah yang menetap,

Kesulitan berjalan, Pembengkakan yang menyeluruh, Aktifitas janin yang

berkurang.

Menurut Anggriyana dan Atikah (2010), perempuan hamil yang

melakukan senam hamil diharapkan dapat menjalani persalinan dengan lancar,

dapat memanfaatkan tenaga dan kemampuan sebaik-baiknya sehingga proses

persalinan dapat berjalan relatif cepat dan rasa sakit berkurang. Selain itu

bermanfaat diantaranya untuk mengurangi rasa sakit selama persalinan,

memperkuat otot-otot panggul, membuat tubuh lebih rileks, melatih teknik

pernafasan yang penting agar proses persalinan berjalan lancar.

Senam hamil bukan merupakan hal yang baru di Indonesia, akan tetapi

banyak ibu hamil yang kurang mengetahui atau bahkan tidak mengetahui tentang

senam hamil, padahal jika ibu hamil mengetahui tentang senam hamil akan ada

banyak manfaat yang akan diperoleh untuk kehamilan atau bahkan untuk

persalinan. Senam hamil merupakan bagian penting dari perawatan kehamilan

serta untuk menghadapi persalinan yang aman. Umumnya ibu-ibu (baik yang

belum maupun yang sudah berpengalaman melahirkan) di landa rasa lemas dan

panik. Hal ini mempengaruhi otot-otot di jalan lahir dan sekitarnya, sehingga akan

menghambat kelancaran proses persalinan. Lewat berbagai latihan senam hamil,

diharapkan calon ibu lebih percaya diri dan tidak panik saat menghadapi

persalinan (Anggriyana dan Atikah, 2010).

Dalam perkembangannya, masih banyak ibu hamil yang kurang berminat

melakukan senam hamil diantaranya karena kurangnya pengetahuan ibu terhadap

senam hamil dan tidak aktifnya pelaksanaan senam hamil, sehingga berdampak

mereka mengetahui senam hamil karena mendapatkan informasi dari media cetak (majalah dan koran) serta keluarga dan melakukan senam hamil. jumlah ibu hamil yang mengikuti program senam hamil ada 21 orang selama bulan November dan berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan pada 5 ibu hamil di Pematangsiantar didapatkan 3 orang mengetahui tentang senam hamil. senam hamil diperlukan untuk memperoleh ketenangan dan relaksasi serta menurunkan ketegangan. Berdasarkan data yang didapat dari Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar. menurut amru sofian (2011). 2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang diatas. sehingga akan mengakibatkan memperlambat proses persalinan. Dampak ibu yang tidak melakukan senam hamil lebih rentan mengalami ketegangan jiwa dan fisik yang menyebabkan persendian dan otot kaku. penulis dapat merumuskan suatu masalah yaitu apakah ada Hubungan Tingkat Kepatuhan Ibu Hamil Trimester III yang menjalankan Program Senam Hamil dengan Lama Persalinan di Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar? .negatif terhadap keadaan ibu dan janinnya. Dari latar belakang tersebut penulis tertarik mengambil judul penelitian “Hubungan Tingkat Kepatuhan Ibu Hamil Trimester III yang menjalankan Program Senam Hamil dengan Lama Persalinan di Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar". akan tetapi belum rutin dan 2 orang rutin mengikuti senam hamil. 1.

2. 1. Untuk mengidentifikasi Tingkat Kepatuhan Ibu Hamil Trimester III yang menjalankan Program Senam Hamil di Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar. .3 Tujuan Penelitian 1. Untuk mengidentifikasi Lama Persalinan di Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar. Untuk mengetahui Hubungan Tingkat Kepatuhan Ibu Hamil Trimester III yang menjalankan Program Senam Hamil dengan Lama Persalinan di Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar. Manfaat Bagi Pelayanan Keperawatan Manfaat penelitian ini bagi pelayanan keperawatan yaitu hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan terhadap program-program di pelayanan keperawatan khususnya keperawatan maternitas. 1.5 Manfaat Penelitian 1. 3.1.3 Hipotesis Penelitian Ada Hubungan Tingkat Kepatuhan Ibu Hamil Trimester III yang menjalankan Program Senam Hamil dengan Lama Persalinan di Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar.

Manfaat bagi Institusi Pendidikan Sebagai salah satu sumber bacaan penelitian dan pengembangan selanjutnya di bidang keperawatan khususnya yang berkaitan dengan keperawatan maternitas 3.2. . Manfaat bagi Peneliti selanjutnya Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi informasi di dunia keperawatan mengenai Program Senam Hamil dengan Lama Persalinan.

1. 2012). . Wiknjosastro (2009). Berdasarkan beberapa definisi kehamilan tersebut dapat disimpulkan bahwa kehamilan merupakan bertemunya sel telur dan sperma yang telah matang sehingga terjadilah nidasi dan tumbuh berkembang sampai aterm. Kehamilan adalah suatu mata rantai yang berkesinambungan yang terdiri dari ovulasi (pematangan sel) lalu pertemuan ovum (sel telur) dan spermatozoa (sperma) terjadilah pembuahan dan pertumbuhan zigot kemudian bernidasi (penanaman) pada uterus dan pembentukan plasenta dan tahap akhir adalah tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm) (Manuaba. mendefinisikan kehamilan sebagai suatu proses yang terjadi antara perpaduan sel sperma dan ovum sehingga terjadi konsepsi sampai lahirnya janin. namun pada prinsipnya memiliki inti yang sama. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. lalu keduanya menyatu membentuk sel yang akan tumbuh..1 Kehamilan 2. dkk (2012) memberikan definisi kehamilan secara berbeda. dkk.1 Pengertian Kehamilan didefinisikan secara berbeda-beda oleh beberapa ahli. Manuaba. Menurut BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) kehamilan adalah proses yang diawali dengan keluarnya sel telur matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan sperma. lamanya hamil normal adalah 280 hari atau 40 minggu dihitung dari haid pertama haid terakhir (HPHT).

