You are on page 1of 4

LAPORAN KASUS

Tinea Imbrikata
Reyshiani Johan
Dokter Umum di RSAL dr. Azhar Zahir, Manokwari, Papua Barat, Indonesia

ABSTRAK
Tinea imbrikata adalah dermatofitosis kronis yang disebabkan oleh Trychophyton concentricum dengan gambaran morfologis khas, berupa
papulo-skuamosa yang tersusun dalam lingkaran-lingkaran konsentris, sehingga tampak seperti atap genting. Dilaporkan satu kasus tinea
imbrikata pada wanita usia 47 tahun. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan lesi kulit dengan distribusi generalisata hampir di seluruh bagian tubuh,
kecuali wajah, telapak tangan dan kaki, berupa skuama halus yang tersusun konsentris. Pada pemeriksaan mikroskopis dengan pewarnaan KOH
10% didapatkan hifa panjang, spora, dan epitel.

Kata kunci: Hifa, skuama konsentris, spora, tinea imbrikata, Trichophyton concentricum

ABSTRACT
Tinea imbricata is chronic dermatophytosis caused by Trychophyton concentricum with typical morphological description, a squamous papullae
arranged in concentric circles like roof tiles. A case of tinea imbricata in women aged 47 years was reported. Skin lesions with a generalized
distribution was observed in almost all parts of the body, except the face, palms of the hands and feet, in the form of concentrically arranged
smooth scaling. Microscopic examination with 10% KOH staining obtained long hyphae, spores, and epithelium. Reyshiani Johan. Tinea
Imbricata.

Keywords: Concentric scaling, hyphae, spores, tinea imbricata, Trichophyton concentricum.

PENDAHULUAN ditemukan 97 kasus dari 2 desa pada tahun Setelah masa inkubasi sekitar 1-3 minggu,
Tinea imbrikata adalah dermatofitosis 1970-an.9 Penelitian Budimulja pada tahun respons jaringan terhadap infeksi makin jelas
kronis yang disebabkan oleh Trychophyton 1990-an di 23 desa di Kalimantan Tengah, dan menginvasi bagian perifer kulit. Respons
concentricum1 dengan gambaran morfologis mendapatkan usia termuda penderita tinea aktif terhadap infeksi akan meningkatkan
yang khas, berupa papulo-skuamosa imbrikata adalah 6 bulan dan usia tertua proses proliferasi sel epidermis dan
yang tersusun dalam lingkaran-lingkaran adalah 70 tahun, dengan insidens puncak usia menghasilkan skuama. Banyak individu dalam
konsentris, sehingga tampak seperti atap 23-44 tahun. Tidak ada perbedaan insidens populasi terinfeksi menunjukkan agen T-sel
genting.1-3 Dermatofitosis didefinisikan pada pria ataupun wanita. Mereka berasal dari spesifik jamur yang hiporeaktif.2,12 Kerentanan
sebagai penyakit jaringan mengandung zat sosial ekonomi rendah, pendidikan rendah, terhadap penyakit ini diduga diturunkan
tanduk, misalnya stratum korneum epidermis, dan higienitas yang buruk.10 secara genetik dengan pola penularan
rambut dan kuku, yang disebabkan golongan autosomal resesif.13,14
jamur dermatofita.2,3 Penyakit ini biasa disebut Dermatofit tidak memiliki virulensi khusus.
kaskado di daerah Papua, kihis di Kalimantan Dermatofit hanya menginvasi bagian KASUS
Tengah, chimbere di Bolivia, dan le pita di luar stratum korneum kulit. Infeksi alami Seorang perempuan usia 47 tahun, suku
Pulau Tokelau.4,5 disebabkan oleh deposisi langsung spora Papua, pekerjaan petani, datang ke poli umum
atau hifa pada permukaan kulit yang mudah RSAL dr. Azhar Zahir dengan keluhan timbul
Penyakit ini banyak ditemukan di pulau-pulau dimasuki dan tinggal di stratum korneum.2,11 sisik-sisik putih yang terasa gatal di hampir
Pasifik dan Oceania, Asia Timur dan Tengah, Pemakaian bahan tidak berpori akan seluruh tubuh. Pasien tampak sakit ringan dan
Meksiko, Amerika Tengah dan Selatan.1,6 meningkatkan temperatur dan keringat, status gizi baik.
Di Indonesia penyakit ini tersebar endemis sehingga mengganggu fungsi barrier stratum
di daerah rural dan biasanya menyerang korneum. Infeksi dimulai dengan terjadinya Pada anamnesis didapatkan sejak 6 bulan
populasi suku terasing seperti pada suku kolonisasi hifa atau cabang-cabangnya dalam timbul beruntus-beruntus kemerahan
Dayak di Kalimantan, suku Sakai di Sumatera jaringan keratin mati. Hifa ini memproduksi sebesar telapak tangan pasien di bagian perut
Tengah, dan suku Papua di Irian.1,3,7,8 Di daerah enzim keratolitik yang berdifusi ke dalam yang terasa gatal, sehingga sering digaruk.
Mauk, kurang lebih 20 km barat Tangerang jaringan epidermis dan merusak keratinosit. Lima bulan yang lalu, beruntus-beruntus

Alamat Korespondensi email: reyshani_johan@yahoo.com

CDK-245/ vol. 43 no. 10 th. 2016 761

sisik-sisik putih Gambar 1. didapatkan skuama halus yang tersusun konsentris dan tentang penyakit dan pengobatannya. 43 no. sistemik ketokonazol tablet 1 x 200 mg/hari mata tidak anemis. Skuama halus tersusun konsentris dan babi di rumahnya. tidak terdapat topikal ketokonazol 2% cream dan terapi Gambar 3. dada bagian atas. SGOT dan kuku tidak ada hiperkeratosis subungual. spora. riwayat DM. Pada kepala. Gambar 2. menimbul Penatalaksanaan terapi umum menghilangkan dari permukaan kulit normal. kecuali wajah. sprei 200 mg/hari diteruskan selama 14 hari lagi. Pada pemeriksaan laboratorium. tidak dan epitel. tampak lesi skuama halus konsentris tidak ada. punggung. beruntus. 10 th. Pada kulit hampir seluruh plak hiperpigmentasi. Tiga bulan yang lalu. spora. tidur cream dan terapi sistemik ketokonazol tablet bersama 6 orang dalam kamar sempit. Riwayat minum obat dan plak hiperpigmentasi di regio perut. perut. Pada abdomen. lien tidak teraba membesar. Lain-lainnya dalam batas normal. minggu. memiliki hewan peliharaan CTM tablet dihentikan. skuama halus tersusun konsentris dan plak Pasien memakai baju berlapis-lapis. bentuk bulat. bertukar pakaian dengan orang lain. telapak pertama kali dialami pasien. Pemeriksaan mikroskopis dengan pewarnaan KOH 10% yang diambil dari kulit Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan abdomen dan lengan mendapatkan hifa darah. Pasien sering aktivitas di luar dalam batas normal. Skuama halus tersusun konsentris dan ketombe. SGPT dalam batas normal. mandi sekali/hari di pagi hari dan dari lesi kulit berskuama di abdomen dan berganti pakaian 2 hari sekali. normal. abdomen dan lengan didapatkan hifa panjang. dan mengganti sprei 1 kali/ tengah beruntus-beruntus bagian perut. milier sampai plakat. Kadar 762 CDK-245/ vol. sebagai antifungal. Riwayat minum obat. ganti pakaian setelah mandi atau setelah sisik-sisik putih yang terasa gatal di bagian berkeringat). spora. Riwayat alergi obat dan kaki. mengoleskan obat tertentu sebelum kelainan Pada hari ke-28 pengobatan. terapi sistemik telapak kaki. Pemeriksaan SGOT dan SGPT tidak ketat. Pada kulit hampir pasien berkeringat. dan (selama 14 hari) sebagai antigatal. Skuama halus dan plak hiperpigmentasi tersedia. menjaga kebersihan tubuh (mandi 2 kali/ punggung dan tengkuk. Tampak lesi Gambar 4. didapatkan kulit timbul disangkal. hindari perbaikan klinis. Suami dan anak. konfluens. mikroskopis dengan pewarnaan KOH 10% dekstra. dan telapak kaki. tetapi hiperpigmentasi. tangan dan kaki. jarang diganti. tengkuk. denyut nadi. telapak tangan dengan bahan yang menyerap keringat. mendapat terapi topikal ketokonazol 2% beruntus kemerahan meluas hampir ke seluruh cream. Pasien telapak kaki. tampak plak hiperpigmentasi. jangan digaruk bila gatal. Adanya kerusakan pada kuku seperti berkurang dan plak hiperpigmentasi. kering. Pada hari ke-14 pengobatan. namun fasilitas tidak telapak tangan. Gatal dirasakan terutama saat sudah tidak merasa gatal. kecuali wajah. Pada kulit hampir seluruh obat tertentu jangka panjang. Pasien tidak lengan masih didapatkan hifa panjang. Keluhan seperti ini baru seluruh bagian tubuh. disertai timbulnya hari. hepar dan diteruskan kembali selama 14 hari. inguinal sinistra-dekstra tidak teraba yang diambil dari lesi kulit berskuama di membesar. aksila sinistra. belum tubuh. Pemeriksaan tidak ada onikolisis. kecuali wajah. berupa faktor pencetus berupa edukasi pasien Pada hari ke-42 pengobatan. Pasien Empat bulan sebelum berobat. kecuali wajah. dan 14 hari) sebagai antifungal. dan didapatkan perbaikan klinis signifikan. LAPORAN KASUS kemerahan tersebut meluas ke dada atas. adanya serpihan-serpihan di bawah kuku atau Pemeriksaan SGOT dan SGPT dalam batas penebalan kuku disangkal. Pada ekstremitas. dan epitel. dan kaki. dan frekuensi pernapasan panjang. Skuama halus tersusun konsentris dan yang terasa gatal meluas hampir di seluruh plak hiperpigmentasi di regio tengkuk. telapak tangan. dilakukan pemeriksaan penunjang kultur didapatkan lesi dengan distribusi generalisata jamur dari skuama kulitnya untuk mengetahui hampir di seluruh bagian tubuh. ukuran lengan pada hari ke-28 pengobatan. penggunaan pakaian berlapis. Pemeriksaan mikroskopis rumah dan berkeringat. spesies jamur penyebab. di regio punggung. tampak lesi masih berupa anak pasien mengalami keluhan serupa. dan CTM tab 1x4 mg/hari beruntus dada bagian atas. Penatalaksanaan dalam batas normal. sklera mata tidak ikterik. perbaikan klinis. dan epitel. KGB leher. konjungtiva plak hiperpigmentasi di regio kedua lengan. bagian tubuh. batas tegas. 2016 . kecuali wajah. telapak tangan dan sakit kuning disangkal. telapak tangan. dan multipel. kecuali wajah. disertai timbulnya sisik-sisik putih ketokonazol tab 200 mg/hari (selama 14 hari) yang terasa gatal di bagian tengah beruntus. sehari-hari bekerja dengan pewarnaan KOH 10% yang diambil di ladang. Seharusnya Pada pemeriksaan status dermatologikus. Terapi topikal ketokonazol 2% bertukar handuk dengan orang lain. pakai pakaian bagian tubuh. dioleskan pada lesi 2 kali/hari (selama tubuh.