Konstipasi. asinus dan duktus berproliferasi karena pengaruh progesterone dan estrogen.2. . yang terjadi pada kehamilan 2-3 bulan sering terjadi penurunan berat badan karena nafsu makan menurun dan muntah-muntah. Mastodinia. yaitu persepsi gerakan janin pertama yang bisanya disadari oleh wanita pada kehamilan 18-20 minggu. terjadi karena reflek relaksasi progesterone atau dapat juga karena perubahan pola makan. Vaskularisasi bertambah.1. b.2 Tanda-Tanda Kehamilan Menurut Siswosudarmo (2009).Perubahan berat badan. yaitu wanita yang terlambat mengalami haid dalam masa wanita tersebut masih mampu hamil. yaitu rasa kencang dan sakit pada payudara yang disebabkan payudara membesar. secara klinis tanda-tanda kehamilan dapat dibagi menjadi dua kategori besar. g. Mual dan Muntah (morning sickness). d. Amenorea. frekuensi kencing bertambah dan sering kencing malam disebabkan karena desakan uterus yang membesar dan tarikan oleh uterus ke kranial. kenaikan temperature basal lebih dari 3 minggu biasanya merupakan tanda-tanda terjadinya kehamilan. Quickening. f. sering muncul pada pagi hari dan diperberat oleh makanan yang baunya menusuk. Perubahan temperature. e. Tanda kehamilan yang tidak pasti (probable signs) a. Keluhan kencing (BAK). c. yaitu sebagai berikut: 1.

teraba bagian-bagian janin. k. Pembesaran perut. sehingga dapat terlihat gambaran tulang-tulang janin. yaitu tanda adanya benda terapung melayang dalam cairan. dapat didengarkan dengan stetoskop laenec atau dengan stetoskop ultrasonic (dopller). Kontraksi uterus. tanda ini muncul belakangan dan pasien mengeluh perutnya kencang. payudara mensekresi kolostrum bisanya setelah kehamilan enam minggu j. d. akibat stimulasi prolaktin. punggung hidung. e. c. Denyut jantung janin (DJJ). h. Ultrasonografi (USG). l. dan kulit daerah tulang pipi. b. yaitu test inhibisi koagulasi yang bertujuan untuk mendeteksi adanya HCG dalam urin. 2. . terlihat dan teraba gerakan janin. tetapi tidak disertai rasa sakit. Test laboratorium. Perubahan warna kulit. Tanda Pasti Kehamilan Siswosudarmo (2009) menyebutkan tanda pasti kehamilan adalah sebagai berikut: a. Palpasi. i. Balotemen. Perubahan payudara. menjadi nyata setelah minggu ke-16 karena pada saat ini uterus telah keluar dari rongga pelvis dan menjadi organ rongga perut. Rontgenografi. yaitu warna kulit kehitam-hitaman pada dahi.

terdapat kontraksi rahim saat diraba. 2. mengurangi terjadinya persalinan premature. 2. yaitu: 1. Terjadinya pembesaran rahim dan perut. dibandingkan pada ibu-ibu hamil yang tidak melakukan senam hamil. 2. tanda kemungkinan hamil. dan tanda pasti kehamilan. Manuaba (2010) menyebutkan bahwa tanda-tanda kehamilan dibagi menjadi tiga. Secara keseluruhan senam hamil akan berdampak pada peningkatan . dan reaksi kehamilan positif merupakan tanda kemungkinan hamil.1. Trimester ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan (28-40 minggu).2. ada tanda hegar. Trimester kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan (13-27 minggu). Senam hamil akan memberikan suatu hasil persalinan yang lebih baik. senam hamil merupakan latihan relaksasi yang dilakukan oleh ibu-ibu yang mengalami kehamilan sejak usia kehamilan 28 minggu sampai dengan masa kelahiran. Dan senam hamil ini merupakan salah satu kegiatan dalam pelayanan selama kehamilan (prenatal care). Kegunaan senam hamil di dalam prenatal care dilaporkan akan menaikkan dan mengurangi terjadinya berat badan bayi lahir rendah. dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan (0-12 minggu). 3. yaitu tanda dugaan hamil. chadwick. Trimester kesatu.3 Klasifikasi Masa Kehamilan Kehamilan menurut Prawirohardjo (2011) diklasifikasikan dalam 3 trimester.2 Senam Hamil 2.1 Defenisi Senam Hamil Menurut Anggraeni (2010).

Menurut Muhimah dan Safe’i (2010) ibu hamil sangat membutuhkan kebugaran dan kesehatan yang optimal untuk menghindari risiko-risiko yang dapat membahayakan kondisinya dan janin yang dikandungnya. karena di sini akan dipelajari cara bernapas dan cara mengedan yang benar.kesehatan wanita hamil. juga harus yang sesuai dengan perubahan fisik. untuk tetap mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar. 2010). Selain untuk menjaga kebugaran. 2010). Olahraga ini umumnya merupakan gerakan relaksasi dan dengan senam diharapkan stress ibu menjalani kehamilan dan menghadapi persalinan akan berkurang. Senam hamil biasanya dimulai saat kehamilan memasuki trisemester ketiga yaitu sekitar usia 28-30 minggu kehamilan. serta memelihara dan menghilangkan keluhan-keluhan yang terjadi akibat proses kehamilan. senam hamil juga diperlukan untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental calon ibu selama proses persalinan. Sebaiknya sebelum melakukan senam hamil berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. serta melakukan aktivitas fisik secara wajar dan sesuai . karena ditakutkan adanya gangguan kehamilan seperti plasenta dibawah atau hipertensi. Senam sebelum melahirkan juga mengoptimalkan fisik ibu. Latihan relaksasi sangat membantu menghilangkan ketegangan mental dan fisik ibu hamil sekaligus untuk bayi yang sedang dikandung (Anggraeni. istirahat yang cukup. Namun olah raga yang dilakukan. Senam hamil memerlukan keterlibatan dan pengawasan instruktur senam yang ahli (Muhimah dan Safe’i. Hal ini dapat diupayakan dengan pola makan yang memenuhi kebutuhan gizi selama hamil. Menurut Anggraei (2010) olahraga sangat penting bagi ibu hamil.

Melalui latihan senam hamil yang teratur dapat dijaga kondisi otot- otot dan persendian yang berperan dalam proses mekanisme persalinan b. dan mengurangi sesak napas. membentuk sikap tubuh yang prima.2 Tujuan dan Manfaat Menurut Muhimah dan Safe’i 2010. dan jaringan yang berperan dalam mekanisme persalinan. otot-otot dasar panggul. Gerakan-gerakan ini tentu saja telah disesuaikan dengan kondisi hamil. 2. letak janin. 1.2. Mempertinggi kesehatan fisik dan psikis serta kepercayaan pada . Tujuan Senam Hamil Tujuan dari seluruh gerakan-gerakan dari latihan senam hamil yang dilakukan adalah: a.dengan kondisi kehamilan. Kondisi bugar dan sehat akan membantu sang ibu dalam menjalankan aktivitas rutin sehari-hari dan menurunkan tekanan psikologis yang terkadang timbul menjelang masa persalinan. melenturkan persendian-persendian yang berhubungan dengan proses persalinan. senam hamil sebagai salah satu terapi latihan telah dijabarkan dalam gerakan-gerakan tubuh tertentu yang disusun dengan tujuan tertentu. sehingga dapat membantu mengatasi keluhan- keluhan. ligamen. Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut. menguasai teknik-teknik pernapasan dalam persalinan dan dapat mengatur diri pada ketenganan c.

yaitu persendian yang berhubungan dengan proses persalinan f. Latihan pernapasan khusus yang disebut panting quick breathing terutama dilakukan setiap saat perut terasa kencang m. diri sendiri dan penolong dalam menghadapi proses persalinan d. yaitu pelebaran pembuluh darah balik (vena) secara segmental yang tak jarang terjadi pada ibu hamil k. Dapat mengatur diri kepada ketenangan i. Latihan ini khusus untuk menghadapi persalinan agar mengejan secara benar sehingga bayi dapat lancar keluar dan . Hal ini akan membuat rongga dada lebih sempit dan napas ibu tidak bias optimal. ibu diajak berlatih agar napasnya lebih panjang dan tetap rileks l. maka dia akan mendesak isi perut ke arah dada. Mencegah varises. Penguatan otot-otot tungkai. Menguasai teknik-teknik pernapasan dalam persalinan h. mengingat tungkai akan menopang berat tubuh ibu yang makin lama makin berat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan j. Melonggarkan persendian. Memperpanjang napas karena seiring bertambah besar janin. dan mengurangi sesak napas g. Membentuk sikap tubuh yang prima. Membimbing wanita menuju suatu persalinan yang fisiologis e. sehingga dapat membantu mengatasi keluhan-keluhan. Dengan senam hamil. letak janin. Latihan mengejan.

Memperkuat elastisitas otot Memperkuat dan memoertahankan elastisitas otot-otot dinding perut. yaitu his dan tenaga kerja mengejan. sehingga memperkecil terjadinya prolaps uteri.otot-otot dasar panggul. dan lain sebagainya yang berhubungan dengan proses persalinan. juga dapat mengurangi sesak napas akibat bertambah besarnya perut. kita ketahui bahwa untuk mendorong bayi keluar. Tenaga ini selain disebabkan his juga disebabkan oleh kontraksi otot-otot dinding perut yang mengakibatkan peningkatan tekanan intraabdominal. c. diperlukan tenaga mendorong. Manfaat Senam Hamil Manfaat dari setiap latihan yang dilakukan dalam senam hamil: a. b. Otot-otot dinding perut yang kuat bersama-sama dengan elastisitas otot-otot dasar panggul dan ligament-ligamen yang kuat dapat mempertahankan kedudukan rahim pada tempatnya. ligament-ligamen. Membentuk sikap tubuh Dengan sikap tubuh yang baik selama bersalin diharapkan dapat mengatasi keluhan-keluhan umum pada wanita hamil (sakit pinggang). mencegah letak bayi yang abnormal. Dalam proses persalinan. Memperoleh relaksasi yang sempurna Relaksasi yang sempurna diperlukan selama hamil dan selama . tidak tertahan dijalan lahir 2.