disertai timbulnya sisik-sisik Ketokonazol adalah suatu derivat imidazole- kelembapan tinggi. Pada pemeriksaan fisik terinfeksi. Sprei juga jarang diganti. Sumatera. Budimulja. Koloni bermula glabrosa telapak tangan dan kaki.1. 43 no. telapak tangan. keadaan klinis alat-alat. lesi plak hiperpigmentasi.2. lambat ini mempunyai diameter 5-20 mm spora dan terdapat epitel. Pemeriksaan mikroskopis sering berkeringat karena sehari-hari bekerja putih yang gatal di bagian tengah beruntus- dengan pewarnaan KOH 10% yang diambil di ladang.12 Pada penelitian konsentris dan plak hiperpigmentasi hampir tetap. punggung tidak efektif. punggung. kecuali wajah. dan telapak kaki. sehingga terbentuk lingkaran. keringat putih yang gatal di bagian tengah beruntus. Kemudian Penyakit ini biasanya berlangsung menahun Provinsi Papua Barat. Bila lesi pengobatan.2 Bila menjadi kronis. Penatalaksanaan menerus. Terapi rumahnya pasien memiliki hewan peliharaan rusa. Pada kulit hampir seluruh bagian tubuh. penyakit tinea imbrikata ini sering terlihat. Pemeriksaan tidur penderita. dan kulit kepala dapat terserang penyakit ini. Tidak dilakukan kultur jamur karena dengan lingkaran-lingkaran di sebelahnya fasilitas tidak tersedia. tidak sebanyak 6 orang.1 Kondisi kulit yang sesuai seperti panas.7 Suami dan anak-anak pasien mikroskopis dengan pewarnaan KOH 10% mengalami keluhan serupa dan pasien ini Pada pemeriksaan mikroskopis tampak hifa yang diambil dari kulit di abdomen dan tidur bersama-sama dalam kamar yang sempit tidak rata dan berkelok-kelok dengan spora. namun masih ini sering memakai baju berlapis-lapis.2 Pasien seluruh tubuh. higienitasnya buruk beruntus di dada bagian atas.2. kuning hiperpigmentasi. maserasi. antimikotik poten terhadap dermatofit. Proses ini berlangsung terus. Plak hiperpigmentasi di regio punggung. telapak tangan.4 kembali selama 7 hari. tampak lesi plak Sekitar pinggir lesi terbentuk zona kecoklatan. Papua Barat. tidak didapatkan berganti pakaian setiap 2 hari sekali. kontak langsung dengan individu atau hewan saat berkeringat.6 Pemeriksaan mikroskopis pasien selesai. Lapisan coklat.1. Akhirnya beruntus.1. tidak didapatkan sentrum lesi.11 Lingkaran-lingkaran skuama dan lengan mendapatkan hifa panjang. Pada kulit bermula dengan makula atau papula ini baru tumbuh 4-6 minggu. atau menjadi merah. dkk.. Infeksi kuku Di Indonesia.3. terapi sistemik Penularan tinea imbrikata dapat melalui telapak kaki. Gambar 6. tampak concentricum pada sampel dari tikar tempat tangan.1 sampai 8 minggu.3 tersebar endemis di Sulawesi. Perjalanan penyakit pasien ini berupa spora. kulit menyerang daerah fosa kubiti.1. dan juga Candida sp. lengan tidak mendapatkan hifa panjang. Terapi topikal biasanya makin meluas ke dada bagian atas.2. topikal ketokonazol 2% cream diteruskan babi. Pityrosporum sp. bagian perutnya