2. diafragma juga ikut aktif mendorong bayi keluar (Muhimah dan Safe’i. ada beberapa syarat yang harus diperhatikan oleh ibu hamil sebelum megikuti senam hamil.2. ada 3 kontra indikasi . Selain mengatasi stres baik yang timbul dari dalam maupun dari luar. selain his dan otot-otot dinding perut. jika pernapasan diafragma yang teratur dan berirama. sehingga membantu ibu pada saat mengejan. juga untuk mengatasi nyeri his serta untuk dapat mempengaruhi relaksasi segmen bahwa uterus yang mempunyai peran penting dalam persalinan yang fisiologis. syaratnya antara lain: 1. d. Karena pada waktu mengejan. Sebaiknya latihan dilakukan di rumah sakit atau klinik bersalin dibawah pimpinan instrukstur senam hamil 2. Menjaga kesehatan dan meningkatkan fungsi kardiorespirasi Dengan menguasai teknik pernapasan diafragma. Latihan dilakukan secara teratur dan disiplin. diafragma menjadi kuat. 2010) 2. senam hamil dapat diikuti oleh semua wanita yang hamil namun ada larangan atau kontra indikasinya.4 Larangan Senam Hamil Menurut Anggraeni (2010). dalam batas kemampuan fisik ibu 4. Telah melakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter atau bidan 2.3 Syarat Mengikuti Senam Hamil Menurut Anggraeni (2010). Latihan dilakukan setelah kehamilan mencapai minimal 23 minggu 3. persalinan.

berulang. servik inkompeten (servik membuka).5 Tahap dan Manfaat Senam Hamil Menurut Eisenberg (1996). Senam Aerobik Merupakan aktivitas senam berirama. rasa sesak sewaktu senam. Kontra indikasi absolut atau mutlak. Segera menghentikan senam hamil.atau larangan seorang wanita untuk melakukan senam hamil: 1. Kontra indikasi relatif. kelainan letak ari-ari seperti plasenta previa. penurunan gerakan bayi intra uterin 2. nyeri kelenjar otot-otot. kegemukan yang sangat hebat. Bila seorang wanita hamil mempunyai penyakit jantung. Bila seorang ibu hamil menderita anemia berat. dan cukup melelahkan. kehamilan kembar.2. penyakit paru. penyakit darah tinggi. Bila terjadi gejala seperti perdarahan pervaginam. penyakit-penyakit dengan riwayat operasi tulang ortopedik dan perokok berat 3. sakit dada. terlalu kurus (BMI di bawah 12). sakit kepala. Manfaatnya: a. yaitu: 1. gejala-gejala kelahiran premature. membagi senam hamil menjadi 4 tahap di mana setiap tahapnya mempunyai manfaat tersendiri bagi ibu hamil. maka gerakan yang disarankan untuk ibu hamil adalah jalan-jalan. Meningkatkan kebutuhan oksigen dalam otot . pre- eklamsi maupun hipertensi 2. riwayat penyakit diabetes melitus. penyakit paru bronkitis yang kronis. irama jantung yang tidak teratur. riwayat perdarahan pervaginam pada trisemester II dan III.

Manfaatnya: a. Kalistenik Latihan berupa gerakan-gerakan senam ringan berirama yang dapat membuat lebih bugar dan mengembangkan otot-otot. Merangsang paru-paru dan jantung juga kegiatan otot dan sendi c. Relaksasi Merupakan latihan pernapasan dan pemusatan perhatian. Latihan ini bisa dikombinasikan dengan latihan kalistenik. Menjanjikan bentuk tubuh yang baik setelah melahirkan 2. Membantu ibu menyimpan energi untuk ibu siap menghadapi . Menenangkan pikiran dan tubuh b. Secara umum menghasilkan perubahan pada keseluruhan tubuh terutama kemampuan untuk memproses dan menggunakan oksigen d. Meredakan sakit punggung b. Meningkatkan kebugaran dan kekuatan otot f. Memperlancar persalinan h. Meningkatkan peredaran darah e. Meredakan sakit punggung dan sembelit g. b. Manfaatnya: a. Meningkatkan kesiapan fisik dan mental terutama mempersiapkan tubuh dalam menghadapi masa persalinan 3. Mengurangi keletihan j. Membakar kalori (membuat ibu dapat lebih banyak makan makanan sehat) i. serta dapat memperbaiki bentuk postur tubuh.

3 Kepatuhan 2.2 Faktor – faktor yang mendukung kepatuhan Menurut Feuer Stein ada beberapa faktor yang mendukung sikap patuh. Kepatuhan adalah merupakan suatu perubahan perilaku dari perilaku yang tidak mentaati peraturan ke perilaku yang mentaati peraturan (Green dalam Notoatmodjo. dan penderita yang tidak patuh (non compliance) dimana pada keadaan ini penderita tidak melakukan diet terhadap hipertensi. 2007). persalinan 4. diantaranya : (Faktul. Kepatuhan ini dibedakan menjadi dua yaitu kepatuhan penuh (total compliance) dimana pada kondisi ini penderita hipertensi patuh secara sungguh-sungguh terhadap diet.1 Pengertian kepatuhan Kepatuhan adalah tingkat perilaku pasien yang tertuju terhadap intruksi atau petunjuk yang diberikan dalam bentuk terapi apapun yang ditentukan. baik diet. latihan. 2. 2003). 1994). mempersiapkan diri baik fisik maupun mental.3. 2. . pengobatan atau menepati janji pertemuan dengan dokter (Stanley. Kepatuhan adalah tingkat seseorang dalam melaksanakan suatu aturan dan perilaku yang disarankan (Smet. 2009). Kebugaran Panggul (biasa disebut kegel) Manfaat dari latihan ini adalah menguatkan otot-otot vagina dan sekitarnya (perinial) sebagai kesiapan untuk persalinan.3.

Pengetahuan terhadap pendidikan yang diberikan (knowledge). Praktek atau tindakan sehubungan dengan materi pendidikan yang diberikan. kelompok pendukung dapat dibentuk untuk membantu memahami kepatuhan terhadap program pengobatan. 4. Modifikasi faktor lingkungan dan sosial.Membangun dukungan sosial dari keluarga dan teman – teman sangat penting. Suatu hal yang penting untuk memberikan umpan balik pada pasien . Pendidikan Pendidikan adalah suatu kegiatan. karsa) dan jasmani. 2003) : a. b. 2. c. Perubahan model terapi . 5. Meningkatkan interaksi profesional kesehatan dengan pasien. Akomodasi Suatu usaha harus dilakukan untuk memahami ciri kepribadian pasien yang dapat mempengaruhi kepatuhan. Sikap atau tanggapan terhadap materi pendidikan yang diberikan (attitude). 6. rasa. 3. Program pengobatan dapat dibuat sesederhana mungkin dan pasien terlibat aktif dalam pembuatan program tersebut. Domain pendidikan dapat diukur dari (Notoatmodjo. Pasien yang mandiri harus dilibatkan secara aktif dalam program pengobatan. usaha manusia meningkatkan kepribadian atau proses perubahan perilaku menuju kedewasaan dan penyempurnaan kehidupan manusia dengan jalan membina dan mengembangkan potensi kepribadiannya.1. yang berupa rohni (cipta.

setelah memperoleh informasi diagnosa. Pemahaman tentang instruksi Tidak seorang pun mematuhi instruksi jika dirinya salah paham tentang instruksi yang diberikan padanya. Instruksi dokter untuk melakukan diet rendah garam ini disalah artikan oleh lanjut usia penderita hipertensi dengan hanya tidak boleh menambahkan garam pada makanan. Kadang kadang hal ini disebabkan oleh kegagalan profesional kesalahan dalam memberikan informasi lengkap. sampai menjadi kurang patuh dan tidak patuh. Tingkat pendidikan pasien dapat meningkatkan kepatuhan. Kesalahan pemahaman ini juga dapat terjadi pada lanjut usia penderita hupertensi. penggunaan istilah-istilah medis dan memberikan banyak instruksi yang harus diingat oleh penderita. Tingkat pendidikan. lewat tahapan-tahapan tertentu. Ley dan Spelman tahun 1967 menemukan bahwa lebih dari 60% responden yang di wawancarai setelah bertemu dengan dokter salah mengerti tentang instruksi yang diberikan kepada mereka. 2. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan diantaranya : 1. 2010) mengemukakan bahwa semakin tua umur . Carpenito (2000) berpendapat bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan adalah segala sesuatu yang dapat berpengaruh positif sehingga penderita tidak mampu lagi mempertahankan kepatuhanya. Gunarso (1990 dalam Suparyanto. sepanjang bahwa pendidikan tersebut merupakan pendidikan yang aktif yang diperoleh secara mandiri.

Orang yang tidak patuh adalah orang yang mengalami depresi. seseorang maka proses perkembangan mentalnya bertambah baik. perilaku yang tidak pantas sering terabaikan. memusatkan perhatian . 3. Kepribadian antara orang yang patuh dengan orang yang gagal berbeda. pengobatan dengan efek samping. Kesakitan dan pengobatan. dengan demikian dapat disimpulkan faktor umur akan mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang yang akan mengalami puncaknya pada umur – umur tertentu dan akan menurun kemampuan penerimaan atau mengingat sesuatu seiring dengan usia semakin lanjut. saran mengenai gaya hidup dan kebiasaan lama. sikap dan kepribadian. bertambahnya proses perkembangan mental ini tidak secepat ketika berusia belasan tahun. sehingga terkadang tidak dapat mencerna kepatuhan untuk diet rendah garam dengan sempurna. sangat memperhatikan kesehatannya. memiliki kekuatan ego yang lebih lemah dan memiliki kehidupan sosial yang lebih. Lanjut usia sebagai kelompok usia yang telah lanjut mengalami kemunduran daya ingat. akan tetapi pada umur – umur tertentu. Perilaku kepatuhan lebih rendah untuk penyakit kronis (karena tidak ada akibat buruk yang segera dirasakan atau resiko yang jelas). pengobatan yang kompleks. Hal ini menunjang dengan adanya tingkat pendidikan yang rendah. Keyakinan. ansietas. namun hanya berkeinginan untuk menuruti keinginannya yaitu makan dengan rasa yang diinginkannya. 4.

5. 7. Derajat dimana seseorang terisolasi dari pendampingan orang lain. akan tetapi ada kalanya seseorang yang sudah pensiun dan tidak bekerja namun biasanya ada sumber keuangan lain yang bisa digunakan untuk membiayai semua program pengobatan dan perawatan sehingga belum tentu tingkat ekonomi menengah ke bawah akan mengalami ketidakpatuhan dan sebaliknya tingkat ekonomi baik tidak terjadi ketidakpatuhan. Dukungan sosial Dukungan sosial dalam bentuk dukungan emosional dari anggota keluarga . Kekuatan ego yang lebih ditandai dengan kurangnya penguasaan terhadap lingkunganya. secara negatif berhubungan dengan kepatuhan. kepada dirinya sendiri. Variabel-variabel demografis juga digunakan untuk meramalkan ketidak patuhan. Dukungan Keluarga Dukungan keluarga dapat menjadi faktor yang dapat berpengaruh dalam menentukan keyakinan dan nilai kesehatan individu serta menentukan program pengobatan yang akan mereka terima. Tingkat ekonomi Tingkat ekonomi merupakan kemampuan finansial untuk memenuhi segala kebutuhan hidup. Keluarga juga memberi dukungan dan membuat keputusan mengenai perawatan anggota keluarga yang sakit. 6. isolasi sosial. Bagi lanjut usia yang tinggal di daerah sepanjang Pantura mungkin makanan yang terasa asin akan lebih nikmat karena kebiasaan yang sudah dialami sebelumnya.