yang terasa gatal. dan putih. kecuali wajah. didapatkan skuama halus yang tersusun Pada hari ke-49 pengobatan. kecuali wajah. kecuali wajah.1 Pasien timbulnya beruntus-beruntus kemerahan di dari suku Papua berasal dari kota Manokwari. namun tanpa ujung kepala paku. terasa gatal meluas hampir di seluruh tubuh spora dan terdapat epitel. Spesies Pada hari ke-56 keadaan klinis tetap. Koloni yang tumbuh didapatkan hifa panjang. disertai timbulnya sisik-sisik dalam batas normal.1. Eritema sangat minim sampai tidak ada sama sekali. Setelah itu. Trychophyton concentricum tumbuh lambat Manifestasi klinis penyakit tinea imbrikata pada media agar Sabouraud dekstrosa. 2016 763 . lingkaran konsentris yang tersusun seperti pasien ini dengan pewarnaan KOH 10% yang susunan genting dari lesi inisial ada di diambil dari lesi kulit berskuama di abdomen tengah lesi. buruk merupakan faktor penting dalam beruntus kemerahan meluas hampir ke misalnya Trichophyton sp. dada bagian atas. kecoklatan yang membesar perlahan-lahan. dapat terbentuk garis transversal sejajar. Pertumbuhan dengan pewarnaan KOH 10% yang diambil stratum korneum bagian tengah terlepas dari miselium dapat berupa bulu-bulu halus dari kulit di abdomen dan lengan tidak dasarnya dengan bagian bebas menghadap sampai seperti beludru. Pasien merasa gatal terutama ketokonazol tidak diberikan lagi.2. menyerupai DISKUSI lesi neurodermatitis diseminata.11 Skuama dapat padat disertai rasa gatal yang sangat pada permulaan infeksi. benda-benda seperti pakaian. dan pulau-pulau pewarnaan KOH 10% didapatkan hifa panjang.3 Wajah Gambar 5. dan epitel. spora. membentuk pinggiran polisiklik.1. kecuali pada lesi soliter baru. telapak kecuali wajah. trauma. Pemeriksaan mikroskopis melebar dari tengah lesi ke arah luar. LAPORAN KASUS SGOT dan SGPT meningkat. kemudian menjadi krem. dan lain-lain.1. setelah 2 minggu. ditemukan Trichophyton di seluruh tubuh. sp. bagian tengah di Indonesia Timur. Epidermophyton perkembangan klinis dermatofitosis. mirip miselium Trichophyton schoenleinii. dioxolane sintetis yang memiliki aktivitas berlebihan. juga dan telapak kaki.2. dan higiene beruntus di perut. perut. 10 th. beruntus-beruntus kemerahan tersebut dan sulit diobati. Di miselium yang bercabang menyerupai tanduk didapatkan spora dan terdapat epitel. telapak tangan dan kaki. dan lengan pada hari ke-56 namun rambut bebas dari serangan. Gambaran mikroskopis dengan Kalimantan. peradangan sangat ringan dan penderita tidak merasa terganggu. Selain itu. dari kulit di abdomen dan lengan tidak karena mandi hanya 1 kali di pagi hari dan dan tengkuk. sisik-sisik putih yang mendapatkan hifa panjang. konsentris bila membesar dapat bertemu dan epitel. dan tengkuk. bahkan kadang hampir seluruh bagian tubuh. dan cream diteruskan selama 7 hari. Ketokonazol 2% pasien. CDK-245/ vol.