Mula-mula kekuatan yanng muncul kecil. Proses ini berawal dari pembukaan dan dilatasi serviks sebagai akibat kontraksi uterus dengan frekuensi. Persalinan normal adalah proses lahirnya bayi pada letak belakang kepala dengan tenaga ibu sendiri tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu dan bayi. plasenta. dan kekuatan yang teratur. mereka dapat menghilangkan godaan pada ketidakpatuhan dan mereka seringkali dapat menjadi kelompok pendukung untuk mencapai kepatuhan. kemudian terus meningkat sampai pada puncaknya pembukaan serviks lengkap sehingga siap untuk pengeluaran janin dari rahim ibu.4 Persalinan 2. durasi.1 Pengertian Persalinan Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis yang normal.4. 2011) .et al. dan membran dari dalam rahim melalui jalan lahir. Persalinan normal dianggap normal jika prosesnya terjadi pada usia kehamilan cukup bulan (setelah 37 minggu) tanpa disertai adanya penyulit (Rohani. Dukungan sosial nampaknya efektif di negara seperti Indonesia yang memiliki status sosial lebih kuat. Keluarga dan teman dapat membantu mengurangi ansietas yang disebabkan oleh penyakit tertentu. teman. Persalinan merupakan proses pergerakan keluarnya janin. 2. dan uang merupakan faktor penting dalam. dibandingkan dengan negara-negara barat. waktu. umumnya berlangsung kurang dari 24 jam.

7. Hal ini menimbulkan kekejangan pembuluh darah dan menyebabkan kontraksi rahim. Teori berkurangnya nutrisi: bila nutrisi pada janin berkurang. plasenta menjadi tua dan menyebabkan villi corialis mengalami perubahan sehingga kadar esterogen dan progesteron turun. Teori oksitosin: Pada akhir kehamilan kadar oksitosin bertambah sehingga dapat mengakibatkan his. Teori kerenggangan: otot rahim mempunyai kemampuan meregang dalam batas tertentu. 3.2 Proses Terjadinya Persalinan Sebab yang mendasari terjadinya partus secara teoritis masih merupakan kumpulan teoritis yang kompleks teori yang turut memberikan andil dalam proses terjadinya persalinan antara lain: 1. maka hasil konsepsi akan segera dikeluarkan . 2. Teori plasenta menjadi tua: dengan bertambahnya usia kehamilan. 6. 5. Teori pengaruh prostaglandin: Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi dikeluarkan. Setelah melewati batas tersebut terjadi kontraksi sehingga persalinan dimulai.4. Teori distensi rahim: keadaan uterus yang terus membesar dan menjadi tegang mengakibatkan iskemia otot-otot uterus sehingga mengganggu sirkulasi uteroplasenter.2. 4. Teori penurunan progesteron: Progesteron menurun menjadikan otot rahim sensitif sehingga menimbulkan his atau kontraksi.

fase aktif: pada fase aktif pembukaan lebih cepat. Faktor Passager. kontraksi diafragma dan aksi dari ligamen. yang meliputi sikap janin. Faktor Power. power adalah tenaga atau kekuatan yang mendorong janin keluar. kala IV: 8 jam. kala III: 10 menit. fase deselerasi : dari pembukaan 9 cm – 10 cm selama 2 jam. kala IV: 14 jam sedangkan multigravida kala I: 7 jam 20 menit. kontraksi otot-otot perut. (Rukiyah. et. dibagi menjadi: (a) Bagian keras: tulang- tulang panggul (rangka panggul). fase ini dapat dibagi lagi dalam: fase akselerasi : dari pembukaan 3cm – 4 cm yang dicapai dalam 2 jam. untuk primigravida kala I: 12. yaitu faktor janin. fase dilatasi maksimal : dari pembukaan 4 cm- 9 cm yang dicapai dalam 2 jam.3 Lamanya Persalinan Lamanya persalinan tentu berlainan bagi primigravida dan multigravida. keadaan psikologi ibu memengaruhi proses .4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan adalah diantaranya sebagai berikut: 1. Faktor psikologi ibu. 4. dan posisi janin. Kekuatan tersebut meliputi his.2. 3.4. presentasi. letak. jaringan- jaringan dan ligamen-ligamen. bagian terbawah. kala III: 10 menit.5 jam. dengan kerjasama yang baik dan sempurna dan tenaga mengejan. 2. Pembukaan serviks terbagi 2 fase: fase laten: pada fase ini pembukaan sangat lambat dari 0-3 cm. Faktor Passage (jalan lahir). kala II: 30 menit.2009) 2. (b) Bagian lunak: otot-otot. al.4. Kala II: 80 menit.

Dukungan mental berdampak positif bagi keadaan psikis ibu. (Asrinah. dengan pengetahuan dan kompetensi yang baik yang dimiliki penolong. Faktor penolong. diharapkan kesalahan atau malpraktik dalam memberikan asuhan tidak terjadi sehingga memperlancar proses persalinan. . 2010). persalinan.et al. 5. yang berpengaruh pada kelancaran proses persalinan.

peneliti ingin melihat Hubungan Tingkat Kepatuhan Ibu Hamil Trimester III yang menjalankan Program Senam Hamil dengan Lama Persalinan di Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar. . Penelitian telah dilakukan pada bulan Desember 2017. Dalam penelitian ini.1 Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional yaitu rancangan penelitian dengan pengukuran atau pengamatan pada saat bersamaan (Hidayat. BAB III METODE PENELITIAN 3. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelatif yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan antar variabel (Nursalam. 2013).2 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Ruang Bersalin Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar dengan alasan belum pernah dilakukan penelitian tentang Hubungan Tingkat Kepatuhan Ibu Hamil Trimester III yang menjalankan Program Senam Hamil dengan Lama Persalinan. 2011). 3.

2.3. Pasien mengikuti program senam hamil 3. Pasien bersedia menjadi responden 2. Kriteria Inklusi: 1. Untuk mendapatkan sampel yang tepat menggunakan total sampling dengan Teknik sampling yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik purposive sampling adalah pengampilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang ditentukan (Sugiyono. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang bersalin di Ruang Bersalin Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar dengan jumlah 21 orang. 3.3 Populasi dan Sampel 3. Pasien dengan proses persalinan normal 3. 2010). 2012).2.2 Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono. 2012).4 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data adalah cara peneliti untuk mengumpulkan data dalam penelitian yang menggunakan alat ukur untuk memperkuat hasil penelitian (Hidayat. Prosedur yang dilakukan dalam pengumpulan data ini adalah . 2012).1 Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono.

responden selanjutnya akan diberikan penjelasan mengenai cara pengisian mengenai cara pengisian kuesioner dan responden dianjurkan bertanya apabila ada pertanyan/pernyataan diatas kurang jelas. peneliti melakukan pendekatan dengan cara mendatangi responden dan memberikan penjelasan mengenai penelitian yang akan dilakukan. Hal ini dilakukan agar responden lebih jujur dalam memberikan informasi tanpa ada tekanan dari pihak manapun termasuk dari peneliti sendiri. Kemudian responden dibiarkan untuk mengisi kuesioner sendiri. Setelah mendapat calon responden sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Setelah responden menandatangani lembar persetujuan. Kemudian jika calon responden bersedia menjadi responden. dan menyerahkan surat izin survey kelokasi penelitian dalam hal ini Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar.peneliti mengajukan judul proposal pada panitia persiapan dan pelaksanaan sidang proposal/skripsi mahasiswa Prodi S1 Keperawatan STIKes Sumatra Utara Medan . Selanjutnya peneliti mengajukan surat permohonan ijin penelitian kepada Ketua STIKes Sumatra Utara Medan dan kemudian menyerahkan surat permohonan izin kepada Direktur Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar. Responden diharapkan menjawab seluruh pertanyaan didalam . selanjutnya melakukan studi pendahuluan/survei awal. maka dapat membaca lembar persetujuan kemudian menandatanganinya . Setelah peneliti mendapat izin langkah selanjutnya adalah menyeleksi calon responden yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.

1 Data Primer Data primer dalam penelitian ini diperoleh dengan memberikan kepada responden untuk diisi mengenai variabel yang akan diteliti. laporan ruangan dan laopran bulanan Rumah Sakit yaitu data tentang jumlah pasien bersalin dan daftar peserta senam hamil. 3.kuesioner yang telah diisi selanjutnya akan diolah peneliti berdasarkan uji statistik yang telah ditentukan sebelumnya dengan menggunakan program SPSS. Data primer dalam penelitian ini adalah data karakteristik individu data demografi.5 Definisi Operasional Tabel 3. 3.4. 3.4.2 Definisi Operasional Penelitian Variabel Definisi Cara Skala No Hasil ukur Penelitian Operasional Ukur ukur 1 Tingkat Penilaian yang Lembar Patuh Ordina Kepatuhan Ibu diberikan kepada observa Tidak patuh l Hamil ibu hamil dilihat si dari tingkat kehadiran dalam menjalankan .2 Data Sekunder Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari laporan maupun dokumen-dokumen yang ada di Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar meliputi data Rekam Medis.

Program Senam Hamil 2 Lama persalinan Lama persalinan Lembar Normal Ordina dimulai dengan observa Lambat l saat dimana pasien si mengalami his yang menuju ke arah kelahiran bayi dan berakhir dengan kelahiran plasenta 3. 3. kala IV: 8 jam.6. kala III: 10 menit.2 Lama Persalinan Lama persalinan dimulai saat pasien mengalami his yang menuju ke arah kelahiran bayi dan berakhir dengan kelahiran plasenta untuk primigravida kala I: 12. kala III: 10 menit.1 Tingkat Kepatuhan Ibu Hamil Untuk mengkukur tingkat kehadiran dalam menjalankan Program Senam Hamil dilihat dari daftar hadir peserta dimana ibu hamil harus mengikuti jadwal yang telah ditentukan. kala II: 30 menit.6 Aspek Pengukuran 3. kala IV: 14 jam sedangkan multigravida kala I: 7 jam 20 menit.6. .5 jam. Kala II: 80 menit.