A double blind. editor. Korean J Med Mycol. 309:13-5. 1992. 9.1. p.1. New York: McGraw-Hill Companies Inc. Katz SI. 108: 581-6. Leffel DJ. 10. Fitzpatrick’s dermatology in general medicine. alergi kulit lokal seperti dermatitis 100 mg/hari2. angka ini menjadi 69. Schieke SM. New York: McGraw-Hill Companies Inc. 130(suppl. Dermatology. 5th ed.3(suppl. Spain: Elsevier Science. p. Macnamara K. Garg A. Bramono K. 8. editors. et al. Br J Dermatol. pada wanita usia 47 tahun di Manokwari. editors. In: Baxter M. 2012. Hay RJ. 13. Immune responses of patients with tinea imbricate. Fitzpatrick’s dermatology in general medicine. Dermatomikosis superfisialis pedoman untuk dokter dan mahasiswa kedokteran. Pemberian terbinafine mengalami perbaikan secara mikroskopik pengobatan selama 4 minggu memberikan 250 mg/hari selama 4 minggu memberikan dan dinyatakan selesai pengobatan setelah angka kesembuhan klinis dan mikroskopis kesembuhan klinis dan mikologis 100% pada mendapat terapi topikal selama 56 hari. 8th ed. Ilmu penyakit kulit dan kelamin.1. Br J Dermatol. p. p. 7. In: Budimulja U. 1982.6 Menurut pengalaman Budimulja. Paller AS. Goldsmith LA. et al. Kusanto D.22%. Pada adalah penderita yang hipersensitif terhadap ulang minggu ke-5. 764 CDK-245/ vol. ketokonazol. Widaty S. 205-7. 3rd ed. In: Djuanda A. In: Bolognia JL. Oral antifungal agents.3% dari kasus 56 hari dan mendapat terapi sistemik ketokonazol topikal adalah sedikit iritasi dan yang dapat diperiksa kembali. Elewski BE. Jacob R. Sobera JO.1. 1983.1. Tinea imbricate or Tokelau. Available from: http://www. Menaldi SL.4.15 Efek samping dan setelah 5 bulan adalah 33. Serjeantson S.17 Terbinafine Telah dilaporkan satu kasus tinea imbrikata kekambuhan sangat tinggi. Raiini RP. 17. 2008. Paller AS. New Zealand. 4. Goldsmith LA. 5. Sater EK. 2001. Basuki S. 2014 June 29. Untung LS. Bramono K. Terbinafine in the treatment of tinea imbrikata: An open pilot study. Paller AS. 8th ed. editors. 2012. Judanarso J. Gilchrest BA. Pemeriksaan pada 23 orang pada tahun 1988 di Sulawesi 75%. 16. 65-8. Itrakonazol mungkin perlu ditingkatkan SGOT dan SGPT dalam batas normal. 10 th. p. editors. Judanarso. 2677-84. Katz SI. 17: 1-7 11.15 dapat efektif. yaitu khusus topikal dan sistemik selama 42 hari. p. Budimulja U. Fungal disease. Tinea corporis [Internet]. Kuswadji. the pathogenic fungi and the pathogenic actynomycetes. editors.16 Kontraindikasi ketokonazol oral angka kesembuhan 89% pada pemeriksaan karena hanya tersedia obat ketokonazol. Jakarta: Kelompok Studi Dermatomikosis Indonesia. Tinea Imbrikata. Leffel DJ. 2003. randomized stratified controlled study in the treatment of tinea imbrikata with oral terbinafine and itraconazole. Massey Javivers. Bila pengobatan diteruskan selama minggu ke-5. Philadelphia: W. 8th ed. 89-105. 