3. Peneliti memeriksa jawaban responden dan seluruh pertanyaan telah diberikan oleh responden.1 Editing Merupakan kegiatan untuk melakukan pengecekan isian formulir atau kuesioner. 3. membuat suatu urutan. .3. menipulasi serta menyingkatkan data sehingga mudah dibaca.2 Coding Merupakan kegiatan merubah data berbentuk huruf data berbentuk data ataubilangan.4 Cleaning data Proses yang dilakukan setelah data masuk kekomputer data akan diperiksa apakah ada kesalahan atau tidak. 3. Hal ini untuk mempermudah pada saat analisa dan juga mempermudah pada saat entry data.7. peneliti memasukkan data hasil penelitian pada tabel rekapitulasi dan melakukan pengolahan data secara komputerisasi.3 Prosessing Merupakan kegiatan memproses data agar dapat dianalisis. 3.8 Analisa Data Data yang telah diolah kemudian dilakukan analisis dimana analisis adalah pengelompokan. jika terdapat data yang salah diperiksa oleh proses cleaning ini.7.7. Peneliti membuat tabel rekapitulasi data hasil penelitian.7 Teknik Pengolahan Data Pengolahan data yang digunakan adalah : 3.7.

05.8.9 Etika Penelitian Menurut Hidayat (2008).1 Lembar persetujuan menjadi responden Lembar persetujuan diberikan pada partisipan sebelum penelitian dilakukan. maka peneliti menggunakan etika penelitian meliputi: 3. Peneliti menjelaskan tentang maksud dan tujuan penelitian yang akan dilakukan. Jika partisipan bersedia diteliti maka harus menandatangani lembar persetujuan sebagai bukti kesediaan partisipan. Analisis Univariat Analisa Univariat digunakan untuk memperoleh gambaran distribusi frekuensi dari variabel yang diteliti. Namun. analisa yang bersifat univariat untuk melihat kelayakan data yang dikumpulkan apakah dalam keadaan optimal atau tidak untuk dianalisa selanjutnya.a. 3. yaitu melihat Hubungan Tingkat Kepatuhan Ibu Hamil Trimester III yang menjalankan Program Senam Hamil dengan Lama Persalinan di Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar dengan menggunakan Uji Chi-Square dengan batas kemaknaan 0. jika partisipan menolak untuk diteliti maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap menghormati partisipan. terutama yang menjadi subjek penelitian ini adalah manusia. . dalam melakukan penelitian ini. Analisa univariat dalam penelitian ini memusat tentang karkteristik responden b. jaminan kerahasiaan partisipan dan terbebas dari bahaya. Analisis Bivariat Analisa Bivariat digunakan untuk menganalisa sehubungan antara dua variabel independen dan variabel dependen.

2 Tanpa nama (Anonimity) Untuk menjaga kerahasiaan identitas partisipan. Peneliti hanya akan menggunkan kode pada lembar pedoman kuesioner dan mengunakan inisial dalam penyajian hasil penelitian. .8.8. 3.3. Informasi hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. termasuk masalah- masalah lainnya dijamin sepenuhnya oleh peneliti. peneliti tidak akan mencantumkan nama partisipan dalam pedoman kuesioner atau hasil penelitian yang akan disajikan.3 Kerahasiaan (Confidentialy) Kerahasiaan informasi partisipan dan hasil penelitian.

akan melakukan penelitian tentang “Hubungan Tingkat Kepatuhan Ibu Hamil Trimester III yang menjalankan Program Senam Hamil dengan Lama Persalinan di Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar Tahun 2018”. Saya akan menjamin kerahasiaan jawaban dan identitasnya. Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan tugas akhir untuk memperoleh gelar Sarjana Keperawatan di STIKes Sumatera Utara. atas partisipasinya saya ucapkan terima kasih. Lampiran 1 LEMBAR PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN IBU HAMIL TRIMESTER III YANG MENJALANKAN PROGRAM SENAM HAMIL DENGAN LAMA PERSALINAN DI RUMAH SAKIT TENTARA PEMATANGSIANTAR TAHUN 2018 Saya Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Sumatera Utara Medan. Sehubungan dengan keperluan tersebut saya mohon partisipasi dan kesediannya untuk rnenjadi responden dalam penelitian ini dengan menandatangani lembar persetujuan menjadi responden dan menjawab pernyataan yang diajukan oleh peneliti secara jujur sesuai dengan pernyataan yang tertera dalam lembar kuesioner. Hormat saya ( ) . Demikian permohonan ini.

Responden ( ) . Lampiran 2 LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN PENELITIAN Saya yang bertandatangan dibawah ini menyatakan untuk turut berpartisipasi sebagai responden penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa S-1 Keperawatan STIKes Sumatera Utara yang bernama dengan judul penelitian “Hubungan Tingkat Kepatuhan Ibu Hamil Trimester III yang menjalankan Program Senam Hamil dengan Lama Persalinan di Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar Tahun 2018”. Dengan ini menyatakan bahwa saya bersedia untuk menjadi responden dalam penelitian itu dengan sukarela.

Lampiran 3 LEMBAR OBSERVASI PENELITIAN HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN IBU HAMIL TRIMESTER III YANG MENJALANKAN PROGRAM SENAM HAMIL DENGAN LAMA PERSALINAN DI RUMAH SAKIT TENTARA PEMATANGSIANTAR TAHUN 2018 Identitas Responden Nomor Responden : Usia : tahun Anak Ke : Lama Persalinan Lama Persalinan No Responden Kala I Kala II Kala III Kala IV .

Tingkat Kepatuhan Tingkat Kepatuhan No Responden Patuh Tidak patuh .