2797-806. Superficial fungal infection. Katz SI. Papua total pernah dilaporkan dengan dosis Terbinafine merupakan antifungal yang Barat. untuk dermatofita. 1994.emedicine. Budimulja U. 34-7. 1981. Bramono K. hanya menghasilkan perbaikan klinis pada dosisnya menjadi 200 mg/hari atau dengan 3 orang saja. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Cutis 2009. LAPORAN KASUS Ketokonazol bekerja menghambat enzim 43. J Derm Tr. Saul A. Konnikov N. 43: 506-10. Hamzah M. 2012. dan anak usia di ulang minggu ke-13 setelah penghentian pada pemeriksaan fisik sklera tidak ikterik dan bawah 2 tahun.1 Itrakonazol ketokonazol 1 x 200 mg/hari selama 42 hari. Archer-Dubbon C. namun angka angka kekambuhan rendah. 2012. Proceedings of the VIIth Congress of the International Society for Human and Animal Mycology (ISHAM).15 Ketokonazol 200 mg/hari2. p. In: Wolff K. Topikal antiungal agents. High WA. 43 no. 2. wanita hamil. Talwat E. Budimulja U. 12.B. Reid S. Fitzpatrick JE. Chronic recurrent dermatophytosis in the tropics: Studies on tinea imbricate in Indonesia. Gilchrest BA. 6. Tangerang [Thesis]. Int J Dermatol. In: Wolff K. Budimulja U. Pasien hari. Widyanto. 83: 188-91. Lawrance G.43): 29-30.1):29-33.15 pengobatan terlihat kekambuhan sebanyak hepar tidak teraba membesar. Jakarta (Indonesia): University of Indonesia. 2277-97. Tinea imbricate.15 selama 4 minggu memberikan Pemilihan ketokonazol oral untuk pasien ini kontak. Widyanto.htm 14. Dermatophytosis in Indonesia. Goldsmith LA. Dwihastuti P. 2004. DAFTAR PUSTAKA : 1.com/asp/tineacorporis/article/page type=Article. Kuswadji. 1988.9%. Pada pemeriksaan pasien ini tidak terdapat riwayat sakit kuning. 15. Aisah S. editors. Mikosis. Case study of tinea imbricate in Mauk. Lancet 1977. Fitzpatrick’s dermatology in general medicine. Budimulja U. Basuki S.10 Penyembuhan merupakan obat pilihan sampai saat ini.7 Griseofulvin 500 mg bentuk dosis denyut (pulsed dose) untuk mencapai SIMPULAN micronized2. Gilchrest BA. Saunders. Jorizzo JL. In: Wolff K. Angka ke-13 adalah 16.5%. Autosomal recessive inheritance of susceptibility to tinea imbricate. p. Rushing ME. Perbaikan klinis didapat setelah terapi total 24 gram yang diberikan selama 18 mempunyai spektrum sempit. Bonifaz A. 2016 . Kuswadji.2% terapi topikal ketokonazol 2% cream selama penting membran sel jamur. rasa panas. Leffel DJ. Medical mycology.17 Pasien ini mendapat sintesis esgosterol yang merupakan komponen kekambuhan setelah 2 bulan adalah 31. 3. New York: McGraw-Hill Companies Inc. Kekambuhan pada minggu sitokrom p450 jamur dengan mengganggu 6 minggu. 1174-83. Rippon JW.